Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Solopos
Tipe: Koran
Tanggal: 1998-01-21
Halaman: 15

Konten


SOLOPOS, RABU LEGI, 21 JANUARI 1998 Hajat Dalem Malem Selikuran di Sriwedari Menyambut Lailatul Qadar versi Keraton Solo angsal Smarakaha Keraton Solo, Senin (19/1) pukul 17.00 WIB, dipenuhi para B dalem. Di bangsal yang terbuka sekelilingnya itu mereka duduk bersila dengan khidmat. Para lelakinya mengenakan pakaian Jawa jangkep (lengkap) dengan kerisnya, atau mengenakan pakaian nasional berupa batik. Sedangkan para wanitanya memakai kebaya yang berbeda-beda sesuai dengan status dan abatannya. Tidak ketinggalan semua yang hadir mengenakan kalung samir Keraton Solo warna kuning dengan garis merah. Itulah awal prosesi pelaksanaan peringatan Hajat Dalem Selikuran di Keraton Kasunanan Solo Hadiningrat. Acara sendiri diwali Bangsal Smarakata. Aneka sesajian yang digunakan untuk memperingati Malem Selikuran, dile takkan di tengah-tengah bangsal yang ter- letak tepat di depan Bangsal Agung itu. Dua buah jempana atau kotak besar berisi makanan untuk sesaji yang berupa sekul wuduk (nasi uduk), ingkung (ayam utuh), dan ulam lembaran. Juga penganan tradisional yang berupa rengginang, kembang waru, dan kuping gajah diletakkan dalam 12 buah kotak yang disebut joli warna coklat. Kesemuanya itu merupakan jenis-jenis makanan khas yang selalu digunakan untuk keperluan selikuran dari tahun ke tahun. Semua dipersiapkan dengan cermat, hingga tak satupun sesaji yang terlewatkan. Saat waktu menunjukkan waktu berbuka puasa, RNg Poedjodiprodjo segera melak- sanakan tugasnya membaca doa atas sesaji yang digunakan. Karena makanan tidak akan menjadi berkah manakala tidak didoakan ter lebih dulu. Karena bertepatan dengan puasa, maka para putra, sentana, dan abdi dalem segera melakukan buka puasa bersama di bangsal itu. Jalannya prosesi Sementara itu di depan Bangsal Agung ter lihat kesibukan para petugas yang akan melakukan kirab menuju Kebun Raja atau Taman Sriwedari. Ratusan orang dengan tugasnya masing-masing tampak tenang menunggu keberangkatan kirab. Laki-laki, perempuan, tua maupun muda yang turut berperan dalam kirab ini menunjukkan masih tingginya perhatian masyarakat pemerhati kraton terhadap adat yang berlaku sejak berdirinya Keraton Solo itu. Banyaknya orang yang melibatkan diri itu sama sekali tidak mempengaruhi kekhusukan dan kekhidmatan Hajat Dalem. Semua orang dengan tenang melakukan tugasnya, terma suk kelompok santi swaran yang di sepan jang persiapan kirab mendendangkan lagu- Lagi bernafaskan Islam. Dengan menempati bagian tengah Bangsal Agung, mereka menabuh rebana dan melantunkan lagu berbahasa Jawa semacam Tamba Ati. la menggambarkan nuansa Islam yang tengah dibangun. Pukul 19.30 WIB semua peserta kirab telah bersiap di halaman. Mereka berbaris rapi sesuai dengan kelompok urutan masing- masing. Sebagai ujung tombak barisan, sebuah lampu petromaks dibawa seorang abdi dalem. Di belakangnya menyusul ting atau lampion besar bergambar Radyalaksana (lambang Keraton Surakarta-red) yang diusung oleh 4 orang sebagai pembuka jalan. Cukupi "butuhe urip", jangan "butuhe karep" Kemudian tam- pak kereta Kial Ret sais dan 2 pekathik (tukang kuda-red) berjalan pelan. Di dalamnya duduk 4 orang petugas yang mendapat dhawuh dalem da lam malem selikur an ini. Mereka ada lah KRT Poerwodi- poero, KRT Wiryo- dipoero, RT Goeno- poero, dan RT War- sodipoero. Setelah itu disu- sul oleh barisan pembawa sesajen. Dua buah jempana berisi tumpeng-ing kung, masing-ma- sing di usung 4 orang. Dan dua be las buah joli dipa- sang pada bambu- bambu panjang yang masing-ma- sing berisi dua buah. Bambu-bam- bu itu dipanggul oleh 2 orang petugas. Barisan sesaji ini masing-masing diapit oleh 2 pembawa ting kecil dan 2 orang prajurit Jayengastra (pasukan dengan senjata pedang panjang). Barisan panjang ini segera diikuti oleh kelom- pok Qasidah dengan musik terbangan yang dimainkan di sepanjang kirab hingga tiba di Pendopo Taman Sriwedari. Pengasuh: KIRM Dipko MP Hamidjojo BA Sedangkan ratusan anggota Pakasa (Paguyuban Keraton Surakarta) yang berasal dari Sukoharjo, Salatiga, dan Purwodadi, berbaris dengan pakaian hitam. Mereka dikawal oleh sepasukan prajurit panyutra atau prajurit panah. Dan di paling belakang kelom pok kesenian Reog turut memeriahkan jalan- nya kirab. Meski langit agak mendung, kirab dengan rute yang selalu sama, yaitu melewati jalan Slamet Riyadi ini berlangsung tertib dan tenang. Selama kirab alunan irama padang pasir dengan lagu tamba ati terdengar terus menerus hingga tiba di pendopo Sriwedari pukul 20.45. Rombongan segera memasuki pendopo, dan sesaji diletakkan ditengahnya. Kemudian proses peringatan malem selikuran itu pun dimulai. Peringatan turunnya wahyu Alquran ini segera di buka dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an. Dan sesuai dengan urutan baku peringatan, kemudian dibacakan sejarah Hajat Dalem Wilujengan Selikuran Keraton Surakarta, oleh KT Kalinggo Honggopuro. Karena meru- pakan peringatan milik kraton, maka selu- ruh prosesi itupun menggunakan bahasa Jawa alus Malam kemuliaan Sebagai akhir prosesi, utusan dalem KRT Poerwodipoero menyerahkan hajat dalem tersebut kepada panitia maleman Sriwedari yang merupakan rangkaian malem seliku ran yang diwakili oleh HR Marsudi. saya dilihat dan diramal nasib saya berdasarkan data-data terlampir. Saya sampai seka rang belum menemukan jo doh, memang sudah bekerja tetapi belum dapat menopang kebutuhan hidup. Hal lainnya, saya selalu kurang cocok ka- lau bekerja dengan adik saya yang mempunyai weton sa ma dengan weton ibu saya, kenapa ini Ki? Sekian, atas bantuannya, saya ucapkan banyak terima kasih. Gadis SM, Klaten 94 ExpeTick Sanary Salah satu prosesi Hajad Dalem Malem Selikuran Keraton Solo, Senin (19/1). Lentik-lentik Bulu Mata Patah Andrik Purwasito Meski usianya telah mencapai hitungan abad, prosesi ini masih tetap berpegang pada tata yang telah berlaku sejak mula perta manya. Mulai dari unsur-unsur yang ada, sampai pada urutan upacaranya, tak men- galami perubahan yang berarti. Konon, tradisi upacara Malem Selikuran merupakan peninggalan Wali Sanga di Zaman Demak Bintoro. Menilik dari pemilihan wak- tu pelaksanaannya, jelas bahwa acara ini didi- sun oleh para Wali Sanga untuk memperingat malam turunnya Alquran, yang disebut Lailatu Qadar. Di dalam ajaran Islam, Lailatul Qadar meru- pakan malam yang penuh kemulaian, yaitu malam seribu bulan. Sebagai berkah menyam Kenakalan anak bisa di-wiradat-i Ki Djoko Yth. Saya seorang ibu mempunyai anak satu tetapi dia punya kebiasaan yang kurang GUNUNGAN tidak mendengarkan, suka berantem, dan keing inan sulit disemayani dan harus dipenuhi seketi ka. Bagaimana cara me-wiradat-inya agar jadi anak yang baik-baik. Sekian tolong aura "sakti" Ki Djoko arahkan kepadanya agar bisa dibenahi. Ibu Wied, Solo Ki Djoko di SOLOPOS, saya sangat tertarik sekali dengan rubrik. Setiap terbit, saya selalu mencari dan membaca untuk pertama-tama sebelum mengikuti berita-berita yang lain. Saya benar-benar mengagumi kawaskithan dan ka wicaksanan Ki Djoko dalam setiap memecahkan masalah, di mana Ki Djoko selalu menggiring dan mengingatkan akan "Kuasa Illahi" sumber segala segala dinamika kehidupan. Persoalan saya, tolong Setelah Ki Djoko deteksi, keadaan Nanda ter- Setelah Ki Djoko deteksi, anak Ibu bukan ter- golong nakal. Kenakalan masih di batas kewa- jaran, sebagai imbangan kecerdasan dan keimanan nyata masih membawa aura dari seberang dan nya. Pada saat usia mendekati ABG (anak baru gede) nanti, kenakalan itu akan berubah dengan sendirinya. Namun ada juga wiradar-nya, coba Ibu mandi keramas sore hari; dan malamnya, setelah anak tidur lelap, usapkan "pakain dalam Ibu pada Setelah Ki Djoko deteksi (berdasarkan data ter wajahnya sebanyak 3 kali dan dilanjutkan besok lampir), mengenai perjalanan hidup Anda hanya pada weton-nya saat tidur langkahi 3 kali dengan sampai saat pernikahan nanti yang dapat dira- niat melahirkan Prana Sejati yang berwatak baik malkan, karena setelah menikah nasib perjalanan Mudah-mudahan aura Pranajiwa anak itu (kakang hidup seseorang telah dipengaruhi oleh pasan-kawah, adi ari-ari dan getih putih puser) akan gannya masing-masing dalam perhitungan neptu membimbing ke arah apa yang Ibu kehendaki. weton kedua suami isteri nantinya. Perjalanan hidup Anda setelah menginjak usia kepala tiga saat- nya Anda menemukan jodoh. Mengenai perkerjaan Aura Dayak hambat perjodohan yang Anda kerjakan sekarang, Ki Djoko lihat sudah cocok, mengenai hasilnya yang belum mencukupi hanya belum saatnya saja, nantinya pasti akan semakin baik. Mengenai adik Anda yang sering tidak cocok apabila kerja sama, ini faktor emo- sional biasa, bukan weton-nya sama ibu lalu mem- pengaruhi auranya sehingga cenderung kontras dengan Anda. Nanti, setelah bisa adaptasi akan paralel kembali. Sekian dulu, semoga berhasil. dalam rekayasa global itu tidak harus mera- sa bertanggung jawab. Mereka merasa puas telah membuat sebuah bencana di depan matanya sendiri. Orang-orang semacam ini benar telah terjangkiti semacam penyakit Galomaniak. Orang-orang yang baik dijeru muskan ke dalam kesulitan, dia sendiri mengenyam kenikmatan dari hasil reruntu- han dan berdiri di atas puing-puing kesedih- an orang lain. but turunnya Alquran, Allah SWT menjan- jikan lipatan pahala bagi setiap umat Islam yang beramal saleh di malam yang tepat jatuh- nya Lailatul Qadar hingga senilai seribu bulan. "Sungguh menjijikan perbuatan orang se- macam itu," pikirku dalam hati. "Sungguh tidak mengenal perikemanusiaan yang adil dan beradab," kata hatiku yang lain. "Itulah politik global Ajeng. Politik itu primordial. Maka dari itu berpolitik itu per- iu kedewasaan. Untu menjadi dewasa mem- butuhkan waktu. Waktu itulah yang kita bu- tuhkan sekarang," kata Kanda. Tidak ada ketentuan yang pasti, baik dari dalil Alquran mampun Hadis yang menetap kan tanggal tepat Lailatul Qadar. Hanya saja, ada Hadis menyebutkan menyebutkan jatuh pada salah satu tanggal-tanggal ganjil di antara 10 hari masa akhir puasa Ramadhan, selain juga masih banyak pendapat variasi yang lain. Ketidaktegasan penentapan Lailatul Qadar, sebenarnya juga banyak hikmahnya. Di anta- ranya, hal itu memberi isyarat bahwa selayak- nya manusia memang beramal saleh di wak- tu apa pun. (mg9/ela) Ki Djoko dapat juga memberikan ular-ular. Saya seorang gadis yang telah bekerja, saya pernah ja di Kaltim (dulu sama-sama bekerja di sana). pacaran dengan seseorang yang sekarang beker saingan terus meningkat. Itu berarti rekayasa, kambing hitam, primordialisme, represi dan resistensi selalu mewarnai keluarga kita di masa depan." "Aku bicara kambing hitam, Kangmas. Kambing yang suka mengembik," kataku mengejek. "Kambing yang suka disembe- lih untuk di guling atau di sate." "Kambing hitam itu adalah sebuah perum- pamaan," katanya. "Jadi bukan kambing yang dijual di pasar-pasar." "Saya tahu, memangnya kenapa," sang gahku. "Kambing hitam itu menarik dalam era global ini. Dalam sebuah politik rekayasa selalu saja ada kambing hitam. Setiap ada rekayasa dalam skenario meja seminar sela- lu saja ada kambing-kambing putih yang berdasi." Musim Getar di Tahun Seni dan Budaya "Aku juga sering berdasi di dalam semi- nar. Apakah aku termasuk kambing-kambing putihmu, Ajeng?" G erakan Cinta Rupiah (Getar) min pada kehidupan masyarakat. Dari Yogyakarta. yang dimulai dari Ny Siti Har hasil diskusi mengenai profil masya diyanti Rukmana alias Mbak rakat Indonesia menjelang tahun 2005 Tutut menukarkan dolar belum lama (Manajemen, 1986) digambarkan bah- ini, secara tidak langsung sebenarnya wa meski pendapatan (GNP) masya merupakan salah satu implikasi Tahun rakat terus meningkat namun di sisi Budaya dan Seni 1998. lain grafik kualitas budaya dan soli- daritas semakin menurun. Rupiah sebagai mata uang nasional juga merupakan lambang dan bagian budaya masyarakat, karena dengan rupiah itu pulalah hampir seluruh kegiatan hidup anak manusia ikut berg erak. Itu sebabnya, Getar di tengah tengah gejolak moneter sekarang ini lebih dirasakan sebagai usaha peng- gugahan semangat dan solidaritas untuk mengatasi berbagai kemelut. egara satu dibuat senang oleh negara N yang kuat dengan cara menindas "Waktu tidak pernah membela yang lemah. Negara-negara yang kuat justru mengadu domba untuk kepentingan sendiri. Orang "Ya, tentu. Karena aku adalah kambing kini k mencari kambing hitam. Alasan- hitammu," kami tertawa bersama. Kita mem- nya, a mudah menangkap kambing hitam bayangkan jika kami berdua kambing, apa di dalam sebuah kerusuhan dari pada me- yang dapat dilakukan oleh dua ekor kamb- nangkap kambing putih di meja-meja si- ing kecuali menggunakan naluri dan intu- negara-negara lain yang lemah. "Benar-benar tata baru dunia global ini dang." isinya. Tiap hari kubayangkan bahwa kami sebuah exploitation de l'homme par l'hom- "Kau ini bicara apa?" tanya Kanda sam- hanya bercanda, makan dan kawin. Persis se- me, (eksploitasi manusia atas manusia yang bil tersenyum. "Keluarga global adalah sebu-perti para milyarden yang berdiam diri tetapi lain)." Kata Kanda gemas. ah keluarga yang siap untuk berkompetisi, kekayaan terus bertambah setiap hari. Sementara itu orang-orang yang bermain Maka di dalam keluarga global tingkat per- Di masa depan, mudah-mudahan Pengging Budaya dan seni agaknya bukan sekedar apresiasi sastra atau kekayaan wisata dengan peninggalan sejarahnya Pakar Antropologi umumnya memberi kan definisi budaya sebagai keseluruh an gagasan dan karya manusia, yang harus dibiasakan dengan belajar, beser- ta keseluruhan dari hasil budi dan kar yanya itu. Ini berarti juga menyangkut mentalitas atau sistem nilai. Berasal dari bahasa Latin colere lalu berkembang menjadi culture, Larry A Samovar dalam buku Understanding Intercultural Communication lebih me nekankan pentingnya konsep diri da- lam analisis budaya. Lebih jelas lagi, Edward T Hall me ngatakan bahwa budaya adalah alat ke- hidupan bagi manusia, sehingga tak a- da satupun kehidupan yang tak tersen- tuh oleh budaya. Budaya, katanya, juga adalah kepribadian, cara seseorang memecahkan masalah, mengekspres- kan diri, cara berfikir, bahkan termasuk sistem tranportasi, perencanaan kota Hubungan budaya dengan bidang lain sama halnya dengan bagaimana sistem pemerintah dan ekonomi yang secara bersama-sama melaksanakan fungsinya. Ringkasnya, budaya adalah komunikasi dan komunikasi adalah budaya (Edward T.Hall, 1959). Ki Djoko yang baik. Tolong baik, seperti kalau diajak bicara pura-pura diam dan Karena sesuatu hal, saya terpaksa pindah ke Jawa buat suami saya yang dulunya setia dan sayang alam mengembangkan seni budaya sebagai pariwisata di Pulau Maritius, sebuah negara pulau kira-kira 18 bulan yang lalu. Tetapi saya sangat sulit melupakan dia. Di Jawa, saya juga sudah tidak bekerja lagi, lapangan kerja di Jawa terbatas sekali. Tolong Ki, bagaimana dengan nasib saya nanti. Bisakah saya berjodoh dengan pacar saya itu? Iyan gadis seberang, Klaten tetapi sekarang akan berani main-main WIL? Bantulah kami, Ki! Bu Bidan, Wonogiri Timur Berdasarkan deteksi Ki Djoko, adanya WIL dalam keluarga adalah tidak benar, karena aura sua mi isteri masih belum tercemar aura lain yang mensenyawai. Mungkin, hal itu hanya karena Anda terlalu khawatir kehilangan saja. Suami Anda terma- aura tersebut berkarakter Suku Dayak. Pengaruh suk laki-laki yang neptu weton-nya menggambar aura ini menjadikan Nanda sulit menemukan jodoh kan tipe lelaki serius dan tidak suka macam-macam. dan selalu menghadapi kegagalan. Aura itu sengaja Berbahagia Anda menerima jodoh dari Tuhan dipasang oleh seseorang sehingga cepat sekali bersenyawa pada kehidupan Nanda. Maka agar segalanya wajar, Nanda harus dinetralkan dari semua aura asing itu. Dengan demikian, Nanda akan berjalan mengalir wajar mengikuti perjalanan nasib yang tertulis oleh-Nya. Coba datang ke Jl Nayu 34 Nusukan Solo, bawa bunga tiga macam putih semua, kain putih 2 meter, telur ayam kam pung, nanti Ki Djoko bantu menetralkan aura itu. yang satu ini. Rumah Anda baik-baik saja, hanya perlu dipagari supaya tidak tercemar aura lain nan- tinya. Kemungkinan tercemar besar sekali, kare- na dibelakang rumah sebelah pohon bambu ada kan tanah milik Anda tetapi karena dulunya me- sumber aura merah. Meskipun tanah itu sudah bu nyatu ada kemungkinan aura tersebut bisa ter saja, gantikan dengan tanaman lain agar angsar gabung. Sebaiknya pohon bambu itu ditebangi nya tetap dingin dan yoni rumah ngrejekeni Aura merah di rumpun bambu Rubrik ini terbit pada Selasa dan Rabu. Anda yang Ki Djoko yang bijaksana. Saya seorang PNS mempunyai berbagai problem pribadi dan tidak mampu tinggal di ujung timur Wonogiri, suami juga PNS dipecahkan, ahli supranatural Ki RM Djoke MP (satu departemen). Anak empat (lelaki semua) Hamidjojo BA akan menjawab masalah Anda di rubril sudah musimnya ngragati (butuh pembiayaan). ini. Kirimkan surat dan identitar Anda lewaz SOLOPOS. Tetapi akhir-akhir ini saya mencurigai suami saya Jl. Slamet Riyadi 325 Solo. Yang ingin bertemu Ki Djoko ada main dengan teman sekantornya. Saya belum di Jt Nay 34 Niskan Solo Pengirim surat untuk Ki Djoko mendapatkan bukti-bukti Ki, tapi namanya isteri harap melampirkan tunggal lahit weton atau foto. kan peka rasa, apabila suami macam-macam. Tolong Ki, benarkan dugaan saya ini, dan bagai- mana caranya agar hal ini terhindar dari keluarga Apakah karena aura rumah/tanah ini yang mem- kami, karena saya baru saja dapat membuat rumah. Penurunan kualitas hidup disebutkan dalam diskusi itu terutama karena kesenjangan dalam masyarakat yang semakin besar dan belum teratasinya perbedaan pendapatan. Resiko pilihan pembangunan ekono- mi dengan menempuh ekonomi pasar, mendorong negeri ini sekaligus mem- buka dirinya menjadi bagian ekonomi internasional. Bersamaan dengan itu, globalisasi dan arus informasi juga ikut mengubah gaya hidup, dengan muncul nya kebutuhan baru yang tidak perlu. "Segala ragam keterbukaan yang diperkenalkan dan dibina oleh proses globalisasi itu, menyebabkan gejala kultural yang tak terelakkan, yakni homogenisasi dari budaya pop," kata pakar sejarah Prof Dr Taufik Abdullah Gejala ini, katanya, bukan saja akan menyeragamkan selera, simbol, tapi juga akan melarutkan segala batas iden- titas diri dalam keseragaman yang dan gkal dan fragmentaris. Sementara itu, kenyataan budaya makin memperli- hatkan sifatnya yang pluralistik. Masyarakat Indonesia mau tidak mau juga akan dihadapkan pada situ- asi homogenisasi kultural yang bege- monik. Siapa yang kuat akan menentu- kan corak dari keseragaman itu. "Ke- tika ancaman homogenisasi yang menyeragamkan ini semakin luas, kita akan semakin menyadari betapa kehi- langan kemampuan untuk mendap atkan definisi diri sebagai bangsa, suatu kehilangan yang tak bisa diganti," ujar Taufik Abdullah Kebutuhan masyarakat ini tampak semakin menjadi-jadi seiring dengan semakin canggihnya teknologi komuni- kasi dan budaya pun semakin ter hege moni lewat media. Media kemudian menjadi "dunia kedua" bagi masyara- kat karena isi media merupakan pen- jelmaan pesan yang dianggap realitas Ancaman Homogenitas kultural Dengan demikian, saat membica- rakan pola hidup kelompok menengah, misalnya, berarti masuk ke arena bu- daya, karena budaya adalah juga pola atau bentuk gaya hidup. Pola hidup ini- lah yang sekarang ini terutama saat ge jolak moneter sedang mendapat ujian. Sikap kelompok menengah yang memborong supermarket sampai kosong belum lama ini, mencerminkan betapa kaidah "emas" budaya yakni simpati dan empati, sudah mulai ter- singkir. Sementara, di pojok-pojok pasar tertentu terlihat antrian panjang kaum ibu dan pedagang kecil membeli minyak goreng dengan harga murah. Di sinilah, peran media elektronik dengan usaha kreatifnya agar menya jikan suatu realitas kamera yang berpe ngaruh mantap pada khalayaknya, kata- nya. Dalam rangka pengendalian dan pengarahan serta pemantapan masya- rakat inilah, menurut Djajusman, per- lu penggugahan semangat sepanjang masa. Tahun Budaya dan Seni meru- pakan salah satu usaha untuk meng- Iptek kemudian menjadi bagian pres gugah semangat masyarakat untuk tise bangsa, yang kemudian menyen- tetap berpegang pada jati dirinya mes Pencanangan Tahun Budaya dan tuh semua segi dan sendi kehidupan ki berada di tengah gelombang mo- Seni oleh Kepala Negara saat mema- secara ekstensif, lalu merombak dern. suki tahun 1998, tampaknya menuntut budaya masyarakat secara intensif pula, Tulisan ini diambil implikasi lebih luas yang akan tercer- katanya dalam sebuah seminar di dari Kantor Berita Antara Dengan membuka pintu ekonomi tepat saat dunia makin mengacu pada globalisasi dan informasi, pola hidup pun semakin mendapat rangsangan konsumtif. Abad 21 yang sudah diam- bang pintu, menurut Prof Dr Kunto Wibisono, merupakan kondisi lanjutan dari abad 20, dengan Iptek sebagai sesuatu yang substantif. paket wisata, yang perlu diperhatikan seg- men intelektualnya agar wisatawan yang datang untuk melihat seni budaya Indonesia benar-benar dapat menikmatinya. ......NUANSA SUPRANATURAL Seni budaya sebagai paket wisata perlu segmen intelektual "Arah pariwisata kita masih semrawut karena selama ini kita menargetkan mendatangkan sebanyak mungkin orang di luar ras kita tanpa memperhatikan kualitasnya," kata Dr Yusmar Yusuf MPsi beberapa waktu lalu di Pekanbaru. HALAMAN 15 Akibat mengejar jumlah turis yang datang, paket wisata yang ada tidak dikemas dan ditata dengan apik sehingga umumnya pendatang lebih meman- faatkan peluang untuk menyalurkan kebutuhan biologisnya, kata Yusmar. Artini S Dampak positif dari kemajuan dan penguasaan Iptek ini dapat membuat masyarakat mempunyai wawasan luas berkat dukungan fasilitas teknologi yang semakin canggih. Namun, dar pak,negatifnya mendorong masyara kat untuk menjadikan materi sebagai target dan tolok ukur keberhasilan pembangunan. Materialisme akhirnya membayangi kehidupan massalisasi produksi dan konsumsi. "Akibatnya, tanpa disadari masyarakat hanyut dalan menikmati high technology, namun tidak dilambari dengan high morali ty," katanya. tidak dimasuki oleh mereka yang punya tar- get politik. Pengging terhindar dari kekuatan resistensi yang banyak mendapat angin pe- mikiran dan dukungan dari luar negeri. Tetapi Pengging memerlukan orang-orang cerdik pandai. Mereka para idealis yang berjiwa pejuang. Bukan mereka yang menghenda- ki perubahan masyarkat secara cepat. Tentu banyak orang di negeri ini tak meng- hendaki perubahan secara revolusioner. Ba- nyak sudah contoh di dunia ini tentang akhir sebuah revolusi. Korban jiwa dan harta ben- da yang seharusnya tidak perlu terjadi. Revo- Bagaimanapun, perubahan masyarakat itu lusi mampu menghancurkan sebuah tanta- pasti terjadi. Hanya saja, ada juga mereka nan masyarakat dan bangunan lain, seperti yang berkehendak melakukan perubahan bangunan ekonomi, sosial-politik yang telah secara revolusioner ada yang secara evolu- mencapai titik kemajuan. Revolusi memang sioner. Kaum muda pergerakan agaknya tak mahal harganya. Norma-norma lama telah pernah surut dan tak pernah mengenal putus diubah dengan norma-norma baru. Kema- asa menghadapi tembok-tembok raksasa. juan dibangun dengan semangat global. A- Mereka berprinsip seperti air laut, "sekuat- gaknya perbuahan itu tidak saja dalam ba- kuatnya karang, akhirnya akan hancur juga." Lihat saja, para pemimpin mereka dipen- jarakan, gerakan mereka dinyatakan dilarang, para partisan mereka dikejar dan dibuat tak berdaya, tetapi mereka tetap berjuang. "Ini sungguh luar biasa," kataku dalam hati. Apalagi, dalam kehidupan sehari- hari terlihat betapa kemewahan kemo- dian diidentikkan dengan kebahagiaan, kekayaan materil dijadikan status sim- bol, kuantitas menggusur kualitas, pre- tasi diraih dengan manipulasi dan ko- lusi. "Kesemuanya itu menjadi marak nya budaya korupsi dan manipulasi.” bersambungan. Makin hari tambah panjang, makin hari tambah besar, makin hari tam- bah menguat akar-akarnya. Kondisi ini terdengar semakin tragis dan ironis bagi bangsa yang sedang berupaya untuk membina jati diri seba gai bangsa yang besar terhormat, se mentara oleh informasi yang diberikan luar negeri dinyatakan sebagai negara yang tinggi tingkat budaya korupsinya, demikian Prof Dr Kunto Wibisono. Menghadapi ancaman krisis budaya ini, komunikasi menjadi anjungan sen- tral dalam proses pemanusiawian manusia, tulis Prof Dr R Djajusman Tanudikusumah dalam sebuah bukun- ya (1985). Pemanusiawian manusia, katanya, adalah suatu proses transfor- masi dan dalam hal ini komunikasi telah memainkan perannya yang khas. Dimulai dari kearifan dan kemampuan manusia membuat lambang, lalu mem- produksi pesan, untuk kemudian dise barkan ke masyarakat luas demi kepen- tingan hidup bersama. tas norma-norma hukum dan kekuasaan, te- tapi juga perubahan mental akan terjadi ka- rena seluruh struktur masyarakat disamara- takan dengan tanah. Dewasa ini maupun untuk waktu selanjutnya, masyarakat dilingkungi berbagai "blodok modern seperti TV. video, radio, film surat kabar dan kom- purter. Bahkan Abad ke-21, komunikasi pun bakal menjelma menjadi "kom- punikasi" yakni komunikasi dengan komputer. la mengakui, karena paket wisata tidak untuk segmen intelektual maka turis yang datang juga memiliki tingkat intelektual rendah. Meskipun menikmati *35* yakni pasir, matahari dan seks uangnya banyak, mereka hanya berkunjung untuk (sea, sun and sex). ta di perairan Riau seperti Batam, Tanjung Pinang Dicontohkan, turis yang mendatangi obyek wisa- atau Karimun. "Sejak dijadikannya Kepulauan Riau sebagai andalan wisata bahari, banyak turis dari kelas bawah mendatangi obyek tersebut dan mere- duniawi," tegasnya. ka singgah hanya untuk mencicipi kenikmatan Seni budaya masyarakat setempat jika dikemas untuk paket wisata lingkungan sangat layak dijual kungan dikelola dengan baik, wabah HIV/AIDS untuk menyalurkan nafsu hewaninya tapi benar- Yusmar mengemukakan, jika paket wisata ling- dan turis yang datang pun tidak lagi semata-mata yang banyak dibawa turis asing tidak akan men- benar kagum dengan indahnya alam dan tradisi jalar. la yang juga Kepala Pusat Pengkajian Bahasa bangsa Pariwisata merupakan ujung tombak seni dan Kebudayaan Melayu (P2BKM) Universitas dan budaya, tapi sayangnya perangkat penunjang Riau (Unri) itu mencontohkan pengembangan tidak disiapkan jauh-jauh hari," katanya. (Ant) di Lautan Hindia, di sana pariwisata dikemas untuk disajikan pada turis intelek Paket wisata di sana lebih mementingkan kua litas dari pada kuantitas sehingga seni budaya masyarakat setempat yang dikemas dalam bentuk ekoturisme benar-benar dapat dinikmati dan menja di kenangan bagi yang pernah berkunjung ke sana Profesional Menurut dia, negara yang dikelilingi laut itu mengandalkan wisata lingkungan sejak Wisman datang dari bandara menuju ibukota negara, Port Louis. Mereka menikmati pemandangan perke bunan tebu yang dijelaskan oleh pemandu wisata. "Meskipun hotel tempat menginap mahal dan harganya sama di seluruh pulau itu, pelayanan- nya profesional dan orang yang datang benar-be nar dapat sajian paket wisata kelas tinggi," katanya. jahan Perancis itu mengaku sangat tertarik, bahkan la yang pernah berkunjung ke negara bekas ja turis dapat menyelam di laut sambil memberi ma kan ikan meskipun si turis tidak pandai berenang. Dia mengatakan, kondisi wisata seperti itu bisa ditiru dimana pengelola pariwisata dapat mengem- bangkan wisata lingkungan yang potensinya banyak terdapat di negara ini. mana yang mereka inginkan. Di sinilah di- perlukan dinamika dalam setiap semboyan. Ada angin yang kuat dalam proses menu- ju keluarga global ini, yakni kembalinya ide tentang Eropa yang chauvistik, seperti sem- boyan, La France pour les FranAais, jadi Ne- gara Perancis untuk orang Perancis, bukan untuk siapa-siapa. Sekarang buru-buru orang mempersatukan Eropa agar l'Europe pour les Europeans" (Eropa untuk orang Eropa). Sedangkan orang-orang atau negara-negara di luar itu adalah tetap dianggap the outsider yang tak bisa untuk ikut campur dalam kelu- arga global, kecuali mereka yang menjadi Kepala Rumah tangganya, yang punya kuasa dan hak untuk mengatur. Revolusi selesai tetapi pekerjaan mem- bangun sebuah bangsa harus terus dibina. Demokrasi telah dirumuskan lebih dari dua ratus tahun, tetapi demokrasi telah banyak Tetapi sesungguhnya perubahan dalam memakan korban diri sendiri. Di Perancis revolusi itu hanyalah lapisan tipis dari sebuah pemogokan diberli peluang dan peluang itu rakan semua orang? Tidak ada. Akhimya pe- perubahan itu tidak menyelesaikan masalah semacam itu dapat mengancam ekonomi Pemerintah mana yang dapat memenja- gerakan mental. Nyatanya, semua revolusi hampir digunakan setiap hari. Pemogokan merintah juga selektif dalam memilih para sosial dan masalah kemanusiaan. Ada seba dan masa depan negara Perancis sendin pelaku, dengan mendasarkan pada tingkat ke- gian kelompok yang merasa terangkat tetapi Memang tak satupun demokrasi di dunia salahan dan disesuaikan dengan hukum apa sebagian besar yang lain tersingkirkan. Di ini yang dapat menjamin sebuah negara yang dapat menjerat. Namun, di luar itu, Perancis, lahirlah semboyan kebebasan, ke- menjadi sempurna. Itu hanya cerita roman- kawan-kawan dan jaringan mereka tetap sederajatan dan persaudaraan, tetapi sampai tik atau sejarah klangenan yang ditulis oleh berkembang persis seperti jaringan laba-la- hari ini orang-orang Perancis tak pernah bi- para penulis-penulis kerajaan. ba. Di putus satu rantai, rantai lainnya sa bebas, sederajat dan bersaudara, sebagai- (Bersambung)