Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

​
Nama: Bali Post
Tipe: Koran
Tanggal: 1996-03-02
Halaman: 07

Konten


2 Maret 1996 AS anan PBB, yang Kamis menyetu selama empat bu- erakhir. Resolusi kan penempatan num yang disetu- r Velayati, dalam akan bahwa Iran ilitas di wilayah musul kompromi Tajikistan yang ukan setelah ter- ant/rtr) ris yang terbakar di Filipina untuk M/V Saga Fjord, di dekat pantai a sejak hari Se i) ang menyajikan ektif kini makin erbaiki citra Is- Nur Ahmad Fa- alifornia di Los ram Pascasarja- mis. (ant) catan a Israel berurusan den- Palestina dan kan pemerintah emua tindakan, erlu militer, un- Hak seorangpun alestina diper- awa senjata," man Israel terma- erbatasan Tepi Demerintah Pal- gambil tindakan itan Hamas set- bunuh diri ter- salem dan pos Israel. na telah me- 50 aktivis Islam kan bahwa pi- wita semua sen- memiliki izin btu. 1.500 anggota er-sumber Pal- annya itu Ha- arannya itu se- atan emas bagi ntuk melepas- Jua pihak dari adinya perang h. menanggapi lang akhir pe- itu, brigade s melakukan siapa saja di ata pernyataan CC MPI U i 8 Sabtu Umanis, 2 Maret 1996 Harian untuk Umum Bali Post Pengemban Pengamal Pancasila Terbit Sejak 16 Agustus 1948 Tajuk Rencana Masalah Kurangnya Promosi Pariwisata Bali MASALAH promosi pariwisata Bali di luar negeri, khususnya Jepang, kembali mencuat dan dinilai kurang. Adalah Makiko R. Iskandar, pengusaha biro perjalanan, yang banyak tahu situasi pasar pariwisata Jepang untuk Bali, mengungkapkan bahwa promosi pariwisata Bali di Jepang kurang sekali. Dia menyampaikan keheranannya mengapa pemerintah daerah propinsi lain justru sering tampil berpromosi secara besar-besaran di berbagai kota di Jepang, sementara Bali tidak. Sehari sebelum berita itu muncul, koran kita juga mengabarkan tentang promosi pariwisata Bali di luar negeri, khususnya sektor pasar Eropa. Terbetik bahwa belasan manajer hotel bintang di Bali melawat ke berbagai kota Eropa untuk berpromosi dengan menghadiri berbagai acara bursa pariwisata internasional yang berlangsung secara berturut-turut pekan-pekan ini di Amsterdam, Paris, Zurich, Milan, dan Berlin (Bali Post, 29/2). Pengusaha pariwisata di Bali yang ingin memperkuat pangsa pasar Eropa, jarang melewatkan bursa-bursa bergengsi itu. Dari kedua berita itu kita bisa mendapat, gambaran tentang situasi dan kondisi pro- gram promosi pariwisata Bali di luar negeri. Berita pertama jelas mengungkapkan bahwa promosi pariwisata Bali di Jepang kurang sekali, sedangkan berita kedua mengisyarat- kan gesitnya kalangan industri pariwisata Bali mempromosikan Bali di Eropa. Jika kita melakukan sale promotion, bisa saja bahkan seharusnya memang begitu. Image promotion buat Bali sebetulnya sa- ngat mendesak dilakukan, apalagi destinasi Bali sering menjadi bulan-bulanan penilaian negatif di luar negeri, mulai dari isu kolera, malaria, sampai dengan suap dan krimi- nalitas. Masalah-masalah tersebut sangat sensitif di telinga calon wisatawan. Betapa pun tidak berdasarnya isu-isu negatif tersebut, sekali meletup ke permukaan, pengaruhnya buat minat wisatawan untuk tidak berlibur ke Bali sangat besar. Banyak keuntungan jika Bali, dalam hal ini pihak pemerintah, bisa melakukan image promo- tion. Selain untuk menangkal berbagai isu negatif yang tidak berdasar, image promo- tion itu bisa dijadikan media untuk mema- merkan berbagai perubahan yang terjadi di Bali. Dalam penjelasan tentang perubahan- perubahan tersebut bisa ditegaskan bahwa Bali tetap bisa meles-tarikan potensi-potensi kulturalnya yang sudah cukup tersohor. Slide atau film tentang hotel mewah, jalan mulus, kendaraan wisata berkualitas, pemandu profesional, bisa disuguhkan bersamaan dengan panorama alam pantai atau pedesaan yang asri, seni lukis yang indah, tari-tarian yang menarik, serta praktik-praktik kehidupan tradisional yang harmonis. Bali Post MAR Penjurusan Pendidikan Pascasarjana Untuk ke dalam Balí, promosi citra itu bisa menggembirakan para pengusaha pariwi- TEMA-TEMA baru yang paling dominan dalam perbincangan mengenai yang dipelajari sebelumnya di sata. Pengusaha-pengusaha tersebut secara dunia pendidikan tinggi kita adalah etika ilmiah, otonomi keilmuan, kebe- tingkat sarana Conten PYN rutin mengutip pajak pembangunan dari ta, banyak dosen baik wisatawan untuk disetorkan kepada pe- basan akademik dan konsep "link and mach." Di samping tema-tema baru maupun PTS yang mengikuti merintah. Jerih-payah mereka itu akan itu, diungkapkan dan disoroti pula persoalan yang telah mubazir seperti men- kuliah di pascasarjana (S2 dan dirasakan kalau pemerintah menggunakan sebagian dana dari sektor pariwisata untuk yangkut strategi pengembangan pendidikan tinggi maupun cara pelaksanaan negeri yang kurang memperha- berpromosi, mengundang lebih banyak ya. Tanpa kecuali diungkapkan pula bahwa lulusan pendidikan tinggi kurang tikan soal spesifikasi/penjurusan wisatawan datang. Akhirnya pemerintah bidang ilmu yang dipelajari se- dalam Makan surat Dari Ibu kota HALAMAN 7 gan makanan khasnya dari Jawa Barat. Tetapi restoran atau rumah makan Bali untuk umum tidak ada. Jadi, orang- orang seperti Wayan Dira asal Bali yang cukup banyak jumlah- nya bermukim di ibu kota Jakarta tidaklah semujur Otong Jamal dan orang-orang Sunda lainnya di ibu kota metropoli- tan Jakarta. Memang, banyak jenis ma- kanan khas daerah berasal dari berbagai etnis dijual di resto- ran atau rumah makan, seperti gudeg dari Yogya, ayam tali- wang dari Lombok, ikan pepes dari Jawa Barat, soto sulung FILSAFAT "makan untuk dari Jawa Timur, bubur mana- hidup" atau hidup ini untuk ma- do dari Sulawesi Utara, nasi kan, tidaklah menjadi soal bagi padang dari Sumatera Barat, Wayan Dira yang kini ber- coto makasar dari Ujung Pan- mukim di ibu kota Jakarta. dang, rujak cingur dari Sura- Pokoknya, makan secukupnya, baya, ayam mbok berek dari tidak merasa lapar lagi dan Solo, asinan dari Bogor dan tidak terlalu kenyang. Tetapi sebagainya. Tetapi untuk Way- bagi Otong Jamal lain lagi. an Dira, mencari lawar atau be Yang harus ditentukan dulu ad- guling ala Bali di restoran atau alah filsafat ini. Baginya, ma- rumah makan, sulitnya bukan kan adalah untuk hidup dan main. Tidak ada orang yang hidup sekarang ini bukan han- jual! entah hotel, paket tur, atau atraksi wisata. diuntungkan, sebab makin banyak wisatawan Persiapan untuk menghadapi pekerjaan yang tersedia dalam masyarakat. Be- lama di tingkat sarjana (S1). Sep- publik Indonesia yang sekarang yar atau Denpasar di Pulau cermati lebih jauh, terdapat perbedaan prinsip bentuk promosi yang terkandung di balik berita itu. Program promosi yang dilaksanakan kalangan perhotelan ke berbagai kota di Eropa adalah promosi penjualan (sale pro- motion). Mereka datang sendiri-sendiri untuk mempromosikan produknya masing-masing, Mereka datang membawa misi perusahaan, bukan misi mempromosikan Bali secara umum. Sale promotion seperti yang dilak- sanakan pengusaha hotel Bali ke Eropa juga sering dilakukan pengusaha hotel dan biro perjalanan Bali ke Jepang. Mereka datang membawa misi perusahaan untuk dapat meraih sebanyak mungkin wisatawan Jepang, untuk perusahaannya sendiri. Dalam berpromosi model ini, sedikit banyak, para pengusaha juga menyampaikan puja-puji tentang Bali secara umum, namun tugas itu bukan tugas utama. Banyaknya program promosi yang dilakukan pengusaha demi usahanya sendiri tidak bisa dijadikan landasan untuk mengata- kan bahwa program promosi destinasi wisata Bali secara umum di luar negeri sudah memadai. Yang diperlukan Bali, seperti tersirat dari penilaian Makiko Iskandar, adalah image promotion (promosi citra). Promosi citra ini harus dilaksanakan pemerintah atau badan lain dengan misi pemerintah. Bahwa dalam program image promotion ini pemerintah menggandeng swasta untuk Memberantas Pungli Perlu Perombakan Sikap Mental MASALAH pungutan liar belakangan ini kembali merebak dalam masyarakat kita. Tampaknya, wabah yang satu ini termasuk penyakit yang membandel, sehingga obat yang diterapkan belum satu pun berhasil menyirnakannya. Masih segar ingatan kita betapa gigihnya Soedomo, yang saat itu menjabat pangkopkamtib, berjuang mati- matían memberantas wabah sosial ini. Namun dikesankan wabah ini justru makin diminati dan makin luas jaringan kerjanya. Kegagalan memberantas wabah masya- rakat ini tampaknya tak bisa dipisahkan dengan budaya kekuasaan yang tumbuh dan berlaku dalam masyarakat kita. Untuk melakukan pungutan resmi, diperlukan kekuasaan dan kekuatan perundangan. Semua bentuk pungutan yang tidak didukung kekuatan itu dapat dikategorikan sebagai pungutan liar. belumnya? Jika tidak sesuai den- gan spesifikasi bidang ilmunya, maka ironisnya ia hanyalah se- mata-mata mengejar titel seban- yak-banyaknya, tetapi bukan un- tuk memperdalam suatu bidang ilmu tertentu. Barangkali bisa dikatakan, ia hanya mampu mengganti sebuah cermin dengan cermin lebih baru, tetapi toh ia tidak mampu mengubah wajah- nya sendiri. Atau dikatakan "ke- masan baru, isi lama." Ketidaksesuaian Jurusan Dalam menanggapi berbagai daw Bagaimana pun kita men- gakui kemajuan pesat yang dica- pai sekarang, namun masih me- mandang perlu menempuh jalan Oleh G. Sebastianus it and qu 'ultimatum" bahwa si Dewata. ya untuk makan. Wayan Dira Dulu, sebelum Jalan Asia- oke-oke saja pendapat Otong Afrika digusur seperti sekarang Jamal ini. di mana dibangun mall terbe- Yang jadi soal (bukan san- sar di ibu kota metropolitan gat mutlak) adalah apakah di Jakarta, lawar dan be guling ibu kota metropolitan Jakarta, masih bisa didapat. Penjualn- masih bisa didapatkan makan- ya orang asal Bali juga, dan di an-makanan etnis dari berb- sana suka ngumpul wong Bali agai daerah di Nusantara ini. keturunan Mojopahit, ramai- Sebab di ibu kota Jakarta kini ramai makan lawar dan be gul- berdiam tidak kurang dari 9 ing. Asyiiik! Tetapi sekarang no juta penduduk dari berbagai place like that anymore, say- daerah, yang tentunya memili- ang, kata turis dari Bali yang ki makanan-makanan khas kebetulan ke Jakarta. Paling daerah masing-masing. May- banter, seminggu sekali di jaba oritas warga ibu kota metropol- Pura Aditya Jaya, Rawaman- itan Jakarta berasal dari daer- gun Jakarta Timur, tiang ah-daerah ini, kecuali orang anak Bali" bisa menikmati la- Betawi yang memang berasal war dan be guling. Tetapi tidak dari bumi lokasi ibu kota Re- senikmat yang di pasar Gian- bernama Jakarta. Makanan etnis ini penting Lagi pula, sebetulnya orang artinya bagi orang-orang daer- non-Bali tidak begitu suka ma- ah yang bermukim atau menja- kan masakan Bali. Sebab mere- di warga tetap ibu kota Jakar- ka bilang, masakan Bali seper- ta. Sebab makan adalah sebagi- ti terasa jamu yang suka digen- an daripada kebudayaan dan dong berkeliling oleh bakul adat-istiadat mereka yang diba- jamu untuk dijual pada pengge- wa dari asal daerahnya masing- marnya. Tanggapan yang lain masing. Seperti halnya kasus lagi, adalah karena masakan Wayan Dira dari Bali dan Bali didominasi oleh babi, alias Otong Jamal dari Jawa Barat. buat orang Muslim haram huk- Walaupun sudah sejak ber- umnya. Ya, begitulah keadaan- tahun-tahun bermukim di nya. Mungkin di sini letak per- Jakarta, seperti orang lain, bedaan antara pendekatan yang juga berasal dari daerah, Wayan Dira dan Otong Jamal. Wayan Dira dan Otong Jamal Bagi Wayan Dira asal makan- inginlah menikmati makanan an itu bersih dan sehat (orang daerah masing-masing. Kalau- sono bilang higiena dan sani- pun tidak tiap hari, sekali tasi) tentunya oke- oke saja. dalam seminggu. Akan tetapi Tetapi buat Otong Jamal yang halnya Wayan Dira sendiri, haram tidak boleh dimakan, ya tidaklah seberuntung Otong seperti babi itu! Jamal. Sebab di ibu kota Jakar- ta banyak terdapat restoran atau rumah makan Sunda den- Nyoman datang makin banyak pajak tertangguk; lum lagi untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru (wiraswasta). Banyak erti misalnya, pada tingkat sar- kemampuan membangun makin kuat. usahawan dan pejabat yang terlibat dalam masalah pembangunan mengeluh jana (S1) seorang dosen "A" Mengapa image promotion Bali secara berijazah di bidang sosial dan "kolosal" di luar negeri kurang, bahkan akan soal itu. Sehingga anjuran yang muncul adalah perlunya mengadakan politik. Atau seorang dosen "En mungkin tidak pernah sama sekali? Untuk lagi latihan-latihan sebelum lulusan perguruan tinggi dapat menjalankan tu- berijazah di bidang Filsafat dapat melakukan image promotion seperti Teologi pada tingkat sarjana (S1). yang dilakukan daerah propinsi lain, gasnya dengan baik di masyarakat. Mereka mengikuti kuliah pada persoalan buat Bali tampaknya bukan pada tingkat pendidikan pascasarjana soal dana, sebab dana dari pajak Pb 1 cukup Ungkapan-ungkapan senada peningkatan kualitas manusia (S2) bukan meneruskan dan men- tinggi, seperti Kabupaten Badung bisa sering ditemukan pula dalam ra- agar dapat menghadapi tantangan dalami ilmu sosial dan ilmu poli- merau Rp 50 milyar lebih tahui 1994/95. pat pimpinan pendidikan tinggi. bahaya lingkungannya. Sehing- tik, atau Filsafat Teologinya, teta- Persoalannya barangkali terletak pada men- Juga sering dipersoalkan ga tidaklah mengherankan kalau pi mengikuti dan mendalami tal konservatif, "tanpa promosi, wisatawan pengembangan tenaga pengajar terdapat suara-suara yang meng- bidang ilmu lain seperti ilmu juga datang". Dalam era di mana pariwisata (dosen), kurangnya disiplin ker- hendaki diadakan perombakan ekonomi jurusan manajemen. sudah menjadi industri besar di Bali, mental ja, kurang relevannya bahan yang total sistem pendidikan tinggi Demikian juga seorang dosen seperti itu tidak pantas dipertahankan. diajarkan serta usangnya metode baik mengenai strategi pengem- "C" yang semula pada tingkat Pemerintah daerah (di) Bali harus benar- mengajar. Masalah-masalah se- bangannya, maupun struktur or- sarjana (S1) adalah bidang benar mengambil strategi untuk mengelola kitar ini ternyata masih sering ganisasinya serta peningkatan matematika dan kimia, dan di dan mempromosikan pariwisata Bali secara kita dengar di masyarakat. Se- kualitas sumber daya manusian- tingkat Masternya (S2) berijazah tepat. Jika tidak, perkembangan pariwisata muanya berujung pangkal dari ya. Master Manajemen, yang kemu- Bali ke dalam makin tidak terkontrol dan citra para elite di perguruan tinggi dian mengikuti pendidikan Mag- ke luar negeri kurang terbina. Pembangunan yang selalu bersikap eksklusif ister (S3) di bidang penelitian. yang tidak terkontrol dan citra yang kurang terhadap situasi dan kondisi terbina secara serentak bisa menggerogoti dalam masyarakat. Makin mem- Dampak Lanjutan popularitas pariwisata Bali. bludaknya pengangguran para Persoalan-persoalan tersebut sarjana di Tanah Air, tudingan sebenarnya bagi mereka yang pertama masyarakat adalah per- mengikuti pendidikan pascasar- guruan tinggi sebagai kambing sorotan masyarakat tentang kual- keluar dengan perombakan yang jana (S2 dan S3) bukan karena "Y" benar-benar memiliki sp- yak jumlahnya. Mungkin dari hitamnya. itas pendidikan tinggi, maka mendasar. Pendidikan yang didasari dengan spesifikasi/pen- esifikasi ilmu manajemen dari sekian banyak itu didapat dengan demikian, baru akan berhasil apabila terdapat Dalam rangka mengantisipa- salah satu aspek penting yang mampu membebaskan manusia jurusan bidang ilmu yang telah tingkat sarjana (S1) sampai tanpa juga perombakan sikap mental bangsa kita. si segala persoalan seperti itu diupayakan perguruan tinggi dari belenggu hari kemarin, be- diraihnya pada tingkat pendidi- tingkat Magisternya (S3). Mak- masalah sesuai-tidaknya spesi- mempertimbangkan Selama kita memberlakukan sistem kekua- dalam dunia pendidikan, kini (PTN dan PTS) adalah dengan lenggu dogmatisme, romantisme kan di bawahnya (S1), tetapi leb- sudnya, bila si "Y" menyelesai- fikasi/penjurusan di bidang ilmu- saan feodalistik, pemberantasan pe- banyak perguruan tinggi, baik meningkatkan kualitas para dos- tradisionalisme, agar masyarakat ih banyak didasari oleh karena kan Magister di bidang manaje- nya. Untuk itu, kiranya sekarang mungutan liar dapat dikatakan akan sia-sia. PTN maupun PTS melakukan en melalui jalur pendidikan pas- dapat melihat alternatif yang ter- minat. Soal ini bukan pula di- men dan bila pada "timing"-nya ini perlu dibatasi jumlahnya. Per- Korupsi, yang di dalamnya termasuk juga perombakan-perombakan yang casarjana, di samping pengem- baik, berani merintis jalan baru, dasari karena tuntutan dan dor- si "Y" untuk menduduki jaba- lu diarahkan pada kesesuaian praktik pungutan liar dapat kita jadikan contoh sungguh menguntungkan semua bangan faktor penunjang lainnya. menghargai kemajuan yang ber- ongan untuk memenuhi kepent- tan rektor di lembaga perguruan penjurusan/spesifikasi bidang betapa sulitnya bangsa kita memberantas pihak. Perombakan yang dilaku- Hal ini memang disadari cirikan perubahan secara kon- ingan suatu lembaga. Maksudn- tinggi "X" tersebut, minimal si ilmu masing-masing. Bukan ber- tindak tak terpuji tersebut. Masalahnya selalu kan antara lain adalah pengem- masyarakat perguruan tinggi agar tinu. sama, sistem kekuasaan yang berlaku dan bangan kualitas sumber daya ada keseimbangan tuntutan pasar ya, bukan karena didorong suatu "Y" sudah memiliki segudang dasarkan daya minat para dosen Dengan makin mendesaknya lembaga untuk memenuhi kebu- ilmu dipraktikkan masyarakat kita masih bersifat manusia terutama peningkatan kerja dengan output-nya. Seper- tuntutan mencapai perubahan tuhan lembaga yang bersangku- memimpin suatu lembaga ber- untuk mengurangi kepercayaan manajemen untuk saja. Hal ini tidak bermaksud feodalistik-paternalistik, sehingga keberanian kualitas para tenaga pengajarn- ti pendapat Alvin Toffler dalam yang mendasar untuk membuah- tan. Misalnya, lembaga perguru- sangkutan. Si "Y" pun pasti pada dosen yang telah bergelar mengritik atasan atau pejabat yang ya melalui jalur pendidikan pas- bukunya, "Education and Ca- kan hasil lulusan yang berkuali- an tinggi "X" membutuhkan se- tidak akan goyah bahkan lebih Master dan Magister maupun melakukan pungli dinilai sebagai bentuk casarjana (S2 dan S3). Namun reers," Dialogue (1974) bahwa tas, para dosen perguruan tinggi orang kandidat doktor di bidang mapan dalam hal memimpin. Si bagi yang ingin meneruskan stu- ketidaksopanan. permasalahannya, apakah mela- manusia dewasa ini sedang ber- berlomba-lomba mengikuti pen- manajemen (misalkan Tuan "Y" pasti ampuh seperti sebuah di ke pendidikan pascasarjana. Mental feodalistik ini hanya bisa dikikis lui jalur pendidikan pascasarja- pacu antara keterbatasan kemam- didikan pascasarjana pada "Y") untuk persiapan tujuh pohon, yang tidak bakal tumbang Juga tidak bermaksud untuk melalui pendidikan yang demokratik. Artinya, na, para dosen sudah pas sesuai puan intelektualnya serta bahaya tingkat Master (S2) dan Magis- tahun mendatang, maka perguru- dihempas angin besar karena mengurangi kepercayaan pada pendidikan tersebut berisi nilai-nilai de- dengan spesifikasi (penjurusan) lingkungannya. Untuk itu salah ter (S3) dengan kurang memper- an tinggi "X" memberi suatu kekuatannya. mokrasi yang kita perlukan, di samping juga bidang ilmu yang dipelajari se- satu pilihan yang mungkin adalah hatikan spesifikasi bidang ilmu catatan para pengelola pascasarjana di dijalankan secara demokratik. Dengan kata Bila si "Y" memperoleh pen- Indonesia yang telah memberi Dalam kaitan ini kita ingin mengutip lain, kita harus mengubah mental feodalistik- didikannya seperti Dosen "A", pengakuan dan kewenangan ke- pandangan pengusaha nasional Drs. H. paternalistik kita menjadi mental rasional- "B" dan "C" di atas, maka bu- pada para lulusan Master dan Fahmi Idris bahwa pungutan liar yang kini demokratik. Melakukan hal itu dalam satu- kan mustahil bakal diusulkan Magister. Namun yang perlu merebak di Indonesia lebih banyak dilakukan dua hari jelas tidak mungkin. Akan tetapi bawahannya untuk dinonaktifkan dipertimbangkan adalah, seyo- memiliki kekuasaan besar dan berhadapan memperlambat, bahkan menghambat, kalangan pejabat tata usaha negara maupun masyarakat, maka masalah perizinan ini tampa- daan pandangan atau persepsi nya. Ia pasti seperti pohon yang ilmu yang diprogramkan oleh kalangan atas. Nalarnya, kalangan atas mendalihkan kondisi sosial-kultural untuk SETELAH sempat menjadi polemik dan topik yang begitu banyak dibicarakan, baik di dasar pemikiran di mana telah dari jabatan rektor. Karena ia di- gianya para pengelola pendidi- berkembang dan timbul perbe- nilai tidak mampu memimpin kan pascasarjana perlu lebih langsung dengan pengusaha besar. Dari pertumbuhan demokrasi jelas tidak benar dan knya sudah mulai terjawab. Hal ini karena menjelang tutup tahun 1995 atau tepatnya tang- mengenai pemahaman dan pen- tak berakar kuat yang mudah para calon mahasiswa pascasar- dan berbagai penilaian semacam- mengarahkan pada spesifikasi pikiran Fahmi Idris tersebut, kita bisa akan membuat negara kita makin ketinggalan gal 28 Desember 1995 telah keluar Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia erapan pranata perizinan dan tumbang dihempas angin. Ia tak jana tersebut. Sebab kemajuan di Dalam bentuknya yang paling dasar dan dan Menteri Pertahanan Keamanan Nomor: 15 Tahun 1995 dan Nomor: Kep/12/XII/1995 pemberitahuan. Artinya dalam sederhana, demokrasi dapat dilukiskan tentang Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Perizinan sebagaimana diatur dalam Pasal 510 Kitab Juklak ini dibedakan antara izin berakar kuat di salah satu bidang berbagai bidang kehidupan dew- sebagai kebebasan rakyat melakukan Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pemberitahuan sebagaimana diatur dalam dalam hukum administrasi terda- mungkin manakala ia pada lebih mahir dalam satu bidang dan pemberitahuan; dan ilmunya. Hal ini bukan tidak asa ini menuntut seseorang agar kontrol, langsung maupun tak langsung. Undang Undang Nomor: 5/PNPS/1963 tentang Kegiatan Politik. Juga pada tanggal 29 Desem- pat perbedaan antara izin, pem- tingkat sarjana (S1) berijazah ilmu tertentu. Demikian pula kita yang masih berbau feodal, kekuasaan Secara rasional dan realistik, kekuasaan ber 1995 keesokan harinya telah dikeluarkan Petunjuk Lapangan (Juklap) tentang Perizinan beritahuan, panggilan dan undan- bidang ilmu kimia, pada tingkat para calon mahasiswa pascasar- bisa ditularkan bahkan diwariskan. Seorang selalu memerlukan kontrol untuk tidak dan Pemberitahuan Kegiatan Masyarakat, yang dikeluarkan oleh Kapolri dengan Keputusan gan. pejabat membagi kekuasaannya dengan istri, terjerumus dalam kediktatoran otoriter No. Pol.: Juklap/02/XII/1995. Master (S2) berijazah bidang jana perlu mengetahui kepentin- bahkan anak-anak mereka. Dia pun bisa maupun oligarkhis, di mana rasa malu dan Spelt dan Ten Berge dalam manajemen dan pada tingkat gan dari lembaga tempatnya ber- menularkannya kepada orang lain yang harga diri dikorbankan untuk kepentingan dan bukunya "Pengantar Hukum Magister (S3) berijazah bidang tugas, bukan berdasarkan karena mempunyai hubungan erat atau kepentingan nafsu pribadi. Salah satu ciri adanya maksud dan tujuan diadakannya lenggarakan acara atau kegiatan, adalah perangkat yang mengop- tian izin dalam arti sempit dan spesifikasi ilmunya. Bukankah minat saja, maka akan terjadi sta- Kalau kita cermati dari segi masyarakat yang akan menye- gkan Juklap (petunjuk lapangan) Perizinan" memberikan penger- penelitian. Di sini tentu tak ada minat melulu. Bila hanya dasar Penularan kekuasaan ini kekuasaan tanpa kontrol adalah kaburnya Juklak ini, di sana dikatakan bah- mereka harus terlebih dahulu erasikan Juklak. Juklap ini meng- dalam arti luas. Izin dalam arti ini suatu dampak dari ketidakse- gnasi ilmu, manakala kita bukan bertambah menjadi-jadi akibat adanya sistem pemilikan dan hak resmi dan pribadi. Milik wa bermaksud untuk mengem- membaca buku atau mengetahui gambarkan apa saja yang mesti luas adalah suatu persetujuan dari suaian penjurusan itu? katebelece atau surat sakti. Akan tetapi negara diperlakukan sebagai milik sendiri. ban Pasal 28 UUD 1945 serta secara baik Juklak dan Juklap. untuk meningkatkan kualitas, landasan dasarnya adalah sistem feodal yang Ada wewenang yang diatur dengan peraturan menjamin kesamaan pemaha- ditempuh dan dipersiapkan ter- penguasa berdasarkan undang- Barangkali para penyandang tetapi lebih mengejar gelar se- memang sudah mendarah daging dalam dijalankan sesuai dengan kemauan. Bahkan man, kesamaan langkah dan tin- lebih dahulu untuk memperoleh undang atau peraturan pemerin- gelar Master dan Magister di In- banyak-banyaknya di belakang hidup kita. Bawahan, atau pejabat yang lebih dalam puncaknya, walaupun dalam peraturan dakan, serta sekaligus untuk tah untuk dalam keadaan terten- donesia saat ini sudah cukup ban- nama. rendah tidak berani, atau merasa rikuh- tidak ada, tetapi dalam praktik bisa diadakan. memberi kepastian hukum kepa- Oleh Budi Adnyana tu menyimpang dari ketentuan- pekewuh untuk menolak surat sakti dari Contoh kongkretnya adalah pungutan liar. da masyarakat dan instansi pe- ketentuan larangan perundang- pejabat seniornya. Sebaliknya, pejabat se- Praktik pungutan liar yang berkepanjangan merintah terkait, maka diperlu- Izin dan Pemberitahuan izin dan pemberitahuan. Atau undangan. Pengertian tersebut nior, dalam arti kepangkatan, akan marah bukan saja memberatkan beban rakyat, tetapi kan suatu petunjuk pelaksanaan aan) merupakan perangkat aturan ci pengaturan prosedur dan per- gan, persetujuan dan ketentuan- Juklak (petunjuk pelaksan- bisa dikatakan Juklap ini merin- mengandung unsur-unsur laran- besar apabila surat sakti yang dikirimnya tidak juga menghambat kita memasuki era perizinan dan pemberitahuan. yang mendefinisikan jenis keg- syaratan bagi warga masyarakat ketentuan yang berhubungan digubris pejabat di bawahannya. globalisasi dan pasar terbuka dalam tahun Jadi sejak dikeluarkannya Juklak iatan yang masuk kategori perlu yang menyelenggarakan kegia- dengan izin. Jadi pada dasarnya Memberantas pungutan liar, dengan 2010 nanti. dan Juklap ini, bagi warga izin atau pemberitahuan. Sedan- tan. Juklak ini berangkat dari tindakan yang memerlukan izin itu sebenarnya dilarang. Namun Bau Kotoran Ayam hingga kami kembali menghirup lakan" penyiar-penyiar radio swas- untuk dapat menembus larangan udara yang mengandung bau ko- ta ikut campur dan membaur dalam Muncul lagi itu sehingga suatu perbuatan toran ayam. Untuk itu kami mohon siaran dan membaca berita di RRI diperkenankan, diperlukan per- Kami warga Desa Tusan, Ban- kepada Bapak Bupati Klungkung, Denpasar tiap harinya. setujuan. Persetujuan ini baru jarangkan, Klungkung, sangat ter- menindak dengan tegas pengusaha ada, bila syarat-syarat sudah ganggu oleh UD Citra Wahyu tersebut (UD Citra Wahyu). Kare- dipenuhi. Jadi dalam hal ini den- dalam operasinya memelihara na jelas-jelas melanggar syarat-syar- gan memberi izin pejabat tata ayam. Selama lebih kurang lima at kegiatan usaha tersebut. usaha negara "menyetujui" un- tahun perusahaan tersebut mence- Membandelnya UD Citra Wahyu tuk melakukan suatu perbuatan mari lingkungan desa kami dengan telah merugikan banyak orang, kare tertentu yang sebenarnya dila- bau kotoran ayam. Tetapi berkat na bau kotoran ayamnya dapat meng- rang setelah syarat-syarat ter- perhatian Bapak Bupati Klungkung ganggu kesehatan kami terutama penuhi. Persetujuan inilah yang yang pernah melayangkan suratnya mengganggu pernapasan. Bukankah disebut "izin" yang selanjutnya kepada UD Citra Wahyu untuk kita semua menginginkan udara yang dituangkan dalam bentuk surat menutup usaha tersebut, pencema- segar dan sehat. keputusan tata usaha negara. ran desa kami berhenti. mengambil kesimpulan sederhana, bahwa pungutan liar berjalan sejajar dengan besarnya kekuasaan si pemungut. Namun pemungutan liar tidak selalu berjalan secara langsung. Dalam masyarakat bersama. dari negara-negara lain. Surat Pembaca Persyaratan: Sertakan Fotokopi Identitas Perpindahan peningkatan pengawasan pen- dan tidak ada maksud untuk duduk pendatang baru. mempersulit. Penduduk 2. Surat perpindahan pen- Demikian penjelasan kami Menanggapi Surat Pembaca duduk yang disyaratkan merupa dan bila masih diperlukan infor- "Ditanya Surat Bebas G-30.S/ kan syarat mutlak yang harus dis- masi lebih lanjut dapat diperoleh PKI" di Bali Post, tanggal 26 erahkan kepada petugas kepen- di Kantor Camat setempat, teri- Februari 1996, dengan ini kami dudukan Desa/Kelurahan setem- ma kasih. sampaikan bahwa: pat oleh tiap penduduk untuk 1. Regristasi perpindahan memperoleh Kartu Keluarga penduduk tingkat awal ada di ditempat yang baru. Tingkat Desa/Kelurahan yang mengacu pada surat Bupati Kdh Tk.II Badung, No 474/5595/Pem, tanggal 17 Oktober 1988 perihal 3. Kelengkapan surat yang diminta untuk melengkapi surat kependudukan oleh Kades Dar- masaba dimaksudkan untuk ke- lengkapan administrasi di desa, An.Sekretaris Wilayah/ Daerah Tk. II Badung Kepala Bagian Humas I Gusti Ngurah Wirandjaya S.H. NIP.600006576 Mencermati Juklak dan Juklap Perizinan Akan tetapi tepatnya pada Feb- ruari tahun 1996 usaha pemeli- haraan ayam tersebut mulai lagi se- Anggota Redaksi: Denpasar: Agustinus Dei, Dwikora Putra, Dwi Yani, Legawa Partha, Nyoman Mawa, Nikson, Bali Post Palgunadi, Ida Bagus Pasma, Made Sugendra, Sri Hartini, Nengah Srianti, Wayan Suja Adnyana, Komang Suarsa- na, Made Sueca, Nyoman Sutiawan,Wayan Suana, Wayan Wirya. Gianyar: IB Alit Sumertha, Bangli: K. Karya, Semarapura: Daniel Fajry, Singaraja: Made Tirthayasa, Amlapura: Wayan Sudarsana, Tabanan: Gusti Alit Pumatha, Negara: Edy Asri, Yogyakarta: Soeharto, Jakarta: Muslimin Hamzah, Bambang Hermawan, Sahrudi, Alosius Widhyatmaka, Dadang Sugandi, Surabaya: Endy Poerwanto, Bambang Wiliarto, NTB: Agus Talino, Izzul Kairi, Ryanto, Ruslan Effendi, Nur Haedin, Siti Husnin, DP Raka Akriyani, Wayan Suyadnya, NTT: Hilarius Laba, Wartawan Foto: IGN Arya Putra, Djoko Moeljono. Setiap artikel atau tulisan yang dikirim ke Redaksi hendaknya ditik dengan dua spasi (spasi rangkap) Nama dan alamat ada di Redaksi Kecewa RRI Denpasar Dulu, hanya dari mendengar gaya Dampak positifnya, jelas akan menaikkan gengsi penyiar-penyiar non-RRI. Sebaliknya, akan menu- runkan wibawa dan kredibilitas RRI itu sendiri. Rancu dan aneh keden- garannya, atau mungkin bisa dise- but kurang etis rasanya, kalau war- na suara bahkan nama penyiar yang sama, yang tiap saat muncul di udara mengatasnamakan RRI, pada kesempatan yang lain juga selalu muncul di berbagai macam radio swasta, yang juga mengatasnama- kan stasiun radionya masing-mas- ing. Duh... RRI, kami masih menc- intaimu. Jangan kecewakan kami. dan warna suara penyiar, kita sudah Be your self, jadilah dirimu sendiri. dapat membedakan yang mana RRI Jangan kaburkan identitasmu. Ker- dan mana radio non-RRI. Sebab tiap ja sama dengan radio-radio swasta stasiun radio punya ciri khasnya sendi- itu bagus, tetapi apakah tidak ada ri. Lebih-lebih ŔRRI Denpasar. Akan kerja sama dalam bentuk yang lain? tetapi sekarang, sepertinya RRI sudah kehilangan jati dirinya. Pasalnya, kare- na RRI dengan sukarela "mempersi- I Made Mandera Jl. Trijata No. 48 Denpasar memang Dalam Juklak ini memang te- lah diklasifikasikan jenis perte- muan yang memerlukan izin, baik yang dilakukan perorangan, organisasi nonpemerintah, organ- isasi politik atau nonpolitik ser- ta lembaga lainnya, yang dise- lenggarakan di tempat umum atau dapat dikunjungi oleh tiap orang dari berbagai lapisan masyarakat. Jenis pertemuan yang memerlukan "izin" terdiri (Bersambung ke Hal 12 Kol 1) Catatan Fraksi PDI DPRD Bali menduga telah terjadi manipu- lasi dan penyelewengan keuangan dalam proyek pem- bangunan jalan di Munggu, Badung. Hati-hati jalan di Tahun Tikus. *** Ahli ekonomi senior mantan Menteri KLH Emil Salim mengingatkan situasi perekonomian negara bela- kangan ini. Defisit transaksi berjalan sudah menyala- kan lampu kuning. - Tentunya tidak hanya untuk diingat saja. *** Diharapkan pelaksanaan kerja sama Asia Eropa mela- lui KTT ASEM didasarkan pada semangat kemitraan. - Kalau saja dapat dijalin cinta sejati antara Barat dan Timur, ya. Bang Podjok C. 446 4cm