Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

​
Nama: Bernas
Tipe: Koran
Tanggal: 1992-11-23
Halaman: 08

Konten


Color Rendition Chart 2cm 8.SENIN LEGI, 23 NOVEMBER 1992 JAWA TENGAH Medali Angkatan 45 bagi Walikota Salatiga SALATIGA Ketua Badan Pembina Pelestarian Jiwa dan Se- mangat 45 (BPP JSN 45) Jawa Tengah, Drs Karseno atas nama Ketua DHN Angkatan 45 menyematkan Medali Angkatan 45 dan menyerahkan piagam penghargaan kepada Walikota Salatiga, drs Indro Soepamo. Pemberian medali dan piagam merupakan suatu penghargaan atas jasanya dalam melestarikan jiwa dan semangat 45 kepada warganya. Acara berlangsung di Aula Balaikota Salatiga hari Sabtu (21/11) pagi, dalam acara pelantikan pengurus BPP-JSN 45 Kodya Salatiga. Sementara itu, dalam ceramah di depan pengurus.organisasi kemasyarakatan se-Jateng di Gedung Sasana Widya Praja Salatiga, hari Jumat (20/11) malam, Ketua BPP JSN 45 mengatakan, jiwa dan semangat 45 bukan hanya milik mereka yang berjuang pada tahun 1945 dalam merebut kemerdekaan, melainkan juga milik generasi muda yang berjuang untuk mengisi kemerdekaan ini. Karseno mengatakan hal itu dalam acara pembinaan dan bimbing- an organisasi oleh Direktorat Sosial Politik Provinsi Jateng (rif) TELEPON PENTING SEMARANG RS Dr Kariadi 413476, RSU Panti Wilasa, JI Dr Cipto: 546040-546042; JI Citarum: 22224-22225, RS St Elizabeth 310076, RS Sultan Agung: 580014, RS Telogo- rejo: 317693, RS Roemani 313738, Polisi: 110; Satlantas: 21151; Ambulance: 118; Pemadam Kebakaran 113, Gangguan Listrik 21792, Pengaduan Tele- pon: 117 GARUDA/MERPATI - Telepon (024)-23317 Semarang-Jakarta Semarang-Surabaya Semarang-Bandung Semarang-Pangkalan Bun Semarang-Ketapang Smg-Sby-Denpasar Smg-Sby-Balikpapan 06.25, 08.10; 10.10, 12.10; 14.10; 15.10; 16:10; 17.00, 18.10 07.00 dan 13.15 13.15 08.40 06.30 13.15 07.00 Semarang, Bernas Baliho PT SBM di Jalan Banjir Kanal Timur Semarang, hari Sabtu (21/11) dibongkar. Pem- bongkaran dilaksanakan bersa- maan dengan Operasi Yustisi, yakni pelaksanaan Perda Nomor 5 Tahun 1985, tentang Perizinan Penyelenggaraan Reklame dan Pajak Reklame. Padahal baliho itu baru dipasang pada hari Ju- mat (20/11). BOURAQ Telepon (024)-23065 Semarang - Jakarta Selasa, Kamis, Jumat dan Sabtu (14.00) - Rp 103.000,- Semarang: Banjarmasin (Rp 153.600.-) Palangkaraya (Rp 217. 000,-) - Balikpapan (Rp 211 600,-) - Kota Baru (Rp 222 500,-)-Sampit (Rp 239.000,-)-Samarinda (Rp 256 600,-) - Tarakan (Rp 297.700,-) - Palu (Rp 308.700,-). Tiap hari berangkat pukul 08.55. DERAYA Telepon (024) - 24039 Semarang: Pangkalan Bun (Rp 108.500,-)-Ketapang (Rp 170.000,-) - Pontianak (Rp 202 975,-). Tiap hari berangkat pukul 05.45 SEMPATI AIR-Telepon (024)-414086, 411929 Semarang - Jakarta 06.30 dan 18.30 - Rp 108.500,- - Rp 295.300, 09.15 Semarang - Balikpapan Semarang-Batam 06.30 - Rp 289.800,- 09.15 Rp 128.100,- Semarang - Denpasar Semarang - Kuala Lumpur Semarang - Surabaya Kamis dan Minggu 06.30- Rp 193.000,- 09.15 Rp 56.600,- Pembongkaran satu dari tiga baliho itu dikarenakan tanpa izin dari yang berwenang mem- berikan. Selain PT SBM, baliho PT AH (AS) di Jalan Patimura - perusahaan yang bergerak di bidang jual beli mobil dan vespa juga terjaring dalam Operasi Yustisi. Terjaring Operasi Yustisi Baliho PT SBM Dibongkar Operasi Yustisi dilaksanakan setelah berlangsungnya operasi semacam yakni pelaksanaan Perda Nomor 15 Tahun 1988 tentang Pajak Pembangunan (Bernas 19/11). Operasi Yustisi dalam rangka menegakkan Perda di Kodya Semarang dilakukan oleh Pe- nyidik Pegawai Negeri Sipil, Poltabes, Dipenda, Satpol Pa- mong Praja dan Dipenda. Ketua pelaksana operasi adalah Kabag Hukum Kodya Semarang, Soe- darmadji SH CN dan ketua tek- nis dari insanti terkait, yang dalam hubungan itu adalah Ke- pala Dipenda. Menurut Soedarmadji dalam pengarahan kepada petugas di ruang kerjanya sebelum operasi Semarang, Bernas Hasil pendidikan di Indone- sia masih sulit melahirkan cen- dekiawan yang memiliki kemer- dekaan berpikir dan belum mampu menumbuhkan tradisi bertanya. Hal itu pertanda sis- tem pendidikan yang sudah di- rancang baik ternyata belum mampu menghadapi tantangan kecenderungan pragmatisme yang begitu kuat, kata Drs C Bakdi Soemanto SU, budaya- wan yang dosen Fakultas Sastra UGM. - Rp 105.000,- - Rp 62.100,- Pendidikan formal atau seko- lah, telah berubah menjadi masa persiapan untuk mencari peker- jaan. Ilmu-ilmu dasar seperti matematika, humaniora dan fil- safat kini tidak laku ketimbang ilmu ekonomi, arsitektur, baha- sa praktis, fisika, teknik nuklir (untuk membuat bom) yang le- - Rp 85.200,- Rp 145.700,- - Rp 199.600,- Rp 141.300,- Rp 211.700,- BILA Anda, sidang pembaca, lewat di jalan raya jalur selatan Jawa Tengah, di daerah Prem- bun Kabupaten Kebumen, ada pemandangan khas. Di bawah pohon Asam yang berderet di pinggir jalan raya, akan Anda jumpai para penjual Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang menjajakan dagangannya. Dae- rah itu, boleh dikatakan sentra produksi bengkuang di lintas selatan Jawa. Di kalangan petani Kecamat- an Prembun dan Mirit, kedua- nya masih di Kabupaten Kebu- men, yang membudidayakan bengkuang, sudah diketahui bahwa hasil tanaman itu sangat menguntungkan. Meskipun, buah yang sebenarnya adalah umbi akar berwarna putih itu, di daerah ini murah harganya. Kesan bengkuang sebagai buah yang punya nilai ekonomi dilaksanakan, dalam tahun ang- garan 1992/93, penegakan Per- da/Operasi Yustisi masih diprio- ritaskan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah sendiri. Dalam Operasi Yustisi, pelak- sana sulit saat meminta bukti surat izin pemasangan reklame, baik pada PT SBM maupun PT AH (AS). Wakil PT SBM, IS (30) di salah satu cabang perusahaan di Jalan Jenderal Sudirman Se- marang, berbelit-belit ketika di- minta menunjukkan tanda bukti itu. Ternyata, tiga dari enam baliho yang dipasang tidak be- rizin. Sedang wakil PT AH (AS), Ny K meminta waktu kepada petu- gas untuk menemui pimpin- annya. Namun petugas Operasi Yustisi tetap pada peraturan dan memberi surat tilang kepada Ny K untuk menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Semarang. "Saat ini Anda tidak bisa me- nunjukkan bukti izin pemasang- an reklame, maka kami tilang. Silakan Anda memberi kete- rangan atau bukti tersebut da- lam sidang nanti," kata seorang petugas. Sidang tilang akan dilaksana- kan tanggal 2 Desember 1992. Pembongkaran reklame tanpa i- zin akan berakhir hari Rabu depan (25/11). Pelanggar Perda Nomor 5 Tahun 1985, sesuai pa- sal 17 diancam hukuman ku- rungan paling lama tiga bulan penjara atau denda maksimal Rp 50.000. (ran) bih mengarah ke ilmu-ilmu a- plikatif dan langsung membuka jalan ke arah posisi dalam pe- kerjaan," kata Bakdi Soemanto dalam seminar budaya bertema Transformasi Budaya dalam E- ra Industrialisasi di Indonesia, di Hotel Graha Santika Sema- rang, Jumat malam (20/11). Seminar dalam rangka Reuni Agung Keluarga Eks-Keluarga Loyola itu menampilkan pula dua alumnus Kolese Loyola, Wapemred Kompas, Ir Ninok Leksono dan Sutradara Garin Nugroho. BERNAS TUAN WARNED lasinya, jika harga bengkuang per kilogram Rp 200, produksi per hektar tertinggi bisa 11,2 ton dengan biaya produksi Rp 400.- 000, berarti keuntungan per hektar lebih dari Rp 1,5 juta. Cilacap, Bernas Pimpinan Unit Pengolahan (UO) IV Pertamina Cilacap Ir IGG Masputra menegaskan, pembocoran minyak pada jalur pipa distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) Cilacap - Yo- gyakarta adalah juga pembocor- an uang negara. Sebab itu dia mengajak semua masyarakat yang dilewati pipa distribusi BBM ikut menjaga pipa itu, agar kasus pembocoran pipa di dae- rah Kacamatan Wates Kabupa- ten Kulonprogo (DIY) tidak te- rulang. Jumlah itu jelas sangat meng- gembirakan petani yang sudah tahu benar prospek bengkuang secara ekonomis. BAKTI SOSIAL- Dalam rangkaian acara HUT ke-35 Pertamina, Unit Pengolahan (UP) IV Pertamina Cilacap menyelenggarakan Bakti Sosial KB Patra Kencana di Desa Sampang Kecamatan Sampang. Pimpinan UP IV Pertamina Cilacap, Ir IGG Masputra Indonesia Yogyakarta. MOP diikuti 91 peserta. Pembocor Pipa BBM Juga Pembocor Uang Negara Warga Pertanyakan Sertifikat Tanah Ajakan Masputra disampaikan kepada warga Desa Sampang Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap hari Sabtu (21/11) keti- ka mengadakan Bakti Sosial KB Patra Kencana dalam rangka HUT ke-35 Pertamina. "Kalau terjadi kebocoran-kebocoran BBM, inilah kebocoran uang negara dan uang rakyat pula. Sebab itu, kami titip pada yang Kabag Humas Kodya Sema- rang, Bambang Indriyanto SH mengatakan rencana itu di ru- ang kerjanya hari Jumat (20/11). "Cukup banyak rumah yang ma- sih bisa dibangun di Kodya Se- marang, termasuk di daerah pi- nggiran yang sekarang masih sepi," katanya. Sesuai data, jumlah rumah yang ada terdiri 94.942 rumah tembok permanen, 57.808 ru- mah setengah permanen, 52.349 rumah papan dan 7571 rumah bambu. Sesuai data, tanah di Kodya Semarang mencapai 373 km² terlewati pipa BBM agar ikut menjaga dan melaporkan jika melihat adanya kebocoran," ka- tanya. Kabag Humas Kodya Sema- rang mengatakan pula, peme- nuhan perumahan yang akan dibangun berasal dari pemerin- tah (perumahan Korpri), swasta Dikatakan, BBM yang mele- wati daerah Sampang bukanlah milik Pertamina melainkan milik pemerintah. Pertamina hanya mendapat Rp 200 untuk biaya pengolahan 152 liter BBM. "Jadi kami hanya mendapat sangat kecil, hanya Rp 1 lebih perliter- nya, padahal untuk membiayai karyawan termasuk kegiatan yang diselenggarakan Pertami- na. Sebagian besar biaya itu dari minyak mentah yang didukung subsidi pemerintah. Agar subsi- dinya rendah, pekerjaan diupa- yakan efisien," tutur Masputra. Bakti Sosial KB Patra Kenca- na di Sampang bekerja dilaksa- nakan berkat kerjasama Per- tamina UP IV, BKKBN, Puskes- mas Sampang dan Tim Perkum- pulan Kontrasepsi Mantap Indo- Sampai Tahun 2000, akan Dibangun 290.693 Rumah Semarang, Bernas Sampai tahun 2000, sasaran perumahan sesuai Rencana In- duk Kota (RIK) dan Rencana U- mum Tata Kota (RUTK), akan dibangun 290.693 rumah di Ko- dya Semarang. (real estate), dan swadaya (pe- rumahan pribadi). Pengembang- an perumahan kebanyakan di- lakukan di Semarang bawah (kota lama), daerah Genuk (kecamatan perluasan), Keca- matan Tugu dan Kecamatan Gu- nungpati. Pembangunan perumahan kelak juga disesuaikan dengan pembangunan yang sudah ber- langsung di sembilan kecamat- an di Kodya Semarang sekarang ini, atau di 178 kelurahan. Da- lam pengembangan perumahan direncanakan pula, sembilan kecamatan itu akan dibagi lagi menjadi 16 kecamatan. "Keca- matan tersebut dipecah agar pengelompokan tempat-tempat baru nanti lebih mudah," jelas Bambang Indriyanto. Pendidikan Belum Mampu Menumbuhkan Tradisi Bertanya han-bahan untuk melihat ke- mungkinan di masa depan. Se- buah proses investasi panjang," kata Garin Nugroho yang dosen di Institut Kesenian Jakarta. Pembangunan perumahan baru juga termasuk rencana pembangunan dua rumah susun di daerah kumuh, yaitu di Ban- darhardjo dan Sekayu. Kini ke- dua tempat tersebut sedang di- survei oleh pemerintah dan pi- Bernasch dan Bupati H Mohamad Supardi (kanan) menyaksikan pelaksanaan KB Medis Operatif Pria (MOP) dipimpin oleh dr Sungsang Rochadi dari Perkumpulan Kontrasepsi Mantap ngat mengembangkan pariwisa- an alternatif kepada kecende- ta, nilai-nilai tradisional itu bisa rungan membisniskan hampir dikemas dan dijual kepada turis, apa saja, termasuk pendidikan tambahnya. itu sendiri. "Dialog keras antara moderni- tas dan tradisi sudah didamai- kan oleh semangat bisnis yang tidak lagi mengenal batas-batas wilayah, ras, agama, Barat-Ti- mur, bahkan ideologi. Perang Serbia, Kroasia dan lainnya mungkin didasari oleh kebenci- an etnik. Namun saya berpikir i- tu terkurangi jika perdagangan senjata dihentikan," papar Bakdi Soemanto yang cerpenis dan penyair. Lebih lanjut, Bakdi Soemanto mengatakan, kecenderungan itu Sebab itu, sambung Bakdi didorong oleh semangat bisnis Soemanto, masalah kita seka- yang sedang menjadi jiwa za- rang bukan semata-mata le- man ini. Sebab itu, nilai-nilai nyapnya nilai budaya "asli yang budaya tradisional tidak perlu menghambat kemajuan, melain- dikhawatirkan menjadi kendala kan bagaimana pendidikan Sutradara film Cinta dalam Sepotong Roti itu menilai, peles- tarian budaya dalam arti yang luas, termasuk di pelestarian berbagai nilai, terkandung data- data bagaimana sebuah bangsa melakukan transformasi secara terus-menerus dalam mengha- dapi tuntutan zaman. Proses pelestarian mengan- dung hubungan dinamis masa kemajuan, sebab dengan sema- mampu memberikan pandang- lampau dan sekarang serta ba- Garin Nugroho mengemuka- kan, pelestarian budaya bukan merupakan proses statis, namun dalam sikap mempertahankan budaya, terkandung tindakan mengaktualisasikan seluruh unsur budaya untuk menjadi semacam kitab raksasa. nesia (PKMI) Yogyakarta yang dipimpin dr Sungsang Rochadi bersama 30 dokter dan parame- dis. Jenis pelayanan KB secara gratis itu terdiri Medis Operatif Pria (MOP) yang diikuti 91 o- rang dari 19 kecamatan, dan KB susuk (implant) terhadap 81 o- rang. Juga pelaksanaan Medis Operatif Wanita (MOW) terha- dap 100 wanita di Rumah Sakit Pertamina Cilacap. Menurut Masputra, bakti so- sial akan terus dilaksanakan sebagai wujud kesetiakawanan sosial terhadap masyarakat se- jauh anggaran dan ketentuan masih memungkinkan. Dikata- kan, keberhasilan Pertamina UP IV meraih Juara II KB Perusa- haan Tingkat Nasional tahun 1992, bukan semata-mata keber- hasilan KB intern perusahaan melainkan ditentukan pula oleh peransertanya dalam membina KB kepada masyarakat. (chr) hak terkait. Bangunan kedua rumah susun itu, termasuk arsi- tekturnya, belum tentu sama de- ngan rumah susun di Pekunden yang diresmikan oleh Presiden tanggal 24 Oktober 1992. Menurut Gubenur Jateng, ke- tidaksetujuannya jika pasar swa- layan harus dibangun di tengah- tengah pasar tradisional, dise- babkan hal itu akan menyumbat perkembangan pedagang tradi- sional. "Karena itu saya sudah memberi pedoman kepada Bu- pati dan Walikota tu- Warga Pertanyakan juan pembangunan pasar tradi- sional. Termasuk instruksi agar pasar tradisional tidak disatukan dengan swalayan," tambahnya Renovasi maupun rehabilitasi sejumlah pasar di Jateng menu- rut Gubernur adalah untuk me- ningkatkan kesejahtaraan peda- gang asli, dan menciptakan ling- kungan yang bersih dan sehat. Maka, pembangunan pasar swa- layan diharamkan jika harus Wonosobo, Bernas Duaratus limapuluh warga Dusun Sawit dan Cangkring De- sa/Kecamatan Wadaslintang Ka- bupaten Wonosobo memperta- nyakan soal penyertifikatan tanah secara massal yang diko- ordinasi oleh HR (40) pamong desa setempat sejak tahun 1985. Kini belum ada tanda-tanda se- lesai, padahal mereka sudah membayar dan melunasi uang administrasi Rp 21.500 setiap bidang tanah per orang. Dikatakan pula, perombakan tolok ukur keberhasilan pemba- ngunan dari besaran ekonomi semata, namun dalam pemben- tukan nilai, pengembangan kelembagaan, kemauan politik, adalah partisipasi masyarakat. "Hal itu berarti perlu keseim- bangan antara investasi sosial- ekonomi-budaya jangka pendek sekaligus jangka panjang. Di sisi lain diperlukan juga keseim- bangan antara dunia superstruk- tur (nilai cita-cita dan simbol) dengan dunia dasar struktur (hukum dan politik, modus or- ganisasi sosial seperti lembaga, ekonomi, pendidikan dan tek- nologi)," papar Garin (yoh) Menurut keterangan yang dikumpulkan Bernas, terbeng- kalainya urusan sertifikat tanah itu disebabkan HR tidak mau mengurus, padahal sudah dipas- rahi oleh Abdul Khalim mantan Kades Wadaslintang, untuk me- ngurus sertifikat milik 250 war- ga beserta uangnya, Rp 1,5 juta. Sekdes Wadaslintang di ru- mahnya menyatakan sanggup menyelesaikan urusan sertifikat "Belum tentu sama dengan yang tertunda itu, dan kini se- rumah susun di Pekunden. Sedang dalam proses BPN. "Na- mun tidak semua bab kondisi tanah dan lingkung- an, juga berbagai hal yang perlu dipertimbangkan di dua daerah tersebut, berbeda dengan rumah susun sebelumnya," kata Bam- bang Indriyanto. akan di- Kepala Desa Wadaslintang Djoyo Dipuro ketika dihubungi Bernas di ruang kerjanya hari Sabtu petang (21/11) berkata, "Saya tidak tahu-menahu urusan sertifikat itu. Sebab segala urus- annya telah diserahkan kepada Sekdes. Kami tidak tahu persis." Gubernur HM Ismail: Renovasi Pasar Tradisional SURA Seharusnya Diutamakan Semarang, Bernas Gubernur Jawa Tengah HM Ismail mengatakan, renovasi pasar tradisional seharusnya diutamakan untuk menyejahte- rakan pedagang kecil yang telah lama menempati. Karena itu su- dah semestinya jika pasar swala- yan yang akan dibangun harus dijauhkan dari pasar tradisional. "Saya tidak menginginkan pe- dagang pasar tradisional ter- gusur atau kalah bersaing de- ngan pasar swalayan. Karena- nya, untuk semua pembangun- an pasar, yang pertama harus mementingkan keberadaan pe- dagang asli," kata Gubernur dalam sidang paripurna DPRD Jateng menanggapi desakan F- PP dalam menyelesaikan keme- lut di Pasar Pagi Kodya Tegal. proses, bertahap," katanya. Menurut Sekdes, terhambat- nya urusan sertifikat itu disebab- kan daerahnya berpencar, de- ngan demikian BPN repot da- lam mengukur tanah mereka. "Maklum, daerah pegunungan. Karenanya masih sulit dalam soal administrasi maupun pen- Pernah diberitakan Bernas, rumah susun di Pekunden dihu- ni oleh 76 kepala keluarga. Me- reka semula juga penghuni se- tempat yang tinggal di rumah cocokan letter D-nya," ujarnya. kumuh sebelum rumah susun dibangun. Rumah susun itu ber- lantai empat, lantai pertama kosong direncanakan untuk Buron, Tersangka Penipu tempat jual beli para penghuni. Berlagak Pedagang Valas sedang lantai seterusnya diprio- Cilacap, Bernas ritaskan bagi penduduk sebe- lum rumah susun dibangun, sisanya baru akan dikontrakkan. (ran) Tersangka penipu berlagak pedagang valuta asing (valas) berinisial AS, dinyatakan buron oleh Polres Cilacap dan kini da- lam pelacakan. Perbuatan AS (51) yang mengaku dukun, te- lah merugikan Parman Subi- yanto (50) warga Gumilir Indah Cilacap sebesar Rp 41 juta. Ter- sangka penipu asal Indramayu Jawa Barat itu memperdaya korban dengan pura-pura bisa melipatgandakan uang. Keterangan dari sumber Ber- nas di Polres Cilacap hari Senin (16/11) menyebutkan, uang Rp 41 juta yang dibawa oleh AS diambil dalam tiga tahapan se- jak tanggal 21 Oktober. Perta- ma, AS dengan kemahirannya bermain kata-kata berhasil membujuk korban untuk me- nyerahkan uang tunai Rp 2,5 juta. Uang itu diminta untuk mencairkan dana dari mata u- ang Argentina ke dolar Amerika. AS datang lagi tanggal 25 Oktober, tapi tidak membawa dolar AS justru minta dana lagi untuk pembelian yang lebih besar. Tanpa curiga, permintaan "Nantinya tiap permasalahan yang timbul di kalangan pelang- gan bisa dikemukakan dalam te- mu pelanggan. Para pelanggan yang pernah mengajukan klaim ke Kandatel, baik langsung maupun melalui LP2K juga akan kami panggil. Semua untuk ke- pentingan kita bersama," tutur Senior Asisten Manajer Kandatel Semarang, Drs Hendrajanto di ruang kerjanya kepada Bernas, hari Kamis. Rencana temu pelanggan di- sambut positif oleh Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Semarang. Melalui Kepala Divisi Humas dan Pengaduan, M Denny Far- dhan, LP2K mengharapkan, a- cara temu pelanggan benar- benar bisa dipakai konsumen (als) untuk menyelesaikan masalah. Bengkuang Prembun, Murah Tapi Bernilai Ekonomi Tinggi tanian Wilayah Kerja Penyuluh nya tikus dan ulat. Hama terse- sim hujan menyusut paling Pertanian (WKPP) Prembun I, but biasanya menyerang umbi tinggi 100 hektar. kepada Bernas, kesan murah a- kan berbalik, jika sudah me- mahami benar nilai ekonomi se- benarnya yang akan didapat dari budi daya bengkuang. Dikatakan, menurut kalku- serta daunnya. Gangguan relatif mudah diatasi oleh peta- ni. Sedang cara tanamnya pun mudah, dan tak membutuhkan perlakuan istimewa. ini, Areal seluas itu, jelas masih sedikit jika dibanding jumlah konsumen bengkuang, khusus- nya yang dipasok dari daerah Prembun, meliputi sebagian Suwamo menjelaskan, budi- kota besar di Jawa. Ini pula daya bisa memanfaatkan areal yang menyebabkan, petani di sawah, bisa juga di tegalan. daerah ini masih terus bersema- Prinsipnya, tanaman bengkuang ngat membudidayakan tanaman tak tahan air. Tapi ditanam pada bengkuang. "Sebagai sentra pro- musim hujan pun bisa, asal duksi, memang beralasan, jika lahan tak tergenang air lebih petani tak khawatir akan meng- dari sehari. Dan untuk menghin- alami masa paceklik, sebab di dari genangan ini, permukaan daerah lain belum ada budidaya areal tanaman harus lebih ting- bengkuang sebanyak di Prem- gi, dibanding tinggi permukaan bun," ujar Suwarno. air pada musim hujan. AS disanggupi, dan Parman Su- biyanto menambah lagi dana Rp 10 juta. Beberapa hari kemudian AS dengan penampilan meyakin- kan datang membawa tas yang katanya berisi uang tunai sebe- sar Rp 650 juta. Dengan syarat, Parman Subiyanto harus menye- rahkan sisa pembelian dolar se- besar Rp 8,5 juta dan tidak bo- leh dibuka dalam jangka waktu tertentu. Syarat ini pun dipe- nuhi, dan dengan tenang pula AS meninggalkan korban. Pada hari yang ditentukan, 10 hari kemudian, Parman Subiya- nto membuka tas yang konon berisi uang tunai Rp 650 juta, ternyata tas itu kosong melom- pong. Sadar dirinya tertipu, korban melaporkan kejadian itu ke Polres Cilacap pada tanggal 13 Oktober lalu. Diperoleh keterangan, kor- ban kenal dengan AS karena AS pernah menyembuhkan penya- kit anaknya. Setelah itu, si dukun yang selalu mengendarai mobil sering mondar-mandir In- dramayu - Cilacap bertamu ke rumah korban. (chr) SAMPAI saat ini, sulit untuk rendah, memang tampak ketika Bernas/awd BENGKUANG Prembun, MESKI bagi sebagian petani, yang enak dimakan begitu saja, mengetahui sejak kapan beng- kuang dibudidayakan masyara- bengkuang punya nilai ekonomi atau dirujak dan dibikin asinan, kat Prembun dan sekitarnya. Su- tinggi, tapi oleh Dinas Pertanian memang pas untuk buah tang- warno pun hanya memperkira- Tanaman Pangan (Dipertan) Ke- an. Apalagi harganya pun mu- kan kurang lebih 20 tahun lalu, bumen, bukan komoditas yang rah. Bagi pedagang bengkuang tanaman asal Amerika tropika dianjurkan untuk terus ditanam. di sepanjang jalan raya Prem- kita membeli dari tangan orang yang rasanya manis itu, mulai Tapi, itupun dengan catatan, bun-Kebumen di Desa Tersobo, kedua sekalipun. Maksudnya, ti- dipilih petani Prembun dan se- pemerintah juga tak melarang yang jumlahnya sekitar 30 orang dak membeli langsung dari pe- kitarnya untuk dibudidayakan. budidaya bengkuang, bahkan di itu, punya kiat khusus mengha- Risiko kegagalan dalam budi- lahan sawah sekalipun." dapi pembeli yang datang dari tani. Dan itu bisa kita dapatkan Menurut catatan Dipertan, di berbagai lapisan ekonomi. Me- dengan mudah. Hanya dengan daya bengkuang, memang tidak uang Rp 500, jika pandai mena- tinggi. Hama pengganggu ta- Kabupaten Kebumen, yang mereka punya prinsip, bagi calon rata-rata tiap kilogram Rp 200. war, bisa didapat sekeranjang naman yang menurut buku liputi Kecamatan Prembun dan pembeli yang kelihatan mampu, Dengan catatan itu harga wajar. Ensiklopedi Indonesia masuk ke Mirit, pada musim kemarau ter- ditawarkan dengan harga se- Tapi, ada kalanya ditawarkan bengkuang. Kenyataannya, seperti diung Indonesia dari Manila melalui dapat 200 hektar areal tanaman tinggi mungkin. Sedang bagi dua kali lipat, melihat konsu- kapkai. Suwarno, Penyuluh Per- Ambon pada abad 17 itu - ha- bengkuang, sedang dalam mu- yang tak mampu, ditawarkan mennya dulu. Seperti diakui untuk mendukung pembangun- HARGA BENGKUANG-- Untuk melepas seikat bengkuang, penjual bengkuang di Prembun melihat-lihat dulu kayak apa calon pem- belinya. Jika bermobil, akan ditawarkan setinggi mungkin. Bagi yang pas-pasan, cukup Rp 200 saja per ikat. Toh sudah untung. dengan harga wajar, asal peda- Sarjan (16), "Saya berani tawar- gang sudah untung. Harga bengkuang di sini kan lebih mahal, jika pembeli bermobil sendiri," ujarnya. Bagi Pemda Kebumen, po- tensi daerah Prembun, khusus nya di Desa Tersobo, yang se- kecil itu pun, dimanfaatkan Temu Pelanggan Telkom Diharap Akhiri Masalah Semarang, Bernas Kantor Daerah Telekomuni- kasi (Kandatel) Semarang berni- at menyelesaikan permasalahan para pelanggannya. Setiap bu- lan, konsumen yang mengaju- kan maupun mengadukan klaim rata-rata mencapai 16 orang, dari sejumlah itu 9 - 11 kasus diselesaikan. Dengan akan di- selenggarakannya temu pelang- gan awal Desember mendatang, permasalahan diharapkan bisa segera diakhiri. menggusur pedagang asli, kare- na mereka harus tetap dilindu- ngi dan diprioritaskan. an daerahnya, yakni untuk pen- dapatan asli daerah. Daerah jualan mereka, yang sebenarnya tidak termasuk pasar, namun Dipenda setempat mengenakan retribusi Rp 100, pada setiap gelaran dagangan. (nwh) Kurang persuasif F-PP yang mendesak Guber- nur untuk segera menyelesaikan kemelut Pasar Pagi Tegal, sebe- lumnya menilai bahwa sistem pendekatan aparat berkaitan de- ngan renovasi Pasar Pagi kurang persuasif dan sangat tidak ma- nusiawi. Kekurangmengertian tersebut, ng selalu meletup- kan gejolak di kalangan peda- gang, juga terjadi di Temang- gung, Klaten dan Solo, kata juru bicara F-PP Hendro Suyitno. Selama ini, demikian Hendro Suyitno, untuk melakukan reno- vasi dan rehab pasar tradisonal di Jateng hampir tidak pernah melibatkan pedagang asli. Mu- syarawah yang dilakukan, seha- rusnya sudah digalang sejak dini sebelum proses perencanaan di laksanakan. "Yang terjadi ada- lah, para pedagang harus me- nyetujui lang!:ah yang ditempuh dan yang telah diputuskan," katanya menyesalkan. SD Rusak Dalam sidang paripurna DP- RD Jateng ang dipimpin oleh ketua dewan, Drs H Soeparto, Gubernur HM Ismail mengemu- kakan bahwa sekarang ini di Jateng terdapat 5.183 gedung sekolah dasar (SD) yang rusak berat dan ringan. Kerusakan an- tara lain disebabkan umur dan sebagian karena keadaan alam. Gubernur Ismail menyebut- kan, 301 unit bangunan SD "Kalau nantinya, pelanggan tidak bisa menyalurkan aspirasi- nya, ya sama saja," kata Denny. Beberapa waktu lalu, LP2K menerima lima pengaduan dari pelanggan telepon. Masalahnya, uang rekening yang harus diba- yarkan terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan jumlah penggu- naan pulsa. Misalnya pembayar- an untuk bulan Januari 1992 mencapai Rp 937.750, Februari turun menjadi Rp 211.970, dan satu bulan berikutnya hanya Rp 18.370. Untuk membangun kembali gedung SD yang rusak, menurut Gubernur ia sudah turun ta- ngan, dengan demikian proses belajar mengajar di sekolah itu tidak terganggu. Tentang dana tidak disebutkan, karena menu- rutnya semuanya ditangani langsung oleh Pemda Tingkat II dengan dana Inpres dari pusat. Beberapa masalah yang di- paparkan oleh Gubemur kepa- da anggota dewan antara lain masalah perjudian di Desa We-- darijeksa Pati. Sesuai dengan Surat Kawat Nomor 466 2/18591 Tanggal 23 Juli 1987 tentang La- rangan Perjudian, maka perma- inan ketangkasan yang menga- rah ke judi sudah ditutup, ter- masuk kegiatan pasar malam- nya. Penurunan-penurunan itu di- nilai tidak wajar, karena bia- sanya pelanggan hanya memba- yar Rp 30.000 setiap bulan. De- ngan dasar itulah mereka meng- adukan masalahnya ke LP2K, selanjutnya lembaga tersebut mengirim surat keluhan ke Kandatel Semarang. "Kami me- mang mendesak Telkom untuk menyelenggarakan temu pe- langgan, yang melibatkan Tel- kom dan konsumen, sehingga segala permasalahan bisa dia- tasi," tambah Denny Fardhan. Ketua Ikatan Koperasi Pega- wai Negeri (IKPN) RI, Ir Soe- wardi Soepadi mengatakan hal itu dalam sambutan pembukaan Lokakarya Integrasi Organisasi KPN dalam Rangka Efisiensi U- saba di Semarang, hari Sabtu (21/11). Tampil sebagai pembi- cara antara lain Dirjen Bina Lembaga Koperasi, Drs Sularso dan Penasihat Ahli IKPN-RI, Ib- noe Soedjono. rusak total dan 4.882 rusak ringan namun perlu segera di- perbaiki. Untuk pembangun- an/rehab-yang diusulkan oleh Dati II dan laporan dari Dinas P dan K Jateng tentang 9.171 unit gedung SD rusak -- paling sedi- kit diperlukan dana Rp 159 milyar. Biaya ini merupakan u- sulan yang disampaikan untuk tahun anggaran 1993-94. "Pada umumnya usaha kope- rasi masih dikelola secara tradi- sional dan belum mencapai efi- siensi tinggi secara ekonomis. Secara keseluruhan, usaha KPN yang dilaksanakan sendiri-sen- diri dan kecil-kecilan makan bi- aya tinggi dan tidak efisien. Pa- da gilirannya tak mampu bersa- ing dengan pelaku-pelaku eko- nomi yang lain," tutur Soewardi Soepadi. Menurut Ketua IKPN-RI, KP- NRI yang anggotanya mendekati jumlah dua juta dari 3,9 juta pegawai negeri yang ada de- Tentang tunggakan Kredit U- saha Tani musim tanam 1985/86 sampai 1991/92 sekarang ini, menurut Gubernur tinggal 13,71 persen atau senilai Rp 8,65 milyar. "Tunggakan itu akan te- tap dan terus ditanggih, sehing- ga dalam waktu cepat bisa sege- ra diselesaikan," katanya berjan- ji. (rif) Hendrajanto menambahkan, dalam pertemuan tersebut para pelanggan yang mengajukan klaim kepada PT Telkom juga a- kan diundang untuk mendapat penjelasan tentang keluhan (her/rif) Koperasi Pegawai Negeri Diibaratkan Raksasa Tidur Semarang, Bernas ngan 11.000 KPN Primer di se- Kondisi Koperasi Pegawai luruh Indonesia, terkesan belum Negeri (KPN) RI bagai raksasa membina dan melayani KPN yang sedang tidur dan harus Primer dengan baik. "Bahkan dibangunkan agar potensinya ada beberapa GKPN dan PKPN bangkit menjadi kemampuan yang mengembangkan unit raksasa riil. Secara kuantitas, usaha eksklusif yang tidak seca- KPN adalah kekuatan potensial, ra langsung ditujukan untuk namun kenyataannya belum memampukan usaha KPN-KPN mampu merealisasikan secara Primernya. Terkesan pula ada optimal potensinya sebagai semacam persaingan sekunder dan primernya, teruta- salah satu kekuatan ekonomi. ma di bidang usaha simpan pinjam dan pertokoan," papar Soewardi. antara Sri Prabandiyani mengemu- kakan hal itu dalam sarasehan tentang Kecelakaan di Jalan Raya, Penyebab dan Upaya Pe- nanggulangannya. Seminar yang berlangsung hari Sabtu (21/11) diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Undip, me- ngundang pembicara antara lain ML Oetomo, psikolog dan De- kan Fakultas Psikologi Universi- tas Katolik Soegijopranoto. yang disampaikan. Meskipun demikian, acara itu lebih diuta- makan untuk pelanggan VIP, yang lebih banyak mengguna- kan jasa pelayanana telekomu- nikasi, walaupun tidak menutup kemungkinan mengundang para pelanggan lainnya, sehingga mereka akan mengetahui lebih jauh pelayanan telekomunikasi yang telah disediakan. ML Oetomo dalam acara itu mengingatkan tentang guyonan rasialistis di Jakarta yang berbu- nyi, "sebaik-baiknya sopir Jawa yang tergolong kalem, masih "PT Telkom selama ini tidak membedakan siapa yang menja- di konsumennya. Karena itu se- muanya akan dilayani sebaik mungkin. Dari 55.000 pelang- gan, setiap bulan yang mengaju- kan dan mengadukan klaim ra- ta-rata 16 dan berhasil disele- saikan antara 9-11 pelanggan," tutur Hendrajanto. Pengaduan klaim seorang pelanggan melalui LP2K masih dalam penelitian. Kandatel Se- marang akan berusaha membe- rikan jawaban disertai bukti- bukti tertulis tentang penggu- naan pulsa telepon. "Kalau nanti- nya Telkom yang salah, maka a- kan dilakukan restitusi. Tetapi bila pelanggan itu memang be- nar menggunakan pulsa sesuai perhitungan, maka dengan terpaksa PT Telkom akan tetap minta kepada pelanggan untuk membayar," kata Hendrajanto. Pengemudi, Penyebab Kecelakaan Lalin Semarang, Bernas mendingan sopir Batak yang ka- sar, karena yang kasar ini tidak pernah membuat sengsara para penumpangnya". Meninjau peri- Ir Sri Prabandiyani ahli trans- portasi yang staf pengajar pada Fakultas Tehnik Undip menge- mukakan, dari hasil penelitian di Inggris dan Jepang diketahui, penyebab kecelakaan lalu-lintas, 8-90 persen ialah pengemudi. Di Indonesia, selama periode Januari Juni 1991, penyebab kecelakaan lalin di jalan tol tercatat, 57 persen disebabkan oleh pengemudi. laku manusia pemakai jalan, ML Oetomo mensitir kata Prof Su- yunus, guru besar Fakultas Ke- dokteran Erlangga. Sakit, karena ajakan untuk berbuat baik ditolak, sedangkan berbagai larangan malah dilang- gar. Disebutkan, rambu bertulis- kan Dilarang Berjualan Di Sini justru difungsikan untuk pengi- kat tenda jualan. Sementara itu Gubernur Ja- teng, HM Ismail dalam sambut- an tertulis yang dibacakan Wagub I Jateng Drs Soenartedjo mengemukakan, kendala yang menghambat kemajuan KPN di Jateng adalah keanggotaan yang bersifat formal, pegawai negeri. Keanggotaan itu akibat kurang- nya kesadaran sebagian anggota dan calon anggota akan ke- mampuan dan manfaat koperasi untuk meningkatkan kesejahte- raannya. Ismail mengusulkan perlunya penggabungan koperasi yang jumlah anggotanya kecil, kurang dari 500 atau kurang dari 1000 orang. Penggabungan ini bisa dilaksanakan secara instansional atau wilayah kerja. Manfaat penggabungan selain efisiensi biaya operasional, diharapkan mempercepat pemupukan mo- dal sendiri. (yoh) ML Oetomo dan Sri Prabandi- yani lebih menyoroti faktor ma- nusia sebagai penyebab timbul-- nya kecelakaan di jalan raya. Untuk menanggulangi timbul- nya musibah, mereka lebih mengarahkan pada pembinaan manusia sebagai pengemudi. ML Oetomo menyarankan, seleksi dalam pemberian SIM bagi pengemudi hendaknya di- perketat, terutama kondisi calon pengemudi. Apakah mereka se- hat benar, atau dalam kondisi yang tidak normal. (rif/yoh) A 11 Tani Mulyo I Juara Lo SRAGEN Belum lama 1992 telah berlangsung lom paten Sragen. Dengan tuju bergairah dalam meningkat menambah berbagai sarana Kelompok tani Tani Mul charjo keluar sebagai juara Makmur Desa Slogo, Kecan Sido Makmur Desa Karanga ra I mendapat hadiah Rp 12 Rp 75.000 serta masing-ma Sementara juara harapan il Purwosuman, Kecamatan apok Tani "Tani Raharjo De- masing-masing menerima wono.(lex) 4cm Minapadi Masih Lebil SUKOHARJO - Sistem n nanaman padi dengan pen an tetap masih menguntur beberapa kendala. "Namur besar," ujar Ir Sunardi, staf dan Penyakit Tanaman Pan wan, pekan lalu. Kendala yang dihadapai dan padinya dalam hal keam ni tidak ekstra ketat dalam r ikan akan diambil pencuri watan harus disesuaikan de terlalu banyak mendapat hanyut bersama luapan air Minapadi yang berkaita -padi akan lebih mudah ters rena itu petani harus me misalnya rata-rata dua hari Sedangkan keuntungan atau penambahan berat da penebaran bibit ikan 40-50 RE Karya Bimbingan Int SRAGEN - Tim Penilai " Tingkat Nasional, awal Nov ten Sragen dengan cara me si terkait serta melihat keg wilayah Kecamatan Gonda Maksud dan tujuan lomb adalah, untuk melihat seca sifikasi dan mencek kegiat ngan 10 paket teknologi nologi tersebut, merupaka kan serta untuk meningkat Tim dari pusat itu dipim xDrh Suwondo serta para a Jawa Tengah.(lex) 104 Bukan Hanya Dilihat KLATEN- Salah satu k pustakaan dapat dinilai dar tersebut. Namun, mutu su dari jumlah koleksinya. Ag binaannya harus terus me "Oleh karena itu dalam takawan harus memaham lingkup bidang perpustaka Kepala Perpustakaan Unit ketika memberikan ceram se Kabupaten Klaten yang Muhammadiyah 1 Klaten. Salah satu tujuan dari pe dan bahan-bahan pustaka masyarakat yang dilayan kebutuhan mereka tidak d rang menghargai perpustak TELEPON PENTIN RS Dr. Moewardi: 33900; Unit III Brayat Minulya: 46646; RS PKU M 43076, Jl. Nias 2 Solo: 42026, RS 36423,42180; RS Panti Waluyo: 42 Solo: 34510; RS Kasih Ibu: 4442 Satlantas Polres Surakarta: 3351 Kebakaran: 113, 32234; Ganggua an: 33041, 32228 GARUDA-Telepon (0271)-3684 Solo-Jakarta 08.30, 12 Solo-Surabaya 07.15 Solo-Balikpapan Rabu, Jur Solo-Banjarmasin Rabu, Jur SEMPATI AIR-Telepon (0271) - Solo - Jakarta Tiap harl Mulai tanggal 15 Desember 1991 A A ATR HARI INI FA. 13.00-15.1 THE NEW DUK MOUNT D HARI INI ATRIU 13.00-15.0 19.00-2 BERHADIAH! SE KEPAD NURUL ARIFI HENGKY TARNANC SELLY MARCELIN Darto Helm-Basuk Timbul dan Trio Tom Tam STUDIO 1 MAND Ketika Senyummu Hac