Tipe: Koran
Tanggal: 1997-07-03
Halaman: 07
Konten
n 6 perti dal, dan ca- mun kasi di uat adi ula dak ang jan en- ar pila er- stat uk, Jon an an gar am can en- Dih bih a- Eni ng n. an Ha m a- 4- ok an ng 6 1 7 n 1 1 1 1 1 1 - 1 T 1 i B a S 1 e i J g Kamis, 3 Juli 1997 DAERAH ISTIMEWA ACEH Selama Empat Bulan Terakhir Kasus Pencurian Urutan Pertama di Jajaran Polda Aceh Banda Aceh, (Analisa). Dari 537 kasus kriminalitas yang terjadi di jaja- ran Polda Aceh dalam empat bulan terakhir ini, mor), penganiayaan, ganja/nar- kejahatan pencurian menduduki urutan pertama kotika, pembakaran, pengrusa- terbanyak. kan, perkosaan, pembunuhan dan pencurian dengan kekera- san. Namun secara umum kondisi kamtibmas di daerah ini dinilai masih cukup mantap, tegas Ka- polda Aceh Kolonel Pol.Drs. Su- wahyu ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (2/7). Dikatakan, data kriminalitas empat bulan terakhir menunjuk- kan kasus pencurian pemberatan berada pada rangking teratas, dengan jumlah 194 kasus dari 537 jenis kejahatan yang terjadi. Selebihnya hingga saat ini sedang dalam proses di Polda dan jajarannya yang kemudian segera dilimpahkan ke pihak ke- jaksaan untuk persiapan persida- ngannya. Gubernur Buka Forum Orientasi Generasi Muda Kosgoro Banda Aceh, (Analisa). Kosgoro, sebagai organisasi yang efektif, modern dan profe- sional, maka pengurus dalam kedudukannya sebagai anggota masyarakat haruslah dapat me- mahami berbagai persoalan di dalam masyarakat. Pengurus dan anggota Kos- goro diharapkan mampu untuk memberdayakan ekonomi ma- syarakat melalui berbagai ke- giatan, baik pilot proyek atau membuka desa binaan pemuda di daerah-daerah pedesaan. "Budayakan dan masyara- katkan pengembangan teknolo- gi tepat guna bagi pemuda- pemuda desa, karena pada gili- rannya akan menciptakan ke- mandirian pemuda", kata Gu- bernur Aceh Syamsuddin Mah- mud dalam sambutannya pada acara pembukaan Forum Orien- tasi Tatap Muka Anggota Ting- kat Daerah Generasi Muda Kos- goro, di Banda Aceh, Selasa (2/ 7). Kepala daerah itu minta agar Kosgoro menghidupkan gera- kan koperasi dalam upaya mem- percepat peningkatan ekonomi rakyat. GOTONG ROYONG Karena, kata gubernur, prin- sip gotong royong yang dianut Kosgoro bersumber dari upaya peningkatan kesejahteraan eko- nomi rakyat. Dengan demikian tegasnya, upaya Pemda Aceh untuk me- nanggulangi kemiskinan yang menimpa sebagian masyarakat dapat lebih ringan. Dikatakan, jika pembangu- nan dianggap sebagai jawaban atas persoalan dan kebutuhan masyarakat, maka hendaknya para anggota Kosgoro di daerah ini harus mampu menempatkan diri tidak hanya sebagai obyek pembangunan tetapi juga seba- gai subyek pembangunan. Secara keseluruhan kasus yang ditangani jajaran Polda Aceh itu selama Januari hingga April 1997, baru 233 kasus dian- taranya yang sudah dapat disele- saikan melalui jalur hukum yang berlaku. Meulaboh, (Analisa). Pembantu Gubernur Wilayah III, TM. Yusuf, SH, Senin (1/7) mengadakan pertemuan silatu- rahmi dengan wartawan Aceh Barat di Hotel Meuligoe, Meula- boh. TM. Yusuf, SH yang mantan Sekwilda Kodya Sabang itu da- lam pertemuan mengatakan, pe- ranan pers dalam mensukseskan tugas-tugas seorang pejabat cu- kup besar. Sebab keberhasilan maupun ketidak berhasilan seorang peja- bat dalam menjalankan tugas- nya, hanya wartawan yang bisa mempublikasikannya. ada. Dengan demikian terjadilah suatu mata rantai antara peme- rintah, kosgoro dan masyarakat. Menurut gubernur, interaksi ini akan tercipta bila ketiga unsur tersebut menyadari fungsi, ke- dudukan dan tanggung jawab masing-masing yang didasari pada suatu itikad yang tulus, ca- ra pandang yang obyektif dan persepsi yang benar. "Karena itu jika ingin besar. dan sukses, maka jangan jauhi wartawan", ujarnya. Ketika salah seorang warta- wan menanyakan sehubungan maraknya kasus pemotongan dana Bandes di hampir seluruh kecamatan di Aceh Barat, Yusuf dengan nada merendah menga- takan, masalah tersebut nanti akan dijawab. AKAN DITINDAKLANJUTI "Ini hanya pertemuan silatu- rahmi, bukan pertemuan pers dan ini hanya pertemuan TM. Yusuf dengan rekan wartawan. Dan menyangkut semua kasus pasti akan ditindaklanjuti, tung- gu saja", ujarnya. Ditekankan, seorang yang mau menjadi anggota dan pe- ngurus Kosgoro wajib mengiku- ti pelatihan/pengkaderan seperti yang sedang dilaksanakan seka- rang ini. Pemda, katanya selalu mem- beri peluang dan membantu Kosgoro dalam rangka pengem- bangan organisasi. Forum Orientasi Generasi Muda Kosgoro itu diikuti sekitar 150 peserta.(erh) Kutacane, (Analisa). Kwarcab Pramuka Aceh Teng gara menetapkan 22 orang pene- gak dan Pandega putra dan putri mengikuti raimuna nasional di bumi perkemahan Wiladika Ci- bubur Jakarta Timur, 1 sampai 10 Juli. Dengan posisi seperti ini, ka- tanya, Kosgoro akan mampu berperan seoptimal mungkin te- rutama dalam penyampaian in- formasi kepada masyarakat, ter- masuk hasil-hasil yang baru saja dicapai dalam pesta demokrasi (Pemilu) yang lalu. MATA RANTAI Generasi Muda Kosgoro juga harus mampu menyalurkan as- dra (SPP Kutacane). pirasi masyarakat kepada peme- Peserta Putri terdiri dari Di- rintah melalui mekanisme yang na Meutia (SMU 1 Kutacane), Demikian dikatakan Majelis Pembina Cabang (Mabicab) Pra- muka Aceh Tenggara, Ir. Ikram Syarif Sangaji ketika dihubungi di ruang kerjanya kemarin. Ia juga mengatakan, selain pe- serta juga diberangkatkan pen- damping sebanyak 8 orang. Para peserta putra yang ber- asal dari berbagai gugus depan SMU se Aceh Tenggara itu terdi- ri dari Badri Suandi (SMU Lawe Alas), Mustafa Yadi (SMU Ulang Kisat), Piyata (SMU negeri 1 Ku- tacane), Ahmad Basyir (MAN Kutacane), Radiman. S (MAN Ku tacane). Tugub Wilayah III Silaturahmi dengan Wartawan Aceh Barat Sebanyak 22 Pramuka Aceh Tenggara Ikuti Raimuna Nasional Eka Wijaya (SPP Kutacane), Eddi Suranta. S (SMU Panti Ha- rapan), Rudi Susanto (SMU La- we Sigala-gala), Dedy Cahyadi Pertemuan yang hanya diha- diri pembantu gubernur (Tugub) tanpa didampingi stafnya itu, berlangsung cukup akrab dan penuh kekeluargaan. Para wartawan yang hadir pada pertemuan itu masing- masing, dari harian "Analisa" dua orang, Waspada dua orang, Serambi Indonesia tiga orang, Detektif satu orang, Garuda satu orang, Mingguan Persada satu orang dan dari Humas Setwilda Aceh Barat dua orang. Lebih lanjut TM. Yusuf yang akrab dipanggil Ampon itu me- ngatakan, sejak ia diangkat seba- gai Pembantu Gubernur Wila- yah III, setahun dua bulan, yang penuh bertugas baru sekitar enam bulan. Hal itu karena disibukkan de- ngan kampanye, serta harus bo- lak balik ke Sabang, karena itu ia minta maaf sebab sedikit ter- lambat mengadakan pertemuan dengan wartawan. Setelah pencurian pembera- tan, kasus lainnya yang menon- jol di Aceh adalah pencurian kenderaan bermotor (curan- Dalam kesempatan itu, dia juga meminta kepada para war- tawan yang ada di Aceh Barat agar tidak segan-segan mene- gurnya jika memang jalan yang ditempuhnya menyimpang. "Tolong saya diingatkan, bia- sanya para wartawanlah yang berani menegur seorang peja- bat", tandas TM.Yusuf, SH. (fud) Oleh: Wiwid Kesemua bentuk kejahatan itu kini terus ditekan, baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal ini dapat dilakukan berkat kesa- daran dan dukungan masyarakat memberhasilkan tugas-tugas polisi di lapangan. Disamping itu, juga tidak ter- lepas dari kesungguhan personil Polri dalam bekerja untuk me- ningkatkan keprofesionalisme- nya, kata Kapolda. CURANMOR Khusus menyangkut pencu- rian kenderaan bermotor (curan- mor), Suwahyu mengakui dalam bulan-bulan belakangan sema- kin menonjol. Tercatat selama empat bulan sedikitnya 75 kenderaan bermo- tor raib secara misterius di ber- bagai tempat dan sejauh ini baru 8 kenderaan saja yang berhasil ditemukan kembali. Misteri Tanah Warisan . 40- Kasus pencurian kenderaan bermotor, katanya, agak sulit ditangani karena pelakunya me- miliki jaringan sangat luas, se- hingga sampai sekarang belum dapat dibongkar secara tuntas meskipun sejumlah tersangka sudah diringkus bersama barang buktinya. Begitupun, menurut Kapol- da, pihaknya akan terus berupa- ya melacaknya dan optimis da- lam waktu yang tidak terlalu la- ma akan dapat terbongkar hing- ga tuntas. Sebagian sasaran pencurian adalah sepeda motor jenis Hon- putri Fat mawati, Nelli Ernita, Sardawati. Di samping itu juga turut mengikuti raimuna Ka Kwarcari Drs. Hasanuddin Darjo, dan Staf Kwarcab Pramuka Aceh Tengga- ra M. Insan. Mereka dijadwalkan bertolak dari Kutacane menuju Jakarta Sabtu (28/6) dilepas Ketua Kwar- tir Cabang Pramuka Aceh Teng- gara, Letkol. Pol. Sirwandi Laut Tawar. (az) Lhokseumawe, (Analisa). Masyarakat Desa Siren Tujoh dan Medang Ara, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara mendambakan pembangunan ja- lan yang menghubungi desanya dengan kota kecamatan. Ratusan KK penduduk desa IDT ini adalah petani miskin dan sebagian besar dari mereka tergabung dalam kelompok Petani Perkebunan Wilayah Khusus. (P2WK). Berna Detta (SMU RK. Panti Ha- rapan), Yaya Santi (SMU Lawe Alas), Ermawati (SMU Lawe Alas), Saddiah (SPP Kutacane), Lerawati (SMU RK. Panti Hara- pan), Lisma Wati, SMK (Ulang Kisat), Roni Rismawati (SMK Ulang Kisat). Lismawati (SMU 1 Kutacane), Rosminarti (SMU Blangkejeren), dan Karmila (SPP Kutacane). Sedangkan Pembina Putra yang berangkat masing-masing Mukhlis, Andry mad. T.Is, da uham ganggu Mengikuti petunjuk pemerin- tah untuk meningkatkan penda- patan dengan bantuan pemerintah lewat Dinas Perkebunan sejak tahun 1991, petani tradisional ini menanami kelapa sawit. Masyarakat Siren Tujoh (SMU Blangkejeren), Roy Patra Dambakan Pembangunan Jalan Jhon Hen- Kini tanaman sawit mereka sudah berproduksi, tapi mereka menghadapi masalah baru, yaitu buah sawit petani terancam busuk sebab tidak didukung sarana transportasi, kata ketua kelompok tani, M. Rasyid, pekan lalu. M. Rasyid yang juga kepala desa setempat mengatakan, jalan yang menghubungkan lokasi sawit P2WK lebih kurang 8 kilometer sudah hancur total. Jika turun hu- jan tak bisa lagi dilewati ken- daraan, truk angkutan sawit bisa terbenam dalam lumpur. da, Yamaha dan Suzuki Cup ka- rena konon mudah dipasarkan dan gampang dipermak agar ti- dak dikenali lagi oleh pemilik- nya. "Sebetulnya tante memang ingin menyuruh Marni. Tapi ta- di ketika tante ke dapur, kebe- tulan Marni tidak ada. Jadi, ya, tante buatkan saja sendiri. Sekali-sekali kan enggak apa- apa toh ?". GANJA Begitu juga penanaman ganja saat ini agak menonjol di Aceh, terbukti dalam empat bulan te- rakhir tercatat 51 kasus, 37 dian- taranya sudah dituntaskan mela- lui jalur hukum. "Maaf, Non Tri, tadi me- mang kebetulan saya ketiduran ketika sedang melipati pakaian yang baru dijemur siang tadi," kata Marni sambil menunduk- kan kepalanya, sepertinya takut Triani akan menghukumnya aki bat kelalaiannya itu. Menurut Kapolda, daerah yang banyak menjadi lokasi pe- nanaman ganja antara lain Aceh Besar, Aceh Tenggara, Aceh Se- latan dan Aceh Barat. "Ya, enggak apa-apa, Bi. Sudahlah, silakan saja masuk," kata Triani kepada Marni. "Baik Non, permisi !". "Hmm'mm," sahut Triani sambil mengangguk. "Saya permisi nyonya. Sela- mat malam," ujar Marni keti- ka dia melintasi Sonya. "Selamat malam," sahut Sementara secara per daerah, yang menduduki rangking tera- tas dalam kasus kejahatan adalah Aceh Besar dengan 296 kasus, menyusul Aceh Utara 234 kasus, Aceh Timur 170 kasus, Aceh Barat 99 kasus dan Pidie 88 ka- sus. (bma). Kuala Simpang, (Analisa).- Warga Desa Kota Lintang Kecamatan Kuala Simpang mengharap parit pembuangan air limbah dari pajak ikan dan pajak ayam dipasar pagi, segera dibangun. Keberadaan pajak ikan dan pa- jak ayam di pasar pagi ibu kota Kecamatan Kuala Simpang yang sejak awal pembangunannya tidak dilengkapi dengan penga- daan parit pembuangan limbah itu, cukup berdampak negatif bagi kebersihan lingkungan. MELEBAR Limpahan air sisa ikan dan sampah limbah yang berasal dari sisa pemotongan ayam tak hanya menimbulkan bau busuk di lokasi pasar saja, tapi melebar ke sekitar yang pemukiman kebetulan lokasinya lebih rendah. Keadaan ini akan jauh lebih parah bila habis turun hujan", ungkap sejumlah warga. Akibat lebih jauh, lanjut mereka, sebagian pemukiman penduduk Desa Kota Lintang yang berhampiran dengan lokasi pasar ini setiap saat bagai menjadi korban bau busuk dan limpahan limbah dampaknya cukup meng- upaya kebersihan Hobrotssk lingkungan. Untuk mengatasi keadaan yang sudah berlangsung cukup lama ini, satu satunya jalan ialah segera membangun parit pembuangan limbah mulai pasar pagi sampai Dusun Landuk Desa Kota Lin- tang menuju sungai Tamiang," ucap mereka mengutip janji aparat. Kepala desa setempat, Azanur Bsc membenarkan sebagian warganya yang bermukim di arus lalulintas ekonomi pedesaan bisa lancar, ujar Rasyid. Menurut Kades itu, kalau sarana jalan sudah ada nanti secara bertahap petani kawasan ini akan dapat meningkatkan pen- dapatannya dengan hasil perta- nian maupun perkebunan seperti sawit, pinang dan sebagainya. (hai). Warga Desa Kota Lintang Berharap Parit Pembuangan Limbah Pajak Ikan Hendaknya Segera Dibangun Sei Liput, (Analisa).- Warga Desa Rimba Sawang Ke camatan Kejuruan Muda meng harap Pemda Aceh Timur segera membangun jalan tembus menu- ju Desa Seumedam. Karena itu mereka mengharap kan perhatian Pemda Aceh Utara membantu pembangunan jalan ini sebagai sarana transportasi agar petani miskin yang ber- mukim di pedesaan dapat mera- Kondisi titi gantung yang sakan sedikit hasil pembangunan. demikian itu cukup memprihatin Setidak-tidaknya jalan tersebut kan bagi warga yang akan men- mendapat pengerasan, sehingga jual hasil bumi dan kebun, atau Masyarakat Desa Rimba Sa wang sebagian besar bermata pen- carian sebagai petani karet dan pekebun berbagai buah keras. Bila harapan mereka terwujud, maka akan terjawab tuntas kesulitan masalah perhubungan, ungkap se- jumlah warga setempat. Menurut mereka, untuk men capai Desa Seumedam yang ber hampiran dengan jalan negara Aceh-Sumut, mereka harus memu tar melewati pekan Simpang Kiri yang jauhnya sekitar 16 kilometer. Ini pun harus lebih dahulu melin- tasi titi gantung yang hanya untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Sonya pendek, tanpa kera mahan. ANALISA Beberapa saat kemudian Marni pun menghilang di pintu belakang ruangan. "Marni itu dulu terlalu di- manjakan mas Harianto, se- hingga sekarang pun sering ti- dak bertanggungjaawb dengan tugas-tugasnya," kata Sonya ke mudian. Makmursyah Putra, SH: Pemerintah agar Tingkatkan Sarana Perhubungan di Wilayah Singkil perhubungan di wilayah terse- but. Menurut data, penduduk wi- layah yang terdiri empat keca- matan yakni Kecamatan Sim- pang Kiri, Simpang Kanan, Singkil dan Pulau Banyak ini berjumlah sekitar 109.000 jiwa yang umumnya bermata penca- harian tani dan nelayan. "Saya kira memang begitu. Dia sudah ada di rumah ini se- jak saya masih kecil. Jadi ka dang-kadang dia sering meng anggap saya sebagai anaknya sendiri. Tapi, selama saya ma- sih di rumah ini dulu, biasanya Bi Marni tidak pernah melupa- kan tugas-tugasnya. Tapaktuan, (Analisa). Pembantu Bupati Wilayah Singkil, Makmursyah Putra, SH terus meyakinkan pemerintah agar meningkatkan sarana per- hubungan antarkawasan ini. Demikian dikatakannya keti- ka menjawab "Analisa", baru- baru ini di Tapaktuan, sehubu- ngan masih minimnya sarana dan prasarana perhubungan di kawasan itu. Terutama antar ka- wasan kepulauan dan daerah pe- sisir pantai. Sarana perhubungan dari da- ratan Singkil ke Pulau Banyak selama ini cukup tersendat se- mentara kepentingan ke kawa- san ini cukup meningkat teruta- ma untuk kegiatan ekonomi dan pariwasata. Untuk itu, pihaknya terus me- yakinkan Kanwil Pehubungan Aceh untuk segera membangun pelabuhan di Pulau Balai (ibuko- ta Kecamatan Pulau Banyak). TAHUN DEPAN "Kakanwil sudah yakin akan pentingnya sarana tersebut, yang menurut rencana akan dibangun tahun", kata Makmur. Kakanwil Depperhub Aceh, Drs.Usman Duni, baru-baru ini mengunjungi Singkil guna meli- hat dari dekat rencana pemba- ngunan dan peningkatan sektor sebelah bawah lokasi pasar pagi Kuala Simpang sejak lama men- jadi korban limbah air dan kotoran yang berasal dari pajak ikan dan pajak ayam. Sementara menyangkut ren- cana akan dibangunnya parit pembuangan limbah dimaksud, Azanur yang dalam waktu dekat akan dilantik menjadi anggota DPRD Aceh Timur dan OPP tegas Golkar itu secara menyatakan, sudah pasti tinggal menunggu realisasi. "Saya sudah cek ke instansi terkait di tingkat II tentang ren- cana pembangunan parit limbah tersebut. Semua sudah beres ting- gal realisasi saja", tambahnya. Menurut Kades yang juga seorang pengusaha itu, bila pem- bangunan parit limbah tersebut sudah terwujud, akan berdampak positif bagi upaya penataan kebersihan lingkungan di BISA DITATA Bila parit itu berhasil diwu- judkan, sebagian penduduk yang selama ini lingkungannya cukup jorok mempunyai parit pembuangan limbah rumah tangga, akan bisa memanfaatkan parit limbah dimaksud. Bagai dapat dipastikan, lokasi pemukiman yang selama ini cukup kotor dan jorok akan bisa ditata secara baik, bersih dan bebas bau busuk katanya. Selain masalah pengadaan parit limbah Azanur juga menyatakan usulan pihaknya agar Pemda Sarana perhubungan dari Ke- camatan Simpang Kiri-Simpang Kanan-Singkil melalui jalan-da- rat juga belum sepenuhnya ba- gus, hampir semua ruas jalan berkondisi jelek. "Ini juga perlu ditingkatkan baik penanganan badan jalan maupun sarana angkutannya" tambah Makmur. Titi gantung itu hanya bisa dilewati pejalan kaki dan ken- daraan roda dua, maka berbagai produk dan kebutuhan desa harus dibawa keluar/masuk dengan dipi kul untuk dilangsir hingga men- capai pangkal jembatan. Antara Peunanggalan, Sim- pang Kiri-Singkil yang berjarak sekitar 84 km ditempuh lebih 3,5-5 jam, padahal idealnya ha- nya 2-3 jam. KERUGIAN GANDA Akibat keadaan ini, warga desa mengalami kerugian ganda. Saat menjual hasil buminya, harga jualnya terpotong oleh ongkos pikul ketika melewati titi gantung itu. Sebaliknya ketika mereka membeli material untuk perbaikan dan pembangunan peru mahan mereka, harus menambah ongkos pikul lagi. "Ditinjau dari prasarana dan sarana perhubungan, sepertinya kami warga Desa Rimba Sawang kaan yang membuahkan hasil ini belum bisa menikmati kemerde pembangunan luar biasa ini," ungkap seorang warga bernada Jika di darat perlu ditingkat- kan aspalnya, maka di laut perlu disediakan transportasi seperti kapal motor dan peningkatan sarana pelabuhan. "Kalau untuk keperluan surat menyurat warga desa hampir ham pir tak ada kesulitan. Meski tak bertemu langsung, kebutuhan akan surat menyurat warga tetap dipenuhi asalkan sebelumnya di laporkan kepada sekretaris atau sebagian pemukiman warga istrinya", kata sebagian warga. desanya. Azanur Jika jadi dibangun pelabuhan di Pulau Balai yang diperkirakan kapasitasnya mencapai 3.000- 4.000 ton, maka satu langkah maju bagi sektor perhubungan di kawasan itu, ujarnya.(m) Warga Desa Rimba Sawang Dambakan Jalan Tembus bagi warga yang membawa bahan untuk membangun atau memper- baiki rumah, katanya. "" "Entahlah kalau belakang an, setelah saya meneruskan pendidikan di Amerika. Mung- kin usianya yang sudah mulai tua itulah yang menyebabkan takkan buku ceritanya di atas "Tri, silakan minum susu- nya. Mumpung masih han Nanti kalau sudah dingin tentu rasanya tidak begitu enak lagi," kata Sonya mempersilakan anak tirinya itu untuk minum. "Oh, iya Tante. Terima ka- sih," kata Triani sambil mele- melakukan perbaikan semua ruas jalan dalam desa ini yang sebelumnya sudah mulus beraspal tapi sebagian besar rusak berat akibat banjir besar awal tahun 1996, sudah mendapat tanggapan positip. "Apa yang kita mohonkan sudah ditanggapi secara positif. Tentang realisasinya tentu menunggu giliran. Untuk ini kita berharap agar warga desa bisa mengerti", ungkap Azanur seakan menjawab desakan warganya kepada realisasi pem- buatan parit limbah dan per- baikan jalan desa (soe).- Kuala Simpang, (Analisa) Kepala Desa Rongoh Keca matan Tamiang Hulu, Legiman akhir akhir ini sulit ditemui warganya dan pihak lain yang mempunyai kaitan tugasnya. Hampir sebagian warga desa yang memiliki kepentingan de ngan tugas tugas kepala desanya selalu terbentur karena Kades ber- sangkutan sulit ditemui di waktu siang. Sedangkan untuk berjum- pa di waktu malam hari juga tidak gampang. "Analisa" yang mencoba me ngadakan cek dan ceking kembali atas keluhan warga Desa Rongoh itu, memang tetap tak berhasil ber temu dengan kepala desa yang ka tanya sekarang sibuk mengurusi la dangnya di hutan. "Kalau siang bapak tak ada di rumah dan pulangnya juga tak bisa ditentukan karena ia bela kangan ini sibuk mengurusi ladang nya di hutan", ujar seorang wani ta setengan baya yang katanya istri Kades Legiman. Desa Rongoh belakangan ini memang menjadi bahan pembica raan menyusul adanya informasi kepala desanya menjual tanah ne canda. Sementara, lanjut mereka, bila dambaan untuk memiliki jalan tembus bisa diwujudkan, maka untuk mencapai Desa Seumedam hanya menempuh jarak sekitar 4 Km, tanpa bersusah payah memu tar ke Simpang Kiri dan melewati titi gantung. Camat Kejuruan Muda, Drs. Suaib Araby Us yang dikonfirma sikan tentang obsesi warga Rim- ba Sawang tersebut menyatakan, pihaknya sudah meneruskannya ke Pemda tingkat II. Dambaan warga Rimba Sa wang yang selama ini partisipasi nya kepada pemerintah cukup ting gi itu, mestinya harus dijawab dengan segera membangun jalan yang dimohonkan, katanya. Menurut Suaib, kepada warga desa setempat pihaknya telah memerintahkan agar selama me nunggu realisasi permohonan yang diajukan, secara bergotong royong membuat rintisan badan jalan teinbus dimaksud. (soe) pangkuannya sendiri. dia sering lupa," kata Triani tanpa melepaskan pandangan- nya dari buku di tangannya. Sonya menghela nafas da lam-dalam mendengar ucapan Triani yang terang-terangan membela Marni. Untunglah ke- tika itu Triani tidak melihatnya, sehingga tidak mengetahui pe- rubahan rona wajah Sonya yang tampak tidak senang itu. Tapi begitupun, Sonya kembali seperti berhenti berdetak. Ada berpura-pura bersikap ramah, apa ? setelah mampu menguasai emo- si yang segera membakar pera saannya. Sonya menahan nafas keti- ka melihat Triani meraih cang- kir minuman itu dan mengang- katnya untuk segera minum. Tapi dia segera tertegun ketika tangan Triani berhenti, tepat ke- tika cangkir minuman itu ber- ada di depan bibirnya. Nafas Sonya seakan-akan tersendat dan jantungnya pun Kades Rongoh Sulit Ditemui karena Sibuk Terus di Hutan "Oh, iya. Kok cuma saya sendiri yang minum ? Tante ti- dak ikut minum ?" tanya Tria- ni tanpa menurunkan cangkir nya. Sonya yang tampak gugup segera saja tersenyum, walapun senyumannya itu bagaikan se- nyuman kuda yang baru saja memakan sesuatu yang terasa pahit. "Eh, oh, tidak, Tri. Tadi Kantor Kas BPD Calang Dibobol, Rp 94 Juta Gaji Guru Lenyap Meulaboh, (Analisa). Kantor Kas Bank Pembangu- nan Daerah (BPD) Unit Calang Kecamatan Krueng Sabee Aceh Barat, Selasa (1/7) malam dibo- bol penjahat. Dari ruangan pimpinan ka- wanan penjahat berhasil menyi- kat uang gaji guru SD setempat sebesar Rp 94.619.420 yang di- simpan dalam sebuah brandkas. Kejadian ini baru diketahui Rabu (2/7) setelah Kepala Kan- tor BPD Unit Calang, Cut Kasem Adami bermaksud mengambil uang untuk membayar gaji guru sekitar pukul 08.00 WIB. Melihat brandkas dirusak dan isinya tidak ada lagi, pagi itu ju- ga Cut Kasem langsung mela- porkan kejadian ke pihak atasan di Bank Pembangunan Daerah Cabang Meulaboh. Selanjutnya pengaduan di- sampaikan ke Polsek Krueng Sabee dan petugas turun ke loka- si kejadian melakukan pengusu- tan. LEBIH SATU ORANG Kapolres Aceh Barat melalui Waka Polres, Mayor Pol.Drs.M. Akmil saat ditemui di lokasi ke- jadian mengatakan, sejauh ini belum ada pihak-pihak yang di- curigai terlibat dalam kasus pembobolan BPD Unit Calang itu. Menurutnya, pembobolan ti- dak dilakukan lebih dari satu orang mengingat cara kerjanya cukup rapi, dengan terlebih da- hulu membongkar dinding pintu brandkas yang terdiri dari tiga lapis. Setelah berhasil merusak ke- tiga lapis dinding pintu brand- kas, lalu kawanan penjahat terse- but memotong per kunci se- hingga terbuka dan isinya de- ngan mudah diambil. Diperkirakan, kawanan pen- jahat itu beraksi pada tengah malam dan paling tidak membu- tuhkan waktu selama dua jam untuk dapat menyikat uang da- lam brandkas tadi. Ketika ditanya apakah ada pegawai kantor setempat dicuri- gai terlibat, Waka Polres belum dapat memastikannya. "Meski saya mengetahui ada, tapi kongritnya lebih baik temui langsung saja Pak Kades. Maaf saya tak berani memberikan pen jelasan", ucap Kading (soe). Krueng Geukueh, (Analisa) Kakanwil Depdikbud Aceh Drs. Ng Daeng Malewa menilai, Pemda Aceh Utara cukup tanggap dalam bidang pendidikan, karena Aceh memang tidak boleh keting galan dengan daerah lain. S Bahkan semangat masyarakat daerah ini cukup tinggi untuk mengubah masa depan yang cerah bagi generasi mendatang, kata Ka kanwil dalam sambutannya ketika meresmikan dua SLTP dan satu SMU yang dipusatkan di Cot Mu rong Dewantara Aceh Utara, Rabu (25/6). Menurutnya, pemerintah akan mengusahakan pembangunan SD dan SLTP setiap tahun di daerah ini sampai ke pelosok desa. Ter masuk pembangunan SLTP terbu ka untuk menuntaskan wajib be lajar 9 tahun. "Kita harus pandai melaku kan pendekatan, karena di pusat, sekolah kejuruan itu jadi rebutan" kata Kakanwil. "Kita masih menunggu hasil penyelidikan di lapangan. Apa- kah ada atau tidaknya orang da- lam yang terlibat kasus ini, kita lihat saja nanti ", katanya. Sementara itu Bupati Aceh Tante di dapur sudah minum kok. Iya tadi Tante sudah mi- num," kata Sonya terbata-bata. "Oh, begitu? Mari Tante, maaf saya minum sendirian," kata Triani sambil menunjuk- kan cangkir minumannya. "Silakan saja, Tri," ujar Sonya. TIDAK MASALAH Sementara itu, Pimpinan BPD Cabang Meulaboh Johan Arifin SE yang juga turun lang- sung ke lokasi kejadian, ketika dimintai keterangan oleh warta- wan mengatakan, hilangnya uang gaji guru tersebut tidak menjadi masalah. Kembali Sonya menahan na- fas ketika melihat Triani meng- hirup minuman susu dari cang- kirnya. Dia segera bernafas le- ga ketika Triani menenggak mi- numan itu sampai hampir sete- ngah cangkir. Gaji guru bersangkutan pas- ti akan dibayar sesuai jadwal yang ditetapkan dan tidak akan tersendat akibat kasus pembobo- lan brandkas BPD Unit Calang ini ", tegasnya. "Aku berhasil!", seru So- nya di dalam hatinya. "Enak sekali," ujar Triani sambil meletakkan cangkirnya ke atas meja. Sonya cuma tersenyum. Ta- pi diam-diam dia melirikkan ekor matanya untuk melihat Triani. Dia ingin tahu, apakah Uang gaji yang hilang terse- but, tambah Johan Arifin, untuk gara tanpa prosedur resmi. Sekretaris desa bersangkutan, Khaidir alias Kading ketika ber temu "Analisa" di Simpang Seune, Kamis (26/6). medam mengakui adanya penjual an tanah dari kepala desa kepada sejumlah perusahaan swasta. Lhokseumawe, (Analisa). Rumah adat Cut Meutia di Desa Pirak Kecamatan Matang Kuli Kabupaten Aceh Utara perlu perbaikan, berikut prasarana jalan menuju lokasi obyek wisata sejarah itu. Demikian dijelaskan M. Nasir Aly salah seorang anggota DPRD Aceh Utara kepada "Analisa" di Lhokseumawe, pekan lalu. Pemda Aceh Utara Tanggap di Bidang Rumah Adat Cut Meutia Perlu Diperbaiki bertambah parah kondisinya, kata Nasir Aly. Camat Matang Kuli, Usman Ishak yang dihubungi Analisa sehari sebelumnya mengakui, kondisi rumah Cut Meutia sudah saatnya mendapat perhatian, karena beberapa bagian tertentu kayu kayunya sudah dimakan rayap. itu. Bila tidak, dikhawatirkan rumah adat yang dibangun pemerintah persis di lokasi rumah asli Cut Meutia dimaksud, akan Menurut Camat Matang Kuli, beberapa tahun terakhir ini para wisatawan lokal mulai ber- Menurutnya, kondisi rumah pahlawan nasional Cut Meutia di Desa Pirak Matang Kuli saat ini benar benar perlu perhatian datangan ke lokasi rumah adat semua pihak guna menyelamat kan asset sejarah dan asset pariwisata yang paling berharga Cut Meutia. Kutacane, (Analisa) Masih ada pejabat di Aceh yang telah memangku jabatan struktural lebih dari lima tahun belum juga dialih tugaskan. Hal ini bisa menimbulkan kejenuhan bagi pejabat itu sendiri dan meng hambat karir bagi pejabat lain yang berprestasi. Demikian dikatakan Wakil Gu bernur Aceh H. Zainuddin AG ketika membuka rapat pemuta khiran data hasil pemeriksaan aparat pengawasan se Propinsi Aceh di Balai Pertemuan Kutaca Menjelang liburan sekolah para pelajar dari berbagai sekolah di Aceh Utara khususnya dan Aceh pada umumnya juga datang dibawa guru mereka guna melihat obyek sejarah dimaksud, kata Camat. (san)*. Rapat Pemutakhiran Data di Kutacane guru SD di empat kecamatan, yakni Teunom, Krueng Sabee, Setia Bakti dan Kecamatan Sam- poinit. Untuk itu Wagub Aceh mene kankan agar bupati dan walikota se Aceh memperhatikan mengenai pentingnya alih tugas itu demi menjaga situasi kondusif di ling kungan kerja masing-masing, dalam rangka memberdayakan sumber daya manusia. "Kebijakan pemerataan kesem patan belajar memerlukan sarana Ketentuan untuk itu belum yang cukup untuk menampung diatur Pemda, sehingga kalau ada anak anak usia sekolah. Begitu yang membutuhkan bantuan akan juga kebijakan pendidikan berele dilayani dengan tarif uji coba, vansi pembangunan direalisasi yaitu sekitar Rp. 40 - Rp. 50 ribu kan melalui pembangunan seko per tangki. lah-sekolah dengan kebutuhan pangsa pasar", kata Daeng. Berbicara masalah sekolah ke- juruan pihaknya berjuang keras untuk mendapatkannya seperti se kolah menengah indutri kerajinan (SMIK) di Lhokseumawe misal Menurut Aldar yang dijumpai di ruang kerjanya, penetapan tarif tersebut harus dituangkan dalam Perda yang didasarkan persetu- juan DPRD. nya. Namun sementara ini pihak nya akan tetap melayani, jika ada masyarakat meminta dengan tarif yang bersifat sementara. Hal tersebut akan menjadi sumber pendapatan daerah, dan dari segi tugas pelayanan tidak mungkin di tolak. Pendidikan Utara, diwakili Asisten II Azwar MSc mengatakan, pendidikan yang berelevansi pembangunan hendaknya dapat disesuaikan de ngan situasi dan kebutuhan daerah. Lebih jauh Johan Arifin me- ngatakan, dalam kejadian ini ti- dak mungkin ada stafnya yang terlibat. Sebab, untuk masuk ke kamar brandkas ada tiga kunci yang harus dibuka dan dipegang oleh petugas berbeda. Seperti Aceh Utara sebagai daerah yang sangat potensial di bidang pertanian, maka diperlu kan sentra agrobisnis unggulan melalui pendidikan pertanian, katanya. Camat Dewantara, Drs. Mar zuki MA selaku ketua panitia pembangunan SLTP Negeri 12 me laporkan biaya pembangunan se kolah yang terdiri sembilan lokal tersebut sebesar Rp 419 juta dari dana bantuan OECF Jepang. Halaman 7 Pada kesempatan itu Presdir PT AAF diwakili Maman Sukir man menyerahkan bantuan dana Rp 7,5 juta untuk biaya pembe basan ruas jalan menuju keseko lah tersebut (bay). Takengon, (Analisa).- Kepala Dinas Kebersihan dan Petamanan Aceh Tengah, Drs. Aldar AB menyebutkan, mobil tinja dalam operasionalnya belum menetapkan tarif. Ketiga sekolah yang diresmi kan secara simbolis itu masing- masing SLTP Negeri 12 Cot Mu rong Dewantara, SLTP Negeri 3 Tanah Jambo Aye Panton Labu dan SMU 1 Makmur, Leubu. Kakanwil menekankan, dalam upaya peningkatan mutu sekolah perlu dilibatkan semua pihak secara terpadu yang didukung dengan sarana lainnya yang me madai baik ditingkat SD, SLTP Operasional Mobil Penyedot Tinja maupun di Takengon Masih Uji Coba obat yang diberikannya ke mi- numan tadi akan segera bereaksi terhadap tubuh gadis itu. Dia ingin melihat sendiri, bagaima- na reaksi racun yang diberikan Hamzah kepadanya itu? Tapi kelihatannya Triani masih tenang-tenang saja. Bah- kan dia mengambil bukunya kembali untuk melanjutkan membacanya. "Eh, Meity kemana Tante, kok sejak tadi saya tidak meli- hatnya di rumah ini? Andri pun kok tidak kelihatan ?", tanya Triani. Kunci kamar dipegang oleh Muhammad Din, kunci pintu brandkas dipegang Yeddi Joha- ran dan kunci brandkas sendiri" dipercayakan kepada Kepala Kantor Kas Cut Kasem Adami sendiri. "Ng, mereka berdua masih sibuk dengan pelajarannya,' sahut Sonya dengan sedikit ke- sal karena ternyata obat yang diberikannya tadi tidak menun- jukkan hasil. "O, begitu ya ?", ujar Triani. "Jadi mustahil ada stafnya yang terlibat, kecuali ketiganya bersekongkol ", ujar Johan Ari- fin. (fud). Wagub juga minta agar hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional ditindak lanjuti secara tepat, cepat dan tuntas. Hal ini karena masih ada se bahagian hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional belum ditindaklanjuti secara tun- tas oleh pihak yang bertanggung jawab, meskipun telah berulang kali dilakukan pembahasan. Ternyata sebagian masalah yang telah ditindak lanjuti ber ulang kembali menjadi temuan pada pemeriksaan berikutnya, baik pada objek pemeriksaan yang sama maupun pada instansi lainnya. Sementara itu Kepala Inspek torat wilayah Propinsi Aceh, Drs. H. Djakfar Djuned mengatakan, melalui rapat pemutakhiran data itu diadakan pembahasan pemu takhiran data atau pemantauan terhadap pelaksanaan tindaklan jut atas hasil pemeriksaan Irjen Depdagri, Inspektorat wilayah Propinsi dan Inspektorat Wilayah Kabupaten atau Kotamadya tahun 1996/1997 dan yang telah dipen ding pada tahun-tahun sebelum nya di masing-masing daerah tingkat II. Sedangkan ketua panitia pe laksana rapat Sekwilda Aceh Teng gara Naloan Samosir BA melapor kan peserta rapat adalah Kepala Inspektorat Wilayah Propinsi Daerah Istimewa Aceh beserta staf, para Kepala Inspektorat Ka bupaten dan Kotamadya se Aceh beserta staf, pembantu Bupati Wilayah Gayo Lues. Para Kankandep dan kepala dinas, se Aceh Tenggara, Asisten setwilda Aceh Tenggara, para camat Kepala Bahagian Setwilda setempat. Rapat berlangsung 3 hari, 26 sampai 28 Juni, Sebelum dibuka acara rapat pemutakhiran data itu, Bupati Aceh Tenggara menjamu makan malam peserta rapat (az). Pembuangan limbah tinja ter sebut telah ditetapkan di ka wasan Kute Lintang, Kecamatan Pegasing seluas 0,5 hektare. Saat ini sedang disiapkan kolam-kolam permentasi, yang selanjutnya diproses untuk menjadi pupuk. Ini berarti dari tinja akan diperoleh dua sumber pemasukan daerah, yaitu dari biaya opera- sional penyedotan dan pemasaran pupuk yang dihasilkan dari pro- ses limbah pembuangannya. Mengenai TPA sampah yang selama ini hanya dibuang di Bur Lintang, Pemda sudah merenca nakan untuk membebaskan tanah seluas 2,5 hektare di Desa Gelelungi (11 Km dari Takengon). Di lokasi tersebut limbah kota Takengon itu akan diproses sede mikian rupa, sehingga tidak mencemari lingkungan TPA seper ti lokasi yang ada sekarang. (ts) "Lagi pula Meity dan Andri agak segan untuk berbicara de- nganmu, Tri. Mereka segan ka- rena tahu mereka cuma anak tiri di rumah ini. Sementara nanti harta warisan Mas Harianto pas ti akan jatuh sebagian besar ke- padamu," ujar Sonya. "Ah, mereka kan tidak mes ti harus berpikiran begitu? Ba gaimana pun saya ini kan sau- dara mereka juga ? Saya sendi- ri tidak punya ayah dan ibu la- gi. Saya juga tidak punya sau- dara lagi. Tante saya anggap se bagai ibu sendiri dan mereka berdua pun saya anggap seba- gai adik-adik saya sendiri. Js di mereka tidak perlu merasa sungkan untuk berbincang de ngan saya di rumah ini, kare- na....hug....uhgh!" (Bersambung)
