Tipe: Koran
Tanggal: 1992-04-20
Halaman: 01
Konten
2cm Soemardjono Demang Wirjokoesoemo "Sudah Waktunya Saya Mundur" SANGAT membahayakan bila seseorang masih dianggap pe- mimpin, sementara sudah tidak mampu menjadi seorang pe- mimpin. Ungkapan semacam inilah yang patut untuk meluruskan pokok permasalahan tentang pengunduran diri salah seorang to- koh penting dan sesepuh perfilman Indonesia, semacam Soemar- djono Demang Wirjokoesoemo. Mengapa? Selama ini banyak orang film yang menduga, pe- ngunduran diri pendiri dan sekaligus ketua pertama organisasi Karyawan Film dan Televisi (KFT) ini, berkaitan erat dengan munculnya setumpuk persoalan yang menimpa perfilman nasional belakangan ini. Mulai dari isu adanya praktek monopoli, domi- nannya posisi film impor yang mengakibatkan terdesaknya film nasional. "Saya mundur dari segenap kegiatan praktis yang selama ini saya geluti di bidang perfilman, bukan karena frustasi di tengah kemelut perfilman Indonesia sekarang ini. Tetapi karena memang sudah waktunya saya mundur. Saya pamit supaya orang lain me- ngerti," ujarnya ketika ditemui Bernas, di kediamannya, Suryotaru- nan, Yogyakarta, Minggu. Bernas/tor Ia mengimbau agar semua pihak bersikap lebih obyektif ter- Bersambung ke hal 11 kol 1 Selamat Pagi Menurut Dirjen Perkebunan, pemerintah akan menebang 120.000 ha tanaman cengkeh, petani diminta mengganti dengan kopi, vanili atau lainnya. Jadi siapa yang mau diselamatkan dulu, cengkeh, tata niaga atau petaninya. Harga buku pelajaran jadi mahal karena ada persa- ingan tak sehat antarpenerbit, terutama dalam berebut menembus birokrat. Mungkin perlu ada tata niaga, biar harganya turun. *** DENGAN nada agak merendah, laki-laki yang masih betah membujang ini selanjutnya mengatakan, banyak orang tua yang sebetulnya sudah tak berfungsi, tidak punya niat untuk pamit. Atau kalau belum sempat pamit, keburu meninggal. "Orang yang takut pamit, barangkali takut akan tersisih atau terlupakan. Tapi orang yang punya keteguhan hati dan yakin pada kekuatannya sendiri, tidak akan merasa takut ditinggal orang lain," ujar editor film sekaligus organisatoris yang tegar itu. Maka, kata Soemardjono yang tanggal 31 Maret lalu merayakan ultahnya yang ke-65 itu, mengharap agar pengunduran dirinya tidak dianggap sebagai frustasi atau macam-macam. "Saya tak menduga, sikap saya ini menjadi perhatian orang banyak dan me- nimbulkan reaksi macam-macam. Sebab saya merasa sebagai orang biasa saja. Dan pengunduran diri saya ini wajar-wajar saja. Lha wong saya masih bisa menulis, mengajar, ikut seminar......," kata staf pengajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini. Soemardjono mengakui, kemunduran ini semata-mata didasari bahwa kemampuan dirinya sudah banyak ini se- niman yang masih dibebani dengan tugas-tugas pembinaan. Tugas Kesulitan itu ada yang saya sudah jalan dan jadi pedoman kerja, berarti tugas saya sudah selesai untuk tahap pertama. Tinggal generasi penerus yang me- lanjutkannya atau kalau dirasa usang, menggantinya dengan sis- tem baru yang lebih cocok dengan situasi dan kondisi zamannya," • tegas Soemardjono. Tugas tahap kedua yang sudah menantinya, yaitu masuk ke pa- depokan (laboratorium) IKJ untuk membangun generasi penerus yang bermental luhur. "Saya akan bertapa di Kampus IKJ untuk menemukan rahasia mengapa kami harus menderita justru karena niat pengabdian kami yang total pada budaya sinema Indonesia. Mengapa masya- rakat Indonesia enggan menerima karya putera-puteranya sendiri sebagai bagian budayanya," katanya. *** PM Singapura Goh Chok Tong menegaskan, fasilitas militer yang diberikan pada AS bukan merupakan pangkalan militer. Fasilitas juga sudah cukup. PESTA DISKON UNTUK PELANGGAN Bung Sigrat HANYA DENGAN KUITANSI LANGGANAN BERNAS Anda dapat berbelanja dengan mendapat DISKON di : MATAHARI PHOTO JL. JEND. A. YANI NO. 82 TELP. 21728-22309 CILACAP TO TOKO BUKU KOKOSAN JL. KOKOSAN 125 TELP. 21412 CILACAP K KOBE SHOES & BAGS CENTRE JL. RE MARTADINATA 405 CILACAP PUSAT PENDIDIDKAN & SALON KECANTIKAN "Perintis Jl. Perintis Kemerdekaan 60 Telp. 22979 Cilacap UNTUK CILACAP DAN SEKITARNYA No. 150 TAHUN KE-46. SENIN WAGE, 20 APRIL 1992 BERNAS TELEPON LANGGANAN : (0274) 61211 MEMBANGUN BERDASAR PANCASILA Pemilih Pemula, Sumber Kerawanan * Kantor Golkar Sleman, Dirusak lompok pemilih ini biasanya Yogya, Bernas ga lebih menyenangi kampanye yang bersifat hura-hura. Bersamaan dengan makin mendekatnya kampanye pemi- lu, Sultan mengingatkan agar jajaran Golkar khususnya pim- pinan DPD I dan II meningkat- kan komunikasi dan konsolida- si. Dengan demikian, setiap ma- salah yang timbul dapat segera diselesaikan. Kelompok pemilih pemula dalam pemilu mendatang, dini- lai sebagai salah satu sumber kerawanan yang perlu diperha- tikan. Pemilih pemula yang baru untuk pertama kalinya nyoblos, akan gampang terpancing untuk melakukan hura-hura, sebagai- mana kecenderungan anak mu- da umumnya. Agar kerawanan ini bisa ditekan, kader OPP sendiri harus bisa mengendali- kan pendukungnya dari pemilih pemula ini. Demikian penegasan Ketua DPD Golkar Tingkat I DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono kepada Bernas Minggu malam, sebelum memimpin rapat Ba- dan Pemenangan Pemilu (Bap- pilu) Golkar di gedung Bappe- da, Kompleks Kepatihan. Untuk itu, Sri Sultan meminta kader Golkar bisa menjaga situasi dan meminta aparat keamanan me- nindak tegas setiap kader Gol- kar yang melanggar peraturan kampanye. "Saya suruh nangkap, kalau memang ada kader Golkar me- langgar aturan kampanye," tan- das Sri Sultan. Pada pertemuan dengan para Komisaris Golkar Kecamatan (Komcam) Minggu sore di tem- pat yang sama, Sultan meminta agar para Komcam dapat me- ngendalikan diri dan dapat me- ngatur kader-kader Golkar dari kalangan generasi muda di ling- Semarang, Bernas Para keluarga korban gas amoniak di Pemalang, kini kebi- ngungan. Mereka sudah keha- bisan uang untuk biaya pera- watan. Sebab, uang santunan yang dijanjikan PT Pupuk Ku- jang dan PT Manggal Indah Makmur, menurut pengakuan- nya belum diterima. Sementara jumlah korban tewas menjadi tujuh setelah Sujito yang dirawat di RSUP dr Kariyadi, Semarang, Minggu dinihari meninggal. Selain itu, cacat mata menghantui para korban yang menderita luka berat. Keluarga Korban Amoniak Kesulitan Biaya Pengobatan lang. Gas yang lolos dari tanki itu menelan banyak korban. Saat itu juga empat jiwa mela- yang. Hari Jumat lalu tambah dua orang dan Minggu seorang lagi tewas. Dengan demikian korban yang tewas adalah Ny Maryatun, Ny Suimah, Ny Suki- yah, Agus, Damah, Suwarno dan terakhir Sujito. Sujito (41) yang berasal dari Surabaya (penumpang truk pembawa gas amoniak), sejak dimasukkan ke RSUP dr Kari- yadi dirawat di ruang Ia. Tetapi jumat malam ia dipindahkan ke ruang ICU karena kondisinya semakin kritis. Namun hari Minggu dinihari pukul 02.00 jiwanya tidak tertolong. Kema- rin pagi, mayat Sujito diambil Bersambung ke hal 11 kol 8 Malaysia Tahan Singapura 1 - 1 Tragedi gas amoniak itu terja- di Selasa (14/4) setelah truk tanki Nopol L 2305 MX pemba- wa gas itu terguling di Desa Cibiyuk, Ampelgading, Pema- Singapura, Bernas Tuan rumah Singapura gagal memetik kemenangan ASIA atas tetangga- nya Malaysia dalam keju- NO araan sepak- bola Piala Asia, di Stadi- on Negara Singapura, Se- SINGAPURA 1992 nin. Pada hari pertama Minggu malam kemarin, Singapura ha- nya mampu bermain seri 1-1 melawan Malaysia. Pemilih pemula Mengenai tingkat kerawanan menjelang pemilu nanti, menu- vrut Sultan relatif lebih berat daripada masa sebelum Pemilu 1987 lalu. Meskipun begitu, se- muanya tergantung kepada ka- der-kader politik ketiga OPP. "Kalau kader-kader politik masing-masing OPP mampu mengendalikan massanya, ting- kat kerawanan keamanannya ja- di berkurang. Sebaliknya kalau tidak, situasinya tambah rawan," ujar Sultan. DIALA kungannya. Maksudnya agar mereka tidak melanggar pera- turan yang ditetapkan. Kader Golkar, kata Sultan, ja- ngan sampai terpancing oleh aktivitas apa pun, sebelum wak- tu kampanye tiba. "Citra baik Golkar harus benar-benar dija- ga. Jangan sampai dirusak oleh oknum-oknum yang mungkin malah memakai atribut Golkar untuk melanggar aturan," kata- nya. Menurut wartawan Bernas, Mulyono dari Singapura, tuan rumah ketinggalan lebih dulu satu menit setelah turun minum. Beruntung kekalahan itu hanya bertahan beberapa menit, kare- na kemudian Terry Patmana- than menyamakan kedudukan. Dan keadaan itu tak berubah hingga pertandingan usai. Hari ini, tim Indonesia akan tampil melawan tim favorit Diisyaratkan, salah satu sum- ber kerawanan, adalah jumlah pemilih pemula yang cukup be- sar. Sekitar 60 persen dari jum- lah 1,8 juta pemilih di DIY, adalah generasi muda. Dari jum- lah itu, sekitar 90.000 pemilih adalah pemilih pemula, yang baru pertama kali ikut nyoblos Mereka terdiri dari anak-anak muda yang sesuai tahapan usia- nya, rata-rata memang belum dapat mengendalikan diri. Ke- ALAS Roban angker! Mung- kin benar. Setidaknya jika meli- hat banyaknya korban akibat kecelakaan lalulintas di sepan- jang ruas jalan yang membedah rimba jati itu, baik selama bulan puasa lalu, maupun hari-hari se- belumnya. Cina. Bersamaan dengan itu, tim usia 19 tahun juga akan turun melawan tuan rumah Singapura dua jam sebelum tim senior di Stadion Nasional. Empat tim senior dari Cina, Malaysia, Indonesia dan Singa- pura akan memperebutkan satu tiket ke final di Hiroshima Je- pang Oktober mendatang. Sela- in delapan grup yang lolos babak kualifikasi, dua tim lain- nya masing-masing tuan rumah Jepang dan juara bertahan Arab Saudi langsung masuk babak final. Sultan juga meminta agar ge- nerasi muda Golkar bisa me- nahan diri, tidak melanggar pe- raturan pemilu termasuk pera- turan kampanye. Masyarakat wilayah Kecamat- an Gringsing dan Kecamatan Tulis masih di kawasan hutan angker ini juga menjelaskan, korban kecelakaan lalulintas da- lam bulan puasa lalu tidak ku- rang dari 10 korban. Rusak Dalam kesempatan itu, Sultan juga membenarkan perihal ru- saknya kantor Golkar Sleman, oleh oknum tak bertanggung ja- wab. Perusakan ini terjadi pada hari Minggu dini hari sekitar pu- kul 04.00. Diduga, perusak me- lemparkan batu dari jarak dekat, memecahkan satu kaca jendela. Tapi, Kapolres Batang Letkol Pol Drs Hasan Ali menyatakan jumlah korban kecelakaan tidak sampai mencapai 10 orang. Dan Sekitar bulan puasa saja, kata kecelakaan terbanyak terjadi di Muchsal, warga Desa Sengon, jalan alternatif yang baru itu. Kecamatan Subah, sekirang-ku- Sedangkan Kasatlantas Polres rangnya ada 11 orang yang me- Batang, Letda Pol Edy Suryanto "Saya sudah mendapat la- poran tentang hal itu. Dan saya kira, semuanya akan ditangani aparat yang berwajib," kata Sri Sultan. Penjaga kantor Golkar sema- lam tidak di tempat, sementara sumber kepolisian setempat yang dihubungi terpisah belum bisa memastikan kejadian ini. Menurut penjaga kantor PMI yang bersebelahan dengan ge- dung Golkar, suara pecahan ka- ca ini terdengar dua kali, yakni pada Sabtu sore dan Minggu pagi.(put) Pasangan Kumpul Kebo Diarak Massa Bantul, Bernas Pasangan kumpul kebo, Snd (40) dan Har (21), sekitar pukul 02.00 dini hari Minggu kemarin, diarak oleh massa Dusun Pri- yan, Trirenggo, Bantul, setelah tertangkap hendak berbuat zi- nah di rumah orang tua Har. Se- sudah diperiksa sebentar di ru- mah Kepala Dusun Priyan, ke- dua orang ini kemudian dise- rahkan ke Polsek Bantul, untuk pengusutan lebih lanjut. Menurut Kepala Dusun Pri- yan, Semboro Jarot HN, Snd adalah seorang sipir Rutan Pa- jangan, Bantul, yang bertempat tinggal di Dusun Ngimbang, Sewon, Bantul. Bapak satu anak ini, ungkap Jarot, sudah tiga tahun lamanya menjalin cinta dengan Har, seorang alumnus SPG swasta setempat, tahun 1989. Indonesia yakin Sementara, meski harus kehi- langan pemain libero andalan- nya, Nuralim, Tim PSSI di ba- wah usia 19 tahun tetap yakin Belum lagi janji tersebut ber- dan berpeluang memenangkan pertandingan awal lawan tuan rumah Singapura, di penyisihan Grup IV. hasil dilaksanakan, Snd dan Har keburu digerebek oleh massa. Malam itu, di sekitar rumah Har, memang tengah ada keramaian dari sekelompok orang yang latihan musik. Dan, akhirnya, Manajer tim PSSI usia 19 tahun, H Nuni M Marthasaputra Bersambung ke hal 11 kol 6 Bersambung ke hal 11 kol 91 Cerita "Angker" Seputar Alas Roban (1) Awas, "Mbah Jenggot" dan Rambu Alam Pengantar Arus mudik ninggal di sekitar alas ini. Me- Lebaran dan arus baliknya, baru nurut perajin bak truk tersebut, saja rampung. Banyaknya cerita hingga hari Lebaran pertama, 5 tersimpan sepanjang jalan raya. April 1992 lalu, paling tidak de- Satu di antaranya ialah citra lapan orang tewas karena kece- angker ruas jalan yang membe lakaan lalu lintas dan tiga lain- lah rimba jah Alas Roban. War- nya terdiri atas satu ibu de- tawan Bernas, Daniel Tatag, ngan dua anak - meninggal ter- Dedi H Purwadi, Suher- seret arus Kali Urang yang me- djoko dan Yohanes Agus lintasi hutan ini, persisnya di de- Ismunarno coba merekam sa Sengon. situasi "angker" di ruang jalan itu. Laporan mereka diturunkan mulai hari ini. Redaksi Akibat jalinan cinta yang mengarah kepada bentuk kum- pul kebo itu, Jarot mengakui pernah dua kali memperingat- kan keduanya pada tahun 1991 lalu. Tak cukup sampai di situ, seorang warga masyarakat Du- sun Priyan juga mengatakan bahwa masyarakat setempat pernah dua kali menggerebek keduanya pada akhir tahun 1991. Saat itu, baik Snd maupun Har berhasil melepaskan diri dari sergapan masyarakat. Keberhasilan keduanya untuk lolos dari sergapan massa terse- but membuat keduanya terlena. Apalagi, kedua orang tua Har sendiri kemudian merestui jalin- an cinta Snd dan Har, setelah Snd mengiming-imingi kedua- nya dengan janji teramat meng- giurkan, berupa warisan orang tua Snd. menjelaskan, sekurang-kurang- nya, dua korban tewas di jalur Alas Roban ini setiap bulan. Terlepas dari benar atau ti- daknya jumlah korban itu, para petugas Polri yang tengah bertu- gas di sepanjang ruas jalur itu selama opersai pengamanan le- baran, menyatakan jalan sepan- jang Alas Roban memang ra- wan. Lalu, masyarakat mengait- kan kerawanan dan seringnya terjadi kecelakaan itu dengan keangkeran. ... BOLEH jadi, citra angker itu pula yang kemudian mengha- dirkan tradisi: puluhan orang selalu menunggui kawasan Alas Roban terutama di daerah yang biasa disebut Bukit Pancawati di desa Plelen, Subah, Batang. Saripin (65) warga asli Plelen yang sudah 20 tahun bermukim MONUMEN HARGA ECERAN RP 350,00 ONAL MAKAN-Acara halal bil halal yang semula akan diselenggarakan Forum Demokrasi di Taman Ismail Marzuki, semalam, urung, sebagai gantinya diadakan makan bersama Monumen Komunis di Kabul Diganti Karangan Bunga Islamabad, Minggu Gerilyawan Mujahiddin dila- porkan terus meraih kemenang- an demi kemenangan. Minggu kemarin, mereka berhasil mere- but kota utama di bagian timur, yakni Jalalabad, menyusul ja- tuhnya kota Herat. Satu-satunya kota yang tertinggal di luar Ka- bul adalah Kandahar. Monumen komunis di Kabul pun kini su- dah dirontokkan dan kini digan- d dengan karangan bunga.. Jalalabad, ibukota Provinsi Nangarhar yang berbatasan de- ngan Pakistan, digempur geril- yawan sejak menyingkimya tentara Soviet dari Afghanistan tiga tahun lalu. Kemarin malam dilaporkan, divisi ke-11 pasukan pemerintah menyerahkan kota ini beserta pangkalan udaranya. Jalalabad merupakan kota terbe- sar kedua di Afghanistan yang jatuh ke pihak gerilyawan, se- menjak tersingkirnya Presiden Najibulah pekan lalu. Sebelumnya, sumber-sumber gerilya menyebutkan, pihaknya telah berhasil merebut kota Fa- izabad, ibukota Provinsi Badak- hshan di sebelah timur laut, dan Maidan Shahr, ibukota Provinsi Masih Ada 1.000 Mata-mata Eks Jerman Timur Berlin, Minggu Sekitar 1.000 orang mata-mata eks-Jerman Timur, diketahui masih bertahan di sejumlah jabatan mereka dalam pemerintahan Jerman saat ini. Jaksa Agung Federal Alexander von Stahl menjelaskan Minggu kemarin, sekitar 200 orang bekas agen rahasia Jerman Timur, telah berhasil dibongkar kedoknya, sejak dilakukannya penggabungan kedua Jerman, tahun 1990. Namun yang belum terungkap, masih banyak pula. "Dalam berbagai kementerian, birokrasi, perusahaan dan kelompok-kelompok kepentingan serta dalam sejumlah lembaga lain, masih ada sekitar 1.000 orang bekas agen rahasia Jerman Timur yang belum berhasil dibongkar penyamarannya," demikian Stahl. - Reuter Yogya, Bermas PPP DIY akan membatasi model kampanye monolog se- perti rapat akbar dan sebagai gantinya akan dikembangkan kampanye model lesehan (di warung-warung lesehan pinggir jalan). Dengan model ini diha- rapkan terjadi proses dialogis antara partai dengan masyarakat dan di sini partai tak sekedar melontarkan ide, tapi juga bisa menyerap aspirasi masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPW PPP DIY Drs Alfian Darmawan kepada Bernas di kediamannya, akhir pekan lalu. Sementara itu pakar politik UGM Dr Ichlasul Amal dan Ke- tua FPP DPRD I DIY H Mudjono BA menilai kampanye model le- sehan itu kurang efektif. Apalagi konsep dan mekanismenya me- mang sulit untuk dipraktekkan. "Tetapi ya silahkan saja dico- ba kalau itu memang kebijakan dari pimpinan partai," ujar Mu- djono yang kini menjadi caleg PPP urutan kedua untuk DPR dari DIY ini. Wardak, Minggu kemarin. Mere- ka juga berhasil merebut kota garnisun Aibak di Samangan, sebuah provinsi di bagian utara. Dengan demikian, dalam se- lama enam hari terakhir, geril- yawan berhasil merebut tiga ibukota provinsi serta dua pang- kalan militer utama, dengan bantuan dari pasukan pemerin- tah yang membelot. Menurut Alfian, PPP DIY kini lebih mementingkan proses di- alogis. Karenanya, dalam masa kampanye nantinya akan meng- embangkan model komunikasi interpersonal yang intens. Ben- tuknya antara lain adalah leseh- an yang bisa dilakukan di tiap kecamatan. Lenyap Sementara itu dari Kabul dilaporkan pula, lambang keha- diran komunis yang ada di pu- sat kota Kabul sejak Minggu di- ni hari telah menghilang dan di- gantikan dengan rangkaian ka- rangan bunga geranium ber- warna merah dan jingga. Simbol ini sedari awal memang dibenci oleh rakyat. Pemerintahan Kabul memba- ngun simbol komunis ini dari sebuah tank bernomor 815 yang dipasang sebagai monumen di pusat kota. Tank 815 ini meru- pakan simbol pengambilalihan kekuasaan oleh komunis tahun Saat itu sudah banyak yang hadir. Mereka antara lain, Jen- dral (Purn) Soemitro, Ketua Umum DPP PDI, Soeryadi, Kwik Kian Gie, pengamat poli- tik Indonesia dari AS, Herberth Fieth, Frans Magnis Soeseno, Ong Hok Ham, Mulya Lubis, 1978 lalu. "Mereka datang tengah ma- Bersambung ke hal 11 kol 1 Hakim Garuda Nusantara, Eros Djarot, Popy Dharsono, Neno Warisman. Aristides Katopo, Hariman Siregar, Rahman To- Kampanye "Lesehan" ala PPP "Tentu saja, lanjutnya, untuk model kampanye ini dipilih au- dien dari kelompok yang lebih homogen," kata Alfian. WIB 23.55 Model juga dimaksudkan un- tuk merekrut kelompok yang belum mapan atau mereka yang berada di pinggiran. Karena merekalah sebetulnya massa yang perlu diperjuangkan. "Mes- ki ini baru satu gagasan, namun sudah kami bicarakan dengan para pengurus Cabang dan me- reka siap mengembangkan mo- del lesehan ini," katanya. Efektifitas dipertanyakan Sedangkan Dr Ichlasul Amal di tempat terpisah mengatakan, ide ini sebetulnya biasa-biasa saja. Bukan sesuatu yang kon- Telefoto: Bemas/asb dan saling salam-salaman di antara yang hadir. Sebelum makan malam Gus Dur menjelaskan mengapa acara tersebut berlangsung tidak seperti rencana semula. Halal Bil Halal Fodek Jadi Makan Malam leng, Ratna Riantiarno. HJC Princen, mantan Sekjen PNI, Abdul Madjid. Hadir pula ka- langan aktivis muda, PMKRI, HMI, PMII, GMNI dan kelom- pok studi mahasiswa baik dari Jakarta maupun Yogyakarta. Pidato Gus Dur Di atas mimbar, Gus Dur lalu berbicara. Berikut pernyataan Gus Dur secara resmi di depan mimbar. Jakarta, Bernas Rencana balal bil balal Forum Demokrasi yang semula akan diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, semalam, urung. Acara pun berubah menjadi ma- kan malam bersama dan saling salam-salaman di antara yang hadir. Acara balal bil balal diubah menjadi makan malam bersama setelah Ketua Pokja Forum Demokrasi (Fodek), Abdurrahman Wahid, ditemui aparat keamanan. "Oke kalau begitu kita u- mumkan," kata Gus Dur. Saat hendak naik mimbar, ia berpa- pasan dengan Sersan Zaini dan menanyakan mana surat resmi pelarangan. Zaini menjawab, "Tidak ada surat resmi Pak." troversial. Hanya saja, kalau kampanye model lesehan itu ja- di dilaksanakan siapa nanti yang membiayai. "Selain itu, mereka yang di lesehan mau apa tidak. Ini persoalannya. Apalagi kalau yang datang ber- kampanye hanya tokoh-tokoh lokal, ini tak akan efektif," kata- nya. Sebab, lanjutnya, tokoh-to- koh yang berlevel lokal kurang begitu dikenal masyarakat luas. Kalau yang berkampanye to- koh-tokoh nasional soalnya jadi lain, karena di sini public figur akan sangat berpengaruh. Selain itu, tambahnya lagi, tu- juan lesehan adalah untuk ber- santai, sehingga kalau sedang makan lalu diajak berkampanye, jadinya malah rikub.(ria) "Seperti kita ketahui malam ini kita akan mengadakan balal bil balal Forum Demokrasi. Undangan telah kita sebarkan, permintaan izin disampaikan ke pihak yang berwenang sepuluh hari yang lalu. Tetapi dengan menyesal malam ini datang aparat. Saya nggak tahu kepoli- sian itu Kamtibmas atau kea- manan. Saya nggak tahu, terus terang saja, saya warga negara yang bodoh soal ini, aparat itu menyatakan pertemuan kita dilarang. Tetapi ketika saya minta suratnya secara resmi mereka tidak bersedia. Sekarang giliran kita untuk terus atau tidak. Bersambung ke hal 11 kol 3 Bernas/ded "PENUNGGU" ROBAN-Saripin (65), salah satu dari sejumlah warga "penunggu" kawasan Alas Roban, tengah menanti rezeki dan Bersambung ke hal 11 kol 6 para pengemudi yang hendak membuang sial dengan membuang logam rupiah, sebagai uang selamat. Anak Sering Diperalat demi Kepuasan Orangtua "Seperti di Inggris, kampanye model itu efektif karena yang datang Perdana Menterinya sen- diri. Di negara-negara yang ma- ju, masyarakat hanya mau ber- dialog dengan public figur-fya, Yogyakarta, sedang Frieda da- Demikian rangkuman penda- pat Dekan Fakultas Psikologi UGM Yogyakarta Prof Dr Sri Mulyani Martaniah dan psikolog Semarang Dra Frieda NRH. Mul- yani tampil dalam seminar Wa- nita Karier dan Remaja Prestasi di Ambarrukmo Palace Hotel, tambah Amal. lam seminar Cinta dan Seks Pranikah di Auditorium RRI Se- marang, Minggu. Di APH Yogya, selain Prof Mulyani tampil pula staf ahli BPPT Dr Marwah Daud, Dr Da- mardjati Supadjar dari UGM, Prof Dr Zakiyah Darajat dari IAIN Sunan Kalijaga dan staf ahli BPPT Dr Anne RK. Yogya, Bernas Dalam kehidupan sehari-hari, ada anak sekolah yang menun- jukkan potensi dan menggembi- rakan orangtuanya, tetapi seba- liknya ada yang sengaja mem- buat kecewa orang tuanya. Se- mentara itu, pada zaman yang makin kompetitif ini seringkali anak diperalat demi kepuasan orangtua. Sedang di RRI Semarang, selain Frieda juga tampil sekso- log dr Taufiq F Adisusilo SU, Ketua ICMI Orwil Jateng Dr dr M Rofiq Anwar dan Masyhuri HP. Kurang sehat Psikolog Semarang Dra Frie- da NRH mengemukakan, seiring dengan kemajuan di berbagai bidang, persaingan antar manu- sia zaman sekarang semakin kompetitif. Dalam suasana yang makin kompetitif ini ada kecen- derungan anak hanya dididik untuk mengalahkan orang lain, bukan mengalahkan diri sendiri. "Seringkali juga anak dipera- lat orangtua demi kepuasan dalam persaingan antar orang- tua di lingkungannya. Anak dipacu untuk memenangkan persaingan di antara teman-te- mannya demi kebanggaan o- rangtuanya," katanya. Menurut Frieda, suasana kompetitif di zaman sekarang ternyata juga menyeret para Bersambung ke hal 11 kol 4 2cm Color Rendition Chart
