Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

​
Nama: Bernas
Tipe: Koran
Tanggal: 1992-11-23
Halaman: 06

Konten


Color Rendition Chart 2cm 6.SENIN LEGI, 23 NOVEMBER 1992 BERNAS PASUGATAN Untuk Tampil di TVRI, Artis Dangdut Harus Minta Rekomendasi PAMMI 07.00 07.30 08.00 08.30 09.00 09.30 10.00 11.00 FRI 14.00 15.00 16.00 Berita Pagi 16.00 Film The Adventures of 16.30 Teddy Rypin Pendidikan SLTP 17.00 17.30 Pendidikan SLTA 18.00 18.30 19.00 19.30 20.30 16.30 17.00 05.30: Kuliah 11.30 Subuh 12.00 06.00 Sela- 12.30 mat Pagi 13.00 Indo- nesia Wanita Indonesia Film Vidia Pengetahuan Populer Film Ramayana 17.30 18.00 -anak Nusantara 15.30 Film Top Cops 16.30: Berita Daerah 17.00 Berita Nusantara 17.30: Hiburan Senja 14.30: Film 17.53 Azan Maghrib Hello Spen- cer 18.00 Aneka Ria Anak Bersama Vokal Grup Buana Swara 12.00: Film Love Boat 13.00: Film Fall Guy Film Sesame Street Film The Wild Wild West Penyegaran Rohani Agama Buddha Film Punky Brewster Film Saved by the Bell Episode The Baby Sitter Karisma Film Tarzan 18.00 SERI 20.30 21.00 21.30 21.53 23.40 23.50 18.15 18.30 19.30 19.00 Berita Nasional Ketoprak Ronggolawe Oleh Grup Siswo Budoyo Tulungagung Jawa Timur" Bimbingan Rohani Pelajaran Bahasa Arab Pendidikan SLTP (Siaran Ulangan) Pendidikan SLTA (Siaran Ulangan) 00.35 01.35 Film New Kids on the Block Film The Last Electric MAS DEMANG Perempuan Itu Istriku Feature Serbaneka Lazuardi Imani Dagelan Mataram Berita Nasional (TVRI Pusat) Film Cerita Drama Komedi Kabayan 18.30 Seputar Indonesia 19.00: Berita Nasional (TVRI Pusat) Film Crossbow 19.30 20.00 Film Miami Vice 21.00 Negen Tercinta Nusantara Provinsi Sulawesi Tenggara Siaran Pedesaan Hankamnas 21.30 21.35: 22.35: Film Dallas 23.35 00.05 Lukisan-lukisan itu milik Imelde Siviero, saudara Rodolfo Siviero, seorang kolektor yang rajin berkampanye agar benda- benda seni milik Italia yang di- curi kaum Nazi selama Perang Dunia II dikembalikan. Imelde menerima 20 lukisan karya Hitler tersebut dari istri sekretaris pribadi Hitler, Martin Bormann, tak lama sesudah pe- rang usai. Dibuat Hitler pada tahun- tahun sebelum pecahnya Pe- rang Dunia I, lukisan-lukisan itu bertemakan pemandangan gere- ja dan gedung-gedung di Vie- nna dan Munich. Termasuk Hof- bra Haus, gedung pabrik bir SH.MINTARDJA: Gema Pancasila Dunia dalam Berita Laporan Khusus Sepekan Film Indonesia Berita Terakhir Apresiasi Film Nasional Dunia dalam Berta (TVRI Pusat) Informasi RCTI LESEHAN Nunu Datou Tak Mau Asal Kasting PADA awal tahun 80-an ia cukup dikenal sebagai peme- ran cilik dalam sandiwara TVRI, Keluarga Pak Is. Pera- wakannya gendut, dan lucu. Dialah Nunu Datou. Kini, setelah remaja, sekali waktu Nunu masih main film. Tera- khir membintangi film Rini Tomboy. Kegiatan lain, kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekono- mi (STIE) Perbanas Jakarta, dan bekerja di bidang market- ing di Restoran Manari, di Jakarta, milik Dewi Motik Pramono. Ditemui di sela-sela kampa- nye film nasional di Gelang- gang Remaja Jakarta Timur, pekan lalu, Nunu mengatakan, bahwa dunia film hanya sam- Nunu Datou bilan. Soalnya jelas, waktunya 4 Ki Rengga yang wajahnya menjadi tegang itu pun berkata, "Aku adalah ayahnya. Aku tahu sifat dan wataknya. Aku pun su- dah mendengar cerita Kunti, ke- napa ia pulang. Tetapi aku bu- Film Tropical Heat Buletin Malam Film Night Court Episode Prince of A Guy Film Another World Berita Terakhir (TVRI Pusat) habis untuk kerja dan kuliah. Paling-paling, kalau pas, ia akan menyisihkan waktu untuk film. Artinya pas, jika film tersebut bertema remaja, misalnya. Kalau komedi? "Nggak mau, Nunu nggak bisa main film begituan," katanya. Lebih dari itu, kastingnya dalam film bertema remaja itu tidak macam-macam sejauh masih remaja pada umumnya. Tak soal, jika dalam sekuen tertentu harus bergenit-genit, sedikit buka paha dan dada, misalnya. Tapi dia akan berfikir tujuh kali kalau harus memerankan tokoh yang tak sebaya dengan usianya. Memeran- kan ibu-ibu, umpamanya. Atau sebagai pembantu. "Saya nggak bakal bisa. Bener deh, saya nggak bisa main begitu-begitu. Mendingan nolak duluan, daripada mengecewakan," tutur artis yang pernah main dalam film Lupus I & II ini. TRI Meski dunia film bukan profesi utama yang digeluti, Nunu mengaku masih cinta film nasional. "Kalau nggak cinta, saya nggak bakal datang dalam acara kampanye film nasional," kilahnya. Dan ia berharap, dunia film akan kembali semarak seperti dulu. (agy) agy Dua Puluh Lukisan Adolf Hitler Gagal Dijual SEBANYAK 20 lukisan karya yang di kemudian hari pegang Adolf Hitler tak terjual dalam peranan penting dalam penyu- pelelangan karya seni di rumah sunan partai Nazi yang dipim- lelang Stadion, Trieste, Italia, Ju- pin Hitler. mat malam. Satu-satunya pena- waran yang terjadi tak mencapai kesepakatan soal harga. "Lebih banyak wartawan dan fotografer dalam pelelangan itu daripada pelanggan. Tak seo- rang pun mau membeli lukisan itu. Bahkan sedikit saja orang yang mau melihat-lihat benda- benda itu. Karena hal ini, ba- rangkali kami akan mengemba- likan lukisan-lukisan itu kepada pemiliknya," kata Franco Debo- ni, pemilik rumah lelang Stadi- on, seusai pelelangan. Deboni mengatakan, gagal- nya pelelangan 20 lukisn itu an- tara lain disebabkan oleh ga- mangnya para pembeli benda seni dari luar negeri. Kegamang- an itu berpangkal pada kabar yang tersiar Selasa (17/11), ke- tika menteri kebudayaan setem- pat mengatakan akan melarang kabumnya lukisan-lukisan terse- but dari Italia. Jakarta, Bernas Ribut-ribut soal keseronokan, erotisme dan lamentatifnya mu- sik dangdut yang belakangan ini ramai diperbincangkan, antara lain tak adanya jalinan koordi- nasi dan keterlibatan Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) dengan para artis dangdut yang mengisi paket musik di TVRI Stasiun Pusat Ja- karta. Untuk mengatisipasi hal ter- sebut PAMMI akan mengambil kebijakan, bahwa setiap artis dangdut yang tampil dalam su- atu paket musik di TVRI harus mendapat rekomendasi dari PA- MMI. Dengan langkah ini diha- rapkan setiap penyanyi atau pun lagu dangdut yang dita- yangkan di media audio visual milik pemerintah itu juga menja- di tanggung-jawab moral PA- MMI selaku partner pemerintah dalam mengelola eksistensi ke- senian tersebut. Keputusan itu terjadi setelah walikota Florence, Giorgio Mo- rales, mendesak pemerintah agar melarang raibnya karya- karya tersebut keluar dari Italia karena nilai historisnya yang ti- nggi dan mencegah kemung- kinan disalahgunakan oleh ka- um Neo-Nazi yang belakangan muncul di banyak tempat. Morales, Rabu (18/11), juga menolak barang-barang tersebut dipamerkan di Galeri Uffizi, yang selama ini menjadi tempat utama disimpannya berbagai karya maestro dari zaman Rena- isans, macam Borticelli, Miche- langelo dan Raphael. Pameran lukisan Hitler di Uffixi, kata Morales, berarti 'sebuah provokasi yang tak da- pat ditoleransi terhadap para korban fascisme. (Rtr/mhg) Pernyataan itu disampaikan Haji Rhoma Irama selaku Ketua PAMMI, menjawab pertanyaan wartawan seusai jumpa pers peluncuran album terbaru pe- "Ki Rengga benar," berkata Ki Jagabaya. "Aku sadari itu," sahut Saran- ta, "meskipun demikian, aku minta Ki Jagabaya, salah seo- rang pemimpin di kademangan ini, untuk ikut mengamati ting- kah lakunya. Aku memang ber- harap bahwa Kunti tidak mela- kukan perbuatan seperti yang aku katakan itu. Tetapi jika itu terjadi, maka aku mempunyai tempat untuk mengadu yang dapat memberikan petunjuk apa yang harus aku lakukan." angguk. Ki Jagabaya mengangguk- Katanya, "Baiklah. Jika itu yang Mas Saranta maksudkan. Yogya, Bernas Lewat lakon Angreni, M Su- giarto yang menggunakan nama samaran Titis S, keluar sebagai Juara I Lomba Penulisan Naskah Ketoprak Garapan Cerita Panji yang diadakan oleh Taman Bu- daya Yogyakarta (TBY). Semen- tara Suroto BA dengan lakon Mawa Racun dan Samsuri Teja Bantara yang mengangkat la- kon Timun Emas, masing-ma- sing sebagai juara II dan juara III. Dalam catatan yang dibaca- kan di Taman Budaya Yogya- karta, Sabtu (21/11), dewan juri yang terdiri atas SH Mintardja, Widjaya dan Indra Tranggono mengemukakan, secara kuanti- tatif, lomba itu membuahkan hasil yang sangat menggembira- kan. Jumlah karya yang masuk sebanyak 60 judul yang dikirim 54 penulis. Mereka berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kenyataan itu, menunjukkan bahwa sastra Jawa, khususnya sastra lakon ketoprak, ternyata tetap mendapat perhatian yang cukup besar dari para pendu- kungnya. Untuk sementara, bukti itu bisa digunakan untuk menepis anggapan minimnya peminat penciptaan sastra Jawa, khususnya sastra lakon keto- prak. Berdasarkan kriteria penilaian yang meliputi teknik penulisan, penafsiran dan kreativitas, de- Lakon "Angreni" Juarai Lomba Penulisan Naskah Ketoprak TBY musik tersebut, Purnama, di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Sabtu (21/11). Solo, Bernas Kendati sumber pendanaan masih dalam tahap perundingan oleh panitia nasional di Jakarta, Temu Teater Indonesia (TTT) pada Juli 1993 mendatang, di- pastikan akan diselenggarakan di Solo, sesuai kesepakatan fo- rum Musyawarah Dewan Kese- nian se-Indonesia (MDKI) III di Ujungpandang, awal bulan lalu. Untuk itu, akan segera dilaku- kan penyusunan panitia pelak- sana daerah, yang terdiri dari panitia inti dari Taman Budaya Surakarta (TBS), dengan meli- batkan pihak swasta dan tokoh masyarakat. Ketua Dewan Kesenian Jakar- ta (DKJ) Dr Salim Said selaku formátur panitia nasional TTI'93 memastikan hal itu, dalam per- temuan dengan Ketua TBS, Drs Moertijono, di TBS, Solo, Sabtu malam. Raja dangdut Rhoma Irama menyampaikan keputusan PA- MMI itu, menanggapi ramainya kritik terhadap tayangan musik dangdut di TVRI yang disinyale- men sudah mengarah ke pe- nampilan yang seronok atau berbau pornografi, baik dari segi lirik maupun goyangannya. Tudingan ini menimbulkan ke- prihatinan berbagai kalangan, baik kalangan artis dangdut sendiri maupun masyarakat awam. kan punya tidak orangtua yang nalar. Aku tahu, bahwa setiap kali suami istri bertengkar, maka masing-masing akan berpijak pada kebenarannya sendiri. Te- tapi setelah mereka menjadi te- yang demikian. nang, barulah mereka dapat menimbang apakah yang seba- iknya mereka lakukan. Karena itu, maka aku tidak begitu saja mempercayai cerita Kunti dan cerita Saranta." Dikatakan, setelah melaku- kan penjajagan awal terhadap fasilitas pementasan dan ako- modasi peserta yang tersedia di lingkup TBS, tidak akan muncul masalah-masalah teknik yang cukup berarti. Oleh sebab itu, kepada Drs Moertijono diminta untuk segera menyusun kepani- tiaan daerah, dengan komposisi formatur selengkap mungkin agar beban kerja panitia pelak- sana dapat diatasi dengan mu- dah. Menurut Rhoma Irama, reko- mendasi bagi artis dangdut yang akan tampil di TVRI tersebut merupakan PAMMI sebagai al- ternatif dalam melakukan pem- benahan dan pembinaan terha- dap citra musik dangdut yang belakangan ini kontroversial. Sifat kepanitiaan TIT'93 nanti, kata Salim, bukanlah kepanitia- an yang melulu ditangani secara kedinasan. Strukturnya mengacu pada format kepanitiaan MDKI III di Ujungpandang. "Kita akan Proposal kerjasama Dalam konteks itu, demikian Rhoma, diharapkan pihak TVRI memfungsikan keberadaan PA- MMI dalam mengelola tayangan musik dangdut di jaringan tele- visi itu. Aku akan selalu berhubungan dengan Ki Rengga untuk meng- amati anaknya. Tetapi seperti yang Ki Rengga katakan, bahwa Kunti bukan jenis perempuan Dipastikan, Temu Teater Indonesia 1993 di Solo wan juri mencatat bahwa dari 60 judul naskah lakon ketoprak yang masuk, ternyata hanya 25 persen yang layak nilai dan se- lebihnya masih sekadar memin- dahkan sastra lisan ke sastra tu- lis saja. Penilaian itu juga berda- sarkan pada pertimbangan bo- bot sastra dan kemungkinan teknis pemanggungannya. "Aku percaya, Ki Jagabaya. Kunti bukan seorang perempu- an yang hatinya rapuh. Tetapi setiap orang mempunyai kele- mahan. Dapat saja seseorang memanfaatkan kelemahan itu untuk dengan sengaja merusak keutuhan rumah tangga kami," sahut Saranta. Ki Jagabaya mengangguk- angguk. Katanya, "Aku akan berusaha menurut batas kewe- nanganku. Sudah tentu aku ti- dak dapat terlalu dalam meli- batkan diri ke dalam lingkungan keluarga Ki Rengga dan keluar- ga Mas Saranta sendiri." "Tetapi Ki Jagabaya adalah seorang pengayom di sini," ber- kata Saranta kemudian. "Terima kasih atas kepercaya- an itu," sahut Ki Jagabaya. Demikianlah, sejenak kemu- -dian, Ki Rengga dan Saranta itu minta diri kepada Ki Jagabaya. Tema cinta Secara keseluruhan, karya para peserta juga mengandung kelemahan teknis dan kesera- gaman tema. Kelemahan teknis terletak pada kurangnya sistem- atika penulisan naskah pang- gung yang dikuasai penulisnya. Dalam hal tema, peserta juga kurang memiliki daya penafsir- an dan kejelian pengambilan sudut pandang atas sebuah sumber cerita. Lebih dari 90 persen bertema cinta. Pemenang lain dalam lomba itu adalah Gunawan Lukman Huhadi Zais yang menggunakan nama samaran Wawan Kusuma sebagai juara harapan I lewat la- kon Jagone Panji Kelaras. Se- dangkan R Yuwono yang meng- gunakan nama samaran Pakne Okti, lewat lakon Galuh Can- dra Kirana sebagai juara harap- an II. Semula, pengumuman peme- nang direncanakan dilangsung- kan pada 16 November. Namun lantaran banyaknya naskah, pengumuman diundur pada 21 November. (ndo) "Makanya dalam waktu dekat ini PAMMI akan mengajukan proposal untuk melakukan ker- jasama dengan TVRI dalam me- lakukan monitoring terhadap ta- yangan musik dangdut di TVRI. Sehingga hal-hal yang cende- rung seronok atau berbau por- nografi seperti yang ditudingkan belakangan ini dapat dicegah dan dihindari," tegasnya. membuat dua panitia, yakni pa- nitia nasional selaku steering co- mmittee di Jakarta, dan panitia daerah selaku organizing co- mmittee," papar Salim. Panitia nasional berfungsi se- laku tim pengarah, yang me- nentukan materi, serta penun- jukan peserta. "Sedangkan un- tuk pendanaan, meskipun pani- tia nasional juga akan mencari sumber pendanaan, tetapi kalau bisa panitia daerah juga melaku- kan rising fund sendiri. Karena- nya, dukungan unsur swasta da- lam hal ini sangat kita butuh- kan," tandasnya. Menurut Drs Moertijono, se- jauh kesepakatan sementara, antara Dewan Kesenian dan Dirjen Kebudayaan melalui Di- rektur Bidang Kesenian, penun- jukan peserta yang akan diun- dang, tidak akan diambilkan se- bagai wakil daerah. Melainkan kelompok-kelompok teater dari dearah yang dinilai menonjol. Rhoma menegaskan, eksis- tensi PAMMI itu sendiri secara fungsional merupakan partner pemerintah dalam mengelola dan membina musik dangdut. Tetapi sejauh ini PAMMI belum pemah dilibatkan dalam pe- nanganan musik dangdut. Juga belum ada koordinasi. "Sehing- ga apa yang terjadi belakangan ini soal musik dangdut di TVRI di luar jangkauan PAMMI," im- buhnya. "Sampai kini yang sudah ma- suk hitungan baru beberapa ke- lompok teater dari delapan kan- tung kesenian teater," katanya. Kelompok-kelompok teater dari delapan daerah itu, antara lain dari Jakarta, Bandung, Yog- ya, Semarang, Surabaya, Ujung- pandang, Medan, dan Padang. Tetapi, menurut Salim, an- cangan peserta yang akan diun- dang itu masih akan dirumus- kan lagi ketetapannya oleh pa- nitia pusat, yang akan segera di- susun seusai pembubaran pani- tia MDKI III, pada akhir Desem- ber. (ptg) Realisasi koordinasi tersebut, kata Rhoma, bisa saja pihak PA- MMI dilibatkan secara langsung dalam penanganan paket musik di TVRI yang menghidangkan musik dangdut. Katakanlah, PA- MMI bertindak sebagai koordi- nator. Tetapi Saranta itu dengan se- ngaja tidak begitu menghirau- kan kepada anak muda yang di- panggil Mas Demang itu. Ketika Ki Rengga minta diri kepada Mas Demang, Saranta itu berde- sis, "Aku juha, anak muda." Berapa saat kemudian, maka kedua orang itu pun meninggal- kan halaman rumah Ki Jagaba- ya. Derap kaki kuda mereka memecahkan sepinya malam di padukuhan induk itu. Ketika ke- duanya lewat di depan gardu perondaan di dekat gerbang pa- dukuhan, Ki Rengga sempat berkata, "Selamat malam anak- anak muda." Yogya, Bernas Didik Nini Thowok mengata- kan, lomba lukis dongeng se- perti yang dilaksanakan Tabloid Nova, Harian Bernas dan didu- kung LPK Budya Wacana Yog- yakarta di Wisma Kagama, Bu- laksumur, Yogyakarta, Minggu, merupakan satu hal yang baru, di mana anak-anak bisa lebih mengembangkan imajinasinya. Lomba ini perlu dibudayakan. Didik mengemukakan hal itu di rumahnya, kemarin, seusai ja- di pendongeng dalam Lomba Lukis Dongeng dan Mewarnai yang diikuti oleh 700 peserta. Untuk kategori A1 dan A2 yang terdiri dari siswa Pra TK, TK hi- ngga kelas III SD, diikuti oleh 500 peserta. Sementara untuk kategori B1 dan B2 yang terdiri dari siswa SD kelas IV-VI dan siswa SMP diikuti oleh 200 pe- serta. Lomba Lukis Dongeng Perlu Dibudayakan Orang-orang yang berada di gardu itu, yang tidak semuanya anak-anak muda, menyahut hampir berbareng, "Selamat ma- lam, Ki Rengga." Dalam pada itu, sepeninggal Ki Rengga dan Saranta, Ragapati masih tinggal beberapa lama di rumah Ki Jagabaya. Dengan na- da berat Ragapati itu pun berka- ta, "Apakah sebenarnya maksud Saranta itu, Ki Jagabaya?" "Aku tidak tahu pasti, Mas Didik mengatakan, lomba melukis dongeng semacam itu baru merupakan fenomena yang menarik. Dengan lomba itu anak-anak diberi peluang le- luasa untuk mengembangkan imajinasinya. Ada baiknya, feno- mena itu dikembangkan lagi agar lebih sempurna. Bahkan, lanjut Didik, tidak hanya anak-anak saja yang be- runtung dengan adanya kegiat- an semacam itu. "Tetapi saya sendiri bisa menemukan ide ba- ru dalam proses berkesenian," tandasnya. Hasil lomba Hasil lengkap lomba lukis tersebut sebagai berikut: "Kalau diperlukan sebaiknya demikian. Karena dengan demi- kian PAMMI bisa langsung ber- tanggungjawab terhadap tayang- an musik dangdut di TVRI. Ka- rena hal ini juga menyangkut ta- nggungjawab moral PAMMI," tu- tur Rhoma. Untuk kategori A1, juara I In- tan Sari Dewi (Yogyakarta), ju- ara II Starin Sani (Sleman), juara III Cipta Puspitaningrum (Sle- Menurut Rhoma, dengan di- berlakukannya rekomendasi da- ri PAMMI sedikitnya berarti TVRI memberikan peran dan i bagi PAMMI. "Serta di si- ni kita juga mengharapkan PA- MMI akan punya power," tan- dasnya. Dalam bagian lain Rhoma menyatakan, keberadaan lemba- ga "Artis Safari" yang dikoman- dani oleh Eddy Sud tak lebih se- bagai wadah saja, yang tidak terkait secara organisatoris. "Ka- rena di artis Safari tidak punya keanggotaan. Dan saya sendiri kurang tahu soal sejauh mana kewenangan dan mekanisme Safari itu sendiri. Lain hal de- ngan PAMMI sebagai wadah yang sifatnya organisatoris. Jadi punya kompetensi di dalam- nya," jelasnya. (alp/agy) Yogya, Bernas leksi lukisan Sejak dibuka 8 November 1991 lalu, hingga saat ini Dirix Art Gallery yang khusus mengo- dan reproduksi karya maestro ekspresionisme Indonesia, Affandi almarhum, berhasil menjual empat buah lu- kisan orisinal dan 15 buah re- produksi. Empat lukisan terse- but dibeli oleh taipan Indonesia, Liem Sioe Liong, melalui Salim Grup. Sedangkan reproduksinya dikoleksi oleh berbagai kalang- an masyarakat yang tidak mam- pu membeli lukisan aslinya. Menjawab pertanyaan Ber- nas, pengelola Dirix Art Gallery, Ny Helfi Kartina Artistien Sapto- hudojo, menginformasikan hal itu dalam pertemuan pers ber- kaitan dengan dibukanya River Castle Home Stay, di galeri ter- sebut, Sabtu (21/11). Helfi, yang juga cucu maestro seni lukis Indonesia itu, menje- laskan, empat lukisan yang di- beli Salim Grup itu merupakan sebagian dari 60 lukisan asli karya Affandi yang dikoleksi Di- rix Art Gallery. Ia tidak bersedia menyebutkan nilai nominal dari penjualan empat lukisan terse- but. "Empat lukisan eyang yang dibeli itu diproduksi antara ta- hun 1960 sampai 1980, antara lain berjudul Pemandangan dan Nude. Kalau harganya, wah Empat Lukisan Affandi Dibeli Salim Grup Demang. Tetapi agaknya ia hampir kehilangan akal karena ditinggal oleh istrinya itu." "Mungkin, Ki Jagabaya. Teta- pi mungkin Saranta ingin bahwa tindakan-tindakannya kemudian dianggap sah oleh seisi kade- mangan ini. Seolah-olah tindak- annya itu sudah diketahui oleh Ki Jagabaya." "Tindakan apa misalnya Mas Demang?" "Itulah yang membuat jan- tung ini berdesir," jawab Raga- pati: man). Pemenang harapan I F Ari Anggorowati (Yogyakarta), harapan II Roni Setiawan (Wa- tes), harapan III Andrew Wijak- sono (Yogyakarta), serta lima nama peraih penghargaan. Ki Jagabaya menarik nafas dalam-dalam. Tetapi ia pun ke- mudian mengangguk-angguk. Meskipun demikian Ki Jagabaya itu pun berkata, "Mudah-mu- dahan tidak akan pernah ada tindakan-tindakan kasar dari Sa- ranta. Seperti yang dikatakan Ki Rengga, perselisihan antara su- ami-istri adalah satu hal yang wajar. Jika gejolak di dada ma- sing-masing sudah mereda, ma- ka perselisihan itu justru dapat menjadi rabuk kemesraan bagi suami istri itu." Ragapati mengerutkan ke- Untuk kategori A2, juara I In- tan Sakti Perwita Sari (Yogya- karta), juara II Trisna Ratna Sari (Yogyakarta), juara III Kumala Sari Dewi (Yogyakarta). Juara harapan I Diah Gustri Murdi- ning Tyas (Probolinggo, Jatim), harapan II Renita (Yogyakarta), Harapan III Itak Gunawan (Yog- yakarta). Dan lima pemenang penghargaan. Kategori B1, juara I Joko Dwi Prastowo (Probolinggo, Jatim), juara II Jebbie Hanmadatama (Yogyakarta), juara III Dewi Ca- roline (Yogyakarta). Juara ha-- rapan I Monika (Yogyakarta), harapan II Joko Agung Murdian- to (Probolinggo, Jatim), harapan III Indra Hakim (Yogyakarta). Dan lima peraih penghargaan. Kategori B2, juara I Yeni Ku- suma Dewi (Yogyakarta), juara II Yustina Maria Setiani (Solo), juara III Laisyna (Yogyakarta). Juara harapan I E Yohanita Ire- ne (Yogyakarta), harapan II Rachmawan Kurniadi (Yogya- karta), harapan III Deni Irawan Budiyanto (Yogyakarta). Dan lima pemenang penghargaan. Pengambilan hadiah bagi pe- menang yang belum sempat menerimanya dapat dilakukan di Sekretariat Redaksi Bernas, Jalan Jenderal Sudirman 52 Yo- gyakarta, dengan membawa no- mor bukti peserta dan kupon pendaftaran. Pengambilan hadi- ah dilayani mulai Selasa (24/11) pada setiap jam kerja. (abi) saya nggak enak untuk membi- carakannya. Tetapi salah satu lukisan itu, yakni Nude, dibeli dengan harga Rp 50 juta. Tetapi secara keseluruhan, tidak dapat langsung dikalikan empat, kare- na harganya berbeda," ujar Hel- fi. Menurut Helfi, harga Rp 50 juta untuk sebuah karya seorang maestro macam Affandi, meru- pakan harga yang wajar, Bah- kan jika mungkin bisa lebih ti- nggi lagi. Karena dalam pena- waran di pelelangan lukisan in- ternasional, karya-karya Affandi pun sudah dihargai dengan ti- nggi pula. "Dalam lelang lukisan di Be- landa, setahun yang lalu, karya Affandi sudah ditawar mulai harga Rp 40 juta hingga Rp 70 juta. Jadi wajar, kalau kami pun melepasnya dengan harga yang setara itu pula," jelasnya. Helfi juga menyatakan, sam- pai saat ini galerinya sudah me- lakukan reproduksi 60 motif lu- kisan dengan teknik lithografi. Dengan teknik ini, sebuah karya dicetak kembali di atas kanvas, tidak di atas kertas. "Setiap karya rata-rata dire- produksi sebanyak 100 lembar dan tidak mungkin dicetak lagi. Jika dijual, setiap reproduksi harganya Rp 100.000," ujar putri Kartika Affandi Koberl itu. (tra) ningnya. Dengan nada tinggi ia bertanya, "Benar itu, Ki Jagaba- ya?" Berastra BELUM SIAP Pentas Komposisi Musik oleh empat musisi dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta di Gedung Widya Mandala Yogyakarta, Jumat malam, terkesan belum siap. Baik dari segi penyelenggaraannya maupun segi musiknya. Para musisi tidak memperkenalkan diri dan karya-karyanya. Pentas Komposisi Musik Terkesan Seadanya PENTAS Komposisi Musik empat musisi yang terdiri dari pengajar dan mahasiswa Insti tut Seni Indonesia (ISI) Yogya- karta, yang diselenggarakan oleh Pusat Kebudayaan Indo- nesia Belanda 'Karta Pustaka', Jumat malam, terkesan seada- nya. Dalam pentas di Gedung Widya Mandala, Yogyakarta, yang berdurasi waktu sekitar 1,5 jam tersebut, para pemain tampaknya bermain untuk di- rinya sendiri, karena penonton tidak diberi penjelasan terlebih dahulu tentang urutan karya yang akan dimainkan dan o- leh siapa. Sementara para mu- sisinya pun kecuali Jeffry dan Royke B Koapaha, tidak memperkenalkan diri dan kar- yanya. Dalam korelasi itulah terasa perlunya seorang MC, paling tidak untuk mengantarkan pe- nonton kepada sajian yang akan dinikmati. Sehingga seca- ra keseluruhan pentas tersebut terkesan belum siap baik dari segi penyelenggaraan maupun teknis musiknya. Dari segi teknis, mengambil contoh, karya-karya, Royke, misalnya. Semula Royke mem- persiapkan tujuh bagian kom- posisi Musik Harian, namun PERAGAWATI, fotomodel dan pimpinan Soraya Haque Modelling School, Soraya Ha- que, mengatakan, berakting da- lam sinetron ternyata merupa- kan profesi yang mengasyikkan. Setelah berakting, ia merenca- nakan memproduksi sinetron sendiri, mengikuti jejak kakak- nya, Marissa Haque. Istri musisi Ekky Soekarno itu pernah bermain dalam film la- yar lebar garapan Marissa, Yang Tercinta. Belum lama ini ia juga membintangi serial sinetron TPI, Tetanggaku Idolaku, yang mulai ditayangkan 28 November men- datang. Sinetron ini diproduksi oleh PT Rana Artha Film pim- pinan Marissa Haque. "Enak juga main sinetron yang diproduksi saudara sendiri. Bisa bebas berekspresi," kata Soraya, di rumahnya, Jalan Cipi- nang I No 35 Jakarta, Rabu (18/11) lalu. Main film atau sinetron, kata Soraya, merupakan bidang baru yang mengasyikkan. Waktu per- tama ditawari main film, ia me- mang tak langsung menyang- gupi. Lewat cermin ia mencoba berakting, dengan memandangi wajahnya dan mengubah-ubah mimik untuk berbagai ekspresi, macam marah, gembira atau menangis. Tiga hari kemudian ia baru menyanggupi. Untuk kastingnya sebagai pe- meran utama dalam sinetron Te- TUTAMA Soraya Haque "Mudah-mudahan kita tidak berurusan lagi dengan orang itu," berkata Mas Demang. "Tetapi ia justru mengkaitkan persoalan keluarganya pada tu- gas kita di kademangan ini." karena alasan teknis, ia mele- wati karya yang kedua untuk, langsung masuk ke karya yang ketiga. Yang lainnya, Royke yang dikenal dengan kepia- waiannya sebagai mantan ju- ara gitar se-Asia Tenggara, ti- dak begitu banyak menunjuk- kan kebolehannya. Demikianlah, Mas Demang masih duduk beberapa lama di rumah Ki Jagabaya, sehingga Nyi Jagabaya sempat menyu- guhkan minuman dan makanan. "Marilah Mas Demang. Mum- pung masih hangat. Nagasari itu aku sendiri yang membuatnya." "Terima kasih Nyi," Ragapati mengangguk. Seperti biasanya Ragapati langsung saja memungut ma- kanan yang disuguhkan kepa- danya, serta menghirup minum- "Sayang sekali Royke hanya terbatas pada ide-ide musikal- nya saja, tidak dibarengi de- ngan greget dan terkesan ter- buru-buru," komentar Chairul Slamet (Memet), Ketua Pro- gram Teori dan Komposisi Musik ISI, yang malam itu ikut hadir. Menurut Memet, ketika Royke mengawali dengan me- mainkan gitar yang diiringi keyboard dan progammernya, tampak sekali keindahannya. Pada bagian lain ia mengguna- kan modus blues dengan tek- nik penggarapan karawitan. "Malah ada yang sangat ro- mantis sekali," imbuh Memet. Yang menarik, Royke juga memberi sedikit ulasan ten- tang gagasannya mencipta se- buah karya. "Saya sering terha- ru kalau melihat bulan yang sendirian, karena hanya bin- tang saja yang menemani. Na- mun bukan berarti sebuah pe- Soraya Haque Ikuti Jejak Marissa Mickey Mouse akan ke Jakarta tanggaku Idolaku garapan Hen- ky Solaiman yang diracik dalam gaya komedi, Soraya melakukan latihan di depan cermin pula. "Ternyata main film komedi itu lebih sulit," katanya. Sulitnya, menurut ibu seo- rang anak itu, terletak pada per- ubahan ekspresi yang biasa ke arah yang luar biasa. "Untuk main dalam film komedi, perlu ekspresi luar biasa. Tidak seka- dar mengeksploitasi gerak dan tingkah laku. Bagaimana peran kita menggelitik penonton un- tuk tertawa. Ini tantangan," kilah Soraya. Soraya mengatakan, dunia baru itu tak akan cuma dijalani- nya sebatas sinetron. Setelah cu- kup tahu seluk beluk dunia per- televisian, dan melihat bidang tersebut cukup menjanjikan, ia ingin memproduksi sendiri si- netron, lewat perusahaan yang didirikan bersama suaminya, PT Endras Perdana Film. Untuk ta- hap pertama akan memproduksi sinetron seri RCTI, yang naskah- nya digarap Ida Farida. "Konsep kerja perusahaan sa- ya berbeda dengan punya Icha. Lagi pula, perusahaan ini sudah lama didirikan. Barangkali lebih lama dari Rana Artha Film. Kan dulu saya pernah memproduksi satu paket RCTI, yaitu Lintasan Mode. Jadi tidak ada alasan un- tuk mengekor," tuturnya.(agy) Bemas/ran an yang masih panas itu. Ragapati tersenyum sendiri ketika ia teringat Nyi Jagabaya itu berkata saat ia menyuguh- kan jenang nangka beberapa waktu yang lalu, "Tetapi makan- an yang aku buat tentu tidak se- enak makanan yang dibuat oleh tangan yang berjari-jari lentik, Mas Demang." "Ya. Benar Mas Demang. Mungkin Mas Demang belum dapat menghayati kebenaran ungkapan itu." "Juga berlaku bagi Ki Jagaba- ya?" "Bukankah Ki Jagabaya su- dah mengatakan bahwa Ki Jaga- baya akan melibatkan diri seba- tas kewenangan Ki Jagabaya se- hingga dengan demikian tidak "Ah, Mas Demang ini. Aku kan sudah tua." Namun tiba-tiba saja Nyi Ja- "Justru Ki Jagabaya sudah akan masuk terlalu dalam ke gabaya itu bertanya, "Kenapa menjadi semakin tua." tersenyum?" dalam lingkungan keluarga Ki Rengga dan keluarga Saranta." Ki Jagabaya mengangguk- angguk sambil berdesis, "Ya. Mas Demang benar." Ki Jagabaya itu tertawa. Raga- pati pun tertawa pula. Namun kemudian Ragapati itu pun berkata, "Sayang. Aku kurang senang terhadap sikap Saranta yang merasa dirinya se- orang pejabat tinggi. Ia seorang mantri yang menjadi pembantu Kanjeng Bupati. Ki Jagabaya mengangguk- angguk. Katanya, "Ya. Aku juga merasa tersinggung oleh sikap nya. Agaknya Saranta mengang- gap kita, orang-orang padesan ini, tidak mempunyai harga diri sama sekali, sehingga ia dapat memperlakukan kita seenaknya sendiri." Mas Demang terkejut. Namun ia pun dengan cepat menyahut, "Ternyata aku lebih beruntung. Aku mendapat nagasari, sedang tamu-tamu yang terdahulu tam- paknya hanya mendapat suguh- an minuman saja." Nyi Jagabaya pun tersenyum. Katanya, "Nagasari itu sudah di- ngin Mas Demang. Aku mem- buatnya sore tadi, sehingga le- bih baik tidak aku suguhkan ke- pada tamu yang kurang akrab. Apalagi yang seorang di antara mereka itu sama sekali belum aku kenal." mujaan jika saya menciptakan Nocturno ini, melainkan kare- na mengagumi saja," kata Roy- ke, dosen ISI tersebut, sebe-, lum membawakan karyanya. "Orang itu memang bukan orang kademangan ini, Nyi," sa- MAHASISWA ISI angkatan 1990, Jeffry A Desyanto, yang bertindak sebagai pembuka acara sekaligus pembuka kon- ser, menampilkan Hitam Putih yang terdiri atas tiga bagian. Konser dibuka dengan solo vi- braphone yang kemudian di- lanjutkan dengan solo marim- ba. Pada bagian terakhir dima- inkan oleh dua orang secara improvisasi, dengan tambahan drum. Pada sajian kedua, Anto, mahasiswa ISI angkatan 1990, menampilkan Dilema yang terdiri atas dua bagian dengan instrumen programmer dan flute. "Karya Anto ini sangat lugu sekali," kata Memet. Sementara Wahyu, mahasis- wa angkatan 1989, menampil- kan karya berjudul Biarkan Berlalu yang tidak berbeda ja- uh dari karya Anto, mungkin karena penggunaan instrumen yang sama. Seperti juga Roy- ke, Wahyu hanya memainkan empat bagian dari enam bagi- an yang semula telah dijad- walkan. (tra/yul) Jakarta, Bernas Tokoh kartun Mickey Mouse atau Mickey Tikus yang selama ini menjadi idola anak-anak akan datang ke Indonesia dalam lawatan paket pertunjukan yang diberi titel Walt Disney's World on Ice Celebrating Mickey Mou- se. Paket pertunjukan khusus untuk anak-anak ini dijadwal- kan berlangsung pada tanggal 2 sampai 9 Februari 1993 di Istora Senayan Jakarta. Pertunjukan di- prakarsai Sentra Enterprise, pa- brik susu Dancow dan sabun Cudle. Menurut Roy Irawan Tjandra dari Sentra Enterprise, paket pertunjukan itu merupakan rangkaian lawatan Mickey Tikus ke beberapa negara di Asia, an- tara lain Filipina, Malaysia, Si- ngapura dan Hongkong. "Dalam acara ini tokoh Mi- ckey Mouse juga akan ditemani tokoh lainnya, seperti Donald Duck, Minnie, Daisy, Goofy dan Pluto. Mereka ini nantinya akan melakukan aktrasi di atas es. Sudah tentu pertunjukan ini nantinya diharapkan menjadi paket hiburan keluarga," kata Roy Irawan kepada wartawan di Grasia Hall, Kanindo, Jakarta, Jumat (20/11). Dikatakan, untuk pertunjuk- an tersebut Istora Senayan akan disulap jadi areal daratan es. Di atas daratan es itulah Mickey Mouse, dkk akan beryanyi dan menari dalam sebuah paket ce- rita tentang Mickey Mouse, an- tara lain pengalaman Mickey yang mengesankan saat pembu- atan film Steamboat Willie. Menurut Roy, Walt Disney's World on Ice tersebut diproduk- si oleh Kenneth Feld, produser 'Ringling Brother and Barnum and Bailey Circus', yakni jaring- an sirkus terbesar dunia. Kelom- pok sirkus itu sudah melanglang enam tahun di Amerika, dua se- tengah tahun di Eropa dan Je- pang. Harga tiket, kata Roy, untuk kelas VIP Rp 50.000, kelas I Rp 35.000, dan kelas II Rp 20.000. Tiket bisa dipesan di Sentra En- terprise, Kanindo Plaza lantai V, Jalan Gatoto Subroto Kav 23, Telepon (021) 518200, 518100, Jakarta. (alp/ino) hut Ki Jagabaya. "Pantas, melihat pun aku be- lum pernah." Namun Nyi Jagabaya itu se- gera minta diri untuk pergi ke ruang dalam. "Anginnya terasa dingin, Mas Demang." Dalam pada itu, Ragapati ma- sih berbincang beberapa lama di pringgitan rumah Ki Jagaba- ya. Namun ia pun segera minta diri pula. li, Ki Jagabaya," berkata Ragapa- "Aku sudah mengantuk seka- ti. "Tadi, di gardu di dekat ru- mahku, aku sudah berkata ke- taku sudah tidak dapat diajak pada para peronda, bahwa ma- berdamai lagi." Ki Jagabaya mengangguk sambil tersenyum. Katanya, "Ya, kita memang merasa letih dan mengantuk. Lebih-lebih Mas Demang yang mengalami kete- gangan." "Apakah Ki Jagabaya tidak?" bertanya Ragapati. Keduanya pun tertawa. (Bersambung) LUAR SKANDAL-Pasangan suami-isteri Jepa tran membuat poster,berisi tuntutan pe senior LDP yang terlibat skandal sua digunakan dalam aksi demonstrasi men Libya Tawarkan Kerjasam DUBAI Untuk kesekian ka bersedia menyerahkan dua war pesawat Pan Am 103 di Locke- untuk diadili. Mengutip sumber Uni Emirat Arab Al-Ittihad Min Sekjen PBB Boutros Boutros GI dari Pemerintah Libya yang me tuhi resolusi PBB dengan me diadili. Untuk itu, Libya menaw PBB guna menentukan kondisi Pada pertengahan Desember m jadwalkan bersidang untuk mer hadap Libya, yang ditetapkan resolusi tentang penyerahan k berharap mendapatkan keringa Kondom untuk Pasukan PHNOM PENH - Untuk men pasukan pemelihara perdama Peralihan PBB di Kamboja (UN kondom ukuran besar dan ke kepada sekitar 15.700 pasukan dijadwalkan tiba di Phnom Pen segera disusul tibanya pesanan sejumlah 1.251 pasukan UNTA menular, tiga di antaranya bah mengakibatkan AIDS. "Metod ungkap Kolonel Peter Fraps, pe wartawan. Seks juga menjadi ke yang bertugas menjaga proses kini belum memperlihatkan ke L 4cm kredit ELOK JAYA JI. Bugisan 59 Yogyakarta SEPEDA MUSTANG Rp. 21.100,-/Bln. TV COLOUR Rp. 45.900,-/blm Sofa sudut Rp. 19.450,-/Blm Karaoke Polytron-Rp. 29.150,-/blm Meja Makan Rp. 16.200,-/bla - Rp. 61.400,-/bl Rp. 15.850,-/blr Almari Es Almari Pakaian TANPA UANG MUKA kursus YPPKM "POPBAYO" Paket Khusus Aksi Sosial Pend. & Ke GRATIS KURSUS 50 % s/d 100 % Hub "POPBAYO" JI. Tamansiswa 144 Y Datanglah ke BUSANA JAYA Jl. Kaliurang KM.7 No.36 Yogyakarta, Jil anda ingin mahir membuat pakala wanita & pria secara cepat dan prak MITRA COMPUTER. JI. Timoho Utara Yogya. Membuka Paket Special Dasa WS, Lotus. Hanya Rp. 17.500,- PAKET AKHIR TAHUN Operator Komputer-- 11 Des. jam 10 Operator Komputer- 17 Des. jam 16 WS+GB+ Inset 15 Des. jam 08 Lotus+ Sideways 16 Des jam 08. Paket C 16 Des jam 19 WIDYALOKA Jl. Gejayan 16 Telp. 5306-66755 Y PIVOT POINT Kursus Berijaza Tata Rambut dasar s.d. MAHIR Kecantikan Kulit & Rias pribadi Kursus Sanggul & potong rambu Ket : Jl. Solo 103 Telp. 5877 Yog PUSPIKTI MUGEN COMPUT JI. C. Simanjunak No. 8 Telp. 66060 Membuka dBase, biaya 35.000 Discount 20%, Mulai 30 Nov. 199 DIBUKA KELAS BARU Paket INTENSIVE (INTRO, WS, LT, PG). Masuk tiap hari selama 3 bull Dapatkan Disc. 50% untuk jam 13. 15.00 (yang harus dibayar han Rp. 125.000,-). Daftarkan segera, tem terbatas di BALI INFO COMPUT JI. Mrican Baru 27 Yogyakarta, 55 (barat Kampus Atmajaya Demang KURSUS CHAN Kelas-kelas JI. P. Diponegoro 10. Telp. 63386 Yogyakarta baru buka Desember 199 Mengetik Satu bulan selesai *Bahasa Inggris Conversation, Structure & Vocabula Pembukuan Akuntansi Dasar Satu, Ujalan Maret 1993 Dasar Dua, ujian Maret 1993 Pendaftaran tiap hari kerja