Tipe: Koran
Tanggal: 1986-08-10
Halaman: 01
Konten
Pembina: Tjokropranolo. Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Sunardi DM. Pimpinan Perusahaan: Drs.Bagio Purwanto. Wakil Pemimpin Redaksi : Carlos Alma Vega dan H.Endang Achmadi. Redaktur Pelaksana : H.Supriyadi BA, Ngatidjo MW, Moed Avianto. Dewan Redaksi : Moed H.Endang Achmadi, H.Supriyadi BA. Ngatidjo MW. Avianto, M.Mugianto H.Sugiyanto, H.M.Mangol. Staf Redaksi: Bobby Monka Jr.Ratino, Casmo Tatilitofa. Nus In- uhan. Yasidi Iskandar, Yatim Kelana, Nardi Sahib, Harkam Effendy. H.Amiruddin Nasution, Bob Silitonga, Nurmimy Tjunti Velleys. Taty Permadi, Diding Kusuwardjo, Azwir Tanjung, Gusnadi. Cosmos Sumono. Wartawan Photo: Djoko Susanto. M.Saleh. Penerbit : Izin Terbit Yayasan Parikesit. No.041/SK/Menpen/SIUPP/A-7/1986 Tgl. 15 Pebruari 1986 Bank BRI Kebayoran Baru No. 31-45-1276. Bank Bumi Daya Kebayoran Baru BBD No. 011010-03440 Giro Pos: No.A 12770 No. Telex 47174. Yudha. Alamat Redaksi : Percetakan Golden Web. Jl. Letjen Haryono 22 Jakarta Selatan Telepon 828331/Tata Usaha/Bagian Iklan: Jl. Simpruk Golf 13/No. 28A. Kebayoran Baru Jakarta Selatan Telepon 715156. Dicetak Oleh: P.T. Golden Web Jakarta. Yudha Minggu SPORT & FILM MEMPERTINGGI KETAHANAN DAN PERJUANGAN NASIONAL INDONESIA Setelah Festival Film Berakhir Istijarsih, mahkota rambutnya sepanjang Tugas Orang Film Belum 160 Cm Rambut adalah mahkota bagi kaum wanita, asal benar-benar diperlihara baik-baik. Pada umumnya wanita jaman sekarang sudah banyak berubah dalam bentuk potongan ram- butnya, terutama kebanyakan rambutnya ada yang keriting ataupun di potong pendek dengan bentuk macam-macam, katanya mengikuti keadaan jaman atau meniru orang -orang di Negara Barat. Kita akui wanita-wanita jaman dahulu terutama wanita wanita Desa selalu memper- tahankan rambutnya panjang- panjang. Akan tetapi lain lagi halnya wanita-wanita yang sudah ada di Kota Besar, sudah terpengaruh keadaan mode rambut lalu kontan saja pergi kekapsalon lalu dikeriting atau dipotong pendek. Tetapi lain lagi halnya dengan wanita yang biasanya ISI YMSF MINGGU INI P.S.S.I A Jajal Kekuatan HALAMAN IIS Kenali Dulu Lelaki HALAMAN III Problem Remaja HALAMAN IV "Bina Asih" Angkat Anak-anak HALAMAN V Inna Rawie HALAMAN VI Musik Betawi Perlu HALAMAN VII * Istijarsih dengan rambut yang 160 Cm panjangnya. dipanggil namanya Istijarsih yang memiliki panjang rambut- nya sampai 160 cm, serta war- na hitam lebat. Kiranya Istijarsih masih mempunyai sifat tradisi lama, untuk membiarkan terus rambutnya memanjang semen- jak di bangku SMP kelas I. Ke halaman VIII 66FF1861 F-185FF Baru kali ini terjadi, tahun 1986 yang dimulai dengan warna trend baru lewat film 'Kerjalah Daku Kau Kutangkap', para best actress dan best actors kumpul jadi satu, malah mereka, 'sama tidur' dalam frame perfilman nasional yang digarap oleh Franky Rorempandey. Mereka masing masing Pandji Anom, umurnya sudah 71 tahun. Angkatan dia tinggal Mak Wo (Wolly Sutinah). Menurut pengakuannya, dia orang pertama yang mendapat gelar best actor di Indonesia. Diterimanya gelar itu pada tahun 1943, yang memberikan dan menandatangani piagamnya Ir.DR.Soekarno, yang ketika itu belum jadi Presiden R.I., masih sebagai Ketua Poetera. Ke halaman VIII KOMENTAR KITA * Sipenmaru, Satu Alternatip....... Hari Sabtuyang lalu Kang Semprit sejak pagi-pagi hari sudah nongkrong di luar Stadion Utama Senayan Jakarta untuk melihat suasana pengumuman hasil-hasil Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru). Kang Semprit berbaur diantara para orang tua dan puluhan ribu peserta Sipenmaru dengan sabar menanti saat diumumkannya atau di bagikannya lembaran pengumuman Sipenmaru yaitu pada jam 8.30 WIB. Setelah waktunya tiba dan lembaran-lembaran itu dibagikan, suasana Stadion Utama Senayan yang tadinya tenang namun tegang itu berubah menjadi hingar-bingar, penuh tawa riang menan- dakan rasa kegembiraannya. Nampak dalam gambar Menteri Penerangan H. Harmoko ketika memukul terbang tanda ditutupnya Festival Film Indonesia Senin malam di Gedung TVRI Senayan Jakarta. (Foto: Mardi). Ditengah-tengah suasana riang, dan tawa meriah tanda gembira itu juga terdapat kesibukan berbagai kelompok calon mahasiswa yang diluar kelihatan tertawa-tawa namun didalam hati mereka hancur, sehancur masa depan mereka. Dan ini dilampiaskan dengan menulis dengan huruf yang besar-besar pada lembar pengumuman itu "Saya Tidak Lulus"! Ini disambut rekan-rekannya dengan tertawa kecut dalam satu nasib. Melihat suasana demikian ini Kang Semprit ikut sedih dan prihatin. Terutama melihat masa depan generasi muda ini yang masih sangat panjang. Dari 586, ribu lebih calon hanya 81 ribu calon yang dapat diterima menjadi mahasiswa pada 43 Perguruan Tinggi Negeri PTN) yang berarti hanya 14 persenya saja. Ditambah dengan 16.000 yang diterima melalui Penulusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) dan program Diploma maka jumlahnya men- jadi 100.000 orang diterima di PTN. Sehingga kalau dibandingkan dengan jumlah calon yang ikut dalam Sipenmaru, hanya kurang lebih 20 persen saja yang dapat menikmati pendidikan di PTN,. Lalu bagaimana dengan yang 80 persennya lagi, kemana mereka itu selanjutnya ? Masih banyak jalan untuk menuju masa depan yang cerah. Un- tuk mencapai sukses bukan PTN satu-satunya. Tetapi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) juga menjadi wahana yang baik untuk men- capai sukses dalam hidup. Selesai, Untuk Meningkatkan Citra Film Indonesia Aktor dan Aktris terbaik "Sama Tidur" dalam trend baru Karena itu Kang Semprit menganjurkan kepada generasi muda atau peserta Sipenmaru yang gagal itu untuk memasuki PTS ini. Tidak sedikit PTS yang baik, bahkan kadang-kadang lebih baik dari PTN, Karena itu PTS juga akan merupakan wahana untuk men- capai masa depan yang baik. Memang kalau dilihat dari segi biaya di PTN lebih murah dan di PTS lebih mahal, bahkan kadang-kadang sangat mahal. Tetapi pen- didikan itu memang mahal dan dimanapun didunia ini biaya pen- didikan adalah mahal terutama bagi penyelenggara pendidikan itu. Dan yang penting sekarang ini menurut pengamatan Kang Sem- prit, bahwa persaingan dibidang pendidikan ini semakin keras karena semakin besarnya jumlah calon dan kurangnya daya tam- pung. Usai sudah Festival Film In- donesia (FFI) 1986. Menteri Penerangan Harmoko menutup- nya dengan resmi Senin malam yang lalu di Gedung Penunjang Operasional TVRI Jakarta. Ketua dewan juri masing masing jenis film yang di festivalkan telah mengumumkan nama nama yang berhak keluar sebagai yang terbaik dari yang baik. Karena itu hanya mereka yang benar-benar baik dan pintarlah yang kemungkinan akan dapat melanjutkan dan diterima pada Ke halaman V Lalu apakah usia jua kerja orang- orang film itu? Jawabnya tentu sa- ja tidak. Terlebih lagi setelah Menpen mengetuk lubuk hati ja- jaran perfilman Indonesia untuk menciptakan film Indonesia sebagai produk budaya dan komoditi jasa kreatif yang mampu menjadikan dirinya meningkatkan citra dan sukma Indonesia. Festival Film (FFI) baik mulai saat ini hingga masa mendatang, hendaknya benar-benar dapat di- jadikan cermin mawas diri bagi segenap insan perfilman In- donesia, disamping dijadikan tolok ukur dari perkembangan dan pem- binaan yang dilakukan insan film itu sendiri. Film itu, kata Harmoko, merupakan suatu produk budaya yang juga merupakan komoditi jasa kreatif. Oleh karena itu film our 778 MAAAAAAAX Para aktor dan aktris terbaik yang mendukung Film "Satu Mawar Tiga Duri" (Foto: Ist). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Fuad Hassan didam- pingi isterinya sedang menerima penghormatan adat Kalimantan Tengah saat akan meresmikan Perpustakaan Wilayah di Kalteng belum nasional harus terus dikem- bangkan dengan memperlihatkan kemajuan teknologi disamping un- sur artistiknya yang tetap harus berpijak pada bumi Indonesia. Mbah Kerta sedang memijit seorang bayi yang dengan penuh kasih sayang, sementara sang ibu menungguinya disamping. (Photo: Hr). Organisasi organisasi perfilman harus mampu membina dan mengembangkan perfilman na- sional: PPFI (Persatuan Produser Film Indonesia) misalnya, harus mampu sebagai penyeleksi para produser yang memiliki sukma In- donesia. Ini berarti PPFI harus mampu menghindarkan produser musiman yang tidak berpijak pada sukma Indonesia. Sedang kepada KFT (Karyawan Film dan Televisi) yang merupakan wadah karyawan pembuat film, juga harus mampu mengem- bangkan film Indonesia sebagai produk budaya bangsa. KFT terutama para sutradara harus Sahel, Sebuah bom waktu ekologi Uang Santunan Kematian TKI dikembalikan ke Arab Saudi Seorang tenaga kerja di Arab Saudi asal Sukabumi bernama Asep Sonjaya (alamat tidak diketahui) diketelah men- inggal dunia karena sakit, ma- jikan tempat Asep bekerja di Saudi Arabia mengirimkan uang sentuhan sebesar Rp 8 juta lebih untuk ahli waris di Sukabumi melalui sebuah bank di daerah ini. Tapi sayang uang san- tunan itu oleh bank diserahkan kepada Depnaker Sukabumi. Setelah hampir satu bulan uang santunan tersebut. petugas Depnaker Sukabumi tidak berhasil menemui alamat keluarga almarhum (karena memang tidak ada alamatnya kecuali Sukabumi). Kepala Kantor Depnaker Ke halaman VIII mampu menyelamatkan skenario yang baik dan tidak membunuh skenario yang baik. PARFI (Persatuan Artis Film In- donesia), dimana anggotanya terlibat sebagai unsur pendukung, hendaknya mampu mengem- bangkan angotanya dalam bidang akting, karena artis itu tidak terikat pada paras yang cantik saja, tetapi kemampuan ber-aktingnya yang sangat dituntut untuk mengem- bangkan dunia perfilman nasional. Bioskop yang merupakan wadah pengembangan sosial kultural dari film Indonesia, hendaknya benar- benar dapat memberikan perha- tiannya dalam pengembangan film Indonesia. Artinya bioskop memiliki kewajiban untuk memutar film Indonesia. Menteri Pendidikan dan Kebu Prof. Dr. Fuad Hassan belum lama ini di Palangkaraya mengatakan, bahwa karya-karya pengarang Indonesia masih sangat ter- batas, sementara anak-anak atau generasi muda kita sudah Mbah Kerta Pernah Gelut Dgn Roh Jahat Bertenaga Harimau Ke halaman VI Ahli klimatologi F.Kenneth Hare dari Universitas Toronto adalah seorang analis tentang penggurunan di Afrika. "Kita tampaknya sudah sampai pada suatu saat yang kritis dalam se- jarah hubungan antara ummat manusia dengan iklim. Untuk pertama kalinya", katanya di suatu hari, "kita mungkin berada di ambang pintu perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia. Penggurunan, suatu proses degradasi lingkungan yang sangat hebat yang terjadi bila keseimbangan alam terganggu, muncul di mana-mana. Salah satu hal yang umum adalah bahwa perubahan-perubahan tersebut disebabkan oleh manusia. Penyalahgunaan atau pemanfaatan tanah yang berlebihan dan penggembalaan ternak yang melampaui batas merupakan beberapa diantara penyebab utama terjadinya pro- ses penggurunan. Kekeringan tanah karena aktivitas biologi seperti itu pada akhirnya menyebabkan lingkungan tak mampu lagi Ke halaman V mulai haus akan bacaan. Karena itu, pihaknya tidak berkeberatan adanya buku- buku bacaan anak-anak ter- jemahan dari bahasa asing dalam rangka memenuhi kebutuhan bacaan anak-anak tersebut. iama ini (gambar kiri), sedangkan gambar kanan Menteri sedang memperhatikan anak-anak SD yang sedang membaca disalah satu ruangan perpustakaan yang sedang diresmikannya itu. (Foto: Priyadi). Berilah Hadiah Buku pada Ulang Tahun Anak Kita "Nanti, kalau pengarang- pengarang kita sudah dapat memenuhi kebutuhan bacaan- bacaan anak-anak ini, maka buku-buku bacaan anak-anak dari terjemahan bahasa asing itu sedikit demi sedikit akan ditarik atau dikurangi", katanya men- jelaskan. Yang penting menurut Menteri, buku-buku bacaan anak-anak yang terjemahan itu sifatnya universal dan telah diterjemahkan kedalam ber- bagai bahasa. Pengalaman-pengalaman pahit- Akhirnya kesusastraan kita tumbuh nya semasa jaman penjajahan juga, sekarang telah bermunculan Belanda Jepang, dan masa pengarang-pengarang yang begitu kemerdekaan telah dilalui. banyak", ungkap HB Yassin dalam Sekalipun ia sendiri dicaci dan usianya yang telah mencapai 69 dimaki oleh rekan-rekan seper- tahun. juangannya sendiri. Tetapi karena ketabahan kekuatan imannya yang cukup besar telah meruntuhkan segala cobaan-cobaannya itu. MARISSA HAQUE. "best actress" tahun lalu yang kini tak kebagian Piala Citra dalam FFI '86. Dalam Kampanye Film Nasional Juli lalu, Icha (nama panggilan) yang tiga filmnya masuk dalam seleksi 15 judul film kini terpaksa absen dari Piala Citra karena banyak saingan. Meskipun demikian Marissa Haque masih tetap akan main film. Tidak bersedih meskipun tidak meraih Piala Citra, bahkan akan lebih semangat untuk masa mendatang. (YMSF/Mardi). "Apa yang bisa saya ajarkan, dan dapat menarik perhatian. H.B. Yassin Singa Yang Sudah Jinak "Minat baca dikalangan anak-anak ini juga sudah sangat besar terhadap anak-anak di Kalimantan Tengah umumnya dan Palangkaraya khususnya", kata Gubernur Kalteng Gatot Amrih. Hanya sayang, menurutnya minat baca yang sudah besar ini belum diimbangi dengan penga- daan buku-buku bacaan yang memadai terutama oleh daerah sendiri. Selama ini buku-buku masih di datangkan dari daerah- daerah lain terutamadari Jawa, sehingga harga buku-buku tersebut relatip mahal dan tak terjangkau oleh masyarakat kecil. Ke halaman VIII * Ngelmu saya ini bukan dari siapa-siapa, tetapi saya ngelakoni sendiri minta kepada Tuhan Yang Maha. Esa, agar diberi sesuatu yang dapat untuk menolong orang lain. Mbah Kerta ini dikenal sebagai "Orang tua linuwih". Jakarta YMSF. roh jahat lainya. Kerut merut yang sudah merata disekujur tubuhnya menunjukkan. bahwa ia sudah banyak merasakan ia diminta datang dikampung kam- pahit getirnya kehidupan. Mbah Kerta dikenal sebagai pung tersebut diatas, untuk Lengannya yang kekar mirip "wong tuwa linuwih" (orang tua menyembuhkan orang terkilir, lengan lelaki, dan sorot matanya sakti), tidak hanya di desanya saja, patah tulang atau menyembuhkan yang tajam menunjukkan, bahwa Namun diluar desanya pun ia orang kesurupan. sejak masa mudanya ia sudah ter- sudah cukup "kondang" (terkenal). Mbah Kerta yang tak tahu tulis biasa "kerja keras". Dan kini dalam sebagai "wong tuwa yang sering baca ini, boleh dibilang cukup usianya yang telah mencapai 63 paring berkah" (orang tua yang sukses. la sejak "menempuh" tahun, ia tetap menjalani profesinya punya daya penyembuhan). kehidupan rumah tangga hingga sebagai seorang dukun pijat bayi maupun orang dewasa. Selain itu mbah Kerta Wedok (panggilan akrabnya) penduduk desa Soragan, Kasihan, Bantul, Yogyakarta ini, punya kesang gupan juga menyembuhkan orang kesurupan setan atau segala jenis Karena itu, ibu ibu dari desa sekitar kini merupakan pendukung nya seperti Cungkuk, Tegal Rejo, ekonomi keluarga yang utama. Demak Ijo, Cebongan dan Terlebih dari semua itu, ia pun sebagainya, pasti datang padanya boleh merasa bangga. Sebab, satu jika punya kerepotan. Di daerah diantara 4 orang anaknya, ada sekitar Kumetiran, Sodagaran, yang berhasil meraih gelar kesarja- Jagalen dan lain lain, ia juga sudah cukup dikenal. Hingga tidak jarang Ke halaman VIII NOMOR: 762 Kritikus dan sastawan yang telah cukup umur itu rupanya masih in- gin berkarya terus. "Begitu berharganya nafasnya orang, berapa biayapun orang akan sang- gup untuk membayarnya. Dalam hal ini saya merasa bersyukur kepada Tuhan masih diberi kesem- patan hidup dan dapat bekerja dengan baik. Dan saya harus dapat memanfaatkan sisa hidup saya tiap detik. Itu sebabnya saya selalu ber- sikap memanfaatkan dan Ke halaman VIII TERBIT 8 HALAMAN TAHUN KE-XXI MINGGU 10 AGUSTUS 1986 Sukses dalam karir tak membuat Nola Tilaar (26 th) mabuk kepayang. Sikap prof-nya sebagai penyanyi tetap sama, baik tatkala ia masih mengembara di Eropa maupun setelah kembali ke tanah air, 4 tahun lalu. H.B.Yassin singa yang sudah jinak (Foto: Aria). Nola Tilaar tak ingin buru-buru kawin laguDan sa Regee dan Borobudur. Sehubungan dengan kehendak Ke halaman VIII "Setahun satu", sebutnya ten- tang album rekaman yang akan dan telah dibuatnya. Berbeda memang dengan kebanyakan penyanyi lain yang sanggup menelorkan 4 album dalam setahun. Mumpung lagi ngetop: "Siapa sih yang nggak mau uang "? Tapi buat saya kelangsung karir yang lebih dijaga. Setahun cuma mengeluarkan satu album saja dengan maksud supaya penggemar tidak cepat bosan", jelas Nola pe- nyanyi yang pernah sukses lewat • SENYUM MINGGU INI. 2 Nola Tilaar
