Tipe: Koran
Tanggal: 1992-04-20
Halaman: 08
Konten
2cm 8.SENIN WAGE, 20 APRIL 1992 JAWA TENGAH Curi Barang Senilai Rp 5,33 Juta Dihukum 5 Bulan SEMARANG Dedy Muhyadi bin Endra S (24) dihukum lima bulan penjara potong masa tahanan, karena terbukti bersalah mencuri barang elektronik dan uang senilai Rp 5,33 juta di Jalan Tambak Mas Gang XIX/77 Semarang pada tanggal 13 Januari 1992. Hukuman yang dijatuhkan hakim tunggal I Ktut Sugriwa, SH itu lebih ringan dua bulan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum Sangaji Baso, SH yang menuntut tujuh bulan dalam sidang di Pe- ngadilan Negeri Semarang, Rabu (15/4). Dedy telah ditahan sejak 14 Januari 1992 di Lembaga Pemasyar- akan Mlaten. Dedy yang penduduk Gang Kalikuping 15 Semarang Timur itu, bersalah melakukan kejahatan bersama dengan ter- sangka St (buron) menjarah barang milik orang lain. Keduanya mengambil berbagai barang elektronik dan uang se- besar Rp 2,8 juta. Tetapi belum sempat Dedy menikmati barang hasil curiannya, ia dibekuk petugas siskamling. (ran) Drs Fadholah Nachrowi, Kepala Itwilkab Kebumen KEBUMEN - Bupati Kebumen, Amin Sudibyo di pendopo Ka- bupaten Kebumen, hari Kamis (16/4) melantik Kepala Itwilkab Kebumen, Drs Fadholah Nachrowi, dan Kepala Dinas P dan K Kebumen Drs Amin Suyitno. Pejabat lama Ka Itwilkab Kebumen Drs Bambang Sutejo se- lanjutnya menjabat Sekwilda Kabupaten Sukoharjo. Selain itu, juga dilantik 4 pejabat Dinas dan K eselon IV. Drs Sudarsono, Ka Itwilprov Jateng menegaskan, terjadinya penyimpangan dalam proses pembangunan, karena masih lemah- nya pengawasan melekat. Oleh karena itu, semua kewenangan pengawasan oleh pejabat, menjadi risikonya untuk melakukan- nya.(nwh) Jabatan dan Atribut Bersifat Sementara SEMARANG - Selama manusia hidup jabatan, kedudukan dan atribut yang dipakai hanya bersifat sementara, ujar Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Hariyoto PS, saat menyampaikan sambutan dalam Halal Bihalal Pangdam IV Diponegoro bersama anggota Kodam setempat di Semarang, Selasa kemarin. "Hal ini pertanda bahwa di dalam organisasi itu terdapat tingkatan-tingkatan yaitu antara atasan dan bawahan, atau antara pemimpin dengan yang dipimpin," kata Pangdam. Namun kita semua harus menyadari, lanjut Pangdam bahwa sebenarnya manusia nilainya sama di hadapan Tuhan. Bahkan siapa yang tingkat keimanan dan ketaqwaannya tinggi, dialah nantinya yang terhormat di hadapan Tuhan. Sebab manusia yang yang bertaqwa dan beriman akan dapat selalu mematuhi dan mantaati segala peraturan yang diajarkan oleh agama.(ran) TELEPON PENTING RS. Dr. Kariadi, Jl. Dr. Sutomo 16 Semarang 413476; RSU Panti Walasa I, Jl. Dr. Cipto 50 Semarang 26040; Jl. Citarum 98 Semarang 313844; RS St. Elisabeth, Jl. Kawi 1 Semarang 315345; RS Sultan Agung, Jl. Kaligawe Semarang 27070; RS Telogorejo, Jl. Stadion 25571; Polisi 110 - Satlantas Poltabes Semarang 22096; Ambulans 118; Pemadam Kebakaran 113; Pengaduan Kerusakan Telepon 117; Gangguan Listrik 217792; PJKA Stasiun Semarang Tawang 24512; Garuda, Jl. Gajah Mada 11 Semarang 20178; Bouraq, Jl. Pemuda 40 A Semarang 23779; Merpati, Jl. Gajah Mada 58 B Semarang 23027; Mandala, Jl. Pemuda 40 Semarang 285319; Atlas Taxi: 317833, 315833, 412412. GARUDA/MERPATI -Telepon (024) - 23317 Semarang - Jakarta Sembilan kali penerbangan (06.25, 08.10; 10.10; 12.10, 14.10; 15.10; 16.10; 17.00; 18.10 = Rp 105.000,- 07.00 dan 13.15 = Rp 62.100,- 13.15 = -Rp 85.200.- 08.40 = Rp 145.700,- 06.30 = Rp 199.600,- 13.15 07.00 BOURAQ- Telepon (024) - 23065 Semarang - Jakarta Semarang - Surabaya Semarang - Bandung Semarang Pangkalan Bun Semarang - Ketapang Smg sby Denpasar Smg- Sby - Balikpapan Semarang - Banjarmasin Semarang Palangkaraya Semarang - Balikpapan Semarang - Kota Baru Semarang - Sampit Semarang - Samarinda Semarang - Tarakan Semarang - Palu DERAYA- Telepon (024) - 24039 Semarang Pangkalan Bun Semarang - Ketapang Semarang Pontianak SEMPATI AIR (024) 414086, Semarang - Jakarta Semarang - Balikpapan Semarang - Batam Semarang - Denpasar Semarang - Kuala Lumpur Semarang - Manado Semarang - Mataram Semarang - Medan Semarang - Palangkaraya Semarang Pangkal Pinang Semarang - Surabaya Setiap pukul 14.00 (Selasa, Kamis, Jumat dan Sabtu) = Rp 103.000,- 08.55 = Rp 153.600, 08.55 08.55 08.55 08.55 08.55 08.55 08.55 Pukul 05.45 Pukul 05.45 Pukul 05.45 411929 0630 dan 18.30 Demikian penetapan DPRD, setelah menyimpulkan hasil temuan kolektor sejarah asal Purwokerto, Dr Sudarmadji yang menyampaikan makalah Hari Jadi Cilacap Alternatif dari Alternatif, dalam seminar Pe- nentuan Hari Jadi tanggal 23 Desember 1991 (Bernas, 23/12 24/12 1991). Dengan demikian panitia hari jadi maupun DPRD telah mengesampingkan alter- natif lain yang dilontarkan be- berapa ahli sejarah, termasuk Soekarto K Atmodjo dari UGM. Sejarawan UGM itu menyim- pulkan Hari Jadi Cilacap jatuh tanggal 8 Mei 880, yang diambil dari tarikh Selingsingan sebagai Kasus Kalijambe -= Rp 141.300,- = Rp 211.700,- Tegal, Bernas Menyusul kekosongan jabat- an Kepala Desa dan Sekretaris desa Kalijambe akibat kasus pembunuhan, Bupati Tegal Drs Sutjipto menyatakan akan sece- patnya menyiapkan pengganti untuk mengisi kekosongoan itu. Sementara ini, kendali pemerin- tahan desa ditangani Camat Ta- rub. = Rp 217.000,- = Rp 211.600, = Rp 222.500,- 09.15 06.30 09.15 Kamis dan Minggu 06.30 06.30 dan 09.15 09.15 06.30 Minggu 09.15 Selasa, Sabtu, Mingga 06.30 09.15 Kepala Desa Kalijambe, So (37) ditangkap polisi karena di- duga keras terlibat dalam pem- bunuhan Supardi, Sekretaris De- sa. Pembunuhan dilakukan Mak (52), ketua RT di lingkungan RW 03 desa tersebut. Untuk itu So memberi imbalan, total Rp 150 ribu dan berjanji menang- gung biaya hidup Mak, (Bernas, 16-18/4). = Rp 239.000,- = Rp 256.600,- = Rp 297.700,- = Rp 308.700,- Bupati Tegal mendukung langkah Kapolresta Letkol Pol Drs M Arief Husein yang minta izin sebelum menangkap dan menahan So yang diduga terli- = Rp 108.500,- = Rp 170.000,- = Rp 202.975,- = Rp 108.500,- = Rp 295.300,- Disetujui, Hari Jadi Cilacap Cilacap, Bernas Hari jadi Kabupaten Cilacap akhirnya disetujui DPRD Tk II, setelah beberapa tahun lamanya menjadi perdebatan sengit. Hari jadi jatuh tanggal 21 Maret 1856, diambilkan dari beslit pemben- tukan Kabupaten Cilacap oleh Pemerintah Hindia Belanda. yang tertua di antara tarikh yang ada. Menurutnya dalam prasasti Selisingsingan berdiri Desa Handaunan, atau sekarang men- jadi Donan, dengan tokoh Dyah Lokapala. Sedangkan penulis di Minggu Pagi Yogyakarta, Arwan Tuti Artha dan MH Helmi meng- ambil tanggal 1 Januari 1839 sebagai alternatif dan 6 Juli 1856, berdasarkan pengangkat- an bupati pertama. = Rp 289,800,- = Rp 128.100,- = US $ 197 = Rp 425.100,- = Rp 154.500,- = Rp 385.500,- = Rp 199.600,- = Rp 193.000,- = Rp 56.600,- Dengan telah berhasilnya ditetapkan maka Pemda Kabu- paten Cilacap untuk pertama kalinya memperingati hari jadi yang ke-136 pada hari Minggu (19/4), dipusatkan di Alun-alun Cilacap. Rangkaian acara peri- ngatan diawali dengan saraseh- an pedalangan yang diikuti anggota Ganasidi Cilacap, dilan- jutkan pentas wayang kulit oleh dua dalang lokal. Puncaknya Minggu malam dengan pemen- tasan lakon "Bima Sakti" oleh Ki Dalang Anom Suroto.(chr) sendiri menyimpan dendam pa- da korban. Selama ini, Mak be- kerja sebagai buruh tani, meng- garap sawah Supardi. Menurut- nya, Supardi seringkali berlaku kasar dan mengucapkan kata- kata yang tidak patut. Karena itu ia Mak sakit hati, tapi tak be- rani bertindak. BERNAS Belakangan, Mak melihat hu- bungan Supardi dengan So ti- dak serasi. Karena itu, ia tertarik ketika ditawari So untuk berbu- at sesuatu terhadap Supardi. Mereka merencanakan "ekseku- si" dua pekan sebelum hari "H". So memberikan kata sandi un- tuk operasi ini, Sukses - Kena. Artinya, Mak harus mengatakan Kebumen, Bernas Buntut kematian lelaki tak dikenal sesaat setelah diserah- kan ke Mapolsek Sadang, sete- lah dicurigai dan ditangkap warga desa Banioro, kecamatan Sadang, Senin pekan lalu (6/4), ternyata akibat pukulan salah seorang pengeroyoknya. Hal ini diketahui berdasar keterang- an 2 orang saksi mata di depan penyidik Polres Kebumen. Sebelumnya, beberapa jam setelah ditangkap hari Senin (6/4), sekitar pukul 22.00, ketika petugas Mapolsek Sadang me- ngabarkan korban telah me- ninggal dunia karena pengero- yokan warga Banioro, Kades Kuspranoto menyangkal, (Ber- nas, 11/4 dan 6/4). Nara sumber di Polres Kebu- men membenarkan, berdasar- kan keterangan dua saksi, ke- matian korban akibat pukulan benda keras oleh oknum pen- duduk Karangsambung. Dan sumber menyesalkan terjadinya peristiwa itu. Bagaimanapun kesalahan korban, seharusnya tidak boleh ada tindak main hakim sendiri. MATI - Karena dikhawatirkan kualitas udara di wilayah Kota Semarang melebihi batas ambang, di sebelah utara Gedung DPRD I Jateng, atau tepatnya di Jalan Menteri Dijelaskan, penyidik terus mengusut kasus kematian itu sampai tuntas. Namun, identitas korban keluarga korban yang hingga kini belum diketahui, bisa menyulitkan pemeriksaan. Sementara orang yang diduga kuat melakukan pemukulan, kini masih dalam pemeriksaan intensif penyidik Polres Kebu- men (nwh) Diperiksa, Salah Jengkel, Istri Sendiri Dibunuh Seorang Pengeroyok Hasil penelitian yang dilaku- kan oleh para dosen di ling- kungan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) selama ini banyak yang belum dipublikasi- kan. Masalah utama adalah keterbatasan dana, selain ku- rangnya minat para dosen da- lam melakukan penelitian. Aki- batnya, banyak hasil penelitian tidak bisa dinikmati hasilnya oleh masyarakat. Demikian antara lain salah satu kesimpulan dalam saraseh- an sehari, bertema peningkatan hubungan kerja sama yang serasi antara Unsoed Purwoker- to dengan masyarakat. Acara berlangsung di gedung Soemar- djito, kampus setempat, Kamis (16/4). Kegiatan yang bertujuan untuk mencari dan mendapat- kan masukan dari masyarakat demi peningkatan kualitas dan kuantitas produk akademik Unsoed ini, diikuti oleh 200 peserta. Mereka terdiri dari unsur Bappeda Tingkat II Ja- teng, Kanwil Departemen Perta- nian, Departemen Koperasi, Bangdes, Perbankan, swasta dan beberapa instansi di ling- kungan Pemda Tingkat II se-eks Karesidenan Banyumas, Kedu dan Pekalongan. Menurut Kepala Balai Peneli- tian Unsoed, Prof Dr Soebardi AS, selama ini penelitian dosen di Unsoed hanya mengandalkan PEMANTAU KUALITAS UDARA BATAS AMBANG CO PPM) "kena" bila "sukses" mengekse- kusi korban. KANE POR-M de Beberapa warga mengaku sempat mendengar Mak menga- takan "kena" ketika bertemu So. Mereka menduga, itu pasangan SDSB, karena beberapa saat ke- mudian So memberi Mak Rp 100.000. Uang ini digunakan Mak untuk melunasi utang- utang ke beberapa tetangga. KONSENTRAST CE Sementara itu, So mengata- kan, ketidakcocokannya dengan korban sudah berlangsung la- ma, meski memang berkat jasa korbanlah ia bisa jadi Kades. Tanpa Supardi, saya tak mung- kin jadi Kades. Tapi bukan ber- arti ia bebas mengendalikan sa- ya seenaknya," kata So. ANT NEATLA Ia menuturkan, sering mena- nyai Supardi mengenai uang Bangdes, uang penjualan tanah warga serta segala bantuan Pemda yang ditanganinya. "Tapi tiap ditanya, ia selalu marah. Cilacap, Bernas Motif pembunuhan Ny Tar- wiyah alias Wiyah (19) oleh Wgn (23), suaminya sendiri, kini terungkap. Hasil pemeriksaan terhadap tersangka di Polsek Kawunganten, Cilacap menun- jukkan pembunuhan itu dilatar- belakangi kejengkelan tersangka karena Tarwiyah berusaha men- cekiknya. Sebagaimana diberitakan, Tarwiyah ditemukan tewas dan tubuhnya sudah membusuk di dalam geledeg, Selasa lalu. (Ber- nas 16/4). Sumber yang dihu- bungi Sabtu, mengatakan, ter- sangka Wgn pada hari Senin (13 /4) sekitar pukul 10.00 bermak- sud memperingatkan korban agar mau menunggui jemuran gabah. Tapi saat itu korban ma- lah ke tempat tidur. Di tempat tidur itu mereka bertengkar. Tersangka memba- ngunkan korban, tetapi korban malah berbalik dan mencekik Semarang, Bernas Terdakwa GW (36) menyang- kal kesaksian kakak iparnya SR (38), yang sekaligus terdakwa dalam kasus sama tetapi di sidang lain. GW dengan tegas mengatakan bahwa pembunuh- an terhadap tetangga mereka, Heri Irawan tidak direncanakan terlebih dahulu. "Saya berada didekat korban ketika kakak meminta saya menancapkan belati yang saya bawa. Tidak benar apa yang dikatakan Mas SR, jika saya Masyarakat Belum Bisa Terlambat, Nikmati Hasil Penelitian Dosen Jiwa Korban Melayang Purwokerto, Bernas dari SPP/DPP mahasiswa seba- gai sumber dana utama. Kalau- pun ada sumber dana lain atau sponsor dari luar, jumlahnya masih jauh dari keperluan yang dibutuhkan. Terdakwa Sangkal Pernyataan Saksi terjadi peristiwa itu, sebab sebe- narnya saya hanya membela kakak saya. Tanpa pamrih apa- apa," tambah GW. Di sisi lain Soebardi menga- kui, upaya dosen mengadakan penelitian masih sebatas pada usaha untuk mendapatkan cre- dit point. "Meskipun demikian kami mengakui pula bahwa penelitian yang dilakukan oleh para dosen di Unsoed sudah banyak dilakukan. Hanya saja karena keterbatasan dana, hasil- hasil penelitian itu belum ba- nyak yang dipublikasikan," tambahnya. Lebih jauh Soebardi mengata- kan, selama ini Unsoed juga belum memiliki jurnal ilmiah yang dapat digunakan sebagai wahana untuk menampung hasil-hasil penelitian para tena- ga pengajarnya. Media publikasi yang ada saat ini baru berwujud buletin ilmiah yang sifat penye- barannya masih lokal. Kepala Desa Ditahan, Bupati Siapkan Pengganti bat kasus ini. Ia sendiri menye- salkan kasus Kalijambe yang di- akibatkan ketidakharmonisan pimpinan dan wakilnya itu. Sandi "kena" Pada pemeriksaan awal, Mak mengaku membunuh tidak ha- nya karena disuruh So, sebab ia leher tersangka. "Harga diri saya sebagai lelaki merasa diinjak- injak. Saking jengkelnya, saya tendang istri saya itu mengenai ulu hatinya hingga terjatuh," ujar tersangka. Sementara itu, Dedy Prasetyo dari Perusahaan Rokok Sidodadi kepada Bernas, Rabu (15/4) lalu menuturkan, kalangan pengu- saha pabrik rokok khawatir jika pemerintah tidak segera mene- tapkan harga dasar cengkeh baru, maka produktivitas pabrik akan lebih merosot lagi. Sebab pihak pabrik enggan membeli cengkeh selama harga dasar baru belum menentu. Jika hal ini terjadi pada gilirannya buruh Supeno I, dipasang alat pemantau kualitas udara. Sayang, alat yang tergolong baru dan pabrik rokok di Kudus seba- nyak 50 ribu tidak menentu canggih itu cepat mati, hanya berfungsi beberapa hari saja. penghasilannya. Bernas/her Menurut Prof Dr Soewito, sebab mendasar adanya kele- bihan stok cengkeh adalah monopoli pembelian yang ha- nya dilakukan pabrik rokok. Padahal kebutuhan pabrik ro- kok masih jauh di bawah pro- duksi cengkeh itu sendiri. Ket Setelah terjatuh, Wgn mendu- duki perut korban dan tangan- nya mencekik leher hingga ma- ta korban melotot. Begitu ta- Aswadi dan Paiman meru- ngan dan kaki korban tidak ber- pakan orang pertama yang me- gerak-gerak lagi tersangka meli- nemukan mayat korban, Selasa litkan ban sepeda bekas sepan-sekitar pukul 18.00. Mayat dite- jang 1 meter ke leher korban mukan dalam keadaan membu- hingga mencapai dua lilitan. Melihat korban tidak berge-suk di dalam geledeg. Penemu- an itu dilaporkan ke Ketua RT rak lagi, Wgn bingung. Tapi ia masih sempat memasukan ga- oleh Mad Yunus. dan ke Polsek Kawunganten bah yang dijemumnya bahkan sempat menjualnya kepada te- tangga seharga Rp 5.000. Kemu- dian tubuh korban dimasukkan ke dalam geledeg (tempat ga- bah) dan menutupnya. Sekitar pukul 13.00, Wgn kabur ke tem- pat orang tuanya di desa Redi- sari, Rowokele, Kebumen. Sebelum jadi Kades, So ada- lah guru SD, dan kini melanjut- kan pendidikannya pada sebu- ah perguruan tinggi swasta di Tegal. Karena terlibat kasus ini, So terpaksa menunda dulu pe- nyelesaian skripsinya. berada di tiga rumah dari tem- pat berdiri korban. Kalau sema- cam itu seakan-akan pembu- nuhan itu direncanakan lebih dahulu," sangkal GW kepada Majelis Hakim yang dipimpin Tarmizi SH di Pengadilan Negeri Semarang, Sabtu (18/4). Belum digaji Menurut keterangan yang di- himpun Bernas, Mak - pelaku pembunuhan itu - saat ini masih Di samping itu, GW yang didampingi penasehat hukum- nya Achmad Sulchan tampak menyesali perbuatannya. "Teta- pi untuk kesaksian lain dari Mas SR benar semua. Saya menyesal Pertolongan Muntilan, Bernas Karena terlambat mendapat pertolongan, Ignatius Junaedi (15) penduduk Desa Sayangan, Muntilan, yang tenggelam di sungai Lamat Muntilan, Minggu siang, meninggal dunia sesam- painya di RSU Muntilan. Kepada Bernas dr B Titien membenarkan, kurang cekatan- pertolongan pertama pada kece- lakaan atas diri korban, me- mang kemungkinan besar me- ngakibatkan kematian. Sementara itu beberapa ke- simpulan lain yang didapat dalam sarasehan tersebut di Tetapi, menurut dr Tintin antaranya, perlu dibentuknya yang saat itu tengah piket saat sebuah wadah kerjasama untuk korban datang, kelambanan menjembatani antara Unsoed dalam memberi pertolongan dengan masyarakat, agar peran pertama tersebut tidak dapat Unsoed dapat lebih hidup lagi. dikatakan sebagai penyebab Selain itu, perlu diciptakan tim- utama meninggalnya korban. bal balik yang seimbang antara Harus pula diketahui dengan Unsoed dengan masyarakat, jelas, berapa lama korban te- (prs/oed) rendam dalam sungai. Menurut keterangan bebera- pa penduduk, sekitar sepuluh menit setelah terangkat dari dalam sungai, korban baru dila- rikan ke RSU Muntilan. Ini dise- babkan penduduk sekitar kesu- litan mencari kendaraan yang bersedia mengangkut korban. Hingga saat diangkut ke RS tubuh korban sudah sangat lemas. ".Korban sesampai di ru- mah sakit jiwanya tak tertolong, meski segera ditangani oleh dr B Tintin," jelas salah seorang pendududk. Bahkan pernah menjawab diri- nya tidak pantas menjawab per- tanyaan anak kemarin sore, (maksudnya, So-red)," kata So. So mengaku bisa menyadari keangkuhan korban. Tapi ke- marahannya memuncak setelah pada sebuah rapat korban ma- Sebelum peristiwa ini, sehari- rah-marah kepada So bahkan membuang buku catatan desa di muka forum, sambil berkata, "Kowe apa aku sing ndisiki (kamu apa aku dulu yang akan harinya Mak bekerja sebagai bu- ruh tani di sawah Supardi. Tapi ia mengaku sudah enam bulan belum digaji. Mak juga pernah menjadi residivis. Dan kembali- nya ke desa karena ingin berta- bertahan)," kata So mengutip ubat. Saat itu Kadesnya masih umpatan korban. Supardi. Untuk melengkapi berkas perkara ini, polisi telah meme- riksa empat saksi, masing-ma- sing Aswadi (62) ayah tersang- ka, Paiman (31) tetangga kor- ban, Pawireja (50) Ketua RT 01 RW II Desa Bulaksari, Kawung- anten dan Mad Yunus (58) pe- rangkat Desa Bulaksari. Untuk mengetahui secara je- las urut-urutan pembunuhan ini, Senin (20/4, hari ini) akan dila- kukan reka ulang. "Karena ka- susnya sudah jelas dan peme- riksaannya mudah, maka rekon- struksi kita lakukan secepatnya," ujar sumber Bernas. (chr) tersangkut perkara kriminal da- lam tindak pidana penganiaya- an seorang warga desa Kalijam- be, hingga kini berkas perkara- nya masih dalam proses di Pol- res Slawi. Masih menurut Mak, dalam, perilakunya sehari-hari, tak Sesuai dakwaan Jaksa Penun- yang menangani dua terdakwa, tut Umum, Budiwati Wiyono SH GW dan Sg dalam kasus ini. Menuduh mereka membunuh Hery Irawan, (Bernas, 14/4). Sidang ditunda sepekan ke- mudian untuk memberi kesem- patan pada Jaksa mengajukan saksi-saksi lainnya.(ran) Sementara menurut keterang- an beberapa orang yang turut menolong dan menyaksikan pengangkatan jenazah korban dari air, sekitar pukul 13.30, mereka tak mengetahui secara pasti sudah berapa lama korban tenggelam. Yang mereka ketahui saat itu, perut korban kembung, sudah banyak air yang terminum. jarang Supardi menyakitinya, terutama dengan ucapan-ucap- an kasar. "Perilaku itu membuat saya dendam, akan tetapi tak mampu meluapkannya, karena secara pribadi saya tak berani berbuat banyak, karena Supardi perangkat desa," ujarnya. Kesempatan untuk membalas akhirnya datang juga setelah kades (So-red) bersitegang de- ngan Supardi. "Bahkan di depan saya, Supardi pernah bilang siapa yang duluan, aku atau Kades," jelas Mak. Dua minggu sebelum kejadi- an Mak dipanggil So, untuk membicarakan rencana pembu- nuhan itu. So menjanjikan akan menjamin biaya hidup Mak, bahkan akan membelikan sepe- da motor jika ia bersedia meng- habisi Supardi. Ketika Mak me- Melihat keinginan Mak, Su- pardi mengangkatnya sebagai nyanggupi, So memberi uang Hansip desa, tapi kemudian di- Rp 50 ribu, sebagai uang muka pecat tanpa alasan yang jelas. biaya "eksekusi" yang kemudian Sebagai gantinya Mak dipekerja- ditambah Rp 100.000 setelah kan di sawah milik korban se- Mak menyatakan "operasi"nya bagai merangkap kea- berhasil. manan di ladang bawang Supar- di. Ketika Bernas melihat tempat kejadian, di atas batu tempat almarhum diperkirakan terpele- set, memang terdapat kaleng berisi air dengan dua ikan kecil dan sesobek daun talas. Sungai Lamat sendiri dalam situasi normal. Tak ada tanda- tanda arus deras karena banjir. Namun persis di bawah batu, tempat almarhum mancing, kedalaman airnya mencapai 2 meter. (dan) Cengkeh Harus Dimultifungsikan SUR malah direpotkan, bahkan kega- galan mungkin akan mewarnai usaha petani. Tentang BPPC sendiri, baik Soewito maupun Soeparmo menilai, kegagalannya dalam menangani cengkeh, disebab- kan belum memiliki jiwa profe- sional. Untuk itu dalam langkah selanjutnya, mereka mengharap- kan, adanaya peningkatan pro- fesionalisme. "Kalau nantinya Inkud dan Puskud benar-benar akan dili- batkan, maka sebelumnya harus ditatar terlebih dahulu. Karena kalau kualitas Inkud dan Pus- kud masih seperti sekarang ini, saya malah pesimis, program menaikkan kesejahteraan petani akan tercapai," tutur Soewito. Semarang, Bernas Adanya sistem monopoli pembelian cengkeh oleh pabrik rokok selama ini, tidak menguntungkan petani. Untuk itu harus dicari alternatif lain dalam memanfaatkan 'emas coklat' itu. Tanpa multifungsi, maka apapun kebijaksanaan yang diterapkan akan tetap merugikan petani cengkeh. Tak mengaku Menurut Lettu (Pol) Bambang Sukardi, dari Satuan Reserese Pendapat itu dikemukakan gantungan tersebut sangat tidak pakar ekonomi Undip Sema- menguntungkan, meski penge- rang, Prof Dr Soewito, dan Ke- lolaan dilakukan oleh lembaga tua Gabungan Pengusaha Per- kebunan (GPP) Jateng, Soepar- mo AK, ketika ditemui Bernas secara terpisah, kemarin. Keduanya menanggapi ada- nya tawaran pemerintah kepada ITB dan IPB untuk mencari jalan keluar kelebihan stok cengkeh sekarang ini. Selain itu pemerintah juga akan melaku- kan diversivikasi tanaman ceng- keh dengan jalan memotong seluas 120 ribu hektar. (Bernas 19/4) Purwokerto, Bernas Gubernur Jawa Tengah, HM Ismail Sabtu lalu meresmikan 6.096 proyek pembangunan ta- hun 1991/1992 di Kabupaten Ba nyumas. Peresmian proyek-pro- yek yang menelan biaya Rp 46 milyar lebih itu dipusatkan di Stadion Satria, satu di antara se- jumlah proyek yang diresmikan. Dari sejumlah proyek itu, 10 di antaranya merupakan proyek bantuan luar negeri dengan nilai Rp 14 milyar lebih. Sedangkan proyek swadaya ada 4.120 buah dengan nilai Rp 3 milyar lebih, sisanya adalah proyek-proyek yang dibiayai APBN, APBD I, dan Inpres Dati II. Diuraikan, malam kejadian itu berawal ketika terdakwa Sedang penyebab kecelakaan yang menimpa korban, siswa klas II SMP Marganingsih Munti- lan itu, diduga karena terpeleset batu kali, ketika tengah meman- bercakap-cakap dengan Suwar- sih, istri korban. Percakapan dua orang lawan jenis itu dike- tahui korban Parwoto. Dan terdakwa saat itu melihat Par- woto masuk ke dapur, hingga cing ikan bersama adiknya, beranggapan suami Suwarsih ini Kuntoro. akan mengambil kapak kecil, untuk membuat perhitungan dengannya. Tetapi hal itu juga belum dapat dipastikan mengingat Kuntoro sendiri belum dapat ditemui Bernas, juga orang tuanya belum dapat dimintai keterangan lebih rinci karena masih dicekam kesedihan yang mendalam. Kendal, Bernas Jaksa Penuntut Umum Soe- madi SH, menjatuhkan tuntutan 12 tahun pidana bagi terdakwa Ngar bin Martodul, pria warga desa Curugsewu Kecamatan Sukorejo, dalam sidang di Peng- adilan negeri Kendal, Rabu (15/4). Tntutan berdasarkan keterangan para saksi serta pengakuan terdakwa dan ba- rang bukti, yang secara sah dan meyakinkan telah melanggar pasal 338 KUHP, melakukan pembunuhan biasa, tanpa diren- canakan sebelumnya. Dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan dengan kunci shock pembuka ban mobil, yang dilakukan tertuduh NbM (23) atas diri Parwoto bin Amin- to itu, menurut pertimbangan Soemadi pembunuhan itu dila- kukan terdakwa akibat desakan perasaan khawatir. Gubernur Resmikan 6.096 Proyek lebih, perlu terus ditingkatkan," katanya. Usai menekan tombol peres- mian dan penandatanganan pra- sasti, gubernur dan rombongan meninjau stadion Satria yang menggantikan stadion Widodo, stadion lama yang sudah tidak representatif lagi. Stadion Satria dibangun dengan sistem kom- pensasi bernilai Rp 1,5 milyar. Luas Stadion baru di Jalan Ia mengingatkan, di balik ke- Prof Dr Sukarso tersebut, 26.000 berhasilan ini, musuh bebuyut- meter persegi, dibangun sejak an masih menghadang, yaitu 10 Juni 1990. Dari tempat itu kemiskinan, kebodohan dan ke- diharapkan lahir atlet-atlet yang terbelakangan. "Swadaya yang berprestasi di tingkat kabupa- tahun ini berjumlah 4.120 pro- ten, di tingkat provinsi, nasional yek, dengan biaya Rp 3 milyar bahkan internasional. (oed) Daripada didahului, Ngar nekat menghantam kepala bagi- an belakang Parwoto dengan menggunakan kunci pembuka ban mobil. Kasus yang sempat menghe- bohkan masyarakat setempat ini terjadi pada tanggal 12 Novem- ber 1991, di rumah korban de- ngan disaksikan oleh istrinya, Suwarsih yang ternyata sebelum menjadi istri korban pernah berpacaran dengan terdakwa (Bernas 22/2). Usai melakukan pembunuh- an, dengan dibantu istri korban, mayat Parwoto dibuang di jem- batan Bongkaran. (sdt) Polres Tegal, pengungkapan ka- sus ini tidak begitu sulit. Demi- kian juga penangkapan tersang- ka. Menguraikan jalannya ope- rasi penangkapan, Bambang menuturkan, dia sendiri yang menangkap tersangka. manapun. Selain itu, tambah Soewito, adanya ketergantungan tersebut memberi peluang kepada pa- brik rokok bisa memainkan harga seenaknya sendiri. Hal ini masih ditambah, Indonesia merupakan konsumen terbesar cengkeh, sehingga tidak mung- kin melakukan ekspor produksi ke luar negeri. "Usai Subuh, saat itu. Dalam bayangan saya, tersangka pem- bunuh Supardi itu besar tinggi, tapi ternyata orangnya kecil dan ketika ditangkap tak sedikit pun melawan," katanya. Saat ditangkap, Mak sempat tidak mengakui perbuatannya. Tapi setelah ditemukan barang bukti, golok, di sela-sela kayu di bawah atap genting rumahnya, ia tak bisa mengelak lagi. Maka terbongkarlah kasus yang sem- pat menggemparkan Desa Kali- jambe Kecamatan Tarub Kabu- paten Tegal ini. Alternatif yang dikemukakan pakar ekonomi Undip Semarang ini adalah dengan memfungsi- kan cengkeh sebagai komuditi baru selain rokok. Pembunuh Suami Kades Dianiaya Warganya Orang Dituntut 12 Tahun Pidana Bambang menjelaskan, se- mua barang bukti berupa golok, cincin serta lainnya dibawa ke laboratorium kriminal Polda Ja- teng dan diharapkan hasilnya sudah dapat dipastikan minggu depan.Rekonstruksi atas peristi- wa ini menurut rencana dilaku- kan Senin siang ini. (bdp) Sementara Soeparmo menga- takan, keputusan diversivikasi tanaman cengkeh adalah jalan terbaik. Soeparmo yang juga Ketua DPD Himpunan Keru- kunan Tani Indonesia (HKTT) Jateng menandaskan, yang ha- rus ditempuh sekarang ini ada- lah menyelamatkan petani ceng- keh dari harga yang tidak stabil. Bahkan dia menyebut, petani cengkeh sekarang ini sedang tertipu oleh kabar adanya kena- ikan harga. Ia menyarankan, tanaman pengganti yang akan dipakai untuk diversikasi sudah dikenal oleh petani bersangkutan. Hal itu akan lain jika tanaman yang ditawarkan, merupakan tanam- an yang asing. Dalam hal ini petani tidak diuntungkan tetapi Dalam sambutannya guber- nur mengatakan, selesainya pro- yek-proyek pembangunan ini membuktikan, Pemda Banyu- mas serta seluruh masyarakat te- lah bekerja keras. "Keberhasilan ini hendaknya tidak sekadar di- jadikan kebanggaan, tapi justru harus lebih meningkatkan tekad untuk menindaklanjuti segala usaha yang sudah dilakukan se- lama ini," kata, Ismail. Kendal, Bernas Kepala Desa Truko, Kecamat- an Cepiring, Ahman, Kamis malam (16/4) sekitar pukul 21.00 dianiaya oleh Msf (32), warga desanya sendiri. Muka- nya dihantam kursi hingga kor- ban dirawat di RS Aisyiah Cepi- ring. Dari pihak konsumen ceng- keh, yaitu kalangan pengusaha rokok seperti Dedy, tentu saja pusat sorotannya adalah pada penentuan harga jual cengkeh ke pabrik rokok. Dalam keputusan pemerintah tentang tata niaga cengkeh yang baru, ada dua komponen harga Kasus ini berawal dari hu- bungan Msf, bapak yang telah beranak istri itu, dengan wanita sedesa bernama Nrt (26). Nrt sendiri juga telah mempunyai anak satu, tetapi sejauh ini be- lum diketahui siapa suaminya. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, Ahman me- manggil Msf yang tengah kas- maran itu, di rumah salah seo- rang Kaur desa setempat. yang diturunkan. Besarnya fee. turun dari Rp 500 menjadi Rp 250 per kg dan sumbangan rehabilitasi cengkeh (SRC), yang sebelumnya dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dan pro- duksi cengkeh, diturunkan dari Rp 500 menjadi Rp 150 per kg. Agaknya, itikad baik kepala desa telah menimbulkan salah paham di antara keduanya. Tiba-tiba Msf yang merasa ter- pojok atas pertanyaan itu naik pitam dan menyambar kursi, Ini menjadikan harga penye- rahan cengkeh dari BPPC ke pabrik rokok turun sebanyak Rp 600 per kg. Namun harga penyerahan baru belum ditetap- kan oleh pemerintah. Sedang- kan saat ini harga cengkeh berkisar Rp 12.700 per kg. (her/mbs) yang kemudian dihantamkan ke muka Ahman. Keesokan harinya Kades Truko melaporkan kasus penga- niayaan Msf atas dirinya, ke Polsek Cepiring. Jumat siang (17/4) itu juga, pelakunya ber- hasil diringkus di rumah mertu- anya di Desa Kangkung, Keca- matan Cepiring. Kapolsek Cepiring, Letda C Sungatman yang dihubungi di ruang kerjanya, Sabtu (10/4) membenarkan peristiwa itu. Cuma ia mengharapkan kasus- nya dapat diselesaikan secara kekeluargaan. "Tapi itu tergan- tung pada Kades Truko apakah akan diteruskan atau cukup diselesaikan di sini saja," kata- nya. Sampai hari Sabtu (18/4), terdakwa masih "diamankan" di Polsek setempat untuk diperiksa lebih lanjut. Menurut rencana, hari ini Kades Ahman juga akan didengar keterangannya.(sdt) GMKI Cabang Purwokerto menyelenggarakan : SEMINAR SEHARI "DEMOKRASI PANCASILA" Sabtu 25 April 1992 pk. 08.00 WIB Di Sasana Abdi Negara Kranji Purwokerto Pembicara: * JIMMY PALAPA (pemerhati politik, intelektual) *DARMANTO JATMAN (budayawan) PEMBAHAS: *Ketua DPRD Tk I Kabupaten Banyumas *Komandan Korem 071 Wijayakusuma PENDAFTARAN : Sekretariat Panitia, Jl. Bhayangkara No. 3 Purwokerto. STAY TUNE TO THIS FREQUENCY The Radio Hits PADUKA YOLS FI PT RADIO PADUKA DIRGANTARA FM 101.6 MHz PM 4 FIG Jl. Dr Soeparno 65 A Telp. (0281) 81692 Purwokerto 53123 Color Rendition Chart Pameran Masakan SOLO Pameran m akan digelar di Kusum- mendatang. Pameran ya but dapat dinikmati ma minat agar tidak aprion sebenarnya tidak hany: Menurut Manager Ma mui Kamis (16/4), beb akan dipamerkan itu an Brunei), paisan iwak b pat kering pedas (ikan madigos (bregedel der kakap dan udang cenc (masakan ayam denga Menurut Bambang, koki KSPH yang baru masakan khas negara a sendiri. "Jadi kita tidak bersangkutan secara k Kasi Ops dan Kas SOLO Dua jabat 074/Wirastratama mas Kepala Seksi Logistik Korem Kol Inf Imam Pejabat baru yang m Letkol Art Hadi Sunart menggantikan Letkol Mardhiko, yang selam Log Korem 074/Wiras Letkol Hadi Sunart Bogor, sedang Letkol lanjutnya akan menjal di Kabupaten Boyolali 074/Wt, Mayor Inf Yu 0753/Surakarta, sedan akan bertugas di Kod: Danrem 074/Wt Ka khusus berpesan kepa jadi duta anggota ABE yolali. "Saudara adalall di legislatif, oleh kare watak dan berkepriba- tugas jangan lupa kep a Musik Waria di T SOLO-Sejak Kami (THR) Sriwedari Solo yang seluruhnya didu cana akan diadakan "Kami sebenarnya disamping sebagai u mereka mempunyai ujar Kepala THR Sriw (17/4). Saat ini, menurut lang berbagai perkum akan tetapi tidak men keahlian dan ketramp telah menjanjikan un kelompoknya berasa Sedang musik was gelar itu, menurut To "Setidaknya sudah ac lompok musik kami 40 Persen Belum KARANGANYAR ternyata masih 40 per naga Kerja). Padahal Astek tersebut, seben Sehingga, kalau seanc yawan, terpaksa ditam Demikian dikataka Sandimin, ketika dite Dikatakan, perusal 25 orang, sudah haru perusahaan yang ada. nuhi syarat itu. Namu sahaan yang belum lama, namun hingga masuk Astek. (hpr) TELEPON R$ Dr. Moewardi Surak Kol. Sutarto 134 Solo 324 -RS Brayat Minulya, Jl. Jl. Ronggowarsito 88 Sol 37075, 43076-JI. Nias Riyadi 261-263 Solo 3 Kliwon 52 Solo 43013, 3 2 Surakarta 43057,3675 Polwil Solo 34510-R Polisi 110-Satlantas F - Pemadam Kebakaran Gangguan Listrik 3289 Garuda, Jl. Sugiopranot 34376. Solo Central Taxi, Jl. A. JADWAL PENERBAI GARUDA Solo - Jakarta Solo-Surabaya Solo-Balikpapan Solo - Banjarmasin SEMPATI, mulai tangg Solo - Jakarta Hubungi (0271) 46240. Kawi BARANGKALI, perkawinan yang pa hingar bingar, per sorak sorai namun derhana sepanjang cara pernikahan d atau bahkan di Ja adalah yang terjad Modern Assalam, koharjo, Kamis (10 Delapan pasang me ligus dipertemukan perjamuan pengant tul Urs) di hadapa undangan. Gedung Olah R. yang berkapasitas seolah bergetar-g mempelai ber-enam nya mempelai ber suki ruangan itu Teriakan "Horee..." tepuk tangan meria putus-putusnya sah setiap kali pasanga yang diiringi empa damping itu munc dibarengi letusan pernik-pernik kerta menaburi penganti Tak ada seremo- panjang-panjang, se ba sederhana. Setela ber-enambelas mer
