Tipe: Koran
Tanggal: 1997-11-16
Halaman: 07
Konten
ANALISA - MINGGU, 16 NOVEMBER 1997 Gito Rollies akan Hangatkan 11 Marlboro Granat '97" SETELAH sekian lama vakum dari ke- giatannya, Kampusi Promo Medan, kembali mengibarkan benderanya. Hajatan yang dibuat mengawali masa "come back" adalah dengan menggelar acara musik "Marlboro Granat '97" Dalam penampilannya nanti, Gito akan membawakan lagu- lagu hit-nya, antara lain; Aryati, Permata Hitam, Haus Di Padang Tandus, Astuti, Kartika, Burung Kecil, serta yang lainnya. Band pada 29 November 1997 mendatang, di pengiring yang akan men- Lapangan Merdeka Medan. dukung penampilannya, diper- cayakan kepada Session Band Medan. Julukan Granat yang di- maksud dalam lebel hajatan tersebut, adalah Gerakan Anti Narkotika. "Artinya, dalam pergelaran musik hidup ini, Kampusi Promo berkampanye dengan mengajak para kawula muda di daerah ini agar menjauhi obat- obat terlarang seperti narkotika, Ekstasy, ganja, dan lain seba- gainya," ujar Herwin selaku pimpinan Kampusi Promo dalam acara temu pers, Rabu (12/11) lalu. PANGGUNG Sedangkan Diurnanta me- nambahkan, bahwa penyeleng- garaan pergelaran musik ini dapat diwujudkan juga berkat bantuan banyak pihak terutama pihak Pemda Tk.II Medan. Di pergelaran nanti, tambah Diur, akan digelar panggung besar selebar 18 x 15 meter yang dilengkapi dengan sound sistem berkekuatan 30.000 watt, serta Dalam acara gelar musik akbar tersebut, Kampusi be- kerjasama dengan Session Swara Pratama, Matrix Com- munication, Pemda Tk.II Me- dan, serta sponsor utama Marl- boro, akan menghadirkan pe- Lighting megah, berkekuatan nyanyi rock kondang ibukota, Gito Rollies, serta menampilkan lima group musik andalan kota Medan, masing-masing; Val- halla, MMG Plus, Witness, Ses- sion Band, dan "Kumis Besi" Band pimpinan Iruv. 200.000 watt. "Pada kesempatan itu, Gito akan menghangatkan suasana dengan membawakan sekitar sepuluh lagu-lagu terbaiknya," tambah Herwin yang didam- pingi Soufinur Pipin, senior leader Sumatera Area Marlboro, serta Diurnanta Qelanaputera selaku mewakili Matrix Com- munications Medan. "Kalau selama ini masya- rakat lebih banyak mengenal kiprah Marlboro membantu kegiatan otomotif, maka kali ini kami akan ikut berpartisipasi membantu mengembangkan dunia musik di daerah," tutur Soufinur menanggapi rencana pergelaran itu. Sementara Soufinur Pipin dalam pertemuan itu meng- ungkapkan, bahwa pihaknya sangat berhasrat membantu kegiatan positif ini, apalagi pergelaran musik tersebut dikaitkan, dengan perayaan HUT ABRI ke 52, Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, dan Hari Kepolisian RI. "Teknisi yang menangani seluruh peralatan, kami pakai tenaga-tenaga profesional dari Jakarta, yakni, khusus sound akan ditangani Bonni, dan light- ing ditangani Dodo dari pe- rusahaan Mata Elang yang baru baru ini ikut menangani per- gelaran opening dan closing ceremony SEA Games di Ja- karta," ujar Herwin lagi sembari memaparkan, pihaknya akan mengaktifkan kegiatan enter- tainment di daerah ini dengan membuat kemasan panggung yang bagus dan ditangani secara profesional. Cerita-cerita yang difilmkan atau disinetronkan pun cukup membuat banyak orang terheran- heran. Bayangkan, ada Seno Gumira Ajidarma, Sori Siregar, Marselli Sumarno, dan sederat nama sastrawan kondang lainnya. Padahal, selama ini, hampir tak ada production house atau per usahaan film yang berani meng ambil naskah atau skenario orang- orang tersebut. masih banyak lagi rencana Sinema Sejati dalam waktu dekat ini. Apa dan siapa sebenarnya Sinema Sejati? Inilah petikan wawancara dengan Kemala Atmo- jo, Direktur Sinema Sejati. Apa sebetulnya yang hendak An- da lakukan dengan Sinema Sejati ini.? Sedang mencoba membuat tontonan alternatif. Sebab akhir- akhir ini saya melihat betapa monotonnya-sinetrón kita. Gam- 48 -Kemala Atmojo berbincang-bincang dengan Slamet Rahardjo Djarot dalam acara selamatan film "Sri". Tetapi ia juga mengakui bahwa hal itu juga dikarenakan awak God Bless memiliki kesibukan sendiri-sendiri, se- hingga untuk menyatukan me- reka tentu bukan pekerjaan gampang. PERAN Tentang kehadiran Gito Rollies di dalam pergelaran musik dimaksud, Diur menam- Meski miskin penciptaan al- bahkan bahwa peranan Gito bum, agaknya semua pecinta dalam mengkampanyekan "Ge- musik rock sepakat bahwa God ranat" cukup diharapkan, karena Bless merupakan grup musik ia dikenal tahu banyak tentang rock besar, bahkan menjadi seluk beluk mengatasi problema bagian dari sejarah perjalanan Kemala Atmojo, Direktur Sinema Sejati : "Mencoba Pola Pikir Lain!" usahaan lain adalah siapa-siapa yang terlibat di dalamnya, dan apa yang dibuatnya. DI tengah krisis moneter yang membuat banyak perusahaan - ter masuk perusahaan film - mengura ngi kegiatannya, Sinema Sejati justru memproduksi banyak si netron. Bahkan membuat film layar lebar. Pada masa sulit ini pula Sinema Sejati berani mem- bayar Santi Manuhutu cukup mahal sehingga gadis Ambon- Jawa itu mencetak rekor sebagai pendatang baru termahal dalam sejarah sinetron Indonesia. kecanduan obat-obatan ter- larang itu. barnya asal terang, ceritanya begitu-begitu saja, dan digarap asal-asalan. Selain itu, kok saya jarang sekali melihat karya sastra wan-sastrawan kita yang kaya to pik itu dibuat sinetron. Maka saya dan teman-teman berusaha meng angkatnya. Saya khawatir, jika saya dan teman-teman tidak berbuat se suatu, maka selera penonton kita akan ditentukan oleh tontonan yang ada sekarang. Kalau bagus sebetulnya tidak ada masalah, tapi sayangnya banyak yang buruk. Ada yang bilang bahwa apa yang Anda lakukan bersama teman-te man adalah sebuah gerakan kebu dayaan. Apa betul.? Saat ini Sinema Sejati sedang memproduksi "Arjuna Mencari Cinta" karya Yudhistira ANM Massardi yang disutradarai Sam Sarumpaet. Lalu "Sunyi Nirmala" karya Ashadi Siregar yang digarap Eddy Prass. Kemudian "Matinya Seorang Penari Telanjang," karya Mudah-mudahan. Sebenarnya Seno Gumira yang dikomandani sinetron maupun film kan Nan T. Achnas. Dan sebuah film memang bagian dari kebudayaan. layar lebar berjudul Sri karya Barangkali yang sedikit membe Marselli Sumarno. Selain itu dakan kami dengan beberapa per "Kelompok band ini, sudah cukup dikenal di kota Medan, sebagai group musik yang pal- ing sering mengiringi penyanyi- penanyi kondang ibukota yang datang mengadaan show di daerah ini," ujar Diur lagi mengomentari group band yang eksis dibawah naungan Session Pratama Ent.ini.(hb) Keberadaan God Bless tak bisa dilepaskan dari perjalanan musik rock di Tanah Air, meski dilihat dari segi produktivitas album, grup musik ini tergolong amat "pemalas". God Bless "Cerewet" Tetapi Pentasnya Sukses Selama seperempat abad malang-melintang di jalurmusik cadas, Achmad Albar dan kawan-kawan baru menggulir- kan lima album. Sedikitnya al- bum yang tercipta itu tentu jadi tanda tanya, apalagi kaset God Bless bisa dikatakan selalu sukses di pasar. to Vokalis Achmad Albar yang akrab disapa Iyek menyatakan, sedikitnya album yang dilansir itu karena God Bless ingin memberikan karya musik de- ngan mutu terjaga, baik dari segi syair maupun aransemen. Di Sinema Sejati berkumpul orang-orang yang betul-betul con- cern pada kesenian, pada kebudayaan. Kami punya obsesi yang sama, yakni ingin mengem- bangkan kesenian yang baik dan itu artinya memperkukuh sendi- sendi kebudayaan yang luhur. Sinema Sejati didirikan tidak semata karena melihat bisnis di bidang audio-visual sedang boom. Tidak semata karena pertim- bangan bisnis. Sinema Sejati didirikan juga sebagai respon dari kegelisahan banyak orang atas nasib perfilman nasional dan kualitas sinetron kita. Sinema Se- jati ingin ikut memberi kontribusi untuk menciptakan kesenian, ke budayaan yang baik. Tetapi apakah kami akan berhasil? Ya belum tentu. Kalau toh tidak, kami akan tetap merasa bahwa apa yang kami lakukan su dah benar. Lalu kok berani-beraninya Anda membuat film layar lebar di tengah lesunya film nasional sekarang ini.? Justru karena bangkrut itulah kami terpacu untuk membuatnya. Kami sedih atas nasib perfilman nasional. Tapi apa terus cukup hanya menitikkan airmata? Ya nggak kan. Maka kami berusaha membuat Sri, film layar lebar per- tama kami. Mudah-mudahan sege ra diikuti oleh perusahaan-per usahaan lain. Apa secara bisnis Anda tidak takut rugi? Takut sih enggak. Cuma memang tidak bakal mendapat untung besar. Dan kami meneri manya. Itu sudah kami perhitung kan. Sebab seperti sudah saya katakan tadi, Sinema Sejati didirikan tidak karena pertim- bangan uang melulu. Ada sisi lain yang tak kalah pentingnya. Kami dengar Sinema Sejati juga sangat selektif dalam hal naskah dan sutradara? Ya memang harus begitu. - Cok Simbara dan Santi Manahutu dalam sinetron " Sunyi Nirmala". musik rock di Indonesia. Grup musik rock yang usia nya sebaya dengan God Bless seperti AKA dan SAS sudah lama tidak terdengar kabarnya. Rocker Ucok Harahap dari AKA yang pada 1970-an sering melakukan atraksi panggung dengan impresif, kini kabar dan suaranya nyaris tak terdengar. Kebesaran God Bless bisa dilihat dari setiap pentasnya, yang hampir tidak pernah sepi penonton. Dan yang unik, meski personil God Bless rata-rata berusia setengah baya, kecuali gitaris Eet Syahranie, show grup musik ini ternyata dibanjiri kaum remaja alias ABG (anak baru gede). Kesenian tradisional asal Jogyakarta ini pada malam hari dapat ditemukan pergelarannya di Pantai Parangtritis,di hotel di daerah Prawirotaman, Yogya- karta, dan di beberapa rumah makan mewah di Yogyakarta. 18 1 10 Tidak kurang dari 15 grup siteran melengkapi indahnya kawasan pantai Parangtritis yang membuat para wisatawan asing dan domestik semakin AKSI: Gito Rollies dalam salah satu aksinya ketika menghibur masyarakat Sumut di satu acara kerasan di tempat itu. gelar musik beberapa waktu yang lalu. "Dari setiap pentas, sekitar 70 persen penontonnya adalah remaja, sedang sisanya fans God Bless masa lalu, yang kini sudah berusia 35 tahun ke atas," ujar Iyek, vokalis yang tetap solid pada usia 51 tahun. Iyek tidak keliru. Buktinya ketika God Bless tampil di Yogyakarta pada 8 Nopember 1997 di Stadion Kridosono, dari 10.000 penonton yang berjubel di lapangan, sebagian besar adalah remaja, yang usianya jauh lebih muda dibanding umur Kalau tidak ya apa bedanya kami dengan yang lain? Sinema Sejati tidak ingin sekadar menjadi salah satu nama di antara sederet nama lainnya. Kami ingin menjadi sesuatu yang lain. Itulah gunanya kehadiran saya. Kalau nggak, nga- pain ada saya? Juga ngapain saya ikut terjun di bidang ini? Men- dingan saya teruskan saja karir saya yang lain atau menekuni bisnis lain yang jelas untungnya lebih besar. quor ras Lalu konsep Anda dalam mengendalikan Sinema Sejati? Saya ingin mencoba mengelo la Sinema Sejati seperti mengelola sebuah penerbitan pers. Entah itu majalah atau koran. Artinya, dari awal sudah harus ditentukan, kita mau bikin apa dan siapa pembaca yang hendak dituju. Target market nya harus ditentukan lebih dulu. Dengan kata lain, positioning-nya mesti jelas. Sebuah majalah pria misalnya, sebaiknya tidak menulis artikel tentang jenis-jenis pembalut wanita dan keistimewaannya. Lalu majalah remaja tidak membuat artikel soal analisis moneter yang dibuat Sjahrir atau refleksi filsafat nya Ignas Kleden. Ini bukan ber arti Sjahrir dan Ignas tidak boleh HIBURAN Nah, begitu juga Sinema Se- jati. Kami mencoba dengan cara berpikir seperti itu. Sinema Sejati menentukan konsep mau bikin apa dan siapa target marketnya. Jadi mohon maaf kalau kami ti dak bisa menerima semua naskah dan mempekerjakan semua sutra dara. Apalagi keadaan keuangan kita kan juga tidak melimpah ruah. Jadi mesti ada pembatasan. Baik dalam tema yang dibikin, karyawan yang dipekerjakan, dan jumlah sinetron atau film yang dibuat. God Bless. "Saya bangga God Bless disukai kalangan remaja," kata Iyek. Ya, saya dengar itu. Dan seolah-olah cara berpikir seperti itu menjadi satu-satunya kebenar an. Buat saya tidak harus selalu begitu. Kami mencoba dengan cara pikir yang lain, seperti yang sudah saya jelaskan di atas. Apakah kami akan berhasil? Lagi-lagi, ya kami belum tahu. Doakan saja. Konkretnya, sinetron atau film, "Kami yakin selama God Bless masih ada, banyak remaja yang menyaksikan, karena karya God Bless mengikuti trend musik," imbuh Log Zhelebour, yang selama 10 tahun lebih menjadi promotor show God Bless. KOMUNIKASI TERBUKA Resep God Bless hingga setiap pentas selalu dibanjiri massa boleh jadi adalah antara grup musik ini dan promotor terjalin komunikasi terbuka, sehingga kebutuhan masing- masing pihak bisa terpenuhi. Log sendiri mengakui bahwa Achmad Albar, Ian Antono, Jocky Suryoprayogo, Tedy Sujaya, Dony Fattah, dan Eet Syahranie termasuk musisi yang cerewet, bila sudah berbicara mengenai kesempurnaan (baca: kemegahan) sebuah show. Untuk show berlabel "Dja- rum Super God Bless Tour Kembali 97" yang digelar di lima kota (Surabaya, Yogyakarta, Malang, Bandung, dan Jakarta), Log memasok 400.000 watt listrik untuk pencahayaan dan jenis apa yang akan dibuat sesuai dengan konsep Anda.? Agar lebih mudah, akan saya lukiskan dengan kata "tidak". Yakni, untuk sementara ini kami tidak membuat film hantu-hantu an, tidak memproduksi sinetron mistik-mistikan, tidak film gede bak-gedebuk atau action. Tidak. Toh di luar itu masih banyak tema yang masih bisa digarap. Saya tahu, pilihan kami berisiko besar. Tapi itulah bisnis. Sebagai pim- pinan saya harus berani taking- risk, mengambil risiko. Anda siap bersaing dengan perusahaan lain.? Ya siap-siap saja. Mau diapain lagi. Tetapi yang penting, saya tidak pernah berpikir perusahaan lain sebagai saingan dalam arti negatif. Saya malah siap bekerja sama dengan perusahaan lain un- tuk membuat sesuatu yang bergu na bagi masyarakat kita, bagi bangsa ini. - Marcellino dengan Ranni Permata dalam sinetron "Arjuna Mencari Cinta" menulis di majalah remaja. Tetapi jika kedua orang itu mau menulis di majalah remaja, kedua orang tersebut harus menyesuaikan diri atau diminta menyesuaikan diri dengan konsep majalah tersebut. Bila yang terjadi sebaliknya, habislah nasib penerbitan itu. Banyak yang menyebut Anda ini tipe produser ideal saat ini. Berangkat dari dunia kesenian, punya pengalaman jurnalistik dan bisnis, serta memiliki akses lang sung ke berbagai kalangan **** Ah, biasa-biasa saja. Banyak orang yang seperti saya. Atau bahkan lebih dari saya. Akses yang Anda sebut itu sebetulnya hanya karena saya bergaul dengan mereka. Saya kenal pribadi de ngan banyak kalangan perfilman, terutama yang dari IKJ. Sebab saya memang pernah mampir kuliah di sana. Saya juga intim dengan banyak intelektual dan aktivist sebab saya lama menjadi bagian dari mereka. Dan peker- jaan saya di dunia media selama belasan tahun mengenalkan saya pada ilmu-ilmu bisnis. Pertanyaan terakhir dan agak lain sedikit. Anda ini kan lulusan filsafat. Apa Anda merasa ilmu itu sekarang ada gunanya untuk aktivitas Anda saat ini.? Sepintas memang terkesan tidak ada gunanya. Tetapi sebe tulnya sangat besar pengaruhnya. Lagipula, pendidikan filsafat kan memang tidak dimaksudkan agar Ada yang bilang bahwa agar sukses, production house harus seseorang bisa sukses berbisnis. membagi dua sinetron yang di Filsafat diajarkan agar kita ber- buat, yakni ada yang komersial pikir kritis. Filsafat dimaksudkan dan ada yang idealis. Menurut Anda.? untuk menyelidiki segala sesuatu dengan mencari sebab-sebab ter- dalam. Termasuk apa itu seni? Apa keindahan itu? Dari mana datangnya? Bagaimana orang bisa menikmatinya.? Manfaat lain yang saya per oleh dari belajar filsafat yaitu dalam hal pembentukan kepriba- dian saya, pola pikir saya. Mudah- mudahan itu juga akan mewarnai film-film apa yang akan kami buat. (AF/hb) 100.000 watt untuk keperluan tata suara plus kembang api sebagai pemanis atraksi. Untuk keperluan pentas, Log menye- diakan 20 truk pengangkut peralatan show. "God Bless memang punya jiwa superstar, sehingga mereka bisa merasa tidak perlu main bila penataan dan persiapan show-nya hanya apa adanya. Kualitas dan kapasitas 'lighting' dan 'sound system' bagi God Bless merupakan hal penting dalam setiap show," kata Log. Konon, menurut cerita yang beredar di kalangan musisi, God Bless mau saja pentas tak dibayar, bahkan kalau perlu "nombok" (tekor), asal sarana penunjang pentas itu benar- benar memenuhi citra God Bless sebagai grup musik yang me- nyangga nama besar. "Memang betul. Tetapi itu dulu," ujar Achmad Albar sebelum pentas "Djarum Super God Bless Tour Kembali 97" di Kridosono. Dalam hal mengatur penju- alan kaset, God Bless tergolong grup musik yang agak keting- galan zaman, karena sebelum album terbaru "Apa Kabar", honor penjualan tidak meng- gunakan sistem royalti, tetapi sistem jual habis, padahal kaset God Bless selalu laris. TIDAK TONJOLKAN DIRI Meski God Bless sebagai grup memiliki jiwa superstar, namun setiap pemain tidak ada yang menonjolkan diri, karena mereka sadar bahwa sikap tersebut justru akan mengurangi keutuhan dan kekompakan kelompok musik itu. Sikap dewasa itu ditunjukkan God Bless ketika mereka tampil di Yogyakarta. Panggung yang cukup luas terasa tidak menyi- sakan ruang kosong, karena setiap pemain mampu menem- patkan diri secara pas ketika pemain lain sedang menjadi perhatian penonton. Duet gitaris tua-muda, Ian dan Eet, yang mendapat kesem- patan unjuk kebolehan me- mainkan alat musik petik itu, lalu diikuti langkah vokalis Achmad Albar dengan mengisi kekosongan ruang yang diting- galkan dua gitaris handal itu. "Personil God Bles sudah dewasa, sehingga tak ada yang ingin menonjolkan diri. Yang lebih penting, God Bless bisa tampil utuh, dengan memadukan lagu yang sesuai dengan syair- nya. Di panggung, kami benar- tar)," kata Achmad Albar. benar menjaga 'blocking' (la- Kematangan menjaga irama jiwa penonton juga tampak dikuasai God Bless. Repertoar yang disusun God Bless bisa Duet Piano-Cello Kolaborasi Musik Lukis dan Gerak Rupa DUNIA panggung diharap- kan semakin marak dengan dipentaskannya suatu kolaborasi musik, lukis, dan gerak rupa sebagai sebuah pergelaran kontemporer yang untuk per- tama kalinya akan berlangsung di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) tanggal 18 November. Pengarah musik bagi per- gelaran tersebut, Jassin Burhan, mengemukakan kepada pers di Jakarta, Selasa siang, sebelum pertunjukan kolaborasi yang berlangsung 45 menit itu, akan dipertunjukkan duet piano-cello sekitar 60 menit oleh Robin Clavreul, seorang celis dari Perancis serta pianis Irsa Destiwi dari Indonesia. Dua pertunjukan klasik dan kontemporer tersebut berjudul "Intermezzo". Burhan Jassin mengemu- kakan, untuk kolaborasi musik, lukis, dan gerak rupa akan dipertunjukkan oleh Robin Clavreul dan Irsa Destiwi dalam musik, pelukis Titis Jabaruddin dan gerak rupa oleh pematung Agus Jolly. "Mereka nanti di atas pang- gung akan sama-sama bermain sendiri-sendiri, tanpa saling mengganggu. Nanti akan ter- dengar musik, seorang pelukis yang melukis di atas kanvas 2m x 2m, dan seorang lagi yang akan terus bergerak dalam irama tertentu. Itu sebuah kolaborasi," katanya. "Siteran" Kesenian Tradisional yang Makin Populer "SITERAN" adalah salah satu jenis kesenian tradisional yang mempergunakan instru- men "siter" sebagai instrumen pokok, serta beberapa alat musik lain berupa gendang, rebab, seruling, kini semakin populer. Dalam pertunjukannya, bia- sanya selain para pengrawit (pemusik), juga didukung se- orang "waranggono". Sementara itu wanita pelukis Titis Jabaruddin yang sampai saat ini telah berpameran se- banyak 65 kali mengatakan, ide kolaborasi itu berawal dari pembukaan pamerannya di Paris. (Ant) Wisatawan yang mengun- meredam gejolak hati ribuan penonton, sehingga tidak sampai muncul keonaran akibat pe- ngaruh dentuman musik rock itu. Selama pentas dua jam lebih dengan membawakan 19 kom- posisi, penonton bisa menikmati suguhan God Bless tanpa lupa diri, meski salah satu pintu Kridosono harus jebol akibat desakan penonton yang ingin masuk tanpa bayar. Sukses merilis album baru "Apa Kabar" dan pentas di tidak datang begitu saja, karena Surabaya dan Yogyakarta tentu sebelumnya mereka selama 1,5 bulan berlatih fisik dan teknik di Puncak. "Maklum, God Bless vakum selama delapan tahun, sehingga untuk memadukan kerjasama, kami perlu tahu perkembangan masing-masing personil," ujar Achmad Albar. Sikap perfeksionis personil God Bless dipuji promotor Log. Menurut dia, untuk masa se- karang teramat sulit bisa mene- mukan grup musik dengan konsistensi perfeksionis, karena yang diincar grup musik, juga seni lainnya, hanya uang dan uang. Sebaliknya God Bless juga mengaku cocok dengan Log, karena dia bertanggung jawab, dan bukan promotor musiman, yang hanya mau mempromotori satu-dua show saja. "Begitulah cara kerja Log. Dan itulah jawaban kami me- ngapa memilihnya sebagai promotor," ujar Achmad Albar mewakili rekan-rekannya.(Ant) MINAT para kawula muda di kota Medan terhadap musik semakin besar, dan kondisi ini dinilai cukup menggembirakan. Itulah situasi yang dapat dilihat dalam acara seminar yang digelar Medan Musik, 9 No- vember 1997 lalu, di Hotel Garuda Plaza Medan. Seminar Teknologi Roland & Boss yang membahas tek- nologi effect gitar dan amplifier tersebut, berlangsung sukses, dan dihadiri peserta sekitar 400 orang yang sebagian besar terdiri para musisi-musisi muda. Pada kesempatan itu, Ike Ueno, Spesialist Roland & Boss dari Jepang, bertindak sebagai demonstrator sekaligus tutor yang menjelaskan fungsi serta peran alat-alat musik produk Roland dan Boss, dan dalam penjelasan itu ia didampingi Paulus Santoso Wijaja, Product Specialist Roland & Boss dari PT.Galestra Inti Jakarta. Seminar pada session per- tama, membahas masalah pro- duk guitar effect compact dari Boss. Tidak kurang dari 45 jenis effect gitar yang diproduksi sejak tahun 1972 diperkenalkan, sementara Ike banyak mem- berikan contoh suara-suara alat musik yang bisa dikeluarkan alat jenis Distortion MT-2, OD-2R, HM-3, DS-2 jenis chorus dan Delay D-3, DD-5, CE-5, RV-3. Disamping effect guitar com- pact pedal, masih ada yang namanya Multiple Effect, yakni produk yang menggabungkan bermacam-macam compact pedal ke dalam satu jenis alat yang dikeluarkan Boss, di antaranya ME-8, ME-8 B, ME- 30 dan GT-5. Robin Clavreul, selama ini sering tampil dalam konser klasik, baik solis atau konduktor "Dengan memainkan gitar, dan pada festival-festival musik kita dapat memilih berbagai kontemporer. Sedangkan Irsa macam jenis suara alat musik Destiwi kini masih belajar di seperti biola, piano, flute, saxo- tingkat Persiapan Konser- phone, tergantung keyboard vatorium IV di bawah bim- ataupun module yang kita bingan pianis kenamaan Iravati gunakan," ujar Ike dalam semi- M. Soediarso. nar itu. Ike Ueno ketika itu juga memperagakan satu jenis syn- thesizer guitar Boss GR-30, yakni alat yang bisa menjadi jembatan penghubung gitar dengan keyboard ataupun sound module yang lazim disebut Midi Interface. Sedangkan pengunjung ba- nyak yang tertarik dengan Roland GR-30 tersebut. MEMESAN Menurut Herry E. Gracia dari bagian penjualan Roland & Boss di Medan Musik, pengunjung yang hadir banyak memesan Roland GR-30 tersebut. "Ada sekitar 50 unit yang terjual disamping alat alat lainnya," tutur Robby Agus- purnomo dari PT. Galestra Inti Jakarta, yang ketika itu khusus datang dari Jakarta memantau kegiatan seminar. jungi Malioboro, jantung kota Yogyakarta, juga bisa menjum- pai jenis kesenian itu. Jika anda masuk ke Rumah makan "Pesta Perak" Yogyakarta, lantunan tembang jawa dan suara petikan siter mewarnai suasana di tempat itu. Pada bagian akhir sesi per- tama, Ike, menjelaskan lagi bebarapa amplifier gitar Roland seperti, JC-120, BC-60, GC-405 X, dan GC-408X. Menurut Ketua Grup Siteran "mBangun Laras" Dari Wono- sari, kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Mujono H.T, yang grupnya beberapa kali men- juarai Lomba Siteran tingkat Propinsi D.I.Yogyakarta, siteran ada dua bagian, yakni gaya Yogyakarta dan Gaya Surakarta. Siteran gaya Yogyakarta, tidak dilengkapai dengan "slen- them-kawat" atau bas, sedang- kan gaya Surakarta memakai- nya. Keistimewaan dari GC-405X menurut Ike, alatnya bisa disambungkan ke speaker lain yang lebih besar seperti speaker Siteran sebenarnya merupa- kan bagian dari Gamelan, atau musik jawa tradisional, namun instrumen dalam siteran tidak selengkap seperti instrumen dalam gamelan jawa. Siteran, instrumennya hanya memerlukan lima atau empat pemain saja, namun gamelan Jawa sedikitnya memerlukan 14 pemain.Namun demikian, site- ran bisa untuk mengiringi dendangan lagu, baik dalam tembang dan nada jawa, ataupun tembang dengan bahasa lain. Musiknya juga lebih kecil dan sederhana dibanding ga- melan jawa, sehingga sangat praktis dan mudah dibawa. Dengan demikian, biaya pentas atau pertunjukannya juga relatif murah dibanding dengan ga- melan jawa. Dari Seminar Teknologi Roland & Boss yang Diselenggarakan Medan Musik: Minat Kawula Muda Medan Diakuinya, seseorang ingin belajar "Siter", terlebih dahulu harus mempelajari dan dapat memainkan gamelan jawa, karena jika langsung mempe- lajari siter, akan kesulitan. Hal itu dikarenakan siter merupakan pengiring lagu yang mempergunakan metode dan nada khusus, ungkapnya. Menurutnya, pembuatan alat "siter" (instrumen petik) itu tidaklah sulit, hanya diperlukan empat cara, yakni pemilihan bahan baku, pembuatan, pe- nyeteman serta pengawetan. Bahan baku berupa kayu dan kawat baja. Kayu ditipiskan agar suara kawat yang dipetik bisa menggema suaranya, dan mer- du. Kemudian kawat yang jumlahnya 15 buah dipasang pada kotak yang telah ditipiskan dan dilubangi. Selanjutnya "not" atau "nada", disesuaikan dengan selera atau aturan ukuran nada. Terhadap Musik Menggembirakan Cabinet Marshall yang mem- punyai speaker 4x12, walaupun GC-405 hanya berkekuatan 20 watt. Selanjutnya Ike juga me- ngupas tentang Roland VG-8 atau V-Guitar System. Alat ini menurut Ike cukup mahal, namun kalau dibandingkan dengan kemampuannya alat ini ternyata cukup murah. HALAMAN 6 Dengan menggunakan Ro- land VG-8, walaupun dimain- kan dengan gitar yang tidak terlampau mahal, pemusik dapat memiliki bermacam macam gitar kelas dunia seperti Fender Strato Caster, Gibson Lespaul dan lain lainya. "Begitu juga dengan meng- gunakan amplifier biasa, dengan VG-8 kita dapat memiliki am- plifier seperti Marshall Stage, Roland Jazz Chorus, Mesa Bo- gie, dan bermacam-macam am- plifier lainnya," ujar Ike kepada pengunjung yang bertahan "Pendek kata, pembuatan siter, sama dengan cara membuat gitar", katanya. DIMINATI KAUM MUDA Menurut Pakar Seni Per- tunjukan, Jurusan Karawitan dari Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta, Dr. Joko Soeseno, seni siteran sejak dasawarsa lalu mulai diminati generasi muda dan banyak yang telah belajar seni itu. Hal itu bisa terwujud berkat adanya langkah Inovatif dari para pemain siteran, yang tidak hanya memasukan tembang- tembang jawa dalam pertun- jukan siteran, namun kini siteran telah sering kali untuk meng- iringi lagu atau tembang dalam bahasa lain. Menurutnya, sering dilaku- kannya Lomba Siteran, maka siteran akan semakin diminati kawula muda. Bahkan wisa- tawan asingpun kini ada yang mempelajari dan menyenangi musik itu. Grup siteran di D.I Yogya- karta semakin nanyak, bahkan kini tidak jarang di perkam- pungan sering dijumpai pemen- tasan kesenian tradisional ini, baik orang yang sedang meng- adakan pesta atau dalam pe- ringatan Agustusan, katanya. Menurutnya, siteran akan lebih menarik lagi jika dipadu dengan alat musik modern seperti piano, namun tidak menghilangkan kekhasan si- teran itu sendiri. Menurut data, di kabupaten Gunugkidul saja saat ini terdapat 35 grup siter, yang hidup dan semakin berkembang di 13, kecamatan di daerah itu. CUKUP TUA Menurut buku tentang Asal Usul Siter, Karangan Drs. Wasiran, peralatan dan jenis pertunjukkan itu telah ada sejak abad VIII. BY:74VA JIVE Buktinya, di relief Candi Sari Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogya, terdadap pahatan seo- rang Buddisattwa yang me- megang alat petik yang disebut "bar siter". Dicandi itu juga terdapat pahatan orang yang sedang membawa kecapi ber- kawat tiga, yang disebut "ke- capi", alat itu sangat terkenal di abat XV dan XVI. Sedangkan di candi Borobudor juga ter- dapat relief serupa. Berdasarkan keberadaan di reliefitu, maka alat "siter" sudah ada cukup lama, walaupun jumlah kawat dalam relief itu lebih sedikit dibanding dengan alat siter saat ini.(Ant) mengikuti acara seminar sessi pertama dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. "Padahal jadwal semula harus selesai pukul 16.00 WIB, namun karena permintaan pe- serta, acara ini kami perpanjang ke session ke dua. Dan itupun baru berakhir pukul 22.00 WIB," tutur Herry dengan gembira karena seminar itu berlangsung sukses. Sementara di penghujung acara Ike menjelaskan lagi proses operasi alat studio rekaman, yakni Digital Studio Workstation Roland VS-880, dimana produk ini berfungsi sebagai alat perekam biasa di pergunakan di studio rekaman. "Bedanya alat ini tidak memakai pita sebagai pe- nyimpan hasil rekaman, tetapi menggunakan hard disc, dengan media penyimpan ukuran disket 3 setengah inci," ujar Ike. (hb) SEMINAR TEKNOLOGI Roland & 5045 Ike Uen Ike Ueno dari Jepang didampingi Paulus Santoso Widjaja ketika memberikan penjelasan dalam acara seminar. ARATIS KINI SUDAH DIANTARA KITA, TAK APALAGI YG TERSISA KARENA KAU KIAN MENJADI SAA, KAU SHAKIN MEMBUAT ORANO MERASA TAK BERGUNA HARUSKAH SEMUA ORANG MEMINTA, BEBES PERHATIAN MU SA7A, COBALAH LIHAT SEKELILING MU, JANGAN SAMPAI ORANC PUNYA PRASANGKA YANG KEBIRU MALAS AKU MALAS ATAS SEGALA TINGKAHMU, HARUSKAH KU TURUT SEMUA KEHENDAK DIRIMU, KAU MEMBUAT KU BISA GILA, KALAU TERUS KUBLARKAN SAJA, MAKANYA KAU KUSURAHI SAJA, SEBELUM AKU BENAR JADI GILA BOSAN AKU PENUH ATAS SEGALA ULAH MU SARARKAH PIRIMU ATAS SEMUA YG TERJADI, KUHARAP KAU HAU MERUBAH SIKAPHU WALAUPUN KU TAHU, TAK SEMUDAH MEMBALIKKAN TANGANMU, AKUSADAR SETIAP ORANG PUNY PRI- BADI, TAPI KUTAK BISA HENGIKUTI CARAMU LAGI. MALAS AKUMALAS ATAS SEGALA TINGKAH MU, HARUSKAH KUTURUTSEMUA KE- HENDAK DIRIMU. BAN AKU PENUH PENGAN SEMUA YG TERM- PI,MALAS AKU MALAS
