Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Solopos
Tipe: Koran
Tanggal: 1998-01-21
Halaman: 13

Konten


a A n 7 A 5 F F TH Ca + an D), TY + an or, in di ra mal ba al, ch as ani, it. ne 10 me sud gan Dos pa VRI san arta -) 3 3 3 13 3 SOLOPOS, RABU LEGI, 21 JANUARI 1998 { Didakwa lecehkan aparat, pelatih Klub Dragon diadili to Salatiga (Espos) berpatroli, kemudian menangani wa dan menggugatnya ke PN tabrakan tersebut. Saat saksi se- Salatiga. dang memeriksa, terdakwa ber- pamitan sebentar untuk ganti baju. Tetapi perbuatan itu diang gap melecehkan petugas, hingga saat pergi sebentar, Suwoko berteriak-teriak: "Yon Daryono melarikan diri" Rupanya teriakan itu didengar Enu Lestiowati, anak terdakwa yang kemudian disam- terjadilah perang mulut antara paikan kepada ayahnya, hingga anggota Polres Salatiga itu dengan Yon Daryono, pelatih klub atletik Dragon tersebut. menyatakan bahwa kata-kata Dalam eksepsinya, terdakwa Jadi hansip saja seperti diang gap Suwoko sebagai bentuk penghinaan, sama sekali tidak beralasan. "Hansip kan peker jaan terhormat, mengapa Suwoko harus merasa tersinggung," ung kap terdakwa dalam sidang ke- nal Yon menunjuk jari ke arah marin. Sedang tuduhan menge mata Suwoko, ia juga menyang kalnya bahwa itu sebagai bentuk pelecehan terhadap aparat. Terdakwa juga meralat surat tuntutan jaksa yang merubah kali- mat dalam keterangan kesaksian Suwoto. Dalam keterangan sak si Suwoto di BAP sebelumnya, jaksa menulis kalimat: "Jadikan hansip saja. Tetapi dalam tun- tutan kemarin diganti dengan kalimat: "Kamu komite saja de ngan anak saya." Majelis Hakim yang terdiri Mabruq Nur SH, Sutriadi Yahya SH dan Retno Kusrini SH mempersilakan JPU untuk menyampaikan replik NGANGGUR-Puluhan mesin jahit milik Anton (insef), pengusaha berhenti akibat adanya krisis moneter yang masih terus berlanjut dalam sidang Selasa pekan jasa konveksi di Dukuh Manggis, Jati, Masaran, Sragen, nganggur Nasib serupa juga menimpa sejumlah pengusaha kecil lainnya di depan. (sho/st4) dan tidak difungsikan untuk berproduksi lagi, setelah usahanya Sragen. A Tuntutan tersebut dibacakan oleh jaksa pada sidang 13 Januari di pekan lalu. Terdakwa dinyatakan melanggar pasal 207 KUHP. Ka rena itu dalam sidang kemarin, ia mengajukan eksepsi (pembelan red) yang menyatakan bahwa ia tidak bermaksud menghina apa rat kepolisian bernama Suwoko. 5 Yon Daryono, pelatih klub atle tik nasional Dragon Salatiga di- tuntut hukuman penjara satu ta- hun dengan masa percobaan dua tahun, oleh jaksa penuntut umum (PU) Herry Sudarmanto SH, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Salatiga, Selasa (20/1). Ia didakwa telah melecehkan seorang aparat kepo- lisian bernama Suwoko. Peristiwa terjadi pada 19 Agus tus 1997 lalu. Diawali dengan tengkar mulut antara terdakwa dengan Suwoko di jalan masuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Salatiga. Sebelum terjadi perang mulut dengan Suwoko, kata ter- dakwa, diakui ia menabrak se- buah mobil milik Sukardi yang Sebagaimana terungkap dalam sidang sebelumnya, antara Suwoko dengan Yon Daryono terjadi pertengkaran mulut sesaat setelah mobil Yon menabrak mobil Sukardi. Pada saat itu, Suwoko selaku aparat keamanan datang dan akan menjernihkan masalah. Ternyata keduanya ter libat pertengkaran mulut, hingga terdakwa mengeluarkan kata kata: "Jadikan Hansip saja. Selain itu terdakwa juga menunjukkan kedua jari tangan ke arah mata keluar sakit. Suwoko. Rupanya Suwoko tidak Suwoko yang saat itu sedang terima dengan tindakan terdak Dewan: Tingkatkan pelayanan RSU Boyolali (Espos) Dengan adanya penetapan Ru- mah Sakit Umum (RSU) Pandan Arang unit dana daerah, diharapkan pelayan an kesehatan kepada masyarakat akan lebih meningkat. Hal ini, menurut Ketua Komisi CDPRD Boyolali, Imam Supandi, berkait dengan pengelolaan lang sung dana yang diterima RSU tersebut. "Dana atau pendapatan yang diterima pihak RSU Pandan Arang, setelah ada penetapan per- aturan daerah (Perda) yang te- ngah digodok saat ini, akan dite rima langsung tanpa melalui Pemda," ungkap Supandi kepada Espos, di ruang rapat Komisi DPRD setempat, Selasa (20/1). Penerimaan langsung itu, ujar dia, nantinya akan berbeda dibanding waktu belum menjadi unit swadana. Dulu penerimaan RSU masuk ke Pemda sebagai dana transit. Setelah itu baru lewat kas daerah, kemudian disalurkan ke RSU untuk biaya pengelolaan dan pemeliharaan. Setelah ada perubahan pengelolaan pendap- atan, RSU Pandan Arang akan membuka rekening sendiri di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jateng Cabang Boyolali, guna memudahkan pengelolaan. Bila dikaitkan dengan penda- patan daerah Boyolali sekitar 7,6 miliar, perubahan tersebut tentu akan berpengaruh. Imam juga mengakui, dalam soal peneri- maan Da lam arti tidak langsung diterima Pemda sebagai dana transit seperti dulu. Namun dalam penetapan Ang- garan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 1997/1998, penerimaan RSU Pandan Arang tetap masuk hitungan angka. Pemda juga tetap menerima pe masukan dari pendapatan RSU. Jasa giro dari pendapatan RSU yang disimpan di rekening BPD, jelas Imam, nantinya disetor ke Pemda. Jadi Pemda tetap mene rima pendapatan RSU, meski hanya jasa gironya saja. Selain itu Pemda juga tetap mendapat pemasukan dari pajak bahan galian golongan c, juga pajak pemanfaatan air bawah tanah dan pemanfaatan air per- mukaan tanah, dengan jumlah pemasukan berkisar Rp 300 juta Perubahan pola tersebut juga berkait dengan mulai bermuncu- lannya rumah sakit swasta, yang notabene menerapkan pelayan- an. Sebab, selama ini di masya- rakat timbul kesan bahwa seakan bila sakit terus dibawa ke RSU, jangan harap akan mendapat pelayanan cepat dan menye- nangkan. Padahal, hal itu belum tentu selalu terjadi di setiap RSU pemerintah. (rif) "Pilkades tahap II akan perhatikan jadwal haji Klaten (Espos) Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) tahap II yang ren- cana dilaksanakan tanggal 18 Maret-1 April 1998 mendatang, akan diusahakan tetap memperhatikan calon kepala desa (Cakades) yang akan menunaikan ibadah haji (menjadi Calhaj tahun ini-red). Ymt Kabag Humas Pemda Klaten, Yusuf Hery Suhardi mene gaskan, para Cakades yang akan menunaikan ibadah haji tak per- lu khawatir. Sebab Bupati dan instansi yang terlibat akan men- gusahakan para Cakades yang ikut menunaikan haji tetap bisa mengikuti seluruh proses seleksi. "Kami telah memperhitungkan bahwa mungkin ada calon yang ingin melamar menjadi Kades tetapi waktunya bersamaan dengan pelaksanaan dia harus menunaikan ibadah haji. Tetapi kami juga tidak bisa menjamin apa yang direncanakan kami juga bisa terpenuhi," ujar Yusuf menjawab pertanyaan Espos di kantornya, Selasa, (20/1). Kata dia, dalam lampiran pengisian formulir lowongan yang dim- ulai sejak 12 Januari lalu, dicantumkan apakah calon bersangkutan akan mengikuti pelaksanaan haji atau tidak. Bila nanti jumlahnya cukup banyak, akan dibuat jadwal proses Pilkades yang disesuaikan dengan pesertanya kelak. "Yang jelas setiap calon tidak bisa menghin dari penelitian khusus (Litsus), ujian dan wawancara. Tetapi sebe narnya tergantung niat masing-masing pribadinya. Bila ternyata penyesuaian jadwal yang kami buat masih terbentur juga, masih akan diupayakan penyesuaiannya lagi," jelas Yusuf. Meski Pilkades tahap II ini waktunya berdekatan dengan Sidang Umum MPR, kata Yusuf, tidak bisa dikesankan terburu-buru. Dengan diplomatis ia mengemukakan alasannya bahwa semakin cepat pekerjaan itu dilakukan akan semakin baik. Karanganyar (Espos) DPRD Karanganyar berharap pihak eksekutif mau menjelaskan dah," ujarnya. secara resmi permasalahan yang dihadapi serta keadaan sebenarnya pedagang Passar Palur itu sebenarnya dari Pasar Palur. Jika pihak Komnas HAM masih belum jelas, mere- sudah dapat dikatakan selesai. ka bisa langsung meninjau lokasi untuk mengetahui duduk per- soalannya. "Sudah semestinya, Komnas HAM diberi penjelasan rinci soal itu, kalau per- lu beliau-beliau dipersilakan datang lang- sung ke lokasi pasar," ujar Ketua DPRD Karanganyar, Soeparno, ketika dihubungi Espos, di ruang kerjanya, Selasa (20/1). Surat yang dikeluarkan Komnas HAM, menurut Ketua Dewan, hanya bersifat meneruskan pengaduan dari pedagang Jadi, masukan yang didapat dari pengad- uan para pedagang semata. Di balik semua itu, Soeparno menduga pengaduan pedagang pasar memiliki muatan tertentu yang berdiri di belakang kepentingan pedagang. Ketika ditanya siapa yang memainkan peran di belakang layar, dia mengelak menyebutkan. "Ah saya kira Anda ini mungkin lebih tahu daripada saya," kilahnya. Lantik 31 Kades Sementara itu Bupati H Kasdi SP, pada 17 Januari lalu telah sele- sai melantik 31 Kades baru yang terpilih dalam Pilkades tahap 1, dan pelantikannya dilakukan secara marathon di desa masing-masing. Dalam setiap kali melantik, Kasdi minta agar Kades baru itu seceptanya melanjutkan rencana pembangunan desa yang telah diprogramkan terutama di bidang pemerintahan. Juga diharapkan ada koordinasi yang baik antara perangkat desa dengan warga masyarakat. Berikut ini nama-nama Kades baru yang telah terpilih, yaitu H Radi untuk Desa Pacing dan Djoko Parmanto SH untuk Desa Canan, ked- uanya dari Kecamatan Wedi. Mochammad Fajari untuk Desa Danguran dan H Soeripto BA untuk Desa Kajoran, keduanya Kecamatan Klaten Selatan. Irianto untuk Desa Karangdukuh dan AL. Tri Dadiwijono SH untuk Desa Bakung, keduanya Kecamatan Jogonalan. Dwi Krintanto untuk Desa Mutihan, Kecamatan Gantiwarno. Sumardiyana dari Desa Cucukan dan Sugiyano dari Desa Sengon, keduanya dari Kecamatan Prambanan. Senen untuk Desa Kebonalas dan Puyanto dari Leses Kecamatan Manisrenggo. Untuk Desa Randulanang yaitu Sutikno dan Wirjanto untuk Desa Bengking, keduanya Kecamatan Jatinom Dari Kecamatan Tulung di Desa Mundu Yoenari dan Desa Mundu yaitu H Madi Hartono. Djajoesman dari Desa Gempol dan Desa Ngabeyan yaitu Subarto dari Kecamatan Karanganom. Untuk Desa Jagalan, Kecamatan Karangnongko yakni Wasri Laksono, Dari Kecamatan Bayat di Desa Beluk yaitu Saiman dan Desa Krakitan Drs Edy Rachmanto. Dari Kecamatan Cawas, Desa Tlingsing yaitu Sukiman dan Desa Karangasem yaitu Sugiyanto. Untuk Kecamatan Karangdowo di Desa Sentono yaitu Sunardi dan Desa Karangwungu yaitu Marijo. Desa Kalangan Kecamatan dan yaitu Suwandi dan Desa Mandong Kecamatan Trucuk yakni Sogi, Desa Delangu yaitu Purwanto dan Desa Jaten Juwiring yaitu H SURAKARTAN Sumanto Susilo Wardana. Kemudian untuk Desa Gumulan Kecamatan Klaten Tengah yaitu H Dedy Soebano BSc dan Desa Sekarsuli AG Sri Hardoyo, sedang Desa Jebugan yaitu Sri Bagiyo HS, keduanya dari Kecamatan Klaten Utara. (far) Soal kepindahan pedagang Pasar Palur Atasi krisis keuangan, Eksekutif diminta beri penjelasan Damatex genjot ekspor Menyinggung tentang permasalahan yang banyak timbul di Pasar Palur, Soeparno, menyarankan sebaiknya untuk menanggapi pasar seperti itu harus diu- payakan serius tetapi santai. Dimana pihak-pihak terkait harus bisa masuk ke berbagai kalangan pedagang dan bukannya mempercayakan pada pihak-pihak tertentu, misalnya kepala pasar, atau himpunan pedagang pasar "Pokoknya setiap kebijakan yang diam- bil harus didasarkan pada kepentingan dan suara semua golongan pedagang. Pedagang juga diminta tidak hanya karepe dhewe (seenaknya sendiri-red)." timpal- nya. Namun, tambah Ketua Dewan, kini per masalahan pasar itu sudah sedikit teratasi dimana seluruh pedagang sudah pindah ke lokasi pasar baru. "Sekarang Anda bisa Warga Dukuh Ngangkruk, Desa Sum- berejo, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten yang terkena proyek pelebaran jalan untuk jalur lambat, akhirnya pasrah dan tinggal menunggu budi baik Bupati. Bila Bupati pun- ya niat baik untuk memberi ganti rugi tanah yang terkena proyek tersebut, warga sangat berterima kasih. lihat sendiri, semua pedagang sudah pin- bagaimanapun juga Pasar Palur akan terus mengalami perkembangan," ujarnya. kios masih ter- bilang mahal, Soeparno berujar harga masing-masing kios itu sudah termasuk pembiayaan berbagai fasilitas seperti jalan, selokan, pagar dan terminal. Beban biaya itu harus dipikul bersama oleh semua pedagang. Kalau orang mengatakan bangunan nya jelek tapi harganya mahal, saya nggak bisa mengerti. Saya percaya dalam pem- bangunan itu, tidak ada maksud untuk mendapatkan bati (untung-red)," jelas nya. Ganti rugi tanah untuk pelebaran jalan sepanjang 1,5 km dari Tegalyoso-Trunuh, hingga kini masih ditunggu-tunggu warga. "Kami sangat setuju dan mendukung pem- bangunan jalan, tapi tolong, hak kami juga dihargai," tandas Suparmin, ketika ditemui Espos di kediamannya, Selasa (20/1). Pindahnya pedagang itu atas dasar adanya adanya kesepakatan antara peda- gang, Dipenda dan kepala pasar bebera- pa waktu lalu. Perluasan Yang menjadi masalah kini, terlihat keadaan pasar sekarang nampak penuh sesak dengan pedagang. Pasar hampir tidak bisa menampung jumlah pedagang Bahkan space yang sedianya digunakan untuk parkir kini digunakan sebagai tem- pat pedagang adegan. "Yang kita lihat sekarang, tampaknya lokasi pasar baru sudah penuh dan tidak cukup. Padahal sudah sejak duhi pihaknya menyarankan agar pasar diperlebar dan tanah-tanah kosong di bagian barat juga ikut dibangun pasar," katanya. Ketua Dewan juga mengemukakan alternatif misalnya dengan memperluas lokasi pasar ke arah sebelah barat termi- nal yang kini masih berupa tanah sawah. "Perluasan seperti itu dirasa perlu. Karena DO BINGKISAN LEBARAN-Kapolres Sragen, Letkol (Pol) Drs (Tarling) di Mesjid Muqarrabin, kompleks IPHI Sragen, Senin (19/1) Siswaluyo, menyerahkan bingkisan Lebaran kepada salah seorang malam lalu. Bingkisan serupa juga diterimakan kepada 10 orang jom- santri dan lima pondok pesantren dalam acara tarawih keliling po dan 10 anak yatim piatu. Pelebaran Jalan Raya Yogya-Solo Warga Ngangkruk tunggu budi baik Bupati Klaten Espos Karenanya, harga yang ditetapkan di Pasar Palur, lebih mahal dibandingkan dengan harga kios di Pasar Jaten. Ini dise- babkan, lokasi Pasar Jaten tidak harus membuat berbagai fasilitas baru seperti sarana jalan. Untuk warga Jetis ini, menurut warga, tanah pengganti yang luasnya sama dengan Mantan Kades ini salah satu dari tiga orang tanah yang tergusur, rencana akan dijual, yang ditunjuk mewakili warga. Ketika per- dibagi sesuai jumlah masing-masing tanah soalannya sudah buntu, ia bersama teman warga yang terkena gusur. Sebab, kalau temannya kini cuma pasrah, menunggu ditempati tidak mungkin, karena ada yang kemurahan Bupati, sebagai pengambil kepuhuas dan ada pula yang hanya beberapa meter, tusan akhir mengenai soal ini. Sebab, kata sesuai tanah yang tergusur. "Biar adil, sete Suparmin, sebagian besar warga sudah lah mendapat tanah pengganti, akan dijual menyerahkan surat pernyataan yang tidak dan uangnya dibagi sesuai dengan luas tanah ditandatangani, tapi disertai usulan sesuai yang tergusur," timpal warga yang lain. permintaan masing-masing. Fasilitas yang ada sekarang di Pasar Palur, nantinya juga akan dibebankan pada pemilik ruko yang rencananya akan dibangun di pinggir jalan arah timur pasar, Sedangkan harga los yang lebih murah, menurut dia, karena ada subsidi silang antara kios dan los. (din) 25,000-Rp.40.000. Tanah pengganti Seperti pernah diberitakan di harian ini, Karena itu ia minta tanah penggantinya pembebasan tanah di Dukuh Ngangkruk ini juga sama-sama di tepi jalan raya, yakni tanah masih menemui kendala lantaran belum ter bengkok yang terletak di depan rumah pemo jadi kesepakatan antara warga dengan tim tongan hewan (RPH). Ditunjuknya tanah ter- panitia proyek. Pihak tim mendasarkan pada sebut, menurut dia, karena tanah tersebut surat keputusan (SK) Bupati bahwa warga adalah tanah kas desa. Pertimbangan dia tidak akan diberi ganti rugi. Sementara war- lagi, karena 14 warga Desa Jetis (desa tetangga mendasarkan pada Keppres Nomor 55 ganya-red) yang juga terkena proyek pele Tahun 1993 dengan petunjuk pelaksanaan- baran jalan, bisa disetujui Pemda mendapat nya dari Menteri Agraria/Kepala Badan tanah pengganti yang senilai, yakni tanah Pertanahan Negara Nomor 1 Tahun 1994, milik kas desa, yang juga sama-sama di tepi yakni untuk bangunan, ganti ruginya 3xNJOP jalan raya, depan terminal Bendogantungan. (3xRp 162.000)/m2. Sedang untuk ganti rugi tanah 5xNJOP (5xRp 82.000)/m2. Dari 38 warga, tiga di antaranya sudah menandatangani surat pernyataan, selebih- nya menolak dan tetap pada pendirian mere- ka minta ganti rugi. Tapi, sebenarnya warga tidak akan menagih ongkos bongkar seper ti ditawarkan terakhir oleh tim yakni Rp 68.000/m2. "Bila sudah ada ganti rugi tanah maupun bangunan, kami tidak akan minta ongkos bongkar atau santunan lain." Keppres Seperti Sudiyono Wibowo, pemilik toko kayu yang tanahnya bakal tergusur 480 m2 ini, bersedia mendapat tanah pengganti, asalkan sesuai kelasnya. la ditawari menda pat ganti tanah Ondernaming Ground (OG) la sendiri merasa pakewuh dengan teman- temannya. Sebagai salah seorang yang ditun- Kini, sebagian warga Ngangkruk, usul bila juk warga mewakili mereka, bila menerima Pemda tidak bersedia memberi ganti rugi begitu saja permintaan tim, malah diper- sesuai harga jual pasaran, ada yang minta salahkan warga yang lain. Sebab itu, ia meng- diganti tiga kali lipat dari nilad jual obyek aku mencoba berada di tengah. Tidak ngo pajak (NJOP) yang telah ditentukan pene- tot, tapi warga juga tidak kecewa. Padahal, yang terletak di utara desa, atau bisa pilih di rintah, yakni sekitar Rp 82.000/m2. Jadi kalau ia sendiri juga mengakui, bila Pemda, dalam selatan desa, tapi ditolak karena kelasnya dikalikan tiga menjadi Rp 246.000/m2. hal ini Bupati mau bersikap arif, mestinya jauh lebih rendah. Harga pasaran tanah yang Sebagian minta lima kali lipat dari NJOP dilakukan pendekatan lagi dan mengambil la tempati kini Rp 500.000-Rp 600.000/m2, "Tapi kalau tidak mendapat ganti rugi, kami jalan tengah, mempertimbangkan usulan sedang harga pasaran tanah OG tersebut Rp masih keberatan," tegas warga. warga yang telah dimasukkan. (doy) "Hapuskan Pungli terhadap awak bus" Wonogiri (Espos) katan mengenai dua hal, pertama terhadap para agen bus akan mendapat fee Rp 5.000/penum pang selama lebaran, tapi untuk biaya perawatan menjadi beban agen. Kedua, upah gaji karyawan bus ditanggung agen. Pungutan liar (Pungli) yang biasa dilakukan oknum tak ber tanggung jawab selama ini hen daknya ditiadakan, terutama menjelang Lebaran dan setelah Lebaran. Demikian imbauan para pengusaha bus Wonogiri melalui Ketua DPC Organda Wonogiri. Danar Rahmanto, Selasa (20/1). "Menghadapi situasi sulit se perti sekarang, juga biaya ekono- mi armada angkutan yang ting- gi, pengusaha mengharap agar Pungli ditertibkan, terutama di terminal-terminal dan jalan-jalan yang seharusnya tidak ada pung- li," ujar Danar. la mencontohkan pada termi nal yang seharusnya bus-bus malam tidak masuk terminal, tapi diharuskan masuk untuk di- mintai pungutan. Sebab, menurut Danar, hal itu sangat membebani para pengusaha. HALAMAN 13 Menurut dia, penindakan ter hadap para awak bus yang me langgar sudah sering dilakukan, tapi saat mereka tidak memilik surat-surat resmi atau surat jalan. DILAJ hanya akan menindak bus-bus yang tidak memilid surat para Seluruh pengusaha bus se- Wonogiri, kemarin mengadakan pertemuan, antara lain dihadiri Sunarso (pengusaha bus Sedya Mulya), Sutardi (Tung pengusaha memberitahu kepa do), Gondowijoyo (Gunung Mu- surat jalan resmi, agar tidak ditin- gal Daya), Hadi S (Purwo Wido- da krunya untuk membawa surat- lia), Mustika serta Tunggal Dara dak," terang Kepala DLLAJ Mereka mengeluarkan kesepa Wonogiri ini. (wat) Sementara itu Kepala Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (DLLAJ) Wonogiri, Indratno BA yang hadir pada kesempatan ter sebut, mengatakan bahwa hen daknya organisasi angkutan darat (Organda) membuat laporan ter tulis yang ditujukan ke DLLAJ tingkat satu. "Jika ingin ditindak lanjuti, silakan pengurus DPC Organda Wonogiri membuat surat lange sung ke DLLAJ tingkat I," jelas Indratno. Salatiga (Espos) Dalam mengatasi kesulitan keuangan akibat krisis moneter akhir- akhir ini, PT Daya Manunggal Tekstil (Damatek) Salatiga berupaya mendongkrak volume ekspor produknya ke sekitar 44 negara. Direktur PT Damatek Andik Sanang Romawi, saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Selasa (20/1), menjelaskan bahwa meski bebera pa pabrik telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) ter- hadap karyawannya, PT Damatek mencoba berupaya agar hal ter- sebut tidak sampai terjadi di perusahaan tekstil terbesar di Salatiga Untuk itu langkah yang dilakukan Direktur Damatek ini untuk mengatasi krisis yakni dengan meningkatkan volume ekspor. Sant ini, 80% produk Damatek diekspor ke 44 negara Asia dan Eropa. Sedang 20% untuk konsumsi dalam negeri. "Kami harus berusaha maksimal untuk bisa menggenjot ekspor sebanyak-banyaknya untuk menutup biaya produksi," tambah Sanang. Hadapi krisis moneter Danrem 074/Wt imbau warga Sragen (Espos) Menghadapi situasi ekonomi (krisis moneter) yang masih terus berlanjut kali ini, Danrem 074/ Warastratama, Kolonel (Inf) Sriyanto, mengim- bau agar masyarakat tetap waspada terhadap isyu isyu yang dilontarkan oleh kelompok tidak bertang gungjawab. TERNYATA! MAAF!... PT Damatek yang juga membawahi PT Tima Manunggal Tekstil (Timatek) dan pabrik ban ini memiliki karyawan sekitar 4.800 orang Di tengah krisis moneter pihaknya justru optimis bahwa produk perusahaannya tahun ini maupun tahun-tahun mendatang tetap memiliki prospek cerah. waspadai isyu-isyu negatif limbauan tersebut disampaikan Danrem saat memberikan sambutan mewakili rombongan Muspida Koordinator dalam acara Tarawih kelil- ing (Tarling) di Mesjid Muqarrabin, kompleks Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sragen, Senin (19/1) malan lalu. DETIK-DETIK KEMUDIAN. Untuk langkah efisiensi, lanjut dia, perusahaannya tidak akan menambah karyawan. Kalau pun ada penambahan harus disesuaikan dengan kondisi kebutuhan pabrik, misalnya penambahan unit baru atau alat-alat baru. Yang terjadi hanya pergantian karyawan, misal- nya ada yang keluar atau meninggal dunia. Sanang juga menje laskan perusahaan tersebut tetap sanggup membayar THR bagi karyawannya, dan sudah dibayarkan 16 Januari lalu. (sho/st) STOP!! JAKA TINGKIR. SUDAH CUKUP/ INSUN PUAS MENYAKSIKAN PERMAINAN INI. "Selain itu kita juga harus terus bersabar, trwakal Selain menyampaikan imbauan terkait dengan disertai dengan upaya-upaya. Kita bantu pemerin- krisis moneter, Danrem juga mengucapkan sela- tah untuk menormalisir keadaan ekonomi di negara mat atas keberhasilan Pemda Sragen meraih peng- tercinta kita ini. Insyaallah dalam waktu yang tidak hargaan program tebu rakyat intensifikasi (TRI) terlalu lama, mudah-mudahan perekonomian di tingkat nasional (dwt) negara kita dapat lebih baik lagi," imbaunya Sementara itu, KH Muhajir, khotib yang tampil malam itu juga menyampaikan himbauan kepada jemaah yang hadir agar jangan mudah percaya begitu saja terhadap kabar yang belum diketahui kebenarannya, yang bisa menyebabkan seseorang bertindak keliru. Pasalnya, kabar bohong (isyu) ter- sebut bisa memakan korban baik perorangan, golongan maupun negara. MENDUNG MENGGULUNG DI LANGIT UTARA PENGAMAN Untuk menangkis isyu atau gosip tersebut, KH Muhajir memberi resep jitu yakni diamkan saja isyu atau gosip tersebut maka akan reda dengan sendiri- nya. KRT. KRESNA HANDAYANINGRAT. STOK PONCOWARNO KEDUANYA TERJUNGKAL. DAULAT GUSTI 103