Tipe: Koran
Tanggal: 1986-08-10
Halaman: 06
Konten
MINGGU 10 AGUSTUS 1986 Gadis hitam manis kelahiran Bandung Inna Rawie, dipertengahan tahun ini telah melepas album perdananya yang cukup unik bagi remaja seusia Inna yang baru 16 tahun itu. "Mimpi Digigir Ular", karya pencipta muda Beny Ashar, menjadi judul pada album per- dananya. Penyanyi dengan konotasi warna suara pop ini. berusaha merayu publik pecinta musik dengan kawalan arranger muda berbakar Iwan Romeo serta didukung oleh pencipta muda yang sudah banyak menyimpan saham dalam perbendaharaan musik di In- donesia "Obbie Messakh" lewat judul lagunya "Cinta Bersemi". Dalam album ini David Messakh pun ikut memperkuat, album In- na Rawie dalam lagu manis dan lantun "Engkau Rindu Akupun Rindu". Album Memori karya pencipta Dharma Orat- mangun yang tahun ini mewakili Indonesia pada Festival Soul Song di Korea. Inna Rawie, dilahirkan tgl 7 Desember 1970, mulai belajar nyanyi sejak Kls II SD. Pada usia 10 tahun, ditahun '80 Inna telah berhasil mengantongi Juara Harapan I pada Pop Singer tk Kodya Bandung. Selanjutnya Juara Harapan II Children Pop Singer di Taman Ria Monas Jakarta. Tahun 1981, karirnya mulai meningkat dengan berhasil keluar sebagai Juara I Lomba Nyanyi se Kodya Bandung. Selanjutnya Juara II Lomba Nyanyi tingkat Profinsi Jawa Barat. Tahun '84 Juara III pada Festival Penyanyi Lagu Populer tingkat Remaja dan Vocal Group. Tahun 1985 keluar sebagai Juara I Jazz Pop Festival Top Pop '85. Juara II Remaja Putri Festival Penyanyi Lagu Indonesia Populer se Kodya Bandung. Berkat prestasi yang diraihnya itulah Inna Rawie telah dipercaya TVRI Pusat Jakarta untuk mengisi acara Panorama Remaja. (KS) Dari Layar TVRI Jakarta YMSF. Kisah mengenai asmara antara putri raja dengan penduduknya, merupakan cerita yang banyak mendominan bagi daerahdengan Putri Papu Dari Balikpapan Karena mendapat protes dari rekan rekan maupun penduduk disekitar yang menganggap hubungan tersebut merupakan hal tabu, Maruli pun mencoba memen- dam asmaranya. trata sosial raja raja pesisir pantai. Hubungan kedua remaja yang beda tingkat dan drajatnya itu bagi suku bangau di pesisir Balikpapan merupakan hal yang tabu dan sangat dilarang atau tidak dibenarkan kalau saja kejadian ten- tu akan banyak menimbulkan ben cana. Putri Papu, merupakan judul sandiwara tradisional yang ditam- pilkan oleh artis-artis Balikpapan. Dengan mengambil latar belakang kejadian di pantai, dan segala kehidupan dan mata pencaharian- nya dari suku bangau. Maruli pemuda desa yang hidup dari hasil jalanya di laut, secara diam diam terkena panah asmara Putri Papu. Hubungan itu men- dapat tantangan dari orang orang desanya. Karena dianggap akan menimbulkan suatu bencana jika hubungan tersebut diteruskannya, oleh karena itu rekan-rekannya menentang hubungan asmara itu begitu pula dengan bapaknya sen- diri. DIPERSIAPKAN Untuk ke enam kalinya sutradara M. Sharieffudin A mendapat kepercayaan dari PT. Dipa Jaya Film menggarap film action dengan menonjolkan fiht canggih lewat trick yang dibuat- nya untuk film yang judul sementara ditetapkan 'Naga Sakti". FILM TEVE RADIO Rupanya sang putri tak sanggup menahan debaran asmara, disam- parnya Maruli, kemudian di ajaknya untuk bermain bersama ke laut. Hati Maruli sebenarnya ingin menolak ajakan tersebut. Tapi karena la menganggap sang putri junjunganya dan janji sebagai laki laki yang mengajak sang putri Papu harus ditepatinya. Sehingga tak perduli terhadap badai yang akan datang menghantam dirinya. Sang putri Papu akhirnya dibawanya juga untuk pergi ber- main ke laut. Tepat dengan kepergiannya itu badaipun datang. Penduduk dikerahkan untuk mencarinya. Ter- nyata kedua sejoli itu pergi dan tak kembali lagi.. MENGAJAK UNTUK BER- PIKIR. Putrii Papu, sandiwara tradi- sional dari daerah Balikpapan yang ditampilkan oleh TVRI (30/7) Film itu sudah dipersiapkan baik lapangan shoot maupun set yang akan dipergunakan didaerah Jawa Barat dan Jawa Tengah disamping Jakarta sen- diri, misalnya set untuk ular naga dan pengambilan ikan dolphin atau lumba lumba. Produksi ke III di tahun 1986 bagi Dipa Jaya Film'ini, meng- gunakan bintang bintang yang sudah biasa berakting fight, dan menurut catatan sementara telah disebut-sebut nama Harry Capry, Yenny Farida, Alicia Johar, Teddy Purba dll. Bagi sang sutradara menyatakan, semua tidak ada yang sulit, cuma diakui, mem- buat set atau bentuk ular naga sendiri yang merupakan inti dari ceritera memang cukup berabe. Namun sudah bisa diatasi oleh crew yang menangani masalah tersebut. Diperkirakan, akan memulai shoot pada minggu Daniel Hutapea, pengusaha muda yang juga duduk dalam HIPMI sebagai Ketua yang membindangi Perhubungan dan Ketua Dep. Migas Ikadin Jaya, dengan bentuk perusahaan yang baru untuk dunia perfilman kita PT. Arta Ide Murni Film akan membuat film anak anak, Keinginannya akan dimulai kegiatan tgl. 17 Agustus mendatang memper- cayakan kepada Pietra Djaja Burnama untuk menyutradarainya. Daniel, ketika ditanya ten- tang kenapa begitu menggebu membuat film anak anak, sedangkan secara pemasaran film film seperti itu sempit waktunya, umumnya pertun- jukkan jam 21.00 pada hari hari sekolah, jarang penonton. Dia tegas tegas menyatakan belum memikirkan masalah pemasaran, Kemudian menam- bahkan, bahwa film yang dibuatnya sebuah ceritera yang menarik. Kegiatan Artis dan Film terakhir bulan Agustus ini. FILM ANAK ANAK Ceritera perjuangan bangsa Indonesia yang diterapkan pada anak anak dengan maksud bisa mudah di cerna. Dengan film mempunyai alur cerita yang cukup bagus. Karena pada akhir cerita mengajak penonton untuk berpikir. Karena pada akhir cerita ke dua pasang remaja tersebut tidak kembali ke darat. Jaja Miharja si memble yang kece 1 Ditelan ombak kah? atau mereka pergi ke suatu pulau tertentu untuk membina rumah tangga yang tidak disetujui itu? Dua pertanyaan yang harus dijawab oleh para pemirsa FVRI yang menontonya tentunya Terlepas dari akhir cerita yang in- gin disampaikannnya oleh sang penulis dan pengatur laku sangat mempunyai kesan tersendiri. Tapi ada yang patut untuk disayangkan gerak dari permainan maupun blooking blooking sangat lambat. Hal ini bisa terjadi karena mungkin pemain terlalu terikat terhadap naskah cerita itu sendiri. Gerakan gerakan yang kaku sangat terlihat dengan jelas. Yang lebih janggal lagi, pada suara bapak Maruli yang telah men- capai usia tua. Suara vokal dari bapak Maruli sangat mengaburkan perannya. Masa suara seorang kakek in- tonasinya tinggi dan suara seperti ini, dia tidak khawatir harus mencari booker, tapi booker harus mencari film yang dibuat- nya. Risiko apapun diterima apa adanya. Yang penting ide bisa berjalan. Judul filmnya 'DON AUFAR", dalam film itu ada kelompok anak anak yang menamakan diri don doro (dari Jawa), don horas (dari Sumatera), don mandau (dari Kalimantan), dan ada pula don bule, kerjanya tukang ngipas, dan mengadu domba. Hal ini mengingatkan kita pada pemuda pemuda Indonesia sebelum 1928 ada Yong Java, Yong Ambon, Yong Celebas dsb. yang kemudian bersatu menyatakan bertanah air, ber- bangsa dan berbahasa satu yaitu Indonesia. Film ini akan dibintangi oleh 400 anak anak pra remaja, dan yang sudah disebut sebut sebagai pemeran utama naam Cynthia. Musik diserahkan pada Idris Sardi. CUT DHIEN NYAK DI FILMKAN Pahlawan nasional wanita dari daerah Aceh, akan diangkat kelayar putih melalui sutradara Eros Djarot, Berperan sebagai Cut Nyak Dhien, Chistine Hakim. Christine dan Eros baru baru telah menghadap Guber- nur/KDH Tk. I Aceh mem- bicarakan masalah teknis untuk pembuatan film tersebut. Dan sekaligus hal itu merupakan produksi Pemda Aceh. Eros yang lebih dikenal sebagai orang musik, dan untuk bidang ini telah meraih beberapa kali citra lewat film yang diilustrasikannya gesekan musik musik dan segala bunyi bunyian, entah belajar kapan hingga dia berani menangani film yang cukup besar dengan anak muda yang baru berumur 20 tahun. Begitu pula dengan bapaknya Daka teman bermain dari Maruli. Rupanya kurang begitu bisa menghayati peran bapak tua. Suatu hal patut kita sayangkan mengingat cerita dari "Putri Papu" itu cukup bagus. Mungkin ini suatu kelemahan dari teater ataupun sandiwara tradi- sional daerah?. AKIBAT pemerintahnya. Akibat boikot juga merepotkan panitia pertandingan yang harus menyusun jadwal baru. Mereka harus bekerja keras dengan ban- tuan komputer. Sehingga cukup memusingkan. Selain itu perkiraan panitia yang akan mendapat tam- bahan dari sponsor sekitar 13,5 juta dollar, tapi menjadi tak jelas. Dari India saja yang tadinya mau memberi dana, juga kehilangan tiga juta dollar. Menurun Mutu dari pesta olahraga ini akan sangat menurun. Seperti kejadian di cabang tinju, karena hampir pertaruhan mempertahankan gradasi pejuang nasional, khususnya pejuang wanita. Namun begitu, tak urung Eros juga menyatakan diri siap, dia banyak pelajar dari buku dan melihat pengalaman selama di lapangan baik melalui saudaranya Slamet Rahardjo maupun ketika masuk bersama sama dengan Teguh Karya. Dan menyatakan keop- timisannya karena memulai dengan film yang ada dedikasinya dengan sejarah negara dan bangsa Indonesia. SIAP DI EDARKAN Film musikal komidi horor "Memble Tapi Kece" ternyata banyak mengundang pembeli, mengingat film ini ringan, dan memang cocok untuk hiburan. Film yang dinyatakan lolos oleh BSF tanpa potongan, banyak anggota BSF yang tertawa ketiga menyensor Film, menyatakan memang cuk up memikat sebagai film hiburan. Sutradara Nawi Ismail yang menangani film dengan memasang bintang bintang Jaja Miharja, Hetty Koes Endang, Emilía Contessa, Doyok Sudar- madji, Mak Wo, Mpok Siti, Panji Anom dsb. meramu unsur humor menjadi satu adonan yang disuka penonton. Musik dangdut memang lebih dominan dalam film ini, mulai dengan lagu Memble, sampai kepada irama joget bersama setan kuburan menghias pemandangan dalam film jadi penentu dan keistimewaan sebagai film hiburan, Film ini sudah mulai beredar untuk beberapa daerah seperti Sumatera Selatan tgl. 8 Agustus dan Lampung pertengahan Agustus, menyusul daerah Kalimantan. Sedangkan untuk Jakara, masuk dalam kalender triwulan keempat tahun in- i.(Esde); - SETELAH Merinci tugas dan fungsi berbagai organisasi perfilman nasional yang mengemban tugas tugas penting sesuai dengan bidang profe- sionalnya masing-masing. Menpen juga ingatkan kepada para kritisi film dan wartawan film, agar dalam melaksanakan tugasnya harus dilatar belakangi untuk menum- buhkan dan mengembangkan per- filman nasional, bukan membunuh perfilman nasional. Masih banyak memang yang harus dikerjakan. Tidak berhenti disini, meski FFI '86 kali ini telah berhasil ciptakan kesan sederhana yang tidak lagu hura hura sebagaimana yang didapat pada atakan Matshare Mendisain Iklan Film Sri Suharto Pernahkah anda melihat jadwal acara bioskop di suratkabar yang atasnya terdapat gambar film masing-masing? Atau, melihat poster film yang ada di dalam gedung bioskop ? Ataukah menyempatkan mata anda untuk melihat gambar film berukuran besar yang terbuat dari kain, yang terpampang di depan gedung bioskop. Kalau kebetulan suatu hari kita hendak nonton sebuah film tanpa mengetahui lebih dulu gambarnya, memang terasa kurang lengkap. Gambar, bisa berbicara lebih dari seribu kata. Dengan melihat gam- barnya, maka kita dapat mengetahui isi film yang ber- sangkutan secara sepintas. Tapi, tahukah anda si pembuat iklan-iklan film tersebut? Dia adalah Sri Suharto, yang sejak tahun 1977 sudah mendisain iklan untuk sekitar 800 judul film, baik untuk film Nasional maupun Barat. Di kalangan masyarakat dia belum dikenal, kecuali bagi para produser film. Iklan film yang dibuatnya per- tama kali berjudul "The Story of Adele H". Bakat melukis yang dibawanya dari kecil telah mengantarkan dia ke jenjang profesi sebagai pendisain iklan film. Darah seni yang mengalir di tubuh putra Solo ini ternyata turun menurun. Lahir pada 9 Nopember tahun 1947 dari hasil perkawinan Siswa Pranoto, sang Dari hal II seluruh peserta tak jadi datang. Pada kelas layang ringan hanya ada tiga, peserta. Semuanya itu akan mendapat medali. Negara yang kuat di cabang tinju dari benua Afrika adalah Uganda yang ikut memboikot. Dari cabang atletik saja kehilangan bintang-bintang dunia. Yakni Juara dunia 400 meter dari Jamaika Bert Cameron, serta tim estafetnya 4 x 100 meter peraih medali perak Olimpiade 1984, dan peraih medali perunggu 100, 200 m putri di Los Angeles Marlene Ot- tey Page. Dari Kenya tak hadirnya juara 3.000 meter Olimpiade Julius Korir dan sprinter Nigeria yang punya kelas, Chidi Imo. Memang masih ada atlet Ben Johson wakil Kanada yang baru-baru ini di Goodwill mengalahkan Carl lewis dengan catatan waktu 9,95. la diramalkan akan dapat memecahkan rekor dunia di pesta olahraga ini. Rekor dunia dipegang Calvin Smith (AS) waktu 9,93. FFI sebelumnya. Masih banyak yang perlu dibenahi, untuk perfilman nasional kita. "Kwalitas" itu saja. Kwalitas di berbagai sektor. Tidak saja pemain dan crew filmnya tapi juga orang orang yang membiayai pembuatan film itu. Hingga kita harapkan nan- ti, tidak ada lagi terdengar, suara sumbang. bahwa film Indonesia, masih begitu begitu juga. Lewat FFI '86 tampaknya ke- inginan itu telah dimulai. Para dewan juri yang terhormat, telah melakukan tugasnya yang memang sesuai dengan kehendak orang banyak. Hasil FFI kali ini bukan saja berikan kegembiraan buat orang Bulutangkis juga tak bakal seru, karena ketidak hadiran pemain dunia. Seperti juara bertahan dari India Syed Modi. Lebih dari itu juga Sidek bersaudara dari Malaysia tak bakal muncul. Kemungkinan di cabang ini akan dikuasai oleh Ing- gris dan tuan rumah Skotlandia. Yang sangat dirugikan dengan peristiwa ini adalah dua atlet kelahiran Afrika Selatan. Zola Budd dan perenang Annete Cowley, dengan harapan negara Afrika tak jadi memboikot. Tetapi sikap itu tetap berjalan. Si anak ajaib Zola Budd sangat berkeinginan ikut ser- ta. Ada keyakinan ia akan meraih medali emas. la sendiri membela panji Inggris. Cabang-cabang olahraga yang tak berpengaruh besar dengan boikot adalah renang, angkat besi, balap sepeda, bowling dan Dayung, Cabang-cabang ini biasanya dikuasai Australia, Selandia Baru, Kanada dan Inggris. Di cabang renang akan tampil manusia tercepat di Asia untuk 100 meter gaya bebas Ang Peng Siong dari Singapura yang pada pesta persemakmuran di Buchane meraih medali emas. (Yana Suyana). ayah dengan RA Srini, sang ibu yang penari Jawa, hanya mengakhiri pendidikan formalnya di SMA. Kakaknya yang ketiga, seorang arsitektur. Si bungsu dari enam bersaudara itu pernah beberapa kali meraih juara pertama dalam lomba melukis, mulai umur 6 tahun. Di masa remaja, tiga kali sebagai juara pertama dalam lomba yang sama. Selanjutnya, ia memasuki Šanggar Seni "Arga" di tahun 1968 hingga 1972. Kemudian aktif pula di Sang- gar "Prabangkara" pada tahun 1972 sampai 1977. Sejak itulah ia menekuni profesinya, sesampai di Jakarta di akhir tahun 1976. Seniman yang juga dikenal sebagai photographer dan ahli di bidang Sinematografi tersebut mengakui, merasa benar-benar profesional dua tahun kemudian. "Saya tidak pernah mengalami kesulitan, "ucap ayah dari dua anak ini bangga. Hal ini karena menyadari bahwa pekerjaan yang ditanganinya merupakan iklan bergerak, yang menggerakkan hati orang agar tertarik dengan film dimaksud. Menurut Sri Suharto yang biasa dipanggil 'Pak Harto', caranya bekerja cukup dengan menyaksikan pemutaran film tersebut sekali setelah memperoleh pesanan dari si produser film. Lalu mulai menghayati setiap adegan, termasuk dari foto-foto. Maka mulailah Pak Harto mendisain sam- pai final art work-nya. Untuk pekerjaan itu, ia selalu membuat tiga macam untuk satu set, yang diselesiakan maksimal tiga hari se- jak hari pesanan. Dari tiga macam disain tersebut, yang dua macam untuk dua harian terkemuka di Ibukota dan yang satu diperuntukkan bagi suratkabar lain- nya. Bahan yang diperlukan antara pinsil, tinta Cina, karton ukuran 20 X 30 sentimeter. Terkadang, Pak membuat Harto juga dipesan postemya sekaligus. Di antara judul film yang dibuat iklannya yaitu 'Matahari-matahari, 'Pertunangan', 'Yang', 'Biarkan Kami Bercinta', 'Saat-saat Kau Ber- baring di Dadaku", "Puas rasanya kalau film-film itu sukses", ulasnya ketika ditanya tentang pengalaman yang menarik. (Ananda); - Tio Fanta Tio Fanta Alih Tiba tiba saja, memang, di Jakar- ta muncul seorang penyanyi yang namanya terasa asing tapi kemam- puannya langsung bisa disejajarkan dengan mereka yang terkenal. Ber- bagai pujian segera jatuh ke pangkuannya. Ramalan bahwa di kemudian hari bakal meraih sukses, serta merta terdengung. Semua sambutan menggembirakan itu tertuju buat Tio Fanta Pinen, cewek asal Tanah Karo Sumatera Utara yang tahun ini mengawali keberuntungan karena diorbitkan oleh PT Flower Sound-sebuah perusahaan rekaman yang terus berani mencoba kemampuan penyanyi-penyanyi baru yang ber- Dari hal I film yang memang profesional di bidangnya, tetapi juga berikan kegembiraan buat "seni peran" yang memang diperlukan untuk kemajuan bersama. bakat. Sudah ada kepastian tam- paknya, bahwa buat Tio berbagai upaya maksimal dalam rangka pengorbitannya menuju popularitas tingkat nasional, akan dilakukan oleh pimpinan Flower Sound. Salah satu bukti nyata, penyanyi yang pembawaannya sederhana ini, langsung dipertemukan dengan bintang yang tengah naik daun. Pance Pondaag. Maksudnya, tentu saja supaya dari kerjasama mereka bisa dilahirkan sebuah album rekaman yang benar benar kuat terutama dalam segi komersilnya. Kegembiraan ini, pun ikut mengiringi bahwa eksistensi kebera- daan film Indonesia akan tetap ada. Ini dikarenakan jumlah penduduk Indonesia yang banyak dan tersebar di kepulauan nusantara ini. Beralasanlah kalau Menpen Har- moko, berpesan supaya terus men- ingkatkan pengetahuannya, apalagi dengan adanya kemajuan teknologi, serta alam Indonesia yang kaya akan lakon dan materi cerita. Berangkat dari dunia teater. Menteri Penerangan Harmoko, meminta kepada artis-artis film In- donesia untuk meningkatkan lagi permainannya. Sebagai artis hen- daknya para artis film terus men- ingkatkan "seni perannya", agar tidak menggantung diri pada wajah tampan dan indah. Permintaan Menteri Penerangan ini, sedikitnya mulai dibuktikan oleh FFI 86. Mereka yang berhasil meraih piala Citra adalah mereka yang berangkat dari dunia teater yang menggunakan media pen- tasnya panggung. Deddy Mizwar, yang keluaran Institut Kesenian Jakarta dan biasa mengalami kegagalan, dalam FFI '86 meraih keberhasilan yang gemilang. Dua piala citra masing- masing dari peran utama pria dan pembantu dalam film "Arie Hang- gara" dan "Opera Jakarta". Debut- nya untuk terjun ke film merupakan suatu langkah yang berani untuk mengambil jalan dan keputusan guna mengarungi kehidupannya. Kemenangannya meraih dua piala citra sekaligus dalam FFI ini, merupakan suatu kemenangan seni peran untuk perfilman Indonesia, yang kini mulai meningkatkan mutu dari film itu sendiri, agar bisa men- jadi tuan rumah dinegerinya sen- diri. Pelari Inggris Sebastian Coe akan bersaing di lintasan dengan rekan senegaranya Steve Cram. Pertarungan ini akan menghibur penggemar atletik, bakal seru. Ke- duanya pernah bertarung di Olim- piade 1984 di nomor 1500 m yang dimenangkan Sebastian Coe. Siapakah yang akan dapat memecahkan rekor dunia. Ada juga yang menyebut pertarungan keduanya disamakan perselisihan antara kebijaksanaan Margeret Thatcher dan Ratu Inggris Elizabeth. Memang diantara Margaret Thatcher Elizabeth diberitakan sempat tegang. Karena Ratu Elizabeth tidak suka kebijaksa- naan Thatcher yang tidak mau menjatuhkan sanski ekonomi pada Afsel. Selain itu ada Steve Ovett Generasi yang sejak dulu selalu bersaing dengan Sebastian Coe munculnya Steve Cram. Steve Penyanyi Batak Obbie Messakh Ovett sendiri sebelumnya terjun di pertemuan atletik Paris. Dimana ia menang di 1500 meter. Yang tak kalah menariknya juga kemenangan Tuty Indra Malaon, sebagai yang juga telah mempunyai nama, karena pada FFI 76 ia men- dapat penghargaan Plaket Djamaludin Malik. Dalam FFI '86 ini Tuty yang juga sebagai dosen di UI meraih piala citra untuk pemain wanita terbaik di film "Ibunda". Sebelum terjun ke dalam dunia layar putih ia juga berangkat dari panggung dengan group teater populer. Ninik L.Karim yang juga penga- jar di UI dan berangkat dari dunia panggung dan cukup lama juga bergelut di Pentas. Dalam FFI '86 ini ia mendapat penghargaan untuk peran pembantu wanita terbaik. Piala yang baru baginya mem- punyai arti yang tersendiri ten- tunya. Dedy Mizwar yang mulai debut- nya di film "Cinta Abadi" tahun 1986 membuahkan hasil yang Tuty Indra Malaon Dasarnya kemampuan Tio Fanta memang berlebih dibanding nama- nama baru yang lain, maka ketika kepadanya Pance menyerahkan sebuah lagu baru yang kuat, Tio segera mengekspresikannya dengan penuh percaya diri. Dengan penghayatan wajar, pen- jangkauan nada-nada tinggi yang mulus, dan teknik pengambilan lekukan yang tanpa cela, lahirlah kemudian sepuluh lagu dari bibir Tio, untuk selanjutnya terkemas menjadi sebuah album Pop baru. Satu diantaranya yang setelah didengar teliti berulang-ulang terasa paling dekat di telinga dan meresap di hati, dipasang sebagai jagoan alias nomor andalan, yakni "Rindu Di Hatinya" ciptaan Pance P. Itu pulalah yang dipakai sebagai judul album perdana Tio Fanta. (Rio) JU Jakarta YMSF. LAGU "Esok Masih Ada Senyum" adalah merupakan lagu ciptaan Obbie Messakh yang ter- baru Sekaligus lagu tersebut jadi judul label dari album per- dana Meidy Melissa di Harpa Records' menurutnya cukup memuaskan buat aktingnya selama ini. Petualangannya dalam seni peran dan keluarnya Dedy dari tempat bekerja di Dinas Kesehatan DKI tidak membuahkan kesia-siaan. Lagi sutrada Teguh Karya meraih piala Citra sebagai sutradara ter- baik FFI '86. -(Photo: Mardi).0⁰ Kemenangan Tuty Indra Malaon, yang bermain cukup baik dalam film "Ibunda" juga tidak sia- sia. Karena permainannya sebagai seorang Ibu yang penuh dengan problem anak-anaknya.Dan ia juga mempunyai suatu keyakinan perannya tersebut akan menghasilkan penghargaan, begitu pula dalam memilih film ia tidak mau sembarangan asal main dan memerankannya saja. egitu pula dalam film "Ibunda" ini, yang dianggap sangat pas dan cocok un- tuk perannya sebagai ibu. Teguh Karya sutradara film yang mempunyai dedikasi dan disiplin kerja, sehingga film "Ibunda" meraih 9 piala citra. Dan ini merupakan hasil kerja yang luar biasa. Karena piala citra merupakan penghargaan yang tertinggi buat orang orang perfilman. Sebagai sutradara Teguh Karya mampu menciptakan pemain-pemainnya untuk dapat meraih piala citra dan, ia memang mempunyai kemam- puan cukup untuk itu. Wajarlah kalau piala citra dalam FFI '86 diraih orang-orang yang Deddy Miswar saudara. Untuk yang namanya study, ia tingkat akhir di ABA Yapari Bandung.jurusan Bahasa Jepang. "Saya suka olah raga dan kesenian. Untuk musik saya mulai serius tatkala mulai kuliah tahun '83, setempat SMA bagian paspal,"jelas Meidy Melissa yang pernah meraih gelar runner up II/ favourite pada kontes Gadis Logo '82. Meidy mengaku belajar musik dari pamannya Edet.Juga pernah pula belajar olah vokal dari Remy Silado".Dan kini saya sering kon- sultasi dengan MbakTetty Kadi," tukas Meidy Melissa suka warnabiru, putih dan hijau. Meidy berpóstur tubuh amat menarik. Senyum dan tawanya benar benar meng- gemaskan. Tingginya 1,60 meter dan berat 40 kilogram. Meidy Melissa Meidy punya kakek yang ber- nama Wira Soebrata. Kakek saya Melaju Bersama suka dunia musik. Mungkin, bakat yang ada pada saya ini dari sang kakek", kata Meidy yang punya orang tua lelaki Herniwan Wira Soebrata,eks Sekda Tasikmalaya dan ibunya, Sunarti. "Kebetulan sekali, saya suka jenis musik pop. Tapi, itu bukan berarti saya tidak suka jenis musik lainya,"jelas Meidy yang bintang favenya Christine Hakim. (Rio Halaman VI FF186 FF 96 186 FFICSFF Meldy Melissa melaju di pelataran musik pop berangkat dari teater, dengan latar belakang permainannya masing masing. Bukannya wajah cantik, tetapi perannya dalam bermain dan penjiwaan yang kuat dari tokoh, yang dimainkannya. Dan film-film yang dapat meraih piala citra adalah film yang telah mempunyai mutu penyajian cukup apik Ria Rezty Fauzi Cintanya Sampai Ethiopia Walau ia "anak' bungsu di Akurama Records, Ria Resty Fauzi beberapa waktu yang lalu bikin ke- jutan di Blantika musik Pop In- donesia. Kenapa? la berhasil meng- gondol dua Golden Records di Bandung. Bersama Ria Resty Fauzi, juga Nia Daniaty, Dina Mariana, Tommy J Pissa dan beberapa pencipta lagu, musisi memperoleh hal yang sama. "Golden Records memang dam- Siapa Meidy Melissa? la lahir di Tasikmalaya, 25 Mei 1964 Ria Rez ty Fauzi baan setiap penyanyi. Saya Merupakan anak ke dua dari 5 ber- sekali untuk memperoleh Golden Records. Kenapa? Karena, dengan demikian itu membuktikan bahwa lagu yang saya bikin bisa diterima oleh masyarakat, konsumen musik pop Indonesia,"jelas Ria Resty Fauzi yang akhir akhir ini sibuk dengan urusan kuliah di sebuah Perguruan Tinggi di Jakarta. Bagaimana dengan rekamannya yang terbaru? Masih adakah kata Cintaku?. Kemantapan Teguh Karya dalam menggarap film, membawa nilai yang menandakan situasi per- filman itu sendiri turuf berubah, Begitu pula dalam menangani bintang-bintang yang dianggap tidak muda lagi serta tidak laku memerlukan penggarapan yang serius. Dan bukannya tidak penuh resiko? Tapi sikap yang penuh resiko ini justru berani diambil oleh Teguh Karya untuk menjawab segala tantangan yang terjadi di perfilman. Dan hasil karya Teguh dalam film "Ibunda" merupakan suatu hasil maksimal dari kerja yang minimal, dengan membawa dam pak yang positif. Dengan kemenangan Teguh Karya sebagai sutradara terbaik dalam film "Ibunda" di FFI 86 ini berarti sudah kelima kalinya meraih citra piala untukb idang penyutradaraan. Suatu prestasi yang sulit disaingi oleh sutradara- sutradara yang ada di Indonesia. (Wir/Aria) Niniek L Karim Dua pertanyaan ini langsung di- jawab Ria Resty Fauzi. Katanya, "Tentu saja ada kata Cintaku. Sebab, bukankah cinta itu amat menyenangkan dan kadangkala bisa pula menggemaskan? Nah, kali ini judul album rekaman terbaru saya adalah Cintaku Sampai Ke Ethopia,ciptaan Younky RM dan musiknya tetap di tata oleh Akurama Band." (Ric)
