Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Analisa
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-11-16
Halaman: 04

Konten


ANALISA-MINGGU, 16 NOVEMBER 1997 Melalui Paket Promosi Wisata yang Gencar Kunjugan Wisatawan ke Australia Melimpah terkesan menguasai seluruh informasi aktual mengenai Aus- tralia. misalnya di aquarium bawah JELAJAHI negeri ajaib, Australia. tanah Sydney Aquarium di Kalimat ajakan ini sering muncul dalam kawasan Darling Harbour yang banyak promosi paket pariwisata, benua terakhir ditemukan anak manusia itu. Analisa kunjungi, brosur yang ada tidak hanya disajikan dalam bahasa Inggris, tapi juga dalam informasi bahasa Melayu Indo- nesia/Malaysia. HARGA TIKET Beragam brosur yang ada, di antaranya ditata menarik dan Meski terkadang paket wisata ditawarkan tidak segre's seperti dipromosikan, namun berkat ajakan gencar dari promosi agresif serta strategi yang diterapkan badan-badan parawisata Australia, dalam memper- kenalkan berbagai objek wisatanya di tapi juga lengkap dengan harga dalam ukuran saku itu, tidak hanya dilengkapi informasi mengenai suatu objek tertentu, tiket masuk dan informasi seluruh dunia, Benua Kanguru ini dinilai cukup berhasil menjual pariwisatanya. NEGERI yang dikatakan 'ajaib' itu, belakangan ini memang dibanjiri wisatawan luar-negeri, termasuk wisa- tawan dari Indonesia. Dalam kunjungan Wartawan Unit Pemda Medan bersama Ketua Presidium DPW Pemuda Pancasila Sumut, H. Ajib Shah ke kota Sydney dan Melbourne beberapa waktu lalu, Analisa menyaksikan bagaimana di tiap paket kunjungan wisata di kedua kota itu tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Ramainya kunjungan wisata- wan ke Australia itu, menurut pengamatan, tidak terlepas dari keterpaduan berbagai pihak terlibat dalam mempromosikan berbagai objek wisata di sana. Dari mulai penyajian paket wisata yang hendak ditonjolkan sampai kepada pemandu wisata- wan yang langsung berhadapan BAGI masyarakat Indonesia nama Terengganu, mungkin belum begitu populer, lain dengan daerah Kelantan, Sabah, Serawak, Pulau Pinang dan Johor. Negeri-negeri ini meru- pakan bahagian yang tidak dapat dipisahkan dari negeri-negeri Malaysia. Niat penulis mendatangi Terengganu (Malaysia) terkabul dengan adanya kegiatan Jam- bore Asia Pasifik ke-18 yang kebetulan Terengganu yang menjadi tuan rumah. Kalau dilihat daerah Te- rengganu hampir sama dengan daerah-daerah pesisir yang ada di Indonesia, akan tetapi karena negeri Terengganu telah me, ngantisipasi untuk mengundang para wisatawan, maka tempat tempat yang menjadi obyek bagi para wisatawan di tambah fasi- litasnya, seperti transportasi maupun dalam bentuk fasilitas lainnya. Negeri Terengganu Darul Iman memiliki luas lebih kurang 12.956 km persegi, terletak antara Kelantan di sebelah utara dan barat laut dengan negeri Pahang di sebelah selatan dan barat daya disebelah timur terhampar luas lautan China. ASAL MULA Dari beberapa sumber dise- butkan nama Terengganu antara lain berasal dari pemburu dari Pahang yang berjumpa dengan taring di salah satu sungai, namun tidak diketahui taring itu dari jenis hewan apa. Namun ketika ditanya, pemburu tersebut mengatakan taring "anu". Akhirnya lama kelamaan tempat ditemukan tar- ing tersebut dinamakan Tereng- ganu. Versi kedua menyatakan bahwa masyarakat pada waktu malam dikejutkan dengan ber- sinarnya suatu daerah yang cukup terang, beberapa orang bertanya, "terang apakah itu?" maka yang ditanya menjawab KUBA sebuah negara yang selalu membikin sensasi dan menarik perhatian dunia. Ber- tetanggana dengan Amerika Serikat negara ini selalu mem- buat sensasi yang sangat meng- ejutkan. dengan turis. Negara ini juga memiliki alam panorama yang cukup indah dan sangat menantang para wisatawan. RAGAM BROSUR Paling istimewa dari gencar- nya promosi wisata Australia itu didukung dengan cukup tersedianya, beragam broşur dari ratusan outlet objek wisata di sana. Negara yang di coba di Isolasi oleh Amerika ini ternyata masih tetap bertahan. bahkan para wisatawan petualangan dari Amerika sendiri datang dan merasa tertantang dengan ke- ganasan alam Kuba. Bagi turis yang haus infor- masi mengenai ragam objek wisata di daerah tertentu, hal itu Keindahan alamnya, ke- ganasan alam dan juga rasa penasaran membuat para wisata- dapat diperoleh melalui brosur tersedia di tiap hotel. Kemudahan memperoleh informasi itu, bahkan dapat diperoleh seketika. Contohnya saja, tatkala kaki baru melang- kah, setibanya di pelabuhan udara Sydney romobongan wartawan dengan mudah men- dapatkan beragam brosur ten- Bahkan penyajian informasi itu di satu objek wisata tertentu, Mengenal Lebih Dekat Terengganu tang Australia umumnya dan kota Sydney khususnya. "Tereng anu" kerena tidak mengetahui secara pasti terang apa itu, akhirnya daerah yang terang itu disebut Terengganu. PARIWISATA Salah satu hal yang menarik dari daerah ini ditemukan "batu bersurat"-batu ini ditemukan di kampung Buloh, buku Te- rengganu oleh Sayyid Husein al-Bukhari tahun 1902 - yang menjadi bukti bahwa Tereng- ganu telah maju dibandingkan dengan negeri-negeri lainnya di Malaysia. Fakta sejarah mem- buktikan bahwa pada awal abad 14 M. penduduk Terengganu berada di bawah pemerintahan Islam dan agama resminya adalah Islam. Oleh: Ali Murthado Batu bersurat yang ber- tanggal 1303 M. (702 H) ini berisi tentang Undang-undang Islam (fiqh). Batu yang ber- tuliskan Arab Melayu ini meng- isyaratkan bahwa pada masa tersebut telah terkenal tulisan Arab Melayu dan telah ter- kodifikasikanya hukum-hukum Islam di tanah Malaka tepatnya di Terengganu. Batu bersurat ini dapat kita lihat di Museum Terengganu. Bila kita pergi ke kota ini tidak singgah ke musium Terengganu perjalanan kita ranya belum lengkap. Menurut informasi museum merupakan yang terbe- sar si Asia Tenggara. Museum ini luasnya sekitar 27 hektar, bangunannya ber- arsitektur gaya Melayu dan modern. Terdiri dari beberapa bangunan di antaranya, taman flora dan fauna, museum ma- ritim, museum keislaman dan museum teknologi. Karena luas dan besarnya museum ini bila akan ke museum maritim harus memakai kapal boat. Ada rasa kepuasaan melihat benda-benda yang diletakkan di Ik lainnya. Sehingga bagi orang awam yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di kota itu (khususnya bagi wisatawan yang datang tanpa melalui biro perjalanan umum), langsung dapat merencanakan objek dikunjungi. wisata apa kira-kira yang hendak Langkah ini dinilai akan sangat besar manfaatnya dalam menjadwalkan kunjungan wisa- ta singkat seseorang. Selain itu dengan tersedianya brosur objek wisata yang leng- kap itu, dapat pula menghemat biaya. Apalagi dengan kurs mata uang asing yang melonjak cepat belakangan ini, langkah awal menentukan objek wisata untuk dikunjungi dapat menghemat dan sekaligus menentukan tem- pat apa saja yang hendak dikunjungi. Selain penyediaan brosur, Sumber Daya Manusia (SDM) dalam melayani wisatawan di antaranya seperti pemandu dinilai juga amat terampil dan museum tersebut, apalagi tertera tulisan yang mencoba mene- rangkan hal ikhwal benda-benda Warga turunnan China di negara ini juga masih mem- pertahankan tradisi dan ke- biasaan nenek moyang mereka. Bahkan di Chinatown ini mereka membuktikan diri dan me- rupakan sebuah bukti keber- hasilan negara ini dalam ke- majuan negara. 3690150 9 Kuba Negara yang Selalu Menarik Perhatian Dunia Analisa/am MESJID: Mesjid Tengku Tengah Zahara berdiri kokoh di atas Sungai Terengganu, tampak seperti terapung. Museum ini banyak bercerita kepada para pengunjungnya melalui peninggalan-pening- galan sejarah dan kebesaran negeri Terengganu. Dari mulai pakaian kebesaran sang raja sampai hal-hal yang berhu- bungan dengan kehidupan manusia. MESJID Mesjid merupakan tempat دور بر بالابرها رفتار لیانه بر عادات بھیک دفسران wan petualang berkeingianan ini sekitar 206.Mereka datang melihat kuba dari dalam, hal dan berkerja di perkebunan membuat Kuba bangkit dalam milik tuan-tuan tanah. Namun industri kepariwisatan. ada juga yang di datangkan dari negara lain dengan sistim Selain Australia ternyata Kuba juga memiliki sebuah kontrak. kawasan yang disebut China- town. Hal itu dapat dirasakan bersama rekan wartawan lain- nya ketika mencari masukan dengan memanfaatkan city tour, keliling kota dipandu guide yang benar-benar bekerja sesuai ahlinya, memenuhi keinginan wisatawan tentang suatu objek wisata yang mereka lihat, امارات امانه ام هر مه لاقر امارد Analisa/am BATU BERSURAT: Batu bersurat yang berisi hukum-hukum Islam menjadi paket paket wisata di Terengganu. tersebut. Guide yang bekerja tunggal tanpa dibantu petugas lainnya itu, sekaligus bertindak sebagai pemandu dan pengemudi bus wisata. Ia menerangkan dengan sangat cakap dan menguasai betul berbagai informasi disaji- kan dengan gaya kocak dan pengetahuan terkini, sehingga suasana 'cuci mata' ketika itu benar-benar dinikmati turis. Tahun 1877 ketika larangan kotrak mulai di berlakukan, orang-orang China mulai men- dirikan sebuah perkampungan. Havana yang merupakan Ibu- kota Kuba dahulunya terdapat sebuah perkampunga China terbesar di dunia yang pernah ada. Mereka bekerja dan ber- usaha sendiri tanpa tekanan dari para tuan tanah lagi. LADANG INDUSTRI Menyinggung kesiapan dan beragam kemudahan dalam memperoleh informasi paket wisata serta kecakapan SDM menangani masalah kepari- wisataan itu H. Ajib Shah menilai hal itu dirasa yang sangat kurang dalam memajukan dunia pariwisata di tanah air. Padahal dunia pariwisata sebagai "ladang industri tanpa asap", dinilainya sangat berpo- tensi untuk mengaut uang dari kocek para wisatawan yang berkunjung ke suatu negara. Orang Chian pertama kali mendatangi Kuba ini pada tahun Namun sekarang ini wilayah 1847 sekitar 150 tahun yang lalu. ini tidaklah seluas dahulu gelombang pertama orang- lagi.perkembangan dan kemaju- orang China datang ke negara an teknologi sedah merubah Ia memberi contoh tentang tersedianya brosur dari mulai bandara sampai di hotel-hotel dalam versi dan aneka bentuk yang sangat mudah didapat. Sehingga sedikit banyak mem- ibadah bagi umat Islam. Di Terengganu ada sebuah mesjid yang kokoh dan menarik berna- ma "Mesjid Tengku Tengah Zahara". Secara arsitektur mesjid ini tidak berbeda dengan mesjid-mesjid di Indonesia, akan tetapi yang paling menghe- rankan bahwa mesjid ini diba- ngun di atas Sungai Terengganu, sehingga terkesan mesjid ini terapung. Oleh karenanya, masyarakat disekitarnya menye- butnya dengan mesjid terapung. Jika kita melihat pada malam maka akan terasa lebih indah karena mesjid ini diterangi warna-warni lampu. Sedangkan di tidak jauh dari mesjid itu tampak laut yang membentang luas. Tempat disekitar mesjid tersebut ditata secara apik sehingga banyak pelancong yang beristirahat memandang ke tepi pantai yang indah. PARIWISATA Mengunjungi negeri Te- rengganu, sekarang cukup mudah. Bagi yang sudah mem- punyai paspor, bila ia berada di Sumatera Utara dapat menum- pang ferri jurusan Belawan- Penang. tarifnya hanya sekitar Rp.166.000 pulang - pergi. Sesampainya di Pulau Penang, kita dapat menuju langsung ke negeri Terengganu dengan bus. Jarak Pulau Penang - Te- rengganu bila berkendaraan bus sangat melelahkan karena mem- butuhkan 11 jam perjalanan. Sampai di Terengganu kita bisa memilih tujuan wisata kita apakah ke Pulau Kapas, Pulau Redang, Pulau Abang, maupun Pulau Perhentian. Masing- masing pulau mempunyai ke- khasannya. ini. tatanan di nega Bangunan-bangunannya ju- ga sudah bergaya ke Asia- Asiaan. Pada umumnya ber- bentuk bangunan China Kini kebanyakan orang- orang turunan China di negara ini tampak mirip orang-orang Eropa dan Afrika. Kebanyakan dari mereka juga sudah mulai meninggalkan tradisi dan adat istiadat lama mereka. Tetapi sejumlah orang turun- an disini masih mencoba ber- tahan ada yang masih memakai pakaian tradisional mereka seperti baru pertama kali men- datangi negara ini Namun kehadiran mer negara ini ternyata cukup banyak mempengaruhi kehidup- an pariwisata. Kehidupan etnis dari berbagai kebudayaan ber- campur dan kemudian menjadi sebuah etnis yang baru yang juga mulai melepaskan diri. (R/ Ahmad) buka mata para wisatawan untuk mengunjunginya. Paling tidak kata Ajib Shah yang juga adalah anggota FKP DPRD Medan itu, turis yang berkunjung akan memprogramnya dalam kunju- ngan berikutnya, kalau ternyata mereka tidak bisa melihat hal itu dalam kesempatan tersebut. SDM pekerja di bidang pariwi- Demikian pula kesiapan mutlak sudah perlu dibenahi di sata, hal itu kata Ajib Shah tanah air. Karena selaku wisata- wan, mereka adalah 'raja' dalam ditawarkan. Sebagai 'raja' mere- menikmati kenyamanan yang terbaik dari para penjualnya. ka juga berhak menuntut yang "Dengan memberlakukan mereka secara baik, sudah tentu dolar demi dolar akan menjadi devisa bagi negara dan industri pariwisata di Indonesia um- umnya dan Sumut serta kota Medan khususnya dapat ber- kembang lebih pesat lagi", ujar H. Ajib Shah. (hermansjah) Salalah Kota Subur di Tengah PERGILAH ke Salalah agar mendapat gambaran lengkap tentang Kesultanan Oman, sebuah negeri di Tenggara Jazirah Arab, yang tanggal 18 Nopember akan merayakan Hari Nasional-nya yang ke-27. Salalah, sekitar 1.000 Km di Selatan Muskat, adalah kota yang menjadi andalan utama bagi pengembangan turisme di negeri yang saat ini dipimpin Oleh Sultan Qaboos Bin Said. Kesultanan Oman, seperti negara-negara Arab lainnya, memang memiliki keadaan fisiografis yang terdiri dari gurun, lembah-lembah kering, dan pegunungan berbatu-batu dan tandus. Tapi, begitu para pelancong mengunjungi Salalah kepenatan mata yang hanya biasanya disuguhi pemandangan warna coklat dari bukit dan tanah di sekitar Oman, berganti menjadi sejuk oleh pepohonan, air dan gerombolan ternak. "Salalah memang merupa- kan anugerah khusus untuk Oman, karena alam yang asri dan cukup sejuk seperti di tempat itu hampir tidak ditemui di wilayah Arab lainnya," kata Dirjen Pariwisata Oman Mo- hamed Ali Said. Salalah dapat ditempuh dengan berkendaraan mobil selama satu hari satu malam dari Muskat. Jalan raya sepanjang SETIAP orang yang melaku- kan perjalanan ke Nepal selalu membawa kenangan yang sangat menarik. Tak terkecuali Lei Ng, seorang bocah berusia 5 tahun asal Singapura yang menjelajah negara cantik itu bersama orangtuanya selama 9 hari. Hari pertama: Di pesawat udara, kuping saya terasa seperti disumbat tetapi saya diberi banyak bonbon. Gurun Pasir Oleh: Sapto HP jalan dari Muskat ke Salalah beraspal bagus, dan karena frekuensi kendaraan tidak pernah padat, sebuah mobil dapat melaju dengan kecepatan rata-ratadi atas 100 Km perjam. Maskapai Oman Airjuga siap membawa penumpang dari Oman ke Salalah dalam waktu satu jam 20 puluh menit pe- nerbangan. Juga di pesawat para calon pendaki mengenakan sepatu gunung. Kami melihat puncak gunung tertinggi di dunia. Ketika kami di hotel di Kath- mandu, saya sangat lapar. Semua makanan pedas. Tidak ada salad, tidak pula ada daging untuk saya, jadi saya tidak memperbolehkan saya makan sop dan nasi saja. Papa makan es krim atau makanan padang pasir lainnya. Saya mulai kehila-ngan Singapura. Kota Kathmandu tampak banyak asap, tanpa ada gedung gedung pencakar langit. Seorang bocah perempuan merengek rengek minta diberi uang. Ia adalah pengemis jalanan yang biasa terlihat di kota itu. Sega- lanya berabu. Rumah sangat kecil kecil dan gelap. Kami berkunjung ke sejumlah kuil, tempat tempat suci lain dan tempat tempat perkuburan. Saya hanya ingin mendaki gunung dan menyentuh salju. Hari kedua: Saya makan mie super sebagai sarapan beserta dengan baik. Nikmat sekali susu kerbau yang dimasak rasanya, Kami bakal pergi hari itu naik rakit di air bening dari Fishling ke Mugling. Jaraknya Tetapi untuk mencapai tempat perjalanan sekitar 35 kilometer. tersebut kami harus melalui jalan berlobang lobang lebih dahulu sekitar setengah hari. Setelah menelusuri jalan berabu yang banyak dilalui kenderaan yang terus terusan membunyikan klaskson mereka sepanjang jalan, kamipun men- capai lembah sungai. Kaptain boat terkejut melihat saya, tidak ada jaket yang cocok untuk saya karena dia belum pernah bawa anak sekecil saya sebelumnya. Dia mengikat saya ke rakit sebab rakit terjun bisa terbalik .Kendati semua orang mema- cunya secepat mungkin, namun boat tidak akan perduli. Saya berteriak sambil tertawa setiap air dan juga dihempaskan membantu membuang air dari dalam rakit agar kami tidak tenggelam. Di sebuah daerah berbatuan, Kapten kami menghentikan rakit. Ia dan papa naik ke atas tebing ngarai dan melihat apakah ada jalan yang berba- haya. Pada kesempatan istirahat itu, kamipun menyeympatkan Analisa/hers TERPELIHARA: Gedung Quin Park Royal (QPR)salah satu gedung tua yang tetap terpelihara dan terawat di tengah kota Melbourne yang disesaki gedung pencakar langit. Selain dimanfaatkan sebagai pusat perbelanjaan barang-barang mewah, QPR juga dikenal sebagai kawasan wisata yang tidak pernah terlewatkan dikunjungi turis mencanegara. Begitu kaki menginjak bumi Salalah, kota kelahiran Sultan Qaboos, kegersangan gurun dan lembah berbatu dan tandus ciri khas tanah Arab, menghilang. Jalan raya dari pelabuhan udara menuju tengah kota dipayungi beraneka pepohonan negeri tropis. Pohon Kelapa, pohon pisang dan persawahan mendominasi alam Salalah. Penjual-penjual buah di sepanjang jalan juga me- lambangkan kesuburan tanah Salalah, tempat di mana Sultan Qaboos mendapat gemblengan sejarah Islam beberapa tahun sebelum dia naik takhta. Di kota ini juga terdapat Istana Sultan Qaboos yang berarsitektur khas Oman, kotak- kotak dengan warna coklat IKAN muda. Daerah seputar Salalah me- mang memberikan gambaran alam Oman yang cukup be- Kami melewati gubuk gubuk petani dan di dekatnya terdapat kandang kandang lembu. Saya heran apakah mereka tidak merasa bauk? Disana juga terdapat banyak rumah yang tebuat dari jerami dan saya katakan kepada mami bahwa orang orang ini mirip burung karena rumah mereka terbuat dari jerami. Sembilan Hari Menjelajahi Atap Dunia diri makan siang. Hari ketiga: Kami menuju Chitwan, yaitu Taman Nasional Nepal. Saya kepingin menyak- sikan Rhino. Ayah mengatakan disana ada juga banyak beruang liar. galkan Chitwan dan melaju ke daerah pegunungan. Di saat matahari terbenam, langit beru- bah kekuning-kuningan dan di balik gumpalan embun terlihat pancaran cahaya terang sekali yang lambat laun menghilang. Kami berkemah di Phedi, di kaki pegunungan. Kami duduk duduk di malam yang cerah itu. Bintang di langit tampak ber- kedip kedip banyak sekali. Setiap minit saya melihat ada bintung jatuh. Saya sangat terpesona dan dirasuki tanda tanya, kemana jatuhnya? Hari ketujuh: Saya bangun sebelum jam lima. Hari gelap dan sangat dingin. Setelah air masak, kami minun setelah itu beranjak memulai pendakian supaya kami diterpa sinar matahari pagi yang memancar ke puncak gunung. Di gunung itu kami menyak- sikan betapa indahnya alam sekitár kami. Kami berpoto dan membidikkan kamera kesana kemari juga ke gunung Machha- puchhre (Gunung Ekor Ikan) yang tingginya 6.993 meter. Gunung ini benar benar seperti ekor ikan raksasa. Kamipun tiba di Chitwan hari sudah malam. Kemudian me- nyeberangi sungai kecil dengan boat karet kami. Saya heran juga di sungai itu ada buaya. Kami tidur di tenda di pinggir sungai itu sementara di belakang kami hutan belantara. Di tempat itu tidak ada listerik. Saya pesan pada mama dan papi untuk tidak kemana mana. Saya takut banyak suara binatang. Hari keempat: Kami bangun sekitar jam enam. Papa pergi memperhatikan aneka jenis burung. Mami dan saya mene- lusuri jalan jalan setapak yang ada di hutan. Tetapi tidak lama kemudian kami disuruh untuk kembali ke kemah. Kat anya ada binatang buas. Kemudian kami dibawa pemandu kami melewati satu jalan setapak untuk menyaksi- kan rhino dan beruang beruang liar. Kami berjalan dengan tenang dan kami mendengar raungan nun jauh di dataran berumput pendek bagai tak bertepi itu. Sejenak setiap anggota rom- bongan kami terkejut, sebab ada seekor anak rhino berlari dari samping kami. Hari kelima: Kami naik gajah. Gajah gajah yang kami naiki cukup besar dan tinggi sehingga kami bisa lebih leluasa melayangkan tatapan. Sekali sekali kami melewati hutan hutan kecil, para gajah mema- inkan belalainya sepanjang jalan terus melewati rerumputan dan kayu kayu yang tampaknya sedikitpun ia tak terluka. Banyak burung berwarna merah melintas di atas kami. Seekor rhino besarpun berha- sil kami temukan. Kamipun turun dari pundak gajah dan mendirikan kemah. Kawanan rhino mondar mandir tak jauh dari kemah kami. ragam, karena sekitar 40 Km di sebelah timurnya ada per- kampungan nelayan di kota Taqah. Hari keenam: Kami melan- jutkan perjalanan untuk menyak sikan orang berburu buaya. Tempat itu ternyata sungai yang kami lewati dua malam sebe- lumnya. Dengan memakai tropong ayah saya, saya dapat melihat dari kejauhan beberapa ekor buaya bermalas malas di pinggir sungai. Kemudian kami mening- per- Berbeda dengan kampungan nelayan yang di- kenal kumuh, perkampungan nelayan di Taqah terlihat tertata rapih, dengan sebuah rumah sakit mungil di tengahnya. Laut Arab yang membentang luas di hadapan Taqah me- nyebabkan beribu-ribu burung laut terbang hilir mudik mem- berikan pedoman kepada ne- layan di mana ikan sedang bergerombol. Begitu para nelayan kembali ke pantai, mobil bak terbuka sudah menunggu untuk diisi oleh ikan-ikan yang baru saja diambil dari laut. Aktivitas nelayan yang se- dang memindahkan hasil tang- kapan tersebut diawasi oleh burung-burung yang sesekali mendekat ke perahu-perahu nelayan. Begitu pemindahan itu se- lesai, mulailah burung-burung tersebut ramai memperebutkan ikan-ikan kecil yang tercecer di pasir. Pasir di Taqah adalah pasir putih yang cukup padat untuk dilalui kendaraan roda empat.h Kehidupan nelayan di Taqah merupakan sebagian kecil dari aktivitas perikanan yang di- dukung secara intensif oleh pemerintah Oman. Jauh dari Taqah, yaitu di wilayah terutara Oman, ada pelabuhan baru yang dapat menampung 200 perahu kecil. Ketika kami melewati se- jumlah desa, anak anak mengi- kuti dan ingin menyintuh saya dan bercakap cakap dengan saya. Kamipun bercakap cakap Pelabuhan perikanan baru senilai 2,5 juta rial Oman atau hampir 11 juta dolar AS tersebut ada di kota Musandam dan baru dibuka bulan Maret 1996. Selama lima tahun terakhir, pemerintah Oman mengeluar- kan 200 juta RO (hampir 600 juta dolar AS) yang dialokasikan kepada industri perikanan negara itu. Sebanyak 84,1 juta RO diantaranya dialokasikan se- bagai investasi di dalam industri perahu besar dan boat kecil, 25 juta RO dihabiskan untuk pemerliharaan pelabuhan dan 13,9 RO lagi dihabiskan untuk mendukung industri pengolahan ikan. Perikanan memang me- rupakan salah satu andalan diversifikasi pendapatan Oman yang tidak ingin hanya meng- andalkan minyak. Bersama pertanian, saat ini perikanan telah memberikan andil sebesar lima persen pada pendapatan nasional Oman. Perjalanan makin meng- asyikkan ketika meninggalkan Taqah dengan berkendaraan sekitar setengah jam mendaki bukit yang dipenuhi pepohonan menuju Darbat, sebuah lembah subur yang hijau. Memasuki lembah Darbat mesti melalui lereng cukup curam yang tidak lagi beraspal, sehingga memerlukan ken- daraan yang kuat untuk mendaki sepanjang dua gunung yang kami lewati hingga kami sampai di Pokhara, sebuah danau pegunungan yang cantik. Naik gunung memang berat tetapi sepanjang perjalanan kami dapat memetik bunga. Melewati jalan menurun jauh lebih mudah. Hari kedelapan: Kami akhir- nya menginap di sebuah hotel. Di hotel kamipun bisa mandi air panas, sungguh nikmat. Maklum sebagai penghilang rasa pegal akibat kelelahan dalam per jalanan yang cukup jauh sebe- lumnya. Makanan orang orang Nepal mulai cocok di lidah dan enak HALAMAN 4 bukit dan menuruni lereng. Pepohonan di sepanjang lereng mulai mengering karena hujan belum turun di Darbat, "Kalau musim hujan, tum- buhan di sini menjadi lebat dan hijau," kata Mohammad, pen- damping dari kementerian penerangan. Begitu memasuki kawasan lembah Darbat, támpak gubuk- gubuk sangat sederhana dari orang-orang Baduy yang masih hidup dengan seadanya. Rumah-rumah mereka me- ngingatkan pada keadaan ru- mah-rumah kardus yang dahulu banyak bertumbuhan di se- panjang sisi rel kereta api di Jakarta. "Tapi mereka bersahabat kok," kata Mohammed, sambil menambahkan bahwa lembah- lembah subur seperti ini me- mang menjadi tempat hidup orang-orang Baduy yang meng- andalkan peternakan. Sepanjang jalan, juga tampak wanita Baduy, yang berpakaian kain bercorak-corak cerah dengan dasar hitam, menggiring kambing-kambing di bebukitan. Kambing yang diternak di Oman, selain domba berbulu lebar, adalah kambing gunung yang memiliki tanduk khas mirip rusa. Kambing-kambing inilah yang secara leluasa bisa di- gembalakan dari bukit ke bukit. Lembah Darbat dikelilingi bukit-bukit hijau dan di tengah- nya ada beberapa oase yang menjadi tujuan pengelanaan para peternak. Oase ini memiliki air yang jernih dengan dasar batu berpasir.(Anspek) sekali. Kami dari hotel ber- kunjung ke kam kam pengungsi tibet dan juga juga menyaksikan keindahan alam pegunungan Annapurna di saat matahari terbit dan terbenam. Hari kesembilan: Kami kem bali ke Kathmandu dengan naik sebuah mobil buruk. Mama dan papa membeli aneka macam cindramata seperti kerajinan tangan Tibet, tempat minum dan aneka perhiasan. Kami naik beca untuk menyaksikan kota Kathmandu. Jalannya lebih cepat dibanding jalan kaki. Tak lama kemudian kami meninggalkan Kathmandu, menuju Singapura. Saya kepi- ngin melihat Nepal lagi dan mendaki lebih tinggi di masa datang dan menyintuh salju. *(tst/ar) Lei sempat berteman dengan beberapa anak Nepal. Lei Ng naik rakit di air bening bersama ibu dan ayahnya.