Tipe: Koran
Tanggal: 1996-03-02
Halaman: 01
Konten
Perintis Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wakil Pemimpin Umum/Redaksi/ Penanggung Jawab Wakil Pemimpin Redaks Penanggung Jawab Redaktur Pelaksana : K. Nadha K. Nadha ABG. Satria Naradha Widminarko Made Nariana B. Ashrama Redaksi: Djesna Winada, Surawan, Gde Nym. Suryawan, Made Sumendra, Gde Suyadnyana, K. Abinawa, Agus Talino, Nym. Wirata, Alit Susrini Kantor Redaksi: J. Kepundung 67A, Denpasar 80232. Telepon: 238582-238239, Fax: 227418 Teleks: 35191, Alamat Surat: P.O. Box: 3010 Denpasar 80001. Perwakilan Ball Post Jakarta, Bag. Iklan: Dinar Building Lantai III, Jalan Raden Saleh Raya No. 4, Jakarta 10430, Telepon (021) 390 3091, 390 3092. Bag. Redaksi Jl. Martapura 1B Telp. (021) 3905330. NTB: JI. WR Supratman 22A Telp. (0364) 32737. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 tanggal 24 Oktober 1985, Anggota SPS-SGP Penerbit: PT Bali Post SABTU UMANIS, 2 MARET 1996 Pangdam I/BB Minta Maaf *Perusakan Rumah di Medan Medan- Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Sedaryanto menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kwala Bekala, Jalan Jamin Ginting Medan atas terjadin- ya perusakan rumah penduduk dan ken- daraan yang dilakukan anggota ABRI Batalyon Kavaleri-6/Serbu. "Perusakan yang dilakukan anggo- ta ABRI Kamis (29/1) itu merupakan pelampiasan kemarahan, karena pelaku pembunuhan terhadap Praka Sukadi anggota Provos Kavaleri tidak ditemu- kan," tegas Panglima ketika ditanya pers seusai serah terima jabatan Kapol- da Sumut di Lapangan Benteng Med- an, Jumat (1/3) kemarin. "Tindakan para anggota Kavaleri itu salah sasaran, sehingga saya selaku pimpinan ABRI di wilayah ini memo- hon maaf kepada masyarakat yang sak- it hati atas terjadinya peristiwa terse- but," tutur Mayjen Sedaryanto. Panglima bersama para staf Kamis malam telah turun ke lokasi terjadinya perusakan untuk meredakan situasi dan kecemasan masyarakat Desa Kwala Bekala. "Kodam I/BB juga menurunkan tim untuk menginventarisasi kerusakan ru- mah dan warung penduduk, yang se- muanya akan diganti dan menjadi tang- gung jawab Kodam. Penduduk yang (Bersambung ke Hal 15 Kol 9) ISSN 0852-6515 Harian untuk Umum Bali MILI MONUMEN PERS SURA Post Pengemban Pengamal Pancasila HARIAN PAGI TERBIT 16 HALAMAN ASEM ASEM ASEM Bali Post/AFP JABAT TANGAN - Para pemimpin Asia dan Eropa saling berjabatan tangan silang seusai pembukaan KTT Asia-Eropa (ASEM) di Bangkok, Jumat (1/3) kemarin. Presiden Soeharto berada pada barisan nomor 11 dari kiri. Menurut rencana KTT itu berakhir Sabtu (2/3) ini. Pengganggu Stabilitas tidak akan Ditoleransi Bandung- Kepala Staf Angkatan Darat (Kas- ad) Jenderal TNI Hartono mengata- kan, sebagai salah satu komponen pencipta stabilitas politik, pihaknya tidak akan mentoleransi tiap gang- guan terhadap stabilitas keamanan. "Kalau ternyata mengganggu sta- bilitas tidak akan kita toleransi," ka- tanya di Bandung, Jumat (1/3) ke- marin menanggapi munculnya berb- agai kasus seperti di Jawa Timur, Medan, dan Palembang. Kasad berada di Bandung melan- tik Brigjen Sang Nyoman Suwisma menjadi Komandan Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD menggan- tikan Brigjen Rizal Nurdin. Brigjen Suwisma sebelumnya Ko- mandan Korem 043/Gatam Lam- pung, sedang Brigjen Rizal Nurdin akan menjabat Kasdam I Bukit Bar- isan. Sejumlah Peristiwa muncul di be- berapa daerah akhir-akhir ini seperti beredarnya gambar partai terlarang di Jawa Timur, pembakaran gardu PLN di Palembang dan kerusuhan di asrama Kavaleri di Medan, cukup meresahkan masyarakat. Lebih lanjut Kasad mengemuka- kan, PKI sebagai bahaya laten bisa bangkit dan muncul di mana dan ka- pan saja dalam bentuk apa saja. Oleh karena itu, katanya, munafik bila ada pihak yang mengatakan PKI bukan bahaya laten, orang-orang yang ber- pandangan seperti itu perlu diikuti dan ditelusuri. Menyinggung masalah di Jatim Kasad mengatakan, pihaknya masih memantau dampaknya. "Kita tidak akan pernah membiarkan upaya yang mengganggu stabilitas keamanan," tegasnya. Habisi Preman Mengenai kerusuhan di asrama kavaleri Medan, Kasad menegaskan, akan menindak tegas oknum TNI AD yang jelas melanggar aturan. Namun, katanya, pihaknya juga akan men suri mengapa oknum TNI AD itu menjadi beringas. "Mungkin juga perbuatan mereka itu disebabkan adanya tekanan dari para preman," katanya. Karena itu ia mengharapkan, pre- man-preman segera dibersihkan. "Habisi preman, habisi preman, itu sejak dulu sudah saya katakan kare- na selalu rakyat yang terkena damp- aknya," katanya. (ant) Boeing 737 Tabrak Gunung, 123 Tewas Arequipa - Semua penumpang dan awak berjumlah 123 orang pada pesawat Boeing 737 tewas setelah pesawat tersebut menabrak gunung saat ber- langsung hujan badai di wilayah selatan Peru, Kamis petang (29/2). Pesawat milik maskapai penerbangan setempat, Faucett, sebel- umnya dinyatakan hilang selama 55 menit dalam penerbangan 1.000 km dari Lima, ibu kota Peru, ke Arequipa. Para petugas mengatakan, tidak seorang pun ditemukan hidup ketika terlihat reruntuhan pesawat berserakan dalam jurang dekat jalan raya, delapan kilometer dari Arequipa. "Seorang pilot lain yang tinggal landas dari Arequipa dilaporkan melihat sayap kiri Boeing itu terbakar beberapa saat sebelum pesa- watnya menghilang," kata seorang ahli teknik di menara pangawas Bandara Arequipa. "Pesawat terbakar, pesawat terbakar," terdengar suara pilot le- wat siaran radio, Hujan badai masih mengamuk ketika beberapa helikopter dan satuan-satuan SAR bergegas ke lokasi musibah yang berbukit, tem- pat pesawat itu jatuh. Jurubicara Faucett, Jorge Acuna mengatakan, pilot pesawat yang naas itu kehilangan kontak dengan menara lalu lintas udara ketika menurun lima menit sebelum pendaratan. Ia tidak menjelaskan kesu- litan yang sedang dihadapinya. Sumber-sumber yang mengetahui mengatakan, pesawat itu mem- belok dari arahnya dan memasuki daerah gunung berapi yang berba- haya ketika turun. Sementara itu pihak perusahaan dan pengelola Faucett sedang mengadakan pertemuan untuk membahas masalah tersebut di mar- kas besarnya di Lima. Rekan dan sanak famili korban, yang kebanyakan dari mereka menangis, berkumpul di Bandara Arequipa dan Bandara Lima. Pesawat itu dijadwalkan mendarat di Arequipa pukul 08.20 malam (01.20 GMT). (ant/afp) Bali Post HARI INI • Atasi Kemacetan, Uji Coba Lalin di Kuta............... Di Tengah Ancaman 10.000 Pengunjuk Rasa Pemimpin Perusahaan Sekretaris Umum Manajer Iklan Manajer Sirkulasi Bagian Iklan ABG. Satria Naradha Retno Endah Sada Kariawan, Kariadi : Suryantha, Oka Wipraja Jl. Kepundung 67 A, Denpasar 80232 Bagian Iklan Telepon: 225764 Fax: 227418 Teleks: 35191 Senin s.d. Jumat 08.00 -19.00 Sabtu 08.00-13.00 Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan: Iklan Mini: minimal 2 baris makimal 10 baris, perbaris Rp. 5.000 Iklan Umum: Rp. 6.000 per mimk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp. 5.000 per mmk. Iklan Warna: 1 warna Rp. 6.500, 2 warna Rp. 8.500, 4 warna Rp. 9.500 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 19.00. Bagian Langganan/ Pengaduan Langganan : Jl. Kepundung 67 A, Denpasar 80232, Telepon: 225764 Pager Telepon: 139, 234139. Fax: 227418. Harga Langganan: Rp 12.000 sebulan. Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 700. Terbit 7 kali seminggu. Rekening BRI Denpasar Rekening BDB Denpasar Rekening BCA Denpasar Rekening Bank Aken Denpasar Rekening Bank Seri Partha Rekening BUN Denpasar : 31-45. 1065.4 :173.804 : 040-30-07061-8 900601028 : 0274000384 : 071 000567.7 NOMOR 192 TAHUN KE-48 Oposisi Punya Peluang Kalahkan Paul Keating * Pemilu Australia Berlangsung Sabtu Ini Canberra - Perdana Menteri Australia Paul Keating yang terseok-seok di belakang lawannya (kubu konservatif) selama lima minggu masa kampanye mendapat an- gin segar, Jumat (1/3) kemarin, ketika sebuah poll kunci menempatkan dirinya sejajar dengan sang lawan. Na- mun hasil akhir, ditentukan pada pemilu yang berlang- sung Sabtu (2/3) ini. Morgan Poll menunjukkan, Partai Buruh yang memerintah telah menutup kesenjangan hasil poll sepanjang tahun terhadap koalisi Partai Liberal dan nasion- al, dengan perolehan masing- masing 50% pendukung. Tetapi pusat pengkajian Mor- gan mengatakan, kubu oposisi masih memiliki peluang untuk memenangkan pemilu dengan angka tipis. "Persaingan dalam pemilu akan berjalan ketat di seluruh negara. Tetapi pihak koalisi karena menang di sejumlah wilayah pemilihan marjinal yang menentukan akan memenang- kan pemilu," demikian pern- yataan Morgan. Serangkaian poll terkemuka yang diterbitkan Jumat lampau Partai Buruh ditempatkan di be- lakang lawan, ketinggalan antara 6 sampai 13%. Pemimpin oposisi John Howard mengingatkan, kemenan- gan dalam poll tidak menjamin kemenangan dalam pemilu. Pe- merintah Buruh yang telah berkuasa selama 13 tahun, menu- rutnya, masih bisa muncul se- bagai pemenang. "Persaingan berjalan amat ketat," ujarnya. "Kita menghadapi pemilih yang mudah berubah pendirian, masih terdapat banyak orang yang belum menentukan sikap sampai mereka memasuki tempat pembe- rian suara. Saya tidak membuat perkiraan apa-apa," katanya. Yakin Menang Keating yang selalu menolak validitas poll, masih tetap yakin akan memenangkan kepemimpinan enam tahun ber- turut-turut yang bersejarah bagi Partai Buruh. masa "Saya yakin kami akan menang karena pada saat rakyat datang ke TPS mereka akan ber- paling kepada pemerintah yang telah berhasil mengembalikan Australia pada posisi yang paling (Bersambung ke Hal 15 Kol 1) Naik 17,7 Persen, Realisasi PM Thailand Buka Pertemuan ASEM Pembayaran Utang 1995/96 Bangkok - Para pemimpin 10 negara Asia dan 15 negara Eropa plus Presiden Komisi Eropa (KE) mengawali pe- rembukan dua hari mereka dalam KTT Asia-Eropa (ASEM) di Bangkok, Jumat (1/3) kemarin, pukul 09.30 waktu setempat, guna meningkatkan hubungan ekonomi di antara kedua sentra pertumbu- han tersebut. Pertemuan dibuka resmi PM Thailand Barnharn Silpa-archa di tengah-tengah ancaman unjuk rasa oleh sekitar 10.000 aktivis hak asasi manusia (HAM) dan berbagai kel- ompok lokal seperti petani Thai yang hendak memanfaatkan keha- diran lebih 2.000 wartawan. Namun, banyak pihak meragu- kan kemungkinan terlaksananya ancaman tersebut mengingat loka- si pertemuan relatif sudah diisola- si para petugas keamanan. Pusat Konvensi Nasional Ratu Sirikit (QSNCC) tempat berlang- sungnya ASEM agak terpencil se- hingga menyulitkan puluhan ribu pengunjuk rasa masuk tanpa diket- ahui, selain telah disiapkan pula pasukan dari unit-unit khusus un- tuk menjaga keamanan para peser- Lena Hjelm-Wallen (Swedia), PM ta pertemuan. John Major (Inggris), serta Pres- iden KE Jacques Santer. Peserta ASEM dari kubu Asia kali ini adalah Sultan Hasanal Bolkiah (Brunei Darussalam), Presiden Soeharto (Indonesia), PM Mahathir Mohamad (Malaysia), Presiden Fidel Ramos (Filipina), PM Goh Chok Tong (Singapura), PM Barharn Silpa-archa (Thai- land), Presiden Vo Van Kiet (Viet- nam), PM Ryutaro Hashimoto (Jepang), Presiden Kim Young Sam (Korsel), PM Li Peng (Cina). Dari kubu Eropa, Kanselir Franz Vranitzky (Austria), PM Jean-Luc Dehaene (Belgia), Men- lu Niels Helveg Petersen (Den- mark), PM Paavo Tapio Lipponen (Finlandia), Presiden Jacques Chirac (Prancis), Kanselir Helmut Kohl (Jerman) dan Mendagri Apostolos-Athanassios Tsochat- zopoulos (Yunani). Selain itu, masih ada PM John Bruton (Irlandia), PM Lambeto Dini (Italia), PM Jean-Claude Juncker (Luxembourg), PM Wim Kok (Belanda), PM Antonio Gu- terres (Portugal), Menlu Carlos Westerndorp (Spanyol), Menlu Ny. Agenda ASEM yang baru pertama kali diadakan tersebut tidak memiliki agenda pembicaraan yang ber- struktur ketat sehingga para peser- ta dapat mengangkat isu apa pun yang dikehendakinya sepanjang isu dimaksud menyangkut kepentin- gan bersama. Perkembangan selanjutnya menunjukkan, kubu Asia berada di atas angin dengan kesepakatan bahwa isu-isu tak relevan atau sen- sitif sebaiknya dihindari dan pem- bicaraan dikonsentrasikan pada hal-hal yang menyangkut kepent- ingan bersama terutama di bidang ekonomi. ASEM bukan forum konfronta- si sehingga isu-isu rawan akan di- hindarkan. Pernyataan Santer tersebut ke- luar tak lama setelah kubu Asia sebelumnya menggalang kesepa- katan bulat guna menolak tiap us- aha kubu Eropa mengangkat hal- hal yang tak konstruktif, terutama tentang Timtim. "Eropa datang ke Bangkok un- tuk kerja sama bukan konfrontasi," kata Santer. Sumber-sumber pertemuan juga menyatakan, rancangan doku- men akhir pertemuan yang berben- tuk Chairman's Statement juga akan menegaskan, kedua pihak akan selalu sepakat untuk men- jalankan hubungan mereka pada kebijakan tak saling intervensi dalam masalah-masalah dalam negeri masing-masing. Indonesia sejak awal selalu menyatakan bahwa apa yang dise- but isu Timtim adalah sepenuhnya masalah dalam negeri. Namun, sumber-sumber tadi melanjutkan sangat mungkin pihak Eropa masih akan berusaha me- modifikasi kalimat tersebut dengan merujuk pada frase yang berbunyi berdasarkan prinsip-prinsip dan kewajiban yang disetujui secara internasional. Penambahan Anggota Sementara itu dalam soal pe- nambahan anggota, kemungkinan besar hanya India, negara besar di Asia Selatan, yang bisa menjadi (Bersambung ke Hal 15 Kol 3) Perpustakaan Unud Terbakar, Puluhan Ribu Buku Hangus * Diduga akibat Sabotase Ball Post/070 TERBAKAR Dua petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan kobaran api (atas), semen- tara para mahasiswa berhasil mengamankan sejum- lah buku dari jilatan si jago merah. Denpasar (Bali Post) - Perpustakan Unud yang berlokasi di Jalan Sudirman Denpasar, Jumat (1/3) kemarin, sekitar pukul 13.30, terbakar. Puluhan ribu buku, skripsi, jurnal, majalah, serta sejumlah dokumen penting dan peralatan komputer ludes akibat amukan si jago merah sela- ma sekitar dua jam. Api baru berhasil dijinakkan petugas pemad- am kebakaran Kodya Denpasar- melibatkan 4 unit mobil PMK (Pemadam Kebakaran) dengan 20 petugas-sekitar pukul 15.30. Berkat kesigapan sejumlah pegawai dan mahasiswa Unud, sekitar 50 persen inventaris perpustakaan berhasil diselamatkan. Namun, sampai berita ini diturunkan, besarnya kerugian belum bisa dipastikan. Sumber di TKP menyebutkan, kobaran api bermula dari ke- bakaran kecil yang terjadi di lantai bawah tepatnya di ruangan teknis. Api itu berhasil dipadamkan oleh Kepala Perpustakaan Unud I Gusti Nyoman Tirtayasa. Selang 30 menit, tiga orang pegawai setempat-masing- masing Gusti Ngurah Suparsa, Gusti Ayu Suseni dan Nyoman Nada dikejutkan suara ledakan di lantai II. Mendengar suara ini, Suparsa yang saat itu berada di CD room lantai II, langsung menuju sumber ledakan dan sempat kaget melihat ruang perpus- takaan telah dipenuhi kepulan asap menyusul kobaran api. Dalam waktu singkat puluhan ribu buku hangus berikut barang- barang yang mudah terbakar. Suasana pun makin gaduh dan para pegawai perpustakaan serta puluhan mahasiswa terlihat panik dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Satpam Unud, untuk selanjutnya menelepon Dinas Pemadam Kebakaran Kodya Denpasar. Sekitar sepuluh menit kemudian, petugas pemadam dengan dua unit mobil PMK tiba di lokasi. Namun petugas kewalahan karena persediaan airnya habis. Selanjutnya, petugas mening- galkan lokasi dan segera mengisi tangki dari hydran yang ada persis di depan kampus Unud. Di tengah kepulan asap yang kian membubung tinggi akibat terpaan angin, sejumlah mahasiswa turut membantu mengaman- (Bersambung ke Hal 15 Kol 2) Rudini: Belum Memungkinkan, Pemilu Dilaksanakan Rakyat 2 • Aksi Jambret Kambuh lagi di Gianyar... 3 Pernyataan Wantim Golkar NTB Dinilai tak Etis..... Tersangka Pembobol Bank Panin Bertambah Seorang.......5 Berakhir, Kepungan atas Kota Sarajevo...... .4 .6 Jakarta - .8 .11 • Dewa Putu Lendra "Menggugat" Wayang... • Presdir Astra: Inpres 2/96 Pacu Persaingan... Denpasar makin Mahal Dalam usianya yang makin tua, Denpasar makin memantapkan diri sebagai kota multifungsi. Masyarakatnya makin heterogen dan permasalahan pun makin kompleks. Bukan saja pemerintah yang merasakan tantangan, masyarakatnya pun makin tertantang untuk dapat bertahan. Masyarakat menengah ke atas mungkin tak ada kesulitan. Na- mun bagi masyarakat menengah ke bawah, suasana Denpasar dirasakan sudah makin menjepit. Harga-harga makin me- langit, dan Denpasar makin mahal. Ikuti laporan BPM yang menyoal keseharian Denpasar. Ikuti pula rubrik tetap lainnya. Bali Post Minggu bukan hanya menyajikan berbagai tulisan menarik buat keluarga, tetapi juga informasi aktual yang terjadi hingga Sabtu malam. Baca BPM Besok Mantan Menteri Dalam Negeri Jen- deral (Purn) Rudini menyatakan, pemi- lihan umum (pemilu) dilaksanakan oleh rakyat untuk saat ini belum bisa terwu- jud. Sebab, menurutnya, MPR telah me- netapkan pemilu dilaksanakan oleh Presiden sebagai Mandataris MPR. "Pendapat Pak Nas itu tidak salah, sekarang terserah MPR. Namun hal itu be- lum memungkinkan karena hingga kini MPR menetapkan pemilu dilaksanakan oleh Mandataris MPR yakni Presiden," kata Rudini, di Jakarta, Jumat (1/3) ke- marin, menanggapi pernyataan Pak Nas. Pak Nas, panggilan akrab AH Nasu- tion, pada kuliah umum di Fakultas Hu- kum, Universitas Indonesia (UI) Depok, Kamis (29/2) lalu, menyatakan pemilu seharusnya dilaksanakan oleh rakyat, melalui organisasi peserta pemilu (OPP) agar mencerminkan kedaulatan rakyat yang sesungguhnya. Perlu Perbaikan pemilu. Rudini yang kini menjabat Ketua Lembaga Pengkajian Strategis Indone- sia (LPSI) tidak berani menyatakan apa- kah MPR sudah mampu untuk membuat ketetapan bahwa pemilihan umum se- mestinya dilaksanakan oleh rakyat. "Masih perlu didalami lagi masalah- nya, tetapi mungkin di masa datang. Sementara ini biar saja seperti ini, teta- pi perlu dilakukan perbaikan-perbai- kan," katanya. Perbaikan itu misalnya, kata Rudi- ni, aparat pemerintahan yang bertugas dalam kepanitian pelaksana pemilu seperti dalam Lembaga Pemilu Umum (LPU), Panitia Pemilihan Indonesia (PPI), Panitia Pemilihan Daerah (PPD) I dan II, juga Panitia Pengawas Pelak- sana Pemilu (Panwaslak) di tingkat pu- sat hingga daerah tidak terlibat dalam upaya pemenangan salah satu OPP saat bertugas sebagai panitia pelaksana ran bahwa aparat birokrasi pelaksana Ia menambahkan, perlu dibuat atu- pemilu tidak boleh kampanye untuk Golkar misalnya atau ikut kegiatan-keg- iatan yang berusaha memenangkan OPP tersebut, saat bertugas sebagai pelaksa- na pemilu. Ia memberikan suara untuk Golkar misalnya, hanya pada saat memilih di tem- pat pemungutan suara (TPS) bukan pada saat bertugas sebagai panitia pelaksana. Namun itu pun sulit karena Menteri Pen- erangan yang juga ditugaskan di LPU dan PPI adalah juga Ketua Umum Golkar," kata Rudini sambil tertawa. Moralitas Panglima Rudini juga sependapat dan men- dukung pernyataan Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam) Jenderal (Purn) Edi Sudradjat saat membuka Kursus Singkat Angkatan (KSA) VI di (Bersambung ke Hal 15 Kol 5) Jakarta (Bali Post) - Realisasi pembayaran bunga dan cicilan utang tahun anggaran 1995/96 diperkira- kan mencapai Rp 21.434,5 milyar atau 17,7 persen lebih tinggi daripada anggaran yang disediakan. Menteri Keuangan Mar'ie Mu- hammad mengatakan hal itu dalam rapat paripurna DPR membahas RUU tentang Perubahan atas APBN 1995/96 yang dip impin Wakil Ketua DPR Soerjadi, di Jakar- ta, Jumat (1/3) kemarin. "Peningkatan anggaran itu, selain dis- ebabkan meningkatnya perkiraan realisasi pembayaran utang dalam negeri, juga dis- ebabkan lebih tingginya perkiraan realisa- si pembayaran bunga dan cicilan utang luar negeri," katanya. Dalam penjelasan pemerintah, Menkeu mengatakan, realisasi pembayaran utang dalam negeri 1995/96 diperkirakan jauh lebih tinggi dari anggaran yang disediakan dalam APBN, yaitu mencapai Rp 1.779,1 milyar. Hal itu disebabkan lebih tingginya re- alisasi pembayaran utang dalam negeri, terutama berkaitan dengan pengembalian kelebihan penyetoran laba bersih minyak (LBM) dan kelebihan setoran hasil opera- si Pertamina tahun anggaran 1993/94, yang seluruhnya mencapai Rp 1.528,4 milyar. Sementara itu lebih tingginya pembaya- ran bunga dan cicilan utang luar negeri teru- tama disebabkan adanya percepatan pembaya- ran (prepayment) sebagian pinjaman luar negeri yang berasal dari badan-badan multi- lateral yang memiliki tingkat bunga tinggi. Tindakan ini didukung pembiayaannya dari bagian pemerintah atas hasil penjua- lan saham PT Telkom dan PT Timah di bursa saham internasional. Percepatan pembayaran itu, menurut Menkeu, merupakan upaya agar kewajiban pembayaran bunga dan cicilan utang luar negeri di masa datang dapat dikurangi, se- hingga pada gilirannya akan lebih meman- tapkan kondisi neraca pembayaran. Menkeu juga mencatat, realisasi pen- geluaran rutin lainnya pada periode sama diperkirakan Rp 2.116,5 milyar atau men- ingkat tiga kali dibanding anggaran yang semula disediakan. Hal ini terutama untuk menampung pembiayaan jasa pemeriksaan pra-penga- palan yang dalam tahun-tahun anggaran sebelumnya ditampung dalam anggaran pembangunan. Pembiayaan tersebut juga digunakan untuk mendukung berbagai program pem- biayaan lain, seperti biaya pos dan giro, biaya bebas porto dan biaya persiapan penyelenggaraan Pemilu tahun 1997, demikian Menkeu. (ant) Pariwisata dan Konsep "Tri Hita Karana" (2-Habis) Cari Ketenangan, justru Stres Iman KUTA sebagai aset pariwisata Bali tidak habis-habisnya disorot. Pergesekan pergaulan antarbangsa dikhawat- irkan melunturkan bu- daya tradisional. Mam- pukah Kuta memper- tahankan jati dirinya? Bagaimana letak mer- ajan/sanggah, susunan ruangnya dan fungsin- ya, apakah masih tetap mengacu pada konsep Tri Hita Karana. Sejumlah pertanyaan tadi dilontarkan Bupati Badung Alit Putra dalam seminar sehari di ruang Teratai Bappeda Badung, Kamis (29/2). kan pada tempat utama -hulu pekarangan. Or- ang Bali berkeyakinan, letak merajan/sanggah mengarah pada terbit- nya matahari atau arah gunung (timur atau bar- at). Hanya 5,9% yang menyatakan letak mera- jan disesuaikan dengan jalan seperti di Dalung, dan 4,5% tidak tahu. Dikatakan, letak dan fungsi merajan dan sanggah yang merupa- wewidangan I Gst. Gede Purwa Sudarta Parahyangan juga tidak mengalami perubahan. masyarakatnya rendah. "Warga Perubahan hanya terjadi pada bentuk Mengwi banyak yang menjadi tukang fisik dan kelengkapan bangunan. Hal dengan bayaran minimal Rp 8.000 per ini menunjukkan adanya keyakinan hari," ujarnya seraya mempertanya- kuat orang Bali bahwa pemerajan/sang- kan, apakah ini yang dikategorikan gah adalah tempat ber-stana-nya Ida berpendapatan rendah. Belum lagi Shanghyang Widi Wasa dan para lelu- yang bekerja sambilan seperti ikut hur yang telah disucikan. dalam sekeha tektekan yang pentas rutin di Taman Ayun dengan penghasi- lan per hari Rp 5.000. Daripada Kuta, Mengwi masih rendah," papar Suar- tha seraya menambahkan itu hanya perbandingan. Ni Wayan Sri Suprapti Jawaban atas pertanyaan tadi diharap kan bermanfaat dalam menentukan ke- bijaksanaan mengantisipasi era global yang ditandai ciri keterbukaan dan tun- tutan kebebasan yang kian marak. Alit Putra tidak memungkiri, seba- ran bangunan perumahan di berbagai kawasan tidak merata. Lahan sawah kini banyak berubah fungsi menjadi lahan beton. Alih fungsi lahan di Kuta selama 1990-1994 mencapai 402 hektar. "Ban- yak bangunan dijadikan art shop kare- na kepentingan ekonomi," ujarnya. Perumahan yang sebelumnya le- taknya sesuai bangunan khas Bali yang didasari konsep Tri Hita Karana, kini banyak beralih fungsi disertai peruba- han bentuk dan jenis bangunan. Bah- kan, perubahan tersebut tidak lagi hor- izontal tetapi juga mengarah ke ver- tikal dengan menempatkan tempat ibadah di tingkat atas. Perubahan tersebut, menurut Alit Putra, justru dipicu oleh adanya interaksi antara masyarakat dan wisatawan yang me- miliki latar belakang sosial, ekonomi dan budaya yang berbeda. "Interaksi ini mempercepat terjadinya perubah- an tersebut," katanya. Penelitian ini dilakukan di Banjar Jaba Jero dan Basangkasa (Kelurahan Kuta), Dalung (Banjar Munggu dan Tegaljaya) dan Buduk (Tengah dan Pengembungan) dan Desa Mengwi (Banjar Pande, Delod Bale Agung) den- gan mewawancarai 1.962 KK beraga- ma Hindu, termasuk migran yang meru- pakan orang Bali beragama Hindu yang berasal dari luar Badung. Ketua Fraksi Karya Pembangunan Oka Suwetja, S.H. menilai, justru hal ini merupakan kelemahan tidak menggambarkan keseluruhan migran-karena yang di- wawancarai hanya migran orang luar Ba- dung yang nota bene masih orang Bali. Drs. I Gusti Murjanayasa, M.S. me- nilai, untuk wilayah yang relatif dekat, Pemakalah dari Fakultas Ekonomi justru pendatang yang masih berasal dari Universitas Ngurah Rai Denpasar, Bali ke Kuta cukup dominan. Kesenjan- Drs. Nyoman Suartha, M.S., Drs. I gan ekonomi, fasilitas dan daya tarik Gusti Murjanayasa, M.S., Ni Wayan Kuta menyebabkan terjadinya migrasi Sri Suprapti, S.E. MSI, dan I Gusti penduduk menuju kota yang fasilitasn- Gede Purwa Sudarta, S.E. juga men- ya lebih baik. "Kuta kan ibarat gula, sia- gamati adanya perubahan bentuk dan pa tahu dengan mengadu nasib ke Kuta fungsi bangunan di lingkungan peru- penghasilan lebih baik," katanya. mahan dari warga yang diteliti. Pe- Keadaan ini akan mengubah penghidu- rubahan tersebut akibat meningkatnya pan mereka. Selain membawa materi ke pendapatan masyarakat, baik secara daerah asal, mereka bisa membawa langsung maupun tidak langsung yang gagasan pembaruan ke desanya. mendapat imbas pariwisata, pertanian, Murjanayasa menyatakan, letak ban- perdagangan, transportasi dan jasa. gunan, susunan dan fungsi ruang tetap Rata-rata penduduk Kuta kini penda- mengacu pada konsep Tri Hita Kara- patan per kapitanya di atas Rp 4 juta. na. Mayoritas 1962 warga yang diteliti Tak pelak Kades Mengwi sempat di Dalung, Kuta, Buduk dan Mengwi protes ketika dinilai pendapatan (89,2%) memahami merajan ditempat- kan Kesimpulan peneliti itu mendapat sanggahan Sedana dari PHDI Badung. Dia melihat kini mulai ada perubahan keseimbangan bangunan rumah tradi- sional, baik karena keterbatasan lah- an maupun ekonomi yang sudah mem- baik. "Sangat disayangkan banyak bangunan mewah dengan tempat suci yang mungil," katanya seraya menun- jukkan kenyataan tersebut dilihatnya di Kuta. Padahal, konsep Tri Hita Karana menekankan letak bangunan dalam lingkungan perumahan dise- suaikan dengan arah mata angin guna terciptanya keseimbangan untuk men- capai kebahagian hidup. Pola keseim- bangan yang semula diharapkan mam- pu menciptakan ketenangan justru menimbulkan stres iman, karena ketidakseimbangan bangunan peru- mahan dengan merajan/sanggah. Jika perubahan bangunan suci lebih baik, menurut pengurus PHDI Badung, mencerminkan emosi keagamaan makin baik. Misalnya bangunan bert- ingkat, sanggah diletakkan di atas. Oka Suwetja, Ketua F-KP DPRD Badung mengharapkan perlunya upaya untuk mengatur kelestarian bangunan agar mampu menunjukkan motif Bali dan mengacu konsep Tri Hita Karana. Para peneliti tidak mengingkari adanya perubahan tersebut. Namun bagi penduduk asli, dia melihat, letak, ukuran dan fungsi bangunan belum mengalami perubahan. Menurutnya, ketiga hal tersebut sulit diubah meng- ingat awal pendiriannya disertai hitun- gan hari baik melalui konsultasi den- gan pemimpin umat atau ahli ban- gunan. "Jadi perubahan letak, ukuran (Bersambung ke Hal 15 Kol 6) 4cm
