Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Analisa
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-08-23
Halaman: 06

Konten


Sabtu, 23 Agustus 1997 DAERAH ISTIMEWA ACEH Anak Yatim YJAP Siswa SLTP Terbuka Jeunieb Kecewa Belajar Tanpa Bangku dan Meja Tulis Lhokseumawe, (Analisa). Dalam surat tertanggal 7 Puluhan anak yatim dan fakir miskin siswa SLTP Terbuka Jeunieb kecewa berat. Pasal- nya mereka tidak diperkenankan menggu- Agustus 1997 itu antara lain di- sebutkan pada prinsipnya men- dukung pembukaan SLTP Ter- nakan gedung MIN Pandrah sebagai tempat buka bagi anak putus sekolah di kegiatan belajar. Padahal mereka ingin me- manfaatkan sebuah ruangan ke- las pada sore hari dan tidak mengganggu proses belajar me- ngajar bagi murid MIN Pandrah yang belajar pagi hingga siang hari. Akibatnya sekitar 40 anak yatim dan fakir miskin dari panti Langsa, (Analisa). Program transmigrasi pola ternak untuk 300 KK saat ini mulai dibangun di Desa Alue Itam. Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur. Program dengan pola yang baru pertama kali dikembang- kan di daerah Aceh itu dibangun di atas areal seluas hampir 4.800 hektare. Kepala Kandeptrans Aceh Timur, Ir Anhar Mozasa menje- Jaskan hal tersebut kepada "Ana- lisa" di ruang kerjanya, Kamis Surat tersebut disampaikan Transmigrasi Umum Pola Ternak kepada Kepala SLTP No.1 Jeu- nieb yang diterima Drs.Achmaruddin. Dibangun di Aceh Timur Dia mengaku sangat prihatin atas penolakan pemakaian ge- dung Madrasah Ibtidaiyah Ne- geri (MIN) itu. du Diterangkannya, pembangu- nan transmigrasi pola ternak ini, lebih berdasarkan kepada ke- pentingan daerah, khususnya Aceh Timur sendiri. Karena ori- entasi pengembangannya berto- lak dari orientasi ekspor. Arab Saudi merupakan nega- ra yang membutuhkan ternak domba sangat banyak untuk me- menuhi kebutuhan mereka, mi- salnya kebutuhan untuk kurban. Negara ini membutuhkan dom- ba mencapai tiga juta ekor per -tahun. Sementara daerah Aceh di- perkirakan mampu menjadi pe- masok kebutuhan akan domba yang cukup tinggi tersebut. Se- lain itu, dari sudut agama, Aceh mampu menyediakan domba yang sesuai dengan kebutuhan kurban tersebut. Sedangkan dari segi kepenti- ngan Aceh Timur sendiri. Anhar mengharapkan, dengan berkem- bangnya ternak domba dari ka- bupaten ini, maka untuk mela- kukan ekspor bisa langsung dila- kukan melalui Pelabuhan Kuala Langsa. CUKUP TERSEDIA Menjawab "Analisa", Kepala Kandeptrans ini membenarkan. Banda Aceh, (Analisa). Pangdam-I/BB, Mayjen TNI. T.Rizal Nurdin, Selasa (19/8) menerima gelar pasukan Yonif- 112/DJ di lapangan Jafakeh, Banda Aceh. Kehadiran Pangdam di Yo- nif-112/DJ untuk melihat dari dekat kesiapan anggota prajurit infantri yang menjadi penangkal teritorial Korem 012/TU. asuhan Yayasan Jama'ah Amali- yah Pandrah (YJAP) terpaksa belajar pada sebuah balai yang tanpa memiliki bangku dan meja tulis. Dalam kesempatan itu, Pang- dam menerima paparan dari Dan Yonif-112/DJ, Letkol Inf.Asep Kuswani didampingi Wadanyon Mayor Inf.Bambang Prasetyo dan para perwira Yonif. Kegelisahaan anak yatim dan fakir miskin ini menyusul surat Kakandepag Aceh Utara yang ditandatangi Kasi Perguruan Panglima menyatakan peng- hargaan kepada anggota Yonif- 112/DJ atas kesetiaan kepada pimpinannya, dalam hal ini Pangdam. Karena walau dalam cuaca bagaimanapun tetap tegar dan sabar menunggu. "Kesetiaan tersebut sangat perlu bagi anggota ABRI", te- Desa Alue Itam memang memi- liki potensi yang baik sekaligus cukup tepat dikembangkan se- bagai daerah transmigrasi pola ternak ini. Di desa ini, kebutuhan yang diperlukan domba, seperti air cukup tersedia. "Di desa ini terdapat sebuah danau kecil, yang kami perki- rakan mampu untuk memenuhi kebutuhan air minum domba- domba tadi", ungkapnya. Dijelaskanya, sebanyak 300 KK tersebut, sekitar 80 persen merupakan transmigran yang di- datangkan dari Pulau Jawa. Si- sanya merupakan transmigran lokal. Setiap transmigran akan mendapatkan lahan seluas dua hektare, dengan perincianm se- tengah hektare lahan perumahan dan pekarangan dan satu sete- ngah hektare lagi lahan peng- gembalaan di samping domba sebanyak 13 ekor. Transmigram dapat menanam palawija di lahan pekarangan yang disediakan tadi. Analisa/pat ARAHAN: Pangdam-I/BB, Mayjen TNI T.Rizal Nurdin (kiri) didampingi Dan Yonif-112/DJ, Letkol Inf.Asep Kuswani te- ngah memberikan arahan kepada anggota Yonif-112/DJ. Untuk saat ini, pengerjaan di lokasi yang telah dilaksanakan sejak Mei 1997, meliputi pemba- ngunan prasarana dan sarana fa- silitas umum, seperti perumah- an, jalan dan kebutuhan bagi transmigran. Pangdam-I/BB Terima Gelar Pasukan Yonif-112/DJ Menurut Anhar Mozasa, pembangunan berbagai kebutu- han tersebut akan dapat diram- pungkan pada Oktober menda- tang. Penempatan para trans- migran mulai dilakukan April 1998. "Pola ternak ini memang me- rupakan program cicilan, se- hingga pengerjaan di atas lokasi didahulukan. Sedangkan pe- baru kita gasnya. Ia meminta para prajurit agar meningkatkan disiplin dan pro- fesionalisme dan harus bisa menjaga nama baik kesatuan. Karena dengan menjaga nama baik satuan berarti akan menjaga nama baik Kodam-I/BB. Selain itu, Yonif-112/DJ ha- rus menjadi teladan dan cermin bagi masyarakat, sehingga kebe- radaannya akan diakui masyara- kat. Pada akhir kunjungannya di batalyon infantri tersebut, seba- gai Pangdam-I/BB yang baru, jenderal berbintang dua itu me- minta doa restu kepada seluruh prajurit, agar dalam melaksana- kan tugas di wilayahnya bisa berjalan dengan baik dan sukses. Turut mendampingi Pang- dam dalam kunjungannya terse- but Danrem 012/TU, Asintel Kesdam, Aster Kesdam, Kas- rem, Kasi Korem dan para kepa- la dinas/jawatan.(pat) Agama Islam, Drs.Djamaluddin Luthan. LAZUARDI ANWAR Kecamatan Jeunieb dalam rang- ka wajib belajar (Wajar) 9 tahun. Namun, rencana mengguna- kan gedung MIN Pandrah se- bagai tempat kegiatan belajar tidak dapat dipertimbangkan. Karena pada dasarnya setiap ge- dung negeri tidak dibenarkan diperpinjamkan kepada pihak lain. - 27- MENYESALKAN Sementara pengurus pamong belajar SLTP Terbuka Pandrah, H.Idris Bentara yang dikonfir- masi "Analisa" di Lhokseuma- we, Jumat (22/8) menyatakan sangat menyesalkan tindakan penolakan pemakaian gedung MIN tersebut. Menurutnya, ketika memba- ca surat penolakan tersebut pi- haknya langsung mengadakan musyawarah dengan para pa- mong, tokoh masyarakat dan pa- ra pelajar. Mereka juga menyatakan he- ran dan prihatin sekali. Soalnya di wailayah barat ini banyak anak yatim dan fakir Lhokseumawe, (Analisa). Hari ini, Sabtu (23/8) Gu- bernur Aceh, Syamsuddin Mah- mud atas nama Menteri Negara Kependudukan/Kepala BKKB- N, Haryono Suyono akan me- nyematkan lencana "Manggala Karya Kencana" kepada Bupati Aceh Utara. Penghargaan ini diserahkan atas keberhasilan Aceh Utara di bidang keluarga berencana (KB) tahun 1997/98. Anugerah penghargaan dari Meneg Kependudukan/Kepala BKKBN itu diserahkan dalam suatu upacara Pertasikencana yang dihadiri Kakanwil BKK- BN Aceh dan para pejabat di Hari Ini, Bupati Aceh Utara Terima Manggala Karya Kencana Akibat kegagalan ini, bagai dapat dipastikan selain mereka akan mengalami paceklik pan- jang, juga Birem Bayeun pada musim panen gadu mendatang tidak bisa menambah pasokan pangan nasional dari Aceh Timur. Manteri Tani Kecamatan Birem Bayeun, Zahrinoer ketika dihu bungi "Analisa", Rabu (20/8) membenarkan gagalnya petani di kecamatan ini melakukan pena naman padi musim tanam gadu tahun ini akibat lahan per sawahannya sangat kering me nyusul kemarau panjang yang terjadi. Dari luas lahan sekitar seribu hektare yang direncanakan untuk tanam gadu tahun ini, hanya se bagian kecil yang bisa ditanami. Itu pun dikhawatirkan akan gagal panen, ungkap Zahrinoer. Menjawab "Analisa" tentang sudah mulai turunnya hujan akhir akhir ini, manteri tani ini me ngatakan turunnya hujan tersebut bagai tak lagi bisa menolong karena waktunya sudah sangat ter lambat. Selain curah hujannya juga relatif kecil, waktu turunnya hu- jan sudah sangat terlambat se hingga petani tak mungkin me maksakan penanaman bibit padi yang kelewat umur dari perse maian, tambahnya. Menyinggung produktifitas panen musim rendengan lalu, Zahrinoer mengatakan dibanding produktifitas normal 4,2 ton per hektare sedikit mengalami penu runan. Tapaktuan, (Analisa). Kantor Pembangunan Ma- syarakat Desa (PMD) Aceh Se- latan telah mendidik 1.518 ka- der pedesaan bagi tenaga penyi- apan dan pelaksanaan program pemba-ngunan. Demikian diungkapkan ke- laksanakan tahun depan", demi-Gagal Tanam Padi MTG Akibat Lahan Kering pala kantor PMD setempat, Irfa- kian Anhar Mozasa.(gas) nullah, SH kepada "Analisa", Jumat di Tapaktuan. Langsa, (Analisa) ang bir Para petani di Birem Bayeun tahun ini gagal bertanam padi musim gadu (MTG) akibat lahan persawahan mereka kering me nyusul kemarau panjang. Pelatihan tadi dilakukan se- cara bertahap selama tahun ang- garan 1996/97 masing-masing 3 orang setiap desa. Penurunan produksi yang ter- jadi, elain ketika menjelang panena tanaman kekurangan air akibat tak adanya hujan, juga masih sulitnya petani memberan- tas hama tikus. Atas pertanyaan lain, manteri tani kecamatan ini mengatakan dari luas potensi persawahan miskin yang putus sekolah. Itu sebabnya dalam rangka program Wajar 9 tahun pihaknya me- ngusulkan pemerintah agar pada tahun ajaran 1997/98 diberikan fasilitas SLTP Terbuka di Pan- drah. Hanya beberapa orang pe numpangnya ketika bus kota berhenti di tempat pemberhen- tian. Dan dia kembali mengha pus-hapus matanya. Kemudian membayar ongkos lalu turun. Matanya memandang ke jauh, ke halte terminal ke tempat dia berdiri tadi pagi sembari menunggu bus kota. Dan melangkah ke arah itu dan menunggu lagi. Dan sepi lagi, hanya dia sendiri yang mau ber- diri di halte itu. Penglihatan yang kurang normal karena sehabis tertidur di dalam bus kota dari kampus, diusahakan supaya lebih besar terbuka. Matanya menjurus kepada bemo-bemo, kepada setiap bemo yang memasuki ger- Matahari Terminal bang terminal itu. Tetapi sia-sia. Kemungkinan dia terlambat datang. Kemungkinan gadis itu juga telah menunggu, seperti Analisa/soe SEMENTARA: Kios buah yang di bangun untuk sementara ini dinilai Usulan tersebut ternyata di- kabulkan Depdikbud sehingga sejumlah kalangan memperburuk wajah pasar pagi di belakangnya. awal tahun lalu, SLTP Terbuka mulai menerima murid baru se- banyak 40 orang. Sedangkan tempat kegiatan belajar menga- jar belum ada. Untuk kelancaran proses be- lajar mengajar, Kepala SLTP Negeri 1 Jeunieb memohon ke- pada Kakandepag Aceh Utara agar meminjamkan gedung MIN Pandrah pada sore hari se- bagai tempat belajar. "Permohonan ini melalui su- rat tanggal 25 Juli 1997. Me- nunggu turunnya izin pemakai- an gedung itu anak-anak terus belajar pada sore hari", ujar Idris Bentara. Namun, permohonan kami ternyata mendapat jawaban ti- dak diperpinjamkan kepada pi- hak lain. Di sinilah saya tak habis pikir, padahal kita sama-sama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa", tambah mantan anggo- ta DPRD Aceh Utara ini. Kakandepag Aceh Utara, Drs.H.Ghazali Mohd Syam maupun Kasi Perguruan Agama Islam yang dihubungi "Analisa", Jumat (22/8) berkaitan dengan penolakan pemakaian gedung MIN Pandrah itu tidak berada di tempat. Keduanya barusan ke- luar, kata salah seorang pegawai. (bay) pusatkan di stasion benih Pun- teut, Kecamatan Blang Mangat, kata Kepala BKKBN Aceh Utara, Ibrahim Sulaiman, Kamis (21/8). Sedangkan di bidang perta- nian dan koperasi juga mendapat sejumlah penghargaan tingkat daerah sesuai dengan usaha dan bidangnya baik perorangan ma- upun kelompok. Sebelumnya gubernur meng- hadiri dan memberikan penga- rahan pada Rapinda di pendopo Lhokseumawe. Seusai acara Pertasikencana gubernur dan rombongan me- lanjutkan kunjungan kerja ke Langsa, Aceh Timur, jelas Ibra- him Sulaiman.(hai) 1.842 hektare, selain hanya untuk bertanam padi di musim rendeng an dan gadu, hanya sebagian kecil yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman palawija setelah musim padi. Hal ini disebabkan belum. adanya drainase dan irigasi. Padahal, lanjutnya, andainya irigasi dan drainase bisa dibangun di persawahan tadah hujan yang ada, niscaya Birem Bayeun selain. dikenal selama ini sebagai pemasok pangan, juga mampu menjadi penghasil palawija, khususnya kedele (soe). Banda Aceh, (Analisa). Gubernur Aceh menutup per- temuan ke-5 komisi perbatasan Indonesia-Malaysia pengenda- lian penyakit zoonosis, Kamis (21/8) malam di Annjong Mon Mata Banda Aceh. Dalam sambutannya guber- nur mengharapkan agar semua keputusan dan kesepakatan yang telah dihasilkan dalam pertemu- an ini dapat dilaksanakan de- ngan baik. Wujudkan dalam bentuk ker- jasama yang lebih kongkrit, ka- tanya. Dengan demikian pemba- ngunan pertanian, khususnya peternakan dan kesehatan antara Indonesia dan Malaysia lebih berkembang dalam menghadapi dunia global yang akan memasu- ki pasar bebas. Menurut gubernur, agar tidak sampai ketinggalan, peru per-. siapan menghadapi tantangan setelah berlaku liberalisai dagangan di segala bidang, teru- tama bidang peternakan per- ANALISA Karena itu perlu pula teratu- ran dan tanda ketentuan tentang ekspor-impor perdagangan ter- nak dan bahan asal ternakantara kedua negara. Caranya adalah dengarmela- kukan kerjasama dengan enta- ati standar dan peraturan spor - impor. Selain itu, katanya, masing- juga dia menunggu sekang. Matahari telah menuduk- kan wajahnya, petang Mang mengembang. Apa yan dia rasakan mau tidak mau arus dibawa pulang. Dengan datan dia pun melompat ke at bus kota yang lain pin, girakota ke rumah orang tuanya. Mdah- mudahan saj perasaanny kan terbawa ke dalam tidurn, ke dalam dunia mimpi yang aling indah. Ketua DPRD Aceh Tengah: Anggota Dewan Harus Mampu Menjemput Tuntutan Masyarakat SYAHRUL, ayah Anbaru saja selesai mandi lanung masuk ke kamar tidurnya tuk menyalin pakaian seragakan- tornya sebagai staf bahan pada perusahaan perke Inan swasta. Kemudian memai se- patu warna hitam denga kaki tipis warna abu-abu aos uda. Jam dinding telah un- Takengon, (Analisa). Ketua DPRD Aceh Tengah, H.Muhammad Hasan menegas- kan, anggota dewan harus mam- pu menjemput tuntutan masya- rakat yang semakin meningkat dan berani menyalurkan aspira- si. Selain itu juga diharapkan sanggup menjunjung tinggi amanat penderitaan rakyat, se- bagaimana sumpah jabatan yang diikrarkan saat mengawali tugas konstitusional. Demikian ditegaskannya da- lam rapat paripurna istimewa DPRD Aceh Tengah dengan acara mendengarkan pidato Pre- siden Soeharto menyambut HUT ke-52 Kemerdekaan RI melalui layar kaca, di ruang si- dang dewan setempat, Sabtu (16/ 8). Dikatakan, penyiapan kader tersebut sesuai dengan upaya pemberdayaan sumber tenaga di pedesaan agar lebih terarah melakukan dan merencanakan program pembangunan di desa- nya masing-masing. Ditambahkan, dalam rangka memperingati HUT ke-52 Ke- merdekaan RI pihaknya menga- jak kepada para anggota dewan dan masyarakat untuk mengada- kan renungan dan penilaian ter- hadap perkembangan bangsa dan negara sampai pada tahap perjalanan ini. Kita hidup dalam zaman yang penuh dengan perubahan yang melahirkan masalah, tantangan dan kesempatan baru. "Di tengah perkembangan dunia yang berubah dengan ce- pat dan mendasar (globalisasi), kita harus tetap dapat melaksa- nakan Pancasila dan UUD 1945 Aceh Selatan Telah Mendidik Pelatihan kader tersebut ber- kaitan erat dengan program penggunaan dana bantuan desa masing negara perlu memacu pembangunan peternakan dan kesehatan dalam negeri dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan satu sama lain secara terpadu untuk mening- katkan pendapatan masyarakat, memperluas kesempatan kerja dan kesempatan berusaha. 1.518 Kader Pedesaan Gubernur Aceh Tutup Pertemuan Pengendalian Penyakit Zoonosis Dengan demikian, maka ker- jasama regional antar kedua ne- gara akan berkembang lebih lan- jut, sehingga apa yang dikehen- daki oleh kedua negara dalam rangka kerjasama segi tiga per- tumbuhan akan terwujud, ung- kapnya. Sebelumnya Direktur Bina Kesehatan Hewan Ditjen Peter- nakan, Drh.Satja Supriatna da- lam sembutannya menyebutkan, pertemuan itu diikuti 112 peserta dari Indonesia dan Malaysia. Dari pertemuan itu telah di- bahas bagaimana harmonisasi peraturan ekspor - impor ternak dan bahan pakan hewan serta isu baru yang menyangkut lalu- lintas ternak dan hewan dan pro- duksi yang menyangkut kedua negara. Selain itu, kata Satje, telah dibahas dan didiskusikan de- ngan lancar dan terbuka serta penuh persahabatan dan keke- luargaan antara kedua negara yang berlangsung di Banda Aceh. Sedangkan untuk perte- muan ke-6 nanti, telah ditetap- kan lokasinya di Malaysia yaitu secara murni dan konsekwen, sehingga kita tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indone- sia", katanya. jukkan angka delapan lebih sepuluh menit, ke luar kamar langsung ke meja makan meng hadapi sarapan pagi yang telah dihidangkan oleh isterinya, Hestiati. MENINGKATKAN SDM Dalam melaksanakan pem- bangunan, kita perlu lebih me- ningkatkan dan mengembang- kan sumber daya manusia (SDM). Syahrul yang berperawakan sedang berambut sedikit berom- bak, di wajahnya ada beberapa bintik lubang kecil bekas penyakit cacar, tidak begitu ken- tara disaput oleh warna kulitnya yang kuning langsat. Skuter yang dikenderainya ke kantor telah dihidupkan dan diber- sihkannya sebelum mandi. Karena, kualitas manusialah yang pada akhirnya menentukan keberhasilan pembangunan seti- ap bangsa dan ini merupakan tugas kita semua. Dihadapan 150 undangan pa rapat paripurna itu, H.Muham- mad Hasan minta dalam mem- peringati HUT Kemerdekaan RI, hendaknya kita mampu me- ngangkat kebesaran hikmah, merenung ulang dan mawas diri. Ani sedang berada di atas bus kota menuju ke sekolahnya. Hestiati duduk mendekat suaminya Syahrul sama-sama menghadap meja makan sara- pan bersama. Suasana pagi terasa bening, walau matahari di luar telah merangkak naik, namun hembusan angin terasa Sebagai bangsa yang mampu mengenal jati diri dan sebagai bangsa yang dilahirkan dan di- besarkan atas kekuatan sendiri, prestasi nasional dalam berbagai bidang telah terwujud sebagai hasil-hasil pembangunan nasio- nal. Karenanya dengan hati terbu- ka dan penuh rasa tanggung ja- wab bersama, harus mampu me- lihat secara jernih atas kemajuan yang telah dicapai. Mengkonsolidasikan hasil- hasilnya, dan kekurangannya harus diperbaiki serta peluang yang terbuka harus dimanfaat- kan untuk kemajuan daerah, ha- rapnya.(ts) (Bandes), agar lebih berdaya gu- na sebagaimana ditetapkan pe- merintah. Ditambahkannya, sekarang penggunaan dana Bandes bukan lagi sebatas pembangunan fisik, namun diarahkan bagi upaya pe- ningkatan perekonomian rakyat. Salah satu bentuk usaha pe- ningkatan ekonomi tadi melalui program unit simpan pinjam be- rupa usaha ekonomi desa simpan pinjam (UED-SP). Sedangkan daftar usulan ren- cana proyek (DRUP) kini di- ganti dengan istilah daftar usulan rencana program, menghindari konotasinya berupa proyek pe- kerjaan dalam bentuk fisik. "Penggunaan dana Bandes kini lebih diarahkan agar ter- laksana sesuai dengan program yaitu meningkatkan ekonomi pedesaan, tinggal lagi bagaima- na kader tersebut melakukan di lapangan", katanya.(m) antara Perlis atau Pulau Penang pada Juni 1998. Selama ini hubungan antara Indonesia-Malaysia sangat erat, dengan pertemuan tersebut ma- ka hubungan akan semakin erat lagi. Apalagi antara kedua nega- ra punya perbatasan yang sangat panjang seperti antara Sabah dan Serawah (dari sisi darat) dan di- pisahkan selat Malaka (dari sisi lautan). Kerjasama antara kedua ne- gara itu rumit dan perlu waktu yang panjang, namun dari tahun ke tahun terus maju selangkah demi selangkah untuk menda- patkan kesepakatan yang terba- ik, katanya. Dalam acara tersebut, Kadis Peternakan Kalimantan Timur, Ir.Erik Nursahramdani memba- cakan hasil rumusan/keputusan pertemuan dalam bahasa Ing- gris. Sementara Gubernur Aceh menyerahkan bingkisan berupa rencong Aceh dan bahan lainnya kepada ketua delegasi malaysia dan Direktur bina kesehatan he- wan. (pat). masuk ke dalam rumah mereka melalui jendela yang menganga. Dan menyegarkan. Syahrul dan Hestiati meni- kah duapuluh tahun lalu, telah membuahkan seorang puteri sedang remaja, duduk di kelas terakhir sekolah menengah atas. Hestiati pernah hamil dua kali setelah Ani berusia tiga tahun dan empat tahun. Tetapi gagal karena keguguran. Dokter yang merawat kandungannya mempe- ringatkan Hestiati untuk tidak boleh hamil lagi. Syahrul dapat menyadari akan keadaan isterinya itu, karena pada keguguran yang kedua kalinya keadaan Hestiati memang sangat menguatirkan sekali. Isterinya itu sempat ter- jatuh pada saat hamil itu sehingga kandungannya tidak berhasil diselamatkan. Dokter yang merawat istrinya itu ter- Kios Buah Memperburuk Wajah Pasar Pagi Kuala Simpang Kuala Simpang, (Analisa) Keindahan dan keanggunan wa jah pasar pagi Kuala Simpang bagai hilang, bahkan di perburuk dengan adanya sederet bangunan kios darurat di sebelah depannya. Sejumlah kalangan menilai, ke bijaksanaan membangun kios da rurat untuk pedagang buah itu tak hanya memperburuk wajah pasar pagi itu saja tapi sekaligus menambah kesemrawutan lalu lintas di sepanjang jalan protokol di depan pasar pagi itu. Menurut mereka ini, atas adanya kepedulian petinggi kecamatan sehingga diadakan pembangunan kios untuk me nampung pedagang buah pantas diacungi jompol. Namun yang cukup disayang kan justru pemilihan lokasi pem- bangunannya yang terkesan asal asalan tanpa mempertimbangkan keberadaan bangunan yang sudah ada, tambahnya. Padahal, sambungnya lagi, ni lai bangunan ini akan cukup tinggi seandainya lokasi yang dipilih merupakan lokasi yang tepat. Misalnya di lokasi eks sta- siun kereta api. Jika di bangun di lokasi itu, lanjutnya, minimal akan di Hal tersebut diungkapkan Ketua LSM Sahara, Drs. Syamsul Bahri didampingi anggota Walhi Aceh yang juga sekretaris ekskutif Forum LSM, Drs. Chairul Azmi kepada wartawan di Banda Aceh, setelah menerima berbagai keluh an yang disampaikan masyarakat Gle Putet. Sebagai LSM yang mempunyai perhatian dan kepedulian ter hadap masyarakat pedesaan di kawasan industri, khususnya di Aceh Utara, Sahara menilai keber adaan PT KKA di Desa Jamuan, Kecamatan Nisam, Aceh Utara itu cukup mengganggu. Kehadiran pabrik pembuat ker- tas tersebut, setidaknya dari tahun ketahun telah mengakibatkan menurunnya hasil perkebunan seperti antaranya jeruk nipis dan buah durian, terutama di Keca matan Sawang dan Nisam. Menurut Syamsul, kehadiran perusahaan itu telah mengaki no Dalam kesempatan tersebut ketua delegasi Malaysia, DR. Mohd. Nordin H.Mohd Nur da- lam sambutan perpisahannya menegaskan, rasanya tidak salah memilih Banda Aceh sebagai lokasi pertemuan. Apalagi meru- pakan suatu kebahagiaan dapat Maksudnya, yang karena ala- san ekonomi adalah keluarga Pra KS yang benar-benar tidak mam- berkunjung ke Kota Serambi pu melantai rumahnya dengan se- Mekkah. men karena tidak memiliki uang. Langsa, (Analisa ). Kantor BKKBN Aceh Timur tahun anggaran 1997/1998 me- nargetkan lantainisasi bagi 737 rumah penduduk pra keluarga se- jahtera. Target ini berdasarkan banyaknya jumlah desa di kabu- paten ini. Lantainisasi ini, sasaran uta- manya adalah bagi keluarga pra- KS yang tidak mampu melantai rumah dengan semen karena ala- san ekonomi. Demikian diungkapkan Kepa- la Kantor BKKBN Aceh Timur, Drs. Zulfahty Ibrahim ketika di- temui Analisa di ruang kerjanya, Sabtu (16/8) EKONOMI Dijelaskannya, jumlah rumah Pra Keluarga Sejahtera (KS) di Aceh Timur sebanyak 16.501 KK dengan alasan ekonomi dan 8.545 rumah bukan karena alasan ekonomi. LSM Sahara Harapkan Perhatian PT. KKA Banda Aceh, (Analisa) LSM "Suara Hati Rakyat" (Sahara) Desa Babah Buloh, Ke camatan Sawang, Aceh Utara mengimbau PT. KKA agar dapat memindahkan masyarakat Du sun Gle Putet, Kecamatan Sawang ke lokasi yang memungkinkan (pada radius layak) dari hal yang meng- ganggu akibat polusi dari pabrik KKA itu. pada tenaga kerja yang berasal dari Desa setempat, karena selama ini masyarakat cuma men- dapat kesempatan sebagai Satpam atau cleaning service. Tidak ada seorang pendudukpun yang menjabat staf atau sejenisnya disitu. Langsa, (Analisa) Berbagai gebrakan dalam bi- dang penertiban yang dilakukan pihak Kotif Langsa selama ini semata-mata demi masyarakat ke cil. Bukan sebaliknya untuk me- nekan mereka. "Kita melakukan tindakan pe nertiban tersebut, bukan untuk menindas pedagang kecil, tetapi berusaha meningkatkan pereko- nomian mereka," kata Walikotif Langsa, Drs.H.Syarifuddin La- tief kepada "Analisa" ketika di- temui di ruang kerjanya, Kamis (14/8). peroleh keuntungan ganda. Selain akan terciptanya perluasan inti kota, juga upaya untuk men- jadikan jalan Cut Nyak Dhien mulai simpang Rantau 'sampai simpang jalan Iskandar Muda dapat terwujud. Dijelaskannya, penertiban yang dilakukan di pusat pasar Langsa selama ini diupayakan se- maksimal mungkin untuk mem- bantu orang kecil tadi, yakni pedagang-pedagang tradisional yang secara ekonomi memerlukan perlindungan. Kepala UPTD (Unit Pelaksana Tehnis Dinas) Dipenda Kecama tan Kota Kuala Simpang, Hasrial, SE yang dihubungi "Analisa", Sabtu (16/8) menolak menye butkan nama yang menggagasi. pembangunan kios buah di depan pasar pagi itu. paksa melakukan pengerukan semacam abortus. Sebagai akibatnya, mereka sekarang hanya memiliki Ani, anak tung- gal sema vayang, dialah perempuan dia juga anak lelaki. Anak yan tertua mungkin juga yang terbungsu. Ide itu setahu saya dari kecamatan. Dan pada dasarnya cukup positip karena untuk menampung pedagang buah yang selama ini berjualan di sembarang tempat, ungkap Hasrial. Suami isteri itu tetap merasa bahagia dalam hidup yang sederhana, ditopang oleh saling pengertian yang mendalam, apalagi dalam keadaan perekonomian yang kian sulit. Penghasilan Syahrul dapat dikatakan hanya pas-pasan, tidak bersisa setiap bulannya. Tidak berkesempatan untuk menabung, begitu pun Hestiati berusaha menyisihkan recehan sisa belanjaan hari-hari. Mengatur penghasilan yang minim itu memang menghadapi kesulitan, harus memeras ke- ringat dahi Hestiati. Tetapi apa Menyinggung adanya pendapat yang menyatakan adanya bangun an kios itu memperburuk kein- dahan wajah pasar pagi, Ka. UPTD ini tidak membantah bahkan sependapat. Secara logika sederhana saja, tentu bila sebuah bangunan per- manen di depannya di buat bangunan darurat, keindahan bangunan permanen itu akan hilang. Bahkan bangunan darurat batkan banyak masyarakat sekitar yang terserang penyakit (inpeksi saluran pernapasan) Inspa. Pabrik itu juga menyebarkan suara dan bau itu sampai menembus jarak 15 KM. dari pabrik, katanya. Hal lainnya, terang Syamsul dengan bersemangat, petani yang berada di sekitar pengolahan lim- bah pabrik saat melaksanakan bertani sering terkena busa pengolahan limbah yang menye- babkan gatal-gatal. Pada masa awal-awalnya dahulu, apabila bu- sa limbah itu mengenai rumput dan rumput itu dimakan ternak, maka dengan seketika ternaknya langsung mati. Untuk itulah, ia meminta kepada PT. KKA agar mempunyai rasa kepedulian sosial dengan cara membuka pos-pos kesehatan (se macam klinik yang dimiliki PT. Arun), guna dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada ma syarakat setempat secara gratis. BKKBN Aceh Timur Targetkan lib ohsq ini Lantainisasi 737 Rumah Pra KSel Perhatian sosial lainnya yang diperlukan masyarakat setempat dari perusahaan tersebut adalah pada bidang ekonomi, artinya perusahaan itu hendaknya dapat menyalurkan dana sosial yang produktif dan berkelanjutan demi mendukung peningkatan usaha ekonomi masyarakat. Syamsul juga berharap agar PT. KKA memberikan perhatian ke Sedangkan mereka yang me- miliki uang tetapi tidak mau me- lantai rumahnya dengan semen tadi, digolongkan ke dalam bu- kan karena alasan ekonomi. Lantainisasi 737 rumah Pra KS tersebut, tuturnya, ditujukan bagi Pra KS yang tidak melantai rumahnya karena alasan ekonomi. "Jadi, mereka yang sungguh- sungguh tidak mampu akan ka- mi bantu", jelasnya. Zulfathy Ibrahim yang di- dampingi Kasi KS, Hamzah, SE menjelaskan, supaya lebih mera- ta, program lantainisasi bagi 737 buah rumah itu, dibagi sesuai ba- nyaknya desa di daerah ini. Berdasarkan data resmi Aceh Timur sampai saat ini memiliki 737 desa. Lantainisasi yang akan dilaksanakan, masing-masing sa- tu rumah untuk satu desa. Halaman 7 DANA Menjawab Analisa, Kasi KS, Hamzah SE memaparkan, dana yang diperlukan bagi program lantainisasi ini, terutama sekali berasal dari masyarakat lingku- dari keberadaannya akan lebih memperburuk lagi," tandas sar- jana ekonomi alumnus FE Un- syiah itu. Mereka selama ini diharapkan agar dalam menjual dagangannya selalu mengutamakan kepuasan konsumen. Dengan kata lain, pe ngelolaan barang dagangannya harus mampu dilakukan dengan sedikit profesional. Dalam ilmu dagang, katanya, konsumen adalah raja. Jadi, ke- puasan konsumen harus yang per tama-tama dikedepankan oleh pa- ra pedagang kecil tadi. "Kita tidak menginginkan pa- ra pedagang tersebut menjual dan melayani konsumennya dengan se rampangan, karena yang demi kian itu akan mengurangi minat perdagangan," ujarnya. Tujuan upaya penertiban yang dilakukan mereka selama ini, menurut Walikotif Langsa tersebut adalah menjadikan Lang sa sebagai pusat perdagangan yang disenangi pelanggan, teruta- Menjawab pertanyaan lain, ia juga menyatakan sependapat an- dainya pengadaan kios penam- pung pedagang buah yang harga nya perkios Rp 1.350.000 itu di bangun di eks lokasi stasiun kereta api. boleh buat, harus dihadapi dengan tabah dan berhemat. Kadang-kadang harus pula memaksa Hestiati pergi ke luar rumah, untuk menjual barang- barang yang mungkin dapat dijual. "Dari kacamata tugas saya, banyak ke untungan yang di peroleh andainya dulu kios kios itu di bangun di eks lokasi stasiun kereta api Kuala Simpang," kata nya. Sebaliknya, dengan di bangun- nya kios di depan pasar pagi, mereka dari UPTD terpaksa ha rus bekerja ekstra keras, terutama dalam penertiban pedagang liar. Supaya diketahui saja, tambah Hasrial, untuk melakukan pener- tiban tuntas terhadap pedagang liar di Kuala Simpang ini sungguh tidak mudah karena ada saja bayang bayang kekuatan di balik pedagang liar itu. Siapa "bayang-bayang" yang menyulitkan petugas itu tak usah saya sebutkan, ucap Hasrial. (soe). Terhadap berbagai keluhannya itu, Syamsul mengaku, pernah menyampaikannya secara tertulis maupun lisan kepada pihak KKA melalui bagian umumnya, tetapi tidak pernah mendapatkan res pon yang baik. Karena itulah ia memandang perlu menyampai kan keluhannya melalui Pers sebagai jalan terakhir... Kepada Pemda Aceh Utara, pimpinan LSM Sahara yang mem punyai kepedulian yang sangat tinggi terhadap nasib masyarakat lemah di kawasan industri itu meminta agar selalu melakukan monitoring terhadap pelaksanaan dan aktivitas pabrik. Karena sesungguhnya, ia tidak menolak kehadiran berbagai be rusahaan industri: yang ada di Aceh Utara, khususnya PT. KKA. Hanya saja kehadiran perusahaan vital tersebut jangan sampai menyengsarakan masyarakat setempat yang telah menjual tanah mereka bagi kepentingan perusahaan itu (pat). Penertiban di Kotif Langsa Demi Masyarakat Kecil ngan dan donatur. Dana tersebut dihimpun melalui program lelang kepedulian. Lelang kepedulian tersebut bertujuan untuk meningkatkan tahapan keluarga sejahtera seca- ra gotongroyong, yakni dari, oleh dan untuk masyarakat sendiri. Pemberian sumbangan terse- but, berupa apa saja, sesuai de- ngan kemampuan yang dimiliki masyarakat itu sendiri. Bisa beru- pa uang, semen dan sejenisnya. Bahkan sumbangan tenaga seka- lipun, ungkapnya. Menurut Hamzah, yang lebih diharapkan tentu dukungan dari aparat pemerintah sendiri, mulai dari tingkat atas sampai yang pa- ling bawah harus memberikan du- kungan sepenuhnya untuk keber- hasilan program ini. Bila aparat pemerintah telah memberikan perhatian seríus ter- hadap lelang kepedulian ini, ma- ka masyarakat dengan sendirinya akan mengikuti langkah yang me- reka lakukan, ujar Zulfathy Ibra- him. (gas) ma yang berasal dari Aceh Timur sendiri. Sampai saat ini, masih banyak orang-orang daerah ini, terutama dari kelas menengah ke atas yang "melarikan" uangnya ke luar daerah untuk berbelanja. Syarifuddin Latief mengharap kan supaya pihak-pihak terkait dalam melaksanakan kebijakan- kebijakan baru, mau melakukan koordinasi ke Walikotif Langsa. Hal ini semata-mata demi ke- terpaduan pelaksanaan kebijaksa- naan tersebut, sehingga hasilnya juga akan lebih bergema. Di sam- ping itu untuk mencegah timbul- nya hal-hal yang tidak diinginkan dari masyarakat. Diharapkannya juga, dalam pelaksanaan kebijakan baru ter- sebut, sarana yang dibutuhkan harus lengkap, demi kelancaran pelaksanaan tadi. (gas) berada dalam jajaran keluarga kecil yang berpenghasilan cukup cukupan. Namun demikian Hestiati sekali-sekali masih sem- pat menghidangkan ayam goreng atau rendang daging, atau gulai ikan kakap, tentu dalam jumlah yang terbatas. Selain itu mereka pun harus memenuhi keperluan puteri tunggalnya itu setiap pagi kalau pergi ke sekolan. Selain ongkosnya, juga jajannya serta keperluan lainnya yang kadang- kadang mendadak pula. Namun Ani, Syafriani, cukup mengerti akan keadaan orang tuanya, tidak mau meminta lebih dari Begitupun sampai di batas pagi itu, alhamdulillah belum ada barang perhiasannya yang terjual. Syahrul tidak mampu berbuat lain, hanya mengan- dalkan penghasilannya yang diterimanya setiap bulan. Dia pun dapat memahami keadaan, seolah memaksanya untuk tidak banyak tingkah terhadap apa sa- ja yang dihidangkan setiap hari. Begitupun Syahrul merasa ketentuan sehari-hari. memadai dengan suguhan yang sederhana itu tetapi bervariasi yang disesuaikan pula dengan jangkauan ekonomi rumah tang ga mereka. Karena mereka juga menyadari bahwa mereka (Bersambung)