Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

​
Nama: Analisa
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-11-16
Halaman: 10

Konten


ANALISA - MINGGU, 16 NOVEMBER 1997 AS SEHAN dan PERTEMUAN PEMBINA PRAMUKA DAERAH SUMUT an, 26 tober 19 SUASANA: Saat berlangsung sarasehan dan pertemuan Pelatih Daerah Sumut. Kak M.Yunus Batubara (berdiri) dan dua pembicara lain yakni: kak H.Karseno S serta kak H.Muchlis Yusuf. Drs. M. Yunus Batubara MPd: Itu Tantangan Bagi Pelatih Pembina Medan, (Analisa) Diantara faktor penentu dalam peningkatan kualitas Pembina Pramuka adalah tersedianya se- jumlah Pelatih Pembina Pramuka yang bermutu. Begitu ucap Ketua Lembaga Pendidikan Pramuka Daerah (Lemdikada) Sumut kak Drs. M. Yunus Batubra, MPd seusai acara sarasehan dan pertemuan Pelatih Daerah Sumut di aula Kwarda Sumut baru-baru ini. Ungkapan gamblang dan spontan itu memang tepat. Sebab, saat ini Gerakan Pramuka memang membutuhkan para Pembina yang berkualitas, agar mampu melatih/membina peserta didik di gugusdepan. evadileds? BOSAN Latihan mingguan di gugusdepan makin ber- variasi dan bermutu, kalau Pembina tersebut cukup mampu, kata kak Yunus menambahkan. Jadi, Gerakan Pramuka harus mencetak Pelatih Pembina Pramuka dalam jumlah tertentu sesuai kebutuhan daerah agar selanjutnya dapat melahir kan sejumlah Pembina Pramuka yang bermutu. Ketika disinggung tentang ada kesan masyarakat, seolah-olah sebagian peserta didik merasa bosan latihan di gugusdepan, menurut kak Yunus, hal itu mungkin ada benarnya, tetapi tidak menyeluruh. Artinya, kalau hal itu terjadi pada satu-dua gugusdepan, penyebab utama tentulah kualitas pembinanya yang belum tinggi. Kalau terjadi kemunduran di sebuah gugus depan, itu tanggungjawab banyak pihak termasuk unsur pembina. Jadi Pelatih Pembina diperlukan untuk mencetak Pembina Pramuka berkualitas. Tantangan itu adalah tantangan bagi para mengalami kejenuhan dan berakibat tidak datang pelatih pramuka. Namun kita harus yakin mam- Mungkin ia hanya mampu menyajikan latihan baris berbaris lalu bermain dan bubar. Kalau ben tuk latihan hanya itu-itu saja, tentu peserta didik lagi ke gugusdepan. pu menjawab tantangan itu. Dari sekarang kita harus mulai berpacu untuk berbuat dalam berbagai TANTANGAN Kak M. Yunus Batubara yang sehari-harinya sisi, katanya (war). KEGIATAN naik puncak gunung atau mendaki gunung merupakan salah satu kegiatan di alam bebas yang banyak diminati Pramuka Penggalang, Penegak dan Pandega. Persiapan bagi Pendaki Gunung Selain dapat menyatu dengan alam, melihat pemandangan dari puncak dan menghirup juga menahan udara dingin, para pen- daki atau Pramuka dapat menghayati kebesaran ciptaan Tuhan. Hal ini tentu akan menam- bah dan mempertebal rasa keyakinan kita sebagai perwu- judan pengamalan Dasa Dharma yang pertama. dosen IKIP Negeri Medan ini mmengatakan, pada tahun-tahun mendatang, tugas para Pelatih makin berat. Sebab, memasuki abad 21, juga penuh tan- tangan bagi Gerakan Pramuka. Artinya, kita harus siap dengan sajian latihan yang sesuai dengan kem- majuan zaman dan kebutuhan mereka dalam men cicipi pendidikan non formal ini serta apa manfaatnya. Para orangtua tentu mengamati sejauhmana putra putri mereka yang mengikuti latihan ming- guan di gugusdepan akan memetik manfaat. Kalau tidka, tentu mereka tidak mendorong anak- anaknya memasuki wadah ini. Mungkin beralih wadah. Mendaki gunung selain meng asyikkan ternyata juga cukup membahayakan, apalagi bila tan- pa diawali dengan persiapan dan perhitungan yang laik. Seperti kita baca di koran atau media lainnya, banyak korban berjatuhan karena kurang kecermatan para pendaki. Tidak hanya cidera yang didapat, tapi juga merenggut nyata pendakinya. Nah, dalam hal ini dengan tetap mengacu pada prinsip latihan kepanduan/kepramukaan, kita tetap harus menyesuaikan bentuk latihan dan materi latihan dengan perkembangan zaman, dengan tingkat kritis peserta didik dan dengan kemajuan iptek. Itu memang tantangan bagi Gerakan Pramuka dan harus dihadapi. Wajar kalau Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengeluarkan program Sapta Karsa Utama dengan Postur Pramuka tahun 2000, kata kak Yunus yang dengan nada optimis yakin, wadah ini dapat menyesuaikan dengan kebutuhan generasi muda sebagai pendidikan ke-3. setelah pen- didikan di rumah dan di sekolah. GUNUNG Di daerah Sumut ada dua pilihan obyek yang sering didaki oleh para Pramuka dan remaja yang punya hobi mendaki, yaitu gunung Sibayak dan gunung Sinabung, kedua objek ini terletak di kawasan Kabupaten Tanah Karo, arah selatan dari kota SEJAK Minggu 31 Agustus 1997 dunia berduka dengan me- ninggalnya seorang putri cantik yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Lady Diana Putri Wales mantan istri Pangeran Charles sang calon pewaris tahta Kerajaan Inggris dan ibu dari dua orang pa- ngeran muda William dan Harry, telah pergi untuk selamanya de- ngan meninggalkan keharuan pa- da para pengagumnya. Sang putri mengalami nasib tragis meninggal akibat kecela- kaan mobil di sebuah terowongan di Paris, Prancis bersama Dodi Al-Fayed seorang pria keturunan Arab. Oleh: Rhinto Sustono Medan. Menuju kedua objek ini relatif singkat, hanya dengan jarak tem- puh satu setengah jam per- jalanan dengan menaiki bus umum maka para pendaki sudah akan sampai di kaki gunung. Dalam masa liburan sekolah, banyak Pramuka dan remaja mengadakan kegiatan pendakian. Bahkan ada kelompok remaja yang sudah punya jadwal tetap, liburan berarti mendaki. Meskipun banyak musibah yang telah menimpa para pendaki dan merenggut nyawa, namun hal ini tidaklah menjadi kendala dan menyiutkan nyali mereka. Sebaliknya, para penggemar kegiatan ini semakin merasa ter- tantang untuk melaksanakannya. Kegiatan di alam bebas seperti mendaki gunung ini memang relatif murah bagi para remaja, meskipun resiko yang dihadapi relatif membahayakan. Namun sampai saat ini kegiatan yang sama masih terus bahkan semakin bertambah penggemarnya. PERSIAPAN Satu kewajiban yang tidak boleh diabaikan oleh pendaki sebelum melaksanakan niatnya adalah persiapan. Persiapan ini meliputi segala macam perleng kapan dan perbekalan. Sering kita sesalkan, para pen- tana Buckingham mengumumkan bahwa Diana tidak akan dima- kamkan secara kenegaraan, na- mun kenyataannya Sabtu tanggal 6 September pemakaman itu di- laksanakan dalam upacara kene- garaan penuh. Pada saat acara pe- makaman berlangsung masyara- kat Inggris seakan tumpah di ja- lanan menanti mobil yang mem- bawa jenazah sang putri lewat. Bunga-bunga sebagai ungkapan turut berduka cita bertaburan mengiringi kepergian sang putri. BERDUKA Masyarakat di seluruh dunia turut pula mengikuti prosesi pemakamannya melalui siaran langsung televisi. Langit men- dung, jalanan sepi seakan turut berduka atas kepergian sang put- Awalnya banyak orang yang tak percaya mendengar berita du- ka ini namun setelah mendapat kebenaran peristiwa itu, seluruh dunia terhenyak dan menangis de- ri. Begitulah Diana yang sangat ngan hilangnya seorang wanita dicintai oleh seluruh rakyat Ing- yang dikagumi dan dicintai rak- gris dan dunia. yat Inggris dan belahan dunia lainnya. nishsomsa issidor sen HARGA Sejak kematiannya para fila- Ucapan duka citapun terus telis di seluruh dunia memburu mengalir baik langsung kepada prangko yang bergambarkan La- keluarga kerajaan maupun mela- dy Diana untuk dikoleksi sebagai lui kedutaan besar/konsulat di tanda kenangan dan secara oto- berbagai negara serta media cetak matis pasaran prangko Lady Dia- na melonjak tajam dan banyak dan elektronik. pula para kolektor yang tidak mau Meski sebelumnya pihak Is- daki (Pramuka) yang baru per- tama kali melaksanakan pen- dakian namun tidak memper- siapkan diri dengan perlengkapan dan bekal yang cukup. Padahal, pengetahuan ataupun informasi tentang apa dan bagai mana seharusnya yang harus dipersiapkan bagi pendaki sudah diketahui dari teman maupun dari buku yang dibacanya. Pramuka dan Filateli Harga Prangko Putri Diana Melonjak Oleh: Surya Dinata Lain halnya dengan mereka yang sudah berulangkali mendaki, maka persiapannya lebih matang. Mungkin dikarenakan pengalam an di lapangan, banyak kesukaran yang dihadapi maka persiapan mereka lebih siap lagi. Jangan sepele, hanya dengan semangat dan sedikit biaya maka merasa mampu untuk melakukan pendakian. Padahal jika kita ingin dan mau lebih serius lagi banyak faktor lain yang perlu mendapat perhatian. Kesiapan fisik dan mental merupakan hal pokok yang men- jadi keharusan. Lain dari itu, ketrampilan hidup di alam bebas dengan segala perlengkapan dan bekal akan lebih memudahkan kita mendaki gunung tanpa adanya kendala. Keindahan alam pegunungan dengan beragam keanehan yang jarang kita jumpai memang sangat menakjubkan. Tetapi perlu kita ingat bahwa dibalik kein- menjual koleksinya. Padahal sebelum Putri Diana meninggal tidak banyak filatelis yang mencari dan ingin mengo- leksi prangko tentang dirinya ter- masuk para filatelis di kota Me- dan. Tetapi setelah kematiannya para penggemar prangko di selu- ruh dunia, berduyun-duyun men- datangi toko-toko prangko dan pedagang prangko ingin membe- li prangko tentang Putri Diana dan berani membayar beberapa kali dari harga sebelum kematian nya. PRAMUKA Ayo, Tanamkan Semangat Juang itu ... itu bermakna senantiasa siap membela negara dan siap meng- isi kemerdekaan. Hal ini yang per- lu dijaga, agar tidak terjadi erosi nilai-nilai patriotisme di kalangan generasi muda kita. Di Medan sendiri seorang pe- dagang prangko hanya mau men- jual koleksi prangko bergambar kan perkawinan Lady Diana (Ro- yal Wedding) yang diterbitkan oleh negara-negara koloni Inggris se- harga Rp.600.000,- padahal sebe- KALAU Pramuka dan segenap lapisan masyarakat mempertanyakan, apa yang dipetik dalam memper- ingati Hari Pahlawan ? Agaknya sebuah pertanyaan yang wajar dan mungkin patut diperhatikan. Melestarikan semangat per- Mengapa? Sebab, memper- ingati Hari Pahlawan tentu bukan hanya sekedar upacara seremonial atau rutinitas belaka. Melainkan, sebuah upacara yang diharapkan memberikan dampak positif, memberi kesan serta memotivasi dan dapat dipetik sesuatu seum- pama semangat pejuang, nilai-juangan tersebut bukan hal mu- dah. Tetapi harus dilakukan seca- nilai patriotisme dan sikap heroik ra bertahap, terus menerus. Me- pejuang. lestarikan nilai-nilai perjuangan, patriotisme dan persatuan/kesa- tuan hendaknya dengan penuh ke- sadaran. Sebab, hal ini merupakan modal penting bagi kita dalam mempertahankan bangsa/negara serta untuk mengisi kemerdekaan melalui pembangunan. Tanpa semangat juang yang kokoh, tanpa sikap tegas dalam persatuan/kesatuan, tanpa kesa- daran berbangsa/negara, tentu ki- ta akan mudah digoyahkan oleh bangsa lain. GENERASI MUDA Sebagai bagian dari generasi muda Indonesia, Pramuka me- mang harus mengetahui makna dari peringatan Hari Pahlawan. Diyakini, memperingati Hari Pah- lawan bukan hanya sekedar seba- gai suatu upacara rutin, lalu usai. Tetapi marilah kita mengambil be- berapa hal positif dari suatu upa- cara semacam itu, sehingga ber- manfaat bagi semua pihak. Menaikkan bendera Merah Pu tih di depan rumah dan kantor- kantor, tentu dengan tujuan ter- tentu. Artinya, kita menghormati para pejuang yang telah mengor- bankan segala-galanya yang dipu- nyainya termasuk nyawa untuk bangsa dan negara ini. Penaikan bendera itu pertan- da penghormatan tertinggi bang- sa dan negara kepada mereka yang gugur untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari tangan penjajah. Penaikan bendera itu pula ber- arti bangsa dan negara ini menya- takan "kemenangan" atas hal hal yang berkaitan apa yang terjadi sebelumnya dan dengan puncak peristiwa pada 10 November 1945 dikota Surabaya, yang kemudian juga meluas ke berbagai kota dan daerah di tanah air. Generasi muda, tentu harus mengetahui apa yang terjadi pa- da tanggal.. 10 November itu. Se- karang, peristiwa tersebut hendak- nya menjadi contoh tentang beta- pa heroiknya rakyat yang saling membantu dan bersatu untuk me- lawan penjajah. Hal tersebut mengharuskan generasi muda Indonesia saat ini dahan semua itu, bahaya dan segala kemungkinan yang sukar dideteksi selalu siap menimpa pendakinya. SEPATU Secara garis besar perlengkapan utama yang diperlukan bagi pen- dakian antara lain, alat pembawa. Untuk memudahkan pendaki sebaiknya alat pembawa ini gam- pang disandang dan tidak merepotkan membawanya. Hin- Mengingat keadaan alam yang dihadapi di gunung dengan udara yang keras, maka sebaiknya perlu yang cukup dingin dan medan disiapkan pelindung agar ketahanan tubuh tetap stabil. Perlengkapan pelindung ini meliputi pelindung kaki. Kaki merupakan bagian tubuh yang pa- ling aktif pada saat melakukan pendakian, karenanya gunakan sepatu yang tidak terlalu berat, dapat mencengkram (bila keadaan licin) dan usahakan dengan ukuran yang standart (tidak sem- pit dan longgar) bagi pemakainya. Dan akan lebih baik lagi bila dilapisi dengan kaus kaki yang tidak terlalu tipis (sediakan juga lum kematiannya, ia hanya men- jual Rp.200.000,- itu dengan stock yang terbatas. Menurut pengaku- an yang bersangkutan, sejak ke- matian Putri Diana 31 Agustus. yang lalu, banyak para filatelis menelepon ke rumahnya untuk membeli prangko mengenai Putri Diana. Harga prangko putri Diana di- harapkan akan terus naik meng- ingat permintaan terus memban- jir. Sementara penjual tidak ingin menjual sisa prangkonya sebelum harga menjadi lebih tinggi. DITUNDA Sehubungan dengan mening- galnya Putri Diana, Inggris me- rencanakan akan menerbitkan prangko seri Diana sebagai peng- hargaan istimewa bagi Putri Dia- na dengan menampilkan 5 foto Diana dalam situasi formal dan informal. Prangko ini diduga akan menjadi prangko paling la- ris dalam sejarah. Begitu pula yang terjadi di Hongkong, sebuah sampul perta- ma yang terdiri dari empat helai prangko dengan nilai nominal se- kitar Rp.3.430,- kini terjual de- ngan harga Rp.117.000,- dan har- ga satu seri dari 4 Sheet yang masing-masing terdiri dari 50 he- Tetapi untuk memiliki prang- lai prangko kecil, naik dari ko seri Diana ini, para filatelis dan Rp.2,34 juta menjadi Rp.5,85 ju- kolektor prangko harus bersabar ta. Seri ini diterbitkan tahun 1989 dulu karena penerbitannya masih untuk memperingati kunjungan tertunda atas permintaan keluar- Pangeran Charles dan Putri Diana ga Spencer. ke Hongkong. untuk tetap bersatu dan saling membantu dalam menghadapi se- tiap ancaman, hambatan, gang- guan dan tantangan yang diha- dapi bangsa/negara Indonesia. SEMANGAT PAKAIAN Pakaian juga harus diper hatikan, selain dipilih dari bahan yang mudah menyerap keringat, darkan menggunakan pembawa juga tidak mengganggu perge yang dijinjing. rakan, harus pula yang mudah kering. cara Ransel dan sejenisnya adalah contoh alat pembawa yang mudah dibawa. Selain itu, pengepakan dan menyusun barang di dalam ransel juga harus diperhatikan. Usahakan barang yang ringan disusun dibagian bawah lalu yang berat di bagian atas. Hal ini menghindari ketidak seimbangan beban yang ditahan oleh kedua bahu. Menurut Carl Spencer adik Putri Diana, pengeluaran prangko ini masih terlalu dini dihitung dari wafatnya Diana. Padahal keluarga istana Buckingham sudah menye- tujui penerbitannya, begitu juga Perdana Menteri dan Departemen Perindustrian Inggris. Semangat juang itu, sampai kini dapat dilihat dalam nya- taan. Kalau ada ancaman, tan- tangan, gangguan dan hambatan yang merongrong kedaulatan ne- gara, kita dengan spontan siap menghadapi hal tersebut. Hasutan yang sering melanda generasi muda, ternyata saat ini dapat ditangkis. Tidak mudah ter- pancing oleh hasutan negatif. Ka- lau ada segelintir generasi muda yang terlibat, mungkin disebab- kan berbagai faktor lain. Namun secara umum, generasi muda Indo nesia mampu mengendalikan diri. Semangat Hari Pahlawan itu, dari tahun ke tahun hendaknya makin menebal. Maksudnya, de- ngan rasa cinta terhadap bang- sa/negara, generasi muda senan- tiasa mengabdi untuk kepentingan bangsa/negara Indonesia. PRAMUKA Dalam gerakan Pramuka, se- mangat dan nilai-nilai tersebut di- lestarikan melalui program latihan dan kegiatan kepramukaan. Seba- gai contoh, ada materi latihan yang mengenal para pahlawan bangsa. Uraian tentang sejarah perjuangan para pahlawan dan se- genap lapisan rakyat ketika meng- usir penjajah hingga memperta- hankan kemerdekaan pada peng- hujung tahun 1945, tahun 1946 hingga tahun 1950. Pramuka yang mengenakan kacu atau setangan merah putih. cadangannya). Hindari memakai celana jeans atau sejenisnya. Karena selain dingin dipakai, akan menambah berat beban yang ditumpu oleh tubuh. Pergunakan sarung tangan untuk melindungi bagian tangan yang tidak tertutup. Hal yang pen- ting lagi adalah jaket sebagai penghangat. Perlengkapan pelindung lain- nya adalah sleeping bag (kantung tidur) dan ponco. Ponco dapat digunakan untuk melindungi diri pada saat hujan dan dapat digunakan sebagai bivak (tenda yang dibuat dari beberapa ponco). Kebanyakan dan kebiasaan yang kita temui di daerah kita, pendakian gunung dilaksanakan pada malam hari. Karena itu perlengkapan penerangan seperti senter baterai, lilin atau yang lain- nya harus pula dipersiapkan. Bila kita merencanakan tinggal untuk beberapa hari di puncak gunung, maka perlengkapan masak yang simpel harus menjadi perhatian. Perlengkapan masak praktis Pramuka secara sadar hendak- nya tetap mengikuti sejarah bang- sa. Mengetahui suasana Hari Pah- lawan tahun 1945, sehingga pada saat ini dari bacaan sejaarh itu da- pat dilestarikan hal-hal positif. Pramuka sebagai generasi pe- nerus bangsa diharapkan juga mampu menjiwai semangat juang itu. Siap membela kedaulatan, harkat dan martabat bangsa/ne- gara Indonesia. AKTIF Tanjung Morawa, (Analisa). Untuk itu, pramuka hendak- nya aktif dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan panitia Hari Pahlawan. Melalui kegiatan yang diikuti, akan dirasakan secara langsung, betapa berat per- juangan rakyat tempo dulu. Men- dengar dan membaca sejarah, akan diketahui sikap tegas pe- juang dalam melawan penjajah. Itu semua merupakan modal pembinaan generasi muda. Sebab, banyak sisi pembinaan yang dila- kukan bagi pramuka. Sisi ke-yasan Perguruan Nurul Amaliyah, agamaan, sisi keterampilan, sisi fi- Tanjung Morawa pada Minggu 12 sik, sisi ilmu pengetahuan dan pe- ngalaman, sisi sejarah dan sebagai Setelah menyelenggarakan la- tihan mingguan kegiatan Pramu- ka secara rutin dalam kurun wak- tu minimal 3 bulan sejak awal ta- hun pengajaran 1997/1998), Ya- Oktober 1997 menerima nomor nya. Keikutsertaan pramuka dalam berbagai upacara Hari Pahlawan merupakan bukti nyata tentang pembinaan itu masih berlanjut. Hal ini perlu dipertahankan, su- paya pelestarian nilai-nilai per- juangan bangsa tetap berkesinam- bungan, tidak terhenti. Sekali lagi, marilah dengan tiada hentinya, Pramuka melesta- rikan dan menjiwai semangat per- juangan itu. Tanamkan dalam sa- nubari, nilai-nilai patriotisme dan sikap heroik untuk senantia- sa siap membela bangsa dan ne- gara tercinta Indonesia. Kalau Pramuka sejak tahun 1961 telah membuktikan dirinya untuk menjadi manusia yang ber- guna termasuk bagi bangsa dan negara, adalah tepat jika makna dan semangat Hari Pahlawan ta- hun ini kembali dikobarkan, se- hingga semangat pejuang itu te- tap membara dalam diri Pramu- ka yang secara umum dapat disa- lurkan untuk aktif dalam meng- isi kemerdekaan, berperan dalam berbagai kegiatan positif serta menjadi benteng dalam memper- tahankan kedaulatan negara ini. (war) kini banyak dapat kita jumpai di toko-toko yang menjual perlengkapan perkemahan. Seper- ti gas yang gampang dipakai, kompor mini dan peralatan memasak lainnya. Begitupun alangkah lebih baik jika sebelumnya sudah disediakan perbekalan kanan yang tidak dengan catatan makanan yang gampang basi dan tahan lama, praktis. Masih ada perlengkapan lain yang perlu disiapkan selain yang dijelaskan di atas, perlengkapan survival juga mutlak untuk hidup "di alam bebas. Perlengkapan ini meliputi: pisau, mancis, tali rafia, garam, minyak penghangat, kom- pas, tenda, obat-obatan dan lain-lain. KESIMPULAN Masih banyak diantara Pramuka yang melakukan kegiat an pendakian tanpa memperhati kan dan mempersiapkan dirinya akan hidup bertualang di alam bebas, walau resiko sebagai pen- daki sudah banyak. kita jumpai, cidera dan meninggal dunia. Namun kita yakin, dengan per- siapan yang matang, fisik dan mental dengan segala penunjang lainnya, sekecil apapun bentuk resiko, mudah-mudahan akan terhindarkan. Analisa/ms BENDERA: Pengibaran bendera Kemsama Medan Barat. IKRAR: Penandatanganan ikrar oleh Ka Mabigus Suprianto disaksikan Ka Kwarcab Deli Serdang dan kak Bin Gudep Hairul Anwar dan kak Fatma Ningrum. Gudep Deli Serdang 673-674 gugus depan yang dilaksanakan pada suatu upacara resmi. Ketua Kwartir Cabang Deli Serdang bertindak sebagai pembi- na upacara pada pengukuhan Gu- dep DS 673-674 di komplek YP Nurul Amaliyah. Drs. H. Iwa Suryapati, mene- gaskan bahwa gugus depan meru- pakan pangkalan dimana dilaku- kan aktivitas pendidikan kepra- mukaan pada adik didik, karena- nya dituntut kesungguhan dan ke- aktifan semua pembina yang da- lam hal ini langsung berinteraksi selaku tenaga pendidik. Terlebih lagi gudep yang ber- pangkalan di sekolah, guru yang juga sebagai pembina harus dapat membedakan dan menempatkan diri sebaik mungkin, karena da- lam Gerakan Pramuka terdapat unsur kesukarelaan dan sistem among. Kesemuanya membutuh- kan penjabaran dan nalar yang baik, sehingga akan mudah bagi pembina untuk melaksanakan tu gasnya. Medan, (Analisa) Kegiatan Perkemahan Bersa- ma (Kemsama) antar gugusdepan se Kwartir Ranting Medan Barat berlangsung di Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit pada tanggal 12-14 Oktober 1997 diikuti 532 Pramuka terdiri dari 314 putra dan 218 putri. PERKEMBANGAN Pada upacara pengukuhan ini dilakukan pembacaan ikrar oleh Mabigus 673-674, kak Supriyan- to yang diikuti bersamaan oleh pembina yang dilantik. Disaksi- kan seluruh peserta upacara, pengucapan ulang janji dilakukan dalam suasana khidmat. Peserta berasal dari gugusde- pan Medan 019-020 (TVRI Me- dan), Gudep 103-104 Pertamina, Gudep 443-444 RSTD PTPN II, Gudep 373-374 Perguruan Yos Su- darso, Gudep 201-202 Perguruan Analis, Gudep 547-548 Perguruan Pertiwi, Gudep 515-516 SLTP Ne- geri 7, Gudep 147-148 Perguruan MIN Sekata, Gudep 245-246 Pem- da Medan, Gudep 543-544 Y PI Hadir dalam upacara pengu- kuhan ini, ketua I Kwarran Tg. Morawa M. Syahlan, Sekr. Kwar- ran, Andalan Cabang DS, anda- lan Ranting Tg. Morawa, Unsur DKC DS dan DKR Tg. Morawa, pembina dan peserta didik, juga seluruh peserta yang akan meng- ikuti Kursus Mahir Bagian Dasar (KMD) Kwarcab DS tahun 1997. HALAMAN 11 Selengkapnya susunan peng- urus Majelis Pembimbing Gugus Depan dan pengurus gugus depan DS 673-674 Perguruan Nurul Amaliyah Tg. Morawa, sesuai de- ngan lampiran SK Kwarcab Deli Serdang Nomor 054 tahun 1997 adalah sebagai berikut; Majelis Pembimbing Gudep DS 673-674: Ketua; Suprianto. Ketua Harian: H. Ngadino YR, Sekretaris: M. Syahrizal, Benda- hara: Wiwik Hartati. Anggota; Marianto, Edi Her- ianti, Ida Royani, Hairul Anwar serta Fatma Ningrum. Pengurus Gugus Depan DS 673-674: Pada acara ramah tamah se- usai pengukuhan, Ka Kwarcab DS menghimbau kepada seluruh yang hadir, agar senantiasa peka terha- dap kemajuan dan perkembangan Penggalang Drs. Setia Putra, As- Pembina Gudep DS 673; Hai- rul Anwar, Pembina Penggalang; Gunawan Pembantu Pembina zaman. mara Hadi, T Jamaluddin. Karena bagaimanapun, Ge- rakan Pramuka merupakan mitra pemerintah yang terus berupaya menumbuh kembangkan genera- si muda dalam pencapaian kader- kader yang Pançasilais. Jika kita tidak siap dari sekarang maka akan segera tertinggal dan jauh. Jika kita (Pramuka) tidak siap dari sekarang, maka akan segera tertinggal dan jauh dari harapan Kwartir Nasional Gerakan Pra- muka yang telah mencanangkan Postur Pramuka tahun 2000. PENGURUS Kemsama Kwarran Medan Barat Kegiatan Kamsama Medan Barat dibuka oleh Waka I Kwar- ran Medan Barat kak Letda Pol. Enjang Bahri. Sebagai Pembina Upacara da- lam Kegiatan Kemsama Medan Barat tahun 1997 Kak Enjang mengharapkan kepada seluruh pe- serta untuk saling mengenal dan jangan membanggakan kemena- ngan yang diperoleh tetapi Kem- sama ini mempunyai tujuan un- tuk memupuk ikatan persauda- raan sesama anggota Pramuka serta seluruh pembinanya. Pembina Penegak (T); Agus Bagianto, Pembantu Pembina Pe- negak: Suhariadi, Abdul Latif. Pembina Gudep DS 674; Fat- ma Ningrum. Pembina Pengga- lang: Kairani Pembantu Pembina Penggalang: Siti Rabiah, Irawati Srg. Spd, Ernawati Hs. Srg. Spd. Pembina Penegak : Riswati, Pembantu Pembina Penegak: Ya- yuk Lestari Spd dan Ros Erna- wanti SE. (Kiriman : RS) I Pulo Brayan, Gudep 259-260 Selama berlangsung Kemsa- Perguruan Martadinata, Gudep ma, peserta mengikuti berbagai Persiapan Perguruan Dharma kegiatan yang sebagian dinilai. Wangsa dan Gudep 121-122 SD Adapun juara umum untuk go- Kayu Manis. longan Penegak/Pandega dan Penggalang tersebut adalah: Juara Umum Penegak/Pande- ga Putra Gudep 019 (TVRI Medan). Juara Umum Penegak/Pande- ga Putri, Gudep 019-020 (TVRI Medan). Juara Umum Penggalang Pu- tra, Gudep 515 (SLTP Negeri 7). Juara Umum Penggalang Pu- tri, Gudep 516 (SLTP Negeri 7). Kemsama yang berlangsung sukses itu ditutup oleh kak En- jang Bahri mewakili Ka Kwarran Medan Barat. (ms) TINJAU: Para Pembina Kwarran Medan meninjau tenda-tenda peserta. PEMENANG: Kak Enjang Bahri menyerahkan hadiah kepada pemenang berbagai kegiatan/lomba dalam Kemsama Kwarran Medan Barat.