Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Analisa
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-11-04
Halaman: 08

Konten


Selasa, 4 Nopember 1997 KESEHATAN NO. 1005/XXI -1997 PENGANTAR SALAH satu gejala penyakit yang paling sering dijumpai pa- da bayi dan anak dibawah lima tahun (BALITA), adalah de- mam. Demam pada bayi dan anak ini disamping membuat anak menjadi gelisah, rewel dan menjadi cengeng, juga penyebab kan ibunya menjadi cemas dan merasa waswas. Demam pada anak inilah yang paling sering menyebabkan seorang ibu akan membawa anaknya kepada dokter yang selama ini di kunjunginya. Kemudian juga demam ini memang bisa membedakan an- tara seorang anak yang sedang sakit dan anak yang sehat. Anak pada usia dibawah lima tahun, mempunyai tingkat per- tumbuhan dan perkembangan yang tinggi, baik dari segi fi- siknya maupun dari segi mentalnya. Jika pada usia ini seorang anak selalu dalam keadaan sehat, muduh-mudahan nanti per- kembangan dan pertumbuhan badan dan jiwanya akan baik se- kali. Sebaliknya jika pada usia balita tersebut, anak selalu di- timpa penyakit, sangat dikuatirkan nantinya pertumbuhan dan perkembangannya menjadi terganggu. Bukan saja badannya se- cara fisik,baik berat atau tinggi badannya tidak bertumbuh dan berkembang dengan baik, tetapi juga mentalnya bisa terbela- kang dibandingkan dengan teman-teman seusianya. Ada pula diantara penyakit-penyakit pada anak balita ter- sebut yang bisa menyebabkan terjadinya kecacatan, yang bisa menetap seumur hidupnya. Jika kecacatan seperti ini terjadi. Konsultasi GIGI PALSU TER TELAN ? Tanya: Saya seorang pemuda berusia 19 tahun dan merupakan seorang mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi swasta dikota ini. Sudah sekitar 2 tahun ini saya se- ring sekali mengalami gangguan didaerah perut, terutama sehabis makan, lalu kira-kira 3 bulan yang lalu, gigi palsu saya tertelan tan- pa saya sengaja. 1. Apakah hal ini berbahaya? 2. Apakah gigi palsu tersebut bisa keluar melalui buang air be sar? 3. Apakah yang sebaiknya saya la kukan ? HENDRA, BANDA ACEH. Jawab: Gigi palsu anda terbuat dari bahan yang tidak mungkin dapat dicernakan oleh usus kita. Dengan demikian biasanya gigi palsu yang tertelan tersebut akan keluar bersama-sama dengan kotoran kita. Mungkin saja tan- pa setahu anda, memang gigi palsu tersebut telah keluar pada satu waktu tertentu. Begitupun jika anda tetap kuatir dan was was, anda bisa memintakan ke pada dokter anda untuk membuat kan foto sinar tembus dari saluran pencernaan tersebut, sehingga bisa diketahui apakah gigi palsu tersebut masih ada atau tidak dalam saluran pencernaan itu. Ini lah yang kami kira yang perlu an- da lakukan. PAYAH BANGUN PAGI POPULASI dan status badak di Indonesia saat ini sudah di am- bang kepu nahan. Tidak saja di Indonesia tetapi juga di dunia.Sekarang banyak keluhan mengenai mulai punahnya badak, dan mungkin juga hewan mama lia lainnya seperti harimau, gajah, dan lain lain. Untuk menjaga ini, Presiden Soeharto melalui Menteri Kehu tanan Ir.Hasjrul Harahap (ketika itu) serta para pejabat terkait dan pencinta satwa/flora dan para pe- nyandang dana, bulan Maret 1990 meresmikan Yayasan Mitra Rhi saya tertidur kembali. Karenanya setiap hari saya baru terbangun sekitar pukul 10.00 pagi. Perlu diketahui bahwa saya baru tidur pada malam hari, kira-kira pukul 24.00 atau bahkan terkadang pukul 02.00 pagi. 1. Apakah saya menderita penyakit tertentu ataukah hal ini disebabkan karena saya tidur terlambat pada malam hari ? no.. Yayasan ini bergerak dalam bidang pelestarian atau konservasi hewan antara lain badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus) dan badak Sumatera (Dhidermoceros Sumateransis). Hewan-hewan yang merupakan anugerah Tuhan itu di bumi pertiwi ini, merupakan kewajiban kita bersama untuk mensyukuri rahmat-Nya, dengan jalan berupaya melestarikannya. Pelestarian dimaksud akan memberi hasil jika diikutsertakan tiga unsur, yaitu : Pejabat yang berwenang, termasuk di daerah, penyandang dana, dan pakar yang benar-benar ahli berkualitas. Karena itu yayasan Mitra Rhino yang berkedudukan di Jakarta, mengadakan kerjasama dengan berbagai badan yang sama di luar negeri, seperti IUCN/SSC, Asian Rhino Specialist Group (ARSG), Asian Rhino, African Rhinos, dan lain lain. 2. Bagaimanakah caranya agar saya bisa bangun pada pagi hari? B.S. Nasution, Medan. Jawab: Kami: kira anda tidak menderita penyakit apapun, apalagi anda juga tidak menyam- paikan keluhan lain selain daripada sukarnya anda bangun pada pagi hari itu. Mengapa an- da tidak bisa bangun pada pagi harinya, kami kira ini merupakan suatu kewajaran saja, sebab an- da tidur agak terlambat setiap malamnya. Karena itu tidak ada jalan lain selain daripada mengusahakan agar anda bisa tidur lebih cepat, sekitar pukul 22.00 atau 23.00 malam. Dengan demikian ketika anda terbangun pada pagi hari, sekitar pukul 05.30 pagi (yang kelihatannya sudah kebiasaan anda), anda bisa segera bangun dengan kesegaran yang baik, karena tidur malam anda cukup. Kami kira anda tidak membutuhkan obat asal apapun, saja anda bisa tidur lebih cepat daripada kebiasaan anda sekarang ini. Kami yakin kalau anda bersungguh-sungguh berusaha, anda akan bisa melakukannya. Begitupun, ngomong-ngomong, apa yang menyebabkan anda selalu terlam- bat tidur pada malam harinya ? BERKERINGAT BANYAK Hewan badak (Rhinocero) ada lah termasuk hewan mamalia terberat sesudah gajah (Pro- boscidea). Ciri-cirinya ialah adanya satu atau dua tanduk atau cula di atas hidungnya. Saat ini masih ada 5 spesies badak, yaitu: 1. Badak putih atau badak bibir besar (Ceratotheriumsimum) dari Afrika. REDAKTUR PELAKSANA: dr. A. Hakim Soelaiman dr. Harwita F. Eyanoer dr. Fathy Dahlan 2. Badak hitam atau badak bibir runcing (Diceros bicormis) dari Afrika. 3. Badak India (Rhinoceros uni cornis). 4. Badak Jawa (Rhinocerosson daicus). 5. Badak Sumatera (Dicerorhinos sumatrensis), terdapat di Suma tera, Malaysia, Indocina, Burma dan Kalimantan. Baik kecacatan fisik maupun mental, tentulah akan merupakan beban berat bagi anak itu sendiri dan juga bagi keluarganya ke- lak dibelakang hari. Tanya : Tanya : Saya seorang pemuda berusia 24 tahun dan sampai sekarang ini masih belum berkeluarga. Saya bekerja sebagai seorang karyawan Saya seorang pemuda maha swasta. Sudah sekitar 2 tahun ini siswa berusia 21 tahun dengan saya sukar sekali bangun pagi, tinggi 168 cm dan berat 56 kg. walaupun sebenarnya saya berke- Dalam beberapa keadaan saya inginan benar untuk bangun pagi selalu berkeringat sangat banyak itu. Pada sekitar pukul 05.30 pagi sekali, sehingga membasahi atau pukul 06.00 pagi saya sudah seluruh tubuh, termasuk bagian terbangun, tetapi karena perasaan muka saya. Ketika berjalan hanya malas dan mengantuk membuat sekitar 500 meter, atau ketika Tanya : Saya seorang putri pelajar dikelas III SMU, berusia 18 tahun. Sekitar 5 bulan ini saya selalu Bagaimana Nasib Badak Sumatera ? Tahun 1984 IUCN SSC menga dakan pertemuan di Singapura Cula adalah senjata badak yang Membahas masalah pelestarian digunakan untuk membela dirinya badak Sumatera, dan menetapkan apabila dalam keadaan bahaya. cara-cara pembuatan penangkar Badak Afrika tidak memiliki sen- an Ex Situ secara rinci guna jata lain, kecuali culanya, kelangsungan hidup jenis jenis sedangkan spesies-spesies dari satwa pada saat ini. Asia mempunyai gigi seri yang hampir seperti gigi taring dan dapat digunakan sewaktu-waktu untuk membela diri dan sangat berbahaya karena dapat menim- Hal ini merupakan bukti, bah wa keadaan hutan di dunia, ter- masuk Indonesia, sudah harus dilindungi. Karena itulah diperlukan sekali suatu pengetahuan tentang berbagai masalah kesehatan yang sering menimpa anak balita. Khususnya bagi orang tuanya sendiri. Pengetahuan tentang pe- ngenalan dan penanggulangan penyakit pada anak, apalagi di- tambah pula dengan pengetahuan tentang cara-cara atau tin- dakan yang dapat mencegah berbagai penyakit pada anak, ten- tu sangat bermanfaat sekali. Penyakit-penyakit atau gejala penyakit yang paling sering ter- jadi pada anak, seperti demam (termasuk didalamnya demam kejang dan demam berdarah), batuk, muntah dan diare, meru- pakan penyakit yang serharusnya diketahui oleh orang tua de- ngan baik. Pada minggu ini Sdr. Dr. H.A. Hakim Sulaiman mencoba memberikan gambaran kepada kita semua tentang masalah de- mam pada anak-anak. Pengenalan, penanggulangan pertama sebelum dibawa kedokter dan pencegahan dari demam dan pe- nyakit yang menimbulkan demam, perlu diketahui oleh kita semua. Tulisan berjudul : "LANGKAH PERTAMA MENGATASI DEMAM PADA ANAK," yang kami tempatkan dalam rubrik Popularia Medika minggu ini, mudah-mudahan akan membe- rikan tambahan pengetahuan kepada kita semuanya, khusus- nya para orang tua, tentang demam, gejala penyakit yang pa- ling sering diketemukan pada anak. makan makanan yang pedas, atau selesai berolahraga dan lain lain, keringat tersebut bercucuran dengan hebatnya. Dulunya saya tinggal didaerah yang dingin, tetapi sesudah sekitar 5 tahun ini saya tinggal di Medan, mulailah hal itu terjadi sampai sekarang ini. 1. Mengapa keringat saya bisa begitu banyaknya? 2. Apakah saya menderita penyakit tertentu? 3. Dokter manakah sebaiknya saya kunjungi ? S. Brahmana, Medan. Jawab: Keringat, yang sebahagian besar terdiri dari air, dihasilkan oleh kelenjar keringat yang ter- dapat dikulit kita. Air itu sendiri merupakan hasil pembakaran dari zat-zat makanan dalam tubuh kita untuk menghasilkan kalori atau tenaga. Tentunya dalam keadaan tertentu keringat tadi bisa cukup banyak, seperti ketika bekerja berat, pada waktu berolahraga ataupun pada suatu keadaan emosional. Hal seperti ini ten- tunya normal-normal saja. Tetapi kalau hanya berjalan kaki atau bekerja sedikit saja, keringat ber- cucuran dengan hebatnya, bagai manapun tentu ada sesuatu yang kurang beres dalam tubuh kita. Mungkin ada suatu proses metabolisme yang sangat berlebihan. Hal ini bisa didapati misalnya pada suatu kelainan dari kelenjar gondok atau kelenjar Thyroid dibagian leher kita. Untuk itu diperlukan suatu pemeriksaan yang sesungguhnya dari keadaan tersebut, misalnya dengan pemeriksaan Basal Metabolic Rate (BMR). Untuk itu, jika sekiranya keadaan itu sangat mengganggu anda, sebaiknya ada mengunjungi seorang dokter ahli penyakit dalam, yang bisa melakukan suatu pemeriksaan yang teliti bagi anda. Oleh: Drh.Pudjijono BERCULA DUA Badak Sumatera dapat dijum- pai mulai dari kaki gunung Himalaya di Bhutan dan India Timur, terus ke timur di Myan- mar, Thailand, Semenanjung Malaysia dan Sumatera serta Kalimantan. Pada umumnya, me reka dapat hidup dengan baik di habitat alamnya di bandingkan dengan jenis Badak Jawa. Hal ini karena satwa ini banyak menghu Badak Jawa ni di pegunungan dan hutan dida- taran tinggi di mana tidak banyak gangguan karena pembangunan atau pembukaan hutan untuk daerah perkebunan/pertanian/ pemukiman dan lain lain. Habitat badak Jawa terdapat banyak di daerah hutan-hutan pantai dan sungai. Badak Sumatera JAMU DAN AKIBAT SAMPINGANNYA Badak bibir besar (badak putih) Badak bibir runcing (badak hitam) Badak India BADAK SUMATERA DI WAY KAMBAS minum jamu Galian Singset un- tuk menjaga tubuh saya. 1. Apakah ada akibat sam- pingan dari meminum jamu itu? 2. Apakah memang bisa kalau meminum jamu ini, rahim saya menjadi mengecil? 3. Atau apakah ada penyakit lain yang mungkin terjadi pada diri saya? Siska, Medan. bulkan luka-luka yang dalam. Indra penglihatan hewan ini kurang baik, akan tetapi mem- punyai Indra pendengar dan pen- ciuman yang sangat tajam. Walau pun tubuhnya sangat besar dan Berat badan Badak Jantan dewasa, (per ekor). Pada tahun 1991, staf Taman Nasional Way Kambas telah melakukan observasi badak di sepanjang Sungai Way Kanan, Propinsi Lampung. Dan di Jawab: Jamu umumnya dibuat dari bahan tumbuh-tumbuhan. Boleh dikatakan semua bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan ini akan lebih aman daripada obat-obatan yang dibuat dari bahan-bahan kimia sintetis. Tetapi tentunya tidak boleh dilupakan bahwa bahan-bahan alamiahpun sebenarnya juga merupakan bahan-bahan kimia. Bisa saja bahan-bahan tadi akan meracuni tubuh kita kalau dimakan secara berlebihan atau kalau tubuh kita sendiri tidak tahan dengan bahan tersebut. Dengan kata lain, bagaimanapun amannya bahan- bahan dari tumbuh-tumbuhan dalam jamu itu, efek sampingnya tetap akan ada. Sayangnya peneli- tian terhadap bahan-bahan yang terdapat dalam jamu itu, belum begitu banyak dilakukan. Inilah yang merupakan suatu tantangan bagi dunia pengobatan tradisional (termasuk pemakaian jamu) dalam usaha pengembangannya bagi kesehatan masyarakat secara luas. Jika hal ini sudah dilakukan, tentunya pengobatan dengan pemakaian bahan jamu ini akan lebih terjamin lagi dari segi keamanan pemakaiannya. Karena itu bagi anda yang memper gunakan bahan jamu ini, silahkan saja, tetapi ikutilah cara-cara pemakaiannya sesuai dengan petunjuk yang diberikan dalam kemasannya. Jika sekiranya anda merasakan sesuatu kelainan sesudah mempergunakan jamu ini dalam waktu tertentu, hentikan segera pemakaiannya. Kalau perlu anda bisa memeriksakan diri an- da kepada seorang dokter, untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut tentang pemakaian jamu yang anda gunakan itu. L berat, mereka dapat lari dengan cepat dan kuat serta lincah/elastis, dalam menghadapi medan yang sukar (tebing, jurang dan lain lain). Badak India dan Jawa sanggup melintasi rawa-rawa yang dalam, sedangkan spesies badak Jawa dan Sumatera dapat memanjat tebing-tebing yang sangat licin dan terjal. Semua badak mem- punyai kulit yang tebal seperti baju baja memberi perlindungan pada perke lahian, serangan hewan-hewan lain (singa, harimau dan lain-lain) dan jalan memasuki semak-semak berduri). Nara Sumber: Ensiklopedi Indonesia, seri Fauna, Mamalia 2. Genus Ceratotherium, Diceros dan Dicerorhinus adalah bercula dua, sedangkan ke 2 spesies Rhinoceros hanya bercula satu. beratnya lebih dari beratnya lebih dari beratnya lebih dari beratnya lebih beratnya lebih dari 3000 Kg. 2500 Kg. 1500 Kg. 1500 Kg. 500 Kg. ANALISA Langkah Pertama Mengatasi Demam pada Anak Oleh: Dr. H.A. Hakim Sulaiman PERTUMBUHAN dan perkem bangan seorang anak, baik per- tumbuhan fisik maupun pertum buhan mentalnya, terutama ter- jadi pada usia diantara 0-5 tahun, jadi pada usia BALITA (Bawah Lima Tahun). Jika pada usia tersebut anak sering menderita penyakti terten- tu, jelaslah anak tadi akan mengalami hambatan pada proses perkembangannya. Karena itulah bagi orang tua, keadaan ini perlu diperhatikan dengan baik, agar anak anda bisa tetap sehat, se hingga anak tadi bisa tumbuh dan berkembang dengan baik pula. Pada bayi dan anak-anak, ter- nyata penyakit infeksi, khususnya infeksi pada saluran nafas bagian atas, disamping diare, masih merupakan penyakit yang sering dialami mereka. Bahkan penyakit- penyakit ini masih tetap merupa kan penyebab kematian yang pa ling utama bagi bayi dan anak- anak tadi. Salah satu gejala penyakit yang paling sering dialami oleh seorang anak, yang biasanya juga menye babkan orang tuanya menjadi sangat cemas, adalah demam. Demam ini pulalah yang selalu merupakan penyebab mengapa seorang anak dibawa oleh orang tuanya kepada seorang dokter, un- tuk diobati. Penyakit-penyakit tersebut bisa menyebabkan berbagai gejala, ter- masuk demam, kejang demam, batuk ataupun muntah. Disam ping itu pula beberapa penyakit ataupun komplikasi dari penyakit- penyakit itu, bisa menimbulkan kecacatan, baik fisik maupun mental, yang bisa dialaminya seumur hidupnya. Keadaan ini tentunya akan bisa menjadikan beban, baik bagi sipenderita sen- diri maupun bagi keluarganya dalam kehidupannya kelak. Karena itu bagi orang tua yang mempunyai anak balita, diperlu kan suatu pengetahuan dalam usaha mengenali dan menanggu langi penyakit yang mungkin akan diderita oleh anak-anaknya, selagi masih dalam tahap permulaan. Tentunya lagi bila diketahui pula 5. cara-cara atau tindakan yang da pat dilakukan untuk mencegah penyakit itu pada anak-anaknya, hal ini akan lebih baik. Penge tahuan ini jelas akan banyak se kali manfaatnya, agar anak-anak mereka dapat tumbuh dan kembang, seperti apa yang mereka harap kan. PENULARAN PENYAKIT Demam, hanyalah merupakan suatu gejala dari suatu penyakit yang diderita seorang anak. Penyakit yang paling sering me nimbulkan gejala demam pada anak-anak ini, adalah penyakit- penyakit infeksi, khususnya penyakit infeksi pada saluran nafas bagian atas, termasuk infleunsa. Penyakit infeksi baik yang di sebabkan oleh kuman penyakit maupun virus, dapat berpindah dari seseorang yang sakit kepada orang lain yang sehat. Cara penularan dari kuman atau virus yang merupakan bibit atau penyebab penyakit itu, bisa ber tersebut telah meneliti/melacak tapak badak di hutan tersebut dan diperkirakan saat itu jumlahnya masih ada sekitar 3-5 ekor. Kemungkinan keberadaan ba dak Sumatera di negara Gajah Putih (Thailand), jumlahnya sangat sedikit (± 15 ekor), menempati daerah perbatasan Muangthai, Malaysia dan di sepanjang perbatasan dengan Myanmar, (Burma) serta di Cagar Alam Phu Khieo. Hingga kini telah ditangkap 23 badak Sumatera dan yang hidup tinggal 23 ekor di 10 lokasi di seluruh dunia. Dan 5%-nya dari badak Sumatera yang masih ada di dalam habitat alamnya. Pro gram-program penangkaran ba dak Sumatera di luar habitatnya kurang/tidak berhasil saat ini, karena di antaranya keterbatasan tempat dan kurang kondisi seperti di alam habitatnya. aneka ragam, tergantung dari sifat dari kuman atau virus itu sendiri. Penularan dari bibit penyakit ini, antara lain dapat melalui : 1. Penularan bibit penyakit mela lui udara bersama-sama de ngan bintik-bintik atau per cikan halus dari air ludah ataupun dahak penderita. Pe nyakit flu ataupun TBC dapat ditularkan dengan cara ini, se Pada penyakit demam ber darah justru suhu tubuh dari anak yang tiba-tiba menurun secara mendadak, merupakan suatu tan- da permulaan timbulnya gejala syok yang lebih berbahaya. Jika suhu tubuh pada seorang waktu bercakap-cakap dengan bayi atau anak sudah melampaui penderita ataupun ketika ber hadapan dengan penderita yang sedang batuk. 41,4 C, hal ini bisa menyebabkan terjadinya kerusakan pada sel-sel tubuhnya. Suhu yang sangat tinggi ini dikenal istilah hiper- pireksia. Sering sekali pada suhu tubuh anak sudah lebih tinggi dari 41,4 C ini, bisa menyebabkan ke matian. Umumnya anak-anak masih bisa bertahan pada suhu tubuhnya sekitar 41,1 C. Sedangkan untuk jenis badak putih Afrika (Ceratotherium- temukan beberapa badak tersebut, simum) dan badak India (Rhino namun jumlahnya secara tepat recos unicornis) sangat produktif belum tahu. Pada tahun 1993, di dalam penangkaran hutan lin- Nico van Strein (salah seorang dung atau di Kebun Binatang di anggota IUCN/SSC, Asian Rhino seluruh dunia, juga Indonesia Specialist Group (ARSG) dengan (Taman Safari Indonesia, Cisa beberapa staf Taman Nasional rua-Bogor). 2. Penularan bibit penyakit ber sama-sama dengan minuman yang kita minum ataupun ma kanan yang kita makan. Ka rena itu pada penyakit-penya kit yang dapat ditularkan me lalui bahan makanan dan mi numan ini, seperti pada pe nyakit kuning ataupun diare, jangan sekali-kali memper gunakan gelas ataupun piring yang dipakai oleh penderita. 3. Bibit penyakit masuk kedalam tubuh kita dengan perantaraan gigitan nyamuk ataupun he Iwan yang lainnya. Penyakit malaria penyakit demam ber darah ataupun penyakit "an jing gila"/rabies, bisa ditu larkan dengan cara seperti ini, akibat gigitan nyamuk jenis ter tentu atau akibat gigitan an jing. Bibit penyakit masuk kedalam badan kita melalui luka yang terdapat pada bagian tubuh ter tentu. Penyakit Tetanus, misal nya, dapat ditularkan dengan cara ini. Bibit penyakit menular mela lui sentuhan pada kulit. Ber- bagai penyakit kulit, khusus nya akibat berbagai jenis jamur, dapat ditularkan dengan cara ini, karenanya jangan sekali-kali memper gunakan pakaian, handuk ataupun selimut dari pen derita penyakit kulit, seperti panu dan sebangsanya. 4. DEMAM PADA ANAK Demam, memang merupakan gejala penyakit yang paling se ring didapatkan pada seorang bayi atau anak-anak. Demam ini pula yang menyebabkan anak menjadi gelisah, tidak tenang, terganggu tidurnya dan menjadi cengeng. Demikian juga halnya bagi orang tuanya. Demam anaknya akan membuat dirinya menjadi cemas dan selalu waswas. Demam pulalah yang dapat membedakan apakah seorang anak dalam keadaan sakit atau tidak. Demam bisa terjadi jika pembentukan panas dalam tubuh anak melebihi kemampuan anak tadi mengeluarkan panas melalui berbagai sistem tubuhnya. Panas badan yang normal adalah pada suhu 37 C, bila diukur pada daerah ketiak anak, atau pada suhu 37,2-37,5 C, jika diukur pada daerah duburnya. Umumnya orang tua selalu ber anggapan bahwa suhu tubuh anak yang semakin tinggi, berarti penyakit anak akan semakin berat. Sebenarnya tidaklah demi kian. Bahkan terkadang suhu tubuh yang menurun tiba-tiba, BUMI persada Nusantara yang tersebar luas dari Sabang sampai Merauke merupakan po tensi dari kekayaan alam yang sangat potensial. Kemasyuran alam dan memiliki keindahan ser- ta menyimpan segala kekuatan dapat memenuhi segala kebu tuhan lahiriah dan batiniah. Kekayaan alam Indonesia yang meliputi hewan dan tumbuh- tumbuhan disamping bahan gali an lainnya merupakan Aset pem- bangunan untuk pencapaian kese jahteraan manusia. Oleh karena itu upaya pemanfaatan dan keles tarian lingkungan baik satwa maupun tumbuh-tumbuhan sa ngatlah penting, demi mewarisi bumi ini kepada anak cucu kita. Taman hewan/satwa (zoologi cal park) merupakan akhir dari pada usaha kita di dalam menjaga kelestarian satwa (konservasi) un- tuk menuju Eks situ (diluar habi tat aslinya), dan juga disatukan dengan kelestarian tumbuhan, atau sering disebut taman tum- buhan (botanical park). SEJARAH TAMAN HEWAN Sejarah manusia untuk memelihara satwa sudah dimulai sejak ribuan tahun yang lalu. Pemeliharaan hewan ternak pada zaman nenek moyang kita dahulu bertujuan untuk dimakan, ang kutan maupun perlindungan. Hampir 4.000 tahun yang lalu an jing, domba maupun kambing mulai diternakan orang. Akan tetapi manusia juga memelihara satwa sejak ribuan tahun yang lampau (zeuner, 1963). Dan taman hewan/satwa dimu lai juga dari abad kemegahan kaisar Cina, Aztec. Fir'aun dengan koleksi binatang hidup sebagai sarana hiburan. . -pudjijono Koleksi satwa di taman hewan tercatat untuk pertama kalinya LESTARIKAN Satwa yang jumlahnya kini kian berkurang sudah harus dilestarikan dengan sebaik-baiknya, adalah koleksi kaisar Moghul yang harus didukung semua pihak. seperti Jehangir, dan kumpulan bisa merupakan petunjuk yang berbahaya. Suhu tubuh bisa tidak meninggi pada keadaan syok yang berat. GEJALA YANG LAIN Disamping demam seperti yang sudah disebutkan, bisa pula di temukan gejala-gejala yang lain nya, beserta dengan demam itu. Gejala-gejala tersebut antara lain : 1. Denyut jantung dan denyut nadi yang menjadi lebih cepat daripada biasanya. 2. Frekuensi dari pernafasan juga bertambah banyak daripada bia sa. Karenanya bisa kelihatan anak seperti megap-megap. Pernafasan yang bertambah cepat seperti ini tentu ada juga gunanya, agar demam bisa lebih mudah turunnya, karena uap panas dari tubuh dengan bertambahnya frekuensi perna fasan ini akan bertambah banyak pula yang keluar. 3. Keringat banyak keluar, se hingga bisa membasahi pakai an anak. Hal ini juga ada guna nya, sebagai cara tubuh untuk menurunkan demam. Dengan bertambah banyaknya keri ngat ini, bersamanya juga turut keluar panas badan yang meninggi karena demam itu. 4. Wajah dan kulit tubuh keli hatan berwarna kemerah-me rahan, karena pembuluh darah dibawah kulit menjadi ber tambah melebar akibat de mam tadi. 5. Anak kelihatan gelisah, anak menjadi lebih rewel dan terkadang anak bisa mengigau karena panas yang terlalu tinggi. PENYEBAB DEMAM Penyebab yang paling utama yang menimbulkan gejala demam pada anak-anak ini tentunya di sebabkan oleh penyakit-penyakit infeksi yang dialami anak, seper- ti penyakit campak (Rubella), in- feksi pada saluran nafas dan amandel (tonsilofaringitis), infeksi pada saluran pernafasan (Bron kopnemoni), infeksi pada jaring an paru (Pnemonia), demam aki bat penyakit tipus, radang akut pada bagian telinga tengah, penya kit malaria, demam berdarah Dengue, dan sebagainya. Disamping itu pula demam pada anak ini bisa disebabkan : -Akibat keracunan dengan obat- obatan tertentu. -Karena suhu udara yang terlam pau tinggi, seperti misalnya te ngah hari yang panas dipadang Oleh: Drh. Anshari satwa (menagire) di Roma (Ali, 1927). Satwa-satwa tersebut dipelihara untuk hiburan masya rakat maupun penguasa negara. Pemeliharaan binatang semacam ini dapat digolongkan baik dan biasanya satwa-satwa itu berkem- bang biak dalam sangkarnya. Bah kan, bila satwa itu mati hilang dicarikan gantinya dan tidak perlu menangkarkan binatang liar da lam kandang. Jika ada pengalaman atau in- formasi mengenai pemeliharaan satwa, maka pengetahuan itu tidak diketahui oleh generasi berikutnya karena tidak adanya catatan (dokumen) mengenai ma salah tersebut. Akan tetapi ada beberapa pengecualian, dan perla kuan istimewa terhadap jenis sat- wa khusus. Sebagai contoh adalah gajah sastra, ditulis sekitar seribu tahun yang lalu, yaitu dokumen termashur mengenai klasifikasi dan pemeliharaan gajah (Edger- ton, 1931). Taman hewan modern dimulai sejak akhir abad ke 18 dan awal abad ke 19 dengan didirikannya kebun-kebun binatang di Wina (1752), Paris (1793), dan London (1826). Kebun-kebun binatang tumbuh selanjutnya di Eropa, Amerika Utara, Asia dan bagian- bagian lain dunia. Sejak abad ke 19 keanekara gaman taman satwa berkembang bervariasi dalam keluasan, kom- posisi, sifat dan tema koleksi, pengelolaan serta tujuannya (PKBSI-among satwa mrih lestari, 1997). pasir. -Kerusakan dari susunan syaraf pusat. TAMAN HEWAN PEMATANGSIANTAR Taman hewan Pematangsian- tar (Tamwan PS) atau juga dikenal dengan kebun binatang (bunbin) adalah taman hewan yang tertua di Sumatera dan termasuk tertua di Indonesia. Sejak pendiriannya DEMAM BERDARAH Salah satu dari penyebab de mam ini adalah penyakit Demam Berdarah yang cukup ditakuti sekarang ini. Demam Berdarah atau yang disebut sebagai Dengue Haemorrchagic Fever, merupakan penyakit demam yang akut, ter disertai dengan terjadinya per utama menyerang anak-anak darahan. Demam Berdarah ini juga selalu bisa menyebabkan ter- jadinya syok, yang akhirnya bisa menyebabkan kematian anak. Demam Berdarah ini disebabkan oleh sejenis virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Ada beberapa gejala yang bisa didapatkan pada penyakit Demam Berdarah ini. Gejala itu antara lain : 1. Demam yang biasanya datang mendadak disertai dengan gejala-gejala lainnya yang sangat umum, seperti nafsu makan berkurang, lesu dan lemas, rasa nyeri didaerah punggung, rasa nyeri ditulang, rasa nyeri disendi-sendi dan sakit kepala. Demam biasanya berlangsung selama 2-7 hari. 2. Adanya perdarahan yang ter- jadi pada hari ke 2-3 dari demam. Perdarahan yang tim- bul bisa merupakan : Bintik-bintik merah berupa perdarahan dibawah kulit yang disebut ptekia. Bisa didapatkan gambaran per darahan yang lebih luas, se hingga terjadi warna kebiru- biruan yang melebar dikulit, ini dikenal sebagai purpura atau ekhimosis. Keluarnya darah dari hidung/ mimisan Taman Hewan dan Eks Situ Pardarahan pada gigi dan gusi Muntah dan buang air besar bercampur dengan darah. 3. Pembesaran hati 4. Perasan nyeri diulu hati 5. Muntah-muntah 6. Kejang-kejang. 7. Bisa terjadi diare atau seba liknya bahkan bisa terjadi obstipasi/sukar buang air besar. 8. Terjadi syok yang merupakan gejala yang lebih lanjut. Jika syok ini akan timbul, biasanya didahului dengan tanda-tan- da : Kulit menjadi pucat dan di ngin, terutama pada ujung- ujung jari tangan dan kaki, serta puncak hidung. Anak yang tadinya gelisah dan rewel menjadi tidak acuh lagi karena kesadarannya mulai me nurun. Akhirnya nanti anak akan menjadi benar-benar tidak sadar lagi. Denyut nadi terasa sangat cepat, lemah dan terkadang tidak teraba sama sekali. Tekanan darah menurun Buang air kecil hampir tidak ada atau bahkan tidak ada sama sekali. Jika gejala awal dari syok ini sudah mulai kelihatan, tidak ada jalan lain, anak harus dibawa ke rumah sakit dengan segera, sebelum syok benar-benar terjadi. PENANGGULANGAN DEMAM tahun 1936 dan resmi dibuka un- tuk umum pada tanggal 27 No pember 1936 dengan luas areal 4,5 Ha serta didirikan oleh Dr. Counrad tetap terus mengupaya kan terwujudnya kelestarian sat- wa di muka bumi ini. Tepatnya tanggal 1 September 1996 tamwan PS yang pengelola annya selama ini oleh Pemda Kodya P.Siantar selanjutnya dialihkan/diserahkan kepada PT. Unitwin Indonesia/Yayasan Rah mat Medan, dibawah pimpinan H. Rahmat Shah. H.Rahmat Shah selaku Direk tur Utama Pematangsiantar zoolo gical Park dan Botanical Park yang di dalamnya juga memiliki museum zoologicum, maka ber- sama dengan staff terus meng adakan pendekatan dan ker- jasama baik dengan pemda, ABRI, departemen/dinas terkait, pihak swasta maupun pihak-pihak lain yang merasa terpanggil untuk ikut mengembalikan eks situ (diluar habitat aslinya) bagi kelestarian satwa, terlebih lagi sat- wa langka. Halaman 8 diperhatikan oleh orang tua dalam usaha menanggulangi demam yang timbul pada anak Sampai saat ini di tamwan PS memiliki jumlah satwa sebanyak 269 ekor dengan perincian 120 ekor mamalia (28 spesies), 123 ekor aves (47 spesies) dan 26 ekor reptil (5 spesies). Tentunya upaya peningkatan maupun pengem- bangan tamwan PS perlu terus ditumbuh-kembangkan peran ma syarakat untuk sama-asma memili ki tanggungjawab bagi kelestarian nya. Sehingga friend of the zoo (sahabat satwa) menjadi terwujud dan bukan isapan jempol belaka. Bila tamwan dapat diprakon- disikan ke dalam habitat aslinya, maka fungsi tamwan/bunbin ti dak saja sebagai sarana hiburan atau rekreasi, tetapi dapat juga mendukung proses konservasi, pendidikan dan penelitian bagi masyarakat. nya. 1. Berikanlah pada anak ini minum dalam jumlah yang cukup besar. 2. Demam dapat pula dikurangi dengan : membuka pakaian anak, jadi tidak usah diberi pakaian yang tebal-tebal. Menidurkan anak didalam kamar yang dingin. Memperbaiki sirkulasi udara dengan membiarkan udara masuk melalui jendela dan pintu yang terbuka. Boleh juga memasang kipas angin, tetapi tentu jangan dihadapkan lang sung ketubuh anak. 3. Kompres tubuh anak dengan es atau alkohol yang disapu kan keseluruh bagian badan nya. 4. Ada beberapa hal yang harus itu. Pemberian obat-obatan penu run panas, yang banyak sekali dijual secara bebas. Jika sekiranya sesudah 1 atau 2 hari demamnya tidak kunjung sembuh juga, perlulah anak tadi dibawa kepada seorang dokter. Apabila anak pernah menga lami kejang demam, maka cara penanggulangan ini harus dilaku kan lebih baik dan lebih segera lagi. Jangan biarkan demamnya terus berlanjut, karena dikua tirkan kejangnya akan timbul. Bagaimanapun dalam keadaan se perti ini, kunjungan segera kepada seorang dokter sangatlah diper lukan sekali. Dokter disamping memberikan obat-obatan anti demam beserta dengan obat yang lainnya yang di perkirakan dapat mengatasi pe nyebab demam anak ini, juga akan memberikan obat-obat anti kejang bagi sang anak. Kejang demam yang selalu terjadi akan bisa merusak sel-sel otak, yang lambat laun akan menyebabkan terjadinya kemunduran mental bagi anak tadi. Kemudian khusus pada demam berdarah, orang tua perlu sekali mengetahui tanda-tanda awal dari penyakit ini. Sebab kalau sudah terjadi perdarahan pada bagian tubuh tertentu, apalagi sudah ter- jadi syok, pengobatanyapun akan menjadi lebih sukar lagi. Disamping itu pula perlu di perhatikan kebersihan lingkungan kita, agar nyamuk yang bisa menularkan virus penyebab de Imam berdarah ini tidak berkem- bang merajalela. Nyamuk Aedes Aegypti senang hidup dan berkem bang biak diair yang bening dan tergenang. Karenanya musnahkan tempat-tempat yang bisa menjadi genangan air hujan, seperti kaleng bekas, ban bekas, kolam yang ti dak terpakai lagi dan sebagainya. Jangan pula lupa untuk mengu ras bak mandi dan tempat pe nyimpanan air bersih didalam rumah kita. Dengan cara seperti ini diharapkan kita bisa memu tuskan rantai perkembang biakan nyamuk ini, sehingga penyebaran penyakit Demam Berdarah terse but dapat dihindarkan. Perlu juga diketahui bahwa ada kebiasaan dari nyamuk yang me nularkan virus Demam Berdarah menggigit orang pada siang hari. ini, karena nyamuk ini biasa Karenanya kalau ada orang disekitar kediaman kita menderita penyakit Demam Berdarah, hin- darkan diri kita dan anak-anak kita digigit nyamuk pada siang hari. Karena mungkin saja nyamuk ini adalah nyamuk penye bar penyakit Demam Berdarah PELESTARIAN DI EKS SITU Pelestarian di luar habitat aslinya (Eks situ) bukanlah peker- jaan yang mudah, sebab disini dituntut pengetahuan, keahlian, kemahiran, kejeliaan, kepekaan, pengalaman, bahkan insting/nalu ri di dalam berusaha mendekati keinginan ataupun kebutuhan sat- wa terhadap lingkungannya. Pendekatan ke arah eks situ di tamwan/bunbin sangatlah ditun- jang oleh keserasian satwa terse but terhadap kondisi alam, ling kungan kandang, pendukung kese hatan satwa dan faktor makanan, disamping cara kita atau perawat satwa di dalam memperlakukan satwa dengan sebaik-baiknya. Usaha menganalisis di dalam sebuah riset tentang satwa ini di luar habitat aslinya merupakan program jangka panjang yang sangat memerlukan masukan dari masyarakat pencinta satwa. Dalam masyarakat tam- wan/bunbin di Amerika tim- bulnya kewaspadaan mengenai pelestarian dimanifestasikan dalam bentuk program penang karan (captive propagation) spesies mamalia, burung, reptilia dan ampibia yang nyaris punah. Program ini dikenal sebagai ren- cana pelestarian spesies binatang (species survival plants) yang merupakan usaha kerjasama bebe rapa kebun binatang. Tujuannya adalah memberikan jaminan jang ka panjang keberadaan populasi satwa yang diternakkan sebagai upaya pencegahan terhadap kepu nahannya dialam (azoo biologist's manual, 1990). Tentunya untuk menghadapi era globalisasi abad ke-21 kedepan atau Zoo future 2005, maka tam- wan/Bunbin bukan saja sebagai proyek komersil, tetapi menjadi pusat konservasi (conservation center). . Disinilah tugas berat dan tan- tangan kita, sehingga perlu diban- tu baik keringanan pajak, pemberi an subsidi maupun bantuan lain- nya, yang dilakukan dengan pe nuh kesadaran, kecintaan dan kepeduliannya terhadap kelestari an satwa dan tumbuhan di tam- wan PS. Semoga. Penulis adalah Kepala Toman Hewan PT Unitwin Indonesia Taman Hewan Pemasang siantar Alumni Unsyiah Darussalam-& Ace