Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Analisa
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-11-16
Halaman: 08

Konten


ANALISA - MINGGU 16NOVEMBER 1997 Joni Anak Nakal Oleh: Daliana Iriani "EH, Joni. Mau kemana? Pagi-pagi koq sudah duduk disi- ni? Kau mau melihat apa?". "Kamu jangan ikut campur Roy! Ini bukan urusanmu. Saya mau duduk disini atau disana, kau tak perlu tahu," bentak Joni sam- bil berkacak pinggang. "Nah, se- karang kamu angkat kaki dari si- ni dan jangan tanya-tanya lagi!" Tubuh Joni yang besar dapat di- gunakannya untuk menakut-na- kuti teman-temannya. "Baiklah". Dengan langkah yang cepat Roy berlalu dari tem- pat itu. Ia memang agak takut melihat Joni, yang perawakannya lebih besar dari dirinya. "Dasar tukang pengganggu!" Omel Joni sambil duduk kembali dibangkunya. Ia lagi mengamat- amati rumah pak Bondan untuk melihat apakah penghuni rumah itu sudah pergi atau belum. Yah, Joni ingin mencuri buah Mangga yang tumbuh dengan lebatnya di- belakang rumah pak Bondan. Nah, sekarang sudah sepi! Joni dengan mengendap-endap masuk dengan jalan melompat pagar. Berhasil! Dengan girang Joni me- raba buah mangga yang sudah masak dipohon, lalu memakan- nya. Setelah puas ia memasukkan nya kedalam kantung plastik yang sudah disediakannya. "Apa kamu tidak pergi ke se- kolah Joni?" tanya ibunya yang curiga melihat Joni yang masuk dengan diam-diam melalui pintu dapur. "Itu, Bu! Hari ini Joni sakit perut dan tadi sudah permisi pa- da pak guru tak bisa mengikuti pelajaran," aku Joni dengan berbohong. "Kalau begitu kita ke dokter, Yach!". "Nggak usah, Bu!" Dengan cepat Joni masuk ke kamar dan membawa serta mangga yang dicurinya. "Apa itu yang dalam plastik hitam?". "Tidak apa-apa, Bu!" Joni se- gera menutup kamarnya dan me- nguncinya dari dalam. Kalau su- dah begitu Joni tak mau keluar lagi. Joni memang anak nakal. Su- ka mengganggu teman-temannya dan terkadang membuat pusing kedua orang tuanya atas sikap dan tingkah lakunya. "Joni, untuk apa Cicak itu kau kumpulkan?". "Joni tak suka dengan Cicak. Joni ingin membunuhnya". "Tak boleh begitu Joni! Cicak itu tak bersalah kepadamu, jadi mengapa kau ingin membunuh- nya? Ayo, mari sini biar ibu lepaskan!". "Tidak. "Joni segera berlari membawa serta Cicak yang ditang- kapnya. Ibunya hanya menarik nafas panjang atas sikap Joni itu. Anak semata wayangnya itu pada waktu kecil sangat dimanjakan oleh kakeknya. Apa saja yang di- inginkannya selalu dipenuhi oleh kakeknya, hingga membuat ia tumbuh menjadi anak yang keras kepala juga bandel. "Kau mau kemana, Soni?" ta- nya Joni melihat Soni yang ber- jalan sambil bersiul-siul. "Mau ke sungai untuk me mancing". "Soni, mari sebentar! Ada be- rita bagus buatmu". "Ada apa, Jon?". Joni lalu membisikkan sesuatu ditelinga Soni. "Bagaimana?". "Ah, enggak". Soni mengge leng-gelengkan kepala atas usul Joni yang mengajaknya untuk mencuri mangga miliknya pak Bondan. "Mengapa kau tidak setuju, Soni?" tanya Joni dengan mata melotot. "Mencuri itu dosa. Pokoknya aku tak mau melakukannya lagi!" Dengan cepat Soni meninggalkan Joni. Dulu ia memang berteman dengan Joni dan mau mencuri bi- la diajak. Tapi, semenjak mereka MENDATAR: 2. Lagu ciptaan H. Mutahar 4. Mata uang Iran 7. Rabun jauh 8. Kitab suci agama Hindu 9.Suku Alifuru terdapat di... 10.Candi di Jawa Timur 12.Menara di Italia tertangkap sewaktu mencuri buah rambutan milik Ramlan, yang masih teman sekolahnya, ia sudah kapok. Hanya Joni yang belum berubah hingga ia berusaha untuk menjauhi Joni. C "Soni, tunggu! Aku ikut de- nganmu". Joni segera mengejar Soni yang sudah berjalan cukup jauh. "Apa kamu tidak takut? Nanti kamu harus melewati jembatan juga jalan yang sempit dan ber kelok-kelok". Ah, itu masih kecil," ucap Jo- ni dengan sombong. "Dulu aku pernah dibawa kakek untuk ber- buru ke hutan". "Wah, hebat!" ujar Soni sam- bil mengangguk-anggukan kepala. "Di sana sudah menunggu Eko, Ivan, dan Roy". "Apa mereka juga mau me mancing?". "Iya. Tempat itu juga cocok untuk bermain, seperti petak umpet. "Oh, begitu!" Tampaknya Jo- ni sudah kelelahan menopang tu- buhnya yang gendut. "Kita istirahat dulu, Son! Aku sudah capek". "Tanggung. Sebentar lagi kita sampai. Lewat jembatan ini kita terus masuk melewati jalan ku- buran belok kiri barulah kita sampai". "Kamu kog begitu lama sam- painya, Soni?" tanya Ivan dengan mimik kesal. "Maafkan teman-teman saya datangnya terlambat. Saya datang bersama Joni. Itu dia sedang me- nuju kearah kita". "Aduh datang si pengganggu!" omel Roy dengan rasa tidak senang. "Tidak boleh begitu!" ucap Eko menasehati teman-temannya. "Hallo teman-teman! Boleh yah Joni bergabung dengan kalian?". "Ayolah". Mereka mulai memancing de ngan asyiknya. Tak terasa hari su- dah siang. "Teman-teman mari kita pu lang". "Terlalu cepat. Bagaimana ka- lau kita mencari buah-buahan yang ada disekitar ini?". "Baiklah kalau begitu kita mencari buah jambu ke arah Se- latan. Di sana buah jambunya sangat banyak". "Saya nggak mau kesana! Saya mau ke arah Utara. Tadi se- waktu kami kesini saya melihat buah mangga yang sedang ber buah". "Joni, kau belum tahu seluk beluk tempat ini. Meskipun tem- pat ini tidak angker, tapi kalau kau salah jalan nanti bisa masuk hutan". Menguji Kecerdasan "Tidak! Pokoknya saya akan tetap ke arah Utara". "Kami tidak ada yang mau ke- sana. Apa kau berani pergi sendirian?". "Wah, tentu berani", ujar Jo- ni sambil membusungkan dada. "Kalau begitu kita pergi. Nanti jam empat kita kumpul ditempat ini untuk pulang bersama-sama". Joni berpisah dengan te- pun man-temannya. Ia berjalan se- orang diri kearah Utara. Sudah la- ma ia berjalan namun tak juga di- temuinya pohon mangga itu. Jo- ni terus berjalan mengikuti jalan yang tampaknya lurus tetapi ujungnya ternyata berkelok-kelok dan penuh dengan bebatuan. Tem pat apakah ini? Sepertinya tempat ini sangat angker dan pohonnya lebat-lebat semua. Agak berdiri bulu kuduk Joni melihat keadaan sekelilingnya. Ia telah terpisah jauh dari teman-temannya. "Ivan, Eko, Roy, dimana ka- lian?" Joni memanggil-manggil nama teman-temannya untuk me- nolong dirinya. Lama ia berteriak keras sambil berusaha mencari ja- lan keluar. "Ukh....ukh.....Joni menangis sejadi-jadinya dalam hutan itu. MENURUN: 1. Ilmu tentang cakrawala 3. Tumbuhan pengganggu tanaman utama 5. Kontan 6. Mata uang India 11. Laku besar Kiriman: Ivon Indrawati "Maafkan teman-teman aku yang tak mendengar nasihat ka- lian?" ujar Joni disela-sela isak tangisnya. Karena keletihan berja- lan dan menangis akhirnya Joni tertidur dalam hutan. "Hei, Joni sedang apa kau disini?". "Saya tersesat dalam hutan ini. Siapa kau?". "Aku adalah penunggu hutan ini!" Hii....hii...... "Jangan ganggu aku. Aku mau pulang!". "Tidak boleh! Kau Anak yang nakal. Suka mencuri, membunuh binatang-binatang kecil, dan mengganggu teman-temanmu". "Jangan pukul aku!". "Kau lihat benda apa ini?". "Itu sebuah pedang yang sa- ngat tajam. Untuk apa pedang itu?". "Yah, ini untuk memotong tanganmu yang suka mencuri dan membunuh binatang". "Jangan! Aku berjanji tidak akan nakal lagi". "Tidak. Kau harus kuhukum". Yeah....... "Tidaaaak...... "Itu suara Joni, Pak!". "Benar, itu suara anak saya". "Apa mungkin itu dia, yang ti- dur dibawah pohon roda itu?". Mereka menghampiri orang yang sedang tidur nyenyak diba- wah pohon. ADIK-adik telah apa mengetahui kepanjangan GDN? yang merupakan salah satu pro- gram pemerintah. GDN adalah kepanjangan da ri Gerakan Disiplin Nasional, dimana anggotanya telah tersebar di seluruh daerah di tanah air ter- cinta ini. Program GDN dibuat pemerin tah dimaksud untuk menciptakan kesadaran masyarakat pentingnya berdisiplin dalam hal bertindak, bersikap. Karena mengingat ma syarakat kita masih belum seluruhnya sadar akan berdisiplin, maka pemerintah mencanangkan GDN, agar kiranya masyarakat kita dapat berdisiplin. Lihat saja, bagaimana masyarakat kita se enaknya saja membuang sampah sembarangan, sehingga usaha pemerintah untuk menciptakan daerah bersih mengalami ham- batan, akibat dari masyarakat yang kurang berdisiplin dalam hal menjaga kebersihan. Begitu pula dalam hal lainnya masih kurang disiplin. Adik-adik Gerakan Disiplin Nasional, bukan saja diperuntuk kan bagi orang-orang dewasa. Adik-adik juga sangat diharap kan peran aktifnya dalam men- sukseskan program GDN dan dari adik-adik tidak menutup kemung kinan kesuksesan GDN dapat tercipta. TAMAN RIANG Banyak usaha yang dapat adik-adik lakukan untuk men- sukseskan program GDN. Misal nya adik-adik tidak membuang sampah sembarangan. Misalnya adik-adik lagi asik makan permen, maka adik-adik jangan membuang pelastik permen di DUH anggunnya, seperti po- to model cilik yang di potret oleh fotografer frofesional saja. Mana pakai topi lagi, teman adik-adik yang biasa dipanggil Ica ini tam- bah manis waktu di foto. Ketika Ica habis sekali difoto, Ica pengin difoto lagi dengan boneka susan yang dibeli ayah di Jakarta. Teta- pi sayangnya boneka Susan lupa dibawa Ica, ya enggak jadi dong. "Ica difoto ama boneka Susan dong yah. "Rengek Ica lagi. Lagi- lagi ayah Ica bilang, "Boneka su- san Ica tinggal di rumah, besok Ica berfoto lagi ya. "Bujuk ayah- nya, lalu Icapun mengangguk dan tidak merengek lagi. Begitulah pengalaman yang is. timewa buat gadis cilik yang ber- nama lengkap Chairunisa Dali- munthe lahir pada tanggal 7 April 1991 anak dari ayah Erwin Dali- munthe dan Ibu Chairiah. Ica adalah anak pertama dari 3 ber- saudara telah sekolah di Taman Pendidikan Al-Qur'an Al-Fajar Tanjung Mulia hilir. Sehabis pu- lang dari sekolah Ica selalu bermain-main di rumah kakek No MA "Joni bangun, nak!". "Kau siapa?". "Saya ibumu, nak!". "Ibu.....Joni menangis sejadi- jadinya dalam dekapan ibunya. "Joni takut, Bu! Joni bermim- pi ada orang yang akan membu- nuh Joni. Dia mengatakan Joni anak yang nakal. Joni tidak ingin mati, Bu. Joni berjanji tidak akan nakal lagi". "Iya, ibu percaya Joni tidak akan nakal lagi. Sekarang mari ki- ta pulang. Kasihan teman-teman mu yang telah mencarimu dan melaporkan kehilanganmu pada petugas keamanan". "Baik, Bu!" Joni kini sadar menjadi anak yang nakal dan ti- dak patuh pada perintah orang tua ternyata akan membawa se- suatu yang tidak baik dikemudian hari. Dan sekarang Joni sudah menjadi anak yang baik. * * * Sepanjang perjalanan, mu- rid-murid yang kebanyakan tidak didampingi orangtuanya itu bernyanyi bersama di bus. Dan guru yang bertindak sema- cam guide di dalam bus menceri- takan panorama yang terlihat di Usaha Mensukseskan Program GDN Oleh: Kak. Fahrin ADIK-ADIK, ternyata bu- kan cuma orang dewasa saja yang perlu studi wisata di luar lembaga pendidikannya. Kali ini Pusat Latihan Bahasa Inggris Miki & Mini (M&M) mulai mencanangkan program latihan di luar sekolah. Play Group Miki & Mini Berkreatifitas di Taman Dewi Sebanyak 20 murid play group I Minggu lalu (2/11) mengadakan pelatihan di Taman Dewi, Sibolangit. Jumlah ini merupakan sebagian dari 100 murid yang nantinya secara bergiliran juga mendapat pela- tihan di luar sekolahnya. Pak Amat hanya memiliki se orang anak yang bernama Ginan jar. Namun karena Ginanjar memiliki ciri khas yakni giginya nongol ke depan ia sering dipang gil dengan nama "Giman" alias gigi mancung. Selain sifat manja- nya yang tidak ketulungan karena ia anak tunggal, Giman juga me- warisi sifat ayahnya, kikir. Karena kikirnya tersebut, Pak Amat sering dipanggil penduduk setempat dengan "AKI". Pak Amat tidak tahu kalau aki itu Analisa/ist BERGAYA: Play Group Pusat Latihan Bahasa Inggris Miki & Mini didampingi guru-gurunya singkatan Amat kikir. Pikirnya bergaya di taman Dewi Sibolangit, Minggu (2/11) lalu. Aki itu panggilan buat orang yang dituakan. Karena ia tidak tahu maka ia bangga akan panggilan Aki tersebut. Murid-murid yang masih tergolong lucu-lucu berumur sekitar 3-5 tahun dipandu Dra. Lina Rusli bersama enam guru lainnya. OKEY ww penyeberangan, maka adik-adik dapat mengingatkan untuk menye berang pada tempat yang telah disediakan, begitu juga yang lain nya. Di atas tadi masih pada tingkat teman adik-adik. Tapi bila adik-adik mampu (kakak rasa adik-adik mampu) adik-adik dapat mengingatkan kepada orang lain yang tidak disiplin. KERUGIAN YANG DIALAMI Tanpa adik-adik duga, ketidakdisiplinan masyarakat kita, menimbulkan kerugian besar bagi pemerintah yang semua itu tidak warga negara. jalan, namun buanglah pelastik terlepas dari beban kita sebagai permen di tong-tong sampah yang telah disediakan. Atau juga kalau adik-adik ingin menyeberang, adik-adik hendaknya menyebe rang di tempat yang telah disediakan, misalnya naik tangga atau di tempat-tempat yang disediakan untuk menyebarang, begitu pula yang lainnya. Jika adik-adik telah dapat menerapkan gerakan disiplin pada diri adik-adik, secara tidak langsung adik-adik telah turut membantu pemerintah dalam mensukseskan GDN. Lebih jauh keikutsertaan adik- adik dalam mensukseskan pro- gram GDN yakni adik-adik secara aktif berusaha mencegah orang lain yang tidak bersikap disiplin. Misalnya jika ada teman adik- adik yang membuang sampah sembarangan, maka adik-adik dapat mengingatkan agar ia mem- buang sampah pada tempat-tem pat yang telah disediakan. Jika teman adik-adik ingin menyebe rang, namun tidak di tempat yang telah ditentukan sebagai tempat Jika fasilitas-fasilitas yang disediakan pemerintah untuk kita, kita rusak, maka pemerintah harus mengeluarkan dana untuk memperbaiki fasilitas yang rusak, sehingga dengan demikian dana yang semestinya tidak perlu dikeluarkan, harus dikeluarkan. Misalnya saja banyaknya tele pon yang rusak di pinggir jalan, sehingga pemerintah harus menge luarkan dana memperbaiki tele pon yang rusak. Padahal untuk memperbaiki satu telepon yang rusak membutuhkan dana ratusan ribu. Jadi kalau ada seratus telepon umum yang rusak, berapa juta pemerintah harus mengeluar kan dana memperbaiki telepon. Chairunisa D. dan Boneka Susan Belum lagi fasilitas yang lain. Kalau dihitung satu tahun peme perbaikan fasilitas yang rusak rintah mengeluarkan dana untuk ratusan juta rupiah, bahkan lebih. Nah! Bila dana yang besar itu dapat menyediakan fasilitas yang dapat dihindari, maka pemerintah lainnya. banyak menghapal Do'a-do'a dan bisa menghapalnya diluar kepala selain pintar mau mendengar na- sehat ibu agar tidak minum es. Ta- pi kalau makan bakso makanan kesukaan Ica boleh saja. Apalagi ngemil lebih disuka Ica. Ica seka- rang duduk dikelas Nol besar, ka- lau sudah besar Ica bercita-cita pengen jadi dokter anak biar bisa yang berada di sebelah rumahnya. ngasi adik bayi imunisasi. Di samping itu setiap sore se- Ica yang punya berat badan 23 habis tidur siang dan setelah man- kg ini sekarang tinggal bersama di Ica selalu bermain dengan orang tuanya di Jl. Kawat Raya bermacam-macam koleksi, bone- kanya. Adik-adik mau tahu kolek- si bonekanya, banyak deh, ada bo- neka Susan, buaya, panda, be- ruang, hello kitty dan banyak la- gi. Yang paling di suka Ica bone- ka Susan yang seperti punya kak Ria Enes yang nyanyi si Kodok. Teman adik-adik yang sudah sepanjang jalan. Sesekali juga diajukan teka-teki yang lucu- lucu, sehingga si mungil betul- betul terhibur mengikuti pro- gram tersebut. Di Taman Dewi, murid- murid mengadakan permainan ketangkasan memindahkan buah-buahan dari keranjang yang satu ke keranjang yang lain. Aba-aba dalam permaian ini disuguhkan dalam bahasa Inggris. Gg. Mesjid No. 71 Tanjung Mulia Bila ingin bincang dengan Ica lewat telepon boleh aja hu- bungi Ica di nomor 651754 de- ngan ucapan salam manis buat te man-teman Ica di TPA Al-Fajar dan adik-adik pembaca Taman Riang di rumah. (Kiriman : Ilham Siregar) Selain itu, murid-murid juga diminta menyebutkan nama buah-buahan yang dipindah- kannya dalam bahasa Inggris. Usai acara pengenalan nama buah-buahan, seperti jeruk, apel, manggis, apokat, pisang dan anggur, mereka dibawa menge- lilingi taman, sambil praktek langsung menyebutkan nama tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar lingkungan itu. Menurut Dra. Lina Rusli, pengenalan nama buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan tersebut Misalnya saja dalam hal pengrusakan. Misalnya merusak telepon yang disediakan di ping- gir jalan, merusak rambu-rambu lalu lintas, membuang sampah sembarangan, dan bentuk pengru sakan fasilitas umum yang dilakukan sebahagian.. kecil masyarakat yang belum sadar pentingnya disiplin. Adik-adik, pada intinya fasilitas yang disediakan pemerin- tah gunanya untuk kita semua. Misalnya telepon umum untuk memudahkan kita berkomunikasi dengan orang lain, mengingat tidak semua masyarakat kita yang memiliki telepon di rumah, halte- halte tempat kita menunggu bus yang melindungi kita dari panas dan hujan, tempat-tempat penye berangan, agar kita dapat terhin- dar dari resiko kecelakaan (di tabrak kenderaan), rambu-rambu lalu lintas agar dapat menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas, dan lain-lain. Oleh karena itu Gerakan Di siplin Nasional yang dicanangkan pemerintah sangatlah penting. Maka untuk mensukseskan pro- gram GDN, adik-adik turut an dil dalam usaha mensukseskan program GDN. (Kak Fahrim) HUMOR GEMUK MINYAK Henny Kes, kamu kan kurus. Ingin gemuk, tidak ? Kesuma: Ya, ingin. Tapi, sudah kucoba nggak bisa ju ga! Henny Ah.. gampang! Celupin aja seluruh badanmu ke dalam drum minyak semalaman, pasti ge muk! Kesuma Kamu sudah gila, ya? TIDAK TETAP Guru: Rita, mengapa kolom tinggi badan tidak kamu isi? Rita Soalnya kalau saya memakai sepatu berhak tinggi kan jadi nggak sama tingginya dengan tinggi badan saya yang normal. Guru: *#@ (pusing) (Kiriman Juliawaty) Fot sesuai dengan materi yang mereka ajarkan di Pusat Pela- tihan Bahasa Inggris M & M yang berada di Jalan S. Parman Medan itu. Selanjutnya Lina memapar- kan, tujuan acara ini membi- asakan anak-anak bermain dan berkreatifitas dalam kelompok, sehingga nantinya melalui tempahan usia dini ini akan tumbuh sikap mandiri (tidak manja dan ketergantungan kepada orangtua), dapat beker- jasama dengan orang lain, dan menghilangkan sikap egois. (ton) THOR DI kampung itu, semua orang sudah pasti mengenal Pak Amat. Pak Amat merupakan orang yang paling kaya di kampung tersebut. Selain memiliki kedai kelontong yang paling besar, ia juga memi liki ternak yang cukup banyak dan kebun yang sangat luas. Namun sayangnya Pak Amat sa ngat kikir sekali. aind sise JE Bronce 90 sd DOT... DOT!... HEL MENGAPA BENGONG?! Contoh kekikiran Pak Amat banyak sekali. Misalnya saja, di kampung itu hanya mereka yang memiliki parabola. Namanya juga orang kampung, pasti banyak sekali yang ingin nonton film-film bagus terutama film India. Sebab di TVRI tidak ada. Bagi Pak Amat yang dibantu dengan Ginan jar, ini merupakan peluang bisnis yang harus dimanfaatkan. Orang- kampung boleh saja menonton film melalui parabola tersebut, namun harus bayar cepek dulu (se ratus rupiah). Namun karena ku rangnya hiburan di kampung, tidak sedikit yang menonton. Balasan Buat Si Kikir Lolok SEANDAINYA KAMU MENEMUKAN UANG 1 MILLIAR RUPIAH DI JALAN INI, APA YANG AKAN KAMU LAKUKAN, LOK? TERNYATA BAIK JUGA WAK KIKIR INI JIKA KITAMAU MEMBANTUNYA. Kekikiran Pak Amat Bukan itu saja. Bagi orang kampung saling SNIMCE 2 KECIL BANYAK MIKIR NANTI CEPAT TUA. ITLT 1260 12 onol 1062 10 juri memberi hasil kebun seperti buah- buahan merupakan sebuah kebia saan. Bila seseorang memiliki hasil buah-buahan seperti jambu atau mangga, pasti tetangganya akan diberi. Demikian juga seba liknya. Namun bagi Pak Amat tidak. Kalau diberi ia terima, namun kalau memberi "tidaklah yauuu" katanya. Bagi dia se- muanya dihargai dengan uang. Kalau banyak bisa dijualnya ke kota. Itu hal lumrah untuk menambah penghasilan. Bagi Pak Amat sedikitpun akan dijualnya di kedainya sendiri. Kalau ngak laku lebih baik menjdi busuk daripada diberikannya kepada orang lain. Karena kikirnya ter sebut, tidak jarang buah-buahan milik Pak Amat jadi sasaran anak kampung tersebut. AKU PASTI TERTAWA TERBAHAK- BAHAK! Seperti sore itu, Pak Amat beserta Giman telah siap berdiri di depan pintu samping rumah nya menunggu penonton datang. Hari itu sesuai jadwal ada film In- dia. Kalau sudah dibilang film In- dia pasti laris sekali. Jadi Pak Amat dan Giman telah siap-siap mengantisipasi membludaknya pe nonton. Mereka telah mempersiap kan tikar yang lebih banyak. Dan dugaan mereka tidak meleset. Penonton hari itu banyak sekali. Mulai dari anak-anak hingga kakek-kakek. "Ayo! Cepat filmnya sudah mau dimulai. Jangan sampai ke tinggalan...!", teriak Pak Amat dan Giman bergantian. Wak Samirah bersemangat. "Jam berapa AKI?", Tanyak "Sebentar lagi. Mithun anak mudanya". Giman berpromosi. Ketika film sedang seru-seru nya, tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya. Dan Pak Amat serta Giman ingat, jambu mereka 592 sto diesm derasl HALAMAN 8 MONEK DARILUAR RUMAH WAK KIKIR BERUCAP LHO, ME MANGNYA ΚΕΝΑΡΑ ? (90)) sedang ranum-ranumnya. Kalau sampai hujan maka jambu akan berjatuhan ke tanah dan itu berar ti akan sia-sia tidak bisa dijual lagi. Maka dengan cepat mereka berangkat ke ladang membawa plastik untuk menampung jambu jambunya. Bagi mereka, tidak perlu menggaji atau mengupah kan orang lain karena akan me rugikan. Orang lainpun tidak akan ada yang mau membantu karena pelitnya tersebut. Di ban- tupun tidak akan mendapat apa- apa. Paling-paling ucapan terima kasih saja. MONEM!!.. KALAU TINGGAL SEDIKIT AIRNYA,TO LONG KAU ROBUS LAGI YOO?!. Dengan cepat mereka berlari kedua karena hujan sangat lebat nya. Mereka tampung jambu- jambu yang berjatuhan dengan kantong-kantong plastik yang dibawa di tengah lebatnya hujan. Sesudah hujan reda mereka pulang membawa berplastik- plastik jambu. Tapi dilihatnya penonton film sudah pada bubar padahal belum waktunya selesai. "Kok dimatikan televisinya bu ?", Tanya Pak Amat pada isteri nya. APA YG KAU PIKIRKAN?!, SEPERTI KITA INI TAK PANTAS BENGANG-BENGONG. "Siapa yang matikan. Mati sen- diri kok", jawab Bu Amat. Kemu- dian Pak Amat masuk ke dalam beserta Giman. Dilihatnya televisi sudah gosong alias hitam kena sambar petir. "Mati aku! Bu, bu, ada petir kok nggak dimatikan saja". Teriak Pak Amat. "Kalau dimatikan sebelum habis nanti Bapak marah", Bela Ibu. Pak Amat dan Giman hanya diam termangu melihat televisinya yang sudah disambar petir, hitam warnanya. Itulah balasan untuk orang kikir. Maka adik-adik, janganlah kikir. Sebab kikir adalah perbuatan yang tidak baik (Surya). ne tiny i Bise HABIS TEMPAT AYAHKU BEKERJA BANK NYA PI LIKUITDASI.... YAAA... BELUM LAGI DI- MINUM AIRNYA, SUDAH ADA PERINTAH. (42) Oleh: Erlangga SEBAB HAL ITU TIDAK MUNGKIN TERJADI! HA HA HA..HA..HA.. いつか