Tipe: Koran
Tanggal: 1988-11-02
Halaman: 03
Konten
a ar m n 0- in ini 18 um ba- isa pa. Du- ro- nit) = n. -k e ut Rabu, 2 Nopember 1988 RAPAT KOORDINASI: Menteri Polkam Sudomo (tengah) didampingi stafnya sedang memimpin Rapat Forum Komunikasi mengenai pemutihan/kelancaran pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia khususnya Malaysia Timur/Sabah, hari Rabu di gedung utama (FOTO: ANT) Polkam Jakarta. Rapat itu dihadiri wakil dari Depkes, Polri, Dephub, Depkeu dan Depnaker. Tak akan Didirikan BUMN "Dengan demikian, berarti pe- merintah mengharapkan peran swasta lebih besar," kata Dirjen Pariwisata Joop Ave menjawab pertanyaan Neraca belum lama ini di Jakarta. Dijelaskan, dalam pembangun- an kepariwisataan apakah hotel, restaurant, obyek-obyek wisata lainnya memerlukan dana yang cukup besar. Padahal dana yang dimiliki pemerintah sangat terba- tas. Dijelaskan, peningkatan jumlah wisatawan Belanda yang datang ke Indonesia sangat kecil yaitu hanya 1000 orang per tahun. Pada tahun 1987 hanya sekitar 50.000 orang saja yang datang ke Indonesia. Dengan demikian wartawan Be- landa yang berjumlah sekitar 15 orang itu diharapkan dapat mem- bantu Indonesia untuk mempro- mosikan berbagai obyek wisata negeri Indonesia. Dalam acara "press dinner" itu hadir empat pejabat tinggi peme- rintah yang memberikan penjela- san dan menjawab pertanyaan ten- lang apa saja yang ingin mereka ketahui. Mataram, NERACA Para pejabat lain yang hadir MESKI Pembangunan Derma- Joop Ave menjelaskan, bahwa da- sebagai pembicara ialah Wakil Ke- ga Poto Tano Sumbawa belum Pemasaran & Promosi Oleh karena itu lanjut Joop Ave, pihaknya mengusulkan agar swasta turut dengan pola pendana- an 70 persen swasta dan 30 persen pemerintah. "Ini bukan swastani- sasi, namun memperankan swas- la," ungkapnya. Sementara itu kepada sejumlah wartawan Belanda Senen Malam Pariwisata Dituntut Efektif perkembangannya yang semakin besar. Selain itu, pelaksanaan promosi dan pemasaran tersebut perlu dilak- sanakan secara terpadu mulai dari sanaannya baik antara pemerintah perencanaan sampai dengan pelak- daerah, pemerintah pusat, maupun dengan dunia usaha. Solo, NERACA DENGAN semakin bertambah- nya teknologi canggih dan sema- kin ramainya pasaran pariwisata mengadakan pemasaran dan promosi pariwisata dituntut cara-cara yang efektif un- tuk mempertemukan permintaan dan pemasaran. Demikian salah satu rumusan yang dihasilkan tim perumus semi- nar sehari tentang Peningkatan Usaha Promosi Pemasaran Bersa- ma Pariwisata Jawa Tengah, di Solo belum lama ini. Selanjutnya disebutkan. kegia- -tan pemasaran dan promosi pariwi sata perlu disesuaikan dengan po- fensi daya tampung sarana dan prasarana pariwisata yang tersedia di suatu daerah wisata. ..Tim perumus yang terdiri dari sembilan orang itu juga menye- butkan bahwa progrm promosi dan pemasaran pariwisata selama - kurun waktu Repelita V yang dila- kukan pemerintah maupun dunia usa ha pariwisata hendaknya di arahkan untuk meningkatkan jum- . lah penyebaran kunjungan wisata yang semakin lus dengan tingkat Jakarta, NERACA ASPEK Security satelit tele- komunikasi yang mengguna- kan teknologi canggih harus terjaga sedemikian rupa, teru- tama dikaitkan dengan perlom- baan kekuaan persenjataan di antara negara negara adhi kua- sa semenjak dari kegiatan fab- riksi, peluncuran penempatan sampai tahap pengoperasian- nya. Itu disebabkan karena tekno- logi satelit dalam teknologi stra- tegis yang erat kaitannya de- ngan aspek Hankamnas suatu negara. Perlu Wadah UNTUK mengatasi permasalah- an dalam pemasaran dan promosi wisata serta untuk mewujudkan kebersamaan langkah, maka da- lam memasarkan produk wisata di Indonesia perlu dibentuk wadah kelembagaan tertentu. Dimana lembaga tersebut harus menggambarkan organisasi man- diri yang ditangani tenaga profesio- nal serta didukung pendanaan ber- sama antara pemerintah dengan dunia usaha pariwisata. Begitu antara lain dikatakan Ir. Jonathan Para pak, Dirut PTI Indosat dalam makalah- nya berjudul "Pemantauan Sa- telit Telekomunikasi" pada se- minar yang diselenggarakan Lembaga Kajian Keilmuan, Se- nat Mahasiswa FHUI belum lama ini. Eksistensi satelit telekomu- nikasi pada saat ini adalah ba- nyak dipengaruhi oleh kemaju- an teknologi lain, seperti elek- tronika, telekomunikasi, kom- puter, peluncuran ke ruang angkasa, pengendalian dan pen- jejakan, material energi dan lain-lain. Dalam hubungan ini tekno- logi satelit komunikasi sudah barang tentu tidak terlepas dari jangkauan hukum dan peng- aturan, karena termasuk dalam teknologi strategis yang erat kainnya dengan aspek perta- hanan keamanan nasional sua- PERHUBUNGAN-PARPOSTEL-TENAGA KERJA tu negara. Indonesia sebagai negara ke- tiga di dunia setelah Amerika dan Kanada dan sebagai nega- ra berkembang pertama yang memanfaatkan sistem tersebut untuk kepentingan telekomuni- kasi nusantaranya maupun re- gional, mutlak pula harus me- nguasai peraturan serta berba- gai perjanjian internasiona bagi suksesnya operasi tersebut. Dengan demikian, kesempatan bagi perusahaan untuk membuka usaha Bursa Kerja Swasta terbuka luas. Perusahaan yang berminat agar menghubungi Kandep Tena- ga di daerahnya masing-masing. Dengan adanya kesempatan Bur- sa Kerja Swasta, berarti para calon pencari kerja tidak perlu harus mendaftar di kandepnaker, tapi pada perusahaan Bursa Tenaga Kerja Swasta terdekat boleh mendaftar. Dengan Mogok Kerja tidak cocok memproses dan menyalurkan ke- dengan Pancasila kat pada tah yang membutuhkan tenaga ker- ja. Ini semua adalah upaya Depna- ker untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat kepada masyara. pencari kerja. Kakanwil Depnaker Sulsel H. Abdul Rasjid Pawelleri, menjelas- kan bahwa sesuai Surat Menaker no. 630/M/IX/88, kepada PPTKI PT. Sunrina Graha, PT. Dharma Purna Yudha, PT. Inata Guna, PT.Amri Brother, PT. Widha Jaya Sentosa dan PT. Five Brother Sara- na Utama, maka PPTKI yang ber- operasi Sulsel diharuskan memben Baru bidang Pariwisata Karena itu, Gubernur Jawa Ba rat HR. Moh. Yogie SM, berusaha untuk melancarkan restrukturisasi pengembangan kepariwisataan di Jawa Barat. Restrukturisasi terma- Pimpinan travel Marzuki Pasa ribu yang merupakan salah seo- Demikian ditegaskan Kepala B- 7 Sulsel Drs. Andi Bangsawan, ke- Penataran ini sangat besar man- Jakarta, NERACA na untuk promosi wisata ke negeri tua BPPT Dr. Parlin Napitupulu, wan Belanda itu, Joop Ave menje- saat nomi penuh di Sulsel. Pengiriman Belanda masih sangat kurang. Se- Jurubicara Deplu Sjamsubahri, laskan bahwa pemerintah melalui rang pengusaha muda yang aktif suk pula industri kecil dan kera- tika menutup penataran Fasilitas faatnya, bagi pribadi, maupun seba- tuk Kantor Cabang dengan Oto- Usaha Milik Negara (BUMN) di landa untuk turut membantu mem- Dirjen Pembinaan Pers dan Grafi- telah bekerjasama dengan perusa- ini melihat bahwa poros Entikong tumbuhan kepariwisatan di Jawa kindo Utama Ujungpandang, pe- naga kerja. Menurutnya penataran TKI keluar negeri, tidak lagi me berfikir untuk mendirikan Badan Barat. kan lalu. P4 dan HIP kali ini, diikuti 30 promosikan wisata di Indonesia. ka Dr. Janner Sinaga sebagai pe- mandu acara. bidang kepariwisataan khususnya untuk mengelola obyek-obyek wi- haan penerbangan Belanda KLM menyelenggarakan promosi wisata di luar negeri. - Tebedu itu merupakan suatu potensi besar bagi Kalimantan Ba- rat maupun Serawak di sub sektor ke pariwisataan. orang tenaga kerja, berlangsung nunggu petunjuk dari kantor pu- selama lima hari kerja. sat. sata. Dirjen Pariwisata mengatakan, Indonesia mengharapkan kedata- ngan sekitar 500.000 wisatawan asal Belanda, sehingga benar-be- nar membantu negeri ini dalam perolehan devisa. Dua pengusaha usaha jasa pa- riwisata, Drs. Kardian dan Drs. D. Rachmat Mangkunegara yang di hubungi di Bandung, mengemuka- kan, sangat menyambut gebrakan gubernur tentang restrukturisasi ke- pariwisataan, mengingat selama ini gerakan usaha kepariwisataan be- lum terpadu. Menurutnya, perbedaan penda- pat antar Pengusaha, pekerja, harus dapat diselesaikan secara musya- warah mufakat sesuai nafas Hu- bungan Industrial Pancasila (HIP) dan P4. Kakanwil Depnaker Sulsel Drs. H. Abdul Rasjid Pawelleri, ingat- kan kepada para tenaga kerja dan pimpinan perusahaan, agar tetap menjalin kerjasama yang baik un- tuk memacu peningkatan produksi. binaan dan Penempatan Tenaga Pembentukan kantor Cabang bagi PPTKI di Sulsel, sepenuhnya didukung oleh Pemda Tk. I Sulsel. Hasil pembentukan Cabang PP- TKI secepatnya akan dilaporkan Menaker Dirjen Pem- Upaya dari PT. Trakindo Utama Ujung pandang, untuk memasyara- Kerja di Jakarta. Sebelumnya, Gubernur HR Moh. Yogie SM menjawab NERA- CA, mengemukakan, para pengu- saha jasa pariwisata hendaknya lebih menumbuhkan pesona wisa- ta bagi turis-turis mancanegara, melalui produknya yang dapat ber- sanding dengan kebutuhan para katkan P4 dan HIP, perlu menjadi "panutan" bagi perusahaan-perusa- haan lain di Sulsel. Sebab dengan melaksanakan penataran P4 dan HIP, berarti ketenangan kerja dan peningkatan produktivitas kerja bagi perusahaan akan terwujud. turis. Sedangkan para pejabat yang banyak mendapat perhatian war- tawan adalah Dirjen Pariwisata Joop Ave, karena dengan bahasa Belanda dan Inggrisnya yang fasih dan lucu beliau sempat membuat gelak hadirin. Pengaturan dan perjanjian yang dimaksud mencakup bi- dang yang sangat luas. Bukan saja masalah penggunaan ruang angkasa untuk tujuan damai maupun masalah alokasi pe- nempatan di Geo Stasioner (GSO) tetapi menyangkut per- janjian keuangan, interreferen- si, pembuatan dan pengadaan- nya, peluncuran, asuransi, alih teknologi, penyewaan transpon- der, pelayanan purna-jual kor- dinasi dengan sistem satelit lain- nya dsb. Begitu pula dengan Dirjen Per- dagangan Luar Negeri P. Nainggo- lanyang banyak menjelaskan seki- tar iklim investasi di Indonesia dewasa ini. Kehadiran wartawan Belanda di Indonesia itu dalam rangka mengikuti perjalanan Perdana Menteri Belanda Ruud Lubbers Menjawab pertanyaan warta- yang mengadakan kunjungan res- wan tentang upaya pemerintah un- mi empat hari di Indonesia. tuk menarik lebih banyak wisata- (Ret) rampung secara keseluruhan, na- mun kini arus penyeberangan dari Labuhan Lombok/Kayangan di- rasakan cukup lançar. Kemajuan sistem satelit itu sendiri, kini mencapai tingkat yang sangat mengesankan sete- lah dikembangkannya teknolo- gi digital, sehingga dapat me- lipat gandakan kemampuan tranponder satelit dan memung- kinkan menempatkan stasiun bumi kecil pada lokasi pama- kai jasa di mana pun mereka berada. Lancar, Penyeberangan Lombok Poto Tano Dari 3 buah Kapal baja yang setiap hari beroperasi untuk trayek Labuhan Lombok Poto Tano, se- muanya kini sudah bisa sandar di Poto Tano setelah pembangunan tahap I sejak tahun 1986/87 dan tahap ke II selesai dikerjakan. Kapal-kapal yang beroperasi di sana kata yang beroperasi mud in Loga ketika Senin di- Perhubungan Darat NTB Ir. Ali- temui di ruang kerjanya masing- masing NUSAWANGI, MUNA- WAR dan Perum ASDP sendiri. Demikian juga pihak pemerin- tah Indonesia telah sering meng- undang pers dan biro-biro perjala- nan Belanda untuk melihat lang- sung obyek-obyek wisata serta fasi- litas yang disediakan untuk pariwi- sata. Lintasan penyeberangan ini baru saja dialihkan dari Labuhan Lom- bok - Alas yang selama ini ditem- puh 3 jam lebih dan kini jarak tempu hanya mencapai 1½ jam saja dari Tano-Labuhan Lombok. Peranan ITU INTERNASIONAL Tele- comunication Union (ITU) yang didirikan tahun 1865 me- rupakan organisasi tertua antar pemerintah menunjukkan per- kembangan pesat sejalan de ngan perkembangan telekomu- nikasi itu sendiri. ITU berperan aktif dalam meningkatkan kerjasama inter- nasional dan merumuskan ke- tentuan-ketentuan mengenai te- lekomunikasi, termasuk teleko- munikasi melalui satelit. Misalnya, pengaturan orbit geostaioner maupun spektrum frekuensi. Dalam konvensi ITU di Nairobi 1982, semua negara anggota ITU sepakat bahwa GSO dan spektrum frekuensi merupakan sumber daya terba- tas. Oleh karena itu harus diper- gunakan secara efisien daneko- nomis dengan memperhatikan negara berkembang serta nega- ra yang secara geografis mem- punyai kepentinan terhadap- nya. Khusus menyangkut peman- faatan GSO, dikenal beberapa pendekatan. Antara lain pende- katan the allotment plan, ditu- jukan dalam penempatan sate- lit baru dengan menitik berat- kan pada hak yang sama bagi negara anggota ITU. Untuk itu pembangunan tahap ke III dari Dermaga Poto Tano ini diharapkan sudah rampung kese- luruhannya sekitar akhir Pebruari 1989 mendatang. Fasilitas-fasilitas yang masih te- rus dikerjakan diantaranya la pang- an parkir seluas 4.200 m2, Gedung terminal 400 m2, Kantor Posjaga, kendaraan operasional dan HT, sehingga Labuhan Tano dapat sele- sai dan berfungsi sejak dengan ren- cana pengaspalan jalan Samerekat Poto Tano sepanjang 12 km. HARIAN NERACA beaya yang diserap untuk seluruh Menjawab pertanyaan tentang pembangunan dermaga Poto Tano itu, Alimudin Loga memperkira- kan lebih dari 36 milyar rupiah termasuk untuk keperluan keleng- ka pan fasilitas penunjangnya. Dalam hubungan ini, Kuasa Ka- kanwil IX Perhubungan Darat NTB Alimud in Loga menitip suatu Sedangkan mengenai tarif kata harapan, agar masyarakat pema- Alimudin Loga menambahkan, kai jasa angkutan di sana tidak hingga kini masih menggunakan harus melihat jarak tempuh yang tarif lama (Lombok - Alas) dan ini makin singkat lalu menuntut ditu- akan berlaku s/d di keluarkannya runkannya tarif. ketentuan baru dari Menteri Per- hubungan RI. Sementara itu dalam rangka memperluas pemasaran perlu disu- sun pola pemasaran sesuai hasil analisa pasar di dalam maupun luar negeri, baik sasaran jangka pendek, menengah dan jangka pan Tetapi dengan keadaan ini ma- syarakat seyogyanya bersyukur bi- Kuasa Kakanwil juga menilai sa mencapai tujuan lebih cepat, arus penyebrangan di Lombok sebab berbicara soal tarif katanya, Tano sebagai tidak terlihat hamba- tidak tergantung dari persoalan tan menonjol, sebab dengan peng- jarak tempuh, lihat saya penye- operasian 3 Kapal itu cukup me- berangan Lembar Padang Bae yang madai dengan arus penumpang, jarak tempuhnya 4½ jam, tarifnya jang, disamping mengadakan pen- kecuali pada saat-saat tertentu se- tidak jauh beda dengan disana. jajakan pasar yang potensial (K-14) perti menjelang dan sesudah Hari (ds) Satelit Telekomunikasi & Pemanfaatannya Kemudian pendekatan im- proved prosedoure yang dituju- kan untuk satelit yang telah ada. Pendekatan ini lebih me- nitik beratkan dalam peman- faatan GSO secara efisien. Pendekatan-pendekatan se- perti itu masih terus dikaji oleh organ administrasi ITU dengan tujuan memperoleh suatu pen- dekatan dalam pemanfaatan GSO yang lebih menguntung- kan bagi anggota ITU. Intelsat Poros Entikong - Tebedu Pintu Keluar Masuk Wisatawan Kalbar Beberapa biro perjalanan umum (BPU) yang di Pontianak yang oleh "NERACA ungkapkan setiap minggunya tidak kurang dari 200 wisatawan dari luar negeri yang umumnya warga- negara Malaysia datang berkun- jung ke Kalimantan Barat. Sehing- ga pintu masuk perbatasan kedua negara itu menjadi lebih semarak dan ramai. masuk bagi wisata wan yang datang maupun kembali dari/ke Kalbar Indonesia. BERBEDA dengan ITU yang berstatus sebagai organi- sasi antar pemerintahan untuk mengatur bidang telekomuni- kasi, maka telah dibentuk juga organisasi badan usaha penye- lenggara telekomuniksi antar negara melalui satelit yang di- sebut International Telecommu- cation Satelite (Intelsat). Intel- sat didirikan tahun 1963. Kehadiran Intelsat ini dia- wali dengan peluncuran satelit telekomunikasi yang pertama tahun 1963 degan nama Farly Bird. Sebagai badan kerjasama di bidang usaha penyelenggaraan telekomuniksi internasional de- ngan satelit pada awalnya ha- nya memiliki 240 kanal pem- bicaraan telepon atau satu ka- nal siaran televisi saja. Organisasi itu terus berkem- Pontianak, NERACA POROS jalan darat perbatasan Entikong (Kalbar) dengan tebedu (Serawak Malaysia) kini semakin ramai dan menjadi "pintu" keluar CA" hari Minggu kemarin di Pon- percepat perluasan kesempatan patan kerja dan mendorong terwu- Depnaker Sulsel, pemberian Ijin Disamping itu, kata Kakanwil Dalam hubungan ini, menurut pimpinan biro perjala na na ta upun tra vel yang ada di Pontianak masih sangat diperlukan adanya suatu usa ha peningkatan pelayanan mi- salnya dengan lebih memperba- nyak bus-bus yang ber AC sehing- ga dapat memberikan kenyaman- andalam perjalanan dari Entikong (perbatasan) ke Pontianak yang memakan waktu sekitar 6 sampai 7 jam perjalanan. Namun demikian, dengan dila kukannya peningkatan jalan jalan raya dari Entikong ke Balai Ka- rangan (17 Km) kemudian dari balai Karangan ke Tanjung 74 Km) yang secara bertahap dilaku- kan oleh pemerintah daerah/pusat sudah sangat menunjang kelancar- an berlalu lintas di kawasan terse- but. Raya, mungkin kondisinya akan berbeda tetapi selalu diupayakan sehingga tidak terjadi adanya ham- ang dilakukan tersebut menambah batan. lebih eratnya kedua ne- gara Indonesia dan Malaysia. Berbicara mengenai tempat-tem- pat wisata di daerah perbatasan, Drs. Koestarto mengungkapkan bahwa di daerah itu banyak obyek wisata yang perlu dibangun. Na- mun sekarang dinas pariwisata sen- diri sedang melakukan inventari- sasi lokasi lokasi mana yang lebih baik di usahakan dan dibuka. Drs. Koestarto menunjuk daerah keca- matan Kembayan yang ada sumber air panasnya memang perlu dilaku- kan penataan, namun sejauh itu dana dana yang ada. masih sangat tergantung dengan Kepala Dinas pariwisata Kalbar itu menghimbau kepada pengusa- ha swasta yang berminat untuk bergerak dalam sektor kepariwisa- taan terutama membangun tempat tempat rekreasi sehingga akan da- pat mendorong lebih besarnya wi- satawan yang datang ke daerah Kalimantan Barat. Karena dengan terbukanya ja- lan raya perbatasan ini sejak bebe rapa tahun lalu sampai kini telah dapat menjadi poros utama keluar masuknya wisatawan luar negeri maupun dari Kalimantan Barat sendiri ke daerah daerah tersebut. Ditingkatkan SEMENTARA itu Kepala Di nas Pariwisata Kalimantan Bara Drs. Koestarto mengakui dengar terbukanya poros jalan perbatasan Entikong ke Serawak melalui Te- bedu dan Serian tersebut meru- pakan poros utama jalan darat Sehingga adanya kunjungan ke- keluargaan, wisata maupun bisnis bang sebagai usaha peningkat- an pelayanan jasa ke seluruh dunia. Beberapa wisatawan yang da- tang dari Kuching Sera wak menya- takan bahwa dengan kunjungan ke Indonesia khususnya Pontianak, Singkawang, Sambas dan sekitar- nya biayanya lebih murah diban- dingkan ke Semenanjung (Kuala Lumpur) (atau ke Singapura. Mereka juga masih sangat me- nyayangkan beberapa obyek wisa- ta yang ada di daerah Kalimantan Barat seperti pantai Pasir Panjang dan Pantai Batu Payung di daerah Singkawang kurang dibenahi se- Untuk itu Intelsat menem- patkan tiga satelit dalam tiga posisi, yaitu diatas lautan At- lantik (Atlanctic Ocean Region- AOR), diatas lautan Pasifik (Pa- sific Ocean Region-POR) dan diatas lautan India (Indian Ocean Region IOR). bagaimana mestinya. "Pantai Pasir Panjang itu cukup baik dan menye- nangkan" kata salah seorang wisa- lawan Malaysia kepada "NERA- Hal itu dilakukan karena tiap satelit hanya mampu menca- kup seperti permukaan bumi (120 derajat) sehingga diperlu- kan 3 satelit. tianak. "Tapi sayangnya keadaan yang masih semrawut membuat kita kurang betah di sana". Sebagian besar wisatawan dari Malaysia itu selain untuk melihat- lihat daerah di Kalbar juga mereka mengakui banyak membeli barang dan terutama pakaian dari Indone sia dan beberapa jenis pecah belah yang katanya sangat menarik. (K-18) Sampai tahun 1986, setiap satelit yang ditempatkan oleh Intelsat (kini pada generasi ke- enam-red), mempunyai kapasi- tas 30.000 kanal dan tiga kanal khusus untuk siaran teve. Kemajuan pesat yang dica- pai setiap satelit tersebut me- mungkinkan pemberian pela- yanan telepon dan siaran tele- visi ke seluruh penjuru dunia lebih andal lagi. Mengingat Intelsat merupa- kan badan usaha bidang usaha penyelenggara pelayanan tele- komunikasi internasional, itu berarti modalnya berasal dari anggota badan tersebut. Pengelolaan dan manaje- men roda organisasi dilakukan oleh negara-negara anggota ter- sebut dengan dipimpin secara Impas, Pesona Turis Mancanegara bagi Jabar Bandung, NERACA PARA pengusaha swasta, ma- sih perlu terus dirangsang dalam suatu kemudahan-kemudahan di bidang usaha dan industri pariwi- sata. Rangsangan ini, dapat meng- impas kunjungan turis mancanega- ra ke daerah-daerah tujuan wisata di Provinsi Daerah TK I Jawa Barat. Juga diharapkan, para tenaga kerja terus meningkatkan keteram- pilan kerja, dan bekerja keras. Tan- pa kerja keras serta keterampilan yang dimiliki, sulit untuk berkem- bang, apa lagi berpacu dengan per- kembangan dan kemajuan tekno- logi saat ini. Hadir pada acara penutupan penataran Fasilitas Simulasi P4- HIP an penyuluhan Astek, kepala bagi wisatawan asing khususnya kepariwisataan, Gubernur Yogie keluarga maupun ditempat kerja, BP-7 Sulsel Drs. H.A. Bangsawan, kembang termasuk Indonesia pada Mengenai restrukturisasi bidang Malaysia untuk masuk ke Indone- mengatakan, selain manajemen/- dana juga menyangkut paket-pa- sia khususnya daerah Kalimantan ket wisata/perjalanan, agar turis dapat langsung dari Jakarta ke Bandung, bagi mereka yang ber- Barat. asal dari mancanegara. Subsidi Ujung Pandang, NERACA PENYEDERHAAN prosedur perizinan ketenagakerajan yang mulai ditrapkan oleh Depnaker Sulsel, sesuai petunjuk Menaker Drs. Cosmas Batubara, sebagai upaya Depnaker untuk lebih mem- DARI kalangan eksekutif di Pemda Provinsi Daerah TK I Jawa Barat, NERACA memper- oleh keterangan, terkait dengan Tahun Pariwisata Jawa Barat 1988 ditingkatkan'dana proyek pengem- bangan pariwisata di Jawa Barat. Untuk proyek peningkatan dan pelayanan TIC (Tourist Informati- on Centre) di Kotamadya Ban- dung, Serang dan Ciamis, yang semula Rp 50 juta sekarang men- jadi Rp 80 juta. Sedangkan bagi proyek rehabi- litasi Anjungan Jawa Barat di TMII (Taman Mini Indonesia In- dah) di Jakarta, dananya semula Rp 20 juta, sekarang ditingkatkan menjadi Rp 40 juta. Khusus proyek subsidi/bantuan pengembangan dan pemeliharaan obyek pariwisata daerah di 24 Dae- rah TK II di Provinsi Jawa Barat, dananya masih berkisar Rp 695 juta. Kakanwil Depnaker Sulsel Drs D. Abdul Rasjid Pawelleri didam- pingi KUPT Drs. Hasanuddin Tan- djoe, menjelaskan kepada "Nera- ca" bahwa deregulasi dan debiro- kratisasi penyederhanaan prosedur Antar Kerja Daerah (AKAD). Dengan SK Menaker No. Kepp 1149/Men/1988, maka wewe- nang pengelolaan dan pelaksanaan Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) sepenuhnya berada di wilayah Depnaker ditingkat kabu- paten. Dalam kerangka mempersiap- kan pelayanan turis mancanegara melalui jasa angkutan udara, maka Pemda Jawa Barat memfokuskan perhatiannya kepada Banda Hu- sein Sastra negara di Bandung. bergantian para wakil-wakil ne- gara anggota dari perusahaan terbesar sampai peringkat 13. Indonesia yang diwakili PT Indosat termasuk dalam nomi- nasi tersebut, termasuk dalam pemberian sahamnya yang be- sar maka Indonesia juga duduk dalam Dewan Gubernur. Untuk itu, dialokasikan dana bagi proyek renovasi terminal Ban- dara Husein Sastranegara Ban- dung, sebanyak Rp 400 juta. Di- susul, adanya proyek penyusunan 'blockplan" Situ Ciburuy di Ka- bupaten Bandung, dengan dana se- (K.10) banyak Rp 100 juta. Sesuai tradisi, kalau saat ini Indonesia yang diwakili Dirut PT Indosat Ir. Jonathan Para- pak duduk sebagai wakil De- wan Gubernur, maka mulai tahun depan selama dua tahun akan duduk sebagai Ketua De- wan Gubernur. Ketua Dewan Gubernur merupakan pimpin- an tertinggi dalam Intelsat." Karena Intelsat merupakan organisasi dunia yang menye- lenggarakan pelayanan teleko- munikasi internasional melalui satelit, maka Intelsat merupa- kan penyelenggara telekomuni- kasi melalui satelit yang bersi- fat single dan global pula. Itu artinya sistem telekomu- nikasi lain, harus melakukan koordinasi dengan Intelsat dan mendapakan rekomendasi un- tuk aspek teknis, keuangan dan hubungan telekomunikasi inter- nasional. Depnaker Sulsel Sederhanakan Prosedur Perijinan dalam kegiatan AKAD mama- hami prosedure, tugas dan tang- gung jawab, serta persyaratan pe- ngera han tenaga kerja Antar Kerja Antar Daerah (Akad). Lewat pe- tunjuk ini, diharapkan dapat me- ningkatkan usaha perluasan kesem- patan berusaha, perluasan kesem- Begitu juga bagi satelit tele- komunikasi Palapa yang dimi- liki Indonesia. Dalam pengope- rasinnya khususnya dalam pela- yanan telekomunikasi interna- sional, Indonesia harus duduk dengan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan Intelsat. (12) Petunjuk AKAD sesuai Sk Me- naker, dimaksudkan sebagai pe- doman Pelaksanaan kegiatan, se- hingga semua pihak yang terlibat Ujung pandang, NERACA MOGOK kerja seperti yang di- lakukan di dunia barat, adalah tin- dakan sepihak dari tenaga kerja yang tidak cocok budaya dengan budaya dan Dasar Negara Panca- sila. Begitu pula dengan Pemutus- an Hubungan Kerja (PHK), sedini mungkin harus dihindari. MILIK MONUMEN PERS NASIONAL SURAKARTA merata. judnya penyebaran penduduk yang P4 dan HIP, kata Andi Bangsa- wan, harus benar-benar dihayati dan diamalkan dalam kehidupan se- hari-hari, baik dalam lingkungan Menurut Kakanwil Depnaker Sulsel Abdul Rasji Pawelleri, An- tar Kerja Antar Daerah (AKAD) termasuk salah satu bentuk meka nisme pelayanan Depnaker kepa- da AKÁD ini, menurut Rasjid Pa- welleri adalah penempatan tenaga kerja dari daerah yang satu, ke- daerah yang lain di dalam wilayah Republik Indonesia, Jadi, bagi perusahaan dan tena- ga kerja, yang membutuhkan tena- ga kerja untuk di pekerjakan di daerah lain, dapat menghubungi Kandepnaker Ujung Pandang, JI. Botolempangan no. 48 Telpn 6030. Kakandepnaker Pare-Pare JI. Halaman III Jend. Sudirman no. 61 Kandepna- ker Bone Jl. Lapawa woi 303. Kań- depnaker Majene Jl. Amma Pato- wali no. 7 Kandepnaker Luwu, dan Kandepnaker Bulukumbu Jl. Kusuma bangsa 66/22 Bulukum- ba. "Nggak mau ah ngapain dicatat- catat" ujarnya seraya pergi ketika Neraca mengeluarkan kertas un- ningkatan kesejahteraan tenaga kerja. Kepala Cabang PT. Trakindo Utama Ujungpandang Toto Su- priyanto SH, mengatakan berkat pembinaan dan bimbingan Kanwil Depnaker Sulsel, penataran P4 dan HIP bagi karyawan PT. Trakindo Utama Ujung pandang dapat ter- laksana Banyak pula yang menyambut dengan sikap acuh dan kurang setuju adanya pendataan oleh Pem- da DKI itu. Namun rata-rata me- rasa bangga setelah pekerjaan me- reka dibicarakan dan tanggapi Pre- siden Soeharto. Rasa bangga itu mendorong mereka lebih bergai- rah dalam berusaha dari sebelum- nya. untuk Bursa Kerja Swasta di Sulsel sesuai SK. Menaker No. Kop. 1150/MEN/1988, wewenang pe- nerbitan dan menanda tangani Su- rat Ijin Usaha Bursa Kerja Swasta diberikan kepada masing-masing Kandepnaker, dengan persetujuan Kakanwil Depnaker Sulsel. serta dalam bermasyarakat. Kakanwil Depnaker Sulsel Abdul Dalam perusahaan, perlu diwu- Rasjid Pawelleri, Kacab Astek Sul- kesatuan, guna mendorong pening- Apindo dan para peserta penata- judkan kerukunan, persatuan dan selra Drs. H. Mufni Munaf, unsur katan produktivitas kerja serta pe- ran. (K-25) "Jadi bagi PTTKI yang tidak mengindahkan Sk. Menaker ter- paksa tidak dapat diberikan izin Operasi di wilayah Sulawesi Sela- tan," ujar Kakanwil. (K-25) MASALAH penciptaan lapang- an kerja dan pembayaran kembali hutang luar negeri merupakan tan- tangan yang dihadapi negara ber- TAKRAGU: Penampungan barang rongsokan di pinggir Jalan Raya seperti dalam gambar ini, selama ini selalu was-was digusur Kamtib. Kini tak ragu-ragu lagi untuk mengumpulkan barang rongsokan sebanyak- (Foto: Sdi/NERACA) banyaknya. Timbul pertanyaan apakah pemandangan seperti ini tetap dibiarkan berkembang, atau perlu ditertibkan?. abad 21. Suatu bangsa hanya bisa survi- val pada abad tersebut bila berhasil memanfaatkan dan meningkatkan peranan sumber daya manusia. Pemulung Ada yang Keberatan Didata Jakarta, NERACA PENGAIS sampah dan pengum- pul barang bekas di Jakarta ada yang keberatan didata Pemda DKI untuk pembinaan dan peneruban. Ada juga yang menyambut baik gais sampah dikawasan peruma- han Pondok Kopi, Jatinegara dan senang serta bangga atas per- hatian pemerintah terhadap usaha menyatakan senang sekali jika ada pendapatan. Tapi sekarang belum ada yang datang ke penampungan nya di Bintara Bekasi Jawa Barat untuk mendata. mereka. Setiap pemulung, krita Otong yang sudah berkeluarga dan ting- gal di Desa Pegaden itu, mesti ada lampak atau penampungan barang rongsokan. Lampak inilah tempat Boss yang disebut Otofag. Bagi pe- mulung ada lampak te tap dan ada "Saya belum merasa ada yang yang pindah-pindah. Lampak yang mencatat" katanya polos. la tam- tetap biasanya pemuling dari dest pak bersemangat bercakap ketika yang datang ke Jakarta semata- Neraca mencatat omongannya. Kemata mencari nafkabi pada saat di tika mendengar ada perhatian Pre- kampung tak ada kegiatan tani. Lampak tempat (tong di Bin- siden terhadap tukang pungut sam- pah, kita semula kurang yakin kata tara Bekasi, ada 2.0 pemulung. Otong, Tapi ada lampak di dekat Pondok Kopi memiliki san pai 60 orang pemulung, katanya. Tapi setelah Bos menceritakan Kalau dulu ada perasaan ragu dan malu mengais sampah dan menghadapi tumpukan barang-ba- nya, untuk mendorong agar kami Dalam operasi, yang dicari ham- rang rongsokan, kini malah ada tak ragu-ragu dan meningkatkan kebanggaan tersendiri," kata mer- semangat mencari barang, baru pir semua jenis barang bekas rong- kami yakin perhatian Pak Presiden sokan. Hanya bekas makanan saja, eka. yang pasti tak diar nbil. lanjutny Dani, 34 tahun asal Purwakarta itu benar," tambah Otong. Menurutnya, selama ini ia Mulai dari semua jenis kertas be ketika ditanya Neraca di kedia- mannya" sisi rel KA Klender, me- agak ragu bila korek bak sampah kas, plastik, beling, kaleng, term ia- ngatakan tidak mau didata petu- rumah tangga. Karena khawatir suk ronsokan atap seng, jenis sesi gas, karena khawatir tak bisa pin- disangka ada maksud lain, Diakui karatan sekalipun, dan potor gar Otong, citra pengais sampah ha- kayupun diambil. dah-pindah tempat. Menurut Dani, sekitar 1977 per- nya sambilan mencari kesempatan tama kali ia mengenal Jakarta warga lengah. Kemudian manfaat yaitu daerah Senen. Kini hampir kankelengahan itu mengambil ba- semua tempat yang banyak ber- rang berharga lainnya. kumpul pengais sampah, pernah didiaminya. Selama di Jakarta şampai seka- rang belum mempunyai KTP, se- hari-hari ia hanya mengantongi surat keterangan jalan dari desa- nya di daerah Kabupaten Purwa karta Jawa Barat. tuk mencatat percakapannya, di- nampak masih berharga, ketika ikuti 5 orang teman sejawatnya. mengumpul di lampak (tempat Lain halnya Otong, 40 tahun penampungan), Boss curiga dan asal Pegadean Subang Jawa Barat mempertanyakannya, tambah ketika ditanya Neraca usai men- Otong: Menurut Otong harga terr aa'nal diterima Boss ad alah Alum irium Rp1000,/kg. bar ang termu gah ka- leng rongsokan Rp 20,/k Tem- pat tinggal dari keranja ng atau gerobak ditangg ung lam pak, tapi makan ayar masing-ma- B. "Yang begitu ada, tapi biasanya mereka bukan berpangkalan tetap. Tetap operasi atau penampung- untuk an pindah-pindah, dan keliling sing, katanya. Penghasilan setiar, hari Rp cari tumpukan sampah hanya sambilan saja. Tapi bagi pengais 2000,- Rp 3000, ada kalanya men- yang berpangkalan tetap. Bossnya capai Rp 5000,-/hari Yang jelas, mantap biasanya mencari barang ujarnya asal me u keli ling tak per- sungguh-sungguh yang tak terpa- nah tak ada pen ghasi' an, sekurang- kurangnya cukup 1 nakan sehari. kai. Sebab jika ada barang yang Sdi
