Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Analisa
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-11-16
Halaman: 12

Konten


ANALISA-MINGGU, 16 NOVEMBER 1997 Pernikahan Usia Muda dan Konsekwensinya Oleh: Partono Budy PERNIKAHAN yang baha- gia lahir-bathin, langgeng lestari sampai ke anak-cucu dan, sampai dunia-akhirat, jelas dambaan se- tiap insan. Tapi terkadang impian itu tak tergapai tangan lantaran berbagai sebab, termasuk salah- satu di antaranya perkawinan usia muda. Sejumlah kasus perceraian akibat tragedi rumahtangga yang tak kunjung usai akhir-akhir ini sungguh memprihatinkan. Bathin wanita itu sungguh bak tersayat sembilu melihat perlakuan suami karena tergiur kebendaan, semen- tara sang suami enteng saja me- ngatakan bakal menceraikan istri- nya dengan alasan klasik : nggak cocok lagi. Beberapa psikolog merujuk ambruknya mahligai rumahtang- ga karena beberapa sebab : belum dewasanya pola-pikir siap menga- rungi bahtera kehidupan, tingkat emosi yang rentan, perbedaan si- kap, latarbelakang keluarga, ma- suknya pihak ketiga dan perkawin an usia muda. WANITA - wanita yang kasma ran alias sedang jatuh cinta memiliki kecenderungan fisik yang kuat, yakni tak bergairah makan di banding pria, demikian menurut sejumlah psikolog dari Swiss. "Kendati hanya sebatas peneli- tian, kami memperoleh kesan kuat ada perbedaan fisik nyata antara dua jenis kelamin yang berbeda itu," tandas Dr Mark Es- sein, psikolog terkemuka dari Universitas Nasional di Bern, ibukota Swiss, Ahad (19/10). Essien yang juga ketua penga rah pada penelitian di Klinik Psi kiatris di Zurich menjelaskan bahwa pada pandangan pertama kesan yang diperoleh dari wanita dan pria adalah sama-sama mena han diri untuk tidak menampak- kan sikap mengalah atau pasrah. Pihal Klinik Psikiatris di Zurich mengemukakan pendapat penda pat ini dari hasil telaah mereka terhadap sekira 600 pria dan wanita yang lagi jatuh cinta. Dari studi itu diperoleh kesan- kesan argumentatif bahwa sebagi an besar pasangan merasakan adanya getaran-getaran yang membuktikan mereka memasuki tahap penting dalam hidup mereka. Tahap dimaksud adalah per ubahan sikap dewasa, kemata ngan diri dan pola pikir yang bergerak dari rasa ingin tahu sam- Dan sebagaimana digariskan bersama bahwa pasangan yang dikategorikan usia muda adalah 'mereka yang sudah berusia 18 ta- hun ke atas untuk wanita dan pria sedikitnya 22 tahun. Tapi batasan ini tampaknya bisa kabur lagi ka- lau personalitas pasangan sudah memenuhi kriteria lain, seperti matang dalam pengalaman dan memiliki keteguhan sikap yang di- tonjolkan dari karekteristik (pacaran) sang kekasih keburu Ada beberapa hal yang men- dasari pasangan usia muda naik ke pelaminan, misalnya desakan orangtua, hubungan yang sudah terlanjur intim sehingga sang mempelai wanita terlanjur ha Wanita-wanita yang masih 'hi jau' alias masih buta samasekali dalam perkawinan pada umum- nya mudah dirasuki hal-hal bisa mencemaskan dirinya kelak, le bih-lebih semasa praperkawinan Wanita Kasmaran tak Selingkuh merupakan sebu- ah kata yang cukup populer di berbagai media massa dalam pekan-pekan terakhir ini. mil, dan pengaruh globalisasi yang memungkinkan pasangan mengambil langkah praktis seper- ti yang dilakukan negara-negara Barat. Di samping masih bercokol- nya pemikiran kuno yang terus dianut dengan menyebut makin cepat berumahtangga, rezeki se- makin enteng datangnya bak air mengalir. Dan yang terakhir: ada pula yang kawin karena ingin me- rasakan kenikmatan hubungan suami-istri. Berselera Makan? Walaupun perbuatan seling- kuh tersebut bukan merupakan suatu hal yang baru dalam kehidupan kita. Namun kalau gugatan ter- hadap perbuatan tersebut di- tujukan kepada publik figur maka akan semakin menariklah permasalahan tersebut untuk diikuti. yang Pernikahan disakralkan itu sesungguhnya memiliki konse- kuensi yang sangat luas, tak ha- nya mencakup tatakrama yang di- lazimkan sebagai suami-istri, te- tapi juga pelestarian nilai-nilai ha- kiki dalam perkawinan yang per- lu terus dijunjung tinggi oleh se- tiap pasangan. Gugatan Ratna Subekti alias Ny. Nana Gading terhadap su- per model Larasati, yang dianggap telah "berselingkuh" dengan suaminya sendiri pem- balap nasional Irvan Gading. Sebenarnya kasus-kasus perselingkungan bukan hanya terjadi saat ini saja, namun sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Contohnya Tsarina Cha- tarina dari Rusia walaupun sudah berkeluarga masih mem- punyai "pasangan gelap". Demikian juga di Inggris pernah terjadi seorang putri bangsawan memiliki "pacar gelap" seorang tokoh pahlawan Admiral Nelson atau Lord Nel- son. Jadi selingkuh bukan me- rupakan sebuah fenomena yang baru dalam kehidupan ini. Walaupun umumnya yang terekspos adalah kalangan atas seleberiti namun di kalangan bawahpun pasti ada hanya saja frekuensinya masih atau sedikit. pai ingin memiliki. Wanita dan pria yang sepakat memasuki mahligai rumahtangga berawal dari penyatuan sikap setelah jatuh cinta, walau ke- duanya memiliki persepsi berbeda tentang cinta. "Ini sangat abstrak, karena cinta itu sendiri nuansanya amat berbeda," kata Essien, seperti dikutip kantor berita Swiss, DPA. PIL DAN WIL Cerita selingkuh tidak akan terlepas dari PIL (pria idaman lain) dan WIL (wanita idaman lain) atau lebih populer dikenal dengan istilah-istilah seperti "pacar gelap", "pacar sim- panan", "gundik", "istri/suami simpanan" dan masih banyak istilah lainnya. Beberapa hal yang dicatat pada telaah mereka tak jauh berbeda dari apa yang dialami oleh wani ta dan pria pada umumnya. Pertama, pria dan wanita sama cepatnya kalan sedang jatuh cin- ta, namun wanita memiliki kesan kuat bahwa pandangan pertama menguatkan cinta abadi. Kedua, sebagian besar pria per- caya, pasangan mereka benar- benar jatuh cinta yang dibuktikan setelah mereka bertatap muka un- tuk pertamakali. Melihat semakin banyaknya gejala perselingkuhan di dalam masyarakat terutama di ka- langan masyarakat menengah ke atas atau kalangan selebritis, menimbulkan suatu asumsi yang cukup menggelitik, apakah selingkuh sudah merupakan sebuah trend pada sebagian lapisan masyarakat kita? KEBANGGAAN Ketiga, pria dan wanita me nampakkan gejala fisik yang sama perihal jatuh cinta yakni tak bisa tidur, perasaan ingin ketemu lebih kuat, salah tingkah, rindu pada kelembutan dan seks. Kalau dahulu masih banyak orang yang malu-malu atau masih sembunyi-sembunyi memiliki PIL atau WIL, namun sekarang tidak lagi. Bahkan ironisnya memiliki Keempat, pasangan yang se dang kasmaran biasanya tidak berpikir kapan hubungan mereka akan berakhir. Namun dari semua itu hanya wanita yang memiliki kelainan khususnya dari perilaku dan ge- Menghindari Perselingkuhan WIL atau PIL merupakan suatu Pria mana yang tidak akan kebanggaan tersendiri untuk tertarik melihat wanita cantik dipamerkan dengan teman- teman sejawatnya. Gejala apa seperti ini ?, apakah sudah menipis atau sementara isteri di rumah tidak mampu menjaga diri hingga badannya menjadi "peyot" atau "gembrot". sudah tidak ada lagi moral dalam kehidupan masyarakat ?. Survey di Amerika menemu- kan bahwa sekitar 25 - 50% lebih dari semua pasangan yang menikah memiliki hubungan gelap diluar pernikahan. Di In- donesia sendiri belum ada angka yang pasti. Dua survey kecil- kecilan yang dilakukan dua majalah ibu menunjukkan 66% pria dan 20% wanita bekerja memiliki PIL dan WIL. Sungguh mengerikan sekali, namun memang demikian ke- adaannya. Indikasi terhadap hal tersebut pasti semua tahu. Namun besarnya yang mencapai 66% merupakan sebuah kejutan. Menurut Dr. Boyke Dian Nugraha, DSOG, MARS seora- ng Ginekolog dan Konsultan Seks ada beberapa penyebab terjadinya perselingkuhan. sehari-hari serta faktor-faktor lain yang menunjukkan pasangan lebih dewasa dibanding usia di ba- wah atau di atas mereka. Alasan-alasan tersebut antara lain, ketidakmampuan mem- bentuk komitmen yang dalam bersama pasangannya, iman yang lemah, ketidakpuasan terhadap kehidupan perkawin- an, adanya masalah pribadi dan perkawinan atau rasa ingin tahu seperti apa seks dengan orang lain. Menurut psikolog La Rose da- lam sebuah tanya jawabnya di majalah terkemuka di Jakarta, wanita bisa lebih dewasa bila su- dah memperlihatkan kematangan berpikir, mengambil sikap dan berbuat sesuatu yang rasional de- mi masa depannya sendiri. Yang mengusik seluruh aspek ini adalah faktor ekonomis, ling- kungan sosial, tradisi dan tata- etika yang salah, dimana wani- ta pada akhirnya memilih jalan pintas padahal sesungguhnya ia belum memasuki tahap tersebut. Umumnya perselingkuhan terjadi antara dua orang yang bekerja dalam satu kantor atau dua orang yang sering bertemu, walaupun terbuka juga ke- mungkinan terhadap orang yang jarang bertemu namun ada ketertarikkan khusus seperti Dari kasus yang ada, kata La Rose, pasangan yang mengeluh- kan perihal rumahtangganya ada- lah pasangan yang belum cukup umur seperti dilazimkan dalam perkawinan, sehingga problema yang timbul gampang sekali disu- dahi dengan berpisah atau ber cerai. atau kepribadian. UPAYA MENGATASINYA Melihat berbagai penyebab yang ada di kaitkan dengan dimana kemungkinan terjadi- nya, maka yang perlu dijaga oleh setiap pasangan agar jangan terjadi perselingkuhan adalah "intropeksi diri". jala fisik, yakni perubahan pola makan yang berbeda dari lazim nya. Wanita-wanita memperlihat kan kebiasaan makan yang ber beda saat jatuh cinta. Telaah juga menampakkan adanya laporan bahwa wanita yang jatuh cinta biasanya kehilangan gairah atau nafsu makan sementara pasangan mereka tidak mengalami hal itu. Mark Essien lebih lanjut me nambahkan, telaah yang dilaku kan selama enam bulan di per guruan tinggi, sekolah menengah atas dan lembaga-lembaga umum di Swiss bukanlah mewakili pan- dangan cinta secara keseluruhan. Tentunya dasar cinta lebih berbeda di negara-negara lain, karena kultur, perilaku, sikap dan adat istiadat serta kebiasaan lainnya. bastient Akan tetapi ia memiliki kesan kuat bahwa wanita pada umum- nya memiliki kesan yang kuat un- tuk dicintai melalui pandangan pertama, sehingga mereka cende rung menunjukkan sikap berbeda di banding pria. "Kita agaknya sependapat bahwa cinta suci berawal dari pandangan pertama, dan wanita amat memahami hal ini, karena naluri kewanitaan mereka lebih lembut di banding pria," kata Mark Essein. (TST-Partono Budy). Akibatnya tidak sedikit yang "lirik sana lirik sini". Bisa dari keisengan atau memang serius akhirnya "jadilah". Untuk itu kaum ibu-ibu jagalah diri. Memang usia tidak bisa dilawan dan ketuaan pasti akan datang namun kalau lebih dijaga dan dirawat pasti akan lebih "menarik" dan "sedap dipandang mata" oleh suami. Demikian juga para suami, jangan cepat menjadi "loyo". Banyak diantara para suami yang usianya masih 40-an namun sudah menderita ber- bagai penyakit seperti stroke, diabetes dan penyakit sejenisnya yang membuatnya tidak mampu mengudara. Demikian juga secara psikis harus dijaga. Harus ada tengang rasa dan saling mengisi, saling melayani dan saling meng- hargai, sehingga masing-masing pihak merasa masih "memiliki arti" bagi pasangannya. Disamping itu, faktor iman harus dijaga. Ini juga memegang peranan penting. Ingat dosa, ingat hari akhirat maka ke- mungkinan untuk berbuat se- lingkuh semakin kecil. Ingat pepatah yang me- ngatakan, "lebih subur sawah orang ketimbang sawah kita sendiri". Dan hal seperti ini pasti akan pernah dirasakan oleh setiap orang. Secantik apapun isterinya pasti suatu ketika ia akan melihat isteri orang lain yang lebih cantik bentuk badan (bodi), kepintaran, dari isterinya sendiri. Padahal isterinya lebih cantik. Keadaan seperti ini lumrah- lumrah saja terjadi. Untuk itu waspadailah diri sendiri. Ingat manusia tidak akan pernah puas. Kalau yang tercantik atau yang terganteng akan diperoleh pasti suatu ketika masih "ingin" mencari yang lebih lagi. Intropeksi diri dimaksud Untuk itu, puaskanlah diri secara menyeluruh baik fisik anda terhadap apa yang sudah maupun psikis. Kedua hal ini anda miliki saat ini. Sebab itu harus dijaga secara seimbang. yang terbaik buat anda. Intropeksi fisik muntlak Jangan pikirkan yang lain diperlukan. Misalnya saja, para lebih bagus dari apa yang sudah suami yang bekerja di luaran anda miliki saat ini. Nikmatilah akan berhadapan sekaligus bergaul dengan para wanita dari segala lapisan dan segala umur, termasuk di dalamnya para wanita muda usia yang memiliki daya tarik badaniah. apa yang anda miliki saat ini. Belum tentu yang lain itu lebih baik, mungkin saja akan mem- bawa celaka buat anda. (Surya) KELUARGA Tantangan SEBAGAI orang tua pernah kah, atau memang telah, kita sa- dari tantangan dan tanggung ja- wab sekarang ini semakin berat. Kecuali memenuhi nafkah keluar- ga, tantangan dihadapi dalam ru- mah tangga sifatnya bukan lagi simbolis. Berarti kapasitas sebagai orang tua memerlukan kerja lebih keras manakala tak ingin eksisten- sinya cuma sebagai simbol. Orang tua tidak cukup hanya memenu- hi nafkah keluarga bahkan perha- tian, bimbingan dan pendidikan sebagaimana berlangsung selama ini belum memadai. Kenapa, ka- rena masalahnya tiap hari terus bertambah, datangnya dari ke- melakukan hubungan yang dila- rang dalam perkawinan. Wanita-wanita di bawah umur sesungguhnya masih bisa diselamatkan kalau ada kekom- pakan yang saling menopang, ter- masuk memberikan dorongan da ri segi fisik maupun psikologis. Tetapi yang terjadi dewasa ini adalah pasangan suami-istri yang berusia muda kerap dihantui ma- salah bagaimana nanti kalau su- dah punya anak, lalu merawat- nya. Disusul kemudian, penyakit yang timbul andai melahirkan ser- ta cerita-cerita yang tak logis bah- wa kelahiran wanita berusia mu- da menimbulkan risiko tinggi ter- masuk kematian sang bayi atau ibu yang melahirkan. PERSIAPAN Perkawinan yang bahagia je- memerlukan persiapan, tak las cuma dari segi usia tetapi juga pengalaman. Wanita yang sudah terlanjur memasuki bahtera per- kawinan namun terhitung masih belia, sesungguhnya memiliki keuntungan tersendiri karena me- reka dapat belajar hidup dari pa- sangannya, dan mengatur jarak kelahiran ideal dengan baik. Toh usia bukanlah patokan kuat me- masuki masa perkawinan, dan dengan modal material yang be- sar segalanya dapat diatur seper- ti yang dikehendaki. tri. Kendati begitu, pernikahan yang sakral itu memang tak ha- rus berakhir dengan kegagalan gara-gara pertikaian-pertikaian yang sesungguhnya dapat diatasi dengan arif dan bijaksana. Dan hampir semua orang sepakat, ja-syarakat serta merta akan menye- nganlah menghancurkan perka- ret keluarga. Sebagai individu dan winan hanya karena mengikuti trend masa kini: kawin cerai soal biasa, yang penting uang banyak. Persoalan yang muncul bu- kanlah sesuatu yang luarbiasa, te- tapi keadaannya makin kacau ka- lau yang diungkit-ungkit justru menjelek-jelekkan salah seorang keluarga pria maupun wanita. luarga itu sendiri ataupun gesekan dari luar, lingkungan masyarakat, secara langsung atau tidak dan kentara atau tidak. Mengingat kebeliaan usia pa- sangan suami-istri, tentu pula rasa egoisme senantiasa muncul dan akhirnya buyarlah cita-cita yang diimpikan sejak dulu. Pentingnya mengadakan pem- binaan, pendidikan dan peng- awasan ekstra keluarga karena fungsinya sebagai lembaga berasal dan bertempat tinggal individu plus anggota masyarakat. Hingga manakala dari keluarga rusak di lingkungan masyarakatpun rusak. Disamping itu, sekarang kita menghadapi beragam problem yang bersumber dari individu ke- luarga tersebut di masyarakat. Menyikapi berbagai peristiwa baik sifatnya kriminalitas, penyalahgu- naan wewenang, penggunaan obat terlarang, pencurian, pemerko- saan sampai pada perkelahian pe- lajar dan tindakan mengganggu ketenteraman umum lainnya di- samping menelaah sikap, sifat dan kecenderungan berkembang tidak terlepas dari tinjauan per keluar- ga. Artinya banyaknya problema sosial merupakan indikasi bahwa lingkungan keluarga juga sedang mengalami problem tidak sedikit. Apakah itu ketidak harmonisan interaksi dan suasana maupun pendidikan, pengajaran dan pem binaan. Perbedaan sikap terkadang muncul lantaran salah satu di an- tara pasangan tak kuasa menahan emosi yang meluap, dan tak me- Hal ini dapat dilihat dari pola pi- mahami arti sebenarnya hidup kir, pola prilaku dan interaksi so- berdampingan sebagai suami-is sial dengan lingkungan sekitar. Bila kesepakatan terikat te- guh, harapan menggapai hari esok lebih cerah dibanding kese- pakatan kawin lari toh sebulan kemudian hancur berantakan ga ra-gara tak tahan menghadapi hi- dup yang serba berubah cepat. BEBERAPA PERUBAHAN Perubahan sosial dalam ma- anggota masyarakat perubahan terjadi lingkup universal terbawa ke keluarga langsung atau tidak dilihat perannya sebagai subjek dan objek perubahan. Hanya sa- ja kualitas serta tipenya berbeda ada begitu cepat ada pula lambat. Selo Soemardjan mengatakan perubahan sosial menyangkut per- ubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya termasuk dida- lamnya nilai-nilai, sikap, pola pri- laku diantara kelompok dan ma- syarakat. Gillin dan Gillin menga- takan perubahan sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik disebabkan pe rubahan geografis, kebudayaan materil, komposisi penduduk, idiologi maupun karena adanya difusi atau penemuan baru dalam masyarakat. Samuel Koenig berpendapat perubahan sosial menunjukkan pada modifikasi-modifikasi yang Orang Tua Kian Berat ulang kembali dilain waktu sebab ia pegangan orang tua akan membela apa lagi orang tuanya punya uang atau kekuatan. Hal- hal meringankan dari keluarga ini membuatnya nekat berbuat di luar, ia tak segan-segan menjadi perampok, pengompas di depan gang didukung fasilitas kenderaan diberikan orang tua sementara ia sama sekali tidak punya kerja. terjadi dalam pola-pola kehidup- an manusia, terjadi karena faktor intern dan ekstern. LONGDRESS nan asyik kita tampilkan pada kesempatan pekan ini. Penampilan busana panjang tak dapat disangkal kian hari semakin menunjukkan identitasnya berkat inovasi inovasi barunya yang semakin mewarnai perkembangan mode. Dengan demikian mode panjang alias longdress terus berkiprah mengikuti perkembangan mode sebagaimana gaun gaun lain. Pada kesempatan ini kita coba hadirkan tiga pola guntingan yang menonjolkan kelebihan masing masing. Pola guntingannya terkesan tidak begitu rumit, tapi tampak lebih hot berkat bagian atasnya yang terbuka lebar dan hanya disangga dua tali selebar dua jari. Sementara panjang gaun sebatas tumit, tanpa lengan bermotif pop, demikian penampilan pertama, Sementara pada penampilan kedua terbuat dari kain bermotif Karena perubahan terjadi da- lam masyarakat menyangkut as- pek-aspek prinsipil, yaitu nilai- nilai, pola pikir, sikap dan perila- ku maka secara langsung hal ter- sebut terjadi pula di lingkungan keluarga. Maka tidak heran ka lau anggota keluarga apakah itu anak atau orang tua sendiri meng- alami apa yang disebut sesuatu yang tidak dikehendaki berdasar- kan kaidah-kaidah dianut. Lebih tepatnya perubahan dianut berda- sarkan iklim berlaku kurang rele- van hingga menjadi permasalahan tersendiri. Nilai-nilai baru menghantam nilai dianut selama ini begitu me- narik perhatian, muatan dibawa menurut ukuran alam pikiran se- karang sesuai hingga sebahagian orang justru menganggapnya se- bagai budaya bangsanya, padahal produk luar yang banyak tidak cocok dengan kepribadian dan ja- ti diri bangsa yang berpalsafah Pancasila. Besarnya minat meng- ikuti budaya baru tidak mengkon- disi tentu sebagai rayap, terhadap budaya lokal, dengan sendirinya pula akan meruntuhkan jati diri keluarga Indonesia. Sikap penerimaan yang me- mandang budaya baru tidak se- suai kepribadian sesungguhnya rentan menimbulkan konflik ke- luarga. Satu sisi orang tua dengan budaya leluhur masih dipegang kokoh menemui jalan buntu da- lam penerapan dan pewarisan ka- rena anak beranggapan itu adalah budaya dulu. Anak lebih melihat pada masa berbeda, bukan dari si- si nilai dan manfaat. Sementara orang tua menganggap pikiran, si- kap dan prilaku baru anaknya ke- terlaluan. Konflik perbedaan pre- sepsi dua pihak bila tidak segera dijembatani punya peluang tercip- tanya suasana keluarga retak. An- tara orang tua dengan anak punya kepentingan serta jalan pikir ber- lainan, akhirnya muncullah mis- komunikasi dan pertentangan. Lantas bila sudah demikian apa- kah dapat dikatakan keluarga ter- sebut harmonis, apakah anak tu- rut nasehat orang tua, apakah orang tua berhasil mengarahkan alam pikiran dan prilaku anak se- suai tuntunan sebenarnya. BUDAYA BARU Paling memprihatinkan muat- an budaya baru, tidak sesuai ini, dipelopori orang tua. Kapasitas sebagai kepala keluarga, pemim- pin, tentu akan mempermudah berkembang biak kepada anggo- ta keluarga lain; isteri dan anak- anaknya. Terutama bila anakpun telah dewasa serta punya presepsi sama akan semakin memungkin- kan keluarga tersebut terinterven- si. Jadinya mereka hidup dalam iklim sejuk sedangkan perilaku- nya panas membara. Terakhir orang tua dengan anak sama-sa- ma terlibat sesuatu yang menurut kaidah keluarga Indonesia kurang benar. Orang tua tak lagi menja- di teladan bagi pembinaan anak, orang tua telah beralih fungsi se- Mode Longdress Makin Asyik bagai pembawa masalah keluarga bukan sebagai pemimpin. Bahkan orang tua melibatkan anaknya se- cara langsung untuk berbuat sa- lah. Lihat bagaimana tegasnya tersangka pelaku pembunuhan ke- luarga Rohadi beberapa waktu la- lu menyeret anak dan keponakan- nya berbuat kriminal. Bukankah ini satu bukti orang tua tidak ber- fungsi positif. Lihat pula orang tua tak ambil pusing walaupun anak gadisnya pulang jam dua be- las malam. Lihat pula orang tua tidak menegur anak gadisnya yang pakai rok sedemikian pen- dek dihadapannya. Orang tua ma- lah membela anaknya yang telah terbukti bersalah baik melalui uang atau power dimiliki. Li hat orang tua tidak menghukum anak lajangnya yang setiap hari mabuk-mabukan, berjudi atau membawa anak gadis orang ke ka- mar. Lihat pula orang tua telah te- ga menodai anak kandungnya di bawah ancaman akan dihabisi manakala buka mulut. Dan lihat lagi orang tua terlibat cinta terla- rang atau bersekongkol melaku- kan penipuan. Sedikit contoh negatif dimu- lai orang tua memberikan gam- baran bagaimana mereka kehi- langan identitas dan menurunkan wibawa dihadapan anak-anaknya. Maka tidak heran kalau kemudian anak tidak menghargai keber- adaannya. Ia hanya sebagai gapu- ra dalam keluarga, tak sedikit di- singkirkan anak-anaknya secara tidak langsung, seperti bersikap cuek, membisu dan mengemoh- kan apa yang diperintah, anak be- rani membangkang terang-terang- an, suara anak lebih kuat dari orang tua serta akan berbuat se- kehendak hatinya. TUNTUTAN MAKIN BERAT Menyikapi perilaku dan pola pikir anak sebagai dampak logis perubahan berlangsung didalam dan luar sudah tentu orang tua se- bagai kepala keluarga makin di- tuntut tanggung jawab terhadap peran disandang. Kecuali menja- dikan dirinya sebagai panutan baik dan mampu memberikan pen didikan serta pengawasan kepada anak sekaligus ia berperan seba- gai kekuatan yang dapat mengen- dalikan sikap anak dari perbuatan salah baik di rumah' serta luar rumah. Terpenting adalah orang tua jangan bersikap acuh kepada anak dalam arti pengawasan dan pembinaan dirinya. Kita tidak cu- kup hanya memadakan pendidik- an yang diperoleh di bangku se- kolah sebagai modal pembentuk- an kepribadiannya. bunga daun merambat, bahu dan leher terbuka lebar tanpa tali penyangga. Bagian dada tampl dengan lilitan dari kain yang sama sehingga longdress ini hanya sebatas perut. Panjang gaun sebatas tumit dengan ukuran fit di tubuh. Gaun ini terbuat dari kain lembut agak tebal sehingga tidak telalu membutuhkan pelapis. Pada penampilan ketiga juga terbuat dari kain yang tidak terlalu tipis, tanpa lengan dan leher terbuka lebar, bermotif polos. Ukuran guntingan sejak dari pinggul ke atas juga fit di tubuh. Kesan seksi juga cukup menonjol berkat kuakan yang cukup manis di bagian bawah depan gaun. Mode longdress yang kita tampilkan kali ini tentu saja "cocok dikenakan untuk berbagai kesempatan acara resmi atau setengah resmi ataupun buat bepergian, shopping atau ke pesta, siang maupun di malam hari. *(ar). Seiring kemajuan zaman yang membawa beberapa bentuk yang tidak sesuai orang tua menjadi pendidik, pengajar dan pengarah anak yang betul-betul. Bukan se- baliknya malah memperlihatkan perbuatan buruk. Kesibukan-ke- sibukan pekerjaan tidak logis la- gi dikedepankan sebagai penyebab minimnya perhatian kepada anak. Disinilah orang tua ditantang un- tuk berlaku adil dan bijaksana da- lam membagi waktu serta perha- tian. Jangan karena karir peker- jaan masa depan dan perilaku anak tidak dikontrol dan jangan pula karena anak nafkah materi tidak dipenuhi. Ingat anak bukan harta abadi, tapi anak adalah nik- Jelasnya orang tua tak cukup sebagai pemberi nafkah berupa materi seiring itu harus pula pu- nya kekuatan untuk mengarahkan anak ke jalan yang benar sesuai tatanan sosial maupun norma agama dianut. Keluarga mau ti- ikan hias. dak mau harus dapat meredam prilaku buruk anak agar tidak sampai menjalar ke masyarakat. Orang tua jangan salah mene- rapkan rasa cinta dan sayang ke- pada anak, dengan memberinya besar maupun kecil yang berisi kebebasan berbuat dan bila salah dibela sedemikian gigih. Kendati- pun rasa sayang terhadap anak begitu kental akan tetapi manaka- la anak berbuat salah haruslah di- salahkan, bukan dinaungi yang justru membuatnya besar telor. Hingga perilaku buruknya ter- Ikan hias yang dipeliharapun bukan sekadar ikan lokal, namun kebanyakan ikan hias yang berasal dari luar negeri. Selain bentuknya yang unik dan aneh, warnanya sangat beragam sehingga menarik untuk dilihat. Analisa/ist IKAN HIAS: Bagi sebagian orang memelihara ikan bukan karena hobi, tapi karena trend semata. Memelihara Ikan Hias untuk Keberadaan ikan-ikan hias yang hampir dijumpai di setiap rumah terutama rumah-rumah mewah menimbulkan tanda tanya, apakah memang untuk kesenangan, keindahan atau sekedar trend untuk menjaga gengsi saja. Hobi atau Trend Hampir di setiap ruang tamu rumah mewah akan dijumpai akuarium baik dalam ukuran Bagi yang memiliki hobi memelihara ikan hias, apabila memiliki dana yang cukup maka tidak salah kalau ikan hias tersebut ditaruh di dalam aku- arium yang cantik dan di- letakkan di ruang tamu. Memelihara ikan hias, tidak hanya membutuhkan ketelitian saja, namun juga modal yang besar. Baik itu untuk membeli ikan yang bagus maupun untuk biaya pemeliharaan selanjutnya, se- perti membeli makanan, me- ngganti bagian-bagian akuarium tersebut dan selanjutnya. "Bila hobi tersebut dikem- bangkan sekaligus dikaitkan dengan dengan dekorasi ruang tamu maka dapat menciptakan keindahan pada ruang tamu itu sendiri. Keindahan lukisan atau kursi mewah masih kalah diban- dingkan dengan keindahan yang diciptakan oleh benda hidup - Kacang hitam 50 gr + gula merah 30 gr + jahe 50 gr + angco 10 butir direbus dengan air secukupnya, kemudian diminum. - Bunga lawang 60 gr. digiling halus kemudian direbus dengan air secukupnya lalu diminum sehari 2 kali secara terus menerus selama 3 hari. HALAMAN 12 mat ujian kepada orang tua. Ke salahan anak juga kesalahan orang tua dan prestasi baik anak adalah prestasi orang tua juga. Oleh karenanya anak mesti di arahkan sesuai dengan situasi di mana kita menjunjung langit. Kwaci labu parang 50 gr diambil isinya + lakci 30 gr ditumbuk halus kemudian direbus dengan air secukupnya kemudian Anak yang tumbuh kembang dalam situasi yang berbeda de- ngan kita sejak dini ditanamkan nilai-nilai kepribadian bangsanya agar ia tidak menganggap milik oran lain sebagai miliknya. Arti- nya orang tua jangan menjadikan anaknya berkepribadian menyalah dengan cara penerapan pendidik- an salah kaprah. Menghadapi masa berkem- bang cepat dan kecenderungan watak manusia oleh masa ber- langsung itu, orang tua sewajar- nya mempunyai pengetahuan ter- hadap kenyataan disamping so- lusi-solusi tepat agar apa yang di- sampaikan tidak dianggap kuno oleh anak. Karena penilaian ku- no inilah salah satu faktor meng- (untuk 2 porsi) BAHAN-BAHAN : apa anak lebih memilih budaya baru, kendati ditentang oleh ke- luarga atau bahkan lingkungan. Orang tua sering membandingkan antara dulu, lalu anak menjawab itukan jaman dulu, sekarang su- dah lain. Jawaban seperti ini ten- tu mengundang keprihatinan se- bab yang dilihat adalah masanya bukan ajaran dan makna dikan- dung. *** (Sulaiman Z. Manik) - 2 ekor rajungan minyak secukupnya, untuk menggoreng - 1 sdm saos sambal - 4 sdm saos tomat - 100 cc air kaldu - 1 sdt tepung maizena BUMBU - 2 sdm jahe, dicincang halus - garam dan bumbu penyedap secukupnya - 1 sdm kecap asin -3 siung bawang putih, dicincang Ch seperti ikan hias yang bergerak terus menerus secara dinamis dan tidak mengenal lelah. Namun ada sebagian orang yang memelihara ikan hias tersebut hanya sekedar dijadikan trend atau gengsi semata. Karena tidak mau kalah dengan rumah teman-temannya maka ia membeli ikan-ikan hias yang mahal dari luar negeri tanpa ia tahu bagaimana cara yang mengurus yang baik. Sebaiknya, apabila motivasi memelihara ikan hias hanya untuk gengsi atau trend semata saja, tidak perlu dilakukan. Kasihan ikan-ikan tersebut, Sebab tidak terurus seba- gaimana mestinya. Mereka tidak hanya sekedar membutuhkan akuarium yang cantik atau makanan yang mahal saja tapi juga pengurusan yang teliti dan teratur. Ramuan Tradisional Memperbanyak ASI Jadi seandainya pemeli- haraan ikan hias dilakukan oleh mereka yang benar-benar gemar dan hobi terhadap ikan hias, dapat menciptakan fungsi gan- da. Pertama, hobi atau kege- marannya tersebut tersalurkan sehingga menimbulkan suatu kepuasan tersendiri yang tidak ternilai harganya. Kedua, meletakkan ikan hias pada tempat yang sesuai akan menciptakan suatu keindahan pada tempat tersebut. Suatu keindahan alamiah yang tidak statis sifatnya. Bila memelihara ikan hias hanya berdasarkan trend atau gaya semata, tidak akan meng- hasilkan apa-apa bagi pe- miliknya kecuali pemborosan secara materi. (Surya) diminum dan bahan-bahan tersebut dapat dimakan. - tahu 120 gr + gula merah 30 gr + 50 gr kacang tanah segar direbus dengan air secukupnya lalu dijadikan sop, kemudian dimakan. Ebi (udang kering) 50 gr + akar kucai 50 gr dipotong-potong kemudian tambahkan air secukup nya lalu ditim dan dimakan sehari 2 kali secara teratur. (c)* Resep Goreng Rajungan Saos Tomat - 1 batang daun bawang, dipotong CARA MEMASAK : Belah rajungan menjadi 4 ba- gian. Goreng hingga matang. Angkat dan sisihkan. Tumis jahe, bawang putih hingga aromanya keluar. Be- ri daun bawang, dan kecap asin. Larutkan tepung maize- na pada kaldu. Kemudian tam bahkan pada tumisan bumbu tadi. Masak hingga mendidih. Masukkan rajungan yang te- lah digoreng. Aduk hingga ra ta. Sajikan selagi panas. (c)*