Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Bernas
Tipe: Koran
Tanggal: 1992-04-20
Halaman: 06

Konten


2cm 6. SENIN WAGE, 20 APRIL 1992 PASUGATAN Indonesia 06.30: Berita Pagi 07.00: Serbaneka 07.30: Film The Adventures of Teddy Ruxpin 05.30: Kuliah Subuh Alkohol dan Ba- 08.00: Pendidikan SLTP (TRI) bayanya 06.00 Selamat Pagi 08.30: Pendidikan SLTP (Siaran Ulangan) Manfaat Pemuaian Sehari-hari 13.00: Pendidikan SLTP (Siaran Ulangan) 14.30: Film 16.30: Berita Daerah 16.45: Laporan 17.00: Berita Nusantara 17.30: Hiburan Senja Clyde 15.00: Aneka Serial Ramayana, TPI, Senin 20 April, Pukul 10.30 WIB. 17.40 Azan Maghrib 18.00 Negeri Tercinta Nusantara Provinsi Kalimantan Timur 15.30: Film True Blue Film Cerita Invasion USA, TVRI Stasiun Pusat Jakarta, Senin 20 April, Pukul 22.30 WIB. War Games 14.00 Film Sesame Street 15.00 Film The Wild Wild West 16.00: Kontak Pemirsa 16.30: Film Who's The Boss 17.00 Halo Indonesia 17.30: Film Murphy Brown 18.00: Karisma Anak Nusantara 12.00: Film The Wizard 13.00: Film High Mountain Rangers 09.00: Ukuran Tendensi Sentral Sinetron Seri Desaku Bumiku Musub Keluarga 10.00 Film Pengetahuan Populer Bush Beat Serial, Miami Vice, Episode Badge of Dishonor, RCTI, Senin 20 April, Pukul 20.00 WIB. 10.30 Film Ramayana (Bagian 2) 11.30: Bimbingan Rohani Kebangkitan SERI 12.00: Pelajaran Bahasa Arab Apa yang Anda Baca 12.30: Pendidikan SLTP 18.15 Pengumuman Daftar Calon Tetap DPRD II 18.30: Mimbar Agama Budha 19.00: Siaran Berita Nasional 19.30 Ketoprak Sepilik Mungging Rapak Seri 2 Bersama PS Bayu Yogyakarta 20.30: Wawasan 21.00: Dunia dalam Berita 21.30: Sepekan Film Pilihan (Hari 1) Invasion USA 23.00: Berita Terakhir 23.10: Spektrum 18.30: Seputar Indonesia 19.00: Berita Nasional (TVRI Pusat) Putra Dasarata Pergi Berguru KELAHIRAN keempat putra Dasarata seper- tinya membawa berkah bagi Negeri Kosala. Sebagai titisan Dewa Wisnu, Rama telah me- nunjukkan sifat welas asihnya. Sedangkan Bharata, juga sudah mulai terlihat sifat buruk- nya yang selalu ingin menang. Seperti yang sudah digariskan dewata, Lesmana akan me- ngabdikan diri pada Rama dan Satrughana berpihak kepada Bharata, juga sudah terlihat sejak mereka kanak-kanak. Namun Keikayi menganggapnya se- bagai hal yang wajar. Sebelum mereka menginjak dewasa, Da- sarata mengirim keempat putranya berguru pada Pendeta Ashram. Ketika berangkat, Keikayi menawarkan kereta istana untuk mem- bawa mereka ke pertapaan. Namun sang pendeta menolak ta- waran itu. ( Invasi Obat Bius ke Amerika MASC DEMANG 1930: Tak Tik Boom 20.00 Film Miami Vice Badge of Dishonour 21.00: Dunia dalam Berita 21.30: Informasi RCTI 21:40: Film Baywatch SETELAH berhasil membunuh raja obat bi- us Kuba, Rostov berniat memperluas daerah kekuasaannya. Amerika Serikat adalah lahan yang dipilih Rostov dalam melancarkan pele- baran sayap itu. Selain memperluas daerah ke- kuasaan, di negeri Paman Sam itu Rostov juga ingin melampiaskan dendam pribadinya. Aksi teror Rostov yang rapi membuat FBI dan polisi kalang kabut. Hanya ada satu nama yang da- pat menghentikan Rostov dan anak buahnya, yakni Matt Hunter yang pernah membuat penjahat asal Rusia itu lari tunggang la- nggang. Sayangnya, ketika dihubungi, agen rahasia ini sudah tidak bernafsu dengan pekerjaan itu. ( Melacak Perdagangan Kokain Nightmare Bay Part 2 22.40 Film The Sword Stained with Royal Blood 23.40 Buletin Malam 00.10 Film The New Dragnet Safe Job 00.40: Film Another World 01.40: Berita Terakhir PENGGEREBEGAN pertama praktek tiga o- rang pengedar kokain gagal dilakukan Miami Vice. Pasalnya, empat orang berseragam dan bersenjata polisi telah lebih dulu meringkus mereka. Barang dagangan mereka pun dilari- kan empat orang tersebut dengan speed boat. Domininguez menduga keras keempatnya bu- kan polisi kendati ada barang bukti borgol po- lisi yang ditemukan di tempat tersebut. Terle- bih diperoleh kabar, telah terjadi pencurian seragam dan senjata dari gudang perbekalan polisi Pantai Selatan. Di lain pihak, Crockett Tubbs dan kawan-kawan curiga polisi gadungan itu me- mang mempunyai hubungan dengan orang di instansi kepolisian untuk memperoleh seragam dan senjata. ( LESEHAN Evie Tamala Nyaris Tewas KETIKA tampil dalam rekam- an gambar paket Aneka Ria Sa- fari di Restauran Dynasty, pekan lalu, Evie Tamala tampak pucat. Gerakannya tidak selincah biasa- nya dan tubuhnya pun tampak kurus. "Iya, nih, tubuh saya tu- run empat kilo," ujar penyanyi yang sempat menggondol HDX Award lewat lagu Dokter Cinta i- ni ketika ditemui Bernas menje- lang rekaman. Menurut pengaku- annya, lebih dari dua minggu mojang Priangan ini dirawat di rumah sakit. Penyanyi bersuara manja ini nyaris tewas dalam ke- celakaan sepulang show meme- riahkan ulang tahun PT Tam- bang Batubara di Prabu Mulih, Muara Enim, kurang lebih 200 kilo meter dari Palembang. Di te- Evie Tamala ngah hutan, dalam perjalanan Ki Jagabaya memandang Ki Bekel sejenak. Ia melihat wajah Ki Bekel yang menegang. De- Ki Bekel itu ngan nada dat pun berkata, "Sebaiknya untuk sementara aku tidak menyerah- kan Wimba. Tetapi aku akan mempersilakan untuk berbicara pulang ke Palembang, mobil yang ditumpangi terbalik. "Di tengah hutan lagi," kata Evie. Ketika kecelakaan terjadi, demikian Evie, ia merasa tidak ingat apa-apa. Ketika siuman, Evie sudah berada di Rumah Sakit Ha- rapan Kita Jakarta. Cukup lama ia tidak sadarkan diri, sebab se- belumnya Evie telah sempat dilarikan di sebuah rumah sakit di Palembang untuk pengobatan darurat. agy "Tulang rusuk saya ada yang patah. Dokter menyarankan untuk operasi. Tapi saya nggak mau. Biar saja, nanti lihat perkembang- an. Nyatanya nggak apa-apa, sepertinya sudah pulih," tutur Evie. Karenanya, ketika dalam paket ARS tersebut Evie tampil mem- bawakan lagu terbarunya, Cinta Parabola, penyanyi yang biasa bergoyang dengan kombinasi jaipongan ini agak mengurangi ge- rakan. "Saya belum berani goyang terlalu bot. Badan ini rasanya belum sehat betul," ucap Evie. Untung lagu yang diambil dari album terbarunya itu berirama agak slow, sehingga tidak menuntut terlampau banyak goyang. (agy) SH.MINTARDJA: langsung dengan anak muda itu di rumah kami." "Ki Bekel," wajah ayah Nastiti menjadi merah, "Aku ingin anak itu diserahkan kepadaku. Ingat ini Ki Bekel. Aku akan menung- gu sampai esok. Jika besok Wimba tidak diserahkan kepa- daku, aku akan mengambil la- ngkah sendiri." Ki Bekel termangu-mangu se- jenak. Tetapi Ki Jagabaya pun kemudian berkata, "Aku minta sikap kami dapat dimengerti." "Aku tidak dapat menunggu terlalu lama. Aku sangat cemas terhadap nasib Nastiti." "Tetapi aku ingin memperi- Lorong yang Panjang ngatkan, bahwa Wimba tidak mengetahuinya, ke mana Nastiti 32 BERNAS pergi." "Aku ingin berbicara dengan Wimba. Tidak dengan Ki Bekel dan Ki Jagabaya," berkata ayah Nastiti. Dengan nada geram ia pun kemudian berkata, "Aku mempunyai pengaruh yang kuat bukan saja di padukuhan ini, tetapi di Kademangan ini kata- kataku didengar orang." "Aku mengerti," desis Ki Be- kel, Reuter PAKAIAN RENANG Peragaan busana Musim Semi-Musim Panas 1992 juga menggelar beberapa variasi rancangan pakaian renang. Hasil rancangan ini lebih dikhususkan untuk konsumsi kaum muda di Taipei UNTUK kedua kalinya, Pade- pokan Seni Bagong Kussudiar- djo (PSBK) mendapat keperca- yaan untuk menampilkan sen- dratari kolosal memperingati Hari Kebangkitan Nasional, di Sasana Langen Budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Ja- karta, 20 Mei mendatang. Perge- laran yang hingga saat ini be- lum menemukan judul tersebut akan didukung sekitar 130 pe- nari. Sebelumnya, pada tahun 1985, PSBK juga mendapat ke- percayaan untuk tampil pada peringatan yang sama, hanya jumlah pendukung dan tempat penyelenggaraannya yang ber- Bagong Kussudiardjo : Sendratari Harkitnas Tahun Ini Lebih Singkat beda. "Pada waktu itu, karena tem- patnya di Monas, sebanyak 1000 penari tampil dengan waktu ku- rang lebih dua jam. Tetapi seka- rang karena arenanya yang le- bih kecil, maka jumlah penari hanya 130 orang saja," tutur Ba- gong Kussudiardjo (64), yang ditemui Bernas di rumahnya di kompleks padepokan, Sabtu (18/4). Selain jumlah penari yang le- bih sedikit, waktu yang disedi- akan panitia pusat Hari Ke- bangkitan Nasional juga hanya sekitar 30 menit. "Dengan wak- tu yang sesingkat itu misi harus sampai. Ini justru yang menjadi tantangan bagi saya. Bisa nggak saya membuat karya yang baik dengan waktu yang hanya 30 menit tersebut namun tetap ar- tistik dan tidak meninggalkan misi," kata budayawan, seniman dan pengamat tari, yang telah melahirkan lebih dari 77 tarian lepas dan 55 fragmen tari ini. Bagong yang sudah tak asing SEBUAH paket baru, Senan- dung Nada dan Irama, produk si RRI Nusantara II Yogyakarta, akan diudarakan mulai minggu depan. Paket yang menganut sistem live recording tersebut juga akan dilengkapi dengan kuis untuk penonton di studio maupun pendengar radio. Me- nurut rencana, paket baru ini akan diudarakan setiap Rabu pada tanggal genap. "Tentunya pertanyaan untuk penonton di studio dan pende- ngar di rumah berbeda. Kalau penonton di studio jawaban segera dilontarkan kalau pende- ngar ada waktu untuk menja- wab. Tetapi yang pasti perta- nyaan berkisar tentang musik," kata Duryat Subekti, Kepala Seksi Musik dan Hiburan, kepa- da Bernas, di sela-sela rekaman di studio RRI Yogyakarta, Sabtu (18/4). Menurut Duryat, pengadaan kuis tersebut selain dimaksud- kan selain untuk menarik pen- dengar, juga untuk mengantisi- pasi kemungkinan acara terse- but dimasukkan dalam program FM Stereo. "Jadi acara ini nanti- nya tidak hanya dapat didengar- kan dalam AM saja tetapi juga FM," ujar Duryat. "Nah, perhatikan ini," berkata ayah Nastiti kemudian. Ki Bekel dan Ki Jagabaya memang menjadi semakin geli- sah. Mereka harus mengakui bahwa pengaruh orang tua Nas- titi yang kaya raya itu cukup be- sar. Tetapi mereka tidak akan dapat menyerahkan Wimba ke- pada ayah Nastiti, karena mere- ka tahu, apa yang akan terjadi dengan Wimba jika ia berada di tangan ayah Nastiti tanpa peng, awasan mereka. dkm Ayah Nastiti menggeretakkan giginya. Katanya, "Kalian berdua akan menyesal atas keputusan kalian. Seharusnya kalian tahu akibat dari penolakan kalian i- tu.". Bagong Kussudiardjo lagi dengan pentas panggung kolosal ini, akhirnya merekaya- sa pergelaran dengan penge- lompokan adegan. "Ada dua pa- nggung dengan adegan yang berbeda-beda," tuturnya. "Kami tidak mempunyai pi- lihan lain," sahut Ki Jagabaya. "Jika demikian, untuk apa ka- lian datang kemari? Mengun- dang aku datang menghadap Wimba?" Panggung depan sebagai fo- kus I dan panggung belakang sebagai fokus II. Pengelompok- an ini dilakukan agar fokus ter- hadap tahap-tahap sejarah tetap terkontrol. Penyingkatan itu juga dite- rapkan pada materi tari yang a- kan ditampilkan. Gerakan-ge- rakan simbolis lebih ditonjol- kan. "Untuk menunjukkan kea- daan kedatangan Jepang, hanya dengan munculnya bendera-be- ndera telah memperlihatkan se- cara simbolis akan kedatangan Jepang," kata Bagong. PERGELARAN sendratari ini terdiri atas beberapa babak Paket "Senandung Nada dan Film "Basic Instinct" Ditolak Irama" RRI Yogya Juga Berisi Kuis Panitia Festival Film Cannes Menyinggung materi yang disajikan secara live ini, Duryat mengatakan, bentuk acara live semacam ini sebetulnya telah dimulai sejak paket acara Ber- dendang dan Bercanda yang juga diudarakan setiap Rabu, pada tanggal ganjil. "Dalam acara Berdendang dan Bercan- da yang disiarkan setiap Rabu ganjil sudah ada penontonnya dan penonton dalam acara ter- sebut aktif berkomunikasi de- ngan penyaji. Sehingga Senan- dung Nada dan Irama kiranya juga dapat menarik minat para penonton, apalagi dengan di- tambah kuis," tutur Duryat. Khusus jenis musik dalam paket Senandung Nada dan Irama yang akan diudarakan 22 April mendatang, demikian Duryat, akan mengetengahkan musik keroncong. Dalam ke- sempatan tersebut, paket akan diisi sebuah kelompok musik pimpinan Lestari Aman. "Dan kali ini merupakan uji coba untuk live-nya," katanya. Kendati demikian, bukan lantas berarti acara ini memang khusus diisi materi keroncong. Duryat menjanjikan banyak jenis musik yang akan ditampil- kan dalam paket tersebut. (yul) "Bukan itu maksud kami. Te- tapi kami ingin mencari penye- lesaian yang sebaik-baiknya." "Ingat Ki Bekel dan Ki Jaga- baya. Jika terjadi sesuatu de- ngan Nastiti karena kelambatan sikap kalian, maka kalian harus bertanggungjawab." "Kami sudah menawarkan kerja sama yang menurut pen- dapat kami yang terbaik. Wim- ba berada dalam kedudukan Dalam gejolak perasaannya i- "O, Ki Bekel dan Ki Jagabaya tu Ki Bekel pun kemudian ber- ingin menjadi pahlawan?" kata, "Untuk sementara kami ti- "Maksudku bukan begitu. Te- dak dapat menyerahkan Wim- tapi pembicaraan dengan Wim- ba itu sebaiknya dilakukan de- ngan terbuka." ba." yang lemah. Karena itu, maka ia memerlukan kepedulian kami." "Cukup, Ki Bekel. Sekali lagi aku peringatkan, bahwa kalian akan dapat menyesal karena si- kap kalian." Ki Bekel dan Ki Jagabaya ha- nya dapat saling berpandangan. Tetapi keduanya tidak mengu- bah sikap. mereka, meskipun mereka tahu, bahwa ancaman ayah Nastiti itu bukan sekadar main-main. grafer. Sedangkan musik dita- ngani Djaduk Ferianto, Otok Bi- ma Sidharta, Sutrisno dan Mur- hadi. Sebagai perancang skena- rio Butet Kartaredjasa dan Heru Kesawa Murti. Narasi yang melengkapi per- gelaran ini ditulis Indra Trang- gono, dan akan dibacakan Iman Sutrisno dan Margana. Penataan kostum ditangani Ida Wibowo dan produser pelaksanaan per- gelaran ini adalah Departemen Penerangan RI. SETELAH mengamati, Panitia Festival Film Cannes tahun ini menolak film Basic Instinct un- tuk turut berlaga dalam forum itu. Film tersebut mengisahkan dengan gamblang kaum lesbian dan orang-orang yang menderi- ta sadomosokistis seks. "Saya tahu film ini bersifat provokatif, tetapi inilah sebuah cara yang kami inginkan. Tak a- da yang lebih menjemukan se- lain kenyataan bahwa masyara- kat hanya mencatat apa yang ia saksikan dalam film-film yang ia lihat," ujar Gilles Jacob, direktur festival dalam sebuah konperen- si pers di Paris. Yoseph Praba Gelar Rendra Hadiri Konferensi Dramawan di Australia Pameran Lukisan "Pluralisa Art" Film Basic Instinct dibintangi Michael Douglas yang berperan sebagai seorang polisi pecandu alkohol yang menyelidiki dua wanita biseksual, dengan sutra- dara Paul Verhoeven asal Belan- da. Menurut rencana film ini a- SEBANYAK 45 lukisan karya Yoseph Praba akan digelar da lam Pameran Lukisan Pluralisa Art, di Gedung Wadya Mandala Yogyakarta, Selasa (21/4) hing- ga Jumat (24/4) mendatang. Pa- meran diselenggarakan Pusat Kebudayaan Indonesia-Belanda Karta Pustaka. Dalam pembuka- an pameran juga akan dikete- ngahkan konser musik Bom Mercuri, sedangkan pada penu- tupan akan ditampilkan konser musik Ziarah karya Yoseph Praba, Selain Basic Instinct, jajaran nominator peraih Golden Palm Dengan demikian, maka ke- duanya pun segera minta diri. Mereka merasa tidak ada guna- nya lagi untuk berbicara lebih panjang lagi dengan ayah Nas- titi. "Silakan," jawab ayah Nastiti, "Tetapi ingat, bahwa kalian ha- rus memilih langkah yang pa- ling baik bagi kalian sendiri. Bu- kan bagi Wimba." BERBEKAL prinsip untuk se- lalu menghasilkan karya yang lebih baik, Bagong senantiasa memelihara kreativitasnya da- lam berkarya dan tak pernah surut dengan gagasan-gagasan seninya. "Seni adalah bagian hi- dup saya. Seperti halnya kalau saya berkeringat atau saya ber- napas. Saya tak bisa lepas dari itu," tegas bapak tujuh putera i-` ni. Film karya Lynch, Wild at Heart pernah memenangkan Golden Palm Award tahun 1990. Sedangakan beberapa film dari Itali, Perancis, Skandinavia, Rusia, Spanyol, Portugal dan Se- negal juga ikut dalam kompetisi. Cannes adalah festival film yang paling bergengsi di dunia, yang akan mengajak ribuan ak- tor, sutradara, produser untuk menyaksikan hotel-hotel mewah dan pohon-pohon palm. Ditunjuk sebagai juri festival ini adalah aktor Gerard Depar- dieu, sebagai ketua, dan diban- tu Pedro Almodovar, John Boor- man, Jamie Lee Curtis dan sine- kan diputar pada giliran perta-matografer Italia, Carlo de Pal- ma penyelenggaraan festival ta- hunan yang akan berlangsung bulan depan itu, di antara 21 film lainnya. Dan Basic Instinct dicalonkan untuk meraih Gol- den Palm Award. ma. yang menggambarkan rentang sejarah. Dimulai dari prolog, re- ligiusitas dan Indonesia molek, tantangan dan patriotisme, ke- bangkitan dan kemerdekaan, pembangunan dan harapan ser- ta akan diakhiri dengan epilog. Fokus I merupakan sajian bentuk koreografi yang meng- abstraksikan kenyataan sejarah yang diungkapkan melalui pem- bacaan narasi yang hanya men- ggunakan bahasa lambang. Se- dangkan fokus II merupakan i- Lingkungan tempat tinggal- nya juga telah menjadikannya lustrasi visual yang dihadirkan semakin asyik menggeluti duni- Pementasan "Was-Was" Teater Lingkar anya itu. Ia pun tidak pernah merasa lelah atau jenuh berke- senian. secara realistis, sesuai dengan fakta historis yang termuat da- lam pembacaan narasi. Pengerti- an realistis dalam hal ini adalah penggambaran indikatif atas set- ting, properti, karakter, busana dan kenyataan sejarah. Fokus II ini selain menampil- kan prosesi keagamaan dengan mengenakan identitas khas se- tiap agama, juga akan tampil busana yang melambangkan Bhinneka Tunggal Ika. Untuk memproduksi sendra- tari ini Bagong, dibantu Ida Wi- bowo, Sutopo TB, Heru Han- dono Wari dan Flory Fono sela- ku asisten sutradara dan koreo- "Kalau capek fisik, ya mak- lum saja, karena usia bertam- bah. Tapi kalau untuk berkese- nian, tidak ada istilah capek. Karena kalau nggak berkeseni- an, justru saya merasa sakit," u- jar budayawan yang masih rajin jogging, berenang dan juga me- ngurusi kebunnya tersebut. Bagong juga mengaku tidak pernah meluangkan waktu khu- sus untuk melahirkan ide-ide kreatifnya. "Saya tak pernah pu- nya waktu khusus, misalnya ha- rus meditasi atau apa, karena li- ngkungan dan keseharian saya lah yang membuat ide-ide sela- lu mengalir," tuturnya. Menyinggung soal kemung- kinan undur dari aktivitas ber- kesenian lantaran usia yang mungkin kelak sudah tidak bisa lagi diajak kompromi, Bagong hanya tersenyum. "Karena seni sudah menjadi bagian hidup yang tak mungkin terpisah dari diri saya, maka saya tak akan pernah berhenti," ucapnya. (yul) Dalam siaran persnya, Yo- seph mengemukakan, ia selalu tidak puas dengan apa yang ter- biasa dikerjakan pelukis-pelukis lain, sehingga dalam pameran nanti ia akan menambah lukisan tersebut dengan roh, gerak dan darah yang ditampilkan lewat bunyi musik. Karya-karya lukisan Yoseph Praba cenderung tidak menga- nut salah satu aliran di dunia lu- kis saat ini. Yoseph mengaku lebih suka tidak membatasi ke- senian dengan garis-garis pem- batas maupun kotak-kotak, yang sebenarnya justru semakin mempersempit si seniman un- tuk menuangkan gagasan, Yang PARFI Harapkan Produser Biayai Pengobatan Linda warna baru dalam dunia seni lukis. (yul) Award adalah Howard's End, sebuah film yang merupakan hasil adaptasi dari novel karya EM Forster. Film lainnya adalah The Player sebuah kisah satire garapan Robert Altman dan film serial televisi Twin Peaks yang disutradarai oleh David Lynch. Tiga tahun terakhir ini, film- film produksi Amerika berhasil memboyong Golden Palm A- ward. Penyelenggaraan festival tahun ini untuk yang ke-45 ka- linya. (Rtr/yul) ngat marah kepada Wimba, te- tapi ia tidak berhenti menangis oleh kecemasan. Ibu Nastiti itu mulai membayangkan, apa yang terjadi atas anak gadis satu-satu- nya. Jika ia melarikan diri de- ngan Wimba, Nastiti tentu akan hidup menderita. Melarat dan tersia-sia. Ia harus bekerja keras sebagaimana keluarga Wimba. Bahkan di persembunyian yang tidak diketahui oleh orang tua- nya. Dengan demikian, maka o- rang tua Nastiti tidak akan dapat membantu apa-apa terhadap keluarga yang hidup dalam ke- sulitan itu. Demikianlah, maka Ki Bekel dan Ki Jagabaya itupun segera meninggalkan rumah orang tua Nastiti. Ki Jagabaya tidak segera pulang ke rumahnya. Tetapi ia singgah dirumah Ki Bekel. Ke- duanya masih berbicara, maka mereka pun semakin yakin, bahwa Wimba berkata dengan jujur, bahwa ia tidak melarikan ia jatuh ke tangan orang yang ti- atau sepakat untuk lari bersama- dak dapat mengendalikan diri, sama dengan Nastiti. maka hidupnya akan benar-be- nar hancur. DRAMAWAN yang kini lebih sering tampil dalam acara kea- gamaan, WS Rendra merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang diundang menghadiri Kon- ferensi Dramawan yang diada- kan setiap tahun di Australia. Dari Asia hanya Rendra dan re- kannya dari Singapura, Stella Kon yang diundang di antara belasan dramawan dari Australia dan Singapura. Konferensi ta- hunan tersebut digelar di Aus- tralian National University Can- berra, Minggu (19/4). Tetapi jika Nastiti itu lari se- orang diri, maka nasibnya akan dapat menjadi lebih buruk. Jika Menurut panitia pelaksana, konferensi ini bertujuan me- ngembangkan kerja sama kebu- dayaan di kawasan Asia Pasifik. Sementara itu, Ken Zuraida, istri Rendra mengatakan, selain menghadiri konferensi, Rendra juga akan membacakan bebera- pa puisi di berbagai kota, antara lain Canberra, Sydney dan Mel- bourne. Rendra yang mening- galkan Jakarta 8 April lalu me- nurut rencana akan kembali ke Indonesia 20 Mei mendatang. Di Benua Kanguru itu, Rendra juga memimpin workshop teater. "Mulanya konferensi ini ha- nya melibatkan dramawan Aus- tralia dan Selandia Baru saja, ta- pi kami mulai menyadari ada Mendengarkan percakapan o- rang jika saja mereka menyebut nyebut sepasang anak muda CACAT mata yang dialami ar- tis Linda Nayoman, ketika peng- ambilan gambar film Tutur Ti- nular di Yogyakarta, 13 Mei 1991 lalu, mendapat simpati da- ri Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI). Pengurus Besar PARFI mengharapkan persoalan ini bi- sa diselesaikan dengan baik tan- pa ada pihak yang dirugikan. "Kami mengharapkan produser mau mengupayakan kesembuh- an Linda," kata Drs H Usman Effendy, Ketua Bidang Pendidi- kan dan Kekaryaan, ketika di- hubungi Bernas di rumahnya, Jalan Pedati Raya No 12 C Jakar- ta, Jumat (17/4) malam. Sementara itu, menurut Mar- dali Syarif, sebenarnya PARFI i- ngin menolong anggota yang sedang terkena musibah terse- but. "Kami sudah beberapa kali SETELAH berhasil mementas- kan lakon Was-Was karya Prie GS dengan sutradara Maston, di Auditorium RRI Semarang, Ka- mis (16/4) malam, barangkali te- pat jika kelompok Teater Ling- kar Semarang lantas mendapat julukan sebagai teater humor. Bahkan bukan sesuatu yang naif apabila julukan tersebut juga berkembang menjadi teater Sri Mulat, lantaran humor-humor yang dilontarkan tidak jauh ber- beda dengan lawakan kelom- pok Sri Mulat. Penonton yang memenuhi auditorium diajak mengumbar tawa sepanjang pergelaran. Terlepas dari bebe- rapa kelemahan yang ada, Was- Was mampu tampil sebagai hi- buran segar. dys WS Rendra beberapa dramawan lainnya di kawasan ini yang pantas untuk turut serta karena ada kaitan- nya," ujar Kingston "Anderson, Direktur Artistik Konferensi se- perti yang dikutip AFP. Dikatakannya, konferensi ini merupakan langkah pertama da- lam usaha membangun hubung- an di dalam kawasan. yang mengembara atau seorang gadis yang terlunta-lunta. Sementara Stella Kon menge- mukakan, banyak orang Singa- pura memandang Australia se- bagai sebuah enklave Kulit Pu- tih. Dalam kehidupannya tidak Tetapi tidak seorang pun yang sempat mendapat kete- rangan dari mereka. Ketika o- rang-orang itu singgah di gardu- gardu untuk menanyakan apa- kah mereka melihat seorang ga- dis kebingungan, maka anak-a- nak muda yang ada di gardu- gardu itu justru menjadi curiga. Meskipun orang-orang upah- an itu tersebar sampai ke tem- pat yang jauh, tetapi tidak seo- rang pun dari mereka yang sampai ke padukuhan tempat Nastiti bersembunyi. Karena ti- dak seorang pun dari mereka yang mendengar serba sedikit tentang gadis itu. menyarankan Linda membuat surat ke PARFI. Tapi dia nggak mau. Alasannya, katanya produ- sernya masih mau membiayai dia berobat. Tetapi sekarang produser Kanta Film merasa ke- beratan karena pertimbangan biaya, ketika Linda menuntut untuk berobat ke Singapura," kata Sekretaris Umum PB PARFI itu kepada Bernas di kantornya Kamis (16/4). Malam itu ayah Nastiti tidak dapat tidur. Kesibukan di ru- mahnya membuat kepalanya menjadi pening. Kesibukan yang sia-sia. Malam itu juga, ayah Nastiti telah mengirimkan beberapa o- rang upahan untuk mencari Nastiti. Mereka harus menjela- Sementara itu, ibu Nastiti ti- jahi padukuhan-padukuhan di rumah Ki Bekel karena ia dak dapat menyembunyikan ke- menuntut Wimba diserahkan cemasan dan kegelisahannya. kepadanya, namun kegelisahan Meskipun ia juga menjadi sa- yang sangat serta kepedihan ha- Posisi Linda, demikian Mar- dalli, kini memang sulit. Kalau mau menuntut, susah juga me- nentukan alamat yang mesti di- tuntut. "Persusahaan Kanta Film kini sudah bubar. Coba kalau dulu-dulu ia cepat lapor, mung- kin PARFI bisa ikut membantu memecahkan persoalan," ujar Mardalli. Sehubungan musibah ini Kenyataan ini juga diakui Sri Harjanto Sahid, pengamat teater dari Yogyakarya yang menyem- patkan diri datang ke Semarang untuk menyaksikan pergelaran itu. "Sebagai hiburan bolehlah Teater Lingkar dikatakan berha- sil malam ini. Penonton bisa di- ikat dalam lingkar humor, se- hingga setiap yang keluar dari tutur maupun tingkah pemain, dianggap sebagai banyolan. Yah, sebagai hiburan segar be- gitulah," ujar Harjanto. Di antara pemain yang tampil dalam Was-Was, hanya Budhi Santoso atau Budhi Bobo yang Menurut Harjanto, sebenar- paling konsisten dalam pengha- nya ide cerita yang diangkat yatan peran. Pemeran tokoh A- Prie GS bukan barang baru lagi yahanda Bapak Tuan ini bisa "Bagus cerita karya Prie itu, sekali lagi, jika dinilai dari segi hiburan. Kritik-kritiknya juga berbobot. Hanya banyak kata yang mubazir. Sebenarnya bisa pendek, tetapi malah dipanjang- kan. Ini kalau diteruskan bisa membuat bosan penonton. Tadi saja saya lihat penonton mulai jenuh dalam adegan tertentu. Prie harus memperhatikan hal ini," kata Harjanto. *** Paduan Humor dan Kritik Sosial dalam dunia teater. Meski Prie menyebutnya sebagai kritik ter- hadap diri sendiri, tetapi keter- kaitannya dengan komunitas so- sial tidak mungkin dipisahkan begitu saja. Karenanya, kritik terhadap diri sendiri itu luber menjadi kritik yang ditujukan kepada kehidupan di sekitar manusia. DARI segi pemain, Harjanto menilai kelemahan pada stami- na. Pada awalnya, demikian Ha- rjanto, permainan mereka cu- kup prima. Namun ketika me- nginjak babak pertengahan, sta- mina sangat menurun. Akibat- nya, pergelaran secara keselu- ruhan terganggu. ti istrinya, telah mendorongnya untuk pergi ke rumah Ki Bekel, meskipun malam sudah menjadi semakin larut. Dari kandang- kandang ayam di belakang ru- mah-rumah yang pintunya tertu- tup rapat, sudah terdengar ayam jantan berkokok bersahutan. Ki Bekel terkejut ketika ter- dengar pintu pringgitan rumah- nya diketuk orang. Berulang-u- lang. Semakin lama semakin ke- ras. Nyi Bekel pun terkejut. Bah- kan ia tampak menjadi cemas. Ki Bekel yang bangkit dari pembaringannya telah mengam- bil keris andalannya yang disim- pannya di dalam sebuah peti yang ditaruhnya di atas pemba- ringannya. Dalam kegelisahan yang ti- dak tertahankan, maka ayah "Hati-hati, Ki Bekel," "desis Nyi Bekel. Nastiti itu sudah mengajak dua orang upahannya untuk meng- antarkannya ke rumah Ki Bekel. Meskipun semula tidak terbersit niatnya untuk menemui Wimba ada tradisi kebudayaan, lantaran mereka merupakan keturunan orang-orang yang tak berkebu- dayaan. Menurut beberapa pengamat, konperensi ini merupakan hal yang penting dalam usaha Aus- tralia menjadi bagian dari ka- wasan Asia. Selama ini Australia lebih merasa menjadi bagian da- ri Eropa lantaran sejarahnya. Pa-. dahal secara geografis Australia lebih dekat dengan Asia. Per- kembangan terakhir menunjuk- kan tak sedikit orang Australia yang mulai menyadari kenyata- an ini dan berusaha mendekat- kan diri dengan Asia. Hal ini diakui juga diakui An- derson. Dikatakannya, beberapa tahun terakhir ini sikap masya- rakatnya telah berubah secara radikal dalam memandang Asia Pasifik. "Agaknya orang-orang suruh- an orang tua gadis yang hilang itu." Nyi Bekel tidak sempat berta- nya lebih jauh. Ketukan pintu i- tu menjadi semakin keras, se- hingga Ki Bekel itu pun kemu- dian bergegas pergi ke pintu ru- Bahkan, demikian Anderson, belum lama berselang, Perdana Menteri Australia, Paul Keating menyatakan menaruh keperca- yaan bahwa masa depan negeri- nya berada di Asia. "Masyarakat Asia dan Pasifik tahu tentang Australia, tapi saya tidak merasa orang-orang Australia tahu me- ngenai negara-negara tersebut," kata Anderson. (ton) Bernas her HUMOR Pementasan Teater Lingkar Semarang yang membawakan lakon "Was-Was" karya Prie GS dengan Sutradara Maston memang menawarkan humor-humor segar bagi penonton. Namun stamina pemain tampak sangat mengganggu jalannya pergelaran secara keseluruhan. PARFI menyayangkan tidak ada- nya jaminan asuransi ketika memproduksi sebuah film. Ter- lebih untuk film-film action se- macam Tutur Tinular itu. "Ini sebagai pelajaran bagi produser. Juga pemain, agar memperhati- kan masalah asuransi. Sewaktu-- waktu terjadi kecelakaan, bisa mendapatkan santunan," lanjut Mardalli. Sebenarnya PARFI pernah memberlakukan ketentuan asu- ransi bagi artis. Namun oleh be- berapa pihak ketentuan ini di- rasakan tidak efektif. Musibah Linda terjadi ketika pengambilan adegan mabuk di sebuah kedai. Tanpa sengaja tombak yang dibawa Hans Wa- wangi, pemeran Aria Kamanda- nu, menancap di mata kiri Lin- da. (agy) mempertahankan karakter, se- kaligus mampu memberi variasi. Dalam beberapa adegan, Bu- dhi malah mampu memberi te- kanan tersendiri. Tekanan dia- log yang dilontarkannya mirip dengan sosok Deddy Mizwar. Menurut Harjanto, secara u- mum pertunjukan Teater Ling- kar memang mampu memberi- kan hiburan segar bagi masyara- kat Semarang. Namun jalan un- tuk menemukan jati diri masih teramat panjang. "Kalau Teater Koma ataupun Gandrik telah mampu memperoleh jati diri- nya, maka giliran Teater Lingkar harus berusaha. Saya yakin itu akan secepatnya diperoleh, asal konsisten dengan gaya penam- pilannya. Jangan berubah-u- bah," ucap Harjanto. Harjanto juga menilai, ada se- suatu yang lain yang dimiliki Teater Lingkar. Kendati digarap dengan humor segar, tetapi te- tap dibatasi, sehingga bisa men- jamin konsistensi permainan pa- ra pendukungnya. "Jika saya membandingkan dengan Gan- drik misalnya, maka perbedaan itu sangat menyolok. Di Gan- drik kebebasan terasa sangat mutlak, sementara di Lingkar te- tap mengacu pada naskah. Se- mua tentu ada kelebihan ma- sing-masing," jelas Harjanto. (her/yup) mahnya. Di depan pintu ia sempat memutar kerisnya sehingga hulu kerisnya itu ada di dadanya. Perlahan-lahan Ki Bekel me- ngangkat selarak pintunya. Ke- tika pintu itu terbuka, maka yang berdiri di depan pintu a- dalah ayah gadis yang hilang i- tu. "Silakan, silakan duduk," Ki Bekel mempersilakannya duduk di pringgitan. Lalu katanya, "Ki Jagabaya belum terlalu lama pu- lang. Ia berada di sini sampai menjelang tengah malam." "Aku tidak memerlukan Ki Ja- gabaya. Aku akan mengambil Wimba untuk aku bawa pu- lang." Ki Bekel menjadi berdebar- debar. Dipandanginya kedua o- rang upahan yang datang ber- sama ayah Nastiti itu. Keduanya adalah orang yang tampak ga- rang. Tetapi betapa pun kegelisah- an mencengkam jantungnya, namun Ki Bekel itu berkata, "Ja- ngan memaksa." (Bersambung) Color Rendition Chart LUAR KORBAN GRANAT-Seorang g tubuh luka parah, akibat ledak Filipina, akhir pekan lalu. Sekura ini. Pelakunya, menurut keterar Truk Semen Terbal DHAKA Sembilan or lainnya luka parah ketil pangi mengalami kecelal Menurut polisi tersebut terbalik di Muktagacha Kesembilan orang ters mengalami kecelakaan. menuju ke Dhaka ketika Pemberontak Tami KOLOMBO-Kelompok 10 orang serdadu Srila utara negeri itu, sebuah kemarin. Diduga, bela: kelompok gerilyawan menyerbu tentara peme dan granat, di wilayah pihak gerilyawan sendi sul) MENJINAKKAN RANJAU memperhatikan demonstrasi tentara dari Selandia Baru, d berada di sini pada hari kec perdamaian UNTAC. ACAR & CHUC NORR HARI ATRIL INI 13.00-15.00 19.00-21.00 DIA PUNYA Hampir S sampai MOBIL GILA CEWEK untuk HUF DREA STUDIO 1 MA Nada & Dal