Tipe: Koran
Tanggal: 1997-11-04
Halaman: 01
Konten
BELI Konica VX 200 36235 Konica VX 200 36/35 Gratis 1 BUAH MUG SEA GAMES XIX SELAMA PERSEDIAAN MASIH ADA Konica FILM RESMI SEA GAMES XIX, 1997 Tahun XXVI No. 8979 Medan, (Analisa) Ribuan nasabah bank terli- kuidasi di Medan, Senin (3/11) sempat panik dan bingung ketika mendatangi bank tempat ia menabung. Bank tempat mereka menyimpan uang sejak kemarin pagi ditutup serta mendapat pengawalan ketat dari petugas berwajib. Nasabah hanya mendapat penjelasan dari media massa dan pengumuman yang ditempelkan di bank yang dilikuidasi, nasa- bah baru dapat menarik dananya maksimum Rp20 juta mulai 13 November 1997 oleh bank ditunjuk pemerintah. Analisa/ton PANIK: Para nasabah di Bank Sejahtera Bank Umum (SBU) Kantor Pusat Jalan Pemuda tampak panik setelah mengetahui bank tersebut dilikuidasi Bl. Tampak mereka meminta penjelasan dari petugas keamanan, Senin (3/11) siang. Ribuan Nasabah Serbu Bank yang Terlikuidasi di Medan nasabah yang tidak ikut men- cairkan uang tabungan juga terkena dampaknya. Pengamatan Analisa di Bank Sejahtera Bank Umum, seorang nasabah yang tidak mendapat penjelasan yang akurat dari petugas keamanan, sehingga terkesan ia dibola-bolakan setelah menghubungi Bank In- donesia Cabang Medan dan BDN, tampak menangis sedih.- Sedangkan di Bank Harapan Sentoso (BHS) cabang utama Jalan Putri Hijau, salah seorang nasabah bank sempat panik dan ingin menerobos masuk dengan menggoyang-goyangkan pintu gerbang bank tersebut. Namun berhasil dicegah petugas kepoli- sian yang siaga di lokais itu. Menurut nasabah beralamat di Jalan Sakti Lubis Medan yang tak ingin menyebutkan jati dirinya itu, ia memiliki deposito sekitar Rp. 1,4 milyar lebih di BHS Bank. Namun akibat adanya likuidasi, hingga mem- buat dirinya panik dan berusaha untuk meminta penjelasan dari pihak bank. Pengguna jasa bank lainnya, tercatat atas nama Jayasilen yang datang ke BHS Bank Putri Hijau bersama ibunya. Menurut- nya kedatangannya ke bank tersebut untuk mengambil uang transfer gaji bulan Oktober ayahnya dari Jakarta Rp. 600 ribu di BHS, namun karena bank tersebut tutup, sehingga gaji yang akan dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup sehari-hari keluarga mereka tidak bisa dicairkan. TERKENA DAMPAK Padahal menurut Jayasilen, gaji ayahnya itu seperti biasa satu hari sudah bisa dicairkan. Ia juga tidak mengerti, kenapa Salah seorang staf BHS yang meminta agar jatidirinya tidak diungkapkan kepada Analisa menyebutkan, kalau dilihat rasio aktifitas BHS di daerah ini dinilai tidak mungkin ikut dilikuidasi. Apalagi katanya berdasarkan laporan keuangan terakhir, dana yang tersedia cukup memadai dan mendukung operasional BHS di daerah ini. Di tambah lagi bank yang memiliki 9 cabang pembantu di antaranya Capem Jalan Asia, Semarang, Gatot Subroto, Pulo Brayan, Tanjung Morawa, Lubuk Pakam, Zainul Arifin Pemuda dan Putri Hijau itu didukung sekitar 9 ribu nasabah dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp. 150 milyar Menyinggung nasib dirinya sendiri beserta 175 karyawan (80) di antaranya di cabang utama BHS Putri Hijau, staf yang sudah sekitar 9 tahun bekerja di bank tersebut menga- kui belum tahu persis. Apakah dilakukan Pemutusan Hubu- ngan Kerja (PHK) atau bentuk PHK lainnya. Begitu juga mengenai posisi karyawan bank dinilainya lemah dalam menun- tut uang pesangon bila di PHK, karena pemutusan hubungan kerja itu sendiri tidak datang dari bank. Sementara pengamatan Ana- lisa di South East Asia Bank (SEAB) Jalan Pemuda di anta- ra nasabahnya juga banyak terlihat bingung. Peristiwa Ketaren, warga Padang Bulan yang semula bermaksud mengambil bunga depositonya senilai Rp. 1,5 juta, dari uang mertuanya yang ditanam di bank tersebut senilai Rp. 200 juta, tidak dapat dicairkan. Hal serupa juga dinyatakan mantan Kadis Kesehatan Kodya Medan, dr. Zulkarnain Lubis yang mendepositokan uangnya lebih Rp. 20 juta di bank SEAB Pemuda. Lubis didampingi istri dan seorang anaknya, mengaku tidak menyangka SEAB akan ikut dilikuidasi meski sempat mendengar desas-desus tentang adanya likwidasi itu. Apalagi katanya ia sejak 1976 lalu telah kenapa orang-orang meninggalkan Medan? Karena Standard Chartered Bank memberikan tiket terbang gratis ke mancanegara, bahkan keliling dunia. Buka sekarang tabungan atau rekening koran. Tanyakan program Miles for Money di PhoneBanking. (061) 538-800. HARIAN Standard Chartered an ISSN 0215- 2940 menabung di bank tersebut, sehingga sangat percaya akan aktifitas SEAB. Di Bank Pasific Cabang Medan yang terletak di Jalan Ahmad Yani tampak sepi dari serbuan nasabah. Dari pagi hingga siang, hanya ada beberapa orang nasabah yang datang untuk menanyakan informasi seputar pencairan dana. Setelah membaca pengu- muman yang berkenaan dengan mekanisme dan tata cara pe- ngambilan uang, mereka lang- sung pergi. Dari beberapa nasabah Bank Pasific, Analisa memperoleh informasi, sebenarnya mereka sudah mengetahui Bank Pasific bermasalah. Hanya saja mereka terlambat menarik dananya. Mereka menduga sedikit nasabah yang menyimpan uang- nya di Bank Pasific, sehingga sampai siang hari sedikit na- sabah yang datang. Sementara itu, dari hasil pengamatan Analisa di la- pangan, selain penarikan uang simpanan di sejumlah bank, banyak nasabah yang mencoba menarik uang tunai di ATM (Anjungan Tunai Mandiri) yang tersedia. Sejak hari Minggu lalu penarikan uang tunai di ATM secara besar-besar juga sudah mulai terlihat karena nasabah yang mempunyai tabungan, terutama nasabah kecil tidak mau mengambil resiko lagi. Sejumlah ATM yang tersedia di kantor cabang bank dan pusat- pusat perbelanjaan dananya ditarik oleh nasabah yang terpaksa harus antri. Bank Danamon misalnya, melayani nasabahnya sampai pukul 20.00 WIB terhintung mulai 3 hingga 5 November 1997. "Kami tidak ingin mengecewakan nasabah yang mau menarik uangnya, sehingga kami memperpanjang layanan, sebut salah seorang stafnya di Jalan Iskandar Muda. Kliping surat kabar Kompas Senin (3/11) terpampang di dinding kantor Bank Danamon menyebutkan selain BDN, BRI dan BNI yang ditunjuk sebagai juru bayar pada nasabah, ditunjuk juga BCA, BUN, BII, Lippo Bali, Danamon Niaga dan Bank Nusa yang disebut tim-8 yang akan membantu ketiga bank pemerintah membayar uang nasabah maksimum Rp 20 juta. KEGAGALAN dalam testing pendidikan keperawatan di RS Pirngadi Medan, ternyata mem- buahkan hikmah besar. Kendati, angan-angan yang dibangunnya sejak menyelesaikan studi di SMA 3 Medan 1960 dengan latar-bela- kang kekaguman terhadap profe- si ini telah kandas berkeping-ke- ping. Wahab Dalimunthe SH, pute- ra Rantau Prapat kelahiran 10 Januari 1939 dimana puluhan ta- hun silam sempat berjaja kue un- tuk membantu nenekandanya di kampung ternyata mendapatkan lebih jauh dari itu. Dia dijadwal- kan dilantik menjadi Wakil Gu- bernur Sumut oleh Menteri Da- lam Negeri di Jakarta Selasa (4/11) yang turut dihadiri Gubsu H Raja Inal Siregar, Pangdam I/BB Mayjen TNI T Rizal Nur- din, Ketua DPRD Sumut HM Is- kak, dan sejumlah undangan lain- nya. Berbagai keberhasilan yang diraihnya, hingga menduduki kursi Sekwildasu sebelum dilan- tik menjadi Wakil Gubsu bukan diperolehnya dengan "main su- lap". Melainkan buah dari kerja keras, prestasi, dedikasi, loyalitas dan disiplin yang dibangunnya Membangkitkan Partisipasi Rakyat dalam Pembangunan Selasa, 4 Nopember 1997 Jakarta, (Analisa) Gubernur Bank Indonesia (BI) Soedrajad Djiwandono menegaskan selebaran gelap yang menyatakan akan ada likuidasi tahap kedua, setelah 16 bank dilikuidasi pe- merintah, isinya bohong. Karena itu, katanya usai mengumumkan paket deregu- lasi Paknov di halaman Se- uangan Mar'ie Muhammad pada 1 Nopember 1997 pukul 13.00 WIB telah mengumumkan pencabutan ijin 16 bank yang dinilai tidak sehat. kretariat Negara di Jakarta, Senin, perbankan nasional yang tidak masuk daftar 16 bank yang dilikuidasi, Sabtu (1/11), dapat tetap beroperasi melayani ke- pentingan deposan seperti biasa. Dengan adanya pencabutan itu terhitung sejak 1 Nopember 1997 bank-bank tersebut wajib menutup seluruh kantornya untuk umum dan menghentikan segala bentuk kegiatannya. Soedradjad dimintai tang- gapannya berkaitan dengan adanya selebaran gelap tentang rencana likuidasi tahap kedua yang sempat meresahkan ma- syarakat. Menjawab pertanyaan war- tawan, Soedrajad mengimbau masyarakat tidak terpancing berbagai isu bohong karena hal itu akan merugikan. Sebelumnya, Menteri Ke- Penutupan Bank Andromeda Sulit Dimengerti Bambang Tri akan Gugat Jakarta, (Analisa). Bos Kelompok Usaha Biman- tara, Bambang Trihatmodjo, me- nyatakan pihak Bank Androme- da yang baru saja dilikuidasi pe- merintah akan menempuh jalur hukum ke Pengadian Tata Usaha Negara (PTUN) karena sebagai pemegang saham 25 persen bank tersebut, ia menyatakan sulit me- mahami penutupan bank yang di- milikinya bersama Prayogo Pa- ngestu dan Hendri Pribadi. Tak Ada Likuidasi Tahap Kedua Jangan Terpancing Isu Bohong Selebaran Gelap pendahuluan dan tentunya akan diperhitungkan kemudian," "Saya tegaskan kembali agar mudah ank yang tidak masuk daftar 16 bank yang dilikuidasi tetap beroperasi dan masyarakat tetap tenang serta tidak terpengaruh kepada [ara karyawan bank yang bagi mereka yang benar-benar lebaran gelap itu," katanya. Namun diakui hal itu tidaklah i memerlukan waktu. Tetapi kita sudah meng- upayakan semaksimal mungkin Menurut Mar'ie, pemberian talangan dana tiga bulan gaji pada kabar bohong lewat se- dalam keadaan yang sulit," tambah Mar'ie. Ditanya apakah BI akan mengusulkan lagi sejumlah bank yang tidak sehat untuk dilikuidasi, ia hanya menga- takan bahwa bank yang tidak dilikuidasi agar tetap berjalan seperti biasa. dicabut ijin usahanya itu akan diatur bersama-sama dengan Depnaker. Besarnya pemberian tiga bulan gaji tersebut dida- sarkan pada gaji terakhir yang diterima para karyawan yang bersangkutan. "Penutupan PT.Bank Andro- meda merupakan sesuatu yang ironis dan menyangkut kredibili tas diri saya sebagai pimpinan se- buah kelompok usaha yang dibi- na agar memiliki kredibilitas baik", katanya di sela-sela Sidang Panitia Ad Hoc II di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin siang. Gubernur BI: Menkeu ke PTUN ha kelompok Bimantara, bahkan sebaliknya usahanya tetap normal. "Tetapi ini menyangkut kredi- bilitas diri saya yang harganya tak ternilai", katanya menegaskan. Pemerintah melalui Surat Ke- putusan Menteri Keuangan No. Peng-86/MK/1997 tentang pen cabutan izin usaha Bank Umum mulai 1 Nopember 1997 me- nutup 16 bank umum yang dipan- dang tidak sehat, termasuk di an- taranya Bank Andromeda. Saham bank ini dimiliki 50 persen oleh pengusaha Prajogo Pangestu, dan masing-masing 25 persen oleh Henri Pribadi dan Bambang Trihatmodjo. Keputusan Menkeu, katanya, tidak bisa diterima karena Bank Andromeda dinilai rehat. "Hanya melanggar 3 L (Legal Lending Li- mit) dan itu saya anggap suatu ke- wajaran. Kalau mau jujur, 90 per- sen bank di Indonesia melanggar 3 L", katanya. Mantan Bupati Tapteng dan Pejabat Inspektur Wilayah Pro- vinsi Sumut ini, hingga menyele- saikan studi di SMP Rantau Pra- pat 1957 tak pernah membayang- kan bakal dilantik menjadi wakil gubernur. Karena angan-angan- nya alat itu sederhana sekali, men jadi perawat dengan segala uni- form serta pengabdiannya. Ter- masuk menjadi anggota AURI yang juga dicita-citakannya sejak kecil namun gagal menjalani tes- ting. Atas dasar itu, pihaknya se- dang mempelajari langkah yang akan ditempuh, termasuk menga- jukan masalahnya ke PTUN. Bambang Tri, begitu tokoh ini biasa dipanggil, berkali-kali me- ngatakan bahwa penutupan Bank Andromeda itu merupakan sesua- tu yang sulit dimengerti dan ini menyangkut kredibilitas dirinya. Ia juga beberapa kali menghi- sap rokoknya. Sambil berdiri ke- tika menjawab pertanyaan, tangan kirinya memegang secarik kertas yang dilipat segi tiga untuk dija- dikan asbak. Ia tampak sangat akrab dengan wartawan. PTUN terhadap Menteri Keuang- kronologis sampai akhirnya Bank Bambang Tri menguraikan "Karena itu, saya akan me- nempuh jalur hukum, khususnya an", katanya. Andromeda tidak bisa diselamat- kan, meskipun sebelumnya telah diupayakan agar lolos dari tinda- kan Tim Likuidasi. Bambang Tri mengungkap pernyataannya yang dinilai cukup keras itu tetap dengan suara lem- but dan wajahnya tetap tampak berseri-seri. Senyum juga tampak beberapa kali menghiasi wajah putera Presiden Soeharto itu. sa Bambang bercerita, pada Se- da mendapat peringatan terakhir nin (27/10) pihak Bank Androme- MILIK MONUMEN PERS NASIONAL SURAKARTA Jakarta, (Analisa). Direktorat Jenderal Imigrasi resmi mencekal 60 pejabat bank dari 16 bank, menyusul pengu- muman dari Menkeu No: Peng- 86/MK/1997 tentang pencabut an izin usaha 16 bank umum GAJI TIGA BULAN Menteri Keuangan Mar'ie Muhammad pada kesempatan yang sama mengatakan, pe- merintah akan menalangi 16 bank yang dilikuidasi dengan memberikan tiga bulan gaji kepada karyawannya. "Jadi sekali lagi, tiga bulan gaji itu sebagai pembayaran MEMORI "SELIMUT PUTIH" Saat menjabat Pembantu Kuasa Gubsu pada PP Londut, Wahab Dalimunthe SH, memang menunjukkan bakatnya sebagai pamong. Karirnya sejak itu, mu- dari BI bahwa Bank Andromeda terancam ditutup. Bank itu bisa diselamatkan ji- ka ada kucuran dana segar seni- lai Rp.350 miliar. Kabar bahwa Bank Andromeda harus menyetor uang sebesar itu agar bisa selamat diterima Kamis (30/10) malam, katanya. Berturut-turut Selasa hingga Jumat pekan lalu, menurut Bam- bang, pihaknya melakukan upaya agar bank bisa selamat. Pada Sab- tu pukul 10.00 WIB, telah ada da- na Rp.350 miliar, namun pejabat BI menyatakan bahwa dana segar itu telah terlambat karena Bank Andromeda tidak bisa diselamat- kan lagi. "Saya sangat kecewa, karena sikap Menkeu dan pejabat BI me- nolak kucuran dana segar untuk menyelamatkan Bank Androme-- da dengan alasan SK sudah ditan- datangani meskipun baru akan di- umumkan pukul 13.00 WIB", katanya. Ia mengatakan, untuk me- nyehatkan Bank Andromeda, pi- haknya akan menjual saham PT.Chandra Asri yang diharapkan mampu menghasilkan dana sedi- kitnya Rp.1 triliun. Bambang Tri adalah Presiden Komisaris bank swasta tersebut. Hal ini akan lebih meya- kinkan tidak akan terjadi lagi likuidasi pada bank yang masuk tim-8 itu. (tim) Bambang Tri menyatakan penutu- pan Bank Andromeda sama sekali tidak mengganggu kegiatan usa- "Setelah pada Minggu sore (2/11) kami menerima daftar nama orang yang akan dicekal dari Departemen Keuangan, daftar nama tersebut sudah kami Wahab Dalimunthe, Gagal Jadi Perawat, Sukses Meniti Karir dalam meniti karir dari bawah se- tapak demi setapak. lai menanjak bahkan tahun 1969 dia dipercaya menjabat Sekda La- buhan Batu. "Saya bersyukur ke hadirat Allah SWT karena memberikan sesuatu yang jauh melampaui angan-angan sebelumnya. Jadi apa pun saya, merupakan kehen- dak dan ridhaNya. Sebagai ma- nusia, kita hanya berdoa dan ber- usaha," komentarnya singkat saat bertolak ke Jakarta, Senin (3/11). memutuskan untuk bergabung dengan staf GAKRI dengan kedu- dukan sebagai Pembantu Kuasa Gubsu pada PP Londut tahun 1964 yang merupakan awal ka- rirnya selaku pegawai negeri sipil (PNS). "Namun upaya itu tetap tidak bisa dimengerti oleh Menkeu dan pejabat BI", katanya. Karena itu, pihaknya sedang mempersiapkan langkah untuk menempuh jalur hukum melalui PTUN. (Ant). yang berlaku mulai 1 Novem- ber 1997 pukul 13.00 WIB. Kesendiriannya kala itu, men- jadi Sekda Labuhan Batu itu me- rasakan sesuatu kekurangan. Hal itu disadarinya, saat menyaksikan penampilan Orkes El Soraya yang kebetulan menyuguhkan lagu "Selimut Putih" pada pernikah- an puteri Bupati Labuhan Batu, Iwan Maksum, kala itu. Lagu "Selimut Putih" yang didendangkan biduanita Atikah Panjaitan, diam-diam rupanya memberi arti tersendiri bagi, Wa- hab Dalimunthe SH. Sekaligus pula, menjadi latar belakang cin- tanya terhadap biduanita yang dipersuntingnya pada 1971. Ter- nyata lagu yang terurai melalui li- rik cukup menyentuh kalbu ter- sebut, menjadi memori tak terlu- pakan bagi Wahab Dalimunthe SH. Dari hasil perkawinannya de- ngan Atikah Panjaitan, dia men- dapatkan 4 anak yang masing- masing kuliah di fakultas kedok- teran UISU, fakultas hukum, fa- kultas ekonomi dan si bungsu ma- sih di SMA. Seorang di antara- nya, telah berumahtangga diper- Dua kegagalannya terdahulu, mendorong Wahab Dalimunthe untuk lebih menekuni pelajaran di Fakultas Hukum jurusan Hu- kum Pidana. Berkat kesungguh- annya, dengan baik meraih gelar Sarjana Hukum (SH) di USU ta- hun 1967. Tak lama, setelah dia H. Abd. Wahab Dalimunthe SH sunting seorang dokter. (jj) Dijelaskannya, Gubernur BI juga berusaha untuk sejauh mungkin menyalurkan karya- wan 16 bank yang dilikuidasi itu kepada bank-bank yang lain. Ditjen Imigrasi Cekal 60 Pejabat Bank Bermasalah XIX SANPE 98 SEA GAMES AR 1953 NYO KA Komisaris Utama Bank Ja- karta H. Probosutedjo menegas- kan pihaknya menyediakan dana Rp350 milyar bagi deposan yang ingin menarik kembali uang yang tersimpan di bank tersebut. "Untuk kelancaran, manaje- men telah menetapkan bahwa hanya deposan kecil dan yang memiliki simpanan dibawah Rp5 juta yang dapat menarik dananya," kata Probosutedjo di RUMAH SAKIT Gleneagles MEDAN JI. Listrik No. 6 Tel. (061) 566 368 Fax (061) 566 585 POLIKLINIK 24 JAM Buka setiap hari termasuk Sabtu, Minggu & Hari Besar Semua pelayanan dibawah satu atap : -dokter radiologi laboratorium - farmasi BIAYA TERJANGKAU SEA GAME Medan, 3 sebarkan ke 83 kantor imigra- si," kata Dirjen Imigrasi Pra- nowo kepada wartawan, di Ja- karta, Senin siang. Perawatan Medis Berkualitas Standard Internasional, Dekat Dengan Anda Namun, sayangnya Dirjen Imigrasi tidak mau menye- butkan nama-nama pejabat bank yang dicekal dengan alasan menyangkut nama baik orang yang bersangkutan. Menurut dia, kebijakan terse- but bukan berasal dari instansi lain, melainkan dari pihak Di- rektorat Jenderal Imigrasi sen- diri. Ditanya berapa besar dana yang disediakan pemerintah untuk menalangiu 16 bank yang dicabut ijinnya dalam mem- berikan tiga bulan gaji kepada para karyawannya itu, Menkeu mengatakan, " Masih dihitung. Pokoknya untuk tiga bulan ini akan kami penuhi. Akan dibayar tiga bulan." (h/Ant) Begitu pula ketika dita- nyakan apakah Prajogo Panges tu, Hennry Pibadi dkk --pemilik PT Bank Andromeda--, Dirjen Imigrasi Pranowo tetap menge- lak. "Saya tidak bisa menjawab itu," elaknya. Kemudian ia mengutarakan, begitu Menteri Keuangan me- ngumumkan ke-16 bank yang tidak diizinkan untuk aktif, Imi grasi berdasarkan petunjuk Menkeu langsung mencekal 60 orang untuk tidak meninggal- kan wilayah RI sampai pengu- sutan kasus perbankan selesai. Pencabutan izin usaha terha- dap 16 bank umum itu, se- bagaimana yang telah diumum- kan Menkeu, atas dasar Pasal 37 UU No.7/1992 tentang Per- bankan, dan terhitung sejak tanggal 1 Nopember 1997 pukul 13.00 WIB. Menjawab kemungkinan di antara orang yang dicekal itu sudah berada di luar negeri, Pranowo berjanji akan menge- cek daftar nama pemberangka- tan terhitung mulai hari Ming- gu (2/11) hingga satu-dua bulan kebelakang atau slip pem- berangkatan bulan September dan Oktober 1997.(Ant) Penarikan Kupon Sayembara XIX/1997 AMP DIL Analisa/az.m PENARIKAN KUPON SAYEMBARA: Wakil Pemimpin Umum Harian Analisa, Supandi Kusuma sedang menarik kupon Sayembara SEA Games XIX/1997 Harian Analisa didampingi Pemimpin disaksikan Notaris Ny. Nurdelia Tutupoly SH dan Desmon Pardede SH dari Kanwil Depsos Sumut, Redaksi H. Soffyan, Pemimpin Perusahaan Joeli Salim, Sekretaris Redaksi H. War Djamil serta para sponsor, masing-masing dari PT Alfa Scorpii, Minyak Angin Cap KAPAK, AMPOIL, MEI Wisata Tour & Travel, SANYO, Marquisa Juice Sarang Tawon, Crystal Spring Bed, Telemarco GSM Handphones, dan IBBI. Penarikan dilangsungkan, 31 Oktober 1997 di Harian Analisa dan diumumkan hari ini. Sedangkan penyerahan hadiah kepada pemenang dilaksanakan di Harian Analisa, hari Sabtu, 8 November 1997 pukul 10.00 WIB. Nama-nama pemenang dimuat di halaman-12. H. Probosutedjo: Berapa pun akan Saya Bayar Bank Jakarta Sediakan Rp350 Milyar untuk Deposan Kecil Jakarta, (Analisa) Jakarta, Senin. Para nasabah dapat mengam- bil uangnya pada hari Selasa (4/ 11) bertempat di Gedung Keda- ung Group (lantai dua) Jl. Cikini, Jakarta Pusat. miliki simpanan di bawah Rp20 juta. Sedangkan, untuk di atas Rp20 juta masih menunggu ke- putusan lebih lanjut dari bank sentral. Meski likuidasi itu dilakukan dengan sepihak, manajemen Bank Jakarta tetap akan meme- nuhi semua kewajibannya kepa- da deposan kecil dan deposan besar, kata Probosutedjo sebagai pemilik bank tersebut. tober 1992 MARIA Ia mengakui Bank Jakarta memiliki sejumlah kredit ma- cet. Namun, macetnya itu karena adanya perhatian kepada usaha kecil. "Mereka saya bantu melalui pemberian kredit, namun usaha mereka tidak berkembang lanta- ran tidak dapat bersaing dengan usaha besar," katanya. Sedang menyinggung karya- wan bank tersebut, ia mengata- kan, "Saya belum mau menya- lurkan para pekerja itu ke tempat usaha lain". Jumlah karyawan Bank Ja- karta sekitar 2.500 orang. "Biar mereka meminta pekerjaan ke- pada Menteri Keuangan, tegas- nya. Menjawab pertanyaan, apa- kah tindakan pembayaran para nasabah di luar ketentuan BI itu tidak melanggar, ia mengatakan "Saya akan membayar menggu- nakan uang saya sendiri, bukan uang BI. Lagi pula mereka itu butuh uang untuk kebutuhan se- hari-hari. Mengapa harus me- nunggu lama-lama jika uang mereka hanya sekitar Rp5 juta dan saya bisa membayar," kata- nya. TUNGGU KEPUTUSAN BI Probo yang juga didampingi pengamat ekonomi Dr. Didik J. Rachbini dan Dr. Priyono, Tjip- toheryanto dan pengamat hu- kum Dr. T. Mulya Lubis juga menyinggung pembayaran bagi nasabah/deposan yang memiliki simpanan Rp20 juta ke bawah. Untuk pembayaran deposan di bawah Rp20 juta maupun di atas Rp20 juta, teknis pelaksana- annya tetap mengikuti prosedur yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia. Medan, (Analisa) Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS Senin pulih tajam bersama dengan mata uang asia tenggara lainnya. "Karena itu, kita tunggu ke- putusan dari Bank Indonesia lebih lanjut," katanya. BI telah menugaskan tiga bank pemerintah yaitu BNI, BRI dan BDN untuk melakuan pem- bayaran bagi nasabah yang me- 16 Halaman Rupiah tampil sangat kuat saat Indonesia mengawali upaya menata kembali perekono- miannya sejalan dengan paket bantuan IMF sehingga mening- katkan optimisme gejolak di kawasan itu mungkin sudah berangsur pulih. Nilai tukar rupiah ditutup Rp 3.270/3.300 perdolar di- banding 3.630/3.650 pada penutupan Jumat lalu. Berita lebih rinci baca halaman 6. Red. Rupiah Pulih Tajam Deregulasi Ekonomi Pemerintah Senin (3/11) melalui Menperindag mengu- mumkan deregulasi ekonomi yang mengizinkan para im- portir umum (IU) mengimpor kedele,bawang putih dan gan- dum. Berita selengkapnya ada di halaman 6 (enam)/ekonomi. SARAS T Red. 1 "Kami tidak akan merugikan siapa pun terlebih nasabah. Be- rapa pun akan saya bayar," tegas Probosutedjo. Sebelumnya Probosutedjo menolak Bank Jakarta dalam keadaan bangkrut dan menjamin bahwa pihaknya memiliki keku- atan sepuluh kali lipat untuk me- ngatasi serbuan nasabah. Aset yang siap memback-up Bank Jakarta adalah perhotelan (pemegang saham Hotel Le Meridien, sekitar Rp350 milyar), properti (900 hektare tanah di Hambalang senilai Rp540 milyar), perkebunan coklat seluas 1200 ha di Sumut (Rp40 milyar), perkebunan karet seluas 800 ha (Rp30 milyar), otomotif GMBI (Rp50 milyar). Beberapa aset lainnya adalah 40 persen saham Kedawung (200 juta dolar AS dari total aset 500 juta dolar) dan bisnis proper- ti di Jakarta seluas lima hektare senilai Rp100 milyar. (Ant) Quit Opeli PEMERINTAH menjatuh kan sanksi dengan melikuidasi 16 bank yang dinilai sebagai "sa kit keras", dan berlaku mulai 1 Nopember 1997. lang. Lha, yang benar-benar me rasa sakit, tentu orang yang berduit banyak. **** MENKO Polkam Edi Sudra jat mengatakan, kemerosotan moral dan akhlak yang terjadi selama ini harus segera diben dung, karena suatu bangsa bisa runtuh jika moral dan akhlak manusia-manusianya sudah hi Supaya tidak runtuh, harus cepat dicarikan obat mujarab guna menyembuhkan "pe nyakit" dimaksud. bungGuit
