Tipe: Koran
Tanggal: 1988-11-02
Halaman: 04
Konten
Rabu, 2 Nopember 1988 Keidealan Jim Hughes • Karyawan dijamin takkan ke- kurangan, kerugian fisik atau ter- ancam oleh kehilangan pekerjaan. • Tidak ada diskriminasi dalam maslahat dan standar. Semua dila- kukan secara adil. Mengakui kebutuhan indivi- dual untuk dipuaskan dan mem- buat organisasi kerja yang tak ka- ku. Keunggulan produktivitas Jepang bersumber pa- da moral agamanya. Sebab itu tak ada kekuatan yang mampu menandinginya, melainkan dengan penggunaan daya agama pula. BEGITUKAH pendirian Mac- coby ? Maka, ia memilih Jim Hughes. Hanya agamanya bukan Budha atau Shinto seperti Jepang, tapi Kristen. Ini nampak dalam falsafah ke- pemimpinan Hughes yang sepe- nuhnya berakar pada agama Kris- ten. Cita-cita keagamaannya me- warnai tiap tindakannya. Bagai- mana hasilnya? Bagus. Ia berhasil memesrakan hubungan kerjasama karyawan- manajemen. Partisipasi karyawan terbina. Karyawan pun tak takut berbicara terus terang. Mengeritik yang berkuasa pun mereka berani. Saling percaya atasan-bawahan ter- wujud. Akibatnya? Produktivitas perusahaan yang mundur itu berhasil dipacu mening- kat jadi lebih 200%. Hebat, kan?! Lebih dari itu perusahaan men- jadi lebih kuat bersaing. "Tannoy". Produknya yang po- puler ialah pengeras suara (loud speaker). Perusahaan Tannoy berkedudu- kan di London, Inggeris. Kondisi- nya lemah. Produk nya usang. Pe- posisinya nyaris bankrut. - Ketimbang bankrut yang mem- bawa malu, lebih baik dijual saja. Tannoy pun ditawarkan oleh pe- miliknya. Setelah menghadapi be- berapa peminat, akhim ya dibelilah oleh Harman. Karena manajemen yang mem- bawa bankrut itu jelek, Harman bertekad akan membentuk manaje- men gaya baru. Hal itu terpaksa dilakukan, ka- rena manajemen lama sudah ke- tinggalan zaman, tak cocok lagi dengan masa. Coba! Mereka menerapkan ga- ya manajemen rimba. Falsafah ma- najemen mereka berorientasi me- merintah, mengancam, mendisiplin orang dengan rasa takut dan meng- anugerahi yang setia dengan ha- diah. Di antara para manajemnya me- lakukan tugasnya sebagai avontu- rir. Kasak-kusuk, mendustai, mem- fitnah kawan-kawannya agar diri- nya sendiri naik ke puncak melalui bangkai-bangkai sahabatnya. Prilaku para manajer begitu tak urung mendatangkan rasa cemas, resah dan bing ung para karyawan. Itulah yang menyebabkan mutu, produktivitas dan daya hidup per- usahaan layu dan menuju ke bang- krutan. Guna leluasa membangun mana- jemen baru, Tannoy dipindahkan ke Coatbridge, Skotlandia. Di sanalah Jim Hughes bekerja seba- gai manajer pabrik. Sesuai keinginan Harman, Hug- hes memulai langkah pertamanya dengan mengubah gaya manaje- men. Gaya lama yang berorientasi ketertiban dan engendalian, ia ubah ke orientasi membantu para karyawan. - Kemudian para karyawan dise- leksi ketat. Yang diterima hanya yang betul-betul terampil dan ter- didik. Total karyawan terdiri 70% terampil dan 30% pekerja muda. Di tempat baru itu. Hughes membangun tempat kerja yang nyaman dan memuaskan tiap kar- ya wan. Seterusnya hal terpenting ialah memberikan kepemimpinan. Kare- na dalam pabrik lama di London itu tak ada kepemimpinan, yang membuat perusahaan cepat loyo. Guna menyegarkan pengertian kepempinan, kita ulang lagi difinisi dari George R. Terry." Kepemim- pinan adalah aktivitas mempenga- ruhi orang untuk berusaha menca- pai tujuan bersama secara suka rela." Layak juga kita tambahkan di- finisi kepemimpinan IBM, sebagai suatu kegiatan yang memberi ke- tauladanan dan mengantosiaskan (menyemangati) orang untuk me- laksanakan tugasnya secara ter- baik. Pada Tannoy lama, manajemen- nya bersifat perintah dan meng- Dalam mengembangkan manu- sia, ia berpendapat diperlukan pro- ses keikatan "laju" (kontinyu) yang harus datang dari manajer senior. Penguatan tiap individu dan or- ganisasi harus dilakukan terus me- nerus tiap hari bagaimana pun kecilnya. Mengapa? Untuk itu lambang status ia tiadakan. Semua orang makan pa- da cafetaria yang sama termasuk dirinya sendiri selaku teladan. Tiap Karena kekuatan penyebab ke- munduran itu pada hakekatnya selalu melekat pada tiap individu dan organisasi. Maka, kapan-kapan ia tampil. Karena itulah perlu do- rongan penguat yang laju. Oleh H. Umar Ide-ide itu timbul karena berha- karyawan mendapat maslahat yang sama. la menekankan etika belas kasihan, rendah hati dan saling membantu. Bila dorongan itu meningkatkan silnya Hughes menciptakan iklim yang mendorong dan penghargaan prestasi, maka ganjaran yang layak nyata terhadap para karyawan diberikan, agar prestasi tiap orang yang memberikan ide membangun meningkat pula. Selain itu, sesuai beribu-ribu pulau. Maccoby melukiskan, posisi ajaran agama ia selalu berusaha Tindakannya itu amat berten- - Jim Hughes bekerja sebagai ma- tangan dengan kebiasaan para ma- bersedia membantu Anda." Akhir- Hughes selaku manajer telah men- meningkatkan kerjasama dan to- rupakan terobosan dalam mem- terhadap pesawat udara yang se- kan adanya unsur kesalahan di masalah Agreement tentang IN jadi tumpuan harapan, kecintaan, yang me- lahirkan ide-ide cemerlang dari seluruh karyawan. Dengan kursus-kursus yang ia adakan, ia kembangkan kemam- puan dan keterampilan para karya- wan, tak hanya untuk meningkat- Hughes sendiri. Dalam dirinya ter- kan produktivitas perusahaan, tapi Perubahan ini pada hakikatnya, dilahirkan oleh satu orang, yaitu masarannya Senin-Kamis. Maka. sendiri). Akibatnya senjang atasan- meliputi tujuan ekonomis/teknis dapat kehausan untuk membantu juga untuk meningkatkan kesejah- kapnya berjudul Treaty on Princi- Tuncur lain yang tidak berada di tember 15, 1976). permukaan bumi prinsip yang ber- ladanan, menyemangati, mengan- tosiaskan, tak nampak. Padahal kepemimpinan itu pen- ting untuk meraih tujuan perusa- haan. Tanpa kepemimpinan, tak urung perusahaan apa pun akan mundur dan gulung ukar. Inilah tantangan besar yang di- hadapi Jim Hughes. la berjuang untuk menegakkan manajemen de- mokratis, bukan autokratis. Konsultan Staf Ahli Terbit Pagi hlarga langgan in yang tingkat atas biasanya meman- dang rendah dan angkuh terhadap tingkat lebih rendah. Tai if iklan Mereka menekankan etika ke- bangsawanan (noblesse oblige, ke- bangsawanan menuntut sikap ter- Alam at Redaksi/ Tata (Isaha/Iklan bawahan jadi menganga. Bawahan tak percaya pada atasan. Sebalik- nya juga. Telepoi 1 Telex Berdasarkan etika agama yang belas kasihan pada sesama, Hug- hes berusaha menutup senjang psi- kologis itu. Rencana Hughes untuk "Per- baikan iklim kerja" demi kenya- manan dan kepuasan para karya- wan telah mendapat sambutan amat baik dari para karyawan, Ketua Serikat Buruh lokal, Jim Karenanya hingga kini keluhan mengenai buruknya bahasa Indo- nesia para siswa dan mahasiswa masih juga terjadi. Demikian antara lain kesimpu- lan dari wawancara KNI dengan beberapa linguis di Jakarta. "Orang diajari tata bahasa dulu dan bukannya bagaimana berba- hasa. Akibatnya sampai perguruan tinggi tidak bisa menulis kertas kerja," kata Dr. Muhadjir, dosen Fakultas Sastra Ul. Bahkan agak ironis karena Indonesia memiliki banyak IKIP tapi soal pengajaran tidak juga terpecahkan hingga kini, tambahnya. "Para siswa sepertinya muak dengan bahasa Indonesia," kata Dr. Bambang Kaswadi Purwo, pe- neliti pada Lembaga bahasa Unika Atma Jaya Jakarta.. Rasa muak itu, menurut duga- annya, karena siswa jenuh dengan tata bahasa. Untuk apa mereka harus tahu apa itu kalimat elips, mejem uk rapatan maupun kalimat minor kalau setelah lulus tidak diingat lagi. HARIAN NERACA Maka dari pada siswa bingung apa kalimat itu apakah tidak lebih baik dilatih membuat kalimat, ka- Lanya. Perusahaan Penerbit Pers PT. PERSINDOTAMA ANTAR NUSA Surat Izin Usaha Penerbitan Pers. No. 002/SK/Menpen/SIUPP/ A7/1985 Tanggal 14 Agustus 1985 Bank Bahkan ada kejanggalan yang menurutnya sangat patut disayang- kan, yaitu memperlakukan bahasa sebagai pelajaran yang harus diha- fal. Bambang Kaswanti memberi con- toh dalam pelajaran sastra siswa hanya diberi sinopsis dan bukan nya diwajibkan membaca karya aslinya. Jadi siswa tidak mendapatkan kesempatan untuk menikmati ba- hasanya. yang menjadi penting ada- lah jalan ceritanya dan pelaku- pelakunya. Hal ini, menurut dia. menghambat kreativitas siswa un- tuk membuat kalimat. Pengasuh Pemimpin Umum & Pemimpin Redaksi : Zulharmans Pemimpin Pe rusahaan: Azwirman Noersal Redaktur : BDN Cab. Gambir Jl. Ir. Haji Juanda Rekening Nomor : 30134740 BNI 1946 Cab. Kramat Jl. Kramat Raya Rekening Nomor : 0011472 BRI Cab. Khusus Jl. Sudirman Rekening Nomor : 3145.6823.5 Bank Umum Koperasi Indonesia Jl. Letjen S. Parman Rekening Nomor: 04.1508 Giro Pos: A 13350 : Azwar Bhakti, Ferik Chehab, Drs. Peter Tomasoa : Ahmad S, Adnanputra : Dr. Anwar Nasution, Dr. Alfian, Drs. Abdul Latief, Tanni Abeng MBA, Sanjoto. : 6 X seminggu :-dalam kota DKI Jakarta Rp 5.000,-/bulan luar kota DKI Jakarta/Daerah Rp 5.000,- /bulan ditambah ongkos kirim Display Rp 2.000 per mm/kolom Keluarga Rp 1.000 per mm/kolom Baris Rp 2.000 per baris, minimal 3 baris Cairns, 1977 mengatakan "Saya percaya betul Program Perbaikan Kerja ini merupakan rencana ter- baik yang pernah ditampilkan di Inggeris." Sejak itu Serikat Buruh dengan seluruh karyawan yang ada, men- dukung sepenuhnya perusahaan. Guna meningkatkan produktivi- tas, Hughes melakukan pendidik- an untuk mengubah peran penye- lia dari menga wasi dan mengenda- likan menjadi mengajar dan mem- beri lebih banyak peluang untuk mengungkapkan usul atau uneg- uneg mereka. Ketua SB, Caims menanya Hug- hes," Jika pekerja meningkatkan produksi lewat program itu, apa- kah mereka akan menerima bonus? Hughes menjawab, "Kami akan adil dan akan membagi keuntung-nya Hasan Basri : Jalan Jambrut No. 2-4 Krámat Raya, Jakarta 10430 323969, 332676, 337441 Karang Mengarang Titik Lemah Kita SOAL pengajaran bahasa Indo- nesia yang kurang tepat lagi lagi dipersoalkan para ahli linguistik, meskipun masalah itu telah sejak beberapa tahun lampau dibicara- kan. lebih baik lagi," kata budayawan yang sudah berusia delapan puluh tahun. Tromol Pos No. 386. 46000 NERACA 1 A Jakarta P.T. Agrapress an produktivitas, tapi saya tak dapat menjanjikan bagaimana." Karena puas dengan jawaban Hughes, Ketua SB itu mengatakan, "Saya mempercayai Anda. Saya Setting/Cetak Isi di luar anggun gan percetakan Surat kabar ini dk :etak di atas kertas produksi dalam negeri. ISSN 0215-3181 Hughes. Ini amat berbeda dengan sebe- lumnya di mana antara manajer dengan karyawan saling curiga dan bermusuhan. Program yang dibuat Hughes itu dan sosial/kemanusiaan. Tujuan ekonomis menyebut- kan perlunya perusahaan menda- pat laba dan efisien secara teknis, Tujuan sosial/kemanusiaan menekankan terciptanya kondisi kerja yang nyaman dan memuas- kan semua karyawan. an sem merah tujuan itu, manaje- men menerangkan nilai-nilai seba- gai pedoman dalam mengoperasi- kan perusahaan. Nilai-nilai manaje- men Tannoy itu : mining ini belok, melainkan bagai- mana merangkaianya supaya men- jadi indah." tambahnya. Berbahasa adalah merangkai kata, bagaimana memilih dan me- rangkai kata. Itu yang perlu dipe- lajari, tambahnya, termasuk ber- bahasa efektif dan tidak boros kata. Menurutnya, orang yang tidak sadar bahwa bahasa lisan dan tulis itu berbeda." Leluasa Kurang HAL senada dikatakan Ignas Kleden, MA dan staf LP3ES. Kata Ignas yang diajarkan pada murid sekolah itu bukan kepandaian ber- bahasa melainkan ilmu bahasa. Artinya bukan kepandaian da- lam mengungkapkan diri dengan bahasa Indonesia, mengarang da- lam bahasa Indonesia, pidato da- lam bahasa Indonesia tapi lebih banyak linguistik. Padahal, kata Ignas, anak dapat berbahasa yang baik kalau dia mendapatkan kesempatan leluasa. "Dalam pendidikan saja kan ke- mampuan pendidik sangat terba- tas. Anak-anak nggak boleh men- debat gurunya. Senang kalau murid menghafal. Semua itu membuat bahasa murid sangat lemah, karena orang ber- fikir dengan bahasa. Semakin ku- rang ia berpikir semakin lemah PELBAGAI cara yang ditem- puh oleh ahli-ahli musik dan pen- didik umumnya untuk memupuk kecintaan orang terhadap musik. Untuk membuat supaya setiap ora ng ikut aktif dengan musik. Sekolah-sekolah musik diada- kan sampai ke pendidikan musik yang lebih tinggi dari itu yaitu kon- servatorium. Khusus untuk juru- san ilmu diadakan akademi se- dangkan perguruan tinggi seperti universitas ada jurusan ilmu musik- nya. perbedaan, tapi tujuan sama. Ma- Dalam pelaksanaannya terdapat kin maju suatu negara makin besar FORUM OPINI dicinta. Kepentingan orang lain lebih diutama- kan dari kepentingan diri sendiri. Akan diberikan komunikasi terbuka dan umpan balik antar semua tingkat dan otonomi dalam kerja. Tingkat dan cara memang ber- beda, tergantung pada keadaan di tiap negara. Sebagai imbalan bagi rasa puas- nya, para karyawan telah memberi- kan sumbangan meningkat berupa inovasi untuk kemajuan perusa- haan. Pelbagai ide membangun, me- reka sumbangkan setelah timbul. rasa percaya terhadap mana- jemen. Di tiap sektor dilakukan perbaikan mutu dan cara kerja oleh para karyawan sendiri. Begitu hidup pemikiran dan ke- mampuannya sehingga dapat me- nemukan cara-cara mereka ma- dan menjaga orang-orangnya agar tidak gagal. Fokusnya mengacu ke upaya agar tiap orang yang dipim- pinnya sukses. Tapi betapa pun berlainan cara- cara, tapi ada kita melihat suatu pola tertentu yang diterapkan de- ngan cermat dan penuh perhatian. Namun bisa saja sautu cara dan jalan pikiran yang walaupun sudah didasarkan pada ilmu pedagogik yang sudah mapan, masih bisa mengalami kegagalan. Juga dalam pendidikan musik berlaku, bahwa hanya pengalaman dan mungkin juga kegagalan ber- kali-kali yang membuat suatu sis- tem menjadi baik. Ada suatu yang ideal di masa beberapa puluh tahun terakhir ini, bahwa sistem-sistem pendidikan musik bisa menjadi milik umum, milik semua negara, padahal umumnya negara-negara yang sa- ya sebutkan tadi. la rela berkorban un- tuk anak buah. Ia ber- pendapat, cinta itu ada- lah pengorbanan diri dan memberikan yang lebih baik untuk orang yang bahasanya," katanya. Untuk itu bukan hanya diperlu- kan latihan melainkan juga perlu situasi secara umum. "Kalau saya mendapat bahaya kalau berfikir dengan jelas, untuk apa berpikir jelas? Kalau secara budaya saya ber- bicara jelas dan berpikir secara terang tidak disenangi orang, ya untuk apa saya berbicara secara jelas?," jelasnya. Dalam hal ini guru memegang peranan sangat penting, kata Mu- hadjir, "Memperbaiki bahasa itu pekerjaan guru", kata Prof. Dr. Sutan Takdir Alisyahbana, sastra- wan dan rektor Universitas Nasio- nal Jakarta. Takdir kemudian dengan sema- ngatnya yang masih prima menceri- takan pengalamannya sendiri keti- ka menjadi guru sekolah dasar. Setiap hari ia membawa pulang hasil pekerjaan murid, memberi kan dan membetulkan setiap kesa- lahan. HARIAN NERACA Menurutnya, hanya dengan ca- ra seperti itu murid dapat berba- hasa secara baik. Ia menyayang- kan karena nampaknya hal itu tidak pernah dilakukan lagi oleh para guru. Tapi dalam meng nadapi manu- sia yang berfalsafah hukum rimba, ia hadapi juga dengan cara serupa dan dengan antisipasi. Tujugan Hughes yang utama ialah mengembangkan jiwa karya- wan, menyadarkan mereka ke tuju- an lebih tinggi, meningkatkan hu- bungan kerjasama, melenyapkan rintangan (rasa takut dan egoisme), membuat mereka lebih sukses, hingga hidupnya esok lebih ber- mutu dan lebih sejahtera. sing-masing. Namun di samping apa yang saya sebut yang bersifat nasional, ada misalnya di Eropa Barah pan- dangan dan sistem ahli-ahli di Amerika dan Jepang dan sebalik- nya. Yang membuat masyarakat begitu mencintai musik, dari • anak-anak sampai yang sudah lan- Kalau kita mempelajari usaha- jut usia. usaha yang dilakukan dan didam- bakan oleh negara-negara maju, hampir selalu oleh negara-negara di Eropah, Amerika dan di Asia terutama oleh Jepang, maka kita melihat pelbagai usaha yang diker- jakan dengan penuh kesungguhan dan idealisme. teraan "warga" lebih lanjut. Berkat tinggi kemampuan sum- berdaya manusianya, maka biaya yang tak perlu berakhir. Mutu meningkat. Produktivitas melon- jak. Daya saing menguat. Semua itu membuat perusahaan bertumbuh subur dengan laba yang meningkat, hingga kesejahteraan perusahaan dan karyawan selalu terjamin. (HUHB). s Bersambung "Keidealan Per Gyllenhammar". Tahun 1878 gaji itu dinaikan menjadi paling rendah 75 gulden per bulan dan paling tinggi 150 gulden. Ini sama dengan gaji dok- ter Jawa dan asisten wedana kelas satu (Savitri, 1985). "Kita dapat mendesak para gu- Walaupun bukan jaminan juga ru supaya mengajar lebih teliti, kalau kesejahteraan baik lalu per- lebih keras, supaya bahasa bisa hatian pada murid juga baik. Guru TAPI persoalan kembali pada masalah guru, kata Muhadjir yang menaruh perhatian pada dialek Jakarta. Dia menyangsikan kesang- gupan guru memeriksa pekerjaan mengarang murid, karena umum- nya guru merangkap banyak kelas dan bahkan mengajar di berbagai sekolah. Akibatnya memang tidak lagi waktu untuk mencurahkan perha- tian sepenuhnya pada perkemba- ngan kemampuan berbahasa mu- rid. Barangkali soal kesejahteraan guru menjadi salah satu faktor. Sebagai perbangingan pada masa kolonial Belanda, gaji guru yang sepenuhnya cakap yaitu tamatan sekolah guru berkisar 30 sampai 50 gulden per bulan pada tahun 1858. Oleh J. A. Dungga Perjanjian Internasional Keruangangkasaan Pengantar Redaksi: Artikel ini diangkat dari makalah penulis yang diajukan dalam Seminar 2 hari di FHUI Depok, beberapa hari lalu. YANG dimaksud dengan per- janjian internasional di sini adalah perjanjian yang mengatur peman- faatan ruang angkasa bagi maksud- maksud damai, termasuk pengor- bitan satelit komunikasi. maupun antar kelompok individu percepat terwujudnya Wawasan Nusantara. Sebagai negara pelun- cur satelit (launching state), de- ngan sendirinya Indonesia perlu memperhatikan ketentuan-ketentu- an internasional yang terkait. a. Space Treaty 1967 atau leng- Pada kesempatan ini saya akan menekankan pembahasan pada ti- ga buah perjanjian internasional, yaitu: Space Treaty 1967, Liability Convention 1972 dan Registration Convention 1976. bermain biola dan keluarga biola (alto dan celo). Tapi tentu ada hal-hal yang istimewa pada Suzuki. Begitu pula Hal ini kiranya perlu mendapat perhatian kita karena Indonesia adalah salah satu negara yang telah memanfaatkan ruang angkasa bagi kepentingan Sistem Komunikasi Satelit Domestik Pala pa. 河北 Sebagaimana telah dikemuka- kan dalam makalah Bapak Ir. Jo- nathan Para pak, betapa besar man- faat satelit Palapa bagi sistem komunikasi domestik negara kita yang demikian luas dan terdiri dari SKSD Palapa benar-benar me- ples Governing the Activities of States in the Exploration and Use of Outer Space, including the Moon and other Celestial Bodies (entered into force on October 10, 1967). Musik Mengisi Kehidupan Manusia Belum begitu lama saya menda- mengenai penemuan" arpa kecil patkan bahan-bahan bagaimana di Jepang yang sekarang digemari di Eropah orang sibuk mempraktek- Eropah dan Amerika. kan sistem Shinichi Suzuki. Ialah sistem dan pemakaian biola kecil (ukuran 1/4) untuk anak-anak se- Kita menganggap pendidikan musik resmi lewat sekolah-seko- lah musik dan konservatorium ser- ta universitas sudah merupakan suatu yang standar. Space Treaty ini berisi prinsip- prinsip yang harus diperhatikan oleh negara-negara yang meluncur- kan satelit ke ruang angkasa. Prinsip tersebut yang relevan bagi Indonesia sebagai suatu nega- ra yang memiliki satelit komuni- kasi adalah prinsip bahwa ruang angkasa tidak boleh menjadi obyek tuntutan kedaulatan suatu negara (Pasal II): Bahwa negara peluncur bertang- gung jawab secara internasional atas kerugian yang diderita oleh negara lain yang disebabkan oleh benda angkasa yang diluncurkan- nya (Pasal VII). Bahwa suatu negara dimana ben- da angkasa tersebut didaftarkan tetap mempunyai yurisdiksi dan hakatas pengawasan terhadap ben- da angkasa beserta awaknya sela- ma berada di ruang angkasa (Pasal VIII). Sampai saat ini Indonesia belum menjadi anggota Space Treaty 1967 tersebut. Karena Indonesia merupakan salah satu negara yang telah menempatkan Satelit Palapa di ruang angkasa (GSO) apakah prinsip-prinsip tersebut berlaku bagi Satelit Palapa? Bila berlaku, melalui cara bagaimana proses berlakunya itu? Prof. Dr. Priyatna Abdurrasyid berpendapat bahwa prinsip-prinsip yang terdapat dalam Space Treaty dapat dinyatakan berlaku sebagai hukum kebiasaan internasional. b. Liability Convention atau Convention on International Lia- bility for Damage caused by Space Objects (entered into force on Sep- tember 1, 1972). Pasal II Liability Convention menyatakan: "A launching State shall be ab- solutely liable to pay compensa- tion for damage caused by its space object on the surface of the Earth or to aircraft in flight". Sedang yang dimaksud dengan "launching State" dijelaskan dalam Pasal I (c) sebagai berikut : (i) A State which launches or object; precures the launching of a space (ii) A State from whose territory of facility a space object is launch- ed; Jadi meskipun suatu negara ti- Sudah puluhan tahun di Peran- cis dan di kota Roermond di negeri Belanda ada lembaga Ward yang dengan gigihnya dilanjutkan oleh Lennards. Sehingga masing-masing dengan sistem yang sama mempu- nyai lembaga sendiri yang mem- pergunakan nama-nama masing- masing. Hal ini disebabkan karena makin meluasnya usaha Ward. Kalau saya ikuti perkembangan pendidikan musik untuk umum di negeri yang dikatakan kecil tapi begitu majunya dalam pelbagai bidang, maka kita tidak lain dari pada kagum. Oleh Dr. E. dak meluncurkan sendiri satelitnya atau hanya memberikan fasilitas saja untuk peluncuran disebut seba- gai negara peluncur juga. Dalam hal peluncuran Satelit Paka pa misalnya, baik Amerika Serikat maupun Indonesia adalah negara peluncur dan bila mana ben- da angkasa yang diluncurkannya itu menyebabkan kerugian pihak lain di permukaan bumi atau ter- hadap pesawat udara yang sedang terbang, maka mereka harus ber- tanggung jawab. Apabila terhadap kerugian yang terjadi di permukaan bumi atau Sebab di situ dikenal nama seperti Ad. Heerkens yang pernah bermukim dan mengajar di Ban- dung. Tapi kemudian pulang dan sekarang mempunyai wab yang diberlakukan adalah prinsip tanggung jawab mutlák (ab- solute liability). Maka, terhadap kerugian yang diderita oleh benda angkasa/awak pesawat ruang angkasa negara pe Yang lebih menarik bagi saya adalah usaha perorangan yang di- tujukan kepada setiap umur, untuk anak-anak dan untuk orang de- Dalam hal ini pemerintah bia- sanya mempunyai saham yang be- sar, paling tidak dari sudut dana. Menurut saya di sini memang Hal ini saya tahu dari lembaga Eropah dan Amerika merupakan teruji daya kreativitas sistem seper- yang ada di luar negeri, yang dilak- wasa. kolah dasar dan pra-sekolah. Sedangkan kita tahu bahwa Mungkin persepsi tentang tata informasi dunia baru, yang diku- mandangkan sejak pertemuan pa- ra menteri penerangan negara ang- gota Gerakan Non Blok tahun 1984 di Jakarta, benar adanya. Yakni tata informasi yang adil dan seimbang bagi seluruh bagian dunia, baik dunia Barat, Timur maupun Dunia Ketiga. Tata infor- masi dunia baru sebagai pengganti tata informasi yang timpang, yang lebih menguntungkan negara nega- ra industri maju untuk kerugian negara-negara berkembang. Tapi mengenai tata informasi Islam, apakah persepsi umum iden- tik dengan tata informasi dunia baru? Kalau jawabannya, "ya", apakah persepsi itu benar? Apakah tata informasi dunia baru produk Gerakan Non Blok sama dan sebangun dengan tata informasi Islam yang tengah diper- juangkan oleh OKI? Jawabannya yang benar, "serupa tapi tak sama." 25 Tata informasi dunia yang kita kenal sekarang bertolak dari disi- plin ilmu komunikasi yang meru- pakan ilmu terapan dari kelompok ilmu-ilmu sosial. Ilmu tersebut muncul dari dua benua, Amerika dan Eropa. Di Amerika mula-mula dikenal seba- gaijurnalism yang kemudian ber- kembang menjadi Science of Mass Communication dan akhimya, Sci- ence of Communication atau Com- dalam hal pendidikan musik. Kita lihat pada usaha dari Pak dan Bu Kasur, Kak Seto dan pada Pranajaya. Menurut saya bukan karena to- koh-tokoh kita tidak atau kurang mampu, tapi masyarakat kita yang masih belum memahami manfaat besar dari kegiatan tersebut. Memang semua saling berkait, harus ada saling pengertian. Suatu hanya dapat dapat maju kita ber- gerak bersama, diusahakan bersa- ma. laku adalah prinsip tanggung ja- wab atas dasar kesalahan (based of fault liability). Berdasarkan prinsip ini pihak korban harus membuktikan ada- nya unsur kesalahan di pihak pe- nyebab kerugian. Sedangkan berdasarkan prinsip absolute liability (tanggung jawab mutlak) ada atau tidak adanya unsur kesalahan tidak dipermasa- croze, Lennards dan sebagainya. Mula-mula pihak vasta yang memulai aktivitas, menjadi pelo- pornya. Setelah berjalan beberapa waktu karena majunya, pemerin- tah lalu memberikan bantuan (sub- sidi). Dan dari tahun ke tahun ban- tuan itu makin besar, biarpun usa- ha lembaga makin besar pula ka- rena ketekunan sendiri. Sekali pemerintah memberikan bantuan maka akan berjalan untuk seterusnya. Kita dibuat iri di sini, jika meli- hat keadaan di Eropah, jepang, Korea dan Amerika. Baru-baru ini saya membaca suatu tulisan yang mengemukakan suatu usaha pula di Jerman, ne- gara yang dikatehui rajin melak- sanakan cita-cita pendidikan musik untuk anak-anak supaya senang kepada musik. lalah yang dilakukan oleh Karl Orff, seorang komposer yang cinta anak. Ia mendidik anak-anak de- ngan alat-alat musik yang seder- hana. Semacam perangkat alat reputasi pukul dari kayu. yang baik karena kegiatannya di Bila kita ada pandangan dan bidang pendidikan musik untuk kegiatan yang dapat dikatakan sempurna itu?*** Belakangan ini muncul pola to- koh-tokoh baru seperti Driessen Y.A Dungga adalah wartawan dan Pienre van Hauwe. Kita di kawakan dan seorang musikolog Indonesia masih tidak seberapa modern. anak-anak. Saefullah lahkan, si penyebab kerugian selalu harus memberikan santunan kepa- da korban. Karena Indonesia belum men- jadi anggota Liability Convention 1972, maka bilamana terjadi keru- gian di wilayah Indonesia akibat jatuhnya benda angkasa prinsip tanggung jawab mutlak tidak dapat diberlakukan. "Bahasa itu seperti menyanyi pendidikan musik yang diadakan nya Jepang misalnya tidak mem- kainya. Asalkan mempunyai daya ancam. Jadi unsur kepemimpinan atau menggambar. Jadi harus ber- oleh pemerintah dan pihak swasta. untuk dapat diterima masyarakat- sumber dari macam sistem untuk ti yang dikembangkanoleh Justine sanakan oleh Ward, Gehrels, Dal- pertemuan OKI di Jeddah, seba- salnya dalam masalah media ko- nya tak ada. Unsur memberi ketau- tindak. Bukan menghafal ini garis Warld dari Amerika. Yang mula-mula mendapat pen- dorongnya dari seorang pendidik bernama Th. Shields. Shields sen- diri kemudian tidak kedengaran lagi, tapi Ward dan lembaganya sudah menyebar kedaratan Ero- pah. Jadi apabila kita akan menuntut santunan, yang berlaku adalah Pa- sal 1365 B.W. yaitu prinsip tang- gung jawab atas dasar kesalahan. Tentu hal ini tidak menguntung- kan karena kita harus membukti- an yang tentunya bukan pekerjaan yang gampang dan murah. c. Registration Convention 1976 atau Convention on Registration of Objects Launched into Outer Space (entered into force on Sep- Konvensi ini mewajibkan nega- Apa itu Tata Informasi Islam? SERING orang dengan rasa municology. Sementara di Eropa, gian dari kekuatan Dunia Ketiga, mantap, tanpa ragu-ragu lagi me- persisnya di Jerman, ilmu ini dike- Dunia Islam pun tidak kecualinya terkena dampak peradaban Barat nal sebagai Publizistik (Publisis- tik). itu, nyebut istilah tata informasi dunia baru. Dengan kemantapan yang sama pula kala menyinggung masa- lah tata informasi Islam yang baru saja menjadi bahan pembahasan pertemuan para menteri penera- ngan negara anggota Organisasi Konperensi Islam (OKI) di Jed- dah. Tapi kelak, baik yang bersum ber dari Amerika maupun Eropa akhirnya bertemu di muara yang sama. Indonesia berangkali meru- pakan contoh yang tepat. Sebagai pewaris Belanda (Eropa), kita se- mula menggunakan istilah Publisis- tik. Kemudian, sesuai dengan per- kembangan, kita memilih istilah yang dianggap lebih tepat; Komu- nikasi. Baik Amerika maupun Eropa kini masih memimpin dunia di segala bidangnya, termasuk bidang komunikasi. Kepemimpinan ini ber- mula sejak lahirnya kapitalisme Kapitalisme inilah yang men- jadikan Barat sebagai pusat-pusat penyebaran kebudayaan ke selu- ruh dunia. Gejala ini bukan saja menjadi- kan Barat dominan atas masyara- kat atau negara-negara lainnya, melainkan juga telah menghilang- kan diferensiasi kultural dari ma- sing-masing negara itu di bawah arus peradaban yang standar, yaitu peradaban Barat. Dengan demikian, kebudayaan yang berkembang di negara-nega- ra Dunia Ketiga ialah kebudayaan yang berinduk ke Barat, colonial culture. Halaman IV ra yang meluncurkan benda ang- kasa untuk mendaftarkannya da lam daftar registrasi dan melapor kan kepada Sekretaris Jenderal PBR (Pasal II.1). Apabila negara peluncur lebih dari satu maka mereka akan me nentukan siapa yang akan mendaf tarkannya (Pasal II.2). Sesuai dengan Pasal VIII Space Treaty 1967, negara yang mendaf tarkan benda angkasa tersebut mempunyai yurisdiksi dan hak kontrol atas benda angkasa terse but. gian besar menyangkut masalah ketimpangan jaringan komunikasi Masalah pendaftaran ini crai kaitannya dengan siapa yang ber tanggung jawab bilamana benda, angkasa tersebut jatuh dan merugi- kan pihak lain di permukaan bumi atau pihak negara peluncur lain- nya. negara-negara industri dan negara-negara Islam. Persis seperti berita yang keluar dari per- temuan Gerakan Non Blok di Ja- karta. masalah Penutup DEMIKIANLAH beberapa yang ingin saya kemuka- kan untuk dipikirkan bersama se- hubungan dengan beberapa per- janjian internasional yang ada kait- annya dengan peluncuran satelit, khususnya satelit komunikasi. Saya sengaja tidak menyinggung mukakan oleh Bapak Ir. Jonathan Para pak. Oleh Imam Halilintars Kalau di Barat (termauk Timur) merupakan pengembangan perada- bannya sendiri, maka di Dunia Ketiga karena pengaruh pola hu- bungan internasional peradaban Ba- rat itu. Mudah-mudahan apa yang dike- mukakan di atas ada manfaatnya, khususnya dalam memikirkan per- lu tidaknya Indonesia memasuki, perjanjian-perjanjian tersebut di atas. yang dengan berbagai manifestasi- lingkup pembahasan yang meli- nya merupakan inti dari perada- puti; komunikator, komunikan, ban Barat, pernyataan, saluran dan efek. Tapi mereka kini tengah mencari tata informasi alternatif, tata infor masi Islam yang bersumber dari Ilmu Dakwah. Untuk menjelas- kannya diperlukan perbandingan- perbandingan antara kedua tata informasi itu Ilmu Komunikasi dan Ilmu Dakwah. Kalau tata informasi Barat ber- tolak dari akal budi berisi konsep kebahagiaan manusia pada umum- nya, maka tata informasi Islam bertolak dari wahyu Ilahi yang berisi konsep kebahagiaan yang bersumber pada kitab suci. Baik Barat maupun Islam dalam pelaksanaan mempunyai ruang Di samping adanya persamaan, antara keduanya terdapat juga per- bedaan. Seperti disebut diatas, isi pernyataan ilmu komunikasi ber- Kapitalisme ini kemudian men- dapat kritik dari berbagai pihak pangkal pada konsepsi manusia, yang juga sama-sama bertolak dari filsafat sama yang mengandalkan kekuatan akal dan ilmu huan. pengeta- sedangkan ilmu dakwah konsepsi yang berpangkal dari kitab suci. Motivasi untuk menyampaikan- pernyataan juga berbeda: yang sa- tu karena naluri manusia dan yang an Gejala ini pula yang menimbul- kandampak terhadap pola hubung lain karena menunaikan kewaji- kuatnya interdependensi ekonomi, teknologi dan politik di kalangan adanya kon- ban agama. Etika penyampaian isi pernyataan pun berbeda. Ilmu komunikasi mempunyai sentrasi kekuasaan ekonomi, tek-target yang harus dicapai, yang nologi dan politik di pihak mereka; dan ketergantungan negara-negara berkembang kepada mereka. berarti target tu- gas belum selesai. Tapi perkembangan dunia baru menuntut keseimbangan di semua Tetapi ilmu dakwah, tujuan ti- dak mutlak, sebab tercapai tidak- nya tujuan bukan wewenang ma- nusia. hidang. Tidak kecualinya bidang komunikasi. Inilah gagasan dasar Terutama sekali adanya perbe-- itulah yang men- tentang perlunya diciptakan tata jadi ciri tata informasi yang satu informasi dunia baru. Sampai di dari yang lain. Meskipun demi- sini persoalan jelas. Tapi tata in- kian, bukan berarti antara kedua- formasi Islam, apa pula itu? Berita-berita yang muncul dari nya tidak dapat bekerjasama, mi- Keduanya juga mempunyai per- samaan-persamaan, misalnya, me- ngenai fungsi, yang sama-sama ber- fungsi menyampaikan isi pernyata- an. Sasaran, sama-sama manusia. Tujuan, agar orang lain sepen- dapat dengan orang yang menyam- paikan isi pernyataan. Proses pe- nyampaian, sama-sama mengenal gradasi intensitas, baik dalam cara penyampaian maupun pengguna- an media komunikasi. Dalam ben- tuk penyampaian, bisa langsung- atau tidak langsung. munikasi yang memerlukan perang- kat keras maupun lunak. Tata informasi, baik Barat mau- Proses penggunaan media itu sendiri sejak zaman pra sejarah yang lebih banyak memakai lam- bang yang sederhana hingga kini yang memakai lambang modern, baik non-verbal maupun verbal, mempunyai persamaan antara ke- dua tata informasi itu. Inilah yang dikatakan bahwa tata informasi dunia baru yang dituntut oleh Gerakan Non Blok, serupa dengan tuntutan OKI. Negara-negara Islam yang me- rupakan anggota Gerakan Non Blok juga, memang merasakan ke- Jelasnya penggunaan media ko- tidak seimbangan itu. Jadi dalam munikasi sejak semula memang masalah tuntutan, baik Gerakan mengenal tahapan-tahapan. Sesuai Non Blok maupun OKI," serupa dengan kondisi dunia perimbang- Tapi mengapa "tak sama." mes- an kemajuan yang ada, dunia Keti- kipun "serupa adanya?. Inilah inti ga, termasuk Dunia Islam masih masalahnya yang justru tidak terli- ketinggalan. Ini yang ingin dikejar. Di samping masalah media bat dari hasil pembatasan perte- muan OKI baru-baru ini. yang memerlukan kerjasama, etika penyampaian yang pada dasar- nya berbeda, memang memerlu- kan saling pengertian. Tata infor- ada sekarang ini, baik di Barat masi Barat yang menganggap pe maupun di Dunia Ketiga bertitik kerjaan belum selesai bila tujuan belum tercapai, memberi peluang tolak dari tata informasi Barat adanya paksaan. baik lahir mau- pun batin terhadap sasaran infor- masinya. Tata Informasi Islam TATA informasi dunia yang Hal ini jelas berbeda dengan tata informasi Islam yang bekerja atas tuntutan wahyu Ilahi, yakni bila Bagaimana dengan Dunia Islam kewajiban telah ditunaikan maka yang tengah mengusahakan tata tinggal menunggu kehendak Tu- informasinya sendiri? Sebagai bahan; Man proposes God disposes pun Islam, keduanya memerlukan kedua perangkat itu. PENGORBANAN PARA PAHLAWAN TAK TERNILAI HARGANYA, JASA-JASANYALAH YANG HARUS KITA KENANG. HENINGKAN CIPTA SELAMA 60 DETIK SECARA SERENTAK PADA PUKUL 08.15 WAKTU SETEMPAT (10 NOPEMBER). R
