Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Analisa
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-11-04
Halaman: 04

Konten


Selasa, 4 Nopember 1997 Penerbit Pemimpin Umum/Pendiri Wakil Pemimpin Umum Pemimpin Redaksi/ Penanggung Jawab Wakil Pemimpin Perusahaan Managing Editor Sekretaris Redaksi Redaktur Anggota Redaksi Terbit Tarip Iklan Alamat Telepon Perwakilan Jakarta Perwakilan Banda Aceh SIUPP Dicetak Oleh : : : : : : : : analisa : Yayasan SIKAP PRESS. Harta Susanto. Supandi Kusuma H. Soffyan. H. Ali Soekardi. H. War Djamil. H. Amir Siregar, H. Kaharudin, H. Bahari Effendy, H. Naswan Effendi, Usman Alie, H. War Djamil, Mulyadi Franseda, H. Ismail Lubis, H. Basyir Ahzar, Buoy Harjo, Agus Salim, H. Azmi Majid (foto). M. Hatta Lubis, Mac. Reyadi MS, A. Rivai Siregar, Hasan Basri Ns, Timbul O. Simarmata, Johan Jambak, Ismugiman, Idris Pasaribu, M. Sulaiman, Ali Sati Nasu- tion, Samil Chandra, M. Nur, Hermansyah, Aswadi, Faisal Fardede, Kwa Tjen Siung. Hendar Tusmin, Anthony Limtan. Seminggu 7 kali. : Rp. 4.500,- per mm/kolom (umum). Rp. 3.000,- per mm/kolom (keluarga). Jalan Jend. A. Yani No. 35-43 Medan. Kotak Pos: 1481. Telex No.: 51326 ANALIS IA. Fax: (061)- 514031, Telegram: ANALISA MDN. Redaksi: 556655 (2 saluran)/511256. Tata Usaha: 354711 (3 saluran)/513554. Frans Tandun, Jln. K.H. Hasyim Ashari. No. 43-A Jak. Pusat Tel. 3446609/3844339/3453912 Fax.: (021)- 363388. Joeli Salim. Paulus M. Tjukrono. H. Harun Keuchik Leumiek Jalan Tgk. Cik Ditiro 106 Tel. (0651) - 23839. Fax: (0651) 23839. SK. Menpen No. 023/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1985. Tanggal 24 Desember 1985. P.T. KUMANGO Medan (Isi di luar tanggung jawab pencetak). Tajukrencana Pencabutan Izin Beroperasi 16 Bank Bermasaalah PEMERINTAH sejak 1 Nopember mencabut izin 16 bank bermasaalah. Bank-bank itu beroperasi di Jakarta, hanya satu yang mempunyai cabang di daerah. Pencabutan izin bank-bank itu dilakukan karena bagi pe- merintah sudah tidak ada jalan lain. Bank-bank itu hingga se- karang tidak dapat memperbaiki posisi keuangannya dan pe- merintah sudah tidak dapat lagi terus menerus membantu. Hu- tang bank itu terus membengkak. Di antaranya karena kredit macet. Para peminjam bank-bank itu sulit membayar pinjaman mereka kembali apalagi dengan terjadinya guncangan nilai ru- piah terhadap dollar AS sekarang. Mungkin timbul pertanyaan mengapa akhirnya baru seka- rang dicabut izin beroperasi bank-bank itu sedang sudah lama diketahui bank-bank tersebut kesulitan likuiditas. Agaknya tin- dakan tegas ini mungkin secara tidak langsung ada kaitannya dengan pinjaman yang diulurkan Dana Moneter Internasio- nal (IMF) yang memutuskan untuk membantu Indonesia se- besar US$ 23 milyar. Kiranya dengan pencabutan izin berope- rasi bank-bank bermasaalah itu pemerintah menunjukkan mu- lai mengambil tindakan tegas yang diperlukan untuk menye- hatkan perekonomian kita sehingga hal-hal yang mengham- bat usaha-usaha penyehatan itu seperti bank-bank yang ber- masaalah itu harus segera dieliminir. Masyarakat tentu memberi tanggapan positif terhadap tin- dakan tegas ini dan mengharapkan diambilnya tindakan tegas lainnya yang mengganggu pertumbuhan ekonomi. Dalam rangka likuidasi bank-bank bermasaalah itu peme- rintah mengatakan memperhatikan soal personil bank-bank ter- sebut yang akan menghadapi persoalan berat. Diberhentikan dengan pesangon sehingga menjadi penganggur. Atau akan da- pat menempatkan mereka pada perusahaan perusahaan lain. Sebab tentu jumlah yang akan menghadapi PHK ini cukup besar. Tetapi yang teramat penting pula ialah mengenai persoal- an yang dihadapi para penabung di bank-bank itu. Pemerin- tah mengatakan akan membayar kembali uang para penabung yang didepositokan tetapi kepada para deposan kecil yang ta- bungannya tidak lebih dari Rp.20 juta. Bagaimana dengan para penabung kecil lainnya dalam ar- tian memiliki tabungan di bank-bank itu antara Rp.20 juta sam- pai Rp.50 juta? Penabung dalam kategori ini rasanya juga cukup banyak jumlahnya yang menyimpan uang mereka di bank-bank ber- masaalah itu. Diantaranya pedagang pedagang dan pengusaha pengusaha kecil, para karyawan bahkan juga para pensiunan. Alasan yang terdengar mereka menabung di bank-bank swas- ta karena tingkat suku bunga lebih tinggi dari bank-bank pe- merintah. Mereka itu tentu akan dirundung malang kalau uang yang mereka simpan di bank-bank yang izinnya dicabut itu ti- dak dapat diambil kembali. Dicabutnya izin beroperasi bank-bank bermasaalah itu ra- sanya tidak akan mengurangi kepercayaan masyarakat untuk menyimpan uang mereka di bank. Terutama bagi rakyat kecil satu satunya jalan untuk me- nambah penghasilan sedikit ialah dengan menabung di bank. Tidak seperti di negara-negara industri maju, rakyat Indone- sia masih belum pandai bermain di bursa saham sebagai pe- nambah penghasilan. Artinya membeli saham saham yang pros- peknya baik dan menjualnya kembali bila harga saham yang mereka miliki harganya meningkat. Di negara-negara maju sebagian besar rakyat di samping menyimpan uang mereka di bank-bank juga membeli dan me- miliki berbagai saham sebagai penambah penghasilan itu. Buktinya dapat dilihat bahwa setiap hari catatan harga- harga saham di sana secara lengkap disiarkan surat-surat ka- bar. Malah banyak pembaca yang meneliti harga-harga saham itu terlebih dulu sebelum membaca berita-berita lain. Dalam usaha menyehatkan perekonomian pemerintah te- lah merumuskan berbagai program termasuk penyehatan bi- dang perbankan. Pelaksanaan program penyehatan itu kemung- kinan juga dilakukan berdasarkan berbagai saran IMF (Dewan Moneter Internasional). Di antara program program itu ada yang membuat kita ha- rus mengencangkan ikat pinggang. Terutama ikat pinggang masyarakat yang berpenghasilan pas-pasan akan menjadi lebih ketat. Namun semua ini harus kita lalui agar tercapai pertum- buhan ekonomi lebih tinggi bagi kemakmuran bersama. Surat Pembaca Hukuman Terhadap Pengedar Pengguna Obat Terlarang Harus Diperberat Nama dan alamat harus jelas Sertakan Fotokopi KTP sana pun masih juga ada orang yang berani mengendarkan/men- jual obat obat terlarang itu, konon pula hukumannya ringan. Jelas membuat orang akan se makin berani, bahkan orang- orang asing pun nekad menyelu dupkan ke negara kita. Sementara para pelaku khususnya anak muda di negeri ini semakin PEREDARAN dan para peng- berani, baik mengedar, menjual guna obat-obat terlarang semakin sambil menggunakan sendiri. bertambah banyak di negeri kita Lihat sejauh hukuman yang ini. Bahkan disebutkan Indonesia baru saja di jatuhkan oleh Hakim bukan lagi sebagai negara transit- di PN Medan terhadap Awi Ga nya obat-obat terlarang tersebut, gap hanya 19 bulan dari tuntutan melainkan sudah menjadi sasaran Jaksa lima tahun. Dengan alasan daerah pemasaran. Hakim, bahwa terpidana memiliki Kenyataan yang kita lihat obat-obat terlarang itu untuk memang demikian, bahwa hampir digunakan sendiri. setiap hari baik lewat berita-berita yang di tayangkan oleh televisi baik TVRI maupun TV Swasta, begitu pula media cetak, tetap ada saja berita penangkapan terhadap pengedar, pengisap, pengguna mulai dari pil ekstasi, rohipnol dan sebagainya hingga ke ganja. Disamping harga obat obat terlarang yang mahal membuat orang nekad menjualnya. Apalagi karena hukuman yang bakal di terima andaikan tertangkap, tidak begitu berat di banding dengan Kita tidak ingin mencampuri putusan Hakim, karena itu me mang mutlak wewenangnya. Cu ma sebagai warga Indonesia yang ingin negerinya bebas dari obat obat terlarang ini, kan tak salah bila berpendapat, apakah mung kin bagi terpidana memakan (menggunakan) sendiri obat-obat terlarang seperti ekstasi, rohipnol sekaligus, apalagi pil rohipnol yang dimilikinya sampai ber- jumlah 14.500 butir. Apa mung kin sebanyak itu untuk dikonsum- si sendiri? Tak masuk akal bukan?. Yang jelas untuk membumiha rapa gram. Sedangkan di kita sini, ada yang diringkus karena membawa gaji ratusan kilogram, dan puluhan ribu ekstasi, hukuman- nya hanya bilang tahunan saja. Dengan adanya hukuman berat Jl.Perjuangan seperti hukuman mati/gantung Medan seperti di Singapura, Malaysia ANALISA Internet, Penjelajah antar Negara Tanpa Paspor Oleh: Edwin H. Soepiartoyo SURAT KABAR yang dicetak dalam bentuk lembaran kertas ter- masuk majalah-keberadaan dan perannya tetap unggul dan am- puh, baik sebagai penyampai in- formasi, pendidikan (edukasi) hi buran (entertainment) sekaligus sebagai pembimbing umum. RISWANDI JAMILI Sekali pun di tengah per jalanan sejarah suratkabar, di imbangi dengan hadirnya siaran radio, disusul kemudian dengan siaran televisi sebagai media elektronika. Bahkan dalam tekno logi canggih sekarang ini, surat kabar nasional yang terbit di daerah-daerah dihadapkan ke mungkinan, surat kabar dan ma- jalah nasional di pusat akan menerapkan sistem cetak jarak jauh (SCJJ). untungnya. Agak beda dengan di beberapa negara luar, termasuk negara- negara tetangga kita, Malaysia, nguskan ekstasi, rohipnol, ganja Singapura, yang mengenakan hu kuman berat hingga hukuman mati bagi pemilik/pengedar/peng- gunanya walaupun hanya bebe Karena jarak waktu beredar dan dipasarkan nyaris bersa maan, surat kabar nasional yang terbit di daerah akan terpojok. Mujurnya SCJJ belum terlak sana, namun media cetak secara nasional secara mendadak dian- cam dengan meruyaknya infor- masi tanpa mengenal batas-batas antar negara, ruang dan waktu melalui Internet !. Keunggulan dan keampuhan surat kabar dan majalah sebagai media cetak dibandingkan dengan media elektronik, lembaran ker- tasnya bisa disimpan sebagai ar- sip. Begitu juga klipping sesuatu topik berita yang penting dapat disimpan dan setiap waktu bisa dimanfaatkan serta dibaca kem- bali, sebagai dokumen memiliki nilai faktual dan akurat !. Siaran radio mau pun siaran televisi, sebagai media informasi bisa didengar dan dilihat juga bisa disimpan dan diulang kem- bali penyiarannya - namun harus didukung dengan peralatan pe nunjang-kaset dan alat perekam, tape recorder mau pun video re corder. Penyimpanan lembaran surat kabar dan majalah, sekali pun telah daluwarsa, praktis dan mudah. Biasa dilakukan setiap in- dividu dan biayanya relatif murah. Dibandingkan rekaman siaran radio dan televisi - apalagi pada waktu media elektronika ini per- tama kalinya ditemukan - peralat an penunjangnya tidak mudah didapat di pasaran. Walau pun kini bisa diperoleh di toko-toko elektronika, diperlukan biaya yang tidak kecil. Internet sebagai peralatan elektronika mutakhir, sebagai media mampu menyajikan ga bungan informasi baca, dengar dan informasi pandang, juga bisa direkam apabila sesuatu topik berita diperlukan. Dalam struktur penyampaian informasi melalui surat kabar dikenal dengan 2 pola, pra-cetak dan pasca-cetak - mata rantai arus naskah dari reporter (pencari berita dan informasi), sidang pe ngarang (redaktur) dengan mela kukan penyuntingan (editing) berlanjut ke bagian artistik, set- ting dan paginasi tata letak (lay out). Kemudian diserahkan kepa da penerbit, percetakan untuk se lanjutnya dipasarkan dan sampai kepada pembaca. Penerbitan surat kabar atau majalah harus melalui mata ran- tai yang terkesan berbelit-belit. Cara kerja Internet sebagai media penyaji informasi, mata rantainya pendek, dari reproter atau redak tur dan langsung kepada pem baca. Tetapi apakah jaringan Inter net dapat dimanfaatkan setiap in- dividu di Indonesia? INDONESIA dikenal sebagai salah satu negara yang wilayahnya cukup luas di dunia, selain Amerika Serikat, Republik Rakyat China (RRC), Republik Rusia, apalagi ketika masih bergabung dalam Uni Soviet. 1. Panjang tulisan/artikel minimal empat dan mak simal tujuh halaman/folio diketik dengan spasi rang kap dan tidak timbal balik. 2. Bukan tindasan, serta bukan fotokopi. dan obat obat terlarang lainnya itu yang sangat membahayakan gene rasi muda bangsa, kita semua harus sepakat dan sejalan, mulai dari polisi/aparat keamanan, jak 3. Tidak atau belum dikirim kan ke media massa lain nya. sa hakim untuk mengenakan hu 4. Pada akhir/ujung tulisan sebutkan identitas, profesi kuman yang seberat-beratnya penulis serta alumnus dari kepada pemilik, pengedar, peng mana. gunanya. Keunikan Indonesia, wilayah nya membujur dari Sabang, Pulau Weh Daerah Istimewa (Dista) Aceh di bagian barat dan Merauke di Irian Jaya bagian timur, terpencar-pencar membentuk un- taian zamrud Khatulistiwa sepan- jang 5.000 kilometer. Jarak ter sebut sama jauhnya dari London, Inggris ke Teheran, Iran. Sebagai negara kepulauan, wi layah Nusantara berdasarkan data-data memiliki 17.054 pulau dan 992 pulau di antaranya ber penghuni dengan luas daratan 1.904.969 kilometer persegi dan iuas perairan 3.288.683 kilometer persegi. Jumlah penduduk In- donesia sejak tahun 1995 tercatat 200 juta jiwa lebih, menyebar di 63.000 desa dan kelurahan !. Dari Redaksi PARA penyumbang tulisan/artikel dimintakan perhatiannya sebagai beri kut: 5. Sertakan alamat terbaru yang jelas, dan jangan lupa sertakan fotokopi KTP yang masih berlaku. Keberadaan surat kabar dan majalah di Indonesia dinilai ung- gul dan ampuh dibandingkan media lain, karena masih memiliki peluang yang cukup banyak un- tuk lebih berkembang. Kondisi ini bukan saja dimungkinkan pertum buhan jumlah penduduk. Tetapi juga tingkat kehidupan dan pen didikan diseluruh Tanah Air. Strata kehidupan yang lebih baik, menumbuhkan minat beli dan bila diikuti tingkat pen didikan memadai, mendorong tiap orang membangkitkan minat baca. Usia pers nasional Indonesia bila dihitung sejak berdirinya PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) 51 tahun lalu - setahun lebih muda dibandingkan usia Republik In- donesia yang diproklamirkan Soekarno-Hatta, 17 Agustus 1945. Pada tahun 1994 mencatat 273 pe nerbitan pers di seluruh Indo nesia. Khusus di Jakarta tercatat 118 penerbitan pers, terdiri dari 20 surat kabar harian, 81 majalah, 9 surat kabar mingguan dan 8 surat kabar mingguan tabloid. Jumlah tiras (oplah) baru mencatat 13 juta eksemplar. Bila dihitung dalam masa 10 tahun, pertumbuhan oplah tiap tahunnya mencatat 3 persen. Pada tahun 1994 jumlah oplah masih mencatat 10 juta eksemplar. Kini jumlah oplah mencapai 13 juta eksemplar untuk 200 juta jiwa pen duduk. Maka tiap eksemplar media massa cetak dibaca rata- rata 15 orang. Di Jepang media massa cetak tiap eksemplarnya dibaca rata- rata 2 orang. Malah di negara- negara Eropa, surat kabar yang dicetak' setiap harinya jauh lebih banyak dibandingkan dengan jum lah penduduk. Karena media massa yang sama, mempunyai pangsa pasar di negara-negara tetangganya !. KEBERADAAN dan peran surat kabar seperti yang kita kenal sekarang, melalui rentang waktu cukup panjang. Diawali dengan prakarsa pejabat tinggi pada per mulaan berdirinya kekaisaran Romawi (sebelum Masehi) dengan menuliskan segala kejadian di atas papan di depan rumahnya. Penyebaran informasi kejadian- kejadian penting untuk diketahui umum diteruskan Caesar Romawi melalui Acta Diurna, walau pengumuman yang ditulis bukan kejadian berlaku sehari-hari. "Acta Diurna" menurut ahli se- jarah Romawi, Suetonius bukan surat kabar. Berita kejadian pen- ting yang hanya ditulis di papan pengumuman, tidak disebarluas kan seperti surat kabar. Amerika Serikat sempat meng- klaim sebagai negara yang mene mukan mesin cetak pertama kali nya tahun 1638 di Cambridge, Massachussetts di bawah penga wasan Harvard College. Padahal Inggris telah mendahuluinya 17 tahun sebelumnya, yakni tahun 1621. Dari data-data sejarah pers membuktikan, mesin cetak per- tama surat kabar ditemukan Johan Guttenberg, Jerman tahun 1450. Langkah ini dimanfaatkan Abraham Verhoeven di Ant- werpen sebagai pengusaha perce takan menerbitkan surat kabar pertama di Jerman, 1605. Selanjutnya, surat kabar per tama kalinya terbit di Perancis tahun 1631, disusul Italia pada tahun 1636. Percetakan pertama di Amerika Serikat, setidaknya mendahului 52 tahun, sebelum lahirnya surat kabar pertama, 25 Nopember 1690. Terbit, apabila terjadi peris tiwa-peristiwa penting (once a moneth) berukuran 6 x 19,5 inci. Baru 14 tahun kemudian, 24 April 1804 terbit surat kabar dengan wajah dan gaya khas Amerika, Boston Newspaper di pimpin Johan Campbell seorang pakar pos turunan Skotlandia. Surat kabar ini sebenarnya meni rukan gaya Inggris, begitu pun mampu bertahan selama 72 tahun. Surat kabar pertama terbit di dunia, sebenarnya dari dunia Timur, 'King Pau" terbit di daratan China tahun 911. Pener bitannya memang tidak teratur, baru pada tahun 1350 menjadi surat kabar mingguan. Namun se tidak-tidaknya, "King Pau" meng hapus anggapan selama ini, se akan-akan surat kabar pertama di dunia terbit di dunia Barat, Amerika atau Eropa! ringan informasi yang tidak me ngenal batas negara, dan waktu ini, bisa langsung menyergap ke rumah-rumah pengguna jasa ja ringan, diistilahkan dengan net- ter's !. Pada pertengahan tahun 1995 di seluruh dunia tercatat 2 juta node (terminal jaringan kom- puter) yang disebut sebagai infor- mation superhighway (informasi bebas hambatan) bagaikan ja ringan laba-laba menyelimuti bola dunia. Dunia sekarang menjadi tidak punya perbatasan dalam pe ngertian fisik yang membedakan negara yang satu dengan negara yang lain. INTERNET kehadirannya di Indonesia berawal pada tahun 1995, ditandai dengan beberapa penerbitan ber-skala nasional masuk dalam homepage jaringan revolusi teknologi informasi dan telekomunikasi "go online" di World Wide Web (WWW). Lebih populer kemudian dengan julukan Web ! Komputer yang tergabung dalam Internet mencapai 52 juta unit yang terhubung dan tersebar di 75 negara. Maraknya jaringan "Web" dalam Internet dimungkinkan ha dirnya perusahaan penyedia jasa surat elektronika (Electronic Mail, E-mail) yang dikenal dengan istilah provider. Kemudian ja- Untuk menjadi anggota net- ter's, setiap individu, rumahnya telah tersambung jaringan listrik dengan gaya memadai, setidaknya juga dilengkapi satuan sam- bungan telepon (SST) dan memi liki pesawat komputer (personal computer-PC). Disusul kemudian mengenal etika penerimaan Inter net !. Jaringan Internet demikian cepat marak di Indonesia didu kung infrastruktur memadai, an- taranya produk daya terpasang pusat listrik secara nasional terca tat 15.940 Mega Watt (MW-ju- taan watt). Kendati PT PLN (Persero) bukan satu-satunya perusahaan yang mengelola bidang ketenagalistrikan di In- donesia, namun BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang sejak tahun 1994 merubah status dari Perum menjadi Persero- kalau semula berorientasi pada perusa haan (company oriented), kini lebih menumpukan pada tingkat pelayanan terhadap pelanggan (customer oriented). PT PLN (Persero) telah mam- pu menjangkau 70 persen wilayah Indonesia yang demikian luas dan memasuki tahun 1997 mencatat 22 juta pelanggan. Data dari Deparpostel (Depar temen Pariwisata Pos dan Tele komunikasi), mencatat pemba ngunan jaringan telepon sampai Desember 1996 mencapai 4,2 juta satuan sambungan telepon (SST). Diproyeksikan akhir tahun 1999 akan terpasang tambahan 2 juta SST. Sehingga akhir abad 20, In- donesia telah terpasang 6,2 juta SST. 9732 Bila jumlah penduduk In- donesia tercatat 200 juta jiwa lebih, maka rasio sambungan telepon utama per seratus penduduk, masih 2,10. Padahal Singapura yang penduduknya 4 juta jiwa memiliki rasio 47,85 dan Malaysia, berpenduduk 16 juta jiwa rasio dengan kepemilikan dan penggu- naan telepon 18,32. Bagaimana Indonesia dengan penggunaan personal computer (PC) ?. Sampai akhir tahun 1996 di seluruh Indonesia tercatat 940.000 komputer pribadi. Me masuki tahun 1997 diperkirakan tercatat 100.000 netter's (peng guna jasa jaringan Internet). DALAM menyelenggarakan dan memberhasilkan dunia pen- didikan di Indonesia, tak semata- mata menjadi tanggung jawab pe merintah. Masyarakat dan pihak swasta diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk turut serta menyelenggarakan atau men- dirikan lembaga pendidikan for- mal. Tentunya keberadaan lem- baga pendidikan swasta tidak dibiarkan berjalan sesukanya. Pemerintah tetap memberikan perhatian dan pengawasan yang sama dengan lembaga pendidikan negeri. Walaupun roda dunia pen- didikan Indonesia terus berputar dengan baik mengikuti arus kemajuan zaman dan hampir se tiap tahun anggaran pemerintah mendirikan membaca surat kabar dan maja dah sebagai media cetak, diban- dingkan berlama-lama di depan layar komputer. Kenikmatan membaca surat kabar dan maja lah masih bisa dilakukan di dalam mobil, cara yang sama belum bisa digantikan oleh terminal kom puter atau "notebook", sekali pun. Walau banyak pakar komuni kasi mengakui, perkembangan ke depan pemakai "Web Server" seba gai media penerbitan pers tidak bisa terhindarkan. Kondisi ini dimungkinkan, akibat selalu ter jadinya gejolak harga kertas koran, malah terkadang terjadi ke langkaan persediaannya. Pihak penerbitan pers juga dihadapkan dengan keterbatasan tempat un- tuk menyimpan dokumen kertas, sehingga mendorong kecenderung an penerbitan ke elektronik melalui jaringan "Web". Tetapi betapa besar biaya yang harus dikeluarkan bagi individu untuk bisa menikmati surat kabar atau majalah yang telah "go online". Komputer yang dimiliki harus dihubungkan ke komputer penyedia sambungan, "provider" dengan lebih dulu menghubungi nya melalui saluran telepon. Se bagai "netter's" juga harus me lengkapi diri dengan "browser" - program dalam Internet yang digu nakan untuk menampilkan infor masi! sekolah dan mengangkat guru- guru baru, namun hal itu tak banyak membantu untuk menga tasi membludaknya anak usia sekolah setiap tahunnya. Impli kasinya, banyak anak usia sekolah yang harus meninggalkan bangku sekolah. Sebagai "netter's" masih di bebani banyak biaya, antaranya kepemilikan "web server" yang relatif mahal untuk ukuran keba nyakan penduduk Indonesia dari Rp. 10 hingga Rp. 15 juta - tergan- tung dari konfigurasi yang diper lukan. Sedangkan biaya penyam bungan "web server" ke Internet, harga langganannya Rp. 2 juta tiap bulannya. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Deparpostel, Ir. J.L. Parapak mengatakan, informasi di "web server" atau "hompage" di Inter net tidak dilarang apalagi disen sor. Inilah cara informasi dengan segala konsekuensi yang harus di hadapi. Bukan tidak mungkin orang lain dengan maksud-mak sud tertentu memajang informasi yang salah dan menyesatkan. "Sekali pun kita dapat mem batasi akses ke Internet, informasi yang salah dan menyesatkan akan sampai pada pemakai yang me mang ada keinginan untuk pem- bacanya", tambah J.L. Parapak. Penerbitan pers nasional memi liki banyak pembatasan, antara nya keberadaan SIUPP (Surat Izin Untuk Penerbitan Pers) yang diperoleh melalui seleksi yang ketat, kemudian Undang-Undang Pokok Pers mau pun Undang-Un dang Penyiaran dan perangkatnya yang cukup kenyal. Setiap pener bitan bila saja dinilai melanggar- nya akan terkena sanksi tegas - dibreidel ! Seorang pakar komunikasi me ngatakan, "Jalur laut, arus peng- guna dirgantara, bahkan peng- guna angkasa luar sudah ada badan yang mengaturnya. Arus informasi melalui jalur bebas hambatan (informasi superhigh way), jelasnya Internet, belum ada badan yang mengaturnya !". Terpulanglah kepada tiap indi vidu, betapa nikmatnya membaca surat kabar dan majalah secara serius tetapi santai. Tidak menjadi "netter's" berbiaya mahal dan berjam-jam di depan layar kom- puter apalagi dihantui dengan bahaya radiasinya ! Kalau dirata-ratakan tiap pro- pinsi di Indonesia anak usia sekolah yang harus meninggalkan bangku sekolah 5,000 sampai dengan 10.000 orang, maka tahun depan Indonesia memiliki 270.000 anak usia sekolah yang harus me tu mereka untuk dapat kembali bersekolah. Kata kasihan pun tak akan membuat mereka terhibur, malah akan membuat mereka se makin terpuruk pada ketakber dayaan yang kian dalam. Oleh sebab itu, semua pihak memang harus memiliki rasa tanggung jawab untuk mengatasi kendala yang tengah membalut sebagian anak-anak Indonesia. Tanggung jawab atau kepedulian terhadap mereka banyak cara yang dapat ditempuh. Pemerintah gedung-gedung telah memulai hal itu dengan ninggalkan bangku sekolah. Kasih an mereka ! Selaku orang yang kuat meme gang tradisi gotong royong, tentu kita tak pantas kalau hanya me ngucapkan kata "kasihan". Lan taran kata itu tak akan memban- GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh). Gaungnya men- dapat sambutan yang baik dari berbagai pihak, sehingga se- jumlah anak telah mendapatkan bantuan pendidikan. Kiprah yang dijalankan oleh GNOTA tentunya tidak hanya berhenti sampai di situ saja. IRIAN JAYA Sebagai contohnya dapat kita lihat Irian Jaya, tahun depan anak benderanya demi kejayaan anak- anak Indonesia. Untuk menyuk usia sekolah di propinsi paling seskan hal tersebut, masih sangat ujung Indonesia itu sekitar 50.000 Surat kabar dan majalah di orang. Namun yang mampu dan diharapkan sekali peran dari lem- dunia pada Juni 1994, tercatat baru 4 penerbitan disajikan dalam Web di Internet. Sampai pada akhir tahun 1995 tercatat tidak kurang dari 200 media cetak ter saji dalam Internet. Surat dari Australia Awas, Tulang Rapuh Oleh: Nuim Khaiyath Seorang dokter ahli tulang Australia menjelaskan bahwa tulang manusia itu laksana pe- rancah pada sebuah bangunan. Tulang adalah laksana perancah yang ringan akan tetapi sangat kuat. SELAMA ini kita hanya mengenal apa yang suka disebut "penyakit perempuan". Seakan perempuan itu ada- lah makhluk yang lain, bukan sekadar berbeda dari lelaki. baga perwakilan rakyat. Dalam berkesempatan untuk mengecap konteks ini bukan DPR dituntut pendidikan hanya sekitar 20.000 orang, yang berarti 30.000 orang anak usia sekolah harus mening galkan bangku sekolah. untuk membuat atau menetapkan sebuah peraturan atau undang- undang tentang GNOTA. Akan tetapi dititikberatkan supaya se luruh anggota MPR, DPR Pusat, Dati I dan Dati II merelakan diri untuk menjadi salah seorang pe nyandang dana GNOTA. Tegasnya menjadi orang tua asuh ! Sebagai wakil rakyat yang memang bertugas membela segala Di Barat, yang dikenal de- ngan sebutan "penyakit perem- puan" itu adalah kanker payu dara dan tulang yang merapuh, dikenal dengan sebutan "osteo porosis". Sering sekali kita baca di kota-kota Australia ini tentang seorang wanita tua yang retak atau patah tulangnya, karena terjatuh, bukan pun terhempas. Keretakan atau kepatahan tulang itu terjadi karena me- mang sudah rapuh, hingga tidak lagi tangguh. Dikatakan, tulang yang ra- puh disebabkan kurangnya kal- sium yang dapat diperoleh lewat susu serta hasil-hasilnya atau le- wat vitamin. Oleh: Pahrus Zaman Nasution, S.Pd Belakangan, kita mengenal pula apa yang disebut penyakit lelaki termasuk jantung dan prostata. Satu dari tiap-tiap 5 orang lelaki, begitu menurut suatu sta- tistik di Australia, niscaya akan menderita gangguan prostata. Bahkan, orang seperti Jen- deral Norman Schwarzkopf, yang menjadi panglima pasukan koalisi 28 negara dalam Perang Teluk 1991, sempat harus men- jalani pembedahan untuk me- ngatasi gangguan pada prostata. Kalau sekadar memperlan- car aliran air seni saja, tidak mengapa, namun kalau sudah sampai sempat digerayangi kan- ker, maka ini berbahaya. MERAPUH Jenderal Purnawirawan Schwarzkopf mengata- Norm kan baru-baru ini dalam suatu wawancara televisi, bahwa ke- tika diberitahu oleh dokternya bahwa ia mengalami gangguan pada prostatanya dan harus di- bedah, maka ia sangat marah campur kecewa. Dan setelah operasi, begitu dikisahkannya, maka ia senga- ja melakukan gerak badan jalan kaki seraya membawa segala pe- ralatan kedokteran yang masih menggabung pada tubuhnya. Makin hari makin jauh ja- rak yang ditempuhnya, hingga akhirnya, begitu dikatakan, ia lebih cepat tetirah dari semesti- nya, minimal dari perkiraan dokter. AKANKAH terjadi persaingan keras, antara jaringan informasi Internet dengan surat kabar dan majalah dalam upaya menarik lebih banyak "netter's dan pem- baca tetapnya ?. Kalau selama ini hanya kaum wanita yang sudah mulai berumur yang diperingatkan tentang resiko atau kemung- kinan yang lebih besar menge- nai bahaya osteoporosis, maka sekarang kaum lelaki pun di- ingatkan agar jangan lalai, ka- rena mereka pun dapat mengi- dap kerapuhan tulang. Sebagaimana dikatakan ta- di, sama halnya dengan gang- guan jantung dan juga kanker, maka riwayat orang tua atau ke- luarga memang dapat berperan. Apabila seorang anak lelaki mengetahui bahwa ayahnya atau ibunya pernah menderita Orang masih lebih nyaman Wakil Rakyat dan GNOTA Lagi-lagi disini kita menda- pat kesan tentang khasiat gerak badan dalam macam-macam bentuknya, termasuk jalan kaki. Namun kini, di Australia ada peringatan pada kaum lela- ki, bahwa mereka yang sudah berusia 40 tahun, jangan hen- daknya beranggapan bahwa se- gala sesuatunya aman-aman sa- ja, termasuk tulang belulangnya Ternyata, tulang belulang le- laki, sebagaimana tulang belu- lang perempuan juga sering mu- lai merapuh bersamaan dengan usia. kepentingan rakyat, harus dapat menunjukkan kepada rakyat be tapa kepedulian MPR dan DPR sangat besar dan tidak hanya lewat ketetapan ketetapan dan rapat saja. Akan tetapi lebih kongkrit lagi dengan memberikan atau menyalurkan sejumlah hono rarium yang diberikan rakyat setiap bulannya, kembali diberi kan kepada rakyat untuk men- dukung GNOTA. SELURUHNYA TERLIBAT Dalam memberhasilkan GNOTA versi wakil rakyat ini, semua anggota dan pimpinan MPR, DPR Pusat sampai Dati II harus dilibatkan. Supaya realisa sinya dapat berjalan secara seren tak, maka pimpinan perwakilan rakyat harus mengeluarkan surat edaran yang berisi tentang him bauan yang "wajib" untuk dilak sanakan oleh setiap anggota per wakilan rakyat menjadi orang tua asuh. Untuk menjadi orang tua asuh ini, para anggota majelis dan dewan perwakilan rakyat tidak perlu susah-susah mencari anak Akan tetapi bersamaan de- ngan perjalanan umur, maka tulang belulang ini, baik pada lelaki maupun perempuan, menjadi kian tipis dan rapuh, dan semakin bolong-bolong, yang dari waktu ke waktu men- jadi kian besar. Mengenai berapa besar honora rium anggota dewan yang dipo tong untuk mendukung keberhasil an GNOTA, tergantung kepada ke Karenanya, tulang menjadi kian mudah retak atau patah karena rapuh. Bisa saja seorang lelaki mengangkat sesuatu yang berat dan tiba-tiba tulang pung- gungnya retak atau patah, atau tulang pinggulnya. sepakatan bersama. Akan tetapi jumlah pemotongan anggaran ang Sampai beberapa tahun yang lalu, osteoporosis diang- gap semata-mata sebagai pe- nyakit perempuan tua. Tidak ada yang terpikir hendak meng- kajinya di kalangan kaum lela- ki, dan karenanya kaum lelaki tidak diberi nasihat tentang ca- ra untuk menangkalnya. Akan tetapi, berpegang pa- da keyakinan bahwa "tidak per- nah terlambat untuk belajar" maka kaum lelaki yang sudah berumur pun dapat mengambil langkah-langkah pertahanan untuk melawan kerapuhan pa- da tulang ini, kendati tidak da- pat disembuhkan, namun per- kembangan kerapuhan tersebut ternyata dapat dibendung. Jadi, kalau sudah terlanjur ada, apa boleh buat, hanya yang dapat dilakukan adalah agar yang sudah ada itu jangan sampai berkembang hingga menjadi lebih parah. 20 TAHUN Menurut para ahli, ke- utuhan tulang seorang lelaki mencapai puncaknya pada usia 20 tahun. Kalau lelaki tersebut dalam keadaan sehat wal'afiat, maka tulang belulangnya pun akan stabil selama 20 atau 30 ta- hun lagi. Setelah itu, tulang be- lulangnya mulai melemah, me- rapuh, dan dengan bertambah- nya usia, maka tingkat laju ke- rapuhan ini pun bertambah cepat. Kalau sebelumnya disangka bahwa kerapuhan tulang ini akan mencapai titik maksimal- nya dan kemudian berhenti se- cara alamiah, maka kini diketa- hui, bahwa kerapuhan tersebut terus berkembang bersama usia. Ternyata faktor keturunan juga ikut berperan. Lelaki yang orang tuanya punya tulang yang tangguh akan mewarisi ketang- guhan tersebut, akan tetapi, me- reka yang mengamalkan tata ca- ra atau gaya hidup yang sehat dapat mengatasi sampai batas- batas tertentu warisan tulang yang kurang meyakinkan yang diperolehnya dari orang tuanya. Suatu pengkajian yang dila- kukan di Australia menyimpul- kan bahwa satu dari tiap-tiap 3 lelaki yang berusia 60 tahun ke- atas cenderung menderita oste- oporosis atau tulang yang rapuh dan mudah retak atau patah. GNOTA harus terus mengibarkan yang akan diasuh. Cukup setiap didikannya dapat tertawa kembali bulannya honorarium rela dipo dengan ceria. tong bendahara yang selanjutnya uang tersebut diserahkan pim- pinan perwakilan rakyat setiap bulannya kepada pengelola GNOTA di daerah masing-ma sing. Ini untuk DPR Dati I dan II. Sedangkan untuk MPR dan DPR Pusat dana yang dikumpulkan di salurkan kepada pengurus GNOTA Pusat. gota MPR, DPR Pusat, Dati I dan II harus terdapat perbedaan.. Misalkan MPR dan DPR Pusat di potong 10 persen, maka DPR Dati I sebesar 8 persen dan DPR Dati II cukup 6 persen. Uang pemberian wakil rakyat tersebut tentu amat berarti sekali bagi anak-anak Indonesia yang membutuhkan uluran tangan demi kelanjutan pendidikan mereka. Ini merupakan kesempat an emas bagi para wakil rakyat untuk menunjukkan eksistensinya yang suci, yakni membela dan . membantu kepentingan rakyat. Se bab keberadaan para wakil rakyat duduk di kursi empuk dan gedung yang mentereng "adanya curahan kepercayaan dari rakyat". Jangan lupakan itu ! Sekali lagi ditegaskan, perlu uluran tangan wakil rakyat untuk membela anak-anak bangsa yang bakal melanjutkan estafet kepe mimpinan bangsa dimasa yang akan datang. Untuk itu, urgenlah hal tersebut untuk direalisasikan Tawa mereka adalah tawa kita juga. Tangis mereka adalah tangis kita juga. Sukses mereka, merupa kan wujud keberhasilan pelaksa Halaman 4 naan amanah rakyat terhadap wakilnya. Jadi, sukses pendidikan atau mencerdaskan kehidupan bangsa, merupakan satu langkah besar yang tidak dapat ditebus dengan rupiah. Lantaran pendidikan modal yang paling terdepan dalam memberhasilkan pembangunan. Jika rakyat cerdas, pasti pem bangunan dapat berhasil dengan baik. Lantaran di balik kecer osteoporosis, maka ia harus hati-hati karena besar sekali ke- mungkinan bahwa ia pun akan mewarisinya. Salah satu faktor resiko lain- nya adalah rendahnya kadar tes tosterone -yang secara kasar da- pat disebandingkan dengan zat kejantanan. Jadi, kalau pada kaum wa- nita kurangnya zat oestrogen menyebabkan osteoporosis, ma- ka pada lelaki kekurangan zat testosterone menjadi biang keladinya. Kurangnya kalsium dan ge- rak badan atau olahraga, ba- nyak merokok dan minum alko- hol dapat berdampak tidak baik terhadap tulang. Karena selama ini kurang se- kali penelitian yang dilakukan terhadap osteoporosis di kala- ngan kaum lelaki, maka para ahli kesehatan, termasuk para dokter belum begitu pasti bagai- mana harus merawat kerapuhan tulang pada kaum lelaki. Mere- ka juga belum yakin apakah pe- rawatan terhadap perempuan untuk gangguan yang sama da- pat juga diterapkan terhadap kaum lelaki. Namun, 50 persen lalaki yang sudah masuk dalam golo- ngan umur rawan ternyata tidak menderita osteoporosis, dan mereka belum mengetahui alasannya. Mungkin saja mereka ini ti- dak pernah melakukan hal-hal yang ada resikonya. Yang jelas ialah, gabungan jenis makanan yang kaya kalsi- um dan gerak badan dengan be- ban, seperti jalan kaki, jogging atau lari, main tenis, dapat membantu mengurangi dampak negatif dari kerapuhan tulang ini. Gerakgerak badan yang di- sebutkan tadi mendatangkan stres pada tulang yang menang- gapi stres itu dengan memper- kuat dirinya. SUSU Di kalangan kebanyakan kaum lelaki di Australia ada ke- keliruan pandangan bahwa su- su dan makanan-makanan seje- nis lainnya hanyalah untuk anak-anak sedangkan mereka sendiri tidak lagi memerlukan- nya kalau sudah dewasa, me- ngingat susu mengandung terla- lu banyak lemak dan kolesterol. Padahal mereka masih tetap memerlukan kalsiumnya dan bahwa banyak jenis makanan terkait yang tidak mengandung kolesterol, atau hanya sedikit saja kolesterolnya. Jangan meminum alkohol terlalu banyak dan berhenti me- rokok dapat membantu. Pemerintah Australia mulai bulan Agustus ini menyediakan jasa-jasa pelayanan bagi kaum lelaki untuk memeriksakan diri apakah mereka terancam kera- puhan tulang. Soalnya, selama ini hanya kaum wanita yang berhak untuk mendapatkan jasa-jasa pelayan an ini secara cuma-cuma se dangkan seorang lelaki yang hendak menggunakan jasa-jasa ini akan dikenakan bayaran. Jadi, demi kelancaran pem bangunan, khususnya sektor pen didikan dalam keikutsertaan un- tuk mencerdaskan kehidupan bangsa, seperti yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945, sudah sepantasnyalah wakil-wakil rakyat mengulurkan tangan. Uluran tangan para wakil rakyat merupakan hawa penyejuk yang dapat mengangkat harkat dan martabat anak bangsa dari lem- bah kelunglaian masa depan. Secara langsung atau tak lang sung, tetesan air putih pelepas dahaga akan dunia pendidikan yang diluncurkan para wakil dengan segera, agar mereka yang masih dilanda "harap-harap rakyat, merupakan nilai yang cemas" terhadap kelanjutan pen dapat mengantarkan anak Indo nesia ke depan pintu gerbang cita- citanya. Jika kita tak sudi mem- buka mata untuk mereka, dapat diyakini, mereka hanya akan jadi penonton yang tahu bersorak- sorak saja. Mudah-mudahan saja Anda memiliki otot kawat tulang be- si kata orang kita. Wallahu a'alam. (0) Nuim Khaiyath adalah wartawan Radio Australia di Melbourne. dasan rakyat tersimpan cara ber- fikir dan bertindak yang cerdas pula. Bila rakyat bodoh, pasti pem bangunan yang dilaksanakan tidak akan berhasil dengan baik. Lantaran cara berfikir dan bertin dak rakyat sangat terbelakang. Oleh karena itu, bila sedikit saja emosi mereka terpancing, mereka akan marah. Kalau rakyat sudah marah, pasti pembangunan jadi tidak menentu. Sebab keberhasil an suatu pembangunan sangat di butuhkan dukungan semua lapis an masyarakat. Dengan demikian, eksistensi pendidikan agi masyarakat memang memegang pe ranan yang amat penting sekali. KESIMPULAN Seperti kita, mereka pun ingin memiliki hari esok yang cerah. Mereka ingin memiliki makna da lam mengharungi kehidupan ini. Mereka pun menggumpal suatu cita-cita. Untuk itu, mari susun langkah mengajak mereka ber jalan dan saling berpegangan. Mari kita coba !. Penulis adalah Staf Pengajar di SLTP YP Singosari Deli Tua t S k k S