Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Bali Post
Tipe: Koran
Tanggal: 1998-04-05
Halaman: 02

Konten


4cm Halaman 2 Bali Post POTRET Minggu Kliwon, 5 April 1998 Minggu Kliwon, 5 Apr Ucik Supra Nonton Film karena Kagum, kok Gambar bisa Berjalan KETIKA merampungkan film "Badut-badut Kota" (1994), Ucik Supra sempat membawa filmnya itu keli- ling kampus untuk acara apresiasi. Di Universitas Trisakti, Jakarta, usai me- nyaksikan film itu, seorang mahasiswa bertanya ke- padanya. "Pak Ucik, saya mau tanya. Filmnya Pak Ucik itu apaan, cuma ger- geran saja?". Saat itu, Ucik sudah siap menjawab, bahwa sebuah komedi yang bagus adalah film yang mampu membuat penonton ketawa sekaligus menangis. Namun saat akan menjawab, ia diberi- tahu salah satu tokoh per- filman nasional Mardjono yang kebetulan menjadi moderator, tak usah dijawab. Maunya, Mardjono sendiri yang menjawab dengan nada marah, "Apakah Anda tidak peka, tidak tersentuh melihat adegan-adegan se- perti ini..." Belum selesai bicara, Mardjono meralat ucapan- nya. "Oh maaf, Anda kan mahaisswa Trisakti". Mak- lum saja jika Mardjono bi- cara demikian, karena ba- nyak yang tahu kalau ma- hasiswa Trisakti kebanya- kan berasal dari golongan the have. Ucik Supra akhim- ya menimpali, "Memang ke- pekaan kita akan luntur. Per- tama kalau punya duit, ke- dua kalau punya kuasa. Ka- lau sudah punya dua hal itu, biasanya kepekaan ter- hadap masalah-masalah sosial akan berkurang," ka- tanya. Sebagai salah satu sutra- dara "muda" setelah zaman- nya Teguh Karya, Syuman- jaya maupun Wim Umboh, Ucik Supra memang belum begitu banyak menghasil- kan film layar lebar. Namun dua karyanya, "Rebo dan Robby" serta "Badut-badut Kota" yang lahir ketika film Indonesia menuju tidur pan- jangnya, mendapat pe- nilaian yang bagus dari ka- langan pengamat. Masih dalam suasana peringatan Hari Film Nasional (HFN), 30 Maret lalu, berikut petikan perbincangan Bali Post de- ngan Ucik Supra, bebera- pa waktu silam ketika sutra- dara ini sempat berkunjung Bagaimana Anda bisa pu- nya gagasan-gagasan cerdas dan nakal untuk dituangkan ke dalam karya Anda, seperti "Badut-badut Kota"? Ini masalah pengalaman batin saja. Survainya nggak secara langsung. Tiap hari kan saya mengamati. Misal- nya saya ke Bali, sambil lalu saya amati kehidupan maha- siswa. Suatu saat saya akan membikin film tentang ma- hasiswa atau persoalan-per- soalan mahasiswa, saya sudah tahu. Makanya tiap hari saya belajar dan tiap hari saya latihan, banyak melihat dan melihat. Kalau tidak banyak melihat wawasan kita harus luas. Siapa sutradara yang Anda kagumi? Nggak ada. Mungkin sutradara dari luar, yang Anda anggap bagus? Nggak juga. Heran me- mang. Seperti ini,... saya dia- jak nonton filmnya Steven Spielberg, Coppola segala macam, nggak mau ah. Dia juga paling pameran teknik, teknik yang canggih. Oh "Jur- rassic Park" bagus Pak Ucik, nonton yuk. Ah nggak ah, pa- ling pameran teknik saja. Be- gitu saya tonton memang be- nar, dari skenario, dari yang lainnya nggak ada apanya. Cuma secara teknis memang, visualisasinya, secara teknis memang canggih, digarap betul. Yang dijual cuma itu. Bagaimana dengan film Prancis yang dinilai bagus, seperti "Leon"? Apakah Anda sempat membandingkan? Saya kebetulan tidak be- gitu ya.... tidak seperti Garin Nugroho. Kalau Garin me- mang suka nonton film. Saya kan sibuk cari nafkah. Paling kalau sudah lewat, ada film yang diributin, saya pinjam lasernya. Saya berpikir, ah begini saja kok diributin. Be- gitu saja. Pesona-pesona tek- nis saja. Saya juga kalau ke- temu dengan Garin "berkela- hi". Saya ini aneh. Waktu SMU, saya nonton film masih nggak ngerti ceritanya. Perta- ma nggak ngerti ceritanya, kedua, katanya Soekarno M. Noor begini begini, katanya Citra Dewi cantik. Saya ng- gak tahu Soekarno M Noor yang mana, Citra Dewi yang mana. Begitu nonton, saya juga nggak tahu ceritanya apa sih kok orang-orang pada bi- lang "wuih". Saya hanya men- onton, hanya mengagumi, gambar kok bisa berjalan. Begitu saja. Cuma saya kagum itu saja. Saya nonton film nggak pilih-pilih, asal ada kesempatan saya nonton. Yang saya kagumi cuma gambar kok bisa hidup, bisa berjalan. Ya itu saja. Mungkin itu yang membuat Anda tertarik terjun ke dunia film? Kalau yang sifatnya inova- tif, saya tertarik. Tetapi ke- apakah suratan takdir ke untuk sebuah acara apresia- mudian apa ya.. nggak tahu si film di Denpasar. Surat Pembaca Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM sana nggak tahu juga. Saya nggak pernah punya cita-cita kok. Saya nggak punya cita- cita menjadi sutradara. Cuma begini, waktu kecil mi- salnya ada ketoprak, ludruk dengan sutradara ini, saya tahu lakonnya. Saya ikuti pe- mentasannya. Sutradaranya itu teman saya, tetapi perasaan pada saat latihan juga diam saja. Jadi saya ber- pikir sutradara itu apa sih? Nggak tahu juga saya. nakalnya saya berbeda. Dulu saya aktif di gamelan. Saudara saya aktif di gamelan. Begitu di Jakarta saya ketemu orang Bali Pak Wayan Dia, Wayan Diasa, tiba-tiba saya nyoba gamelan Bali ternyata bisa. Malah sama Pak Wayan Dia, saya yang namanya gelanda- ngan pengangguran, saya bi- lang, Pak Wayan, saya bisa nyuling. Dia bilang, ayo ikut ngompreng di HI. Pegang su- ling, pulang dapat duit. Suling bukan suling Jawa, tetapi su- ling Bali. Kalau niup suling un- tuk mengiringi tari pendet, ga- bor, itu saya bisa. Bicara soal film nasional, ada yang mengatakan perfil- man sudah habis, padam? Saya setuju, saya rasa me- mang iya. Hancur sudah film kita. Harapan untuk bisa bangkit kembali, bagaimana? Itu keajaiban saja. Tetapi ini kan menyangkut masalah kepentingan bisnis. Kalau sudah masalah kepentingan bisnis, mau bagaimana. Ke- pentingan ini kadang-kadang kalau nilai bisnisnya nggak ada susah. Cuma kan sekarang se- perti film impor merajalela. Contohnya Malaysia, negara kecil, perfilmannya jauh lebih bagus dari kita. Satu produksi di sana, terakhir saya dengar bisa menghasilkan 6 juta ring- git atau sekitar 6 milyar. Modalnya nggak lebih dari 500 ribu ringgit atau sekitar seten- gah milyar. Itu, coba. Padahal penduduknya berapa? Cuma 18 juta. Kita, 200-an juta. Filmn- BPMist ya juga jah... ya film dramalah, film nyanyi-nyanyi sebangsa nya dangdutan. Tetapi penon- tonnya juga lain. Penonton di sana hebat. Nonton film nggak cuma sekali, tetapi empat kali. Ada surat ke produser yang saya baca. Ia mengatakan saya nonton filmnya ibu sampai empat kali. Gila. Di sini mana ada nonton film sampai empat Dulu Anda inginnya jadi apa? Dulu saya inginnya jadi poli- si. (Dengan nada bercanda) Karena saya sering dikempla- ngi polisi. Ha....ha.. ha... Mungkin karena semasa muda dulu Anda termasuk agak nakal? Biasalah, nakalnya anak- anak zaman saya dulu. Tetapi Telepon Penting Permintaan Interlokal: 100 Permintaan Internasional Info SLI :102 Informasi waktu :103 Booking Internasional : 104 Interlokal Tanpa Tunda :105 Penerangan Interlokal: 106 Booking Intern untuk Wartel Penerangan Lokal : 108 Info Tagihan Telepon : 109 Polisi : 110 :125 kali. Pewawancara: Made Adnyana BPMist MASALAH SOSIAL-Lewat film "Badut-badut Kota", Ucik Supra menunjukkan ka. lau ia peduli masalah sosial Lewat Film, Ucik Supra Ekspresikan Unek-unek DALAM jajaran sutra- dara, nama Ucik Supra me- mang masih tergolong muda. Pria kelahiran Ponorogo, 1 Desember 1946 ini baru menuntaskan dua film layar lebar, "Rebo dan Robby" (1991) serta "Badut-badut Kota" (1993). Selain itu, ia sempat ikut menyutradarai film Malaysia yang berjudul "Card Cinta". Melihat kembali perjalan- an kariernya, ia sudah lama mengenal dunia akting dan film. Ini bermula dari keterli- batannya dalam Teater Kecil bersama Arifin C. Noer (alm.). Dunia film sendiri mulai dike- nalnya pada awal 70-an, juga atas peranan Arifin. Sekalipun namanya mulai terangkat sebagai sutradara pada awal 90-an, jauh sebel- umnya ia sudah mengenal bidang penyutradaraan. Itu lantaran ia kerap menjadi asisten sutradara Ami Priy- ono, dan beberapa kali men- jadi asisten Wim Umboh (alm.). Selain menangani film- film cerita, Ucik juga meng- Dokter panggilan dan 430270 430245 (0361) 71324 Markas PMI Cabang Badung Gangguan PLN STB-N Telkomsel 234806 262872 239540 dandokter panggilan 423467- 426492 Klinik SOS Gatotkaca Buka 24 jam 223555 Starko :101 Easy Call Starpage Posko Kewaspadaan : 13022 13033 RUMAH SAKIT RS Bhakti Rahayu Jalan Gatot Subroto II/11 : 13099 RSUP Sanglah 227912-15 Buka 24 jam. RSU Wangaya 222142 Nasional : 122 RSAD Udayana, Ambulan Service Biz:Call :234567 Buka 24 jam dan menerima Taxi Praja 289090 pasien umum 228061 Nusa Dua Clinic Bali Taxi Ngurah Rai Taxi Pan Wirthi Taxi €701111 RSU Surya Husada 235041, Jalan Pratama 81A-81B 724724 233786, Nusa Dua :723366 233787 Pos Call: 161 :107 Bandara Ngurah Rai 751011 Informasi Penerbangan: 757164 GIA RSU Puri Raharja JI. WR Supratman 14 Denpasar :235169 Buka 24 Jam 222013 Jalan Imam Bonjol 125 Pemadam kebakaran : 113 SAR 115 Gangguan Telepon :117 Ambulance :118 Info Pelayanan Pos :161 Telemarketing :162 Info Pelayanan KB :163 Info Telegram/ Reservasi Merpati Reservasi Sempati Reservasi Bouraq Pelayanan Telkom 235358 237343 241397 RSU Saidharma Jl. Tukad Unda No. 1 Renon Pelayanan Poliklinik: 24 Jam Dokter Panggilan dan Ubung 433162 Pelayanan RSU Dharma Yadnya Info Hunting & 462629, Features : 240024 462488 Info Tunggakan : 228062 Fax. 462488 Info Klaim Pulsa 233321 RS Khusus Bedah :165 :166 GRAHA USADHA Telkom Calling Card :168 Info Pendidikan :175 Skytel : 13011 Polisi Militer Pengaduan terhadap anggota ABRI Phonogram Info Pariwisata Telkom Jimbaran 703162 Info Data Pelanggan :228042 Gangguan Telp Umum: 117 PMI/RSUP Sanglah 227911 Informasi AIDS :239191 RSU Manuaba 426393 RSUP Wangaya :222141 Ambulance Service JI. WR. Supratman no. 256, Tohpati Denpasar Timur anan 24 jam: 227220 Jl. Cokroaminoto 30 Denpasar Bali Buka 24 Jam Poliklinik, Ambulance service ma krama (sebuah makna yang kurang relevan dengan tatwa penciptaan)? Denpasar Pelayanan Ambulance Gawar Darurat PMI Cabang Badung Pelayanan Usaha Transfusi Darah (PUTD) PMI Cabang Badung 484305 484305 d.a. RSUP Sanglah Denpasar Pesawat 161 RS. Dharma Usadha Pal. 24 Jam dan UGD 227224 227911 s.d. 227915 Jl. Jendral Sudirman 50 227560- 234824 I Made Yudhiantara Perum. Nuansa Kori Hijau Ubung Kaja Denpasar ciptaan (=tilem kesanga, ma- Hari), Siwa Ratri (tatwa pen- hagelap), keadaan mana kemu- gampunan Siwa bagi pertoba- dian berubah setelah Brahman tan Sang Lubdaka), Wijaya 'melirik" Prakrti (Nur/tercermin 4. Di mana posisi tradisi Dasami (mengikuti prosesi ke- dalam prosesi meobor-obor) se- melasti yang sebelumnya telah menangan Rama atas Rahwa- Soal Nyepi dan Tatapan Brahman hingga prakrti bergerak, gemu- dilewati jika dikaitkan dengan na), bahkan ada yang tereflek- ruh marak evolusi alam dimu- fenomena religius purba pen- si dalam seni tari tradisional Penghargaan yang men- (tawur kesanga), upayamepra- ciptaan dimulai, oleh penulis lai (= suara bising tari-tabuh, ciptaan jagat? yang disakralkan seperti tari dalam saya sampaikan kepa- yascita bumi dan nyomia alam diduga" terjadi pada saat tilem dsb. dalam prosesi pengrupu- Asumsi saya bahwa prosesi Kupu Kupu Tarum di Mengwi da Bapak K. Weda atas tu- semesta, sampai pada harapan kesanga ketika Brahman "me- kan/meobor-obor). Keesokan ritual keagamaan (Hindu) yang merepresentasikan lisannya di Bali Post berjudul untuk melahirkan kembali" lirik" prakrti. Manakalaprakrti harinya, umat ngelakoni Catur merupakan media pembelaja- fenomena religius purba, pereb- "Melacak Hakikat Hari Raya diri sejati sehingga terlahir dalam keseimbangan total, Brata Penyepian, di mana diri ran umat melalui pemaknaan utan Tirta Amerta antara para Nyepi (28 Maret 1998). Tulisan manusia-manusia "baru" yang wujudnya yang menonjol ad- pribadi dan lingkungan dibuat dan penghayatan simbol-sim- Dewa dengan Asura. tersebut telah memberikan in- tercerahi secara spiritual. alah kegelapan dan kegelapan sepi (Pada Minggu 29 Maret bol yang mengacu pada fenom- Bapak K. Weda, mohon formasi berharga kepada umat Saya yakin pendekatan his- ini berubah menjadi terang set- 1998) dan pada Senin 30 Maret ena religius masa lalu, antara ketidakjelasan saya itu diberi- se-dharma. Untuk sebagian toris ke-"sastra"-an yang tersa- elah evolusi alam dimulai (yak- 1998 umat melakukan sima lain dapat dicarikan rujukan- kan penerangan. umat awam seperti saya, infor- ji dalam tulisan tersebut, telah ni ketika prakrti terguncang, krama (Ngembak Geni). Jika nya pada beberapa hari pent- masi tersebut merupakan se- didahului telaah yang cermat bergerak atau setelah menda- asumsi saya tidak salah, bah- ing umat Hindu seperti Galun- suatu yang baru" dan "luar bi- mendalam, dan tentu, membu- pat "tatapan" Brahman). Pada wa rentetan Hari Raya Nyepi gan (cerita sejarah Maya De- asa". Yang baru dan luar biasa tuhkan waktu yang panjang. konteks kekinian, proses pen- itu merupakan simplifikasi dan nawa), Brata Ekadasi (terkait tersebut, barangkali terletak Setidaknya, kaidah logika dan ciptaan purba tersebut diper- representasi dari fenomena re- dengan "dispensasi" Batara pada cara pemaknaan Hari sistematika tulisan, berikut ru- ingati umat Hindu dengan cara ligius purba penciptaan kosmos, Raya Nyepi yang selama ini jukan yang menyertainya telah menyepikan diri dan lingkun- maka pertanyaan saya berikut belum pernah saya dengar. Se- merefleksikan hal itu. Festival Shalawat dan Takbir gan, pada saat umat bersyukur ini adalah sumber dari kera- lama ini, penjelasan yang saya Esensi/pemaknaan Hari atas terciptanya jagat raya ini. guan saya. Festival Shalawat dan Tak- tra dan dewasa. Batasan usia pahami tentang makna Hari Raya Nyepi yang disampaikan Sampai di sini, saya masih 1. Kenapa setelah "evolusi bir Idul Adha 1418 H/1998 se- remaja adalah 13 - 20 tahun, Raya Nyepi umumnya terkait merujuk pada "tatwa" pra- sependapat dengan pemikiran alam dimulai" yang ditandai Kota Madya Denpasar dise- dan dewasa 21 - 35 tahun. dengan upaya menetralisasi- masa penciptaan sampai pada Bapak K. Weda. maraknya bunyi-bunyian itu lenggarakan 8-9 April 1998 Pendaftaran sampai dengan 5 kan pemurtian bhutakala bergeraknya "benih purba" Kemampuan pikir saya yang disusul kembali" oleh suasa- bertempat di Yayasan Al- April 1998 (saat pertemuan Dompet Coklat (prakrti) sehingga timbul terbatas, lalu membuat saya na sepi? (seperti ketika masa Amin Denpasar, dengan penye teknis). Yang berminat bisa ciptaan. Prakrti bergerak dan ragu, ketika Bapak K. Weda pra-penciptaan (meobor-obor lenggara Generasi Muda Al- mendaftarkan diri ke Sekretar- Hilang dompet coklat berisi menjabarkan makna momen disusul Sipeng). Amin (Gemala) Denpasar. Keg- iat Panitia Jl. PB. Sudirman I/ surat-surat penting atas nama Dompet Hitam penting dalam prosesi ritual Nengah Wara. Diperkirakan 2. Adakah hari Sipeng terse- iatan tersebut diikuti SLTP, 6 A Denpasar (Gang Al-Amin) Hilang dompet hitam berisi Nyepi dikaitkan dengan but mengandung makna simb- SMU, Lembaga Pendidikan atau menghubungi telepon jatuh di Jimbaran. surat-surat penting atas nama tahapan proses penciptaan pur- olis tersedotnya seisi alam Islam dan Majelis Taklim se- 234867-241862 - 245809- Yang menemukan mohon I Gst. Nyoman Susila, 1 April ba tersebut. Tilem kesanga (un- pada masa akhir zaman (Ma- Kota Madya Denpasar. Pada 225157. menghubungi telepon 703042 1998 pk. 13.00 di Jl. Tegeh tuk Nyepi tahun ini bertepatan hapralaya), untuk kemudian tahun ini Festival Shalawat atau 721137. Akan diberi im- Agung Sanur. Yang menemu- Sabtu 28 Maret 1998) dikata- Brahman mencipta kembali terdiri atas golongan remaja kan mohon menghubungi ala- kan sebagai titik awal pen- (Nur dikaitkan dengan Ngem- putra dan remaja putri serta mat Jl. Pantai Sindu No. 7A ciptaan jagat raya. Pada saat bak Geni) pada awal zaman dewasa putra dan dewasa pu- Sanur, telepon 281241. hanya ada kegelapan (dalam baru (Tahun Baru Caka)? tri (tanpa campuran). Festival konsep 'INI-nya Maharsi Manu) 3. Jika demikian, kenapa Takbir hanya untuk putra ter- disebut masa sebelum pen- Ngembak Geni diartikan mesi- diri atas golongan remaja pu- balan. Yulia Herawati Jl. Palapa No. 2A Denpasar A.n. Panitia Seksi Lomba/ Pendaftaran Agus Urip Rahman Koordinator I Gst. Nyoman Susila Anggota Redaksi Denpasar: Agustinus Dei, Dwi Yani, Legawa Partha, Nikson, Palgunadi, Pasma, Srianti, Sri Hartini, Suana, Suarsana, Sudarsana, Sueca, Sugendra, Suja Bali Post Adnyana, Sutiawan, Artha, Alit Suamba, Subagiadnya, Sugiarta, Sutarya, Kasubmahardi, Martinaya, Rai Anom, Sarjana, Adnyana, Agus Astapa, Mas Ruscitadewi, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi. Bangli: Karya, Buleleng: Tirthayasa, Gianyar: Alit Sumertha, Jembrana: Edy Asri, Karangasem: Dira Arsana, Klungkung: Daniel Fairy, Tabanan: Alit Pumatha, Jakarta: Wisnu Wardana, Muslimin Hamzah, Bambang Hermawan, Darmawan, Suyadnya, Djamilah, Rudiyanti, Suharto Olii, Ghazali Ama Lanora, Yahya Umar, Pamuji Slamet, Ria Tanjung Pura. NTB: Agus Talino, Nur Haedin, Riyanto Rabbah, RakaAkriyani, Siti Husnin, Izzul Kairi, Syamsudin Karim, Ruslan Effendi, Antony Mithan. Surabaya: Endy Poerwanto, Bambang Wiliarto. NTT: Hilarius Laba. Yogyakarta: Suharto. Wartawan Foto: Arya Putra, Djoko Moeljono. garap sejumlah film non-cer- ita. Salah satu karyanya, "Pe- sona Wisata Bogor" meraih penghargaan FFI 1989 se- bagai film non-cerita terbaik untuk kategori film pariwisa- ta. Maka tak heran begitu produser Jiwat K. (alm.) dari Bola Dunia Film memper- cayainya sebagai sutradara penuh untuk film "Rebo dan Robby", ia tampak tak cang- gung lagi mengarahkan pe- main seperti Didi Petet dan Onky Alexander. Selain menyutradarai, ia juga menulis skenario film tersebut. Konon ia sudah me- nyiapkan konsep film ini se- jak sembilan tahun sebelum- nya. Hasil kerja kerasnya, ia masuk unggulan sutradara terbaik FFI 1991. Kesempatan berikutnya datang dari PT Prasidi Teta Film, yang dikenal dengan film-film idealis seperti "Ke- jarlah Daku Kau Kutangkap" dan Ayahku". Sang produser, Ir. Budiyati Abiyoga memper- cayainya menggarap "Badut- badut Kota" dengan bintang Dede Yusuf dan Ayu Azhari, di kala film nasional sedang sekarat. Meskipun agak tersendat-sendat dalam pere- daran di bioskop, kenyataan- nya film yang disebut-sebut beraroma black comedy ini banyak mendapat pujian dari kritisi. Bahkan pada ajang Festival Film Asia Pasifik ke- 39 di Sidney, Australia pada 1994, "Badut-badut Kota" menyabet penghargaan se- bagai film komedi terbaik. Kalau toh film itu dinilai berhasil mengangkat salah satu fenomena sosia masyarakat Indonesia, Uc tidak mengelak. "Say menyukai masalah sosia Film ini adalah media ekspr si. Untuk mengekspresika unek-unek, saya pun gagasan. Karena saya sanga gelisah terhadap masyaraka kita," ujarnya. Ketika produksi film na- sional betul-betul dikuasai film-film panas, Ucik me mang tidak lagi menghasil kan film layar lebar Meskipun kemudian ia sem pat menyutradarai film "Card Cinta" produksi Malaysia Setelah lama tidak berkarya, akhirnya Ucik tak tahan juga untuk diam. Suami Marhae- ni ini mengikuti jejak sutra- dara film layar lebar lainnya, hijrah ke sinetron. Hasilnya, sinetron "Serpihan Mutiara Retak" yang belum lama ini ditayangkan di Indosiar. Agaknya pria berkacama- ta yang juga menguasai alat musik tradisional seperti gamelan ini sadar kalau po- sisi sebagai sutradara sangat berbeda dengan para bintang. Katanya, sutradara memang bukan seorang super star. Ia memang menjadi jenderal di lapangan. Tetapi sesudah tidak lagi menyutradarai di lapangan, ia kembali menja- di orang kebanyakan. Semarak Hari Raya (adn) Galungan & Kuningan f Bersama Kami M'A Bali Pusat Busana Untuk Seluruh Keluarga Anda Rayakan ... GALUNGAN & KUNINGAN Bersama Kami. Dapatkan Potongan Harga Sampai 20% Mulai Tanggal 05 April s.d. 14 April 1998 M'A Bali Jln. Diponegoro 50 Telp. (0361) 227201 Denpasar Bali Koru J * ika semua pegawai negeri diimbau agar gaji pokoknya dipo- tong untuk disum- bangkan kepada ne- gara, menurut Ketua YLKI Tini Hadad, imbauan tersebut sudah tidak manusiawi lagi. Kalaupun ada pemotongan gaji pokok pegawai negeri, itu harus dilihat dari tingkatan- nya. Jika eselon I atau pejabat tinggi di bawah menteri dan golongan IV juga anggota DPR/MPR, mungkin imbauan tersebut bisa dite- rapkan. Tetapi untuk golo- ngan III ke bawah, imbauan tersebut tidak dapat diber- lakukan. Seandainya, untuk golo- ngan III ke bawah pemoton- gan gaji pokoknya dise- suaikan dengan besarnya gaji mereka, hal itu tetap tidak manusiawi. Begitu juga, me- skipun imbauannya secara sukarela, tetap saja tidak manusiawi. Dikatakannya, gaji pokok golongan III dan II itu terma- suk kecil. "Apalagi golongan I seperti sopir dan pegawai pembersih yang menurut saya benar-benar tidak pu- nya gaji. Kalau gaji mereka dipotong lagi, bagaimaha mereka dapat hidup dalam keadaan seperti sekarang, di mana harga-harga terus naik," ujarnya. Tini menegaskan, dengan gaji yang mereka terima seka- rang ini saja hidupnya sudah susah. "Terus gaji mereka mau dipotong. Mau dikasih makan apa lagi keluarga mereka," katanya. Sebaiknya, lanjutnya, ha- rus ada batas minimal gaji pokok yang dipotong untuk rakyat miskin. Ia mengatakan, terkadang ada pegawai negeri yang termasuk masih kecil gaji pokoknya. "Misalnya profesor yang kerjanya mengajar saja, walaupun golongan IV, gaji- nya nggak sampai satu juta,' kata Tini. Menurut Tini, sangat posi- tif jika Presiden mengimbau agar menteri dan pejabat e- selon I rela menyumbangkan gajinya. Tetapi perlu dikha- watirkan jika imbauan ini diteruskan oleh para menteri atau eselon I ke seluruh pega- ewainya. "Sebab, implementa- si ke bawah dari imbauan Rela SEBAGAI gerakan mor dakan menyumbangkan gaj kepentingan negara, sebagain contohkan Presiden Soeharto baik. Tidak dapat dipungkiri, moral tersebut salah satu cara judkan kesetiakawanan sos mun jika gerakan itu diberl bagi seluruh pegawai neg narkah ini mengundang kont Sekarang tidak ada kenai pegawai negeri, padahal de rupiah sudah mencapai 400 Dengan kata lain telah terja runan penerimaan yang m batkan anjloknya daya beli rakat. Suprapto, pegawai negeri g ja KRISIS ekonomi yang dialami bangsa ini telah me pada hampir semu masyarakat. Untuk me pasinya, pemerintah pun sa mengambil langkah p matan. Salah satu langka diambil adalah pemotong pegawai golongan atas jauh lagi, pemotong golongan atas itu t berlanjut pada imbauan p ngan gaji pegawai bawahnya. Selain itu, pem juga melakukan operas pengetatan uang belanja dan berbagai antisipas menyiasati gejolak mon Lantas bagaimana dengan langkah pemotong bagi pegawai level re Pengamat e dan mantan anggo Tadjudin No memaparkan pandang kepada wartawan Ba 2cm Color Rendition Chart C 1000