Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Bernas
Tipe: Koran
Tanggal: 1992-12-29
Halaman: 06

Konten


2cm Color Rendition Chart 6.SELASA PAHING, 29 DESEMBER 1992 PASUGATAN 05.30: Kuliah Subuh 06.00 Sela- mat Pagi Indo- nesia 07.00: Berita Pagi (TVRI Pusat) 07.30: Taman Balita. 08.00 Pendidikan SLTP 08.30: Pendidikan SLTA 09.00 Wanita Indonesia 09.30 Film Oshin 10.00 Film Komedi Si Kabayan 10.30 Layar Unggulan Jangan Ambil Nyawaku 12.30 Pendidikan SLTP (Siaran Ula- FARH 14.30: Film Seri Defen- der of the Earth 15.00: Flora dan Fauna 15.30 Kaleidoskop Musik 16.30: Berita Daerah 17.00: Berita Nusantara 17.30 Pelajaran Bahasa Inggris 17.58 Azan Maghrib 18.01 Pelangi 18.15 Film Growing Up 18.30: Sendratari Hantu 14.00 Film The Adventures of He Man 14.30 Film Spiral Zone 15.00 Film The Flash 16.00 Film Tequila & Bonetti 17.00 Film Batman 17.30: Gado-gado 18.00 Kaleidoskop Nasional ngan) 13.00 Pendidikan SLTA (Siaran Ula- ngan) 16.00 Dunia Anak Pentas Cilik Lagu Anak-anak 16.30 Film Animated Classic 17.00 Film Search for the Adventu- rer 17.30: Serbaneka 18.00 Lazuardi Imani 18.30 Film Keluarga The Royal Report Monaco 19.00: Berita Nasional (TVRI Pusat) 19.30 Film The Red Signal 20.30: Lawak Mbok Duit 12.00 Film Si 18.30: Seputar Indonesia Buta dari Goa Kasih dalam Kelahiran Oleh PLT Bagong Kussudiar- dja 19.00: Berita Nasional 19.30 Siaran Pedesaan. 20.00: Sinetron Yang Datang untuk yang Malang 21.00 Dunia dalam Berita 21.30 Sepekan Sinetron Akhir Ta- hun Mama Tetap Ibu Pemain: Titiek Sandhora, Muchsin Alatas SERI MASS DEMAN Sumbang 5 23.00 Berita Terakhir 23.10: Kreasi dan Nada Kedua anak laki-laki Ki Ker- tatenaya itu saling berpandang- an sejenak. Namun kemudian yang tertua di antara mereka- pun menjawab, "Aku tidak ingin sekadar basa-basi, Ki Jagabaya. 19.00 Berita Nasional (TVRI Pusat) 19.30 Film America's Funniest Home Video 20.00 Film Seri 21.00 Dunia dalam Berita 21.30 Informasi RCTI 21.35: Sajian Khusus Film Honor Betrayed Dongeng Keluarga Pegawai Negeri yang Ideal PASANGAN Heru (Muchsin Alatas) dan Ny Sepekan Sinetron Heru (Titiek Sandhora) merupakan keluarga Akhir Tahun, pegawai negeri yang baik-baik. Bahkan ideal. Mama Tetap Ibu, Sebagai pimpinan di kantornya Heru rajin ber- TVRI Pusat dialog dengan para karyawannya, termasuk Jakarta, Selasa 29 memberikan nasihat dengan pendekatan per- Desember, Pukul sonal bagi anak buahnya yang serong, karena 21.30 WIB melanggar PP 10 bagi pegawai negeri. Tetapi ia pun membiarkan anaknya dicekal aparat kepolisian agar belajar bertanggungjawab. Begitu juga Ny Heru. Selain giat berorganisasi wanita itu juga tetap menjalankan peranan domestiknya dalam keluarga secara baik. Bahkan peran ganda itu dijalaninya secara seimbang se- hingga ia muncul sebagai sosok ideal yang mungkin lebih banyak berada di alam impian. () LESEHAN 23.35 Buletin malam 00.05 Film Cheers 00.35: Film Another World 01.35 Berita Terakhir (TVRI Pusat) Ully Artha "Berutang" ke LP Wanita Tangerang ARTIS film Ully Artha, yang melejit lewat Kejarlah Daku Kau Kutangkap, punya janji kepada warga LP Wanita Tangerang. "Saya punya janji, ya, Bu? Pasti saya akan datang ke sini lagi. Tapi kapan, saya tidak bisa me- nentukan," kata Ully Artha kepa- da Dra Susy Marlina, kepala LP tersebut, sambil berpamitan untuk pulang bersama dua artis lainnya, Meriam Bellina dan Ria Angelina, Rabu (23/12) siang lalu. "Iya, kapan-kapan saja, kami tunggu," Ully Artha jawab yang diajak bicara. Janji itu diikrarkan Ully di hadapan napi wanita di aula kompleks LP. Ketika akan menyanyikan sebuah lagu, medadak mike nya rewel dan tidak mau diajak kompromi sehingga penampilan tiga artis tersebut terganggu. Alat itu malah mengelu- arkan suara brisik. Ully yang mendapat jatah naik pentas berteriak tanpa bantuan alat pengeras suara itu. "Rupanya mikrofon ini sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Untuk itu, saya berjanji akan datang kemari lagi dengan membawa mike yang baru," katanya. Pengurus dan penghuni LP pun menyambut dengan gembira, lalu bertepuk tangan. "Itu niat spontan. Saya terharu, melihat antusiasme penghuni LP terhadap kedatangan kami," kata Ully, yang sampai kini masih betah lajang ini, di tengah perjalanan pulang ke Jakarta. (agy) Fuad Hassan, Universitas Fiktif dan Gelar Palsu BELAKANGAN dunia pen- didikan tinggi di Indonesia dilanda isu santer tentang universitas fiktif, yang juga menghasilkan alumni dengan gelar fiktif. Sektor yang satu ini, tentu saja, bikin pening banyak orang, termasuk Men- dikbud Fuad Hassan. "Belum lagi dengan semakin banyak- nya gelar tiban yang diberikan beberapa perguruan tinggi dari luar negeri yang tidak tentu ujung pangkalnya. Jika begini, gelar tiban tersebut betul-betul ketibantiban," keluh Mendikbud Fuad Has- san dalam jumpa pers tahunan di Aula Depdikbud Jakarta, Kamis (24/12). akm Fuad Hassan Menurut Mendikbud, seka- rang ini muncul kecenderungan dalam masyarakat bahwa banyaknya gelar akademis menaikkan status dan praestise sosial. Dan kecenderungan ini berakibat buruk, karena masyarakat dalam mencari gelar tidak sesuai lagi dengan prosedur. "Untuk itu muncul universitas palsu, gelar palsu, rektor palsu, dan semua gelar yang serba palsu. Bahkan tak jarang ada yang mau beli gelar dari mulai gelar dalam negeri sampai gelar dari luar negeri yang tidak tentu kredibilitasnya. Ini kan nanamya gelar rombongan," tandas Fuad, disambut tawa wartawan dan pejabat jajaran Depdikbud lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut Fuad menegaskan, dengan dibentuknya Badan Akreditasi Nasional (BAN) nanti masalah gelar, dan universitas palsu sedikitnya bisa diatasi. Diibaratkan, BAN adalah detektif bagi pelacakan gelar palsu, pengawasan terhadap PTS dan berbagai pengakuan gelar dari luar negeri. (wsh) S.H.MINTARDJA: Sebenarnyalah keadaan keluar- ga kami sedang kalut. Ayah se- dang sakit, sementara ibu tiri kami selalu bertingkah. Rasa-ra- sanya rumah ini telah berubah menjadi neraka." dkm Ki Jagabaya mengerutkan ke- ningnya. Namun ia pun kemu- dian bertanya, "Bagaimana de- ngan adik perempuanmu?" "Kasihan Ratni. Pada saatnya ia menginjak usia dewasa, kea- daan keluarga kami menjadi be- rantakan seperti ini." "Aku memang mendengar bahwa keluarga Ki Kertatenaya agak terguncang." BERNAS Aneka "Dolanan" Bocah Didokumentasikan Dengan videoklip itu, lanjut- nya, sebagai production house yang mencoba memilih ruang bidik khusus pada warisan seni budaya tradisi, PT GSMN men- coba menampilkan warna-war- na khas dari seni tradisional mi- lik bangsa sendiri, sebagai akar tradisi yang dapat menunjang eksistensi kebudayaan kita. yang tidak jujur mengikuti atur- an permainan, pasti disingkir- kan kawan-kawannya," ujar Koes Moertijah alias Gusti Moer yang oleh kalangan kerabat biasa dipanggil Mbak Moeng itu. Solo, Bernas Aneka permainan atau dolan- an tradisional anak-anak yang dulu biasa dimainkan lepas pe- tang, utamanya pada malam bu- lan pumama dan dan kini nya- ris punah, didokumentasikan dalam bentuk videoklip, oleh PT Global Sarana Media Nusan- tara (PT GSMN), Jakarta, beker- jasama dengan Pawiyatan Bu- dhaya Jawi Keraton Surakarta. Videoklip berisi tak kurang dari delapan jenis dolanan anak- anak itu, rencananya dijadual- kan mengisi paket Kosa Budaya Televisi Pendidikan Indonesia (TPI). Menurut pimpinan Pawiyatan Budhaya Jawi Keraton Surakar- ta, GRAj Koes Moertijah, dan su- tradara dari PT GSMN, Abdul Kadir, yang dihubungi terpisah, upaya pendokumentasian dan penayangan permainan tradisio- nal anak-anak itu memang me- mbawa misi pelestarian. Sekali- gus merupakan sodoran penye- imbang terhadap ekses negatif dari kultur asing yang makin tak terbendung, pada era komuni- kasi global sekarang ini. "Yang jelas, kami bermaksud menyodorkan satu bentuk apre- asisai. Di samping mendoku- mentasikan seni budaya dalam arti luas. Baik dalam corak tradi- si permainan, maupun ornamen arsitektur keraton sendiri seba- gai latar pengambilan gambar," tutur Abdul Kadir di sela syuting di kompleks Istana Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Senin. Drs Gatut Murniatmo, staf Ba- lai Kajian Sejarah dan Nilai Tra- disional Yogyakarta mengemu- kakan hal itu dalam seminar ke- budayaan yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Budaya Lemba- ga Penelitian dan Pengembang- an Pendidikan IKIP N Yogya- karta, di Aula FPTK, IKIP N Yo- gyakarta, Senin. Selain Gatut, tampil sebagai pembicara adalah Drs G Moed- janto MA dari IKIP Sanata Dhar- ma, dan Drs Asia Padmopuspito dari IKIP N Yogyakarta. Dengan makalahnya yang berjudul Upaya Memahami Konsep-Konsep Budaya Melalui Pesan Nilai-Nilai Tradisional, Gatut menyatakan, pesan ten- tang nilai-nilai tradisional dalam masyarakat Jawa biasa disam- paikan secara tidak terus terang. Pesan dikemas dalam bahasa atau cara-cara semu yang lebih mengutamakan 'rasa' yang diha- rapkan tidak menyinggung pe- rasaan lawan bicara. Sarana untuk melakukan si- nggungan 'rasa' tersebut adalah paribasan atau ungkapan-ung- kapan. Ungkapan-ungkapan Yogya, Bernas Merayakan detik-detik per- gantian tahun 1992-1993 yang tinggal tiga hari lagi, Bamboo Resto & Musik di Jalan Veteran, Yogyakarta, menyiapkan satu paket berisi beragam lomba yang pesertanya diambil dari se- luruh pengunjung. Paket ini di- beri nama Old & New in Bam- boo. Menurut Ketua Panitia Elvi Wijayawati, paket itu antara lain berisi lomba bibir indah, karao- ke berpasangan, minum bir San Miguel, lomba paser serta pemi- lihan King & Queen. Seluruh lomba tanpa dipungut biaya pendaftaran kecuali lomba pa- ser. "Dari hasil dari uang pendaf- taran lomba paser sebesar Rp 5.000 bagi tiap peserta panitia bermaksud untuk menyum- bangkan hasil tersebut ke panti asuhan," ujar Elvi Wijayawati, di kantornya, Senin petang. Dijelaskan, seluruh rangkaian acara dipusatkan di ball restau- rant tersebut dengan tiket rata- rata Rp 25.000. Dan hanya pe- ngunjung yang mengisi kursi di wilayah itu dikutip tiket. Di luar areal itu, tidak dipungut biaya ekstra. "Harga tersebut sudah terma- suk makan malam serta mengi- kuti lomba dengan peluang mendapatkan hadiah bernilai jutaan," kata Elvi. (gea) mang apa yang terjadi di dalam lingkungan keluarga kami." "Aku memang sibuk, Ngger. Tetapi kesibukanku sebagian terbesar juga melayani penghu- ni kademangan ini jika mereka mengalami kesulitan. Kesulitan apa pun juga. Terutama jika hal itu akan dapat menyangkut ba- nyak orang." Medium pendidikan Sementara itu, menurut GRAj Koes Moertijah, permainan anak-anak tradisional seperti ja- muran, oglak-aglik, lepetan, so- "Persoalan kami tidak akan menyangkut orang lain, Ki Jaga- baya. Persoalannya adalah per- soalan keluarga. Benar-benar hanya persoalan kami seisi ru- mah ini saja." Ki Jagabaya mengangguk- angguk. Katanya, "Meskipun de- mikian, Ngger. Seandainya aku dapat mengurai persoalan- nya, aku akan dengan senang hati membantunya." "Tentu paman Partaikrama yang menyampaikannya kepada Ki Jagabaya dan Mas Demang. Sebenarnya kami tidak ingin mengganggu Ki Jagabaya yang sudah sangat sibuk itu dengan "Ki Jagabaya. Kami mengu- persoalan-persoalan keluarga capkan terima kasih atas kesedi- kami yang seharusnya dapat ka- aan Ki Jagabaya membantu ka- mi selesaikan sendiri. Tetapi di mi meskipun Ki Jagabaya se- luar pengetahuan kami, paman dang sibuk. Tetapi kami akan Partaikrama telah memberikan laporan kepada Ki Jagabaya dan barangkali juga kepada Mas De- berusaha menyelesaikan masa- lah kami sendiri. Masalah kelu- arga yang tidak akan mempu- Sebuah adegan syuting paket "dolanan". Pelestarian Nilai Tradisi, Lewat Lambang-lambang Gebyar Musik" Jadics Ford Coppola yang populer Bram Stoker's Dracula disu- tradarai sineas kenamaan Fran- Yogya, Bernas Suguhan Alternatif Nilai-nilai tradisional sebagai salah satu warisan kekayaan bu- daya bangsa perlu dilestarikan kepada generasi penerus dalam bentuk pesan-pesan yang dapat disampaikan melalui simbol- simbol atau lambang-lambang. Menghapuskan nilai-nilai terse- but sama saja dengan membu- nuh secara perlahan kebudaya- an bangsa. berisi wejangan, tuladha dan petuah yang memberikan bekal moral tentang laku hidup dalam masyarakat kepada individu-in- dividu anggota masyarakat. Ungkapan-ungkapan secara lisan, tambahnya, memberikan gambaran tentang budaya orang Jawa. Budaya Jawa yang dilu- kiskan dalam bentuk ungkapan- ungkapan itu mengandung un- sur-unsur nilai-nilai tradisional yang diberlakukan sebagai pe- doman, yang memberi arah tingkah laku dan perbuatan in- dividu-individu anggota masya- rakat. Warisan budaya Sementara itu, Drs Asia Pad- mopuspito, dalam makalah ber- judul Upaya Memahami Kon- sep-konsep Budaya Melalui Pe- san Sastra mengatakan, untuk mengkaji refleksi pesan di da- lam karya sastra, termasuk di dalamnya karya sastra Jawa, di- perlukan pendekatan sosiologi sastra. Digelar, "Old and New in Bamboo Sumbang Korban Bencana di Flores, Diproduksi Album "Ikhlas Kami" Menurut staf pengajar Fakul- tas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) IKIP N Yogyakarta itu, refleksi pesan tersebut dapat bersifat lugas dan dapat pula bersifat simbolik. "Refleksi lugas mudah dicari realitasnya di da- lam masyarakat sumber cipta sastra pujangga," katanya. Sedangkan refleksi simbolik harus disingkap dan digali mak- na hakikinya oleh pengkaji atau peneliti sastra. Dengan demiki- an yang dikaji bukan hanya makna yang tersurat saja yakni Jakarta, Bernas Para artis, produser rekaman dan musisi yang tergabung da- lam Masyarakat Musik Rekaman Indonesia, ikut mengekspresi- kan keprihatinan atas musibah alam yang melanda masyarakat Flores dengan membuat album Ikhlas Kami yang hasil penjual annya akan disumbangkan ke- pada para korban bencana. Pengusaha rekaman dari Ara Records, Dimas Wahab, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin, mengatakan, untuk perekaman sebuah album yang lahir dari kesadaran itu para artis rela ti- dak dibayar. Menurut Dimas, album berisi sejumlah lagu dangdut dan di- perkuat oleh sekitar 30 artis dangdut ibukota itu diebri judul Ikhlas Kami. Menurut rencana album akan diedarkan awal Ja- nuari, dan seluruh hasil penjual- an disumbangkan untuk mem- bangun rumah hunian bagi kor- ban bencana alam di Maumere. Dikatakan, beberapa penya- nyi dangdut yang dengan suka- rela berpartisipasi dalam album tersebut antara lain Camelia Ma- lik, Santa Hoki, Vita Fatimah, Deddy Dores, Eddy Silitonga, Hetty Sundjaya, Iis Dahlia, Eva Diadara, Mark Sungkar, Fenny Beauty, Titiek Sandora, dan Muchsin Alatas. nyai pengaruh apa-apa bagi orang lain. Apalagi bagi orang banyak." yang, luru-luru mundu, mbar suru, abrit aking dan lainnya tampaknya kini semakin langka dimainkan. Padahal aneka jenis dolanan bocah itu sebenarnya merupakan medium alami un- tuk mendidik anak-anak menge- nal rasa persaudaraan dan keju- juran. dengan baik, tanpa perselisihan dan apalagi kekerasan yang satu terhadap yang lain, maka aku ti- dak akan mencampurinya." "Terima kasih Ki Jagabaya. Kami mohon maaf, bahwa pa- man telah mengganggu Ki Jaga- baya dan Mas Demang." "Tidak. Kami tidak merasa terganggu, karena itu termasuk salah satu di antara tugas-tugas kami." "Saya kira banyak lho manfa- at permainan semacam ini. Sa- lah satunya adalah anak-anak, menjadi mudah bergaul sehing- ga semakin tebal rasa persauda- raan dan kejujurannya. Saya ingat, dulu, kalau ada anak Namun Ki Jagabaya tidak se- gera minta diri. Katanya kemu- dian, "Angger berdua. Sebelum kami minta diri apakah kami di- perkenankan untuk menengok Ki Kertatenaya yang sedang sa- kit? Bernas/ptg Kedua anak laki-laki Ki Ker- tatenaya itu tampak bimbang sejenak. Namun tampaknya me- reka tidak dapat menolak per- mintaan Ki Jagabaya itu. Karena sesuai dengan manifestasi puja- ngga melainkan juga sesuatu yang tersirat di balik manifesta- si. "Kerajaan Mataram sebagai produk kebudayaan berkem- bang dari kondisi kebudayaan yang sudah ada, warisan dari para pendahulu. Konsep keraja- an sudah ada sejak ada penga- ruh kebudayaan India masuk ke Indonesia. Mataram sekadar me- neruskan dan mengembang- kannya," kata sejarawan dari IKIP Sanata Dharma. Sejarah Mataram, lanjutnya, mewariskan keadaan yang su- kar bagi generasi kemudian, ya- itu menjadi bangsa terjajah. "Ke- sadaran bahwa kondisi kehi- dupan sekarang adalah warisan dari para pendahulu, yaitu ne- nek moyang, yang harus dipeli- hara dan disempurnakan, agar pada gilirannya dapat mewaris- kan kepada generasi kemudian dalam kualitas yang lebih baik. Itulah kesadaran sejarah," kata- nya. (yul) Dana yang diperoleh dari hasil penjualan, kata Dimas, akan disalurkan melalui Yayas- an Dana Gotong Royong Kema- nusiaan yang dipimpin oleh Ibu Tien Soeharto. Pada tanggal 26 Desember lalu, pihaknya telah menghadap Ibu Tien, berkaitan dengan rencana tersebut. Dan menyerahkan sumbangan seba- nyak Rp 250 juta. itu, maka yang tertua itu pun berkata, "Silakan Ki Jagabaya." Kedua anak Ki Kertatenaya itu pun kemudian telah memba- wa kedua orang tamunya ke bi- "Baiklah," berkata Ki Jagaba- ya, "jika kalian merasa sanggup menyelesaikan persoalan kalian lik Ki Kertatenaya yang sedang berbaring. "Sumbangan ini jangan diarti- kan sebagai sumbangan di mu- ka atas kegiatan kemanusiaan ini. Sebab dari hasil penjualan kaset nanti, kami akan terus me- nambah jumlah sumbangan. Dan saya yakin, dengan itikad baik ini, masyarakat pencinta musik Indonesia akan tergerak hatinya untuk juga menyum- bang," tutur Dimas. manusiaan tersebut sangat kecil Ditambahkan, kegiatan ke- artinya jika tidak didukung oleh pihak-pihak lain, misalnya tele- visi, yang diharapkan ikut men- dukung penyebarluasan album tersebut. Menurut Dimas Wahab, pi- haknya juga sedang mempersi- apkan album pop dengan didu- kung sejumlah penyanyi top ibukota, di antaranya Ruth Saha- naya, Vina Panduwinata, Nicky Astria, Nike Ardilla, Achmad Albar, Lady Avisha dan Nur Afni Octavia. (agy) Menurut Mbak Moeng, pu- nahnya aneka jenis permainan anak-anak tradisional sekarang ini, di samping disebabkan oleh pengaruh alat permainan elek- trik, juga karena lahan arena permainan untuk anak-anak di kampung-kanmpung semakin Seorang perempuan yang cantik menungguinya sambil memijit-mijit kakinya. Namun wajah Ki Kertatenaya itu tidak seceria biasanya. Wajah itu tam- Kertatenaya yang merawat sua- pak kuyu dan letih. Agaknya Ki minya yang sakit itu tidak ba- nyak mempunyai waktu untuk beristirahat. susut. Ketika Nyi Kertatenaya meli- hat Ki Jagabaya dan Mas De- mang, maka dengan hormat ia menyambutnya. "Marilah, silakan Ki Jagabaya. Silakan Mas Demang." "Terima kasih, Nyi!" sahut Ki Jagabaya yang kemudian bersa- ma Mas Demang duduk di se- buah lincak panjang di sebelah pembaringan Ki Kertatenanya. Ki Kertatenaya yang sakit itu memalingkan wajahnya perla- han-lahan. Ki Kertatenaya itu Bahkan, kata Mbak Moeng, sekarang ini banyak kampung yang tak lagi mempunyai arena bermain. "Padahal, saya kira, arena permainan semacam ini dapat menghindarkan anak- anak dari perilaku negatif, kare- na iseng yang keterusan menja- di nakal. Sebab anak sekarang kalau kumpul tak punya kegiat- an yang mendidik," tegasnya. Dalam mempersiapkan isian paket Kosa Budaya TPI itu pu- la, lanjut Mbak Moeng, terbukti dari sekitar 10 anak yang terli- bat banyak yang tak mampu la- gi memainkan suru (sendok da- ri daun-red) untuk mengambil biji sawo. Terbukti anak-anak memang tidak lagi terbiasa dengan per- mainan itu. Sehingga saya perlu melatihnya secara khusus," ujar Mbak Moeng yang di masa ke- cilnya biasa bermain layang-la- yang, dan berbagai permainan kelereng itu. (ptg) Jakarta, Bernas Kesadaran sejarah. Sedangkan Drs G Moedjanto MA dalam makalahnya yang berjudul Upaya Memahami Konsep-konsep Budaya Melalui Pesan Sejarah; Kasus Sejarah Mataram mengungkapkan ten- tang banyaknya pesan nilai se- jarah yang dapat ditangkap un- tuk memahami kebudayaan. Sa- lah satunya dengan mengetahui perkembangan kebudayaan dari Paket musik TVRI, Gebyar Musik, diharapkan berhasil menjadi hiburan alternatif bagi pemirsa TVRI. Untuk itu; pem- benahan-pembenahan dilaku- kan. Pembenahan tersebut meli- puti penampilan penyanyi, tata panggung dan materi lagu. Menurut koordinator acara, Dewa Ray Budiasa, paket yang dikemas secara live tersebut te- lah dimasukkan dalam pola aca- ra TVRI. Dengan demikian, pa- kondisi kebudayaan yang sudah ket ini diharapkan akan hadir Konser Musik Modern'92 ada. sebulan sekali. Selain itu, paket itu juga tidak akan dikomersiali- sasikan, meskipun materi lagu mungkin tetap berasal dari kaset album seorang penyanyi. "Pijakan kami adalah membe- rikan hiburan kepada masyara- kat. Itu yang penting," katanya, di kantornya, di TVRI Stasiun Pusat, Jakarta, Selasa (22/12) la- lu. 2 Dewa Ray menegaskan, seba- gai hiburan alternatif, tak tertu- tup kemungkinan lagu-lagu yang sedang disukai masyarakat atau lagu baru ditampilkan. Soal pendanaan, lanjutnya, TVRI membuka peluang bagi pihak luar untuk berpartisipasi. Perusahaan tertentu masih dito- leransi untuk ikut ambil bagian dalam pengadaan biaya produk- si paket itu, sepanjang hanya sebagai partisipan, dan tidak mengganggu format acaranya (agy) Bawa Pistol, Pemusik Jazz Harry Connick Jr Ditahan PENYANYI, pianis dan kom- poser jazz Harry Connick Jr (24), kemarin ditangkap petugas keamanan di Bandara Kennedy, New York, karena kepergok membawa sebuah pistol tak berpeluru tanpa surat izin. Aparat kepolisian New York mengatakan, semalam entertai- neryang juga pemimpin sebuah kelompok band itu terpaksa mendekam di kamar tahanan kepolisian. Perkaranya akan di- limpahkan ke pengadilan pada Senin pekan depan dengan tu- duhan pemilikan senjata api tanpa surat izin yang sah. Dikatakan, Harry yang tahun lalu menerima penghargaan Grammy sebagai penyanyi jazz vokal terbaik lewat album We Are in Love itu ditahan petugas ketika hendak pulang ke ru- mahnya di New Orleans. Kepa- da petugas keamanan bandara ia mengaku memang memiliki pistol semi otomatis kaliber 9 mm tersebut. Connick Jr merupakan pianis muda dan penyanyi jazz berba- kat yang meracik albumnya da- lam irama swing standar dan ba- lada, mirip album-album Frank Sinatra pada dekade 50-an dan mendiang Nelson Riddle. Sebe- lum We Are in Love Connick membuat soundtrackfilm When Harry Met Sally yang juga laris di Amerika. (Rtr/mhg) mencoba untuk tersenyum. De- ngan suara yang sendat ia pun berdesis, "Ki Jagabaya dan Mas Demang." "Ya, Ki Kertatenaya," sahut Ki Jagabaya, "aku mendengar Ki Kertatenaya sakit." "Ya, Ki Jagabaya," Ki Kertate- naya menjawab lambat, "sudah beberapa hari. Bermacam-ma- cam obat telah aku minum. Te- tapi tampaknya sakitku masih belum berkurang." "Bram Stoker's Dracula" Sebuah Opera Gaya Coppola "Apa yang dirasakan, Ki Ker- ta?" bertanya Ragapati. "Seluruh tubuh ini rasa-rasa- nya sakit, Mas Demang. Teruta- ma di bagian lambung ini. Ka- dang-kadang, jika sakitnya da- tang, punggung bagaikan pa- tah." DARI seju- mlah film FILM yang disiap- MALAM kan sebagai TAHUN BARU 1993 menu Malam Tahun Baru 1993 di Solo dan Yogya- karta, Bram Stoker's Dra- cula merupa- kan satu-satunya film bercorak horor, yang diadaptasi dari kar- ya asli tentang Dracula, karang- an Bram Stoker. "Bersabarlah, Ki Kerta," ber- kata Ki Jagabaya. "Sambil me- mohon, pada suatu saat obat yang Ki Kerta minum akan da- pat mengurangi rasa sakit itu. Pada suatu saat Ki Kertatenaya akan mendapat obat yang akan menjadi lantaran penyembuhan Ki Kertatenaya." "Doakan aku, Ki Jagabaya." Menu tahun baru, secara te- matis, tampaknya cukup bera- gam. Ada thriller romantik The Bodyguard, yang dibintangi oleh Kevin Costner dan penya- nyi Whitney Houston. Setelah The Untouchtable, Revenge dan No Way Out, Costner eksis le- wat sejumlah film bagus, anta- ranya Dances with Wolves, Ro- bin Hood: Prince of Thieves dan JFK Ada thriller lain yang lebih difokuskan pada dunia wanita, Single White Female. Film ini di- bintangi dua aktris muda yang relatif belum begitu populer di Indonesia, yakni Bridget Fonda dan Jennifer Jason Leigh. Ada komedi, Boomerang, yang menampilkan Eddie Mur- phy dan mantan istri petinju Mike Tyson, Robin Givens. Ada corak aksi macam Sniper yang dibintangi Tom Barenger dan dua produksi Hongkong yang dibintangi Cynthia Khan, Super Lady Cop dan The Avenging Quartet BRAM Stoker's Dracula dise- but-sebut sebagai opera yang menyajikan kultur baru dalam corak trbiller horor yang meng- eksploitasi darah dan derita seks yang terpendam. Aksentuasi ini dalam tiga dekade ini tak terga- rap dalam berbagai film yang susnya film-film yang dibintangi oleh Christopher Lee pada dasa warsa 50-an, 60-an dan 70-an. cis Ford Coppola yang populer bercerita tentang Dracula, khu- dengan trilogi The Godfather. Horor tentang monster manusia kelelawar penghisap darah ber- nama Dracula itu didukung Ga- ry Oldman (JFK), Anthony Hop- kins (The Silence of the Lambs), Wynona Rider (Edward Scissor- bands) dan Keanu Reeves (Po- int Break). Gary Oldman didapuk seba- gai Pangeran Vlad, Raja Ruma- nia pada abad 15 yang karena menghujat Tuhan akhirnya menjadi monster penghisap da- rah, Dracula. Anthony Hopkins berperan sebagai Van Helsing, Yogya, Bernas Konser Musik Modern seba- gai sajian suatu kelompok mi- noritas baik dalam konsep-kon- sep musiknya maupun jumlah konsumennya, tetap merupakan sebuah sajian yang menarik, meski banyak dari penonton yang tidak paham terhadap apa yang ingin disajikan para kom- ponisnya. "Seorang komponis memang bukan perumus kata-kata ver- bal, karena mereka telah menu- angkan 'bahasanya' pada 'rasa musiknya'," kata seniman Sutan- to, dalam diskusi seusai pemen- tasan Konser Musik Modern'92 oleh lima komponis di Auditori- um ISI Fakultas Kesenian, Yog- yakarta, Minggu (27/12) malam. Pertunjukan merupakan hasil kerjasama Forum Studi Kompo- sisi Musik Yogyakarta dengan Mingguan Tempo dan Harian Kompas. Komentar Sutanto yang lebih dikenal sebagai pelukis kaca. tersebut ditujukan bagi karya- karya Slamet Abdul Syukur yang tidak bisa hadir, Tony Pra- bowo, Royke B Koapaha, Haryo Yose Suyoto dan Ign Budhi Ngurah. Dalam diskusi itu, komunika- si antara komponis dan para penontonnya sukar terjalin. Para TST DARAH & SEKS Film "Bram Stoker's Dracula" garapan Coppola, merefleksikan simbol AIDS lewat kucuran darah dan gairah seks. spesialis pembunuh vampire, Wynona Ryder sebagai Mina Harker yang dicintai Dracula dan Keanu Reeves sebagai Jona- than, suami Mina. "Sudahlah, Kakang. Kakang tidak usah memikirkan apa pun juga. Kakang sebaiknya mele- takkan segala macam beban di hati kakang" sahut Nyi Kertate- naya dengan serta merta. Meski Tak Dipahami, Tetap Menarik kan. Karena saya tidak mau ter- jebak dalam satu gaya," kata Royke. Ki Kertatenaya menarik nafas dalam-dalam. Sementara Ki Ja- gabaya pun berkata, "Segala se- suatunya dapat dipikirkan ke- mudian, Ki Kertatenaya. Yang penting sekarang, Ki Kerta sem- buh. Jika Ki Kertatenaya menja- di sehat kembali, maka segala sesuatunya tentu akan segera teratasi." bertutur tentang derita romantik "Film saya itu lebih banyak Pangeran Dracula ketimbang se- bagai sebuah horor. Darah ba- nyak dipergunakan sebagai sim- bol penderitaan dan Dracula memang merupakan profil ma- khluk yang malang," kilah Ford Coppola, sebagaimana dikutip The Straits Times edisi 6 No- vember lalu. "Sudah tentu aku ingin sem- buh, Ki Jagabaya. Tetapi agak- nya orang-orang di sekitarku bersikap lain. Tampaknya mere- ka tidak mengharapkan kesem- Dominannya tetesan darah dan sekuen yang menjurus ke komponis lebih banyak menye- rahkan dirinya untuk 'diadili" oleh sang pengamat dan 'me- nunjuknya' sebagai jurubicara. "Komponis berbicara dalam bahasa musiknya, sehingga ke- tika pembicaraan diarahkan ke arah verbal, pada proses kreatif- nya mencipta dan kenapa ia mencipta misalnya, akan lain ja- dinya. Mungkin Ngurah tidak akan bisa berpanjang lebar ber- bicara tentang apa itu Mosaik I karyanya, karena ia bukan peru- mus kata-kata," kata Tanto. Namun yang pasti; lanjut Tanto, para penonton akan me- rasakan menjadi seorang "turis". "Semua kita yang hadir di sini adalah 'turis'. Kita sengaja da- tang untuk menyaksikan sesua- tu yang jarang sekali kita saksi- kan. Dan ini sangat menggembi- rakan bagi penonton karena sa- jiannya dan juga sebuah pemen- tasan musik yang tidak komersi- al namun mendapat dukungan sponsor," katanya. buhanku." "Ya, ya, Ki Kerta." Ki Kertatenaya menarik nafas dalam-dalam. Namun kemudian "Kakang.." Nyi Kertatenaya pun berlutut di sebelah pemba- ia pun berdesis, "Tampaknya ringan Ki Kertatenaya. "Kenapa suasana keluargaku tidak mem- kakang berkata begitu?" bantu obat-obat dan perawatan- ku. Bahkan sebaliknya. Suasana yang buruk telah membuat pe- nyakitku menjadi semakin be- "Nyi," desis Ki Kertatenaya, "aku tahu bahwa kau telah ber- buat apa saja untuk kesembuh- anku. Tetapi suasana di rumah ini demikian buruknya, sehing- ga rasa-rasanya aku justru telah kehilangan harapan sama seka- rat." Takut terjebak Mewakili rekan-rekan kom- ponis, Royke menyatakan, mu- ngkin karya-karyanya terasa ngejazz. "Begitu juga dalam pergelaran musik modern seka- rang ini saya tampak dengan gaya yang lain pula, semua ter- serah persepsi yang mendengar- derita seksual itu sekaligus me- refleksikan "derita" Amerika khususnya, dunia pada umum- nya, pada sekarang ini, yang di- hantui oleh berjangkitnya AIDS. Dan virus HIV dilambangkan dengan bercampurnya darah to- koh-tokoh yang menjadi korban Dracula. Dongeng tentang Dracula telah lama menjadi tema favorit perfilman dunia. Bernas/rid SULIT DICERNA-Nomor-nomor musik yang disuguhkan dalam Konser Musik Modern'92 di Auditorium ISI Yogya, Minggu malam, memang sulit dicerna. Tetapi inilah "bahasa rasa" para komponis yang tidak larut dalam arus industri musik pop yang cenderung mengabdi pada selera pasar. Ki Kertatenaya tersenyum. Katanya, "Niatku memang demi- kian, Nyi. Tetapi agaknya keter- batasankulah yang sulit untuk ditembus. Rasa-rasanya aku ha- rus menyerah kepada keadaan." "Tidak, Ki Kerta!" sahut Ki Ja- gabaya. "Ki Kerta tidak boleh menyerah." Pada 1958, Studio Hammer, Inggris, membuat versinya yang pertama tentang tokoh itu de- ngan bintang Christopher Lee. Masih bertaring, Dracula dilukis- kan sebagai sosok ganteng dan aristokrat. Pada 1979, lewat Love an First Bite dimunculkan George Hamilton. Film itu pun digarap dalam corak komedi. Pada tahun itu juga, sineas Jerman, Werner Herzog membuat ulang Nosferatu, yang dibintangi oleh Klaus Kinski dan Isabelle Adja- ni. Menginjak dekade 80-an, tampang ganteng diteruskan dengan hadirnya Frank Langella sebagai Dracula. (mhg) "Aku sudah pasrah." nyerah. Pasrah bukannya berarti "Pasrah berbeda dengan me- tidak berusaha. Kita harus tetap berusaha. Tetapi kita tidak me Dengan menganut satu gaya, lanjutnya, akan terjebak pada keterbatasan. Sementara bereks- presi tidak mengenal batas, se- lain dimensi ruang dan waktu. Masalah eksplorasi misalnya, kata Royke, akan menjadi ba- han pertimbangan dalam sebu- ah konser musik. "Namun itu ti- dak berarti harus tidak atau ti- dak harus," tambahnya. Pentas yang berdurasi sekitar dua jam itu sendiri menyuguh- kan tujuh karya lima komponis, dengan nuansa irama yang be- ragam. Karya Budhi Ngurah Mo- saik I dimainkan untuk cello dan piano, karya Slamet Abdul Syukur Suara dan Tabor dima- inkan untuk piano, karya Royke dimainkan secara orkestra de- ngan sembilan instrumen, karya Haryo Yose Suyoto Labar de- ngan tiga marimba dan Hang Over untuk piano Sebagai penutup, disajikan sebuah musik untuk mezzo so- pran dan orkes kamar karya To- ny Prabowoy dengan sebuah syair karya Gunawan Moha- mmad, Dongeng Sebelum Tidur. Komposisi dihidangkan dalam orkestra lengkap dengan penya- nyinya. (yul) "Tidak. Kakang harus tegar menghadapi segala-galanya. Ki- Jagabaya, "aku tahu bahwa per- "Ki Kertatenaya," berkata Ki ta akan selalu memohon kemu- soalan yang Ki Kerta hadapi rahanNya." adalah persoalan keluarga. Teta- pi jika Ki Kerta tidak berkebe- ratar barangkali aku dapat membantu menguranginya." Ki Kertatenaya memandang Ki Jagabaya dan Mas Demang berganti-ganti. Dengan nada da- lam Ki Kertatenaya itu berdesis, "Apakah Ki Jagabaya dan Mas Demang bersedia membantu menjernihkan kekeruhan di da- lam keluargaku ini?" "Tentu, Ki Kerta," jawab Ki Jagabaya, "sejauh jangkauan ke- mampuanku." (Bersambung) nolak kenyataan yang bakal ter- jadi, karena kita memang hanya wenang berusaha. Namun a- khirnya kekuasaan tertinggilah yang menentukan. Tetapi usaha adalah wujud wantah dari kesu- ngguhan sebuah permohonan," berkata Ki Jagabaya kemudian. Ki Kertatenaya menarik nafas dalam-dalam. Namun kemudian ia pun menyeringai menahan sakit di lambungnya serta nyeri di punggungnya. LUAR DUKA AYAH DAN ANAK- Seo merayakan Natal dalam duka aki keluarga mereka, 27 Desember la 4cm Iran Ingin Menjadi Am NICOSIA Iran, negar menjadi kekuatan besar di nakan menjadi anggota Ga perundingan perdagangar disampaikan oleh Sirous N Jenewa, dalam pertemuan Dunkel di kota yang sama Iran IRNA, Senin kemarin Dunkel menyatakan, GATT tenaga ahli dan menyele Teheran guna menjelaskan. Lee Junior Diangkat M SINGAPURA Wakil Pe Loong, yang tengah menj bertindak sebagai penasihat Menteri Goh Chok Tong. M dipublikasikan Senin kemar Goh menyusul pengundur Menteri Industri dan Perdag kesehatan. Lee (40) menjala sejak 16 November lalu. Pe- yangi posisi Lee, yang diseb Goh sebagai PM. Awal bu orang nomor dua di Partai mantan Perdana Menteri Le Sekjen PAP kepada Goh. Jepang Serahkan Daf SEOUL-Jepang menyer Korea yang pernah dipeke Kerajaan Jepang selama Pe pejabat Kementerian Luar kemarin. "Pemerintah Jepa kedubes kami di Tokyo tep urusan hubungan Korea-J Pejabat itu melanjutkan, pem kembali menyerahkan dafta yang dipaksa bekerja untuk jung Korea tahun 1910 hingg II, tahun 1945. Para sejarawa warga Korea dipaksa bekerj SHARP FACSIMIL PERALATAN KOMUNIKA PALING CANGGIH Garansi 5 Tahun +Suku Cadam DISTRIBUTOR JAWA TENGAH-DI DIAn Kencana Jl. Lawu No. 2 Telp. 62841, 3278 Fax. Telex. 25365 DIANS IA Yogyakarta-552 bimbingan belaja UNTUK KELA 3 SMA IKUTI PROGRAM INTENSIF TERPAD START 6 JANUARI 1993 Mendapat kisi-kisi UMPTN lengkap Mendapat paket soal IPA, IPS terpa Tes Uji kemampuan secara kontinu Discount 35% Bagi pendaftar samp tanggal 6 Jan. 1993 Daftarkan diri kamu di : Kantor Pusat Jl. Colombo 22 Telp. 62963 Yogyakarta JI. Wolter Monginsidi 19 Yogyakarta Jl. Dr. Sutomo 96 Yogyakarta LEMBAGA PENDIDIKAN BULAKSUMUR Association IZIN DEPOIKBUD NO. 329/113.1 butik C59 BANDUNG T.Shirt masa ki YOGYA DEPT. STORE JI. Malioboro 39 Telp. 4920 Yogyakart bengkel BENGKEL & KAROSERI SUMBER MAKMUR JL Pandega Padma CT1/07 A Ring Road ( m barat simpang empat) JL. Kaliurang Kenteng, Cat body repair, Tune up.