Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Bali Post
Tipe: Koran
Tanggal: 1998-05-01
Halaman: 01

Konten


4cm Perintis Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wakil Pemimpin Umum/Redaksi/ Penanggung Jawab Wakil Pemimpin Redaksi/ Penanggung Jawab Redaktur Pelaksana I Redaktur Pelaksana II Koordinator Liputan K. Nadha K. Nadha ABG Satria Naradha Widminarko M. Nariana, : B. Ashrama Wirata, Dwikora Putra Redaksi: Abinawa, Alit Susrini, Djesna Winada, Dwikora Putra, Mawa, Sumendra, Surawan, Suryawan. Suyadnyana, Wirata, Wirya, Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telepon: (0361) 225764-238582-238239, Faxcimile 227418, Teleks: 35191, Alamat Surat PO Box: 3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag. Iklan/Bagian Redaksi: Jl. Palmerah Barat 21F, Telp.021-5357602, Fax: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan WR Supratman 22A Telp. (0370) 32737 Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A 7/1985 tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515 Anggota SPS-SGP Penerbit: PT Bali Post JUMAT UMANIS, 1 MEI 1998 MILIK MONUMEN PERS NASIONAL SURA Harian untuk Umum Bali Post Pengemban Pengamal Pancasila HARIAN PAGI TERBIT 12 HALAMAN Pemimpin Perusahaan ABG. Satria Naradha Manajer Iklan Manajer Sirkulasi Bagian Iklan Suryantha, Kariadi Kariawan, Oka Wipraja Jl. Kepundung 67 A, Denpasar 80232 Bagian Iklan Telepon: 225764 Fax: 227418 Teleks: 35191 Senin s.d. Jumat 08.00 -19.00 Sabtu 08.00-13.00 Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan: Iklan Mini: minimal 2 baris makimal 10 baris, perbaris Rp. 6.000 Iklan Umum: Rp. 8.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp. 5.000 per mmk. Iklan Warna: 1 wama Rp: 9.500, 2 wama Rp. 10,500, 4 wama Rp. 12.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 19.00. Bagian Langganan/ Pengaduan Langganan Jl. Kepundung 67 A, Denpasar 80232. Telepon 225764 Pager Telepon: 139, 234139. Fax: 227418. Harga Langganan: Rp 16.000 sebulan. Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 1.200. Terbit 7 kali seminggu Rekening BRI Denpasar Rekening BDB Denpasar Rekening BCA Denpasar Rekening Bank Aken Denpasar Rekening Bank Seri Partha Rekening BUN Denpasar 31-45, 1065.4 173.804 040-30-07061-8 900601028 0274000384 071 000567.7 NOMOR 241 TAHUN KE-50 Rp 1.200 Pemerintah Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Orang Hilang Presiden Undang Pimpinan ai * Pius harus Siap Dipanggil Bali Post/afp BERI KESAKSIAN- Wakil Sekjen PDI Perjuangan Harjanto Taslam, yang diculik bulan lalu oleh orang tak dikenal, menjadi incaran lensa para fotografer seusai memberikan kesaksian di depan Komnas HAM, Kamis (30/4) kemarin. Harjanto Taslam di Depan Komnas HAM Jakarta (Bali Post) Pemerintah akhirnya bertekad melakukan ber- bagai upaya dengan segala kemungkinan, terma- suk pembentukan tim pencari fakta, guna me- ngusut tuntas kasus orang hilang. Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) Moe- tojib mengungkapkan hal itu seusai menghadiri Rapat Koor- dinasi Politik dan Keamanan (Polkam) di Kantor Menteri Koordinator Polkam di Jakar- ta, Kamis (30/4) kemarin. Kasus orang hilang di Indo- nesia kini menjadi sorotan masyarakat dalam dan luar negeri, lebih-lebih setelah ada pengakuan dari Pius Lus- trilanang, di depan Komisi HAM Indonesia belum lama ini. Setelah memberikan pe- ngakuan itu, ia langsung kabur ke Belanda, karena takut keamanannya tak terjamin di Indonesia. Lima Duta Besar antara lain Dubes AS J. Staplenton menaruh perhatian terhadap kasus orang hilang tersebut dengan menanyakan secara langsung hal itu kepada Men- teri Kehakiman RI Muladi. Menkeh Prof. Dr. H. Mula- di, S.H. usai mengikuti Rakor Polkam mengatakan, untuk mengklarifikasi soal orang-o- rang hilang perlu dibentuk tim pencari fakta yang inde- penden. Menkeh juga menegaskan Pius Lustrilanang boleh-boleh saja pergi ke luar negeri. Teta pi, kata dia, kalau Pius dipang- gil untuk memberikan kesak- sian harus siap pulang ke In- donesia. "Pius ke luar negeri boleh boleh saja, tetapi kalau dipang gil untuk memberikan kesak- sian harus siap," katanya. Menko Polkam Feisal Tan- jung, kemarin tidak memberi kan keterangan pers sebagai- mana biasanya usai Rakor Polkam. Hasil rakor disampai- kan Kahumas Kantor Menko Polkam Handy Yohandi, S.H. Hal itu tentu membuat kecewa puluhan wartawan yang me- nunggu hampir empat jam. Belum tentu ABRI Kabakin menegaskan kembali pernyataan Men- hankam/Pangab Jenderal Wi- ranto bahwa ABRI atau peme rintah tidak mempunyai kebi jaksanaan menculik orang. Dikatakan, belum tentu hi- langnya aktivis-aktivis seper- ti yang marak diberitakan be- lakangan ini dilakukan apa- Muncul Dugaan Terlibatnya Orang Lain lebih Tahu Apa yang Terjadi Unsur Aparat Keamanan Sekjen PDI Perjuangan Har- janto Taslam yang juga dicu- lik bulan lalu oleh orang tak dikenal, Jakarta (Bali Post) - Seperti yang direncanakan, setelah Pius Lustrilanang memberikan kesaksian di depan Komnas HAM dan lang- Tasla yang tampak segar sung kabur ke Belanda, Kamis buga, mengatakan, "Saya (30/4) kemarin tampil Wakil yakin orang lain lebih mengerti Diragukan, Kesungguhan Pemerintah Lakukan Reformasi Jakarta (Bali Post) - Hingga saat ini, mas- yarakat dan pelaku pasar masih meragukan kesunggu- han pemerintah dalam men- jalankan reformasi ekonomi. Akibatnya, apa pun keputusan yang bernuansa ekonomi-tek nis untuk menanggulangi kri- sis ekonomi tidak segera mem- beri hasil yang diharapkan. "Bahkan, karena adanya kri- sis kepercayaan itu, masalah yang ada terus terakumulasi menjadi persoalan baru yang le- bih rumit dan kompleks," kata pengamat ekonomi Didin Daman- huri dalam seminar "Pengambi- Tan Kebijakan Otoritas Moneter dan Kaitannya dengan Reforma si Ekonomi di Jakarta, Kamis (30/4) kemarin. Seminar itu diprakarsai DPP Ikatan Keluarga Besar Laskar Ampera (IKBLA) Arif Rahman Hakim, yang dihadiri para ma- hasiswa dan anggota ormas kepemudaan. Selain Damanhu- ri, dalam seminar itu juga tampil Wakil Ketua DPR/MPR Letjen TNI Syarwan Hamid. Damanhuri menilai, apre- siasi pemerintah terhadap per- Hi-C MEREK TERATION TEH soalan ekonomi selama ini ter- lalu sektoratif. Seolah-olah kri- sis yang muncul hanya per- soalan ekonomi, sehingga kepu- tusan yang diambil cenderung bersifat ekonomis-teknis. Situasi seperti ini, menurut- nya, justru menimbulkan ima- ge negatif karena masyarakat kian tidak percaya pada lang kah-langkah yang ditempuh pemerintah. Ia mengambil contoh aktual berupa langkah penertiban perbankan yang tidak diimbangi perangkat yuridis untuk mengatur per- saingan dunia usaha yang fair. Tanpa UU yang menjamin terlaksananya praktik ekonomi yang sehat, sangat sulit bagi kita untuk segera keluar dari kemelut saat ini," tegasnya. Dalam kerangka reformasi ekonomi, Damanhari meng- gagaskan perlu ditempuh lang kah-langkah kongkret untuk menumbuhkan kembali keper- cayaan masyarakat. Antara lain segera diberlakukannya UU Anti Korupsi dan Kolusi. Hal. 11 Masyarakat Membutuhkan "Action" Joh Botol dari Coca-Cola C 62582 Bali Post HARI INI Palguna soal Cagub Bali Polemik atas per- nyataan Ketua DPRD Bali I Ketut Sundria bahwa cagub Bali mesti bergolongan IV/ E (sipil) atau ber- pangkat mayjen (ABRI), masih berlan- jut. Kini giliran pe- ngamat politik Unud I Dewa Gede Palguna angkat bicara. BP net Home page E-mail Hal. 2 Http://www.balipost. co. id bpdps1 @indo. net. id dan lebih tahu apa yang terja- di pada diri saya selama ini." Pernyataan orang dekat Megawati tersebut disampai- kannya di di depan anggota omnas HAM dan wartawan berkaitan dengan undangan pihak Komnas HAM guna mengungkap kasus orang hi- lang di Indonesia. Didampingi pengurus DPP PDI Perjuangan seperti Soe- tardjo, Mangara Siahaan serta Tim TPPDI yang dipimpin RO. Tambunan, Harjanto Taslam merupakan salah seorang dari sekian banyak orang hilang yang telah kembali. Dalam pertemuan dengan anggota Komnas HAM dan wartawan dalam dan luar negeri, Harjanto Taslam ter- nyata tidak mengungkapkan. peristiwa penculikan yang menimpanya, seperti yang di- lakukan Pius Lustrilanang. Taslam yang setelah sebu- lan hilang dan nongol di Sura- baya, hanya mengatakan, ia tidak dapat menceritakan se- cara panjang lebar peristiwa yang menimpa dirinya. Menu- rutnya secara kronologis, selu- ruh peristiwa yang terjadi te- lali ia laporkan kepada DPP PDI. "Saya telah sampaikan kepada Ibu Megawati," ung- kapnya. Ia bahkan balik berharap supaya Komnas HAM dan pers dapat menangkap, me- ngapa ia selalu menolak me- ngomentari atau mengungkap kan peristiwa tersebut. "Saya tidak ingin menjadi hero'," katanya singkat. Menurutnya, ada tanggung jawab moral yang disandang karena masih terdapat beber apa korban yang belum jelas nasibnya dan belum kembali. Sebaliknya, kata Taslam sam- bil bertanya, "Apakah kita se- mua siap untuk mengungkap- kan peristiwa orang hilang ini?" Hal. 11 Sama seperti Pius Jakarta (Bali Post) - Hilangnya beberapa orang se- cara paksa dengan cara diculik dan bukan menghilang secara sukarela merupakan satu pe- langgaran berat hak asasi manu- sia. Demikian pernyataan Kom- nas HAM yang disampaikan ke pada wartawan di Jakarta, Ka- mis (30/4) kemarin. Pernyataan Komnas HAM tersebut disampaikan Wakil Ke tua II Marzuki Darussman ber- kaitan dengan maraknya kasus orang hilang belakangan ini. Komnas HAM menilai, pe- langgaran berat itu merupakan kejahatan baik menurut pasal 333 KUHP maupun menurut pasal 9 Kovenan Internasional Hak-hak sipil dan politik serta deklarasi tentang perlindungan bagi semua orang dari penghi- langan secara paksa. Marzuki Darussman yang didampingi anggota Komnas HAM lainnya seperti BN Mar- bun, Albert Hasibuan, Sugiri, Clementino Dos Reis Amaral rat ABRI. Menurutnya, pencu- likan tersebut bisa dilakukan tidak bisa berprasangka dulu oleh siapa saja. "Saya kira kita pada siapa pun sebelum itu terbukti. Nah, aparat keama- nan yang berusaha mencari dan menemukan," ujarnya. Ditanya, dari cerita korban (Pius) apakah tidak ada indika- si (oknum) ABRI yang melaku- kan itu, Moetojib mengingat kan semua pihak tidak boleh berpraduga. Sebab, jika baru praduga kemudian disebarkan ke masyarakat itu bisa mem- bingungkan, katanya. Bagi Bakin pengakuan Pius itu dianggap sebagai apa? Menurut Kabakin, itu sebagai masukan dan belum tentu mengandung kebenaran. Un- tuk itu, kata dia, pihaknya akan mengecek kebenaran pen- gakuan tersebut, misalnya den- gan menanyakan juga kepada Harjanto Taslam dan lainnya. Dikatakan, jika hanya ber- dasarkan pengakuan Pius, hal itu masih sepihak... Apakah ABRI merasa dipo- jokkan oleh pengakuan Pius? Moetojib menyatakan, lebih baik kita berpikir jernih dulu. "Baru setelah ada pemerik- saan lebih lanjut oleh aparat keamanan, kita bisa bicara yang sebenarnya," tandasnya. Hal. 11 Tidak bisa Disebarluaskan Orsospol dan Fraksi-fraksi DPR Jakarta(Bali Post) - Presiden Soeharto menurut rencana Jumat (1/5) mengundang pimpinan orsospol dan pimpinan fraksi-fraksi DPR untuk perte- muan di Binagraha, Jakarta. "Kami belum mengetahui acaranya. Mungkin kami akan mem- peroleh penjelasan langsung dari Presiden Soeharto mengenai perkembangan politik dan ekonomi terakhir. Kami diterima pukul 09:00," kata Ketua F-PDI DPR, Budi Hardjono menjawab perta- nyaan pers di Jakarta, Kamis (30/4) kemarin. Jika yang mewakili fraksi DPR adalah ketua dan sekretaris, yang datang ke Binagraha, Jumat ini adalah Budi Hardjono dan Markus Wauran dari F-PDI, Hamzah Haz dan Bachtiar Cham- syah dari F-PP, H.M. Irsyad Sudiro dan Syamsul Mu'arif dari F- KP dan Hari Sabarno serta Djatmikanto dari F-ABRI Sebagai persiapan memenuhi undangan Presiden, di Gedung DPR Jakarta, Kamis siang, Pimpinan F-KP mengadakan rapat yang dipimpin Sekretaris F-KP Syamsul Mu'arif, karena Irsyad masih berada di Aceh. Budi menilai, penjelasan langsung tentang situasi negara oleh Presiden Soeharto kepada pimpinan OPP dan pimpinan fraksi DPR sangat positif, dan jarang terjadi. "Selama sepuluh tahun lebih, saya menjadi anggota DPR baru pertama kali ini dapat undangan seperti ini. Karena itu, mestinya ada hal-hal yang penting. Wong yang me nyampaikan Pak Harto sendiri. Kan jarang kita mendapat keterangan dari orang yang paling bertanggung jawab di negeri ini," kata Budi. Penjelasan langsung oleh Presiden, menurutnya memang pernah dilakukan pada awal Orde Baru. "Tetapi dulu sifatnya formal, dalam pengertian hanya pertemuan biasa. Dulu yang diberi penjelasan pimpinan OPP dan pimpiman ormas, semen- tara pimpinan DPR dan pimpinan Fraksi tidak," ucapnya. Ditanya apakah pertemuan tersebut mungkin terkait dengan rencana pemberlakuan Tap MPR No. V/MPR/1998 tentang pem- berian wewenang dan tugas khusus kepada Presiden/Mandata- ris, Budi mengatakan, "Saya pikir tidak. Tetapi kita tunggu saja besok." Budi juga mengatakan belum tahu apa acara pokok pertemuan dengan Presiden besok. "Mungkin saja mengenai perkembangan terakhir yang menyangkut bidang politik dan ekonomi," ujarnya. Ketika ditanya, undangannya dalam bentuk apa, Budi menga- takan, "Saya hanya diberi tahu lewat telepon oleh Ibu Wakil Sekjen DPR, Ny. Sunaryati Haryanto dua hari lalu." (ant) Marsda TNI T. Tarigan Sibero: Cara Penculik Mirip PKI REAKSI terhadap culik- menculik di kalangan aktivis tidak saja datang dari luar negeri, juga datang dari kalan gan anggota ABRI sendiri. lakukan aksinya terhadap als Cara-cara penculik me- tivis politik yang hilang sela- ngutuk tindakan seperti itu. dan Dr. Miriam Budiarjo me nyatakan, secara jelas Komnas HAM mengecam penghilangan orang secara paksa tersebut. Komnas HAM menyimpul- kan penghilangan orang se cara paksa tersebut dilakukan oleh kelompok terorganisasi..ma ini, mirip PKI. Kita me- Oleh sebab itu, menurut Mar- zuki telah timbul dugaan kuat di kalangan masyarakat bah- wa tidak tertutup kemungki- an terlibatnya unsur aparatur keamanan dalam penghila- ngan orang secara paksa ini. Komnas HAM, kata Marzu- ki menilai, sikap dasar peme- rintah dan ABRI, khususnya kepolisian pada saat ini tidak menggugah kepercayaan pu- blik yang meyakinkan akan tanggung jawab politik dan hukum serta adanya ketidak- sungguhan untuk mengambil tindakan-tindakan yang diper- lukan untuk menentramkan masyarakat. Demikian tanggapan ang- gota MPR Marsekal Madya TNI AU Tjokong Tarigan Sibe- ro kepada Bali Post di rua- ngan kerjanya gedung MPR Senayan Jakarta, Kamis (30/ 4) kemarin. Tarigan menutur- kan, terlepas dari apa ada yang merekayasa atau tidak dalam kasus penculikan 'orang hi- lang, dia menyesalkan cara- cara yang dilakukan penculik tersebut. Jika demikian halnya, jan- gan berpikir ada demokratisa- si apabila hukum dihilangkan. "Hukum merupakan bagian dari demokrasi," lanjutnya. "Pola penculikan hampir Komisi Penyelidik Nasional sama seperti tahun 1960-an, Hal. 11 menghalalkan segala cara un- tuk mencapai tujuan," ujar Tari- gan. Siapa pun yang mereka- yasa, pelaku, aktor di belakang- nya harus menyadari bahwa Dalaniera globalisasi, persoalan negara kita negara hukum. dalam negeri kita akan menda- pat sorotan luar dan tak bisa Tjokong Tarigan Sibero dikatakan orang lain mencam- puri urusan kita," ujarnya. barangan menuduh pihak lain, Diingatkan, tidak sem- misalnya, karena badannya tas dituduh ABRI. Padahal tegap dan berambut cepak lan- belum tentu orang yang ber- badan kekar, tegap dan ram- but cepak itu ABRI, karena ada pula ABRI gadungan. Kita juga harus ingat, ba- haya laten komunis pun masih eksis. Bisa saja ada usaha mendiskreditkan ABRI, kare na ABRI menghalang-halangi tujuan mereka. Menurut Tarigan, kalau di- lihat cara-cara penculik me- nangkap seperti menutup mata tersangka, tangan diborgol itu persis cara ala Lubang Buaya. Di samping itu, Tarigan menyinggung mengenai jami nan yang diberikan aparat keamanan pada 'orang hilang' yang telah kembali sebagai- mana dikatakan Pangab, Hal. 11 Harus Dijamin Kasus Orang Hilang karena Rezim yang Korup Guruh Pentaskan Legong Surapati Denpasar (Bali Post) - Secara kronologis tampaknya polisi bukan pelaku penculikan sejumlah aktivis politik yang ra- mai diperbincangkan belakangan ini. Demikian Koordinator Komi- si untuk Orang Hilang dan Kor- ban Tindak Kekerasan (Kontras) Munir, S.H. di sela-sela pertemuan internal Yayasan Lembaga Ban- tuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Sanur, Kamis (30/4) kemarin. Ketika ditanya apa sebab banyak penggunaan kekerasan dan periculikan saat ini? Mu- nir menilai penggunaan ke- kerasan di sebuah negara san- gat menempel dengan satu re- Munir zim kekuasaan yang sangat tuk membunuh kontrol terse- korup. Bentuk-bentuk ke- but, dipergunakan kekerasan kerasan dipakai karena mere- dan penculikan. ka atau penguasa tidak mau Menurutnya, dalam kasus dikontrol masyarakatnya. Un- orang hilang belakangan ini, April, Andi Arief bisa dikata- kan ada di tempat penculik selama 20 hari. me- polisi hanya pasang badan un- tuk menjadi bemper dalam mengambil alih risiko yang akan menimpa para penculik. Munir mencontohkan kasus yang menimpa Andi Arief. Pada 28 Maret dia "diambil", kemu- dian pada 2 April keluarganya melakukan pengecekan ke Pol- da dan Korem di Lampung. "Pihak keamanan di sana mengaku tidak ada penangka- pan di daerah mereka dan sampai 22 April polisi tetap membantah telah menangkap Andi," ujar Munir yang juga Wakil Ketua YLBHI. Ternyata pada 23 Maret polisi memberi tahu Kontras bahwa Andi Arief ada pada mereka. Berdasarkan pe- ngakuan Andi Arief bahwa dia baru masuk Mabes Polri 17 Dipukul, Disetrom, Direndam Kalau kemudian polisi- seperti yang dinyatakan Ko- mandan Serse Mabes Polri Mayjen Pol. Nurfaizi ngaku menangkap dan mena- han Andi Arief sejak awal karena terkait dengan kasus pemboman di Tanah Tinggi, Munir menilai polisi juga harus bertanggung jawab ter- hadap penculikan aktivis lain- nya. "Hampir semua aktivis mengaku saling bertemu di satu tempat, tidak terkecuali Andi Arief dan teman-teman- nya. Karena itu, kita kan bisa minta aktivis lainnya juga dile- paskan, dong," katanya. Hal. 11 Masyarakat mulai "Numpang" Demo * Bentrok di Undip Seorang Pingsan Solo (Bali Post) - Aksi unjuk keprihatinan dan unjuk rasa makin marak saja. Bukan hanya karena ber- tambahnya mahasiswa yang terlibat tetapi juga masyarakat biasa mulai ikut numpang aksi. Di Solo, Jateng, Kamis (30/4) kemarin dalam aksi yang menuntut reformasi Kedatangan mahasiswa S- ekonomi, politik dan penu- runan harga kebutuhan pokok, juga diikuti pelajar, pekerja perusahaan dan masyarakat biasa. Sekolah Tinggi Seni Indone- sia (STSI) Surakarta yang se- lama ini tidak pernah ikut dalam aksi mahasiswa, Rabu (29/4) pun mulai bergabung dalam aksi mimbar bebas di UNS (Universitas Sebelas Maret). Aksi ini digelar oleh Solidaritas Mahasiswa Peduli Rakyat (SMPR) Solo. TSI yang kampusnya berdeka- tan dengan UNS tersebut men- dapat sambutan hangat dari peserta aksi mimbar bebas itu. Aksi demo yang berlangsung aparat. dari pagi hingga sore itu cukup tertib, sedang petugas keama- dalam aksi tersebut adalah sekitar boulevard Undip, na- nan terus siaga saat aksi mim- Yanuar Yudi (mahasiswa Po- mun gerak mereka harus ter Sekitar 5.000 peserta aksi siswa bertujuan untuk kebai- Ribuan mahasiswa Undip mimbar bebas, termasuk tu- kan kita bersama, silakan saja. itu juga didukung oleh maha- kang becak, ikut menyampai- Tetapi kalau bicara harus siswa dari Perguruan Tinggi kan orasi. Di samping itu utu- tetap punya dasar dan data Negeri (PTN) maupun Pergu- san Gabungan Aksi Pelajar akurat," katanya. ruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia Yogyakarta juga Bentrok Semarang seperti IKIP Negeri, mengikui aksi tersebut, di Aksi unjuk rasa di Univer- Universitas Sultan Agung (Un- samping para mahasiswa itu sitas Diponegoro (Undip), Se- isula), Untag, Institut Agama sendiri. marang, Kamis (30/4), diwar- Islam Negeri (IAIN) Universi- nai aksi "bentrok" atau dorong- tas Katolik Soegija Pranata dorongan antara aparat serta IKIP PGRI. keamanan dengan mahasiswa, Dalam aksinya tersebut, akibatnya seorang mahasiswa yang dimulai sejak pukul 10.00 pingsan terkena pentungan para mahasiswa ingin melaku- kan aksi di luar kampus den- gan menyampaikan orasi di bar bebas berlangsung. Ketua STSI Dr. Rahayu Su- Mahasiswa yang pingsan liteknik Undip) karena terke- henti karena tertahan oleh na pentungan di bagian kepa- barisan aparat yang memben- panggah menyatakan, aksi itu la, sehingga oleh teman-te- tengi pintu masuk kampus mannya segera dilarikan ke untuk menjaga agar peserta tempat lain di sekitar lokasi aksi tidak sampai keluar. demo untuk mendapatkan Hal. 11 perawatan. Peserta kian Meningkat wajar karena mahasiswa su- dah bisa memahami tindakan apa yang baik dan tidak baik. "Sepanjang gerakan maha- PENCIPTA tari dan lagu yang selama ini dikenal karena berbagai pertunjukan ko losalnya, Guruh Sukarno Putra, mengata- kan, seniman tetap harus mengabdi dan ter- us berkarya dalam situasi bangsa yang bagaimana pun. "Kebudayaan adalah cerminan dari hasil budi manusia dan perjalanannya tergantung dari mutu manusianya," katanya kepada pers di Jakarta, Kamis (30/4) kemarin. Putra bungsu Presiden Republik Indone sia pertama dengan Ibu Fatmawati itu, mengemukakan hal tersebut berkaitan de- ngan akan diselenggarakannya Konser Musik & Tari "Kinarya GSP bersama LKB Saraswati" bertajuk "Legong Surapati" di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) mulai 14 sampai 17 Mei. Dalam kesempatan itu, Guruh pemilik Guruh Sukarno Putra perusahaan sekaligus pengarah seni dari Kinarya GSP (dulu GSP Production-red) menekankan pentingnya seniman terus menghasilkan karya yang baik yang berakar dari kebudayaan bangsa sendiri, meski saat ini bangsa Indonesia tengah mengalami ber- bagai cobaan, seperti krisis ekonomi, krisis politik dan juga krisis kebudayaan. Ia menyatakan prihatin dengan situasi generasi muda negeri ini terutama mulai de- kade awal tahun 70-an yang jarang meneri- ma informasi yang baik dan memadai me- ngenai budayanya sendiri. "Apalagi belakangan ini kebudayaan as- ing sudah begitu lekat melanda Indonesia, terutama menyeret generasi muda ke situa- si kurang mengenal budaya sendiri. Misaln- ya mereka enggan mengenal gamelan, tak tahu wayang itu apa. Mereka le-bih menge- nal Madonna daripada Nyi Condrolukito. Begitu pula secara fashion mereka lebih mengenal celana jeans dari- pada batik, atau makanan lebih senang fried chicken. Lalu apakah ini bukan dise- but krisis kebudayaan," ka- tanya. Dalam kaitan itu Guruh menyatakan bahwa karya- nya "Legong Surapati" di GKJ kelak ingin mengajak penonton untuk meresapi pentingnya persatuan, men- gajak penonton mempunyai semangat kebangsaan. "Itu antara lain terlihat akan ada adegan penghor matan kepada bendera Me- rah Putih, di samping ada lagu-lagu perjuangan 'Dari Sabang sampai Merauke"," katanya sambil menambah- kan, dalam situasi sulit se- perti ini kita harus menjun- jung tinggi persatuan, Tanah Air kita. Guruh menyebutkan, pe mentasan "Legong Surapati" itu bisa disebut sebagai "a- cara abnormal", karena se- bagian besar pendukung tidak dibayar. (ant) 2cm 2cm Color Rendition Chart