Tipe: Koran
Tanggal: 1997-07-03
Halaman: 08
Konten
Kamis, 3 Juli 1997 EKONOMI & KEUANGAN Dewan Perwakilan Rakyat RI Deregulasi Perlu Diimbangi Proteksi Usaha Kecil Jakarta, (Analisa) Kalangan DPR berpendapat langkah deregulasi perlu dilanjutkan untuk menopang perkembangan ekonomi sehingga mampu bersaing pada era perda- gangan bebas."Namun deregulasi perlu diimbangi dengan tindakan proteksi terhadap jenis usaha di la- pisan bawah, sehingga mereka mampu terus berkem- bang dan ikut bersaing, bukannya justru tersingkir," kata Wakil Sekretaris Fraksi Karya Pembangunan (FKP) DPR, H. Jusuf TalibSH di Jakarta, Rabu (2/7). Tindakan proteksi kepada usaha kecil, menurut Jusuf yang membidangi Ekku, adalah wajar seperti yang juga dilakukan oleh negara-negara maju, terutama dalam bentuk memberikan akses perbankan dan akses pasar. Pemberian proteksi tersebut, Ketika berbicara kepada pers di Bana Graha, Rabu, menjelang berlangsungnya sidang Kabinet Peningkatan Program Pengen- tasan Kemiskinan, Sudjana mengatakan pemerintah tetap akan melaksanakan UU No. 11 tentang pertambangan serta PP 20 tentang kepemilikan 100 saham oleh perusahaan asing. la menyebutkan masalah penyerahan saham 10 persen itu muncul karena ada kalangan masyarakat menginginkan agar saham Indonesia ditingkatkan. Mentamben: Pemerintah tak Pernah Paksakan Penyerahan Saham 10% Jakarta, (Analisa) perusahaan asing untuk menye- rahkan sahamnya kepada Peme- rintah Indonesia. Mentamben IB Sudjana menegaskan Pemerintah Indo- nesia tidak pernah memaksa kontraktor asing untuk menye- rahkan 10 persen saham mereka kepada Pemerintah Indonesia. "Yang menjadi persoalan siapakah yang dimaksud dengan rakyat di sini. Tentu yang dimaksud adalah Pemerintah Indonesia," kata Sudjana yang menyebutkan peningkatan saham Indonesia itu antara lain disampaikan anggota DPR dan sejumlah pakar. Karena pemerintah masih akan tetap menerapkan UU no.11 dan PP 20 tersebut, sedangkan di lain pihak ada yang menginginkan peningkatan sa- ham Indonesia, maka Deptam- ben ingin membicarakan masa- lah ini dengan DPR. MEMASYARAKATKAN "Kita ingin memasyarakat kan (menjelaskan) masalah ini kepada DPR, apakah undang- undangnya yang diubah atau cukup peraturan pelaksananya seperti PP atau Keputusan Menteri," katanya. Kalau DPR berpendapat undang-undangnya masih me- madai, maka yang diubah cukup peraturan pelaksananya. Mensesneg Moerdiono baru- baru ini menegaskan Pemerintah Indonesia tidak akan minta Jakarta, (Analisa) Indeks harga konsumen (IHK) pada Juni tercatat mengalami deflasi 0,17 persen, sehingga secara kumulatif inflasi dalam enam bulan per- tama tahun ini mencapai 2,54 persen jauh lebih rendah diban- dingkan periode yang sama tahun 1996 sebesar 4,03 persen. Sementara untuk laju inflasi tahun anggaran 1997/1998 (April-Juni 1997), menurut data BPS di Jakarta, Rabu, menjadi 0,58 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kumulatif inflasi tahun anggaran 1996/ 1997 untuk periode yang sama yaitu 0,77 persen. Secara umum deflasi yang terjadi pada bulan ini disebabkan turunnya indeks kelompok pengeluaran makanan sebesar 0,73 persen, sedangkan tiga kelompok pengeluaran lainnya mengalami kenaikan indeks, yaitu kelompok perumahan sebesar 0,27 persen, kelompok sandang 0,01 persen dan kelom- pok aneka barang dan jasa 0,09 persen. Menurut laporan BPS, deflasi terjadi di 16 kota yang berkisar antara 0,02 persen di Bandar Lampung hingga 1,49 persen di Jambi, sedangkan 11 kota menurut Jusuf, bisa saja ber- bentuk kemitraan, yang membe- rikan kesempatan bagi usaha kecil bukan saja dalam hal dana tapi juga dari segi manajerial dan akses pasar. Singapura Hong Kong Jerman Belanda Inggris Australia Malaysia AS Jepang "Dengan demikian, akses pasar yang selama ini seringkali RSS-4 RSS-5 No. 1 ADS NOON RSS-2 (Jul) RSS-3 Sementara itu Dirjen Pertam- bangan Umum Adjat Sudradjat mengatakan pula baru-baru ini bahwa masalah pengalihan saham 10 persen itu baru ide yang dipikirkan para pejabat, jadi belum merupakan sebuah (Ant) keputusan Deptamben. CLOSING RSS-2 (Jul) RSS-3 RSS-4 RSS-5 No. 1 ADS Jakarta, (Analisa) Menteri Negara Urusan Pangan (Menpangan) Ibrahim Hasan menyatakan, produk pangan Indonesia, utamanya untuk ekspor sampai saat ini tergolong tidak bermutu sama sekali (Zero Standar). Juni Alami Deflasi "Hal itu terbukti dari bebera- pa kasus penolakan komoditas ekspor peoduk pangan kita ke luar negeri yang jumlahnya cukup memprihatinkan," kata- nya dalam rapat kerja dengan komisi VII DPR yang dipimpin R.M. Purba di Jakarta, Selasa. Pada 1989, jelasnya, sesuai laporan "United States Food and Drugs Administration" (USF- DA) terjadi 231 kasus penolakan komoditas pangan Indonesia dan dalam hal ini Indonesia dirugikan senilai 28 juta dolar AS. Pada 1992 meningkat men- jadi 643 kasus senilai 225,2 juta dolar AS, pada 1993 turun menjadi 622 kasus senilai 152,9 juta dolar AS dan pada 1995 terjadi penolakan dari Amerika Serikat sebanyak 763 kasus atau senilai 100 juta dolar AS. 0,17 Persen lainnya mengalami inflasi berkisar antara 0,02 persen di Denpasar hingga 1,06 persen di Pontianak. Penurunan indeks yang terja- di di kelompok pengeluaran makanan terutama disebabkan turunnya harga beberapa komo- diti seperti daging ayam, ikan segar, telur ayam ras, sayur- sayuran, bawang merah, lombok rawit, lombok merah, kelapa dan emping. Medan, (Analisa) Nilai mata uang asing terhadap Rupiah, Rabu, 2 Juli 1997 tercatat sebagai berikut: Uang Tunai "Kami akan bertemu dengan para pengusaha Medan untuk mendalami proposal yang mere- ka ajukan," kata Ketua Dewan Perniagaan Melayu Malaysia Cabang Negara Bagian Perak, Muhammad Muhiyiddin kepada pers di Kuala Lumpur, Selasa. Tawaran yang disampaikan pihak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Sumut itu dinilai suatu kejutan Dewan Perniagaan Melayu Menpangan: Produk Pangan Indonesia dalam penggalakkan perluasan Malaysia belakangan ini terke- "Zero Standar" terlanjur diekspor itu ditemui tidak memenuhi ketentuan san agresif untuk mempercepat proses investasi di Indonesia, terutama dikaitkan dengan ke- rangka jangka menengah pem- bangunan ekonomi Malaysia. Kerangka tersebut kini sudah memasuki tahapan paling me- nentukan memenuhi target "Wawasan 2020", suatu batasan waktu untuk menggiring Ma- laysia sebagai negara industri maju. Sedangkan kenaikan indeks yang terjadi di kelompok penge- luaran perumahan sebesar 0,27 persen pada bulan ini terutama disumbangkan oleh tarip sewa rumah sebesar 0,01 persen dan tarif upah tukang sebesar 0,05 persen. Kelompok sandang hanya mengalami kenaikan indeks yang relatif kecil, yaitu sebesar 0,01 persen dibandingkan in- deks bulan sebelumnya. Sementara untuk kelompok aneka barang dan jasa, sum- bangan inflasinya diberikan oleh tarif rumah sakit sebesar 0,01 persen, menyebabkan kelompok pengeluaran ini mengalami kenaikan indeks sebesar 0,09 persen dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya. (Ant) Draft Bebas Beli: Jual: Rabu: Selasa: 1.678,11-1.700,00 1,707,00-1.723.11 1.704,80 1.701,75 295,00 312,00 318,53- 327,33 314,50 314,45 1.364,54-1.376,72 1.397,00-1.414.17 1.396,60 1,395,35 1.215,74-1.220,34 1.257,11-1.258,89 1.242,25 1.242,55 4.010,90-4.044,84 4.087,64-4.110.15 4.037,85 4.060,25 1.802,49-1.850,00 1.859,18-1.885,00 1.836,85 1.835,10 944,36 959,00 969,00 978,46 966,25 964,85 2.410,00-2.430,00 2.438,00-2.453,50 2.434,50 2.433,75 20.15- 20,73 21.36- 21.94 (ht) Sumber: Bank Panin, Bank Bira, Bank Tiara, Bank Danamon 21,36 21,24 Valuta Asing Harga Karet di Singapura Singapura, (Analisa) Harga karet di bursa Singapura, Rabu, 2 Juli 1997 tercatat sebagai berikut: Beli/Jual 139,00/140,00 Jul '97 139,00/140,00 Agust '97 134.75/135.75 Sept '97 131,00/132,00 Okt-Des '97 160,00/162,00 Jan-Mar '98 RSS-1 (CLOSING) TSR-50 Beli/Jual 134,00/135,00 TSR-20 (Jul) 134,00/135,00 129,75/130,75 126,00/127,00 155,00/157,00 (Ant/RM/ht) dikeluhkan usaha kecil, akan bisa dipecahkan dan tak menjadi masalah lagi. Jika hanya bantuan berupa dana, tanpa adanya bimbingan manajerial dan akses pasar, rasanya tidak efektif," kata Jusuf. 133,00 137,75 140,75 142.00 143,00 Sementara itu anggota Komi- si APBN DPR, Bomer Pasaribu SH juga dari FKP berpendapat, langkah deregulasi kali ini kurang greget. "Sekarang yang penting bukan deregulasi, tapi debirokratisasi," ujarnya. 138,50/140,50 136,50/138,50 Berdasarkan daftar yang dibuat Kadin, terdapat 4.300 pungutan di sektor investasi. "Maka, debirokratisasi yang diperlukan, bukan deregulasi," ucapnya. YANG DIPERLUKAN Bomer berpendapat, saat ini yang diperlukan adalah mem- bangun 'competition policy' yang sinergis dengan 'enpower- ment policy'. "Bila hal itu tidak dilakukan, akan bisa menimbulkan kesen- jangan," ucapnya. "Jika kita terus berkutat pada deregulasi", Bomer berpen- dapat, Indonesia akan terus terbelenggu paradoks untuk terus-menerus melakukan de- labeling negara pengimpor, tidak mencantumkan nama negara asal barang, tidak men- catumkan tanggal (code lot), tidak menyebutkan nama dan alamat importir dan penanganan kemasan yang kurang baik. Secara umum, menurut Men- pangan Ibrahim, kasus-kasus itu terjadi karena Indonesia belum mempunyai Undang-Undang Pangan yang dapat mengatur dan memberdayakan kekayaan produk pangan nasional secara maksimal. Jakarta, (Analisa) Turunnya harga minyak mentah OPEC belakangan ini diyakini akibat pelanggaran kuota yang dilakukan oleh beberapa anggotanya, sehingga total produksi organisasi negara produsen minyak itu melampaui kuotanya hingga sekitar dua juta barel per hari (BPH). Kesimpulan itu dikemuka- kan mantan Sekjen Organisasi "Produk pangan kita ditolak Asia Tenggara akan Dirikan Pusat Negara-Negara Pengekspor karena tidak memenuhi standar internasional seperti adanya kandungan zat kimia di. atas limit, ditemukan mikroorganis- me atau toxin, dan zat tambahan (additive) yang dilarang," katanya. Minyak (OPEC) Prof.Dr.Subro- to, di Jakarta, Selasa, seusai berdiskusi dengan para anggota Komisi VI DPR yang memba- wahi antara lain pertambangan dan energi. Selain itu, produk yang DIBINA regulasi. "Ini harus kita tinggalkan, dengan mengembangkan 'com- dengan 'enpowerment policy," petition policy' yang diimbangi ujarnya. Jusuf Talib juga mene- gaskan, untuk memacu pertum- buhan ekonomi yang mampu bersaing dalam pasar bebas pada era globalisasi, mau tidak mau harus ditingkatkan sumberdaya manusia yang berkualitas. Manila, (Analisa) Negara-negara Asia Teng- gara akan mendirikan sebuah pusat untuk mengkordinasikan proyek-proyek energi regional, termasuk rencana pembangunan pipa gas alam senilai 11 miliar dolar, demikian dikatakan seorang pejabat, Rabu. Pusat itu akan terbentuk dalam waktu setahun menyusul pembangunan sebuah pusat penelitian ASEAN dan Uni Eropa (UE) yang telah ada di Jakarta, kata Asisten Menteri Energi Pilipina Guillermo Balce. "Tapi, kendala-kendala eko- nomi seperti banyaknya pung- utan-pungutan di berbagai kegi- atan ekonomi, harus dipangkas dan cepat dihilangkan," ujarnya. Bila pungutan-pungutan itu sifatnya kolusif, Jusuf menga- takan, perlu waktu untuk pem- benahan yang bukan hanya melibatkan aparatur negara, tapi juga kesadaran semua pihak. "Political will pemerintah dalam hal ini sudah ada, tinggal pelaksanaan yang memerlukan the man behind the gun' yang cocok," ucapnya. Jakarta, (Analisa) DPP KUKMI (Kerukunan Usahawan Kecil dan Menengah Indonesia), yang merasa prihatin atas banyaknya kasus bank bermasalah akhir-akhir ini, mendesak Bank Indonesia (BI) untuk mengintensifkan peranan lembaga monitoring. "Banyaknya bank bermasa- lah dan penanganan yang tidak transparan secara hukum nan- tinya justru menambah kese- njangan ekonomi rakyat," kata Ketua Umum DPP KUKMI HM Azwir dainny Tara di Jakarta, Rabu. Dia berpendapat tidak fair, jika masalah kolusi dan korupsi ini hanya dialamatkan pada pemerintah. "Tapi menjadi tanggungja- wab bersama, antara peme- rintah, dunia usaha dan masya- rakat," kata Jusuf. (Ant) Menpangan Ibrahim juga mengatakan, hal lain yang tak kalah penting adalah menga- dakan pembicaraan dengan negara tujuan ekspor dan peng- usaha swastanya demi kesepa- "Industri pangan Indonesia katan tentang mutu dan kea- harus mematuhinya demi ter- manan pangan melalui "MRA" penuhinya kualitas pangan (Mutual Recognition Arrage- nasional yang mantap sekaligus ment). (Ant) Oleh karena itu, katanya, sejak adanya UU Pangan No 7/ 1996 ma sudah saatnya industri pangan nasional dibina dan dikembangkan sesuai keten- tuan-ketentuan dunia internasi- onal demi peningkatan daya saing produk pangan Indonesia. Didampingi beberapa ketua KUKMI lainnya, Azwir menga- takan, pihaknya mendesak BI untuk mengintensifkan peranan lembaga monitoring yang dimi-. liki instansi tersebut karena, Kurs Konversi meningkatkan daya saing secara internasional, karena pada saat bersamaan komoditas pangan kita dihadapkan pada persaingan di era pasar bebas," katanya. Selain itu, koordinasi antar instansi terkait hendaknya mulai dilakukan guna terciptanya sebuah kebijakan Pembinaan Mutu Pangan Nasional secara terpadu (One Gate Policy) sehingga diharapkan dapat menghasilkan produk pangan andalan. Energi untuk Proyek Besar besar. "Beberapa pelatihan dan penyuluhan pangan bagi produ- sen pangan akan materi "Good manufaturing Practices" (GMP) atau pun "Hazard Analysis Criti- cal Control Points (HACCP) adalah hal yang tidak boleh ditunda lagi," katanya. Diantara proyek-proyek besar untuk pusat tersebut adalah rencana pembangunan jaringan pipa gas ASEAN yang bakal menghubungan ladang- ladang gas alam di negara- negara ASEAN, kata Balce. Pembangunan pusat tersebut diputuskan pada konferensi energi tingkat menteri ASEAN yang diselenggarakan di Ma- nila, kata Balce, yang me- nambahkan bahwa negara ang- gota ASEAN diharapkan akan memberikan dana yang cukup BI Didesak Agar Intensifkan Lembaga Monitoring Presiden Fidel Ramos ja- ringan pipa gas itu akan mimiliki panjang 8.000 kilometer. Pem- bangunan proyek itu, pertama kali diusulkan tahun 1995, diperkirakan selesai pada tahun 2020. Ramos mengimbau negara- negara ASEAN untuk memo- bilisasi dana sektor swasta untuk proyek-proyek energi. ASEAN terdiri atas Brunei, Indonesia, Malaysia, Pilipina, Singapura, Thailand dan Viet- nam. Kamboja, Laos dan Myan- mar akan bergabung akhir bulan ini. (Ant/AFP) hanya BI yang mengetahui secara persis cara penanganan dan latar belakang timbulya masalah itu. Oknum-oknum yang mem- buat bank menjadi bermasalah, katanya, pada akhirnya akan membuat rakyat yang ingin benar-benar memanfaatkan jasa perbankan menjadi susah, khususnya pengusaha kecil dan menegah. Ia mengatakan, keprihatinan lainnya adalah masih banyaknya berpihak kepada pengusaha kalangan perbankan yang tidak kecil, terutama dalam membe- rikan kreditnya dan menjadikan jaminan sebagai hal utama dalam permohonan kredit. DUKUNG BI Menyingung penanganan bank bermasalah khususnya terhadap Bank Art Prima (BAP), ia mengatakan, KUKMI mendukung penuh langkah tegas BI, dan menjadi terobosan baru untuk membuka kasus tersebut. ANALISA Medan, (Analisa) Kurs konversi Bank Indonesia yang berlaku Rabu, 2 Juli 1997 tercatat sebagai berikut: ASch A$ BFre Br$ Can$ Chf DM Beli (Rp) Jual (Rp) 197,64 202,89 1.821,10 1.876,00 67,38 69,09 1.696,14 1.737,26 1.757,17 1.799,29 1.656,32 1.698,68 1.389.16 1.422,76 365,18 374,37 412,43 422,76 4.041.44 4.144,46 313,13 320,76 142,85 146,57 2.089,00 2.175.76 960,59 984,26 Dkr FFre Pndstg HK$ Lit 100 Yen 100 Mal$ Ngld 1.234,55 1.265,58 Mengenai soal lembaga Nkr NZS Peso PGK Skr Sin$ Baht 331,21 339.54 1.638,59 1,702,11 91,94 94,17 1.717.10 1.782,47 313,34 322,37 1.695,19. 1.737,50 101,48 105,27 2.427,00 2.475,00 (ht) monitoring BI yang diusulkan KUKMI, ia mengatakan, akan sangat efektif dalam mendeteksi kemungkinan bank bermasalah. Selain itu dapat secara jelas dan obyektif dalam melaporkan keadaan yang sesungguhnya dari bank tersebut. (Ant) US$ ST/AFP PANJANG HIDUNG: Perusahaan Kereta Api Jepang Tengah memperlihatkan suatu model baru kereta api peluru yang "hidung" lokomotifnya lebih panjang dari biasa. Seri 700 yang dikembangkan bersama oleh Perusahaan Kereta Api Jepang Barat dan Jepang Tengah ini dapat melaju dengan kecepatan maksimum 285 kilometer per jam. Servisnya dijadwalkan mulai dalam 1999. Malaysia Tanggapi Serius Tawaran Sumut KUKMI juga memuji lang- kah kepolisian yang menahan para oknum yang diduga sebagai penyebab bank itu bermasalah, kendati BI masih banyak bersifat konvensional dalam membong- kar masalah perbankan agar tidak merugikan aspek keraha- siaan bank (yang masih dipe- gang kuat). Kerjasama Pariwisata memusatkan perhatian pada pengembangan investasi indus- tri di sekitar Medan, terutama pembukaan pabrik-pabrik baru sebagai bentuk relokasi industri yang selama ini terdapat di kawasan Perak, Pulau Pinang dan Selangor. Kuala Lumpur, (Analisa) Pengusaha Malaysia yang tergabung dalam wilayah kerja segitiga pertumbuhan Indone- sia, Malaysia dan Thailand (IMT-GT), menanggapi serius tawaran para pengusaha Suma- tera Utara untuk mengeks- ploitasi kawasan pariwisata Pulau Nias sebagai obyek wisata alternatif. utara Indonesia, selain program investasi yang kini berkembang pesat di utara Malaysia dan selatan Thailand. Pulau Nias yang belakangan ini mulai dikenal dalam peta pariwisata internasional, mem- butuhkan suntikan dana dan infrastruktur serta penyediaan fasilitas transportasi dari sebuah konsorsium ketiga negara. INDUSTRI Menurut Muhammad Muhi- yiddin, pengusaha Malaysia dan Thailand selama ini masih Pelanggaran Kuota Jadikan Harga Minyak di Bawah Target Harga minyak basket OPEC meski sedikit naik dari 16,9 dolar per BPH menjadi 17,15 dolar AS per BPH, menurut Subroto, masih jauh di bawah harga rata- rata minyak OPEC tahun 1996. Kala itu harga rata-rata minyak OPEC sempat berteng- ger di angka 23 dolar AS per barel, atau enam dolar di atas harga minyak OPEC saat ini. Sementara target harga minyak OPEC 21 dolar BPH, katanya. Kesebelas anggota OPEC sendiri dalam pertemuan tera- khir di Wina, Jumat (27/6), sepakat mempertahankan kuota produksinya sebesar 25,033 juta BPH. Menurut Subroto, kuota OPEC tersebut tidak mengalami perubahan dalam tiga kali pertemuan OPEC. Organisasi ini terakhir menaikkan kuota pada tahun lalu. Pada Juni 1996, OPEC me- mutuskan untuk menaikkan pagu produksinya dari 24,52 juta barel menjadi 25,033 juta barel per hari. Peningkatan produksi itu disepakati karena OPEC harus siap menetapkan kuota produksi bagi Irak yang telah diizinkan Dewan Keamanan PBB untuk mulai memproduksi dan meng- ekspor minyak mentahnya. (Ant) Jakarta, (Analisa) Menteri PU Radinal Mooch- tar mengatakan manajemen dan penanganan sungai, yang sela- ma ini biasanya hanya terbatas kepada Daerah Aliran Sungan (DAS), harus dikembangkan menjadi penanganan air sungai serta sungai itu sendiri. sebenarnya kurang memadai. "Jadi penanganan DAS saja Air sungai itu justru yang lebih penting untuk ditangani," kata- nya menjawab pertanyaan wartawan sebelum sidang kabi- net membahas program pengen- tasan kemiskinan di Bina Graha, Jakarta, Rabu. Menurut Radinal, penangan- an dan manajemen yang baik terhadap air sungai akan lebih memberikan jaminan terhadap pasok kebutuhan air. "Pada saat hujan, kita tidak kebanjiran dan pada saat kering, kita tidak kekurangan," katanya. Dia menyatakan belum dapat memastikan apakah proposal yang ditawarkan Sumut tersebut layak untuk ditindaklanjuti. Dijelaskan, manajemen air sungai yang sudah relatif baik dilakukan adalah di Sungai Brantas, Jatim. Hasilnya, sungai itu memberikan manfaat lebih tinggi dibandingkan Sungai Bengawan Solo yang belum ditangani dengan baik. Sebagai langkah awal, menu- rut dia, penanganan itu dila- "Namun, dilihat dari kelom- pok-kelompok pengusaha yang sudah mendaftarkan diri untuk mengadakan pertemuan di Medan pekan depan, proyek investasi tersebut bakal menjadi penopang utama dalam kegiatan investasi di bidang industri pariwisata di kawasan itu", katanya. Hasil pemantauan Antara di Kuala Lumpur menyebutkan selain para pengusaha yang tergabung dalam IMT-GT, pengusaha serupa yang ter- gabung dalam Segitiga Pertum- buhan di kawasan Indonesia, Malaysia dan Singapura (IMS- GT) juga melakukan gerakan yang sama. Mereka tengah menyiapkan bentuk proposal lebih rinci melalui dukungan penuh Unit Perancang Ekonomi (Bappenas Malaysia) serta penyediaan mo- dal dari pihak perbankan setempat. Malaysia belakangan ini lebih Dewan Perniagaan Melayu aktif mendorong anggotanya Jakarta, (Analisa) Dirut PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Budiarto Su- broto mengemukakan, Merpati saat ini mengoperasikan 12 tipe pesawat dan sebagian besar umur pesawat sudah cukup tua. Hal itu mengakibatkan biaya perawatan yang kompleks dan tinggi. "Bervariasinya tipe pesawat ini memerlukan perawatan yang rumit, karena di samping ada perbedaan teknologi di antara masing-masing pesawat juga memerlukan perlakuan yang berbeda," kata Budiarto pada acara dengar pendapat antara MNA dan Garuda Indonesia dengan Komisi V yang dipimpin Achmadi (FKP), di Jakarta, Selasa. Hal ini mengakibatkan ba- nyaknya teknisi yang diperlkan, baik dari jumlah maupun kua- Ifikasinya. Bermacam tipe pesa- wat tersebut juga mengkondi- sikan persediaan dan pengadaan suku cadang yang lebih banyak. Tak ketercuali pengadaan dan pelatihan awak pesawat juga cenderung lebih tinggi. untuk memanfaatkan peluang investasi di kawasan IMS-GT itu, terutama setelah pihak In- donesia membuka daerah-dae- rah baru untuk diikutsertakan, seperti provinsi Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung di samping provinsi Riau dan Sumatera Barat. Sudah Cukup Tua kukan di beberapa sungai yang strategis saja. Di beberapa sungai itu bisa didirikan sema- cam waduk pengecek yang alasnya terbuat dari karet sehingga air tidak terbuang begitu saja. Percepatan proses kerjasama investasi itu, menurut kalangan pejabat di jajaran Unit Pe- rancang Ekonomi (EPU) Ma- laysia, disesuaikan dengan hasrat Perdana Menteri Dr. Mahathir Mohammad. PM Malaysia itu berharap, sebelum diberlakukan sistem perdagangan bebas ASEAN (AFTA) mendatang, infrastruk- tur berupa jembatan Selat Melaka (Melaka-Dumai), ja- ringan kereta api serta inter- koneksi kelistrikan sudah berja- lan normal antara kawasan semenanjung dengan daerah- daerah di pulau Sumatera. (Ant) Dengan demikian, pada saat dibutuhkan seperti musim kemarau saat ini, masih ada cadangan air yang bisa diguna- kan, kata Menteri PU. Ketika menjawab pertanyaan tentang kekeringan di lahan sejuta hektar di Kalteng, Menteri mengatakan, prioritas diberikan kepada lahan yang sudah memi- liki jaringan air seperti waduk dan sungai buatan. Hal itu dilakukan agar paling tidak pasok logistik untuk pengembangan program lahan itu dapat berjalan lancar, katanya. Oleh karena itu, pihaknya mengatur agar air terutama di beberapa pintu air memadai sehingga kapal logistik bisa keluar-masuk dengan lancar, katanya. Selain itu, perlu pula pengembangan jalur jalan di sepanjang sungai guna melan- carkan arus pasokan logistik un- tuk mengembangkan program itu, kata Radinal Moochtar. (Ant) Jakarta, (Analisa) Konsumsi beras per kapita Indonesia saat ini mengalami penurunan, namun konsumsi total tahun 2003 diperkirakan mencapai 60 juta ton karena pertambahan penduduk. Menurut Menteri Pertanian Sjarifudin Baharsjah di Jakarta, Selasa, konsumsi beras per kapita di Indonesia menurun dari 135 kg per kapita per tiga-empat kapita per tahun saat ini. tahun lalu menjadi 130 kg per Sementara konsumsi beras "Sedangkan umur pesawat yang relatif tua berakibat pada tingginya biaya perawatan dan rendahnya tingkat keterandalan pesawat. Kondisi-kondisi ar- mada tersebut mempunyai kon- tribusi yang besar dalam mela- hirkan biaya operasi yang tinggi," kata dia. Jika diperhatikan lebih teliti, sebenarnya laporan Bank Dunia tentang defisit transaksi berjalan tersebut tidak hanya menyoroti aspek potensi yang jelek-jelek sa- ja, tetapi juga mengandung harapan untuk masa mendatang dalam rangka menghadapi pasar global seperti APEC. Setidaknya Namun pesawat tua tak Menteri PU: Penanganan Sungai defisit transaksi berjalan yang tak Hanya Terbatas pada DAS disebabkan nilai impor yang relatif jauh lebih tinggi daripada nilai ekspor harus dilihat terlebih dahulu yang diimpor itu apa ? Struktur impornya bagaimana ?. Struktur impor Indonesia ter- diri dari impor migas dan non migas yang masih mendominasi di atas 90% daripada total impor. Dari jumlah impor nonmigas tersebut masih harus dilihat por- si barang apakah yang terbesar, Jika bahan baku dan penolong yang paling besar diimpor, berarti adanya kegiatan produksi sehingga membutuhkan bahan baku dan penolong yang idealnya memang lebih baik jika tidak usah diimpor tetapi dari dalam negeri saja. Sementara itu, peningkatan pendapatan per kapita penduduk sekitar 5,5 persen per tahun juga mempengaruhi konsumsi beras. Menurut Mentan, bila pen- datan per kapita naik, penduduk golongan pendapatan rendah akan meningkatkan konsumsi beras ungla Sementara itu, golongan pendapatan tinggi akan meng- ubah jenis beras yang dimakan, yakni memilih padi yang lebih enak, jika naik. Sebagian Besar Pesawat MNA Namun bila pendapatannya naik lagi, golongan pendapatan tinggi tersebut akan mengurangi kon- sumsi berasnya. pada tahun 2003 akan mencapai 60 juta ton. Untuk memenuhinya diperlukan lahan 10 juta hekare, yang berarti lebih luas 2,0 hingga 2,5 juta hektare dari lahan yang ada sekarang, namun kebutuhan lahan itu dapat ditekan dengan menjadi jaminan cepat rusak atau rewel. Pesawat A-300-600 yang baru dioperasikan ternyata mengalami kerusakan mesin di Surabaya pada 26 Juni 1997. Akibatnya penumpang pada marah.. Padahal perawatan pesawat tersebut diserahkan kepada Singapore Airlines dan Thai Airways, katanya. Beberapa tahun terakhir ini, pertumbuhan volume penum- pang yang diangkut Merpati terus meningkat. Halaman 8 Tak Benar, Kehadiran WI Ancam BELUM lama ini Bank Dunia telah mengeluarkan laporan tahunan yang secara serius menyoroti defisit transaksi ber- jalan. Laporan ini segera banyak menjadi bahan diskusi maupun ulasan dan analisa berbagai pakar serta banyak diberitakan berbagai surat kabar. Jakarta, (Analisa) Dirut McDonald's Indonesia Bambang N. Rachmadi mem- bantah dugaaan bahwa keha- diran restoran waralaba inter- nasional (WI) mengancam keberadaan restoran tradisional. "Tidak sepenuhnya benar tudingan itu, sebab konsep restoran WI memang lain," Restoran Tradisional tetap besar bersama-sama pema- sok bahan baku lokalnya meski ada pesaing lain yang mem- permainkan harga. Ini juga terus dipantau oleh 'franchisor"," Berdasar kondisi itu, katanya, harus diakui bahwa kehadiran restoran WI di Indonesia malah memberikan sumbangan positif ucapnya. katanya di sela kunjungan kerja seperti membuka lapangan Komisi VII DPR yang dipimpin kerja, memotivasi pengusaha restoran lokal tradisional untuk mengadopsi prinsip-prinsipnya meski secara tidak langsung. Wakil Ketua Komisi VII R.M. Purba di kantor pusat Mc Donald's Indonesia, Jakarta, Selasa. Selain itu, menumbuhkan kemitraan antara pengusaha besar dengan kecil, khususnya dalam penyediaan bahan baku restoran WI yang hampir se- muanya berasal dari bumi Indo- nesia meski untuk itu harus Konsumsi Beras Per Kapita Turun, Namun Konsumsi Total Naik Menurut dia, polemik pro- kontra agar retoran WI tidak menjamur sampai ke dati II akhir-akhir ini tidak perlu ter- jadi, jika masyarakat menge- tahui persoalan sebenarnya mengapa WI bisa masuk dan berkembang di Indonesia. Jika barang modal yang diim- por, hal ini dapat berarti adanya peningkatan kegiatan penanaman modal (investasi) yang akan men- ciptakan lapangan kerja dan ber- bagai efek multifliernya. Impor yang didominasi kedua jenis barang ini dengan demikian menunjukkan bergairahnya kegiatan ekonomi yang pada gilirannya akan mendorong pro- duktivitas dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Dalam hal impor barang kon- sumsi, jelas adalah hal yang perlu diwaspadai karena dapat menjadi "Namun, kami tetap me- nyambut positif komitmen pe- merintah untuk mengatur lebih jauh tata niaga restoran WI di antara restoran tradisional yang ditandai dengan dikeluarkannya PP No. 16/1997 tentang wara- laba tertanggal 18 Juni 1997," ucapnya. Dijelaskan, WI bisa cepat eksis secara internasional karena memiliki ciri yakni disiplin menjaga kualitas sajian dalam pasar yang kompetitif sehingga keberadaannya tetap bertahan, diingat dan selalu dicari pe- langgannya. "Salah satu yang menonjol adalah pengusaha WI harus mampu konsisten menyajikan menu tetap segar, hangat, lezat, dan rasanya sama disantap kapan saja dan di cabang mana pun. Ini kuncinya sehingga pelanggan selalu puas," katanya. Selain itu, pemegang hak waralaba (franchisor) selalu mengontrol keberadaan sistem yang dikembangkan masing- masing pembeli merek (fran- chisee)--mitra lokal, pengusaha baru. "Franchiseer' lokal memang pelaksana utama kesuksesan restoran WI, tetapi dia juga harus peningkatan produktivitas. Pada Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR yang membi- dangi pertanian, kehutanan dan transmigrasi, Mentan tidak menyebutkan jumlah konsumsi beras saat ini, namun ujarnya seiring dengan peningkatan penduduk maka akan terjadi peningkatan konsumsi beras. berkualitas khusus. Jika restoran WI sama sekali dilarang maka hal itu akan menghambat proses kemitraan tersebut, katanya, dan hak konsumen di daerah untuk menikmati kualitas pelayanan yang baik dan makanan ber- kualitas terhambat dan tidak ada alih sistem manajemen dan teknologi restoran WI. PRODUKTIVITAS Mentan menjelaskan, saat ini ada peluang untuk menurunkan tekanan terhadap perluasan lahan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi beras pada 2003 tersebut yakni dengan meningkatkan produk- tivitas pertanian yang saat ini sekitar 4,5 ton per ha (angka konservatif). Saat ini, tambahnya, ada (Ant) upaya meningkatkan produkti- Defisit Transaksi Berjalan, Pisau Bermata Dua Oleh Tjhai Hok indikasi rendahnya mutu barang buatan dalam negeri sehingga masyarakat beralih ke produk luar, yang pada gilirannya akan mendatangkan efek tidak baik bagi kegiatan ekonomi dan meng- gerogoti cadangan devisa. Un- tungnya defisit transaksi berjalan bukan terutama disebabkan unsur impor barang konsumsi. Masalahnya, sampai sejauh manakah daya tahan (nafas) ekonomi Indonesia menghadapi kondisi ini sambil menunggu gilirannya investasi (impor) tersebut memberikan hasilnya yang berupa nilai ekspor ten- tunya. Hal ini tergantung kepada berbagai faktor, setidaknya seper- ti: Besarnya cadangan devisa negara. - Kesediaan dan besarnya pin- jaman luar negeri (CGI, IMF, dan sebagainya). - Jumlah modal dan dana masyarakat. Besarnya cadagangan devisa penting untuk pembiayaan impor barang dan jasa. Makin besar cadagangan devisa negara, makin tinggi daya tahan ekonomi suatu negara. Selama ini, menurut dia, McDonald's Indonesia telah melakukan serangkaian penyu- luhan dan pembinaan kepada lebih dari 1.050 pengusaha rumah makan tradisional Indo- nesia tentang kunci meraih suk- ses dalam bisnis menu saji de- ngan manajemen internasional. "Mereka pesaing kami tapi juga mitra kerja sebab tidak mangkin orang keluar rumah dan membeli 'burger' terus menerus, pasti mereka akan mencari makanan lezat lainnya seperti sate, rujak, masakan Padang, gudeg, getuk, dan nasi goreng yang semuanya tradisio- nal," katanya. Kesediaan dan besarnya pin- jaman luar negeri tentunya dipengaruhi oleh faktor keper- cayaan luar negeri kepada In- donesia. Kepercayaan luar negeri akan tinggi jika dikembangkan berbagai faktor pendorong seperti transparansi tender proyek yang jelas, kemampuan tinggi dalam mengelola usaha mandiri yang semakin tidak tergantung bahan baku dan penolong luar negeri, maupun pembangunan in- franstruktur yang baik dan pemberantasan korupsi. Tentu saja setelah kemajuan ekonomi 20 terkuat di dunia ter- capai, diharapkan pinjaman luar negeri sudah harus berkurang. Hal ini setidaknya mengurangi risiko ketergantungan kepada (pinjaman) luar negeri serta Ia mengatakan kalau me- mang ingin memajukan restoran tradisional, perlu kiranya peme- rintah mempertegas tentang ke- tentuan agar setiap restoran WI harus membina pengusaha res- toran tradisional setempat. (Ant) vitas dengan menggunakan teknologi, misalnya saat ini Deptan sudah melepas varietas unggul antara lain, Membramo, Cibodas, dan Maros. "Produktivitas Membramo mencapai 6,0 hingga 6,5 ton per ha," ujar Sjarifudin. Selain itu, Institut Peneltian Padi Internasi- onal (IRR) di Filipina sedang meneliti varietas padi "Super rice" yang produktivitasnya mencapai 12 ton per ha. Menurut Mentan, ada pelu- ang untuk mengajak petani untuk menggunakan benih unggul dengan kualitas tinggi. "Saat ini baru 30 persen petani yang meggunakan benih berla- bel. neb gringst Selebihnya menghasilkan bibit sendiri yang kualitasnya belum tentu sama dengan yang diharapkan," jelas Mentan. Selain itu, lanjut Sjarifudin, In- donesia juga sudah mempunyai sistem perbanyakan dan penye- baran bibit unggul yang baik, sehingga bila ada varietas baru akan cepat dikenalkan kepada petani. Mengenai upaya membuat sawah beririgasi, Mentan menje- laskan, saat ini sulit mencari dana untuk membuat bendungan besar seperti Jatiluhur, padahal ada potensi daerah yang bisa diairi, misalnya Daerah Aliran Sungai Membramo, Irja. Namun ada kantong-kantong wilayah yang bisa diairi dengan bendungan-bendungan tidak besar. (Ant) beban cicilan hutang dan berupa pinjaman yang besar. Jumlah modal dan dana masyarakat sendiri tentu sangat mempengaruhi modal asing yang semakin lama makin bebas tidak tertentu. Artinya modal dan dana mempunyai tempat permanen asing setiap saat bisa saja ditarik oleh pemiliknya untuk ditaruh di menguntungkan sehingga hal ini negara lain yang dipandang lebih dapat menggoyang ekonomi suatu negara seperti yang terjadi pada salah satu negara Amerika Latin. Dengan demikian, segenap modal dan dana masyarakat harus diarahkan untuk kegiatan investasi yang produktif. Untuk itu tingkat suku bunga bagi bidang produktif harus dijaga bidang kurang produktif seperti tetap rendah, sedangkan untuk properti dapat dijaga relati tinggi... Bidang investasi yang produktif yang perlu dipacu adalah peng hasil bahan baku dan penolong substitusi impor, sebelum ke arah barang modal. Lebih baik lagi jika dipacu bidang investasi dengan bahan baku yang ber- sumber dari dalam negeri. Ar- tinya struktur industri yang berakar pada bahan baku dalam negeri. berbasis bahan baku/penolong Dengan makin kuatnya industri pemupukan modal dalam negeri dalam negeri akan meningkatkan yang pada gilirannya akan mengurangi ketergantungan pada dana dan pinjaman luar negeri sehingga akhirnya akan me- ningkatkan cadangan devisa negara. Dengan tercapainya kon- disi ini, perwujudan menjadi salah satu negara dengan pereko- mian terkuat di dunia bukan lagi impian. (Penulis anggota Institute of Internal Auditors Indonesia Chafter, tinggal di Tangerang). Ka B m n te it se M n II ta V lu R ta b I C t 7 91 9
