Tipe: Koran
Tanggal: 1997-07-03
Halaman: 15
Konten
y as ews ates C ews Hate Xi Xi t 14 Xi Xi t 160 ort r 97 11 0 utiful Kamis, 3 Juli 1997 Antara MANTAN KAPOLRI: Enam mantan Kapolri di antaranya Jend(Pol) Hoegeng, Jend (Pol) Banurusman, Jend( Pol) Moch Hasan, Jend (Pol) Awaludin Jamin, Jend (Pol) Moch. Sanusi, Jend (Pol) Widodo Budi Dharma, dll berfoto bersama seusai menghadiri HUT Bhayangkara ke-51 di Depik, Jabar, Selasa (1/7). Peringatan HUT Bhayangkara yang dipusatkan di markas Brimob tersebut dihadiri oleh tujuh orang mantan Kapolri dan para petinggi ABRI. Sumut Turunkan 50 MTQ Jambi, (Analisa) Sebanyak 27 propinsi di Indo- nesia memastikan diri mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional ke-18 di Jambi yang dijadwalkan berlang- sung 9-15 Juli 1997. Data dari Sekretariat Panitia MTQ Nasional ke-18 Jambi yang dikutip Rabu menunjukkan, jum- lah peserta dalam MTQN di Jam- bi 1.487 orang dan penggembira 454 orang, di antaranya datang bersamaan waktunya dengan rombongan kafilah. 50 Nasional di Jambi dya Jambi. Kalbar (53 kafilah) ditambah 35 penggembira tiba 3 Juli 1997 dan ditempatkan di Hotel Aini, sedang Kalsel menurunkan 60 ka- filah dijadwalkan tiba 4 Juli 1997 menginap di hotel Nusa Wijaya, sementara Kaltim menurunkan 50 kafilah, ditempatkan pada Mess BKKBN Telanaipura, Kodya Jambi, Kafilah Aceh berkekuatan 55 orang dan 20 orang penggembira dijadualkan tiba di Jambi, 4 Juli 1997, dan ditempatkan pada Ba- lai Penataran Guru (BPG) Kodya Jambi, sekitar 7 km dari lokasi MTQ Nasional ke-18 di Pall Me- rah Kodya Jambi. Sumut menurunkan 50 orang dan 35 penggembira, sementara kafilah Sumbar dengan jumlah peserta 50 orang tiba 5 Juli, di- tempatkan di hotel Wijaya sim- pang III Sipin Kodya Jambi, se- kitar 8 km dari arena MTQ Nasional. Kafilah Riau 50 orang dija- dualkan datang 5 Juli, menginap Motel Puri Hisada RSUP Tela- naipura Jambi, sekitar 8 km dari lokasi MTQ Nasional, sedang Jambi selaku tuan rumah MTQ Nasional berkekuatan 100 kafilah ditempatkan di Gedung Koni (sta- dion Tri Lomba Juang) Kodya Jambi. JUG Sumsel menurunkan 50 orang qari dijadualkan tiba 3 Juli 1997, dan Lampung (65 kafilah) tiba di Jambi 4 Juli 1997, ditempatkan pada BPG Kodya Jambi, semen- tara kontingen Bengkulu dengan jumlah 50 qari dan 10 orang penggembira, menginap di hotel Aini, kel. Lebak Bandung, Kodya Jambi, sekitar 6 km dari lokasi MTQ Nasional. Kafilah dari tujuh propinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Su- matera Selatan, Lampung dan Bengkulu, datang ke Jambi Bisnis ... yang tidak jelas indikasinya, indikasi perawatan yang tak jelas, dan lain-lain. menurut VII. PENUTUP Bisnis rumah sakit menurut penulis paling menguntungkan kalau dikelola mekanisme pasar, contohnya Program Swadana yang akan diberlakukan di Sumatera Utara (10 rumah sakit) milik pemerin- tah, Pemerintah jangan sampai mengabaikan pasien yang kurang mampu, karena rumah sakit Pemerintah mengemban misi kesejahteraan sosial dan pemera- taan. Oleh karena itu rumah sakit pemerintah dituntut untuk bisa melayani semua golongan sebaik mungkin, baik bagi pasien yang mampu atau yang kurang mampu. Kalau begitu apa yang harus dilakukan agar misi dapat di- jalankan tetapi pemasukan untuk mengatasi biaya operasional juga dapat diperoleh. Bila selama ini rumah sakit Pemerintah belum sepenuhnya menggarap segment menengah dan atas, tampaknya program swadana menuntut ru mah sakit Pemerintah melakukan hal itu. Hal ini penting agar rumah sakit Pemerintah dapat mem- biayai kegiatan operasionalnya. Dengan menggarap segment menengah dan atas itu secara serius, berarti akan terjadi subsidi silang. menggunakan bus. Kontingen DKI berjumlah 90 kafilah dan 100 penggembira ti- ba 4 Juli 1997, menginap di hotel Matahari 2 Kodya Jambi, sekitar 5 km dari lokasi MTQ Nasional, sedang Jawa Barat berkekuatan 87 kafilah dan 180 penggembira ditempatkan di hotel Penawar Ta- lang Banjar, Kodya Jambi, ber- jarak 3 km dari lokasi MTQ. Perhatian terhadap pelayanan pasien di atas juga harus diim- Jawa Tengah dan Yogyakar- ta yang menurunkan masing- masing 60 kafilah dijadwalkan ti- ba di Jambi, 4 dan 5 Juli 1997, dan ditempatkan di Asrama Ha- ji dan hotel Sederhana Kodya Jambi. Sementara Jawa Timur (80 kafilah) tiba 5 Juli dan ditempat kan di Sekolah SMKK dan Hotel Catteliya Telanaipura Kodya Jambi, serta Bali (33 kafilah) 5 Juli ditempatkan di Asrama Ha- ji Kodya Jambi, berjarak 5 km dari arena MTQ Nasional. NTB dan NTT yang menu- runkan masing-masing 50 dan 15 kafilah ditempatkan di gedung Taman Budaya, Sei Kambang Kodya Jambi (8 km dari lokasi MTQ Nasional) dan Asrama Ko- Jakarta, (Analisa). Menteri Agama Tarmizi Ta- her mengatakan, memang benar yang sering dikatakan orang bah- wa di Indonesia ini semua bisa diatur sehingga segala sesuatu bi- sa berjalan lancar. (Sambungan dari hal. 4) "Contohnya adalah saat keda- tangan Hari Raya Nyepi yang berbarengan dengan malam Tak- biran, beberapa waktu lalu, ter- nyata tidak menimbulkan konflik apa-apa", kata Tarmizi Taher da- lam sambutannya pada upacara Purna Pugar Pura Adhitya Jaya di Jakarta, Rabu. Sebelum Tarmizi memberi sambutan, Gubernur KDKI Jakar' ta Surjadi Soedirdja, meresmikan selesainya pemugaran Pura Adhi- Menag Memang Benar Semua Bisa Diatur bangi dengan perhatian kepada dokter, perawat, gedung, dan aset lain yang dimiliki rumah sakit Pemerintah. Dokter berkualitas dan loyalitas tinggi yang dimiliki rumah sakit Pemerintah perlu diimbangi dengan pemikiran un- tuk menambah insentif yang mereka terima. Jabatan Wakil Kepala Staf ju- ga akan diberlakukan di TNI-AU seperti diungkapkan Kasau Mar- sekal TNI Sutria Tubagus ming- gu lalu, begitu juga di Polri akan Kafilah ke ada jabatan Wakil Kapolri. Kafilah ke UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN TNI-AL membeli sebuah ka- pal angkut personil dari Rusia un- tuk memperkuat jajaran armada Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), di samping membeli Sulawesi Utara (30 kafilah) dan Sulteng (50 kafilah ditambah 28 penggembira) ditempatkan di hotel Telanaipura dan asrama ha- ji Kodya Jambi. Maluku (48 kafilah ditambah 8 orang peninjau), Irian Jaya (49 kafilah), dan Timtim (18 kafilah), ditempatkan masing-masing pada asrana haji, hotel Sovia Telanai- pura, dan mess PU/hotel Anggraini. Para perawat juga perlu diberikan pelatihan. Kebersihan gedung juga perlu diperhatikan. Dan ini semua membutuhkan biaya. Hal-hal inilah yang lebih mendorong perlunya rumah sakit Pemerintah melakukan marketi sasi agar tujuan ini berarti harus mandiri dalam membiayai kegiatan operasionalnya. Tapi misi rumah sakit pemerintah un- tuk memperhatikan kesejahteraan sosial dan pemerataan juga harus tetap dijalankan. Ini menuntut rumah sakit pemerintah untuk melakukan "repositioning" sehingga mengarah kepada kemampuan untuk bisa melayani dengan baik segala lapisan masyarakat, baik yang mampu atau kurang mam- pu. Untuk ini diperlukan SDM, dan bagaimana SDM di Sumatera Utara khusus di bidang perumah sakitan...? Ini terbukti (maaf), belum..., Lihat saja akreditasi yang baru dilakukan oleh Depkes, dimana lebih 100 rumah sakit di Sumatera Utara hasilnya... tanyakan saja Ka. Kanwil Persi. • Penulis adalah dokter S2 Kesehatan Masyarakat USU/UI MTQ Nasional ke 18 di Jam- bi yang dijadwalkan akan dibu- ka Presiden Soeharto, 9 Juli 1997, memperlombakan cabang Tila- watil Qur'an, Tafsir Qur'an, Syah ril Qur'an, Tartil Qur'an, Fahmil Qur'an, Khotil Qur'an, dan Hif- sil Qur'an (hapalan). (Ant) tya Jaya, yang terletak di kawa- san Rawamangun, Jakarta Timur itu. Menurut Tarmizi, saat diketa- hui Nyepi dan Takbiran tiba pa- da waktu sama, memang banyak yang mengkhawatirkan akan ada- nya konflik, terutama di Bali, ka- rena dua hari raya ini memang sa- ling memberikan suasana yang berbeda. "Saat Nyepi, umat Hindu di- larang berbuat keramaian. Se- dangkan saat Takbiran oleh umat Islam, justru menimbulkan suasana meriah dan ramai", katanya. Namun kenyataannya, setelah segala sesuatunya diatur secara te- gas oleh pemerintah, katanya, ter- nyata masing-masing umat yang saling berlainan agama ini dapat menjalankan toleransi yang baik. Oleh karena itu, kata Tarmi- zi usai acara ini, berita-berita yang menyebutkan bahwa keribu- tan yang terjadi belakangan ini di- sebabkan adanya konflik agama adalah tidak benar samasekali. Dia juga menyebutkan, umat- umat beragama saat ini juga ha- rus makin disadarkan bahwa ba- nyak manusia yang agamanya berlainan dengan mereka. KENALAN TIDAK SEAGAMA "Dulu saat globalisasi belum berlangsung, mungkin saja kita hanya mengenal orang-orang se- kampung yang agamanya sama dengan kita, sedangkan saat ini orang dengan mudah mendapat- kan kenalan orang yang tidak seagama", katanya. IKLAN 554711 TURUT BERDUKACITA Atas meninggalnya, Bapak LIU TEK SUN (Abang Ipar dari Bapak Pangeran Leo) Semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan kepada keluarga yang ditinggalkan hendaknya tabah dalam menghadapi musibah ini. Dari : ADPT. TIMUR AGUNG KENCANASARI-JKT MASPION GROUP TUD. TIMUR RAYA-SURABAYA Kasal Benarkan Akan Ada Jabatan Wakasal TNI-AL Beli Kapal Angkut Personil dari Rusia dua kapal bantu umum tipe Ca- raka Jaya dari PT PAL Sura- baya, kata Kepala Staf TNI-AL (Kasal) Laksamana TNI Arief Kushariadi. Jakarta, (Analisa). Kepala Staf TNI-AL (Kasal) Laksamana TNI Arief Kusharia- di membenarkan dalam waktu de- kat TNI-AL akan memiliki se orang Laksamana berbintangtiga (Laksamana Madya) dengan ja- batan Wakil Kasal (Wakasal). "Tunggu saja, Pangab dalam waktu dekat akan mengumum- kannya," katanya seusai HUT ke-36 Komando Lintas Laut Mi- liter (Kolinlamil) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu. - Dengan adanya jabatan Wa- kasal maka jabatan deputi Kasal (dijabat Pati berbintang dua) yang selama ini dikenal di TNI- AL akan diganti dengan sebutan Asisten sedang pejabatnya tetap berbintang dua. Di lain pihak, katanya, satu hal yang perlu ditekankan perlu- nya umat beragama dalam meng- hormati ketegasan pengaturan pe- merintah dalam hal ini. Pura Adhitya Jaya didirikan tahun 1972 dan diresmikan pema- kaiannya tahun 1973, sedangkan Purna pugar yang selesai pelak- sanaannya itu adalah pada tem- bok pura dan tembok pekarang-bagai instrumen yang terkait Bentar, yang masing-masing an, serta pendirian dua Candi dengan perut," katanya. menghadap ke Jalan Ahmad Ya- ni dan Jl. Daksinapati. (Ant). Jakarta, (Analisa). Seorang pengamat sosial dari LIPI, Masyuri Imron, berpen- dapat pengawasan telah me- ngalami pergeseran makna men- jadi semacam "proyek" dan itu menyebabkan fenomena korup- si dan pungutan liar (pungli) di negara berkembang sulit dibe- rantas. "Makna ideal pengawasan adalah siapa mengawasi siapa dengan ketentuan yang tegas, namun makna itu telah bergeser menjadi semacam 'proyek"," katanya di Jakarta, Rabu. Imron mengemukakan pen- dapatnya itu ketika ditanya se- hubungan dengan maraknya isu korupsi dan pungli di negara- negara berkembang, terutama di Indonesia akhir-akhir ini. Untuk menekan fenomena itu di Indonesia, ada pihak yang menyarankan agar dibentuk lembaga anti-korupsi. Pihak-pihak yang mengelu- arkan ide antara lain meman- dang perlunya dibentuk lembaga tersebut disebabkan efektivitas pelaksanaan UU No.3/1971 ten- tang Tindak belum maksimal. ana Korupsi Ia menyatakan, pergeseran itu mengakibatkan esensi pe- ngawasan bukan untuk melaku- kan pengamanan atas keuangan pembangunan, tetapi telah beru- negara dan jalannya program bah menjadi alat kepentingan pribadi. Antara TERPENGARUH : Seorang pialang saham (kanan) mengangkat kakinya sembari mengawasi layar monitor komputer di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Selasa (1/7). Perdagangan saham di BEJ mengalami kegairahan karena dipicu oleh me=araknya transaksi di berbagai bursa regional, terutama Hong Kong setelah penyerahan kembali koloni Inggris itu kepada China, Senin (30/6) tengah malam. Pengawasan Jadi "Proyek" Sebabkan Pungli Sulit Diberantas adanya pergeseran makna pe- ngawasan menjadi sebuah "proyek" membuktikan bahwa pelaksanaan pengawasan pem- bangunan dan pengamanan keuangan negara masih sangat kompleks. "Bagaimana mungkin aspek pengawasan akan berjalan suk ses jika para pengawasnya masih menjadikan pengawasan itu se- la menyatakan, saat ini as- pek pengawasan pembangunan dan anggaran banyak dilaksana- kan oknum-oknum menjadi semacam alat untuk memeras pihak yang diawasi. Akibatnya, aspek pengawasan dijadikan alat untuk kepentingan pribadi para oknum. ANALISA Rencana pembelian kapal ang kut personil dan kapal bantu umum itu disampaikan Kasal da- lam amanatnya ketika memimpin upacara militer memperingati 36 tahun Kolinlamil di Tanjung- priok, Jakarta, Rabu. Laksamana Arief mengata- kan, kapal angkut personil eks Rusia yang dibeli tersebut adalah kelas Fersman. Sebelumnya, Ko- linlamil telah menerima empat ka- pal Landing Ship Tank (LST) ke- las Frosch eks Jerman untuk memperkuat armada angkutnya. Kasal menyatakan penamba- han armada angkut untuk Kolin- lamil tersebut merupakan salah satu upaya realisasi dari komit- men TNI-AL untuk meningkat- kan kekuatan dan kemampuan Kolinlamil. "Jika banyak lembaga, tentu mekanisme pengawasan akan semakin ruwet. Dikhawatirkan antarlembaga pengawasan yang kesulitan mengawasi tugas di- rinya dan pelaksanaan fungsi pengawasan justru terlupakan," katanya. Satu persoalan yang disorot Masyuri Imron adalah adalah Menurut Masyuri Imron, kecilnya tindak lanjut atas temuan adanya kebocoran uang negara dan ketidakberesan proyek pembangunan. "Persoalan itu telah menjadi rahasia umum," katanya. "Kapal angkut personil eks Rusia itu untuk kita perlukan ka- rena kapal angkut personil yang ada sekarang, yakni KRI Tanjung Oisina, usianya sudah cukup tua, hampir 40 tahun," kata Laksa- mana Arief yang ditanya seusai 31 KIE GEK TIANG (Jkt) LIM MEI CEN (Bali) TAN HONG KIAW (Jkt) Suami: YEN CEN AN Persoalan pengawasan pem- kritis karena menyangkut masa bangunan dan keuangan negara depan bangsa terutama genera- di negara-negara berkembang si muda. menjadi persoalan yang serius karena umumnya perangkat lembaganya banyak belum ber- fungsi maksimal. Jika tidak lem- baga yang belum ada, manu- sianya yang tidak siap, katanya. TAK PERLU Masyuri Imron menyatakan, khusus di Indonesia, untuk pe- ngulangan korupsi dan kolusi tak perlu ada lembaga khusus mengenai anti-korupsi karena lembaga yang ada saat ini sebe- narnya telah cukup, namun fungsinya belum terlihat. "Lembaga yang ada saja be- lum difungsikan maksimal, maka tak perlu dibentuk lem- baga pengawasan baru. Perlu komitmen untuk betul-betul memfungsikan lembaga yang ada," katanya. Ia menilai, tidak ada guna- nya membentuk lembaga pe- ngawasan baru karena justru akan menambah keruwetan me- kanisme pengawasan yang be- lum terlaksana dengan baik. 'Ada tindak lanjut tetapi ka- sus-kasus yang kecil-kecil. Ini menjadi preseden bahwa pe- ngawasan dan hukum masih me- mandang siapa yang dihadapi," katanya. upacara. Sebelumnya, kalangan DPR RI menyoroti pemberantasan korupsi sangat tergantung niat dan tekad untuk melaksanakan anti korupsi. "Untuk membentuk badan baru hanya akan menambah bi- rokrasi. Padahal aparat yang berwenang untuk tugas itu telah ada yakni Kejaksaan Agung," kata Ketua FKP DPR, Moesta- hid Astari. Menurut Kasal negosiasi de ngan Pemerintah Rusia saat ini "hampir selesai" menyangkut pembelian kapal angkut personil tersebut. Laksamana Arif menye butkan kapal baru dari Rusia itu memiliki bobot mati 8000 ton. Kasal juga menyatakan ke- inginan TNI-AL untuk membeli kapal-kapal perang dari negara lain selain Rusia. "Namun se- muanya tergantung dari keuang an negara," ujarnya sambil me- nambahkan negosiasi yang dila- kukan selain dengan Rusia ada- lah dengan Ukraina. Pilihan membeli kapal jatuh ke Rusia, kata Kasal karena kapal-kapal yang ditawarkan ne- geri itu "murah meriah". TNI-AL sejak 1994 memper- barui armadanya dengan membeli 39 kapal perang eks Jerman, ter- diri atas 16 korvet kelas Parchim, 14 LST kelas Frosch dan sembi. Kedudukan Penasehat Hukum di lan penyapu ranjau kelas Kondor. Armada TNI-AL pada awal tahun 60-an sebagian besar kapal perangnya adalah buatan Rusia. Saat itu bahkan TNI-AL memili- ki satu kapal penjelajah "RI Irian" yang dibeli dari Rusia. (Ant). (ALIANDU) Anak Lk: YEN PIN COU (ERIWANTO) YEN PIN CHEN (DAVID GOON) Anak Pr: YEN LY PHIN (FANNY) YEN LY SIEN (JEANNY DIANA) Abang Ipar: YEN CEN JEN Istri Abang Ipar: PHAN LIÊU FONG Kakak Ipar: YEN YAU CHIN YEN MEI CHIN Adik Ipar Pr: YEN YEK CHIN Pemberantasan perlu dimu- lai dari sekarang, namun hasil- nya baru akan dirasakan ge- nerasi yang akan datang. "Ibarat menanam pohon jati yang umurnya 50 tahun, hasilnya un- tuk generasi generasi yang akan datang," katanya. Wakil Ketua F-PDI Budi Hardjono memandang, "politi- cal will" pemerintah untuk betul- betul melaksanakan kegiatan anti korupsi masih perlu diting- katkan lagi, meskipun telah ada UU No.3/1971 tentang tindak pidana korupsi, Wakil Ketua komnas HAM, Marzuki Darusman menyata kan, perlu ada tekad simbolik politik-psikologis yang mem- beri amanat serius kepada pu- blik bahwa pemerintah sung- sung-sungguh mau memberan- tas fenomena tersebut..(Ant) Beijing, Analisa China telah menandatangani suatu kesepakatan jangka panjang untuk meluncurkan satelit-satelit bagi General Motors Corp (GM) divisi antariksa, menurut laporan kantor berita Xinhua. China akan menggunakan serangkaian roket "Long March" untuk meluncurkan sekurang- kurangnya lima buah satelit GM dengan option lima buah lagi. GM divisi antariksa juga merupakan subsidiari "Hughes Space & Communications Inter- national" AS. Ketua Poksi FABRI DPR, T. Tarigan menambahkan, persoal an korupsi di Indonesia sangat KABAR DUKACITA China berusaha mempertahan- kan citranya sebagai negara yang mampu meluncurkan satelit dengan biaya rendah sejak sejumlah kegagalan dalam 1995. (Ant/Rtr/Mfr) Telah meninggal dunia dengan tenang: Menantu/Anak/Istri/Ibu/Ipar/Saudari/Makcik ka- mi yang tercinta. LIE PAI CU (Tutup usia: 43 Thn) Pada hari Rabu tgl. 2 Juli 1997 Jam. 07.30 Wib di R.S.Elizabeth Medan. Jenazah mendiang disema- yamkan di Balai Persemayaman Angsapura Blok. 1 Jl. Waja No.2 Tel.745503 Medan dan akan dike- bumikan pada hari Jumat tgl. 4 Juli 1997 Jam. 11.00 Wib di Pekuburan Tionghoa Galang. Ayah Mertua: YEN KOK HOК Ibu Mertua: NG CHUI ING Ayah: LIE CHIN THONG (†) Ibu: CAN SIU IM Pakcik: YEN KOK CHI Pakcik Luar: Kami Yang Berdukacita: Abang Kandung: LIE CHUN HAU (Jkt) (AGUS SUSANTO) LIE CHUN LI LIE CIEN MING LIE SHING KUANG (BENO SUSANTO) Istri Abang Kandung: LIB YEK LY (Jkt) KOK LY LING HUANG SIAU CEN YAP SIU IK Adik Kandung Lk: LIE CIEN HUAT (FADRICK SUSANTO) Istri Adik Kandung: TAN CHIU SIEN (ENNY SOEGIARTY) Kakak Kandung: LIE PAI HUA LIE CHIN HENG (†) LIE CHIN BU (†) LIE CHIN BUN (Jkt) Istri Pakcik Luar: RUUK juga memiliki kelebi- han lain, seperti perbaikan atas peraturan mengenai Manpower Planing, pelatihan, tenaga kerja asing, dan sanksi yang berat ke- pada pengusaha yang melanggar peraturan. Tetapi ada beberapa kontro- China Luncurkan versi yang perlu diperbaiki anta- Satelit GM ra lain, aturan tentang mogok kerja, berserikat, dan penyelesai- an perselisihan. Suami Kakak Kandung: KOK TAK KOK (†) Adik Kandung Pr: LIE MEI IE (LIE PEK GEK) LIE PAI SUAN (Sby) LIE MEI MEI Suami Adik Kandung: CUANG MING SIN LAU IE KHUN (Sby) CHOU CIN FONG (EGI) Beserta Kemanakan & Keponakan Antara PENTAS MUSIK: Nugie, salah seorang pemusik alternatif Indonesia, diangkat sejumlah penari asal Irian Jaya, ketika membawakan lagu-lagunya pada acara "I Like Monday" di Hard Rock Cafe, Jakarta, Selasa (1/7) dinihari. Acara pentas musik yang diselenggarakan setiap minggu itu sangat membantu dalam meningkatkan mutu musik Indonesia. Dan Segenap Keluarga Jl.Kota Baru III No.18 Petisah Medan Jl.Serdang No.268-269 Psr.Bengkel Perbaungan Indonesia Memprihatinkan ada organisasi atau federasi yang sangat kuat yang dapat mengen- dalikan penegakan hukum dan etika di organisasi ini. "Jadi kalau selama ini belum ada, jangan menuntut bahwa me- reka akan diakui sebagi bagian dari administrasi peradilan. Di In- donesia, kedudukan penasehat hukum masih termasuk disepele- kan karena organisasinya belum menjadi sesuatu yang solid," katanya. Semarang, (Analisa) Pakar Hukum Pidana Univer- sitas Diponegoro (Undip) Sema- rang, Prof Dr Muladi SH, me- ngatakan kedudukan penasehat hukum atau pengacara di Indone- sia sampai kini masih mempriha- tinkan, sehingga selama ini orga- nisasi mereka nampak disepele- kan oleh masyarakat dan kala- ngan lain. "Organisasi mereka tidak so- lid sehingga anggotanya mudah berpindah dari satu organisasi ke organisasi lain, sehingga perlu pembenahan secara serius karena di luar negeri penasehat hukum atau pengacara sudah masuk da- lam administrasi peradilan," ka- tanya di Semarang, Rabu. Dikatakannya, kondisi yang memprihatinkan dari penasehat hukum tersebut karena memang organisasinya yang kurang atau tidak solid. Boleh ada Ikadin dan organisasi semacam, tetapi harus Waktu peluncuran ditetapkan antara semester kedua tahun depan hingga akhir 2006. Kesepakatan tersebut ditanda- tangani antara Hughes dan China Great Wall Industry Corp, perusahaan negara yang mena- Sejumlah organisasi tenaga ngani kontrak peluncuran kerja internasional seperti Inter- komersial dengan perusahaan national Confederation of Trade asing. Xinhua menlukiskan Union (ICFTU) dan World of penandatanganan itu sebagai suatu Confederation of Labour (WCL) pertanda kemajuan baru dalam program pengembangan antariksa di Jenewa telah mengeluarkan komersial. Jakarta, ( Analisa ). Terlalu prematur menilai RUU Ketenagakerjaan tidak memperjuangkan dan melindungi hak pekerja, kata Ketua Umum FSPSI Marzuki Achmad di Ja- karta, Rabu. Marzuki ketika diminta pen- dapatnya atas komentar sejumlah negara dan organisasi ketenaga- kerjaan internasional di sidang ILO di Jenewa baru-baru ini, me- nyatakan RUUK saat ini sedang dalam pembahasan di DPR RI se- hingga belum final. Dia juga menyebutkan, FSPSI saat ini sedang berjuang keras agar RUUK memberi per- lindungan dan hak-hak pekerja dan aktivis pekerja. Marzuki juga menghargai si- kap pemerintah yang akomodatif terhadap masukan-masukan dari berbagai pihak, termasuk dari ka- langan LSM. Selain itu, katanya, ada bebe- rapa formulasi yang harus diper- baiki, yaitu tentang perlindungan tenaga kerja wanita dan anak. Formulasi yang tercantum dalam RUUK dinilai terlalu singkat se- hingga dapat disalahtafsirkan, dan akhirnya bisa merugikan pekerja. Oleh karena itu ia menilai for- mulasi ini pun harus diperbaiki atau minimal dikembalikan sesuai formulasi dalam undang-undang sebelumnya. "Kalau hal-hal yang saya se- butkan itu diperbaiki, kami yakin RUU Ketenagakerjaan akan lebih baik dari undang-undang sebe- lumnya", ujarnya. Terlalu Prematur Menilai RUUK tak Bela Pekerja Dalam menangani hal itu, yang penting adalah etika. Kalau organisasinya macam-macam te- tapi anggotanya loncat sini, lon- cat sana, tentunya itu sesuatu yang benar, sedang kualitas pena- sehat hukum akan ditentukan dari organisasinya, kalau me- mang solid tentu anggotanya ju- ga memiliki kualitas yang baik. Di luar negeri, tambahnya, or- ganisasi penasehat hukum sangat kuat karena penasehat hukum nya. (Ant) FSPSI : pernyataan miring terhadap kon- disi tenaga kerja di Indonesia. Istri: KHOE CHUT NGÔ TO KWI ME (TUKINI) Anak lelaki: KWEK PHONG HUI (LN) KWEK PHONG SIM (HUSIN) KWEK PHONG YEN ( KHOE PONG DJI ) KWEK PHONG HWAT (WATIMAN) KWEK PHONG MIN (BING SELAMAT) Jakarta, (Analisa). Masyarakat diminta mene- rapkan gaya hidup sehat yakni mengkonsumsi makanan bergi- zi seimbang, berolah raga ter- atur dan tidak merokok agar ter- hindar penyakit jantung, kata Ketua Persatuan Dokter Spe- sialis Kardiovaskuler Indonesia (Perki) Dr. Dede Kusmana, di Jakarta, Rabu. Halaman 15 Menurut dia, penyakit jan- tung merupakan penyakit nomor satu di Indonesia yang mengaki batkan kematian dan dari tahun ke tahun meningkat jumlah pen- derita jantung khususnya koro- ner yang diakibatkan menghisap rokok. masuk dalam lingkup administra- si peradilan. Sedangkan di Indo- nesia, organisasi yang cukup kuat baru Ikatan Dokter Indonesia, se- dang pengacara atau penasehat hukum masih termasuk disepelekan. "Sebetulnya Indonesia sudah cukup banyak melakukan perbai- kan ketenagakerjaan. Tetapi WCL tidak puas, karena yang ki- ta lakukan dinilai belum sesuai lainnya. (Ant). Hasil Survei Kesehatan dan Rumah Tangga (SKRT) 1996 menyatakan bahwa 16,9 persen "Justru yang diperdebatkan sekarang ini bukan bagaimana ca- ranya memperbaiki organisasi pe- nasehat hukum maupun pengaca- ra, tetapi kedudukan antara Mah- kamah Agung (MA) dan Depar- temen Kehakiman, karena dilihat adanya kerancuan dalam tugas kedua lembaga itu," kata Muladi. Makanan dan Olah Raga Teratur Cegah Penyakit Jantung Ia menjelaskan, sebenarnya secara politis kedua lembaga itu tidak perlu diperdebatkan karena memiliki tugas dan fungsi sendiri- sendiri, apalagi semua pihak ha- rus melihat sejarah pendiriannya dan konstitusi di sini. "Jadi tidak perlu diperdebatkan lagi," kata- 66 mm X 40 mm = Rp. 60.000,- 66 mm X 60 mm =Rp. 75.000,- Pembayaran ΚΟΝΤΑΝ dengan yang diinginkannya", ka- ta Marzuki. Menurut Marzuki, yang diso- rot oleh Komite Aplikasi di Jene- wa bukan hanya Indonesia saja, tetapi 27 negara berkembang "Gaya hidup sehat, antara lain makan secara teratur yang berprotein, berserat dan me- ngurangi makanan berlemak, mengurangi berfikir tegang, Kongres Kardiologi ke-11 stres, mengawasi tekanan darah se-ASEAN berlangsung 6-10 dan kadar gula," katanya berkait Juli 1997 di Jakarta itu akan an penyelenggaraan Kongres diikuti 1.500 peserta dari dokter Kardiologi Se-ASEAN, di Ja- ahli jantung dan dokter umum karta, 6-10 Juli 1997. dari negara ASEAN. Kongres akan diisi seminar, tukar me- nukar teknologi baru dalam pe- nanganan jantung dan pameran alat kedokteran. penduduk Indonesia menderita penyakit jantung sebagai akibat gaya hidup moderen, ketegang an pikiran yang meningkat, ke- biasaan merokoh dan mengkon- sumsi makanan berlemak secara berlebihan. Sementara, SKRT pada 1992 penyakit jantung menduduki urutan ke-11 penyebab kema- tian di Indonesia, sedang SKRT 1986 penyakit itu menduduti urutan ke-3 penyebab kematian setelah penyakit infeksi saluran nafas dan diare. Tout Berdukacts TURUT BERDUKACITA Memorial) dalam (YENNIWATY) LI SE (LILIS ELFI) KWEK FANG YIN Atas meninggalnya : Ruangan Khusus LI SOK CUA/SYAHRUM Ukuran: Seusai pembukaan kongres juga Perki mengadakan per- temuan persatuan dokter ahli jantung se-Asia Pasifik ke-5 yang akan membahas antisipasi perkembangan penanganan penyakit jantung menjelang abad 21. (Ant) Semoga arwah beliau diterima disisi Tuhan Yang Ma- ha Esa dan kepada keluarga yg ditinggalkan hendak- nya tabah dan sabar dalam menghadapi musibah ini. Dari : FRANSENA Fashion (AMENG) KABAR DUKACITA Telah meninggal dunia dengan tenang, Suami/Ayah/Mertua/Kakek kami yang tercinta. KWEK TJAI TONG (Tutup usia 90 tahun) HOK KIAN LENG NGA Pada hari Selasa tgl. 1 Juli 1997 pukul 23.20 Wib. di kediaman kami Jln. Sisingamangaraja No.634 Perdagangan, jenazah mendiang disemayamkan di Rumah Sosial Budi Bhakti Perdagangan dan akan dikebumikan pada hari Jum'at tgl. 4 Juli 1997 pukul 12.00 Wib. di Pekuburan Tionghoa Ban- dar Pulo Perdagangan. KAMI YANG BERDUKACITA: Anak perempuan: (WANDY) KWEK IK IN (NENGSIH) KWEK BUN CEN Menantu perempuan: CHANG SIN KHIANG (EN) TING SIU ING LOEI HOEI LIN TIO SIAN HWA NGUI PIK YIN (SUARTI NORMAN) Cucu dalam lk: KWEK BUN CIEK (SUDEN ARIF SOFYAN) KWEK BUN SIN (RUDY) ANDERSON NICHOLSEN Cucu dalam pr KWEK SIAU HUI (LN) LINA (NINAWATI) LI NI (PUTRI JUNDALLAS) LIVIA ELLIS DAN SEGENAP KELUARGA -Toko BINTANG HARAPAN Jln.Sisingamangaraja No.634 Perdagangan -Toko OSAKA JAYA Jln. Thamrin No. 143 Medan -Jl. Japaris Gg. Kemala I No. 45 Medan
