Tipe: Koran
Tanggal: 1992-12-29
Halaman: 12
Konten
2cm Color Rendition Chart 12. SELASA PAHING, 29 DESEMBER 1992 BERNAS Dompet Gempa NTT 719. Bid. Pemberitaan RRI Nusantara II Yk 720. Karyawan Kandep Transmigrasi Yk 721. Warga Wil WGKJ Mergangsan d/a Moerdi 722, Eni Sri Sutarti 723. Umat Allah SWT Yogyakarta 724. Spontanitas Natalan Gabungan di Kleben Godean, Yk 725. SMPK Sang timur 726. Janiaton Damanik 727. No Name 728. UB Sedya Rukun 731. Anselmus Dery Darmanjaya; Agustinus Delistriardhi; Scholsatika Denti W 732. Surya Abadi 729. Petrus Lajim SMP 2 Hargobinangun, Sleman 730. Staf dan karyawan Taman Asmukita JI Timoho UH 11/334 Yk Pringgulung 283 RT 08 RW 40 CC Depok, Sleman, Yk (Penyalur Bernas) 733. Hamba Allah 734. Soesatyo 735. Umat Katolik Lingkungan Singosaren, JI Wates 736. Hari Tri Widodo 737. Keluarga Kristiani Kantor Pos Besar I 738, NN 739. Kel SMP Bina Muda 740. Arifin Nur Muhammad 741. Ibu Supardi BIRO SEMARANG 742 Prasojo Agency SIAPA MENYUSUL?? JI A. Jajuli 4 Yk JI Suroto 11 Yk Nyutran MG II/1777 YK GS 11/44 YK JI 'Batikan No 7 Telp 57229 Yk Pogung Dalangan MT 1/179 Yk Yogyakarta Pojok, Harjobinangun, Pakem Sleman, Yk JI Soga 20 Celeban Yk Yogyakarta Rejowinangun KG 1/383 Yk Paroki Kemetiran, Yk SMAN Pakem Sleman Yk JIP Senopati, Yk SMP Muhammadiyah Stan Giriharjo, Panggang, GK, Yk Pripih Hargomulyo, Kokap Kulonprogo, Yk JI Tegalpanggung 32 Yk Proyek Kanjengan Blok D 116 Semarang JUMLAH Jakarta, Bernas Menlu Ali Alatas mengakui, perundingan segitiga RI-Portu- gal-Sekjen PBB mengenai Tim- tim 17 Desember lalu di New York, AS belum mencapai hasil yang diharapkan dan tak ada keputusan yang kongkret. Dia menyatakan hal itu seu- sai melapor kepada Presiden Soeharto di Bina Graha, Jakarta, Senin (28/12). HADIAH UTAMA 1 (satu) perangkat WEARNES COMPUTER Menurut dia, perundingan masalah Timtim akan dilanjut- kan lagi April tahun depan di Roma, pada saat Sekjen PBB menghadiri berbagai pertemuan di Eropa. Bagi Indonesia di mana pun pertemuan segitiga dilakukan tidak menjadi masa- lah. HADIAH KE-11 1 (satu) set tempat tidur LIGNA BD-009 RX Kepala Negara kepada Alatas menekankan RI tetap bekerjasa- ma, khususnya dengan Sekjen PBB dalam upaya mencari pe- nyelesaian masalah Timtim yang dapat diterima kedua belah pihak. Sementara Indonesia harus terus berkonsolidasi ke dalam, khususnya setelah tertangkap- nya gembong pemimpin Freti- lin, Xanana Gusmao, dan sege- nap anggota-anggota menyerah kan diri. HADIAH KE-IV 5 (lima) kamera SINPOCA Pretty DL-3 HADIAH KE-V 2 (dua) Mini Radio Tape Mengenai Xanana, Indonesia tetap akan menegakkan hukum dalam menyelesaikan kasus ini. "Jadi, masalah Xanana adalah satu proses yang akan berjalan untuk beberapa waktu," kata Alatas. Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp HADIAH KE-III 4 (empat) jam tangan SEIKO Rp Pangab Natalan Bersama 2.600 Murid TK dan SD DILI Panglima ABRI Jenderal TNI Try Sutrisno merayakan Natal bersama sekiar 2.600 murid taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) se-kota Dili, di halaman kantor Gubernur Timtim, Senin (28/12). Perayaan itu ditandai dengan penyerahan bingkisan Natal secara simbolis oleh Pangab kepada 25 wakil anak yatim piatu, serta berbincang-bincang akrab dengan para murid dan guru yang turut dalam acara itu. Hadir pada kesempatan itu, Kasau Marsekal TNI Siboen, Kapolri Jenderal Pol. Drs. Kunarto, Pangkostrad Mayjen TNI Kuntara, Kapuspen ABRI Brigjen TNI Nurhadi Purwosaputro MSc, Gubernur Timtim Abilio Jose Osorio Soares, Pangkolakops Timtim Brigjen TNI Theo Syafei, serta pejabat sipil/ABRI di daerah itu. Rp Rp Pangab Try Sutrisno, yang Minggu malam juga menghadiri perayaan Natal bersama anggota ABRI, korpri dan masyarakat Dili, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih serta penghargaan kepada para guru atas jerih payah, ketekunan kesabaran dan keuletannya dalam mendidik anak-anak menjadi manusia sempurna dan mandiri. Rp Rp Rp Walikota Administratif Dili, Domingos M.D. Soares SH menje- laskan, perayaan Natal bagi anak-anak sekolah yang dikoordinir- nya itu bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Natal agar kedamaian mewarnai jiwa mereka dalam menapaki kehidupan mereka kelak. (Ant) 36.000,- 53.000,- 133.500,- 50.000,- 20.000,- 25.025, 129.000, 10.000, 5.000,- c. Asli 25.000,- 5.000,- 60.000,- 5.000,- 10.000,- 100.000,- 10.000,- IHO 72.150,- 10.000,- Menlu Ali Alatas: Jabatan Kasespim akan dipe- gang Brigjen Pol Drs Suhardi, kini Kapolda Kalselteng. Se- dangkan Polda Kalselteng akan dipimpin Brigjen Pol Drs Poer- wanto Lenggono yang kini men- jabat Wakapolda Jatim. Perundingan Segitiga Timtim impin Ben Pol Dr Per- Belum Ada Keputusan Nyata Sebagai Wakapolda Jatim menggantikan Poerwanto, di- Dr Ichlasul Amal: 130.650,- 3.000,- 21.000,- Rp 5.000,- Rp 10.000,- Rp 50.000,- Rp 28.986.985,- KUPON CANDRA PESONA X Dimuat tanggal 23 Desember 1992 s.d. 2 Januari 1993 Perundingan masalah Timtim dengan Portugal di bawah na- ungan Sekjen PBB, walaupun belum mencapai hasil yang kongkret, tapi dalam tingkatan ini akan berjalan terus. I. Tokoh dalam Pesona Diri Adikata Adalah : a. Teuku Umar b. Dewi Sartika c. Cut Nya Dien II. Dalam kemasan kotak (doos) Hemaviton diatas tulisan Hemaviton ada tulisan terdiri dari 4 huruf, yaitu : a. Baru b. Bode CP 10 No. 06 hemaviton TVRI BERNAS Lingkari salah satu jawaban, gunting dan tempelkan pada kartu pos, kirim atau serahkan ke Harian BERNAS Jl. Jend. Sudirman 52 Yogyakarta 55224. Atau melalui AGEN BERNAS TERDEKAT. Ditanya mengapa Indonesia dalam masalah Timtim sekarang ini terlalu defensif dan kapan RI akan adakan ofensif, Alatas mengatakan, sikap RI mengenai Timtim tidak defensif. Namun sikap ini ditentukan oleh cara melihat masalah ini. Bagi RI masalah ini sudah selesai. Yang menjadi masalah, adalah suatu segi di PBB khususnya, dan di situ RI menghadapinya dengan berbagai jalan. Sampai tahun 1983, melalui konfrontasi pemu- ngutan suara dan RI selalu me- layani usaha Sekjen PBB untuk mengadakan dialog untuk men- capai suatu penyelesaian mela- lui negosiasi. Selesaikan Somalia Kepada Kepala Negara juga dilaporkan undangan Sekjen PBB kepada Presiden Soeharto selaku Ketua GNB untuk me- nunjuk delegasi turut serta pada pertemuan informal penyelesai- an politik masalah Somalia, yang rencananya akan diadakan di Addis Abeba 4 Januari. Seper- ti diketahui, RI telah ikut serta dua kali pertemuan di Addis Abeba dan New York mengenai bagaimana menyalurkan/meng- usahakan bantuan kemanusiaan masalah Somalia. (tar) BERNAS.... Lebih Cantik Wajahnya ..... Lebih Nikmat Dibaca Lebih Aktual Beritanya Pastikan!! BERNAS Bacaan Anda Pengiriman paling lambat 10 Januari '93 jam 18.00 WIB Reuter MENGACAUKAN LALU LINTAS- Polisi Filipina kemarin menahan sekelompok peng- anut aliran kepercayaan di Manila yang melakukan pengempisan ban-ban kendaraan di sekitar ibu kota dan mengakibatkan kekacauan lalu lintas. Mereka mengaku di- perintah "tuhan" untuk mengempiskan ban kendaraan milik orang-orang berdosa. Mutasi Besar-besaran di Polri * Situasi Kamtibmas 1992 Menggembirakan tunjuk Kol Pol Drs Rusman Hadi dari Lembaga Pertahanan Nasio- nal (Lemhanas). Jakarta, Bernas Di lingkungan Polri, awal tahun 1993 mendatang akan di- warnai dengan mutasi besar- besaran. Tentang rencana alih- tugas dan alih-jabatan ini dibe- narkan Kapolri Jenderal Pol Drs Kunarto pada jumpa pers akhir tahun, di Jakarta, Senin (28/12). Di antara pejabat teras Polri yang akan alih-jabatan, pada awal tahun itu adalah Mayjen Pol Drs Bambang Daroendrijo, kini Kepala Sekolah Staf Pim- pinan (Kasespim) Polri. Perwira tinggi lulusan PTIK angkatan VIII itu akan menjabat Inspektur Jenderal (Irjen) Polri, menggan- tikan Mayjen Pol Drs Achmad Darminto yang memasuki masa pensiun. 17 Yogya, Bernas Pakar politik sekaligus Dekan Fisipol UGM Dr Ichlasul Amal mengatakan, dalam sebuah konferensi di Australia beberapa waktu yang lalu militer Indone- sia diakui paling punya legiti- masi politik dibanding dengan militer negara-negara lain. Kele- bihan militer kita, ia cukup canggih dalam merumuskan ideologi dan ini yang tak dipu- nyai oleh militer negara lain. Badan baru Mutasi besar-besaran ini tidak terlepas dari adanya validasi di tubuh ABRI. Dalam kaitan ini, di tubuh Polri terdapat "organi- sasi-organisasi" baru - merupa- kan pemecahan maupun pening ningkatan status organisasi yang telah ada -- yang tentu memer- lukan pengisian personil de- ngan kepangkatan sesuai ese- lonnya. "Militer di Thailand, Singapu- ra dan lain-lain tak ngerti sama sekali, bagaimana merumuskan ideologi. Itulah sebabnya mere- ka ditempatkan di paling bela- kang dalam proses politik," ka- tanya dalam diskusi di Ruang Direktorat Personil (Ditpers) Polri, misalnya, dipecah menjadi dua. Masing-masing Direktorat Perencanaan dan Pengendalian Personil (Ditrendalpers) dan Direktorat Perawatan Personil (Ditwatpers). Sedangkan Subdit Psikologi pada Ditpers menjadi dinas yang berdiri sendiri, yakni Dinas Psikologi. Demikian pula Subdit Pembinaan Mental (Bintal) Dit- pers, Subdit Komunikasi dan Elektronik (Komlek) Direktorat Logistik, dan Subdit Binkum pada Ditbimas, masing-masing menjadi Dis Bintal, Diskomlek, dan Diskum Polri. Badan baru lainnya adalah Pusat Laboratorium Kriminil (Puslabkrim), Pusat Identifikasi (Pusident) serta Lembaga Pendi- dikan dan Latihan (Lemdiklat) Polri, yang semula berstatus Labkrim, Subdit Ident dan Sub- dit Dikbang. Termasuk dalam badan yang ditingkatkan berdasarkan SK Pangab No 11 bulan Oktober 1992 itu adalah Direktorat Lalu Lintas yang merupakan pening- katan dari Subditlantas. Namun Ditlantas sudah beroperasi pe- nuh lebih dahulu, karenanya tidak memerlukan pejabat baru. Menggembirakan Kapolri Jenderal Kunarto mengemukakan, situasi kamtib- mas selama tahun 1992 cukup menggembirakan. Tolok ukur- nya bukan saja angka crime total yang menurun, tetapi juga kenyataan bahwa kegiatan-kegi- atan besar seperti Pemilu serta kegiatan-kegiatan berskala inter- Lebih lanjut Amal mengata- kan, dalam konferensi tersebut semua pembicara baik dari In- donesia maupun luar negeri mengakui keunggulan militer Indonesia. Ini dikarenakan dari sejarah maupun performane Militer Indonesia Paling Punya Legitimasi Politik Dharma Wanita Fisipol UGM, Bulaksumur, Senin (28/12). (penampilan) perkembangan proses demokrasi berjalan tak politik negara ini, selalu meme- seperti yang diharapkan seka- gang peranan penting. rang ini. Diskusi yang diselenggarakan Majalah Mahasiswa Fisipol Sin- tesa tersebut mengambil tema, Oleh-oleh dari Monash Universi- ty. Amal diminta sebagai pem- bicara karena dia dalam Confe- rence on Indonesian Democra- cy 1950's and 1990's di Monash University Australia beberapa waktu lalu juga menjadi pembi- "Ketika seminar di Universitas Tamasak Bangkok yang membi- carakan perkembangan demo- krasi di Asia Tenggara pun me- ngakui hal itu. Seminar tersebut juga saya ikuti beberapa hari sebelum konferensi di Monash Australia diselenggarakan," kata- nya. "Hanya masalahnya, apakah mungkin kita akan menjadikan demokrasi parlementer tahun 1950-an sebagai acuan untuk demokrasi tahun 1990-an? Ini yang sulit. Sebab, ketika itu demokrasi politik maju pesat tetapi perkembangan ekonomi mengalami kesulitan. Jadi harus diakui ada kelemahan dalam demokrasi tahun 1950-an," tam- bah Amal. cara. Amal mengakui, ketika tahun 1950-an militer Indonesia me- mang tersubordinasi (berada di pinggiran) dari sipil. Namun sejak diberlakukannya kembali UUD 45 setelah ada Dekrit Pre- siden 5 Juli 1959, posisi militer menjadi kuat. Tetapi akibatnya, nasional yang dilangsungkan di Indonesia semua berjalan lancar dan tertib. Cu Data hasil evaluasi Polri me- nunjukkan, crime total (jumlah kejahatan) tahun 1992 (sampai dengan November) adalah 175. 364, turun 14,22 persen diban- ding tahun sebelumnya yang 204.446 kasus. Demikian pula crime rate (jumlah kejadian per 100.000 penduduk) menurun dari 114 menjadi 98, serta crime clock (tenggang waktu rata-rata antarkejadian) menurun dari 02'34" menjadi 02'59". Brythi Trend kriminalitas dari 10 jenis peristiwa yang menonjol juga mengalami penurunan, sekitar 8,7 persen. Namun demi- kian ada tiga jenis kasus di antaranya yang justru menga- lami kenaikan, yakni pembu- nuhan, pencurian kendaraan bermotor dan kebakaran. Menurunnya jumlah kejahat- an ini, kata Kapolri, tidak terle- pas dari meningkatnya kesadar- an hukum serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat. (dob/dik) Hogutal. bedak tabur MUKTAMAR VII IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH (IMM) DI PURWOKERTO Pengkaderan Tidak Cuma demi Kedudukan SELAMAT NATAL & TAHUN BARU 1993 Purwokerto, Bernas pu menyesuaikan diri dengan "Dalam konteks tersebut, Masalah peng- tingkat perubahan yang cepat yang fundamental adalah pe- kaderan organi- dalam teknologi dan lingkungan ngembangan komunikasi, kete- sasi kemahasis-, yang baru. rampilan pengambilan keputus- an dan pembentukan sikap ukhuwah, jamaah dan jamiyyah para kader," ujarnya. Pengkaderan yang dibutuh- kan kini adalah pengkaderan dengan konsepsi yang kuat dan sehat agar anggota dan organi- sasinya mampu bertahan dan lentur menghadapi tantangan- tantangan baru yang muncul dalam masyarakat. (her/oed) IMM waan tak cuma Tetapi secara umum pengka- berkaitan dengan deran dalam organisasi mahasis- strategis tidaknya wa adalah sebagai usaha untuk kedudukan peng mengembangkan pengetahuan, kaderan, melain- pelatihan ketrampilan, perubah- kan "ketepatan- an sikap atau nilai, di samping nya sehingga memodifikasi perilaku, yang da- mampu menyi- lam jangkauan lebih luas akan apkan kualifikasi mempengaruhi perubahan da- baru para anggo- lam struktur dan kebijaksanaan tanya dalam mengantisipasi pro- organisasi. blematika masyarakat secara proporsional terhadap perubah- an sosial yang tengah berlang- sung. Pengamat sosial politik dan besar seperti muktamar. Karena budayawan asal Solo, MT Arifin, itu selalu tersedia petugas yang mengemukakan hal itu di ha- mengurusi pengaduan atau la- dapan peserta Muktamar VII poran penemuan barang. Halo- Ikatan Mahasiswa Muhammadi- Muktamar yang jumlahnya ra- halo' dari pengeras suara selalu yah (IMM), di Kampus IKIP Mu- tusan, Panitia Pelaksana telah menghiasi celah-celah acara. hammadiyah Purwokerto, Senin berusaha jadi tuan rumah yang Apalagi karena peserta mukta- (28/12). baik. Fasilitas diupayakan ja- mar tersebar di kompleks IKIP ngan sampai mengecewakan Muhammadiyah Purwokerto peserta yang datang dari selu- ruh Indonesia, baik konsumsi, maupun akomodasi. Tapi maksud baik bagian ke- amanan ini, terkadang jadi ba- han guyonan peserta yang men- Tapi urusan kamar mandi dengar pengumuman lewat pe- dan WC rupanya jadi hambatan ngeras suara. "Pengumuman cukup serius bagi banyak peser- tentang berita kehilangan. Telah ta. Keterbatasan kamar mandi ditemukan sebuah dompet war- dan WC membuat peserta yang na coklat di aula,... begitu bu- akan mandi atau buang hajat nyi pengumuman itu. harus antre. Paling tidak, peristi- wa ini telah dialami delegasi dari DIY. "Kamar mandi dan air terba- tas jumlahnya mas. Jadi kalau mau mandi ya harus antre. Cela- kanya yang mendapat giliran antre di nomor belakang begitu mau masuk kamar mandi air sudah habis. Karena acara si- dang sudah akan dimulai, se- ringkali saya terpaksa tidak mandi," gerutu peserta dari Yogyakarta, Kondisi di atas, katanya, ber- kaitan dengan keadaan yang penuh ketidakpastian dan sulit diprediksikan yang dihadapi masyarakat sebagai akibat me- ningkatnya pengaruh penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan sosio-budaya. Ketepatan pengkaderan itu ti- dak hanya untuk menyiapkan kualifikasi baru para anggotanya dalam mengantisipasi problema- tika masyarakat, tapi sekaligus sebagai jawaban terhadap kebu- tuhan akan pengembangan or- ganisasi. Terpaksa.... HAL sepele, memang kadang terlupakan, tapi justru jadi masa- lah. Untuk mengurus peserta Pelatihan (dalam kaderisasi), kata Arifin, mesti disusun untuk menimbulkan perubahan dalam pelbagai hal yang tahan lama, yang umumnya berkaitan de- ngan perubahan dalam tata hu- bungan dan tindakan para ang- gotanya. Lebih dari itu, peng- kaderan juga terkait dengan pe- ngembangan organisasi sebagai Hilang, Ditemukan Dari Arena Muktamar secepatnya sampai ke tujuan. Demikian pula Depsos perlu melakukan koordinasi de- ngan instansi pemerintah lain- nya untuk merehabilitasi pem- bangunan tempat tinggal dan pemerintah supaya dapat bergiat kembali. Tindakan seperti itu, menurut anggota DPR dari daerah pemi- lihan Sumatera Selatan ini, me- rupakan tindakan terpuji. Dan, instansi Masalah itu, lanjutnya, oleh peserta konferensi dianggap dilema seperti membuka Pan- dora Box (kotak yang berisi penyakit). (ria) Gayatri Menampilkan Kecantikan Khas Wanita Indonesia suatu strategi normatif. Dengan BARANG hilang atau terting- demikian organisasi lebih mam- gal, sering terjadi pada peristiwa Jakarta, Bernas Kalangan DPR mengusulkan, agar semua bantuan terutama yang berasal dari kalangan swasta dan masyarakat luas yang disumbangkan untuk membantu para korban bencana gempa bumi dan tsunami di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikoordinasikan dalam satu atap yaitu pemerintah. Maksudnya, agar tidak terjadi dualisme dalam upaya mendis- tribusikan bantuan tersebut. Sebab penanganan bantuan oleh pihak swasta dikhawatir- kan dapat dijadikan sarana politis sehingga mengganggu upaya dan kemauan baik peme- rintah pusat dan daerah dalam mengatasi permasalahan benca-kata Muas. na itu. komentarnya sehubungan de- ngan adanya keluhan warga korban gempa di Flores yang sampai sekarang belum menda- patkan pembagian yang semes- tinya. Padahal bantuan dalam bentuk natura maupun keuang- an masih bertumpuk di Panitia Nasional Bencana. Pendistribu- sian bantuan-bantuan tersebut terasa masih tersendat-sendat. Wakil Sekretaris FKP bidang Kesra Muhammad Muas dan Di- mmy Haryanto, anggota F-PDI, mengutarakan hal itu kepada wartawan, di Jakarta, Senin (28/12). Mereka ini dimintai agar *** Bantuan Gempa Flores agar Dikoordinir Adil dan merata secepatnya bantuan yang disa- Muas berpendapat, Panitia lurkan melalaui Pannas sebaik- Nasional Bencana Gempa Bumi nya dikoordinasikan dengan Flores yang berpusat di Hotel pemerintah. Borobudur, Jakarta, selekasnya melakukan koordinasi dengan pemerintah. Jadi Pannas harus menyerahkan seluruh bantuan itu melalui pemerintah, karena pemerintah melalui jalur biro- krasinya di daerah dan Satkor- lak setempat dapat mendistri- buskannya secara adil dan me- rata. Tidak perlu orang-orang Pannas harus menyerahkan sen- diri ke lokasi bencana. "Dengan demikian supaya tidak terjadi beban di kemudian hari, sebaiknya segera diserah- kan kepada pemerintah saja," Wakil Sekretaris FKP bidang Kesra itu juga mengimbau pe- merintah khususnya Departe- men Sosial untuk mengkordina- sikan pendistribusian bantuan itu dengan seefektif mungkin Kecantikan Temukan kembali rahasia ke- cantikan khas wanita Indonesia pada Gayatri- kosmetika yang memadukan formula alami dengan kecanggihan teknologi modern. Gunakan warna-warna pilihan Riasan Bibir, Riasan Pipi, Riasan Mata, Bedak Tabur, Bedak Padat, Bedak Bening dan Alas Bedak Gayatri agar kecantikan Anda se- lalu melebihi yang lainnya. Untuk kebersihan dan kehalus- an kulit muka Anda, rawatlah selalu dengan rangkaian produk Pembersih, Penyegar, Pelembab serta Pelembut Raga Gayatri yang bermutu tinggi. Gayatri PT. "Vitapharm" Surabaya - Indonesia. Seorang peserta nyeletuk, "Lho, kok aneh. Katanya berita kehilangan. Tapi yang diumum- kan malah ditemukan dompet." *** Mutiara Khatulistiwa FIGAILO Mulanya, sih kebutuhan informasi terutama UNTUK memenuhi berbagai bagi para juru warta, panitia muktamar menyediakan satu ru- ang khusus yang cukup luas. Namanya, Ruang Pers. Tapi, jangan cari wartawan di sana, sebab pusat mangkal war- tawan itu sudah berubah fungsi jadi tempat santai sebagian pe- serta yang sedang penat sehabis mengikuti sidang. (her/oed) Ia menilai, penanganan pen- distribusian bantuan oleh Pa- nnas dikhawatirkan bisa menja- di alat politis yang dapat meng- ganggu upaya dan kemauan pe- merintah untuk membantu kor- ban bencana tersebut. "Jangan sampai cita-cita kemanusiaan, kalah dengan tujuan politis. Kan kasihan rakyatnya," ujar Muhammad Muas yang mene- kankan penanganan oleh peme- rintah merupakan hal yang wajar, karena itu adalah tugas- nya. Sementara itu Dimmy Har- yanto, anggota DPR dari F-PDI berpendapat, sudah pada tem- patnya kalau pemerintah sudah menyatakan bahwa gempa bu- mi di Flores itu merupakan bencana nasional, maka koordi- nasi penanganan bantuan harus pada satu tangan yaitu pemerin- tah daerah. Ini berarti setiap kegiatan kemanusiaan oleh pihak swasta seperti halnya Panitia Nasional Bencana Nasio- nal di Borobudur harus disatu- kan dalam kegiatan pemerintah "Jadi semuanya dikoordinasi- kan di bawah gubernur dan ti- dak perlu setiap instansi swasta mengirimnya sendiri-sendiri," katanya. (sef) Wartawan agar Menyinari Nurani dengan Cahaya Iman Jakarta, Bernas Menteri Agama Munawir Sja- zali MA mengatakan, wartawan dalam menjalankan kegiatan profesinya sehari-hari harus selalu menyirami nuraninya dengan cahaya iman. Dengan landasan keimanan para warta- wan akan terhindar dari berba- gai cobaan. Selain itu dengan penyelenggaraan MTQ, warta- wan secara langsung telah ikut menyemarakkan kehidupan ke- agamaan di Indonesia. Dia mengemukakan hal itu ketika membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) warta- wan I di Gedung Amal Bhakti Pancasila, Depag, Jakarta Pusat, Senin (28/12). 'MTQ di kalangan wartawan saya rasa untuk pertama kalinya diselenggarakan di dunia, dan Indonesia yang mempelopori- nya. Saya yakin dengan MTQ ini akan menambah kecintaan wartawan kepada isi kandungan alquran, sehingga dengan demi- kian akan semakin taqwa untuk mengabdikan dirinya kepada Allah Swt dan kepada bangsa dan negara Indonesia," katanya. Menurut menteri, Departe- men Agama akan terus mem- bantu inisiatif yang mulia ini, sehingga MTQ di kalangan war- tawan bisa dijadikan tradisi setiap tahunnya, bukan saja di kalangan wartawan yang bertu- gas di ibukota, namun gaung MTQ ini hendaknya bersambut di daerah-daerah. Di bagian lain, Ketua PWI Pusat H Soegeng Wijaya menye- butkan, penyelenggaraan MTQ wartawan se DKI Jaya ini, ter- nyata telah melebar dengan keikutsertaan wartawan-warta- wan dari berbagai media massa yang terbit di Indonesia. Dengan mengutip hadist Nabi Muhammad SAW, "Terang- ilah rumahmu dengan membaca Alquran," Soegeng Wijaya me- lanjutkan, Pers sebagai penerus penerangan kepada masyarakat, perlu menerangi dirinya lebih dahulu. (is). 2cm 4cm
