Tipe: Koran
Tanggal: 1986-08-10
Halaman: 07
Konten
MINGGU 10 AGUSTUS 1986 Kini muncul lagi pendatang muda yang kreatif, Odie Agam, penyanyi Indonesia yang lama bermukim di negeri Kangguru. Odie dibantu oleh penata musik RAIDY NOOR. Kedua potensi ini kemudian meramu formula baru lewat wadah Jackson Records yang selalu mem- buka kesempatan bagi mereka yang punya ide atau kreasi baru untuk peningkatan mutu musik pop In- donesia Apa hasilnya? Sebuah album terbaru, berjudul "Gadis Sentimentil (Sha La La)", coba simak 10 lagu dalam kaset itu, maka kita langsung berhayal ke tahun enam puluhan dimana "Sound of the Sixty" berkembang dan menguasai dunia. nama nama besar seperti NEIL SEDAKA - PAUL ANKA- THE PLATTERS- 5th DIMINISION BOBBY VEE Idola Baru Odie Agam Usai sukses lewat nama lama yang baru dikenal VONNY SUMLANG, dimana penata musik Jokie, jebolan GOD BLESS, berhasil meramu musik pop In- donesia dalam format baru, dengan sedikit bumbu Latin-Salsa, irama musik yang sangat digandrungi lebih dari 50 juta penduduk Amerika Latin. mencetak puluhan lagu hits yang bisa disenandungkan semua orang, dengan melodi musik yang meng- gelitik tapi mudah dicerna selain umumnya berirama ceria dan sama sekali bukan tipe lagu pop yang bisa membuat umat Tuhan frustrasi atau kejang Lagu-lagu yang diciptakan Odie Agam dengan penanganan musik Raidy Noor ini seolah mendobrak barikade kejenuhan, benar-benar sebuah kejutan menggembirakan, seolah sebuah suntikan semangat bagi tua muda Indonesia. tekad pasti untuk membantu perkembangan musik pop In- donesia yang secara perlahan pasti bisa menyatu dalam forum Interna- sional. Setelah lewat masa-masa sulit, Odie menemukan "tambatan hatinya" di Jackson Records, dia mengaku bahwa ide dan karyanya dihargai produser secara spontan. Kerja sama Jackson Arief dengan Odie berlangsung lancar tanpa hambatan, kerja studio pun tidak menyita aktu terbuang seperti ser- ing dilakukan pemusik Indonesia lainnya yang kebanyakan kurang siap untuk bekerja secara prof walau mereka sudah dinilai prof oleh kebanyakan orang. Dari lagu ke lagu, kita mendengar lirih melodi musik pop tahun enam puluhan walau dengan cermat Raidy memadunya lewat musik komersil versi Indonesia sehingga orang terlena dan tak ambil pusing lagi dengan cangkokannya. Odie alias IMRAN MADJID kelahiran Aceh, dibesarkan di Medan tanggal 19 Maret 1953 dia dilahirkan sebagai anak kelima dari 9 bersaudara, dia kemudian ikut orang tua hijrah ke semenanjung Malaysia, sempat melanjutkan study di Australia bahkan menatar diri lewat pengalaman bermain ber- sama rock band disana. "Australia menempa potensi saya sebagai penyanyi dan pemusik yang kreatif, disana kita dituntut menciptakan sesuatu yang baru un- tuk meraih penghargaan, kalau tidak, kita tersisihkan" kilah Odie. Odie pulang ke Indonesia dengan "Embung" Menyelami Sajak Dari Praya Lom- bok EMBUNG, sebuah kumpulan sajak dari Praya - Lombok, karya Akhmad Zaynuri Naja, merakit 37 buah sajak. Sebagai penyair muda yang sedang tumbuh, Akhmad Zaynuri pun sedang mem- proses oleh waktu serta intensitas suatu lingkup kepenyairan dan perpuisian yang sedang di gelutinya. Dari ke 37 sajak yang terhimpun dalam bentuk stens ilan, dengan format yang sederhana, dan diterbitkan oleh Sie. Kesenian PP. Darul Muhajirin Praya-Lombok. Dengan berbekal potensi dan bakat yang menggebu, paling tidak keberanian Zaynuri sebagai penyair muda yang ingin menciptakan karya sajak dengan baik, nampak dari upaya dan semangat yang serius. Hal ini terbukti daris uara sajaknya sbb: Di bawah gelora laut senja mulai susut Biar aku nyanyi, masih sanggup meski bathin meng kerut Indonesia yang kaya akan bermacam-macam kesenian, juga mempunyai seni patung dan keramik sejak jaman purba, Keahlian membuat patung/keramik jaman lampau dapat kita saksikan dalam pening- galan kuno diseluruh wilayah. Dan kita mengenal seni patung dan keramik dibuat dari tanah liat, batu, kayu bahkan dari batok kelapa ataupun, bambu, disamping ten- funya yang dibuat dari perunggu, logam serta batu mulia. Ketrampilan dalam membuat seni kerámik dan patung, dengan sendirinya mempunyai sejarah yang panjang (lama), tidak akan dilupakan oleh orang dengan begitu saja. Seni pembuatan patung dan keramik kini telah menunjukkan perkembangan sesuai dengan jamannya. Berbicara tentang masa kini dalam seni keramik dan patung, ternyata tehnologi modern tidak bisa menghilangkan ataupun menghapuskan dari kedua sent tersebut. Justru pada saat sekarang ini orang mulai kembali meng- gemari akan kehadiran seni keramik dan patung dalam bentuk yang luter lux. Karena seni keramik dan patung mulai membanjiri pasaran barang-barang antik. Kutelusuri pantai debur ombak lagu kehidupan Aku terdiam, O, datanglah datang sadap airmataku yang renyai. (Menunggu Di Dermaga, hlm. 33) Sesungguhnya kemajuan atau kemunduran sebuah kesenian daerah tergantung pada para pendukung dan para senimannya sendiri. Demikian sambutan Kepala Dinas dan Kebudayaan Drs Soeparmo dalam booklet Pekan Kesenian Betawi 1986. Untuk menjaga kelestarian musik tradisional Betawi, maka diselenggarakan Sarasehan - Arah Pengembangan Seni Musik Tradisional Betawi" yang mengambil tempat di Kuningan Jakarta, dari tanggal 29 - 31 July 1986. Usaha menyatukan beberapa atau bahkan semuanya sekaligus unsur-unsur in- strumental rakyat Betawi ke dalam bentuk yang paripurna, sejauh ini dapatlah dianggap bukan masalah pelik, walaupun itu tidak pula berarti tanpa masalah apa- apa. Maksudnya gagasan menyatuhkan semua instrumental dari musik rakyat Betawi ke dalam suatu konser akbar, setidaknya sangat masuk akal, asalkan dalam usaha itu dipahami benar kaidah, kemudian tentu saja juga masalah dana. Demikian diucapkan oleh Remy Sylado yang membawa makalahnya dengan judul, "Vokal merupakan unsur utama dalam usaha Pengembangan Musik Rakyat Betawi ke arah gagasan penyatuan Instrumental. Sekalipun pembuatan seni keramik dan patung telah menun- jukkan perkembangan dalam pem- buatannya, tetapi seni keramik yang masih tetap digemari serta mempunyai citra tersendiri ialah keramik yang dibuat oleh tangan-tangan trampil dan mewu- judkan ke dalam seni tersendiri dengan segala nilai-nilai artistiknya. Daerah-daerah di Indonesia yang cukup terkenal dalam seni "Siapa Lagi" - "Suzy" - "Jatuh Cin- ta Sekali Lagi" dan "Oh, Kasih" merupakan lagu-lagu yang perlu disimak lebih mendalam, kaki dan mulut kita akan turut berpartisipasi menikmatinya. (Rio) Menurutnya, masalah pertama, tidak menyulitkan, berhubung kita percaya ber- dasarkan pengalaman, bahkan hukum-hukum kebudayaan selalu berjalan secara luwes dan terbuka. Yang namanya kebudayaan bukan melulu seni adalah tidak eklusif sebagai milik suatu golongan etnis, ras, atau bangsa, melainkan segala tem- bus ruang dengan keterikatan, sebagai tanggung jawab kemanusiaan universal. Dengan kalimat yang lebih dibya, baiklah kita katakan kebudayaan adalah tanggung jawab manusia kepada Tuhan, antara seseorang terhadap orang lain, dengan men- ingkatkan nilai-nilai kehidupan sosial-ekonomi kepada tercapainya nilai nilai etik yang berkenan di hadapan hadiratnya. Seni Keramik Dalam Popularitas keramik ini ialah daerah Mayong, Plered, Pacitan dan masih banyak lagi daerah lamya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu disini. Tapi ada satu hal patut kita sayangkan tentunya ialah mulai langkanya para pengrajin pem- buatan seni patung dan keramik, justru pada saat seni tersebut men- dapat popularitas. Hal ini tentu disebakan karena regenerasi yang terlambat. (aria) Sajak di atas, merupakan suatu bangunan imaji dan tema yang umum, bahkan nyaris suatu pesona keseharian seseorang dengan keakraban alam. Seperti juga nuansa laut beserta ombak, yang seolah merengkuh naluri puitik dari seorang penyair untuk mengungkapkannya dalam sajak, Zaynuri cukup telaten dalam memilih dan menentukan suatu struktur kata yang menghidupkan suasana, sehingga sajak tersebut mampu mengangkat permukaan sentuhan dari perenungan yang polos. Seni keramik Indonesia Kekuatan yang cukup nampak sebagai suatu bangunan sebuah suasana sedih dan duka cita, nam- pak dari sajak: Di pojok kamar putih, gambarmu gamang berjalan kembali ke negeri asal awal dari hidup yang bukan milik kita Pengaduan terakhirmu tentang hidup, ibu telah kau dengungkan dari balik mukenah dari tegar simpuhmu di sajjadah bagi Dia yang Terindah, yang terindah (Kepaten Bagian Pertama, hlm 7). Duka yang murni milik Zaynuri terungkap lugas. Hal ini konon pengalaman yang sedih ini dirasakan ketika sang ibu mening- gal dunia. Sehingga nafas duka itu lebih terasa bergelayut, sendu dalam suasana sajak sebagai 'gaya' Zaynuri dalam menang kapi momentum yang lewat. Apapun alur sajak yang sedang ia tekuni dalam sajak sajak yang put choic Musik Tradisional Cerpen Widhy Purnama Betawi Perlu Pengem- Luka Hati Ayu bangan Bukan Rasa Kasihan Dua minggu yang lalu, pedagang batik itu. tetangga sebelahku kedatangan Tentu saja mudah seorang wajah baru. Pendatang dibayangkan, betapa hancurnya baru itu seorang wanita muda hati wanita itu. Masih saja ada kira-kira usianya 20 tahun lah, saat ini seorang gadis dipakai cantik berkulit kuning dan bayar hutang orang tuanya. segar. Bentuk tubuhnya meliuk- Dalam usia menikmati kein- liuk langsing, pinggulnya, dan dahan menjalin cinta kasih wah pokoknya menggairahkan dengan pemuda pilihannya, setiap laki-laki yang mengerti kini dikawinkan dengan seorang akan keindahan tubuh wanita. tua berumur 50 tahun lebih, yang tidak dicintainya sama sekali. nodrow i sr 16g Dalam percakapan lisan pada pertemuan antara pemasaran dengan Projek Konservasi Tradi- sional Betawi, diungkapkan tentang "kerinduan" akan suatu konser besar musik rakyat Betawi, dengan membuatkan komposisi atau 'aransemen", untuk dimainkan dalam konser. Yang menjadi per- tanyaan, 'komposisi' atau ('aransemen' dalam suatu inter- prestasi musikal yang baku dan otentik sebagai kerangka yang belum terujud. Dengan lain kata kita memerlukan orang-orang yang bisa membaca agar komposisi atau aransemen tidak mubazir. Yang jelas dan jadi soal, semua pemusik rakyat Betawi tidak bisa membaca, jadi dengan begitu berarti komposisi dan aransemen akan mubazir. Membranophon musik tradi- sional Betawi merupakan makalah yang dibawakan oleh I.G.B. Suar- sana BA. Yang membahas sebelas materi diantaranya ialah mem- branophon dalam musik ajeng, gambang kromong, sambrah, topeng Betawi, Zapin, khasidah serta rebana ketimpring, badroh, dor, biang danmaukhid. Selain itu dibahas pula mengenai Instrumen Gesek Betawi, oleh Muhammad Tan De Seng. Yang melihat suatu kemungkinan pengembangan suatu orkes besar penggabungan unsur-unsur rakyat dalam suatu konser dengan memilih instrumen gesek secara khusus. Sedangkan Atik Soepandi S. Kar yang membawakan makalah ber- judul "Arah Pengembangan Seni Gamelan Betawi' mengatakan gamelan Ajeng dan Gambang Keromong merupakan bentuk seni pertunjukkan tradisional Betawi, yang memiliki daya tarik yang cukup besar bagi masyarakat lam- pau. Banyak para remaja atau orang tua dulu yang tergila-gila oleh bentuk kesenian tersebut. Setiap desa di Betawi dapat dijumpai per- tunjukan, terutama dalam upacara- upacara perkawinan, khitanan dan peringatan hari besar. Banyak orang yang sedang kenduri merasa tidak puas jika merasa tidak menampilkan seni pertunjukkan tersebut, terkumpul dalam buku sederhana ini, Zaynuri - secara teliti menyimak, menyeleksi 'kalimat dan kata' yang ia adon dengan suatu 'imajiner-personal', sehingga membangun suatu struktur sajak yang boleh dibilang Imajis sifatnya. Sekarang kena arah kesenian betawi akan kita bawa? akankah dibiarkan musnah tanpa ada suatu regenerasi atau pewarisannya? Karena jika dilihat secara nyata memang kesenian Betawi jarang diperdengarkan atau dipertunjuk- kan di depan umum. Sungguh suatu hal patut kita yangkan kalau sampai punah dan menghilang dari peredaran. Sekali lagi, seni haruslah dipan- dang menurut kacamata bisnis, oleh karenanya maka seni harus dikelola dengan sistem manajemen terpadu. (aria);- Denyut kemarau merayapi ranting daun daun berserak di selangkang bumi Daun-daun tua yang bertahan bertahan dari dengusan ang in mengeluh panjang perlahan-lahan terkerek turun relakan tore han-Mu di tanah kering (Daun-Daun, hlm. 19) Di antara sekian sajak yang ber- nafaskan religius, nampaknya ada kejelian Zaynuri dalam mengungkap sajak pendek seperti : Kubangan di jantung mu jadi danau genangi kemarauku yang parau (Kepada Uyi, hlm. 4) Dan sajak sajak seperti mengungkapkan nafas spirituil Zaynuri antara lain terlihat dalam : sajak-sajaknya sbb: Kontemplasi di Gunung Nangi (hlm. 8), Angin Merintih Dipohon (hlm. 9), Tafakkur (hlm.9), Dan Keindahan Itu (hlm.11) Bau Tanah Hujan Per- tama (hl. 13), Yang Maha Esa Bertandang Di Alam Semesta (hl. 17), Daun-Daun (hlm. 19). Doa Peladang Huma (hlm. 20) Sebagai penyair muda, Zaynuri cukup serius dalam memilih idiom dalam pengungkapan sikap religinya, ia memang masih ter- tatih, tapi kelugasannya dalam menentukan alur yang terjaga, amat memungkinkan ia lebih cocok sebagai penyair yang liasd (156P and 19cms 1 Tentu saja kehadirannya menjadi buah bibir perempuan- perempuan di sekitarnya, ter- masuk istriku. Dalam dunia wanita hal yang semacam itu adalah persoalan yang cukup serius. Ingin lebih banyak tahu tentang siapa, darimana, sedang apa dan mengapa wanita muda disebelah rumahku tiba-tiba muncul di sana. Bahan gunjingan seperti itu tidak hanya berlangsung dua atau tiga hari, bahkan hingga berminggu-minggu. Para istri termasuk istriku malah lebih pintar dan teliti dari para juri festival kecantikan dalam menilai, mengeritik dunia mereka sendiri. "Pak, kau tahu siapa perem- puan muda di sebelah rumah kita itu?" tanya istriku, mulai mengajak berbincang-bincang di ruang tengah sambil nonton televisi yang sedang memutar acara Dunia Wanita. "Nggak, siapa sih?". "Dia kan bini muda Pak Jalius yang baru, pak". "Ah, yang benar!" agak terkejut aku mendengarnya. "Katanya sih dari Solo. Pan- tas cantik, ya pak? Gadis Solo memang terkenal dengan kecantikannya". "Ah, sama saja. Daerah- daerah lain juga punya wanita- wanita cantik. Christine Pan- jaitan, penyanyi Batak itu can- tik, Andi siapa itu, Matalata -kalau nggak salah, ya juga can- tik padahal dari Ujung Pan- dang. Lalu dari mana kau tahu bahwa dia bini muda pak Jalius?" tanyaku penasaran in- gin tahu lebih banyak, "Pembantunya yang cerita padaku kemarin. Ketika kami bertemu di pasar". "Si Minah itu?". "Iyaa! Wah ceritanya menarik, pak", kata istriku bersemangat. Dan sebagaimana biasanya ia bercerita dengan lancar. Memang membicarakan seseorang dengan segala kelebihan dan kekurangannya cukup mengasyikkan. religius kelak kemudian hari. Diantara ke 37 sajak sajak yang ada, Zaynuri memang tidak sepenuhnya berimbang. Hal ini disebabkan penyeleksian dari sajak sajak yang ia kumpulkan terasa belum final dalam arti ketelitian, ketelatenannya untuk menyiapkan sebuah buku puisi/sajak dengan suatu motivasi untuk menampilkan keutuhan kepenyairannya. la yang mengaku pertama kali mengum- pulkan sajaknya dalam buku, rasanya masih butuh waktu, mengingat potensi yang ia miliki cukup besar. Perempuan muda itu ber- nama Ayu Purnamasari. Menurut kabar cerita yang sudah tersebar di kampung, ia korban dari hutang ayahnya yang bertumpuk-tumpuk selama bertahun-tahun. Karena orang tuanya tidak mampu membayar hutang yang hampir tiga juta itu, terpaksa anak gadisnya itulah sebagai gan tinya. Dan kini Ayu sudah syah jadi istri pak Jalius. yang Dalam sajak yang mengisyaratkan suatu tema sosial seperti Kota Keseharian (hl. 10), Burung burung yang berpindah (hl. 13), Dari Sebuah Periode Panjang (14). Dari sajak sajak di atas yang saya sebutkan, nampak jelas alur emosi Zaynuri berkepanjangan, dan ia gagal untuk membangun suatu proyeksi dari konflik sosial yang sengaja ingin ia tampilkan secara puitik. Kegagalan dalam mengaktualisasikan suatu tema sosial, kritik dan suatu sikap 'berpihak pada suatu kondisi kegagalan, nasib buruk, ketim- pangan, yang mengacu pada suatu konteks sosial, seyogyakan ia hindari dulu, agar tidak membebaninya dengan suatu per- nyataan pribadi tanpa kekuatan dalam mengeja, menjabarkan masalah yang sebenarnya. Zaynuri Naja, penyair daerah, lewat kumpulan sajaknya yang sederhana ini, sesungguhnya telah membuktikan bahwa ia memiliki peluang dan kesempatan yang baik untuk terus berkembang. Selama ia menyertai langkah- lang kahnya dengan kecermatan, ketekunan dan keberanian untuk menerima kritik dalam bentuk apapun. Karena dari kumpulan sa- jak 'Embung' (sejenis danau buatan), belumlah secara utuh mampu membaca sosok Akhmad Zaynuri Naja sebagai penyair muda yang berbakat saja, akan tetapi hal yang lebih penting. Mengacu kreatifitas dan kualitas sajaknya sebaik mungkin, dengan stamina yang kuat, dengan semangat bela- jar yang kuat, dengan demikian barulah kepenyairan yang ia pen- dam, suatu saat terlihat. (wahyu prasetya) (Wahyu Prasetya) Selama beberapa malam pak Jalius tidak bisa tidur. Karena ia harus menghadapi masalah yang harus dipecahkan dalam waktu singkat. Masalah sepele, bagaimana harus menghadapi istri tuanya yang cerewet itu. Lalu bagaimana juga menghadapi 5 orang anaknya yang sudah cukup dewasa, seorang diantaranya gadis perawan, hampir seusia dengan istri mudanya. Problim berikut- nya, dimana ia harus menem- patkan istri barunya itu, semen- tara rumahnya hanya satu, yang letaknya bersebelahan denganku. Bukan pak Jalius kalau ia tidak bisa memecahkan per- soalan sepele itu. Tindakan per- tama yang bersifat sementara ditempuhnya, yakni memudik- kan istri dan anak-anaknya ke kampung, berlibur sambil ber- ziarah ke kuburan leluhur mereka. Tentu saja alasan itu logis dan bisa diterima. Apalagi sudah lima Lebaran terakhir ini tidak pernah pulang mudik ke kampung asalnya. Dan alasan ini pulalah yang memberikan kesempatan orang tua itu menempatkan istri mudanya di rumahnya semen- tara waktu, sekaligus untuk menikmati bulan madu mereka. Apalagi dalam rumah yang luas dan mewah itu hanya ada pak Jalius dan si Minah pembantu. Setelah anak dan istrinya diboyong ke kampung, kebetulan masa liburan panjang bagi anak-anaknya, pak Jalius kembali ke kota dengan dada mekar dan senyum kemenangan. la merasa menang menyingkirkan keluarga untuk sementara, dan menyambut serta menikmati istri mudanya. Kami tidak pernah tahu. Apalagi diundang ke pesta perkawinan mereka. Tapi itu tidak terlalu penting. Yang pen- ting adalah kedatangannya di rumah itu. Benar-benar lelaki tua itu kuat mental dan ber- muka tembok. Kalau tidak, ten- tu tak akan terjadi dia turun dari Corolla DX-nya berwarna putih dengan tenang dan berwibawa berjalan sambil merangkul pun- dak istri mudanya. Tentu saja para tetangga dekat terbelalak menyaksikan adegan itu. Bagaikan sebuah pertunjukkan drama di atas panggung. "Kasihan juga, ya?" kata beberapa istri tetangga, yang Pasangan duet Rita Nasution dan Mus Mujiono Berdendang Bersama Mus Mujiono Dan Rita Nasution Ibarat kembang, Rita Nasution setelah berhasil kembali dalam du- nianya justru dengan mudahnya "mekar" seperti disiram sejuta em- bun. Keberadaannya dengan cepat tercatat sebagai tokoh "penggoyah" yang disegani. Didukung pada dasarnya oleh postur tubuhnya yang sintal serta raut wajah dengan kriteria menunjang, Rita Nasution kian memperoleh peluang men- duduki deret depan barisan pe- nyanyi penyanyi top dewasa ini. Tak pelak album "INDAHNYA CINTA" yang diselesaikan bersama Mus Mujiono disinyalir dalam waktu dekat dapat memasarakat dengan gampangnya. Betapa tidak gampang, kalau kenyataannya memang demikian adanya. Kita Ide mempertemukan penyanyi Robby NS dan Sapta Hadi gadis manis asal Cilacap Jateng. memang nampak terpadu. Lebih dari itu dua pasangan tersebut amat tepat bula dikatakan "harmonis" vokal maupun penampilannya. Robby NS. misalnya. Pemuda asal bumi "Perca" tersebut sejak kecil sudah mengantongi bakat me- nyanyi yang diturunkan dari ibunya: penyanyi kroncong di Pakanbaru. Duet Robby NS Dan Saptahadi dan kemudian hijrah ke Jakarta dalam mengembangkan bakatnya, ternyata data pribadinya hampir tak jauh berbeda dengan Robby NS. pasangan vokalnya. bawakan berbagai macam tarian, pada festival seni dan tari 1981-1982 Saptadyah berhasil meraih juara. Dalam kejuaraan puitisasi menterjemahkan ayat-ayat suci, Saptadyah dengan vokalnya yang prima berhasil meraih sebagai pemenang se-kawasan DKI. la dibesarkan dari keluarga pemusik dan penyanyi kroncong di daerah. Bakat yang dikantonginya juga tak mau kalah dengan Robby NS. Ternyata bakat tersebut men- jadikan Sapta Hadi panggilan akrabnya, banyak berprestasi. Ia yang tidak saja pandai menyanyi tapi mahir pula dalam mem- Setelah ditemukan oleh Aken produser Apple Record dan dipasang sebagai duo bersama Robby NS merampungkan album "SALING MEMILIKI" (Bambang Koentjoro); - Besar kemudian, Robby banyak dikenal dikalangan pemusik daerah sebagai "pria berbakat". Tak heran setelah hijrah ke Jakarta sekitar 1973 langsung Robby mendapat tempat di kelompok "Head Quarter" sebagai person "bobot". Selain itu berkat keberadaan vokalnya yang prima, Robby berhasil menyelesaikan 5 buah album rekaman "solo". Akan lebih nyata lagi setelah beberapa karya lagunya kemudian berhasil digelar dan dibawakan oleh beberapa penyanyi terkenal seperti Chintami Atmanegara, Dian Pisesha, Anita Carolina, Richi Richardo, dan masuk banyak lagi. Sementara, Saptadyah andayani dara yang semula dilahirkan di Cilacap pada media September, tepatnya pada tanggal 27 -9 1962 mengetahui latar belakang perkawinan pak Jalius. "Kasihan pada siapa?". "Tentu saja pada gadis cantik itu". "Bukan! Kita mesti kasihan pada orang tuanya. Begitu sam- pai hati membayar hutang dengan anak gadisnya". "Dan pergunjingan itu terus berkepanjang. Jadi sebuah obrolan yang mengasyikkan bagi ibu-ibu setelah selesai memasak. Kini keadaan di dalam rumah pak Jalius jadi Suram dan mendung. Tidak seperti waktu ada istri tua dan anak-anaknya, selalu ramai dan gadus terus menerus. Ayu tidak pemah menampilkan diri di depan tetangganya. Semua pekerjaan rumah ditanggung oleh Minah. Ayu hanya mengurung diri di dalam kamar- nya. Bisa ditebak apa yang dilakukannya, kalau tidak menangis meratapi nasib kegadisannya, bercermin berjam-jam, membaca majalah, tidur dan yang terakhir tentu melayani nafsu sex tua pak Jalius. Bagi sesosok Jalius yang usianya sudah setengah abad lebih, tentu tak bisa berharap menjadi seorang lelaki muda yang penuh gairah dan bersemangat dalam menghadapi malam-malam perkawinannya. Hingga ia kecewa. Suatu malam, setelah keluar dari kamar tidurnya, ia duduk terkulai putus asa. Dengan mata yang kuyu dipan- danginya pintu kamar Ayu, didalam seorangperempuan yang sudah kehilangan mahkota keperawanannya menangis terisak-isak. Tiba-tiba dadanya terguncang keras, seperti sebuah batu besar menghantamnya. tengok saja. Selaku orang akhli dari membaca situasi, Luis (tak begitu saja memajang orang yang ber- prestasi asal-asalan. Terbukti Nama Mus Mujiono diandalkan sebagai Rita pendamping dalam menyemarakkan album "INDAHNYA CINTA". Mus Mu- jiono sendiri yang lebih erat dipang- gil dengan Nono, tokoh penyanyi asal Jawa Timur yang masih saudara dengan Mus Mulyadi si buaya Kroncong Pop Indonesia, namanya sudah tidak asing lagi bagi penggemar musik di tanahair. Semula ketika ia besar dan dikenal dikawasan Surabaya, orang masih bertanya-tanya tentang satu tokoh ini. Pasalnya, sejak ia start pada tahun 1973 bersama kelompok The "Ayu semestinya engkau jadi. anakku. Ya, anakku. Rina anakku itu, seusia denganmu. Tapi... kenapa aku..." pak Jalius berkata pada dirinya sen- diri di malam yang sepi dan dingin itu. Kemudian ia bangkit dari duduknya, mencoba melangkah menuju pintu kamar Ayu. Tetapi langkah itu terhenti dengan berat. Seperti ada beban yang menghalanginya. la mundur pelan-pelan dan kem- bali duduk di kursinya penuh lunglai. Lelaki tua itu kemudian menutup muka dengan kedua telapak tangannya, tertunduk dalam-dalam. Mengapa aku terlalu serakah begini. Ya, mengapa? Seharus gadis semuda Ayu tidak men- jadi mangsa binatang buas keserakahan. Dan binatang buas itu kini akulah sendiri. Aku yang sudah kerut merut dan tua Tapi apalah artinya penyesalan pak Jalius itu, se- muanya sudah terjadi. renta ini. Pagi harinya setelah menemukan pikiran baru ia mengambil keputusan mengembalikan Ayu kepada orang tuanya di Solo. Apapun yang terjadi, perempuan itu harus hidup layak sebagaimana perempuan lainnya. Ia merasa tidak pantas untuk bergandengan tangan dengan Ayu lebih pantas jadi anaknya. Lalu soal hutang?. Hutang adalah hubungan tenggang rasa, bukan keserakahan. Dan jalan ini yang akan ditempuh pak Jalius. Biarlah apa yang sudah terjadi.. terjadilah. Ini menurut pemikirannya. Tentu berbeda dengan jalan pikiran orang lain. Apalagi jalan pikiran pak Karto, ayah Ayu, yang kini anak gadisnya sudah diserahkan bulat-bulat ke pelukan pak Jalius. Robby NS dan Saptahadi duet bersama "Ayu hari ini juga engkau akan ku pulangkan ke Solo, kerumah orang tuamu. Jalan yang aku tempuh ini ternyata tidak benar. Bertentangan dengan hati nuraniku sendiri", katanya dengan suara bergetar di hadapan Ayu. "Kalau bapak memilih jalan itu, lebih baik saya mati". Dan pernyataan Ayu cukup mem- buat terperanjat pak Jalius. Suatu sikap yang tak pernah dibayangkannya. "Mengapa Ayu?". "Arang sudah terlanjur ter- coreng dimuka saya. Pantang kembali pulang dengan mem- bawa noda dan aib", kata Ayu tegas. "Tapi ini kan bukan kehen- dakmu Ayu. Kehendak orang tuamu dan". HALAMAN VII Hand dengan lagu hitnya berjudul "Hello Sayang" sejak itu pula namanya mulai harum. Malang melintang di Surabaya, akhimya pada tahun 1980 ia hijrah ke Jakar- ta. Tepatnya pada tahun 1983 Mus Mujiono bergabung dengan kelom- pok "Funk Section" bersama Christ Kaihatu, Yance Manusama, Karim dan Cicih Sumiati menekuni dunia Jazz, Merangkap sebagai Gitaris dan vokalis, Mus Mujiono mulai ter- jun ke beberapa kelab-malam mengisi acara-acara tetap "unjuk kebolehan". Selain itu ia menangani musik-musik rekaman untuk porsi beberapa penyanyi terkenal. Sejak itu nama Mus Mu- jiono tercatat sebagai tokoh musik Pop dengan kriteria Elite. Kalau kali ini ia tampil dengan pasangannya Rita Nasution, kejadian tersebut memang sudah di "manage" "Stop! Dan atas paksaan bapak, supaya hutang-hutang ayah saya segera dilunasi. Bukankah begitu?" Ayu berusaha menyerang. Semen- tara pak Jalius hanya terdiam. Diam yang menyatakan kebenaran atas tuduhan Ayu. Pak Jalius baru sekarang dihadapkan persoalan yang benar-benar sulit dipecahkan. Belum juga masalah ini selesai, dengan tak diduga rombongan anak dan istrinya telah kembali. "Siapa dia Nah?" tanya sang istri tua kepada Minah begitu melihat perempuan muda di kamar suaminya. "A....A....Anu gan, anaknya kenalan juragan dari Solo. Katanya sih numpang nginap beberapa malam disini mau ke Jakarta", jawab Minah sambil tidak berani memandang wajah majikannya. "Tapi kenapa tidurnya di kamar juragan. Tidak di kamar tidur tamu?" sebelumnya. Konon, menurut Luis, perhitungannya dengan mempertemukan mereka berdua, jelas punya dampak positif terutama dijalur rekaman. Nyatanya memang demikian. Setelah realisasi itu terwujud, tak dapat disangkal nama mereka ber- dua Mus Mujiono maupun Rita Nasution kembali dicatat sebagal sang "penggoyah". Berdua mereka memang terpadu dalam warna yang lain yang jarang ditemui duet semacam itu pada dekade ini. Dampaknya, bukan tidak mustahil pasangan tersebut merupakan pembaharu yang patut diperhitungkan keberadaannya.. (BAMBANG KOENTJORO) "Sa Sa... Saya tidak mengerti gan. "lyem sudah 60063 kehabisan akal, karena per- tanyaan yang memberondong. Sejak dua hari yang lalu Minah didikte pak Jalius supaya men- jawab pertanyaan dengan baik. Begitu pak Jalius keluar dari kamar mandi, ia terkejut ketika secara mendadak diserang per- tanyaan yang memberondong. Benar-benar orang tua itu dalam keadaan terjepit, walaupun tetap pada satu jawaban seperti apa yang diberikan Minah tadi. "Perang mulut terjadi. Rupanya sang istri tua sudah tidak sanggup menahan api kemarahan dihatinya. Matanya memerah garang dan tidak mengenal kompromi lagi. "Baik sekarang begini saja. Tidak usah kamu panjang mulut. Aku yang keluar dari rumah ini atau perempuan itu!" Pak Jalius megap-megap meng- genggam emosi. "Bu, kita selesaikan dengan kepala dingin saja, bu". "Tidak mungkin! Sekarang juga semua harus beres. Kalau tidak ku bakar rumah ini. Itu penyelesaian paling akhir". "Sekarang juga?". "Ya, sekarang juga. Lelaki tua bangka. Tidak tahu malu. Mengapa tidak kau kawini saja anakmu Rina sekalian". Kata istri pak Jalius keras. Ia sudah tidak bisa menahan amarahnya. Semua yang ada dalam hatinya, keluar seperti rentetan peluru. Puas. Sang lelaki tua dengan langkah gemetar berjalan menuju kamar tidurnya. Tetapi betapa terkejutnya ia ketika membuka pintu. Ayu sudah tidak ada lagi didalamnya. Tak seorangpun penghuni rumah yang tahu kepergian Ayu. Seminggu sesudah peristiwa itu, koran-koran dikotaku memuat berita meninggalnya seorang perempuan muda, yang ditemukan terkapar ditepi sungai dengan keadaan menyedihkan. Meski identitas korban tidak tertulis lengkap dikoran, tapi identitas lainnya sudah cukup memastikan bahwa perempuan itu adalah Ayu Purnamasari, Kematian Ayu cukup men- buah bibir lagi di pungku. Semua mata selalu ter- tuju ke rumah pak Jalius jika sedang lewat melintas di depan- nya. Tapi itu hanya berlangsung sebentar, setelah ditelan hari dan malam yang berpacu dengan kemauan manusia.
