Tipe: Koran
Tanggal: 1996-03-02
Halaman: 10
Konten
4cm HALAMAN 10 Tragedi Ospek KAMPUS ITB Bandung, sejak awal Januari "geger". Bah- kan, kota "kembang" Bandung sempat berkabung. Pemicunya, tak lain dan tak bukan, adalah ospek (Orientasi Studi dan Penge- nalan Kampus). Seperti yang tersiar di berbagai media massa, os- pek yang digelar di ITB pada akhir 1995 sampai awal 1996 itu, menelan jiwa seorang peserta dan menyebabkan tiga orang peser- ta diopname serta 176 lainnya berobat jalan. Syahdan, akibat tragedi itu, pihak ITB panen protes. Ada yang menyayangkan peristiwa itu, dan ada pula yang terang-terangan menuntut ospek ditiadakan. Namun, Mendikbud Wardiman Djo- jonegoro bersuara lain. Beliau menolak peniadaan ospek, seraya menyerahkan kasus ospek ITB pada komisi disiplin ITB. *** Kalau kita telusuri, sejak kelahirannya, ospek memang tak per- nah sepi petaka. Tiap tahun ada saja peristiwa mengenaskan yang mewamai penyelenggaraan ospek. Tak hanya di PTN, juga di PTS- PTS. Yang ironis, selama itu pula, tak ada akselerasi yang berarti untuk mengantisipasi aneka bencana tersebut. Tragedi demi trage- di terjadi terus, hanya tempatnya yang berpindah-pindah. Dari pengalaman ini, apa yang dapat kita petik? Yang pertama- tama dapat kita catat adalah adanya kecenderungan umum pihak (pimpinan) universitas yang melupakan unsur pengawasan dalam prosesi ospek. Juklak ospek yang biasanya diterbitkan universitas tidak disertai penyeliaan yang memadai, bahkan terkesan tak ada pengawasan sama sekali sebelum terjadinya suatu insiden. Yang kedua, adanya tendensi kuat pihak instruktur ospek melakukan perbuatan bar-bar, yang menyimpang dari juklak. Mere- ka umumnya lebih tertarik pada adegan kekerasan ketimbang olah penalaran/intelektual. Kecenderungan ini berangkat dari suatu kau- salitas penyelenggaraan ospek yang dari waktu ke waktu senan- tiasa mengintrodusasi kekerasan yang kemudian memicu tim- bulnya sikap dendam. *** Dengan demikian, dapat kita simpulkan, yang paling bersalah dalam perkara ospek adalah pihak universitas. Universitas bukan saja melalaikan kewajibannya melakukan pengawasan atas semua kegiatan sivitas akademikanya di lingkungan kampus, juga telah gagal menciptakan juklak ospek yang memadai. Secara konseptu- al, juklak hasil karya universitas mengandung stigma strategik, yakni tak kedap penyimpangan. Suatu konsep yang baik biasanya tak banyak membuka peluang bagi terjadinya penyimpangan. Itu berarti, ospek memerlukan penyegaran total, dari tingkat konsep sampai sistem penyeliaannya. Pekerjaan itu, sama sekali bukan tanggung jawab mahasiswa, melainkan menjadi tugas universitas. Ada beberapa hal penting yang patut memperoleh perhatian sehubungan dengan itu. Pertama, melakukan sigi atas segi manfaat dan bahaya ospek. Kedua, mereduksi bahaya yang mungkin timbul dalam pelak- sanaan ospek. Ketiga, merombak konsep dasar ospek sebagai wahana orien- tasi studi dan pengenalan kampus. Keempat, merancang sistem pengawasan yang lebih kedap pe- nyimpangan. Selain itu, yang juga perlu dipikirkan adalah kemungkinan pen- gambilan sumpah para instruktur ospek yang dikukuhkan dalam suatu pernyataan tertulis di atas kertas bermeterai cukup yang di- sertai sanksi-sanksi akademis/admistratif bagi pelanggarnya. Dengan pola demikian, saya percaya, para instruktur ospek akan berpikir seratus kali untuk melakukan kecurangan-kecurangan. Widodo Ketua YLSB2 Jakarta Bali Post Ospek, Ajang Balas Dendam? ikan Bali Post. ZAKI Tiffany Lazuardian, fisik dihapus, malah mahasiswa mahasiswa jurusan Fisika ITB, baru bisa jadi cengeng," katan- meninggal dunia awal Februari ya. lalu setelah mengikuti ospek yang diadakan kampusnya. Zaki dan mahasiswa lainnya wajib long march selama lima hari dan berendam di air setinggi ping- gang. Selain Zaki, tiga maha- siswa lainnya nyaris menemui nasib yang sama. Sementara ra- tusan mahasiswa lainnya men- geluh demam, flu, dan lecet- lecet. Bahkan, ada yang tak sanggup berjalan. Buntut keja- dian itu, dua mahasiswa yang di- anggap paling bertanggung jawab, Muhamad Rizal dan Budi Sumarso, dipecat dari al- mamaternya. Lantas, adakah yang salah dengan ospek itu? DUNIA pendidikan tinggi kembali dihebohkan soal pel- kan, ospek yang menerapkan hu- Novri. Menurut mahasiswi Sas- aksanaan orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek). kuman fisik sering tidak rasion- tra Inggris semester II ini, ia Pasalnya, seorang mahasiswa ITB, baru-baru ini, meninggal al. Di samping para senior kam- sempat takut dan kebingungan dunia saat mengikuti ospek. Benarkah terjadi "penyelewen- pus bersikap otoriter, ospek ketika mulai memasuki masa gan" dalam pelaksanaan ospek? Lantas, bagaimana baikn- menciptakan peluang bagi mun- ospek. Informasi yang diperolah ya? Menjawab persoalan itu, berikut laporan Divisi Pendid- culnya gap (jarak) antara warga dari rekan-rekan fakultas yang kampus. "Parahnya, sikap yang lain menyimpulkan, ospek ad- irasional itu harus dituruti ma- alah ajang balas dendam yang hasiswa baru. Kalau dibilang dilakukan para senior kampus. menumbuhkan sikap disiplin, "Apalagi pas pertama masuk apa mesti lewat hukuman fisik. kampus, wajah panitia seram Kampus itu dihuni mahasiswa, banget. Saya sampai berulang mereka sudah dewasa dan tahu kali menahan napas, eh.. tahun- etika," katanya bersemangat. ya ramah dan baik." Berdasarkan pengamatan Ju- niarta, sekitar Juli 1995 lalu, Unud masih menerapkan sistem ospek yang diikuti acara per- peloncoan. Namun, pada saat itu untuk pertama kalinya Fakultas Sastra (FS) mengubah cara keg- iatan yang dihubungkan dengan pengenalan kampus bagi warga barunya. Dijelaskan, FS tidak lagi membenarkan adanya huku- man fisik yang diberikan oleh para senior terhadap adik-adik kelasnya. Bersama aktivis kam- pus Kuning, Juni menerapkan gaya baru yang mereka namakan orientasi kasih sayang (OKS). Mekanismenya, kata Juni, ma- hasiswa baru tidak lagi menjadi budak acara ospek, melainkan disediakan wadah penyaluran pendapat. "Ada pemandangan menarik di sekitar ospek tahun lalu. Bagaimana mahasiswa baru Fakultas Sastra tertawa melihat rekannya dari fakultas yang lain harus jongkok, merayap, dan dibentak para seniornya. Hanya saja, terhadap kasus di ITB, menurut Gunawan, itu ter- jadi karena kekurangmampuan mahasiswa senior mengukur ke- mampuan fisik yuniornya. Be- ban fisik yang diterima maha- siswa baru dirasakan terlalu be- rat. Mereka tidak kuat menang gungnya. Akibatnya, tragedi tersebut terjadi. Gunawan juga menyoroti pengawasan yang harusnya dilakukan pejabat ke- mahasiswaan di sana. "Mestin- ya mereka kan ikut mengontrol agar mahasiswa senior tidak ber- buat kelewatan. Kesannya pen- gawasan tidak jalan," kata man- tan aktivis pers mahasiswa ini. Dalam pandangan Sarjana, mahasiswa senior seharusnya melakukan pemantauan tentang latar belakang mahasiswa baru, khususnya dari segi mental dan fisik. Kalau memang kemam- puan fisiknya tak memadai, harusnya mahasiswa baru tidak dibebani hal-hal di luar kemam- puannya. Gunawan Wicaksono, man- tan aktivis mahasiswa FE Unud, mengatakan, ide dasar ospek sangat baik. Dengan ospek, ma- hasiswa baru diperkenalkan pada lingkungan baru, suasana baru dan cara belajar yang juga baru. Maka, wajar saja jika se- niornya "menangani" maha- siswa baru dalam ospek. Gunawan juga tak menyalahkan Jika lantas akibat kejadian itu perlakuan fisik yang diterima dua mahasiswa dikeluarkan dari mahasiswa baru. Soalnya, kata ITB, Gunawan amat menyay- dia, perlakuan fisik itu ikut angkannya. "Itu keputusan yang menumbuhkan semangat keber- terlalu memojokkan mahasiswa. samaan, kekeluargaan, dan rasa Mestinya aparat yang terkait memiliki di kalangan maha- juga ditindak. Jangan cuma ma- siswa. "Itu sangat positif. Lagi hasiswa saja yang disalahkan," pula perlakuan fisik tersebut, toh tegasnya. Kesan senada disam- mahasiswa senior dan yunior paikan Made Sarjana. Hukuman cepat akrab." drop out itu, katanya, akan me- Hal senada disampaikan matikan kreativitas mahasiswa pimpinan redaksi pers maha--aktivis mahasiswa malah siswa "Akademika" Unud, I ragu-ragu dalam melakukan Made Sarjana. Pada batas-batas toleransi fisik, kata dia, ospek sangat berpengaruh terhadap penumbuhan sikap mental posi- tif mahasiswa. Mahasiswa baru jadi makin punya rasa percaya diri, keberanian, solidaritas, dan kekeluargaan. "Jika perlakuan kegiatannya. "Buat apa susah- susah mengurus kampus, jika buntutnya harus dipecat. Seper- tinya tidak adil," ujar Sarjana. Tak Jadi Budak Ketua Umum Senat Maha- siswa Fakultas Sastra (SMFS) Unud, Wayan Juniarta mengata- Pendidikan Keteladanan dan Demokrasi kekuasaan seharusnya me- neladani kehidupan demokrasi. Jangan sampai sebaliknya. Jadi jelas tidak perlu ada keteladan- an dari sikap dan tindakan yang demokratis dari para decision maker yang memiliki posisi menentukan. menganggur. Pendidikan yang berorientasi pada kemandirian dan kesederha- naan, mungkin lebih membantu apabila diterapkan sejak dini pada dunia pendidikan kita. Sehingga sekolah pada tingkat SMA sam- pai Perguruan Tinggi itu tidak harus menghasilkan lulusan un- tuk menjadi pegawai negeri, teta- pi sebaliknya justru mampu membuka lapangan kerjanya sendiri. Sebagaimana dikatakan oleh mantan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Fuad Hasan, FEODALISME berasal dari ara sekolah negeri dan swasta. Eropa, berasal dari kata feodum Artinya, akreditasi pendidikan yang berarti tuan tanah. Feodal- nasional tidak lagi hanya men- isme yang berkembang di Indo- yangkut sekolah swasta tetapi nesia memang agak lain. Jika di Eropa orang yang memiliki kekuasaan adalah tuan-tuan tanah yang biasanya membagi- kan tanah-tanahnya kepada masyarakat biasa, maka di sini pada zaman kerajaan, yang berkuasa adalah raja. Ini berar- ti nilai-nilai feodalisme yang berkembang dalam masyarakat kita pada dasarnya merupakan nilai-nilai tradisional yang di- wariskan dari zaman kerajaan dan dengan demikian sangat demokratis, maka kita berharap modernisasi kehidupan ja. Memang bukan tugas pendid- terkait pada kekuasaan. Apabi- la feodalisme kita artikan se- bagai nilai-nilai maka sampai sekarang memang masih ada. Secara asasi mungkin bentukn- ya sudah lain tetapi jiwanya masih tetap ada. Mungkin ini adalah neofeodalisme atau feo- dalisme gaya baru. juga meliputi sekolah negeri. Tidak hanya mengena pada Per- guruan Tinggi Swasta (PTS) teta- pi juga termasuk Perguruan Ting- gi Negeri (PTN). Dari contoh tersebut kita dapat melihat bah- wa ada aspek-aspek demokratis dalam pendidikan kita. Harapan kita, dengan adanya sistem pen- didikan yang demokratis, maka demokratisasi pendidikan juga bakal bisa terjadi. Dan bila pen- didikan yang dijalankan secara bahwa nilai-nilai demokrasi dalam masyarakat kita akan seg- era muncul. Tidak hanya terba- tas di SMA atau Perguruan Ting- gi, tetapi sudah sejak kecil harus ada demokrasi. Atas dasar itu maka salah satu tujuan pendidi- kan yang disampaikan Ki Hajar Dewantara adalah usaha kebu- Dalam GBHN jelas terungkap dayaan yang membina anak bahwa feodalisme harus diberan- dalam batas garis kodratinya dan tas. Persoalannya action plan un- lingkungan yang mengelilingin tuk memberantasnya ternyata ya untuk mencapai tahap yang kurang jelas. Dari sisi pendidikan disebut sebagai adab kemanu- rasanya sudah hebat apabila siaan. Adapun bentuknya antara sistem dan semua program pen- lain anak-anak memiliki jiwa didikan yang dilaksanakan den- merdeka dalam pikiran, perbua- gan tenaga-tenaga yang qualified. tan dan perasaan. Ini bukan se- Bila kita mengubah feodalisme mangat liberal, karena Ki Hajar dan menanamkan demokratis, Dewantara sendiri juga mengan- maka kita harus menjalankan jurkan hidup bersama secara har- sistem dan proses pendidikan monis. Dengan demikian, kita yang demokratis. Saat ini kita bisa tampil sebagai pribadi dan sudah memiliki sistem pendidi- saat bersamaan kita juga hadir kan Nasional berdasarkan UU sebagai warga masyarakat. Pendidikan No.2/89 yang Selain pendidikan, masalah demokratis. Salah satu contoh lain yang perlu dilihat adalah betapa demokratisnya UU terse- keteladanan pimpinan. Sudah Simbol Jika kita berbicara dalam du- nia pendidikan dewasa ini, maka hal yang sama juga muncul di sini. Yakni antara mereka yang menempuh pendidikan semata- mata hanya ingin mendapat ge- Masyarakat Indonesia umum- nya, hidup dalam dunia simbol atau lambang. Kita bisa melihat dari pakaian seragam, payung dan cara bertingkah laku dan ber- tutur dari masing-masing orang. bahwa tidak ada kaitan kausali- Sebetulnya jika kita ingin me- tas pendidikan dan lapangan ker- masyarakat maka simbol-simbol ikan untuk memberikan lapangan yang menentukan stratifikasi kerja. Ki Hajar Dewantara, dalam masyarakat tersebut sudah harus membedakan masalah kerja, ditinggalkan. Dalam arti simbol tidak didasarkan pada perbedaan atau lambang tersebut adalah antara kerja kasar dan halus, teta- nilai-nilai feodal. pi antara yang haram dan halal. Meskipun pekerjaan kasar namun kalau halal, lebih baik dikerjakan daripada menganggur. Di samp- ing itu, Ki Hajar Dewantara juga memperkenalkan teori cecak. Menurut dia, cecak tidak pernah lar, dengan mereka yang benar- terlihat sedang menganggur. Ia benar memiliki motivasi untuk tahu di mana mendapatkan ma- sekolah dan tidak berhenti den- kanan. Kita sebagai manusia, gan mendapatkan gelar sarjana. makhluk yang lebih tinggi dari- Yang belakangan ini memang pada hewan, sebetulnya tidak ada sungguh-sungguh mengabdikan yang menganggur. dirinya untuk disiplin ilmu yang Anselmus Eda Ahol mereka geluti. Sedangkan bagi mereka yang mengejar gelar pal- ing-paling untuk melamar peker- jaan saja. Padahal saat ini keliha- tannya dengan gelar saja tidak- lah memilikiki fungsi sosial se- bagaimana tahun-tahun sebelum- nya. Sekarang ada cukup bany- ak gelar sarjana, baik sosial mau- but adalah adanya kemitraan ant- pasti, mereka yang memiliki pun ilmu pasti masih ada yang TUNDA DULU PEMBELIAN RUMAH ANDA Sebelum meninjau lokasi / rumah kami Bandingkan Mutu, Lokasi, dan Harganya PERUMAHAN JAYA GIRI ASRI MAN DALAM Roberto Hutabarat, Ketua Har- ian SMFS mengatakan, OKS yang diberlakukan FS bagi mahasiwa baru bukan berarti tidak mengena- kan hukuman terhadap anggota yang melanggar. "Sanksi ada, cuma praktiknya tidak harus hu- kuman fisik. Kami memberikan hukuman berupa pembuatan ar- tikel, puisi, atau tulisan dalam bentuk lain. Isinya juga bisa mengkritik para panitia, kakak kelas, bahkan dosen." Dalam melakukan acara os- pek, kata Hutabarat, pihaknya lebih mementingkan proses, bu- kan target. Artinya, bagaiama menciptakan sebuah proses mendekatkan hubungan antara mahasiswa baru dengan para se- niornya. Untuk itu, kegiatan os- pek lebih banyak menekankan dialog dan keterbukaan ant- aranggota kampus. man fisik yang diterapkan fakul- Tentang pemberlakuan huku- tas lain, Hutabarat menyadari hal itu bertujuan mencapai tar- get kedisiplinan. Namun, terk- adang sikap tersebut justru me- mancing kebencian mahasiswa baru akibat sistem ospek yang terkesan ajang "balas dendam". "Kami malah khawatir, tinda- kan keras dengan memberi hu- kuman fisik justru menimbulkan kebencian. Mahasiswa ke kam- pus kan belajar memecahkan analisis ilmiah, beri mereka ket- erbukaan sikap menuju sistem demokrasi, bukan hukuman ala militer," sambungnya. Ajang Balas Dendam Memang, baik Gunawan maupun Sarjana mengakui, os- pek tidak jarang dijadikan ajang balas dendam oleh mahasiswa senior. "Mungkin karena pada saat jadi mahasiswa baru mere- ka dikerasi, ketika jadi senior mereka melakukan hal yang sama," ungkapnya. Kalau mo- tivasi balas dendam ini menjadi landasan, maka ospek telah me- nyimpang dari tujuan semula. "Yah, terjadilah hal-hal di luar batas kemanusiaan dan etika," katanya. Tidak jarang, dalam pandangan Sarjana, para senior mereka ingin tampil gagah- gagahan. Mereka justru mencari wibawa pada ajang ospek, pet- antang petenteng dengan atribut- nya masing-masing. "Ini pencerminan sikap yang tidak dewasa." Sementara itu, Pembantu Re- ktor III Unud Prof. Dr. Ir. I Gede Suyatna menilai, persoalan di ITB bermula lantaran filosofi ospek kurang tersosialisasi den- gan baik. Karena pengenalan kampus, seyogyanya hal-hal dasar soal kurikulum, program studi, dan lingkungan kampus yang dikomunikasikan kepada mahasiswa baru agar mereka lebih siap mental dan fisik bela- jar di perguruan tinggi. Jangan malah kegiatan fisik dilakukan di luar batas-batas kemampuan sebagai manusia. Suyatna meli- hat, jika perlakuan fisik pada upaya peningkatan sikap disip- lin mahasiswa, tidaklah menja- di masalah. "Yang menjadi masalah, jika perlakuan fisik itu di luar batas kemanusiaan dan norma yang ada. Ini jelas salah," tegas guru besar Fakultas Perta- nian Unud ini. Sabtu Umanis, 2 Maret 1996 Brush Up Your English Oleh Soejono Ts (9) Inilah terjemahan jawaban B dalam percaka- Saya belum mendapatkan pekerjaan. Pengertian- pan yang saya berikan : nya ialah sejak dulu sampai sekarang. B: I suggest consulting the doctor. Contoh: B: I suggest asking the policeman over there. B: I suggest studying harder again. Dan inilah terjemahan dengan menggunakan pola kalimat kedua yang mendasari kata sug- gest. 1. If you are more than ten minutes late, I suggest you stay out side the class. Your teach- er doens't like any student to come late. 2. Niti insn't in. She was out. I suggest you come here again after ten in the morning. 3: Nobody can repair your radio. It's seri- ously out of order. I suggest you buy a new one. 4. There's a vacancy in my factory. I suggest you apply for it. 5. I suggest him come to Pak Abdi. Who knows? (Who never can tell?) He is willing to help him. Latihan yang berikutnya menerjemahkan kal- imat yang menggunakan kata suggest dengan pola kalimat yang ketiga. 1. There'll be a hen-party at home to night (this evening). I suggest your staying at home. I need your help. 2. The foreman suggested the workers' go- ing on a strike. 3. Father suggested mother's attending the meeting alone, because he had to work over- time 4. Father suggested my applying for the job, because I haven't got any job yet, since I grad- uated from my university. 5. His Department Head suggested his com- ing to the office on time. Masih ada latihan terjemahan yang terakhir. Inilah latihan itu. 1. I suggest that you should see your uncle. He is very angry with you. 2. Father suggests that I should be careful. 3. Mother suggested that my sister should take the offer. 4. Pak Amin suggested that his wife should cancel her trip. 5. I suggest that he should apologize. Mudah-mudahan Anda tidak mengalami ke- sulitan dan mulai sekarang keempat pola kali- mat itu menjadi milik Anda. Sebelum saya meneruskan percakapan lain, saya ingin mengutik beberapa hal dari pembic- araan lalu, terutama di dalam latihan. Ada kalimat yang berbunyi: I'm more than ten minutes late = Saya terlambat lebih dari sepuluh menit. Yang sering saya dengar baik di klas-klas formal dan nonformal: I'm late more then then minutes. Harap Anda perhatikan hal itu, Anda tentu dapat berkata: Don't wait for me. I'll be some minutes late. She hasn't had the book yet = Dari dulu, en- tah kapan, seminggu lalu, pokoknya sebuah tenggang waktu, sampai sekarang, ia belum mempunyai buku itu. Subject - have not - past participle - object - yet. Perhatikanlah percakapan berikut : A: You said she was a pianist. B: I never said that. B menyangkut atau membantah A bahwa ia tak pernah mengatakan akan hal itu. Tentu saja cara menyangkal atau membantah dapat bervari- asi. Contoh yang lain : A; You said that television was educational. B: That's not what I said. Saya akan mencoba memberikan cara-cara yang lain. Perhatikanlah : Yang sifatnya tegas atau assertive : (No.).... I didn't. I never said that. I didn't say that. I never said anything of the sort. That's not what I said. That's not right. Yang sifatnya sopan atau polite : (No.) .... I'm sorry to contradict you, but I didn't say that. I'm sorry, but I don't think I did. I'm sorry, but that's not exactly what I said. Yang sifatnya tidak pasti atau uncertain: (No.).... I don't remember saying that. Did I really say that? Saya akan memberikan pernyataan dan Anda menyangkalnya berdasarkan petunjuk. 1. You said that she spoke French. ......(assertive). 2. You said that smoking was not harmful. (polite). 3. You said that a woman's place was at home. ......(assertive). 4. You said that girls were essier to bring up than boys. (assertive). 5. You said that every industry should be na- tionalized. (polite) Masih akan saya lanjutkan hal ini sedikit minggu depan. Semoga ada manfaatnya. May Dan kalimat ini: I haven't got any job yet it be of much benefit to you. Soal pemecatan yang dilaku- kan terhadap dua mahasiswa ITB, Suyatna mengatakan, kemungki- memang demikian. Di ITB, kata nan karena aturan main di ITB dia, ada dewan etika. Jika ini me- mang menjadi keputusan dewan etika, mau tidak mau mahasiswa tersebut harus keluar. 2. Berjiwa Wiraswasta Pustakawan memiliki jiwa Bagaimana dengan di Unud wiraswasta. Artinya, pustakawan sendiri? Suyatna mengatakan, harus bisa menciptakan lapangan pihaknya tetap berpegang pada kerja yang dapat mendatangkan aturan main yang telah digaris- hasil dan berguna bagi masyarakat kan Dirjen Dikti Depdikbud. ilmiah dan nonilmiah. Dalam Ospek, katanya, haruslah tetap melaksanakan tugasnya, kadang berjalan sesuai filosofi dan tu- Dalam pembinaan pustakawan kala tidak mengenal waktu dalam juannya. "Yang penting tetap untuk dapat menciptakan suasana memburu, mengolah, menyebar- berpegang pada filosofi dan tu- Dalam hal ini pustakawan di- kerja yang harmonis di perpusta- kan dan menyimpan informasi. juannya, tak masalah. Kami pandang penting untuk men- kaan, di samping dibekali ilmu Kadang-kadang penghasilan yang akan tetap laksanakan." ingkatkan komunikasi di kalangan pengolahan bahan pustaka dan diterimanya kurang bisa memenu- Menurutnya, jika ada per- masyarakat ilmiah dan non-ilmi- ilmu pendidikan, juga dibekali hi kebutuhan hidup bagi keluarg- Hal senada dikatakan Eko P. lakuan fisik, sepanjang sesuai ah. Dengan demikian, ketertiban wawasan-wawasan yang dapat anya. Dengan demikian, tiap saat Menurut aktivis kampus Jurusan batas-batas kemanusiaan dan dalam pelaksanaan tugas bisa ter- menunjang terselesainya peker- pustakawan diharapkan menjual Arkeologi ini, sangat tidak etis bertujuan untuk meningkatkan capai dengan menyadari akan jaan secara sukses antara lain: informasi yang telah diolahnya, masa sekarang memberlakukan disiplin mahasiswa, agaknya pentingnya informasi untuk dan juga harus bisa menggali sum- sistem ospek dengan perpelon- masih bisa dipahami. Karena itu, menyelesaikan permasalahan. 1. Jenis Sifat Pekerjaan ber-sumber keuangan baik untuk coan yang memberatkan maha- Suyatna mencoba secara preven- Jadi, pustakawan dalam mengh- Sifat pekerjaan di perpusta- kepentingan unit kerjanya mau- siswa. Sebagai senior kampus, tif mengawasi pelaksanaan os- adapi pemakai perpustakaan kaan sering mengakibatkan ke- pun untuk membantu menambah mestinya mereka tahu bagaima- pek di Unud. mempunyai tugas: (1) Pemburu bosanan, seolah-olah tidak ada biaya hidup keluarganya. na etika intelektualitas dalam Tragedi ospek di ITB me- informasi; (2) Pentingnya infor- variasi dan kadangkala tidak mengelola dunia kampus. "Os- mang cukup mengagetkan ka- masi; (3) Mengolah informasi; (4) menggairahkan. Karena itu, untuk adik terhadap dunianya yang para orangtua yang memiliki Menyimpan informasi serta mer- tiap pustakawan harus mempun- dikembangkan untuk mendorong pek itu untuk mendekatkan adik- langan pendidikan, lebih-lebih Menyebarkan informasi dan (5) bertahan lama di perpustakaan, baru. Menjadi mahasiawa baru putra-putri yang sebentar lagi awatnya. sudah cukup berat, apa harus memasuki gerbang kampus. Na- yai mental yang kuat, sifat peng- jiwa berwiraswasta, sebab selama ditambah hal-hal yang member- mun, satu hal yang bisa dipetik telah diadakan akan bisa diterus- ban perasaan, tidak lekas bosan, harapan itu sebenarnya selalu ada. Pengembangan sistem yang abdian yang tebal, berani berkor- hayat masih dikandung badan atkan lagi." hikmahnya dan belajar dari ka- kan dan ditingkatkan, karena pus- percaya diri, memiliki kesabaran, Perlu dihayati, orang yang sudah Tentang OKS sebagai peng- sus ITB itu. Bagaimana pun, os- takawan mempunyai peranan disiplin kerja tinggi, tekun beker- bersungguh-sungguh berusaha, ganti perpeloncoan di kampus pek memang bukan ajang balas yang penting. Artinya, pus- ja, teliti dalam pekerjaan dan pen- pasti akan timbul suatu harapan. Kuning, diakui sangat baik oleh dendam. (art/jep) takawan harus lebih gigih dan gambilan keputusan, serta bisa (Bersambung ke Hal 15 koll) Perpustakaan bukan Tempat "Sampah Pegawai" masih dianggap pekerja yang han- kan masalah-masalah perpusta- jak berkomunikasi dan membutu- PUSTAKAWAN selama ini konsisten dalam usaha memecah- menyenangi tiap orang yang dia- ya mengatur buku/koleksi dan kaan di saat sekarang dan masa hkan informasi. melayani orang yang datang ke mendatang. perpustakaan. Padahal peranan Agar pustakawan dapat melak- pustakawan sangat penting, yang sanakan tugasnya secara berdaya didasarkan pada surat edaran ber- guna dan mendatangkan hasil, sama antara Kepala BAKN den- pembinaan sangat perlu diberikan gan Mentri Pendidikan dan Kebu- secara teratur agar tidak mempu- dayaan No. 53649/MPK/1988, nyai rasa rendah diri dalam pe- dan No. 15/SE/1988 Tanggal 29 mecahan masalah dalam men- Februari 1988, serta diperkuat gambil keputusan. dengan Keputusan Presiden No. 64 dan 65 Tahun 1992. PURI GADING JIMBARAN BALI 3. Sifat Penuh Harapan Sabtu Umani Presdir Jakarta (Bali) Kehadiran In bisa menimbul Presiden Direk ha ditemui dala gan, Jumat (1/3 "Saya kira Inpr dengan begitu ngan antarpeng atanya. Namun ke pa kebijaksanaan persaingan, Direkt Rini Suwandi Comment Selanjutnya, mengelak berba pertanyaan. Dial an saat ini seda is Inpres. "Dua n janji dia Rini mengaku lama ini harga sah beberapa poin. Pali Astra turun delapar Tidak sem *Sepanja Denpasar (Bali P Tidak semua ja harus dilalui eks mengirim barangn bisa dikategorika hambat. Terutama yang ada siap beke seminggu. Demiki pala Sucofindo Ca Moh Sihabudi ke Denpasar, Jumat Dia mencontoh si dalam hal pem ekspor yang terke pajak ekspor tamb an kayu dan kulit mendapat fasilitas pengembalian bea gutan impor lainn "Sesuai deng Keuangan No 85 PT Sucofindo ditu veyor untuk mela saan barang eksp kategori barang lami bekerja 7 ha Dalam melakuka ngga tidak mengg spor," katanya. Menanggapi Kadinda Bali Jay Sucofindo hanya Jumat sehingga me caran ekspor, Siha pihaknya tetap me pemeriksaan pad Minggu sepanjang minimal satu ha "Dulu kami mem pai hari Jumat unt dengan jadwal lim pi karena keluhan disampaikan Feb kami lalu memut Mengantisi Jakarta (Bali P Mengantisip gangguan yang dung-gedung tin munikasi Indor akan mendirikan munikasi baru te nesia, yang keti capai 350 meter dimaksudkan pu kualitas pelayana yang menggunak bagai media tr Sifat penuh harapan perlu maupun layanan Menara tele PURI GADING JIMBARAN - BALI akan dibangun d si Regional II ( Gatot Subroto Divre II Bambar menyampaikan H ara halal bi hala Divre II Jakarta c janya, Jumat (1/ Diperkirakan menara ini aka bulan Agustus m harapkan akan s tahun 1997. Mer telekomunikasi rang sudah berur ih karena diban 1970-an. Selain Harga Borongan S Tanggal 1 M Di Pasar Anya Jenis Komoditi 1. Kol Bulat Kol Gepeng 3. Tomat buah loka Tomat buah TW Buncis 6. Wortel Kentang 9. Seladri 8. Sawi putih 10. Labu Siam 11. Lombok merah Sumber: Din Tanaman Pan Jl. Jayagiri XIX TYPE 90/155M2 JI. Hayam Wuruk Sekolah Cipta Dharma JI. Jayagiri XX TYPE 200 TYPE 175 420M2 320M2 Jl. Jayagiri XVIII Jl. Cok Agung Tresna TANDA JADI Rp 1.000.000, TERSEDIA: TYPE 90/155 m2 TYPE 175/320 m2 TYPE 200/420 m2 KANTOR PEMASARAN PT. CALISTARAYA ABADI JI. Maluku A3 Komp. Pert. Kertha Wijaya Telp. 223012, 420590, 231454 Fax. 229892 Denpasar ANGGOTA REI NO. 13.00082 DITENGAH KEINDAHAN ALAM PULAU DEWATA KAMI HADIRKAN Hunian Ideal Keluarga Bahagia Harga mulai dari Rp 20.000.000 Rp 40.000.000 TERSEDIA TYPE 21, 27, 36, 45 Siap Huni BUKA SENIN JUMAT - jam 9.00-17.00 Sabtu - Minggu Jam 10.00-14.00 Bergegaslah jumlah unit sangat terbatas Hubungi Pengembang PT. MITRASURYA CEMERLANG Kantor Perwakilan JI. Imam Bonjol No. 336F Telp.483482 REI No.00.01089 Denpasar Bali - PAM 24 jam FASILITAS : - Sarana Pendidikan - Sarana Peribadatan - Taman yang Asri - Jalan dengan Hotmix dan paving Lebar Jalan : -Jalan Utama 18 m - Jalan Sekunder 12 m -Jalan blok 10 m - Jalan lingkungan 7m-8 m - Sarana Olahraga Lapangan Tenis Lapangan Basket Lapangan Bulutangkis - 10 menit dari Airport -Lokasi dikawasan elit pariwisata 200 m dari Wiswa 0 હ S Special b ARSITI (Interior -Temp -Ruma Produksi pada Show Silakan d - Bangunan dengan PEMBAY anti rayap kampus Udayana - Security 24 jam -Tersedia jaringan Telepon HEAD OFFIC SHOW ROOM C626 C526
