Tipe: Koran
Tanggal: 1993-07-09
Halaman: 03
Konten
HARIAN EKONOMI NERACA Jumat 9 Juli 1993 ER BAN KA N KEU ANGAN P Menkeu: Pemerintah Perhatikan Kritikan Dewan Jakarta, NERACA-Pemerintah betul-betul mem- perhatikan saran, himbauan dan kritikan yang membangun yang disampaikan anggota Dewan dalam forum pembahasan Rancangan Undang- undang (RUU) tentang Tambahan dan Perubahan (TP) Atas APBN Tahun Anggaran 1992/1993 dan RUU tentang Perhitungan Anggaran Negara (PAN) Tahun Anggaran 1990/1991. 1 Menteri Keuangan, Marie Muhammad menegaskan hal itu pada sambutan rapat pleno DPR berkenanaan dengan disetujuinya RUU tentang TP Atas APBN Ta- hun Anggaran 1992/1993 dan RUU tentang PAN Tahun Anggaran 1990/91 untuk di- sahkan menjadi Undang-un- dang, di Jakarta, kemarin. Menkeu mengatakan beberapa hal penting yang menyangkut penerapan di- siplin anggaran yang baik, penerepan azas keadilan dalam intensifikasi dan eks- tensifikasi pemungutan pa- jak, serta keseraian dalam pengambilan kebijaksanaan sektor riil dengan sektor moneter, mendapat perhati- an yang sungguh-sungguh dari pemerintah. Begitu pula, ujar Menkeu, pandangan-pandangan mengenai pemanfaatan ban- tuan luar negeri dan pengga- lian sumber penerimaan dalam negeri, pengelolaan dana CAP (Cadangan Ang- garan Pembangunan) dan SAL (Sisa Anggaran Lebih) secara hati-hati, pembatas- Menkeu mengatakan re- alisasi pendapatan negara dalam tahun anggaran 1992/ 1993 mengalami peningkat an sebesar Rp 2,06 triliun an anggaran belanja tambah atau sekitar 3,7% lebih ting- an, serta upaya mencari al- dari yang direncanakan. Peningkatan pendapatan ternatif terbaik dalam pen- danaan pensiun, secara sek- sama akan mendapatkan perhatian pemerintah. "Berbagai saran, penda- pat dan kesepakatan terse- but merupakan masukan dan bekal yang sangat ber- negara tersebut disebabkan karena terlampauinya pene- rimaan dalam negeri dan penerimaan pembangunan, baik yang berasal dari ban- tuan luar negeri yang diru- piahkan mau pun bantuan Demikian dikemukakan, Basjiruddin A Sarida, Pres- dir PT BES kepada warta- wan belum lama ini. Dia me- ngatakan, selama enam bu- lan BES mencatat nilai tran- saksi sebesar Rp 375 miliar, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelum- nya sebesar Rp 40 miliar. Begitu juga apabila diban- ding dengan akhir tahun 1992 sebesar Rp 136 miliar, nampak masih jauh lebih besar per Juni tahun ini. Hal ini menandakan bahwa vo- lume transaksi di BES mengalami peningkatan dari tahun seelumnya. manfaat bagi pelaksanaan APBN dan pembangunan ekonomi masa mendatang," kata Marie. Meningkatnya nilai tran- saksi tersebut lanjut Basji- Mar'ie mengatakan APBN 1992/1993 dalam UU No. 6/ 1992 direncanakan berim- bang pada tingkat Rp 56,11 triliun, telah mengalami penyesuaian sehingga ang garan pendapatan negara menjadi Rp 58,17 triliun. Sedangkan anggaran belan- ja negara menjadi sebesar Rp 58,17 triliun atau terjadi SAL sebesar Rp 2,2 miliar. Pe- nyesuaian anggaran ke arah yang lebih tinggi tersebut memberikan arti positif bagi peningkatan kualitas dan perluasan jangkauan pelak- sanaan pembangunan. "Dengan demikian diha- rapkan mampu memberikan daya dorong yang cukup be- sar terhadap gerak laju pem- bangunan nasional dalam tahap berikutnya," ujar Menkeu. Tetapi ujar Basjiruddin, nilai transaksi yang dicatat di BES tahun 1991 menga- lami penurunan bila diban- ding dengan tahun 1990 yaitu dari Rp 134 miliar per 1990 menjadi Rp 41 miliar pada akhir tahun 1991. Penurunan pendapatan BES menurut Basjiruddin, karena bertepatan dengan beralihnya operasi Bursa Efek Jakarta (BEJ) dari Bapepam ke swasta. "Sebe- narnya hal itu biasa, karena setelah itu kami mampu meningkatkan lebih baik lagi," katanya. BES Catat Nilai Transaksi Sebesar Rp 375 Miliar/Juni Jakarta, NERACA Pengelola Bursa Efek Surabaya (BES) berhasil mencatat nilai transaksi hingga Juni 1993 mengalami peningkatan apabila diban- ding dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal iu tercermin setelah bursa sewasta pertama di Indone- sia mengoperasikan transak- si jarak jauh. ruddin, karena BES telah mengoperasikan transaksi jarak jauh. Sedangkan tahun sebelumnya transaksi jarak jauh belum dijalankan, ka- rena baru beruberoperasi akhir tahun 1992. proyek. Realisasi penerima- an dalam negeri mencapai Rp 47,45 triliun atau 2% lebih tinggi dari yang direncana- kan dalam anggaran induk- nya. Menurut Mar'ie, terlam- pauinya sasaran penghim- punan tabungan pemerintah dan penerimaan pemba- ngunan, menyebabkan dana pembangunan yang berhasil dihimpun selama pelaksana- an ABPN 1992/1993 senilai Rp 24,14 triliun, berarti Rp 1,23 triliun atau 5,3% lebih tinggi dari anggaran induk- nya. "Peningkatan dana pembangunan tersebut telah mengakibatkan realisasi anggaran pembangunan secara keseluruhan dapat melampaui sasaran yang direncanakan dalam APBN 1992/1993, sehingga mampu memperbesar kemampuan pemerintah dalam membia- yai berbagai program pem- bangunan," ujar Menkeu. Menkeu mengatakan tambahan anggaran pemba- ngunan tersebut dialokasi- kan pada sektor dan subsek- tor yang erat kaitannya dengan upaya mendorong kegiatan pelaksanaan pro- yek-proyek pembangunan yang produktif, serta pelak- sanaan berbagai program kesejahteraan rakyat. Pe- ningkatan pembiayaan bagi sektor-sektor tersebut selain ditekankan pada aspek pe- merataan, juga tetap mem- berikan bobot perhatian yang cukup besar terhadap upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. (42) Sementara itu, ujar Mar'ie, realisasi tabungan pemerintah mencapai seni- lai Rp 13,42 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 0,8% dari yang di- rencanakan dalam APBN 1992/1993. Terlampauinya sasaran tabungan pemerin- tah mencerminkan kesung- guhan pemerintah untuk membiayai pembangunan dari sumber dalam negeri, dan tetap menjadikan ban- tuan luar negeri sebagai pelengkap. Direktur PT Asrijati, Iwan Setiawan mengakui, perse- roan merasakan dampak persaingan ketat dalam meraih pangsa pasar Inter- nasional. "Di sisi lain kuan- titas produksi makin me- ningkat," katanya kepada Neraca seusai Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung di Tangerang, kemarin. rakan penjualan tahun lalu mencapai Rp 4,3 miliar. Ni lai tersebut dapat dicapai perseroan karena manaje- men mengambil langkah- langkah yang efektif dan efisien, sehingga masih da- pat menaikkan penjualan dari Rp 4,1 miliar pada ta- hun 1991. "Cerminan dari langkah efektivitas dan efi- siensi itu tampak dari beban usaha turun sebesar 7,8% dibanding tahun 1991. Be- ban usaha tahun lalu senilai Rp 758 juta," kata Setiawan. Dalam RUPS yang diha- diri 78% pemegang saham itu memutuskan agar menyi- sihkan sebagian laba bersih tahun lalu untuk dibagikan sebagai dividen tunai. "Nilai dividen Rp 15 per unit sa- ham yang dipegang peme- gang saham pada 15 Juli dan akan dibayarkan pada bulan cari rotan sebagai bahan Agustus mendatang," kata- "Belum lagi berbagai kendala khas industri rotan. Dewasa ini amat sulit men- nya. baku dalam ukuran-ukuran tertentu sesuai permintaan pasar. Tambah lagi, kendala resesi masih berlanjut, mengakibatkan pangsa pa- sar ekspor belum dapat menyedot produksi pada harga yang diharapkan," katanya. Kemudian dia menguta- Melihat hal tersebut ujar Basjirudddin, BES akan te- rus untuk mema- syarakatkan pasar modal. Jalan satu-satunya yang harus ditempun yaitu mem- berikan informasi mengenai bursa. Karena dengan jalan itu maka orang lama kela- maan akan mejadi tahu. "Jadi sangat disayangkan bila ada oknum yang menilai "Saya harapkan antara bahwa BES jarang melaku- BES dan BEJ ada kebersa- kan transaksi atau selalu maan untuk saling menun- rugi. Kalau tidak yakin si- jang memasyarakatkan pa- lahkan datang sendiri ke sar modal Indonesia. Kare- Surabaya," ujar Basjiruddin na bila hal itu tidak dilaku- dengan tinggi. kan, maka akan sulit untuk Kemudian Setiawan menjelaskan, laba bersih perseroan tahun lalu menca- pai Rp 130,7 juta atau naik 10,01% dibanding tahun 1991, sehingga laba bersih persaham mencapai Rp 33. "Tahun lalu merupakan tahun penuh cobaan bagi Basjiruddin menilai bah- wa satu negara seperti Je- pang memiliki bursa lebih dari dua. Sedangkan di Indo- nesia ada dua bursa besar. Tapi bila dilihat dari porsi penduduk maupun luas ne- gara Indonesia, maka hal itu masih dipandang kurang mencukupi. Namun karena pasar modal Indonesia be- lum menjadi pilihan bagi masyarakat, sehingga bursa masih dianggap kurang baik untuk menginvestasikan dananya. dunia industri, tidak terle- pas industri rotan," katanya. Namun Setiawan optimis dalam tahun 1993 perseroan akan dapat bertumbuh di- banding tahun lalu. "Turun- nya berbagai deregulasi, besarnya perhatian pemerin- tah untuk mengatasi kelesu- an ekonomi dengan melong- garkan tight money policy. Suku bunga perbankan mulai menurun. Berangkat dari hal itu, situasi ekonomi Indonesia akan cerah. Dalam situasi demikian, perseroan dapat bertumbuh dibanding tahun lalu," katanya. - Dia mengakui, pertum- buhannya tidak akan eks- trim. "Perseroan akan tum- buh secara konservatif," kata Setiawan. BU Jakarta, NERACA Bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank Bali, mulai kemarin, turun 3,25% dari 20% menjadi 16,75%. Penurunan tingkat bunga tetap (fixed rate) untuk jangka satu tahun mulai September 1993 ini, meru- pakan bagian dari keingin- an direksi Bank Bali untuk menunjang penurunan bu- nga perbankan secara umum. Presiden Direktur Bank Bali, Rudy Ramli mengata- kan kepada pers di Jakarta, kemarin cukup banyak dana disediakan untuk KPR atau Bali Home Plus. "Angkanya tidak penting. Pokoknya, kredit disediakan sampai 1.000 nasabah, minimal Rp 10 juta. Kita akan seleksi, agar KPR benar-benar jatuh pada orang yang membutuh- kan rumah. Bukan pada orang-orang yang spekula- tif," katanya. Penjualan Asrijati Naik Tipis 5% Tangerang, NERACA Penjualan bersih PT Asri- jati selama tahun 1992 ma- sih dapat naik sekitar 5% dibanding tahun sebelum- nya, kendati industri rotan sepanjang tahun lalu menga- lami penurunan harga jual karena timbulnya persaing- an ketat di pasar internasio- nal. Direktur PT Indah Kiat Pulp & Paper Corporation, Njauw Kwet Meen (kiri), mendengarkan pembicaraan dua pejabat Sinar Mas Group a.l. Hendra (kanan) dan Sureskilam, usai rapat umum tahunan perusahaan itu di Jakarta, Kamis (8/7). Perusahaan kertas terbesar di Indonesia ini membagi dividen sebesar Rp 50 per saham atau jumlah nilai seluruhnya sebesar Rp 51,6 miliar. (Endang) 1993 memberikan kepercyaan kepada masyarakat," tutur dia. Bunga KPR Bank Bali Turun 3,25% paling lambat satu minggu. Dengan penurunan ini, diharapkan akan lebih ba- nyak alternatif bagi masya- rakat untuk dapat memilih layanan KPR. Demi memudahkan ma- syarakat memantau bursa lanjut Basjiruddin, BES akan terus memantau transaksi jarak jauh. Karena model seperti ini akan memudah- kan masyarakat untuk mengikuti perkembangan bursa. Karena dengan menggu- nakan transaksi jarak jauh masyakarat di Jakarta juga akan bisa mengikuti perkem- bangan Bursa Efek Surbaya (BES) bila mereka berminat untuk melakukan transaksi silahkan saja pesan kepada para pialang yang telah memiliki sambungan jarak jauh dengan BES. Basjiruddin menjelaskan, perusahaan pialang di Jakar- ta yang telah menyambung dengan sistem jaraka jauh cukup banyak antara lain, Makindo, Morgan, Antaboga dan Bahkati Investama. "Se- benarnya masih banyak, tapi saya lupa mengatakan satu persatunya," ujar dia. (39) mempunyai jembatan komu- nikasi mengutarakan kenda- la yang dihadapinya," kata- nya kepada Neraca selepas RUPS, kemarin. Menurut aktivis KADIN- DA DKI Jaya (1973-1984) maupun KADIN Indonesia (1984-1988) pada Komparte- men Pengusaha Kecil ini, penyebab utamanya karena pengurus KADIN Indonesia didominasi kalangan BUMN. "Kalangan BUMN adalah orang Pemerintah. Mereka akan sulit menyampaikan aspirasi pengusaha, apalagi kritik terhadap kebijakan Pemerintah yang menyulit- kan pengusaha," katanya. RS A KADIN Aktif Namun dia percaya, jika kepengurusan mendatang KADIN Indonesia dipimpin pengusaha murni seperti Fadel Muhammad, Fahmi Sementara itu, Komisaris Idris, Aburizal Bakri, Ponco PT Asrijati, Basuki Suharjo Sutowo, Ciputra, Mochtar mengatakan, agar situasi Riadi, Eka Tjipta Wijaya, ekonomi Indonesia cerah Agung Laksono, Mbak Tu- pada masa mendatang, maka tut, Sugeng Sarjadi atau perlu Kamar Dagang dan Cicip Sutarjo, maka dunia Industri (KADIN) memberi masukkan kepada Pemerin- tah. "Tanpa keikut sertaan KADIN memberikan masuk- kan kepada Pemerintah, maka pengusaha tidak usaha Indonesia akan ber- kembang pesat. "Komunika- si timbal balik antar peng- usaha dengan Pemerintah dapat berlangsung lancar," katanya.(stn) IK Rapat Umum Tahunan Para Pemer Caham PT Indah Kiat Pulp & Paper Jakarta, 8 Jul 1993 Keputusan untuk menu- runkan tingkat bunga KPR cukup tinggi ini, menurut Rudy, terutama karena me- lihat trend penurunan suku bunga perbankan secara keseluruhan. Dia optimistis, dalam tahun ini, suku bunga pinjaman bisa turun menja- di sekitar 17%. Selain itu, bisnis peru- mahan saat ini sedang ber- kembang. Namun, perbank- an masih jual mahal menya- lurkan kredit ke sektor ini. Menurut saya, risiko KPR Bank Bali dengan bunga rendah bukan risiko paling kecil. Risikonya kecil, ya, tapi tidak terkecil," kata Rudy. Harus pula diingat kata- nya, kebutuhan akan peru- mahan dari waktu ke waktu terus meningkat. Apalagi, di wilayah Jakarta. Dalam satu pameran perumahan di Ja- karta, Meilalu, peminat KPR Bank Bali cukup banyak. Pa- dahal, ketika itu bunga dita- ga Usaha Yuridis untuk mem- perlancar penjualan dan perdagangan surat berhar- Menurut teori hukum perbedaan antara "surat berharga" dan surat yang berharga" terletak pada mudah/sulit diperdagang- kan surat tersebut. Surat berharga dianggap secara yuridis mudah diperdagang- kan, sedangkan "surat yang berharga" dianggap secara yuridis sulit diperdagang- kan. E Mudahnya diperdagang- kan Surat Berharga letak pada aspek-aspek sebagai berikut: 1. Hak tuntut pada surat berharga pada prinsipnya lepas dari perikatan dasar, sehingga pengalihan surat berharga tidak mutlak memerlukan pengalihan perikatan dasar yang ada. 2. Surat berharga cukup ditandatangani oleh pener- bit dan tetap dapat dituntut untuk pemegangnya walau- pun tidak ikut menandata- ngani surat tersebut. FEK 3. Walaupun pemegang sendiri tidak ikut menanda- tangani surat berharga, Jakarta, NERACA PT Indah Kiat Paper & Pulp merencanakan untuk meluncurkan obligasi seni- lai Rp 150 miliar. Peluncur- an obligasi perusahaan in- dustri kertas dan pulp ini untuk program ekspansi dan modifikasi perseroan. Njuaw menjelaskan, pro- gram ekspasi dan modifikasi perseroan akan membutuh- kan dana sekitar US$ 627 juta. Biaya tersebut di anta- ranya diambil dari hasil penawaran saham perdana warkan 20%, 21% dan 22% Untuk itu, pihaknya kemudian berembug menca- ri alternatif penawaran bunga yang lebih menarik bagi masyarakat. Mulai 8 Juli suku bunga KPR Bali Home Plus riil turun, 3,25% menjadi 16,75% untuk Down Payment (DP) lebih dari 40%, bunga 17,75% untuk DP 15% sampai dengan 40% dan bunga 18,75% untuk DP 10% 14%. Tingkat bunga ini belum termasuk Pajak Per- tambahan Nilai (PPN). Pe- nawaran ini akan berlaku secara nasional. Untuk ta- hap pertama berlaku di Ja- botabek, Bandung, Suraba- ya dan Medan. ini, diberikan pula asuransi Dalam penawaran KPR kebakaran cuma-cuma sela- ma masa kredit, fasilitas ATM cuma-cuma, kartu kre- dit tanpa uang tahunan sela- ma maksimum tiga tahun dan proses aplikasi cepat, pemegang berhak untuk mengalihkan surat berhar- ga tersebut, LEPAS dari perikatan dasar yang ada dan TANPA BANTUAN penerbit atau para pemegang terdahulu. Masalah Tanggung Jawab Para Pemegang Commer- cial Paper Dalam usaha untuk memperlancar perdagangan commercial paper secara ideal "Commercial paper" diterbitkan atas pembawa (bearer), oleh karena dari segi hukum pengalihan su- rat berharga atas pembawa cukup dilakukan dengan penyerahan fisik. Untuk keperluan pengalihan tidak diperlukan endosemen atau pun cessie. Menurut Rudy, Bank Bali akan mengarahkan KPR sebagai core bussines. Kare- na itu, Bank Bali bersedia menjadi mitra developer mana pun dalam memberi kan layanan KPR. Aspek Hukum 'Commercial Paper' di Indonesia (2) gung jawab atas pembayar- an kepada para pihak yang kemudian menjadi pe- megang surat tersebut. Pa- sal 146 KUHD misalnya menentukan bahwa "Mere- ka yang telah menerbitkan surat wesel, telah memberi- kan akseptasi, telah mengen- doser atau ... terikat secara tanggung menanggung kepa- da pemegang". Atau Pasal 142 KUHD yang menentu- kan bahwa ". Pemegang Surat Wesel dapat mela- ksanakan hak regres kepa- da para endosan, penerbit dan...". Untuk meniadakan tanggung jawab tersebut diperlukan suatu penges- ampingan tanggung jawab tersebut dengan endosemen yang ditambah dengan kata- kata "Tanpa Kewajiban" gan dengan commercial tersebut, para pemegangnya berlaku dan semata-mata janjian tersebut, sedangkan tergantung dari ketentuan Promissory Note sendiri surat tersebut. Promes ha- singkat saja. Ada kekhawati- rus diterbitkan "kepada ran bahwa dengan dialihkan pengganti", sehingga Promissory Note, tanpa penyerahan bagaimanapun menovasikan perjanjian dipersulit karena memer- dasar, ketentuan yang ada lukan endosemen. Pasal 142 dalam perjanjian jual beli dan 146 KUHD tentang promissory notes hanya dapat tanggung jawab pihak yang dilaksanakan oleh pembeli melakukan endosemen pertama yang menjadi pihak menurut pasal 176 KUHD dalam perjanjian jual beli juga berlaku bagi pihak yang promissory notes hanya da- melakukan endosemen sua- pat dilaksanakan oleh pem- beli pertama yang menjadi pihak dalam perjanjian terse- but, sedangkan para pe- megang setelahnya tidak berhak atas hak-hak yang tercantum dalam perjanjian tersebut. Ini berlaku teruta- ma untuk Obligasi, karena disamping surat obligasi tu surat sanggup. Bentuk Commercial Paper Oleh karena obyek per- dagangan adalah commer- cial paper danbukan peri- katan dasarnya, sebaiknya seluruh ketentuan sehubun- paper commercial paper itu sen- diri dan bukan pada peri- katan dasar. Misalnya sua- tu "Perjanjian Jual Beli Promissory Notes". Ada ke- biasaan untuk mencan- tumkan ketentuan tentang Promissory Note dalam per- UNDANGAN Obligasi IKPP Rp 150 Miliar Dikatakan, dana pinjam- an yang akan perseroan ja- lankan yaitu antara lain dari Daichi Kanyo Bank dan Fuji Bank. Tetapi Njuaw tidak merinci berapa nilai pinjam- an dari bank tersebut. "kita belum bisa jelaskan seka- rang, karena masih dalam tahap negosiasi," ujar dia. sebesar US$ 300 juta dan Dia menjelaskan, penjual- pinjaman serta laba yang an perseroan juga meng- ditahan. alami peningkatan sebesar 1,4% bila dibanding dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 1991 penjualan yang dicapai sebesar Rp 418,967 miliar, sedangkan pada 1992 menjadi Rp 424,826 miliar. Demikian dikemukakan, Tetapi bila dilihat dari Njauw Kwet Meen Direktur laporan keuangan menun- PT Indah Kiat Paper & Pulp jukkan bahwa laba usaha kepada wartawan seusai Ra- pereroan mengalami penu- pat Umum Tahunan Peme- Indah Kiat yang tercatat runan bila dibanding dengan gang Saham (RUPS) perse- di pasar modal sejak tahun tahun sebelumnya. Laba roan di Jakarta, kemarin. Dia 1990, kini 54,39% sahamnya usaha yang dicapai tahun mengatakan, rencana pelun- dimiliki oleh PT Purinusa 1991 sebesar Rp 129,475 curan obligasi perseroan Ekapersada, 19,99% oleh miliar sedangkan pada ta- telah diajukan ke Bapepam. CHP International (BVI) hun operasi 1992 menurun "Kita tinggal menunggu izin Corp (Taiwan), 8,54% oleh menjadi Rp 106,061 miliar. dari Bapepam," ucap dia. YFY Global Investment (BVI) Sementara jumlah aktiva Menurut Njauw, pena- Corp, 0,15% oleh Yuen Foong perusahaan meningkat 43% waran obligasi tersebut Yu HK Co Ltd (Hongkong) dari Rp 2,1 triliun pada akhir dengan tingkat sukubunga dan 16,93% oleh masyara- 1991 menjadi Rp 3 triliun mengambang pada tingkat kat investor. pada akhir 1992, sedangkan 1,25% di atas rata-rata suku Sementara dalam RUPS modal sendiri juga naik dari bunga deposito yang ditawar kemarin, telah disepakati Rp 1,33 triliun menjadi Rp kan oleh bank-bank peme- pembagian dividen sebesar 1,4 triliun. Njuaw menambahkan, rintah dan sebagai penjamin Rp 50 per saham. Dividen pelaksana emisi adalah PT tersebut merupakan dividen prospek perseroan di masa Sigma Batara.. interim yang telah dibayar- mendatang cukup baik, ka- kan pada 26 November 1992. rena harga kertas saat ini Pembagian dividen itu diam- telah mencapai titik teren- bil dari keuntungan bersih dah di pasaran duni akan perseroan sebesar Rp 51,6 naik lagi begitu juga permin- miliar dari Rp 122 miliar taan akan terus keningkat keuntungan yang dicapai sejalan dengan perkembang- perseroan tahun 1992. an pasaran dunia.(39) Dewan Peringatkan, Deviasi Jangan Terulang Lagi Selain KPR, bunga Kredit Modal Kerja (KMK) Bank Bali juga sudah turun ke tingkat 18,5% untuk prime costumer. "Karena itu, saya yakin suku bunga pinjaman pasti turun. Sekarang ting- gal waktu saja," ujarnya. bunga antara bunga pinjam- Dia mengakui, spread an dan bunga dana masih cukup besar dan tidak wa- jar. Palingideal, 3% -4%. Saat ini tingkat bunga deposito sudah di tingkat 12%. Paling tidak, bunga kredit 17%.(6) (bahasa Yang perlu diperhatikan obligo). Secara psikologis dalam kaitan dengan cara tambahan tersebut dapat pengalihan adalah tanggung saja mengurangi kelancaran jawab pihak yang mengalih- perdagangan surat tersebut. kan. Apabila commercial Perlu dicatat disini bahwa paper diterbitkan atas order/ kewajiban tanggung jawab pengganti, pengalihan surat demikian tidak demi hukum tersebut secara mutlak ada pada pihak yang mela- memerlukan endosemen, kukan endosemen suatu sedangkan dengan adanya obligasi, karena obligasi ti- endosemen pihak yang men- dak diatur oleh peraturan galihkan ikut memikul tang- perundang-undangan yang Jakarta, NERACA Fraksi Persatuan Pemba- ngunan (FPP DPR) meng- ingatkan agar inkonsistensi dalam kebijaksanaan pelak- sanaan anggaran tahun 1990/1991 harus menjadi catatan untuk tidak diulangi lagi dalam kebijaksanaan pelaksanaan anggaran ta- hun mendatang. Pada Per- hitungan Anggaran Negara (PAN) tahun anggaran 1990/ 1991 telah terjadi pelonjak- an (deviasi) yang besar pada beberapa sektor dan sub sektor. Jubir Fraksi Persatuan Pembangunan (FPP DPR), H. Soelaiman Biyahimo me- ngatakan hal itu dalam pen- dapat akhir FPP terhadap RUU PAN Tahun anggaran 1990/1991 dan RUU TP (Tambahan dan Perubahan) Tahun Anggaran 1992/1993 di Jakarta, kemarin. 3 Soelaiman mengatakan gambaran inkonsistensi yang terjadi dalam kebijak- sanaan pelaksanaan anggar- an tahun 1990/1991, bukan saja menunjukkan kendur- nya pengendalian pemba- ngunan dan disiplin anggar- an, tapi juga rendahnya kadar introspeksi atas pengalaman boom minyak tensi dalam kebijaksanaan dekade 1970-an. Inkonsis- pelaksanaan anggaran 1990/ 1991 dapat menurunkan kesungguhan dewan dalam membahas anggaran tahun- an negara. Dia menjelaskan, realisa- si pengeluaran negara ta- hun anggaran 1990/1991 yang dimuat dalam PAN 1990/1991 senilai Rp 47,37 triliun terdiri dari belanja rutin Rp 29,12 triliun dan belanja pembangunan Rp 18,25 triliun. Peningkatan masih kurang dibandingkan realisasi belanja rutin yang dengan APBN tahun ang 1990/1991 sepadan dengan garan 1990/1991 dan TP keputusan Dewan. Pening- katan realisasi belanja pembangunan dibanding- kan dengan APBN 1990/ 1991 dan TP 1990/1991, ujar dia, secara kuantitatif ma- sih sepadan. Namun, belan- ja pembangunan tanpa ban- tuan proyek realisasinya meningkat cukup besar yai- 43,4% dibandingkan ABPN tu 25,4% dibandingkan TP 1990/1991 dan meningkat 1990/1991 adalah kurang sepadan. kepada terjadinya pergeser- an perioritas lima sektor pembangunan yang menda- pat anggaran terbesar," ujar Soelaiman. Sementara itu Jubir Frak- si Karya Pembangunan (FKP DPR), Drs. Atar Sibero meminta agar pelaksanaan pemeriksaan atas PAN oleh BPK secara uji petik dapat meliputi masing-masing sek- tor dan sub sektor pemba- ngunan pada propinsi-propin- si dan Dati II. FKP dapat memang memahami peme- riksaan atas PAN 1990/1991 dilakukan secara uji petik. "FKP menghimbau agar ketepatan waktu dalam pengiriman dokumen-doku- men PAN yang disusun pleh departemen dan lembagane- gara agar benar dapat diusa- hakan tepat waktu yang te- lah ditentukan oleh Menteri Keuangan," ujar Atar. 1 Menurut dia, FKP menda- pat gambaran dari sisi pen- dapatan rutin TP ABPN 1990/ 1991 dan PAN 1990/1991 terlihat adanya peningkatan dari Rp 39,55 triliun menjadi Rp 42,19 triliun atau naik 6,69%. Realisasi pendapatan pembangunan setelah PAN 1990/1991 senilai Rp 8,38 triliun atau berkurang Rp yang dianggarkan. 1,52 triliun (15,38%) dari 14 Pada sisi pengeluaran rutin juga terlihat adanya perubahan dari jumlah yang telah disahkan dalam UU No. 3/1991 yang semula Rp 29,99 triliun, menuru menjadi Rp 29,12 triliun (3,01%). Demi- kian juga pengeluaran pem- bangunan yang semula Rp 19,45 triliun, mengalami penurunan 6,87% menjadi Rp 18,20 triliun. Dia mengatakan sebagai akibat adanya perubahan an baik pada sisi pendapatan penambahan serta penurun- dan sisi pengeluaran, maka pat SAL (Sisa Anggaran pada PAN 1990/1991 terda- Lebih) senilai Rp 3,20 triliun. Dalam kaitan berbedaan angka tersebut dan besarnya jumlah SAL, FKP berpenda- pat dalam melaksanakan anggaran negara, pemerin- tah harus tetap berpedoman pada Pasal 23 UUD 1945, beserta penjelasannya. "Jika diperlukan penam- atas keputusan yang telah bahan dan perubahan ang- garan berupa penyesuaian dibuat, pemerintah semestinya membahas bersama-sama degnan dan itu tidak berlebihan, bila Dewan agar terjadi kesepa- kita telusuri lebih lanjut katan dengan keputusan implikasi yang berakibat tersebut," ujar Atar. (42) "Penilaian kurang sepa- Pada tanggal Tempat Waktu peraturan perundang-un- dangan yang berlaku, kare- na obligasi belum diatur, sedangkan sumber hukum lain belum dapat diandal- kan. STT (Bersambung) Dengan hormat, Dengan ini kami sangat mengharapkan kehadiran Ibu/Bapak dalam acara KONTAK BISNIS dan perkenalan para pengusaha dari Propinsi LIAONING, CHINA, yang bergerak di aneka bidang usaha, dalam rangka: TOX inw ib CHINA LIAONING TECHNOLOGY EXPORT sist DISH Bieb 8 Juli s/d 12 Juli 1993 ls2u : HOTEL INDONESIA, SUMBAWA ROOM : Jam 10.00-16.00 W.I.B. NU 6m3 oint 643 Pertemuan ini diharapkan akan bermanfaata bagi pengembangan usaha Ibu/Bapak. FOURN 001 02.02 Atas kehadiran dan perhatian Ibu/Bapak kami ucapkan banyak terima kasih. 001 65 ure ..O 40200 2404 Hormat kami, LIAONING PROVINCIAL GOVERNMENT COMMISION OF FOREIGN ECONOMIC RELATION AND TRADE
