Tipe: Koran
Tanggal: 1983-01-02
Halaman: 06
Konten
MINGGU 2 JANUARI 1983 FILM DINA MARIANA "BISA bertemu dengan Dina Maria- na ya?" Ini pertanyaan yang diajukan pada penjaja buah dingindidepan SMA I Budi Utomo Jakarta pusat. Sangtukang buah tanpa ragu-ragu menyebutkan, bahwa saat ini Dina Mariana sedang ber- sama teman dekat samping bekas RTM. Dan memang betul Dina Mariana bisa dijumpai ditempat yangdimaksud. Anak perempuan satu ini terbilang top di se- kolah favorit tersebut. Bukan karena dua predikat yang sebagai bintang filem dan penyanyi yang menyebabkan hal demi- kian bisa terjadi. Tapi, itulah kebolehan Dina Mariana. la gampang diajak bercakap-cakap dan loyalitasnya terha- dap persahabatan bukan main, patut di- jadikan suri teladan bagi kaum gadis umumnya. Sebagai bintang filem, lebih dari 10 buah filem yang sudah dibintanginya. Fi- lem pertama adalah "Demi Cinta' ara- han Matnoor Tindaon, berikut menyu- sul; Rahasia Gadis-nya Bobby Sandy, Senyum Nona Anna, Ayah Tiriku Ibu Tirimu, Ridho Allah, Iramaya Putri Se- patu Kaca, Pinokio, Disini Cinta Perta- ma Kali Bersemi, Tangan Tangan Yang Mungil dan Bukan Impian Semusim. TEVE Sebagai hasil seni sastra, maka dramapun mempunyai sifat-sifat yang bersamaan dengan cabang- cabang kesusastraan yang lain,se- perti puisi dan prosa. Disini drama mempunyai, memiliki unsur budi, unsur budi, unsur perasaan, unsur imajinasi, dan unsur gaya. Sebagaimana hasil seni yanglain, seni drama bukan hanya hasil dari emosi semata-mata, tetapi merupa- kan wadah bagi pikiran-pikiran pen- garangnya, baik secara langsung maupun tidak. Karangannya harus- lah dapat diterima oleh akal yang se- hat, dan hendaknya "obyektif". Andaikata pengarang lebih mene- kankan kepada obyektifitas, maka hasilnya bersifat realisme. lebih lan- jut dari realisme adalah naturalisme, yang hendak menyuguhkan kehidu- pan yang sesungguhnya diatas pang- gung, seperti kehidupan yang sebe- narnya dalam realitas. lanjutkan masuk ke studio rekaman, "tukas Dina yang anak ke 6 dari 6 ber- saudara dan lahir di Jakarta, 21 Agustus 1965. Di pelataran musik pop Indonesia, Di- na Mariana pernah ditangani langsung oleh dua musisi pop Indonesia, Dina Ma- riana pernah ditangani langsung oleh dua musisi top saat ini, Rinto Harahap dan A. Riyanto. Disamping itu, Fariz RM yang pemusik muda dan juga terbilang kreatif pernah pula berhubungan erat dengannya. Tentu saja masih ada kaitan- nya dengan yang namanya urusan mu- sik. "Ini terjadi ketika Dina menyelesai- kan album Kristal Rindu Bahkan mereka menempatkan dinding keempat pada lengkung proscenium, kursinya dan aktornya dibuat seperti dalam keadaan sehari- hari, membelakangi lampu dan pe- nonton. Wawankatanya dibuat te- ledor, seperti dalam percakapan bia- sa. Dengan demikian menonton drama dipanggung sama saja den- gan melihat kejadian sehari-hari, Karirnya di filem beriring bersama dengan di musik. Di Akurama Records, Dina Mariana sudah menyelesaikan be- berapa album. Tercatat antara lain: No- stalgia, Kristal Rindu, Kau Bukan Milik- ku Lagi, Hati Yang Kesepian dan Lagu- lagu Top-nya A. Riyanto serta The Best Pop Song Indonesia. "Untunglah kedua bidang ini dapat Dina jalani dengan baik, Artinya, berusaha menekuni tan- pa pamrih sesuai dengan permintaan produser dan sutradara. Dan Dina pun mengucapkan syukur pada Tuhan, kare- na study Dina tak tersendat-sendat. Pa- "Materi vokal yang dimiliki Dina da kesempatan ini, Dina mohon sekali amat baik, ini yang mendorong saya un- bimbingan dan perhatian dari guru gu- tuk bikin lagu spesial untuknya. Diban- ru di sekolah, semoga mengerti dengan dingkan dengan lagu-lagu yang pernah apa yana Dina kerjakan," katanya mesaya ciptakan. Jagu BUNGA MASIH nyangkut seputar karir dan studynya BERSEMI ini punya kelainan, sengaja saya ciptaan agak lain dari pada yang su- dah ada. Namun demikian, tidak meng- hilangkan unsur popnya. Saya yakin, Di- na akan lebih maju. Semoga, "komen- tar Rinto Harahap atas album terbaru dari Dina Mariana yang diproduksi oleh Akurama Record's. **** Kapan merintis karis jadi penyanyi? Dina mulai menyanyi lebih kurang 9 ta- hun yang lalu. "Umur Dina ketika itu masih 8 tahun, sekolah di SD Vanlith, Jakarta Pusat. Lalu mengikuti beberapa kali Festival Pop Children, disini mem- peroleh predikat juara dan kemudian di- " jelasnya. Dan menyongsong awal tahun 1983 ini, Dina bertekad untuk bisa lebih de- kat dengan penggemar musik pop Indo- nesia diseluruh tanah air. Caranya? "Berbuat yang bisa disenangi pengge- mar. Tentu saja masih ada kaitannya dengan album rekaman. Dina memang sudah menyelesaikan album rekaman terbaru, kalau tidak salah ini adalah al- bum rekaman Dina yang ke 6?" ALbum terbaru Dina Mariana ini mengambil ju- dul BUNGA MASIH BERSEMI, dipe- tik dari karya cipta Rinto Harahap yang terbungsu. Lagu-lagu lainnya ialah: Ce- rita Duka Pada Hujan (Sofyan) Mungkinkah (Insan Muslihat) - Kau Dabn Air Mataku (Hari Ch). Indah Yang Tercipta (Erick Van Hove) - Di- kau (Rahmat AS)- Dalam Impian (Ya- sir Syam) - Ingin Bertanya (Onny R) - Melati (Sofyan) Mungkinkah Kau Mengerti (Agus S) - Cinta Diseberang Sana (Jo- han AB)- Bila Kupandang Bulan (aman Doris). tak ada kepekatan dan kepadatan, Kehidupan diatas panggung seba- gai hasil seni haruslah lebih ekspre- sif lebih padat dari kehidupan sebe- narnya. Ucapan, gerak. laku, situasi emosi, gerak mental, dan dekorasi lebih ekspresif dari pada kehidupan biasa. Karena itulah maka seni dra- ma dapat menarik. Para pengikut aliran ini bekerja atas dasar dua hal yang berbeda sa- ma sekali; realisme alam dan realis, me dalam hasil seni. Betapapun per- tunjukkan itu dijalankan "tepat" seperti dalam kehidupan, ia tetap bukan kehidupan yang sebenarnya. Bahkan kalau kesenian meniru te- pat apa yang ada dalam alam ia bu- kan kesenian dalam arti yang baik/terbaik. Seni Drama Bukan Hasil Emosi Semata Sejak seni drama bukan lagi per- tunjukan lakon yang bersifat impro- visasi, tetapi berdasarkan naskah yang sudah ditulis lebih dahulu, ma- ka seni drama mempunyai hubun- gan yang erat sekali dengan senisastra. Sebab drama itu harus mencer- minkan alam; lebih bersifat pantu- lannya, bukan tiruan alam. Seperti kalau kita menghadapkan cermin kealam, kita tidak menangkap alam yang sebenarnya, tetapi lebih bersi- fat pantulannya. RADIO Seperti biasanya, iapun akan me- libatkan penyanyi dan pencipta la- gu terkenal Titik Puspa, Nanu (Warkop) Jack John, dan melibat- kan pula para pemain De Kayans yang terdiri dari Mang Ibing, Ujang, Wawan Sifyan, Kasman dan Suryana Fatah. Sudah dipastikan, Anthony Depari diserahi memegang kamera, sedang kan lokasinya menurut Abba akan dilakukan di Magelang, Tegal, Se- marang, Parakan, Temanggung dan lain-lainnya. Dibalik Kelambu Teguh Karya Diperoleh keterangan dari Bay Is- bahi bahwa film ini akan menam- pilkan seniman-seniwati Yogyakar- ta, antara lain Sitoresmi (Rendra), Bagong Kusudiardjo, WD. Moch- tar, Anita Carolina dan lain-lain. Sineas ternama Teguh Karya, saat ini juga sedang menyelesaikan pro- sesing film yang digarapnya berju- dul Dibalik Kelambu di Inter Stu- dio Laboratorium. Ini adalah film Teguh setelah sekian lama absen, se- telah menggarap film "Usia 18" yang dibintangi Yessy Gusman be- berapa waktu lalu. Lebih lanjut Te- guh mengatakan bahwa untuk menggarap film yang baik, perlu di- sediakan waktu yang cukup pula. Film ini digarap, setelah ia batal menggarap film berlatar perjoangan berjudul Kipas Akar Wangi yang se- dianya akan dibintangi Slamet Ra- hardjo dan Christine Hakim Dongkrak Genit Syamsul Fuad. Dua tahun lebih sutradara Syam- sul Fuad yang bekas wartawan film itu fakum dari kegiatannya mem- Abuat fiks: Tiba-tiba sajaran akhirita- xi tersebut 2615! 4/5469 - 415 424 ngàn odhun 1982 ini bangkit kembali untuksid menggarap cerita yang digarapnya berbentuk film komedi berjudul Dongkrak Genit. "Padahal, persiapan sudah mashi tang, sedangkan properti sudah siap. Dus cerita itu juga sangat me- narik. Tetapi apa mau dikata, pihak produser yang keberatan akan be- sarnya beaya," kata Teguh pada pe- nulis (SWD).- Secara berkelakar sewaktu penu- lis menanyakan apakah ia meniru film Dongkrak Antik yang dipera- Harga kehidupan dan alam bagi pencipta seni ialah sebagai sumber- sumber pengetahuan kemanusiaan yang ditangkap pada pernyataannya yang istimewa serta bermacam- macam. Tetapi banyak hal-hal da- lam kehidupan yang karena terlalu biasa, jadi tidak nampak lagi keistimewaan. 50 Judul Produksi Film Nasional 1982. Dengan analogi (kias) cermin, se- ni itu memilih dan lebih hidup dari pada kehidupan yang sebenarnya, Bunga mawar dalam jambangan yang dipantulkan dalam cermin le- Menjelang akhir tahun 1982 ini, ternyata beberapa buah film mem- peroleh ijin produksi. Kalau dalam YMF beberapa minggu lalu membe- ritakan bahwa menjelang akhir ta- hun 1982 baru 47 buah film yang memperoleh ijin produksi atau yang diproduksi, ternyata tiga buah film lagi baru saja memperoleh ijin pro- duksi, sehingga jumlah produksi film nasionala sampai akhir tahun 1982 berjumlah 50 buah. Tetapi dengan jumlah tersebut, berarti jumlah produksi film nasional me- rosot dratis bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Pila terakhir yang memperoleh ijin produksi adalah "Peristiwa Don Muang" (Woyla) yang diproduksi oleh Dian Woyla Utama Film," de- mikian dijelaskan Kas Subdit Bina Film Deppen, Sri Atmano kepada penulis. Film lainnya yang memperoleh ijin produksi baru-baru ini adalah Permainan Cinta yang akan dipro- duksi Inem Film dengan menampil- kan sutradara Willy Wilianto yang sekarang sedang berada di Hong- kong untuk proses film Pendekar Tongkat Sakti produksi yang sama. Film Permainan Cinta ini, treatman ceritanya ditulis oleh novelis Mira W sedangkan sekenarionya ditanga- ni oleh Pitradjaja Purnama, Dipe- roleh keterangan dari pihak produ- ser, film ini akan menampilkan pa- ra pemain Zainal Abidin, Enny Be- atric, Rudy Salam dan Pong Hard- jatmo, sedangkan lokasi shooting diperkirakan di Jakarta dan sekitarnya. Sementara itu, film lainnya yang memperoleh ijin produksi menje- lang akhir tahun ini adalah film "Joko Tingkir" yang diangkat dari legenda Jawa Tengah yang penyu- tradaraannya dipercayakan kepada Bay Isbahi. Film ini juga diproduksi oleh Inem Film. "Sekarang saya sedang mengada- kan hunting dan mulai membuat setting di Jawa Tengah. Mudah- mudahan, film ini segera start, "ka- ta Bay Isbahi yang berhasil dijum- pai di Inter Studio. hi Warkop Prambors itu, Syamsul Fuad yang selama ini memperoleh kepercayaan untuk menggarap film produksi Japos Film menyanggah anggapan tersebut. "Kita kan p unya daya kreasi sen- diri. Untuk itu, jangan dianggap saya meniplak thema," ucapnya sengit. Pengarang menangkap semua yang terjadi dalam alam kehidupan seteliti-telitinya sampai keinti heke- kat, seperti kata Chairil Anwar: " Lalu siapa-siapa pemainnya ? Syamsul Fuad menyebut nama pe- nyanyi populer Christine Natalia Panjaitan, Iis Sugiayanto, Anita Carolina Mohede dan lain-lainnya. Sedangkan tatanan krew film be- lum dijelaskan. "kali ini saya ingin bekerja lebih serius, karena cerita dan skenarionya saya garap sendi- ri," kelakar Fuad. Aktor dan sutradara Slamet Rahardjo belum lama ini berkunjung ke Sydney sebagai tamu sutradara Australia Phillip Noyce beserta istrinya, Jan Sharp seperti tampak dalam gambar diatas. (Photo : KPA). Komedi agaknya masih doniman mewarnai film nasional belakangan ini. Sutradara yang namanya mele- jit lewat film "Inem Pelayan Sexy" Nyak Abbas Acub juga akan tam- pil dengan sebuah cerita komedi yang digarapnya berjudul "Byeng Byeng Byeng Terkutuk Kutuk Ry- eng". Judul ini memang agak an- eh, tetapi menurut keterangan Ny- ak Abbas Acub, judul ini baru ju- dul sementara, kemungkinan besar masih akan diadakan penyesuaian judul selanjutnya. Kita sudah sanggup bukan mengam- bil gambar-gambar biasa saja, tetapi gambar rontgen sampai keputih tu- lang belulang". Tetapi seniman ti- dak memantulkan kembali semua yang telah ditangkapnya dalam ke- hidupan untuk dijadikan karya seni. Ia memilih, membuang yang tak berguna dan menyusun menjadi buah ciptaannya. Dalam hal ini Chairil Anwar berkata; "Aku seba- gai seniman Ida, harus mempunyai ketajaman dan ketegasan dalam me- nimbang serta memutus...... Kita mesti bisa menimbang, memilih, mengupas dan kadang-kadang sama sekali membuang. Sudah itu baru mengumpul-satukan". Dalam hal menyusun kembali menjadi ciptaannya, si seniman mempergunakan imajinasinya "ter- masuk fantasi, yang adalah kesang- gupan melihat yang kuat dan da- lam". Ciptaan sebagai gagasan tak- dapat dicipta dari ketiadaan, tetapi di "transfortir" dari keadaan yang lain. Menurut Sri Oemaryati Slamet imajinasi itu sebagai: bih hidup dari pada bunga yang di- jambangan sendiri yang terletak di- depan cermin itu; ia terpisah dari se- jumlah bagian-bagian dalam kamar oleh pigura cermin. Disamping unsur budi, kesusa- straan juga memiliki unsur pera- saan. Malah unsur inilah yang mem- beri corak istimewa pada kesenian umumnya, dibanding dengan kegiatan-kegiatan manusia lainnya. Disini kesenian adalah "transisi pe- rasaan dari seorang yang disebut se- niman kepada orang lain". Sehing- ga hasil kesenian itu sebenarnya me- rupakan curahan perasaan seseo- rang yang dilahirkan secara jujur. Ciptaan yang hanya mengemuka- kan perasaan sendiri bersifat "Su- byektif". Tetapi meskipun demikian seni bukan berisi perasaan semata. Seni yang semata-mata berisi pera- saan sangat individuil, seringkali ti- dak sehat. Seni yang terlalu mengu- tamakan dan hendak memanjakan perasaan sepuas-puasnya, melahir- kan aliran "romantik". Ia dapat lu- pa akan adanya kenyataan. Kita telah membicarakan ketiga Romantik gemar akan keindahan perasaan, biasanya banyak dialami oleh orang-orang muda yang hidup- nya penuh dengan impian dan cita- cita. Tetapi sebaliknya karangan yang semata-mata menurut pikiran saja menjadi dingin dan kaku. Se- lama kesenian sebagai unsur yang lah perasaan itu sedemikian berkua- menentukan sifatnya, maka jangan- unsur yang dimiliki oleh seni drama, maka sampailah kita kepada unsur sanya sehingga menghilangkan keempat yaitu unsur gaya, disini kenyataan. tiap pengarang mempunyai gaya/corak tersendiri. Sebab bagai- manapun kayanya bahan-bahan yang diperoleh dari pengalaman, bagaimanapun segar dan kuatnya pikiran, perasaan dan imajinasi. Untuk itu masih diperlukan faktor lain supaya pekerjaannya dapat sempurna. Tiap-tiap bahan dari ke- hidupan itu harus dilebur dan diberi bentuk baru sesuai dengan prinsip- prinsip' aturan, perseimbangan, keindahan dan ketepatan, yaitu un- sur teknis atau unsur komposisi dan gaya. Kemampuan atau daya yang ak- tif dan asisoatip dari pikiran untuk menangkap dan menilai gagasan da- lam pencapaian konrkti; artinya da- lam penciptaan inderawi...........Ke- mampuan hanya dengan distimulir oleh stimulti-stimulti ( didorong oleh penggerakan-penggerak) atau- pun yang berupa kenangan yang akan menimbulkan gambaran ima- ge tersebut. MENYIMAK BAHASA FILM NASIONAL Penulis pernah menonton sebuah film nasional berjudul: Permainan di bulan Desember. Banyak pihak menilai film ini begitu buruk dan kurang komunikatif. Tingkat dramatiknya turun naik, sehingga tidak "anti klimaks". Tapi jelas film ini bukan merupakan lambang atau standar film nasional kita, karena banyak masih film nasional kita yang bermutu. adegan tutup pintu yang dilakukan oleh seorang ayah, setelah terjadi perdebatan dengan anaknya soal keyakinan, sehingga si ayah berang- gapan anaknya telah keluar dari keyakinan yang selama ini dianut dan diyakininya, yaitu Islam. Si ayah lalu masuk, sementara si anak masih termenung berada diluar, pada adegan berikutnya kita melihat si ayah menutup jendela, yang berarti ayah berada di dalam, sedang anak diluar. Adegan ini sesuai dengan thema filmnya "Atheis", tentu saja dapat kita ter- jemahkan bahwa antara ayah dan anak itu sekarang telah terjadi pemisahan, pemisahan dalam keyakinan. Dalam tulisan inipenulis tak hen- dak berbicara soal film ini secara keseluruhan. Namun sebagai suatu contoh ada baiknya kita kemukakan misalnya suatu adegan yang menimpa kekasih Anton pada suatu kecelakaan lalu lintas, yang mengakibatkan kekasih Anton men- jadi buta, sementara Anton sendiri dilukiskan belum mengetahui hal apa yang menimpa kekasihnya itu. Pada suatu hari ia datang membezook kekasihnya itu, dengan serangkai bunga lambang cinta, namun sebelum Anton berhasil masuk ke kamar kekasihnya itu, ia bertemu dengan dokter yang merawat dan banyak mengetahui seluk beluk pergaulan Anton dengan kekasihnya itu. Atau misalnya masih dalam film yang berjudul sama, pada adegan sembahyang, tiba-tiba kita disuguhkan gambar kegelapan, yang berangsur-angsur menjadi terang dan akhirnya kita melihat suatu titik putih dan seterusnya titik itu semakin membesar dan akhirnya mengisi keseluruhan layar, hingga kita pun melihat di layar hanya cahaya terang benderang. Ini tentu setidaknya dapat diartikan sebagai lambang kekhusukan sembahyang. Atau kita kenangkan sebentar adegan dalam film "Perintis Kemerdekaan", karya Asrul Sani; sebetulnya bagi yang berasal dari Minang Kabau penggunaan corak dan warna baju antara kaum adat dalam pengertian yang kerjanya adalah menyabung ayam (berjudi), duduk di lepau dsbnya, jarang ke Mesjid/langgar, apalagi untuk menunaikan ibadah keagamaan Islam serta menghayati ajaran- ajaran agama yang dianutnya itu, biasa memakai baju serba hitam, sedangkan bagi kaum yang taat, atau pada jaman perjuangan dikenal pula dengan sebutan kaum "Padri", biasanya memakai baju yang berwarna putih bersih. Namun dalam bahasa film (sinematografi), apa yang telah merupakan pemandangan yang Gaya ini menunjukkan warna ke- pribadian pengarang ;pilihan kata, ungkapan-ungkapan, susunan kali- mat, corak irama yang istimewa, se- muanya adalah instink-instink yang- menarik dari kepribadian penulis dan gaya itu merupakan tanda yang jelas dari kepribadian, dari cara se- seorang penulis menyatakan diri- nya, suatu komentar terhadap apa yang dikatakannya. Suatu hal yang sama akan diny- atakan/disampaikan secara berbe- da oleh perbedaan gaya seseorang. Dengan begitu, gaya adalah cara se- seorang mempergunakan kata-kata untuk melahirkan isi hati atau piki- ran. Gaya menyatakan warna kepri- badiannya. Gaya ini harus asli, ti- dak dibuat-buat atau meniru-niru. (TRI.A.). Dokter lalu membawa Anton ke kamar kerjanya, setelah terjadi dialog, maka dokter pun mengatakan: Tidak ada gunanya rangkaian bunga itu anda bawa kepadanya, karena sudah tiada ar- tinya. Sampai ucapan ini sebetulnya tingkat dramatiknya terasa sedikit mengena dan Anton yang seakan- akan belum berhasil memecahkan makna dari kata-kata itu tampak mulai lemas. Namun adegan ini terasa hambar kembali, setelah dokter meneruskan percakapannya; yang perinsipnya menerangkan bahwa rangkaian kembang itu tiada artinya lagi, karena kekasihnya telah menjadi buta!!! Sekarang kita bandingkan dengan film-film lain yang banyak berbicara dengan bahasa lambang, misalnya saja dalam film "Atheis", pada VAKSIN dan virus tapi belum ada untuk melawan parasit. Untuk membasmi parasit para dokter harus bergan- tung pada "chemotherapy", perawatan dengan menggunakan obat-obatan. Perawatan seperti itu mempunyai daya guna yang terbatas dan menimbulkan bahaya efek samp- menimbulkan kemungkinan kan kembali. Penyakit kolera dan tiphus disebabkan oleh bakteri sedang atau penyakit "bilharziasis schistosmiasis" disebabkan oleh dan RINTO HARAHAP RINTO HARAHAP adalah satu nama besar di blantika musik pop Indonesia. Keberhasilannya dalam hal menyodorkan sebuah lagu yang didendangkan seorang penyanyi, agaknya sudah tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, oleh sementara kalangan dinyatakan, bahwa nama Rinto Harahap merupakan jam- minan bagi suksesnya sebuah lagu dan sekaligus suksesnya seorang pe- Inyanyi. Seperti yang kita jumpai pada album album terdahulu Hetty Koes Endang, Grace Simon dan Betharia Sonatha. Diskotek Indonesia, satu wadah yang bergerak dalam bidang musik, berkesempatan memberikan "Anugrah Seni" pada Rinto Harahap, sebagai pencipta lagu yang paling kreatif dan paling top selama dua tahun berturut-turut. "Dingin" nya Rito Harahap sempat membuat panas dingin Hetty Koes Endang. Lagu tersebut berhasil bertahan sekian minggu lamanya di puncak tangga radio-radio swasta niaga. Demikian pula dengan lagu "Kau Tercipta Hanya Untukku" yang di- nyanyikan Betharia Sonatha dan lagu "Kau Untuk Siapa" serta yang saat ini masih bertahan di tangga nomor satu THPI "Sinar Harapan Minggu" adalah lagu "Aku Tak In- gin Sandiwara". Ketiga lagu ini diciptakan oleh Rinto Harahap. Masih banyak lagi penyanyi pe- nyanyi top saat ini yang sukses dikarenakan lagu ciptaan Rinto Harahap. Lalu, bagaimana bila Rinto Harahap sendiri yang menyanyikan- nya? Ini satu pertanyaan yang cukup menarik. Marilah kita mengkaji kembali kemampuan Rinto Harahap sebagai vokalis. Pernah mendengarkan lagu yang berjudul "Ayah". Lagu ini sampai sekarang merupakan lagu kesayangan dari Rinto. Disetiap acara, bila Rinto didaulat menyanyi. Maka, sudah dapat dipastikan lagu tersebutlah yang akan dibawakannya. Menurut Rinto Harahap, "lagu tersebut amat mengena bagi mereka yang sudah ditinggalkan pergi oleh orang tua!" Nah, seperti lagu "Ayah" ini pulalah ia membuat lagu bagi penyanyi pe- nyanyi yang diorbitkannya. "Saya berusaha untuk bikin lagu yang cepat menyentuh hati kita, terutama pada lagu yang bertema cinta," katanya menambahkan penjelasan sebelumnya. Berdasarkan itu pulalah tercipta all new record, solo karir Rinto Harahap produksi Musica Studio's. Album "emas" dari Rinto Harahap yang mencipta dan menyanyi ini berisikan lagu lagu: Jangan Ting- galkan Aku Sendiri - Selamat Ting- gal-Aku Tak Ingin Menangis Lag Dimana Sendy Mungkinkah Kembali - Kapan Datang Lagi - Bayu - Nikmatnya Hidup Ini dan Kau Un- tuk Siapa. Keseluruhan lagu ini penataan musiknya ditangani sendiri oleh Rin- to Harahap dan band pengiringnya tentu saja Lolypop Group. "Sebagai penyanyi, mengharap konsumen saya dapat cacing darah. Malaria, penyakit tidur di Afrika dan penyakit Chagas di Amerika Selatan disebabkan oleh binatang bersel satu yang disebut organisme atau protozoa. Jumlahnya mengejutkan, diperkirakan 200 sampai 300 juta orang dinegara-negara Dunia Ketiga menderita schistosomiasis. Dari 196 negara dan daerah di dunia metoda prophilaxis" untuk maiaria masih perlu dilakukan di 102 negara dan penyakit tersebut merupakan suatu ancaman tetap atau musiman terhadap satu milyar orang di dunia. Di Afrika saja paling kurang satu DARI HALI tidak asing lagi bagi masyarakat Minang Kabau itu, amat memban- tu, untuk mengenal indentitas tokoh yang dimunculkan, disamping sor- ban dan kopiah tentunya. Penggu- naan pakaian oleh tokoh-tokoh yang ditampilkan dalam film-film kita itu, terasa amat membantu, siapa tokoh yang dimaksud dan apa indentitasnya, (membantu dalam pengenalan indentitas). Ada suatu hal yang menarik dalam film "Perintis Kemerdekaan" itu, yaitu ditam- pilkan seorang tokoh yang sehari- harinya hidup di pesantren, gemar menggunakan "kopiah" berwarna merah. Sekilas bahasa warna itu terasa tidak begitu berarti, tapi setelah tokoh yang dimaksud dimunculkan sebagai orang yang berpikiran yang condong "kekiri", maka kitapun sebagai penonton awam memaklumi lambang warna kopiah tadi. Hetty Koes Endang menerima keseluruhan lagu yang ter- dapat di album solo karir saya ini. Namun demikian, kepada konsumen musik pop Indonesia jualah saya serahkan pilihan yang tepat. Begitupun, yang sudah dapat saya pastikan, lagu Jangan Tinggalkan Aku Sendiri, akan dengan cepat diterima oleh konsumen. Kenapa? Lagu tersebut memenuhi beberapa persyaratan sebagai lagu pop, antara lain yang dapat dengan cepat me- nyentuh hati," kata Rinto sedikit memberikan komentar atas albumnya. "Saya bikin lagu sengaja untuk di- nyanyikan oleh penyanyi yang ber- sangkutan. Dengan demikian, secara tidak langsung, saya memberikan kesempatan pada sang penyanyi un- tuk lebih berkembang. Dan baru kali inilah ada kesempatan, saya bikin lagu untuk diri sendiri. Inilah persembahan saya menghadapi Natal dan tahun baru 1983. Semoga konsumen musik pop Indonesia dapat menerima album ini," kata Rinto Harahap dan sekaligus mengulangi harapannya... Terlepas dari semua ini, yang jelas bagi penonton kita yang boleh disebut masih awam, film-film yang hendak ditontonnya itu, tentu saja diharapkan imformatif, komunikatif, dan bagus penyajian- nya. Misalnya jalan ceritanya jelas, isi cerita jelas, karakteristik pelakunya jelas, peristiwa- peristiwanya jelas, (dimana, bilamana, siapa dan mengapa, lalu bagaimana). Bila unsur-unsur itu dipenuhi, penulis berkeyakinan tidak terlalu sulit untuk membaca dan mendalami bahasa film itu. LYDIA HADIDJAYA GADIS remaja yang dikenal dengan nama Lydia Hadidjaya ini memang manja. Kemanjaan ini agaknya memang patut diperoleh Lydia. Tersebab, ia anak bungsu dari dua bersaudara. Kedua orang tuanya, Pinardi Hadidjaya yang dikenal sebagai dokter dan dosen di Universitas Indonesia serta Ira Dewayani sang Mama memang memberikan perhatian yang khusus pada Lydia. Namun, kemanjaan bukanlah hal yang menggembirakan bagi Lydia. Hati kecilnya, menolak hal tersebut. "Dirumah memang ser- ba ada, demikian pula menyangkut keperluan lainnya. Tapi, Lydia ngak mau jadi anak manja. Sebab, kalau diperturut tidak baik untuk masa depan Lydia sendiri," ucapan ini yang terdengar dari celah celah bibir Lydia yang mungil. Sang Mama yang mendengarkan penuturan tersebut hanya mengulum senyum. Lydia Natalia Hadidjaya memang bijak berbincang bincang. Sebijak pergaulannya di Sangrila Group ber sama Liza Tanzil dan banyak lagi ar Karena pada perinsipnya bahasa film itu hanya dua saja: yaitu un- sur suara dan gambar. Suara biasanya memperkuat imformasi yang diberikan gambar atau menambah tingkat dramatik visual. Tapi pula bila gambar sudah jelas, rasanya menjadi kampungan, jika masih diperjelas oleh suara. Dan biasanya sebuah film akan terasa menarik, bila nilai dramatik, sejak awal menanjak naik, sehingga film itu berakhir pada titik klimaknya. [Ode Mimi Putera]. juga anak meninggal karena malaria tiap tahun. Menurut ungkapan Profesor Manfred Dietrich dari Lembaga Penyakit Tropis di Hamburg, Jer- man Barat, "merupakan masalah lima sampai 12 menit". Obat baru atau vaksin yang lebih baik harus segera dikembangkan. inden SPIC 106 Di antara mereka yang menga jukan makalah dalam simposium tersebut ialah Prof. Jonas Salk dari Institut Salk, San Diego, Kalifornia dan Dr. Frank Perkins dari WHO di Jenewa. (mm). Rinto Harahap INDONES Bingkisan Tutup Tahun Dari RINTO-HETTY- & LYDIA HADIDJAYA. (Yoes Yono)- Surat Merah Jambu (Harun Khrishna) - Nusantara Mem- bangun (A Riyanto). Hetty Koes Endang memang pe- nyanyi yang seba bisa. Sebagai pe- nyanyi, Hetty Koes Endang yang punya pengalaman segudang ini akan mampu mempertahankan kharismanya setidak setidaknya sampai dengan 4 tahun mendatang. Disamping itu, kemampuan vokalnya perlu mendapat pujian. Tak pula salah, bila sekian waktu yang lampau Hetty berkesempatan mewakili Indonesia di Festival Lagu Populer Dunia versi Yamaha di Tokyo dua kali. la memang perlu mendapat pujian," komentar A Riyanto akan daya vokal dari Hetty Koes Endang yang lahir di Jakarta, 6 Agustus 1957. tis penyanyi remaja yang bergabung di kelompok pimpinan Maria Tan- zil ini. Dengan Liza Tanzil, Lydia pernah mendukung filem "Ira Maya Putri Sepatu Kaca". Mungkin pergaulannya dengan Liza dan Ira Maya Sopha yang penyanyilah yang menyebabkan, saat ini pun Lydia bisa jadi penyanyi. Dan tidak tanggung-tanggung, oleh Senjaya Wijaya produser Musica Studio, ia diberi tanggung jawab yang cukup berat. Tersebab, lagu lagu yang di- jumpai pada album perdananya, bukanlah lagu lagu dengan tema remaja. Tapi, cenderung dikatakan sebagai lagu dengan bobot dewasa. Ia dicoba membawakan lagulagu untuk mereka yang sudah dewasa. Eh, hasilnya cukup mengejutkan. Ia mampu dan saya kira, kemampuan vokalnya ini perlu diperhitungkan kelak," tukas Edy Syam yang diserahi tugas menata musik dan sekaligus memilih lagu yang cocok dengan corak vokal Lydia. Edy Syam adalah pemusik seangkatan dengan Yanuar Iskak dan Zainal Saifin. Edy pernah bergabung dalam kelompok Arulan, Zainal Combo, 4 Nada dan Ikut dalam kelompoknya Yanuar Iskak. Dengan demikian, kemampuannya dalam hal meng- garap artis penyanyi yang pendatang baru, agaknya memang tak perlu diragukan lagi. Ia dikenal pula sebagai pemetik gitar dengan gaya The Shadow's. Pada kesempatan manis ini, Lydia membawakan lagu lagu HITS dari: Princess Cheung Ping, Young Heroes, Endless Love dan Women In Love. Yang kemudian diadaptasi ke bentuk lagu pop Indonesia: Selamat Tinggal Dusunku Pulau Bali - Kau Kasihku Yang Pertama Kali Senyum Dimusim Bunga - Berkelana Yang Sangat Kusayang - Khayal & Tangis Berbayang Asmara Dalam Kerinduan dan Melati. Dalam menggarap album ini, Edy Syam tidak berdiri sendiri, ia dibantu oleh Arche R, Shandy sw, Chilung Ramali dan Yonas Pareira dalam hal lirik lagu. Serta yang amat menggembirakan, "adalah bantuan A Riyanto. Saya senang. karena Mas Kelik mau memberikan WARKOP PRAMBOS. Ternyata bukan cuma acara Aneka Ria Safari dan Dunia Dalam Berita yang tampil menggunakan "tune". Rekaman terbaru Warung Kopi Prambors, "Pingin Melek Hukum" juga dibuka dan ditutup dengan sebuah "tune" hasil asembl- ing kerabat mereka sendiri. Jika "tune" Aneka Ria Safari dibuat dengan instrument lengkap, Gatot Sudarto yang menggarap "tune" kaset "Pingin Melek Hukum" menganut pola bikin musik sederhana. Cuma mandolin dan gitar akustik yang dipakainya, mengiringi paduan suara yang kom- pak dari barisan Warkop Prambors yang tetap tiga: Kasino, Dono, plus Indro. Dalam "tune" ciptaan Gatot S yang liriknya ditulis bersama oleh Gatot, Tris Sakeh dan Yudhie NH tersebut, untuk kesekian kalinya Dono cs menegaskan bahwa apa yang mereka sajikan hanya sekedar: "menyuarakan hati rakyat kecil". "Bukannya mau usil", ujar Dono minta dipercaya. Dengar saja lirik "tune"-nya: "Ngobrol di warung kopi Nyentil sana dan sini Sekedar suara rakyat kecil Bukannya mau usil......" Lydia Hadidjaya dua lagu yang pernah top di- nyanyikan Elly Sunarya dan Rano Karno. Kedua lagu ini, amat mengena dengan vokal Lydia," men- jelaskan Edy Syam, HALAMAN VI Jakarta, tempat kelahiran Lydia Hadidjaya 14 tahun yang lalu, 16 Februari. Hobbynya adalah menari, olah raga dan tentu saja menyanyi. la pernah ikut Festival Pop Children dan disekolah aktif bermain angklung serta ikut paduan suara dan pertandingan menyanyi antar kelas. Sebagai gadis remaja, Lydia ternyata amat suka mendengarkan musik berirama jazz dan country. "Musik jazz itu kan bukan monopoli orang tua kan?" kata Lydia yang bintang filem favourite-nya adalah Jenny Rachman. Satu hal yang menarik dariLydia adalah, "disam- ping ia punya potensi yang besar, disiplinnya luar biasa. Saya yakin ia mampu bersaing dengan penyanyi satu angkatan dengannya," ucap Edy Syam.** Adalah dua nama yang men- sukseskan album terbaru dari Hetty Koes Endang. Mengambil judul lagu ciptan A Riyanto, BERJUMPA DAN BERPISAH. Sementara itu, Yonas Pareira menurunkan lagu "Pantai Pasir Putih", mengingatkan kita akan lagi Bukit Berbunga yang meraih sukses sekian lama di blan- tika musik pop Indonesia sekian waktu yang lampau. ini menyangkut soal Hukum, diberi judul "Pingin Melek Hukum". Selain dialog-dialog yang mengun- dang tawa, tak lupa diselipkan disitu beberapa kritik sosial yang sifatnya enteng tapi mencerminkan ke- inginan masyarakat banyak. "Bagaimanapun juga penyuguhan kritik sosial harus tetap diper- tahankan dengan terlebih dulu melihat situasi dan kondisi", tutur Dono. METODE BARU Isi kaset rekaman Warkop Pram- bors sekarang tak lagi seperti dulu ketika pertama kali mencobanya. Menurut Dono, rekaman mereka yang dulu-dulu pada hakekatnya merupakan kumpulan "joke-joke" atau "anekdote-anekdote" yang diucapkan secara bergantian. Tapi sekarang mereka memakai metode baru, yakni mengikuti jalan cerita yang jelas plotnya dan dikonsep terlebih dahulu.si ini dan bumbu lucu-lucu, juru-bantu Penyampaiannya mirip "sambrah", dijabat oleh Johny Hidayat dan Tris Sakeh. suatu jenis kesenian Betawi dimana pertunjukkan pemain melibatkan Kombinasi dialog dan logat ala: langsung penonton. Tegal, Betawi, dan Wonogiri, ter- Thema cerita yang di-lucu-kan kali masuk menandai album ini. Dan juga si "Ali Topan" yang bin- tang filem Junaedhi Salat, dengan kerendahan hati mempersembahkan satu buah lagu "Rinduku". Menurut beberapa kalangan pemusik, Junaedhi jarang bikin lagu. Karenanya "bisa dipastikan karya cipta Junaedhi yang satu ini agak sedikit lain dari yang pernah dibikin- nya selama ini, tukas Yonas Pareira yang mendapat tugas dari pihak Musica Studio, untuk menyeleksi lagu lagu yang akan dibawakan oleh Hetty di album ter baru ini. Lagu lagu lainnya ialah: Tiada Segalanya Untuk Dia (Joko Sari) - Hidup, dan Kehidupan (Yoes Yono) Hati Seorang Yang Menunggu (halim Siregar)- Senyum Pagi (Adar Marius) - Kau Bukan Un tukku (Putra AG)-Semaikan Damai Dan khususnya dalam episode "Pingin Melek Hukum" ini, antara kelangsungan jalan cerita, humor- nya sendiri, dan kritik yang ada berhasil menyatu benar sehingga secara keseluruhan menjadi segar didengar. Sebagai sebuah kaset lawak yang dibumbui lagu-lagu, "Pingin Melek Hukum" sungguh lain corak dan sasarannya. Selera dialog, humor, dan kritiknya serba intelek. Bukan seperti cabe yang begitu dimakan langsung terasa pedasnya. Tapi perlu dibahas diotak dulu, baru beberapa detik atau menit kemudian orang yang mendengar bisa tertawa atau berteriak: "sialan!". Dono cs-pun dalam menampilkan lagu-lagu, tidak asal cuap. Kontrol dan paduan vokal terasa rapi walaupun mereka bukan "orang musik". Khusus untuk urusan musik dan lagu album "Pingin Melek Hukum" yang diproduksi Insan Record ini, Warkop dibantu oleh: Deddy-gitar, Awie/Gatot S - bass, Norman-drum, Adi-trompet & block flute, S. Domo - violin, serta Gatot Selektric piano. Sedangkan di kepentingan cerita Dan tentang lagu "Berjumpa dan Berpisah" menurut A Riyanto, lagu tersebut sudah dipersiapkan lama. "Saya menyesuaikannya dengan karakter vokal yang dimiliki Hetty," Ini adalah kali yang kesekian baginya menangani Hetty Koes En dang. Artinya, A Riyanto sebelum album ini, pernah bekerjasama dengan Hetty dalam kerangka menyelesaikan album rekaman. Hasilnya tak mengecewakan peng- gemar penggemar Hetty Koes En- dang di blantika musik pop Indonesia. Lalu A Riyanto menambahkan, bahwa ia merasa positif sekali peredaran album terbaru Hetty Koes Endang ini, sebab, "keseluruhan lagu saya pilih dengan teliti dan sesuai dengan karakter vokal yang dimiliki Hetty. Saya harapkan, album ini dapat mengambilkan pamor Hetty, seperti halnya ketika melemparkan album DINGIN," katanya. Bobot lagu tentu saja dijumpai pada "Berjumpa dan Berpisah", apalagi coraknya hampir sama dengan DINGIN. "Kami harapkan inilah warna, gaya dan suara yang diinginkan oleh konsumen musik pop kita di seluruh tanah air," tukas Henry Yang staff publik relation Musica Studio's. Bagaimana dengan Hetty Koes Endang? "Saya biasa kok selama ini, bekerja rutin dan sibuk dengan urusan yang namanya rekaman ser- ta tour show," kata Hetty menjawab pertanyaan tersebut. Menurut penuturan Hetty berikutnya, dapatlah dijelaskan bahwa ia ter- bilang artis penyanyi yang tersibuk dengan urusan yang namanya tour show. Hampir seluruh kota kota besar di seluruh Indonesia pernah dikunjunginya. "Berada di Medan, saya membawakan lagu Batak. Di Sumatera Barat saya berdendang Minang. Di Jawa tentu saja saya berlanggam Jawa dengan Kroncong- nya dan berada di Kalimantan, Sulawesi, Ambon dan Irian, saya mencoba membawakan lagu lagu dari daerah setempat. Umumnya mereka puas, karena saya dapat membawakan lagu masing masing daerah dengan lafaz yang sempurna, "ini penjelasan berikutnya yang terdengar dari celah celah bibir Het- ty Kos Endang.
