Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Solopos
Tipe: Koran
Tanggal: 1998-01-21
Halaman: 11

Konten


SOLOPOS, RABU LEGI, 21 JANUARI 1998 Konsumen terhenyak, harga obat bergolak Solo (Espos) Masyarakat konsumen berkali-kali dibuat terhenyak akibat bergolaknya harga jual obat, baik jenis obat bermerk (patent) maupun obat generik. Setelah pada awal januari lalu harga obat naik hingga 15% untuk yang kesekian kalinya, sejak per tengahan bulan ini, harga kem bali naik dengan besar yang ber- variasi baik bagi obat patent man pun obat generik, namun berki- sar 15%-60% Menurut Mansyur, Pimpinan apotik Kimia Farma ketika dihu- bungi Espos menyatakan, tinggi- nya kenaikan harga obat itu bisa jadi karena "ulah PSA (pemilik saran apotik) yang seenaknya menaikkan harga jual obat. Hal ini membuat kenaikan harga obat tidak sesuai dengan yang dite- tapkan pihak produsen. Perbedaan tingkat kenaikan harga bisa terjadi karena fariasi pasar, bergantung keputusan po- da masing-masing outlet (apotik red)," katanya, Selasa (20/1). Karena itu, dia ber harap, pihak konsumen mesti hati-hati dalam membeli obat agar tidak dirugi kan. "Kalau perlu konsumen membanding bandingkan antara apotik satu dengan apotik lain, mana harga obatnya yang lebih murah," ujarnya. Yang jelas, kata Mansyur, kare- na Kimia Farma adalah BUMN, kebijakan kenaikan harga semua atas keputusan pihak direksi. "Berapa yang tertuang dalam keputusan, itulah yang kami jual," katanya meyakinkan. Sibuk ganti harga Menurut seorang sumber di sebuah apotik di daerah Mangku bumen, kenaikkan harga terakhir terjadi Selasa (20/1) kemarin se hingga pada saat ditemui sebagi an besar karyawan tampak se- dang sibuk mengganti label har ga "Harus cepat-cepat diganti har ganya, karena kalau pembell datang dan harganya belum ada, bisa repot," ungkapnya. Meski tidak mau meyebutkan besar ke naikkannya, dia mengaku kenaik kan harga berfariasi, bahkan ada yang mencapai 60% Hal senada diungkapkan oleh salah seorang apoteker di dae rah Manahan. Menurut dia, ham- pir semua jenis obat terus meng- alami kenaikkan. "Ada yang ha- nya 10%, ada yang 25%, bahkan ada pula yang naik 50% lebih," ujarnya. Namun kata dia, ada pula sebagian kecil obat yang masih bertahan dengan harga dua minggu lahi, namun diperkirakan dalam beberapa hari ini akan naik juga. Harus tunal Hal ini kata dia, juga terjadi pa da obat generik, yang selama ini harganya tergolong stabil. Ke- naikkan harga pada obat generik ini, diperburuk lagi dengan sulit- nya mencari pasok barang de- ngan cara kredit. Solo (Espos) Harga jual mobil Isuzu Panther mulai Selasa (20/1) naik sebesar 17,5% dari harga sebelumnya. Kenaikan tersebut, merupakan yang kedua kalinya di tahun 1998, setelah dealer pada 7 Januari 1998 juga menaikkan harga jual Panther akibat terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga harga beli komponen produknya melonjak. "Komponen perakitan kita masih banyak yang harus impor, sehingga sangat terpengaruh peruba- han nilai rupiah atas dolar," jelas Selamet Supriyadi, Sales Supervisor Isuzu Sales Operation Cabang Solo yang dihubungi Espos di tempat kerjanya, Se lasa (20/1). Kenaikan mobil produk PT Astra Internasional itu kali ini menyeluruh pada semua jenis Panther dengan nilai kenaikan yang bervariasi antara jenis satu dengan lainnya. Namun kalau dirata-rata tingkat kenaikannya berkisar antara Rp 4 juta-Rp 5 juta/unit. Harga jual Isuzu Panther naik 17,5% Tentu saja kenaikan itu kurang menguntungkan kalangan agen, karena dipastikan dengan kepu- tusan kenaikan harga ini akan berpengaruh ter hadap penjualan. NOK Sukoharjo (Espos) Dirjen Pembinaan Pengusaha Kecil dan Koperasi (PPK), Anwar Supriyadi Msc, menyaksikan penyerahan bantuan dana dari Kanwil Depkop Propinsi Jawa Tengah kepada lima koperasi senilai Rp 225 juta, Senin (19/1), di Daleman, Baki, Suko- harjo. Selama ini kata dia, pasok obat generik bisa dengan mudah dida pat karena bisa dibayar dengan cara kredit dengan tu selama 30 hari. Kini, kata dia, dalam waktu tidak lebih dari satu minggu, seluruh obat yang diam- bil dari penyalur sudah harus dilunasi. PENDEKAR MENCARI CINTA Padahal, tambah dia, selama ini pembeli obat generik sudah sangat sedikit dibanding obat- obatan patent. Perbandingan pere jualan obat generik dengan obat patent di apotiknya, kata dia tidak bisa mencapai 1:2. Menurut dia, selama ini banyak orang yang tidak begitu percaya terhadap khasiat obat generik. Hal ini diperkirakan karena harganya yang jauh di- bawah harga obat patent. Meski demikian, dia menga ku bahwa khasiat obat memang berbeda-beda bagi tiap orang. Karena itu, tambah dia, meski banyak orang yang mengaku tidak begitu cocok dengan obat generik, bagi orang lainnya ke- mungkinan akan sebaliknya. Namun dia menegaskan, sela- ma harga bergejolak, di apotik- nya tidak terjadi penurunan volu me perdagangan. Hal ini diperki rakan karena kebutuhan akan obat merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda, sehingga pada saat dibutuhkan tetap akan dibeli walau berapapun harganya. Hal ini dibenarkan oleh salah seorang pembeli yang sedang mencari obat flu tanpa resep dok ter. (udi/fia) hanya di Isuzu, tapi hampir menyeluruh pada semua produk otomotif. Hingga kenaikan itu akan tetap bisa berkompetisi dengan produk-produk sejenis. Akibat kenaikan itu harga Panther jenis Hi grade menjadi Rp 70 juta, sementara untuk jenis yang lain, seperti Sporty, Royale, Grand Royale, dan Hi- Sporty, harganya berkisar Rp 56 juta s/d Rp 60 juta. Dijelaskan pula beberapa jenis Panther belaka- ngan ini mengalami kelangkaan akibat terbatasnya stok yang ada. Hal ini bukan berarti pihak distib- utor menghentikan distribusinya, api karena per- mintaan jenis Panther masih lumayan baik meski terpukul gejolak moneter. Kelima koperasi yang mendapatkan ban- tuan tersebut adalah, KUD Bhineka Karya, Kecamatan Kartasura, dan KUD Sari Tani Kecmatan Nguter, masing-masing men- dapatkan bantuan satu buah sepeda motor dan modal kerja sebesar Rp 60 juta. Se dangkan Koperasi Jamu Indonesia (KOJAI), Koperasi Serba Usaha (KSU) Hidayah, serta Koperasi Karyawan (KOP KAR) Sejahtera PT Sandang Anggun Muratex, masing-masing mendapatkan bantuan modal kerja sebesar Rp 35 juta. Awalnya, PT Wisanka hanya me- miliki kapasitas produksi 7 peti ke- mas/bulan, dengan total omzet men- capai 210.428,70 US$, dan nilai eks por 107.867.949,9 US$. Pada per- Di samping itu, diserahkan pula bantuan kembangan terakhir, dengan tena- satu buah sepeda motor dan tenaga pen- ga kerja mencapai 400 orang, PT gawas Pembinaan Usaha Kecil dan Kredit Wisanka telah mampu mengeluar- Candak Kulak (PUK & KCK) kepada kan 15 peti kemas/bulan dengan Bank Rakyat Indonesia cabang Sukoharjo, nilai omzet mencapai 1,027.636,63 serta mencairkan kredit dan BBD sebe USS, dan nilai ekspornya sar Rp 1 miliar untuk pengusaha mebel PT 107.307.324,33 USS (ayu) WIDI WIDAYAT Bagian 94 BISNIS SOLO Sejumlah pembeli tengah mengadakan transaksi dengan seorang pedagang sayur di Pasar Gede, Solo, Selasa (20/1). Permintaan sayuran melonjak lagi Solo (Espos) Harga sayuran yang sempat anjlok kare na panenan melimpah seminggu lalu, kini mulai terangkat karena panen raya sayuran di beberapa daerah telah berakhir. Akibatnya, jumlah stok sayuran yang ada di pasar sudah berkurang tidak seperti be berapa waktu lalu, sementara permintaan melonjak lagi. kedengarannya begitu dekat. Tak salah lagi, suara itu terdengar dari semak ilalang, di belakang batu! Akan tetapi sesudah menyelidik mereka keheranan. Di dalam semak di belakang batu tidak mereka temukan orang. Semak ilalang itu tenang-tenang saja dan tidak bergerak juga tidak ada yang roboh terinjak. Mereka tidak mengerti, apakah sebabnya tak ada apa-apa? Jelas mereka mendengar suara itu berasal dari semak di belakang batu. Tetapi apakah sebabnya mereka kecele lagi? Tiba-tiba Rara Sumengit menubruk lalu memeluk Surayuda. Katanya menggeletar," Kakang......aku takut.…....* "Permintaan sayuran kini telah melonjak tajam yang kemudian diikuti lonjakkan har ga pula," kata Prihatin pedagang sayur di Pasar Legi kepada Espos Selasa (20/1). Kijang naik 20% Harga berbagai produk otomotif dalam beber pa pekan ini dikabarkan terus bergejolak mengiku- ti fluktuasi nilai rupiah. Beberapa produk mulu naik harganya, dan sejumlah yang lain sudah memberi sinyal menaikkan harga. Selain panther yang bisa dipastikan naik harga nya adalah Toyota Kijang yang naik sekitar 20% dari harga semula. Bahkan di dealer Solo Kijang mengalami kelangkaan stok karena pihak distri- butor menghentikan pasokannya. Mestinya, kata Selamet, kalau tidak ada kenaikan pihaknya bisa menjual antara 60 s/d 70 unit/bulan, Sementara Timor juga bakal segera menyusul kini dengan adanya lonjakan harga itu dipredik- menaikkan harga, sebagai buntut dihapuskannya sikan hanya akan terjual sekitar 45 unit. Namun semua fasilitas pembebasan PPn BM dan bea buru-buru dia menimpali bahwa kenaikan itu tidak masuk Timor mulai Februari mendatang. (udi/fia) Jadi meski dari segi perolehan jumlah uang meningkat tetapi 5 Koperasi Sukoharjo terima bantuan Rp 225 juta Wirasindo Santakarya (PT Wi- sanka). Pada saat yang bersamaan, PT Wi- sanka, perusahaan binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra, meluncurkan peti kemas ke-5 tahun 1998, dengan tujuan Aarhus Denmark. Perusahaan milik Yohanes Haris Basuki yang bergerak dalam bidang mebel karyu tersebut, didirikan tahun 1993 de ngan bidikan awal pasar dalam negeri. Mulai tahun 1995, PT Wisanka mengembangkan usahanya dan me perluas jaringan pemasaran sampai negara-negara Eropa, dan Australia Dia mengatakan, kenaikan harga sayur menjelang lebaran bisa dibilang langka. Peng alaman pada Lebaran-lebaran sebelumnya harga sayuran selalu jatuh. Namun kali ini sangat berbeda. Sayuran malah mengalami Solo (Espos) Produsen garmen berorientasi ekspor kesulitan menaikkan upah buruh akibat naiknya har ga bahan baku karena tambahan keuntungan akibat membaiknya kurs dolar atas rupiah hanya cu- kup untuk menutup kenaikan harga bahan baku. lonjakan jauh dari perkiraan. Hal ini juga diakui oleh Mujiem, pedagang tomat, yang sempat terkejut karena sebulan ini harga dagangannya cenderung anjlok na mun kini telah membaik. "Hanya buncis dan cabai saja yang jatuh," kata dia. Menurut dia, kenaikan harga sayuran mung- kin karena permintaan daging juga telah turun karena harga mahal. Kalau mencari uang sedang sulit seperti sekarang ini pasti orang ingin mendapatkan sesuatu yang murah. Sejumlah pedagang berharap harga sayu ran bisa bertahan seperti sekarang. Sehingga pihaknya bisa memperoleh keuntungan yang lebih banyak lagi. Sebab dengan harga mahal pedagang bisa memperoleh keuntungan yang lebih banyak. Pemilik usaha garmen Bule bule, Wahyu Djanawi, menyata- kan untuk menaikan keuntung- an pun, perusahaan tak bisa mela- kukannya, padahal secara riil ada perolehan tambahan. "Soalnya 60% dari biaya adalah ongkos ba han baku," kata Wahyu Djanawi kepada Espos Selasa (20/1). Dia menyatakan, produk dari garmen Bule-bule miliknya ada Produsen garmen sulit naikkan upah buruh lah 100% dikirim ke luar negeri jumlah tersebut akan bergulir bahan baku cukup dominan ma- yaitu ke Amerika Serikat lewat kembali untuk memodali kerja ka pihaknya tidak berani membe berikutnya. Apalagi, kata dia har rikannya dalam jumlah besar. trader di Hong Kong. ga bahan baku untuk garmen Apalagi hingga kini nilai rupiah cenderung naik. Dan bahkan ke- belum juga stabil, masih naik tika kurs mata uang turun, har turun. ga bahan baku bisa dikatakan tak pernah ikut turun. "Ini yang su- sah," keluhnya. Sementara harga kacang mede berkisar antara Rp 15.000/kg hingga Rp 17.000/kg. Kacang plicet untuk kacang bawang Rp 6.000/kg, dan diperkirakan akan terus naik Harga tomat naik dari Rp 700/kg menja- mendekati lebaran. (mg6) Dengan depresiasi nilai rupiah ini memang diakuinya membawa berkah tersendiri bagi bisnisnya, karena dia menjualnya dalam mata uang dolar. Sehingga jika dirupiahkan jumlahnya relatif le bih besar, hampur dua kali lipat. Namun sayangnya dengan ja- tuhnya nilai rupiah itu pula har ga bahan-bahan baku juga ikut naik, bahkan ada yuang sampai 100% sehingga keuntungan yang diraihnya tak cukup untuk men- dongkrak upah para buruh dan karyawannya. Dirjen PPK, Anwar Supriyadi (tiga dari kanan) tengah meninjau hasil produksi PT Wisanka. sekali. "Mari kita pindah saja ke tempat lain yang lebih aman dan tenang!" ajak Surayuda sambil membimbing lengan Rara Sumengit. Orang ini kemudian menuntun kuda masing-masing. Sesudah tiba di tempat yang dapat dilalui dengan kuda, mereka segera berkuda ke utara. Tak lama kemudian mereka menemukan tempat yang rimbun dan aman, tenang dan dekat dengan sumber air, di dalam sebuah hutan kecil. Yang lebih menyenangkan dua orang ini, justru di sekitar tempat tersebut banyak tumbuh dengan subur pohon pisang. Di antara buah pisang itu pun terdapat yang sudah matang. Rara Sumengit memetik setandang pisang yang sudah matang, menggunakan pedangnya. Kemudian sambil tersenyum-senyum ini duduk berdampingan dengan Surayuda. Kemudian katanya. di Rp 1.000-1.250/kg, kol naik dari Rp 500/kg menjadi Rp 750/kg. Kentang Rp 2.000 naik dari Rp 1.750, kacang panjang Rp 500/kg sedang mentimun yang seminggu lalu har ganya Rp 200-Rp 250 kini harganya Rp 400/kg. "Kakang, mari kita makan pisang ini dulu, Ah......betapa segarnya." "Hem...., bicara tentang segar, bagiku pisang ini bukan apa-apa jika kubandingkan dengan sambil berkata mata Surayuda berkedip- kedip memandang wajah ayu tersebut. Rara Sumengit tersenyum. Sekalipun sudah dapat menduga maksud Surayuda namaun bertanya juga. "Dengan apa......... "Dengan bibirmu ha ha ha ha...?" Kemudian dua orang ini tertawa-tawa. Tetapi Aqua bertahan dengan harga lama Solo (Espos) Perusahaan air minuman dalam kemasan (AMDK) merk Aqua hingga kini tetap mempertahankan harga lama meskipun bebe rapa perusahaan sejenis mulai Januari telah menaikkan harga jual menyusul naiknya harga plastik sebagai kemasan AMDK. Sedangkan harga buncis yang rata-rata Rp 700/kg kini harganya anjlok hingga Rp 150-250/kg. Hal ini juga dialami oleh har ga kapri Rp 500/kg. Sedang wortel Rp 2.000/kg, harga bawang merah mulai turun dari Rp 5.000/kg menjadi Rp 4.000/kg. Aqua satu galon (19 liter) tetap bertahan Rp 4.500. (udi) bawang putih Rp 6.000/kg. Informasi yang diperoleh Espos, Selasa (20/1), menyebutkan sebagai produsen AMDK papan atas pihaknya tidak akan terge sa-gesa menaikkan harga meski bahan-bahan pendukungnya telah naik. Tidak adanya kenaikan harga ini, jelas Isti, Stad PT Wirabuana Intrent, penyalur Aqua di Solo, berarti harga untuk Kurs Valuta Asing Sulit negosiasi Keadaan ini pula yang menye- babkan pihaknya sulit untuk ne- gosiasi dengan trader. Sebab dengan naiknya nilai dolar, pihak trader menyangka bahwa Bule- bule meraih untung sangat berli- pat. Tanpa mereka mengerti im- basnya ke bahan baku "Mereka minta diskon," jelas Wahyu, tetapi karena biaya untuk PENGUMUMAN PT. Nusantara Sakti, berke- dudukan di Semarang, dengan ini mengumumkan bahwa seba- gian asset PT tersebut diatas te lah menjadi jaminan kredit di PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. berkedudukan di Jakarta dan telahdikat sesual ketentuan yang berlaku yaknic -Tanah SHGB No. 450 tanggal 3-12-1994/Purwodinatan - Se marang, diikat dengan APHT No. 764/STH/HT/ XIV/1997.Tgl.29. 12.1997, Pemberian jaminan tersebut te- lah mendapat persetujuan selu- ruh pemegang saham dalam RUPS yang diselenggarakan pa- da tanggal 29 Desember 1997. Pengumuman ini disampaikan untuk memenuhi ketentuan pa- sal 88 ayat 4 UU No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terba- tas. Semarang 21 Januari 1998 PT. NUSANTARA SAKTI DIREKSI tidak tahu malu.. suara orang tertawa. "Heh heh heh..heh. Surayuda melompat dan akan menuju ke arah suara orang yang mengejek. Tetapi Rara Sume- ngit cepat mencegah, katanya, "Tidak perlu kau hiraukan lagi orang itu!" Surayuda menatap Rara Sumengit dengan pandang mata penasaran. Jawabnya. "Tapi orang itu lagi yang mengacau. Apakah sebabnya dia tidak suka kita bersenang-senang." Sesudah berkata Rara Sumengit menarik le- ngan Surayuda kuat-kuat. Mau tak mau Surayuda harus menurut lalu duduk berhimpitan lagi. Ke- mudian laki-laki ini tidak menghindarkan diri, ketika Rara Sumengit menyerbu bibir penuh semangat. Tetapi walaupun tampaknya mencium sang kekasih dengan mesra, tetapi perempuan yang cerdik ini, matanya menyelidik ke arah mana tadi suara itu berasal. Perempuan ini ingin melihat. Apa yang akan dilakukan lagi oleh pengacau itu? Akan tetapi tiba-tiba saja mata perempuan ini terbelalak. Wajahnya pucat tiba-tiba dan tubuhnya gemetaran. Surayuda terkejut lalu bertanya, "Ada apa?" "Setan.....!" Desis Rara Sumengit. "Mana?" Pihaknya merasa kesulitan un- tuk menentukan harga jualnya kepada pemesan. Menurut Moh Hadi, Bendahara API (Asosiasi Pertekstilan Indonesia) Jateng ketika dihubungi dalam kesem- patan terpisah. Selama ini para pengusaha baik yang berorientasi ekpor maupun lokal sulit menen- tukan harga jualnya. Ketika akan membeli bahan baku, harganya sudah berubah lagi mengikuti nilai tukar rupiah terhadap dolar yang terakhir. (ary) BERLAKU S/D 31 JANUARI 1998 "Apa yang kau takutkan?" "Apakah suara yang mengacau tadi.. bukan arwah Kamayuda yang penasaran.. Surayuda terkesiap mendengar ini. Benar- kah kekhawatiran Rara Sumengit ini? Yang mengacau sekarang ini tidak lain adalah bu- kan manusia malah arwah Kammayuda yang penasaran? EPISODE GEGER KARTASURA "Tidak! Omong kosong! Manakah ada orang yang sudah mampus bisa menganggu tu gampang sekali! Bunuhlah selagi dia manusia hidup?" sahutnya kemudian dengan mengajak kau tidur! Seret mayatnya ke mantap. Laki-laki ini tidak mau percaya kepa- da segala macam dugaan tentang arwah yang sungai. Aku akan membantu dirimu!" penasaran. Bagi dirinya, yang bersuara tadi "Hem....keji.....!" adalah orang hidup. Hanya saja agaknya memang "Pada gerumbul pohon itu... ! Dia.ahh, aku takut.. Dua orang ini cepat melompat lagi, kemudi Surayuda memandang ke arah gerumbul an berbareng menyerbu ke arah asal suara, yang sakti mandraguna hingga gerakannya cepat tiba-tiba mereka terkejut karena mendengar pohon. Akan tetapi laki-laki ini tidak melihat apa- manusia. POJOK PASAR "Kalau listrik mati seperti jualan dalam gua" Ny Atmo, 87, pedagang kelapa di Pasar Leg Saya sudah tujuh puluh tahun berjualan di sini, jadi tahu benar kondisi pasar dari dulu sampai sekarang, Dari enaknya sampai pahit nya dagang di sini sudah dirasakan, Dulu pasar ini sangat terang karena tem- patnya terbuka. Cahaya bisa masuk dengan bebas ke dalam pasar hingga kita bisa men gawasi dagangan dengan enak. Sayangnya, karena bangunan dibuat bertingkat sekarang ini pasar jadi gelap. Jauh berbeda dengan dulu, di mana pasar sangat nyaman dan terang, Kini agar passar terang kami harus menyalakan listrik. Saya rasa Estrik satu-satunya penerangan yang tepat saat ini. Jadi kalau listrik mati kami harus merasakan pasar yang gelap. Sepertinya kami berjualan dalam gua saja. Sedang untuk penerangan kami harus menyalakan lilin. Kalau listrik sering mati kami akan semakin boros. Dagang saja belum tentu laku, kita sudah harus menggeluarkan banyak uang untuk penerangan. Kalau pasar tidak diterangi kasihan juga para pembeli soalnya mereka belum terbisa. (mg6) JENDELA BISNIS DAI: Ekuitas negatif bukan bangkrut Solo (Espos) Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAD) Solo Ir Subijakto menyatakan perusahaan asuransi yang tercatat memiliki modal sendiri (ekuitas) negatif tidak berarti perusahaan tersebut meru gi (bangkrut), "Perusahaan ini masih tetap memiliki nilai usaha dan sumber investasi yang menguntungkan," katanya. Sementara dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Keuangan No 224/KMK.017/1993 tentang Investasi Perusahaan Asuransi, disebutkan bahwa kekayaan yang diperkenankan (admitted assets) harus lebih besar dari kewajiban (liabilities). (wid) MATA UANG Australian Dollar Australian Schilling Belgian Franch Brunei Dollar Canadian Dollar Cha Yuan Danish Kroner Deutche Mack French Franc Hongkong Dollar Japanese Yen Malaysian Ringgit Netherland Guilder Norwegian Kroner New Zealand Dollar Philippine Peso Sautanarsbian Ryan Singapore Dollar Stering Pound Swedish Kroner Swiss Franc United States Dollar USD Travelers Cheque AUD ATS CAD CHY DIC DEM HKD M. WON MYR N.G NOK NOD PHP SAR 500 LOGAM MULIA Emas LM/Gram Emas LM 10 Gram Keping Emas LM 5 Gram/Keping apa, kecuali daun yang menghijau. "Huh...., tidak ada apa-apa! Apakah sebabnya kau ketakutan? Cobalah lihat ke sana. Rara Sumengit mengangkat kepalanya lalu memandang ke arah gerumbul pohon. Ternyata benar tidak ada apa-apa yang hanya daun menghijau bergerak-gerak tertiup angin. Tetapi perempuan ini tadi benar-benar melihat, tidak salah lagi, wajah Kamayuda yang menyeringai mandi darah. "Hemanku tadi melihat dia. desisnya. "Dia siapa?" "Wajah Kamnayuda yang menyeringai dan mandi darah. "Tidak mungkin! Hem...... engkau tergoda oleh bayanganmu sendiri, sehingga apa pun yang tampak seperti wajah bangsat Karmayuda. Hem.... kau di sampingku, tidak perlu takut apapun. Huh... aku.. CIC Bank Note BELI JUAL 5.550.00 7,100.00 600.00 200.00 £100.00 6,000.00 7.400.00 900.00 1.550.00 5.800.00 1000.00 1.400.00 3.50 5.50 1.800.00 2.500.00 4.000.00 5.200.00 1000.00 HALAMAN 11 250.00 2.000.00 2.900.00 4.96000 13.700.00 17.500.00 1000.00 CHE THE 210.00 NT 190.00 315.00 USD 89009000 10.700.00 TO Logam Mulia BELI (Rp) 52.000.00 520.000.00 250.000.00 KEUNGGULAN TEKNOLOGI YAMAHA 504 5.600.00 600.00 200.00 4.000.00 15.800.00 900.00 1.015.00 1.250.00 67,00 3.00 1.800.00 4.800.00 1.000.00 5.700.00 160.00 2.000.00 4.975.00 13.700.00 1.000.00 7.000.00 280.00 6.000.00 7.350.00 1.250.00 1.500.00 5.800.00 1,700.00 1.400.00 90.00 6.50 1.400.00 8350 00 Hadiah Lebaran dari YAMAHA Sheen Crypton 3.000.00 6000.00 17.450.00 7:350.00 200.00 196.00 9000/9050 10.500.00 7,000.00 Hadiah Langsung : Tabungan Rp 300.000,- (Sigma) • Radio Tape Compo (Crypton) • 1 Set Yamaha Goods Hubungi segera DEALER YAMAHA terdekat JUALIRD) 74.000.00 780.000.00 430.000.00 Betapa marah dan penasaran Surayuda ini bisa dibayangkan, tiba-tiba saja tengkuknya kena, disambit orang dengan tinja. Laki-laki ini juga heran dirinya akan merasakan jika ada sambaran angin serangan sekalipun dari belakang Akan tetapi apakah sebabnya tidak sempat menghindarkan diri, sehingga kotoran manusia itu menempel pada tengkuk. Sekarang Surayuda sadar, orang yang meng- ganggu dirinya seorang sakti mandraguna, Hingga orang itu bisa bergerak seperti setan dan sekalipun mereka sudah pindah tempat masih juga dapat diikuti tanpa diketahui. Akan tetapi bagaimanapun, serangan yang menggunakan tinja manusia itu, merupakan hinaan yang tidak dapat dibiarkan begitu saja. Apapun yang terjadi, dirinya bisa membalas penghinaan orang tersebut. Surayuda sudah melompat lalu lari cepat sekali ke arah gerumbul pohon. Rara Sumengit yang tidak tega lalu menyusul di belakangnya. Sesudah dekat dengan gerumpul pohon tersebut, di mana jelas orang itu sembunyi, mereka hati-hati sekali. Senjata masing-masing siap di tangan kanan, sewaktu-waktu dipergunakan untuk menyerang. "Huh, jangan sembunyi seperti tikus!" tanta- ng Surayuda lantang. Tiba-tiba, plok Surayuda terkejut dan menghentikan uca- pannya yang belum selesai. Laki-laki ini mer- aba lehernya sendiri yang terasa aneh. "Ah........!" mendadak Surayuda kebinggun- gan sendiri sedang hidungnya cengar-cengir "Aahhh.. ! Rara Sumengit juga terkejut dan merasa jijik sekali melihat benda lunak war na kuning yang menempel pada tengkuk "Jika kau laki-laki sejati, hadapilah Surayuda! Surayuda. Benda lunak, basah dan warna kuning Ayo, kita mengukur kepandaian dan siapakah itu menyebarkan bau yang tidak sedap kotoran yang akan mampus di ujung senjata!" (Bersambung)