Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Analisa
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-08-23
Halaman: 10

Konten


Sabtu, 23 Agustus 1997 TAMAN REMAJA & PELAJAR Memberi Makna 52 Tahun Indonesia Merdeka ATAS nama bangsa Indone- sia, Soekarno Hatta memprok lamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Itu terwujud setelah bangsa Indone- sia selama 350 tahun atau tiga se- tengah abad dijajah Belanda dan tiga setengah tahun dijajah Je pang. Dengan sekadar memaklumi ratusan tahun perjalanan per- juangan bangsa Indonesia mere- but kemerdekaannya dari tangan penjajah itu, tentulah bisa diba- yangkan betapa tak mudahnya dan tak kecilnya pengorbanan yang telah diberikan para penda- hulu negeri ini hingga dicapainya kemerdekaan tersebut. Sebelumnya di antara kenda- la yang ada termasuklah keaneka- ragaman suku bangsa di Indone- sia, yang seandainya dibiarkan tanpa upaya penyatuan tekad un- tuk bersatu tentulah akan beraki- bat gagalnya perjuangan merebut kemerdekaan dimaksud. Kesadaran akan hal itulah agaknya yang kemudian meng- hantar terwujudnya Kongres Pe- muda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda, berupa penyatuan tekad lewat pernyataan; Kami putra AKU mulai cemberut. Ba- yangkan, baru saja Aby, sahabat- ku, kutraktir makan karena cer- penku masuk lagi di sebuah ha- rian, dia sudah berceloteh panjang lebar mengkritik cara penulisan- ku. Memang sih, Aby adalah kri- tikus terbaik yang kumiliki hingga tulisanku jauh lebih baik diban- dingkan dulu. Tapi tetap saja te- lingaku panas mendengar protes nya. Ah, Aby selalu berterus terang tanpa memikirkan perasaan orang lain, gerutuku dalam hati. Heran juga kenapa aku bisa betah ber- sahabat dengan dia. "Lalu supaya cerpenku bagus, menurut kamu apa yang harus kutulis? Bagaimana cerpen yang menurut kamu menarik? Apa ha- rus cerita horor seperti kesukaan kamu? Atau pembunuhan supaya kamu bisa jadi detektifnya?" se laku sesaat setelah dia diam. Aby tertawa mendengarku. "Begitu saja marah, aku kan cuma kasih masukan? Tadi kamu juga marah waktu aku hanya bi- lang bagus, katamu harus jujur, harus terus terang. Aku terus te- rang bilang cerpen kamu begitu- begitu saja, kamu malah lebih marah," ujarnya lucu. "Jangan sekedar kritik, kasih saran juga. Kalau cerpenku ma- kin sering dimuat, kamu 'kan ikut kecipratan," balasku. "Lagipula apa yang salah pada cerpenku? Tadi kata kamu jalan ceritanya su- dah bagus, lalu yang jelek yang mana?". "Aku tidak bilang jelek. Ha- nya tokoh di cerpen kamu itu yang membosankan, begitu-begitu sa- ja. Ceweknya cantik, cowoknya tampan, kaya, bermobil, pintar, aktif, jagoan basket, pencinta alam, pendaki gunung, paling- paling satu dua yang rada tomboi tapi tetap saja manis. Orang- orang seperti itu hanya segelintir, Kin, bisa dihitung jari. Lebih ba- nyak orang-orang yang tampang- nya biasa saja, hidupnya sederha- na, tidak pintar meskipun juga ti- dak bodoh, bahkan jarang ada orang manis yang mau jadi tom- boi. Ini yang namanya kenyataan. Nah, aku ingin sekali-sekali kamu nulis soal aku, soal orang-orang biasa ini, soal kenyataan yang ada di sekitar kita". 0 TIT! Oleh: YS. Rat dan putri Indonesia mengaku ber- tumpah darah satu, tanah Indo- nesia; Kami putra dan putri In- donesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan; Kami pu- tra dan putri Indonesia menjun- jung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Prof.Darji Darmodiharjo, SH di dalam bukunya, Pancasila Da- lam Beberapa Perspektif, pener- bit Aries Lima Jakarta, hal 29 menyebutkan; Sumpah Pemuda ini merupakan tahap pematangan kesadaran nasional Indonesia yang kemudian mencapai pun- caknya dalam bentuk Proklama- si Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Setelah Proklamasi Kemerde- kaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 itu, tak berarti per- jalanan kehidupan berbangsa dan bernegara berlangsung mulus. Se- jarah mencatat terjadi pemberon- takan terhadap Negara Republik Indonesia antara lain dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tanggal 18 September 1948 di Madiun dan daerah sekitarnya, pemberontakan Tentara Islam In- nabi pa ondan0 Tomboinya mirip aku. Tapi te- tap saja pasangannya cowok be- ken di sekolah, ketua Osis. Yah, Kin, mana ada ketua Osis mau sa- ma cewek biasa seperti aku? Le- bih baik dia jalan sama cewek- cewek yang lebih keren, lebih be- ken dari aku. Yang lebih bisa di- ketengahkan. Iya, kan?". "Lho cerpen terakhirku tokoh- nya mirip kamu, By, biasa saja," protesku cepat. Tapi Aby malah tertawa lebar. BABY VS TOMAGOTCHI "Namanya juga khayalan, By, masa' harus yang jelek-jelek?". Aby makin tertawa. "Itulah kenyataan sedih yang harus kuha- dapi sehingga kalau aku baca cer- pen kamu, aku hanya bisa iri. Aku hanya bisa berandai-andai sean- dainya hidupku seperti tokoh di cerpenmu. Tragis, kan?". "Kasih saran dong, By, aku harus berbuat apa supaya ada va- riasi di tokoh cerpenku. Waktu aku menulis soal pendaki gunung pun, yang sangat biasa penampi- lannya, kamu bilang mengada- ada juga. Masa; tidak ada benar- nya," ujarku.. "Terang saja mengada-ada, li- ma tahun aku aktif di klub pen- cinta alam, jangankan lihat tam- pang keren, lihat yang rapi saja ti- dak ada, canda Aby membuatku tertawa. "Aku bukannya menje lek-jelekkan anak-anak alam, sa- ma sekali tidak, tapi itulah ke- nyataan yang kuterima. Berantak- an, gondrong, jarang mandi kare- na udara terlalu dingin, dan ja- rang ada yang romantis meskipun mereka baik-baik. donesia (TII) di Jawa Barat di bawah kepemimpinan S.M.Karto suwiryo pada tahun 1949 dan pemberontakan PKI pada tanggal 20 September 1965 yang dikenal dengan singkatan G30S/PKI serta beberapa peristiwa lainnya. Kesemua pemberontakan ter- hadap Negara Republik Indone- sia itu, pada akhirnya berhasil di- tumpas, didukung oleh semangat dan tekad masyarakat bangsa In- donesia bersatu padu untuk mem- pertahankan dan mengisi kemer- dekaan yang telah dicapai. Dan kemerdekaan Indonesia itu kini telah sampai pada usia 52 tahun, tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1997. UWA Pelaksanaan pembangunan di segala bidang, yang tak bisa di- pungkiri telah dirasakan hasilnya, adalah bagian dari upaya mengi- si kemerdekaan Indonesia itu. Se- bagaimana halnya perjuangan me rebut dan mempertahankan ke- merdekaan itu sendiri mengha- dapi berbagai tantangan, hal de- mikian pun tak terelakkan di da- lam pelaksanaan pembangunan dan memberhasilkannya sebagai Kritik Kecil dari Aby Cerpen: Shanty Aulia Dien itu banyak benarnya. Lucu juga kalau dipikir-pikir, aku sama se- kali tidak pernah ke gunung, ma- lah nekat menulis soal anak gu- nung dan pemandangannya. Ten- tu saja tidak klop. I-5PG "Aku ingin sekali membaca cerpen yang menulis soal pera- saan, harapan, cinta atau kehi- dupan dari orang-orang seperti aku, Kin. Orang-orang yang me- rasa tersisih dan dianggap tidak ada di dunia cerpen remaja masa kini. Toh orang-orang yang jelek, miskin dan cacat pun punya pe- rasan cinta. Tapi kenapa tidak per- nah disinggung oleh kamu atau penulis remaja lainnya? Aku ju- ga ingin ada yang membuka ma- ta remaja lain bahwa masih ada kehidupan di sisi lain yang keras, yang penuh perjuangan tapi tetap ada perasaan saling mencintai, sa- ling membutuhkan, dan persaha- batan. Bagaimana kehidupan per- cintaan anak-anak remaja kelas bawah, itu saja. Apa rasanya ter- lalu berlebihan, ya, Kin? Terlalu susah?" ujar Aby pelan hampir tanpa emosi. selalu mengetangahkan anak mu- da dari golongan menengah atas. Selalu terisi kegembiraan, indah- nya jatuh cinta, persahabatan aba- di, dengan tokoh-tokoh yang hampir tidak mempunyai sisi ne- gatif dan tanpa kekurangan apa "Lalu soal gunungnya. Kintan manis yang tidak pernah ikut pun. Padahal apa ada manusia se- kemping, sekarang itu tempat perti itu sekarang ini? Sesempur- kemping jarang ada yang seindah na tokoh di cerpenku? Rasanya ti- khayalan kamu. Pohon-pohonnya dak mungkin, bukankah setiap banyak yang ditebang untuk orang memiliki kekurangan dan memperluas tempat kemping, be- pernah mengalami kesedihan? lum lagi sampah berserakan, be- Bukankah ada orang miskin di lum lagi bau pesing di mana- samping orang kaya? Lalu kena- mana, dan yang terpenting saat ini pa aku melupakannya?. "Mungkin cerita dengan tokoh tempat kemping terlalu ramai. Apalagi musim liburan, wah, bi- yang jelek, cacat, miskin atau an- sa dijadikan kecamatan. Mana bi- tagonis selalu membosankan, ma- kanya jarang ada penulis yang mau mengangkat tema-tema se- perti itu, ya, Kin?" ujar Aby lagi. sa romantis kalau ada sejuta ma- ta yang siap melotot ke arah kita. Nah, inilah kenyataan soal penda- ki gunung dan gunungnya yang jauh sekali berbeda dengan cerpen Mata Elang di Gunung Sibayak yang kamu tulis. Paham?". Aku terpaksa tertawa sambil khayal menjadi tokoh di dalam mengakui bahwa perkataan Aby cerpen-cerpen yang selalu digam- "Entahlah. Mungkin juga ke- hidupan kita saat ini sudah sangat sulit, sehingga kita-kita mencari kebahagiaan sesaat ketika ber- AAA 83 WAAA OLEH: Suhartini ,原。 bagian dari upaya mengisi kemer dekaan. TETAP ADA Sampai pada 52 tahun kemer- dekaan Indonesia, pembangunan sebagai bagian dari upaya mengisi kemerdekaan dimaksud adalah hal yang berkelanjutan dan me- rupakan kerja besar. Dalam kait an ini pula harus disadari berba- gai tantangan akan tetap ada. Terwujudnya Kongres Pemu- da pada tanggal 28 Oktober 1928 yang dari padanya melahirkan Sumpah Pemuda, sesungguhnya merupakan bukti kesadaran pe- muda Indonesia (baca generasi muda) pada masa itu akan ada- nya kendala maupun tantangan terhadap perjuangan merebut ke- merdekaan Indonesia, sehingga oleh karenanya harus disingkir kan. Suhartini 1997 Dari padanya dapat pula di- simak betapa besarnya peran ge- nerasi muda Indonesia pada ma- sa itu yang oleh Prof.Darji Dar- modiharjo, SH digambarkan ; Sumpah Pemuda ini merupakan tahap pematangan kesadaran na- sional Indonesia yang kemudian mencapai puncaknya dalam ben- tuk Proklamasi Kemerdekaan pa- da tanggal 17 Agustus 1945. Jelaslah bahwa ternyata tahap pematangan kesadaran nasional Indonesia untuk merebut kemer- dekaan dari tangan penjajah ter- lahir dari semangat dan kesadar an generasi muda Indonesia. Lantas, sampai pada 52 tahun kemerdekaan Indonesia, cukup kah peran generasi muda Indone- sia dipermaklum dari catatan se- jarah yang telah berlalu ? Arti- nya, apakah sampai pada 52 ta- hun kemerdekaan Indonesia seja- lan dengan pelaksanaan dan ke- berhasilan pembangunan di sega- la bidang, maka tak diperlukan lagi peran generasi muda Indone sia ? Taklah demikian tentunya. Pe ran generasi muda di dalam pe- laksanaan dan upaya memberha- silkan pembangunan nasional di Indonesia bukan saja dibutuhkan untuk saat ini, namun termasuk potensi utama di dalam melanjut- kan pembangunan itu sendiri. Dengan menyadari bahwa pem- bangunan nasional Indonesia me- Aku termangu. Kata-kata Aby berulang terus di pikiranku. Ra- sanya Aby benar, cerpen-cerpenku sendiri," tambahnya kemudian. Aku tersenyum dan mengang- guk pasti. "Begitu dapat alur ce- ritanya dan selesai, akan kutun- jukkan lebih dulu pada kamu. Ka- lau kamu bilang sudah seperti ke- nyataan yang ada, baru kukirim. Tapi seperti kata kamu tadi, ja- ngan terlalu berharap untuk di- muat. Bagaimana pun yang kutu- lis nanti menentang arus cerpen yang ada saat ini. Bagaimana?" kataku. barkan begitu indah," jawabku ragu. Lama kami terdiam dan sibuk dengan pikiran masing-masing, sampai Aby menepuk lenganku. "Lalu, apa kamu mau menulis se- buah kenyataan seperti yang ku- katakan tadi?" tanyanya. "Yah, kemungkinan tidak dimuatnya memang besar, tapi anggap saja untuk menyenangkan hati sahabat Aby tersenyum senang. "Ka- mu mau nulis soal apa, Kin?". "Ada ide?" Aku balik bertanya. "Kamu mengejek aku?" su- ngutnya. "Dari dulu kamu sudah tahu kalau aku ini hanya bisa mengkritik, menyalahkan, protes, tapi jangan sekali-kali disuruh nyari jalan keluarnya. Apalagi nyari ide? Hu.....jauh, Kin!". Aku tertawa lebar. Aby tidak pernah berubah juga, tetap saja malas kalau harus disuruh berpi- kir. Padahal kalau dia mau meng- gunakan otaknya sedikit saja, ba- nyak usulan-usulannya yang oke punya. Ide-idenya cemerlang, ta- pi ya itu tadi, malasnya yang di- pelihara setiap hari. "Paling tidak kamu kasih aku garis besarnya," desakku. ANALISA rupakan upaya berkelanjutan di dalam mengisi kemerdekaan, ma- ka demikian pulalah adanya de- ngan peran generasi muda Indo- nesia dari waktu ke waktu. Sampai pada 52 tahun kemer- dekaan Indonesia, pada tahap- tahap memasuki era globalisasi sejalan dengan perkembangan tek nologi dan informasi yang kian maju, tak bisa tidak diiringi pula dengan berbagai dampak negatif yang ditimbulkannya. Kenyataan inilah di antara yang perlu disa- dari generasi muda Indonesia saat ini sebagai tantangan yang tak ringan dan harus dihadapi. J63611 DSM Apa pun maksud perkataan Aby, apa pun yang ingin disampaikan lewat ucapannya, aku hanya tahu satu bahwa Aby tidak pernah me- nyesali keadaan hidupnya dan te- tap tegar menjalani ketidakadilan hidup ini. Ia hanya ingin kita-kita bisa menolehkan pandangan kita pada mereka sebentar saja, bukan untuk mengasihaninya tapi untuk menyatakan bahwa mereka ada di sekitar kita. Dan kita bisa mene- Aby angkat bahu. "Pokoknya jangan yang cenggeng-cenggeng deh. Orang-orang seperti aku, se- dihnya cuma disimpan di hati. Hi- dup boleh keras, kecewa boleh da- tang setiap hari, tapi harus diha- dapi dengan ketabahan, kegembi- raan, dan tertawa. Kita boleh mis- kin, boleh jelek atau cacat, tapi harus punya hati dan perasaan yang kaya, yang cantik, yang ber- sih tanpa secuil cacat". Aby lalu tertawa. "Norak, ya? Aku kelewat- an membela remaja-remaja yang keadaannya seperti aku. Atau jangan-jangan malah inilah kata Bagi generasi muda Indone- sia, kegagalan di dalam mengha- dapi berbagai tantangan tersebut, akan berakibat gagal pula mewu- judkan peransertanya mengisi ke- merdekaan melalui pembangunan dan melanjutkannya. PERAYAAN Seperti halnya peringatan HUT Kemerdekan Republik In- donesia pada tahun-tahun sebe- lumnya, kali ini pun dan tentulah sangat dimaklumi diwarnai ber- bagai kegiatan perayaan. Di an- taranya berupa perlombaan di bi- dang kesenian, olahraga maupun permainan ketangkasan. Partisipasi generasi muda, baik sekadar sebagai peserta mau- pun terlibat dalam kepanitiaan- nya tentulah merupakan hal po- sitif. Setidaknya melalui per- ingatan HUT Kemerdekaan Re- publik Indonesia yang diwarnai berbagai kegiatan perayaan itu, yang kali ini sampai pada usia 52. tahun, generasi muda akan bisa menyadari betapa telah cukup panjangnya perjalanan merebut, mempertahankan dan mengisi ke- merdekaan tersebut. Namun demi menyadari bah- wa generasi muda termasuk po- tensi utama yang sangat diharap- kan peransertanya di dalam me- lanjutkan pembangunan nasional Indonesia, rasanya taklah cukup jika sekadar kesadaran seperti di atas yang tumbuh di dalam diri mereka. Sembari memperingati HUT ke 52 Kemerdekaan Republik In- donesia dengan berbagai kegiatan perayaannya, generasi muda In- donesia perlu kiranya melakukan perenungan terhadap keberadaan dirinya sebagai pelanjut atas pe- laksanaan pembangunan nasional Indonesia. Dalam hal ini sekali- gus pula menyadari betapa tan- tangan yang ada taklah ringan dan bertekad menyiapkan diri se- jak dini untuk menghadapinya. Dengan demikian, generasi muda Indonesia berarti telah mampu memberi makna atas 52 tahun Indonesia merdeka. Dan ini tentulah sama dimaklumi sebagai hal yang sangat positif. hatiku yang sebenarnya, sam- bungnya dengan kening berkerut. Kupeluk bahu Aby erat-erat. rima mereka sebagaimana mere- ka bisa menerima kenyataan bah- Whak wa mereka sering dianggap tidak lebih sebagai pelengkap penderi- ta. Kita dan mereka bisa berjalan bersama-sama, bersisian tanpa harus saling menyakiti. Itu saja. Dan itu juga yang ingin dibaca Aby, sebuah cerpen yang menya- takan kalau mereka ada dan tidak seburuk anggapan orang. Dalam hati aku berjanji, akan menulis sebuah cerita tentang dia, tentang pemikirannya, tentang pa- hit getirnya kehidupan dia, juga tentang kisah asmaranya yang biasa-biasa saja. Tanpa wajah tampan dan cantik, tanpa mobil, tanpa kepintaran, bahkan tanpa jagoan basket yang penuh kebo- hongan. Hanya sebuah kenyataan, seperti keinginan Aby, sahabatku. Itu saja. HUMOR HERAN Ciki: Heran juga saya, sudah beberapa kali ke Pantai Cermin tapi tak pernah ada yang namanya cermin. Tunik: Yang mengherankan saya justru sudah sering ke Pulau' Brayan, tapi tak pernah nampak lautnya! Sahara: Itu belum seberapa. Saya heran ketika pulang sekolah kemarin, ada suara bayi di kamar mama! (Masrida Asriani) PERAN DI FILM Sien: Hebat ya kamu bisa dapat peran main film Barat, pasti kamu jago bahasa Inggeris. Ce Hua: Ah, itu masih tak seberapa. Main film India saya juga pernah. Sien: Hebat! Peranmu sebagai apa? Ce Hua: Jadi 'Si Bisu' dan julukanku dalam film itu 'Kakek Bisu yang Sakti'. Sien: Ha...ha...ha.... (Erni S.) AMPIRAN NOONESSA 1996 TA Profil Natalia Sembiring GADIS manis yang punya pos tur tubuh rada kecil ini lahir di Medan, 27 Desember 1979. Kegiatan sehari-hari dari dara yang punya rambut pendek ini ia- lah les bahasa Inggris, les kompu- ter di samping kegiatan rutinnya sekolah di SMU Swasta Tunas Kartika I Jalan S. Parman Medan. Kegiatan di sekolah juga di- ikutinya terutama kegiatan yang berkaitan dengan kerohanian, ia aktif di Panitia Hari Besar Kris- ten yang senantiasa menggelar ke- giatan natalan dan paskah. Anak tunggal dari Bapak E. Sembiring dan Ibu L.Tarigan ini sedikit agak pilih teman namun kalau berjumpa dengannya ia ra- PENYESUAIAN DIRI Sebagai murid baru, kamulah yang seharusnya menyesuaikan diri dengan sekolah barumu, baik peraturan, siswa-siswi lainnya maupun guru-guru yang bersang kutan bak pepatah yang menga takan, "Dimana bumi berpijak, di situ langit dijunjung". Dengan menyesuaikan diri (beradaptasi) dengan pihak sekolah dan per aturannya, secara otomatis kamu sudah bisa berbaur di lingkungan yang mulanya masih asing bagi kamu. Nah, bagaimana caranya ka mu bisa mengetahui peraturan yang berlaku di sekolahmu yang baru? Jangan kuatir, setiap sekolah pasti akan memberitahu kan peraturan yang ada baik melalui pengumuman, buku tata tertib maupun dalam pelaksanaan upacara. Setiap bunyi peraturan itu harus kamu terapkan dalam kehidupan di sekolah sehari-hari nya. Setelah itu, kamu harus bisa mengenal siswa/i dan guru-guru di sekolah: Bagaimanakah sikap dan sifat yang diterapkan oleh dan kepada murid-murid di sekolah tersebut? Bagaimana menghilang kan kebiasaan buruk yang tidak sesuai dengan keadaan siswa/i di sekolah barumu? Bagaimana me mulai sebuah perkenalan untuk kemudian membaurkan diri de ngan mereka? Semua itu harus bisa kamu perhitungkan agar kelak kamu tidak mengalami kesulitan dengan kesendirian kamu tanpa adanya teman ber bagi. gray BERANI BERTANYA "Malu bertanya sesat di jalan". Demikianlah peribahasa yang menyatakan bahwa jika tidak mau menanyakan apa yang kita tidak tahu, maka kita akan menemukan kesulitan. Atal 25 A₂ mah, hal ini terlihat ketika siapa saja yang menelepon ke rumah- nya ia pesankan kepada ibu atau siapa saja di rumah agar tidak me ladeni orang yang tidak dikenal nya. Kegiatan modeling yang per- nah diikutinya adalah pemilihan top model, lomba foto dan ke- giatan pemilihan gadis Indonesia Sumatera Utara tahun 1996. Di akhir pertemuan tersebut, Natalia yang sering bercelana pendek di rumah ini menitip pe- san agar kita-kita yang masih mu- da ini hendaklah mengisi waktu yang ada dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat banyak bagi diri kita. (Syukri) Oleh H.Wahyuni Jadi, jelaslah bahwa kamu harus mau memberanikan diri un- tuk mengajukan pertanyaan atas apa yang belum dan ingin kamu ketahui agar kamu terhindar dari kebimbangan dan ketidaktahuan- mu. Inilah bagian terpenting dari mu yang harus kamu pahami dan kamu lakukan. PENGENALAN TEMPAT Setelah kamu menyesuaikan diri dengan kondisi sekolahmu, kamu juga harus mensurvei ling kungan sekolahmu. Di mana letak kantor kepala sekolah, kantor ad- ministrasi, kelas tempat belajar mu, tempat pembayaran uang se kolah (kasir), toilet, perpustakaan, dan sebagainya harus kamu cer- mati dan kamu ketahui. Semua itu perlu untuk memudahkan kamu melakukan segala aktivitas yang terjadi sehari-hari di sekolah baru mu dan agar kamu tidak tersesat dalam pertualanganmu di sekolah mu. Hal ini dapat kamu lakukan dengan berkeliling-keliling di sekitar sekolah baik sendirian maupun dengan teman-temanmu yang lain. MEMAHAMI TUJUAN Apa sih tujuan kamu sesung- guhnya berada di sekolah baru? Mendalami ilmu yang lebih baik dari pada yang diperoleh di sekolah sebelumnya dan kemu- dian mengabdikannya bagi nusa dan bangsa, bukan? Dengan mengkaji kembali tujuan mulia kamu tersebut, maka satu-satu nya hal yang dapat kamu laku kan adalah giat belajar. ses. Dengan giat belajar, tujuan pendalaman ilmumu dapat terwu- jud dengan sendirinya. Kita tidak boleh menyia-nyiakan biaya yang diberikan untuk kita agar kita bisa menjadi orang yang berguna bagi bangsa kelak. Belajar bukanlah hal yang sulit dan membosankan, melainkan jalan bagi kita untuk menggapai masa depan yang suk Bagaimana sih belajar yang baik? Belajar yang baik bukanlah memaksakan diri untuk meneri ma apa yang diberikan di sekolah, melainkan berusaha mengerti dan membiasakan diri untuk meng anggap pelajaran yang diberikan sebagai suatu yang senantiasa kita butuhkan dan kita jalani, serta sebagai kewajiban yang harus kita emban demi nusa dan bangsa Bayangkan pada saat kamu mau membayar uang sekolah, tapi kamu tidak tahu di mana letak kita. tempat pembayarannya. Bingung bukan Oleh karena itulah, mulut dan suara adalah modal kamu un- tuk memperoleh petunjuk dan mengetahui apa yang tidak kamu ketahu. Atau misalnya dalam pelajaran tertentu, kamu tidak mengeti apa yang dijelaskan, jika kamutetap berdiam diri, kapan kah kamu bisa tahu dan menger- ti? Selain itu teguran dan hukum an manti di depan matamu. Spanjang langkah kakimu dilingkungan sekolah, kasetiap kegiatan wajib yang sekolahmu harus kamu lakuk n, sedangkan kamu masih terlalimuda/baru untuk mengeta hui tla cara pelaksanaannya bu kan? pa saja yang dapat kamu pilih bagai kegiatan kokurikuler mu? pa yang harus kamu laku kan n ucapkan saat guru mema suki ang kelas? Siapa guru-guru masi maka ada MENCARI INFORMASI Jauh sebelum menerapkan butir-butir di atas, kamu perlu mencari informasi seperti kapan buka sekolah di sekolah barumu, di kelas berapa kamu ditem- patkan, jam berapa mulai belajar, dan lain-lain yang tidak dapat kamu ketahui dengan jalan ber- yang kan mengajar di kelasmu? tanya sebab kamu tentu tidak tahu Dan ragam pertanyaan lainnya, siapa orang tepat sebagai tempat semu itu sangat perlu bagimu bagi kamu untuk bertanya. untul Dalam hal yang satu ini, kamu kamu ketahui dengan ber tanya pada orang-orang yang dapat memperoleh informasi de kami ketahui, seperti gurumu, atau siswa/i lainnya yang lebih tahu iswa/i lama misalnya). ngan sering-sering ke sekolah barumu untuk melihat peng umuman yang telah diterbitkan, Halaman 10 Kontak Sayang (Kts) Dari: Henoch Oen Buat: Fanny Leoputri. Happy birthday besok ya....? Moga giat melayani selalu ya? From: Meri MDS Pandu To: Riana/Ling. Long march IBSU minggu ini harap bawa makanan Di samping itu, kamu juga harus pahami bahwa rajin adalah sumber utama keberhasilan kamu. Sekalipun kamu siswa/i yang sangat pintar, jika kemalasan mendominasi pikiran kamu, maka keberhasilanmu masih akan dira gukan. Jadi, rajin-rajinlah belajar agar uang sekolahmu tidak ter- buang percuma, mengingat masih banyak tunas-tunas yang meng harapkan dapat mengecap dunia pendidikan namun keadaan yang ada masih belum mengizinkan me reka. yang buanyaaak ya?! To: Cen at Bulan. Gimana, skripsinya sudah siap? To: 1278. Harganya tak seberapa kok! Asalkan kamu punya lebih tinggi, lebih luas, lebih dalam dari....! Dari: Mr.Fussy Dentist Tuk: Red Rose. Engkau telah salah paham, Yang...! Sungguh, tak ada niatku 'merusak' namamu! Pengalaman terburuk? Oh, jangan pernah ucapkan ini lagi...! Engkau tahu sendiri aku bukan insan jenis itu. Oya, ada satu lagi kado' untukmu. Jangan lupa lagi ya? From: Tango Lima To: Phing at PWS. Gimana tuh kabarnya? Masih oke-oke kan? Thanks banget untuk kebersamaan yang terjalin selama ini. Wa doain kesuksesan kamu dech... loving you dech.... Dari: Girl Zone To: Siau Thing. Kaset 'Aaron Kwok' kayaknya udah hilang tuh! (Jangan marah donk, ntar cepat tua lho?) To: Heniwaty. Bagaimana kondisi buku-bukunya? Pasti hip...hip... kan? Oh ya, di rumah belajar buat baju ya? Bantuin mama? From: Secret-Admirer (II) Menjejaki Sekolah Baru terutama menjelang saat buka sekolah ataupun di saat-saat liburan sekolah. BAGI murid yang mendaftar dan diterima di sekolah yang baru sudah saatnya mengenal suasana baru di sekolah baru yang tentu lain dengan keadaan sekolah sebe lumnya seperti bunyi peribahasa "Lain lubuk lain ikannya, lain padang lain belalang". Bagaimana kesiapan mental dan spiritualmu?. Berikut akan diuraikan mengenai beberapa hal yang perlu dilakukan dan dipersiapkan oleh siswa-siswi baru: To: Roger at Nibung. Kok makin sombong sejak jadi pacar Devina? To: Christina at Seram. Gimana kabarmu dengan Charles? Dari: Pembaca setia "Kts" Buat: Partisipan "Kts". Kalian semua sangat kreatif dalam membuat nickname. Dari sekian banyak nickname yang dibuat, sepertinya ada yang mengambil nickname orang lain meskipun sudah lama tidak muncul. Apakah tidak ada nickname lain lagi sampai-sampai harus mengambil nickname orang lain atau hanya ingin numpang beken saja? From: Doraemon Dear: Nobita at Jl.Tapanuli Medan. Special wish for Nobita in this special day 12th Dec 1997. Wish you more success in this and coming years. Have a good time, man! For: Mr or Mrs "Kts". Thanks very much, success always! From: Teris Ling To: Mr.Rabbit. Lho, kok pada lenyap dari peredaran? Nongol donk! To: Lucky Star. Hope your days will be lucky days always. To: Kentucky. Gimana kabarmu? Oke-oke khan? Gue tetap dukung kamu kok! If you still need me for conselling, just contact me, OK? From: Chi 4U: Seng Guan J-R at Sutomo-2. Hai Guan! Loe mau + tinggi nggak? Habisnya semakin bertambah umurmu, loe makin pendek aja. Gue sarankan loe ke dukun AS aja, mana tahu loe diberi kacang panjang yang ajaib, he...he... 4U: Ali at I-1 Sutomo-2. Gimana loe dengan "boge"? Semoga kalian makin akur-akur aja oke? (Jangan takut, gue doain) 4U: Juli/Muliaty. Happy birthday 1 Juli lalu! Jangan lupa srup-srup! From: Juli For: BSG. Gimana kabarnya? Punya acara? Salam kompak selalu! Dear. Ashu at Veteran. Saya rasa kamu benar, mungkin gue harus bersaing dalam masalah ini. You dukung gue nggak? Buat: Agus, Asen, dll. Jangan sombong kalau udah jadi bos! From: Jon To: Wie Siong/Captain Wira. Kabarnya sudah jadi konglomerat nich? (Mau ketemu pun sulit) Dihubungi hanya suara rekaman yang muncul... Kalau boleh usul, HP-nya buang saja ke laut! To: Rekan-rekan "Kts" untuk cowok yang handsome en cewek yang beautiful, salam perdana deh dari gue. From: Misterious Girl To: Mr.Vampire, Mrs.Batman, Crazy Guy 'n Super Girl. Nama elo- elo keren yach? Boleh dong kita kenalan hmm...?! To: Semua fans "Kts". Hi! Gue pendatang baru nich! Salam kenal! To: Kak Pengasuh. Thanks yach atas dimuatnya "Kts" ini. Semoga tetap keren en beken! MENCARI TEMAN Teman adalah unsur pemban- tu dalam kehidupan kita. Tanpa teman kehidupan kita akan tersen- diri dan terkucil dari pergaulan. Oleh sebab itulah kita harus mem- punyai teman dalam kehidupan kita, termasuk dalam kehidupan di sekolah barumu. Bukankah merupakan hal yang menyenang kan karena selain dapat memper- dalam ilmu, kamu juga dapat memperluas pergaulan di sekolah mu. Bayangkanlah sebuah kelas tanpa orang-orang yang saling mengenal, tentu akan tercipta ketegangan antara satu sama lain yang sangat membosankan. Jadi, kamu perlu dong berteman.! Setelah kamu dapat menye suaikan diri dengan siswa/i di sekolah barumu, jalan untuk mendapat teman otomatis telah terbuka untukmu. Kamu hanya perlu mempertahankan kemu lusan jalan yang telah terbuka lebar itu dan mengusahakan agar jalan itu nantinya tidak berlobang maupun berlumpur. Untuk mendapatkan teman baru pun kamu perlu trik-trik yang tidak sulit untuk kamu praktekkan. Lalu, bagaimana trik- trik itu? Trik pertama, kamu harus memasang senyum "pepso- dent" mu agar setiap orang yang melihatmu, terutama yang belum mengenalmu merasa senang de nganmu. Seng Guan J-R: Indonesiaku "Indonesia merah darahku putih tulangku, bersatu dalam semangatku kebyar, kebyar Trik kedua, kamu harus "ber- mulut manis" (berhati manis pula, loh), artinya kamu harus pandai berbicara, yakni yang Puisi & Quisi tidak menyinggung perasaan orang yang mendengarnya agar orang lain akan merasa senang berbicara denganmu. Di samping itu, kamu harus mau menciptakan komunikasi dua arah, yaitu komu nikasi yang mencakup keberadaan pembicara dan pendengar. Trik ketiga, kamu harus ren- dah hati, artinya, kamu tidak boleh angkuh/sombong atas kelebihan yang kamu miliki. Bukankah setiap orang mem- punyai kelebihan dan kekurangan- nya sendiri-sendiri? Jadi tak ada istilah "lebih unggul" dalam kamus pergaulan. nob onud Trik keempat, kamu harus mempunyai rasa humor yang tinggi. Hal ini akan memudah kan kamu untuk berkomunikasi de ngan orang lain sebab rasa humor mu akan membuatmu tidak cepat tersinggung atas gurauan orang lain dan membuat orang lain dapat terhibur olehmu. Trik kelima, inilah trik yang paling penting dalam rumus mengembangkan pergaulan, yakni kamu harus mau dan mampu mengawali perkenalan. Kamu harus bisa mengajak orang lain berbicara denganmu agar mereka tidak segan-segan membalas sa- paanmu dan menjawab pertanya anmu. Nah, 6 hal yang perlu kamu persiapkan dalam dirimu baik mental maupun spiritual telah dibahas di atas. Semoga kamu bisa menjadi siswa baru yang baik di sekolah barumu dan semoga pula kamu dapat menjalani kehi dupan sekolahmu dengan hati tenang dan lapang. Janganlah pernah kamu menanamkan ketega ngan dan rasa tidak percaya diri dalam dirimu, Oke? Maju terus pantang mundur.! di depan namakukah? di warna tubuhkukah? di bajuku atau di topiku? Indonesiaku Indonesiaku Di manakah harus kutempatkan Dikau Haruskah kau kutempatkan di antaranya, Atau harus ada saat kuteriakkan "Merdeka! Merdeka!" agar mereka semua tahu kamu bersamaku.? Indonesiaku, Dikau tak akan kutempatkan di mana pun Tidak di setiap kataku Tidak di setiap kertas putih Tidak di setiap atributku Tidak Tidak sama sekali Dikau sama sekali tidak dapat kutempatkan Kar'na dikau hadir bersama kehadiranku Bersama napasku, bersama hatiku, bersama jiwaku Kar'na aku adalah dikau dan dikau adalah aku Darahku adalah merah Tulangku adalah putih Maka Merah putihlah aku Indonesialah aku Indonesiaku Medan, Agustus 1997 Henny : KOPI PAHIT Ini, secangkir kopi panas maaf agak pahit kopinya beli di pinggir jalan; sudah tak kopi lagi maklumlah ini jaman aneh jagung dibilang kopi kopi tinggal nama