Tipe: Koran
Tanggal: 1988-11-02
Halaman: 01
Konten
♥ Anda berlangganan HARIAN NERACA Surat Kabar anda Terlambat? Harap anda menelpon 337441 Rabu, 2 Nopember 1988 Bank Swasta Nasional tak Perlu Khawatir Persaingan Jakarta, NERACA ABDULLAH Ali, Presdir Bank Central Asia (BCA) mengatakan, dengan keluarnya Kebijaksana- an 27 Oktober, bank di sini khu- susnya dari kelompok nasional swasta, tidak perlu khawatir de- ngan akan makin tajamnya per- saingan antarbank. Pasar bagi perbankan di Indone- sia masih luas sekali, dan potensi itu ada di daerah-daerah sampai kawasan terpencil sekali pun, tan- das Abdullah Ali ketika menjawab pertanyaan NERACA. Dikatakan, dengan dilepaskan nya beberapa pembatasan, akan memungkinkan semua bank di In- donesia secara leluasa mengem- bangkan kreatifitas dan jaringan operasionalnya. Jakarta, NERACA JARINGAN kerjasama kope- rasi selama ini dinilai Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (DE- KOPIN) Prof. Dr. Sri Edi Swa- sono belum terlaksana sepenuh- nya. Namun pada bagian lain ia mengingatkan, kunci untuk meme- nangkan persaingan tetap terletak pada pelayanan dan efisiensi. "Jadi, tidak usah khawatir, bila "Jadi sekarang, tinggal cara ba- sekarang Pemerintah memperbo- gaimana dari masing-masing bank lehkan bank asing memasuki dae- untuk memanfaatkan kebijaksana- rah," katanya lebih lanjut. Masing-masing koperasi masih bejalan sendiri-sendiri. Padahal kerjasama antarkoperasi merupa- kan potensi bagi koperasi untuk bisa tumbuh kuat. Menurutnya, bila koperasi ingin cepat maju dan berkembang, ja- ringan kerjasama ini harus bisa ditumbuh kan. Sehingga keberada- an koperasi dalam menyongsong era lepas landas Pelita V tidak sangsi lagi. Edi Swasono, berpendapat, un- tuk mewujudkan semua itu Deko- pin mulai menyusun "cooperated network". Begitu juga ia akan mem- an 27 Oktober itu. Menggali po- tensi yang ada di daerah, baik untuk keperluan pertumbuhan bank itu sendiri maupun buat mem- bantu Pemerintah mengembang- kan kegiatan ekonomi masyara- kat," tutur Abdullah Ali yang juga ketua Umum Bankers Club. * Perbankan Siap Gali Potensi Daerah Edi Swasono: Koperasi Masih Berjalan Sendiri-sendiri benahi para stafnya. Sehingga ke beradaan Dekopin lebih berfungsi. HARIAN NERACA Ekonomi untuk Kesejahteraan dan Keadilan Sosial Terbit Pagi 8 Halaman Ketika ditanyakan tentang pe- ranan Dekopin lebih kecil, bila dibanding dengan pemerintah, ia mengatakan semua itu terbentur masalah dana dan sarana. "Terus terang, dana yang ada di Dekopin kecil. Sedangkan, pem- biayaan untuk pengelolaan itu membutuhkan dana besar," kata- kan pengertian, pengembangan kerjasama usaha antara koperasi dengan BUMN dan swasta justru untuk lebih menumbuhkan dan mengembangkan swadaya dan ke- mampuan koperasi. Berkaitan dengan ini, langkah yang akan ditempuh DEKOPIN dalam pengembangan koperasi adalah: 219, Sardar Nagar, Chhani Road Baroda-390 002, India Memberikan dorongan kepada koperasi di bidang usaha, agar koperasi memiliki daya saing kuat KONTAK BISNIS Mencari Mitra Usaha PERUSAHAAN yang namanya tercantum di bawah ini bersumber dari Ekonindo, ingin mencari mitra usaha dalam rangka mengembangkan usahanya di Indonesia. Bagi yang berminat dapat mengadakan hubungan atau korespondensi langsung dengan perusahaan yang bersangkutan. INDUSTRIAL APPLICATIONS Mfr.: Arc welding electrodes. Mfr.: Portable & Mobile Magnetic Crack Detectors. KUTH MINES & MINERALS 412. Anand, 82/84, Kazi Sayed Street, Bombay-400 003 India Exp.: Bantonite, Kaolin (Chaina Clay), Calcite, Gyp sum, Silica sand (Glass sand) Ball Clay, Fire clay, Red oxide, Yellow oxide, Buller's earth. ALLIANZ ELECTRIC & RADIO COMPANY 1745, Bhagirath Palace, Chandni Chowk, Post Box No. 1104, Delhi-110006 Mff.: Carbon Brushes, Sliprings and Brush Holders. INDIAN OXYGEN LIMITED Oxygen House P 43 Taratala Road, Calcutta 700 088 Tlx: 021 7415 YOUNG MANAGER COMMERCIAL STORES PO Box 4281, Marina Lagos Imp.: Hand tools, Hardwares, Locks, Padlocks, Bolts, Hinges, Ply- woods, Veneers, Laminated plastics, Formica decorals, Cutleries spoons knifes folks, China wares, etc. Kamis Terbit 12 Halaman Menyajikan Berita hangat dan aktual di seputar dunia Berita Daerah Bisnis dan Hiburan Satu-satunya harian Ekonomi Indonesia BACA JUGA: Industri Pemakaian Pupuk Meningkat....... Hal II ● Opini Hal IV Keidealan Jim Hughes- Pertanian Petani Lahan Kritis Mulai Bisa Tertawa ● Keuangan Cukup, 11 Bank Asing di Indonesia ● Bursa Harga Emas Turun Hal V Kalangan perbankan yang dihu- bungi NERACA umumnya me- nyatakan siap untuk memanfaat kan Paket Kebijaksanaan 27 Okto- ber itu. Namun respon yang diberi- kan masing-masing bank ternyata berlainan. Hal VI BCA, yang biasanya tiap tahun membuka 10 kantor cabang baru, "Dengan adanya kebijaksanaan ba- ru ini, mungkin akan lebih", ujar Abdullah Ali. Hal VII Selain itu, BCA akan meluaskan bisnisnya dengan melakukan per- siapan seperti peningkatan pendi- dikan latihan kerja untuk para nya. Penilaian ini diberikan Ketua Sementara itu Sekjen Dekopin Umum Dekopin Prof. Dr. Sri Edi Imam Soekarsono SH pernah me- Swasono dalam percakapan khu-ngatakan, Dekopin dalam hal ini sus dengan NERACA, kemarin di akan berusaha untuk menanam- berjalan dengan lancar dan men- membuka kantor pembantunya di neter 27 Oktober, sudah menutup melakukan ekspansi kredit," tam- Jakarta. dalam menghadapi mitra usaha- nya. Mengamati dan menelaah jenis- jenis komoditi yang dapat dikerja- samakan, dengan memegang prin- sip saling menguntungkan pada kedudukan yang sederajat. Mengadakan pendekatan dengan pemerintah untuk membuka ke- sempatan dan menciptakan iklim baik, bagi kerjasama tiga pelaku ekonomi yang akan dapat mening- katkan kemampuan usaha dan menguntungkan bagi koperasi. Langkah-langkah ini akan dapat capai sasaran, bila diikuti dengan upaya untuk meningkatkan ke- mampuan dan peranan koperasi- koperasi penunjang. Koperasi penunjang di sini, yaitu Bank Umum Koperasi Indonesia (BUKOPIN), Koperasi Jasa Audit (KJA) dan Koperasi Asuransi In- donesia (KAI). Dalam hal ini, mereka diharapkan dapat mendu- kung pertumbuhan dan perkem- bangan usaha manajemen kopera- (Ret). si-koperasi lainnya. "Perluasan bisnis ini kami tuju- kan ke daerah, baik dalam meng- gali potensi ekspor. termasuk pula mengangkat kemampuan pengusa- ha-pengusaha lemah," tandasnya. Tapi lain lagi yang akan dilaku- kan PT Bank Tani Nasional, seperti yang diungkapkan presdirnya, Wi- bowo Ngaserin. karyawannya: melakukan peneli- tian pasar dan pengaturan strategi lebih mantap. Jakarta, NERACA SATU tokoh bankir, Abdul Ga- ni, SE Direktur Utama Bank Duta) semalam terpilih sebagai Ketua Umum Perbanas (Persatuan Bank- bank nasional swasta) untuk perio- de 1988-1991. Ketika NERACA menanyakan kepadanya, apakah dengan ada- nya kebijaksanaan baru itu, Bank Tani akan segera membuka kantor cabang. "Untuk sementara ini be- lum. Kami lebih mengutamakan untuk melakukan pembenahan ke dalam," jawabnya. Sementara Robby Djohan (Di- rut Bank Niaga) dan Okky Mon- tery (Chief Executive Chase Man- hattan Bank) menyatakan, pihak- nya sudah siap memanfaatkan, pe- luang yang ditumbuhkan dengan adanya kebijaksanaan 27 Oktober. Robby mengatakan, dengan ke- mampuan profesional yang dimi- liki, Bank Niaga siap melaksana- kan kebijaksanaan itu. I Nyoman Moena (Ketua For- mengumumkan hal itu se- matur) malam, di Auditorium gedung unit III, Kampus STIE Perbanas, Jakar- ta. Bersamaan dengan itu pula di- umumkan 16 personalia pengurus Perbanas lainnya. Robby menuturkan, pihaknya siap untuk turut mengembangkan pembangunan daerah. Khususnya daerah yang memiliki komoditi potensial untuk ekspor seperti Lam- pung, Pontianak dan sebagainya. Dikatakannya, selama ini Bank Niaga juga telah turut membiayai. berbagai komoditi untuk keperlu- an ekspor. Misalnya karet, kopi, gelas dan sebagainya. Meski terlebih dahulu harus mendapat izin dari Kantor Pusat, Okky mengisyaratkan, Chase Man- hattan akan segera memanfaatkan kebijaksanaan 27 Oktober dengan Abdul Gani, Ketua Perbanas 1988/91 Dari komposisi pengurus baru itu, menurut Moema, terdapat dela- pan pengurus lama dan sembilan lainnya adalah wajah-wajah baru dari kelompok generasi muda. Satu posisi penting lainnya, yak- ni untuk Sekreta's Jenderal Per- banas dipercayakan kepada tokoh lama: Drs. Thomas Suyatno, yang dalam periode lalu menjabat seba- gai Ketua Bidang Pendidikan. Pe- nelitian dan Pengembangan Per- banas. la, yang dilahirkan di Kla- ten pada 21 Desember 1940, terca- tat juga sebagai Komisaris Natin Bank, Anggota MPR, salah seorang pengurus DPP Golkar dan Dekan STIE Perbanas. daerah-daerah potensial. "Saya ya- kin, tindakan serupa akan diambil bank-bank lainnya," tandas Okky. Menurut Okky, kebijaksanaan 27 Oktober merupakan paket yang berani, dan dia melukiskan deregu- lasi ini memungkinkan bekem- bangnya deposito berjangka pan- jang. "Dengan adanya kebijaksanaan (Lihat Halaman 8) Sedangkan posisi yang diting- galkan Thomas, kini diduduki oleh DR. Mochtar Riady (dulu sebagai Ketua bidang organisasi). Ia, lahir di Malang tanggal 12 Mei 1929. Jabatan lainnya, adalah Wakil Di- rut BCA. Kemudian bidang luar negeri. dipegang oleh Robby Djohan (Di- rut Bank Niaga). Bidang organisasi dipercayakan kepada Ronny Sujanto dari Bank Internasional Indonesia (BII). Ke- tua bidang tehnis perbankan: Trenggono (OEB); Bendahara Umum, Ir. Rachmat S: Wakil ben- dahara adalah Ali Isnandar dari Bank Bhumi Bahari. Disamping itu, wakil Sekjen dipegang oleh Anwari S. Sementara anggota pengurus Perbanas, masing-masing Drs. Soe- kardjo Soebandi, SH: Timothy B: Muchtar Mandala: Rallie Siregar: Syamsul Nursalim dan Indarto T. Jakarta, NERACA DUTABESAR Republik Indo- nesia untuk Amerika Serikat. A.R. Ramly, Senin di Washington me- nandatangani pinjaman masing- masing dari Bank Dunia dan Bank Exim AS sebesar US$ 131,2 juta lebih. Pinjaman dari Bank Dunia & Exim US$ 131,2 Juta Jakarta, NERACA ADA komoditi baru yang aneh. Kondom yang bisa dimakan. Aneh kan? Namanya saja kondom, kok bisa dimakan. Tapi memang begi- tulah. Akal perkumpulan keluarga berencana memang harus selalu berkar dengan demikian, tujuan ber-KB bisa terlaksana dengan baik. Dari Bank Dunia, Indonesia memperoleh pinjaman US$ 18,4 juta untuk membiayai program pengembangan sumber daya ma- (tree-crop human resources deve- nusia di sektor tanaman keras lopment). Naskah pinjaman itu ditanda- tangani di Markas Besar Bank Dunia oleh Dubes RI untuk AS, A.R. Ramly dan Penjabat Wakil Presiden Bank Dunia, Russel J. Cheetam. Proyek ini bertujuan untuk me- ningkatkan produktivitas sub sek- tor tanaman keras, terutama mela- sektor perencanaan tenaga kerja lui peningkatan kemampuan sub- dan kemampuan untuk mengem- bangkan sumber daya manusia. Keseluruhan proyek itu akan mene- lan biaya USS 26,6 juta. Pinjaman ini adalah hutang ke- dua yang ditandatangani A.R. Ra- (Lihat Halaman 8) Dimana yang jual kondom bisa dimakan itu? Sebentar ya jangan tergesa-gesa. Ikuti dulu cerita ten- tang kondom, KB dan AIDS. Baru nanti, soal kondom yang enak dimakan ini, akan dijelaskan. Kongres Perbanas X yang ber- langsung sejak 1 Nopember, sema- lam ditutup resmi oleh Direktur Bank Indonesia, Suyitno Siswowi- dagdo. (5) Pokoknya di Barat sana. jadi belum masuk Indonesia (mungkin ada saja satu atau dua yang sudah berhasil aiselundupkan ke sini) saat ini sedang gencar-gencarnya di pa- sarkan kondom, itu alat kontra- sepsi pria, ke pasar wanita. Sebab Jakarta, NERACA SECARA implisit, kebijaksana- an keuangan, perbankan dan mo- Abdul Gani dalam sambutan kan. pertama menyatakan, pengharga- an yang tinggi terhadap Ketua Umum lama, I Nyoman Moena. Moena dalam kepengurusan Per- banas yang baru dipercayakan bagai Penasehat. kemungkinan devaluasi, yang se- lama ini menjadi "momok" masya- rakat. Pande Radja Silalahi: Implisit, Devaluasi Sudah Terjawab Demikian pengamat ekonomi dari Pusat Studi Masalah Strategis Internasional (CSIS), Dr. Pande Radja Silalahi kepada NERACA sehubungan kebijaksanaan Peme- rintah, di Jakarta kemarin. la menilai, kebijaksanaan yang cukup berani ini sudah menjawab pertanyaan yang berkembang di masyarakat belakangan ini, tentang momok/hantu devaluasi. "Dengan kebijaksanaan itu, ma- syarakat mempercayai Pemerintah. Karena tidak mengambil kebijak- sa naan devaluasi. Tenyata me- mang, untuk mengatasi kesulitan, ada banyak cara. Dan salah satu- nya, deregulasi ini," kata Pande yang juga Dekan FE Unpar Ban- dụng. la mengatakan, kebijaksanaan ini memungkinkan mekanisme pa- sar berjalan seperti yang diingin- payakan pemberian informasi ke- pada masyarakat tentang kebijak- sanaan ini, dan meyakinkan ma- se-syarakat mengenai posisi lembaga lembaga keuangan dan perbankan yang baik. Maunya pembuat, justru yang harus membeli itu pihak wanita. Maka dicarilah seribu akal. Selidik punya selidik, ternyata wanita eng- gan membeli kondom (secara te- rang-terangan) disebabkan mereka merasa tidak tertarik dengan pembungkusnya. Terlalu to the point begitu! Nomor 956 Tahun ke IV Maunya mereka membeli kon- dom itu yang dibungkus sedemi- kian rupa, sehingga tak bisa me- narik perhatian orang lain saat ia menyerahkan bungkus itu kepada penjual. Malu kan? Kalau bungkus tak kentara, mereka akan biasa membeli untuk suaminya. Salah satu upaya tadi ialah, lahir- nya kondom bertanda dagang Tro- jan. Pembungkusnya warna merah jambu, diatur rapi. Pokoknya CENDERA MATA: Presiden dan Ibu Tien Soeharto Senin malam (31/10) saling menukar cendera mata dengan PM. Belanda dan Ny Ruud Lubbers di Istana Negara, sesaat sebelum jamuan makan malam untuk menghormati tamu negara tersebut dimulai. Presiden Soeharto (FOTO: ANT) menyerahkan sebilah keris kepada PM. Lubbers. Pande Radja Silalahi mengha- rapkan, agar masyarakat mau me- mahami kebijaksanaan ini dan tidak menarik dana deposito me- reka. "Mereka harus ingat, keringan- ma ini jauh dari cukup. Jadi, tepat an yang diberikan Pemerintah sela- bila kini dikenakan pajak 15% atas bunga deposito". "Kita perlu amati bagaimana reaksi dari "kelas kakap". Mereka ini perlu diperhatikan, sebab hanya bisa dilawan dengan angka-angka. Terutama penjelasan tentang ke- Selain itu, pengawasan dari Bank Indonesia, terhadap berbagai untungan menanam modal di Indo- kemudahan yang telah diberikan nesia," ujar Pande lagi. kepada bank. (Lihat Halaman 8) der Dikatakan, yang perlu diamati, terutama setelah 14 November 1988, saat diberlakukannya kebi- jaksanaan pajak atas bunga depo sito. Jakarta, NERACA A.R. Rangkuti di Jakarta, Selasa, Probosutedjo mengemukakan, pe- la pertanian itu juga hendaknya la bahkan meragukan tentang ekspor pesawat terbang dan ber- bagaikendaraan lain ke luarnegeri, DEPARTEMEN Pertanian "Apalagi, setelah bank diberi perlu membuat peta pertanian bisa memunculkan komoditi yang "Apakah benar barang-barang itu dihasilkan masing-masing daerah. kebebasan, dengan menurunkan reserve requirment dari 15% men- jadi 2%. Saya pikir, bank pasti bisa yang tepat, dan mampu memilah berbagai jenis komoditi yang cocok ditanami pada lahan-lahan di selu- ruh Tanah Air. dibeli orang luarnegeri. Jangan- kredit dari perbankan," katanya, jangan hanya untuk memperoleh bahnya. Pembuatan peta pertanian seper- ti itu sudah sangat mendesak, me- la mengatakan, ekspansi kredit ngingat beberapa komoditi yang dapat dilakukan perbankan, tanpa kini ditanami pada lahan-lahan harus menaikkan suku bunga pin- tertentu, tem yata telah membawa hasil yang tidak menggembirakan. jaman kepada pengusaha. Sebab, dengan penurunan reser- ve requirment, perbankan dapat menekan cost of money. "Peta pertanian yang tepat itu perlu ada, sehingga akan terjalin lalu lintas perdagangan yang baik di dalamnegeri," kata pengusaha besar H. Probosutedjo. "Untuk tahap awal, memang pasti mempengaruhi kenaikan su- ku bunga deposito. Tapi tidak ber- arti, perbankan dengan sendirinya menaikkan bunga pinjaman," te- gasnya lagi. Secara panjang lebar ia menu- turkan, pertumbuhan ekonomi yang ingin kita capai pada tingkat yang layak adalah dengan jalan meningkatkan daya beli di dalam- negeri. Sementara untuk memacu Dalam dengar pendapat dengan pasaran keluarnegeri, saat ini se- Komisi IV DPR yang dipimpin dang dilanda kelesuan. KONTRAK KOMPONEN: Dirut IPIN, Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie dan Wakil Presiden General Manajer Divisi Material Boeing Commercial Airplanes, Jim Blue, hari Jum'at (28/10) di Seatlle, AS menandatangani kontrak pembuatan komponen pesawat Boeing 737 senilai 30 juta dolar AS (FOTO: ANT) MILIK MONUMEN PERS NASIONAL Nah, kondom yang berbentuk Gencarnya peringatan wabah jantung hati atau coklat berbentuk AIDS, menjadikan banyak rumah kondom ini, dimaksudkan untuk makan menyediakan kondom un- dimakan. Bakan untuk diulur- tuk para tamunya. Dimeja? Bukan ulur atau rentang-rentang, agar dong. Tapi disediakan di mesin melebar. rokok (yang untuk membelinya harus memasukkan uang logam). Jadi, pembeli tinggal memasuk- kan coin, pencet ini atau itu maka akan meluncurkan sebungkus kon- dom berwarna. Menarik kan? Yang ini lain lagi: Anda ingin Baca saja peringatan yang di- sertakan: "Hanya untuk di dalam. Pemakaian Condom- mint ke ba- gian tubuh akan menyebabkan lengket". Kita tunggu masuknya permen kondom rasa segar pedas! SURAKARTA Fotokopi Bokong SEORANG remaja berusaha untuk meng- kopi bokongnya pada mesin fotokopi di suatu kios fotokopi, yang mengakibatkan peralatan itu rusak berat. Daniel Arndt, pemilik kios fotokopi itu di St. Cloud, Minnesota, AS me- ngatakan, remaja itu membuka celananya dan kemudian duduk di atas mesin fotokopi, ke- tika seorang pegawai sedang melayani pelang- gan lain. Probosutedjo: Perlu Peta Pertanian yang Tepat Surabaya, NERACA DANA yang diperlukan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Ja- wa Timur (Jatim) dalam rangka Kredit Usaha Rakyat Kecil (KURK) ternyata sangat kurang. Dana KURK yang ada memang masih kurang untuk memenuhi permintaan rakyat Jatim. Demikian Direktur Pemasaran BPD Jatim, Drs. Soedjalmo me- ngatakan itu kepada NERACA di Surabaya, baru-baru ini. Untuk melaksanakan pemberi an kredit jenis ini, BPD Jatim didukung Pemda, mengajukan per- mohonan pinjaman lunak dari lem- baga keuangan luarnegeri. Belum lama ini diperoleh pinjaman sejum- lah US $ 1,5 juta. Selain dana ini, juga diperoleh sarana perhubungan berupa ken- daraan bermotor sebanyak 18 yang akan memperlancar operasi KURK. Kaca mesin itu pecah dan merusakkan alat optis di bagian dalamnya, sehingga tidak dapat diperbaiki lagi. Menurut Soedjalmo, dalam upa- ya peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan kre- dit jenis ini, Pos Pelayanan Desa (PPD) dari 37 unit menjadi 148 unit. 42 Tahun Hari Keuangan RI: Kurang, Dana Kredit Rakyat Kecil di BPD Jatim Komisi IV tidak mewakili suatu Probosutedjo tampil di depan asosiasi. Tapi penampilannya, yang didampingi beberapa rekan, kare- na adanya gagasan yang kuat untuk membantu pengusaha lemah, teru- tama para petani. Namun bagi masyarakat yang memperoleh KURK diharuskan menabung dan dipotong pada saat memperoleh kreditnya. dan pendidikan. Menjawab pertanyaan tentang pengembalian kredit, ia menilai masih baik. "Dalam batas kewaja- ran, kurang dari 5% kredit yang nunggak, tapi belum batas tempo, "katanya. Sementara dana 'masyarakat yang dihimpun BPD Jawa Timur berupa tabungan sebesar Rp 4 mi- liar, Simpanan berjangka Rp 18 miliar, dan Giro Rp 21,5 miliar. Diakuinya, memang kecil dana masyarakat yang dihimpun BPD, tapi Direksi BPD akan berusaha memberi penerangan, agar dana masyarakat yang disimpan BPD Jatim bertambah besar. Kelesuan seperti itu juga dia- lami di dalamnegeri. Terutama di bidang perkebunan dan peterna- kan. Di sinilah ia menilai, penting- nya suatu peta pertanian yang mampu menghasilkan jenis komo- diti yang diinginkan. Satu contoh kecil ialah, tentang pengusahaan komoditi bawang pu- tih yang dilakukan pihaknya di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, pada dataran rendah, yang telah mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Padahal, menurut Departemen Pertanian, pengem- bangan bawang putih pada data- ran rendah tidak akan menghasil- kan jenis yang baik. Dengan menggambarkan perhi- tungan-perhitungan yang cukup cermat, dia menilai pengembang- an komoditi ini sebenarnya juga bisa dilakukan di daerah lain. Ka- lau memang ada penyuluhan dan bimbingan yang benar-benar tepat dari pihak-pihak terkait. "Sehingga pada gilirannya, kita bisa menyetop impor bawang pu- tih," kata Probosutedjo. Dikatakan, masih besarnya im- por bawang putih yang kita laku- kan kini, jelas cukup banyak me- nyedot devisa negara. "Padahal, saat ini kita sedang memerlukan devisa yang sangat banyak," ucap- nya lagi. Probosutedjo juga menilai, pe- ngembangan bawang putih sama sekali tidak menganggu tanaman padi. "Harga bawang putih yang cukup tinggi, mampu meningkat- kan pendapatan petani," lanjutnya. Produk Baru: Kondom yang Bisa Dimakan selama ini ada anggapan, yang membeli kondom itu hanya kaum orang tak akan menduga, wanita mencari suatu hadiah untuk ke itu sedang membawa (membeli) sayangan Anda tercinta? Carilah kondom. Sebab bungkusnya mirip sebungkus kondom dengan rasa alat kosmetik. coklat pedas (chocolate-mint). pria, Pemilihan kota Dili sebagai tem- Aeigs Condoms adalah kondom Memangnya ada? ini memang pat penyelenggaraan Munas sung yang dipasarkan Tradewinds Com- ide dari Asosiasi Keluarga Beren- guh tepat, kata Kepala Negara. Ini merce Corps. Kondom ini dibung- cana di Raleigh, Carolina Utara membuktikan, Timor Timur seba- kus mirip bungkusan rokok. Yang yang menjual Condom Mint ber- membedakannya hanya tulisan. Pe- bentuk jantung hati harganya USS mang tidak besar, namun mereka gai provinsi termuda sudah mampu di gedung serbaguna "Matahari Jumlah simpanan rakyat me- rusahaan pembuatnya juga beren- 6 per kotak. cana membuat kondom dalam sua- tu kotak make up wanita memang dibina untuk bisa mena- bung. Yang sampai dengan Juli 1988 lalu Simpanan rakyat yang dikelola KURK hanya mencapai Rp 435 juta. menyelenggarakan kegiatan-ke- giatan nasional yang besar. Diha- rapkan, dengan terselenggaranya Munas ini akan lebih mendorong kemajuan Timor Timur di berba- gai bidang. Terbit" kota Dili ini, Presiden menyerahkan umbul-umbul dan piagam penghargaan Gerakan Pra- muka kepada Kwarda Pramuka tergiat. Selesai ini Kepala Negara dan rombongan meninjau pula Bumi Perkemahan di Akunu, me- nyaksikan pagelaran drumband dengan alat musik tradisional, Sesuai tugas BPD mendorong perekonomian daerah, kredit yang disalurkan BPD Jatim sampai 1988 kepada para pengusaha di Jawa Timur mencapai Rp 180 miliar, termasuk ekonomi lemah Rp 20 miliar. Presiden, Ibu Tien Soeharto, sejumlah menteri termasuk Menlu Ali Alatas dan sejumlah Dutabesar negara sahabat berada di Dili un- tuk keunjungan dua hari, yaitu membuka Munas Pramuka serta meresmikan sejumlah proyek pem- bangunan Rabu pagi ini. Sektor yang ditunjang, adalah bidang industri, pertanian, per- (9). tambangan, perdagangan umum, Ini adalah kunjungan Kepala Menjawab pertanyaan lain ten- tang persaingan antar bank di Jawa Sementara di bidang peterna- Timur, Drs. Soedjalmo menyata- kan dan pertambakan udang, pe- kan sesuai keputusan Direksi BPD nanganan yang dilakukan bebe Jatim, akan terus ditingkatkan pe- ra pa pihak juga sangat lemah. Khu- (Lihat Halaman 8) (Lihat Halaman 8) Pemikir Pendidikan agar: Rumuskan Langkah Memajukan Bangsa Dana KURK pada 1979/80 didukung APBD Tingkat I Jawa Timur sebesar Rp 735 juta. Karena hasilnya positif, Depar- temen Keuangan RI mendukung Dili, NERACA dana pada 1985/86 sebesar Rp 300 juta. PRESIDEN Soeharto menga- Sampai dengan Juli 1988 lalu, jak para pemikir pendidikan untuk memperhatikan lebih dalam tan- perputaran KURK ini mencapai Rp 10,2 miliar yang menjangkau tangan-tantangan masa depan dan merumuskan langkah-langkah tim. yang dapat diambil, agar bangsa Indonesia tidak tetap tertinggal di rakyat sebanyak 313.258 orang. Negara kedua kalinya ke daerah provinsi termuda di wilayah tanah air ini, sejak berintegrasi dengan Indonesia yang akan memberikan arti tersendiri bagi masyarakat Tim- belakang. "Berkat penyelenggaraan Mu- nas di kota Dili ini, para utusan Tujuan dari KURK ini, adalah Gerakan Pramuka yang datang untuk mewujudkan delapan jalur pemerataan, khususnya bagi ma- Dalam sambutannya ketika dari segala penjuru Tanah Air da syarakat di pedesaan untuk me- membuka Musyawarah Nasional pat merasakan dari dekat kehidup- ningkatkan pendapatan, mempero- Gerakan Pramuka di Dili Timor an sesama saudara di Timtim, dan leh kesempatan berusaha, dan per- Timur Selasa siang, Presiden meng- membayangkan bekas-bekas pen- luasan lapangan kerja. Kredit diberikan mulai dari Rp ingatkan, dalam mengejar kema- jajahan asing yang belum terlalu juan, kita harus tetap memelihara lama berhasil kita enyahkan," kata 10.000,- sampai Rp 10.000 yang nilai-nilai luhur. Ini karena kita tak akan ditingkatkan sampai dengan Rp 500.000. Presiden. ingin tercabut dari bumi budaya kita sendiri, Diharapkan, ini akan memberi kesan lebih dalam bagi generasi Untuk menggali dana masyara- "Bangsa yang tidak punya iden- baru Pramuka, yang lahir di alam kat dari rakyat di pedesaan, BPD titas, adalah bangsa yang rapuh. Indonesia merdeka. Dengan de jawa Timur memang belum ada Kita harus merebut kemajuan tan- mikian, generasi baru itu akan seperti Simpedes BRI pa kehilangan kepribadian," ujar lebih tahu makna kemerdekaan, kepala Negara. yang dapat mendorong terpeliha- ranya semangat untuk memberi isi kepada kemerdekaan melalui kegi- atan pembangunan. Dalam acara yang berlangsung Sebelum sambutan Presiden, juga menyampaikan laporan pada acara ini Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, H. Mashudi dan Gubernur Timor Timur Ir. Mario Viegas Carascalao. (18).
