Tipe: Koran
Tanggal: 1998-01-05
Halaman: 06
Konten
Senin, 5 Januari 1998 EKONOMI & KEUANGAN. Pemerintah akan Naikkan Harga Obat Generik 15% Jakarta, (Analisa) dibanding pada 1995/96 Rp326 milyar. Pemerintah mulai April 1998 akan menaikkan harga obat generik (tak bermerek) sebesar 15 persen sebagai akibat depresiasi nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS, kata Menkes Sujudi kepada pers di Jakarta, Sabtu malam. Seusai acara buka bersama dengan para pejabat Depkes, Menkes, mengatakan kenaikan harga obat generik terpaksa akan dilakukan karena hampir 80 persen bahan baku obat adalah impor. Sejak 1993 hingga sekarang, pemerintah belum menaikkan harga obat generik karena nilai rupiah relatif tidak mengalami depresiasi yang tinggi terhadap dolar AS. Di samping itu pe- merintah masih mampu men- subsidi harga obat itu dalam upaya memenuhi kebutuhan obat Inpres di Puskesmas. Sementara, untuk harga obat paten telah ditetapkan oleh pro- dusen yang bersangkutan karena obat itu dikonsumsi oleh sebagi- Menurut dia, pasar untuk ba- rang-barang elektronika di luar negeri masih cukup terbuka karena barang-barang elek- tronika Indonesia paling murah harganya. Diakuinya, walau tidak mu- dah memperluas pasar elek- tronika di luar negeri namun hal itu masih mungkin dilakukan. "Masalahnya pengusaha membutuhkan modal untuk melakukan ekspansi produknya ke luar negeri dan saat krisis moneter seperti ini bank mana yang mau memberikan kredit kepada mereka," katanya. Untuk itu, katanya, peme- rintah harus mengajak bicara para pengusaha elektronika yang usahanya punya prospek Menghadapi situasi moneter dan pendapatan yang tidak menentu seperti sekarang, para pelaku bisnis retail harus lebih kreatif menemukan inovasi baru untuk tetap dapat menarik konsumen. Lemahnya Pasar Dalam Negeri nologi Informasi Multimedia Jakarta, (Analisa) cerah untuk diekspor dan harus mencarikan jalan keluar bagi mereka untuk mendapatkan kredit. Tingkat Universitas (UMIX) un- tuk meningkatkan kesadaran awam akan pentingnya teknolo- gi informasi bagi pembangunan. Usaha meningkatkan ekspor barang-barang elektronika harus dilakukan untuk mengatasi le- mahnya pasar dalam negeri ka- rena terjadinya krisis moneter saat ini, kata Ketua Gabungan Pengusaha Elektronika Indone- sia Uripto Wijaya di Jakarta, Sabtu, Duabelas perusahaan akan memamerkan produk mereka yang berkaitan dengan kompu- ter pada ekspo tiga hari itu yang dimulai Sabtu depan yang akan diselenggarakan oleh Perhim- punan Sains UM. "Pelaku bisnis retail harus menerapkan kiat-kiat bisnis baru sekarang, kendati pening- katan pelayanan maupun pem- berian diskon dan hadiah yang menarik masih menjadi pilihan utama," Kata Ketua Asosiasi Pengusaha Pertokoan dan Per- belanjaan Indonesia (AP31) Drs H. A. Sinungan di Jakarta, Sabtu. Ia mengakui, kondisi daya beli masyarakat sedang menu- run dan situasi ini merupakan ujian berat bagi usaha retail yang menghadapi dilema bisnis an- tara efisiensi dan kebutuhan memperoleh uang tunai. Kendati demikian, Napitupu- lu berharap pengusaha retail ha- rus tetap optimis dan tegar dalam menarik minat beli konsumen, karena menurutnya daya beli masyarakat masih cukup bagus. Menyinggung masih adanya sejumlah toko yang menetapkan harga tinggi, ia berpendapat, tindakan menaikkan harga ba- rang dalam situasi sekarang bukanlah langkah bijaksana. Pada kesempatan itu ia juga mengatakan, dampak terberat dirasakan oleh bisnis retail yang Rtr/Ant KONTES DAYA TAHAN: Frank Gilroy (kiri), 26 tahun, seorang ilmuwan komputer dari Alexandria, Virginia, dan Rick Woodworth, 51 tahun, pilot helikopter dari Centerville, Virginia, mengobrol sambil berdiri dengan tetap menyentuh mobil dalam suatu kontes daya tahan dengan hadiah sebuah mobil senilai US$30.000 (Rp.180 juta) pada akhir pekan di Washington. Mereka adalah finalis dari sembilan orang yang ambil bagian dalam kontes yang diselenggarakan oleh Pameran Mobil Washington. Aturan main kontes ini ialah bahwa para harus tetap berkontak mobil, dengan Menurut catatan Depkes, nilai ekspor obat generik produk MSC Dorong Universiti Malaya 15 menit setiap 3 jam. Tapi mereka tak boleh duduk di dalam atau ataş kap mobil. Mereka juga tidak men- Adakan UMIX atau menggambar, menggunakan selular atau walkman. Demi Pertahankan Daya Saing di Pasar Ekspor Kuala Lumpur, (Analisa) matematika dan fisika akan Pembentukan Lorong Besar diperkenalkan di fakultas itu China akan Terpaksa Devaluasikan Valutanya Multimedia (Multimedia Super Corridor-MSC) di Malaysia te- Mala- Tingkatkan Ekspor untuk Atasiya (UM) untuk pertama kali me- nyelenggarakan Pameran Tek- KOMODITI 1. BERAS "Perkecil sedikit saja ongkos produksi dan berusaha mening- katkan ekspor," katanya. (Ant) Pengusaha Retail Harus Lebih Kreatif Menarik Konsumen Jakarta, (Analisa) Ramus baru 1 (kg) Jongkong IR I (kg) Sawah halus I (kg) Sawah lokal I (kg) 2. IKAN ASIN Per botol an besar golongan masyarakat yang mampu. Kepala batu belah No. 1(kg) Teri nasi (kg) 3. MINYAK MAKAN 4. GULA PTP Namun demikian, Menkes minta produsen untuk tidak me- naikkan harga obat paten terlalu tinggi. Itu supaya tidak kehi- langan pangsa pasar serta untuk membantu upaya peningkatan taraf kesehatan masyarakat me- lalui penyediaan obat dengan harga yang terjangkau masya- rakat luas. 5. GARAM capai 2,25 juta dolar AS, atau naik dibanding pada 1996 sebesar 967.482 dolar AS; sedang nilai total peredaran obat generik di dalam negeri pada 1996/97 Rp378 milyar atau naik Halus (kg) Kasar (kg) Masak (halus) (kg) 6. MINYAK TANAH Per botol 7. SABUN CUCI 8. TEKSTIL Tekstil 9. BATIK Batik "Ada beberapa perusahaan yang sudah menghentikan in- vestasi ekspansinya seperti LG karena tidak mempunyai mo- dal," katanya. Perkembangan Harga Emas dan Valuta Asing Sepekan Harga Emas Cap Serimpi (batang) Cap Sampan (batang) Cap Telepon (batang) Menurut dia, dana yang dibutuhkan untuk investasi ekspansi sekitar Rp1,2 milyar. "Kalau tidak ada bank yang mau kasih kredit dari mana cari duit sebanyak itu," katanya. Tentang dealer barang-ba- rang elektronik yang kini hanya mau menjual barang-barangnya dengan dolar ia menganggap mereka tidak fair. Medan Tgl 99,99% 97,00% London US$ Pndstg Sin$ Mal$ HK$ Pp/Gram Rp/Gram US$/Ounce 29/12 47.000,- 44.500,- 291,40 5.325,00 8.884,25 30/12 47.000,- 45.000,- 290,60 5.650,00 9.510,00 31/12 47.000,- 45.000,- Libur 1/1 Libur Libur Libur Libur Libur Libur Libur 2/1 49.750,- 48.000,- 288,00 6.200,00 10.155,00 3.675,00 1.590,00 3/1 51.500,- 49.000,- "Mereka masih membeli dari pabrik dengan rupiah, jadi tidak wajar kalau dijual dengan dolar," katanya. Ia menganjurkan agar dalam kondisi seperti sekarang pengu- saha-pengusaha elektronika ja- ngan mem-PHK karyawannya. memiliki sasaran kelas mene- ngah dan atas karena harus ber- saing ketat memperebutkan pa- sar yang hanya memiliki pangsa pasar 5-10 persen. Sedangkan bagi yang sa- sarannya menengah ke bawah, katanya, tidak mengalami peru- bahan karena jumlahnya besar dan daya belinya masih cukup baik. Ia mencontohkan, banyak pertokoan besar yang memban- ting harga, sedang Pasar Tanah Abang atau Mangga Dua tetap ramai. Sekarang, katanya, pengu- saha dihadapkan pada pilihan menjual stok lama dengan harga lama tapi cepat memperoleh uang tunai tanpa mampu mem- beli lagi, atau menjual dengan harga baru tapi sulit menda- patkan uang tunai secara cepat. Omset penjualan anggota AP3I pada 1997 diperkirakan turun 20 persen dari tahun se- belumnya yang mencapai Rp9 trilyun. Menurutnya, usaha retail yang akan bertahan selama ber- langsungnya masa krisis adalah "fast food" dan kebutuhan primer, karena keduanya meru- pakan kebutuhan utama. la optimis, meski daya beli masyarakat menurun, kedua re- tail itu akan tetap diminati dan produk dalam negeri akan meng- alami "booming". (Ant) PERKEMBANGAN HARGA 9 BAHAN POKOK Kurs Draft Valuta Asing terhadap Rupiah (st/ht) ****** PEKAN LALU PEKAN INI (dalam Rp) (dalam Rp) 1.600,- 1.310,- 1.430,- 1.280,- 1.700,- 17.500,- 3,190,00 1.385,00 690,00 3.380,00 1.450,00 730,00 2.000,- 1.550,- 500,- 500,- 500,- 300,- 300,- 300,- 300,- 3.750,- 3.200,- Libur 780.00 POSISI 1.620,- Naik Rp 20,- 1.310,- Tenang Tenang Tenang 1.430,- 1.280,- 1.700,- 14.000,- Menkes menegaskan kem- bali, tidak benar anggapan sebagian masyarakat bahwa obat generik adalah "obat murahan" dan tidak manjur. Obat generik diproduksi dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), sehingga mutunya sama dengan obat bermerek dagang, jelas Sujudi. Tenang Tenang 1.900,- Turun Rp 100,- 1.570,- Naik Rp 20,- 500,- 500,- 500,- 300,- 300,- Tenang 350,- Naik Rp 50,- 350,- Naik Rp 50,- 3.750,- 3.200,- Tenang Tenang Harga tersebut tercatat pada tingkat eceran. (st/ht) Menurut dia, penggunaan obat generik oleh masyarakat yang baru mencapai sekitar 20 persen, juga disebabkan oleh keengganan apotek menjual obat tersebut karena keuntung- annya dinilai rendah, sebagai akibat harga obat generik yang Tenang Tenang Tenang Tenang Pejabat Dekan Fakultas Sains UM Profesor Muhamed Zakaria menyatakan Sabtu, di antara tu- juan ekspo itu adalah menanam- kan pengertian di kalangan ma- syarakat, khususnya mahasis- wa, visi pemerintah dalam MSC, dengan demikian menghasilkan tenaga kerja berdasar ilmu pengetahuan yang lebih cakap. Ekspo itu juga dimaksudkan untuk menjelaskan konsep dan menggalakkan proyek nasional teknologi informasi, untuk men- dorong peran universitas seba- gai unit pelengkap pemerintah dalam mewujudkan visi 2020, dan untuk memberitahu maha- siswa dan orang awam perkem- bangan terakhir teknologi infor- masi di negara itu, katanya da- lam upacara penyerahan cek oleh sponsor utama dan ikutan. Muhamed juga menyatakan, dua kursus baru berkaitan dengan komputerisasi dalam BERBAGAI upaya dan tero- bosan dilakukan oleh setiap ka- bupaten dan kotamadya di pro- pinsi Bali untuk meningkatkan status penduduknya dari keluar- ga pra KS ke KS, bahkan dengan target yang lebih tinggi lagi - KS III plus. Hasil terobosan itu mulai tam- pak ketika tujuh dari sembilan Kabupaten/Kodya di Bali menca- pai status KS III, kecuali Kabu- paten Karangasem dan Buleleng yang masih berstatus KS II. Khusus tentang peningkatan status keluarga di Kodya Denpa- sar yang merupakan ibukota Pro- pinsi Bali dengan tingkat penda- patan perkapita dan pertumbuh an ekonomi cukup tinggi, menu- rut walikotanya Drs I Made Su- wendha, diperlukan seni tersendi ri. lebih murah 40-80 persen dibanding obat bermerek. Ia mengharapkan apotek bersedia mematuhi ketentuan Depkes yang harus menyedia- kan obat generik. "Jika sebagian besar masyarakat telah meng- konsumsi obat itu maka keun- tungannya penjualan obat terse- but juga meningkat," katanya. Kepada pasien, diharapkan berani meminta obat generik ke- pada apotek walaupun dalam resep dokternya bertuliskan obat bermerek, karena Depkes meng- ijinkan hal tersebut dalam upaya masyarakat khususnya kurang mampu dapat membeli obat yang dibutuhkan untuk memu- lihkan kesehatannya. (Ant) Kol. Inf. Komang Arsana menga- takan, tantangan yang terasa sa- ngat berat adalah masih adanya penduduk kurang sejahtera terse- lip di antara penduduk yang ada. Kodya Denpasar memiliki penda- patan per kapita hampir Rp 4 ju- ta per tahun, jauh di atas rata- rata Bali yang hanya Rp 2,6 juta dan pertumbuhan ekonominya mencapai 8,5 persen. Bahkan pendapatan per kapi- ta di beberapa desa di Kodya Denpasar menunjukkan angka sa ngat menonjol, seperti kelurahan Pemecutan yang berada di jan- tung kota Denpasar dua tahun ter akhir ini berada di atas rata-rata kodyanya. Tahun 1996 pendapatan per- kapita Pemecutan mencapai Rp 4,,8 juta, naik 6,5 persen diban- ding tahun 1995 yang tercatat Rp 4,4 juta. Tingkat kemakmuran masyarakat setempat juga bisa di- ukur dari peranserta dan swadaya murni masyarakat yang mencapai Rp 103,3 milyar akhir 1996, ham- pir tujuh kali lipat dari proyek yang dibiayai pemerintah daerah setempat (APBD) senilai Rp.14 milyar. segera. Ia menyatakan kursus baru itu diperkenalkan seiring dengan usaha pemerintah menghasilkan lebih banyak lulusan dalam bi- dang teknologi informasi. Di antara barang yang dipa- merkan ialah piranti lunak dan keras komputer serta berbagai produk multimedia yang ber- kaitan dengan animasi digital, internet, teknologi telekomuni- kasi, telekonferensi, jaringan, publikasi, pendidikan dan pe- latihan. Jakarta, (Analisa) Pemerintah mengumumkan tiga peraturan baru di bidang perpajakan, di antaranya pe- nangguhan pemberlakuan UU Bea Perolehan atas Tanah dan Bangunan, dari semula 1 Januari 1998 menjadi 30 Juni 1998. Itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- undang No. 1 Tahun 1997, tanggal 31 Desember 1997, demikian faksimili dari Yayasan Bina Pembangunan yang diteri- ma di Jakarta, Sabtu. Disebutkan, penangguhan tersebut hanya bersifat semen- Kodya Denpasar Cetak Keluarga-keluarga su ozig casi nab agano b Sejahtera III Plus Oleh Ketut Sutika Swadaya masyarakat yang cu- kup besar itu digunakan untuk membangun berbagai fasilitas umum seperti pembangunan ja- lan, Balai Banjar dan berbagai tempat ibadat. Di sisi lain pertumbuhan eko- nomi dan tingkat pendapatan yang cukup menggembirakan itu ternyata diikuti oleh pertumbuh an penduduk yang pesat pula, te- rutama di kalangan pendatang baik dari daerah-daerah di Bali maupun di luar Bali. KURANGI KESENJANGAN Persoalan yang muncul kemu- dian adalah bagaimana mewujud- kan pemerataan pendapatan dan membagi "rejeki" agar seluruh daerah di Kodya Denpasar benar- Suwendha yang akan meng- Cara itu terbukti efektif kare- akhiri jabatannya pada 20 No- na mampu menunjang kelancaran vember mendatang itu dan menye usaha perdagangan di mana 32,65 rahkannya pada penggantinya persen penduduk Kodya Denpa- sar hidup di sektor tersebut. Berbarengan dengan ekspo itu, forum dan seminar akan di- adakan dan pembicara tamu ter- masuk akademisi dan tokoh dari perusahaan komputer dan elek- Tapi devaluasi yuan bisa tronik. (Ant/OANA/Bernama) menggoncang dolar Hong Kong benar terbebas dari masalah ke miskinan. Salah satu upaya untuk me- wujudkan pemerataan pendapat an adalah dengan melaksanakan berbagai program guna memper- kecil kesenjangan ekonomi masya rakat. Dari prestasi ekonomi yang telah dicapai Kodya Denpasar agaknya program-program itu tak terlalu sulit untuk diterapkan. Untuk membagi kemakmuran itu, orientasi proyek-proyek pem- bangunan yang dicanangkan Pem da mulai ditujukan pada kepen- tingan umum. Walikota Made Suwendha, malah memanfaatkan kombinasi antara program peme- rintah, swadaya masyarakat dan dunia usaha. ANALISA Barang-barang ekspor akan menjadi lebih mahal dibanding Pemerintah Tangguhkan Pemberlakuan UU Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan tara, sampai saat yang lebih memungkinkan bagi pelak- sanaan UU tersebut. naan beban baru terhadap masyarakat. Dalam penjelasan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.1/ 1997 itu antara lain dikemuka- kan, gejolak moneter yang ter- jadi sedari semester II 1997 telah membawa pengaruh yang besar dan mulai dirasakan berat bagi perekonomian nasional. "Sebab, beban baru seperti itu akan merupakan tambahan biaya ekonomi, yang dalam keadaan perekonomian yang sulit akan mengurangi keman- tapan penciptaan lapangan kerja dan menurunkan kesempatan kerja baru," tambah penjelasan peraturan tersebut. MU Pemda melakukan pemba- ngunan dan penataan pasar mu- lai dari daerah kota hingga ke pinggiran dan usaha itu dilaku- kan bersamaan dengan pembe- rian fasilitas kredit usaha kecil, atau kredit membangun perto koan. BAN Memang, kesenjangan penda- patan penduduk di Kodya Denpa- sar masih tampak menonjol an- tara daerah pedesaan yang me- ngandalkan hidup dari pertanian, wilayah pantai yang mayoritas penduduknya nelayan dengan me reka yang berada di seputar pu- sat perekonomian kota. Kesenjangan ini ada karena belum tersedianya sarana dan prasarana yang menunjang kegiat an ekonomi di daerah pantai dan pedesaan. Namun, dengan kom- binasi program pemerintah dan swadaya masyarakat, tampaknya kesenjangan pendapatan itu mu- lai bisa dipersempit. Singapura, Minggu Sementara negara-negara Asia Tenggra mengalami erosi nilai valuta mereka, muncul pula kekhawatiran bahwa China kemungkinan bisa mende- valuasi mata uangnya, yuan, guna mempertahankan daya saing dari negara-negara peng- ekspor di kawasan ini. Devaluasi yuan yang kini belum bebas diperdagangkan di pasar dunia, bisa mendorong pertumbuhan ekspor China yang menghadapi meningkatnya persaingan dari barang-barang Asia Tenggara yang lebih murah. Program-program pemerintah itu pelan-pelan mulai menunjuk- kan hasil. Dari pendataan dan pe- metaan keluarga yang dilakukan sejak tahun 1994 hingga 1996, ter- dapat lima tahapan kelompok ke- luarga Pra KS, KS, KS I, KS II dan KS III. Maka, di antara berbagai kemungkinan yang dapat ditem- puh untuk mengurangi dampak gejolak moneter yang tidak menguntungkan adalah dengan menangguhkan rencana penge- Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 1994 menun- jukkan, angka kelahiran total di Denpasar turun dari 5,6 persen pada 1970 menjadi 2,2 persen ta- hun 1994. dan memperburuk situasi keu- angan Asia. "Pandangan kami ialah, China akan terdesak untuk men- depresiasi yuan dalam 1998. Bila dilakukan, maka akan terjadi tekanan spekulatif atas dolar Hong Ong dan krisis re- gional akan terjerumus lebih dalam," kata Jacqueline Ong, ekonom regional dari I.D.E.A. "Melemahnya ekonomi negara-negara Asia Tenggara yang bersaing dengan China di pasar ekspor cukup menjadi alasan bagi pembuat kebijakan di Beijing mendevaluasi mata uangnya." Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) di Kodya Denpasar hingga akhir Agustus 1997 tercatat 55.473 orang dan 47.447 orang di antaranya atau 85,53 persen ak- septor keluarga berencana (KB). Dari jumlah tersebut 31.515 orang diantaranya atau 66,42 per- sen memakai metode kontrasep- si jangka panjang. Yang lebih membanggakan, 24.312 orang (51,24 persen) peserta KB aktif memanfaatkan jalur pelayanan kontrasepsi mandiri (swasta). Pemda Denpasar mengimba- ngi keberhasilan gerakan KB ter- sebut dengan meningkatkan mu- tu keluarga dengan harapan mampu melahirkan masyarakat yang tangguh dan mandiri. Keluarga yang mandiri akan mampu berperan ganda, di satu sisi ikut menjamin kualitas anggo- ta keluarganya dan di sisi lain membentuk kualitas sumber daya manusia yang menjadi kekuatan pembangunan bangsa. Kunci terpenting dalam me- wujudkan kesejahteraan keluarga adalah gerakan ekonomi keluar- ga dan pemberdayaan ekonomi kok kegiatan yang dilaksanakan keluarga. Ada dua substansi po- di Kodya Denpasar, yakni pem- binaan kewirausahaan keluarga sejahtera dan pembinaan kemi- trausahaan keluarga sejahtera. Pembinaan tersebut dilaksa- nakan melalui usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS). Saat ini di Kodya Den- pasar terdapat 307 kelompok UPPKS dengan modal sebesar Rp 36,7 juta. Bahkan, enam kelom- pok UPPKS diantaranya menja- lin kemitraan dengan BUMN an- tara lain Indosat dan PT PLN dengan dana Rp 15 juta. Dana Takesra telah digulirkan PP DAN SE Pemerintah mengeluarkan pula ketentuan baru sebagai- mana tertuan dalam Peraturan Pemerintah No.48 Tahun 1997, tanggal 31 Desember, tentang nilai jual kena pajak pajak bumi dan bangunan (PBB), yang dike- lompokkan dalam dua golong- an: golongan I sebesar 40 persen dan golongan II 20 persen. Sementara melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak No.SE-18/PJ.42/1997 tanggal 31 Desember pemerintah meng- atur mengenai mengenai cara perhitungan kompensai keru- gian terhadap selisih penilaian kembali (revaluasi) aktiva tetap. (Ant) barang-barang dari Asia Teng- gara yang mata uangnya jatuh tajam. Negara-negara Asia Tenggara ini setelah mata uangnya didepresiasi tajam, akan mengurangi impor, ter- masuk dari China. Utang swasta tahun 1996 me ningkat menjadi 55,5 milyar dolar AS dan pada September 1997 menjadi 65 dolar AS. Jumlah utang luar negeri swasta yang akan jatuh tempo Maret 1998 sekitar 9,6 milyar dolar AS, yaitu sekitar Rp. 33 trilyun dengan kurs Rp. 3.500/dolar, yang berarti 30 persen dari jumlah APBN 1997/ 1998 (Rp. 101 trilyun). Satu jumlah utang swasta yang sangat fantastis tingginya. "Tanpa pertumbuhan ekspor, pertumbuhan produk domestik bruto (GDP) akan melamban menjadi 6 persen, tingkat peka bagi pengangguran serius," sambung Ong. Beijing mengumumkan pe- kan lalu bahwa pertumbuhan GDP akan naik kurang lebih 8,8 persen dalam 1997, tingkat cukup rendah dari 10 persen yang telah diproyeksikan peme- rintah dan ekonom swasta. Melambannya ekspor China akan sangat mempengaruhi ekonomi Hong Kong, di mana 60 persen barang-barang re- ekspor berasal dari China. Sejak krisis keuangan pada 2 Juli, dolar AS menguat 149 persen terhadap rupiah, 95 persen terhadap baht, 57 persen terhadap ringgit, 56 persen terhadap peso dan 19 persen terhadap dolar Singapura. Indonesia, Korea Selatan dan Thailand kini tengah dirawat dalam "ruang perawatan gawat" IMF yang mewajibkan mereka melaksanakan reformasi eko- nomi secara komprehensif.ub Tekanan atas rupiah dan ringgit bisa meningkat sebelum bursa merasa puas dengan reformasi mereka. Kurs rupiah bisa mencapai 6.500 dan ringgit, atas 4.000 terhadap dolar AS, kata analis Nizam Idris dari I.D.E.A. (Ant/AFP/Mfr) (roll over) selama 2 tahun, agar mempunyai waktu menjual aset mereka. Sayang dewasa ini Korea dan Jepang sendiri juga menga lami masalah keuangan, sehingga mereka tidak mudah menerima pe nundaan pembayaran begitu saja. CADANGAN VALUTA ASING Dengan sistem lalu lintas devisa bebas setiap pemilik devisa boleh memakai devisa sesuka mereka UTANG LUAR NEGERI Pinjaman luar negeri jangka pendek di sektor swasta makin lama makin sangat meningkat disebabkan antara lain laju ekspansi dalam pertumbuhan ekonomi yang tinggi tanpa di dukung oleh kekuatan modal sen diri dan rendahnya suku bunga luar negeri (di bawah 10 persen) dibanding dengan di dalam negeri (di atas 18 persen) serta tidak adanya pengawasan pemerintah pemerintah. Mereka bebas me nyimpannya di luar negeri dan di atas valas disebabkan berlaku dalam negeri atau bebas membeli/ sistem "bebas devisa". menjualnya kepada siapa pun dengan harga bebas. Tidak heran, jika terjadi harga dolar dan rupiah yang melonjak-lonjak, yang sulit dapat diredam melalui intervensi Bank Indonesia, yang mempunyai cadangan devisa sa ngat terbatas. tanpa dapat diawasi ketat oleh Laporan Tengah-Tahunan BIS: Pinjaman kepada Asia Kebanyakan Berjangka Pendek Zurich, Minggu Pemberian pinjaman kepada negara-negara yang mengalami kesulitan ekonomi di Asia di- dominir oleh pinjaman berjang- ka pendek, dan hampir 70 persen dari kredit bank yang diberikan kepada Korea Selatan pada pertengahan 1997 akan jatuh tempo dalam masa kurang lebih setahun, menurut Bank bagi Penyeselaisan Internasional (BIS) Minggu. Walaupun demikian diharap kan Pemerintah dapat berupaya dengan segala kebijaksanaan un- tuk mengetuk rasa solidaritas para pemilik dana, yang selama ini dana mereka diparkir di luar Di samping itu makin melemah negeri, yang diperkirakan sekitar nya nilai rupiah makin bertambah 80 milyar dolar AS, disebabkan nya utang luar negeri. Menurut valuta asing tersebut sedang Menkeu di depan Komisi VIII/ sangat dibutuhkan di dalam DPR, 18/11, beban pembayaran negeri untuk menstabilkan nilai cicilan utang luar negeri mem rupiah terhadap dolar AS. bengkak Rp. 500 milyar untuk Lagi pula mendepositokan setiap penurunan nilai rupiah 100 uang di luar negeri belum tentu poin, hal mana disebabkan depre siasi rupiah yang cukup tajam. lebih menguntungkan daripada mendepositokannya di dalam Untuk dapat melunasi utang yang jatuh tempo tersebut para pengusaha terpaksa membeli dolar AS dari pasar uang. Dengan meningkatnya demand sedang kan supply terbatas nilai dolar naik tetapi nilai rupiah melemah. Dengan demikian para pengusaha sedang dalam posisi kurang meng untungkan untuk dapat lepas dari lilitan utang. Pemerintah tidak akan menutup utang swasta baik secara langsung maupun tidak langsung (Kompas 6/12). BIS itu melaporkan, banyak- nya pinjaman jangka pendek dalam semester pertama 1997 di Asia Tenggara disebabkan pinjaman Korea Selatan yang harus membayar kembali kredit sebesar US$70 milyar sebelum pertengahan 1998 dan Thailand sebesar US$46 milyar dalam waktu sama. Berdasarkan hasil peng- kajian, China akan berupaya keras untuk mempertahankan pertumbuhan ekspor dalam Perbaikan Kinerja Lebih Penting persen dalam 1997. GDP AKAN MELAMBAN Sementara pinjaman jangka pendek di Asia dan Eropa Timur meningkat, pinjaman kepada Amerika Latin dengan masa pembayaran kembali rata-rata lebih panjang. BIS yang juga disebut bank sentral dari semua bank sentral di dunia ini memberi informasi dalam laporan tengah tahunan tentang negara dan distribusi pinjaman oleh bank-bank inter- nasional. Ketergantungan Korea Se- latan pada pinjaman jangka pendek telah memicu ketatnya likuiditas dan hampir terjadi "de- fault" (tak mampu membayar). ditor internasional setuju me- Sekelompok bank-bank kre- Yogyakarta, (Analisa) Direktur Econit Dr. Rizal Ramli menilai, memperbaiki kinerja bank-bank BUMN de- ngan menempatkan orang-orang profesional dan mempunyai etika tinggi, jauh lebih penting dibanding menempuh kebijakan merger antarbank BUMN. Rizal mengemukakan, krisis moneter yang berimbas pada krisis ekonomi seharusnya men- jadi koreksi bagi semua pihak. "Tidak ada lagi 'pesta` di tahun 1998, yang merupakan tahun koreksi, tahun membayar tagih- Menuju Stabilitas Rupiah (2) Oleh: Sudin Simanjuntak tuhkan bank BUMN bukan ke- "Sesungguhnya yang dibu- bijakan merger, melainkan pe- nempatan orang-orang yang profesional," kata Rizal pada seminar bertajuk Krisis Mone- ter: Perspektif Ekonomi dan Politik yang diselenggarakan di Yogyakarta, Sabtu. Rizal Ramli menyatakan, penempatan orang yang tidak profesional dan mudah ditembus oleh kepentingan di luar perhi- tungan bisnis, menyebabkan beberapa bank BUMN sering dilanda kesulitan. "Karena tidak profesional, muncul katebelece atau surat sakti untuk mempermudah pero- lehan kredit. Namun, itu banyak berakhir menjadi kredit macet," CHEWBO ID VIrina lanjut dia. brboneral TAHUN KOREKSI Dibanding Merger Bank * CADANGAN DEVISA Selama Orde Baru, cadangan devisa di Bank Indonesia ter utama berasal dari pemasokan modal investor asing yang dipar kir di Bank Indonesia dalam jumlah besar untuk pembiayaan kinerja perusahaan asing terkait. Itu sebabnya Pemerintah tetap berusaha supaya investasi luar negeri dapat mengalir ke In- donesia dengan melestarikan ke stabilan politik dan kamtibmas semaksimal mungkin. Memang lebih terjamin keamanan ca dangan devisa, jika dananya diperoleh dari hasil ekspor migas dan non migas. Halaman 6 Cadangan devisa dewasa ini sekitar 20 milyar dolar AS, cukup untuk memenuhi kewajiban im- por selama 5 bulan. Selanjutnya standby loan adalah sebesar 2 milyar dolar, yaitu cukup untuk dipakai menopang rupiah, yang dapat diuangkan seketika, karena ada kerja sama dengan bank-bank beberapa negara Asia termasuk Jepang. Di samping itu tersedia "foreign assets" sekitar 5 milyar dolar AS (lihat Upaya Menstabil kan Gejolak Rupiah 30/8). Tersedia bantuan IMF dan bilateral sebesar 30 milyar dolar AS. Menurut Menkeu dana ban- tuan IMF tersebut adalah semata- mata untuk standby loan tanpa disebut objeknya. negeri. Dengan umpamanya deposito 100.000 dolar AS di luar negeri akan dapat diperoleh bunga se bulan sebesar 1/12 x 5% = sebesar Rp 1,3 juta dan Kukesra Rp 2 juta lebih. Dana yang dibe- rikan lewat Kukesra diberikan bertahap dengan batas maksimal kredit tahap akhir sebesar Rp 320.000 untuk masing-masing mantan Pra KS dan KS I. 100.000 dolar AS = 417 dolar AS. Jika 100.000 dolar AS dikonversi ke dalam rupiah di dalam negeri, umpamanya 15/12 akan diperoleh nilai tukar 100.000 x Rp. 5.000 = Rp. 500.000.000. Jika jumlah ter Prestasi ini akan memudah- sebut didepositokan di Indonesia MENUJU KS III PLUS kan Kodya Denpasar untuk men- akan diperoleh bunga sebulan Rp. 10.625.000,- yaitu: (1/12 x 30% x Pembangunan keluarga sejah- cetak keluarga-keluarga KS III Pemerintah telah membuka tera bertujuan menciptakan ke- plus. Langkah mulai terayun, Rp.500.000.000 = Rp. 12.500.000) minus 15 persen pajak (Rp. luarga berkualitas tinggi, mandi- tinggal memantapkan kondisi so- jalan bagi penyelesaian utang ri, tahan fisik dan mental. Pem- sial dan budaya dari masing-ma jangka pendek swasta dengan 1.875.000) menjadi Rp.10.625.000. bangunan keluarga ini dilaksana- sing keluarga. membantu melakukan berbagai Jumlah tersebut dikonversi men- kan lewat tiga komponen gerakan jadi 2.125 dolar AS berdasarkan Pemda Kodya Denpasar su- negosiasi dengan para fund utama reproduksi keluarga untuk manager asing, seperti memper- kurs Rp. 5.000/dollar. Dengan dah menyusun program masa de- mewujudkan keluarga kecil, ge demikian hasil deposito sebulan di pan agar kesejahteraan keluarga panjang waktu pembayaran utang rakan ketahanan keluarga sejah- menjadi lebih mantap dalam lima swasta yang jatuh tempo. Lang Indonesia adalah 2.125 dolar AS, tera untuk menciptakan kebaha- tahun ke depan (1997-2002), di kah pemerintah tersebut masih sedangkan deposito di luar negeri 1997 giaan dan gerakan ekonomi ke- samping terus mewaspadai mun- perlu ditindak-lanjuti oleh dunia hanya 417 dolar AS, sehingga luarga sejahtera. culnya kembali keluarga pra KS usaha, sehingga investor asing akan memperoleh keuntungan bersedia tidak menarik dana. dan KS I terutama di kawasan 1.708 dolar AS atau 410 persen. yang dikatagorikan "Daerah Am- mereka. Para pengusaha nasional (Lihat juga analisa Kwik Kian bang Kumuh". (Ant) perlu meminta penundaan utang Gie, Kompas 15/12). Dalam hal reproduksi manu- sia, gerakan KB nasional di Ko- dya Denpasar cukup berhasil. Desember 1997. rollover pinjaman jangka 30 hari yang telah jatuh tempo pada 31 Pinjaman jangka pendek merupakan penyebab utama krisis moneter lain, termasuk krisis di Amerika Lati pada awal 1980-an dan krisis peso Meksiko dalam 1994. for Tex Negara-negara Asia yang baru berkembang sudah sangat bergantung pada pinjaman jangka pendek untuk membiayai pertumbuhan pesat dalam 1990- an. Korea Selatan dan Thailand mempunyai pinjaman terbanyak dengan jatuh tempo dalam setahun. Per pertengahan 1997, 67,9 persen dari seluruh hutang Ko- rea Selatan sebesar US$103,4 milyar akan jatuh tempo dalam kurang lebih setahun dibanding 67,5 persen per akhir 1996 dan 71,2 persen per akhir 1992. Thailand mempunyai hutang sebesar US$69,4 milyar per pertengahan 1997, US$65,7 milyar di antaranya tergolong jangka pendek, dibanding jum- lah hutang sebesar US$65,2 milyar per akhir 1996. 8/12). Dari penjelasan tersebut di atas kiranya dapat ditarik konklusi, bahwa "standby" yang dimaksud Menkeu adalah untuk mengaman kan devisit transaksi berjalan. TRANSAKSI BERJALAN Seperti yang diperkirakan Bank Dunia sebelum krisis keuangan, defisit transaksi berjalan untuk 10,7 milyar dollar AS, tahun 1998: 11,7 milyar dolar AS dan tahun 1999: 11,4 milyar dolar AS. Berkat paket reformasi IMF diharapkan defisit akan dapat ditekan selama 3 tahun menjadi Secara menyeluruh, jumlah hutang jangka pendek Asia naik 62,2 persen dari seluruh hutang US$389,4 milyar per per- tengahan 1997, dari 61,5 persen per akhir 1996. Jumlah hutang jangka pen- dek merupakan bagian besar di antara pinjaman baru kepada Asia. (Ant/Rtr/Mfr) an dan tahun 'cuci piring Jangan ada pihak yang asyik ikut 'pesta, namun tidak ikut membayar tagihan dan mencuci piring," katanya. Ia menegaskan, pemerintah yang sudah beberapa kali meng- ajak rakyat ikut mengencangkan ikat pinggang, hendaknya kon- sisten dengan tidak melanjutkan proyek-proyek besar yang mem- boroskan dana. Rizal menambahkan, syarat IMF antara lain Indonesia mesti menyisihkan satu persen dari produk domestik bruto. Selain itu, IMF menganjurkan diterap- kannya kebijakan kontraktif, melalui kontraksi moneter dan fiskal, sehingga tingkat kon- sumsi termasuk impor menjadi berkurang dan defisit transaksi berjalan bisa dikurangi. "Tetapi cara ini jelas menu- runkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pengangguran, kesenjangan dan kemiskinan," ujarnya. Rizal menilai kebijakan ofensif ekspor jauh lebih aman, meski untuk mencapainya harus disertai kerja ekstra keras dan mati-matian. "Dalam jangka menengah- panjang, cara ini akan mening- katkan lapangan kerja, daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, serta menekan defisit transaksi berjalan," kata Rizal Ramli. (Ant) 30 milyar dolar AS. Dengan demi kian defisit transaksi berjalan ter sebut akan dapat diamankan melalui bantuan IMF dan billa teral sebesar 30 milyar dolar AS, tanpa mengganggu cadangan devi memenuhi kewajiban impor sa, yang sangat diperlukan dalam selama 5 bulan. BANTUAN IMF Kekhawatiran terhadap kemung kinan anjloknya rupiah lebih parah memaksa pemerintah meminta bantuan IMF. Secara umum kebijaksanaan IMF mem beri pinjaman adalah untuk memperbaiki posisi neraca pem bayaran. Namun negara yang mendapat bantuan harus bersedia melakukan kontraksi fiskal dan moneter, agar tersedia surplus un- tuk menjamin pengembalian kem- bali utang-utang lain dan utang tambahan dari IMF. Bantuan dana dari IMF belum dapat menyelesaikan masalah yang muncul akibat krisis mo neter. Selain dana bantuan IMF masih diperlukan serangkaian kebijakan deregulasi dan refor masi ekonomi untuk memulihkan kondisi ekonomi pasca krisis Menkeu mengemukakan pada 19/11 dalam dengar pendapat dengan Komisi VIII/DPR, bahwa arus modal (dalam Capital Ac- count), yang sebelum krisis rupiah diperkirakan akan masuk sebesar 10,5 milyar dolar AS, ternyata menjadi minus 200 juta dolar AS. Dengan devisit yang sedemikian besar, cadangan devisa dalam waktu singkat akan dapat terkuras untuk membayar impor yang jauh melampaui ekspor (Kompas keuangan melalui transparansi dan konsistensi dalam kehidupan birokrasi, sehingga janji-janji dalam kampanye pemilu dapat di wujudkan secara konsekwen. moneter. Prof. Sumitro Djojohadikusu mo memperkirakan perekono- mian Indonesia baru akan pulih betul dari krisis pada tahun 1999. Itupun tergantung dari konsisten si pelaksanaan deregulasi dan re formasi yang bersifat penyesuaian struktural serta langkah lanjut, yang akan ditempuh untuk menia dakan inefisiensi di segala bidang. Tanpa itu kerapuhan akan senan tiasa membayangi perekonomian Indonesia karena dihinggapi sederetan penyakit (Suara Karya 25/11). Cepat/lambatnya stabilisasi rupiah tergantung erat dengan keberhasilan : 1. ditekan tingkat inflasi seren- dah mungkin. 2. dipulihkan kepercayaan masyarakat terhadap kebijaksa naan pemerintah dalam sektor 3. dijaga pertumbuhan ekono mi jangan berdasarkan utang- utang jangka pendek. 4. pemilik valas di luar negeri hendaknya dapat memindahkan dana ke dalam negeri. 5. menekan defisit transaksi berjalan melalui peningkatan ekspor migas dan non migas di samping dana investasi asing. 6. dilakukan deregulasi dan re formasi sesuai anjuran IMF.
