Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Berita Yudha
Tipe: Koran
Tanggal: 1986-08-10
Halaman: 02

Konten


MINGGU 10 AGUSTUS 1986 Olah Raga PSSI A Jajal Kekuatan Di Piala Kemerdekaan Rasanya yang dapat lolos dari grup hanya PSSI A. Sebab PSSI A berkumpul dalam pool yang lemah yakni bersama Malaysia, Singapura dan Brazil. Kedua tim pertama itu menurunkan tim na- sional kedua. Walau Brazil mem- bawa tim cadangan tetap sukar ditaklukkan. Kita sudah kenal negara Bola itu banyak pemain berbakatnya. bahkan duetnya bersama Marzuki terlalu tangguh. Tapi mengapa ia berada di PSSI B. Saut Lumban Tobing yang di klubnya bersama Zulkarnaen Lubis, banyak dipuji sebagai duet yang terbaik. Ia mem- punyai naluri mencetak gol yang baik. Diharapkan pada PSSI B dalam bertanding tak mengecewakan. Embanlah misi sebagai pemain nasional. Janganlah membuat malu persepakbolaan kita. Sedang PSSI B sepertinya dikurbankan berkumpul dengan pool keras bersama Muangthai. Al- jazair dan Rumania. Kedua tim terakhir itu menurunkan beberapa pemain Piala Dunianya. Seperti Al- jazair masing-masing Kamel Kadri, Abdelhamid, Mohammad Chaib, Abderrezak Belg harbi, Muhamm- ed Kaci Said, Djamel Menad, Mokhtar Kechamli dan Nacer Boniche. Menurut sumber yang diterima penempatan itumemang merupakan taktik tersendiri dari pampel "Maksudnya supaya salah satu tim maju paling tidak ke semifinal. Syukur kalau bisa masuk final. PIALA KEMERDEKAAN II yang berlangsung 10-20 Agustus, semoga menyajikan pertandingan memikat serta enak ditonton an- tara wakil-wakil Eropah (Rumania) Amerika Latih (Brasil), Afrika (Aljazair) dan Asia yakni Singapura, Muang thai, Malaysia dan tuan rumah. Dengan demikian bisa diharap kelanjutan Anniver- sary Cup ini akan menaikkan mutu serta melangkah tegap. Juga diharapkan pula kegiatan ini dapat membangkitkan prestasi sepakbola nasional. Sayangnya tahun ini juara ber- tahan Chili tak ikut serta. Menurut panpel ada beberapa hal yang menyulitkan untuk menghadirkan Chili. Tahun lalu Chili memborong semua gelar. Selain piala berlapis emas dan uang tunai 40.000 dolar Siapa Dia .... H.Mohammad Anwar sudah berusia 60 tahun, tepat- nya lahir tanggal 1 Oktober 1925 bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, di Pur- wakarta Subang dibesarkan di lingkungan anak desa. Tahun 1945 ia mulai masuk Angkatan Laut, setelah menyelesaikan Sekolah Tehnik dan Sekolah Pembangunan Kapal. Pertama ia menyandang pangkat Kopral, setahun kemu- dian naik jadi Sersan Mayor yang disandangnya selama perang kemerdekaan. H. Moh.Anwar. (Foto: Dias) Jakarta, Juli, (YMSF); - Siapa berada yang dibelakang layar sukses Elly merebut kembali gelar juara dunia kelas Bantam junior versi IBF dari tangan Cesar Polanco ?. Tentunya banyak pihak yang berdiri di belakang layar seperti promotor, menejer, termasuk wartawan dan petugas lapangan serta yang paling menentukan nasib terseleng- garanya pertarungan yakni Komisi Tinju Indonesia. Haji Mohammad Anwar in- ilah yang duduk sebagai ketua harian KTI selalu jadi sumber berita para wartawan tentang persiapan non tehnis pemen- tasan pertarungan Elly Pical. Kita tidak bisa menutup sebelah mata atas perannya, dalam turut mengantar Elly sebagai juara dunia. Kakek dari enam orang cucu ini, seperti tak rasa lelah, selain punya mengurusi dunia tinju pro, belum lagi mengurusi pekerjaan kantornya PT Lokta Karya milik Perbakin. Meski sudah dibilang kakek dengan 6 orang cucu, bisa dibilang "orangnya satu tapi langkahnya seribu". Bagaimana tidak? Hari-harinya tak pernah dilalui dengan lenggang- lenggang kangkung. Diluar jam kantor dan kesibukannya di KTI, ia juga harus memomong cucu-cucunya. Belum lagi Pak Anwar yang naik haji tahun 1973 ini, selalu rajin mengikuti pengajian bersama isterinya. Dikisahkan, Pak Anwar panggilan karibnya yang kini Amerika yang direbutnya tetapi gelar pemain terbaik dan "gawang yang tetap perawan" pun meng- gonggok di pundak mereka. Bagaimana dengan tahun ini, siapa yang akan memboyong piala itu. Calon-calon untuk itu tampaknya sudah ada yakni Aljazair, Brazil dan Rumania. Dan lagi-lagi bagaimana kans kita ? Peluang kita untuk merebut piala kemerdekaan kebumi pertiwi yang tercinta, rasanya terlalu berat. Walaupun PSSI menurunkan dua tim yakni PSSIA dan B, Seperti tahun lalu yang menurunkan Rajawali dan Garuda, tapi gagal total dalam pool. PSSIA yang diturunkan merupakan tim nasional yang dipersiapkan ke Asian Games Seoul, sedang PSSI B merupakan penunjang tim A. SATU HAL yang mungkin tidak boleh dilupakan oleh para olahragawan atau calon perenang, ialah baju renang yang dikenakan jangan sampai mengganggu gerakan tubuh khususnya kaki dan tangar waktu sedang berenang. Un k ini pakaian renang me- nyangkut mode atau bahannya harus elastis kesegala arah dan sedikit atau seringan mungkin terutama bagi perenang perenang di arena lomba, begitu kata Mashar Syamsudin Dipl. Eng yang banyak berkecimpung dalam perancang mode pakaian renang dan senam ketika ditemui "YMSF" pekan lalu di Yogyakarta. Menurut pengamatannya, sesuai dengan adat ketimuran saat sekarang ini pakaian renang model begini kurang disukai oleh perenang perenang di Indonesia. Karena disamping itu sipemakai dituntut benar-benar memiliki tubuh yang mulus dengan kulitnya yang bersih. Kemungkinan model bikini belum waktunya bagi perenang wanita di Indonesia. Untuk pakaian renang dalam berlomba mau tidak mau harus memperhatikan pakaian yang Lalu, lanjutnya tahun 1953 masuk jadi perwira KKO yang sekarang korps Marinir, dengan pangkat Letnan Dua, tahun 1970 jadi Kepala Staf Korp Marinis, tahun berrikutnya jadi Komandan Korps Marinir hingga tahun 1977, setelah sebelumnya sempat menjadi anggota DPR Sejak tahun 77 itu lah mulai Pak Anwar melepaskan baju kemiliterannya, dan memilih olahraga sebagai dunianya un- tuk mengisi hari-hari tua. Diakui ia memang sengaja memilih olahraga, karena ia paling suka mendengarkan dikuman- dangkannya lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dan untuk mendapatkan itu yang paling mudah menurutnya adalah lewat olahraga. "Entah berkumandangnya Indonesia Raya punya tempat tersendiri bagi saya. Seperti dalam kemenangan Elly, saya selalu mencucurkan air- mata "tambahnya. Busana Renang Dan Senam Sesuai Adat Ketimuran Tapi anehnya, tambahnya lagi, selama mengurusi Persa- tuan Menembak Indonesia (Perbakin) sejak tahun 1967 sampai 1985 tak pernah ia mendengar lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Untuk itu sejak tahun 85 ia memilih tinju sebagai olahraga yang digeluti, meski hanya dibelakang layar. "Saya rasakan semua sudah saya miliki. Meski cukup memusingkan ngurus tinju ini tapi mengasyikkan. Yah, mungkin karena tidak ada bau politik segala macam. Saya harapkan olahraga bisa menjadi sifat menumbuhkan rasa kebangsaan, "demikian An- war. (dias);- banyak memiliki keleluasan gerak, bahan sedikit mungkin dan ser- ingan ringannya, karena ini semua bisa mempengaruhi kecepatan gerak renang, ujar sarjana pertekstilan keluaran Australia yang kini memimpin sebuah perusahaan yang memproduksi pakaian renang dan senam di Yogyakarta itu. Dikatakan, memang yang mulai populer untuk pakaian renang adalah model bagian paha makin menaik dan bagian dada sedikit turun dengan bagian punggung kebawah terbuka dan hanya dikaitkan dengan tali temali, tetapi dibagian perut tetap tertutup rapat. Sedang yang cocok untuk pemakaian di negeri kita, pengurangan bahan sudah dibuat semaksimal mungkin dengan bagian punggung kebawah sampai atas pantat terbuka lebar dan diberi tali kecil agar melekat erat ditubuh. Disain yang kekar dibutuhkan agar bentuk tubuh sebagai atlet tampak jelas dan perlu merekat erat untuk mengurangi gesekan air. Dan untuk warna biasanya bagus ditonjolkan wama warna cerah, supaya kesan- nya lebih menonjol. (202). Pakaian renang dan senam seperti yang diperagakan Yani Mudjio dan Nani Hari dinilai paling cocok untuk adat timur kita. (Foto: Albertus Wahana) Memang PSSIB seperti terjepit, sebelumnya mereka turun di Merdeka Games. Hasil sangat mengecewakan., Seri dengan In- dia 1-1, digunduli Malaysia 0-3 dan dibantai Korsel 0-4. Padahal Korsel menurunkan tim ketiganya. Rasanya tidak terlalu adil jika banyak orang menuntut terlalu banyak dari tim ini. Mengapa tim ini selalu dikorbankan. Mungkinkah tim ini akan mengalami nasib yang sama seper- ti tim asuhan Ipong Silalahi yang turun di Merlion Cup, tahun lalu. Dalam benak kita akan timbul per- tanyaan, berapa gol lagi yang akan bersarang di jala PSSI B. Apalagi tim ini tidak mempunyai misi yang jelas, jika ikut dalam suatu tur- namen. Misi yang pasti dari mereka hanya mencari pengalaman. Padahal dalam tim juga berkum- pul pemain yang mempunyai masa depan yang cerah yakni Saut Lum- ban Tobing, Putu Yasa dan Warta Kusuma. Yang cukup mengherankan masalah Warta. La pemain terbaik yang dimiliki PSSI, Boy menurut menejer E Kurnia Kartamuhari telah memfitnah petinjunya Azadin Anhar dengan dalih menipu uang Boy 20.000 dolar AS, padahal tidak. Menilpun para menejer dan promotor di Los Angeles untuk membatalkan ren- cana pertandingan Azadin tanggal 18 Agustus mendatang di Hotel Merriott Irving Boulevard. Lalu, menjual nama IBF dengan memin- ta jaminan kepada Kumia sebagai penanggung biaya latihan Azadin di LA sebesar 5 juta lebih. Sebelumnya juga sempat mem- bawa kabur uang 11.000 juta lebih dari 13.000 yang diberikan Kurnia. Dua juta lebih sudah habis untuk biaya tiket Azadin pulang pergi In- donesia LA. Entah, akal bulusnya ini apakah penuh perhitungan atau nekad- nekatan dalam keadaan kepepet butuh uang. Yang pasti itulah per- buatannya, yang sudah men- coreng arang di muka tinju profe- sional Indonesia, bahkan pada dirinya sendiri yang sudah punya nama melejit di Indonesia, sekaligus sempat mengangkat Elly Pical ke jenjang juara dunia. Lebih- lebih ulahnya ini bisa memalukan nama bangsa Indonesia di dunia luar dan juga iBF dimana dia sebagai representatif (perwakilan) IBF di Indonesia. Terlalu berani Boy. Masalah ini tidak hanya diketahui oleh orang-orang tinju pro kita, seperti menejer promotor lain. Komisi Tinju Indonesia ataupun masyarakat. Tetapi juga akan diketahui orang-orang dunia luar seperti presiden IBF Robert Lee, atau wakilnya Jones Steveson, lalu para pelatih, mene- Boy Bolang Mencoreng Arang Dimukanya Sendiri Anhar sendiri yang mengalami kor- ban fitnahan Boy. Yang jelas namanya sedikit kotor, terlebih ditanah air. BELUM LAMA tinju pro tanah air "ade ayem" diikuti sukses Elly Pical merebut kembali juara dunia bantam junior IBF dari Polanco. Lagi-lagi ulah perwakilan Federasi Tinju Internasional (IBF) untuk In- donesia Boy Bolang, bikin heboh situasi perkembangan tinju profe- sional Indonesia, yang akhir akhir ini mulai merias wajahnya. jer dan promotor di Los Angeles, Wah, bisa jadi semua dunia tahu bahwa di Indonesia ada sesosok Boy Bolang yang telah melakukan perbuatan yang memalukan. Entah betapa tidak bisa kita bayangkan bagaimana wajah dunia tinju pro kita. Sementara akhir-akhir ini dilain pihak tengah berusaha menampakkan wajahnya ke dunia luar, seperti Elly Pical yang telah menunjukkan pada dunia luar bahwa Indonesia punya juara dunia. Belum lagi usaha diting kat Asia Pasifik yakni OPBF. Pokoknya, kita sedang hangat- hangatnya mengembangkan tinju pro. Tapi tiba-tiba harus dicacat oleh oknum yang hanya memen- tingkan diri sendiri dengan segala kepandaian bersilat lidahnya. DARI lebih 700 partai periode Juli-Desember 1985 yang termuat dalam Sahovski Informator 40 ter- bitan Maret 1986, telah terpilih par- tai Tal-Sisniega yang dimainkan pada turnamen Interzonal Montetaxco sebagai partai yang menemukan teori baru terbaik. Efek dari kekalahan yang menyolok saat sekarang sudah terasa, Dengan tak diundangnya PSSI di Turnamen Merlion Cup. Seakan-akan kita sebagai anak bawang dalam persepakbolaan Asia. PSSI A yang sudah pulang berguru di negara samba Brazil. harus dapat menunjukkan pada masyarakat hasil yang didapatnya. Piala Kemerdekaan ini juga dapat disebut sebagai arena Uji Coba sebelum ke Seoul, untuk menjajal kekuatan PSSI A menjelang sebulan lagi berlangsungnya Asian Games Seoul. Sembilan juri yang semuanya bergelar Grandmaster memberikan total nilai 56 angka. Hanya juri GM Wolfgang Uhlmann dari Jerman Timur yang tidak memberikan nilai. Nikolai Krogius dan Jan Timman bahkan memberikan nilai sempurna 10. Kemudian berturut-turut yang memberikan nilai dari 9, 8, 7, 6 adalah Lubomir Kavalek, Lev Polugayevski, Anthony Miles, Bent Larsen. Sedangkan Lubomir Ftac- nik memberikan nilai 4 dan Bruno Parma memberikan nilai 2. Tim Asuhan Bertje Matulapelwa dan Sarman Panggabean juga mengemban misi yakni membawa piala itu ke pangkuannya. Masyarakat ingin melihat tim na- sional menjuarai turnamen Kemerdekaan. Baru hanya PSSI pelajar yang menjadi juara di kan- dang sendiri untuk dekade 80-an ini. Dekade 70-an PSSI pernah menjuarai Piala Anniversary Cup. Tahun ini memang prestasi persepakbolaan cukup terhibur masing-masing juara tiga klub Asia diraih Krama Yudha Tiga Berlian, Persib menjuara Piala Sukan Brunai dan PSSI yunior keluar sebagai juara grup penyisihan Piala Coca cola di Singapura. Tapi bagaimana dengan tim nasional sendiri. Tampaknya masih jauh. Di PSSI A belum terlibat ker- jasama yang rapi antara sesama pemain. Barisan depan terdiri Ricky Yacob untuk saat sekarang terbaik, Zulkarnaen Lubis dan mutiara hitam Adolf Kabo. Selama uji coba di Brazil memetik dua kali kemenangan, atas Aviana Santa Catarina 2-1 dan Mosquita 1-0, tiga Saingan terdekatnya adalah par- tai Jansa-K. Pytel, Metz 1985, memperoleh nilai 48. Lev Polugayevski memberikan nilai Tal-Sisniega Ini mungkin juga pengaruh resesi dunia, sementara manusia semakin tentu akan nekad apapun dijalaninya. Yang haram bisa halal, yang kawan bisa jadi lawan. Lalu apa akibatnya bagi Azadin sebagai yang memenangkan per- mainan berhak mengantongi 70% dari jumlah tersebut. Sisniega sebagai yang kalah mendapat 20%. Sedangkan sisanya yang 10% kembali jatuh buat Tal sebagai penganalisa partai tersebut. Sekarang kita saksikan jalannya partai itu. Putih Tal Hitam Sisniega Pertahanan Sicilia 1. e2-24 2. Kgl-f3 3. d2-d4 4. Kf3xd4 5. Kbl-c3 c7-c5 d7-d6 c5xd4 Kg8-f6 Kb8-c6 Hitam memilih varian Serangan Richter yang terkenal tajam. 6. Gcl-g5 7. Mdl-d2 8.0-0-0 Boy Bolang mencoreng arang dimukanya sendiri. (Foto: YMSF/Dias) 9. Kd4-b3 10. a2-a4 11. Gfl-b5!? e7-e6 Gf8-e7 0-0 a7-a5 d6-d5 Inilah langkah penemuan terbaru sempurna. 10. Empat juri yang menarik dari Mikhail Tal. memberikan nilai 7, yaitu Larsen, Biasanya 11. Gxf6 Gxf6 12. exd5 Parma, Timman dan Uhlman, Gxc3! 13' Mxc3 exd5 14. Kd4 Gd7! Miles 6, Kavalek 3 dan Krogius 1. Sementara Ftacnik tidak memberikan angka. Sebagai partai penemu teori ter- baik, Tal-Sisniega menerima hadiah sebesar seribu dollar AS yang disediakan oleh In- terpolis Verzekering, yaitu penyelenggara turnamen interna- sional termasyur Tilburg. Tal kali kalah yaitu dari America, Por- tuguesa dan Campogranda masing-masing 1-3, 0-1 dan 1-3. Satu-satunya hasil serikat ketika melawan Serrano 1-1. Bahkan melawan PSSI Yunior barisan depannya masih kurang produktif. Di gawang berdiri kiper-kiper yang tangguh untuk saat sekarang yakni Ponirin, Asmawi Jambak dan Hermansyah. Kemampuan ketiga kiper itu sudah tak dapat diragukan lagi. Barisan Belakang ada Jaya Hartono yang mampu membantu penyerangan dan mempunyai kemampuan membuat everlaping yang baik. Untuk back- kini sangat meng kawatirkan karena Robby Maruanaya sudah kurang staminanya serta jika membantu serangan terlalu lamban turun. Un- tuk barisan belakang masih ada Marzuki yang bermain sangat lugas serta taktis. tapi tampaknya tak mempunyai pasangan yang ideal. Lini belum tengahnya memperlihatkan kemampuan yang diinginkan. Memang benar apa yang dikatakan bekas pemain na- sional Ronny Patinas arany" saat sekarang tidak ada pemain yang mempunyai kemampuan individu yang baik". Laind engan tahun 60- an dan 70-an. 15. Gb5 Kxd4 16. Mxd4 Gxb5 17. axb5 a4! Hitam lebih baik, Psakhis- Kekuatan lawan yang tangguh ialah Aljazair, sudah tak diragukan mutu persepakbolaan negaranya, Dua kali berturut-turut ikut Piala Dunia. Individu pemainnya boleh disejajarkan dengan pemain Eropa dan Amerika. Banyak pemainnya yang dikontrak klub-klub terkenal. Kupreicik, Uni Soviet 1985. Atau 11. exd5 Kxd5 12. Gxe7 Kxce7 berhak 13. Gc4!. Kosten-Chandler, Ing- geris 1985. 11.. Rumania datang membawa pe- main piala dunianya. Negara Eropa Timur ini persepakbolaannya sangat maju. Bahkan klub sepakbola memecahkan rekor tersendiri menjuarai antar klub negara Eropa. Satu-satunya klub Eropa Timur yang berhasil. Sedang Brazil, rasanya semua penggemar sepakbola pasti mengetahui prestasi negara gila bola ini. Sekarang marilah kita tunggu hasilnya siapa yang akan memboyong piala berlapis emas itu. Mungkinkah akan terjadi ke- jutan. (Yana Suyana). Kf6xe4 Jika 11.... dxe4 12. Mxd8 13. Gxf6 Kxf6 14. Kxe4 Putih unggul. Pilihan lain yang juga menarik Penemu Teori Terbaik Mungkin juga akan meng- ganggu konsentrasi latihannya, sekaligus hal ini menurut pengamat tinju Syamsul Anwar bisa membunuh karier Azadin sebagai petinju profesional. Tapi menejemya Kumia Kartamuhari mengharapkan, Azadin tetap mengosentrasikan pikirannya pada latihan, semua akan disediakan Urusan diluar Olympic Gymnasium tempat Azadin berlatih akan diurus oleh Kurnia.. Sebagai figur menejer yang ber- tanggung jawab, setelah Azadin terlantar akibat ulah Boy sejak 4 Juni lalu, Kurnia telah mengusahakan pelatih Chochu Carrriorm tempat berlatih Olympic Gymnasium, apartemen, makan terjamin, uang saku ada terus, televisi, Video hingga telepon. Jadi Azadin tahunya tinggal latihan dan Ke halaman VIII adalah 14.... Kb4!? atau 14. Gb4!? 12. Kc3xe4 13, Md2xd8 14. Gg5xd8 15. Kb3-c5 Putih juga akan memperoleh konsepsi yang cukup dengan 15. Kd2!? f5 16. Kc4 f7-f5 15. 16. Bdl-d6 Untuk 16. Kd7!? Gxd7 17.Bxd7 Bf7 18. Bhdl Bxd7 19. Bxd7 Rf8 10. Rd2 Putih tetap unggul. 16........... 17.Bhl-dl 18. Gb5-d7 Jika 18. Bb6 Bf6 (18....Kf7 19. NO pay t d5xe4 Ge7xd8 Kc6xd8 1-1 t Rg8-f7 Rf7-e7 全全全全全 GC4) 19. Kd7 Bh6 kedudukan yang timbul sekarang tidak jelas. KENANGAN INDAH DI SINGAPURA: Hasil jepretan foto war- tawan surat kabar The Strit Times Singapura Albert Sim seperti terlihat pada gambar diatas merupakan kenangan indah bagi pemain-pemain kesebelasan nasional Yunior Indonesia ketika terjun dalam babak penyisihan grup VII kejuaraan sepakbola yunior dunia melawan tim Kejuaraan Nasional Tinju ke-6 th. 1986 yang berlangsung di GOR Saparua Bandung pada minggu terakhir bulan Juli, atau tepatnya dari tanggal 21 s/d 27 Juli telah berakhir. Sebanyak 121 petinju berjuang untuk meraih prestasi. Mereka dalam babak penyisihan terpaksa bertanding siang malam guna mengejar waktu. Dan kalau menyaksikan pertandingan dari partai ke partai pertarungan demikian panas. Tak sedingin udara dan penontonnya yang sam- pak babak semi final baru menem- pati sebagian Gelora. Sampai dengan finalpun Gelora yang berkapasitas 3.000 penonton tak dapat terpenuhi.. Namun rupanya pesertapun cepat tanggap, hal ini dikarenakan kurangnya publikasi, seperti yang dikatakan pelatih dari Semarang Mediono. la mengatakan tidak semua ekoran terbitan Jakarta memuat kegiatan ini, sehingga daerah lain sulit memperoleh infor- pecinta tinju didaerahnya dan juga masi petinjunya. Namun ini dimaklumi bahwa Pengda Pertina Jawa Barat yang baru dilantik sebulan yang lalu, sudah mendapat operan penyelenggaraan Kejurnas yang semula akan diselenggarakan di NTB(Nusa Tenggara Barat).Men- dadaknya Bandung sebagai penyelenggara ini sangat terasa oleh daerah-daerah, sehingga dalam mempersiapkan petinjunya tidak melalui pemilihan yang benar. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan Koko Pangaribuan yang mendampingi kontingen Jawa Timur beranggotakan 8 petinju dan tak satupun maju ke final. Ia hanya dapat mengatakan, "wah rusak, rusak "undangan demikian men- dadak. Ini rupanya merupakan alasan dari kedua Pengda Pertina yang tidak mengirimkan petinjunya dalam Kejurnas ini yakni Sumatera Barat dan Riau. Meski pihak Per- tina sampai dengan berakhirnya Kejurnas belum mengetahui alasan yang tepat seperti yang dikemukakan oleh Ketua Bidang Teknik PB Pertina Zulkaryono arifin. Namun demikian para pem- bina tinju yang sempat ditemui YMSF, berpendapat sama kalau Kejurnas kali ini paling meriah dibandingkan Kejurnas Kejurnas sebelumnya. bayangkan, ! Dari se- jumlah 27 Penda hanya 2 pengda yang tidak partisipasi. Sedangkan lainnya mengirimkan petinjunya, meski dalam jumlah yang kecil. Sumatera Utara (Juara Umum Kejurnas ke-5) mengirimkan petin- junya paling banyak dan sama dengan kontingen Irian Jaya 10 Lihat diagram, Terus menerus tertekan, akhirnya Hitam membuat kekeliruan. Bisa dicoba 18....Gd7 dan jika sekarang: a) 19. Kxd7 Kf7 20. Bb6 Bfc8 (20.... Bfd8 21. Kc5 Bxdl 22. Rxdl Kd6 23. Kxb7 dengan ide 23. .. Bb8?? 24. Kxd6 Putih menang. Jika 22.... Kd8 23. Kxb7 Bb8 24. Kd6 Putih unggul) 21. Bxb7 Kd6 22. Bb6 Kc4 23. Bb7 Kd6 dengan keseimbangan. b) 19. Bxd7 Rf6 20. Kxb7?! (Seharusnya 20. Bld6 posisi Putih baik) Kxb7?! (Semestinya 20 Kf7). 21. Bxb7 Bfd8 22. Bdd7 dengan keseimbangan. 19. Kc5xe6! 20. Ke6-c7 Gc8xd7 Gd7xa4 Dari Kejurnas Tinju Junior Di Bandung : Memberikan Harapan Lebih Baik petinju. Dari sejumlah tersebut, Irja berhasil menempatkan 3 petinjunya di babak final. Ia adalah Hengky Yerisetouw (layang) Nico Kiriar (Menengah ringan), dan Pontius Imbir (menengah). Dari ketiga petinju yang masuk final, Nico pal- ing beruntung, karena kelas ini hanya diikuti tiga petinju, dan men- dapatkan by hingga ia langsung masuk final. Tapi ketiganya tum- bang masing-masing oleh Djefri Dominggu (Sulut), Ricky Atanacio Soares (DKI Jaya), dan oleh Damanhur Siregar (Sumut). Sedangkan Sumut, sebagai juara umum yl. menempatkan dua petin- junya difinal. Dan semuanya memperoleh emas. Ia adalah Hen- drik Mangunsong (63,5 kg) memang angka atas petinju I. Gusti Suweca (Bali), dan Damanhur Siregar (75 kg) menang RSC dironde pertama atas petinju Irja. Kontingen Jawa Barat sebagai tuan rumah, mengirimkan jumlah kedua terbesar dengan sembilan petinju yang telah dipersiapkan selama sebulan ditangani, oleh ex. pelatih Pengda Pertina DKI Jaya. Sebenarnya sampai babak semifinal pembina-pembina tinju Jabar optimis dapat menempatkan paling tidak tiga petinjunya di final dari lima petinjunya yang masuk babak tersebut. Tetapi perhitungan tersebut rupanya tidak dilandasi oleh kekuatan lawan yang dalam segi teknik lebih unggul, yang akhir- nya harus menerima kenyataan bahwa hanya Simon Talla yang berhasil mencuri maju ke final di kelas terbang. lapun tumbang oleh petinju Jateng Pujo Ardianto dengan RSC dironde kedua, yang kemudian mendapat gelar petinju terbaik, dan sekaligus merupakan perolehan satu-satunya medali emas bagi kontingennya yang beranggotakan 6 petinju. Jatim mengirimkan 8 petinju, yang semuanya gagal kefinal, disusul Maluku dan Timor Timur (7), DKI Jaya sama dengan Jateng (6), Sulut, DIJ, Bali, Kaltim BTT (5), Aceh dan Sulsel (4) Lampung, Sulteng, Sumsel NTB, Kalteng (3), Kontingen Kalbar, Jambi, Kalsel, Bengkulu masing-masing (2) petin- ju, dan Sulawesi Tenggara paling kecil satu petinju. Dari sepuluh kelas yang dipertandingkan dikelas layang diikuti 19 petinju, layang (20) Terbang (15) Bantam (19) Bulu (14) Ringan (12), Walter ringan (9), Walter (5), Menengah Ringan (3) dan Menengah (4). Jika 20... Bc8 21. Bxd7+ Rf6 22. Ke8+ Putih menang. 21. Kc7xa8 22. Ka8-b6 Kd8-e6 Ga4-e8 Jika 22.... Gc6 23. Kc4 a4 24. Ke5 Putih menang. 23. Bd6-d5 24. Bd5xa5 25. Kb6-d5+ 26. Kd5-e3 Ge8-c6 Re7-16 Rf6-96 Hitam menyerah. Setelah 26....f4 27. Bd6 fxe3 28. Bxe6+ Bf6 29. Bxf6+ Rxf6 30. fxe3. (Kristianus Liem) Thailand, khususnya bagi Frans Sinatra yang terbang menyerbu bola melangkahi rekannya Erwin Yoyo untuk mendahului pemain Thailand Vinit Suwannang, Tim Yunior Indonesia muncul sebagai juara grup VII setelah mengalahkan Thailand 1-0, menang atas Singapura 3-0 dan bermain draw melawan Malaysia 0-0 Perkembangan yang merata. Mengamati malam final, dan pertandingan-pertandingan sebelumnya nampak adanya perkembangan yang merata di daerah. Sebanyak 121 petinju dari 25 Pengda, 13 Pengda berhasil menempatkan petinjunya di babak final. Paling banyak Irian Jaya dengan 3 petinjunya, menyusul DIY, Sulsel, Maluku, Sumut, Sulut, masing-masing (2), dan kemudian masing-masing 1 petinju, Jateng, Jabar, NTT, Tim-Tim, Aceh dan DKI Jaya. Disamping itu juga para pembina tinju menurut Zulkaryono Arifin, sadar bahwa untuk memperoleh petinju yang baik jalan satu-satunya melalui dengan pem- bibitan yang baik. Dan ini dinyatakan dalam kejurnas ini ham- pir semua Pengda mengirimkan. Sehingga menurutnya ada dua hal dapat dicatat yakni pertama dalam Negara yang pertama mengawali pemboikotan yaitu Nigeria tanggal 19 Juli yang akhirnya diikuti negara lain setelah pertemuan puncak di Zimbabwe. Karena pemboikotan besar besaran, POR yang tadinya akan mendatangkan keuntungan itu diambang kerugian finansial. Memang sangat disayangkan dengan kejadian ini, para atlet yang telah siap bertanding terpaksa gigit jari. Sedianya ada 2.420 atlek yang akan bertarung, karena boikot itu Akibat Boikot, Mutu Pesta Olahraga Persemakmuran Merosot Pesta Olahraga Negara-negara maka kehilangan 700 atlet Persemakmuran di Edinburgh diperkirakan kini tinggal sekitar diboikot oleh 31 negara, termasuk 1.665 saja yang berlaga. anggota besar seperti India. Jika dibandingkan dengan POR Dengan adanya pemboikotan maka Persemakmuran th 1982 di hilanglah kepercayaan jiwa Brisbane (Australia) yang diikuti 1.579, maka di Edinburgh lebih olahraga. Masalahnya olahraga banyak. dicampur adukan dengan politik. Pembukaan Pesta olahraga itu sepertinya pertarungan yang mencekam bahkan ada yang menyebutnya "Pertandingan Han- tu". Perkiraan semula pesta olahraga ini akan diikuti banyak peserta, karena negara anggota persemakmuran ada 58 negara. Asal mulanya dari pemboikotan adalah politik diskriminasi rasial yang terjadi di Arfika Selatan yang berlawanan dengan asas persa- maan martabat manusia, pondasi setiap masyarakat beradab di mana pun dewasa ini, menunjukkan kekejaman dan ketidakadilan. Alasan lain yang mendukung pem- boikotan itu karena Inggris menolak menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Afrika Selatan yang men- jalankan politik apartheid. Yustinus Lojor (Bali) mendesak Hengky Yaresetouw dan menang KO untuk maju ke final Halaman II Kata-kata selamat datang yang terpampang di lapangan Udara Edinburg, merupakan curahan hati dari penduduknya. Tampaknya seperti sia-sia, bahkan Edinburgh seakan-akan dikucilkan. Mimbar Persemakmuran ini merupakan sisa-sisa kejayaan Britania Raya masa lalu. Negara yang dijajahnya kebanyakan dari benua Asia serta Afrika. Sejarah kedua benua ham- pir mempunyai persamaan. Dari benua Asia hanya Singapura yang tak memboikot. Singapura mencela pemboikotan terhadap pesta olahraga itu, tetapi mendukung alasan pemboikotan. Dengan pemboikotan itu membawa resiko kepada masa depan pesta olahraga itu. Kemungkinan banyak negara lain yang akan enggan men- jadi tuan rumah pesta olahraga ini. Memang suksesnya pesta olahraga tergantung pada perkembangan politik masa datang. Dari hal itulah kini banyak menimbulkan pertanyaan, Laporan: Agus Purwadi bidang organisasinya terdapat adanya peningkatan dan kedua dalam bidang prestasi dapat dibanggakan. Para petinju telah menunjukkan semangat juang yang tinggi, sportivitas yang tinggi. Dari beberapa pembina yang sempat dihubungi YMSF seusai pertandingan final berpendapat serupa bahwa dunia tinju nasional kita mulai bergairah lagi. Hal ini dikarenakan berbagai sebab al. semenjak diselenggarakan PON yl, sangat besar sekali memotivasi pembina maupun petinjunya. Disamping itu, seperti yang dikatakan oleh Drs. Ismayana, juga dikarenakan dunia tinju prof yang semakin meningkat kegiatannya. Dengan segala kekurangannya maka dapat dikatakan bahwa Ke- jurnas Tinju Yunior ke-6 memberikan secercah harapan lebih baik bagi dunia tinju nasional dimasa mendatang. mengapa pesta olahraga selalu dicampur adukan dengan politik. Pertanyaan ini tak hanya dijawab oleh negara pemboikot POR Persemakmuran. Pertanyaan itu juga perlu dijawab, negara besar seperti Amerika Serikat dan Uni Sovyet. Ini mengingat kejadian pada Olimpiade di Moskwa dan Los Angeles. Kini kemurnian dari arti Olahraga sudah semakin pudar, bahkan akan semakin hilang. Inilah yang perlu dijawab oleh para ahli Olahraga. Kesedihan akibat pem- boikotan menimpa para atlet yang tak tahu tentang kebijaksanaan Ke halaman VI 20 Steve Cram tanpa saingan di pesta olahraga persemakmuran,