Tipe: Koran
Tanggal: 1998-04-05
Halaman: 05
Konten
4cm (sas) 2cm Kliwon, 5 April 1998 Susu Melihat laju pertumbuhan penduduk, berarti selama set- ahun ada sekitar 1,5 juta bayi yang tergantung pada susu for mula. Rata-rata tiap bulan se orang bayi butuh 4 kaleng susu formula. Jika harga satu kaleng Rp 17.000, artinya bi- aya untuk pembelian susu for mula setahun mencapai Rp 1 trilyun. Ini sungguh ongkos yang luar biasa besarnya. Selain ASI, makanan untuk memenuhi kebutuhan bayi adalah susu formula. Susu ini terdiri atas susu formula un- tuk bayi usia 0-6 bulan, dan susu formula (lanjutan) untuk bayi berusia 6-12 bulan. Memang tidak bisa dimu- ngkiri, kehadiran susu formu- la sangat menolong para ibu mengingat saat ini banyak ibu bekerja di luar rumah. Apala gi jika tempat kerja itu jauh dari rumah, dan adanya berag am alasan lain. Akibatnya, banyak ibu tidak lagi sempat secara teratur menyusui buah hatinya. Kondisi inilah yang membuat meningkatnya peng- gunaan susu formula. ormula Gula pasir (osi) 30 g Air matang hangat 900 ml Cara Membuat 1. Campurkan gula pasir Han susu full cream ke Halam campuran tadi, tam- bahkan air hangat (sudah Hididihkan terlebih dahulu) sejumlah di atas, dan aduk campuran hingga larut. Tambah lagi sejumlah air mangat hingga volumenya menjadi 1 liter 2. Siap diberikan pada bayi. Hal yang perlu diingat, epung beras disangrai Halam wajan selama 5-10 menit dengan api kecil. Penggunaan tepung beras Hapat diganti dengan tajin. Cara membuat tajin, ke Halam 2 liter air, tambah- an 40 gram tepung beras, Kemudian masak sampai mendidih. Air tajin ini bu- kan pengganti susu, tetapi manya sebagai pengganti Deras untuk pembuatan susu formula alternatif. Tepung beras yang sudah disangrai biasanya ahan sampai 5 hari bila Hisimpan dalam tempat yang tertutup rapat. Sedan- gkan air tajin yang disim- pan dalam termos hanya tahan kurang-lebih 24 jam. Harus diingat juga bah- wa campuran susu dengan Cepung beras dapat menim- Dulkan endapan. Sehingga, pada saat pemberian susu, arutan harus sering Hiaduk/dikocok. Yang ter- Denting lagi, saat pembua- an susu formula alterna- if ini peralatan harus ser- Da bersih. Bayi (osi) Kenapa susu formula bisa nemiliki tingkatan harga? Ini disebabkan kandu- gan zat-zat tambahan di lalamnya yang mendekati ASI. Misalnya mengandung protein untuk perkembangan tak, tambahan vitamin, ka- ori. Yang terbaru, susu for- mula ada yang mengandung mega 3. Ini masuk dalam golongan susu mahal. Karena harga susu formu- a sekarang mahal, adakah lternatif penggantinya? Sampai sekarang belum da pengganti susu formula selain susu sapi. Saya tidak ahu apakah susu sapi segar murni lebih mahal atau le- pih murah daripada susu Formula. Sebetulnya ada tidak ba- aya pemberian susu buatan tau yang lebih dikenal de- gan susu formula itu? Bahaya pemberian susu puatan di kota-kota tidak be- itu nyata karena adanya pengadaan air yang baik, dan pendidikan ibu cukup. Teta- i, bahaya yang ditimbulkan da apabila ASI diganti susu uatan dengan penakaran ang tidak tepat, atau ASI liganti dengan air tajin atau isang. Ini sangat berba maya. Karena, jumlah sel tak yang sebenarnya masih alam taraf perkembangan ang cepat sampai akhir ahun kedua, perkembanga- anya akan terganggu/ter menti. Sehingga menyebab- an penurunan kapasitas mental, intelektual dan juga isik di masa datang. Ma- anya saya sangat tidak set- ju pemberian air tajin se- agai pengganti susu. Itu berbahaya bagi tumbuh- zembang anak. (osi) Minggu Kliwon, 5 April 1998 Bali Post GEBYAR Halaman 5 Bangkitkan Film Nasional, Cukup dengan Ikrar? KILAS Meski telah lebih lima tahun film nasional terpuruk, sehingga komunitas pasar nasional dikuasai film asing, kerinduan akan kebangkitan kembali film Indonesia tetap tersirat di benak masyarakat perfilman di Tanah Air. POSTER yang terpampang di gedung-gedung bioskop dari yang kelas teri hingga gedung megah bermerek "21" memang memperlihatkan bahwa film nasional tidak diperhitungkan sama sekali oleh penonton. Tak mengherankan jika ke prihatinan yang mendalam kembali menyeruak ketika para pekerja film di Indonesia mem- peringati HFN 1998. Pada per ingatan HFN 30 Maret lalu di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail Jakarta, mereka menya- takan ikrar kreativitas bagi ke- bangkitan kembali film nasio- nal. Melalui Rano Karno, ikrar itu dikumandangkan ke seluruh penjuru Tanah Air untuk menunjukkan bahwa sebenar- nya semangat masih ada di benak orang-orang film nasio- nal. Situasi memang dalam keadaan sulit, namun etos bah- wa tidak ada yang mudah teta- pi i tidak ada yang tak mungkin menjadi pemacu atau pemicu semangat itu. Ketua HFN 1998 H. Rosihan Anwar mengatakan, ikrar itu berisi tekad untuk kembali berkreativitas secara profesio- nal guna meraih kembali sim- pati pasar. Meskipun sekarang saat "rasa" pasar telah ba- nyak merasakan menu film a- sing-menjadikan film nasio- makin menghadapi tantangan nal tuan di negeri sendiri terasa berat, namun dengan semangat itu setidak-tidaknya akan diraih kembali simpati pasar terhadap kreativitas perfilman nasional. Di sinilah posisi ikrar itu akan dihadapkan pada kerja nyata dan hasil nyata selanjutnya. Semua pihak sedang menan- ti wujud kreativitas yang diba- ngun kembali melalui ikrar Rano Karno pada puncak pe- ringatan yang dihadiri sekitar 1.000 undangan itu. "Dengan adanya ikrar itu, seluruh unsur baik sinetron televisi maupun film layar lebar akan tergugah untuk meningkatkan produksi dan kualitas yang selama ini ter puruk," kata Rosihan. Mengapa baru sekarang ada ikrar kreativitas, setelah film nasional betul-betul terpuruk hingga sangat memprihatin- kan? Rosihan secara tegas me- ngatakan, upaya membangkit- INNEKE KOESHERAWAT KIKI FATMALA TEGUH YULIANTO kmatan.X BPM/uda POSTER - Salah satu poster film Indonesia yang kini sedang dipajang di sebuah bioskop di Denpasar. kan kembali film nasional un- tuk mendapat tempat di hati penonton terus dilakukan se- cara beruntun. Ikrar itu pun menunjukkan, betapa langkah nyata bersama makin penting untuk mengenyahkan ke- tiadaan kreativitas dan minim- nya sambutan pasar. Ia bukan tidak memahami bahwa sebagi- an besar komponen negeri ini masih menghadapi kedaaan sulit. Sebaliknya, justru dengan kesulitan itu, semangat dikobar- kan dalam etos kebangkitan. Mampukah etos itu mengga- pai semangatnya? Rosihan me- ngatakan, "Mengapa mesti pe simistis? Kita masih punya kekuatan untuk bangkit". Kare- na itu, tekad dalam ikrar itu merupakan wujud pembaruan dan pengabdian yang intinya berupa imbauan kepada masyarakat perfilman agar bangkit kembali, walaupun dalam keadaan terburuk sekalipun. Kebangkitan kemba- li kreativitas film nasional, menurut dia, membutuhkan kerja keras semua unsur ter- kait, menunjukkan sikap na- sionalis dan penuh pengabdian, serta bersemangat pembaru. Persoalan yang dihadapi kini, yakni menghimpun selu- ruh potensi orang film untuk memiliki sikap seperti itu, merupakan pekerjaan tersendi- ri yang sama beratnya dengan membenahi film nasional. Arti- nya, menghimpun kesatuan langkah itu merupakan peker- jaan yang harus diselesaikan se bagai bagian yang tak terpisah kan dalam membangkitkan kreativitas. Revitalisasi Menpen Alwi Dahlan me- nyambut baik cetusan ikrar tersebut. Menurut dia, guna mendorong semangat masya- rakat perfilman nasional untuk berkreativitas kembali diperlu kan berbagai persyaratan, an- tara lain revitalisasi organisasi perfilman. Dengan demikian, kebangkitan film nasional tetap dilakukan melalui kerangka Parfi, organisasi profesi orang- orang film. Dengan demikian, menurut Alwi, Parfi akan mendapat pembenahan secara serius de- ngan dukungan pemerintah, apalagi setelah Kongres Parfi akhir tahun lalu gagal dan sekaligus membuktikan beta- pa kusutnya persoalan perfilm- an nasional. Praktisi perfilman nasional pun mendukung langkah-lang- kah untuk membenahi kekusu- tan film nasional di balik makin berkibarnya poster film asing di gedung bioskop. Hanya satu persoalan yang patut dipahami, pembinaan pemerintah ter- hadap perfilman nasional per- lu lebih serius, begitu pula ke- sadaran dari orang film untuk betul-betul menyatukan lang- kah kebangkitan. Hal ini an- tara lain disampaikan oleh pro- duser film Budiyati Abiyoga dan sutradara Slamet Rahar- jo. Langkah nyata dari peme- rintah sedang dinantikan ka- langan perfilman, guna melin- dungi eksistensi film nasional. Langkah yang diharapkan tersebut misalnya, pemerintah menerapkan kebijakan yang menghambat monopoli pemu- taran film impor di tiap gedung bioskop. Kebijakan itu untuk melindungi film nasional. Per- tanyaannya, apakah dengan perlindungan itu film nasional mampu menggantikan film impor, minimal meraih simpati pasar?" kata Slamet Rahardjo. (SM/ant) Menpen Bangkit, perlu Semangat Juang Anwar, wanita produser Ir. Bu- diati Abiyoga, serta 'kaisar" si- netron Ram Punjabi, yang juga melihat potensi besar yang sama, 200 juta jiwa lebih rakyat Indonesia. Tanggal 30 Maret sebagai HFN diambil dari hari syuting perdana "Darah dan Doa" film nasional pertama karya 'ba- pak film Indonesia" Haji Usmar Ismail, yang menurut Alwi Tiga Dahlan maupun Rosihan An- war, semangat juangnya yang besar perlu ditiru untuk mem- bangkitkan kembali film Indo- nesia dari keterpurukan dewasa ini. KURANG dari sebulan se- telah dilantik menjadi Menteri Penerangan (Menpen), Prof. Dr. Muhammad Alwi Dahlan, Ph.D. mau tak mau harus tu- run tangan mengurusi dunia yang sangat diakrabinya dulu pada masa mudanya, yakni film, yang kini sedang jatuh dalam keterpurukan. Sepakat dengan orang film yang lain, penulis cerita film laris pada zamannya Dara (1956) karya Haji Usmar Ismail dan "Djendral Kantjil" (1958) karya Nya Abbas Akub -itu melihat potensi besar dan masa depan bagus film Indone- sia, termasuk potensi ekspor. Tentu saja, pakar ilmu ko- munikasi massa itu seperti dikatakannya dalam acara "Aneka Dialog" (AD) yang dita- yangkan RCTI, Senin (30/3)- juga melihat prasyarat yang harus dimiliki orang film agar dapat menggarap dengan baik lahan yang sangat luas tersebut. AD edisi Hari Film Nasional (HFN) 30 Maret yang rupanya tidak memerlukan kerja keras moderator Chryst Kelana itu juga menghadirkan Ketua Pa- nitia HFN 1998 Haji Rosihan Alwi Dahlan mengingatkan bahwa dalam upaya pembang- kitan kembali film Indonesia sekarang ini, semangat juang itu harus ada pada segenap unsur perfilman, termasuk penonton. Kita hendaknya sama-sama membulatkan tekad bahwa kita, harus berbuat sesuatu," kata Menteri Penerangan yang masih merangkap sebagai Ke pala BP7 tersebut. Ram Punjabi juga menyata- kan sependapat bahwa penon- ton perlu diajak. Karena itu, se- bagai upaya awal mengajak pe- Menpen Alwi Dahlan nonton ini, Panitia HFN 1998 bekerja sama dengan RCTI, se- jak Senin (30/3) memutar Tiga Dara", "Djendral Kantjil", "Asra- ma Dara" (1958), dan Lagi-lagi Krisis" (1955). Kenapa keempat film terse but dipilih dari puluhan produk si Perfini? Salah satu wakil ke tua Panitia HFN 1998, H. Ilham Bintang, menyatakan, "Keem- pat film ini cocok untuk men- jelaskan kepada masyarakat bahwa kita punya sejarah mem- buat film yang bagus, bahwa kita punya kemampuan, dan bahwa Haji Usmar Ismail pun- ya konsep yang lebih ber- gagasan. Menurut Rosihan, dalam membuat Darah dan Doa", Haji Usmar dan kawan-kawan menghadapi kendala modal ker- ja serta hambatan kreatif se- perti harus menggunakan pe- main yang sama sekali belum pernah bermain film, akan teta- pi mereka yang tergabung dalam Perusahaan Film Na- sional Indonesia (Perfini) itu mampu menampilkan film ber- wajah Indonesia. Haji Usmar dan kawan- kawan membuat film berdasar- kan cerita yang digalinya dari kenyataan hidup di sekeliling- nya, maka wajah Indonesia me- mang bisa terlihat dalam film buatannya, atau dengan kata lain, film yang dibuatnya itu mempunyai relevansi sosial atau membumi" dengan masyarakatnya sendiri. "Lagi-lagi Krisis", misalnya, film yang sarat dengan sentilan terhadap keadaan sosial zaman itu, berkisah tentang Husin bin Said yang tiba-tiba mendapat ilham untuk menjadi dukun. Maka, berduyun datang orang Film "Contact" minta bantuan untuk menjadi atase kebudayaan, anggota par lemen, istri pembesar yang sua- minya pacaran lagi, produser, dan calon bintang film. "Asrama Dara" pada hak- ikatnya bercerita tentang ru- mah kos yang sarat dengan ber- bagai persoalan penghuninya, mahasiswi yang jatuh cinta pada lelaki seusia ayahnya,-ca- lon dokter yang akan dipaksa kawin di kampung, pramugari yang terlibat cinta segi empat, serta dua remaja yang dititip- kan karena orangtuanya sibuk berpolitik. Sementara "Djendral Kantjil" berkisah tentang anak yang berani, yakni Arman yang setelah minta pistol mainan dari ibunya membentuk "Pasukan Berani Mati" yang kemudian terbukti mampu menggagalkan pencurian oleh kelompok teror yang mengancam kampung itu. Penduduk pun bangga kam- pungnya punya anak-anak yang berani. "Tiga Dara' bercerita tentang tiga perempuan kakak-beradik yang ditinggal mati ibunya dan diasuh oleh neneknya, semen- tara sang bapak sibuk mengu- rus dirinya sendiri. Persoalan bertambah ketika muncul tiga perjaka. Tetapi konflik antara yang pendiam dan yang agresif dapat ditanggulangi oleh si bungsu yang lincah. Segalanya berakhir dengan gembira. Dalam kaitan dengan upaya pembangkitan sekarang ini, Menpen Alwi Dahlan mengi- ngatkan bahwa semangat itu tidak hanya berupa pe- nampilan, segenap unsur film, mulai dari penulis skenario harus disemangati. Ia mengin- gatkan pula perlunya pengasa- han kemampuan melalui pro- ses. Haji Usmar, katanya, menyuruh penulis skenario menonton banyak film sebelum menulis. Tentang film Indonesia akhir-akhir ini, doktor komuni- kasi massa itu menyatakan, "Film kita belum membuka mata". Ia juga minta orang film tidak hanya melihat pangsa pasar bawah. Film harus me ngangkat bangsanya agar makin lama kian maju," kata M. Alwi Dahlan, dengan memberi- kan jaminan bahwa pemerintah tidak akan menutup mata. Ada Makhluk lain di Luar Angkasa? BERTAHUN-TAHUN mun tak mampu menunjuk- manusia berusaha me- kan bukti nyata secara fisik, mecahkan salah satu mis- teri yang masih menjadi tan- da tanya besar, adakah ke- hidupan lain di jagat raya ini, selain bumi? Pertanyaan ini selalu menarik untuk di- ungkapkan karena menga- ndung dua hal yang berten- tangan, antara kepercayaan dan kebenaran ilmiah. jangan-jangan hanya dianggap pendongeng. Lebih menyakit- kan lagi kalau disebut menga- lami gangguan jiwa, delusif atau terlalu larut dalam halu- sinasi. Setitik keyakinan, ter- nyata tak mampu menjawab pertanyaan terbesar itu. Fenomena ini selalu me- narik dibahas, tak terkecuali Sampai saat ini sudah untuk diangkat sebagai cerita puluhan bahkan mungkin film. Sayangnya film-film ratusan kisah tentang ke- tersebut lebih asyik dengan hidupan di angkasa luar khayalan akan perwujudan dimunculkan. Misteri UFO makhluk angkasa luar yang salah satunya. Banyak o- disebut aliens, lengkap dengan rang beranggapan, bukan piring terbang dan pesawat suatu hal yang mustahil, di canggih lainnya. Jika toh ada galaksi yang sedemikian yang mengangkat sisi lainnya, luas dengan ribuan bintang yang mencoba menggugah pan- ada banyak kehidupan. Di dangan penonton ke pe-miki- sisi lain, kemajuan teknolo- ran yang lebih realistis, bisa gi dan ilmu pengetahuan dikatakan jumlahnya sedikit. selalu menuntut adanya Salah satunya yang menarik bukti-bukti ilmiah yang bisa untuk dibahas apa yang dimun- dipertanggungjawabkan. culkan dalam "Contact". Yang Maka kalau hanya sekadar satu ini tidak menyinggung- melihat fenomena alam nyinggung perwujudan ma- yang aneh (mungkin pernah melihat UFO atau makhluk dan benda angkasa luar) na- Acara TV & RRI Denpasar Minggu, 5 April 1998 AV TVRI Stasiun Denpasar 15.00 Berita 14 15.30 Musik Video Klip Daerah 15.35 FS "The Cyrstal Maze" 16.05 Cerita untuk Anda 16.30 Film Seri 17.00 Siaran Berita TVRI 17.30 Humoria Daerah 18.00 Puja Trisandya 18.06 Balivision 18.30 Berita Daerah 19.00 Lintasan Berita 19.05 Rona Nusantara 19.15 Olah Raga 19.30 TVRI News 20.00 Siaran Berita TVRI & Ulasan TVRI 20.30 Pesona Dewata 21.30 Mimbar Agama Kristen Protestan 22.00 Dunia Dalam Berita 22.30 Pesona Wisata 23,30 Siaran Berita Terakhir 23.40 Film Cerita RRI Denpasar 06.06 Puja Trisandya 06.10 Canangsari P. Dewata 06.30 Berita Daerah khluk luar ang-kasa, namun justru sarat de-ngan petuah- petuah manusiawi, juga 07.00 Warta Berita 07.05 Laporan 07.11 Forum Negara Pancasila 07.25 Canangsari P. Dewata 08.00 Warta Berita 08.10 Parlementaria 08.16 Niaga Udara 08.30 Album Kita 09.00 Siaran Kebaktian Minggu 10,00 Varia Nusantara 10.30 Hid. Dramatari Arja 11.00 Berita Kota 12.00 Berita Olah Raga 13.00 Sari Berita 13.11 Puja Trisandya 14.00 Warta Berita 14.05 Ulasan Pers 15.11 Niaga Udara 15.20 Pilpen 17.35 Dunia Olah Raga 18.00 Berita Dalam Bahasa Bali 18.25 Adzan Magrib 18.30 Niaga Udara 18.45 Forum Negara Pancasila 19.00 Berita Daerah 19.30 Kontak Kelompencapir 20.00 Warta Berita 20.30 R. Seni Budaya 21.00 Berita Ekonomi & Industri 21.20 Niaga Udara 22.00 Berita Daerah 22.20 Di Jenjang Malam/ Lagu dan Kenangan 23.00 Aneka Berita 23.11 Hid. Pengantar ke Peraduan 06.30 Hikmah Fajar Film "Contact" mengetengahkan intrik politik dan ambisi ilmuwan. Barangkali Carl Sagan (pembuat cerita ini) yang merupakan salah satu profe- sor konsultan NASA, juga Ro- bert Zemeckis (sutradara ter- baik peraih Oscar 1994 lewat "Forrest Gump") yang menga- rahkan film ini tak mau terje- bak, dianggap sebagai pendon- geng atau tukang khayal. Karena itu pula, meskipun ce- rita disusun sedemikian rupa 07.00 Nuansa Pagi 08.30 Zeo Rangers 09.00 Doraemon 09.30 Ikkyu-San 10.00 Ninja Hatton 10.30 Rahasia Keluarga 11.00 Hercules 12.00 Bumbata 13.00 Wanita Gaya 13.30 RCTI Sport 14.00 Boom Basket 14.30 Gillette World Cup Special 15.00 Road To France 15.30 Penyegaran Rohani Agama Kristen 16.00 Chasing Girls 18.00 Sama Sama Tahu 18.30 The Adventures of Sinbad 19.30 Seputar Indonesia 20.00 Berita Malam 20.30 Bulan bukan Perawan 21.30 llusi 22.00 Liga Italia 00.00 Dunia Dalam Berita 00.30 Interactif Game 01.30 Homeshoping 02.30 Berita Terakhir 08.00 Segar SCTV 08.30 Kokiku 09.00 Enno Ceria 09.30 Weird Science 10.00 New Viper 11.00 Video Hits 12.00 Xena 13.00 Liputan 6 Siang 14.00 Film Ghost Gambler (MMSM/ant) tokoh Dr. Elleane Arroway pengetahuan dan penemuan (diperankan aktris kaliber Os- car Jodie Foster) menemukan ada sinyal yang dikirim sebagai kontak dari angkasa luar. Kon- tak mana dipastikan berasal dari sebuah gugusan bintang yang dikenal bernama Vega. Keingintahuan terus me- ningkat, ketika sebuah proyek termahal segera disiapkan un- tuk pemberangkatan duta umat manusia ke Vega. Di tengah perdebatan, han- ya Elleane Arroway sendiri se- bagai satu-satu orang yang akhirnya berhasil mendapat- BPMAst kan petualangan aneh pada sebuah kehidupan lain nun jauh di sana. Namun misteri itu dibiarkan tetap menggantung dengan satu pernyataan yang mementahkan kembali se- muanya, bahwa apa yang dia- lami Elleane Arroway tak le- bih sekadar mimpi, sebuah halusinasi. dengan berbagai pendekatan yang sangat rasional, didu- kung visualisasi kemajuan ilmu pengetahuan serta ke- canggihan teknologi, toh film ini sendiri tetap tak berani" terangan-terangan memberi kan jawaban pasti (setidak- nya kepada penonton) bahwa ada kehidupan dan alam lain di jagat raya ini. Sejak awal penonton sudah digiring untuk tahu misteri apa yang akan terkuak setelah 16.00 Gema Rohani Kristen 16.30 Bonek Sasame 17.00 Krucil 17.30 Ciluk Baaa 18.00 Clueless 18.30 Derap Hukum 19.00 Liputan 6 Petang 20,00 Berita Malam 20.30 Tiga Bidadari 21.30 Project P 22.00 Dunia Dalam Berita 22.30 Minggu Pilihan 00.30 Berita Terakhir AN never 06,30 Mutiara Subuh 07.00 Bursa Musik Indonesia 07.30 Prima Raga 08.00 FA: Donkey Kong 80.30 Secooby Doo Classic 09.00 Health Cliff & Dingbats 09.30 Video Anak ANteve 10.00 Musik Mingguan 11.00 Wishbone 11.30 A Heartbeat Away 12.00 Spell Binder 13.00 Gema Rohani 13.30 Majalah Olah Raga 14.30 Firestone The Indyligth Champ 15.30 Sepak Bola Dunia 16.00 Lensa Sepak Bola Nasional 16.30 Olympica 17.00 Oceanman 18.30 Cakrawala 19.00 Arena Piala Dunia 19.30 MTV Sport 20.00 Berita Malam Akhirnya kalangan ilmu- wan dan tokoh lebih memilih sikap skeptis untuk masalah ini. Tak terkecuali Eleane Ar- roway, yang semula begitu yakin akan kebenaran ilmu 20.30 Jelang Piala Dunia 21.00 Road To France 22.00 Dunia Dalam Berita 22.30 Sepak Bola Mania 00.00 Berita Terakhir INDOSIAR 07.00 Hope and Gloria 07.30 Salty 08.00 Wedding Peach 08.30 Sailormoon S 09.00 Masked Rider 09.30 Dragon Ball 10.00 Klab Disney 11.00 Klak Klik 11.30 Lupus 12.00 OLGA 13.00 Ekspresi 14.00 Penyejuk Iman Kristen 14.30 Dangdut Ria 15.00 Sinema India: Abhi Abhi 18.00 FS Pacific Blue 19.00 Pesta 20.00 Berita Malam 20.30 Pesona Indonesia: Slah Masuk 22.00 Dunia Dalam Berita 22.30 Tembang Kenangan 23.00 Saksi 00.00 Asian Football 01.00 Berita Terakhir 06.27 Pengajian Alquran 06.30 Kuliah Subuh 07.00 Selamat Pagi Indonesia ilmiahnya sendiri. Ia sendiri menyadari tak ada gunanya "memaksakan diri" agar o- rang lain percaya akan apa yang ia alami selama bebe- rapa saat di "alam lain". Karenanya tiap kali ada yang menanyakan apakah ada makhluk lain di luar angkasa sana, ia akan berbalik ber- tanya, "Menurut kamu sendi- ri bagaimana?" Kalau ada yang mengatakan "entah", itulah jawaban yang paling tepat. Karena itu, yang percaya silakan percaya, yang tidak percaya silakan tidak per- caya. Yang pasti, jagat raya ini memang menyimpan mis- teri besar. Hanya satu yang kita yakini, kekuasaan Illa- hi tidak ada batasnya. Sep- erti apa yang dikatakan Eleane Arroway di bagian akhir kisah, "Alam teramat luas, lebih luas dari yang diciptakan. Kalau hanya kita yang menempatinya, sayang sekali ruang yang luas itu tidak dimanfaatkan." Adnyana 08.00 Rocky Rackat 08.30 Popeye v 09.00 Baby Huey 09.30 Woody Woodpecker & Friends 10.00 Klab Klib Keliling 10.30 Dangdut Minggu Pilihan 11.30 Suka-suka 12.00 World of Wonder 12.30 Discovery 13.00 California Dreams 13.30 The Must Be Mad 14.00 Extrime Sport 14.30 Bimbingan Rohani Katholik 15.00 DRTV Indonesia 15.30 Movie Magic 16.00 The True Hollywood Story 17.00 USA High 17.30 Cerita Cinta 18.00 Lintas 5 18.30 Dibalik Bintang 19.00 Little Houes on The Prairie 20.00 Berita Malam 20.30 Panggung Mania 21.30 Ngelaba 22.00 Dunia Dalam Berita 22.30 Profiler 23.30 In Cafe 00.00 Aspirasi 00.30 DRTV Indonesia 01.00 Berita Terakhir Acara Ini Sewaktu-waktu bisa Berubah Nia Paramitha: Benar-benar Hamil HASRAT Nia Parami- tha untuk mempunyai momongan, akhirnya ke- sampaian juga. Istri aktor Gusti Randa ini, kini se- dang hamil muda. "Ber- dasarkan ultrasonografi (USG) serta hasil pemer- iksaan ahli kandungan, saya dinyatakan positif hamil. Bahkan, usia janin dalam kandungan saya kini telah dua bulan dan awal April ini memasuki bulan ketiga," papar Nia Paramitha kepada Bali Post, Jumat (20/3) malam. Lo, kok ketika wawan- cara sebelumnya (BP 15/ 3) Nia masih merahasia- kan soal kehamilan? Dengan sigap penyanyi kelahiran Samarinda 17 Juli 1978 menjelas- kan, waktu itu ia belum yakin benar-benar hamil. Pasalnya, status positif tersebut baru berdasarkan hasil test pack kehamilan yang diberi artis Yuni Shara. "Nah, setelah diperkuat hasil penelitian medis ter- masuk USG awal Maret lalu, saya baru yakin dan berani mempublikasikan- nya. Lengkap dengan ke- luh kesahnya," papar Nia yang kembali naik daun le- wat album barunya "Han- gat Hatimu" itu. Diakui Nia, sejak ter- lambat datang bulan akhir Januari lalu, dirinya men- galami kesulitan dalam soal makan nasi, terutama pada pagi dan siang hari. "Anehnya, bila malam hari nafsu makan saya kem- bali normal dan biasanya diikuti dengan hilangnya rasa mual. Peluang terse- but tentunya saya manfaatkan dengan ma- kan sekenyangnya," tandas Nia yang kare- na hamil terpaksa memperpanjang cuti kuli- ahnya di Fakultas Hukum Universitas Trisak- ti Jakarta itu. BPM/A-10 Lidya Benar-benar Kikuk APA perbedaan profe- si sekretaris dengan pub- lic relations (PR)? Sekre- taris, bidang pekerjaannya monoton, terfokus pada administrasi, dan mengar- sip surat untuk memban- tu tugas direktur. Sedan- gkan PR, lebih luas kare- na berhubungan dengan pihak luar, termasuk menginformasikan kebija- kan perusahaan kepada wartawan. Setidaknya, pendapat itu dikemukakan Lidya Christiani, PR Hotel Radis- son (HR) Surabaya. Wan- ita kelahiran Surabaya, 27 Januari 1975 ini baru em- pat bulan jadi PR. Jaba- tan sebelumnya adalah sekretaris directur of sales marketing di hotel berbintang empat itu. Bagi Lidya, menjabat PR di HR merupa- kan pengalaman baru. Alumnus sekretaris Universitas Surabaya (Ubaya) ini pada awal- nya benar-benar kikuk kalau menghadapi wartawan. "Saya tidak punya latar belakang lis Dahlia ADA perubahan pada diri lis Dahlia. Selain kini sedang hamil enam bulan, penyanyi dangdut terbaik 1997 ini kini tak lagi men- gobral rintihan dalam lagu- lagu dangdutnya. "Lewat album terbaru saya, saya bertekad untuk tak lagi ter- lalu mengobral rintihan. Ini suatu bukti bahwa saya pun benar-benar piawai melantunkan lagu-lagu bertema lain yang lebih universal," tandas lis Dahl- ia kepada Bali Post saat peluncuran album ke-15 tersebut di Jakarta baru- baru ini. Diakui lis kelahiran In- dramayu 29 Mei 1972 ini, (As-10) pendidikan humas," kat- anya. Lidya-anak per- tama pasangan Joni Para- Ani martha dan Crisworoningsih-men- gakui, bergabung di HR ibarat mendapatkan anugerah Tuhan. Berawal dari usai pela- jaran magang saat masih mahasiswa jurusan sekre- taris di HR, kebetulan Direktur Sales of Market- ing HR sedang mencari sekretaris. "Saya ditawari. Saya menerima dan mu- lai bekerja pada Januari 1997," ujar Lidya. Belum genap satu tahun, Lidya dipromosikan sebagai PR. Sebagai PR, kini selain harus melayani wartawan dan menghadapi komplin tamu, ia juga menangani interior, members Beach Club, direct acces, publika- si, dan advertising. BPM/bw Lalu, apakah Lidya sekarang masih kikuk menerima wartawan? Lidya hanya tersenyum. Benar-benar Piawai langkah barunya mengandalkan lagu yang te- manya lebih universal dan berkelas, sangat sejalan dengan obsesi lamanya, yakni mem- bawa musik dangdut go-international. "Sete- lah eksis di Tanah Air, kini saatnya saya harus mempopulerkan lagu-lagu dangdut di blanti- ka musik internasional," ujar lis yang sebel- umnya meraup sukses besar lewat album (bw) "Kecewa" dengan omzet penjualan melebihi satu juta kaset itu. "Mengubah ciri khas saya, sungguh tak mu- dah. Butuh waktu setahun untuk mengumpulkan dan menyeleksi lagu, mem- buat aransemen musik, hingga mengisi vokal di studio. Namun, melihat hasilnya saya sangat puas. Apalagi kenyataan- nya lagu-lagu dangdut yang liriknya bertema uni- versal dan tak mengobral rintihan justru lebih klop bila disenandungkan dalam bahasa Inggris," ungkap peraih HDXAward tahun 1991 ini sembari menjelaskan bahwa dirinya sudah tak sabar lagi ingin menimang bayinya. BPM/As-10 Perlu dicatat, setelah menikah dengan Dadang Indradjaja - kontraktor yang per- nah bermukim di Bali dan berstatus duda dua anak di Bogor - pada 1 Februari 1995, lis memang mengalami tiga kali keguguran. (As-10) Betharia Sonatha: Benar-benar Ketat SETELAH menjadi ibu, Betharia Sonatha kini ter- lihat lebih tenang dalam menghadapi berbagai persoalan. Termasuk ke- tika susu diributkan ibu-ibu saat krisis moneter, Betha justru tenang-tenang saja. Mengapa bisa set- enang itu, konon sebabn- ya, Betha kini mampu mengetatkan pengelua- ran sehari-hari. Sejak kelahiran putera perta- manya Muhammad Leon Rahman Dozan (tujuh bu- lan), istri aktor Willy Dozan yang bernama asli Sri Betharia Astutie ini men- gakui benar-benar sudah belajar ketat. Termasuk, belanja ke luar negeri yang dulu hampir seminggu sekali dilakukan- nya bersama sang suami. "Sekarang saya memang merasa belanja ke luar negeri itu cuma pemborosan," ungkap pen- yanyi kelahiran Bogor, 14 Desember 1962 ini. Sebagai penyanyi, tak terasa Betha kini BPM/dok sudah 17 tahun berkarier dan sudah puluhan album yang dihasilkan. Kecuali dangdut, lagu-lagu Betha terkenal beragam - dari pop Indonesia, pop Mi- nang, pop Batak, sampai pop jazz. Terakhir, dia sempat menelurkan al- bum bercorak Melayu Deli dalam album "Nostalgia Dendang Melayu Popul- er". Tentang mengapa ia belum menelurkan album dangdut padahal sudah sering menyanyikan lagu dangdut di panggung, Be- tha hanya bilang, "Terus terang, saya merasa be- lum siap. Di luar nyanyi, Betha sempat pula merambah dunia akting lewat sinetron "Cemplon" dan "Deru Debu" garapan suaminya sendiri. Khusus di dunia akting ini, Betha mengata- kan baru akan bersedia main jika tidak dis- utradarai suaminya. Ikke Nurjanah: Benar-benar Puncak HUBUNGAN Ikke Nur- janah dengan Aldi-ang- gota grup Bragi-kini me- mang sedang hangat- hangatnya. Kira-kira, apa- kah hubungan ini akan berlanjut ke pelaminan? Ikke, pelantun lagu "Sing Sun Suwe", "Merpati Putih" dan "Terlena" ini tak bisa memastikan kapan dia dan Aldi akan mema- suki gerbang perkawinan, menyusul rekan-rekannya sesama artis yang bela- kangan ini banyak me- langsungkan pernikahan. Menurut Ikke, saat ini mereka belum terpikir un- tuk buru-buru menikah. "Untuk saat ini, kami masih serius berkarier," kata dara kelahiran Jakarta, 18 Mei 1974, yang selain sebagai penyanyi, juga laris sebagai presenter dan bintang iklan ini. Karier Ikke saat ini benar- benar sedang di puncak. Sebagai penyanyi, ia baru saja kembali dari pentas di Kota Shinjiku, Tokyo. "Sambutan ma- syarakat di sana sangat menggembirakan," kata Ikke kepada Bali Post di rumahnya, Kompleks Perumahan Taman Mod- ern, Blok H-1 No.30, Bekasi. Sementara di sela-sela itu, mahasiswi semester 7 Fakultas Ekonomi Universi- tas Jayabaya ini juga se- dang serius-seriusnya menyusun skripsi. Jika sar- jana nanti, penyanyi bema- ma asli Hartini Erfi Nurja- nah ini mengaku ingin ter- jun ke dunia bisnis. "Mu- ngkin saya akan menekuni dunia garmen. Soalnya, sejak dulu, saya amat tertarik terhadap bidang yang satu ini," kata Ikke sembari menambahkan, sambil berbisnis ia akan tetap menyanyi. BPM/ist (sas) Color Rendition Chart
