Tipe: Koran
Tanggal: 1992-12-29
Halaman: 05
Konten
ga BISNIS ang ditawarkan ada- yang terbaik bagi ja- memecahkan perso- arga, tetapi karena tersebut dianggap berkah dan diyakini jaga keharmonisan segenap anggota ke- uraian di depan di- bagaimana telah ter- eran peranan keluar- akibat dari melejit- han sosial, penetrasi i dan diferensiasi so- ga semakin sulit di- annya sebagai insti- yang mampu mere- daan pendapat dan kepentingan para benar demikian, ma- a juga semakin sulit peranannya sebagai ial yang dapat mere- h laku menyimpang. u lalu bagaimana al- asinya? idah menjawab per- macam itu. Saya kira gun model dan me- ang memungkinkan organisasi sosial di vah seperti Rukun RT) dan Rukun War- pat berperanan aktif in persoalan-persoal- -kembang dalam ke- yang masih tampak alah organisasi-orga- semacam ini lebih ngsi sebagai kepan- an birokrasi.*** yoto Usman, staf rusan Sosiologi Fisi- 992 universitas "konyol" ganugerahkan gelar agi lulusannya. ersebut aneh juga, dilihat dari proses- asiswa universitas -harusnya mengerti ses belajar menga- bisa dipertanggung- Bagaimana mungkin m waktu beberapa akademik dapat di agi ada "mahasiswa" rsitas tersebut yang ah menyelesaikan menengahnya. trasi tersebut, kesa- gkin saja tidak 100 a penyelenggara, te- da "mahasiswa"-nya. menarik dari kasus ternyata masih ba- Ota masyarakat kita am gelar" (degree ntuk memperlancar di masyarakat. khir tahun ini, per- iniversitas fiktif dan gelar belum tertun- h dari itu diperkira- aktu-waktu menda- segera terkuak uni- esitas fiktif yang layah nusantara ini. uk-pikuk pendidik- mun 1992 ini, berba- ahan masih memer- untuk dicarikan so- a. Dan, semoga sa- ktif ini akan segera tahun 1993 menda- dyoko SDU MPd, idikan Majelis Lu- an Tamansiswa. KUSS 92 2NDARTO 'NJAGO; GOAN; BARU; zu?! Color Rendition Chart BANK JAKARTA JL. P. Mangkubumi No. 2, Telp. 62398, 86651, Fax: 87576, Telex: 25194, YOGYAKARTA 55232 VALUTA ASING Shilling Austria Dolar Australia Daftar Kurs Konversi dan Kurs Uang Kertas Asing di Bank Indonesia. Hari Senin, 28 Desember 1992 France Belgia Dolar Brunei Darusalam Dolar Kanada Franc Swiss BTN BPD DIY Bank Jakarta BIl BBI Lippo Bank Danamon Mark Jerman Kron Denmark Franc Perancis Poundsterling Inggris Dolar Hongkong Lira Italia (100) Yen Jepang (100) Ringgit Malaysia Gulden Belanda Krone Norwegia Dolar Selandia Baru Peso Filipina Krone Swedia Dolar Singapura Bath Thailand Dolar AS SUKU BUNGA DEPOSITO Bank Niaga Bank BNI '46 BCA BTPN Bukopin BDN BHS BANK JAKARTA Bapindo BDNI BBD BRI 29 Desember 1992 Rute Beli Jual Beli Jual 187,33 189,53 184,33 189,71 1.414,56 1.4336,72 1.411,56 1.438,11 64,12 64,79 61,12 64,86 1.254,18 1.265,80 1.251,18 1.267,02 1.608,61 1.623,14 1.605,61 1.624,71 1.468,38 1.483,96 1.465,38 1.485,40 1.319,51 1.331,50 1.316,51 1.332,79 342,40 346,07 339,40 346,41 386,06 390,02 383,06 390,40 3.235,60 3.269,68 3.232,60 3.272,84 265,38 267,87 262,38 268,13 146,89 148,56 1.654,86 1.696,47 797,10 805,42 1.173,28 1.185,56 308,21 1.651,86 1.698,11 794,10 806,20 1.170,28 1.186,71 311,49 305,21 311,79 1.055,43 1.089,35 Jakarta-Denpasar Denpasar-Jakarta Jakarta-Denpasar Denpasar-Jakarta Jakarta-Denpasar Batam-Jakarta Jakarta-Yogya Yogya-Jakarta Jakarta-Solo Solo-Jakarta Jakarta-Batam Batam-Jakarta 30 Desember 1992 Jakarta-Denpasar Denpasar-Jakarta Jakarta-Denpasar Denpasar-Jakarta Jakarta-Denpasar Denpasar-Jakarta Jakarta-Batam Batam-Jakarta Jakarta-Yogya Yogya-Jakarta Jakarta-Solo Solo-Jakarta Jakarta-Taipeh Taipeh-Jakarta vember 1992 Jakarta-Denpasar Denpasar-Jakarta Jakarta-Denpasar Denpasar-Jakarta Denpasar-Jakarta Jakarta-Batam Batam-Jakarta Jakarta-Yogya Yogya-Jakarta Jakarta-Solo Solo-Jakarta 1.058,43 1.088,29 80,54 81,28 301,43 304,63 1.253,79 1.266,18 80,60 81,41 2.055,00 2.065,00 1 bulan 15,50% 15,50% 18% 16% 15% 15% 16% 14,50% 13% 15% Bank Pasar Bank Duta BPR Mandiri SP BPR Danagung R BUN BPR Redjo Bhawono 18% BPR Bhumikarya Pala 18% 16% 16% 14% 17% 3 bulan 15,50% 15,50% 16% 15% 16% 18% 15% 18% 20% 16% 16% 19% 1.7% 16% 15,50% 16% 15,50% 14% 15% 298,43 304,93 1.250,79 1.267,41 77,60 81,49 2.053,00 2.067,00 6 bulan 17% 16% 15% 17% 16% 15% 15% 16,50% 20% 17% 15,50% 19% 16,50% 17% 14,50% 18% MIRIP kumpulan surat-surat Ibu Kartini yang dibukukan berjudul "Habis gelap, terbitlah terang", prospek pasar modal Indonesia pun demikian. Sejum- lah pelaku pasar modal yang dihubungi Bernas pekan kema- rin secara terpisah, di Jakarta, menyampaikan rasa optimisnya atas perkembangan pasar modal khususnya bursa efek di tahun 1993 mendatang. 17% 16% 18% GA-6603 10.15 GA-6633 14.00 GA-6643 15.45 GA-6673 19.30 GA-6513 07.15 GA-1083 08.50 GA-1093 11.10 GA-4323 09.30 GA-4333 11.35 GA-4023 09.40 GA-4033 11.30 "Habis gelap, tentu terbitlah terang," komentar Tito Sulistio, yang terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Pialang Efek Ja- karta untuk periode 1993-1995, menyampaikan alasan yang cukup sederhana itu. Malah Ketua Badan Penga- was Pasar Modal (Bapepam), Prof Dr Sukanto Reksohadipro- djo mengatakan, prospek pasar modal Indonesia cukup cerah dilihat dari segi permintaan dan penawaran dana, meskipun masih sulit untuk mencari in- vestor (pemodal) baru. Komentar optimisme tadi, memang bukan mengada-ada. Meskipun beberapa peristiwa sempat menggoyahkan bursa, seperti kasus saham palsu Panin Angkutan Udara Garuda Indonesia Penerbangan Ekstra Natal 1992 dan Tahun Baru 1993 15,50% 16% 17% 18% 21% 15,50% 21% 18% 15,50% 19% 21% 22% 15,50% 15% 19,2% 19% 14.30 17.15 06.45 No. Pnb Brk GA-6603 10.15 GA-6633 14.00 GA-6523 GA-6513 GA-6643 GA-1093 GA-4323 09.30 GA-4333 11.35 GA-4023 09.40 GA-4033 11.30 GA-1083 08.50 GA-1093 06.00 15.45 - 18.80 19.30 20.15 10.35 12.35 10.50 12.35 10.25 11.10 12.45 16% 15% 15% 20,50% 17% 15,50% 18% 17% 16,50% 16,50% 15,50% 17% 22,6% 15% 22% 22% 15% 14.45 GA-6603 10.15 13.00 GA-6633 14.00 GA-6643 15.45 GA-6673 19.30 GA-6543 20:15 GA-6513 06.00 GA-1083 09.25 18.30 20.15 23.00 06.45 11.00 GA-1093 11.45 13.45 GA-4323 09.30 10.35 GA-4333 11.35 12.35 09.40 11.30 GA-4023 GA-4033 GA-9413 07.40 GA-9463 15.00 20,4% 21,6% 23% 24% Tiba 13.00 14.45 12 bulan 17% 16% 18% 17% 16% 15% 17% 10.50 12.35 14.00 19.15 13.00 14.45 18.30 20.15 08.00 10.25 12.45 10.35 12.35 10.50 12:35 A/C DC-10 DC-10 AB4 AB4 DC-10 DC-10 DC-9 DC-9 F-28 F-28 DC-9 DC-9 DC-10 DC-10 DC-10 DC-10 AB4 Organisasi Perajin Koper dan Tas ke DPR JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Perajin Koper dan Tas Indonesia (APPKOTASI) mengharapkan agar DPR memperjuang- kan dibuatnya Undang-undang yang memberikan perlindungan kepada pengusaha kecil. Sebab, dengan situasi perdagangan yang ada saat ini usaha kecil selalu kalah bersaing baik dari segi pengadaaan maupun pemasaran barang. "Dengan adanya UU itu maka kami yakin para pengusaha kecil-menengah akan bisa tetap bertahan," kata Ketua Umum APPKOTASI H Kamil Syuaib, ketika menemui Wakil Ketua DPR/MPR H Ismail Hassan Meutareum SH, di DPR, Senin (28/12). Kehadiran Kamil yang ditemani oleh fungsionaris APPKOTASI lainnya yaitu Drs Syarifuddin Malays (Sekjen), Drs Oman Abdurachman (Ketua), Syafri Alam Kayo (Ketua), Ny Tina Melinda (Ketua), adalah dalam rangka memper- kenalkan diri kepada DPR. (sef) DC-10 DC-10 DC-10 DC-10 AB4 DC-9 DC-9 DC-9 DC-9 F-28 F-28 BERNAS Penerbangan dari Yogya ke Jakarta, Bandung dan Surabaya Tiket Pesawat Habis Dipesan Ambil contoh ketika terjadi booming pada tahun 1990. Waktu itu rata-rata IHSG bulan- annya tercatat 417,788 dengan rata-rata transaksi per hari 2,89 juta lembar senilai Rp 30 milyar lebih. Yogya, Bernas Mulai Senin (28/12) kemarin sampai Minggu (3/1 1993) tiket pesawat terbang dari Yogya me- nuju Jakarta, Bandung dan Sura- baya, sudah habis dipesan. Dari hasil pantauan Bernas dilapang- an, beberapa agen dan kantor cabang maskapai penerbangan di Yogya kemarin masih diban- jiri calon pemakai jasa angkutan udara menuju Jakarta, Bandung dan Surabaya. Tetapi karena terbatasnya tempat duduk, dian- tara mereka banyak yang tidak bisa dilayani. Sebaliknya ketika terjadi "ke- lesuan di tahun 1992 ini-ka- rena dinilai IHSG sejak Januari sampai awal Desember cende- rung merosot dari rata-rata 282,- 241 menjadi 272,189 (22/12)--ra- ta-rata transaksi per harinya sampai November 1992 malah District Manager Bouraq Indonesia untuk Yogya, Charlie Wairata saat ditemui Bernas di ruang kerjanya kemarin menga- takan, tempat duduk pesawat Bouraq Indonesia dari Yogya menuju Bandung mulai Selasa kemarin sampai Sabtu 1 Januari 1993 telah penuh di booking calon penumpang. Namun demikian pihaknya tetap menerima pesanan tempat duduk. Karena dimungkinkan ada beberapa tempat duduk yang tidak diisi. "Dalam rangka tahun baru ini, Bouraq tidak akan menambah jadual pener- bangan. Karena terbatasnya pesawat dan tenaga. Untuk itu, kami hanya menampung bebe- Yogya, Bernas Sampai akhir November 1992 Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Yogya berhasil meng- himpun dana masyarakat dalam bentuk tabungan, deposito dan giro sebanyak Rp 27,450 milyar, atau naik 34,7 persen dibanding Desember 1991. Demikian Ngatiman, Kepala Seksi Dana BTN Yogya kepada Bernas, Senin (28/12). Kete- rangan ini diberikan sehubung- an dengan HUT ke-39 BTN yang jatuh pada 28 Desember 1992. Ngatiman mengungkapkan, pada HUT ke-39 (BTN lahir 28 Desember 1953)- yang diperi- ngati di setiap kantor cabangnya BTN tampil dengan beberapa AB4 B-737 B-737 DC-9 DC-9 F-28 Yogya, Bernas F-28 AB4 AB4 Mulai 1993 BTN Salurkan Kredit "Kogel" jenis layanan baru. Antara lain dalam hal penyaluran kredit untuk koperasi dan golongan ekonomi lemah (Kogel) mulai awal 1993 dan perubahan perhi- tungan bunga tabungan dari setahun sekali menjadi setiap bulan mulai November lalu. ajukan untuk memperoleh kre- dit ini antara lain Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) DIY Lembaga ini mengajukan kredit Rp 100 juta untuk membi- ayai usaha peternakan ayam buras di beberapa lokasi. Yogya, Bernas 60 persen atau tepatnya seba- nyak 231 kios di Beringharjo Center (BC) saat ini telah dipe- san. Jumlah kios yang ada di BC seinuanya adalah 341 buah. Marketing Manager PT Cakra- wala Bupala Asri selaku penge- lola BC, Suryana menjelaskan hal itu kepada Bernas, Senin. "Dan dari sekitar 60 persen kios yang terpesan itu masih didominasi para pedagang kon- veksi atau garmen yakni sekitar 70 persennya," lanjut Suryana. Dikatakan bahwa animo para pedagang di wilayah DIY untuk mendiami pusat perbelanjaan kebanggaan kota Yogya ini sa- ngat besar. "Hal ini ditunjang pula dengan sistem sewa yang menurut hemat saya cukup murah," ungkapnya. Pihak pengelola BC telah rapa calon penumpang cadang- an saja. Siapa tahu ada calon penumpang yang tidak jadi berangkat," ungkap Charlie. Tempat duduk pesawat Sem- pati Air dari Yogya-Jakarta sejak kemarin sampai 3 Januari men- datang juga telah sudah dipesan semua. "Malah calon penum- pang untuk penerbangan Senin 4 Januari sudah banyak yang dipesan juga," ungkap District Manager Merpati untuk Yogya, Heru Santosa melalui seorang karyawatinya. Sementara itu, pesawat Garu- da Indonesia yang pada hari biasa melayani penerbangan dari Yogya-Jakarta tujuh kali, mulai 23 Desember lalu sampai 3 Januari mendatang menambah satu kali penerbangan. Berang. kat dari bandara Adisucipto menuju Jakarta pukul 11.35 WIB. Khusus untuk penerbang- an tambahan Sabtu, 2 Januari mendatang pesawat berangkat dari bandara Adisutjipto menuju Jakarta, pukul 12.35 WIB. District Manager Garuda Indonesia untuk Yogya, Drs Soejoedono kepada Bernas mengatakan, untuk pesawat Ga- ruda Indonesia ke segala jurus- an sampai saat ini belum ada yang penuh, termasuk menuju Penyaluran kredit Kogel, merupakan yang pertama dila- kukan BTN. Kredit Kogel dise- diakan dari kredit yang sebenar- nya akan disalurkan ke sektor perumahan. Tapi karena sektor perumahan lesu dalam dua tahun terakhir, dana itu dialoka- sikan ke kredit Kogel. Menurut Ngatiman, kredit Kogel yang senilai Kredit Usaha Kecil (KUK) ini cukup banyak peminatnya. Yang sudah meng- Bisnis Mobil 1993 Tak akan Lebih Baik Dibanding 1992 turun grafik penjualannya. "Pe- nurunan penjualan kami sekitar 20 persen dibanding tahun 1991," ungkap Sutikno dan Lukas. 60 Persen Kios Beringharjo Center Telah Dipesan menetapkan kebijakan sistem sewa kios yang berukuran 7,8 meter persegi ini secara tahunan namun bayar secara bulanan. "Untuk saat ini kami memang atur 1 tahun dulu, nah setelah tahun pertama nantinya para pedagang bisa sewa selama 5 tahun," paparnya seraya me- nambahkan bahwa sewa tiap bulannya berkisar Rp 180.000 - Rp 200.000. Tahun 1993 diestimasikan situasi pasar bisnis mobil tidak berbeda jauh dengan tahun 1992. Bahkan bila kondisi pasar otomotif 1992 bisa terulang ditahun 1993 maka itu dinilai sudah cukup lumayan bagi para pelaku bisnis mobil ini. Demikian rangkuman Bernas dari beberapa pengusaha mobil di Yogya yang diminta komen- tarnya tentang prospek bisnis mobil 1993 nanti. M Benny (Branch Manager Berlian House) menyatakan bahwa pihaknya sebagai agen tunggal merek Mitsubishi T120ss di Yogya merasakan bagaimana anjloknya pasar mobil di Yogya. "Contohnya, Oktober dan No- vember lalu target kami adalah menjual 40 unit, namun kenya- taanya hanya mampu menjual 75 persennya saja," tuturnya. Tapi seperti dikatakan Dirut PT Sumber Bahtera Motor, Mar- Apa yang dialami Benny juga tin Teiseran bahwa produksi dialami Budhi Sutikno (Deputy mobil dalam skala nasional Marketing Manager PT Sumber maupun internasionalpun me- Baru Motor divisi Suzuki dan mang turun. "Seperti Toyota di Lukas Pramana (Marketing Ma- Jepangpun produksinya turun nager PT Sumber Baru Motor dibanding tahun-tahun sebelum- divisi Mazda) yang sama-sama nya," ungkapnya. (hjl) Misalnya isu akuisisi internal, belum lagi kasus saham palsu Panin Bank. Yang terakhir isu saham Astra Internasional yang berkaitan erat dengan kasus Bank Summa, sehingga kian memperburuk kredibitas bursa. Bahkan ketika vonis peme- rintah atas likuidasi Bank Summa (14/12) muncul, dam- pak psikologisnya "merontok- kan" sedikitnya 30 jenis saham Sementara itu dari kubu To- yota, Sales Manager PT Sumber bahtera Motor Ir Hartono Dinata mengakui turunya pasar mobil di wilayah DIY berdampak pula pada tingkat penjualan Toyota. "Walaupun untuk sedan masih teratas dalam menguasai pasar di DIY yakni sebesar 24 per- sen," tutur Hartono. "Kalau kondisi bisnis tahun 1993 mendatang bisa seperti tahun 1992 saja sudah baik," jawab Benny dan Sutikno. Hal ini menurut mereka karena Suryana menjelaskan lebih lanjut bahwa pihaknya selaku pengelola BC terus berupaya untuk memberikan keamanan, kebersihan dan kenyamanan. baik pada para pedagang di BC, pembeli maupun pengelola BC sendiri. "Sebab kami memang Mengenai sisa kios yang belum tersewa menurut Suryana bagi para peminat masih terbu- ka lebar. "Syukur-syukur nanti- nya banyak pedagang dari wila- yah Yogya," pintanya. Menyinggung rencana peres- mian BC menurut Suryana di- rencanakan Februari 1993 BC ingin menghilangkan image bisa diresmikan. "Memang ren- Beringharjo yang kumuh dan tidak nyaman serta tidak aman," tegasnya. cana kami sebelum hari raya Idul Fitri," katanya. (hjl) selain kondisi ekonomi nasional yang tengah down, juga karena suku bunga tinggi. sebanyak 6,89 juta lembar $1- yang tercatat di bursa, berikut ham senilai Rp 32,09 milyar. saham perbankan merasakan Bisa dibayangkan, dengan gejolaknya. keadaan yang demikian "mele- mah", pasar modal Indonesia, khususnya BEJ, mampu meraih 1,558 milyar lembar senilai Rp 7,25 milyar sampai Desember 1992. Padahal ketika terjadi booming di tahun 1990, hanya mraih 702,59 juta lembar saham senilai Rp 7,31 trilyun. Kejadian demi kejadian di tahun 1992 memang belum meruntuhkan kredibilitas bursa, paling tidak. Pasalnya, masih ada nada optimistis yang disam- paikan beberapa pelaku pasar modal. Dari ilustrasi tersebut, jelas kondisi pasar modal Indonesia di tahun 1992 tidaklah "separah" yang dituding beberapa pihak. Memang di tahun Kerbau suasa- na pasar modal sempat "kedo- doran" karena isu-isu menonjol yang mengganggu kredibilitas bursa. Jakarta. Namun demikian dia menga- kui, ada beberapa jadual pener- bangan Garuda yang penum- pangnya penuh. Tetapi semua calon penumpang itu, akan ter- layani kalau mereka bersedia diangkut dengan jadual pener- bangan lain. Beberapa pialang mengakui, di tahun 1993 bursa akan kem- bali bergairah karena serbuan masyarakat/investor baru. Ko- non, alasannya, karena investasi di saham lebih likuid daripada di bank. "Saat ini yang menyebabkan jadual penerbangan itu penuh, karena banyak calon penum- pang yang hanya memilih pada satu jadual tertentu. Karena terbatasnya tempat duduk, tentu saja tidak bisa dilayani. Seandai nya semua calon penumpang mau menggunakan semua jad- ual penerbangan, saya kira tidak ada istilah penumpang sudah penuh," jelas Soeioedono. Pukulan terberat "Yang jelas, peristiwa likui- dasi Bank Summa menjadi pu- kulan terberat bagi masyarakat," komentar Helmi Azwari dari PT Jadual baru Bersamaan dengan meledak- nya arus pemakai jasa angkutan udara, mulai Sabtu, 2 Januari mendatang Sempati Airline menggunakan jadual baru. Ka- lau saat ini Sempati hanya mela- kukan dua kali penerbangan, satu kali Yogya-Jakarta dan satu kali Yogya-Surabaya, mulai Sabtu mendatang membuka em- pat kali penerbangan, dua kali Yogya-Jakarta dan dua kali Yogya-Surabaya dengan me- nambah satu pesawat jenis Antaboga Sekuritas dan Nurdin Nasution dari PT Lumbung Persada Khatulistiwa, memak- sudkan bahwa masyarakat kini cenderung khawatir untuk me- nyimpan uangnya di bank, karena kasus tersebut. Boleh percaya atau tidak, kelak masyarakat akan menyer- bu bank pemerintah untuk menyimpan uangnya (tabungan Acara puncak HUT ke-39 di BTN Yogya diselenggarakan tadi malam di kantor cabang utama jalan Jendral Sudirman. Selain syukuran (tumpengan), puncak acara yang dihadiri karyawan dan relasi BTN Yogya ini juga dimeriahkan hiburan lawak oleh Marwoto dkk.Sebe- lumnya, Senin pagi diadakan. upacara dengan inspektur upa- cara Kepala Cabang BTN Yogya Drs H Ukin Sukiman.(dhi) Untuk itulah BC selain me- lengkapi dengan perangkat canggih seperti eskalator juga menyiapkan satu areal per- parkiran yang luas. Untuk parkir bawah mampu menampung se- kitar 500 kendaraan roda empat sedangkan parkir diatas yang juga untuk bongkar muat memi- liki kapasitas sekitar 100 kenda- raan. Jakarta, Bernas Pada periode 1976-November 1992 Bank Tabungan negara (BTN) merealisasi 751.329 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) senilai Rp 3,5 trilyun. Sedang- kan laba sebelum pajak tahun 1992 diperkirakan Rp 45,3 mil- yar, naik dari Rp 24,5 milyar tahun 1990 dan Rp 38,4 milyar pada 1991. Total asetnya kini Rp 4,8 trilyun, naik dari Rp 2,8 trilyun pada 1990 dan Rp 3,7 trilyun pada 1991. Demikian Dirut BTN Towil Heryoto dalam laporannya pada peresmian Gedung Menara BTN di jalan Gajah da 1 Jakarta Pusat, Senin (28/12). Peresmian kantor pusat yang dilakukan Wapres Sudharmono bertepatan dengan HUT ke-39 BTN. Gedung kantor pusat BTN ini berlantai 25, yang terdiri dari satu lantai basement, satu lantai lobi dan 23 lantai kerja, serta sebuah gedung parkir berlantai 9. Gedung itu dibangun selama 32 bulan dengan biaya Rp 76,5 milyar. Dalam sambutannya Wapres mengatakan, sesuai UU No Prospek Pasar Modal 1993: Habis Gelap, Terbitlah Terang Bank maupun saham PT Minin- do yang menawarkan saham tidak layak dari persyaratan hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di bawah angka patokan 300,000 namun permintaan dan pena- waran dana masih cukup tinggi. Bahkan Hasan Zein Mahmud mengakui, koreksi angka atas IHSG bukanlah indikator pe- nentu bursa, melainkan cermin- an situasi harga yang terjadi atas saham-saham yang dicatatkan seluruhnya. Beberapa pihak memang memanfaatkan indika- tor ini sebagai patokan keadaan bursa ketika itu. TIONUMER TERS MASIONAL Fokker-100. Duakali penerbangan diantar- anya, masih menggunakan jad- ual lama (Yogya-Jakarta berang- kat pukul 08.35 WIB dan Yog- ya-Surabaya berangkat pukul 16.10 WIB). Sedang dua jadual penerbangan baru, Yogya-Jakar- ta berangkat pukul 18.45 WIB, dan penerbangan Yogya-Sura- baya berangkat pukul 10.00. Penggunaan jadual baru tersebut, menurut District Man- ager Sempati Airline untuk Yog- ya, Harnoko tidak ada kaitannya dengan musim tahun baru dan hari Natal. Jadual baru itu su- dah lama direncanakan Sempati pusat," jelas Harnoko. Meledaknya arus penumpang dari Yogya ke Jakarta, Bandung dan Surabaya tersebut menurut Kepala Cabang Bandar Udara Adisucipto, Letkol Soelaeman Soepriatna karena banyak pega- wai dari tiga kota tersebut yang menikmati masa liburan di Yog- ya. Namun bagi sebagian masya- rakat, dengan bunga yang relatif rendah dan aman, tambahan dana investasinya perlu waktu lama disimpan di bank pemerin- tah. Padahal, hukum ekonomi jelas-jelas mengisyaratkan "de- ngan biaya serendah mungkin, harus untung sebanyak mung- kin". Meski banyak tiket yang sudah habis dipesan, namun dia optimis semua calon penum- pang akan terlayani. Untuk itu semua calon pemakai jasa ang- kutan udara, diharapkan pesan tiket jauh-jauh hari sebelum- nya. (pur) Dana Promosi Pariwisata RI 1993 Rp 15 Milyar BTN Salurkan KPR Senilai Rp 3,5 Trilyun 7/1992 tentang Perbankan, BTN dapat lebih memusatkan perha- tiannya pada bidang pelayanan perumahan yang telah menjadi misi BTN. Barangkali sebelum kemung- kinan itu menjadi kenyataan, calon-calon investor baru tadi masih akan mempertanyakan Bapepam, apakah emiten yang dicatatkan (listed) di bursa kre- dibilitasnya sudah memenuhi syarat? Apakah kasus saham palsu, Jakarta, Bernas Dana promosi pariwisata In- 'donesia tahun 1993 telah dipro- yeksikan sebesar Rp 15 milyar atau naik 50 persen dari tahun 1992 hanya Rp 10 milyar. Upaya promosi yang dilakukan jajaran Depparpostel dinilai sudah cu- kup maksimal karena sesuai de- ngan anggaran yang tersedia. Idealnya, dana promosi tahun 1992 sebesar Rp 25 milyar dan tahun 1993 mencapai Rp 30 milyar. "Dana promosi Indonesia yang kini dikelola oleh BPPI (Badan Promosi Pariwisata In- donesia) idealnya memang sebesar 6 persen dari devisa yang diperoleh dari wisman. Jika devisa yang diperoleh Indo- nesia tahun 1992 mencapai 3,27 milyar dolar AS maka dana promosi mencapai Rp 30 milyar tetapi tidak bisa sebesar itu karena berbagai pertimbangan masih untuk dana pembangun- an lainnya jadi bukan pariwisata saja," ungkap Menparpostel Soesilo Soedarman dalam acara Jumpa Pers Akhir Tahun 1992 di Jakarta, Senin (28/12). Menurut Menparpostel, perhi- tungan ratio dana promosi itu seperti yang dilakukan Negeri Jiran dalam Visit Malaysia Year Tahun 1990, dari penerimaan devisa sebesar 670 juta dolar maka yang dipakai promosi sekitar Rp 40 milyar. Contoh penggunaan dana promosi Ma- laysia ini, membuat banyak orang menganggap dana pro- mosi Indonesia sangat kecil dan bahkan ada yang mengira tidak ada. (hbk) Dengan pengalaman yang cukup banyak di bidang pembi- ayaan perumahan selama ini, Wapres mengharapkan BTN akan mampu mengembangkan kegiatan pembiayaan perumah- an di Indonesia. Terutama bagi mereka yang berpenghasilan dan berdaya mampu terbatas. BTN memang perlu mening- katkan sarana-sarana operasio- nalnya, termasuk gedung yang baru ini, kata Wapres. (tar) atau deposito). Alasannya, bank pialang yang melakukan "da- pemerintah aman meskipun bunganya relatif rendah diban- dingkan bank swasta. gang gelap", maupun kejadian negatif sehari-hari di bursa ha- nya dikenakan sanksi yang tidak tegas? Dalam upaya BTN untuk menciptakan iklim ataupun sistem yang dapat mendorong partisipasi masyarakat memu- puk dana bagi pembangunan perumahan, Wapres mengata- kan, perlu terus dilanjutkan. Wapres juga mengharapkan BTN mampu meningkatkan pelayanan dan mampu tumbuh sehat dan tangguh dalam meng- hadapi persaingan usaha yang semakin ketat dan semakin * bersifat global. Nah, wanti-wanti Ketua Ba- pepam Prof Dr Sukanto Rekso- hadiprodjo menyebutkan, ber- bagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi berbagai masalah yang timbul di pasar modal. Misalnya kini, Bapepam tengah menyiapkan Rancangan Undang-undang Pasar Modal Maka, jalan terbaik yang baru, selain dialog antarpelaku mereka lakukan, memanfaatkan pasar modal (emiten, pengelola saham di bursa sebagai peluang bursa, dan investor) dengan investasi yang pasti dan likuid. Bapepam dan para pakar. Indikasi itu tentunya cukup Disamping itu, upaya lain membanggakan, walaupun yang dilakukan adalah terus Ketua Bapepam mengakui, meningkatkan pelayanan. Misal- jumlah pemodal perorangan di nya dibentuknya PT Kliring Indonesia masih kurang sekitar Penyelesaian dan Penyimpanan, 1,5 juta orang. membuat saham likuid, dan otomatisasi bursa. "Meskipun, keadaan yang lebih baik dalam waktu singkat ini belum banyak terlihat, na- mun lambat laun akan tampak terutama dalam era PJPT II mendatang," tutur Sukanto Rek- sohadiprodjo penuh harap. (Andy Pribadi) KARTA Beras/dys PADAT-Hotel baru di Yogyakarta juga dibangun di kawasan Pasar Kembang seperti Berlian Palace Hotel. Ini menyebabkan kepadatan hotel di kantong turis itu bertambah. "Booming" Investasi Hotel di Yogya (2) Akankah Kasus Bali Berulang di Yogya? DATA pada Kanwil Depar- postel DIY tentang turis yang menginap di hotel-hotel Yogya dan lama mereka tinggal di Yogya menunjukkan betapa bis- nis hotel di Yogya saat ini masih menjanjikan untung. Tidak ada hotel berbintang yang tidak kebagian tamu setiap hari. Hotel kelas melati pun tak ada yang bangkrut, gara-gara tak pernah memperoleh tamu. Fakta-fakta ini menjadikan in- vestor begitu optimistis terha- dap masa depan bisnis hotel di Yogya. Sehingga persaingan ho- tel yang kian menajam pun tak menyurutkan langkah mereka untuk berpacu membangun ho- tel (lihat tulisan bagian perta- ma). Data itu akan makin berbi- cara ketika dikaitkan dengan tingkat hunian hotel pada masa- masa ramai seperti saat dilang- sungkan kegiatan ilmiah seperti seminar, konvensi, atau musya- warah dan rapat sebuah organi- sasi. Juga pada menjelang pera- yaan Natal dan Tahun Baru, le- baran atau saat liburan sekolah. Pada masa-masa itu tingkat hunian hotel hampir 100 per- sen. Seminggu sebelum puncak keramaian itu, sedikitnya 75 persen dari kamar yang tersedia Setiap kali musim sepi tiba, hotel-hotel berlomba memberi- sudah dipesan, Pihak yang sudah terjun ke bisnis perhotelan pun - General manager Century Yogya Inter- national Hotel Heinz Javier Colby, misalnya, masih optimis- tis hingga empat tahun menda- tang Yogya masih memungkin- kan menambah jumlah kamar hotel berbintang. domestik Prediksi ini didasarkan pada keyakinannya bahwa jumlah tu- ris asing yang masuk ke Yogya makin bertambah. Jumlah turis pun diperkirakan makin membanjir sejalan de- ngan berkembangnya Yogya se- bagai kota bisnis. "Yogya masih tetap merupakan tempat yang baik untuk investasi perhotel- an," katanya. Colby menyatakan, meski akan banyak hotel berbintang berdiri, Yogya tidak akan meng- alami kejenuhan kamar hotel seperti yang terjadi di Bali. Ada- nya kecenderungan baru dalam dunia pariwisata menyebabkan kondisi bisnis hotel di Yogya tidak akan separah yang pernah terjadi di Bali. SELASA PAHING, 29 DESEMBER 1992.5 *** di kota ini tak bisa dihindari. pernyataan Chandra Hasan be- Pendapat senada pernah rikut ini makin memperjelas ar- dikemukakan Chandra Hasan. gumentasi tadi. Kondisi over General Manager Natour Garu- supply kamar hotel di Yogya da Hotel dan Ketua Perhimpun- mungkin belum menunjukkan an Hotel dan Restoran (PHRI) bahwa kondisi bisnis hotel di Cabang Yogya ini mengatakan, Yogya akan separah di Bali. Ta- "Saya sebagai orang hotel tidak pi minimal bisa dijadikan petun- ingin persaingan hotel di Yogya juk bahwa kondisi bisnis perho- seperti yang terjadi di Bali". telan di Yogya mulai payah. Beberapa waktu lalu, dunia Menurut Chandra, tahun 1993 pariwisata di pulau Bali me- merupakan masa yang berat ba- mang diwarnai perang tarif gi dunia perhotelan di Yogya. hotel akibat tingkat hunian Penyebabnya, pertumbuhan ho- hotel di sana menurun tajam. tel dengan peningkatan jumlah Kejenuhan bisnis hotel di Pulau wisatawan tidak berimbang, Dewata antara lain disebabkan Chandra memprediksi terjadinya banyaknya hotel baru, sementa- over supply kamar hotel. Per- ra jumlah turis yang berkunjung tambahan jumlah kamar hotel di ke sana relatif tetap jumlahnya. Yogya akan mencapai puncak- Akankah kasus yang pernah nya pada tahun 1994. Pada terjadi Bali itu berulang di Yog- tahun ini ia memperkirakan ya? Tidak mudah untuk sampai jumlah kamar hotel di Yogya ke argumentasi itu. Tapi yang sebanyak 1.750 kamar. pasti, perang tarif adalah feno- mena umum dalam bisnis hotel. FAKTA larisnya hotel tam- paknya belum mampu memu- pus perasaan was-was sejumlah investor terhadap kemungkinan jenuhnya bisnis hotel di Yogya. JH Gondowijoyo, Direktur Uta- ma PT Purbawisata Primaindah yang saat ini sedang memba- ngun Phoenix Heritage Hotel menyatakan kekhawatirannya dingkan tahun 1990, jumlah Jika skenario ini benar, maka dengan menyatakan bahwa tamu APH pada 1991 turun 21 perang tarif akan menjadi agen- bisnis hotel di Yogya mengha- persen, dari 62.492 orang pada da para manajer hotel untuk dapi lampu kuning. 1990 menjadi 51.540 orang pada menarik tamu menginap di ho- 1991. Perang Teluk ditunjuk telnya. Jika keterusan, maka bu- Hamami sebagai penyebabnya. kan tidak mungkin kasus Bali berulang di Yogya. Ini memang gambaran ma- kro, belum menggambarkan Menurut data Kanwil Depar- kondisi hotel per hotel. Tapi poster DIY, angka kenaikan argumentasi bahwa bisnis hotel kamar hotel sebesar 34,04 per- mulai jenuh bisa dilihat, misal- sen pada 1991 belum memasuk- nya, dari penurunan tamu yang an tambahan jumlah kamar ho- menginap di hotel yang sudah tel Century Yogya Internasional sangat berpengalaman dalam Hotel (150 kamar), Belmont bisnis hotel dan memiliki jaring- Prambanan (200 kamar), Yogya an luas seperti Ambarrukmo Palace Hotel (75 kamar), Brong- Palace Hotel (APH). to Hotel (120 kamar) dan The Queen of the South Hotel (100 kamar). General Manager APH, Ha- mami Amiek mengakui, diban- (bersambung/dhi) Jika pemerintah masih mem- berikan izin pendirian hotel- hotel baru, katanya, dalam wak- tu dekat perang tarif antarhotel 1.300 kamar. Padahal di sini Stefanus Bambang Indarto, General Manager Arjuna Plaza Hotel, berpendapat bahwa pelu- ang penambahan kamar hotel di kan tarif diskon. Angka-angka tingkat hunian hotel yang di-Yogya sampai tahun 1994 hanya ungkapkan Kanwil Deparpostel akan dibangun sedikitnya 23 DIY berikut ini lebih berbicara hotel baru. Menurutnya, jika betapa bisnis hotel di kota ini hotel tidak meningkatkan mutu- mulai jenuh. Secara absolut, jumlah turis nya, ia akan terlibas dalam per- asing dan domestik yang mengi- Jika angka-angka prediksi nap di hotel berbintang dan Chandra Hasan dan Bambang melati di DIY memang naik Indarto benar, maka dalam dua pada periode 1988-1991. Tapi tahun mendatang jumlah kamar secara persentase, kenaikannya hotel di Yogya berarti naik seki- cenderung menurun atau meng- tar 40 persen. Sedangkan per- alami leveling off tumbuhan jumlah wisatawan per tahun, menurut Chandra saingan. Hasan, hanya 15-20 persen. Dibandingkan 1988, pada 1989 jumlah turis asing yang menginap di hotel naik 24 per- Data Kanwil Deparpostel DIY sen, sedangkan turis lokal 13,88 persen. Pada 1990, jumlah turis berikut ini mengukuhkan pen- asing yang menginap di hotel dapat Chandra Hasan bahwa juga naik, tapi kenaikannya mungkin yang terjadi bukan hanya 4,22 persen. Sedangkan over supply kamar hotel, tapi jumlah turis domestik yang me- bahan jumlah kamar hotel de- tidak imbangnya antara penam- nginap di hotel justru turun 17,55 persen. Pada 1991 jumlah ngan jumlah wisatawan. Maka turis asing yang menginap di bisa jadi, sebuah kamar hotel hotel malah naik hanya 1,46 belum tentu terisi dalam satu- persen, sedangkan turis domes- dua hari, tapi lebih dari itu. tik naik 5,93 persen. Selama 1988-1991 jumlah Jika jumlah turis asing dan kamar hotel di Yogya memang domestik yang menginap di hanya naik rata-rata 9,43 per- hotel digabung, maka kenaikan sen/tahun. Tapi pada 1991, jumlah turis yang menginap di jumlah kamar hotel naik sebesar hotel berturut-turut 16,47 persen setahun sebelumnya. Padahal 34,04 persen dibandingkan (1988-1989), turun 11,62 persen sebelumnya kenaikan jumlah (1989-1990) dan naik 4,49 per- kamar hotel di Yogya rata-rata sen (1990-1991). hanya 1-2 persen/tahun. *** KEMBALI ke ukuran makro, Dengan Mendirikan PT Yogya, Bernas Himpunan Pengusaha Muda ber lalu. Indonesia (Hipmi) DIY maju kini merintis pengembangan pola baru kemitraan bisnis de- ngan Salim Group. Rintisan pola terbaru ini berupa pembentukan perseroan terbatas (PT) oleh Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi DIY, yang kemudian di- merger-kan dengan PT yang khusus dibentuk Salim Group menjadi sebuah PT baru. Pengembangan pola baru kemitraan bisnis ini Senin (28/- 12) kemarin dimatangkan dalam sebuah pertemuan sejumlah pengurus di kantor sekretariat BPD Hipmi DIY. Dalam rapat ini Bastaman Saragih bertindak sebagai "pemrasaran". Dengan demikian kini mun- cul sedikitnya tiga pola kemitra- an bisnis yang akan dikembang- kan Hipmi-Salim Group. Dua pola kemitraan itu, pertama, berupa penyertaan saham ang- gota Hipmi (seluruh Indonesia) pada beberapa perusahaan baru yang dibentuk Hipmi-Salim Group. Sedangkan pola kedua be- rupa penyertaan saham anggota Himpi DIY pada sejumlah anak perusahaan milik Salim Group. Pola ini terealisasi berkat "tero- bosan" yang dilakukan bebera- pa anggota Hipmi DIY secara individual ketika berlangsung kontak bisnis Hipmi DIY de- ngan Salim Group dan Sinar Mas Group di Hotel Belmont Hipmi DIY Rintis Pola Baru Kemitraan dengan Salim Group bawah Salim Group. Tapi BPD Hipmi memberi kebebasan kepada anggotanya untuk memilih di antara ketiga pola kemitraan itu. Ini karena realisasi kemitraan dan pende- katan bisnis antara kedua pihak diharapkan berlangsung secara alami. Prambanan Yogya akhir Okto- Untuk memudahkan penye- butkan, pola baru yang sedang dirintis BPD Hipmi DIY ini sebut saja dengan istilah "Pola Patungan". Sedangkan pola pertama dan kedua masing-ma- sing disebut "Pola Penyertaan" dan "Pola Individual". Bermitra sejajar Ketua Umum BPD Himpi DIY Purdie E Chandra kepada Bernas hari Senin (28/12) me- ngatakan, kemitraan "Pola Pa- tungan memberi kesempatan kepada Hipmi DIY untuk ber- mitra bisnis sejajar dengan Salim Group. "Pola Patungan" ini diharapkan juga bisa diterapkan dalam kemitraan bisnis Hipmi- Sinar Mas Group. Sejak Desember 1991 Kemitraan "Pola Penyertaan" antara Hipmi dan Salim Group disepakati sejak Desember 1991. Dewasa ini realisasi kemitraan "Pola Penyertaan" dalam bentuk 5 perusahaan. Yakni perusaha- an yang memproduksi kantong plastik (PT Binamitra Plastisindo di Cikampek), angkutan (di Jawa Barat), obat nyamuk (di Sumatera Utara), sepatu dan industri kimia. Tiga perusahaan yang disebut pertama sudah berjalan. Bahkan PT Binamitra sudah melakukan ekspor perdana. Dua anggota Hipmi DIY, yakni Purdie E Chandra dan Bastaman Saragih, ikut memiliki saham di PT Bina- mitra. Sedangkan anggota Hipmi DIY yang terlibat dalam "Pola Individual" diperkirakan baru berjumlah, 3 orang. Dari penjelasan Purdie, "Pola Patungan" tampaknya akan popoler dan diminati anggota Dengan "Pola Patungan", kata Hipmi DIY, terutama yang ber- Purdie, Hipmi DIY mampu gerak di sektor pertanian dan meningkatkan bargaining po- agroindustri. Antara lain karena sition (tawar menawar) dengan pola kemitraan sesuai dengan Salim, Group. Kemitraan "Pola kemampuan mereka. Juga kare- Penyertaan" dan "Pola Individu- na pengembangan ide pola ini al" memberi kesan seolah-olah sesuai dengan keinginan mere- posisi anggota Hipmi berada di ka sendiri. (dhi) Purdie mengungkapkan, "Pola Patungan akan mengga- rap sektor agobisnis. Di antara- nya industri genting, budidaya salak, kentang dan kapuk ran- du. PT yang didirikan BPD Himpi berkantor di Yogya, tapi usahanya di Yogya sendiri (un- tuk budidaya salak) atau di lain tempat (misalnya di Jawa Te- ngah untuk budidaya kapuk randu). 2cm 4cm
