Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Berita Yudha
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-06-15
Halaman: 02

Konten


Perancis Terbuka Yayuk ke Semifinal Birmingham, BERITA ayuk Basuki mencatat sejarah paling mutakhir di turna pertama kalinya sejak keikutsertaan di turnamen pemana- san tampil di Wimbledon ini ratu tenis Indonesia itu menca- | pai semifinal. Memperebutkan hadiah total 164.250 dolar atau sekitar Rp 390 juta, unggulan keempat Yayuk di perempatfinal menghentikan petenis tangguh Magdalena Maleeva dari Bulgaria dengan skor 7-6 (7-4), 6-2, Jumat malam, Yayuk yang kini menempati peringkat 31 dunia bertarung gemilang dan memimpin hingga 3-0 pada set pembukaan. Kegemilangannya juga antara lain diperlihatkan kehebatan | mematahkan servis lawan yang diunggulkan di tempat ketujuh ini hingga dua kali. Namun Maleeva perlahan-lahan bangkit dan dapat me- nyamakan kedudukan 6-6 di game ke-12. Setelah kedudu- | kan imbang Yayuk seperti tersentak dan kembali tampil menekan. Upaya Yayuk ini membawa hasil setelah ia dapat mengunci Maleeva pada tiebreak dengan kemenangan 7-4. Kemenangan di set pembukaan ini membuat Yayuk dili- put percaya diri dan bermain lepas. Sehingga pada set ke- dua Yayuk terus menekan Maleeva sampai kedudukan 5-2. Pada saat kritis itu Maleeva berusaha keras untuk menahan laju Yayuk yang sempat meraih dua kali match point. Namun lagi-lagi upaya Maleeva tidak membuahkan hasil ketika ia melakukan kesalahan ganda dalam servis di game ke-8. Setelah itu sebuah drop shot Maleeva sempat menge- coh Yayuk. Namun kemudian Yayuk membalasnya dengan satu pukulan winner yang membawanya ke semifinal. | Bhinneka Kesulitan Bhinneka mendekati ring ini sempat membuat pemain Bhinneka frustasi. Sejak menit 11 hingga menit 17, pemain Bhinneka tidak mencetak satu angka pun. Se- mentara pada selang waktu tersebut, Panasia telah menge- mas 20 angka. Dimulai pada sebuah lemparan tiga angka Ağus membuat Panasia unggul, 53-45. Pemain Panasia terus memimpin 55-45 dan 68-45 pada sisa waktu tiga me- nit. Sisa waktu tersebut, pemain Bhinneka hanya mampu menambah 10 angka dan takluk dari Panasia, 75-55. Hasil ini, Panasia menduduki peringkat keempat, se- dangkan peringkat teratas Bhinneka, kedua dan ketiga Pe- lita Bakrie dan Pasifik Bank Swadesi. #bet Liga Indonesia 1996-97 BR tak Tergeser Jakarta, BERITA "Saya sangat senang dapat menaklukan Magdalena. Walaupun di set pertama saya sempat harus berusaha keras. Tetapi di set kedua saya bermain lebih baik," kata Yayuk yang tahun 1997 ini belum meraih satu gelar juara, 1 Jika dikaitkan dengan kasus di Tanah Air, ambisi Yayuk yang ingin sekali masuk 10-20 besar dunia, seharusnya sa- ngat mendukung. Namun, ternyata Yayuk masih diganggu", ketika PB Pelti mencoret namanya dari anggota Fed Cup In- | donesia, saat menghadapi Italia, di play off grup 2 dunia. I | 1 Alasannya, Suharyadi, suami merangkap manajer Yayuk Basuki, dinilai lancang, ketika meminta ITF (petinggi tenis dunia) agar partai Yayuk dimainkan di rebound ace, tidak di tanah liat (clay). Padahal, Pelti sudah memilih tanah liat Senayan. Keputusan Peliti tidak memanggil Yayuk Basuki sebagai anggota Fed, sebetulnya semakin memberi kesempatan Yayuk semakin total memikirkan karirnya, | ketimbang "pernik-pernik" Pelti. #ant/hil Panasia Taklukkan 1 kuncinya, Nur Alim dan Sudirman, juara kompetisi 1995-1996, Bandung Raya optimis meraih angka penuh atas Medan Jaya, dalam lanjutan kompetisi Liga Indonesia di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu (15/6) petang. | | 1 | Surabaya, BERITA im Panasia Indosyntec Bandung, menundukkan tim | pendatang baru ini untuk menjadi tim tak terkalahkan. Pada pertandingan terakhir putaran pertama "A Mild™ Kobatama | di GOR Kertahaya Surabaya, Sabtu kemarin, Panasia I mengalahkan Bhinneka 75-55 (36-29). | Pointguard Panasia, Ray Kelly, mencetak angka terba- | nyak 23. Pemain asing lainnya, Patrick Teagues menyum- bang 15 angka. Pemain lokal Panasia, I Gede Agus menjadi salah satu motor kemenangan timnya dengan 16 angka, termasuk diantaranya, catatan seratus persen lemparan tiga angka. Dari empat kesempatan lemparan tiga angka. Agus melesakkan 12 angka. Bagi Bhinneka, kekalahan ini adalah kekalahan pertama pada putaran pertama yang berlangsung 8-14 Juni kema- rin. Pada empat pertandingan terdahulu, pendatang baru Bhinneka mengalahkan BS Nikko Steel, IM Texmaco, Sili- wangi dan bahkan menelan juara bertahan Aspac, 81-73. 1 Menghadapi Panasia, Bhinneka kesulitan meladeni permainan tempo tinggi yang diterapkan Ray Kelly Cs. Baru berjalan lima menit, Panasia sudah memimpin 10-3. Keung- gulan Panasia terus berlanjut hingga usai babak pertama berakhir 36-29. | 1 Itu merupakan bukti Persebaya pantas disebut sebagai kandidat juara dalam musim kompetisi Liga Indonesia saat ini, tambah Hery Kiswanto. Tim kebanggaan arek-arek Suroboyo itu, akan diuji lagi kebolehannya oleh Johor FC. sore ini. Johor, kemarin, dikalahkan Dong A, 1-0 langsung, melalui tembakan keras Kan Hu, empat meter diluar kotak penalti. Kapten kesebelasan Bandung Raya, Hery Kiswanto yang berhasil dihubungi BERITA di Bandung semalam mengatakan, target kami sekarang ini bukan hanya seka- dar menang dari Medan Jaya, tetapi juga memenangkan ti- ga partai sisa lainnya melawan Semen Padang, PSBL dan Persija Pusat. "Saya yakin kalau target itu dipenuhi Ban- dung Raya yang kini baru mengantongi nilai 26 bisa tampil diputaran final 12 besar nanti," tegasnya. Hanya saja, untuk menggeser pimpinan klasemen Persebaya yang kini sudah mengantongi angka 36, jelas tak mungkin, sebab Persebaya masih memiliki 5 kali pertandingan sisa. Apalagi belakangan ini prestasi Persebaya meningkat, terbukti dalam pertandingan segitiga hari jadi kota Surabaya ke-704, Jumat lalu, Persebaya | berhasil menang telak, 3-0 atas tim tangguh Dong A Pusan dari Korsel. 1 1 MINGGU 15 JUNI 1997 Bicara sepakbola Amerika Latin, tak pernah dijadikan polemik. Pasalnya, komunitas di kolong bumi ini percaya SPORT 1000 persen, bahwa semua pemain dari Amerika Latin, selalu seniman, selalu akrobatik, dan selalu menjadi eneo ibutae for buah bibir. Yang menjadi Mario Zagallo MUTU, PRESTASI, TALENTA dan..... pertanyaan besar, mengapa Copa de American, selalu miskin promosi? REPRO Siaran Tunda RCTI Minggu Pukul 22.30: Argentina vs Cile COPA AMERICA outh American Football Confederation atau Persatuan sepakbola Amerika Selatan, kali ini kena batunya. Pasalnya, pentas dua tahunan Copa Amerika 1997 yang digelar 11-28 Juni di Bolivia, digugat kwalitasnya. Karena jauh menurun ketimbang pentas sebelumnya. S Dari 12 peserta yang dibagi dalam tiga grup itu, hanya tiga peserta saja yang menurunkan tim utamanya, Brasil. Venuzuela dan Bo- livia. Selebihnya, menurunkan tim nasional B-nya. Bahkan Ekuador dan Peru mengirim tim nasional U-23 nya. Beruntung, Brasil. juara bertahan yang sudah pasti lolos ke Prancis. sejak awal memang menjanjikan ba- kal turun dengan kekuatan terba- iknya. Hal ini wajar karena pelatih Mario Zagallo, butuh ajang pemana- san. sebelum ke pentas dunia, World Cup 1998. menepati janjinya, untuk menurunkan tim terbaik Samba Brasil di Copa Amerika 1997. Padahal, kalau tidak, entah apa jadinya kompetisi paling akbar di Amerika Latin ini, karena hanya dua negara yang turun dengan tim kelas satunya, tuan rumah Bolivia dan Venuzuela. Sementara Bolivia turun dengan kekuatan penuh demi gengsi seba- gai tuan rumah. Mereka bertekad mengulang prestasi tahun 1963 merebut Copa Amerika dikandang sendiri. Bolivia, katanya punya mo-' dal, bermain di ketinggian kota La Paz, yang sering cepat menguras tenaga pemain. Biaya 20 juta dolar AS, adalah harga yang pantas untuk Bolivia meraih gelar. Jika gagal, Mar- co Echeverry, striker Bolivia, akan menunggu 20 tahun lagi, di mana diri- nya sudah menjadi pelatih, saat mendapat giliran jadi tuan rumah lagi. Salah satu kelemahan program Copa de American, karena waktu- nya begitu dekat dengan pra-kualifi- kasi Piala Dunia 1998 Prancis. Per- tandingan pertama Copa Amerika Uruguay juara Copa America 1995 hanya berjarak tiga hari dari pertan- dingan terakhir kualifikasi Piala Dunia. Kemudian lanjutan kualifikasi Piala Dunia kembali digelar seminggu setelah partai final Copa Amerika, 6 Juli 1997. Tak aneh, kalau banyak peserta mengirim tim keduanya, karena mereka tidak ingin pemain andalannya mengalami cedera. yang bisa membuat peluang mereka ke Prancis punah. "Turun dengan tim utama di Copa Amerika disela-sela kualifikasi Piala Dunia adalah tindakan bunuh diri," tutur Daniel Lalu, apakah Brasil bakal melenggang merebut gelar juara? Jawabnya, belum tentu. Karena, semua tim ingin sekali tampil habis- habisan saat menghadapi Brasil. Mengalahkan juara dunia bagi setiap tim adalah visi yang ambisius. Rata- rata pemain kelas dua yang tampil saat ini, tidak ingin membuang peluang emas menjadi talenta, untuk bisa berkiprah di liga-liga Eropa. Pasalnya, Tetapi gegap gempita pertandi- ngan kemarin, yang ditandai tam- pilnya tombak berbahaya Brasil: Romario dan Ronaldo, tak dapat menyembunyikan kenyataan bah- wa menggelar Copa America di te- ngah kualifikasi World Cup bisa saja menjadi blunder. ny Keadaan berbalik ketika play- maker Dajlminha yang bermain di BERITA para makelar pemain akan berlomba- lomba mencari pemain untuk musim 1997-98. Tampil tak terkalahkan di Tournoi De France, Zagallo, sangat optimistik saat mendarat di Bolivia, untuk memboyong juara. Maklum, sebelum ke Prancis mereka sempat dipermalukan Norwegia, 2-4. "Tampil maksimal di ◆ Piala Amerika sangat penting artinya untuk persiapan ke Prancis'98," tutur Zagallo di Santa Cruz. Penampilan di Tournoi De France, telah memuaskan Zagallo, khususnya formasi tim Samba, walaupun terkesan tanpa Juninho, lini tengah Brasil, gurang nggreget. Duet Romario-Ronaldo, terkesan semakin okey, dan menjadi pilihan utama, Romario, striker veteran, Pasarella, pelatih Argentina. MEKSIKO VS COLOMBIA 2-1 Pada pertandingan pertama, Luiz Hemandez mencetak dua gol selama jangka waktu 15 menit pertama ke gawang Colombia. Te- tapi timnya tidak bisa menciptakan kreativitas permainan dalam partai yang hanya menurunkan pemain- pemain klas dua ini. Colombia menciptakan banyak MINUS PROMOSI Cikal bakal kompetisi Cpa de American, berawal dari un- dangan Argentina kepada Uruguay, Cile dan Bilivia untuk memperingat 100 tahun kebebasan Argentina dari penjajah Spanyol, tahun 1916. Pentas Copa Amerika sejak semula, memang sarat dengan aksi-aksi akrobatik dari pemain bintang masing-masing tim. Dari pentas ini, impian pemain menjadi bintang dan dilirik klub kaya bisa terwujud. Nama-nama besar seperti Pele, Zico. Diego Maradona, Gabriel Batitusta dan Ivan Zamorano me- mulai debutnya dari arena ini. Tapi mengapa pentas Copa Amerika ini seperti kalah kelas dariChampions Cup-nya Eropa? Copa America Pesta Gol Brasil Mendarahi Copa Santa Cruz, BERITA M enurunkan tim inti, Brasil ken- dati masih didera jet lag mampu menggilas Costa Rica 5-0, Jumat atau Sabtu WIB. Pesta gol Samba di Grup C ini mendarahi dan membangkitkan semangat kejuaraan antarnegara Copa America (Tengah dan Selatan) setelah dalam empat pertandingan yang menonton tuan rumah Bolivia lapangan tengah mencetak gol melangkahi Venezuela 1-0 di La langsung melalui tendangan be- Paz Kamis malam sama. bas menit ke-23 dan kapten Costa Rica Ronald Gonzalez melakukan gol bunuh diri 13 menit kemudian. Brasil mengubah style per- mainan pada babak kedua. Hasil- nya Ronaldo mencetak dua gol dan Romario melalui upaya indivi- dual mencetak satu gol melengka- pi keperkasaan Brasil 5-0. "Brasil menjadi sangat berba- peluang namun para pemain-pe- main muda negeri itu juga terbe- nam dalam kegagalan. Ini tentu- nya berbeda kalau tim yang ditu- runkan adalah pemain-pemain se- nior. Pada menit ke-60 Hamilton Richard memperkecil kekalahan setelah menekan habis-habisan gawang Meksiko. Lepas dari Brasil, Venezuela juga mungkin tim paling bahagia karena mampu memberikan Nyaris 12 negara peserta ke- | pembukaan hanya menghasilkan juaraan ini menampilkan skuad haya kalau terganggu (oleh teriak- perlawanan kepada tuan rumah tiga gol. Panitia pertandingan juga sa- ngat bahagia karena stadion Tahu- dengan kekuatan yang bervariasi, tidak mengutamakan tim inti dan bahkan ada juga yang menampil- Persebaya beruntung, sebab Johor tidak diperkuat ichi berkapasitas 30.000 menda- kan pemain di bawah usia 23 tahun. an awal pertandingan," katan kap- ela pernah ditembusi 13 gol pada pemain andalannya asal Australia, Chad Gibson yang an penonton) dan kami talah me- rasakannya akibatnya. Brasil ter- ganggu ketika penonton suit-suit- Bolivia sehingga hanya menang tipis 1-0 pada pertandingan Jumat. Padahal sebelum ini jaring Venezu- Brasil, yang karena juara dunia ten Gonzales setelah pertanding- kemarin mendapat dua akumulasi kartu kuning. "Saya tangkan keuntungan dua kali lipat yakin tim asuhan Rusdi Bahalwan itu mampu mengalahkan Johor," kilah Hery. ketika dalam pertandingan pertama lolos secara otomatis ke Prancis an. I Meksiko memukul Colombia 2-1. Tanda sepinya penonton sem- tahun depan, dan Costa Rica me- rupakan dua tim yang menurun- kan kekuatan terbaiknya. Sementara itu dalam lanjutan kompetisi Liga Indonesia semalam, di Stadion Agus Salim Padang, tuan rumah PSP Padang mengalahkan Mitra Surabaya, 2-1. # min/cu/mun MINGGU PARTAI BARAT: PERSITA VS SEMEN PADANG BANDUNG RAYA VS Medan Jaya pat berbunyi ketika hanya 5.000 penonton menyaksikan Peru me- ngalahkan Uruguay 1-0 di Sucre, Kamis dan cuma 10.000 orang Selama 20 menit, Brasil harus berjuang keras. Costa Rica lebih mendapatkan dukungan penon- ton. Teriakan Ole terdengar di ma- na saat pemain Costa Rica men- dapatkan bola. dua pertandingan terakhir di La Paz, berketinggian 3.600 meter di atas muka laut. Menurut pelatih Eduardo Borrero hasil ini bukan sesuatu yang negatif. "Kami mem- perlihatkan kemajuan." # rtr/hil PARTAI MINGGU Grup B: Di Sucre: Venezuela vs Uruguay DI La Paz: Bolivia vs Peru TENGAH: PSMS vs ARSETO Solo. TIMUR: PERSIPURA VS PERSEMA, PSM UP VS PETROKIMIA, SLACKSTON 201 Nampaknya, pentas ini memang belum dikelola secara maksimal dan profesional. Terbukti, jadwal yang memaksa banyak negara turun dengan tim kelas dua-nya. Hanya saja, COMMENBOL (or- ganisasi sepakbola Amerika Sela- tan) memiliki etika baik, agar biusa membenahi pentas ini semakin sempurna. Terlihat sejak 1991, pen- tas ini mulai konsisten digelar tiap dua tahun sekali. Sebelumnya tidak ada yang pasti kapan digelarnya. kadang setahun sekali, kadang dua tahun sekali dan empat tahunan. Bahkan setelah Uruguay juara ta- hun 1967, Copa de American absen.a hingga tujuh tahun, dan baru digelar REPRO tahun 1975. Tahun 1993, COM- MENBOL melakukan terobosan, agar turnamen ini lebih berbobot, mengundang dua negara tamu, juara dan runner-up CONCACAF, Meksiko dan Amerika Serikat. Untuk pen- tas kali ini, yang diundang Meksiko dan Kosta Rika. Namun, lagi-lagi nasib Copa de American jeblok tahun ini, setelah semua tim tidak berambisi menjadi yang terbaik, ha- nya karena lebih penting meraih tiket ke putaran final Piala Dunia 1998 di Prancis. Kebetulan, promosinya juga kurang akurat. Jadi jangan heran....! # son Khusus Ronaldo, juga terkesan semakin dewasa. Striker Barcelona, yang siap bermain dengan kosrum biru-hitam, Inter Milan ini, selalu rajin membukan area tanpa bola, jika posisinya terjepit, dan memberi leluasa Romario menjebol gawang, sekaligus memberi peran lebih kepada second striker, Leonardo. Mencermati lini tengah, Zagallo, sebetulnya masih sedikit kecewa, walaupun mampu mencetak pemain sekaliber Denilson. Young guns, berusia 19 tahun asal Sao Paolo ini, tampil taktis saat bertemu Italia. ser JUARA COPA AMERICA Waktu Tempat 1916 1917 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1929 1935 1937 1939 1941 1945 1946 1947 1949 1953 1955 1956 1957 1959 1960 1963 1967 1975 1979 1983 1987 1991 1993 1995 1997 Buenos Aires Montevideo Rio de Janeiro Valparaiso Buenos Aires Rio de Janeiro Montevideo Montevideo Buenos Aires Santiago Lima Buenos Aires Lima Buenos Aires Lima Santiago Santiago Buenos Aires Guayaquil Rio de Janeiro Lima Santiago Montevideo Lima Buenos Aires Guayaquil La Paz Montevideo Caracas Beunos Aires Montevideo Buenos Aires Santiago Ekuador Montevideo La Paz Nama Kota: Sucre (Grup B dan perempatfinal) Ketinggian: 2.700 meter Penduduk: 130.952 jiwa Stadion : Olimpico Patria Kapasitas 29.800 orang TEMPAT-TEMPAT PERTANDINGAN DAN KETINGGIANNYA Nama Kota: Cochabamba (Grup A dan perempatfinal) Ketinggian: 2.560 meter Penduduk 404.102 jiwa Nama Kota: La Paz (Grup Stadion : Felix Copriles B. perempatfinal, semifinal, Kapasitas: 36.480 orang dan final jika Bilivia lolos) Ketinggian: 3.600 meter Penduduk : 711.036 jiwa Stadion : Hernando Silas Kapasitas 47.600 orang GRUP A Paraguay Argentina Ekuador Chile GRUP B: Bolivia Peru Uruguay Venezuela GRUP C: Brasil Mexico Colombia Costa Rica Katanya, Samba Brasil Juara ternyata masih menjadi salah striker angker, ketimbang Ronaldo. Namun, Ronaldo, juga beruntung mendapat bimbingan dari seniornya. Keduanya, sama-sama cerdik dan briliyan. Kehadirannya membuat Leonardo dan Dunga makin hidup menggalang lapangan tengah. Kwartet Dunga, Leonardo, Mauro Silva dan Denilson, sebetulnya sudah merupakan pilihan anyar, jika Juninho tetap tidak dipanggil. Di barisan belakang, tidak ada berubahan berarti. Duet Aldair dan Celio Silva, bakal mendapat kepercayaan Zagallo, sekaligus menggeser posisi Marcio Sanros. Sedangkan, dua bek-nya, tetap menjadi milik Cafu dan Roberto Carlos. Khusus, Roberto Carlos, bek kiri Real Madrid ini, ternyata tetap mewarisi warna khas Brasil. Pasalnya, rata-rata pemain Brasil, selalu memiliki skill yang maut jika diberi tendangan bebas. Branco, adalah generasi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 CIB 1000 0 1 100 1 1 0 0 Runner-up Juara Uruguay Argentina Uruguay Argentina Brasil Uruguay Argentina Brasil Uruguay Uruguay Argentina Uruguay Argentina Argentina Uruguay Argentina Peru Argentina Argentina Argentina Argentina Brasil Paraguay Brasil Argentina Cile Uruguay Argentina Brasil Paraguay Argentina Argentina Brasil Argentina Uruguay Brasil Argentina Brasil Uruguay Uruguay Brasil Brasil Argentina Uruguay Argentina Brasil Argentina Brasil Uruguay Argentina Bolivia Paraguay Uruguay Argentina Peru Kolombia Paraguay Cile Uruguay Brasil Uruguay Cile Argentina Brasil Argentina Meksiko Uruguay Brasil ? ? Nama Kota: Santa Cruz (Grup C. perempatfinal, semi- final, dan final jika Bolivia tak lolos) Ketinggian: 360 meter Penduduk : 694.616 jiwa Stadion : Ramon Aguiler Kapasitas: 36.480 orang 0 1 1 0 Nama Kota: Oruro (perebu- tan tempat ketiga) Ketinggian: 3.800 meter Penduduk: 183.194 jiwa Stadion : Jesus Bermudez Kapasitas 36.184 orang. 0000 0 0 0 0 2 0001 0 0 1 1 OOT Paraguay Paraguay 0 0 1 1 1-0 0-0 0-0 0-1 1-0 1-0 0-1 0-1 5210 5-0 0125 2-1 1-2 0-5 3110 126 3300 3300 terakhir sebelum Roberto Carlos. Yang menjadi masalah besar, sejak Brasil menjadi tim elit dunia, adalah masalah kiper. Walaupun, Cloudio Taffarer, menjadi pahlawan Brasil di World Cup USA'94, bukan berarti yahud. "Saya memang pusing punya dua kiper," tutur Zagallo. Walaupun, masih menyimpan kiper emas, Carlos Germano (Vasco da Gama). Kali ini, jika ada yang menggugat kandidat Brasil, sebagai juara Copa de American, hanya satu tim, yaitu tuan rumah Bolivia. Handicap dan skenario, menjadi tuan rumah, memang sangat memotivasi Bolivia menjadi juara pertama kalinya. Apalagi kota La Paz. terkenal angker, karena memiliki ketinggian 3.600 meter. # son REUTER Debut Ronaldo di Copa America 1997, mampu mencetak dua gol ke gawang Costa Rica. BRASIL: 1-Taffarel, 2-Cafu (14-Ze Mana), 3-Aldair, 16-Goncalves, 6- COLOMBIA: 1-Farid Mondragon, 4-Jose Santa. 5-Jorge Bermudez, 3- Roberto Carlos, B-Dunga. 19-Flavio Conceicao, 10- Leonardo, 13. Carlos Asprilla, 16-Antonio Moreno, 14-Harman Gavinia (18-Victor Bora Djalminha (21-Edmundo, 60), 9-Ronaldo, 11-Romano (7-Giovanni, 75), 46), 6-Wilmer Perez, 13-Wamer Cabrera, 10-Edison Malla, 17-Hamilton COSTA RICA: 1-Erick Lonnis, 2-Harold Wallace (13-Javier Delgado), 4 Ricard 9-Victor Hugo Aristizabal MEXICO: 12-Hugo Pineda (22-Martin Zu Ronaldo Gonzalez, 19-Mauricio Wright, 18-Austin Berry, 5-Joaquin niga, 46), 13-Pavel Pardo, 5-Duilio Davino, 2-Claudio Suarez, 14-Camo Guillen, 6-Wilmer Lopez, 8-Mauricio Solis, 11-Jalet Soto (9-Roy Myers Romero, 11-Cuauhtemoc Blanco, 9-Paulo Cesar Chavez, 4-German Vila, & 62), 16-Ronaldo Gomez, 17-Herman Medford (7-Allan Oviedo, 87) Nicolas Ramirez, 15-Luis Hemandez, 20-Jose Abundis