Tipe: Koran
Tanggal: 1988-11-02
Halaman: 05
Konten
Rabu, 2 Nopember 1988 • Petani Lahan Kritis, Mulai Bisa Tertawa menjadi kesadaran tatkala musim gelombang berlangsung, yang me- ngakibatkan usaha sampingan me- reka sebagai nelayan harus dihen- tikan sementara, mereka mulai menoleh kembali kepada lahan persawahan mereka. Baru sekitar empat bulan lalu, petani Desa Margorejo mulai me- lakukan uji coba penanaman padi dengan menggunakan pola Supra Insus. Semarang, NERACA SEBANYAK 158 anggota ke- lompok tani di Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kini bisa "tertawa" setelah lahan persawa- han mereka mulai menunjukkan hasil yang memuaskan. Desa terletak di daerah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah ini, sudah bertahun-tahun belum per- nah menikmati hasil panen seperti yang diharapkan. Sampai sekarang pun masih cu- kup banyak orang tertarik kepa- danya. Ini mungkin karena buah- nya yang jauh lebih besar diban- dingkan dengan jenis jambu biji lainnya dan penampilan pohonnya yang mungil. Tanaman jambu bangkok ini memang tidaklah begitu tinggi, pa- ling hanya 1,5 m. Jika saat ber- buah tiba, akan bergayut buah- buah besar merangsang. Kadang- kadang pada dahan sebesar jari kelingking terdapat 4-5 buah jam- bu sebesar alpokat. Penanamannya pun tergolong mudah. Ditanam di pekarangan atau di halaman rumah, jambu bangkok ini dapat tumbuh subur, Dalam pot pun bisa berbuah lebat asal selalu mendapat unsur hara yang cukup dan perawatan lain yang memadai. Karena itu, jambu biji ini banyak ditanam orang seba- gai tanaman hias yang sekaligus dinikmati buahnya. Disamping areal persawahan- nya, di daerah pantai, berjarak kurang lebih 100 meter dari garis pantai, juga aliran anak sungai Bodri yang diandalkan untuk me- ngairi sawah mereka, merupakan aliran paling akhir sebelum menuju ke laut. Hal ini menimbulkan masalah Jakarta, NERACA JAMBU Bangkok beberapa Membuat Jambu Bangkok waktu lalu sempat ramai diper- gunjingkan banyak orang dan tidak sedikit yang ingin menanamnya. Asal Biji Cepat Berbuah Dengan adanya sifat-sifat seperti tersebut di atas, tidak aneh jika jambu bangkok menarik perhatian hanyak orang dan tidak sedikit yang ingin menanamnya. Sesuai dengan namanya, banyak orang yang mengatakan bahwa asal (nenek moyang) dan jambu biji ini adalah dari Thailand. Sebe- narnya asalnya bukan Thailand, tetapi dari Vietnam. Sebab, keberadaannya di Thai- land merupakan hasil introduksi dari negara Vietnam seperti kebe- radaannya di Indonesia yang meru pa kan introduksi dari Thailand. Karena keberadaan jambu bang- kok ini di Indonesia berasal dari Thailand, maka tidak aneh jika banyak orang yang mengatakan bahwa asal jambu biji tersebut adalah dari Thailand. utama bagi para petani setempat karena untuk mengairi persawa- han seluas 86 hektar di Margorejo. Sungai Bodri itu tidak banyak membantu mengingat volume air anak sungai itu sudah tersedot sebelumnya pada lahan persawa- han desa tetangga. Pola tanam yang masih dilaku- kan secara tradisional, juga men- jadi penghambat utama sehingga setiap hektar sawah di sana hanya dapat menghasilkan lima sampai enam ton gabah kering panen. Ketika petani di beberapa dae- rah penyangga beras di Jawa Te- ngah mulai melaksanakan Program Supra Insus untuk meningkatkan hasil produksinya, petani Desa Margorejo mulai menaruh perha- tian terhadap pola tanam tersebut. Perhatian para petani berubah Hingga saat ini, bibit yang ba- nyak ditanam berasal dari cangko- kan. Jarang yang menanam bibit asal okulasi, apalagi yang berasal dan biji. Orang lebih menyukai bibit asal cangkokan antara lain karena tanamannya kecil dengan sistem perakaran yang pendek se- hingga bisa ditanam dalam pot. Jika orang tahu bahwa bibit jambu bangkok itu asalnya dari biji, umumnya enggan menanamnya, karena lambat berbuah. PERTANIAN-TRANSMIGRASI-KEHUTANAN & KLH Memang jambu bangkok yang bibitnya asal biji akan lambat ber- buah. Namun demikian, jambu bangkok yang bibitnya asal biji ini bisa dibuat lebih cepat berbuah dengan cara memangkas atau meliukkan cabang-cabang primer- nya. Pemangkasan UNTUK mempercepat berbuah- nya jambu bangkok asal biji terse- but dengan cara pemangkasan, per- tama-tama setelah tanaman ber- umur enam bulan dipangkas seki- tar 40 cm dari permukaan tanah. Biarkan sampai beberapa waktu hingga batangnya mengeluarkan cabang-cabang primernya. Biasa- nya cabang primer yang tumbuh itu antara 2-4 batang. Jika cabang-cabang primer itu sudah mempunyai beberapa pa- sang daun yang dewasa (daun ber- warna hijau tua, kaku dan tebal serta mencapai lebar yang optimal) dilakukan pemangkasan ke dua. Setelah pemangkasan ke dua ini biarkan lagi sampai beberapa wak- tu sampai mengeluarkan cabang- cabang sekunder. Dengan perlakuan tersebut di atas, biasanya pada pasangan daun ke tiga, atau ke empat pada cabang-cabang sekunder tersebut YUYEN QUAN, VIETNAM Vietnam menghadapi hari depan yang kelam jika negeri itu tidak dapat menghimpun penduduknya untuk menanam pohon dan mengurangi keru- sakan keseimbangan ekologi- nya. Kantor Berita Vietnam (the Vietnam News Agence - VCA -) melaporkan bahwa "lebih banyak hutan dirusak tiap ta- hun ketimbang yang dihancur- kan Amerika Serikat dengan bahan penggud ulan hutan dan herbisida selama Perang Viet- nam. Ketika mereka menebang pohon saya mengatakan kepa- da mereka bahwa mereka ha- nya memotong kaki mereka sendiri," kata Prof. Nguyen Co Quy, ahli lingkungan kenama- an Vietnam, yang bertekad menyele matkan banyak daerah yang kini berada di tepi jurang kemerosotan sepenuhnya. Bukti ke purbakala an menun- jukkan bahwa seluruh Vietnam pada suatu waktu merupakan hutan tropis lebat. Petani padi memasuki lembah dan segera memasuki pula daerah bukit dan gunung yang merupakan 75 persen dari seluruh permu- kaan tanah. Vietnam yang mengalami pertumbuhan penduduk yang pesat kini mempunyai kurang dari setengah hektar tanah per orang. Tapi hanya persentase kecil saja dari tanah itu yang dianggap subur, menurut Prof. Quy. Menjadi makin parah de- ngan pengrusakan hutan secara ekstensif selama Perang Viet- nam akibat pemboman, na- palm dan bermacam-macam bahan kimia untuk penggundul- an hutan, dewasa ini Vietnam Pelaksanaan itu bukan hasil dari "suntikan" Pemda setempat, tetapi merupakan ide murni kalangan petani sendiri. Calon transmigran udara asal Lumajang mendarat di Pelut. PEKAN BARU. Menurut Kedua Kelompok Tani Desa Margorejo, Bedjo Sahardjo, dan Pamong desanya, H. Suudi, titik tolak pemikiran memilih pola Supra Insus timbul karena sistem pengairan yang dipakai sampai saat akan tumbuh bunga. Bunga-bunga yang tumbuh ini jika tak ada gang- guan apapun akan jadi buah yang nantinya bisa kita nikmati. Sedang untuk mempercepat ber- buahnya jambu bangkok dengan cara meliukkan cabang-cabang primernya, mula-mula cabang-ca- bang primer tersebut diliukkan ke arah bawah dengan bantuan tali, misal dengan tali plastik atau rafia, sehingga posisi cabang primer men- jadi agak mendatar. Biarkan sam- pai cabang-cabang primer ini me- ngeluarkan cabang sekunder yang tegak. Setelah beberapa waktu, pada ketiak daun dari pasangan daun ke tiga atau ke empat yang ada pada cabang-cabang sekunder tersebut biasanya akan tumbuh bunga yang nantinya akan menjadi bunga, asal tak ada gangguan apa pun. Yang perlu diingat, setiap akan dilakukan pemangkasan, cabang- cabang itu harus memiliki daun- daun yang sudah dewasa. Pemang kasan ini tidak hanya berhenti sampai pemangkasan ke dua, tetapi bisa dilakukan pemangkasan beri- kutnya. Agar cara-cara tersebut di atas berhasil dengan baik perlu diikuti dengan pemupukan yang teratur dan perlu diberi pupuk daun seper- ti pupuk Gandasil, Bayfolan mau- pun bentuk pupuk daun lainnya agar tanaman rajin berbuah. Juga tanaman perlu dijaga dari serang- an hama penyakit. Penanaman pohon, pertani- an-pertanian (agro-forestry) dan kampanye kesadaran me- rupakan unsur-unsur utama da- lam prakarsa pemerintah baru yang bertujuan mengatasi peng- rusakan itu. In Dengan pemangkasan dan de- ngan meliukkan cabang-cabang primernya, jambu bangkok yang bibitnya asal biji yang biasanya lambat berbuah akan lebih cepat berbuah, sehingga akan lebih cepat pula kita nikmati buahnya. (DNI). "Kini terdapat gerakan kuat untuk mengerahkan rakyat menanam pohon buat kayu ba- kar di mana-mana di utara dan selatan, dataran rendah dan pegunungan," kata Profesor Quy. "Kita mencapai beberapa sukses dengan rencana ini dan 300.000 hektar tiap tahun se- dang ditanami kembali. Ini le- bih dari 200.000 hektar yang dirusak tiap tahun." Tapi para ahli internasional mengatakan statistik pemerin- tah kadang-kadang menyesat- kan, dengan menambahkan bahwa Vietnam sedang menu- ju kearah keadaan beberapa negara Afrika dengan lingkung- an yang rusak sepenuhnya kare- na penyalahgunaan Di seluruh dunia, daerah hu- tan di negara berkembang se- dang menyusut dengan kecepa- tan 16 juta hektar tiap tahun, ditebangi untuk bahan bakar, dibuka untuk membuat tanah ta na man pangan atau dipotong untuk tujuan komersial. Para ilmuwan meramalkan bahwa jika kecenderungan itu berlan- jut seluruh lingkungan dunia akan terancam oleh kecende- rungan pemanasan bumi ber- sama dengan erosi dan kehi- langan potensi produksi lokal. Ketika Vietnam untuk per- tama kali menyadari bahwa pe na naman kembali hutan ini dirasakan kurang menguntung- kan. (laterite: hasil sisa pembusu- kan batu berwarna merah, ber- kadar oksida besi dan hidrook- sida alumunium tinggi) dan menciptakan kondisi tanah yang cocok untuk proyek peng- hijauan besar. Akhirnya, secara mandiri kelom- pok tani tersebut mengambil inisi- atif melakukan pembagian air yang hanya mengandalkan anak sungai Bodri dengan adil meksipun volu- menya kurang memuaskan. Tekad yang disertai usaha go- tong royong tersebut ternyata bisa menghasilkan buah yang memuas- kan. Secara musyawarah diputuskan, pembagian air ditentukan berda- sarkan jadwal dari pasaran Jawa. Pada hari pasaran tersebut, jatah irigasi hanya untuk areal sawah tertentu pula, sehingga selama se- minggu jatah air untuk beberapa petak sawah dapat diperoleh de- ngan teratur dan secara adil pula. Petugas pembagian jatah peng- airan juga dilakukan oleh kalang- an anggota kelompok tani secara bergilir yang diatur oleh pengurus Dharma Tirta setempat. Hal ini berarti, kekuatiran akan kekurangan pengairan sudah dapat Diperkirakan US$ I'milyar akan dikeluarkan di seluruh dunia untuk proyek kehutanan serupa dengan tujuan mereha- bilitasi ekosistim yang rusak. Baik perusahaan negara mau- pun koperasi berpartisipasi da- lam kerja kehutanan Vietnam. "Penduduk desa dapat mempe- roleh pendapatan dari produk mereka dan juga memberi sum- bangan kepada negara," kata seorang pejabat kehutanan. ditanggulangi. Setelah sistem pengairan dapat diperbaiki, maka mereka mulai melakukan pola penanaman serta pemeliharaan sesuai dengan pro- gram Supra Insus. Pemilihan bibit padi mulai di- lakukan secara seksama, demikian pula mengenai kegiatan pemupuk- an serta pemberantasan hamanya. Terlebih lagi, dengan adanya semakin terdorong untuk lebih giat paket kredit Rp 87 juta, mereka menggarap lahan persawahan me- reka. Empat bulan berikutnya, atau pada akhir Oktober 1988, panen perdana pola tanam Supra Insus di Desa mengagumkan. sangat (Ant). Usaid Bantu Teknis Manajemen Sumber Alam Palangka Raya, NERACA BADAN Pembangunan Interna- sional Amerika Serikat (Usaid) akan memberikan bantaun di bi- dang teknis manajemen sumber daya alam kepada pemerintah dae rah se-Kalimantan. "Ini adalah realisasi kerjasama antara Pemerintah Indonesia de ngan Usaid dalam bidang menjaga kelestarian alam dan lingkungan- nya," ujar Ketua Bappeda Kali- mantan Tengah H. Maseran H. Masyuhur kepada ANTARA, pe- kan ini. Menurut Maseran, bantuan yang akan diberikan oleh Usaid adalah berupa pendidikan dan latihan me- lalui proyek "Manajemen sumber daya alam." Pemda yang akan memperoleh bantuan adalah Kal- sel, Kalbar, Kaltim, dan Kalteng. Mereka yang akan mengikuti pendidikan dan latihan itu ialah para pejabat dari instansi terkait di daerah masing-masing, seperti dari kanwil Departemen Kehutanan, Kanwil Pertambangan, Kanwil Pertanian, Dinas Perkebunan dan Kanwil Transmigrasi. Dalam kaitan itu, sebuah tim dari Usaid telah berada di Palang- ka Raya sejak tanggal 30 Oktober, dan akan berada di Kalteng selama sepekan. Tim dari Usaid itu dipimpin Dr. Gordon Appleby beranggotakan tiga orang yakni Dr. Tim Babcock (urusan Pemda), Dr. Jan Salick (ekologis), dan Dr. John Mackin- non. Undang undang pemakaian tanah baru yang memberikan tanah yang telah ditanami kem- bali kepada keluarga perorang- an mulai menunjukan keber- hasilan, menurut para pejbat di Tuyên Quan. malam, tim tersebut me- ngadakan pertemuan dengan Wa- gub Kalteng Victor Phaing di Pa- langka Raya guna memperoleh masukan-masukan informasi awal. Pertemuan dilanjutkan dengan se- jumlah instansi terkait, antara lain Kepala Kanwil/dinas kehutanan, agraria, dan transmigrasi. Selama di Kalteng, tim Usaid itu meninjau suaka alam Bukit Tang- kiling (Kodya Palangka Raya) ser- ta daerah pertambangan emas Ka- songan (Kabupaten Kotawaringin Barat). (Ant) Oleh Philip Gorton Masukan seperti pupuk dan mesin biasanya berasal dari pemerintah atau negara donor. Pemerintah Swedia, yang tidak memperdulikan embargo pim- pinan Amerika Serikat tentang bantuan pembangunan resmi kepada Vietnam, sedang me- nangani proyek-proyek perta- nian-kehutanan besar di daerah perbukitan dan pegunungan di perbatasan baraida ya. Para pejabat Vietnam me- ngatakan mereka mulai mema- kai bakat anak-anak muda. "Se- HARIAN NERACA orang murid sekolah dasar me- nanam satu pohon, seorang sis- wa sekolah menengah pertama menanam dua pohon dan seo- ra ng pelajar sekolah menengah atas menanam tiga pohon seta- hun," kata Profesor Quy, yang berkampanye melalui radio dan langsung sendiri dengan pertunjukan slide dalam upaya- nya memajukan penanaman hutan kembali besar-besaran. Antara tahun 1985 dan 1986, para pelajar menanam 52 juta pohon dan membuat kebun bibit seluas 619.800 me- ter persegi. Para pejabat kehu- tanan dan akademisi Vietnam masih menyalahkan sebagian besar krisis kimia buruk negeri itu akibat kerusakan ekstensif terhadap lingkungan yang di- lakukan selama Perang Ame- rika. Profesor Quy, seorang ang- gota partai, baru-baru ini mem- bantu menyiapkan sebuah la- TAK SERASI. Industri pemecah batu berkapasitas tinggi seperti tampak dalam gambar, sungguh tak serasi dengan lingkungan. Mesin pemecah batu yang banyak menimbulkan debu ini berada di tengah kota, persisnya di pinggir jalan By.Pass berdampingan dengan gedung kantor bersama Jaktim. (Sdi/Neraca) Penebangan Hutan di Simalungun Belum Pengaruhi Air Vietnam Hadapi Krisis Lingkungan Serius menghadapi krisis lingkungan dengan proporsi luar biasa. yang gundul perlu sekali bagi pembangunan telah dilakukan beberapa kesalahan. "Pohon cemara tidak merupakan sukses utama di utara," kata seorang ahli riset kehutanan. Kini pohon-pohon lokal se- perti akasia ditanam kembali dan sering ditumpang-sarikan dengan tanaman teh dan ka- cang tanah. Di mana tersedia bantuan besar pemerintah atau internasional buldoser-buldoser besar dipakai untuk menghan- curkan bagian rendah laterit Medan, NERACA GUBERNUR Sumatera Utara, lum melihat pengaruh langsung Raja Inal Siregar menyatakan be penebangan hutan di Sibatu Lo- ting, Simalungun, dengan menu- runnya debit air Sungai Aek Bah Kisat yang selama ini dimanfaat- kan petani setempat untuk pengair- an. Penebangan hutan alam yang diikuti pembakaran itu, ternyata berakibat menimbulkan kegelisa- han Simalu- ngun, karena air sungai yang men- jadi sumber irigasi mereka mulai surut. "Nanti dilakukan peninjauan kembali sekaligus melihat areal persawahan yang mengalami keke- ringan," kata gubernur kepada pers hari Senin di Medan menge- nai hasil kunjungannya meninjau hutan Sibatu Loting, suatu kawa- san hulu sungai yang kini menjadi topik hangat. Jakarta, NERACA HAMA sarangan tanaman Tro- goderma Sp. yang belum pernah, melaporkan ada di Indonesia, ter- nyata masuk lewat Km. Moran Bong yang membawa bungkil biji bunga matahari untuk campruan makanan ternak. Yang masuk lewat pelabuhan Tanjung Priok sudah difumigasi sejak Minggu (30/10), sedang yang masuk ke Tanjung Perak, Surabaya, belum diketahui, kata Kepala Karantina Pertanian drs S. Isnad, Senin. Hama Trogoderma Masuk ke Indonesia Fumigasi di Pelabuhan Tanjung Priok selama 24 jam sejak Minggu (30/10) dan akan berakhir Senin siang sekitar pukul 14.00-15.00 WIB, setelah terlebih dahulu dila- kukan penyemprotan dengan in- sektisida. Penemuan hama yang dikata- kannya sebagai belum pernah di- laporkan ada di Indonesia itu ter- jadi pada Jumat (28/10) dan pi- haknya langsung melakukan pe- nyemprotan dengan insektisida ke- tika kapal bergerak merapat ke dermaga. Penyemprotan itu untuk isolasi, katanya, begitu juga ketika 1.028 ton bungkil biji bunga matahari itu dimasukkan ke gudang 203 Tan- jung Priok. Menurut Isnadi, setelah isolasi dengan penyemprotan dan ditutup itu untuk kebutuhan bahan baku yang kemudian diganti dengan je- nis pohon ecalyptus yang dapat ditebang setelah berusia tujuh ta- hun. poran BBC (British Broadoas- ting Co) berjudul Setelah Kebakaran yang meneliti luas- nya kerusakan lingkungan aki- bat perang. "Tanah seluas 1,7 juta hek- tar rusak akibat penyemprotan hampir dua juta hektar tanah hutan," katanya. "Hal ini meng- akibatkan kerusakan daerah. luas dengan ekosistem kaya me- lampaui titik pemulihan. Disamping itu 25 juta lubang bom kini menandai daerah itu yang jelas kelihatan dari udara. Banyak dari lubang itu susah ditimbun karena tanahnya men- jadi padat, kini menjadi tempat berkembang-biaknya nyamuk malaria, menurut Profesor Quy. Sekitar 264 kilogram bom telah dijatuhkan untuk tiap orang di Vietnam." "Akar, jamur, mikroorganis- me dan bunga tanah yang mem- punyai arti penting khusus da- lam penyimpanan dan pema- kaian kembali bahan gizi da- lam ekosistem telah hilang. Se- jak itu sebagian besar tanah yang telah menjadi sasaran pemboman dan perang kimia menjadi gersang. Ir. Pengaribuan dari Bagian Pe- ngairan Dinas PU Sumut yang hadir dalam pertemuan itu me- ngatakan, jika pemotongan hutan melebihi ketentuan, yakni 1.500 ha pertahun, akan sangat berpe- ngaruh terhadap areal persawahan Herbisida seperti Agent Orange, yang dianggap oleh banyak tokoh dalam masyara- kat ilmiah internasional men- jadi sebab cacat lahir, masih te ta pada dalam bentuk sisanya tanah yang tersembunyi dang dan sungai. Tanah yang menjadi sasaran penyalahgunaan seperti itu su- kar pulih kembali, karena po- hon-pohon yang mengadung sebagian terbesar bahan gizi di daerah-daerah tertentu sudah punah. lumbung beras di Sumut Kepala Dinas Kehutanan Sum- ut, Ir. A.M. Panjaitan dalam kesempatan yang sama mengung- kapkan, penebangan hutan yang dilakukan PT IIU masih sesuai dengan ketentuan, yakni seluas 1.500 ha pertahun yang dilakukan pada kawasan dengan kemiringan kedap dengan plastik, komoditi itu difumigasi sejak Minggu sampai Senin selama 24 jam mengguna- kan methyl bromide (CH4Br). Dia tidak mengetahui nasib 2.750 ton komoditi untuk campu- ran makanan ternak itu yang sudah dibongkar di Tanjung Perak, Sura- baya tapi untuk komoditi yang dibongkar di Tanjung Priok sudah difumigasi. "Karantina tidak mentolerir se- ekor pun hama yang masuk ke Indonesia," kata Isnadi dengan me- nambahkan, kalau sampai lolos mempunyai dampak yang sangat luas bagi tanaman di Indonesia. Diungkapkannya, masih ada lagi 5.000 ton komoditi itu yang harus diturunkan di pelabuhan Lumut, Malaysia. Diharapkan re- kan sekarantina di negara tetangga itu bisa bertindak cepat. Namun ia belum tahu nasib 2.750 ton yang sudah dibongkar di Tanjung Perak. Kalau belum di fumigasi, sepantasnya pihak pemi- lik barang memeriksanya ke dinas pertanian setempat untuk segera dibasmi kalau ada hama. Hama itu berada dalam bungkil biji bunga matahari yang akan dicampur menjadi bahan maka- nan ternak, diangkut dari pelabu- han muat Dahlian, RRC, untuk PT. Buana Superior Food Mill dan PT. Comfeed Indonesia Ltd, Jakar- (Ant). ta. Hutan tropis itu sendiri telah dinamakan sumber daya "yang terdapat diperbaharui" oleh banyak ahli karena pengrusa- kan semula mengakibatkan run- tuhnya ekosistim yang rumit yang tidak dapat dibuat lagi oleh upaya manusia. Tapi bahkan kesadaran akan pengrusakan di masa lalu salah urus sumber alam di Vietnam tidak mengakhiri pengelakan banyak undang-undang nasio- nal yang dimasudkan menghin- dari krisis. Permintaan kayu per orang di Vietnam diperki- rakan mencapai 0,7 meter ku- bik setahun, yang hanya meng- ganggu upaya pemeritah untuk mengatasi penggundulan hutan. Dan di pegunungan utara yang terpencil hanya ada pe- ngawasan sedikit saja. "Peme- rintah mencoba memusatkan penduduk di daerah-daerah ter- tentu untuk memproduksi kopi dan karet, tapi ini sulit dilaku- kan," kata Profesor Quy. GUBERNUR 'menegaskan, in- dustri pulp dan rayon di Porsea milik PT HIU yang dibangun de- ngan biaya 400 juta dolar AS itu, Sumut. mempunyai arti cukup besar bagi Walaupun tingkat kelahiran des wasa ini sudah lebih rendah di- bandingkan masa-masa yang lalu, tetapi angka kematianpun semakin kecil, sehingga pertumbuhan pen Sibatu Loting yang luasnya 33.- di Simalungun, yang kini menjadi ngan terus melipatgandakan pro- berimbang dengan jumlah pendu- duduk masih tetap tinggi. duksi. duk 000 hektar itu merupakan kawa- san hutan dengan tanah terjal ber- bukit-bukit. Dari areal itu 22.000 hektar diantaranya merupakanare- al HPH (Hak Pengusahaan Hutan) PT Inti Indora yon Utama (IIU) yang buka pabrik bubur kertas dan rayon di Porsea, Tapanuli Utara. Sebagai pemegang HPH, PT IIU membabat hutan di kawasan 20 persen. Kini erosi mengancam 40 persen dari seluruh wilayah da- ratandandua sentimeter bunga tanah dari lareng bukit diha- nyutkan kedalam sungai dan aliran air lainnya tiap tahun. Musim hujan yang hebat dan topan membuat erosi lebih pa- rah di Vietnam ketimbang di Thailand. Binatang liar yang dapat di- jinakkan dan dipergunakan sebagai sumber yang dapat di- perbarui kini hampir punah, termasuk jenis-jenis tertentu babi, rusa, sapi liar (Kouprey) dan burung pegar, Perburuan dan perburuan gelap binatang untuk mendapatkan bulu, da- ging dan tanduk mengakibat- kan Vietnam banyak kehilang- an satwa liar. (DNI). "Untuk Pelita mendatang, Su- mut menomorsatukan industri," "Tapi Sumut tidak akan me- ngabaikan masalah pertanian pa- ngan," tambahnya. Hal itu karena Sumut mendapat beban untuk mempertahankan surplus beras de- Jakarta, NERACA HASIL Survai Penduduk Antar Sensus (Supas) yang dilakukan Bi- ro Pusat Statistik (BPS) pada ta- hun 1985, menunjukkan bahwa penduduk Indonesia pada akhir tahun 1988 mencapai sekitar 175,6 juta jiwa. Jumlah ini meningkat II juta dari jumlah tahun 1985, atau bertambah 2,08 persen setiap ta- hun. Palu, NERACA GUBERNUR Sulawesi Tengah H. Abdulaziz Lamdjido, S.H. mendukung rencana pelaksanaan pemukiman transmigrasi industri kecil di Sulteng. Demikian siaran pers yang dike- luarkan Humas BPS, di Jakarta, Senin. katanya. Para investor yang akan akan terus meningkat. menanamkan modalnya di Sumut, jangan sampai takut karena masa- lah yang belum jelas sehingga mengalihkan modalnya ke daerah lain. "Pola transmigrasi industri kecil ini sejalan dengan Gerakan Terobo- san Pembangunan Desa (Gerbos Bangdesa) yang kinildigalakkan Pemda Sulteng," kata Karo Hu- mas Pemda Sulteng Usman Son- deng, BSc kepada ANTARA di Palu, Senin. MILIK MONUMEN PERS NASIONAL SURAKARTA Dikatakan, penempatan trans- migran dengan pola industri kecil akan merupakan era baru dalam pengelolaan sumber daya alam bi- dang industri, terutama untuk ko- moditas rotan, kayu dan kelapa, yang persediaannya melimpah. "Dari kegiatan itu, nilai tambah yang diperoleh berbagai komodi- tas tersebut akan lebih mening- kat," katanya. Dijelaskan, naiknya jumlah pen- duduk itu mengakibatkan mening- katnya kebutuhan sarana kehidu- pan baik di bidang ekonomi mau- pun sosial. Yang perlu diperhatikan, kata Usman, calon pemukim yang akan ditempatkan harus memenu- hi persyaratan, terutama trampil dalam bidang industri, usia kerja produktif serta siap mental meng- hadapi tantangan pembangunan di daerah ini. Survei Penduduk BPS Bertambah Penduduk 2,08% setiap Tahun hun sebesar 37,5%. Suatu penduduk dikategorikan di bawah 15 tahun tidak lebih 30% penduduk tua jika yang berumur dandikategorikan penduduk muda jika penduduk yang berumur 15 tahun sebanyak 40% atau lebih. Kategori penduduk menengah, tersebut terlihat juga dari umur. medianya, yang menunjukkan bah wa separo penduduk mempunyai usia di bawah umur median, dan separo lain mempunyai umur lebih tua dari umur median. Umur medi- an penduduk laki-laki dan perem- hun. puan mediannya adalah 20,9 ta- Menurut Usman, selama ini Sul- teng menjadi penerima transmig- ran umum dan swakarsa. Pola transmigran itu, ujarnya, sudah memberikan andil yang cukup be- "Saya tidak setuju kalau dikata- kan merusak hutan," tandasnya di depan Komisi VII DPR di Jakarta, Selasa siang. Salah satu contoh sarana kehi- dupan di bidang ekonomi adalah pangan. Bertambahnya jumlah penduduk dapat dipastikan ber- akibat meningkatnya kebutuhan pangan. Namun diingatkan, pengrusakan yang dilakukan satu anggota hen- daknya jangan dituduh seluruhnya ke pundak MPI. "Saya tidak setuju sekali," katanya lagi. Selain itu, kebutuhan sarana pendidikan sebagai salah satu as- pek di bidang sosial juga akan meningkat. Hal tersebut bisa di- lihat dari meningkatnya jumlah Balita (Anak di bawah lima tahun). perempuan. Menurut susunan umurnya, pen- duduk Indonesia pada saat ini ter- masuk kategori penduduk mene- ngah, karena jumlah penduduk (Ant). yang berumur kurang dari 15 ta- (10) Sementara itu pemegang HPH (Hak Pengusahaan Hutan) yang dihubungi juga menolak kesimpul- an yang menyebutkan mereka se bagai biang keladi penggundulan hutan. Pada tahun 1985 penduduk ber- umur 0-4 tahun hampir mencapai 21,9 juta. Kemudian meningkat menjadi 23 juta lebih pada tahun 1988 (naik 5,26 persen dari tahun 1985). "Jangankan melakukan peng- gundulan hutan, menebang kayu yang ukurannya kecil saja, kita tidak mau. Karena itu akan merugi- kan kita sendiri," kata sumber yang tidak mau disebutkan nama- nya itu. Dikatakan dalam melakukan pe nebangan selalu memilih yang se Kenaikan jumlah Balita meru- pakan petunjuk bagi pemerintah bahwa kebutuhan sarana pendidi- kan, khususnya SD pada Pelita V Akan tetapi gubernur menga- kui, limbah PT IIU memang me- nimbulkan pencemaran yang cu- kup besar sehingga harus menye- diakan dana 40 juta dollar AS untuk mengatasinya. Gub. Sulteng Dukung Pelaksanaan Transmigrasi Industri Rasio jenis kelamin tahun 1988 sebesar 99; artinya setiap 99 pen- duduk laki-laki akan diimbangi dengan 100 penduduk perempuan. Angka ini meningkat terus sejak tahun 1971 yang pada waktu itu sebesar 98. Meningkatnya angka rasio jenis kelamin yang mencapai 100 mempunyai arti bahwa jum- lah penduduk laki-laki semakin Bob Hasan tidak Setuju Dikatakan Rusak Hutan Jakarta, NERACA KETUA Umum Masyarakat Sementara itu Hasan yang berbi- Perhutanan Indonesia (MPI), Bob Hasan, membantah keras pihak cara tentang prospek rotan di tanah yang menuding bahwa penggun- air menilai, bahwa komoditi ini dulan hutan yang terjadi selama ini akan mempunyai masa depan yang disebabkan ulah para anggotanya. cerah. la mengakui, ketika dilakukan penyetopan ekspor rotan setengah Jadi memang sedikit merepotkan para petani rotan. "Tapi kesulitan Menurut umur median, pendu- duk di kategorikan muda jika umur dan dikategorikan tua jika umur medianya kurang dari 20 tahun, medianya 30 tahun atau lebih. A Angka beban ketergantungan Indonesia masih cukup tinggi, yai- tu sekitar 70. Ini artinya setiap 100 orang yang berumur produktif (15-64 tahun) harus menanggung duktif (kurang dari 15 tahun dandi 70 orang yang berumur tidak pro- atas 65 tahun). Halaman V Penduduk pada umur 15-64 ta- hun dianggap produktif dalam ke giatan ekonomi. Sehingga itu di- sebut penduduk produktif. Secara kasar akan beban ketergantungan dapat digunakan sebagai Indikator Ekonomi dari suatu negara. Angka beban ketergantungan negara yang sudah maju biasanya lebih kecil dari negara sedang berkembang. Ciri lain yang menarik dari Pen- duduk Indonesia adalah semakin tingginya jumlah wanita usia subur tahun 1988 adalah sekitar 44,4 juta, bertambah sekitar 3,3 juta dari tahun 1985 atau sekitar 8% jumlah wanita usia subur tersebut diperkirakan akan naik terus setiap tahunnya. Menurut hasil penyidikan, dua perusahaan yang berdampingan le- taknya di desa Sidomulyo Kecama- tan Krian Kabupaten Sidoarjo itu sar dalam penyediaan tenaga kerja, bidang industri yang berorientasi penanganan potensi pertanian, se- ekonomi karena sasarannya lebih, hingga Sulteng bisa mencapai po- banyak mengusahakan peningka- tan nilai tambah barang hasil pro- sisi swasembada pangan. duksi, ujarnya. Kepada Kanwil Transmigrasi Sulteng, Drs. A.R. Biantoro dalam Di pemukiman yang sekaligus kesempatan terpisah menjelaskan, akan merupakan tempat bekerja pelaksanaan pemukiman transmi- ini disediakan berbagai fasilitas grasi industri kecil ini dititikberat- umum.seperti rumah ibadah, seko kan pada peningkatan kehidupan lah, sarana olahraga dan kesehatan kantor pos, serta fasilitas lain ekonomi warga transmigran. Dalam pola ini, transmigran yang dibutuhkan untuk usaha mau- (Ant) pun non usaha. diarahkan pada usaha pokok di Hasan yang tampil di depan itu tidak hanya dialami oleh petani, anggota dewan itu memang tidak tapi pengumpul barang setengah membawa atas nama MPI. Tapi jadi dan barang jadi," katanya. dia diundang ke situ dalam kedu- dukannya sebagai Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo). Satu anggota komisi memang sempat menanyakan kepadanya pe- rihal pengambilan pohon-pohon rotan, yang kemudian merembet pada penggundulan hutan. Hasan mengakui bahwa tidak tertutup kemungkinan ada anggo- tanya yang melakukan pengrusak- an hutan dengan melakukan pene- bangan tidak pada ketentuan yang berlaku. Pencemar Lingkungan Diajukan ke Pengadilan Surabaya, NERACA KEPOLISIAN Wilayah Sura- baya mempelopori penindakanhu- kum terhadap pencemar lingku- ngan di Jawa Timur dengan melim- pahkan berkas perkara penyidikan pencemaran air Kali Surabaya ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo. Tersangka yang diajukan ke Ke- jaksaan Negeri Sidoarjo 24 Ok- tober oleh Polwil Surabaya adalah Bg (48) pimpinan perusahaan tahu dan peternak babi yang dituduh mencemari Kali Surabaya dengan buangan air limbah industrinya. suai dengan ketentuan yang dike- luarkan Departemen Kehutanan tentang TPI Dengan demikian program nasi- onal KB dan program kesehatan masın perlu meningkatkan usaha- nya untuk menekan laju pertum² buhan penduduk di Indonesia. membuang air limbah tanpa pem- rosesan langsung ke Kali Surabaya. Air limbah tersebut mengandung bahan berbahaya berupa zat pen cemar seperti amoniak, dan kadar kebutuhan oksigen kimia (Cod) maupun kebutuhan oksigen biologi (Bod) jauh di atas ambang batas yang ditetapkan pemerintah. Kadispen Polda Jatim Letkol. Pol. Drs. Ivan Sihombing dalam penjelasannya hari senin mengata- kan, tersangka diajukan dengan tuduhan melanggar pasal 22 ayat I Undang Undang No. 4 tahun 1982 tentang pencemaran lingkungan hi- dup,subsider pasal 21 ayat 1, pasal 27 ayat 1 dan 2 UU No. 5/84. Penyidikan oleh Poln ini dilaku kan dengan dukungan beberapa saksi ahli dari berbagai instansi termasuk tim komisi pengendalian pencemaran lingkungan hidup Si doarjo dan Balai Teknik Keseha- tan Lingkungan Pos Surabaya Beberapa instansi yang terganggu oleh pencemaran juga didengar! keterangannya seperti PAM, Di- nas Pertanian, perikanan, petema- kan, Brantas Hilir, Pekerjaan. Umum dan sebagainya. Polwil Surabaya selain menyi dik perusahaan tahu dan ternak babi itu juga menyidik enam peru-, sahaan lain yang diduga melaku- kanpencemaran ke Kali Surabaya. (ANT) Surabaya NERACA PENANAMAN modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman Dikatakan, untuk staat sekarang modal asing (PMA) di Jawa Ti- kita memang sedang menghadapi mur diharapkan mampu menun- persoalan seperti itu. "Tapi saya jang peningkatan ekspor nonmi- yakin dengan bimbingan dan pegas, sehingga menambah devisa nyuluhan yang kita lakukan saat negara guna membiayai pemba- ini, kita akan menguasai pasaran ngunan serta membuka kesempa- (7) tan kerja. dunia," ucapnya HARIAN NERACA Ekonomi untuk Kesejahteraan dan Keadilan AGEN-AGEN PELANGGAN JABOTABEK Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi JAKARTA PUSAT TERUNA AGENCY:JL Panca Marga 10 Karet, Tp. 581622,583205 ANAGHO AGENCY: JL Perumnas Thh, Abang Blok 23 tt 1/4. Tip 3103512 SARTONO AGENCY: Jl. Teruna IX/34 Kemayoran, Tp. 412340 MENTENG AGENCY: JL Menteng 35 Kebon Sinh, Tp 325929, 324386 KRAMAT AGENCY: JL Kramat Jaya Baru H 3/434A, Tp. 411506. 412713 DARJO AGENCY: J Karet Tengsin, Parca Marga V18 Rt 010/02. Tp 584995 STAR AGENCY: JL Salemba Bentas 1/24B, Tp. 881738 DAMAI AGENCY: Jl. Gunung Sahari X/46. Tp 6394680 SINAR AGENCY: JL Batubara No. 17, Tp. 330139 MEDIA AGENCY: J Kalipasir No. 17 C. Tp. 376491.
