Tipe: Koran
Tanggal: 1986-08-10
Halaman: 05
Konten
MINGGU 10 AGUSTUS 1986 Mahasiswa Dan Seni Budaya Mahasiswa pada saat sekarang ini, tidaklah selalu dituntut untuk mengecam pendidikan semata. Yang hanya bergelut dengan buku buku dan mendengarkan ceramah sang dosen. Di mana di situ kekreatifan mahasiswa tidak ditun- tut. Hal itu jelas menutup kemungkinan pengenalan wawasan terhadap bidang study lainnya. Belum lama ini, Sekolah Tinggi Publisistik, yang kini telah berumah namanya menjadi Institut Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, telah mengadakan serangkaian pertun- jukkan seni budaya. Yaitu yang diadakan di Pasar Seni Ancol. Selama satu minggu penuh yang hasilnya cukup berdampak positif. Tentu bagi mahasiswa-mahasiswa IISIP sendiri. Di antaranya yang dipagelarkan; Vokal Grup, Visualisasi Puisis, Drama, Pembacaan Karya Puisi, dan lain-lain. Sebagai pembimbing yaitu Bapak Drs. Haryono, dosen mata kuliah Antropologi, yang sekaligus memprakarsai acara tersebut. "Di sini, saya ingin menuntut keaktifan mahasiswa untuk dapat berkarya seni. Karena, biar bagaimanapun, sebagai anggota masyarakat harus mengenal seni budaya. Kalau bisa, justru mengangkat sesuatu karya baru. Di sisi lain, itulah motivasi saya menyelenggarakan pertunjukkan seni budaya ini", jelas Drs. Haryono, ditengah kesibukan mengurus pementasan. Dengan membawa kurang lebih duaratus mahasiswa-mahasiswa IISIP, nampak Drs. Haryono, tak merasa kesulitan. Terlihat tertib dan cukup menarik perhatian umum, SMP Negeri 43, terletak di daerah Mampang tempat keramaian kota yang dekat kantor pos polisi dan kecamatan Mam- pang tepatnya sekolah ini di Jalan Kapten Tendean no 11 Mampang Prapatan wilayah Jakarta Selatan. Sekolah ini sudah cukup lama dikenal para pelajar-pelajar terutama khususnya daerah Jakarta selatan dan sekitarnya, karena sudah termasuk usia lama bagi sekolah-sekolah baru. Selain lokasi sekolahnya berada dekat jalan raya yang mudah dan di lalui gampang 10-18 Seperti yang diakui oleh A. Wahyudhi, dari kelompok yang mempertunjukkan visualisasi puisi, merasakan banyak manfaatnya. Salah satunya yakni terhadap pembentukan mental, proses kreatifitas, dan juga pengenalan lebih jauh terhadap seni dan budaya. Dengan adanya acara seperti ini, berarti mahasiswa diberi kesempatan seluas mungkin akan macam bentuk karya seni. Lain lagi yang dituturkan oleh Sri Hartati, mahasiswi tahun ketiga jurusan Humas ini, dia benar-benar terkesan terhadap penyambutan masyarakat umum yang kebetulan menontonnya. Sebuah cerita drama yang ditampilkannya cukup memikat, walaupun hal ini baru pertama kali. dari satu pertunjukkan ke pertun- jukkan berikutnya yang dilakukan secara bertahap. Bahkan terbilang sukses dalam waktu satu minggu tersebut. Tanya Dengan hormat, Setelah membaca tulisan bapak mengenai sakit kencing manis, maka saya juga ingin mengajukan pertanyaan mengenai hal yang sama, tetapi mengenai bahaya sakit tsb. Saya juga seperti penanya yang terdahulu, sakit kencing manis, dan sudah periksa dokter dan saya disuruh diit dan olah raga dan sekarang sakit saya sudah baik. Kadar gula saya sudah normal. Umur saya sekarang adalah 62 tahun dan saya memang orang yang suka berolahraga sejak masih sekolah dan sekarang saya ikut klub Jantung Sehat. Setelah saya bertambah umur ini, badan saya rasanya bertambah gemuk, walaupun saya berolahraga terus secara teratur. Suatu "Mengenai program latihannya hampir dua bulan penuh kami jalani. Toh, kami ini tidak buta ten- tang dunia drama atau teater. Juga berkat kedisiplinan, semangat, dan ingin menunjukkan dedikasi, walhasil nyatanya tak mengecewakan", ucap Komar yang mengambil jurusan Jur- nalistik. Tambahan penilaian Dari hasil serangkaian pertunjuk- kan seni dan budaya mahasiswa mahasiswi IISIP ini, termasuk juga penilaian tambahan terhadap mata kuliah Antropologi Budaya. Karena hal itu merupakan kegiatan estra kurikuler di luar pendidikan formal di kampus. "Metode dalam saya memberi penilaian tambahan mata kuliah Antropologi, tidak hanya ber- dasarkan dari hasil mid tes saja. waktu saya iseng iseng periksa gula darah di laboratorium dan ternyata tinggi, terus saya periksa ke dokter dan dinyatakan saya sakit kencing manis dan saya sekarang sudah melaksanakan diit dan olah raga saya teruskan dan Alham- dulillah gula darah saya sudah normal. Hanya saya takut akan bahaya bahaya sakit tersebut, maka dari itu saya ingin menanyakan akan bahaya bahayanya dan terima kasih atas jawaban pak Dokter. Ny. D.S. Jakarta. Siswa-Siswa SMP Negeri 43, Bangga Dengan Prestasinya dengan kendaraan umum/bis, bagi siswa-siswanya. Sekolah yang siswa-siswa penuh dengan kegiatan dan selalu mem- bawa nama baik sekolah dengan piala-piala dari hasil kegiatan baik olahraga maupun kegiatan lain. Dalam prestasi belajar-mengajarnya siswa-siswa menunjukkan dalam tahun ajaran 1985/86 telah lulus 100% para siswa-siswanya, sedang yang mendapatkan ke sekolah lan- jutan atas Negeri (SLTA) 93%. Sekolah yang penuh prestasi belajar-mengajar dan kegiatan ektrakulikuler ini, para siswa-siswa yang telah didik menjadi anggota PKS telah membantu para siswa- siswa yang akan pulang maupun KONSULTASI KESEHATAN ASUHAN Dr. H.Soetojo. S Siswa-siswa SMP N 43 berhasil meraih juara dan mendapatkan piala- piala. (tampak gambar) poto bersama selesai pertandingan karate se Jakarta selatan kejuaraan kelompok umur yang berlangsung di Gelang- gang remaja Bulungan di Jakarta Selatan. (Photo: Ist) Komplikasi Diabetes Mellitus Jawab; Seperti sudah pernah saya katakan bahwa sakit kencing manis (DM) adalah tidak bisa disembuhkan, namun dapat dikehendaki. Jadi kalau gula darahnya bisa dikendalikan maka berarti orang tersebut adalah seperti orang normal yang tidak sakit DM. Jadi tidak akan mengalami bahaya sakit DM. Ini namanya DM-nya 88 3 20 macam sudah terkendali/terkontrol. Kalau tidak terkendali, maka bisa timbul macam bahaya yang dinamakan komplikasi. Komplikasi ini ada 2 golongan besar yaitu komplikasi yang mendadak/akut bertahun reaksi hipoglikemi dan ketoasidosis diabetika, dan komplikasi khronis/menahun yang berupa : a. Rentan terhadap infeksi, b. Diabetic oral manifestations. c. Lebih muda terkena gangren. d. Gangguan sistim kar- diovaskuler. Atau dari hasil ujian semester. Bila mereka benar-benar saya anggap baik, tambahan nilai ini dapat mem- bantunya", tutur Drs. Haryono menjelaskan. Apakah kegiatan seperti ini akan bapak lanjutkan untuk selanjutnya? "Kemungkinan besar, dalam setiap tahun akan terus saya seleng- garakan. Tapi kegiatannya tidak menoton. Tentu ada variasinya", jawabnya. e, Gangguan pada ginjal. f. Gangguan urat syaraf. g. Gangguan alar pencernaan. h. Gangguan pada alat saluran kencing. Mengenai faktor dana didapat dari mana? "Soal dana, saya rasa tidak begitu besar. Semuanya ditang- gung dari hasil patungan anak- anak. Di pasar Seni Ancol ini, kami tidak bayar, dan juga tidak dibayar. Juga semua perlengkapan ditang- gung mahasiswa-mahasiswi," ujar- nya lagi. Yang patut dicatat dari penyelenggaraan "Mahasiswa Dan Seni Budaya" adalah, bahwa mahasiswa-mahasiswa kini tidak lagi vacum hanya menelan pela- jaran di kampus. Pemberian kebebasan dalam rangka mem- mereka, proses kreatifan merupakan jalan terbaik. Di sisi lain, kiranya dapat men- jadi contoh bagi Perguruan Tinggi lain, untuk menjunjung tinggi seni budaya bangsa sendiri. Tidak seperti yang tergambarkan, pesta musik rock antar kampus, yang nyatanya tak membawa hasil positif apa-apa. Karena memang mereka mengagungkan musik barat. Institut Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, (dulu STP), diusianya yang ketigapuluh enam ini, selain ingin mencetak tenaga-tenaga jurnalistik, juga manusia yang berbudaya. Mencoba menggali lebih dalam lagi kekayaan kebudayaan bangsa sen- diri, Indonesia. Sekali lagi, hal itu memang patut dicontoh. Semoga! ((Sri Marheini). akan pergi kesekolah di persim- SMP pangan jalan di dekat N 43 daerah Mampang Prapatan. Sekolah yang sudah cukup lama ini dibangun kira-kira pada tahun 60-an, maka tidak heran gedung sekolah ini banyak yang perlu diperbaiki dan banyak kayu-kayu atas yang telah rusak. Maka perlunya bantuan untuk men- dapatkan perhatian dari kalangan pendidikan, Pemerintah DKI. Dibawah pimpinan kepala sekolah Kusnadi, ada semacam tekad para siswanya, mereka akan meningkatkan kualitas hasil. kegiatannya. Apalagi usaha kearah ini di dukung para wakil dan para tenaga pengajar. Memang sekolah ini disiplin terutama dalam ber- pakaian harus rapi dan baju dimasuk serta sepatu hitam dan kaos kaki harus putih. Dan pada jam istirahat belajar siswa tidak diperboleh keluar sekolah, dalam disiplin dan tata tertib sekolah tentu membawa hasil yang baik bagi para siswa-siswanya. Ini dapat dibuktikan dengan sejumlah piala-piala yang telah membawa nama baik sekolah dari hasil-hasil para siswa-siswanya. Sederetan piala yang berada diruang kepala sekolah diantaranya ada piala dari walikota Jakarta selatan sekitar tahun 1982 dalam lomba upacara tata bendera yang di menangkan oleh para siswa putra. Dibidang kegiatan lain sekolah ini cukup menonjol yaitu kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) yang selalu ditingkatkan dan berlatih pada tiap hari minggu pagi hingga siang. Dari kegiatannya dapat dibuktikan dengan sejumlah tanda akibat sepatu yang terlalu sem- pit, dapat menimbulkan luka yang cepat masuk ke dalam jar- ingan dan meluas, yang kemu- dian disusul dengan "pembusukan" kaki tersebut yang dinamakan gangren diabetika. Pada gangren diabetika biasanya jari jari men- jadi hitam dan busuk baunya. Mengenai gangren dan infeksi kulit akan saya bicarakan kemu- dian. b. Diabetic oral manifesta- tions Keadaan rongga mulut gigi, dan gusi diabetikus sering dilupakan oleh penderita maupun dokter yang merawat- nya. Kesehatan rongga mulut yang kurang baik misalnya tidak melakukan stkat gigi secara teratur akan dapat menyebabkan DM sukar dirawat, meskipun sudah melaksanakan diit dan meng- gunakan obat obatan. Sebaliknya DM yang tidak ter- rawat dengan baik dapat menimbulkan komplikasi komplikasi di dalam rongga mulut seperti: -ludah menjadi kental, sehingga mulut terasa kering dan mudah terjadi infeksi di dalam rongga mulut. Selaput mulut menjadi kering dan warna merah. -gusi menjadi bengkak bengkak, tampak merah tua, kadang kadang dapat bernanah, mudah berdarah, i. Kelainan kulit. j. Gangguan mata. K. Kelainan paru. umur, 1. Gangguan fungsi seksuil. Baiklah akan saya mulai saja dengan yang pertama yaitu : a. Rentan terhadap infeksi : Pada umumnya penderita diabetes (diabetikus) lebih ren- tan terhadap infensi diban- dingkan dengan non-diabetikus pada keadaan yang sama dari jenis kelamin dan sosioekonomi. Juga infeksinya akan lebih berat dan lebih sukar disembuhkan. Infeksi yang pal- ing sering adalah di kulit ber- rupa bisul yang besar dan sukar sembuh, infeksi ginjal, infeksi ringga mulut ataupun paru. Tetapi bila diabetesnya terken- dali dengan baik, maka kemungkinan mendapatkan in- feksi sangat kecil. Karena adanya kecendrungan mudah infeksi dan bila sudah timbul in- eksi akan sukar sembuh, maka diabetikus harus selalu men- jaga agar diabetesnya terawat baik dan menghindarkan diri dari luka luka. Bahkan luka gigi mudah goyah dan kadang kadang lepas dengan sen- dirinya. nyeri waktu mengunyah makanan. lidah tampak lebih, terasa ker- ing dan kadang kadang disertai dengan rasa panas. Bila DM dapat terrawat baik, dan kebersihan rongga mulut terjaga baik, maka gejala gejala tersebut di atas akan hilang, gigi menjadi kuat kembali, warna gusi menjadi normal dan tidak membengkak lagi. Oleh karena itu dianjurkan kepada semua diabetikus untuk lebih sering menyakat giginya, terutama setiap sesudah makan dan sebelum tidur malam, agar tidak ada sedikitpun sisa sisa makanan yang tertinggal di an- tara sela sela gigi. Pemeriksaan berkala setiap 6 bulan sekali pada dokter gigi hendaklah dikerjakan oleh setiap diabetikus. Sekianlah dulu lain kali akan saya sambung dengan komplikasi yang ketiga. Dr.H.Soetojo S., FCCP. AR Murid-murid SLB-Bina Asih-Cianjur, bergambar bersama dengan para guru, pengurus Yayasan. Foto: YM/Ruskandi D.J. Samosir Raih Gelar Dokter Di IPB Dalam Bidang Ilmu Makanan Ternak Dokter Hewan D.J.Samosir, Star Fakultas Peternakan IPB (50 th), kelahiran Hutaginjang Tapanuli Utara telah meraih gelar DOKTOR di Fakultas Pasca Sarjana IPB setelah mempertahankan desertasi yang berjudul, SUATU STUDI LABORATORIUM DAN BILOGIS TERHADAP KECIPIR SEBAGAI BAHAN MAKANAN AYAM RAS. Dewan Penguji Utama diketuai Prof. Dr. Djokowoerio Sastradipradja. Dan Penguji Luar Komisi, Prof. DR.Ir. Suryani, Guru Besar Universitas Indonesia dan DR.I. Poetoe Koempiang, Kepala Balai Penelitian Ternak Deptan. Prompvendua mengemukakan, bahwa salah satu sumber daya nabati yang sangat potensial dan sianggap sebagai tumbuhan aseli Indonesia, ialah tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L) DC. Tanaman tersebut memiliki sifat-sifat yang cukup menonjol seperti kacang kedele, baik potensi produksinya maupun komposisi kimiawinya. Hampir selirih bagian tanaman kecipir dapat diman- faatkan. Pemanfaatan biji kecipir untuk kebutuhan manuwiq sehari hari masih sangat sedikit. Penggu- naannya baru sebagai bahan makanan kudapan oleh sebagian kecil masyarakat. Ternyata biji kecipir mengandung arti nutrisi yang dapat laju pertumbuhan, sehingga sering dikatakan bahwa komposisi kimianya yang demikian mengesankan, tidaklah sepadan dengan nilai hayatinya. Peman- faatannya tentunya dapat ditingkatkan jika metode pemusnahan anti nutrisinya secara optimum sudah diketahui. Pemanfaatan tersebut akan semakin meningkat apabila digunakan sebagai makanan ter- nak, terutama untuk ternak monogastrik (berlambung tunggal red) yang populasinya meningkat penghargaan dari PMI Jakarta selatan diantara pada bulan dana PMI tahun 1983 dengan men- dapatkan uang sejumlah Rp. 1.406.729. Sedangkan kegiatan keamanan sekolah atau yang disebut PKS yang bekerja sama dengan kepoli- sian lalulintas telah beberapa kali ikut menyelenggarakan, pada tahun ini 30 siswanya telah mengikuti pendidikan selama tiga bulan di Kodak dalam mengatur lalulintas dan tata tertib di jalan raya bagi para pelajar. Dengan jumlah kelas belajar kurang lebih 10 kelas dan ruang lain antaranya ruang laboratorium, perpustakaan, ruang tata usaha dan lapangan olahraga volly. Untuk membinaan ahlak dan moral anak- KOMENTAR Dari hal I sekolah atau Perguruan Tinggi yang dituju. Sehingga sekarang ini, hanya mereka yang berprestasilah yang akan dapat berlanjut. Dan mereka yang santai-santai dalam belajar, tidak mau mempersiapkan diri sebaik-baiknya akan semakin terting- gal jauh dalam mengejar ilmu dan pengetahuan yang juga terus berkembang dan maju pesait ini. Untuk itu Sipenmaru adalah satu alternatif untuk menyeleksi ratusan ribu calon dan sudah dapat dipastikan tahun-tahun berikut- nya jumlah ini akan bertambah besar, sementara daya tampung ber- tambahnya tidak memadai, sehingga persaingan menjadi semakin keras. SAHEL mendukung kehidupan. Peng- gurunan di Afrika bukan suatu fenomena baru, Iklim yang ker- ing dan tindakan sewenang- wenang manusia atas alam telah diabaikan selama beradab- abad. Kang Semprit ingatkan kepada adik-adik yang kini masih duduk di bangku SMTP dan SMTA agar benar-benar mulai menyadari hal ini dan sudah harus mulai mempersiapkan diri untuk dapat bersaing mencapai sukses masa depannya yang semakin berat dan keras ini. Kang Semprit. Dari hal I Sejak tahun 60-an sebagian besar benua Afrika menderita kekeringan karena curah hujan di bawah angka rata-rata. Awal tahun 70-an kekeringan itu semakin gawat terutama di wilayah Sahel, Sudan. Tahun 80-an kekeringan itu bertambah dahsyat dan makin meluas. Pertanyaan yang men- jengkelkan sekarang adalah "Apakah kurangnya curah hu- jan hanya akan berlangsung sementara waktu saja ataukah untuk jangka waktu yang lama?". Sedikitnya 150 juta orang di Afrika, hampir sama dengan jumlah penduduk Indonesia, menderita kelaparan. Sekitar 10 juta jiwa telah meninggalkan kampung halaman mereka un- tuk mencari air dan makanan. dengan pesat (ayam red). Tujuan penelitian ialah untuk mencari cara pemusnahan anti nutrisi biji kecipir yang efektif dan efisien tanpa merusak atau menurunkan potensi zat hara lain yang dikandungnya. Menurut pro- movendus manfaat yang sangat diharapkan dari penelitian ini, ialah tercapainya ketidak tergantungan pada bahan makanan ternak berasal impor, serta terciptanya lapangan kerja dan penghasilan baru bagi masyarakat di pedesaan. Apabila diusahakan dengan maka sungguh-sungguh, diperkirakan dapat menghasilkan tambahan pendapatan dari penualan biji kecipir, serta dapat membantu memulihkan kesuburan lahan pertanian yang sudah lama digunakan secara intensif. Lebih dari seperempat pen- duduk Afrika yang berjumlah 531 juta jiwa itu tahun 1984 memperoleh makanan dari sumbangan yang berasal dari negara negara lain. Dijelaskan, bahwa untuk studi biologis biji kecipir digunakan ayam tipe pedaging umur sehari sebagai hewan percobaan. Pada penelitian laboratories, dilakukan inaktifisi anti nutrisi biji kedipir, baik melalui pemanasan maupun melalui peren- daman dalam bahan kimia. Metode inaktifasi anti nutrisi yang dilakukan ialah dengan pembuatan tempe kecipir seperti yang dilakukan oleh Kelompok Perhimpunan Mahasiswa Mikrobiologi IV Faperta UGM (1983) serta pembuatan silase kecipir seperti seperti pem- buatan selase keong yang dilakukan Kompiang (1979). Berdasarkan hasil studi laboratoris, dilakukanlah studi biologis, yaitu dengan mencam- purkan tepung biji kecipir pada ran- sum percobaan Sampel-sampel tepung biji kecipir yang menerima perlakuan inaktifasi anti tripsin yang lebih efektif dan efisien menurunkan kandungan anti trip- sinya. Inaktigasi anti tripsin biji kecipir anak didiknya di sekolah ini juga di bangun sebuah Musollah yang dapat dipergunakan untuk beribadah bagi siswa dan gurunya yang beragama Islam. Kegiatan ektrakulikuler yang ada hubungan dengan olahraga yaitu karate yang dibina sejak lama oleh guru olahraga Tien Martini yang berlatih pada hari minggu disekolah. Pembinaan karate SMP N 43 yang bergabung dengan sekolah lain SMP 66, SMP 48 dan SMA 37 yang disebut ran- ting Mampang, sedang di sekolah ini pesertanya sekitar 300 siswa. Cukup boleh dibanggakan dari hasil pembinaan karete (INKAI) yang telah menghasilkan piala kurang lebih 15 piala (Hus). A Gurun Sahel yang memben- tang melintasi Afrika mulai dari negara-negara di pantai laut Atlantik seperti Mauritania, Senegal, Gambia, Guinea Bissau dan Guinea sampai ke negara-negara di garis pantai samudera Hindia termasuk Tanzania, Kenya, Somalia, Djibouti, Ethiopia dan Sudan, dihuni oleh lebih dari seperem- pat milliar orang. : Administratur Program Pem- bangunan PBB (UNDP). beberapa bulan sebelum ia pen- siun. Ketika kekeringan dan peng- gurunan mendatangkan ben- cana, yang paling menderita adalah penduduk miskin di daerah pedesaan. Bencana dan respon interna- sional "telah merebut perhatian dunia", kata Brafdord Morse, Morse mengakui, bahaya dari keadaan gawat saat ini terus meningkat, namun hal ini tak akan melenyapkan harapan. la menekankan perlunya "berbagai strategi yang menghormati ketergantungan yang rumit" antara ummat manusia dengan lingkungan- nya. "Sebaliknya", ia meng- ingatkan, "kelaparan dan kemunduran lingkungan akan merupakan masalah kronis bagi sebuah benua", Wilayah Sahel-Sudan "merupakan pusat negara- negara termiskin di dunia". (AS) Dr. D.J. Samosir melakukan perlakuan pemanasan pada penelitian ini, menunjukkan prospek yang jauh lebih ampuh dibandingkan dengan perlakuan perendaman biji kecipir didalam bahan bahan kimia basa atauasam. Penurunan kandungan anti tripsin melalui perendaman didalam air tidak begitu berarti sekalipun biji kecipir direndam 15 jam. Penurunan kandungan anti triksinya hanya 7.46%. Akan tetapi bila biji kecipir direbus, maka terjadi penurunan kandungan anti tripsin yang sangat nyata. Pertumbuhan ayam ayam perco- baan menjadi sangat nyata lebih baik, bila tepung biji kecipir yang dicampur dalam ransumnya dahulu. dipanaskan lebih Perebusan biji kecipir memusnahkan sebagai besar anti tripsinya demikian juga anti nutrisi yang lain, sehingga konsumsi ran- sum meningkat dan pertambahan berat badan sangat nyata lebih baik. Dibandingkan dengan pertum- buhan yang mendapat ransum mengandung biji kecipir mentah. maka diperoleh peningkatan per- tambahan berat badan sebesar 183.29% jika tepu yang digunakan direbus selama 10 menit. Promovendus lulu ujian dengan predikat sangat memuaskan serta berhak menyandang gelar akademik tertinggi, DOKTOR.( MAHASIN). Kehadiran "Bina Asih" Mengangkat Derajat Anak-Anak Terkebelakang Jakarta YMSF. Sebagai salah satu upaya menu- ju tercapainya keadilan sosial, dilanjutkan usaha usaha untuk memberi kesempatan yang lebih luas dan merata dalam men- ingkatkan kesejahteraan sosial bagi anggota masyarakat yang kurang beruntung termasuk mereka yang hidupnya terasing dan terbelakang. Usaha perbaikan pelayanaan sosial tsb juga dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran serta kemammpuan setiap warga negara untuk ikut serta dalam pem- bangunan. Pemeliharaan dan penyantunan bagi orang lanjut usia yang tidak mampu fakir miskiin anak anak terlantar, yatim piatu dan rehabilitasi sosial bagi orang tersesat penyandang cacat terutama bagi anak anak tuna runggu, tuna netra, tuna grahita dan tuna neyre. Kisah Sekolah Luar Biasa di Cianjur menurut Drs Yahya yang Kepala SLB hingga sekarang penuh liku derita daripada sukanya. Rintisan SLB di tahun 1969 Yahya pada saat itu masih guru di sebuah SD dengan Tatang Ranasasmita mulai tersentuh terhadap anak anak terbelakang. diwujudkan dengan upaya mengumpulkan anak anak tuna rungu. Tahun 1970 tepatnya 9 Pebruari didirikan SLB oleh BPLSD (Badan Permufakatan Lembaga Sosial Desa) tingkat Kabupaten Cianjur yang diketuai H. ME. Kosasih anggota BPH seksi Pendidikan dan Agama. Dalam keadaan darurat SLB numpang berteduh di salah satu emper Kan- tor Sosial atas restu Kepala Sosial saat itu U. Samsudin Berhadapan dengan 6 orang anak tuna rungu saat itu pasilitas hanya kursi dan meja makan pinjaman dari kantor Sosial. Yahya dan Tatang sebagai guru pertama. Tahun 1973 adanya sekolah ini tembus keluar sehingga pada saat itu banyak orang tua mendesak agar anak anaknya yang merasa terbelakang bisa diterima. Lima orang anak terbelakang tahun itu ditampung dengan tidak dipungut biaya apapun. Setelah terben- tuknya BP3 yang langsung IDRIS PRIATNA ditanjuk selaku Ke- tuanya sampai sekarang mulai diminta uang sumbangan sekolah dari para orang tua sebesar Rp.200 per anak. Saat itu pula pemben- tukan Yayasan mulai dipikirkan. Di tahun 1974 jumlah murid semakin banyak namun tenaga guru masih seorang. Saat itu terjadi pula perubahan. BPLSD dilebur masuk ke dalam Departemen Dalam Negeri dan langsung dibawah naungan Pemda Kab Cianjur. Di daerah daerah tingkat Kabupaten Dinas Sosial dalam pengabdian sudah berbuat banyak menanggulangi kasus kasus sosial yang terdapat di masyarakat Di kota Cianjur, BINA ASIH yang berbadan hukum Yayasan merupakan lembaga pendidikan anak khusus menanggulangai terbelakang. Kehadirannya benar benar sangat didambakan. Selain sebagai wadah pengelola dan penempa, sekaligus bengkel anak anak yang tuna. Juga sebagai tem- pat penyejuk dan penenang hati rawan orang tua yang kebetulan mempunyai anak "istimewa". Rasa rendah diri keluarga mulai pudar. Dari pada si anak tinggal dirumah bakal menambah beban lebih baiik dimasukkan ke sekolah tsb. Kian hari Bina Asih makin berkembarig dihunii banyak murid Dalam Teknologi Antariksa, Jepang Masih Ketinggalan dengan staf pengajar yang benar benar menguasai bidang tsb. Dil- ingkungan ini para pembina ditun- tut kesabaran, keuletan yang tinggi. Lewat curahan kasih sayang dan saling pengertian antara si anak dengan guru akan mempermudah proses belajar mengajar. YANG GEMBIRA DAN KECEWA DARI PENGUMUMAN SIPEN- MARU. Pengumuman hasil ujian Sipenmaru secara se rentak hari Sabtu (1/8) diumumkan dimasing-masing wilayah diseluruh Indonesia. dalam bentuk lembaran koran. Di Jakarta pengumuman berlangsung di luar Stadion Utama Senayan, Gambar diatas memperlihatkan suasana pengumuman yang berlangsung Sabtu pagi di Senayan. Tampak mereka yang bergembira dengan caranya masing-masing setelah namanya tercantum dalam daftar (atas). Gambar tengah sebelah kiri Keadaan SLB saat itu vacum, Dengan sumbangan dari Pemda sebesar Rp.40.000 dibelikan keperluan kantor. Sementara panitya bergelut untuk mewu- judkan Yayasan kegiatan sekolah sering terhenti. Ruangan belajar di salah satu emper tsb sering digunakan kegiatan pembinaan para WTS. Berkat keuletan dan ketekunan para perintis seperti Idris Priatna Ketua BP3 Asikin Kahum Kepala Dinas Sosial dan Yahya, 21 April 1975 terwujudlah Yayasan Bina Asih dengan Notaris alm Samsa Sasmitadimaja SH tanpa mengeluarkan biaya berkat hasil pendekatan Idris Priatna. Susunan Pengurus saat itu Ketua Umum Ny. H. Nurhasanah Endang ,Ketua I Ach Hindarsah Ketua II Asikin Kahum masing masing Ketua Umum Dharma Pertiwi. Jepang negara industri yang pal- ing cepat dalam pengembangan teknologi di segala bidang.saat ini termasuk negara yang masih ketinggalan dalam percaturan teknologi antariksa dan masih harus menunggu beberapa tahun lagi un- tuk bisa mengirimkan astronotnya keruang angkasa. Dana bagi program angkasa luar Jepang relatif kecil dan roket yang dihasilkannya hanya mampu mengangkut beban seberat 350 kg. Setelah terjadinya musibah Challenger dan kegagalan pelun- curan oleh badan antariksa Eropa Arianesaingan utama NASA dalam bisinis peluncuran satelit. maka pro- gram angkasa luar Jepang yang masih baru tumbuh itu terpaksa harus bergantung pada kemam- puan sendiri. Halaman V Namun ditengah-tengah persa- ingan sengit antara Amerika Serikat (AS) dengan Eropa dalam soal peluncuran satelit itu. kehadiran Jepang untuk jangka pendek bukan merupakan ancaman. "Jepang masih harus mengem- bangkan kemampuan teknis yang diperlukan untuk melaksanakan suatu program antariksa yang kom- prehensif" kata Ryojiro Akiba, salah seorang ilmuwan antariksa terkemuka di Jepang. la mengatakan saat ini keadaan program angkasa luar di Jepang Kepala P dan K serta Kepala Dinas Sosial: Sektretaris hamid Purawinata dan Bendahara Tien Suriatin BA. Ketua Harian di pegang Idris Priatna, Seksi usaha di pegang Dharma Pertiwi sedangkan Kesehatan dan pendidikan dr Tatang dan Yahya. Di tahun 1976 Bina Asih sudah memiliki gedung sendiri yang . diresmikan 12 Januari 1976 oleh Bupati Drs. H. Ahmad Endang. Tahun 1983 terjadi reorganisasi pengurus ketua Umum Ny. Heda Sudradjat, Ketua I Priatna Miharja Kepala Depdikbud Ketua II Kepala Dinas Sosial. Juga pada tahun 1985 perubahan pengurus terjadi. ketua Umum dr. Wandi Tosin, Ketua I dan II Drs Slamet Riyadi Kepala SPG dan Idris Priatna merangkap ketua Harian. Sekretaris BM Permana dan Ban- dahara Ny. Ruskandi dibantu dengan seksi seksi. Posisi murid 1985/1986 yang tuna rungu 32 orang, tuna grahita atau terbelakang 37 orang. Penga- jar untuk tuna grahita II orang. Tuna rungu 8 orang. Neyre seorang dan sekarang mulai menerima siswa tuna netra 4 orang. Berkat perjoangan semua fihak SLB Bina Asih memiliki asrama un- tuk para siswanya. Serta seorang sosiawan keluarga H. Mastur almarhum menghibahkan sebidang tanahnya kepada Pemda untuk dimanfaatkan oleh SLB Bina Asih. Guru guru yang bertugas di SLB ini kebanyakan Sarmud PLB dan Diploma 3 IKIP Drs Yahya sendiri selaku Kepala SLB seorang sarjana PLB IKIP Bandung (A.Ruskandi). kira-kira sama dengan perkem- bangan teknologi antariksa di dunia semasa tahun 1959. Jepang yang selama ini meng- gantungkan 90 persen pengem- bangan teknologinya kepada AS. telah mengalami pukulan dalam program pengiriman astronotnya ke luar angkasa akibat musibah Challenger. Antariksawan pertama Jepang yang mulai berlatih akhir tahun lalu. tadinya direncanakan akan turut dalam pesawat antariksa ulang-alik di awal 1988. Kini program pelun- curan pesawat ulang-alik belum tentu dapat dilaksanakan kembali dalam waktu tiga tahun dan prioritas diberikan pada misi militer. Setelah terjadinya musibah. Arianespace, sebuah konsorsium dari 36 perusahaan di Eropa. mengusahakan suatu alternatif peluncuran satelitnya kepada NASA. Buku pesanan meliputi 36 kali peluncuran mulai awal 1988 yang seluruhnya bernilai 1.6 milyar dolar AS (lebih Rp. 1.6 trilyun). Dalam jumlah itu termasuk pula pesanan tiga peluncuran satelit oleh perusahaan telekomunikasi Jepang. Namun dengan peluncuran yang gagal 30 Mei lalu oleh roket Ariane serta kerugian beban muatan Ke halaman VIII 507 adalah mereka yang namanya tidak ada. Kecewa tapi gembira dan membuat tulisan diatas kertas pengumuman yang berbunyi "saya tidak! one dhe lulus Sipenmaru", sementara gambar sebelah kanan adalah mereka yang mencari daftar namanya. Gambar bawah tampak seorang ibu dengan serius mendampingi anaknya mencari namanya dalam daf- tar, sementara gambar kanan (bawah seorang calon mahasiswa yang gagal dalam Sipenmaru, nungging setelah namanya tidak ada.) (Foto-Yudha/Mardi)
