Tipe: Koran
Tanggal: 1992-11-23
Halaman: 01
Konten
Color Rendition Chart 2cm MILIK NUMEN PERS NASIONAL No. 007 TAHUN KE-47A SENIN LEGI, 23 NOVEMBER 1992 BERNAS MEMBANGUN BERDASAR PANCASILA Xanana Gusmao Bisa Dr Salim Said Dewan Kesenian Rapuh Diancam Hukuman Mati DEWAN Kesenian (DK), utamanya yang berada di daerah, Bernas/asb pa- da dasarnya masih merupakan lembaga yang rapuh, dan tidak se- hat, antara lain karena minimnya dana. Ada ketergantungan DK dalam soal pendanaan pada kebaikan hati Pemda setempat, di samping perhatian terhadap seni budaya di daerah masih bersifat sporadis. Kondisi semacam itu pula yang menyebabkan berbagai DK di daerah gulung tikar. Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Dr Salim Said dan Kepala Taman Budaya Surakarta (TBS), Drs Moertijono, yang ditemui se- cara terpisah pada Jumat dan Sabtu di TBS, menyatakan hal itu kepada Bernas. Kedua tokoh itu diminta pendapatnya sehubung- an dengan gagasan pembentukan DK di Semarang, yang ramai hir-akhir ini ramai diperbincangkan. Salim Said berada di Solo guna melakukan pembicaraan dengan Kepala TBS Drs Moertiyono sehubungan dengan keputus- an yang diambil dalam forum Musyawarah Dewan Kesenian se- Indonesia (MDKI) III di Ujungpandang awal Oktober lalu yang menetapkan Solo sebagai tempat penyelenggaraan Temu Teater Indonesia (TTT) 1993 pada Juli 1993 mendatang. Menurut Salim Said, rapuhnya DK di daerah disebabkan oleh soal dana yang minim. Sebagian besar DK yang ada selama ini, memang didanai oleh Pemda. Akan tetapi, di Jakarta misalnya, atas prakarsa Gubernur Wiyogo Atmodarminto, kini telah diben- tuk Yayasan Kesenian Jakarta, yang dipercaya mencari dan me- ngelola dana untuk membiayai kegiatan DKJ. "Itu berarti Pemda bermaksud mengurangi campur tangan. Se- bab, dananya didapatkan dari masyarakat langsung. Dan pada sa- at yang sama, juga berarti masyarakat diberi tanggung jawab ter- hadap kesenian," kata Salim Said, di TBS, Sabtu (21/11). KERAPUHAN DK di daerah, juga ditunjang oleh persepsi ma- syarakat sendiri yang masih cenderung mengacu pada seni cip- taan nenek moyang sebagai satu-satunya bentuk kesenian. "Pan- dangan seperti itu, tidak menyadari bahwa nenek moyang kita du- lu mencipta juga berdasarkan tantangan sesuai dengan zaman- nya," imbuh mantan wartawan di Majalah Tempo tersebut. Selain itu, menurut pria kelahiran 10 November 1943 di Pare- pare, Sulawesi Selatan itu, karena tidak adanya fasilitas di daerah yang memadai, banyak seniman daerah hijrah ke Jakarta. Aki- batnya, rangsangan kegiatan seni di daerah menjadi berkurang, dan masyarakat kehilangan kesempatan menikmati karya seni. Oleh karena itu, lanjut Salim, pada dasarnya DK di daerah menjadi sangat perlu untuk menghidupkan kegiatan seni, dalam konteks menjaga persatuan dan menghindari dominasi satu bu- daya, mengingat kebhinekaan budaya kita. "Maka setiap budaya atau subbudaya bangsa harus aktif me- nyumbang budaya itu," kata alumnus Ohio State University, Columbus, Ohio, AS, yang mengambil disiplin ilmu kelembagaan politik tersebut. *** SEMENTARA itu Kepala TBS Drs Moertijono menyatakan me- nyambut baik gagasan dibentuknya DK di Semarang, sejauh po- lanya tidak hanya mengikuti pola kerja DK yang sudah ada sela- ma ini. "Secara kelembagaan, dewan kesenian yang ada di In- donesia ini masih rapuh, dan tidak sehat," ujar Moertijono, di kantornya, Jumat (20/11). Indikasi rapuhnya lembaga tersebut, demikian Moertijono, da- pat dilihat dari berbagai kasus yang muncul bersamaan dengan Musyawarah Dewan Kesenian se-Indonesia di Ujungpandang be- lum lama ini. Ada, misalnya, peserta yang ternyata pengurus de- misioner. Di Sumatera Utara, sementara ketuanya menghadiri mu- syawarah, pengurus dan anggotanya membubarkan diri. Selain itu, DK yang ada sampai sekarang juga belum mampu tumbuh sebagai lembaga yang mandiri. "Dari soal dana, mereka toh masih mengandalkan kridho lumahing asto, menunggu uluran tangan dari Pemda. Dan jika mesias DK didominasi oleh satu pi- hak, baik Pemda maupun tokoh swasta, jadinya itu sudah tidak sehat," katanya. Menurut Moertijono, ketika pendanaan sebuah peristiwa ke- senian, dan lembaga pengelola kesenian hanya mengandalkan da- fi satu tangan pemberi dana, akan terjadi distorsi pada pola pen- ciptaan seni. "Pola estetik pada kesenian yang muncul dari kondisi itu, kemudian akan sangat dipengaruhi oleh ikatan-ikatan tertentu sesuai dengan kepentingan dan selera pemberi dana," ujarnya. Oleh sebab itu, katanya, agar kerja para seniman tidak sete- ngah-setengah, gagasan pembentukan DK di Semarang, hendak- lah juga mengacu pada upaya-upaya pengelolaan ke depan, dan mengacu pada manajemen seni pertunjukan yang rasional dan ti- dak sekadar pada kekompakan sesaat. Keberadaan DK sebenarnya memang agak problematis. Sebab DK di beberapa tempat terbukti tidak memberi kesempatan seniman untuk mengembangkan suatu pembaruan atau eksperi- mental seni. Misalnya DK Yogyakarta pernah dikritik Bakdi Soemanto beberapa waktu yang lalu karena selaku lembaga yang saat ini mengurusi kesenian hingga saat ini belum memberi tempat untuk seni eksperimental. (ptg) Selamat Pagi Masalah Pasar Kembang masih berlanjut. Ada yang mengusulkan agar ciri pasar itu tidak diubah. Mungkin kembang kurang mendatangkan duit, lalu diganti dengan buah kalengan. Dari suatu seminar terlontar pernyataan bahwa tak ada alasan seorang ibu untuk tidak memberikan ASI- nya kepada bayinya. Ibu yang normal memang memberikan ASI kepada bayinya. FPP dan FPDI di DPRD II Sleman menyoroti masalah pemondokan di Sleman. Banyak orangtua juga khawatir kalau-kalau ada yang mondok pada anak gadisnya yang mondok. Bung Sigrak 135 1 Dakar, Bernas Presiden Soeharto mengin- strusikan aparat keamanan ABRI agar memeriksa gembong GPK Fretilin Xanana Gusmao secara intensif. Kepala Negara juga meminta agar perlakuan terha- dap Xanana selama proses pe- meriksaaan sesuai peraturan perundang-undangan yang ber- laku di Indonesia. Sementara itu, sebuah sumber mengung- kapkan, Xanana bisa dikenai ancaman hukuman mati. Wartawan Bernas, J Soetar- djo melaporkan semalam dari Dakar, Senegal. Instruksi Presi- den itu dikemukakan di sela- sela mengadakan pertemuan pribadi dengan para kepala negara/pemerintah ketua dele- gasi KTT III G-15 di Dakar. Sehari sebelumnya, Kepala Dill, Bernas Di tempat persembunyian Gembong Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) Fretelin Xana- na Gusmao (45), pihak keaman- an berhasil menemukan satu karung lebih dokumen berupa surat, baik dalam negeri mau- pun luar negeri. Surat-surat itu berisi tentang strategi perjuang- an gerakan memperoleh kemer- dekaan Timor Timur. Selain itu pihak keamanan juga berhasil menemukan senja- ta mini dan pistol serta alat-alat elektronik berupa kamera, vi- deo dan kaset video. Semuanya didapatkan di dalam lubang yang dalamnya sekitar 2 meter di bawah tanah. Xanana sendiri sudah diterbangkan ke Jakarta, Sabtu pagi, satu pesawat de- ngan Pangab Jenderal TNI Try Sutrisno. Marsekal TNI AU Jakarta, Bernas Pemeriksaan terhadap gem- bong gerakan pengacau kea- manan (GPK) Fretilin, Xanana Gusmao (45), yang tertangkap aparat keamanan Indonesia itu, tidak harus dilakukan di Dili. "Aparat keamanan bisa saja memeriksa Xanana di luar kota Dili bahkan di luar Timtim, asal saja pengadilan terhadap dirinya nanti dilaksanakan di kota tem- pat dia ditangkap," kata Amin Arjoso SH yang dihubungi war- tawan, Minggu. Negara sudah menyampaikan ucapan terima kasih dan peng- hargaan kepada seluruh aparat ABRI yang bertugas di Timtim atas keberhasilannya menang- kap Xanana. Pengacara Ikadin ini lebih lanjut mengatakan, ada bebera- pa alasan dan pertimbangan pemeriksaan seorang tersangka tindak pidana subversif dilaku- kan di luar tempat dia berdomi- sili. Ditemukan Satu Karung Dokumen Milik Fretilin * Xanana ke Jakarta Satu Pesawat dengan Pangab Hukuman mati Mensesneg Moerdiono kepa- da pers Minggu malam di Hotel Le Meredien mengatakan, bila proses pemeriksaaan telah sele- sai, Xanana akan diajukan ke pengadilan di Indonesia. Ia akan diperiksa sesuai dengan hukum yang berlaku di Indone- sia. Pertama, alasan keamanan. Berdasarkan alasan ini aparat Ia mengatakan, perkembang- an mengenai tertangkapnya Xanana setiap hari selalu dila- porkan Pangab Jenderal TNI Try Sutrisno kepada Kepala Negara. Moerdiono juga menjelaskan, kondisi Xanana saat ini dalam HONAI- Bantuan rumah sehat tak diterima oleh Suku Dani. Mereka pilih tetap tinggal di honai. Siboen, Kapuspen ABRI TNI Nurhadi dan Pangdam IX/Uda- yana Mayjen Suwardi. Panglima Komando Pelaksa- na Operasi (Pangkolakops) Brigjen TNI Theo Syafei menge- mukakan hal itu menjawab wartawan Surya di Hotel Mah- kota Timor, Minggu. Theo Syafei berada di Hotel itu bersama Menteri Negara UPW Ny A Sulasikin Murprato- mo yang melakukan kunjungan dua hari di Dili Timor Timur. Hadir juga di tempat itu Guber- nur Timtim Abilio Jose Osorio Soares dan sejumlah pejabat teras di wilayah itu. Keterangan ini pers diberikan setelah dua hari tertangkapnya Xanana Gusmao di Desa Lahane Barat Kecamatan Dili Barat, Jumat pagi pukul 06.00 Wita, (20/11). keadaan baik. "Selain Xanana," lanjutnya, "juga ditangkap seorang pem- bantu terdekatnya pada tanggal 20 November pagi." Amin Arjoso SH: Pemeriksaan Xanana Tak Harus di Dili yang berwenang melakukan pemeriksaan dapat saja memin- dahkan lokasi pemeriksaan ke tempat yang lebih aman, apala- gi dalam kasus situasi perang. Kedua, kedekatan dengan sumber-sumber data. "Saya belum tahu setelah tertangkap Xanana itu dibawa ke mana. Tapi kalau sekadar untuk peme- riksaan, tak ada masalah kalau dia dibawa keluar kota Dili. Sebab kita tahu Kodam IX Uda- yana kan tidak bermarkas di Dili, tapi di Denpasar. Jadi ke- mungkinan data-data tentang Xanana dan gerombolannya lebih banyak disimpan di sana," jelas pengacara yang urung menjadi pembela Menristek Prof BJ Habibie dalam kasus gugatan ayah almarhumah kapten pilot Fierda Panggabean ini. Namun, lanjut Amin Arjoso, Sebuah sumber mengemuka- kan, dalam proses hukum Xana- na bisa dituduh melakukan tindak pidana subversi karena ingin memisahkan diri dari negara kesatuan RI. Bila tuduh- an itu yang ditimpakan pada- nya, gembong GPK tersebut menghadapi ancaman hukuman seumur hidup. Selain itu, ia juga dapat ditu- duh menyalahgunakan senjata api dan bahan peledak serta melakukan tindak kriminal. Bila demikian, ancamannya adalah hukuman mati. Bersambung ke hal 11 kol 4 repro Dugum Dan para pejabat pemerintah Austra- lia tentang tertangkapn Xana- na Gusmao, mungkin karena Sabtu hari libur, demikian lapor- an Antara dari Canberra. Polisi Australia Bentrok dengan Pengikut Xanana Canberra, Minggu hari itu kantor libur. Nampaknya polisi agak keras menghalau para pengunjuk rasa itu karena aksi tersebut dilaku- kan tanpa pemberitahuan. Surat-surat kabar terkemuka di Australia sampai Sabtu (21/ 11) belum memberitakan atau berkomentar tentang tertang- kapnya Xanana Gusmao, se- mentara beberapa pendukung gembong GPK Timtim itu diha- lau polisi setempat agak keras ketika mereka mereka melaku- kan unjuk rasa di depan Konsu- lat Jenderal RI, Sydney. Baru radio/tv Australia Bro- adcasting Corporation (ABC) dan tv swasta yang menyiarkan berita tentang tertangkapnya tokoh GPK itu oleh satuan ABRI, di Timor Timur, Jumat. Belum ada komentar dari Menlu Gareth Evans, yang biasanya cepat memberi reaksi, belum dapat dihubungi via telepon ke rumahnya dan me- nurut keterangan pembantunya ia sedang berlibur di rumah keluarganya di Victoria dan Senin pagi akan menghadiri su 'u acara di Melbourne. Menurut Theo keberhasilan pihak keamanan menangkap Xanana Gusmao berarti secara moral eksistensi perjuangan Xanana dan pendukung-pendu- kungnya sama sekali jatuh total. "Xanana tidak punya kekuat- an lagi untuk melawan kita. Dia punya dokumen yang banyak. Dokumen-dokumen itu sedang dipilah-pilahkan mana yang dalam negeri dan mana yang luar negeri. Tapi saya sendiri belum melihat dokumen itu," ujarnya. Dikatakan, lewat doku- men itu akan diketahui sejauh mana keterlibatannya dan ga- gasannya. sekitar 50 orang pendukung GPK Timtim itu, hari Sabtu mencoba melakukan unjuk rasa di depan Konsulat Jenderal RI di Sydney, namun aksi mereka tak berpengaruh apapun karena Belum usai Dengan tertangkapnya Gem- bong GPK Fretilin ini Theo merasakan tugasnya belum Bersambung ke hal 11 kol 3 Pengantar: Sabtu (21/11) Ip- mirja (Ikatan Pelajar dan Maha- siswa Irian Jaya) Yogyakarta mengadakan Seminar Konservasi Pemukiman Suku Dani. Ini untuk mencari masukan bagi upaya me- ningkatkan kehidupan Suku Dani tanpa harus mengabaikan aspek kebudayaan asli mereka. Berikutca- tatan wartawan Bernas Dedi H Purwadi yang diturunkan dalam dua tulisan mulai hari ini. Redaksi untuk pengadilannya nanti Xanana sudah seharusnya diadi- li di Dili. "Sebab ketentuan hu- kumnya memang demikian. Seorang tersangka tindak pida- na subversif harus diadili di tempat di mana dia tinggal (ter- tangkap-red)," ujarnya. BARANGKALI kalau pihak Departemen Sosial mendengar pengakuan sekaligus pernyata- an Bupati Jayawijaya, Yos Buce Wenas tentang proyek bantuan rumah sehat yang mereka ba- ngun di daerah itu akan kaget sekaligus geleng-geleng kepala. Atau malah mereka tidak perca- ya. Tetapi, coba dengar apa kata Negara hukum Sementara itu mantan Guber- nur Timor Timur (Timtim), Ir Mario Viegas Carrascalao, meng- elak untuk mengomentari pe- meriksaan terhadap Xanana yang kini tengah dilakukan aparat keamanan. Indonesia. Komentar senada juga disam- paikan oleh anggota DPA dan mantan Wagub Timtim, Francis- co Lopez da Cruz. "Seperti yang sudah-sudah, pemeriksaan ter- hadap Xanana di pengadilan nanti pasti akan berlangsung secara terbuka," katanya. (dik) Menurut konstitusi Australia, unjuk rasa dibolehkan asal mem beritahu terlebih dahulu kepada polisi. Menurut komentator TV SBS yang menyiarkan aksi itu, hadir pada unjuk rasa itu isteri Xana- na Gusmao dan dua anaknya yakni Nito Gusmao dan Zenilda Gusmao. Belum diperoleh konfirmasi apakah mereka benar isteri dan anak gembong GPK itu atau bukan. *** MILIK MONUMEN PERS NASIONAL SURAKARTA HARGA ECERAN RP 400.00 VETTA YOGYA BOROBUDUR- Sebagian peserta menyeberangi Sungai Sileng di Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur, dalam Lomba Sepeda Lintas Alam (LSLA) Bentoel International Bike Championship 1992, kemarin. LSLA Yogyakarta - Candi Borobudur tersiarnya berita rencana pemo- tongan gaji oleh DPD II PGRI untuk "pembelian" gedung SMA PGRI. Setiap guru, yang di ka- bupaten itu berjumlah sekitar 8.000 orang akan ditarik pu- ngutan Rp 5.000 diangsur sela- ma lima bulan. Tetapi, Ketua DPD II PGRI Kabupaten Wono- giri, AY Paidi, membantah berita itu. "PGRI itu merupakan suatu organisasi maka yang kami ke- nal hanya 'iuran' anggota," jelas Paidi. Menurut berita itu, pemo- tongan gaji akan diberlakukan mulai Januari 1993. Sementara para guru yang berhasil ditemui Bernas, pekan lalu, mengatakan pemotongan gaji itu terlalu mengada-ada. Sebab, pemo- tongan gaji yang dilakukan PD II PGRI saat ini sudah dirasakan memberatkan. Para Guru di Wonogiri Resah Utang Tak Dijadikan Alat Konfrontatif Wonogiri, Bernas Kalangan guru di Wonogiri belakangan ini resah menyusul Laporan Bernas dari Senegal Banyak Orang AS Kelaparan Boston, Minggu WIB 23.47 Untuk pertama kali, Oxfam --organisasi kemanusiaan yang secara tradisional memberikan bantuan pangan kepada penduduk Afrika, Asia dan Amerika Latin--akhir pekan lalu mulai melancarkan kampanye anti-kelaparan di AS. "Kelaparan massal ala Dunia Ketiga juga berlangsung di AS," kata John Hammock, pejabat senior Oxfam di Boston, memberikan alasan bagi operasi itu. Kampanye Oxfam di AS yang dipusatkan di tujuh kota itu antara lain berupa pemberi an kredit, penyediaan modal dan bantuan teknik bagi para petani miskin melalui kelompok-kelompok pertanian lokal yang dibentuk sebelumnya. Menurut laporan Badan Sensus AS, jumlah penduduk miskin di AS meningkat drastis seiring resesi ekonomi berkepanjangan. - Reuter Tidak menjual Berita rencana pemotongan gaji guru itu bermula setelah Yayasan Pembina Lembaga Pen- didikan (YPLP) PGRI perwa- kilan Wonogiri berencana hen- dak mengambil-alih SMA PGRI II Wonogiri yang selama ini kekurangan murid. SMA terse- but kini dikendalikan Simin BA yang juga kepala sekolah SMA itu. Dakar, Bernas Presiden Soeharto dan Presi- den Mesir Hosni Mubarak sepa- kat penyelesaian utang Negara- negara Ketiga terhadap negara maju tidak akan dikembangkan menjadi sikap konfrontatif, jika utang itu tidak terselesaikan dengan baik. Masalah utang Dunia Ketiga ini jika tidak ada jalan penyelesaian, cepat atau lambat akan menjadi masalah besar bagi negara maju. "Beberapa potongan yang di- lakukan PD II PGRI, termasuk Subang, Bernas Sementara itu kabar bahwa gedung SMA PGRI II akan dijual melahirkan persoalan pelik antara SMA PGRI II dengan PD II PGRI Wonogiri dalam hal ini YPLP. Menurut berita yang ber- edar pihak SMA PGRI II memin- ta uang Rp 40 juta untuk syarat pengembalian SMA PGRI II ini ke pihak YPLP. Namun, ketika hal itu dikon- firmasikan kepada Simin, ia mengatakan, "Saya tidak menju- alnya. Karena gedung sekolah memang milik YPLP. Tetapi ya- yasan hanya mengembalikan Bersambung ke hal 11 kol 1 Wartawan Bernas, J Soetar- djo melaporkan hal itu dari Dakar, Senegal, semalam. Dila- porkan pula, Presiden dan Ny Tien Soeharto beserta rombong- an, Senin (23/11) pukul 15.00 waktu Dakar (22.00 WIB), ber- Piala Suratin PSIM Optimis Gulingkan Persis Persis Solo, Halim Per- yang selama ini baik pelatih sihan Piala Suratin Wila- Hal senada juga diucapkan tuk membaca kekuatan lawan, uang kalender yang sebentar PIALA SURATIN babak penyi- dana. Menurut Halim, tim asuh- maupun pemain belum dapat lagi tentunya akan muncul, sudah cukup kami rasakan be- rat. Sepertinya kami ini dijadi- kan sapi perahan saja," keluh para guru. Mereka juga menga- takan, PD II PGRI Wonogiri, kurang aspiratif dalam memper- juangkan nasib para guru di Ki mengetahui secara persis peta kekuatan Persis Solo. "Pokok- nya kita mencari amannya dulu deh," kata Bambang. lolos annya yang ditargetka dari babak penyisihan ini akan berusaha semaksimal mungkin dapat mencuri angka dari la- wannya. Meski harus diakui, pihaknya masih buta kekuatan lawan namun melihat kemam- puan pemainnya yang sebagian besar dari Diklat Arseto ini ba- daerah ini. Sedangkan untuk babak ke- dua, pemain diusahakan untuk menyerang karena kalau tetap bertahan pada posisi semula dikawatirkarr pemain PSIM ka- lah dalam adu teknik. Maklum pemain Persis sebagian besar dari Diklat Arseto yang dikenal memiliki teknik skill tinggi. Manajer PSIM, Bambang Pri- badi menjelaskan, meski tanpa Bersambung ke hal 11 kol 1 yah Jawa di Subang Senin petang ini, PSIM Yogya- karta optimis Bernas/eta yang dikuti enam ribu peserta ini, hadiah pertama direbut oleh dua pembalap asal Kub Colombo, Yogyakarta. Kategori putra M Basri dan kategori putri Nurhayati. Beritanya di halaman 12. BINTO Catatan Kecil Konservasi Pemukiman Suku Dani (1) Perlu Paket Gaya Jayawijaya lelaki Manado yang sudah 24 (21/11). Seminar dibuka Waliko- tahun malang melintang di Irian ta Yogyakarta, R Widagdo de- Jaya. Dan, sejak delapan tahun ngan menabuh tifa silam ia bertugas di Jayawijaya. Rumah Depsos bergaya ru- Proyek bantuan rumah dari mah untuk para transmigran, Departemen Sosial bagi masya- dengan dinding kayu beratap rakat Suku Dani di Lembah seng, itu bukan saja sebagai Kompetisi Liga Eropa Baliem, Kabupaten Jayawijawa, sesuatu yang baru bagi masya- Irian Jaya, beberapa tahun si- rakat di Lembah Baliem. Tapi, lam, bisa disebut gagal total. begitu penjelasan Wenas dalam presentasinya, juga tidak cocok dengan kondisi alam dan filoso- fi penduduk setempat mengenai tempat tinggal. Orang-orang Dani tidak mau memakainya. Rumah-rumah itu akhirnya cuma mereka jadikan "pajangan". Mereka tetap lebih senang tinggal di bonai yang Salah satu contoh, atap seng. Di lembah Baliem yang berketi- ada di belakang rumah itu. "Itu kan rumah sehat kota., nggian dari 1700 - 2200 meter di Sehat di kota belum tentu cocok atas permukaan laut, rumah di Jayawijaya. Ya, saya bisa beratap seng membuat penghu- katakan proyek itu gagal," tegas ninya selalu kedinginan. "Ting- Wenas menjawab pertanyaan gal di bonai terasa hangat setiap Bernas di sela-sela Seminar saat," ungkap bupati yang alum- Sebari Konservasi Pemukiman ni AMN Magelang tahun 1968 Suku Dani di Widya Mandala, Kotabaru, Yogyakarta, Sabtu Bersambung ke hal 11 kol 4 tolak menuju Paris, Perancis. Penerbangan Dakar - Paris di- perkirakan akan memakan wak- tu lima jam. Soeharto- Kesepakatan Mubarak itu dicapai setelah Presiden Mesir tersebut menga- dakan kunjungan kehormatan kepada Presiden Indonesia di Hotel Le Meredien, Dakar, Se- negal, Sabtu (21/11) petang (malam hari WIB). Dalam perte- muan sekitar satu jam itu kedua kepala negara membahas masa- lah-masalah bilateral, regional, dan Internasional. Dalam kesempatan itu, Mu- nuh. meraih angka atas lawannya Persis Solo. "Kami ingin lolos, karena itu dalam pertandingan kal mampu meraih angka pe- perdana ini jangan sampai kehi- langan angka. Kami yakin akan menggulingkan Persis," ujar manajer PSIM Yogyakarta Bam- bang D Pribadi kepada warta- wan Bernas, Umry Effendy di Subang, Minggu. FED DIADORA RIFLER mah Milan, Minggu Tidak percuma bos AC Milan, Silvio Berlusconi membeli pe- main sayap asal Torino, Gianlui- gi Lentini seharga Rp 39 milyar. Terbukti, Lentini yang menjadi pemain termahal dunia itu sela- lu menjadi penentu bagi sepak terjang AC Milan di barisan depan. barak juga minta maaf kepada Soeharto karena tidak dapat menghadiri KTT X GNB di Ja- karta, Semptember lalu. Sikap konfrontatif Mensesneg Moerdiono yang menjelaskan hasil pertemuan kedua peminpin itu, mengata- kan negara industri maju dalam memandang keadaan negara berkembang memiliki sikap yang berbeda-beda. Ada yang memberikan perhatian cukup besar terhadap penyelesaian masalah utang Dunia Ketiga. Bersambung ke hal 11 kol 1 Sementara Pelatih Kepala PSIM Junior Bambang Prasetyo menjelaskan, pihaknya akan mengintruksikan kepada pema- in untuk bertahan pada babak pertama. Hal ini dilakukan un- Kehandalan pemain yang memakai anting-anting di teli- nga kiri ini, terbukti lagi Minggu malam ketika terjadi pertarung- an "dua Milan", AC Milan mela- RCTI GOL BALASAN-Kiper AC Milan, Francesco Antonioli terjerembab ke tanah setelah dia gagal menangkap bola hasil tendangan pemain Inter Milan, Luigi De Agostini pada kompetisi Liga Italia, Minggu malam WIB. Gol Agostini itu merupakan gol balasan karena sebelumnya, AC Milan unggul lebih dahulu lewat tendangan pemain termahal dunia, Gianluigi Lentini. LETTRO Tak Percuma Berlusconi Membeli Lentini wan tim sekota, Inter Milan Zvonimir Boban dan Dejan yang berakhir 1-1. Partai big Savicevic harus rela dibangku- match ini digelar di Stadion San cadangkan oleh pelatih AC Siro yang semalam begitu hi- Milan, Fabio Capello. ngar-bingar oleh teriakan pen- Pada pertandingan yang dukung masing-masing. berlangsung menarik semalam, Lentini membuka kemenangan AC Milan pada menit ke-39. Gol Lentini ini, terjadi berkat kerja- sama yang rapi dengan Marco van Basten. Basten yang mene- rima umpan dari tengah, berha- sil mengumpan kepada Lentini Bersambung ke hal 11 kol 7 AC Milan tampil dalam for- masi terbaiknya. Klub yang bertaburan bintang ini, menu- runkan trio Belanda, Marco van Basten, Frank Rijkaard dan Ruud Gullit, serta pemain bumi putra, Lentini. Formasi kokoh ini, membuat pemain bintang lain semacam Jean Pierre Papin, 2cm 4cm
