Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Berita Yudha
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-06-15
Halaman: 05

Konten


ENG TAK ADA Film Nasional, JADILAH film Film Indonesia telah mati! Ini memang klise walaupun pada dasarnya mendekati kebenarannya. Film nasional dewasa ini semakin ter-alinasi dengan derasnya pertumbuhan tehnologi macam televisi dan satelit. Film Nasional terpuruk diantara megahnya film impor yang menggeramus karya anak bangsa yang ditahun 80-an dan 90-an awal sempat menjadi garda depan perkembangan sinema Indo- nesia. kaçat D i umur yang ke-22, Hendry Wijaya telah menjadi pianis termasyur yang mengkhususkan diri sebagai solois, resitalis maupun musi- si dalam chamber music. Peraih peng- hargaan internasional sebagai pianis seperti Young Artist Piano Award ini bakal menunjukkan kebolehannya di Gedung Kesenian Jakarta. "Seminggu saya menyiapkan un- tuk satu nomor pertunjukan. Sebenar- nya bukan latihan yang menyita waktu dan kosentrasi, namun justru persiap- an panggung soal lighting, dekorasi serta efek tehnis yang justru membu- tuhkan pemikiran yang lebih banyak," ungkap Hendry mengenai persiapan resitalnya tersebut. SINETRON PUN Diusia 12, Hendry berhasil menye- lesaikan tingkat 8 piano (tingkat ter- tinggi) dari Royal Schools of Music - London dan menerima Advance Cer- B erkaitan dengan persoalan kukan melalui pendidikan, sarana dan diatas, Badan Pertimbangan prasarana perfilman sehingga tercipta Perfilman Nasional (BP2N) suasana yang mendorong peningkatan mencoba memecahkan beberapa per- kreatifitas yang mampu melahirkan kar- soalan yang nantinya menjadi solusi per- ya yang bermutu," tutur Harmoko. kembangan sinema kita selanjutnya. Menurut Ketua BP2N HM. Johan Tjasmadi, perkembangan film nasional kita tidak mati, namun justru semakin berkembang dewasa ini. "Anggapan sa ya mungkin mengagetkan. Namun kalau kita lihat kebutuhan stasiun TVRI tambah lima stasiun swasta yang membutuhkan 1 tayangan sinetron tiap jamnya. Dipan- dang dari sudut itu maka kebutuhan riil kandungan siaran lokal televisi minimal 6 jam perhari per stasiun televisi = 13.140 jam per tahun, meliputi sine- tron teatrikal, non teatrikal, ku- is dan lain-lain," ungkap Johan Tjasmadi kepada BERITA, Sabtu pagi (8/6) di Hotel Wisa- ta, Jakarta. Masih menurut Johan Tjas- madi, tradisi untuk melaksa- nakan Festifal Sinetron (FSI) dimaksudkan sebagai ajang pengganti kejayaan Festival Film Indonesia (FFI) beberapa tahun lalu dan pantas untuk di- pertahankan. "Untuk melaku- kan Festival Film (FFI) seperti tahun-tahun lalu memang ke- mungkinannya sangat kecil. Namun tak ada film nasional, sinetron-pun jadilah," tambah- nya. Namun menurut mantan Menpen Harmoko, angka yang dikemukakan tersebut janganlah lantas membuat insan film ber- bangga hati. "Hal tersebut justru men- dorong insan film untuk memacu kreatifi- tas. Dan sesuai peraturan pemerintah No.8 tentang perfilman dan BP2N, hen- daknya sumber daya manusia yang per- lu ditingkatkan. Hal tersebut harus dila- 31 MINGGU 15 JUNI 1997 Hendry Wijaya In Concert Gedung Kesenian Jakarta Tiket: Rp.50.000, Rp.35.000 dan Rp.25.000 Sebagai promotor yang telah puluhan kali menangani konser besar, ia merasa bisa menempatkan diri sebagai spesialis musik beraliran keras. "Ini yang tak dipunyai oleh promotor lain yang beranggapan bahwa mempromotori musik rock itu merugi. Padahal tingkat resikonya kecil karena saya memang menguasainya," ujar boss Logiss HMK Records. Tak heran kalau kelompok musik macam God Bless yang ditanganinya sejak tahun 70-an mampu berkibar sampai sekarang. "Setelah vakum beberapa tahun kami berkumpul dan sedianya membuat album rekaman lagi. Sementara itu menurut Slamet Ra- hardjo, hendaknya kita lebih instropeksi diri apabila bertanya tentang film nasio- nal. "Kita hendaknya bertanya pada or- ang banyak atau tanya diri sendiri kena- pa film nasional kita dalam kondisi seper- ti ini. Karena ini sudah menjadi problem umum, jadi bukan problem saya saja," tandas Slamet. HMK Masih menurut Slamet Rahardjo yang juga selaku anggota dari BP2N, mengakui bahwa bicara tentang film na- Sinetron Televisi Seminggu untuk Persiapan Konser Indannya Rembulan Tanikatya Matahari Star Wars HENDRY WIJAYA Perang Planet Masa Depan ANGELIORUM JEREMY DROM FEMA TREANS AME PRIYONG PROMES TESTISSY REPRO tri. sional ibarat makan buah simalakama. "Selama kita masih berhadapan dengan sistem yang masih seperti ini sulit bicara tentang film nasional. Disamping itu ma- suknya tayangan impor bagai tak ter- bendung membuat film nasional makin tak berarti," paparnya. nem os ODBY Saat ini Hendry sedang menyele- saikan program Doktornya di man- tificate dan LRSM Diploma dari Associated Board of The hattan School of Music di New York dan diminta untuk Royal Schools of Music, London, Hendry juga sempat ber- menjadi staf pengajar di fakultas piano Stecher and main dengan artis sebagai peserta Master Class dengan Horowitzs School of the Arts, New York. #hmk Log Zellebour Konsisten sebagai Promotor A pa sebenarnya yang menjadi obsesi promotor sekaligus produser musik Log Zellebour yang baru-baru ini mendapat penghar- gaan dari PWI Musik? "Saya tetap konsisten dan hanya akan mempromotori musik Indonesia yang beraliran rock, baik itu untuk rekaman maupun konser," kilah Log saat ditemui BERITA, Selasa (3/6) di Hotel Ambhara, Jakarta. Lebih dari itu menurut Log, kunci ke- suksesannya selama ini dalam menye- lenggarakan konser rock macam God Bless, Gong 2000, Jamrud, Mr. Big serta beberapa kelompok musik lain adalah kenekatan. "Mungkin karena jiwa saya yang masih seperti anak muda, sehingga selera saya tak mau bergeser dari musik rock yang notabene dinamis dan atraktif." tegas pria berku- cir yang kini tinggal di Surabaya itu. Nama besar Log sebagai promotor memang tak terle- pas dari keberhasilan beberapa artis yang pernah diang- katnya seperti God Bless dan kemudian menjelma menjadi Gong 2000. para artis dunia macam Lilian Freun- dlich, Peter Frankl, Charles Rosen, Michael Ponti, Robert Weireich serta beberapa artis dunia lainnya. "Sebagai pianis, barangkali pu- nya kepekaan terhadap gejala apa yang ada dalam kehidupan ini. Na- mun yang utama dukungan dari ling- kungan yang membesarkan saya yang sangat mendukung karier ser- ta bakat saya sebagai musisi," lanjut hendry. Beberapa nomor bakal ditampil- kan seperti Samuel Barber (1910- 1981): Ballade, Op.46, Le Tombe- au de Couperin, Prelude, Fugue, Forlane, Rigaudon, Menuet, Toccata serta nomor-nomor karya Frederic Chopin seperti Twenty- Four Preludes, Op.28. Sebagai promotor kan nggak boleh rugi kalau mereka terus-terusan berdiam diri," ungkapnya saat disinggung penanaman modal buat kelompok yang dimotori Ahmad Albar itu. Kini kelompok terakhir yang sedang ditangani adalah Jamrud yang telah menelorkan album keduanya berjudul Pu- Bagi Log "kenekatannya" dalam menggarap kelompok rock yang masih dianggap pemula ini, Jamrud merupakan aset besar yang bakal mengkaderisasi kelompok senior lain. Tras rap adalal warna musik Jamrud yang disebut-sebut beraliran rock alternatif. Album pertama Jamrud yang ber- judul Nekad terjual 200 ribu keping sehingga untuk album kedua ini kita bakal menggali potensi yang sudah ada," lan- jut Log. Namun ketika ada selentingan bahwa setelah video klip Jamrud yang ditayangkan distasiun televisi tersebut dicekal karena terlalu ekstrim, Log tak segera menjawab. "Lirik lagu Putri memang keras dan mendekati kebenaran yang ada. Padahal bagi kita itu sebagai kiasan bahwa ini lho apa yang terjadi di negeri kita," lanjutnya. Bagi Log ia tak terlalu memusingkan persoalan itu, karena baginya ia telah memberikan kesempatan kepada anak muda yang butuh tempat berekspresi dan berapresiasi. "Kita telah memberikan yang terbaik bagi Jamrud. Soal dicekal syaimya atau video klipnya itu nomor dua. Yang penting beri kesempatan mereka dulu," tegasnya. Ditanya kapan ia punya kesempatan mempromotori musik lain macam pop atau dangdut, Log kembali berujar. "Nggak akan...nggak akan." #hmk "Angin Rumput Savana" karya Garin Nugroho Bisa jadi film Fatahillah yang bakal bere- dar di pasaran tanggal 20 mendatang, merupakan sikap politis para punggawa sinema untuk membangkitkan kembali sinema yang tertidur itu. Harapan lebih lanjut, hal ini tak hanya memicu kaum Film Indonesia memang belum mati. sineas, tetapi peran pemerintah mem- bantu menggiatkan kehidupan perfilman juga dituntut banyak, selain sikap masyarakat yang sempat apatis dengan judul-judul film yang berbau seks dan kekerasan dewasa ini. #hmk film dari film garapan Go- erge Lucas, adalah tampilan tata suara (sound effeck) efek yang digarap se- cara spektakuler. Dalam cerita ini dikisahkan Luke Skywalker adalah pewaris Jedi (pahla- wan dengan pedang sinar) yang tera- khir, Dendam pemuda itu makin mem- bara setelah paman dan bibinya yang membesarkan di padang yang panas itu dibantai oleh manusia pasir, antek Lord Darth Vader, musuh bebuyut- annya. Keinginan Luke semakin besar setelah ia tahu Princess Leia Organa, pemilik kerajaan Galaktika ditawan oleh Darth Vader yang dikirim lewat holo- gram oleh sepasang robot milik Putri Leila. HMK Mulailah petualangan Luke bersama pak tua, Han Solo serta asisten pesa- wat seekor manusia kera untuk me- nyelamatkan sang putri dengan pesa- wat rongsokan milik Han Solo. Dengan berpura-pura menyerah, keempat pah- lawan Galaxi ini lalu mencari sang Putri. Pertempuran demi pertempuran ter- jadi disekitar lorong pesawat ruang futuristik tersebut. Kilatan cahaya wars yang di- senjata laser yang merupakan khas film angkat dari film ini me- rupakan kelanjutan dari film sebelumnya, Return Of The Jedi. Namun yang menarik ini terjadi dimana-mana. Tentu saja pihak tentara Darth Vader yang rontok oleh keempat pahlawan kita itu. Setelah sang Putri berhasil dibebaskan, mereka lalu meninggalkan kapal induk walaupun pak tua menghilang ditebas pedang ca- haya Darth Vader. INTERNET TO WATCH AGAIN IN THE FIRST TIME BERITA SPECIAL EDITION INTERNET Star Wars SUTRADARA: Goerge Lucas PEMAIN: Mark Hamill, Harison Ford, Carrie Fisher, Peter Cashing, Alec Guiness PRODUKSI: 20th Century Fox nuqui 06200 Musik yang digarap John Williams, secara spektakuler, mampu memainkan peranannya sebagai penentu situasi. Dentaman keras saat pesawat meledak, kilatan cahaya laser serta deru pesawat tempur membuat film tersebut nyaris mendekati kehidupan nyata. Apalagi dengan tata suara tercang- gih yang dibuat John Williams, membuat kita terpukau dengan efeck spektakuler tersebut. Sedangkan kostum dan make up futuristik yang memaniskan gambar seolah-olah berada di planet yang ger- sang macam binatang purba, manusia kepala hewan sampai puluhan robot warna putih yang mondar-mandir me- nguasai planet Galaktika tersebut. Beberapa adegan yang cukup men- cekam dalam film Star Wars, saat Luke menyeberang lorong menganga dengan menggendong putri Leia, untuk mele- paskan diri dari sergapan tentara Darth Vader. Atau, saat tentara pemberontak milik putri Leila, yang menyerang pesa- wat induk Galaktika yang diakhiri de- ngan hancur lebumya pesawat terse- but. Agaknya penulis serta sutradara Goerge Lukas, sengaja membuat teka- teki dengan menghilangkan Darth Vader yang lolos dari sergapan Luke dan Han Solo. Kesengajaan tersebut bisa jadi bahwa akan terjadi serial baru dimana Dart Vader bakal menguasai semua planet, serta tumbuhnya pahlawan-pah- lawan anyar. # hmk Aktualisasi Sejarah buku Gaya Rosihan Anwar KOLUSI B 1 angsa besar adalah bangsa yang meng hargai nilai-nilai sejarah. Tidak berlebihan bila Prof Dr Sri Edi Swasono terperanjat dengan usul usil Gubernur Jateng Soewardi tentang pengga- bungan DI Yogyakarta dengan Jateng. Sebagai seorang gubemur memang tidak se- layaknya, Soewardi melontarkan ide yang mena- fikan nilai penting sejarah. Karena dengan demiki- an berarti melecehkan identitas yang de- ngan susah payah diukir para pejuang pen- dahulu kita. 1 Cukup beralasan bila kemudian muncul kekhawatiran beberapa kalangan, bahwa peristiwa tersebut dan juga kasus-kasus serupa yang banyak terjadi di berbagai wi- layah negeri ini merupakan cerminan bah- 1 wa proses pelunturan nilai-nilai sejarah te- ngah melanda masyarakat Indonesia. Apalagi, dengan semakin tidak diminatinya | pelajaran sejarah di sekolah-sekolah. Sungguh tepat bila di saat nilai-nilai seja- rah cenderung meluntur ini, H. Rosihan An- war, wartawan tiga zaman, konsisten me- nelorkan karya terbarunya "Singa dan Banteng yang berkutat di seputar sejarah hubungan Belanda Indonesia 1945-1950. Sebagai referensi sejarah, "Singa dan Banteng berbeda dengan buku-buku sejarah umumnya. Meskipun kental de- ngan data-data masa lalu, tetapi Rosi- han mampu mengemasnya dalam kar- ya tulis yang tak menjemukan. Bukan sekadar bahasanya yang ngepop dan enak di- baca, tetapi juga aktual. Latar belakang penulis yang jurnalis kawak memang merupakan jaminan kualitas buku ini. Dengan alur bahasanya yang mengalir, wartawan pejuang kelahiran Sumatera Barat 10 Mei 1922 ini mampu mengaitkan peristiwa yang terjadi sete- Ingah abad lalu dengan sebuah kongres internasi- Ional sejarah "Singa dan Banteng" mengenai hu- bungan Belanda-Indonesia 1945-1950 di Den Haag, 27-29 Maret 1996 lalu. YUDHA ALSOMEROMN Praktis, buku setebal 273 halaman ini tak me- nyiratkan formalitas kaku layaknya buku-buku sejarah. Pada bab kedua yang berjudul "Revolusi dan Pendapat Umum di Indonesia", misalnya, Ro- sihan secara kreatif mengaktualkan persoalan dengan mengaitkannya pada kunjungan Ratu Beatrix ke Indonesia pada 1995 lalu. Tentunya dengan cara khas jurnalistik Rosihan. 1 Demikian pula pada bab terakhir yang berjudul "Pertemuan dengan Bung Karno," budayawan se- nior ini menuangkannya cukup memikat. Dengan tetap menjaga aktualitas, penyandang kehormat- an Bintang Mahaputera Utama (III) 1973 ini mam- pu mengalirkan cerita tak ubahnya sebuah novel. Sama sekali tak menjenuhkan. Maklum, Rosihan Anwar yang telah menelorkan beberapa novel la- ris ini cukup tahu mengatur ritme dan tempo se- buah cerita. Di situ, melalui cerita seorang dokter gigi priba- di Soekarno yang juga rekan penulis, Rosihan menceritakan bagaimana rasa kesepian menim- pa Presiden Soekamo di saat-saat akhir masa ja- batan, dengan sangat menyentuh. SIP Jelasnya, buku ini bukan sekadar memperka- ya koleksi referensi sejarah bangsa, lebih dari itu akan mampu menghidupkan minat baca generasi penerus kita terhadap sejarah bangsa --yang kini SIP G GOSIP GOSIP JUDUL BUKU PENULIS PENGANTAR TEBAL PENERBIT CETAKAN PERTAMA SEJARAH HUBUNGAN BELANDA INDONESIA 1945 1950 REUTERS H. ROSIHAN ANWAR SINGA DAN BANTENG : Singa dan Banteng : H Rosihan Anwar : Prof Dr Sri Edi Swasono : xiii +273 halaman : UI Press : 1997 0 5 terus mengalami degradasi. Karena pendekatan dan metode penulisan buku ini kiranya akan bisa diterima masyarakat luas: remaja maupun orang dewasa. Meskipun isi buku ini hanya merupakan kum- pulan artikel yang pernah dimuat di berbagai me- dia cetak dalam negeri, akan tetapi tetap memiliki makna besar bagi masyarakat pembaca. Ter- lebih bagi mereka yang seprofesi dengan penulis yang jumalis. Karena hampir dalam semua bab buku ini, Ro- sihan tidak pernah melepaskan perannya seba- gai jumalis. Semua cerita sejarah yang diangkat- nya dalam "Singa dan Banteng" berangkat dari profesinya sebagai wartawan. Dengan cukup transparan, ia menunjukkan kepada pembaca bagaimana peran penting seorang jurnalis dalam sebuah perjuangan. GOSIP GOSIP GOSIP Dengan obyektif, sosok yang memulai profesi kewartawanannya sejak 1943 ini menempatkan profesi wartawan pada posisi yang terhormat dan disegani. Sejajar dengan nara sumber, meskipun sekaliber presiden. Tentunya hal ini tak bisa dilepaskan dengan kadar idealisme jurnalistiknya yang cukup kental. Tidak bisa dibeli. Apalagi dilacur. Mungkin melalui karya-karyanya itu, Rosihan bermaksud mengingatkan para jurnalis muda, yang kini cenderung kurang menghargai profesinya, sehingga mengakibatkan kurang dihargainya atau menurunnya citra-- profesi wartawan di mata masyarakat. Wartawan yang juga seniman ini memang lihai memanfaatkan satu peluru. Dalam sekali tem- bakan, ia ingin membidik beberapa sasaran yang sama-sama strategisnya. #syarov d. imfath AEROSMITH Goncang Zurich Penyanyi berbibir dower yang sebagai persinggahan terakhir konser merupakan vokalis kelompok rock Aerosmith, Steven Tylor, mampu menggoncang stadion Hallens, Zurich's, Swiss tanggal 9 Juni lalu. mereka yang sudah dilakukannya selama tiga bulan lalu. Konser Aerosmith yang cukup mengundang histeria penonton, dalam tour konsernya yang diberi tajuk Nine Lives Tour 97/98. Pagelaran di stadion Hallens, Dibantu oleh gitaris handal Brad With- erard, yang itung-itung sering nimbrung sebagai backing vokal, Steven Taylor tampil prima dengan mendendangkan beberapa lagu handal yang pernah populer, seperti; Crazy. #rtr/hmk REUTERS Batman day Robin ebuah film baru yang diangkat dari diangkat ke layar lebar. Film yang mengekor kesuksesan film serupa macam Batman Forever ini dibintangi oleh Goerge Clooney (Batman) serta Chris O'Donnel (Robin). Terlihat, Goerge menggandeng Chris dalam pemutaran film perdananya, Kamis 12 Juni, di bioskop terkemuka Westwood. Film Batman dan Robin sedianya bakal beredar secara menyeluruh tanggal 20 mendatang, termasuk di Indonesia. #rtr/hmk GOSIP GOSIP GOSIP