Tipe: Koran
Tanggal: 1992-12-29
Halaman: 10
Konten
2cm Color Rendition Chart 10. SELASA PAHING, 29 DESEMBER 1992 OLAHRAGA Awam "Diistirahatkan" Percasi PECATUR andalan DI Yogyakar- ta Master Nasional (MN) Awam Wahono "diistirahatkan" tidak boleh mengikuti kejuaraan catur apapun selama enam bulan terhitung mulai Desember 1992 ini. Awam diskorsing Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) bersama pecatur dari DKI Jakarta Master Internasional (MI) Andi Suhen- dra, karena mereka pergi tanpa izin dari invitasi ca tur Piala Ma- kita yang berlangsung di Jakarta hingga 2 Desember lalu. Kendati demikian, Pengda Percasi DI Yogyakarta sampai saat ini belum menerima surat resmi dari induk organisasinya Awam Wahono berkenaan dengan skorsing yang dijatuhkan PB Percasi kepada Awam Wa hono. "Saya baru tahu dari surat kabar. Jika memang skorsing yang dijatuhkan PB itu benar, dan demi disiplin atlet kami dapat menerimanya," jelas Ketua Harian Pengda Percasi DIY, Samsudimulyo kepada Bernas di kantor KONI DIY, Selasa. Sanksi yang dijatuhkan kepada kedua pecatur itu diumumkan Ketua Bidang Pembinaan PB Percasi, Andi Darussalam Tabussala kepada wartawan di Jakarta, Sabtu. Menurut Andi, PB menilai ke- dua pecatur itu tidak disiplin, karena meninggalkan pertandingan yang sedang berlangsung tanpa alasan apapun pada invitasi Piala Makita yang digelar di hotel Orchid Jakarta itu. "Langkah ini adalah sebagai bagian dari upaya yang terus digalakkan PB Percasi dalam meningkatkan disiplin organisasi dan mutu para pecatur nasional," kata Andi Darussalam. JA dkm Turnamen yang diikuti 24 pecatur terbaik putra dari seluruh tanah air itu digelar oleh PB Percasi sebagai seleksi pemilihan pecatur ketiga, yang akan mendampingi Grand Master (GM) Utut Adianto dan MI Edhi Handoko mewakili Indonesia ke kejuaraan zona-12, yang akan dimainkan di Jakarta mulai 25 Januari 1993. *** LEPAS dari itu semua, Samsudimulyo menilai, langkah PB untuk menskorsing atlet yang meninggalkan pertandingan tanpa alasan sebelum event itu berakhir, dapat memberikan angin segar bagi perkembangan olahraga otak itu di tanah air. Karena selama ini, bentuk sanksi seperti itu belum pernah dijatuhkan PB. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, bentuk sanksi itu akan kita pakai dalam berbagai kejuaraan yang akan diselenggarakan di daerah ini," jelas Ketua Bidang Organisasi dan Daerah KONI DIY ini. Menurutnya, pemain yang meninggalkan pertandingan sebelum selesai itu sebenarnya sangat merugikan pecatur lain, terutama untuk kejuaraan yang menggunakan sistem Swiss, karena tidak akan menambah dalam pengumpulan nilai solkof (SK). Awam Wahono mengakui, ia terpaksa meninggalkan pertan- dingan karena stress. "Sejak pertandingan babak pertama melawan Nasib Ginting saya sudah stress, tapi kondisi seperti ini terus saya paksakan untuk menghadapi Sugeng Prayitno pada babak kedua," jelas pecatur dari Jateng yang hijrah ke Yogyakarta ini sejak setahun yang lalu. Seraya menambahkan, dalam pertandingan melawan nasib, ia kalah dengan nilai 1 1/2-2 1/2 Sementara melawan Sugeng dengan kondisi yang sudah lemas, Awam dapat memenangkan pertandingan tersebut. "Dalam waktu dekat ini saya akan ke Jakarta untuk menjelas- kan permasalahan ini kepada PB Percasi, sehingga diharapkan sanksi yang telah dijatuhkan ini dapat ditinjau kembali," ucap pemuda kelahiran Pekalongan 21 Desember 1963. Peloncat indah Cina berusia 22 tahun itu, salah satu atlet terkenal Cina yang namanya terus menanjak, mengatakan medali- nya yang dijual adalah yang diperolehnya dalam kejuaraan dunia 1991, guna menambah uang pemerintah karena Beijing sedang be rusaha menjadi tuan rumah Olimpiade 2000. "Sebagian juga digu- nakan untuk dana penghormatan bagi orang yang sudah berbuat banyak guna memajukan loncat indah di negara ini," Tambahnya. Gao, yang berhasil mempertahankan gelarnya dalam papan menara tiga meter di Olimpiade Barcelona, tidak pernah terkalah- kan dalam setiap kejuaraan sejak 1986. (Rtr) BERNAS Gubernur Ismail: Keputusan PB PRSI Kurang Bijaksana menghimbau agar PB PRSI me- ninjau kembali keputusan itu?" tanya Bernas. "Bukan. Saya hanya mengomentari begitu atas adanya keputusan itu," jawab Gubernur sambil tersenyum. dan Irman dari DKI ke Jateng juga sudah diproses. Mereka akan pindah dari klub renang Pelita Jaya Jakarta ke klub re- nang Bina Taruna Purwokerto. Menurut Gubernur Ismail, Jawa Tengah dalam melihat persoalan ini tidak mendasarkan pada sentimen kedaerahan namun lebih mengutamakan kepentingan nasional. Richard dan Irman jelas sangat dibutuh- kan dalam SEA Games XVII di Singapura. Dukungan bagi me- reka jelas sangat diperlukan. Sanksi yang dijatuhkan PB tampil di PON XIII, dengan PRSI dengan melarang mereka alasan kedisiplinan, bisa mem- buat mental mereka jatuh. Me- reka, lanjut Gubernur, masih memerlukan bombongan dari semua pihak. Keputusan yang kurang bijaksana dikhawatirkan bisa merusak prestasi mereka. Semarang, Bernas Keputusan PB PRSI yang tidak memperbolehkan dua perenang handal Indonesia, Richard Sam Bera dan Wirmandi Sugriat untuk tampil dalam PON XIII diharapkan belum merupa- kan keputusan yang final. Ke- putusan itu dinilai kurang bijak- sana karena dapat meruntuhkan mental kedua perenang terse- but, padahal keduanya jelas sangat dibutuhkan pada SEA Games XVII di Singapura, Juni 1993. Jakarta, Bernas in demikian. Begitu pula, kare- Kunci kemenangan PSIM na setiap pemain sangat disiplin dari Persija Selatan kemarin menempati posisi masing-ma- petang adalah disiplinnya Dedy sing maka setiap umpan yang Setiawan dkk dalam menjalan- diberikan rekannya bisa dilan- kan instruksi pelatih. Selain jutkan dengan baik. Menanggapi kendornya penjagaan orang perorang berja- lan lancar, umpan-umpan pe- gedoran PSIM pada babak ke- main PSIM bisa akurat karena seluruh pemain berada pada posisi siap. dua,. Berce mengatakan, itu biasa dalam sebuah pertanding- an. Setiap tim yang sudah me- Pendapat itu disampaikan nang mereka biasa melakukan Pelatih Kepala PSIM, Berce taktik bertahan. Dan itu mema- Matulapelwa, beberapa saat ng dilakukan PSIM dengan baik. setelah pertandingan usai. Me- Menjawab pertanyaan me- nurut mantan pelatih nasional ngenai penampilan Persija Sela- itu, sejak menit pertama para tan, Berce mengatakan penam- pemain PSIM langsung mene- pilan mereka seperti tak terpola. kan. Ini memang diinsitruksikan PSIM tampil lebih bagus sehing- oleh pelatih Bambang Prasetyo ga bisa memenangkan pertan- agar anak-anak asuhnya berma- dingan. "Mudah-mudahan keputusan itu belum final. Saya kira kepu- tusan itu kurang bijaksana. Yang bersangkutan masih diper- lukan untuk SEA Games. Sa- yang kalau prestasinya merosot hanya gara-gara keputusan yang tidak bijaksana," kata Gubernur Jateng HM Ismail ketika ditemui di Semarang, Senin. Hal itu dikemukakannya sehubungan dengan keluarnya keputusan PB PRSI No 25/1992 yang melarang Richard dan Irman panggilan akrab Wir mandi Sugriat untuk tampil dalam Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan (KRAP) ke-15 yang sekaligus merupakan ba- bak kualifikasi PON XIII (Ber- nas, 27/12). Kedua perenang handal itu selama ini memang menjadi rebutan DKI Jakarta dan Jawa Tengah Kepindahan Richard Jakarta, Bernas MF Maria Ratna Lucia berte- kad mengalahkan juara dunia catur Xie Jun asal Cina, jika dia bisa bertemu di Australia nanti pada kejuaraan dunia catur Australia Terbuka, 28 Desember hingga 14 Januari. Lusi, demikian Maria biasa dipanggil, dan kini berumur 17 tahun itu, sejak menjuarai invi- tasi master putri Piala Enerpac beberapa waktu lalu di Jakarta mengatakan tak gentar mengha- dapi Xie Jun. "Saya akan berusaha menak- lukan Xie Jun jika kami berdua sempat berhadapan di meja pertandingan, dan itu sudah menjadi target saya," kata Lusi. Kejuaraan Catur Australia Terbuka Maria Lucia Bertekad Kalahkan Xie Jun an juli lalu, Lusi sudah berhasrat sekali berjumpa dengan pecatur cina itu, sayang sekali tim putri Indonesia tidak sempat berha- dapan dengan regu Cina saat itu sehingga Lusi gagal mewujud- kan impiannya. Sejak memperkuat regu putri Indonesia di Olimpiade Catur 1992 di Manila pertengah- Awam Wahono adalah pemegang Piala Atma Jaya salah satu tumamen catur paling begengsi di Indonesia yang digelar Lindas Garuda 9-1, AMS tiap tahun Raih Tiket ke Grand Final di Selain lulusan STM ini telah mengukir berbagai prestasi, di antaranya juara dalam turnamen Bandung Terbuka 1987, kemudian juara III turnamen Danamon seri I dan runner up seri II tahun 1990. Dan pada tahun yang sama, Awam meraih juara ketiga Kejurnas catur di Banjarmasin. Prestasi yang paling bergengsi bagi Awam, ketika ia terpilih sebagai wakil Indonesia dalam Olimpiade di Yugoslavia dua tahun lalu. (sug) OLAHRAGA SEKILAS Ratu Loncat Indah Jual Medali Emas BEIJING- Gao Min, juara loncat indah papan menara puteri dalam dua kali Olimpiade, mengumumkan pengunduran dirinya dan menjual salah satu medalinya seharga 770.000 Yuan atau sekitar Rp 270 juta, demikian dilaporkan kantor berita Cina, Xinhua, Senin. Yogya, Bernaselb AMS Seyegan Sleman mere- but tiket ke grand final turna- men sepakbola antarklub Piala Komda PSSI DIY 1992 setelah dalam partai penentuan di Sta- dion Kridosono Yogyakarta, Se- nin (28/12), tanpa ampun me- lindas Garuda Gunungkidul dengan skor 9-1 (6-1). Jawa Tengah tidak memper- soalkan apakah dirugikan atau diuntungkan dengan keputusan PB PRSI itu. Yang lebih penting dari itu adalah pembinaan ter- hadap kedua atlet itu, yang jelas sangat dibutuhkan Indonesia. Mereka perlu diberi iklim yang menunjang prestasinya," kata Gubernur. Belum final Lurahnya Jawa Tengah itu berharap bahwa keputusan PB PRSI itu belum merupakan ke- putusan yang final dan merupa- kan harga mati. "Jadi Bapak Tetapi, secara jujur diakui nya bahwa penampilan Yogya cukup bagus. Ini jauh lebih bagus ketika anak-anak Yogya tampil di Subang. Kerahkan massa Sementara, Komda PSSI DIY Arifin Ilyas menjanjikan menge- rahkan massa Yogya untuk Peluang Lusi menguji kema- hirannya dalam olahraga catur melawan juara dunia putri itu bakal menjadi kenyataan andai- kan Lusi mampu tampil sebagai salah seorang pecatur tangguh di event ini. 10 Pecatur kelahiran Surabaya itu kini masih menyandang gelar juara junior Asia-Pasifik ada kelompok usia 20 tahun ke bawah, dan ia juga, berhasil meraih peringkat III pada kejua- raan dunia catur khusus junior dan putri di bawah usia 20 tahun, di Buenos Aires. (tsn) Pada babak kedua, Garuda melengkapi pemainnya, Nadi Purwanto ditempatkan sebagai penyerang dan posisi kiper diisi Ngadimian. Tapi hal itu tak ber- pengaruh banyak dan Ngadi- man pun akhirnya tiga kali me- mungut bola dari sarangnya. Klasemen sementara Argomulyo 2 200 11-34 AMS Seyegan 3 201 11-5 4 Mars '57 21 01 2-1 2 3003 3-18 0 (umr) Garuda ke grand final, tampil seada- nya, seakan sengaja melepas kemenangan untuk lawannya. Bahkan, Garuda yang tanpa pemain cadangan, kecuali pen- jaga gawang, hanya menampil- kan 10 pemain sepanjang babak pertama. Hal itu semakin me- mudahkan anak-anak AMS un- tuk mengurung daerah perta- hanan lawannya sekaligus me- Para pemenang kejuaraan yang berlangsung 26 dan 27 Desember itu untuk special engine terbuka adalah 1. Frans Tanujaya dari Bandung dengan mengendarai sepeda motor Ya- maha, 2. Pieters Tanujaya (Ban- dung/Yamaha), 3. Iwan Ciss Hermawan (Bandung-Honda), 4. Satya Sunarso (Yogyakarta- Zusi, penyerang sayap AMS, wang Nadi Purwanto. ber-Yamaha). menyumbangkan lima gol bagi nyarangkan enam gol ke ga Yamaha), 5. Dwi Sugiarto (Jem- timnya. Pemain bernomor kos- tum tujuh ini menjaringkan bola ke gawang Garuda pada menit ke-16, 18, 32, 34 dan 88. Empat gol lainnya dihasilkan oleh Wahyudianto, Sunaryoto, Sukri Wiyanto dan Kris Jatmono pada menit ke-29, 44, 47 dan 59. Sedangkan gol tunggal balasan Garuda dipetik melalui ayunan kaki Tukino pada menit ke-26. Pertarungan AMS melawan Garuda, berlangsung kurang menarik dan tanpa greget. Garu- da yang sudah tak berpeluang Setelah menyaksikan pe- nampilan anak-anak PSIM, Ari- fin langsung memerintahkan pengurus inti PSIM untuk kem- bali ke Yogya dan mengkordinir para suporter. "Saya sudah min- ta dokter Antok (Hadianto Isma- ngoen, red) untuk pulang ke Yogya," katanya. Diakui, selama 80 menit menyaksikan pertandingan antara PSIM dengan Persija Selatan, hatinya sempat cemas. Meski PSIM sudah menang 1-0, menurut Arifin, sebelum peluit panjang dibunyikan wasit, dia mengaku tak enak duduk. "Se- karang sudah ke final dan kita tinggal satu langkah lagi untuk juara," kata Arifin yang seha- ri-harinya menjabat sebagai Bupati Sleman ini. Tentang hubungannya de- ngan target Jateng untuk mem- pertahankan peringkat ke-4 dalam PON mendatang, Guber- nur tetap pada keyakinannya. "Kita tetap berusaha untuk ber- tahan pada peringkat keempat. Syukur-syukur bisa kepleset ke urutan ketiga," katanya. Tidak menutup kemungkin- an para suporter Yogya akan hadir di Senayan dengan meng- gunakan kereta api dan men- carter bus-bus umum. "Saya kira meski tidak kita koordinir, ba- nyak masyarakat Yogya yang berminat menyaksikan lang- sung. Soalnya ini merupakan sejarah bagi kita karena baru pertama kalinya masuk final. Piala Suratin," tegas Arifin. Untuk mencari pengganti medali emas yang semula diha- rapkan bisa disumbangkan oleh Richard dan Irman, Gubernur menghimbau agar Ketua Tim Terobosan Yadora Jateng, Isma- ngoen Notosapoetro memikir- kan hal itu. Gubernur menya- rankan agar Ismangoen dan kawan-kawannya yang ditugasi menjaring atlet yang berpotensi merebut medali untuk mencari ganti Richad dan Irman. Menurut Arifin, keberhasilan PSIM masuk puncak tangga Piala Suratin tersebut merupa- kan hasil kerja keras para peng- urus PSIM termasuk pelatihnya. Disebut-sebut peranan Berce Matulapelwa juga sangat besar dalam memberi rangsangan terhadap PSIM untuk lebih ber- kembang lagi. Urungnya Richard dan Irman memperkuat Jateng dalam PON XIII memang akan sangat mem- pengaruhi perolehan medali Jateng. Dari keduanya semula diperkirakan Jateng setidaknya akan meraup 14 medali emas. Sekarang Tim yang dipimpin Ismangoen harus mncari tero- bosan-terobosan baru lagi guna mengamankan posisi Jateng dalam PON mendatang. (yup) Bagaimana peluang PSIM nanti? "Tentu saja kita berharap Bemas/dys menjadi juara. Kita akan fight. TUKANG TANDUK-Isnawan Sulaksono (meloncat, belakang) membuktikan dirinya sebagai spesialis "tukang tanduk PSIM Junior. Semangat juang anak-anak luar biasa," katanya. (tsn/dar) Gol yang dibuat Isnawan ke gawang Persijasel juga lewat tandukannya yang jitu. Satya Juara Umum Motocross Bali, Bernas Crosser asal DI Yogyakarta Satya Sunarso dipastikan mere- but gelar juara umum seluruh rangkaian Kejuaraan Motocross Jaya Bali 1992. Sementara dalam seri terakhir atau kelima di Sa- nur Bali Minggu lalu, pembalap Frans Tanujaya dari Bandung berhasil keluar sebagai juara umum. "Pokoknya Satya Sunarso ber- peluang besar menjuarai selu- ruh putaran Gudang Garam Mo- tocross Jaya Bali Championship 1992, tetapi pengumuman pe- menang akan disampaikan pada malam tahun baru saat penye- rahan hadiah," jelas ketua pani- tia Helmy Sungkar. "Walaupun Satya pada putar- an terakhir di Sirkuit Padangga- lak, Sanur, Bali hanya mendu- duki peringkat empat, namun secara keseluruhan dia memper- oleh nilai tertinggi, soal berapa nilainya akan diumumkan Ka- mis malam, tambah Helmy. Satya Sunarso (30) lulusan ISI hasil keluar sebagai juara umum Yogyakarta ini, sebelumnya ber- pada putaran pertama di Solo, 15- 16 Februari 1992. Hasil lain : Kelas Special Engine (SE) 250 CC Senior: 1. Frans Ta- nujaya, 2. Dwi Sugiarto, 3. Pie- ters Tanujaya. Kelas SE 125 CC Senior: 1. Frans Tanujaya, 2. Iwan Ciss Hermawan, 3. Satya Sunarso. (Ant) PENCATAT NILAI- Olahraga panahan Gaya Mataraman memang unik. Selain atlet harus menggunakan panah sederhana dan pakaian daerah. Maka para pencatat nilai PIALA SURATIN Jakarta, Bernas Irmawan Dwinanto pantas menjadi bintang kemenangan kesebelasan PSB Bogor. Dua gol yang diciptakannya berhasil mengantarkan kesebelasan dari kota hujan ini ke babak final. selangkah lagi untuk meraih "Perjalanan kita kini tinggal gelar juara. Itu memang sudah menjadi target kita," ujar pelatih PSB Bogor, Yusak dengan mata berbinar-binar seusai keme- nangan tadi malam. Pertarungan dua kesebelasan ini seperti mewakili dua karakter yang berbeda. Permainan keras a- nak-anak Medan, justru berhasil dilumpuhkan dengan permain- an cantik oleh Irmawan nanto dan kawan-kawan. Dwi- Akibat permainan keras terse- but wasit Aan Setiawan dari Bengkulu terpaksa mencabut satu kartu merah serta tiga kartu kuning. Namun demikian keke- Biaya Pelatnas SEA Games Rp 11 Milyar Kuda Dewi Ratih Boyong Trofi Bupati Bantul Jakarta, Bernas KONI Pusat merencanakan anggaran sekitar Rp 11 milyar untuk biaya Pelatnas SEA Games XVII mendatang. "Tapi angka itu belum pasti karena menunggu persetujuan dari beberapa pihak yang berwe- nang," kata Sekjen KONI Pusat, Kahpi Suriadiredja di Jakarta, Senin. Kahpi menjelaskan, dana tersebut dua kali lebih besar dari biaya Pelatnas sebelumnya karena ada beberapa cabang yang menginap di hotel atlet Century Park Jakarta, termasuk cabang anggar. Pelatnas SEA Games, lanjut Kahpi, dimulai dalam dua ta- hap. Sembilan cabang yang sudah mulai menjalani Pelatnas Desember 1992 adalah atletik, bulutangkis, balap sepeda, pa- nahan, menembak, loncat in- dah, angkat besi, binaraga, senam dan sepak takraw. Sedangkan untuk cabang lainnya akan menyusul awal januari 1993 karena masih ada Memasuki hari kedua Kejua- raan Renang Antarperkumpulan (KRAP) XV se-Indonesia di kolam renang Senayan Jakarta Senin kemarin, Klub renang Bina Taruna Purwokerto Jawa Te- ngah mengantongi enam medali emas, satu perak dan empat perunggung. Jumlah medali tersebut disuguhkan para pere- nang andalan Bina Taruna, seperti Meitri W pangestika, Emy Sukono, Budhi Wijayanti, serta perenang kakak beradik Felix dan Albert C Sutanto. Sementara itu, pada hari kedua kemarin tidak terjadi pemecahan rekor nasional se- perti pada hari pertama. Kema- rin hanya terjadi lima perbaikan rekor KRAP dan empat rekor kelompok umur (KU). Rekor KRAP yang diperbaiki kemarin masing-masing terjadi pada nomor-nomor 100 M gaya dada KU III putri oleh Rita Mariani (Hiu- Surabaya), 4X50 M gaya bebas estafet KU IV putra oleh tim Hiu- Surabaya, 4X50 M gaya bebas estafet KU IV putri oleh tim Orca- Malang, 4X100 M rasan tersebut tidak sampai menjurus pada perkelahian di antara pemain. Satu kartu merah dialamatkan pada pemain PSMS, Ilham Ro- madhona yang dengan sengaja menepis bola di depan gawang. pada dua pemain PSMS ma- Sedang kartu kuning diberikan sing-masing Doni Turnamen dan Rahmuka Triki serta satu untuk pemain PSB, Muhamad Arisandy. Bagi PSMS hukuman kartu menimbulkan kemalangan beri- merah untuk Ilham justru justru kutnya, karena akibat ulahnya hukuman penalti pun tidak bisa dihindarkan. Ilham memang jelas nampak sengaja menepis bola tersebut dengan kedua tangannya, setelah sundulan Irmawan yang memperoleh umpan tendangan sudut Dos man Sudirja tidak tertahan lagi oleh penjaga gawang Sahari permasalahan yang harus dise- lesaikan seperti kegiatan seko- lah atlet-atlet yang bersangkut- an. Menangapi lamanya pelatnas yang hanya sampai Mei 1993, Soeweno, pada kesempatan lain mengatakan, hal itu tidak mem- pengaruhi pencapaian target Indonesia dalam mempertahan- kan predikat juara umum. KRAP VI Hari Kedua Bina Taruna Kumpulkan Enam Emas Jakarta, Bernas "Halo, mau tanya pak, hasil PSIM bagaimana?" demikian telepon yang diterima Bernas, berulang-kali. Ketika menerima jawaban bahwa PSIM meng- gulingkan Persijasel dan berhak melangkah ke final, entah sadar atau tidak, para pecinta PSIM itu mengekspresikan kegembiraan- nya. "Menang? Allhamdulilah ya pak. Waduh saya harus segara berangkat ke Jakarta kalau begi- hasil pertandingan hingga me- tu," demikian kata seorang pe nelpon redaksi berkali-kali. Niat SPONTANITAS warga Yogya menyambut kemenangan PSIM merupakan ujud dari kecintaan mereka terhadap Laskar Mata- ram itu. Seorang penelpon dari wilayah dekat Stadion Kridoso- no tak segan-segan menunggu *** "Untuk itu para pelatih ditun- tut untuk menyusun program latihan yang lebih efisien," tam- bahnya. Tentang Sam Bera Menanggapi surat keputusan PB PRSI tentang tidak diperbo- lehkannya perenang Richard ikut serta dalam PON XIII nanti, Sam Bera dan Wirmandi Sugriat Kahpi mengatakan, pihak KONI tidak bisa bicara banyak karena sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan tersebut. "KONI sendiri tidak mau ikut campur karena hal itu urusan intern PB PRSI," katanya. Wa- laupun nanti mereka tidak ikut PON XIII bukan berarti mereka Atlet Pelatnas untuk ma- sing-masing cabang adalah, angkat besi (20 atlet), binaraga (10), atletik (45), balap sepeda tidak ikut serta dalam event (22), bulutangkis (24), menem- bak (37), panahan (16), senam (26), tinju (24), renang (28), loncat indah (12), polo air (20), anggar (34), bilyar (12), boling (18), bolabasket (36), bolavoli (36), dayung (35),cabang lain- nya, golf (11), hoki (48), judo (32), karate (46), layar/selancar lain, karena program latih tan- ding ke Amerika Serikat itu sen- diri adalah untuk peningkatan prestasi dalam tingkat internasi- onal. gaya bebas estafet KU III putra oleh tim Bina Taruna-Purwoker- to, 4X100 M gaya bebas estafet KU III putri oleh tim Hiu A-Su- rabaya. Perenang nasional Meitri W Pangestika menyumbang medali emas pertama pada nomor 200 meter gaya bebas terbuka putri, setelah mencatat waktu 02:00.- 38. Sementara urutan kedua diduduki perenang Jambi Elsa Manora Nasution dengan catat- an waktu 02:16.28, disusul ke- pada mudian Ine Y Syapawi dari Palembang (02:17.41. Selain itu Meitri masih menyumbang satu medali perunggu di nomor 200 meter gaya punggung. Sementara Felix C Sutanto kedua kemarin, mera- ih dua medali emas, masing- masing pada nomor 200 meter gaya punggung dan 400 meter gaya ganti perorangan. Pada nomor 200 meter gaya pung- gung, Felix mencatat waktu 02:12.22, disusul kemudian perenang Lukman Niode dari Pelita Jakarta (02:19.45) dan Albert C Sutanto (02:19.46. Berce: Pemain PSIM Bermain Sesuai Instruksi Permainan Cantik PSB Lumpuhkan PSMS Isnawan: Terima Kasih Tuhan Saya Bisa Membuat Gol Manajer Persijasel, Bambang mendukung Laskar Mataram Sutjipto mengakui, kekalahan yang akan berjuang mengibar- anak-anak asuhnya disebabkan kan bendera daerahnya di Stadi- permainan mereka tidak ber- on Senayan. kembang. Anak-anak, lanjutnya, tampil begitu grogi sehingga mereka tak berbuat apa-apa. "Saya juga heran mengapa para penonton tidak mendukung Jakarta. Mereka bahkan menge- lu-elukan pemain Yogya," kata Bambang. Gultom yang sudah terlanjur maju. Hukuman penalti pada menit 65 ini akhirnya bisa diselesaikan dengan baik oleh Irmawan yang menjadi PSB unggul 3-0. "Menang, Tetapi Benar Lho Pak!" TELEPON di meja redaksi nelpon yang mengaku pecinta Bernas tak berhenti berdering, berat PSIM. semalam. Warga Yogyakarta tak Beberapa penelpon malah sabar menunggu hasil pertan- dingan semifinal Piala Suratin ada yang tidak percaya kalau PSIM mampu melangkah ke antara PSIM melawan Persijasel. final. Ketika Bernas suatu kali Kecintaan terhadap PSIM, mem- menjawab bahwa PSIM menang buat mereka tak sabar menanti tipis 1-0 atas Persijasel, mereka hingga koran terbit esok hari- tak percaya. "Menang? Tetapi benar lho pak menang!", kata seorang pecinta berat PSIM dengan nada suara yang berge- nya. tar. Bernas/eta pun harus berpakaian menyesuaikan diri seperti yang terlihat dalam Kejuaraan Panahan Tingalan Dalem, dua pekan lalu di Yogyakarta. Sementara gol balasan PSMS terjadi pada menit ke-67 oleh Doni Turnamen yang melaku- kan serangan tunggal dari rusuk kanan. Penjaga gawang Dadang Sudirja nampaknya tidak terlalu antusias untuk menghalau bola, hingga seolah dengan bebas gawangnya dijebol oleh Doni. (dar/tsn) angin (19), pencak silat (30), sepak bola (27), sepak takraw (18), taekwondo (32), tenis (16), tenis meja (14), squash (12) dan wushu (21). penelpon yang mengaku berna- ma Budiman ini cuma satu, kalau menang, dia dan rekan- rekannya akan nglurug ke Ja- karta. "Berapa bus yang akan ke Jakarta?" tanya Bernas. "Wah belum tahu, kami sekarang masih menanti pecinta PSIM lain yang akan pergi ke Jakarta. Silakan menghubungi bakul Soto Pak Rembyug di Kridoso- no. Biaya Rp 25 ribu, masuk sendiri dan makan sendiri," kata Budiman sambil tertawa. "Jadi jangan berpatokan pada PON XIII atau SEA Games, lihat event yang lebih besar," jelas Kahpi. (Ant) Dukungan spontan ini me- mang diperlukan bagi para prajurit Laskar Mataram yang akan berlaga dengan PSB Bo- gor. Sebab, PSB Bogor juga mengerahkan ribuan penonton- nya ke Senayan. (bmc) TERIMA kasih Tuhan. Saya akhirnya bisa membuat gol," kata Isnawan Sulaksono sambil mengelap mukanya dengan ka- Sebelumnya Irmawan juga sudah mencetak gol kedua pada badannya. Sambil ngeloyor me- os yang baru saja dia lepas dari menit ke-47 lewat sundulan juga ninggalkan lapangan, siswa hasil umpan tendangan sudut kelas tiga SMA Tirtonirmolo Dosman. Sedang gol pertama Bantul ini pun masih sempat PSB terjadi pada menit keenam menjawab beberapa pertanyaan diciptakan oleh kapten kesebe- lasan Indra Febrian setelah yang diajukan Bernas. terjadi kemelut di depan ga- wang. 02:04.93. 50 dada KU IV putri: 1. Emy Sukowo (Bina Taruna/P Kerto) 00:36.72, 2. F Ulyviani Eddy (Pusri/Palembang) 00:38.- 65, 3. Meilany Kalalo (Lumban Swarna/Palembang) 00:40.96. 100 dada KU III putri; 1. Rita (Hiu) 01:15.95, 2. Olga H (Wo- men/Padang) 01:17.57, 3. Budhi (Bina Taruna) 01:21.89. 4X100M gaya bebas terbu- ka putra: 1. Bina Taruna, 2. Tirta Taruna A 03:46.66, 3. 03:47.21, 3. Pelita Jaya 03:48.09. Bantul, Bernas Kuda Dewi Ratih milik Fami- ly Stable, Kaliwungu, Semarang di final kelas FFA (Free for All unggul atas lawan-lawannya dalam kejuaraan pacuan kuda dan bendi "Bupati Bantul Cup V tahun 1992" se DIY dan Jateng berlangsung di Pantai Parang- tritis, Kretek, Bantul, Minggu sore lalu. Dengan keberhasilan terse- but, Dewi Ratih tahun ini ber- hak memboyong trofi bergilir Bupati Bantul, Sri Roso Sudar- mo, piagam dan tabanas sebe- sar Rp 150.000 dari pihak pani- tia penyelenggara. Sedangkan saudaranya Albert C Sutanto selain menyabet me- dali perunggu tersebut, juga memperoleh satu medali emas, dan satu perak, masing-masing dari nomor 200 meter gaya be- bas, dan 400 meter gaya ganti perorangan putra. Hasil lainnya: 200 M bebas terbuka pu- tra: 1. Albert C Sutanto (Bina Taruna/Purwokerto) 02:00.38, 2. Wisnu Wardhana (Tirta Taruna/- Jakarta) 02:00.40, 3. Kristian Klas C Madya, I Lely Wijaya, Johanes (Sampoerna/Bandung) Manunggal Stb Surakarta, Il Rose Ny Deal, Rawa Permai Stb U- ngaran, III Harimai Mataram, Suyatno, Yogya. Klas D, I Putra Borobudur, II Lintang Utara, Family Stb Kaliwungu, Sema- rang, III Garinsa, Che-Che Stb Yogya. Pacuan kuda dan bendi ini berlangsung selama dua hari diikuti 63 ekor kuda khusus pacu dan 24 ekor kuda bendi, 6 joki bertaraf nasional dan 25 joki lainnya regional. Ketua Umum Pengda Pordasi DIY, Drs GBPH Yudhaningrat saat dihubungi Bernas di ru- mahnya, Senin kemarin menje- laskan, langkah yang ditempuh Pordasi dalam menyelenggara- kan event di pantai Parangtritis cukup berhasil, kendati di saat final terjadi hujan deras, namun tak banyak mempengaruhi pe- nonton. Hasil selengkapnya untuk klas A juara I Kuda Jala Sada, Sada Stable (Stb) Yogya, II Adi- tya, Entong S Yogya dan III Aser, Sukun Stb Kudus. Klas B. Utama, I BM Arimbi, Family Stb Kaliwungu, II Kasuang, H Ir Soeprapto Yogya, III Helga Papilaya, Manunggal Stb Sura- karta. Klas Bendi lokal utama, juara I Sri Lestari, Kel Parangtritis, Ban- tul; II Monalisa, Che-che Stb Yogya, III Tokol, Kel Ngabean Yogya. Klas bendi poni, I Mer- pati Expres, Yogya, II Bayu Kusumo, Drs GBPH Yudhaning- rat, Yogya, III Wira Sada, Sada (drw) Stb Yogya.(Jok) Menurut anak ketiga dari empat bersaudara keluarga Sedio Mulyo dengan Ny Laswi ini, gol yang diciptakannya pada menit ke- 31 itu adalah bukti dari tekadnya sejak PSIM lolos ke semifinal. "Ketika Sa- bari menendang bola dari titik Isnawan Sulaksono penjuru, saya sudah punya fee- hui bahwa ayahandanya juga ling bahwa bola itu akan datang berada di antara para penonton. ke hadapan saya. Karena itu, ketika melihat kiper keluar Maka, begitu pertandingan usai, sarang dan bola tepat di hadap- Sedio Mulyo yang sehari-hari- an saya, kepala saya dengan nya tercatat sebagai karyawan reflek menyundul bola tersebut PT Pharos Jakarta ini langsung langsung masuk ke sudut ga- wang sebelah kiri Persija Sela- tan," tutur Isnawan. mencari Sang Anak. dkm Tetapi, keduanya baru berte- mu di kamar ganti pakaian. "Sa- ya mencari anak saya," kata Memang, gol tunggal yang Sedio Mulyo sambil clingak-cli- diciptakan Petruk panggilan nguk Melihat anaknya tengah akrab Isnawan itulah yang diwawancari beberapa warta- membuka peluang PSIM ke wan, Sang Ayah yang nampak- puncak tangga sekaligus bere- nya sudah tak sabar itu lang- but gelar di final Piala Suratin 1992. Pemain bertahan asal PS Marsudi Agawe Santoso (MAS) ini menorehkan sejarah yang Tak kecuali, Bupati Sleman, semakin panjang bagi PSIM. Sebut saja begitu, karena bagi Arifin Ilyas yang juga menjabat PSIM masuk semifinal Piala Komda PSSI DIY langsung me- Suratin merupakan yang perta- ngucapkan selamat kepada Is- ma kalinya. Dan kini, sejarah itu nawan dilanjutkan dengan para diperindah Isnawan yang meng- pemain lainnya. Sekretaris KO- antarkan PSIM ke partai final. sung memeluk Isnawan. "Kowe maine apik banget Is," kata Sedio Mulyo. NI DIY, Ir Achmad Yulianto juga tak ketinggalan menyam- paikan ucapan selamat Petruk an Yogyakarta 8 Maret 1975 ini dan kawan-kawannya sambil bertambah lagi setelah mengeta- melontarkan pujian. (tsn/dar) Kebahagiaan remaja kelahir- RAGA Tahun 1993 kabinet Pembangunan I Sementara itu, selam Indonesia ke luar negeri tahun 1991 atau menjad masih berorientasi ke Ti dan hanya 44,2 perser Pasifik. Tetapi dibanding Karena semula hanya 37 persen ke Timur Tengah "Dari segi kelamin ju 1991 lalu, TKI masih dide tahun 1992 ini tinggal 63 pria yang mau menjadi anggota DPR RI tersebut Irak Segera- apapun di kawasan ini, nya. Masuk Insiden penembakan di Zona Larangan Terb . posisi 20 mil (32 km) di selatan 32 derajat garis Utara (LU), Minggu lalu. Empat pesawat, dua p . F-16 AS dan dua pesawa terlibat insiden pada 11.00 waktu Irak (atau 15.00 WIB), di mana pe pesawat AS mencegat p- Irak. "Pesawat Irak itu diberi peringatan, namum berbalik arah untuk mela konfrontasi dengan pesaw Salah satu pesawat Irak curkan," demikian antar bunyi pernyataan Per kemarin. Sebuah pesawa berhasil meloloskan dir keluar dari zona laranga arah utara. Pihak Per Untuk Semer kan, penyidikan terhadap na dilakukan sama halny nyidikan terhadap ters perkara kriminal lainnya. tidak ada perlakuan istin terhadap Xanana. Pene Kapolri ini disampaikan m wab pertanyaan wartawan tang sulitnya Xanana di oleh pengacara yang ingin nawarkan bantuan hukum wartawan yang berminat m wancarainya. Tidak ada perlakuan is wa terhadap Xanana. Anda ada kesan sulit untuk men dia, hal itu karena harus usulan dan prosedur yang I dilalui. Bisa saja Anda kepada Dispen untuk meng nya," ujar Kapolri. Menurut Kunarto, Xa juga mempunyai hamb untuk dapat diajak berkom kasi dengan sembarang om karena Xanana hanya berbahasa Porto. "Pengua bahasa Inggris dan bahasa nesianya kurang, sedang ba Totem kurang banyak ia kan sebab dinilai kurang perbendaharaan katanya," Kapolri. Mengenai tuduhan subw terhadap Xanana, menuru polri, tidak perlu dibuktikan sebab masalah subversi ters sudah tercabut sampai ke a akamya. 4cm Sangkaan yang diken terhadap gembong GPK Fr itu, kata Kapolri, adalah r kukan makar sebagaimana tur dalam pasal 106 jo pasa dan pasal 110 KUHAP. masih ditambah lagi der tuduhan melanggar UU Da No 12/1951 (menyimpan se api secara tidak sah). Namun demikian, tam nya, tidak tertutup kemung an sangkaan terhadap Xa ini akan berkembang. yang pasti, untuk sementar tuduhan intinya adalah kri al," ujar Jenderal Kunarto. Tentang adanya bebe organisasai maupun peroran dari kalangan pengacara terkesan saling berebut ke patan untuk membela Xam Kapolri mengatakan bahwa memang bagian dari dinam kehidupan kalangan penga "Pengacara itu kan mem ANDREW STEVENS SHANNON TWEED 17th GER HARI INI PERMATA 11.00-15-17.00 19.00-21.00 INDRA 10.30-17.30 19.30-21.30 17 th LOVE NEVER DITS COL NIGHT MIDNITE SHOWT 31 DESEMBE DENGAN SAJIAL YG SEDANG BOX OF KOME YO LU TIKET BISA DIPESAN MU DIMASING MASING Dracula GARY OLDMAN ANTHONY HOPKINS WINONA RYDER KEANU REEVES
