Tipe: Koran
Tanggal: 1998-05-01
Halaman: 02
Konten
4cm Halaman 2 Konsep Sundria soal Gubernur IV/E atau Mayjen Bali Post Palguna: Logika Politiknya tak Jelas Denpasar (Bali Post)- Polemik atas pernyataan Ketua DPRD Bali I Ketut Sun- dria bahwa calon gubernur (cagub) Bali mendatang mesti bergolongan IV/E (sipil) atau berpangkat mayjen (ABRI), masih berlanjut. Setelah pengamat politik Universitas Ngurah Rai (UNR) Tjok. Gede Atmaja memberikan tang- gapan, kini pengamat politik Unud I Dewa Gede Palguna angkat bicara. Ditemui di rumahnya di Den- pasar Kamis (30/4) kemarin, Pal- guna mengatakan sulit mem- prediksi pikiran Sundria, menga- pa dia mengeluarkan pernyataan begitu. Logika politiknya, kata Palguna, tidak jelas ditinjau dari ketentuan Undang-undang No. 5 Tahun 1974 beserta penjabaran- penjabarannya. "Itu bisa jelas ka- lau Sundria punya ambisi meng- golkan calon-calon tertentu," ka- tanya. Jabatan gubernur, menurut dosen FH Unud ini, adalah jabatan politis. Karena itu, logika yang pan- tas diajukan harus ada pembedaan antara jabatan politis dan pegawai negeri. Pembatasan cagub menu- rut golongan dan pangkat, dinilai- nya sebagai penjenjangan karier yang lebih tepat untuk jabatan kari- er, bukan politis Jika alasannya kepantasan dan kepatutan, ukurannya tidak boleh mengalahkan kaidah hu- kum," tambah Palguna menang- gapi alasan pembatasan itu kare- na kepantasan dan kepatutan. Seperti Tjok. Atmaja, Palgu- na juga mempertanyakan kapa- sitas Sundria saat menyampai kan pernyataan. Apakah pribadi, Ketua DPD Golkar atau selaku Ketua DPRD Bali. Jika berbicara sebagai Ketua DPRD, apakah sudah ada kepu- tusan DPRD mengenai hal itu, minimal rapat pimpinan fraksi. Jika belum, Sundria tidak bisa mengklaim diri sebagai Ketua DPRD. "Ini supaya dasar hukum- nya jelas," tegasnya. Merujuk berita Bali Post se- belumnya, Palguna mengatakan, dua fraksi minoritas di DPRD Bali-F-PP dan F-PDI-belum sepakat atas pembatasan itu (BP, 14/4). "Kalau F-PP dan F-PDI saja tidak sepakat, ya... tidak bisa dong Sundria mengklaim diri sebagai Ketua DPRD," tegasnya. Didesak apakah perlu Sundria "membujuk pimpinan DPRD menyetujui pernyataannya men- jadi keputusan DPRD Bali, secara diplomatis Palguna mengatakan, Bahkan, jika itu keputusan Dew- an masih bisa dipertanyakan. Sesuai enggak dengan aspirasi masyarakat?" Pendapat bahwa pernyataan Sundria itu tidak untuk memo- tong" seseorang menjadi calon gubernur, juga dibantah. "Memo tong atau tidak, jika pernyataan itu diterapkan menjadi aturan, kesannya sudah memotong calon- calon potensial. Bagaimana kalau ada calon yang memenuhi per syaratan dan didukung luas masyarakat, tetapi belum ber- golongan IV/E atau berpangkat mayjen? Apa itu tidak menjebak? Palguna mengatakan tak mengerti, mengapa Sundria min- tajabatan politis gubernurjangan ditonjolkan. Alasannya, gubernur Tiga Jalur Bertemu sebelum 18 Mei * Tetapkan Bakal Cagub Denpasar (Bali Post) - Ketua DPD Golkar Bali I Ketut Sundria men- gatakan, sejauh ini baru dua jalur-jalur G dan B dari tiga jalur Golkar mengadakan pertemuan. Diharapkan pertemuan ketiga jalur-A, B dan G bisa terlaksana sebelum 18 Mei untuk membahas bakal calon gubernur (bacagub) Bali pasca-IB Oka. Gubernur Oka, menurut Sundria, telah menya- takan janjinya mengadakan pertemuan tiga jalur se belum 18 Mei. "Tadi beliau (Gubernur Oka-red) ber- janji untuk memimpin pertemuan tiga jalur itu, kata Sundria seusai acara temu wartawan dengan Gu- bernur Bali di Jaya Sabha, Kamis (30/4) kemarin. Dalam temu wartawan kemarin, Gubernur Oka juga mengisyaratkan pertemuan tiga jalur terse- but. Sundria yakin, jalur A sudah menghimpun nama bakal cagub yang akan dijagokan. Nama- nama itu diperkirakan tidak akan berbeda jauh dengan yang diajukan jalur B dan G. "Ya... saya kira masih berkisar 31 nama itu, sebab sampai sekarang kan belum muncul nama baru ke DPRD," katanya. Di tempat terpisah, Ketua F-ABRI DPRD Bali Gde Sugitha mengatakan belum bisa memberi in- I Komisi E DPRD Badung Turun ke Kuta formasi akhir mengenai rapat konsultasi jalur A. "Yang jelas kami berencana mengajukan lima nama, Namun, saya belum bisa menyebutkan nama-nama yang dimaksud, karena itu bersabarlah sampai minggu depan," katanya dihubungi per telepon. Demam Berdarah Dalam temu wartawan yang mengangkat tema GBHN dan Sosialisasi Catur Krida Kabinet Pem- bangunan VII dan Efektivitas Pembangunan Bali Lima Tahun ke Depan", Gubernur Oka kembali mengingatkan pentingnya upaya pencegahan ter- hadap meluasnya kasus demam berdarah di Bali. Untuk itu, Oka minta pihak Dinas Kesehatan, Kan- wil Depdikbud, LSM dan ormas-ormas bergabung melakukan gerakan serempak dan cepat agar ka- sus ini tidak berdampak buruk terhadap pertum- buhan ekonomi Bali melalui pariwisata. Hal itu disampaikan Oka karena sudah ada in- formasi bahwa Dubes Jepang di Jakarta telah me layangkan surat kepada warganya yang sedang pelesiran di Bali untuk mengalihkan daerah tujuan wisata ke negera lain. "Kasus ini termasuk sangat sensitif bagi kepariwisataan kita," kata Gubernur. adalah produk pilihan DPRD. Karena DPRD sendiri lembaga poli- tis, produknya jelas politis. Bagaimana caranya tidak menon- jolkan itu? Apa DPRD itu memilih gubemur untuk jabatan akademis atau keilmuan?" tanya Palguna Bertolak dari hal itu, ia me- ngajukan tiga pertanyaan. Perta- ma, apakah pernyataan Sundria itu akan diterapkan dalam pro- ses pemilihan Gubernur Bali mendatang. Jika ya, bagaimana dengan aspirasi rakyat? Kedua, jika ada calon swasta, bagaima- na? Ketiga, sejauh mana konsis- tensi DPRD dalam menegakkan UU No. 5/1974 beserta perangkat penunjangnya? Sebagai Ketua DPRD Ketut Sundria yang ditemui seusai acara temu wartawan de- ngan Gubernur IB Oka menga- takan, posisi dirinya saat me- nyampaikan pernyataan itu se- bagai Ketua DPRD Bali. Itu di- lakukan karena rambu-rambu- nya sudah ada yakni Permenda- gri No. 4/1995 dan Permendagri No. 5/1995. Ketentuan itu meng- atur seorang gubernur usianya tidak boleh lebih dari 65 tahun, sementara wakil kepala daerah harus bergolongan IV/D. "Nah, wagubnya saja IV/D, masak gubernurnya lebih rendah? Itu sudah diatur," jelas nya. Menyinggung calon swasta, Sundria menegaskan, hal itu tidak ada yang mengatur. Ia malah balik bertanya, apakah pernah ada gubernur dari swas- ta? Jadi, calon swasta bebas dari peraturan itu. Yang penting didukung masyarakat dan masuk atau dicalonkan fraksi," tegas- (nom/029/011) nya. (nom) Jumat Umanis, 1 Mei 1998 Ball Post014 DB DAN GENANGAN AIR-Sandhi, salah seorang dari puluhan pasien DB yang dirawat di RSUP. Sementara air yang tergenang sejak beberapa hari lalu di galian bangunan Sudirman Agung sangat potensial sebagai sarang nyamuk penyebar demam berdarah. Kapolda Siap Bertanggung Jawab *Soal Perlakuan Aparat terhadap Mahasiswa Denpasar (Bali Post) - Selaku pimpinan, tentunya harus siap mempertanggung- jawabkan segala tindakan ang gotanya dalam menjalankan tugas di lapangan. Termasuk juga tuntutan beberapa pihak, khususnya LBH Yogyakarta, agar Kapolda Bali meminta maaf kepada mahasiswa Unud perihal adanya maha- siswa yang digigit anjing pela- cak. Demikian ditegaskan Kapolda Bali Brigjen Pol. Drs. Bimantoro di hadapan sejum- lah wartawan, Kamis (30/4) kemarin. hanya digunakan untuk mem- buru penjahat, juga dapat di- pakai kegiatan dakhura (pe- nindakan huru-hara). Kalau Anda masih ingat, dulu di Bekasi malah dipakai ular co- bra untuk menenangkan mas- sa. Jadi semua itu masih se- suai prosedur," tegasnya. Selaku pribadi, Kapolda Bi- mantoro pun menyesalkan adanya bentrokan tersebut. Mudah-mudahan tidak teru- lang lagi," katanya. Untuk i- tulah, Kapolda meminta ma- hasiswa untuk tetap melaku- kan misinya dengan tetap sa- posisi masing-masing. Selaku aparat keamanan, tentu polisi berusaha menjaga keamanan selama aksi keprihatinan ber- langsung, demikian pula ma- hasiswa harus tetap berpe- doman pada Tri Dharma Per- guruan Tinggi. III Unud. Tujuannya, agar pi- hak rektorat ikut mengawasi dan mengetahui sendiri secara langsung tindakan anak di- diknya. der PPM, pasukan Yudha Pu- tra, senior PPM dan kalangan veteran RI. "Sepanjang berdasarkan hukum, membela diri dan menjaga kehormatan sebagai petugas, kami mendukung sepenuhnya sikap tegas apa- rat keamanan itu," katanya. Kematian Hari J. Gunawan Seperti diberitakan sebe- ling menempatkan diri pada maupun Kapolres mengatakan hasil pembangunan yang dica- Penderita DB di Badung 105 Orang Diduga Serangan Jantung Denpasar (Bali Post) - Komisi E DPRD Badung, Ka- mis (30/4) kemarin turun ke Desa Ungasan dan Kelurahan Benoa Kecamatan Kuta. Ditinjaunya desa di kawasan wisata itu, kare na dari empat kecamatan di Ba- dung, Kuta penduduknya terba- nyak terkena serangan demam berdarah (DB). Ketua Komisi E DPRD Ba- dung Drs. I Gusti Ngurah Raka mengatakan hal itu seusai pe- ninjauan ke lapangan. Data dari Dinas Kesehatan, sejak Januari- April penderita demam berdarah di Badung 105 orang dan belum ada yang meninggal. Dari 105 penderita itu, terbanyak berdomi- sili di Kuta (92), Mengwi (5), Abi- ansemal (6) dan Petang dua o- rang. Khusus di Kuta dari 92 pen- derita demam berdarah itu, ter- banyak di Kelurahan Tuban (27), Benoa (22), Ungasan (22) dan Kelurahan Kuta 14 orang. 'Di kecamatan Kuta hanya Desa Pecatu yang bebas dari de- mam berdarah," kata Raka sam- bil memperlihatkan data dari Di- nas Kesehatan Badung. Banyaknya penderita demam berdarah di Kuta, selain ber- kaitan siklus lima tahunan, juga masih adanya daerah rawa-rawa, genangan air di sekitar hutan bakau serta belum intensifnya masyarakat menguras cubang cubang air. Pecatu misalnya, desa ini be- bas dari penyakit demam ber- darah karena gencarnya pembe- rantasan sarang nyamuk. Pada- hal, Ungasan dan Benoa kondisi topografinya tidak jauh berbeda dengan desa tetangganya itu. Na- mun, beberapa warga Ungasan justru mengeluhkan penyempro- tan oleh petugas hanya terbatas dijalan-jalan umum. Keinginan masyarakat tidak hanya di jalan, tetapi menjangkau sampai ke rumah-rumah karena pemukiman letaknya terpencar," katanya. Namun, petugas meng- ingatkan masyarakat agar jangan terkecoh dengan penyemprotan itu. Sebab, penyemprotan hanya untuk mengusir nyamuk aedes aegypty, bukan membunuh jen- tik-jentiknya. Raka berharap masyarakat tetap meningkatkan kewas- padaan terhadap bahaya sera- ngan penyakit demam berdarah, karena diperkirakan Mei dan Juni ini merupakan puncak serangan. Kabag Humas Pemda Badung Drs. Made Witna menjelaskan, terkait dengan serangan DB itu, Dinas Kesehatan telah melaku- kan penyemprotan ULV dan abatesasi masal bagi daerah yang cukup banyak penduduknya terkena demam berdarah seper- ti Tuban, Ungasan, Kuta dan Benoa. Orang Gedongan Sementara itu, Gubernur Bali Ida Bagus Oka mengatakan, o- rang gedongan (orang kaya dan tinggal di perkotaan) yang paling dominan kena demam berdarah (DB). "Sebab, nyamuk penyebab penyakit itu senang bertelur di air yang bening. Air seperti itu ba- nyak terdapat di rumah-rumah be sar di daerah perkotaan," kata Gu- bernur seusai membuka rapat ker- ja (raker) di lingkungan BKKBN di Jayasabha, Kamis kemarin. Dikatakan, DB tak mungkin menyerang penduduk yang ber- tempat tinggal di daerah minus air. Mereka yang kena DB bela- kangan ini kebanyakan orang gedongan," ujarnya. Menurutnya, nyamuk penyebab DB suka bersarang dan kemudian bertelur di air yang menggenang dan bening. Bak mandi yang jarang dikuras, kaleng-kaleng, drum bekas, ban atau pecahan botol dan plastik yang berisi air rawan menjadi sarang nyamuk. Karena itu, ben- da-benda seperti itu harus dimu- snahkan. Tukad Badung yang airnya keruh tak mungkin men- jadi sarang nyamuk," katanya. (029/bud) Dirut BTDC: Pariwisata bukan Hantu Denpasar (Bali Post) - Pariwisata jangan dianggap sebagai momok atau hantu yang menyebarkan penyakit". Pariwi- sata justru telah menjadi sektor penting yang ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu ditegaskan Dirut BTDC Nusa Dua A.A. Gde Rai, Kamis (304) kemarin, sehubungan masih munculnya pandangan negatif di masyarakat terhadap kepariwi- sataan Bali. Menurutnya, Bali mestinya bersyukur karena bisa mengembangkan kepariwisataan dengan baik. pengembangan pariwisata disam- paikan secara proporsional, seim- bang serta disertai saran-saran yang bisa diterapkan. "Kritik yang muncul umumnya asal sikat saja. Tidak ada solusi, destruktif. Padahal, kritik yang baik adalah kritik yang memberikan jalan keluar untuk pembenahan, tam- bahnya. Mantan General Manager Hotel Bali Beach ini mengakui perkembangan apa pun di dunia ini tidak ada yang sempurna, karena itu kritik demi perbaikan sepantasnya disampaikan dengan solusi-solusi positif. "Siapa pun menginginkan agar pemba- ngunan kepariwisataan tidak sampai merusak lingkungan. Mana ada pemerintah memba- ngun pariwisata untuk membo- hongi masyarakat atau membuat rakyatnya menderita. Tidak ada," tegasnya. "Bayangkan, apa yang mesti dikembangkan untuk memba- ngun perekonomian masyarakat selain pariwisata? Bali ini kecil, tak memiliki sumber daya tam- bang atau potensi ekspor seperti pulau lainnya di Indonesia. Pari- wisata sudah terbukti bisa mem- buat masyarakat Bali bertahan," katanya. Efek Ganda Sehubungan dengan itulah, ia Menyinggung tentang efek berharap agar kritik dan respons ganda industri pariwisata, ia terhadap perkembangan dan memberikan contoh pemba- ngunan kawasan Nusa Dua. Di kawasan yang dikelola BTDC ini kini terdapat beberapa hotel de- ngan 4.000 kamar lebih. Tiap ka- mar memerlukan tenaga kerja rata-rata tujuh orang, yang bek- erja langsung di hotel tersebut. Selain itu, menurut Gde Rai, tiap satu kamar hotel juga mencipta- kan rata-rata delapan lapangan kerja secara tidak langsung di luar hotel. "Dengan hadirnya ho- tel di daerah ini, saya kira kini tidak ada lagi penduduk Nusa Dua yang tidak memiliki peker- jaan," katanya. Menyinggung soal ganti rugi tanah masyarakat, Rai mengata- kan, BTDC sudah menyelesaikan dengan baik sesuai peraturan dan perjanjian yang ada. Mantan pe- milik tanah dan penggarap tanah di Nusa Dua yang jumlahnya 170 KK sudah mendapat tanah 3-4 are secara cuma-cuma di luar ganti rugi atas tanah miliknya yang dibebaskan pemerintah tahun 1972 dengan harga wajar waktu itu. (dap/sua) Kepepet Biaya Kontrak Rumah, Mencuri Peralatan Elektronik motor sewaan, sebuah tang dan sejumlah peralatan elektronik," papar Kapolres Badung Letkol Pol. Drs. Bachrul Effendi didam- pingi Kasat Serse Kapten Pol. I Nyoman Sukena, Kamis sore ke Denpasar (Bali Post) - Dua orang buruh bangunan, Yan (27) dan Mar (25) asal Ge- bang, Kaliwates, Jember, teper gok polisi ketika mengangkut barang-barang curian, Kamis (30/ 4) dini hari di Jl. Bypass Ngurah marin. Rai, Nusa Dua. Kedua pelaku Saat diperiksa, Yan-yang mengakui nekat mencuri perala- tan elektronik seharga Rp 7,7 juta milik tamu asing itu karena kepepet biaya untuk bayar kon- trakan rumah. Akibat perbuatan kedua pen- curi ini, Christopher James (37) -warga Inggris-yang menem pati rumah kontrakan di Jl. Ulu- watu Tegehsari, Jimbaran, Kuta mengaku menderita kerugian Rp 7,7 juta. "Dari tangan kedua tersang- ka, polisi menyita sebuah sepeda bangunkan Mar untuk bersama- sama melakukan aksi curat (pen- curian dengan pemberatan) de- ngan mengendarai sepeda motor sewaan ke tempat yang telah ditentukan semula. Yakin rumah kontrakan yang ditempati tamu asing itu dalam menempati rumah kontrakan keadaan kosong, Yan menyuruh bersama istrinya di Jl Raya Tu- Mar terlebih dahulu memanjat ban, Gang Simpatik, Kuta tembok belakang rumah dan me mengaku sebelum melakukan motong pagar kawat. Selanjutnya pencurian bersama Mar terlebih keduanya masuk lewat pintu dahulu mempelajari situasi di se- dapur. kitar rumah yang akan dijadikan "Kedua tersangka pelaku cu- sasaran. rat ini baru mangaku sekali melakukan pencurian," kata Kaur Bin Ops Serse Letda Pol. Herlan Susilo yang memimpin anggota buru sergap (buser) unit curat/curas guna mengembang- kan kasus tersebut. Yan sempat mengajak Mar jalan-jalan mempelajari situasi rumah yang akan disatroninya itu Rabu sore (29/4) sekitar pukul 17.00. Pagi harinya (Kamis, 30/4) sekitar pukul 03.00, Yan mem- (070) Denpasar (Bali Post)- Jenazah Hari Jana Gunawan, Kamis (30/4) kemarin dikirim ke Situbondo setelah mendapat pemeriksaan luar di Instalasi Kamar Jenazah RSUP Sanglah. Mayat pengusaha buah itu tidak jadi di- otopsi karena permintaan keluarganya. Kepala Forensik Instalasi Kamar Jenazah RSUP dr. Made Mak- er mengatakan, karena tidak diotopsi, belum diketahui jelas sebab- sebab kematian korban. Namun, diperkirakan kematian Hari Jana Gunawan akibat serangan jantung. Hal senada juga dibenarkan Spesialis Andrologi dan Seksologi FK Unud dr. Wimpie Pangkahila. "Kecil, bahkan tidak mungkin ter- jadi overdosis obat-obatan, karena dalam mencapai puncak kenik- matan, pompa jantung bekerja sangat tegang dan keras yang memu- ngkinkan orang menjadi mati mendadak," katanya. lumnya (BP, 29/4), LBH Yog- yakarta mengharapkan Kapol- da Bali agar minta maaf ke- pada mahasiswa Unud yang melakukan aksi keprihatinan 23 April lalu, karena anjing pelacak yang dipakai aparat telah menggigit dua maha- siswa. Di samping itu, maha- siswa bukanlah penjahat se- hingga tidak perlu memakai anjing pelacak, apalagi dalam ajaran Islam, anjing dianggap binatang najis. Kapolda juga mengharap- kan kepada Rektor Unud un- tuk selalu berada di lokasi ke- tika mahasiswanya melaku- kan aksi keprihatinan. Hal ini perlu agar jalur koordinasi le- bih mudah jika memang terja- di sesuatu yang tidak diingin- kan. "Saya sudah perintahkan Kapolres Badung untuk terus koordinasi dengan Rektor Unud," ucapnya. Menyangkut keamanan di wilayah kampus, kata Kapol- res, rektor selaku orangtua mahasiswa mesti ikut pula bertanggung jawab dan jangan Kata dia, sikap petugas hanya menyerahkan persoalan membendung unjuk rasa ke- luar kampus justru untuk keamanan itu kepada polisi. Menyinggung proses pe- menjaga keamanan masya- manggilan mahasiswa Unud rakat lainnya yang lebih ba- untuk yang ketiga kalinya ter- nyak. Kalau terjadi apa-apa kait pembakaran helm dan dan ditunggangi pihak lain tameng aparat, baik Kapolda yang tak bertanggung jawab, tetap konsisten dan siap mem- proses sesuai prosedur hukum yang berlaku. Walaupun sudah dua kali tidak datang, mungkin pada pemanggilan ketiga akan tetap diupayakan. "Pokoknya prosedur hukum mesti tetap ditegakkan. Jangan hanya pin- tar teriak-teriak reformasi hu- kum dan politik, tetapi ketika berhadapan dengan hukum sudah takut duluan, kan tidak konsisten namanya," tegas Kapolda. PPM Bali pai dengan susah payah sela- ma ini akan makin membe- ratkan masyarakat. Pada bagian lain uraiannya, Windia yang anggota DPR-RI ini meminta semua pihak ber- sikap jantan. Kalau memang aparat keamanan melakukan pemanggilan terhadap pe- ngunjuk rasa karena dianggap keliru dan melanggar, mereka harus jantan. "Sebagai calon pemimpin yang baik, kita harus berani bertanggung jawab terhadap perbuatan yang kita lakukan," katanya. Menurut Kapolda, pihak- Sikap nya sampai saat ini belum me- tegas aparat Lebih dari itu, Windia yang nerima surat dari LBH Yog- keamanan dalam menangani yakarta tersebut. "Saya hanya para pengunjuk rasa yang ter- juga dosen di Fakultas Perta- tahu dari koran, belum terima jadi akhir-akhir ini dapat di- nian Unud ini mengharapkan suratnya, sehingga tak bisa pahami Ketua Pengurus Dae- warga PPM menyatakan ke- berkomentar banyak," ujarnya Ungkapan senada juga rah (PD) Pemuda Par Mar prihatinannya dengan tinda- seraya menambahkan, pi- dilontarkan Kapolres Badung ga (PPM) Bali Ir. Wayan Win- kan nyata untuk membantu haknya memang tidak terlalu Letkol Pol. Drs. Bachrul Effen- dia, M.S. seperti dikemuka- masyarakat kurang mampu di perlu untuk menanggapi. di. Menurutnya, tiap kali ter- kannya dalam acara tatap sekitarnya. Di samping itu, Ia mengatakan, anjing pe- jadi aksi mimbar bebas yang muka eksponen PPM Bali di mempercayakan kepada pe- lacak yang digunakan pada digelar di kampus Unud di Jl. Taman Pujaan Bangsa (TPB) merintah untuk menanggula- saat aksi keprihatinan maha- PB Sudirman, pihaknya beru- Margarana, Tabanan, Senin ngi krisis ekonomi yang terja- siswa Unud sudah sesuai paya semaksimal mungkin malam (27/4) yang dihadiri di sekarang ini dengan segala (08) prosedur. Anjing pelacak tidak menghubungi Rektor dan PR sekitar 100 fungsionaris/ka- implikasinya. (gus/070/05) Hari Jana Gunawan yang tinggal di Jalan Jayakarta Denpasar meninggal dalam pelukan Ni Putu M (BP, 30/4). Saat itu korban berkencan dengan Ni Putu M yang mengaku asal Singaraja di se buah penginapan di Bedugul. Saat mencapai orgasme, demikian penu- turan Putu kepada petugas di Polsek Baturiti, Gunawan langsung lemas. Atas kejadian itu, kontan Putu M menjerit dan keluar kamar minta tolong. Korban selama di Denpasar tinggal bersama anaknya yang sudah berkeluarga. Menurut salah seorang keluarganya yang ditemui di RSUP, istri korban kini tinggal di Situbondo bersama seorang anak perempuannya. Denpasar dan Sekitarnya MPR "Ewuh Pakewuh" Lakukan Koreksi Pengurus Kerta Wredatama PENGURUS Kerukunan Wanita (Kerta) Wredatama Cabang Kodya Denpasar dipimpin ketuanya Dra. IGAM Suseni Rai Wirata memperkenalkan diri kepada Ketua Pembina Nyonya Komang Arsana di Gedung Shanti Graha Denpasar, Kamis (30/4) kema- rin. Suseni menjelaskan, Kerta Wredatama beranggotakan man- tan karyawati dan istri mantan karyawan di Kodya Denpasar. Tercatat 315 orang sebagai anggota, namun yang aktif baru 104 orang. Kegiatan yang dilakukan antara lain ceramah agama, memasak, anjangsana ke anggota Kerta Wredatama yang sakit sampai membentuk sekeha janger dan kidung. (wan) Yudisium di FIA Unhi FAKULTAS Ilmu Agama Universitas Hindu Indonesia (FIA Unhi) meyudisium 58 sarjana baru, Kamis (30/4) kemarin, di ka- mpus setempat. Ke-58 sarjana itu, tujuh dari jurusan ilmu aga- usan hukum aga- jurusan pendidikan agama, 11 darij ma dan 10 dari sastra dan filsafat agama. I Nyoman Yoga Sega- ra, S.Ag., pemuda asal Serangan, berhasil lulus cum laude de- ngan IPK 3,66. PDI Prof. Dr. Nyoman Dantes mengatakan, umat Hindu telah mengetahui ada Ünhi, namun minat mereka untuk kuliah di Unhi masih sangat rendah. Padahal sarana dan tena- ga pengajar di Unhi sudah sangat memadai," ujarnya. (bud) ma, Strom Listrik NYOMAN Bungkulan asal Banjar Satung Desa Payangan, Gia- nyar, Kamis (30/4) kemarin pukul 11.35 tewas akibat terstrom lis- trik di sekitar kompleks Perumahan Kuta Permai. Saat itu korban sedang melakukan suatu pekerjaan instalasi lintrik. Mayat korban segera diangkut ke Instalasi Kamar Jenazah RSUP Sanglah. (08) Gedung Pertemuan LAB/SMF Ilmu Kesehatan Anak FK Unud-RSUP Sanglah kini memiliki gedung pertemuan berlantai dua dan sebuah balai be- ngong" dengan biaya hampir Rp 200 juta. "Biaya pembangunan gedung itu merupakan swadaya Lab/SMF Ilmu Kesehatan Anak FK Unud-RSUP dan dibantu dana renovasi dari RSUP Sanglah," kata ketua panitia pembangunan dr. Komang Kari, Sp.A. Gedung itu Kamis (30/4) kemarin diresmikan pemakaiannya oleh Wakil Direktur RSUP dr. Wartini Pendit bersama-sama Kepala Lab/SMF Ilmu Kesehatan Anak FK Unud-RSUP Prof. dr. Sudarjat Suraat- maja, Sp.A. Pada saat itu juga dilepas dua dokter spesialis anak lulusan FK Unud-RSUP Sanglah masing-masing dr. Kompyang Gautama, Sp.A. dan dr. Wayan Retayasa, Sp.A. (08) Bimmas Pioner KAPOLDA Bali Brigjen Pol. Drs. Bimantoro meresmikan pe- laksanaan Bimmas Pioner jajaran Polda Bali, Kamis (30/4) ke- marin, di Lapangan Brimob Tohpati. Pada saat itu Kapolda me- nyerahkan bantuan berupa bibit ternak dan tanaman kepada Polres se-Bali untuk selanjutnya diserahkan kepada masyarakat. Menurut ketua pantia Kolonel Ida Ayu Resi, sumbangan yang diberikan kepada masing-masing Polres untuk diteruskan ke Polsek-polsek itu senilai Rp 129 juta berupa bibit sapi 37 ekor, kambing (65), babi (10), ayam (1.000), dan ikan 85.000 ekor. (gus) Denpasar (Bali Post) - Civitas akademika Unwar, Kamis (30/4) kemarin menyeleng- garakan diskusi dengan tema "Mencermati Urgensi Reformasi Politik, Hukum dan Ekonomi Diskusi yang dibuka Rektor Prof. dr. IGAG Puthra ini diikuti seki- tar 50 mahasiswa dan dosen se- tempat. Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) John Jehari mengaku tidak puas de ngan jalannya diskusi yang ha- nya melontarkan teori-teori nor- matif dan tidak menyetuh per- soalan substansial yakni bagai- mana mengatasi krisis ini secara cepat. "Misalnya, reformasi poli- tik kongkretnya bagaimana, apa- kah perlu menuntut sidang is- di daerah ini adem ayem. Alasan- sen FP Unwar. Ia menyesalkan timewa MPR," tegas mahasiswa FE Unwar ini. Drs. AAG Oka Wisnumurti, M.Si.-satu dari tiga pembicara mengatakan, hal itu cukup sulit karena anggota MPR saat ini kebanyakan orang birokrat, se- hingga ewuh pakewuh memberi kan koreksi terhadap mandata- ris. Jangan salahkan MPR tak mampu berbuat apa-apa alias mandul," tegasnya. nya, ketika mahasiswa di luar Bali sudah bersatu padu menyuarakan keprihatinan rakyat kecil, di Bali pergerakan nya hanya sporadis tanpa jari- ngan. Kata dia, bila mahasiswa Bali memang punya keberanian me- ngadakan gerakan moral, mesti- nya memperkuat jaringan de- ngan mahasiswa luar Bali. "Saya berharap aksi keprihatinan ma- hasiswa Bali seperti di UGM, baik pihak rektorat, dosen, alumni dan mahasiswa merapatkan barisan menyuarakan tuntutan rakyat," ujarnya. mahasiswa yang tidak peka de- ngan penderitaan rakyat. Masak dari 10.000 mahasiswa Unwar, satu pun tidak ada yang peduli terhadap nasib rakyat," tanya- nya retoris. Sebelumya mahasiswa Unwar sempat menggelar aksi mimbar bebas yang melibatkan puluhan orang, namun ditonton ribuan orang civitas akademika. 'Saya ingin aksi atau diskusi seperti ini I Wayan Winarta, aktivis ma- diikuti banyak orang, sehingga hasiswa Unwar, menilai maha- suasananya betul-betul hangat siswa Bali masih banci. Ma- dan dinamika kemahasiswaan raknya aksi keprihatinan maha- Unwar tidak mandek," tegasnya siswa di Bali belakangan ini tam- tanpa mau menyebutkan jati diri paknya belum mengubah kesan Pendapat senada juga dilon- lebih rinci. bahwa dinamika kemahasiswaan tarkan Dewa, salah seorang do- (jan) Made Sum kembali akan Diadili Denpasar (Bali Post) - Ungkapan yang menyatakan tak putus dirundung malang, sa- ngat identik dengan nasib Made Sum. Betapa tidak, belum sele- sai menjalani masa hukuman dua tahun penjara, bahkan belum genap sepekan menerima tam bahan hukuman satu tahun pen- jara akibat mengoperasikan bank ilegal, ia akan kembali dihadirkan sebagai tersangka dalam kasus penggelapan uang nasabah Bali- do Group. Kepastian akan diadilinya le laki kelahiran Karangasem ini, menyusul dilimpahkannya beri- ta acara pemeriksaan (BAP) ser ta tersangka oleh penyidik Polda Bali kepada pihak kejaksaan, Kamis (30/4) kemarin. Dikawal beberapa orang petugas dari Pol- da Bali, Made Sum-yang se dalam Balido Group telah mem- mengembalikan kewajiban kepa- ngaja dipinjam dari LP Kerobo- perkuat temuan tim likuidasi. da nasabah dilimpahkan kepada kan-diangkut dengan mobil Tim likuidasi menemukan data Bank Ratnadi yang waktu itu di- tahanan polisi Pol 703-XI, dan tiba bahwa Made Sum telah mengam- pimpin I Wayan Derana. di Kejari Denpasar pukul 10.40 bil uang nasabah tanpa prosedur wita. Sekitar lima menit berikut sekitar Rp 3,7 milyar. nya, I Made Sudarsana, S.H.- Temuan serupa juga di- yang dalam perkara bank gelap ungkapkan Wayan Sudarma dkk. mendampingi Made Sum-tiba Pengambilan uang di Bank Desa di Kejari Denpasar. Pekutatan tanpa prosedur yang Sumber di Kejari Denpasar dilakukan Made Sum dan kelu- menyebutkan, I Nyoman Dila, arganya mencapai Rp 1 milyar. S.H. kembali akan bertindak se- Aset Bank Desa Pengastulan- bagai jaksa penuntut umum ketika dipimpin Heri Susanto dalam sidang mendatang. Sebe (ipar Made Sum)-juga dikuras lumnya, jaksa dari Kejati Bali ini Made Sum hingga mencapai Rp juga bertindak sebagai jaksa 500 juta. penuntut umum dalam kasus bank gelap. Bakal diadilinya Made Sum dalam kasus penggelapan uang nasabah bank yang tergabung Jika pengambilan uang di luar prosedur yang dilakukan Made Sum dari awal 1987 hingga akhir 1996 ditambah dengan bunganya, kata Wayan Sudarma, seharus nya sudah cukup untuk mengem- balikan uang nasabah Balido Group. "Uang yang digelapkan Made Sum bersama dengan bu- nganya diperkirakan Rp 132 mi- lyar, kata Sudarma. Jaksa Nyoman Dila, S.H. ke- tika dimintai konfirmasi belum Begitu pula dana masyarakat bisa memastikan kapan berkas yang dihimpun melalui Bank Sa- perkara narapidana ini dilimpah dar Kuta yang mencapai Rp 1,1 kan ke PN Denpasar. "Ya, saya milyar ditilep Made Sum, semen- ditunjuk sebagai jaksa penuntut tara tanggung jawab untuk umum," kata Dila. (010) Baru Pindah Rumah, Dibobol Rp 16,5 Juta malam. Denpasar (Bali Post) - saja, uang tunai Rp 9 juta milik identifikasi ke TKP Rupanya "hadiah" yang Di rumah yang berlantai dua Oka Sudarsana amblas. Di sam Sementara itu dari Polsek kurang mengenakkan diterima itu, Oka Sudarsana bersama is- ping itu, uang 16.000 yen jam ta- Denpasar Barat/Timur juga di- Agung Oka Sudarsana, Kamis trinya tidur di lantai dua, sedang ngan, video, kalung dari kristal laporkan telah ditahan dua pe (30/4) kemarin. Pasalnya, baru kan empat orang karyawannya dan beberapa dokumen penting laku pencurian, Kar dan Ali, kemarin pindah rumah dari ru- tidur di lantai bawah. Salah seo- khususnya surat-surat dari ru- keduanya dari Banyuwangi. Ke- mah lama di Jalan Singasari ke rang penjaga rumah, Agus, pada mah sakit juga hilang. Total keru dua pemuda itu melakukan pen- rumah barunya di Penamparan pukul 24.00 sempat memeriksa gian diduga Rp 16,5 juta. curian kabel di proyek perumah- Indah, sudah dibobol maling. Ak semua keadaan rumah. Setelah Yang paling penting surat- an Teras Ayung, Jalan Gatot Su- ibatnya korban mengalami keru- semua dirasakan terkunci dan surat rumah sakit tersebut, kare broto, Selasa malam (28/4). Na- gian sekitar Rp 16,5 juta. aman, Agus pun beranjak tidur. na itu merupakan surat untuk mun, aksi mereka dipergoki Menurut kakak korban Gusti Namun esok pagi sekitar bapak saya yang saat ini masih masyarakat di sekitarnya, sehing Agung Bagus Sanjaya Putra ke pukul 05.00, Agus terkejut keti- dirawat di RSUP Sanglah," ujar ga kedua pelaku ini dihajar sam- tika melaporkan kejadian itu ke ka melihat salah satu ruangan di Sanjaya Putra yang ketika keja- pai babak belur. Polsek Denpasar Barat/Timur, lantai dua-di samping kamar dian, sedang menunggui orangtu- adiknya pindah pada Rabu (29/4) tidur Sudarsana dan istrinya anya di rumah sakit. ke Penamparan Indah. Saat itu, sudah terbuka. Kemudian dia pun semua perabotan rumah masih memberitahukan majikannya belum ditata karena keburu untuk mengecek keadaan. Benar Menurut Ali, ia nekat mencuri kabel untuk dijual kepada pemu- Setelah menerima laporan itu, lung. "Paling-paling dapat Rp jajaran Resintel Polsek Denpasar 5.000 per kg, yang penting bisa Barat/Timur segera melakukan hidup, katanya. (gus) Jumat Umanis, 1 Mei 1998 Kompak Singaraja (Bali Post) - * Kelompok yang menamaka Peduli akan Krisis (Kompak) marin pukul 10.15 mendata Jalan Ngurah Rai Singaraja. mahasiswa dan masyarakat. erat kaitannya dengan krisis Sekitar 50 orang pendukung Kompa Buleleng Sakti dengan koordinat lapangan (korlap) Roni Asrun dan Iwa membawa spanduk, menggelar min bar bebas di pelataran gedung legisla tersebut. Dalam spanduk-spanduk tadi tert liskan kalimat, "Kami rakyat kecil ta dolar berkibar, kami te kenal dolar bakar dan spanduk dari kertas DE perhatikan nasib kami-Izinkan ka mengadu-Sumbangan rakyat di ma kau sembunyikan" dan lain-lain. Mereka menggelar mimbar bebas pelataran Gedung DPRD Buleleng telah melakukan gerakan jalan kaki liling halaman gedung. Untuk tid mengundang perhatian lebih banya pihak kepolisian menutup Jalan Ngur Rai dari pertigaan RSU Singaraja hir ga Tugu Singa Ambara Raja. Syarif yang alumnus STKIP Sing raja mengemukakan, aksi mahasis tersebut tidak atas nama kelompok n hasiswa tetapi sebagai gerakan mo Kompak Buleleng Sakti. Di anta sejumlah masyarakat dari Singara Seririt dan Gerokgak, ada yang n ngaku sebagai buruh Pelabuhan Ce kan Bawang, yakni Gusti Ketut Su dan Ketut Danayasa seorang petani d Desa Tinga-Tinga Kecamatan ( rokgak. Keikutsertaan IGK Surya e kaitannya makin sepinya kapal-ka melakukan pembongkaran, khusus kayu dengan dilancarkannya penertil sehingga ratusan buruh mengangg Sedangkan Drs. Komang Sudharm yang Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng mengemukakan, kapasit nya di tengah aksi kepedulian terha Diadili, S Negara (Bali Post) - Karena tersulut emosi, Sum warga Desa Gambiran Banyuwa nekat membunuh istrinya- Suma (40) dengan sebilah keris. Tragisnya) mayat istrinya dibiarkan tergeletal pinggir pantai Desa Pengambengan hingga sempat menggemparkan wa nelayan setempat. Guna memperta gungjawabkan perbuatannya itu, S diajukan ke Pengadilan Negeri Neg oleh Jaksa Penuntut Umum Wa Suwela, S.H., Kamis (30/4) kemari Dalam sidang perdana dengan jelis Hakim Pengadilan Negeri Ne diketuai Setiabudi, S.H. itu terung Usai Uji Semarapura (Bali Post) - Usai mengikuti ujian mata p jaran keterampilan di sekolah Gede Lis (15) siswa SLTP sw kelas III di Semarapura dijem polisi, Kamis (30/4) kemarin sek pukul 10.00. Siswa asal Desa Te itu diduga kuat telah melakukan curian kendaraan bermotor (cu mor) di SMU PGRI Jalan Flar yan Semarapura, Desember 199 Menurut sumber berdekatan, sangka ditemukan mengend sepeda motor Honda Astrea G 1993 warna hitam DK 4878 PA suatu malam-sepeda motor ters termasuk dalam daftar kenda yang hilang. Anehnya, motor itu Bulelen Singaraja (Bali Post) - Pemda Buleleng saat ini men kan Siaga I (istilah ABRI-red) u mengantisipasi berjangkitnya pe kit demam berdarah (DB) yang pai saat ini menewaskan 5 0 Karena itu dilancarkan gebyar leng Sakti Sejahtera, operasi pe rantasan sarang nyamuk deman darah, mulai Kamis (30/4) kema wilayah Kecamatan Buleleng. Bupati Drs. I Ketut Wirata Si didampingi Ketua DPRD Bul Gede Dharmadi, S.IP. beserta m da dan pimpinan dinas/instansi ABRI langsung turun memimp Waspad Amlapura (Bali Post) - Bupati Karangasem I Ketut M meminta para camat dan kepals (kades) segera melakukan lang langkah kreatif dalam upaya me antas sarang nyamuk-guna m gah berjangkitnya deman berd (DB). Selain itu, mereka juga di segera melaporkan kondisi wilaya untuk dikaji lebih lanjut jika di kan hal-hal yang perlu penangan gera Empat Tabanan (Bali Post) - Pemda Tabanan sangat wa akan munculnya wabah deman darah (DB), mengingat penderi di dua daerah yakni Badung Kodya Denpasar makin ban Masalahnya Tabanan paling dengan dua daerah tersebut, se ga kemungkinan nyamuk sudah mengisap darah penderi bawa ke daerah lumbung bera Kekhawatiran itu dikemuk Kepala Dinas Kesehatan Tab dr. I Gusti Nengah Suradnya, H (30/4) kemarin, saat melakuka 2cm Color Rendition Chart
