Tipe: Koran
Tanggal: 1993-07-09
Halaman: 11
Konten
Jumat HARIAN EKONOMI NERACA 9 Juli 1993 INDUSTRI Anggota Apkomindo Bentuk Standardisasi Swasta Jakarta, NERACA na semula. Pembahasan yang menyangkut masalah teknis sudah dapat diatasi, namun juga dibarengi dengan kegiatan modifikasi terhadap mengenai masalah mesin-mesin pabrik sebagai upaya perseroan itu Belum tuntas rencana pendirian lembaga sertifika- si produk-produk PC (perso- nal computer) terealisir, kini sejumlah anggota Apkomin- do (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia) beker- jasama dengan usaha swas- ta lainnya akan membentuk lembaga standardisasi swas- ta, dengan nama Kelompok Tujuh'. Kelompok ini dijad- memperluas usahanya. Kegiatan tersebut membu- tuhkan investasi US$ 627 juta, dan dijadwalkan dapat beroperasi akhir 1993. walkan sudah akan melaku- kan kegiatan bulan Septem- ber mendatang. Beberapa waktu lalu Pemerintah bekerjasama dengan Apkomindo, Puspi- tek (Pusat Ilmu Pengetahu- an dan Teknologi), dan LEN (Lembaga Elektronik Nasio- nal) memprakarsai akan Jakarta, NERACA Dirjen Binawas Depnaker Dr Payaman J. Simanjun- tak mengatakan pemerintah sampai sejauh ini belum melakukan langkah-lang- kah pembenahan terhadap munculnya kasus-kasus pembajakan tenaga kerja dari perusahaan satu oleh perusahaan lain. Sikap se- perti ini diterapkan, karena selama ini pemerintah meli- hat bahwa pembajakan te- naga kerja pada akhirnya akan merugikan perusaha an yang melakukan pemba- jakan. diakui masih belum ada kata sepakat dan terus digodok. Dicontohkan, untuk masa- lah pendanaan, misalnya, hingga kini masih belum ter- pecahkan, karena pemerin- tah yang pasti tidak mung- kin akan menjadi donatur, sementara kalau diserahkan kepada dunia usaha tentu ini akan mengharapkan profit. Mengenai Kelompok Tuj- uh, ujar Sonny, pembahasan tentang itu hampir selesai, kini hanya tinggal pembahas- an implementasi. Di sini kita juga sebisa mungkin melibat kan pemerintah. Menurut "Memang disatu sisi pe- rusahaan tersebut merasa untung mendapatkan tena- ga profesional dalam waktu singkat. Tapi dibalik keun- tungan tadi, perusahaan tersebut sebenarnya merugi karena ketenangan usaha- nya terganggu. Sebab selalu was-was kalau tenaga hasil bajakannya lari atau diba- jak oleh perusahaan lainnya lagi," ujar Payaman menja- wab pertanyaan seorang peserta seminar yang ber- langsung di Jakarta, kema- rin. Jakarta, NERACA Direktur PT Indah Kiat Pulp & Paper Corp. Njauw Kwet Meen mengatakan, perusahaan ini tiap tahun memproduksi pulp dan ker- tas sebanyak 924.000 ton, terdiri dari 300.000 ton pulp, 344.000 ton kertas budaya serta 280.000 ton kertas industri. Direktur Pengkajian Industri Pengolahan & Rekayasa BPPT, Bahtiar Hidayat terlibat pembicaraan dengan Wakil General Manager Marubeni Corporation, Hiroshi Nakamura (kiri), usai sessi pertama pada presentasi "Agenda of Advanced Fluidized-Bed Combustión Tecnology" di Jakarta Kamis (8/7). (Endang) T ENAGA KERJA Sedangkan dana yang harus dikeluarkan bagi peru- Seminar sehari bertema "Meningkatkan Kemampu- an Sumber Daya Manusia K E H UT A dari luar hampir semuanya berasal memiliki Izin Pe- manfaatan Kayu (IPK) resmi dari pemerintah. Kami tidak menampung kayu liar. De- ngan demikian, log-log ukur- Perluasan Pabrik Indah Kiat US$ 627 Juta Selain itu, dikatakan, demikian total kapasitas perusahaan juga melakukan produksi PT Indah Kiat Pulp alternatif lain yang lebih menguntungkan, yaitu me- lalui emisi obligasi dalam & Paper tahun ini mencapai 924 ribu ton/ pulp dan ker- tas, yang terdiri atas 300 ribu ton pulp, 344 ribu ton kertas budaya dan 280 ribu ton kertas industri. sahaan yang membajak te- naga kerja dikatakan Paya man yaitu digunakan untuk biaya ganti rugi pendidikan tenaga kerja yang dibajak. Selain itu, perusahaan pem- bajak juga akan menanggung resiko memberikan gaji yang lebih besar terhadap tenaga kerja yang dibajaknya. "Untuk itu, saya menya- rankan perbuatan bajak- membajak tenaga kerja sege- ra ditinggalkan. Lebih baik mencetak tenaga profesional sendiri. Sebab mencetak sendiri akan lebih pas dengan NAN Jakarta, NERACA - Ekspansi PT Indah Kiat Pulp & Paper Corp.-anak perusahaan Sinar Mas Group mendirikan suatu lembaga dia, badan ini tentu akan kemarin, mengatakan, saat kemungkinan emisi obligasi kurang memungkinkan yang diekspor, kata Suresh, tahun 1993 yang diproyeksi- yang mengadakan sertifika- si produk-produk PC yang beredar di pasaran Indone- şia, dimana sertifikasi ini bertujuan untuk menjaga kualitas PC yang diproduksi di dalam negeri sehingga tidak merugikan konsumen. mempunyai anggaran, dan ini akan dibiayai oleh ke tujuh perusahaan itu. Badan ini akan melaku- kan selektifitas yang ketat, karena acuan standardisasi yang digunakan campuran dari Menurut Sonny Franslay, dah dibakukan pemerintah, Ketua Apkomindo ketika dihubungi Neraca, Rabu mengatakan, pembentukan lembaga sertifikasi tersebut tetap berjalan seperti renca- Jepang. ditambah dengan standardi- sasi yang berlaku di pasaran internasional, seperti stan- dardisasi Amerika, Eropa dan (4) Presiden Direktur PT Indah Kiat Pulp & Paper Corp. (IKPP), Teguh G. Wi- jaya, dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) perusahaan itu, di Jakarta dakam Upaya Perluasan kebutuhan perusahaan," Pangsa Pasar Produksi Da- katanya. lam Negeri" itu diselenggara- kan PT JITC bekerjasama dengan Ditjen Binawas Dep- naker. Sebagai pembicara Payaman J. Simanjuntak menjelaskan, Pada seminar tersebut Payaman J. Simanjuntak menyajikan makalah berju- dul "Kebijaksanaan Peme- rintah Dalam Rangka Meningkatkan Sumber Daya Manusia Era Industri- alisasi dalam Memasuki PJPT II". Dalam posisinya sebagai pembahas makalah ini, Direktur Eksekutif pembajakan tenaga profe- sional sebenarnya tak perlu dimasalahkan. Sebab dari segi internal, perbuatan membajak tenaga kerja ada- lah merugikan. Yakni selain ketenangan usaha akan menjadi terganggu, perusa- haan tersebut bakal menge- sebagai kompensasinya. luarkan dana cukup besar IPPM (Institut Pendidikan Pengembangan Manajemen) Dr. A. Pekerti mengatakan bahwa kasus-kasus pemba- jakan tenaga kerja profesio- nal memang tidak dapat dicegah. harga kertas turun sampai titik terendah merupakan waktu yang tepat bagi peru- sahaan melakukan ekspan- si. Program ekspansi dila- kukan dengan menambah unit mesin pulp baru berka- pasitas produksi 410 ribu ton/tahun sedangkan modi- fikasi mesin meningkatkan kapasitas produksi menjadi 380 ribu ton/tahun. Dikatakan, pembiayaan Nyauw membantah ang- gapan di masyarakat, Indah Kiat merupakan perusahaan penampung kayu tebangan liar terbesar di Riau. "Me- mang benar kayu baik yang diangkut truk maupun yang ditimbun di sekitarnya ma- suk ke pabrik kami," katanya, "Indah Kiat merenca- nakan pembangunan HTI di bekas areal HPH seluas 180.000 hektar. Dari target tersebut hingga kini pena- program ekspansi diperoleh dari dana hasil keuntungan saat go public pada tahun 1991, kemudian ditambah dengan keuntungan perusa- haan, pinjaman bank dan Namun untuk menang- kalnya, sebuah perusahaan harus menerapkan rekrut- men karyawan yang efektif. Sedangkan pola dasar re- krutmen yang perlu di- perhatikan yaitu meliputi strategi bisnis, sistim mana- jemen dan sumber daya manusia. di dalam maupun luar nege- ri. akhir ini memang telah ber- Dalam dasa warsa ter- munculan perusahaan atau- pun group-group perusaha- an besar baik akibat perlu- asan, diversifikasi maupun sama sekali baru. Hampir semuanya karena kemam- Alternatif Secara terpisah, Direktur Sinar Mas Group (SMG), Suresh Kilam kepada war- tawan menjelaskan, keun- tungan saham go public saat itu senilai US$ 300 juta, dan sisanya telah diperoleh dari berbagai pinjaman bank di luar dan dalam negeri. Pasok Bahan Baku Log Indah Kiat 25% dari IPK an kecil yang masuk ke tem- pat penampungan kayu hampir semuanya sah. luas 65.000. Luas penanam- diundang untuk menghadiri naman telah terealisasi se- jak pukul 09.00 WIB itu an akan ditingkatkan terus jumpa pers bukan mendapat pada tahun-tahun menda- press release setelah berlang tang," kata Nyauw, sungnyaRUPS. Di dalam melaksanakan proyek HTI, Indah Kiat dak memakai pola yang ber- ti- Sebagian wartawan jadi tegang, dan mengatakan, kalau hanya untuk menda laku pada investor HTI pat press release sebaiknya, umumnya-berpatungan tak usah diundang ke sini, dengan BUMN Dephut PT melainkan releasenya diki Inhutani. Indah Kiat mem- rim melalui fax saja ke kan puan untuk memanfaatkan ketersediaan modal uang, teknologi ataupun akses terhadap peluang pasar. patut diapresiasi sebagai Hal tersebut memang kemampuan dunia usaha dan wiraswastawan nasio- nal. Akan tetapi kalau lebih jauh diamati, sangat sedikit ekspansi usaha yang terjadi justru karena perusahaan memiliki basis kemampuan SDM (Sumber Daya Manu- sia) yang berlebih, yang bisa diperluas utilisasinya. Lebih jangka panjang baik di da- lam maupun dalam negeri. Dengan mendapatkan bunga dan segi cost-nya bagi peru- sahaan. "Hal itu dilakukan, kare- na perusahaan melihat kon- disi market obligasi sekarang ini cukup bagus. Obligasi sudah di-sounding di luar maupun dalam negeri, dan telah mendapat respon yang cukup baik." tambah Suresh. luas terhadap performa utama yang berpengaruh akhir perusahaan. Baik dari sisi produk dan jasa layanan demi kepuasan pelanggan, maupun dari sisi efesiensi dan produktivitas manaje- men perusahaan.(41) Menurut dia, sebenarnya saat go public perusahaan sudah bisa melakukan eks- pansi. Namun, mengingat kondişi keuangan saat itu maka rencana tersebut sem- pat tertunda karena perusa- haan tidak mau tanggung- tanggung dalam melanjut- kan program ekspansi terse- but. Setelah mendengar war- tawan mulai tegang, Presdir Teguh Ganda Wijaya lang sung memerintahkan salah seorang Direktur, Nyauw Suresh mengatakan, sete- lah ekspansi yang dijadwal kan selesai pada akhir 1994 maka kapasitas produksi pulp PT Indah Kiat Pulp & Paper Corp., bertambah 790 ribu ton/tahun. Dengan Bogor, NERACA Perajin sepatu di Kecama- tan Ciomas, Kabupaten Bo- gor banyak terjerat rentenir akibat sulitnya mendapa- tkan kredit dari bank. Hal itu dikemukakan MA Yahya Sudia W, Ketua Ke- lompok Perajin Sepatu Sat- ria Perkasa, Ciomas kema- rin, berkaitan dengan tuduh- an bank terhadap perajin yang selalu tak mampu me- ngembalikan kredit. "Perajin sepatu Ciomas menjadi kambing hitam'kre- dit macet, khususnya di Bo- gor. Padahal para perajin belum pernah menerima kredit tersebut," katanya. Menurut dia, perajin se- patu yang tergabung dalam Keswamas (Koperasi Warga Ciomas) Bogor memang per- nah memperoleh kredit Rp 80 juta dari BDN Cabang Bogor beberapa waktu lalu, namun tak sepeser pun sam- pai ke tangan perajin. "Padahal dalam pengaju- KLH Dengan meningkatnya kapasitas itu berarti perusa- haan ini dapat memenuhi kebutuhan anak perusaha- an SMG lainnya yang meli- puti, PT Tjiwi Kimia, PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills, PT Onward Paper Utama. "Saat ini kebutuhan bahan baku pulp perusaha- an tersebut sekitar 650 ribu ton, dimana 300 ribu ton masih harus diimpor," ujar nya. Sementara untuk pulp Payaman: Perusahaan Bajak Tenaga Kerja Adipura Sebagai Simbul Kota Agung akan Kehilangan Ketenangan Usaha Adipura diambil dari Bahasa Sangsekerta yang artinya kota agung. Istilah ini digunakan oleh Kantor Menteri Negara Lingkung- an dan BAPEDAL gaan kepada kepala daerah untuk memberikan penghar- tingkat satu dan kepala keberhasilannya menciptak- daerah tingkat dua karena an suasana kota yang bersih dan indah. Perajin Sepatu Kecamatan Ciomas Terjerat Rentenir tokol masih dalam keadaan jorok dalam arti terdapat sampah berserakan, sudah dapat dipastikan bahwa tempat pembuangan akhir dimiliki oleh kota tersebut juga pasti masih berantakan. Demiki- an pula sebaliknya kalau kita buangan sampah sudah ter- melihat lokasi tempat pem- tata dengan baik, dapat dipastikan bahwa keadaan tidak terdapat sampah yang dijalan-jalan protokol sudah berserakan karena disana ada bak-bak sampah yang secara rutin sampahnya piala Adipura ini diberikan Setiap satu tahun sekali oleh Presiden kepada dae- rah-daerah yang dinilai su- dah layak untuk menerima- lagi, akhir-akhir ini sebagi-nya. Daerah tersebut secara diangkut untuk dibuang ke lokasi buang akhir. an perusahaan yang mela- kukan ekspansi tersebut juga mengalami kendala fisik dapat dilihat bersih dalam arti tidak terdapat timbunan sampah disepan- dalam penyediaan SDM-nya. jang jalan, tidak ada got-got yang tersumbat dan masyarakatnya telah peduli terhadap kebersihan kota- nya. Bahkan ada yang sudah benar-benar mengalami kri- sis. Oleh karena itu, sudah selayaknya manajemen SDM dirancang sebagai suatu bidang yang bernilai strategis. Sebab SDM adalah asset Pendekatan dari Kantor rang- Meneg LH/BAPEDAL untuk memacu setiap kota agar menata keindahannya ini, ka pemberian insentif atau merupakan pendekatan pe- merintah pusat dalam rangsangan kepada pemerin- dinilai dalam satu tahun tah daerah. Bagi daerah yang kebersihan kotanya, maka mampu mempertahankan mereka akan diberikan pia- la Adipura, Sedangkan bagi daerah yang mampu mencip. takan kota dalam kondisi bersih selama empat tahun berturut-turut, maka mere- ka akan memperoleh piala Kencana Adipura. annya, lima girik anggota di- gunakan sebagai anggunan. Yang menerima justru peng- urus koperasi," katanya. secara visual baik itu ibu kota propinsi maupun ibukota daerah tingkat II rata-rata kota-kota tersebut pada jal- an protokolnya nampak ber- sih dan tertata dengan in- dah. relatifmasih kecil sekitar 100 kan mencapai US$ 660 ribu ton 150 ribu ton per miliar. tahun, dengan tujuan Tai- wan, Thailand, Korea dan RRC. Ditambahkan, bila ekspor dilakukan ke dua negara Thailand dan Korea saja dianggap sudah cukup karena di Taiwan terdapat dua pabrik pulp yang tutup sementara kebutuhannya cukup besar. Namun, menurut dia dal- Penagihan cicilan, kata Yahya, sering ditujukan ke- pada perajin. Karena perajin tidak pernah menerima kredititu, mereka tidak mau membayar cicilan, dan aki- batnya bank mem-black list permohonan kredit yang di- ajukan perajin. Soleh A, perajin sepatu merek 'Vresxo' mengatakan, dia berulangkali minta kredit kepada bank, khususnya BDN Cabang Bogor dan su- dah menjadi nasabahnya yang memiliki agunan, na- mun selalu ditolak. Gembar-gembor' Bank Muamalat Jakarta yang a- kan memberikan kredit ke perajin sepatu Ciomas sebe- sar Rp 200 juta di televisi tak pernah jadi kenyataan. "Memang pada akhir Mei lalu Bank Muamalat menya- lurkan kredit Rp 22,5 juta. Selain dua lokasi tadi sebagai titik-titik rawan penilaian masih terdapat titik-titik rawan lainnya seperti keadaan pasar, ke- adaan lokasi pemukiman kumuh, keadaan kebersih- seperti terminal, tempat an di tempat-tempat umum rekreasi, rumah sakit dan sekolahan maupun tempat- tempat beribadah. Kalau masih tam- pak kumuh tidak tertata dan keadaan pasar tidak mempunyai sarana seperti tempat pembuangan sementara sampah pasar serta tidak mempunyai tem- pat buang air kecil, maka sudah jelas bahwa kota ter- sebut masih jauh untuk memperoleh Adipura. Demikian juga kalau terdapat sampah yang berserakan di rumah sakit maupun di tempat-tempat ibadah, sudah jelas bahwa kepala pemerintah baik Bupati, Walikota maupun Gubernur tidak memperhatikan kebersihan kotanya. am operasionalnya PT Indah Kiat Pulp Paper Corp., masih tergantung pada ja- lannya mesin-mesin baru tersebut. Bisa saja dalam waktu tiga bulan atau enam bulan tidak dilakukan eks- por. Karena itu, pada perio- de Juli hingga Desember tahun ini perusahaan harus berusaha mencari pasar al- ternatif. Diharapkan setelah eks- pansi itu rampung, kata Suresh, maka pada akhir tahun 1994 penjualan total PT Indah Kiat Pulp & Paper Corp., akan mencapai seki- tar Rp 1 triliun. Keadaan bersih hanya menjelang 5 juni Perhitungan itu diperoleh dari hasil penjualan pulp dan kertas US$ 400 miliar di- tambahkan penjualan pada Greget untuk menerima penghargaan Adipura ini sayangnya belum diimbangi bersih. Ini adalah suatu kenyataan yang sangat menyedihkan. Mengapa hal ini dapat terjadi, tidak lain karena sikap pemerintah daerah itu sendiri. Mereka tidak menanamkan kesada- ran kepada masyarakatnya untuk hidup dalam kondisi bersih dan sehat, tapi hanya berupaya sekedar merebut penghargaan saja. Biasanya pemerintah daerah hanya melakukan operasi kebersihan pada bulan-bulan tertentu saja, khusunya menjelang bulan penilaian yaitu mendekati 5 Sementara itu pasar pulp disebut-sebut terjadi oversu- plly yang mengakibatkan harga pulp masih sulit untuk didongkrak. Banyak praktisi bidang ini beranggapan harga pulp dan kertas baru akan kembali normal pada tahun depan, setelah permin- taan di Jepang dan Eropa mengalami peningkatan.(al) Tapi kredit itu tak diberikan kepada perajin yang produk- tif, melainkan kepada oknum yang mengaku sebagai pera- jin sepatu," katanya. Rudi E Batlolone, Ketua BPD ARDIN (Asosiasi Re- kanan dan Distribusi Indo- nesia) Bogor juga membenar- kan hal itu. Menurut dia, dari sekian banyak BUMN di Bo- gor, masih banyak yang be- Tum menyisihkan keun- tungan 5% untuk membantu pengusaha lemah (pegel). Pa- dahal banyak pegel di Bogor yang potensial membutuh- kan bantuan tersebut. Hal itu kata dia, diakibat- kan adanya kesenjangan informasi antara BUMN de- ngan pegel. Untuk mengatasi itu, ARDIN berusaha men- jembatani' kepentingan pe- gel dengan BUMN. "Kini Ardin Bogor meng- identifikasi perajin yang potensial untuk diajukan se- bagai penerima bantuan ter- sebut," katanya. (dod) Sebagai Kredit Poin Bagi Kepala Daerah Niat baik pemerintah pusat untuk menggugah dan menciptakan hidup berbuda- ya bersih lingkungan bagi masyarakat dengan merang- sang daerah agar dapat mewujudkan hal tersebut, ternyata masih jauh dari sasaran yang diinginkan. Permasalahan ini timbul karena belum ada kesadar- an dari para pengelola dae- rah dan karena adanya perbedaan persepsi antara Pendekatan ini sebetul- nya cukup efektif, karena dalam waktu yang relatif singkat hasilnya sudah da- pat dirasakan yaitu dengan munculnya banyak kota yang telah memperhatikan ling- kungannya. Hal ini dapat dibuktikan bila kita pergi ke kota-kota baik yang ada di Jawa mau- "Untuk menjamin proses produksi Indah Kiat, diper- "namun semuanya itu adalah biayai sendiri HTI-nya. tor masing-masing. "Dengan pun di luar Jawa, bila dilihat dengan greget untuk hidup pejabat pusat dan pejabat yang menunjukan bahwa daerah. Oleh karena itu ada lukan pasok bahan baku dengan izin Departemen Ke- Langkah ini dipakai karena demikian, kami tak perlu 1.200.000 meter kubik kayu hutanan." sejak awal tak berniat buang-buang waktu datang bulat (log) per tahun. Dari jumlah itu, 25% diperolah melalui pembelian dari luar konsesi Hak Pengusahaan Hutan (HPH)," ujar Nyauw kepada wartawan, Kamis sesuai Rapat Umum Peme- gang Saham (RUPS). Untuk menjamin pasok bahan baku pulp dan kertas Indah Kiat, Dephut membe- rikan konsesi HPH seluas 300.000 hektar. Namun dari kawasan hutan alam yang masih produktif tersebut sekitar 165.000 hektar telah menggunakan Dana Reboi- ke sini," ujar seorang warta- sasi (DR) dan Penyertaan wan. Modal Pemerintah (PMP). Menghindar Acara jumpa pers yang rencananya dilakukan sesu- Demikian juga bila kita dah RUPŠ itu, sempat mem- masuk ke dalamnya lebih buat wartawan orang dari sekedar lewat di jalan Dijelaskan, kayu yang dikonversi ke areal Hutan dengan Direksi Indah Kiat. eksekutif lagi untuk mela- protokol, maka kita akan yani para wartawan. Jumpa menemukan tempat pembu- pers itu akhirnya jadi juga angan akhir dari sampah dilaksanakan, hanya saja kota yang relatif sudah cu- sang Presdir, Teguh Ganda kup memadai. Wijaya naik ke mobilnya, dan menghilang. (29) Tanaman Industri (HTI). Pasalnya, setelah RUPS para Direksi menghindar dari jumpa pers, dan satu-satu langsung pulang. Wartawan hanya terperangah, karena wartawan yang datang se- Dua lokasi di atas sengaja ditonjolkan, karena kalau kita melihat jalan-jalan pro- LintasIndustri Perusahaan Malaysia Investasi di Cina Kuala Lumpur-Perusahaan Ganda Holding Bhd mengatakan pihaknya menandatangani suatu perjanjian melalui anak perusahaannya untuk mendirikan usaha patungan pabrik detergen di Cina senilai 47 juta ringgit. Ngan Chin Wen, Direktur Utama Urico Industries Sdn Bhd seperti dikutip Antara dari Reuter telah menanda- tangani suatu persetujuan dengan pabrik detergen sin- tetis Cina, Guizho Sunda Chemicals Co Ltd dengan modal disetor 33 juta ringgit Malaysia. Urico akan memiliki 30 persen saham dari industri yang terdapat di kota Anshun itu. Pabrik tersebut mempunyai kapasitas awal 50.000 ton per tahun pada saat mulai beroperasi pada tahun 1995 dan 80 persen produksinya akan dijual di Cina. (*) daerah. Sikap "ABS" asal bapak senang atau "APS" asal pusat senang ternyata masih mendasari pola pemikiran para pengelola daerah. Untuk menciptakan ABS atau APS tadi para pimpin- an kepala daerah kemudian melihat praktisnya saja, yaitu guna mendukung pro- gram kota bersih yang diga- lakan oleh Menteri Ling- kungan Hidup, maka dila- kukan kebersihan kota ha- nya pada waktu-waktu ter- tentu saja. Investasi Asing Amerika Serikat Turun Washington-Investasi asing di Amerika Serikat pada tahun 1992 menurun menjadi 2,4 miliar dolar AS, demikian dilaporkan Departemen Perdagangan, Rabu seperti dikutip Antara dari AFP. Penurunan dari 11,5 miliar dolar AS pada tahun 1991 itu merupakan kelanju- tan adanya trend menurun dari investasi pada tahun 1989 sebesar 67,9 miliar dolar AS. Namun penurunan itu tidak seburuk proyeksi sebelumnya yang dikeluarkan departemen itu, yang memperkirakan keluarnya inves- tasi asing sebesar 3,9 miliar dolar AS karena likuidasi. Kelesuan ekonomi yang terjadi sejak tahun 1990 serta penurunan harga dan perdagangan saham real estate di Jepang, menurunkan jumlah investor Jepang, dianggap oleh depertemen itu sebagai alasan terjadinya penurunan investasi itu. Departemen itu menambahkan, investasi Jerman menurun karena reunifikasi negara itu. (*) Prospek Industri Pangan Olahan Cerah Juni. Ironisnya bagi kepala daerah yang sudah berpenga- laman berkali-kali daerah- nya memperoleh Adipura, mereka hanya menggalakan dan menaikkan frekuensi operasi kebersihan pada minggu-minggu terakhir mendekati Juni saja. Beberapa kota yang pada tahun 1993 ini tidak mem- peroleh Adipura maupun Kencana Adipura, sebagian daerahnya tidak menyadari besar jatuh karena kepala bahwa penilaian kota bersih dilakukan sepanjang tahun. Sehingga ketika Tim penilai datang pada akhir atau awal tahun, Tim penilai menemu- kan kota dalam kondisi ko- tor tidak terurus. Hal ini memperlihatkan bahwa kontiunitas pengelolaan kebersihan menurun sehing- ga menimbulkan kesan bah- wa kepedulian untuk men- bersih itu masih dalam ta- ciptakan keadaan kota yang hap hanya sekedar untuk mencari Adipura saja. Demi- kian pula kalau kepala dae- rah tersebut sangat beram- Karena jabatan kepala bisi untuk memenangkan daerah tidak ada yang se- Adipura, maka nampak usa- umur hidup, maka ketika habesar-besaran baik dalam piala Adipura sudah diper- pengerahan dana maupun oleh selama maksimal em- pengerahan masa untuk pat kali, biasanya keadaan melaksanakan kerja bakti kota berturut-turut menjadi kebersihan kota jauh hari merosot dan kemudian ber- sebelum 5 Juni tiba. ubah kembali jorok seperti sedia kala. Pemberian Adipura mau sampai kapan Para pimpinan daerah Jakarta-Prospek ekspor hasil industri pangan olahan Indonesia beberapa tahun terakhir ini menunjukkan trend meningkat. Demikian dikatakan Direktur Indus- tri Pangan Departemen Perindustrian, Ir. Anang Lukman di Jakarta, Rabu (07/7). Selama periode tahun 1992/1993 ekspor mencapai 1,087 miliar dolar AS atau 5,5 persen dari seluruh ekspor aneka industri yang tercatat 19,7 miliar dolar AS. Diakui peran sektor pangan memang masih kecil yaitu hanya 25 persen dari jumlah hasil industri pangan, karena 75 persen terserap untuk kebu- tuhan dalam negeri. Peningkatan terbesar, baik jumlah maupun nilai ekspor diraih dari industri pakan ternak yang pada tahun 1991 berhasil mengekspor 1,6 juta ton senilai US$ 166,5 juta naik menjadi 1,7 juta ton pada tahun 1992 senilai 182,8 juta dolar AS. (*) BIPIK Jambi Bina 35 Sentra Produksi Jambi-Kakanwil Perindustrian Provinsi Jambi, Drs. Djamil Usman mengatakan, Pemda Jambi dalam tahun 1993/94 terus berupaya untuk meningkatkan pembi- naan dan pengembangan industri keci, baik melalui proyek BIPIK, APBD maupun melalui program bapak angkat dan mitra usaha industri kecil. Khusus pembi- naan sentra yang akan dibina tahun 1993/94 sebanyak 35 sentra dengan jumlah perajin sebanyak 525 orang. Disamping untuk program bapak angkat dan mitra usaha industri kecil sampai dengan tahun 1993 dikukuhkan sebanyak 55 perusahaan dengan 96 mitra usaha. Reali- sasi program baru dilaksanakan oleh 31 bapak angkat yang membina 71 mitra usaha industri kecil dengan nilai bantuan Rp 236.525.050,- Untuk penghargaan Upakarti pada tahun 1993 telah diterima usulan calon penerima dari enam Kabupaten-Kotamadya Jambi sebanyak 171 orang. Diharapkan paling tidak delapan dari 17 usulan tersebut dapat menjadi kenyataan. (OT) lupa bahwa dari budaya hidup bersih ini baru akan tercipta keadaan lingkung- an yang sehat dengan tanpa adanya paksaan maupun tekanan-tekanan kepada masyarakat. Hal ini bisa dilakukan bila sejak dini masyarakat telah disadar- kan. 11 Hal ini ternyata berkorelasi dengan kepe- mimpinan yang ada, berhu- bung masa jabatan kepala daerah sudah menjelang berakhir, dengan sendirinya secara praktis kepedulian kepala daerah untuk mem- bawa kotanya menuju pada er- kota yang bersih lestari akhir pula. pemerintah daerah beserta masyarakatnya tidak lagi Sedangkan yang paling parah lagi akhirnya program kota bersih ini ditumpangi bahkan ambisi individu yai- dengan kepentingan politis menghargai Adipura yang berarti Kota Agung, karena prasasti tadi diletakkan pada kota yang penuh sampah jorok dan kotor yang sudah barang tentu sangat berten- tangan dengan arti Adipura itu sendiri. Untuk itu harus ada ba tu untuk memperoleh jen- tas sampai kapan pemberi an Adipura ini akan terus jang kepangkatan yang le- bih tinggi. Mereka mencoba berlangsung, kalau semua mencari kredit point salah kota sudah memperoleh satu dari programnya. Bagi Adipura hal ini menandakan kepala daerah yang telah bahwa minimal semua kota memenangkan Adipura sudah patuh mengikuti pro- mereka beranggapan bahwa gram pemerintah pusat yang telah berhasil untuk mema- jukan daerahnya dan pantas untuk memperoleh jabatan yang lebih tinggi dan berha- rap minimal jabatannya akan diperpanjang. diwakili oleh Menteri Nega- ra Lingkungan Hidup. Apa- kah program pemberian penghargaan Adipura masih harus diteruskan, jika keada annya justru kemerosotan kota-kota yang pernah memperoleh penghargaan kebersihan tersebut maka program Adipura tidak mencapai sasaran yaitu menyadarkan masyarakat untuk berbudaya bersih. Sehingga keinginan terpenu hi karena dengan budaya bersih, dengan sendirinya secara praktis kota akan tetap bersih karena masya- rakatnya menyadari dan bukan para pejabatnya yang hanya sadar hidup bersih karena ada imbalannya yai- tu Adipura. Demikian pula bila sudah ada tanda-tanda bahwa pemberian Adipura dapat diperjual belikan, artinya bahwa pemberian Adipura bisa dilakukan tawar mena- war antara pemerintah dae- rah dengan pemerintah pu- sat atau antar instansi yang menangani pemberian Adi- pura apalagi antara tim penilai dengan pemerintah Sedangkan yang paling memprihatinkan adalah dengan telah dipasangnya piala Adipura pada tugu- tugu di perempatan jalan tru penghinaan terhadap Adipura. Mengapa demikian? Ka- rena itu berarti bahwa kota tersebut telah meme- nangkan Adipura. Dengan keadaan kota yang kembali menjadi jorok dan kotor, maka sangat tidak pantas pemerintah daerah mema- sang prasasti tadi karena tidak ada penghargaan lagi terhhadap Adipura yang melambangkan kemegahan itu. Sebaliknya dengan memasang Adipura pada tugu-tugu dimana kotanya sudah kembali kotor, maka bukan penghargaan terha- dap Adipura oleh pemerin- tah daerah, melainkan jus- baiknya pemberian penghar- gaan Adipura ditiadakan sa ja. Indikasi ke arah sana perlu dipertanyakan kepada diri masing-masing yang berkompeten terhadap pro- gram ini, apakah hal terse but sudah mewarnai peni- laian dalam acara pemberian penghargaan Adipura untuk tahun 1993 ini. Demikian harapan ma- syarakat, karena Adipura adalah sebuah lambang untuk prestasi, dan bukan lambang prestise dari peja- bat daerah yang memper- olehnya. (Dodo Šambodo)
