Tipe: Koran
Tanggal: 1983-01-02
Halaman: 01
Konten
Seorang wanita setengah tua tampak hati-hati mengemudikan mobil di jalan raya yang ramai. Hari itu banyak terlihat posisi lalu lintas. Mereka melakukan pengamatan ex- tra serius. Lewat sebuah lampu merah di perempatan tiba-tiba mobil wanita tadi dihentikan polisi. "Nah ini dia. Mari anda kesana." Terkejut bukan main, tapi ia menuruti polwan. Di pos polisi ia disambut hangat dan dapat bingkisan hadiah sebagai pengen- dara paling sopan, hati-hati. Tiba di rumah ia hampir pingsan. Mengapa? Sebab selama ini ia tak pernah punya SIM. Tarida Penjaitan Hutauruk Penyanyi dan pencipta lagu yang membawa kemenangan di Pangkok. (Foto: Yusuf OLEH: SUNARDI. DM. (19). SASTERA ARJENDRA YUNINGRAT GOHMUKA DIUTUS MEMASUKI KOTA MEMBAWA SURAT Melihat datangnya panah api itu bala tentara Alengka mempercepat lari mereka. Mereka segera memasuki pintu kota yang disebut pintu "Seketeng" dan menutupnya rapat-rapat. Api tidak mengejar mereka sam- pai ke dalam kota, tetapi hanya sampai di luar kota. Api itu berhenti di luar kota dan masih menyala besar sekali, menutupi jalan besar, menjilat-jilat menjulang tinggi ke angkasa mengerikan. Seluruh penghuni Alengka merasa ngeri penuh ketakutan. Prabu Danaraja dengan seluruh bala tentaranya sengaja belum memasuki kota, tetapi mengepungnya sambil melakukan perbaikan-perbaikan dan penyem- purnaan barisan. Yudha Minggu Senapati Gohmuka kemudian diutus memasuki kota membawa surat sang Prabu Danaraja. Senapati yang sakti, gagah perkasa dan pilih tanding itu segera berangkat memasuki kota sendirian. Surat itu ditujukan kepada Prabu Sumali yang isinya meminta diserahkannya Bagawan Wisrawa. Pada waktu itu raja putra Prahasta telah sampai di dalam istana, melaporkan bahwa mereka telah kalah dalam pertempuran, bahwa Pengrajin Bong Pay. PATIH MINTRAGNA. korban di kedua belah pihak telah terlampau besar, Pengrajin bongpay, hasil karyanya berharga mahal, tetapi penghidupannya tetap serba kekurangan. (foto: trim). Bergelut Dengan Batu Anda tentu pernah jalan-jalan melewati pekuburan Cina, di situ biasanya kita akan menemukan ukiran yang terpahat dengan rapi, Yudha Minggu Sport Film belum seperti pahatan candi. Kalaupun lama ini berkesempatan jalan jalan tidak, anda mungkin pernah lihat Ke halaman IV prasasti, yang biasa dipakai untuk MEMPERTINGGI KETAHANAN DAN PERJUANGAN NASIONAL INDONESIA suatu bangunan, biasanya di bikin dari batu atau marmer. Siapakah membuat itu semua?. yang Kata Prahasta, "Raja Lokapala Sri Danaraja itu memang benar- benar sakti mandraguna, ayahanda. la tangguh, berani dan pilih tan- Ke halaman VIII Memasuki Th 1983: TAHUN YANG MEMINTA PER - HATIAN UMMAT MANUSIA YUDHA MINGGU, Tahun 1982 telah lewat dan kita sekarang berada pada bulan pertama - bahkan minggu pertama tahun 1983. Apakah yang bisa dicatat dari tahun 1982? Secara umum akibat dari resesi ekonomi dunia mulai terasakan. Bukan hanya di negara maju saja, tetapi tak mengenal batas apa itu negara Vaksin merupakan satu-satunya senjata efektip dalam pemberan- tasan jangka panjang terhadap penyakit tropika yang menjangkit lebih separuh dari umat manusia di dunia. mem- Terjadinya ketegangan yang terus meningkat pada para penderita membuat makin sulit untu basmi penyakit seperti malaria di daerah-daerah beriklim panas dan terutama daerah-daerah miskin di dunia. VAKSIN SATU-SATUNYA SENJATA EFEKTIP MELAWAN PENYAKIT TROPIKA Metoda imunisasi yang dilakukan sehingga badan memiliki daya tahan terhadap keterjangkitan penyakit telah mencapai keberhasilan dalam pengobatan modern dengan berhasil dibasminya penyakit cacar air. Keberhasilan seperti itu bisa ter- jadi demikian menurut simposium internasional mengenai imunisasi di Kairo. Dua puluh ahli imunisasi mengikuti pertemuan dua hari itu yang diselenggarakan oleh Perusahaan Farmasi Jerman Barat, Behringwerke. Vaksin dikatakan merupakan obat paling murah dan tidak ada zat lain yang dapat memberikan perlin- dungan terhadap penyakit selama beberapa tahun atau bahkan selama hidup. Yudha Minggu Upacara adat Jawa menolak ba- la (sial) dilakukan dengan pertun- jukkan wayang kulit. Pada umum- nya dilakukan oleh orang-orang yang kebetulan hanya memiliki se- orang anak, anak tunggal. Upaca- ra demikian disebut "murwokola". Dengan upacara demikian dimak- sudkan agar anak tunggalnya tidak "dimakan" Bethoro Kolo (Rahwa- na Pemakan Mangsa). Sedang anak tunggal demikian dikenal dengan se- butan "ontang-anting Bethoro kolo". Bu Mandor (ibu Soniyah) pendu- duk dukuh Pakel desa Karangrejo kecamatan Karangrejo kabupaten Tulungagung hari Jum'at ybl. Me- laksanakan upacara "murwokolo". la lama mengidap penyakit. Baru dirawat RSU Karangmenjangan lk. 10 hari. Dinasehatkan dokter me- laksanakan diet. Anggota badannya terasa semu- tan ("gringgingan" Jawa). Ia tidak bisa tidur malam hari jika putrinya tidak mengelus-elus kaki ibunya. Yang diperlukan ialah suatu ker- jasama internasional untuk mencari cara-cara penggunaan vakcin yang tersedia untuk mencapai hasil sebaik mungkin secara internasional. Langkah penting lainnya ialah mengembangkan vaksin untuk melawan penyakit parasit yang pada saat sekarang banyak menimbulkan korban dan menjangkit lebih banyak orang dibanding penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Dunia kedokteran sekarang mem- punyai vaksin yang efektif untuk membasmi bakteri, toksin bakteri Ke halaman VI maju, negara sedang berkem- bang maupun negara terbe- lakang. Inilah yang menjadikan lan- dasan mengapa th 1983 merupakan tahun yang memin- ta perhatian ummat manusia. Dilihat dari gambaran atau perhitungan perekonomian pada umumnya, tahun ini belum akan menunjukkan perubahan cepat kearah perbaikan. Namun, sekali lagi, untuk Rakyat Indonesia tak diharuskan merasa was-was atau kecil hati. Penierintah dalam hal ini telah mengambil langkah-langkah yang sudah diperhitungkan lebih dahulu un- tung ruginya. Karena akibat resesi dunia itu tak bisa dihin- dari maka langkah-langkah menghadapinya juga sudah diperhitungkan dengan segala kemungkinan. Terlambat apabila mencoba mencari kambing hitam antara siapa penyebab resesi yang demikian ini, sebab suatu dia in dang Bu Mandor Menolak Bala Meskipun banyak ikhtiar dilakukan berobat ke beberapa orang dokter setempat, nampaknya penyakit yang dideritanya belum banyak ber- kurang. Pernah putrinya, Sri Aliyah menderita sakit yang cukup lama. Karena upaya berobat ke dokter ke mana-mana tidak berhasil, dila- kukan upacara "murwokolo". Ter- nyata berhasil. "Berkat ridho Tu- han YME" katanya. Kini bu Sri Ali- yah sehat walafiat. Bahkan menja- bat Kepala SDN Punjul II serta ak- tif sebagai Pengurus Dharma Wa- nita Kecamatan serta kegiatan PKK dan pendidikan yang lain. Alkisah pada jaman pemerin- tahan raja-raja Pajajaran, khususnya pada masa pemerintahan raja Siliwangi (Th. 1482-1521 M), dijadikan tempat upacara, khususnya pada waktu penobatan raja. Di komplek Batutulis, terdapat 15 buah peninggalan berbentuk batu. Dan termasuk batu "terasit", batu yang terdapat disepanjang aliran Sungai Cisadane. Enam buah batu terletak didalam cungkup (ru- mah kecil) dan satu batu berada di luar rumah. Satu diantaranya dinamakan "batu Giliang", sebagai tempat duduk pada upacara penobatan raja. Sejak Prabu siliwangi, berkuasa di Pajajaran, diambilnya batu Giliang itu dengan maksud tertentu, terutama dari se- jak Seluruh Kepala SDN dalam keca- matan Karangrejo Jum'at selesai berolah raga hadir di rumah bu Mandor. Ki dalang Partosentono Dari Tulungagung bertindak seba- gai pelaksana upacara murwokolo. Kecil-kecilan saja. Layar wayang kulit hanya sepanjang lebar lebar pintu muka pendopo. Gamelan ti- dak lengkap. Hanya saron, peking, gong, kendang, kenong dan gender. Ki Dalang mengucapkan mantra- tidak terjadi lagi upacara penobatan raja di Pajajaran. Banyak orang terutama diluar kota Bogor belum mengetahui arti Siliwangi. Siliwangi terdiri dari dua kata, "asilih" dan "wewangi", ar- tinya berganti nama.Raja Siliwangi dinobatkan bernama Prabu Guru Dewata Prana. Dan dinobatkan lagi untuk kedua SPORT & FILM Mengenal Prasasti Batutulis Bogor BATUTULIS atau Batu Bertulis yang terletak di Kota Madya Bogor, tepatnya di Kelurahan Batutulis Kec. Bogor Selatan, merupakan peninggalan sejarah dan mengan- dung makna tertuang didalam tulisan. Dalam upaya melestarikan peninggalan bersejarah itu, Pemda Kodya bogor bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Lembaga Pur- bakala P&K, menempatkannya didalam suatu bangunan gedung kecil mungil di pinggir jalan. dan dimaksudkan agar memudahkan para wisatawan atau pengunjung dari dalam negeri melihatnya. mantra, diiringi gending "Nyon- teng". Di belakang layar bu Man- dor dengan beberapa orang keluar- ga dekat duduk-duduk menghada- pi ki dalang dikelilingi pelbagai saji- sajian yang banyak jenisnya. Se- buah dupa dibakar asapnya menge- pul memenuhi ruangan. Kemenyan madu terus-menerus dibakar sampai berkepul. Pak dalang tidak henti- hentinya mengucapkan mantra. epoleksusbudmil (ekonomi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan militer) di suatu kawasan dunia akan mudah menjalar atau mempunyai pengaruh kepada kawasan dunia lain dengan cepat. Sebagai bangsa memperoleh kemerdekaannya lewat perjuangan dengan pengorbanan harta, dan jiwa maka rasa optimis haruslah merupakan pegangan utama bangsa Indonesia dalam me- nyongsong datangnya tahun '83 ini. yang Apabila disebutkan kita harus lebih mempererat ikat pinggang, hal itu tidak berarti bahwa keadaan telah demikian mengkhawatirkan. Dengan kondisi ataupun keadaan perekonomian Indonesia seperti sekarang, masih banyak lubang- lubang perlindungan yang bisa digunakan apabila keadaan memang memerlukan demikian. Ke halaman VIII kalinya nama Sri Baduga Mahara- ja Ratu Haji di Pakuwan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. Seperti halnya kerajaan lain diP Jawa waktu itu, setiap kerajaan juga dilengkapi dengan benteng dan- dikelilingi parit. Demikian halnya Raja Siliwangi, membuat parit dan benteng Kerajaan Pajajaran (sekarang di belakang Asrama Pusdikzi Lawanggintung Sukasari). Juga membuat peringatan berupa gegunungan (bukit), membuat Hutan Samida, membuat telaga Rena Mahawijaya, terkenal dengan sebutan lubuk Sipatahunan (bekasnya didalam Kebun Raya Bogor). MILIK MONUMEN PERS NASIONAL SURAKARTA eee Batutulis dibuat semasa pemerin- tahan Raja Surawisesa anak Prabu Siliwangi (1521-1535). Tujuan utama pembuatan batu tertulis sebagai upacara keagamaan, agar sakti Sri Baduga Maharaja yang dianggap bersemayam di Lingga (lambang kesuburan), tanda kekua- saan dan mampu melindungi Negara dari ancaman musuh. Prabu Siliwangi anak Rahyang Dewa Niskala raja Galuh, juga cucu dari Niskala Wastukancana. Setelah dinobatkan menjadi Raja, dan memindahkan pusat kerajaan ke Pakuan Pajajaran (1482). Dan tahun itu kemudian oleh Pemda Kodya bogor diabadikan sebagai Hari Lahir atau Hari Jadi Kota Bogor, yang setiap tahun selalu diperingati seluruh warga Bogor. Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Ke halaman VIII "The Indonesian in Sourabaya took no count of their dead; when one men feel, another came for- ward...." (Rakyat Indonesia di Surabaya tidak memperhitungkan yang gugur; pada saat yang satu gugur, yang lain maju kedepan). Letkol J. Doulton dalam "The Fighting Cock". Suatu peristiwa besar tidak mungkin berdiri sendiri, karena peristiwa itu dibentuk dan terjadi oleh peristiwa sebelumnya dan merangkai dengan peristiwa yang beruntun. Pencetus peristiwa yang ter- dahulu, tidak pernah memperhitungkan, bahwa peristiwa yang terjadi kala itu akan menjadi peristiwa besar dan bersejarah dikelak kemudian hari. Pada suatu peristiwa patriotik selalu lahir pejoang-pejoang aseli, pahlawan yang samasekali tanpa pamrih, ikhlas berkorban. Tetapi tak dapat diungkiri lagi, bahwa pada peristiwa kepahlawanan seper- ti itu sebagai dampak-dampaknya lahir pula apa yang disebut "Pahlawan Kesiangan". INSIDEN BENDERA. Dibulan Juli 1945 Tentera Sekutu mengadakan Konperensi Postdam. Dalam Konperensi itu diputuskan, bahwa tugas untuk mengakhiri pen- dudukan Jepang diwilayah In- donesia, kecuali Pulau Sumatera, diserahkan kepada Amerika, sedang Pulau Sumatera diserahkan kepada pihak Inggris. K.Soetrisno, Tokoh Insiden Bendera Surabaya Sementara itu, timbul kesediaan Uni Sovyet untuk ikut bersama memerangi Jepang. Dengan di- atom jatuhkannya bom di Hiroshima dan Nagasaki, terjadilah suatu perubahan strategi dari keputusan Konperensi Postdam yang telah disepati bersama. Aindapun tidak ingin kalah Pasar malam sekaten di Yogyakarta telah berjalan beberapa minggu, pengunjung tetap ramai lantaran upacara tradisional yang hanya satu tahun sekali ini dapat ternikmati oleh masyarakat luas. Dari sekian banyak stand yang ada dalam arena pasar malam tersebut, satu stand yang paling banyak menyerap pengunjung baik itu yang datang dari dalam kota Yogya sendiri maupun saudara-saudara kita dari pedesaan bahkan tak sedikit pula yang datang dari luar kota. Bilamana mereka menengok arena pasar malam terasa tak lengkap jika belum menyempatkan buat barang sejenak melihat pameran yang diadakan oleh pihak Kraton Yogyakarta, yang didalam- nya diisi benda-benda milik Kraton Yogyakarta maupun Pura Pakualaman. Hal yang menarik banyak pengunjung adalah kebesaran serta kemegahan kereta kencana Kraton Yogyakarta yakni Kanjeng Kyai Garuda Yeksa yang biasanya selalu tampil dalam pameran benda-benda Kraton pada perayaan Pasar malam dan sekaten, tahun ini dengan amat terpaksa tak dapat dinikmati. Kereta kencana ini merupakan salah satu dari sekian banyak kereta- kereta kencana Kraton lainnya. Kyai Garuda Yeksa yang biasanya selalu mendampingi kereta Kyai Jatayu, sampai saat ini dari sekian banyak pameran benda-benda Kraton yogya masih beristirahat panjang, hal mana keadaan terjadi dalam rangka pemugaran total yang PUJAAN REMAJA BACAAN KELUARGA HIBURAN KITA SEMUA BETHORO KOLO MINTA Wayangan Murwokolo, ki dalang Parkòsentono memainkan adegan Be- toro Kolo bertemu Dalang Sejati. (024). MANGSA. ta yang dimaksudkan. Bethoro min- Bethoro Kolo menurut nasehat Salah satu adegan wayang: Bet- ta Janaka meminjami senjatanya. Bethari Durgo. Ia menerima pinja- horo Kolo membawa seorang bo- Di tengah pembicaraan, datang Bet- cah, anak kecil. Anak kecil ini se- hari Durgo (Rahwana Perempuan). lon korban diserahkan kepada Ja- man senjata dari Janaka, sedang ca- bagai perburuan dan calon mangsa Dalam mangatasi kesulitan yang naka. Namun Bethoro Kolo berpe- Bethoro Kolo. Namun B.Kolo ke- dialami dalang sejati (Janaka), Bet- san, agar kepada para "thuyul, jin sulitan memakan mangsanya, kare- hari Durgo memberi nasehat kepa- setan dan seluruh periyangan" yang bermai-ramai mendatangi minta korban menusia supaya diberi pen- jelasan dan disediakan makanan yang berwujud lain. Yakni segala kelengkapan saji-sajian murwokolo. na menurut nasehat Raja Dewa (Bethoro Guru), calon mangsanya harus sisa senjata (gaman). da Bethoro Kolo dan Janaka. Jika Bethoro Kolo berhasil meminjam senjata, ia akan berhasil memakan Ia berjumpa Raden Janaka yang korban sekali saja. Tapi jika mau bertindak sebagai dalang sejati. Di- bersabar dan terus menerus mema- ikuti pembantu setia Semar, Gareng kan, jika mau bocah calon korban dan Petruk. Janaka memiliki senja- kepada dalang sejati. Ke halaman VIII XVII TAHUN TERBIT 8 HALAMAN MINGGU 2 JANUARI 1983 Nomor 575 bertentangan. Setelah Kemerdekaan Indonesia diproklamirkan dengan hanya ber- modal secarik kertas, dengan tulisan yang bersahaja dan telah dikoreksi pula, maka terjadilah perlombaan waktu dengan peristiwa, saling susul-menyusul. cepat dengan Uni Sovyet dalam menduduki dan menguasai daerah Jepang. Karena itu Jendral Mac Ar- thur tidak ingin membagi kekuatan militernya dengan menduduki wilayah Indonesia. Dan Konperen- si memutuskan menugaskan Inggris untuk menduduki Nederlands Indie. Kalau semula tugas Inggris hanya menduduki Pulau Sumatera saja, maka kini tugas itu diperluas, keseluruh wilayah Hindia Belanda. Belum lagi peristiwa ini selesai disusul lagi dengan kedatangan ten- tara Sekutu, yakni tentera Inggris Tokoh-tokoh Sekutu yang hadir dalam Konperensi Postdam itu, samasekali tidak menduga dan memperhitungkan, bahwa kesepakatan bersamanya itu bakal yang diboncengi oleh NICA, menimbulkan ekses dalam bentuk: Demikianlah peristiwa demi Pertempuran Surabaya! Sebelum pasukan Inggris sempat derap langkah perjoangan bangsa peristiwa bermunculan melewati Belanda. Indonesia. mendarat untuk "melaksanakan tugas"nya, situasi di Indonesia sudah berkembang dan sangat mengejutkan Dunia Internasional: Proklamasi Kemerdekaan Indonesia diumumkan 17 Agustus 1945, tepat tiga hari setelah Jepang menyerah dan bertekuk lutut kepada Sekutu. Peristiwa Postdam, Proklamasi merupakan peristiwa2 yang kelan- jutannya ikut membentuk Pertem- puran Surabaya, meskipun kedua 1945 merupakan kelanjutan Bukanlah tanggal 1 September peristiwa2 karena pada hari itu diresmikan pekik perjoangan MERDEKA" dan bersamaan dengan itu diresmikannya pemakaian lencana "MERAH PUTIH". Meskipun tidak in- memakai lencana itu dengan bahan2 struktip, semua orang Indonesia sejadinya, dari bekas kaleng, kulit, peristiwa itu sebenarnya saling kain pokoknya ada dua warna, merah dan putih. Orang2 Indonesia yang terlibat dalam peristiwa2 itu terpaksa melipat gandakan daya mampu mereka untuk menyelesaikan setiap peristiwa agar tidak kalah lomba waktu. Maka terjadilah perlucutan senjata Jepang yang kalah perang, dima-mana, meskipun tidak ter- tumpah darah jadi 1 Kereta Kyai Garuda Yeksa Cuti! Kantor Berita Antara yang telah dibrangus dibuka kembali, 3 September 1945. Kabinet Pertama RI dengan tokoh2 berpengalaman seperti: Mr Iwa Kusuma Sumantri, Mr Subardjo dll. dibentuk 4 September, bersamaan diresmikan- nya berdirinya Palang Merah In- donesia (PMI). Dengan dipimpin oleh Dr Ab- durachman Saleh dan Maladi 11 September 1945 Radio Republik In- donesia mengumandang keseluruh Nusantara. Ke halaman VIII Kereta Kyai Jatayu, jadi bukti sejarah. (042). dilaksanakan bersama Kanwil 'Garuda Yeksa' adalah: Burung Departemen P & K DIY. Sebelum garuda yang gagah serta agung. kerusakan yang terjadi bertambah Disini dimaksudkan untuk meng- parah, maka Kyai Garuda Yeksa gambarkan kekuasaan Sri Sultan memang sudah sepantasnya dan waktu itu hingga saat ini. waktunya buat dibenahi serta dipugar. Oleh sebab apa kereta tersebut harus dipugar, apakah usianya sudah tua sehingga mulai rusak?, begitu pertanyaan yang muncul dari kalangan beberapa pengunjung stand Kraton Yogya. Jawaban yang tepat adalah: Ya, dan itu memang benar adanya. Menurut catatan, Kanjeng Kyai Garuda Yeksa dibuat sekitar tahun 1860-1875, pada abad kesembilan belas atas pesanan Sri Sultan hamengku Buwana VII. Namun hingga saat Sultan turun tahta dan digantikan oleh puteranya Sri Sultan Hamengku Buwana VIII, kereta ini belum juga kunjung tiba. Barulah pada saat pemerintahan Sultan HB VIII kereta ini masuk ke Kraton Yogyakarta setelah memakan waktu berbulan-bulan dari negeri Belanda menuju pelabuhan Tanjung Mas di kota Semarang. Apa sebenarnya keistimewaan dari kerata Kyai Garuda Yeksa?. Disini keistime- waannya antara lain terletak pada bahan utamanya, yaitu 'kayu taek', merupakan sejenis kayu yang ter- dapat di Corsica, Perancis, wujud- nya mirip dengan kayu jati hanya saja kayu taek lebih keras. Pabrik kereta terbesar waktu itu bernama 'De Spieker' dikota Amsterdam, merupakan pembuat kereta kencana Kanjeng Kyai Garuda Yeksa. Berdasarkan catatan seorang ahli kereta dari British Museum London, Prof Dr W. Sutt- ner yang pernah menyelidiki kereta Garuda Yeksa serta kereta-kereta lainnya di Kraton Yogya pada tahun 1974, ciri khas kereta ini antara lain terletak pada mahkota atau crown diatas atapnya. Ornamen/hiasan berupa buah-buahan anggur, bunga-bunga dan buah pear, semen- tara dikedua sisi atapnyaterdapat pahatan/patung seekor burung garuda tengah membentangkan sayapnya. Menurut Suttner, ciri lambang garuda ini terdapat dinegara Perancis sebagai lambang kekuasaan kaisar Perancis yang ter- nama yakni Napoleon Bonaparte. Secara harafiah arti dari nama Terakhir kali Kanjeng Kyai Garuda Yeksa turun/muncul didepan umum (dalam arti turun ke- jalan) bukannya untuk pameran) pada tanggal 19 Maret 1940 yaitu guna mengarak Sri Sultan HB IX yang baru saja dinobatkan sehari sebelumnya. Kereta Garuda Yeksa ini ditarik oleh delapan ekor kuda putih (Jw: jaran dhawuk) dengan joki atau sais yang mengendalikan ditentukan harus berpakaian lengkap warna merah dengan mode yang disebut 'pacul gowang', sedangkan Raja yang duduk didalamnya mengenakan pakaian- jenis 'prajuritan'; yaitu semacam Ke halaman VIII POJOK YMSF * Tahun 1982 sudah lewat, diganti 1983. Selain mengenang yang manis, yang pahitpun perlu untuk tak terulang di tahun '83 ini. * Ramalan tahun baru; minta ikat pinggang makin dikencangkan. Bagi yang tahun lalu sudah diikat kencang, bisa-bisa tahun ini mati lemas. * Tahun baru muncul sudah. Semoga tak muncul akal bulus baru.
