Tipe: Koran
Tanggal: 1992-12-29
Halaman: 03
Konten
Bemas/eta kendaraan dari Malioboro. dengan penataan kembali tertib daripada sekarang. luhan Kali bret Wisatawan ya Tertangkap rnas a pelaku penjambret ap wisatawan asing rf berhasil ditangkap Magelang hari Sabtu f diketahui sudah pu- melakukan aksinya di L sumber Bernas di kemarin dijelaskan, terungkapnya gem- pret ini berkat kerja dilakukan Tim Unit Yogyakarta. pemeriksaan sementa- mgaku sudah 19 kali maksi penjambretan visatawan asing. Tu- melakukan penjam- hadap warga Yogya Selain itu pada bulan 1992 ia mengaku mperoleh hasil Rp 7. m melakukan aksinya erganti-ganti teman Tercatat ada 7 orang f, termasuk pelaku tan terhadap mahasis- di Yogya, bernama silowati (22) pendu- uh Gondokusuman a. Pelaku jambretan ernama HWT berhasil Endah di jalan Kusu- n dekat TMP 1/12). akukan penjambretan an dengan HWT, baru dua kali terha- wan asing, di kawas- Otaman dan di Jalan atamso Yogyakarta, ndiri membenarkan Arf, waktu itu ia rai sepeda motor Ifa hitam dan Suzuki Lintas ng adalah Sukimin yoto (28). Keduanya Cilandak, Jakarta melaju dari arah ermaksud membelok barat. Bus yang dari arah selatan de- matan tinggi berusaha kendaraan. Namun, nan licin akibat hu- tap saja melaju dan minibus. ecelakaan ini, penge- Sutimin (39) berala- "atuk RT-1, RW-4, Kriyan, Sidoharjo, ngalami luka-luka. snanto dan Sukimin (hrl) AN STASI CAN AS 46 KHARISMA AVI192 Color Rendition Chart BERNAS AGENDA YOGYA Meningkat Tajam, Korban Kecelakaan Lalu Lintas ANGKUTAN DARAT Kereta Api Yogyakarta-Jakarta KA Bima 1- Jakarta Kota (KHU.Rp 55.000,Eks A Rp 52.000, Eks B Rp 40.000) KA Fajar Utama-Gambir (Eks A Rp 35.000, Eks B Rp 30.500, Bis.Rp 15.000) KA Senja Utama Yogya-Gambir (Eks A Rp 38.000, Eks B Rp 35.500, Bis.Rp 17.000) KA Senja Ekonomi Lempuyangan-Pasar Senen (Klas Ek Rp 7.000) KA Senja Utama Solo-Gambir Rp 19.000) (Bis KA Senja Ekonomi Solo-Tanah Abang (Klas III Rp 7.000) KA Gaya Baru Malam-Pasar Senen (Klas 111 Rp 7.000) KA Ekspres Solo-Pasar Senen (Klas III Rp 6.500) KA Jaya Baya Surabaya (Bis. Ap 15.000) KA Matarmaja Malang (Klas 111 Rp 7.000) Jurusan Yogyakarta-Bandung KA Mutiara Selatan (Eks A Rp 33.000, Eks B Rp 24.000, Bis.Rp 16.000) KA Ekspres Surabaya (Klas III Rp 4.400) KA Senja Mataram (Bis.Rp 14.000) KA Cepat (Bis. Rp 4.000) Jurusan Yogyakarta-Surabaya KA Bima II (Eks A Rp 46.000, Eks B Rp 35.000, Bis.Rp 30.000) - KA Mutiara Mutiara (Eks A Rp 33.000, Eks B Rp 24.000, Bis.Rp 16.000) KA Ekspres Slang Bandung (Bis Rp 11.000, Ek Rp 4.400) KA Cepat Purbaya . (Klas Ek Rp 3.300) KA Gaya Baru Malam (Klas Ek Rp 4.500) Jurusan Yogyakarta-Purwokerto KA Purbaya (Klas Ek Rp 2.700) Denpasar Hongkong Jakarta Manila Medan Pekanbaru Singapore Surabaya Taipei CHINMI SI TANGAN BAJA SG014/SG505 SG014/SQ68 SG014/SG022 SG014/SG624 KANEFN SG015 SG014/SQ02 SG014 SG014/S074 SG014/SG022 SG014/SG514 SG014 SG015 SG014/SQ6 SG014/SQ16 SG014/BR238 SG014/BR236 Hubungi Telepon 66353, 61475, 66315, 65790 Ext - 141 Kantor buka pukul 06.00-21.00 Tiket diambil di agen/diantar. Merpati Nusantara BOY KALI INI AKU TIDAK MAIN- MAIN // GAWAT GAWAT RE Brk 08.35 08.35 08.35 08.35 OPECIA Spele 19.45 08.35 08.35 08.35 08.35 08.35 08.35 19.45 Brk 21.00 08.35 08.35 08.35 08.35 AWAS AWAS 07.00 UAH! PAKAI GOLOK. TENTU MAKIN SERU! 18.00 17.10 19.30 17.30 05.40 05.40 20.25 21.53 23.21 11.12 21.25 MINGGIR SINI, KANG! 08.00 00.40 01.35 13.10 TAXI Centris 2548, 4877 - Indra Kelana 5819, 63910 - ASA 2027, 88018-JAS 73737- Puskoveri 63551, 63555-Rajawati 2976. Buka pintu Rp 800, setiap kilometer kemudian Rp 400. Khusus JAS Taxi, tarif argo berlaku untuk seluruh DIY. ANGKUTAN UDARA 09.47 GARUDA INDONESIA Yogyakarta Jakarta GA 429 (kecuali Sabtu, berangkat 07.55 tiba 08.55) GA 431 (09.00-10.00) GA 433 (12.00-13.00, khusus Sabtu 16.45-17.45) GA 435 (13.00 -14.00) GA 437 (16.00-17.00) GA 441 (khusus Senin, Selasa, Kamis, Sabtu, Minggu 18.45-19.45) GA 439 (khusus Senin, Selasa, Kamis, Minggu 20.10-21.10) ekonomi Rp 116.000 Eksekutif Rp 154.500. 22.32 Yogyakarta Denpasar GA 628 (kecuali Sabtu, berangkat 07.50 tiba 10.10) GA 630 (08.20-10.40) GA 632 (12.00-14.20) GA 634 (kecuali Sabtu 16.00-18.20) GA 636 (12.20-14.40) GA 638 (khusus Senin, Selasa, Kamis, Sabtu, Minggu 20.00-22.20) Jam berangkat WIB, jam tiba Witeng Rp 108.300. Denpasar-Yogyakarta GA 631 (07.15-07.25) GA 633 (11.15-11.25) GA 635 (15.15 -15.25) GA 637 (16.15-16.25) Jam berangkat Witeng, jam tiba WIB Rp 108.900. Sempati Air, Fokker F-100 Dari Yogyakarta Tujuan : Balikpapan Bangkok Batam 14.50 Tiba 05.42 05.00 Tiba 18.05 17.40 02.45 06.30 07.30 06.36 11.50 13.15 22.45 20.30 09.35 19.20 13.35 17.10 13,25 20.25 19.50 19.50 20.20 22.00 17.58 17.58 20.16 21.43 23.06 18.57 04.37 18.00 Dan Yogyakarta (berangkat pukul 07 15) ke Surabaya Rp 57.700; Denpasar Rp 108 300; Bima Rp 232.600; Maumere Rp 288.700; Mataram Rp 150.600; Kupang Rp 307.900: Ujungpandang Rp 240.800; Palu Rp 329 300, Ambon Rp 420.100; Banjarmasin Rp 171.500 Balikpapan Rp 240.800; Samarinda Rp 285.300, Tarakan Rp 285.300; Kendan (Rabu, Sabtu) Rp 309.500; Waingapu (Rabu, Jumat, Minggu) Rp 248.500 Bouraq Indonesia 06.00 Dari Yogyakarta (berangkat 08.50) ke Banjarmasin (12.00) Rp 151.000. Balikpapan (12.30) Rp 214.000. Samarinda (14.30) Rp 254.000. Palangkayara (14.35) Rp 208.000. Palu (15.20) Rp 302.000 Yogyakarta - Bandung (14 15-15.35) Rp 64.000. TELEPON PENTING 06.40 Penolong Bahaya Kebakaran (PBK) 113, 87101-Pemda DIY 62811-Pemda Kodya Yogya 5865 - PMI Yogya 72176 - Ambulance 118-SAR DIY 87559 - Gangguan Telepon 117-Gangguan PLN 2402 - Informasi Turis 3543 - Stasiun Tugu 2870- Garuda Indonesia 5184 - Merpati Nusantara 4272 - Bouraq 62664 - Terminal Bus Umbulharjo 87834-Pertolongan Polisi 110-Polwil Yogya 2487-Polresta Yogya 2511 -Polsekta Gondomanan 2376-Ngampilan 2185-Wirobrajan 2832 - Kraton 87793- Mantrijeron 3167 - Mergangsan 2138 - Umbulharjo 3916- Kotagede 2577 - Gondokusuman-3125- Pakualaman 3178- Danurejan 3709-Gedonglengen 2696- Jetis 3136-Tegalrejo 3877-RSUP Dr. Sardjito 87333-RS Bethesda 65600-RS Panti Rapih 63333-RS PKU Muhammadiyah 2653- RS Sudirman 2683-RS Ludira Husada Tama 3651 dan 2033 (dokter dapat datang ke rumah).- RS Khusus Bedah Patma-sun 72021-RSUD Kodya Yogyakarta 71195-RS Mata Dr. Yap 62054 - RS Syaraf Puri Nirmala Pakualaman 5255 - Klinik 24 jam. 19.15 17.00 05.10 18.15 Wonosarl, Bernas Kasus kecelakaan lalu lintas di Gunungkidul selama tahun 1992 meningkat tajam diban- ding tahun 1991. Jika dalam ta- hun 1991 hanya terdapat 30 ka- sus dengan korban jiwa 22 te- was, 28 luka berat dan 53 luka ringan, tahun 1992 jumlah kasus kecelakaan lalu lintas mencapai 41 kasus dengan korban jiwa 36 tewas, 23 luka berat dan 97 luka ringan. Berdasarkan data yang diper- oleh Bernas di Wonosari, Senin (28/12), peristiwa kecelakaan yang paling banyak minta kor- ban jiwa terjadi pada bulan Juni 1992 dalam kecelakaan Bus Tri Sakti di daerah Sadeng Keca- matan Rongkop. Bus yang di- tumpangi karyawan PD Bank Pasar Yogya ini mengalami ke- celakaan hingga enam penum- pangnya tewas dan 32 penum- pang yang lain cedera. Sementara pada bulan yang lain rata-rata terdapat tiga kasus, sedang untuk bulan Desember 1992 hingga tanggal 28 belum ada peristiwa kecelakaan yang meminta korban jiwa. Peristiwa kecelakaan lalu lintas pada umumnya terjadi ka- rena faktor manusia, terutama karena kurang hati-hati maupun kelengkapan kendaraan yang ti- dak komplit serta kurang nor- mal, sehingga kecelakaan terse- but terjadi. AYO SINI! Beran, Bernas Ketua Kwartir Daerah XII, KGPH Hadikusumo SH menga- takan, saat ini terdapat kecende- rungan adanya kecepatan arus informasi, penanganan segala sesuatu secara demokrasi, serta adanya ketergantungan satu pi- hak dengan pihak lainnya. "Dampak dari kecenderungan tersebut adalah kegiatan yang makin banyak, variatif dan me- narik bagi anak-anak dan pe- muda. Sehingga kita harus terus waspada dan berupaya untuk menggali berbagai inovasi di bi- dang pendidikan kepramukaan. Hal ini di samping tantangan, juga peluang yang akan diha- dapi," katanya. KGPH Hadikusumo mengata- kan hal itu ketika menyampai- kan sambutan pada Musyawa- rah Kwartir Cabang Sleman, Sabtu siang di Gubug Pramuka, Jalan Magelang, Tridadi, Beran, Sleman. Pramuka Diminta Menggali Inovasi di Bidang Pendidikan bijaksanaan pendidikan mau- pun organisasi yang telah dite- tapkan Kwartir Nasional mau- pun Kwartir Daerah, serta infor- masi-informasi kegiatan masa mendatang. Dengan demikian program kerja tersebut tetap da- pat dijalankan dan sesuai de- ngan perkembangan. Dalam kesempatan tersebut, Hadikusumo juga mengingat- kan, Pramuka sebagai organisasi pendidikan merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional, sebagaimana diatur dalam UU No 2 tahun 1989. Sedangkan lokasi kecelakaan lalu lintas, sangat beragam. Te- tapi wilayah Hutan Bunder ke- camatan Patuk, tepatnya di ti- kungan Tleseh, tetap menem- pati urutan tertinggi karena di sini terjadi banyak kasus kecela- kaan. Tidak hanya kendaraan roda dua yang sering jadi kor- ban tikungan tajam ini. Kenda- raan roda empat pun, termasuk bus sudah beberapa kali menja- di korban. Untuk itu menurutnya, UU tersebut perlu tetap dijadikan dasar pertimbangan dalam mempridiksikan arah dana ke- cenderungan perkembangan pendidikan, sehingga Pramuka tetap sejalan dengan sistem pendidikan tersebut. Kepada peserta Muscab, Ha- dikusumo juga mengingatkan dalam menyusun program kerja, hendaknya mengkaji ulang ke- KUNGFU SABETAN MAUT DARI TANGAN ITU DIA MEN BELITKAN BENANG Rambu Kurang Sementara itu dalam kesem- patan terpisah, kepala DLLAJR Gunungkidul FX Parwoto, Kasat Lantas Polres Gunungkidul Lettu (Pol) Martinus Margiyono serta Kepala Pekerjaan Umum Mis- kam BRE mengakui banyaknya kasus kecelakaan lalu lintas dipengaruhi juga oleh kurang- nya rambu lalu lintas yang ter- pasang. Terutama jalan Wono- sari-Yogya serta Wonosari Baron memang perlu ditam- bah," kata Lettu Martinus. DENGAN MEMPERHATI- KAN GERAKAN SEKECIL APA- PUN DARI LOU EN Sedang untuk menekan kece- lakaan, terutama yang terjadi di tikungan "maut" Hutan Tleseh, atas kerja sama Polres Gunung- kidul dan kantor PU Provinsi, kini diatasi dengan memperle- bar tikungan. Karena masalah yang timbul dalam lokasi ini, tikungan kurang lebar sedang kemiringannya cukup tajam. Lebih jauh ia menyatakan, memasuki era globalisasi dewa- sa ini, metode pendidikan cen- derung mengalami pergeseran dari sistem pedagogik (pendi- dikan) ke arah andragogi (peng- ajaran). Kecenderungan ini me- rupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi organisasi kepanduan Pramuka. MOSOK SAYA CUMA MAIN- MAIN, KAMU KOK SUNGGUHAN... Jangan muluk-muluk Sedangkan Bupati Sleman, Drs H Arifin Ilyas yang membu- ka secara resmi Muscab tersebut mengingatkan peserta agar tidak terlalu muluk-muluk dalam me- nyusun program kalau pada gi- lirannya tidak dapat dilaksana- kan. "Buatlah program kerja yang dapat dilaksanakan dan mem- punyai dampak positif untuk perkembangan Pramuka di Sle- man. Jangan muluk-muluk, atau terlalu ideal, yang pada akhir- nya hanya program 'awang- awang' tidak terlaksana," kata- nya. Menurut Arifin, yang lebih penting adalah program kerja yang mengarah pada giatnya or- ganisasi di tingkat ranting, seba- gai organisasi ujung tombak. Kegiatan ini menurut Ketua Panitia, Sunaryo BA sebenarnya sudah harus dilakukan dua bu- lan lalu. (bs) BENDE MATARAM CERITERA: HERMAN PRATIKTO SENANTIASA BERADA GAMBAR: HASMI AWAS!! CLAR AKU TAK BOLEH TERBELIT BENANG DI DEPAN LOU EN! Cara menekan jumlah kecela- kaan di Tleseh dengan cara memperlebar tikungan, menurut Miskam belum sepenuhnya me- mecahkan masalah. "Yang ter- baik harus dibuat jalan dan ja- lur. Tetapi tentu saja dananya lebih banyak," ujarnya. Bila saat ini baru sampai pada tahap pe- lebaran, Miskam menilai sudah cukup lumayan dan diharapkan usaha ini mampu menekan jumlah korban jiwa. Sementara Kasat Lantas Pol- res Gunungkidul Martinus Mar- giyono mengakui, pengemudi di wilayah ini memang dituntut ekstra hati-hati. "Kalau kurang. hati-hati dan tidak hafal jalan, pengemudi pasti akan terjebak dan mobil bisa oleng. Apalagi bila ada kendaraan dari arah berlawanan, kemungkinan be- sar akan terjadi kecelakaan," katanya. BUANIGURRRR! Beberapa sumber Bernas ini juga sepakat untuk menambah jumlah rambu lalu lintas. Bah- kan pada daerah rawan kecela- kaan, seharusnya dipasang lam- pu kedip. Sementara beberapa simpang empat di kota Wonosa- ri, menurut rencana juga akan ditambah lampu pengatur lalu lintas. Terutama simpang em- pat Baleharjo, dalam waktu de- kat ini akan segera dipasang lampu baru, menyusul tempat yang lain," kata Kepala DLLAJR, FX Parwoto. (ryo) Lahan Pertanian Terancam Luapan Air Laut Selatan Bantul, Bernas Lahan pertanian seluas 80 hektar lebih yang berada di wilayah bagian timur Kecama tan Sanden, Bantul kini tengah teramcam luapan air laut selatan yang menghubungkan antara pantai Parangtritis dan pantai Samas. "Untuk itu saya menyarankan khususnya pada petani yang memiliki lahan pertanian di sekitar pantai Parangtritis dan Samas mulai sekarang perlu meningkatkan diri untuk mela- kukan pengontrolan di wilayah- nya masing-masing," kata Da ndang. Diduga Mencuri, 2 Oknum Sekwilcam Sanden, Bantul, Dandang mengung- kapkan hal itu kepada Bernas hal itu kepada Bernas Mahasiswa Ditangkap Polisi saat berada di Bantul, Senin. Ia juga mengatakan, bahwa lahan pertanian yang berada di sekitar kawasan ke- dua pantai tersebut perlu sece- patnya diwaspadai. Sebab hulu sungai (suwangan) air laut sela- tan itu semakin mengganas. Selain itu, sungai yang letak- nya hanya sekitar 500 meter dari rumah-rumah penduduk di pantai Samas itu tidak hanya mengancam para petani, namun juga keselamatan bagi pendu- duk di sekitarnya. "Oleh sebab itu penduduk setempat perlu melakukan perondaan secara bergantian," katanya. Kepala Dinas Pertanian Ban- tul, Ir Sukardjo kepada Bernas di ruang kerjanya, kemarin ketika dimintai konfirmasi sehu- bungan dengan itu juga mem- benarkan. (Jok) Penerbit PT Elex Media Komputindo 20 Tersangka Mengaku Khilaf Menyambut Tahun Baru HONUMEN PERS NASIONAL KARTA Wonosari, Bernas Tersangka pembunuh adik ipar, Mgs (57) mengakui kesa- lahannya dan menyesali semua perbuatannya. "Saya memang salah. Saya khilaf," kata tersang- ka kepada Bernas di Polres Gu- nungkidul, Senin (28/12). Mgs yang membunuh adik iparnya, Yoto Suwito alias Tugi- yo (45) gara-gara bertikai soal pohon pisang, beberapa hari se- belumnya nampak tegar dan ti- dak merasa salah atas peristiwa yang terjadi. Namun seusai pe- meriksaan Senin siang kemarin, ia tampak lesu dan dengan ma- ta berkaca-kaca menyesali per- buatannya. Beran, Bernas Dua oknum mahasiswa dari perguruan swasta yang ada di Yogyakarta, hari Sabtu (26/12) malam dan Minggu (27/12) pe- tang lalu ditangkap tim reserse Polsek Depok, Sleman. H (21) pemuda asal Sumatera Selatan dan T (23) warga Wonosari yang ditangkap petugas, diduga melakukan aksi pencurian elek- tronik di Perumahan Bumi Ma- taram Sejahtera (MBS) dan ru- mah penduduk di Jalan Pelem Kecut, Condong Catur, Depok, Sleman. tahun baru tidak akan afdol tan- pa kehadiran terompet. Pada umumnya masyarakat berang- gapan, tahun baru kurang pas jika belum dimeriahkan dengan acara tiup terompet. Momen seperti itulah yang banyak dinantikan para peda- gang terompet. Tak mengheran- kan bila penjual terompet ber- munculan di mana-mana meski tahun baru masih beberapa hari lagi. Menurut sumber Bernas di Polres Sleman, H tertangkap tim reserse Polsek Depok sehabis melakukan pencurian onderdil sepeda motor di rumah pendu- duk yang ada di Jalan Pelem Kecut. Penangkapan tersangka terse- but, berkat adanya laporan korban, salah seorang warga Jalan Pelem Kecut yang menga- takan kehilangan onderdil sepe- da motor. Dalam penginterogasian ke- marin, H mengaku telah mela- kukan berbagai aksi pencurian Sementara Sugiyat dalam la- porannya menyatakan, secara garis besar, prestasi Bantul da- lam bidang pertanian di lingkup DIY, tidak mengecewakan. Ter- bukti selama lima tahun ber- DASAR ANAK-ANAK - Dunia anak-anak kata orang adalah dunia khayal. Kursi dan bangku sering dijadikan mainan seolah mobil sedan. Maka ketika anak-anak desa Prambanan Sleman ini Sabtu (26/12) menemukan alat berat berupa derek yang sedang "diparkir" turut-turut produktivitas padi karena pengemudinya tengah istirahat makan siang, mereka menyerbu naik. Empat orang masuk ke kabin kemudi, tiga lainnya cukup rata-rata menghasilkan 55,08 senang berada di luar. Maka beraksilah mereka, seolah benar-benar tengah mengoperasikan kendaraan berat itu. kuintal per hektar. (saf/jok) Bernas/dys masalah pohon pisang yang menjadi awal petaka, bisa dise- lesaikan secara kekeluargaan. Namun diakui, setelah men- ggertak korban dengan acungan senjata golok dan tetap tidak dihiraukan, maka tersangka me- ngaku tak mampu mengendali- kan emosinya. "Saat itu saya benar-benar jengkel," kata ter- sangka sambil tertunduk lesu. Menurut tersangka, setelah melihat korban sudah ambruk dengan bersimbah darah, ia mu- lai sadar telah berbuat kesalah- an yang sangat fatal. "Maka saya langsung melaporkan kejadian itu kepada kepala desa, karena saya memang salah," tambah- nya. Ia mengaku, sebenarnya ti- dak ada niat untuk menghabisi Karena penyesalannya yang nyawa korban yang masih adik amat dalam, selama beberapa iparnya. Sedang senjata golok hari berada di tahanan, tersang- yang dibawa dari rumah hanya ka mengaku tidak bisa tidur, untuk menggertak korban agar (ryo) Saat ini, kata. Suwarni, me- mang sudah banyak pembeli te- rompet. Namun jumlahnya ma- sih lebih sedikit dibanding ma- lam tahun baru nanti. "Setiap hari hanya laku 100. buah. Itu saja masih harus men- jajakan keliling keluar masuk kampung," jelas Suyahmo (52), pedagang terompet asal Bulu- kerto, Wonogiri, yang setiap ha- rinya berjualan mainan anak- anak. Para pedagang terompet ini, saat ditemui Bernas secara ter- pisah mengaku, usaha berda- gang terompet hanya merupa- kan selingan saja. Pada umum- nya mereka memiliki pekerjaan tetap, seperti berdagang mainan anak-anak maupun berjualan makanan di pasar. "Saya jual terompet hanya mulai tanggal 20 Desember lalu pir dapat dipastikan jualan kami sampai 1 Januari 1993 nanti. Ka- laku keras dan bisa untung ba- rena sehari-hari kami membuat nyak," aku Supaardi (28) peda- tahu di rumah untuk dijual pa- gang terompet asal Nggawong- sar," ungkap Ny Suwarni (32) an, Sinduadi, Sleman yang pe- pedagang terompet asal Kricak, kerjaan sehari-harinya berjualan Sinduadi, Sleman yang mangkal mainan anak-anak. di depan Hotel Ambarrukmo. "Pas malam tahun baru, ham- Persis pada malam tahun ba- ru itulah para pedagang terom- pet dapat mengeruk keuntung- an besar. Karena hanya dalam satu malam, satu pikul dagang- an yang berisi sekitar 500 te- rompet bisa habis. (pakaian, kipas angin, tape) di wilayah Pelem Kecut. Korban- nya mayoritas para mahasiswa. Semua hasil jarahannya, diakui sudah di jual di wilayah Solo. T dalam penginterogasian ke- marin, mengaku mencuri ba- rang elektronik di kompleks Perumahan Bumi Mataram Se- jahtera lima kali. Semua hasil jarahannya diakui telah dijual kepada pedagang elektronika di Jalan Mataram. Namun ia mengakui, hal itu tidak bisa dipastikan. Karena kalau malam yang sudah dinan- tikan datang dan tiba-tiba hujan, Sementara itu, rumah Dr Magdalena Simanjuntak (32) di Purwosari, Sinduadi, Mlati, Sle- man Minggu (27/12) lalu sekitar pukul 16.00 WIB dimasuki pen- curi. Akibatnya korban kehi- langan beberapa perhiasan dan batu permata, kerugian ditaksir mencapi Rp 45 juta. Sumber Bernas mengatakan, aksi pencurian tersebut terjadi, sewaktu rumah Dr Magdalena ditinggal pergi dan kuncinya dititipkan kepada saudaranya, Salomo P Simanjuntak (22). Ke- tika Salomo pergi ke gereja, pencuri menjarah barang-barang perhiasan yang ada di rumah tersebut. (pur) Ibu rumah tangga ini, menga- ku semua anggota keluarganya berjualan terompet. Suaminya, 530 Suyatmin berjualan, berkeliling. pembelinya juga sedikit. Beran, Bernas Kapolres Sleman Letkol Pol Drs I Nengah Nadha menegas- kan, penyelenggaraan paket hi- buran untuk menyambut malam tahun baru 1993 di hotel wila- yah Kabupaten Sleman tidak memerlukan izin kepolisian. "Penyelenggaraan paket hi- buran bagi hotel sudah meru- pakan kegiatan rutin untuk menjamu tamunya. Karena itu, penyelenggaraan hiburan da- lam menyambut tahun baru di hotel tidak perlu memakai izin," jelas Kapolres Sleman Letkol Pol I Nengah Nadha menjawab per- tanyaan Bernas di ruang kerja- nya, pekan lalu. Meski demikian polisi tetap mewaspadai kemungkinan terja- dinya hal-hal yang tak dingin- SELASA PAHING, 29 DESEMBER 1992.3 PEDAGANG musiman ini, ternyata mayoritas dari Buluker- to, Wonogiri. Kalau tob warga Yogyakarta ada, jumlahnya ha- nya sedikit. Bantul, Bernas Pantai Parangtritis beberapa hari terakhir ini terus mengan- cam keselamatan pengunjung- nya. Setelah menewaskan dua remaja asal Salatiga dan Jakarta, Sabtu lalu (Bernas 28/12), om- bak Parangtritis kembali meng- ganas. Senin kemarin seorang turis asing asal Swedia nyaris menjadi korban ketiga keganas- an Laut Selatan di penghujung tahun ini. "Mulai tanggal 20 Desember warga Bulukerto sudah meran- tau, ke Jakarta, Semarang, Yog- yakarta dan Surabaya. Mereka secara perorangan maupun rombongan sudah keluar rumah untuk berdagang terompet," tambah Suyahmo yang meng- aku kedua anaknya saat ini ber- jualan terompet di Jakarta dan Surabaya. Pada umumnya, pedagang asal Bulukerto yang datang ke Yogya, sebagian sudah memba- wa terompet jadi dan lainnya membawa bahan baku yang masih berupa kertas. Marta Turner (58) wanita yang beralamatkan di Rosen- dahls V 46 S-37194 Sweden, terseret ombak saat menikmati hangatnya air laut bersama ke- luarganya, Senin kemarin sekitar pukul 12.00. Saat bersantai itu- lah mendadak tubuh Marta ter- gulung ombak. Setelah anggota tim SAR Pantai berjuang me- nyelamatkan korban selama 15 menit, tubuh yang terseret air ke tengah laut sejauh sekitar 100 meter dari bibir pantai, akhirnya bisa ditarik kembali ke darat. Tentang masalah tempat pe- nginapan, pada umumnya me- reka tidak memikirkan. Karena mereka sering memanfaatkan pasar-pasar maupun terminal untuk bermalam sambil mem- buat terompet. Dalam keadaan tak sadarkan diri, korban yang gagal diberi Cara Penanggulangan Banjir yang Mantap Belum Ditemukan Tim SAR Pantai Parangtritis Selamatkan Wanita Swedia Bantul, Bernas Kendala yang sangat dirasa- kan oleh Pemda Bantul dalam melaksanakan otonomi daerah selama ini, adalah belum dite- mukannya cara yang mantap untuk menanggulangi bencana banjir. Selain itu, dalam sektor pertumbuhan ekonomi pedesa- an, makin menyempitnya lahan pertanian yang sangat erat kait- annya dengan pendapatan per- kapita masyarakat juga merupa- kan persoalan tersendiri. Ia mengimbau seluruh lapis- an masyarakat agar mencipta- kan iklim yang baik dalam me- nyambut malam tahun baru 1993. Bagi generasi muda diim- bau tidak perlu kebutan-kebut- an di jalan raya dan menjauhi minuman keras. Karena hal itu dinilai akan menimbulkan keri- butan. Diakuinya, hingga kini belum Hal ini dikatakan Assekwilda II Bantul, Tohayadi, BA dan Ka- bag Pemerintahan Pemda Ban- tul, Drs Sugiyat Syam Sudjono dalam penjelasannya di depan Tim Pembina/Evaluasi Otonomi Daerah Provinsi DIY di Pendo- po Parasamya Bantul, Kamis (24/12). Terompet Tahun Baru Buatan Bulukerto PESTA terompet sudah men- Sedang dua anak laki-laki berju- jadi bagian tak terpisahkan dari alan terompet di Jakarta dan Su- penyambutan pergantian tahun. rabaya. Pekerjaan musiman itu, Seperti sebuah tradisi, malam diakui Suwarni telah digeluti bersama suami mulai tahun 1985 lalu. Tohayadi mengharapkan, ke- rawanan dan kendala pada pe- laksanaan pemerintahan dan pembangunan fisik dari benca- na banjir, seharusnya mendapat perhatian dari dinas teknis ting- kat I. Tentang menyempitnya lahan di Bantul yang sangat berpenga- ruh dalam meningkatkan per- tumbuhan ekonomi di pedesa- ap, Tohayadi mengatakan, hal ini belum dapat ditunjang sepe- nuhnya dari hasil rekayasa tek- nologi dan rekayasa sosial eko- nomi, walau bimbingan dari pemda tingkat II, sudah banyak diupayakan. Usaha itu antara lain pe-nanaman sawah dengan sistem "sabuk merah", ketepatan Kredit Usaha Tani (KUT) serta budidaya padat modal yang disalah-manfaatkan. Paket Hiburan di Hotel Tak Perlu Izin kan di di hotel pada malam ta- hun baru 1993, misalnya per- buatan yang menjurus pada ke- ributan. "Kami akan memantau penyambutan malam tahun ba- ru di hotel wilayah Sleman," ujarnya sambil menambahkan hotel-hotel di Sleman yang menyenggarakan paket hiburan tahun baru akan dipantau seca- ra intensif. ada larangan orang menenggak minuman keras. Namun bukan berarti polisi mensahkan orang menikmati minuman keras. Apalagi sampai mabuk dan tu- run di jalan raya, yang jelas akan mengganggu kepentingan umum. Untuk ini, Polres Sleman akan mengadakan operasi mi- numan keras khususnya terha- dap generasi muda yang me- nenggak sampai mabuk dan mengganggu kepentingan Khusus di perkampungan Kricak, para pedagang biasanya menyewa sebuah rumah untuk nafas pertolongan, segera dilari- kan ke Puskesmas Kretek, Ban- tul. Sampai di tempat perawatan ini, Marta Turner bisa siuman, dan setelah menghabiskan sete- ngah botol cairan infus, korban minta pulang ke Sahid Garden Hotel, tempatnya menginap. "Korban pulang atas permin- taan sendiri karena korban se- keluarga mengaku membawa dokter pribadi," tutur Suratmi, perawat jaga di Puskesmas Kre- tek kepada Bernas yang mene- muinya di kantornya. Sedang ketua tim SAR Pantai, Sugiyono HR menjelaskan, kor- ban bersama empat orang yang semuanya warga negara Swedia, mandi di hulu Sungai Porangan, Parangendog. Karena tempat tersebut dike- nal daerah yang berbahaya, ma- ka tim SAR Pantai menempat- kan anggotanya untuk berjaga- jaga. Sebelum tergulung ombak, korban sebenarnya sudah diper- ingatkan petugas. Hanya saja, rombongan itu tidak mengin- dahkan peringatan petugas. (saf) "Malam tahun baru 1992 se- Di wilayah Yogyakarta ini, digunakan bersama-sama. Di perti dulu, kami boleh dikata- ada empat tempat yang diguna- wilayah ini kurang lebih ada kan bangrut. Karena hujan se- kan para pedagang terompet lima rumah yang di sewa para malaman, pembeli sedikit. Tapi untuk bermalam yakni Pasar pedagang terompet. kami terus berusaha menjajakan Terban, Pasar Kranggan, Jalan sampai habis," kata Suwiryo Malioboro sebelah selatan Ke- (56), pedagang terompet asal patihan dan Kampung Kricak. Bulukerto, Wonokerto yang Di empat tempat, setiap malam mangkal di Pasar Kranggan. mulai pukul 20.00 sampai de- ngan 06.00 dapat kita jumpai para pedagang terompet. *** umum. Lebih jauh ia menjelaskan, dalam menyambut tahun baru 1993 ada tiga sasaran pokok yang perlu diamankan oleh pi- hak kepolisian. Yakni jalan raya, tempat wisata dan tempat-tem- pat hiburan. (had) Para pedagang terompet yang berasal dari Bulukerto mengaku, bahan dasar kertas diperoleh di Solo (Pasar Nusuk- an, Gendikan dan Gading). Se- dang pedagang terompet asal Kricak dan Nggawongan, mem- peroleh bahan dasar kertas dari Pasar Beringharjo. (pur) Barnas dys MUSIMAN-Pedagang terompet yang banyak ditemui di kota, sebagian besar berasal dari Wonogiri. Mereka meninggalkan keluarga untuk menjadi pedagang musiman 2cm 4cm
